Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 47450 times)

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
next. dlm pembuatan [biggrin]
yessssssssssssss abis itu rath ye mam  [AddEmoticons04235]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
next. dlm pembuatan [biggrin]
yessssssssssssss abis itu rath ye mam  [AddEmoticons04235]
belum tahu [hmpfh] [hmpfh]
oh tidak bissaa [nono] [nono] mam kenapa males bikin rath?? karna lagi demen yang di siggy mu ya [chin]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
next. dlm pembuatan [biggrin]
yessssssssssssss abis itu rath ye mam  [AddEmoticons04235]
belum tahu [hmpfh] [hmpfh]
oh tidak bissaa [nono] [nono] mam kenapa males bikin rath?? karna lagi demen yang di siggy mu ya [chin]
emang apa hubungannya [what] gw masih bikin ff yg lain kok [hmpfh] (tahu aja lg demen ama kopel di siggy ku [laughing] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
next. dlm pembuatan [biggrin]
yessssssssssssss abis itu rath ye mam  [AddEmoticons04235]
belum tahu [hmpfh] [hmpfh]
oh tidak bissaa [nono] [nono] mam kenapa males bikin rath?? karna lagi demen yang di siggy mu ya [chin]
emang apa hubungannya [what] gw masih bikin ff yg lain kok [hmpfh] (tahu aja lg demen ama kopel di siggy ku [laughing] )
nahhhhhhhhhhh itu dia mam masalahnya karna mami lagi demen ama kopel itu,, makanya jadi males bikin rath  [AddEmoticons04259]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
chp kali ini tidak banyak adegan lucu2nya. lebih byk ke sweet2annya, begitu juga cemburunya wlp tidak begitu kelihatan. jadi buat yg suka adegan lucu2, miane kalau mengecewakan [heh] [heh]

note : belum bisa diupdate karna lum sesai [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
chp kali ini tidak banyak adegan lucu2nya. lebih byk ke sweet2annya, begitu juga cemburunya wlp tidak begitu kelihatan. jadi buat yg suka adegan lucu2, miane kalau mengecewakan [heh] [heh]

note : belum bisa diupdate karna lum sesai [hmpfh] [hmpfh]

horeeeeeeeeeee...TLC lg dlm tahap pembuatan (br gini aja gw dah seneng banget...gmn ntar klo dah update...gw bklan  [2vil3jc] [2vil3jc] [2vil3jc] kyknya  [hmpfh])

gakpa2 klo adegan lucunya dikit,mam...yg penting adegan SWEET-nya dperbanyak,apalagi klo dtambh 'bonus' adegan cemburu2an...lbh  [AddEmoticons04246] itu  [hmff]

gw tunggu dgn sabar hati update-annya,mam...Take Your Time  [lovestruck]  [lovestruck]  [lovestruck]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
chp kali ini tidak banyak adegan lucu2nya. lebih byk ke sweet2annya, begitu juga cemburunya wlp tidak begitu kelihatan. jadi buat yg suka adegan lucu2, miane kalau mengecewakan [heh] [heh]

note : belum bisa diupdate karna lum sesai [hmpfh] [hmpfh]

horeeeeeeeeeee...TLC lg dlm tahap pembuatan (br gini aja gw dah seneng banget...gmn ntar klo dah update...gw bklan  [2vil3jc] [2vil3jc] [2vil3jc] kyknya  [hmpfh])

gakpa2 klo adegan lucunya dikit,mam...yg penting adegan SWEET-nya dperbanyak,apalagi klo dtambh 'bonus' adegan cemburu2an...lbh  [AddEmoticons04246] itu  [hmff]

gw tunggu dgn sabar hati update-annya,mam...Take Your Time  [lovestruck]  [lovestruck]  [lovestruck]
thanks [lovestruck] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
mana mam??? [AddEmoticons04217] ko masi kaga nemuin sonsaengnim?? [AddEmoticons04280] jangan"masi dikekepin mami [hmpfh] [hmpfh]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mana mam??? [AddEmoticons04217] ko masi kaga nemuin sonsaengnim?? [AddEmoticons04280] jangan"masi dikekepin mami [hmpfh] [hmpfh]
kan udah ada notenya--belum sesai [head break] [head break] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
selesainya kapan?? bsk dong mam.. [AddEmoticons04274] mam...my eperiting sama my bestfriend boyfriend apakabur???astajim,,, [head break] [head break] ga pake lupin alur critanya hammer2 hammer2 [hmff]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
selesainya kapan?? bsk dong mam.. [AddEmoticons04274] mam...my eperiting sama my bestfriend boyfriend apakabur???astajim,,, [head break] [head break] ga pake lupin alur critanya hammer2 hammer2 [hmff]
alur cerita sih ga lupa. cuma males menuangkannya dlm kata2 [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Aku membuka mata perlahan. Pandanganku masih berseliweran, kabur ketika ku tujukan ke depan. Hal pertama yang tertangkap olehku adalah sesosok tubuh yang agak bongkok terbalut jubah putih. Sangat panjang sampai hampir menyentuh lantai. Rambutnya beruban, hampir seluruhnya, .. menutupi wajahnya yang keriput dengan kacamata tebal yang sekali-kali melorot di tulang hidungnya yang agak bengkok.

Siapa dia? Apa ... aku sudah mati? Berpikir begini, aku langsung terlonjak bangun. Tapi serangan berat segera menyerang kepalaku, terasa berat dan pening. Segera saja aku menutup mata rapat-rapat dan menghempaskan kembali tubuh ke atas ranjang.

"Agashi jangan bangun dulu ... ," suara halus nan lembut itu terdengar. Lalu sentuhan hangat mendarat di lenganku.

Aku kembali memicingkan mata dengan susah payah. Dan, berusaha menangkap jelas raut pria ini. Dia sudah paruh baya, .. ini sangat pasti. Rambutnya yang beruban menunjukan segalanya. Dan kelihatannya ada yang tidak asing dari jubah yang dikenakannya. Aku sudah mulai bisa menebak siapa dia ketika dia mengeluarkan sesuatu yang membuatku semakin yakin siapa dia.

"Dokter Son!"

Aku berpaling ke pintu ketika terdengar panggilan dari sana. Kau terlihat memasuki ruang kamar dengan sebuah nampan berisi segelas air putih dan semangkuk, yang entah berisi apa.

"Bagaimana keadaannya?" tanyamu lebih lanjut.

Pria paruh baya yang kau panggil dokter Son itu mengalihkan perhatiannya. Dia tersenyum hangat. "Tidak parah, .. hanya demam biasa. Asal istirahat yang cukup dan makan secara teratur maka dia akan segera sembuh ... "

"Jinja?" Kau meletakan nampan ke atas meja kemudian duduk di kursi yang menghadap ke ranjang ku. "Apa tidak perlu dibawa ke rumah sakit? Soalnya panasnya tinggi sekali kemarin malam .. "

"Tidak perlu . .," sahut sang dokter. "Panasnya sudah turun ke batas normal. Anda hanya perlu menjaganya dengan baik. Makan obat tepat waktu dan tidak terlalu capek, dia akan baik kembali." kemudian dokter itu memberikan selembar kertas padamu. Aku melihat adegan-adegan di antara kalian dengan kepala yang masih berdenyut-denyut. Perlahan aku memejamkan mata kembali. Terdengar olehku suara dokter Son yang samar-samar. "Aku sudah menuliskan resep buatnya dan anda tinggal menebusnya di apotik ... "

"Ghamsamida, dok .. "

"Kalau begitu aku permisi sekarang .. ," suara lembut dokter Son kembali berdengung-dengung dalam indera pendengarku. "Jangan terlalu khawatir .. tuan sudah melakukan yang terbaik .. Jika saja dia tidak diberi paracetamol tepat waktu, seperti yang tuan lakukan, agashi ini pasti sudah dilarikan ke rumah sakit saat ini .. "

"Ne .. " Aku mendengarmu menghela nafas. "Sekali lagi, ghamsamida pak dokter ... "

Lalu suara kursi berderik, didorong ke belakang. Sepertinya kau yang berdiri dari posisi kursi yang kau duduki.

"Biar kuantar keluar, dok .. "

"Tidak perlu .. ," tolak dokter Son halus. "Jagalah dia. Saya cukup diantara oleh nona dan tuan yang berada di luar. Anyongheseyo, tuan Lee .. "

"Ghamsamida dokter ... "

Pintu kamar ditutup dengan halus. Lalu kudengar suara kursi ditarik dan sesuatu yang berat dihempaskan di kursi itu. Aku membuka mata perlahan. Kau sudah duduk di hadapanku. Matamu meredup ketika menatapku. Tanganmu diangkat dan menyentuh jidatku.

"Bagaimana? Agak baikan?" tanyamu lembut.

Aku mengangguk pelan.

"Bisa bangkit dan sarapan?"

Kembali aku mengangguk. Aku mengangkat badan dengan sepasang tangan dan bangkit dengan posisi duduk. Kau segera berdiri dan membantuku menyelipkan bantal ke belakang punggung. Aku memejamkan mata dan menghirup dalam-dalam ... Samar-samar tercium olehku aroma minyak wangi yang sangat kental, aroma laut yang sangat nyaman dan menenangkan.

"Bubur encer, ... keberatan?"

Aku mengeleng. "Anhi ... "

Kau tersenyum dan mulai menyendok bubur encer dari mangkuk yang diambil dari nampan di atas meja. "Ini paling bagus buat mu saat ini ... " Kemudian kau meniup bubur dalam sendok di tanganmu. Asap tebal mengepul ke udara, .. menutupi sebagian wajahmu dan memberikan kesan ... kesan yang teramat aneh buatku. Aku terpana. Jantungku perlahan berdegup kencang. Kau melakukannya lagi, meniup dengan sabar kemudian menyodorkannya kepadaku. "Ayo dimakan .. "

"Bi .. biar saya sendiri, sonsaengnim .. ," ujarku gugup. Aku berusaha mengambil alih sendok dari tanganmu, tapi karena keadaanku yang masih lemah, tanganku bergetar tak dapat dikendalikan, sendok tersebut jatuh ke lantai. Isinya bercipratan ke mana-mana. "Mi .. mianeyo .. " Aku berusaha bangkit, tapi segera ditekan olehmu sampai bersandar kembali ke kepala ranjang.

"Biar saya saja ... "

Kau berjongkok dan mengambil sehelai kain dari pojok ruangan. Lalu mulai membersihkan bercak-bercak bubur dari lantai.

"Miane .. sonsaengnim .... ," kataku lemah. "Saya .. terlalu ceroboh .. ," sesalku sedalam-dalamnya.

Kau mengangkat wajah, lalu tersenyum lembut padaku. "Gwencanayo. Setelah membersihkan ini, sonsaengnim akan mengambilkan sendok baru buatmu .. "

Aku mengangguk. "Gumawo .. "

Kemudian kuamati kesibukanmu dalam diam. Aku merasa kau agak lain hari ini. Begitu perhatian dan ... kuasa-kuasamu belum kau perlihatkan sampai sekarang. Kau terlihat begitu sabar dan menuruti semua kelemahan-kelemahanku. Mungkinkah karna aku lagi sakit? Aku berharap, bukan. Bahwa kau melakukan semua ini, asli karena kau memang perhatian padaku.

Selesai membersihkan lantai, kau bangkit membawa sendok dan kain kotor ke luar kamar. Sebentar kemudian kau kembali lagi dengan sendok baru.

"Kali ini jangan berebut lagi. Biar sonsaengnim yang menyuapimu .. ," ujarmu halus.

Kita berpandangan sejenak, akhirnya aku mengangguk. Sesaat kemudian kau mulai menyuapi. Bubur yang berasal dari tanganmu terasa manis walaupun hanya bubur putih. Aku menghabiskannya dalam beberapa menit. Setelah itu kau menyodorkan gelas berisi air padaku. Aku meminumnya.

"Minum yang banyak ... "

Aku mengangguk dan menghabiskannya. Lalu kau membantuku membaringkan diri di atas ranjang kemudian menyelimutiku. Setelah itu kau berdiri, meletakan gelas tersebut ke dalam nampan beserta mangkuk.

"Sonsaengnim akan keluar sebentar buat mengambil obatmu. Kau tidurlah sebentar. Setelah waktunya makan obat, sonsaengnim akan membangunkanmu ... "

Aku mengangguk. "Gumawo, sonsaengnim .. "

Kau kemudian membawa nampan bekas sarapan keluar kamar. Untuk terakhir kali kau berbalik begitu berada di luar pintu. Kau mengangguk pendek sambil memperlihatkan senyum menenangkan padaku. Setelah itu pintu ditutup dengan sangat pelan.


******



"Hyesun-a .... "

Sesuatu yang hangat menyentuh punggung tanganku. Aku membuka mata perlahan.

"Sonsaengnim ... ," desisku halus. Aku berusaha tersenyum.

"Saatnya makan obat ... ," katamu lembut.

Aku mengangguk kemudian bangkit dengan dibantu olehmu.

"Obatnya ... "

Sebuah tangan yang memegang obat terjulur padamu. Aku mendongak. Ternyata bukan kau seorang yang berada dalam ruangan ini, Onnie dan Hoon oppa sudah berdiri di sisi ranjang. Kau mengambil obat dari tangan onnie dan menuangnya sesuai takaran yang tertempel di label.

"Agak baikan, Hyesun-a?" tanya onnie.

Aku mengangguk. "Ne. Gumawo buat perhatiannya onnie ... "

"Cepat sembuh ya, Hyesun-a .. " Hoon oppa menepuk lenganku. "Nanti oppa bawa kamu jalan-jalan setelah sembuh. Makan apa saja boleh .. "

Aku kembali mengangguk. Kali ini mataku terasa panas, .. sesuatu berusaha mendesak keluar. Susah payah kutahan airmata ini supaya tidak tumpah. "Gumawo, oppa ... "

"Sudah, ayo makan obatnya dulu ... "

Aku menoleh padamu.

"Buka mulutmu ... ," perintahmu pelan.

Aku mengangguk dan membuka mulut lebar-lebar. Kau meletakan tablet-tablet obat dalam tanganmu satu persatu. Membantuku memakannya dengan sesekali menyodorkan air dalam gelas buat membantu mendorong obat-obat tersebut masuk ke dalam tenggorokanku.

"Sekarang beristirahatlah .... ," ujarmu setelah kuhabiskan semuanya. Kau letakan gelas yang sudah kosong ke atas meja.

Aku mengangguk, untuk kemudian menjatuhkan diri kembali di ranjang. Kau membantu menyelimutiku, setelah itu berdiri dari tepi ranjang yang tadi kau duduki.

"Kami akan berada di luar, tidak kemana-mana ... ," katamu seakan berusaha menenangkanku begitu melihat tampangku mulai memelas. "Jika kau cukup kuat, kau bisa bergabung dengan kami. Ada kejutan yang kami persiapkan buatmu. Tapi jika tidak, kita undur saja sampai kau cukup sehat ... "

"Jinja? Apa itu?" Aku melebarkan mata, penasaran.

Tapi kau segera mengeleng. "Nanti saja ... " Lalu kau membungkuk dan membetulkan selimutku. "Istirahatlah dulu .. "

"O ya, Hyesun-a ... ," ujar onnie.

Aku menoleh padanya. "Dhe?"

"Jangan khawatir tentang paman dan bibi. Saya sudah mengabari mereka tentang keadaanmu. Mereka cukup lega dan menyuruh kami menjagamu ... "

"Omma dan appa ... ," Aku mengigit bibir. Pembicaraan kemarin, sebelum kenekatan kepulanganku dari Jeju, terbayang kembali. Perjodohan, badai, dingin dan rasa takut, .. semuanya berbaur jadi satu. Perlahan-lahan tampangku berubah pucat. Aku meremas erat ujung selimut dan memutar badan, membelakangi orang-orang di sebelahku. "Aku tidak ingin membicarakan mereka ... "

"Hyesun-a, ada apa sebenarnya?"

Aku mengeleng sambil menutup telinga erat-erat.

"Sudah. Biarkan dia istirahat dulu .. " Aku mendengarmu melerai desakan onnie.

"Tapi ... "

"Kita keluar ... ," ujarmu tegas. Kemudian kau berkata, tertuju padaku. "Beristirahatlah. Untuk sementara, lupakan semuanya. Apapun yang telah terjadi dapat diselesaikan nanti .. "

Aku tidak menjawab. Segera kupejamkan mata rapat-rapat, berlagak tidur agar tidak ditanya lebih lanjut. Aku tidak ingin mengungkit apapun yang berhubungan dengan omma dan appa! Tidak untuk saat ini! Apalagi yang berkaitan dengan perjodohan itu. Sumpah, aku tidak ingin kau mengetahuinya!

"Minho-a ... ini ... " Perkataan onnie terputus oleh desakanmu yang menariknya keluar dari kamar.

"Kita bicarakan di luar! Ayo Hoon!"

Sesaat kemudian aku mendengar pintu ditutup. Kuhembuskan nafas dan membuka mata perlahan. Tanpa kusadari, butiran air bening tumpah dari sudut mataku, jatuh dan membasahi seprai pink pembalut ranjang.


*******



Aku terjaga setelah teriknya mentari yang menerobos masuk lewat tirai yang terbuka menyengat wajahku. Aku mengenyit dan membuka mata perlahan-lahan. Pandanganku terarah ke luar jendela di sampingku. Matahari sudah bergantung tinggi di atas langit. Aku bergerak perlahan, melihat jam kecil di atas meja, sudah pukul 2 siang. Aku menghela nafas, rupanya sudah hampir empat jam aku tertidur. Kemudian aku bergerak turun dari ranjang. Pandanganku sudah jernih sekarang. Aku mengangkat tangan dan menyentuh dahi, .. demam juga sudah turun. Aku tersenyum, lalu berjalan ke arah pintu, membukanya dan berjalan keluar.

Tiba-tiba, aku mengangga. Apa yang kulihat di luar sungguh-sungguh luar biasa. Pita-pita beraneka warna berkilauan tergantung tinggi di langit-langit ruangan. Balon-balon yang sudah ditiup besar-besar terikat berjarak beberapa jengkal di antara pita-pita tersebut. Dinding-dindingnya juga dilapisi kertas-kertas beraneka warna. Bermacam-macam makanan, dari makanan ringan sampai utama, minuman sirup dan beberapa jenis yang tidak kukenal, bertaburan di atas meja. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah kue ulang tahun besar dan bertingkat dua. Banyak lilin berada di atasnya, belum dinyalakan dan belum terbakar. Aku mendekati meja itu, .. dan sekarang terlihat jelas olehku. Namaku yang tercetak di atas kue itu.

"Oh--kau sudah bangun?"

Suara yang sangat dalam itu membuatku berpaling. Kau sudah berdiri di ambang dapur sambil membawa sebuah nampan yang berisi beberapa botol minuman. Aku kembali mengangga. Dandananmu sangat berbeda. Hoddie tanpa lengan yang dipadu dengan sarung tangan selengan dari wol yang terbuka bagian depannya. Kemudian celana skinny yang membalut ketat kaki panjangmu, berikut topi yang ... , aku tidak tahu bagaimana mengekspresikannya >< Topi itu sangat tinggi, seperti topi-topi para pesulap yang biasa digunakan untuk menyembunyikan sesuatu di dalamnya.

"I .. ini ... " Aku jadi tidak mampu melanjutkan kata-kataku.

"O--" Kau tersenyum sambil menghampiriku. Lebih tepatnya mendekat ke meja dan meletakan botol-botol minuman tersebut. "Ini kejutan yang kami persiapkan untuk mu .. "

"Untuk ku?"

"Ne .. " Kau menegakan badan dan menatapku, ... agak lama. Lalu tiba-tiba tanganmu bergerak kearah telingaku dan menjentikannya. Agak keras sehingga reflek membuatku menghindar, tapi sesuatu yang berwarna merah menyala dari tangan yang kau tarik kembali membuatku berhenti. Sekuntum mawar merah telah berada di tanganmu. "Sangeilchukae, little coward ... ," ujarmu tersenyum sambil menyodorkan mawar tersebut padaku. "Semoga kau bahagia selalu ... "

"Su .. sulap?" ujarku gagap, tak percaya.

"Ne .. " Kau melepaskan topi dari kepala dan membungkukan badan dalam-dalam. Gaya yang sangat hormat dan menawan, .. membuatku tersanjung, .. melayang tinggi sampai ke langit lapis sembilan. "Hari ini, aku resmi menjadi pesulapmu .. seutuhnya ... "

"Sonsaengnim bisa sulap?" tanyaku kembali, masih dengan ekspresi tak percaya.

"Ne .. "

"Se .. sejak kapan?" Aku tahu terdengar bawel. Tapi sungguh, aku ingin tahu lebih banyak tentangmu. Ternyata selama ini, masih banyak yang tidak kuketahui, ... tentang kesukaan-kesukaanmu, keahlian-keahlianmu, dan juga .. tipe cewek idamanmu. Apakah seperti diriku? Aku sangat berharap demikian .. Dan untuk saat ini, .. saat ini juga aku ingin mengetahuinya.

Kau tersenyum dan mencondongkan badan kearahku. "Sejak .. , mungkin empat tahun yang lalu. Kupelajari buat menghibur omma. Saat itu beliau sangat sedih. Keberangkatanku ke Sydney begitu menekannya. Aku mesti kuliah di sana dan baru kembali ke New York apabila ada liburan ... " Kau berhenti di situ. Perlahan parasmu berubah sendu. "Aku berharap bisa bertemu kembali dengannya, segera ... Aku begitu merindukannya ... "

"Omma sonsaengnim .. sa .. sangat baik?"

Kau menarik badan dan menatapku. "Tidak ada omma yang buruk di dunia ini, Hyesun-a. Semua orangtua menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya. Mungkin cara mereka berlainan, atau salah di depan anak-anak, tapi yang jelas, mereka tidak akan menunjukan jalan buntu buat anak-anaknya." Lalu kau mengarahkan pandangan ke atas, "Ya, ommaku juga sangat baik! Buatku, dia segala-galanya .. "

"Ne?" tanyaku tidak yakin. Mengapa aku merasa orangtuaku tidak begitu? Mereka memaksaku melakukan sesuatu yang sangat kubenci. Perjodohan paksa? Huhh!!

Kau mengalihkan perhatian padaku. "Apa yang kau inginkan?" tanyamu tiba-tiba.

"Dhe?"

"Bagaimana kalau dengan ... " Ting!! Kau mengeluarkan tangan dari balik punggung. Dan ajaib, .. seekor burung merpati telah bertengger di atas telunjukmu. "Merpati perlambang hati, cinta yang tulus ... sekarang kuserahkan padamu. Perlu kau ketahui, cinta orangtua juga tulus, seperti merpati ini ... "

Aku menerima merpati dari tanganmu. Kuelus dengan lembut bulu-bulunya yang berwarna putih bersih. "Bagaimana sonsaengnim melakukannya?" tanyaku kagum.

Kau tertawa kecil. "Itu rahasia, little coward. Seorang pesulap tidak akan menunjukan kelemahannya ... ," ujarmu sambil menjitak pelan jidatku. "Membuka segalanya padamu sama saja menyia-nyiakan apa yang kupelajari selama ini, pabo ... "

Aku tertawa. Sungguh, aku tidak mampu ngambek terhadap jawabanmu. Senyum-mu sudah merupakan obat jitu yang mampu merobohkan imanku. "Tapi .. ini benar-benar dihadiahkan buatku?" Aku mengangkat merpati dalam tanganku.

Kau mengangguk. "Ne .. "

"Apa ... "

Ting tong ... ting tong ... , bunyi bel menghentikan perkataanku.

"Dhuga?" tanyaku.

Kau mengangkat bahu, dan bermaksud berjalan ke pintu depan tapi terhenti oleh pintu kamar yang dibuka onnie.

"Siapa?" tanya onnie pada kami.

"Tidak tahu!" jawabku.

"Biar aku saja yang buka pintu, Minho-a ... Masih ada beberapa bagian yang perlu diselesaikan. Kau bantulah Hoon dalam kamar ... " Onnie mengedipkan matanya, lalu beranjak ke pintu.

Kau memutar tubuh kearahku dan mengangguk pelan. "Kau periksalah dekorasi ini. Jika ada yang kurang, beritahu kami. Aku ke kamar dulu .. "

Sebelum aku membuka mulut, kau sudah beranjak ke kamar onnie. Gerak-gerikmu dan onnie tadi terlihat mencurigakan. Aku mengenyitkan alis perlahan. Apa kalian menyembunyikan sesuatu?

"Hyesun-a ... "

Aku menoleh ke arah suara onnie. Dan ... mulutku mengangga.

"Goo Hye Sun ... " Dongsae sudah berada di sana, berdiri di samping onnie. Lambat-lambat aku beralih pada onnie, mengharapkan jawaban darinya .. tapi onnie hanya mengangkat bahu.

"Kalian berbicaralah .. " lalu dia beranjak meninggalkanku dan Dongsae.

"Hyesun-a .. " Dongsae mendekatiku dan memberikan sebuket bunga, yang entah apa jenisnya, padaku.

"Dhe?"

"Aku tahu dari Soeun kalau kau berulang-tahun hari ini .. "

Go to hell, Kim So Eun! rutuk ku dalam hati.

"Sangaeilchukae, Hyesun-a. Maaf sudah marah-marah padamu beberapa hari lalu." lanjut Dongsae. "Aku berharap bisa menghabiskan hari ini bersamamu .. "

"Dhe?" tanyaku kembali, linglung dan sama sekali tidak menangkap perkataan-perkataannya.

"Kita habiskan hari ini bersama--hanya kita berdua, ya?"

"Hah?" Aku melebarkan mata, masih dalam keadaan linglung. Apa yang dikatakan cowok ini barusan?

"Kita ... "

"Hyesun-a .. " Drekk, pintu kamar onnie dibuka dan kau berjalan keluar. "Sebaiknya tiup ... " Ucapanmu terhenti. Kau melihat kehadiran Dongsae kini. Mulutmu mengatup perlahan.

Sedangkan Dongsae, membungkukan badannya. "Anyongheseyo, Minho sunbae ... ," sapanya dengan nada kaku.

Kau mengangguk pendek. "Anyong .... "

"Saya dan Hyesun bermaksud menghabiskan ulang tahunnya di luar ... ," kata Dongsae sembarangan. Emangnya sejak kapan aku setuju keluar bersamanya? Lalu cowok tidak tahu diri itu melirik dekorasi ruangan ini. "Kelihatannya sudah ada persiapan di sini?"

"Ne ... ," sahutmu agak dingin.

"Tapi sayang, kami akan merayakannya di luar ... ," desis Dongsae. Lalu dia tiba-tiba menarik tanganku. "Kacha!"

"Dhe?" Aku tersentak kaget. "Maksudmu?"

"Kita merayakannya di luar. Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dalam ballroom salah satu hotel milik ayah ... "

"Mwo?!" Mataku terbelalak lebar, kaget setengah mati. Dengan usaha keras, aku mengerak-gerakan tangan, berusaha melepaskan diri. "Yaa--saya tidak mau!!"

"Weeyo?" Dongsae mengerutkan alisnya. "Kau selalu menolak ku!! Beginikah hubungan kita selaku sepasang kekasih!" ujarnya mulai jengkel.

"Sa .. saya ... " Aku berpaling padamu, mengharapkan mendapat bantuan. Tapi kau tidak mengatakan apa-apa.

"Goo Hye Sun .. ," tekan Dongsae. "Masalah kita harus diselesaikan hari ini juga!"

"Mwo? Kita tidak ada masalah!!"

Aku berusaha mengelak, tapi dengan sigap Dongsae kembali meraih tanganku. Kali ini menyambar kemudian mengenggamnya dengan sangat erat.

"Akhh--kau menyakitiku!" ringisku kesakitan.

"Ikut denganku!" Secara paksa, Dongsae berniat menyeretku dari situ.

Tapi tiba-tiba ...

"Yang sabar sedikit anak muda!" Tanganmu berkelebat dan menekan urat nadinya. "Jangan terlalu kasar karna dia baru sembuh dari sakit!"

"Sakit?" Dongsae mengigit bibir menahan sakit akibat tekananmu di tangannya. "Hyesun?"

"Ne!" sahutmu datar. "Jadi bersikaplah yang pantas!" Lalu kau menghempaskan tangannya kuat-kuat.

Sambil meringis, Dongsae berpaling padaku. "Gwencana, Hyesun-a?" tanyanya khawatir. "Apa yang kau rasakan?"

"Saya .. eh--gwencanayo ... ," sahutku gugup terhadap perhatiannya yang mendadak. "Hanya .. demam biasa kok ... "

"Oh--lain kali kau harus hati-hati. Badai kemarin memang membuat cuaca tidak jelas. Kau mesti pakai baju lebih banyak kalau berkeliaran di luar .. araso?"

Aku mengangguk pelan-pelan. "Ne .. "

Lalu dia mengandeng tanganku, sangat lembut dan perhatian sehingga membuatku mengangga kembali.

"Kita berangkat ya?"

"Dhe?"

"Aku akan menjagamu baik-baik .. ," katanya lembut.

"Ta .. tapi ... "

"Anyong Minho sunbae .. " Dongsae membungkukan badannya. "Sekalian sampaikan salamku pada Eunhye sunbae .. "

Aku tidak bisa menghindar lagi. Dongsae sekarang sudah berpamitan padamu, dan bantuan yang kuharapkan sepertinya tidak akan terwujud. Kau membuang pandangan ke arah lain dan berlagak tak perduli.

"Kacha!" Dongsae menarik tanganku hingga mau tak mau aku mengikuti langkahnya.

Aku berpaling padamu. "Sonsaengnim ... ," panggilku lemah.

Perlahan-lahan kau memutar kepala, dan .... sebelum pintu depan ini tertutup, aku sempat melihat parasmu yang sendu, dengan mata bersinar redup. Ada lapisan embun di sana. Dan .. aku jadi bertanya, Apakah arti pandangan itu? Apa .. untuk ku?


*******
« Last Edit: March 05, 2011, 01:31:45 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
aduh dngsae merusak acra hyesun & minho saja,jdi kesal q tpi kira" siapa ya orangnya yg mau di jdohkan sma hyesun...?klo dilhat dri cri"nya omma hyesun bilang kya nya mengarh ke sengsumin ya sist...?smgajaj tebkan q g mlesaet ya..?next pleeees jngan lma" ya sist...!khamshmnida.

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mami tumben rajin update dua fict dalam selang waktu yang cukup singkat  [hmpfh] berarti UL atau rath besok dong mam? yayy... [smiley-dance013] [smiley-dance013]
cembukornya mino kurang berasa tuh...kalo aja ada adegan berantemnya pasti lebih oke. ayo mam, berantem!! BERANTEM! BERANTEM! [smiley-dance013]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME