Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 47749 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
weekend ini pilih salah satu, coward atau UL [hmpfh] [hmpfh]

pilihan yang sangat sulit [chin] [chin]
gw sih pengennya dua-duanya di up date, so mami UP DATEEEEEEEEEEE [head break] [head break] [hmpfh]

tapi ya kalo disuruh pilih satu di weekend
untuk hari Jum'at ,ane pilih Ul
untuk hari sabtu, ane pilih LC
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] bolehkan mi, ya ya ya ya [heh] [heh]
klu gitu dua2nya ga diupdate hammer2 gw bisa mampus berdiri, tahu [head break] [head break] [head break] [dry] [goodgrief]

 [heh] [heh] jangan mampus berdiri dunk mam [hmpfh] [hmpfh]

ya udin terserah mami aja dech , tp gw lagi kangen ama yg UL perseteruan JOONDi , jangan kelamaan dunks mam, dibikin yg sweet sweet dunks [lovestruck] [lovestruck] romantis romantis

ya ya ya mami cayank [huglove] [huglove] [huglove]
tp besoknya lgs sonsaengnim ye mam*PLAAAKKKKKKK*peace mam salam perdamaian  [huglove]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
kangen sm sonsaengnim,little coward n peanut...kpn 'keluarga kecil bahagia' ini d update,mam??? kangen berat,nih [biggrin] [biggrin] [biggrin]


And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Song hye sun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 46
  • nomu.nomu.nomu chuaaaa
    • View Profile
Mami update TLC dulu,terus besoknya UL ,ok mami?*di hammer mami love*

you and i together it's just feel so right

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Mami....

Akhirnya aq kembali ke duniaku yg kedua, yaitu CE-EM..*halahhh*

ah..mami g bisa komen apaapa.. Coz aq udah seneng sama perkembangan songsaenim sama hye sun..tinggal nunggu wk yg tepat buat ketemuan..

Aq milih..

LC.. Klo UL mami updatenya secuil..*dihammer*
tp, klo songsaenim 'agak' long gitu mi..

Tp, siap itu UL ya mi..bgaimanapun aq tetep nunggu ul..

Mami,,,, ayo update!?
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mami....

Akhirnya aq kembali ke duniaku yg kedua, yaitu CE-EM..*halahhh*

ah..mami g bisa komen apaapa.. Coz aq udah seneng sama perkembangan songsaenim sama hye sun..tinggal nunggu wk yg tepat buat ketemuan..

Aq milih..

LC.. Klo UL mami updatenya secuil..*dihammer*
tp, klo songsaenim 'agak' long gitu mi..

Tp, siap itu UL ya mi..bgaimanapun aq tetep nunggu ul..

Mami,,,, ayo update!?
ga salah tuh [what] [what] perasaan lebih panjang UL drpd TLC [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Mami....

Akhirnya aq kembali ke duniaku yg kedua, yaitu CE-EM..*halahhh*

ah..mami g bisa komen apaapa.. Coz aq udah seneng sama perkembangan songsaenim sama hye sun..tinggal nunggu wk yg tepat buat ketemuan..

Aq milih..

LC.. Klo UL mami updatenya secuil..*dihammer*
tp, klo songsaenim 'agak' long gitu mi..

Tp, siap itu UL ya mi..bgaimanapun aq tetep nunggu ul..

Mami,,,, ayo update!?
ga salah tuh [what] [what] perasaan lebih panjang UL drpd TLC [hmpfh] [hmpfh]

jeongmal??

Kayaknya ga deh mi..
Pandangan tlc..

Klo begitu, long ya mi...

Wkwkwkk
hmpfh..
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
UP DATEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE  [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]

kerecoker yg cantik2 silahkan kerecokin tret ini biar cepet diupdate  [smiley-dance013]  [smiley-dance013]  [smiley-dance013]

 [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Mam bukannya jadwalnya malam ini ya?? [what] [what]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mam bukannya jadwalnya malam ini ya?? [what] [what]
siapa blg [what] [what] mulai aja belom [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Mam bukannya jadwalnya malam ini ya?? [what] [what]
siapa blg [what] [what] mulai aja belom [hmpfh] [hmpfh]
perasaan tadi ada pengumuman gitu?? #lirik2 tret sebelah... [AddEmoticons04280]

Love you more than I can say

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
weekend ini pilih salah satu, coward atau UL [hmpfh] [hmpfh]
terserah author,apa sj sy trima yg penting rath [hmpfh]..becnda..
songsaenim aj mom gak sabar reaksi hs dijdohn sm pria impianx...UL yg dmksud blm baca
 [sweat]
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Setelah mempertimbangkan untuk beberapa lama, Minho meraih ponsel dari atas meja. Dipencetnya beberapa nomor, kemudian menunggu sesaat. Terdengar nada tersambung di seberang.

“Yeoboseyo!” Suara Eunhye melengking nyaring. “Minho-a!!! Kenapa baru menghubungi sekarang!!”

“Eh—ne .. “ Minho tersenyum di posisinya. “Bagaimana kabarmu, Eunhye-a? And Hoon?”

“Kami baik-baik saja!” sahut Eunhye. “Dan bagaimana denganmu?”

“I’m fine, thanks .. “

“Kau sedang sibuk ya?” tanya Eunhye lebih lanjut.

“Ya, lumayan la—“ jawab Minho. “Appa menyerahkan perusahaan yang baru dirintisnya padaku. Untuk ke depannya, mungkin akan lebih sibuk lagi .. “

“O—“

“Lalu bagaimana denganmu?”

“Aku?”

“Ne—“ Minho menegakan badannya, kemudian menyilangkan kaki ke depan. “Kuliahmu .. ?”

“O—“ Eunhye terdengar tertawa geli. “Aku tidak sepintar kau. Mesti mengulang setahun nih—“

Minho menyunggingkan senyumnya, .. yang tentu saja tidak terlihat Eunhye. “Kau akan berhasil, .. berusahalah .. “

“Ne!” sahut Eunhye keras-keras.

Sejenak keheningan menyelimuti mereka.

“Hyesun .. ,” ujar Minho pelan-pelan. “Bagaimana keadaannya .. ?”

“Dia?—“ Eunhye tertawa hambar. “Setelah kepergianmu, dia selalu mengurung diri dalam kamar, … tidak semangat makan, dan tidak nyenyak tidur. Yang dilakukannya hanya merenung, .. menangis. Sudah beberapa kali kupergoki matanya sembab dan merah, … tapi ketika kutanya, dia selalu bilang kemasukan pasir. Emangnya ada pasir di rumah?”

Minho tersenyum getir mendengar perkataan Eunhye. Anak itu .. , tetap tidak berubah .. , pikirnya dengan tatapan redup tertuju ke meja teh di depannya.

“Apalagi belajar .. ,” lanjut Eunhye dari seberang. “Untung saja liburan sudah dimulai, jika tidak—tidak dapat kubayangkan apa yang terjadi dengan nilai-nilai pelajarannya .. “

“Tolong jaga dia, Eunhye-a .. ,” kata Minho lirih.

“Ya—tentu saja .. ,” jawab Eunhye tidak kalah pelannya. “Tanpa kau mintapun, aku akan melakukannya .. “

“Gumawo . .,” desis Minho.

“Minho-a .. ,” panggil Eunhye beberapa saat kemudian.

“Ehm—“ balas Minho halus.

“Apa tidak sebaiknya, kau menyapanya walau hanya sebentar?”

Minho mengeleng pelan. “Tidak, … Aku tidak bisa pulang untuk saat ini, jadi kurasa .. biarkan saja begitu. Dia akan terbiasa. Aku tidak ingin membuatnya lebih tidak tenang lagi dengan mendengar suaraku .. “

“Yah—“ Eunhye menghela nafas. “Mungkin apa yang kau katakan itu benar .. “

Tok .. tok .. tok .. , ketukan halus mengalihkan perhatian Minho.

“Tunggu sebentar!” kata Minho pada Eunhye. Ditutupnya speaker di ponsel dengan tangan, “Masuk!” perintahnya pada orang yang berada di luar ruangan.

Pintu dibuka dan seorang pria usia limapuluhan dengan postur jangkung menonggolkan diri dari balik pintu.

“Pesawatnya sudah siap, Minho-a. Dan akan berangkat setengah jam lagi. Jadi, .. bicaranya jangan lama-lama ...,” kata pria itu sambil tersenyum lembut.

“Ne, appa .. ,” jawab Minho seraya menganggukan kepalanya.

Setelah memberi wejangan terakhir bahwa kepentingan mereka sangat mendesak, pria tersebut keluar dari ruang tamu itu.

Minho kembali menempelkan ponselnya ke telinga. “Eunhye .. “

“Ne .. ,” sahut Eunhye yang ternyata masih setia menunggu di seberang.

“Saya tidak bisa bicara lebih lama lagi .. “ Minho berdiri dari duduknya dan menyambar ransel yang tergeletak di sofa. “Appa sudah menunggu. Saya harus pergi sekarang ..”

“Kau terbang?” tanya Eunhye.

“Ne!” sahut Minho, seraya berjalan ke pintu, .. membukanya, kemudian berjalan keluar. “Masalah itu harus diselesaikan, segera .. “

“Maksudmu, .. kau terbang, khusus buat menyelesaikan masalah itu?”

“Tidak hanya itu!” Minho mengangguk pendek pada pelayan-pelayan yang berdiri menantinya di pintu depan. “Masalah pekerjaan juga menjadi alasan utama.” Minho sudah berada di luar. Pelayan-pelayan yang tadi berbaris rapi, mulai mengikutinya sampai masuk ke dalam mobil. “Saya tidak bisa bicara lagi, Eunhye-a .. See you .. Saya akan menghubungimu LAGI kapan-kapan .. “

“Okay, bye .. “

Pintu ditutup,  .. mesin mobil dinyalakan, … kemudian perlahan-lahan, kendaraan pribadi kelas mutakhir itu meninggalkan Lee’s mansion yang berdiri kokoh dan megah di pusat kota New York.


oooOOOooo



Eunhye meletakan telepon ke tempatnya. Setelah berpikir-pikir sejenak, dia mengambil keputusan untuk menyamperin Hyesun di kamarnya. Dia memutar badan, .. namun .. baru beberapa langkah telepon seluler itu kembali berdering-dering keras, minta diangkat.

Eunhye menghembuskan nafas dan bergegas-gegas menuju telepon tersebut. Diangkatnya gagangnya tanpa melihat lagi, siapa penelepon itu.

“Yeboseyo!”


oooOOOooo



Aku merangkul bantal dengan kepala tertelungkup. Perlahan-lahan, bulir-bulir air membasahi bantal ini. Setelah selama seminggu, .. aku kembali menjatuhkan airmata. Aku tidak tahu mengapa, .. mengapa airmata laknak ini begitu setia menemani .. Aku merindukanmu, sungguh …

Aku sering bermimpi, melihatmu datang dengan senyum lebar. …mendengarmu bersuara dengan nada bariton yang sangat khas, .. begitu mendayu saat memintaku membuatkan secangkir cappucino untukmu, .... Ataupun, merasakan sentuhanmu di kulit wajah dan tanganku …

Aku menangis tersedu-sedu. Sementara Peanut yang senantiasa menemaniku sejak kepergianmu seminggu yang lalu, menatap dari samping tempat tidur dengan sepasang mata sendu. Dia seakan mengerti kepedihanku.

“Hyesun-a .. “

Aku segera memalingkan wajah. Dengan cepat kuhapus air bening yang masih mengucur deras dari mataku. “Onnie! Kenapa masuk tidak mengetuk pintu dulu?!!” tukasku dengan nada menegur.

“Miane tapi, .. onnie sudah mengetuknya .. ,” sergah Onnie halus.

“O—benarkah?” Aku menghapus sisa-sisa airmata dengan punggung tangan, untuk kemudian berbalik menghadapinya. “Ada apa?” tanyaku sambil mengambil Peanut ke pelukan.

Onnie melebarkan celah pintu dan masuk ke dalam, .. menghampiriku yang masih duduk memojok di atas ranjang.

“Telepon dari bibi .. ,” sahut onnie sembari menyorongkan telepon seluler di tangannya.

“Omma .. “ Aku membuka mata lebar-lebar. “Untuk apa?” Sikapku jadi waspada.

“Bibi ingin bicara denganmu .. “

Aku mengeleng keras-keras, .. seakan telepon itu akan menularkan virus mematikan. “Tidak mau!!”

“Hey—“ tegur onnie. “Aku tidak tahu apa yang terjadi antara kalian. Yang jelas, kau tidak bisa menghindar terus. Dengarlah!”

“Antwee!!” Kembali, aku mengeleng histeris.

“Goo Hye Sun!”

“Please, onnie .. “ Aku mengiba-ngiba dengan ekspresi memelas.

“Kau tidak boleh menghindar, Hyesun-a!!” Onnie mengulang perkataannya, seraya menjatuhkan diri di ranjang. “Tadi bibi bilang, sudah mengutus Jung ajushi menjemputmu kembali ke Jeju. Dia akan tiba beberapa saat lagi .. “

Aku terperanjat kaget. “Mwo? Lagi? Kenapa?” tanyaku bertubi-tubi.

“Aku tidak tahu. Kau bicaralah sendiri dengan bibi .. “ Onnie menyodorkan telepon di tangannya padaku. “Satu hal lagi, .. kau benar-benar harus kembali ke Jeju! Onnie dan Hoon oppa memutuskan ke Paris selama liburan ini, .. jadi, tidak ada yang menjagamu di sini … “

Aku memandangi telepon yang disodorkan onnie dengan perasaan teraduk-aduk. Apa yang harus kulakukan?!! Aku tidak ingin kembali!! Sungguh— .. Aku tahu apa yang akan mereka lakukan. Omma dan appa akan memaksaku menerima perjodohan yang telah mereka sepakati. Dan—aku tidak ingin menerimanya—sungguh tidak ingin … 

“Goo Hye Sun … ,” tegur onnie halus.

Aku tersentak. “Dhe?”

“Bicaralah dengan bibi. Apapun masalah itu, selesaikan baik-baik . .”

Aku menatap onnie. Lalu, .. dengan tangan gemetar dan hati yang diselibuti berjuta keraguan, kuterima telepon itu.

“Yeoboseyo .. omma .. “

Onnie memberi isyarat dengan tangannya, lalu beranjak keluar dari kamar.

Aku mendengarkan selama beberapa menit, .. tanpa berani mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya desahan-desahan panjang yang senang tiasa terlontar dari mulutku. Kurangkul Peanut erat-erat, .. sampai anjing mungil itu mengeram, protes. Suara-suara di seberang terdengar sangat jauh, .. sangat samar dan berdengung-dengung .. Aku memejamkan mata perlahan. Perkataan-perkataan tegas omma tidak mungkin dibantah lagi.

Aku membuka mata kembali. Omma masih berkoar-koar. Sampai dia berhenti, aku tahu--akhirnya aku harus berucap. “Ne, .. araso … “


******



Barang-barang sudah kumasukan ke dalam koper ala kadarnya, .. beberapa helai baju dan celana, .. begitu juga keperluan-keperluan kecil lainnya. Sekarang tinggal menunggu kedatangan ajushi saja, maka kami siap berangkat.

Kutatap Peanut yang sedang mendengkur di atas ranjang. Hatiku mencelos. Aku harus berpisah dengannya untuk … ‘aku juga tidak tahu’. Mungkin aku akan lama berada di Jeju. Omma dan appa sudah merencanakan pertemuanku dengan keluarga Lee, sahabat appa itu. Dan aku tidak bisa memberontak lagi—sungguh .. karena omma sudah mengancam dengan senjata terampuhnya. Dia akan memutuskan hubungan kami sebagai ibu dan anak, jika aku masih berkeras.

“Hyesun-a .. “ Onnie menyapa dari balik pintu yang kubiarkan terbuka.

Aku berpaling. “Ne?”

“Ajushi sudah sampai .. “

Aku mengangguk. Perlahan kuraih tubuh mungil Peanut, dan menyeret koper ku keluar kamar.

“Perlu onnie bantu?”

Aku mengeleng pelan. Dengan langkah gontai, aku menuju ruang depan. Mataku kembali memerah begitu mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. Sedangkan onnie, .. dia mengekoriku dengan setia dari belakang, .. seakan takut aku akan ambruk begitu saja.

“Peanut akan kau kemanakan?” tanya onnie dengan nada dibuat sehalus mungkin.

Aku berpaling padanya. “Aku sudah meminta Soeun untuk menjaganya. Nanti kami akan mampir ke tempatnya dulu sebelum ke bandara .. “

Onnie mengangguk. “Onnie menyesal tidak bisa menjaganya untukmu, Hyesun-a .. ,” kata onnie beberapa saat kemudian.

Aku tersenyum samar. “Tidak apa. Onnie dan Hoon oppa kan harus ke Paris .. “

Kami sampai di teras depan. Ajushi yang sudah menunggu di sana, dengan sebuah taxi yang disewanya, segera membantuku memasukan koper ke dalam bagasi.

“Kita ke tempat Soeun dulu, ajushi . .,” kataku sambil masuk ke kursi belakang yang pintunya dibukakan ajushi. “Alamatnya ada di sini .. ,” lanjutku seraya menyodorkan secarik kertas padanya.

Ajushi menerima dan memberikannya pada pak sopir. “Ne, agashi. Apa ada perintah lain?”

Aku mengeleng. “Tidak .. ,” jawabku pelan. Kusandarkan tubuh ini ke sandaran belakang, kemudian memindahkan pandangan ke luar jendela.

Melihat reaksi ku, ajushi berpaling pada onnie. Namun onnie hanya bisa mengangkat bahu dan menghela nafas begitu ditatap ajushi, .. seolah berkata ‘dia sudah begitu sejak tadi’.


******



Setelah menitipkan Peanut pada Soeun, yang ternyata bukan pekerjaan gampang—Anjing kecil itu merajuk dengan memperdengarkan dengkingan-dengkingannya yang menyayat, .. dan meronta-ronta ingin balik ke pelukanku begitu kuserahkan pada Soeun, .. sehingga membuatku sangat tidak tega, kami bertolak ke bandara.

Hanya limabelas menit waktu yang diperlukan untuk check-in, kami sudah berada dalam pesawat yang akan membawa kami ke Jeju.


*******



“Agashi tunggu di sini sebentar, … Saya akan mengambil bagasi dulu … ,” ujar ajushi setelah kami berada di luar area imigrasi.

Aku mengangguk pendek tanpa menyahutnya. Sejak dari pesawat, aku memang enggan mengeluarkan suara. Mengetahui kemendungan hati ku, ajushi tidak berkata lebih lanjut. Dia menepuk pelan lengan ku, kemudian berjalan ke tempat pengambilan bagasi.

Aku menghela nafas. Kembali lagi ke sini, Jeju, membuat perasaanku semakin tercabik-cabik. Sebentar lagi, .. Ya—sebentar lagi, aku akan terpisah semakin jauh dari mu. Apa yang kau lakukan di sana, aku tidak tahu. Sedangkan aku di sini, .. mau dijodohkan atau dinikahkan sekalipun, .. aku rasa—kau juga tidak perduli.

Perlahan-lahan .. aku menyusut beberapa langkah, lalu menjatuhkan diri di salah satu bangku. Pandanganku—kupindahkan ke samping. Lalu … tertangkap oleh ku, sebuah cafeteria kecil berdiri di situ, .. hanya berjarak beberapa meter dari tempatku duduk. Aku menyipitkan mata, berusaha menangkap menu-menu yang tertera di papan menu yang terpasang di depan café. Tiba-tiba … aku merindukan secangkir cappuccino.

Aku berdiri dari bangku, … namun, .. belum jua kakiku dilangkahkan, gerakan ku tadi mengenai seseorang.

“Aish—“

Aku terbelalak lebar. Sebelum menyadari apa yang terjadi, segera kutolehkan kepala ke belakang. Dan, … bukan kekagetan lagi yang kualami saat ini. Tapi sudah kengerian tingkat akut. Bagaimana mungkin dia? Setelah kejadian beberapa waktu lalu—aku kembali menabraknya?!! O my god!!!!

“Kau?!!” Cowok itu menunjuk ku, kaget.

“Sun .. sunbae … ,” balas ku gugup. Segera saja kubungkukan badan berkali-kali. “Sosoengheyo … sosoengheyo … ,” sesalku sedalam-dalamnya.

Samar-samar aku melihatnya mengerutkan alis. “Sampai di sini juga berbentrokan denganmu?” tanyanya tidak percaya.

Aku mengigit bibir, tanpa berani membalas tatapannya. “Sosoengheyo … “

“Kau benar-benar cocok dengan julukan itu ya?!!!” dengus sunbae itu kesal.

“Hah?!” Aku mengangkat kepala dengan mata dilebarkan, .. seolah bertanya lewat pandangan itu.

“Little coward!” sahut si sunbae sembari menyeret kopernya berlalu dari hadapanku.

Sumpah—bola mataku sudah serasa menyentuh lantai. Mereka seakan terpisah dari rongganya saking kaget dan terkejutnya aku. Kuikuti kepergian cowok itu dengan mata membelalak dan pandangan tidak berkedip, .. sampai, sapaan ajushi menyadarkanku.

“Agashi … , kita bisa keluar sekarang .. “

Aku menoleh pada ajushi dengan ekspresi bingung. “Dhe?”

Ajushi menempelkan tangannya di pundak ku, kemudian bertanya heran. “Gwencana?”

“O—Ne .. “ Aku berusaha tersenyum. “Berangkat sekarang kan?” balasku dengan gaya dibesar-besarkan. Kuraih koper dari tangannya, “Biar kubawa sendiri .. ,” kataku, seraya berjalan mendahuluinya.

Kurasakan tatapan ajushi jatuh di punggungku. Mungkin dia masih bingung dengan kelakuan ku barusan. Tapi aku tidak ingin memberi kesempatan padanya untuk bertanya lebih lanjut. Akuberlagak tidak tahu, .. terus saja melangkah tanpa berpaling sedikitpun kearahnya.


******



Pertemuan keluarga berjalan dengan kaku. Aku tidak berucap banyak selama acara pertemuan itu. Setelah memberi rangkulan dan ciuman sekadarnya pada omma dan appa, aku menjatuhkan diri di atas kursi dan mulai menyantap makan malam ku.

“Habis makan, kita jalan-jalan sebentar ya .. ?” kata appa, … seolah berusaha mencairkan kekakuan yang tercipta dalam ruang makan itu.

“Lain kali saja, appa. Aku capek … ,” tolak ku halus. Sebenarnya, .. aku malas meladeni keinginan-keinginan mereka.

“Apa maksud dari sikapmu itu?!” Prang! Omma menjatuhkan sendoknya. Dia—yang sudah sejak tadi menahan emosinya, menatapku marah. “Begini sikapmu pada orangtua? Tidak puas terhadap keputusan kami—hah--?!”

Aku mengigit bibir. Lambat laun, titik-titik air menetes dari sudut mataku. “Omma .. tidak pernah mau mengerti … ,” desahku sambil mengelengkan kepala, berulangkali. “Selalu begitu … “ Aku memejamkan mata dan membiarkan tetes-tetes air membasahi gaunku. Pundak ku naik turun, dan tangisanku semakin deras. “Omma selalu mengambil keputusan seenaknya sendiri .. , tanpa mempertimbangkan perasaanku—apakah aku suka, atau … apakah itu yang terbaik bagiku .. “

“MWO?!!” Omma tersentak bangun dari kursi. Tangannya terkepal dan, .. aku yakin kepalan itu sudah akan melayang ke wajahku jika saja appa tidak segera menahannya. Terlihat jelas omma sangat murka. Wajahnya jadi merah padam ketika menatapku.

“Tenang, omma!” kata appa, berusaha meredakan emosi omma. “Hyesun tentu tidak bermaksud begitu dengan perkataannya .. ,” kemudian appa berpaling padaku. “Benar kan, Hyesun-a?”

Aku menghembuskan nafas, lalu meletakan sendok dan garpu di tanganku ke atas meja. Kudorong kursi ke belakang, dan berdiri. “Aku sudah kenyang .. ,” kataku sambil memutar tubuh ke arah pintu.

“LIHAT!!” Omma menunjuk ku. “Apa maksud dari sikapnya?!!!” teriak omma berang.

Dia sudah bermaksud mengejarku, tapi segera dilarang appa. “Sudah, omma. Biarkan Hyesun menenangkan diri dulu .. “

“Apa aku salah?!!” Omma berbalik pada appa. Suaranya terdengar mengelegar. “Apa yang kulakukan itu salah?!!”

“Tidak. Tidak. Tentu saja tidak!” jawab appa cepat.

“Kita melakukan semua demi kebahagiaannya, tapi lihat .. bagaimana sikap anak itu?!” lanjut omma sambil menjatuhkan diri ke kursi. Nafasnya tersengal-sengal ketika melanjutkan. “Kurang ajar sekali .. Beginilah didikan kota!!! Seharus tidak kusarankan dia sekolah di Seoul. Dia jadi keras kepala dan pemberontak begitu!!”

Appa menekan-nekan pundak omma buat menenangkan. “Hyesun cuma emosi sejenak. Yakinlah, dia masih Hyesun penurut yang kita kenal sejak kecil .. “


*******



Malam yang kelabu. Aku memutuskan untuk jalan-jalan di luar. Tanpa sepengetahuan orang-orang rumah, aku keluar secara sembunyi-sembunyi. Kutapaki jalan-jalan aspal dengan langkah satu-satu. Kepalaku tertunduk, dan tidak tahu harus kemana.

Setelah beberapa menit, akhirnya aku memutuskan untuk menjernihkan pikiran di pantai. Sepuluh menit kemudian aku sampai di kawasan pantai. Ombak menderu-deru kala itu—memperdengarkan suaranya yang khas, .. bergulung-gulung tinggi—sekitar satu meter kemudian pecah menampar pantai. Beberapa bintang bergemerlip terang di atas langit. Serasa sangat dekat dan dapat terjangkau tangan. Aku berjalan semakin dekat ke garis pantai. Udara terasa menusuk tulang.

Aku menengadah. Menyaksikan kumpulan bintang-bintang tersebut, mengingatkanku kembali padamu. Aku jadi ingin tahu, apa yang sedang kau lakukan saat ini .. Mungkinkah kau juga seperti ku, .. berdiri di suatu tempat, dengan posisi menengadah ke langit dan melihat bintang yang sama?

Gukk .. gukkk … gukk …

Tiba-tiba, suara yang sangat akrab itu memasuki pendengaranku. Aku terkesiap. Dengan cepat aku berpaling. Seekor anjing Yorkshire Terrier yang sangat cantik, dengan bulu-bulu panjangnya yang berwarna coklat cerah, mendekatiku.

“Omo—“ Aku membuka mulut lebar-lebar. Tanpa sadar tanganku terkembang, .. dan ajaibnya si Yorkshire terrier itu sungguh-sungguh masuk ke pelukanku. Anjing kecil itu mengendus-ngendus, untuk kemudian menjilati lenganku yang mengelus-ngelus bulunya yang terawat baik. Aku tertawa, .. sejak menginjakan kaki di Jeju, mungkin ini untuk pertama kalinya aku tertawa.

“Kau lagi?!”

Deg, Seruan yang teramat keras dan tidak asing itu mengejutkanku. Aku berpaling dan, .. untuk kesekiankalinya jika bertemu cowok ini, aku terbelalak.

“Sunbae?”

“Kau apakan anak anjingku?” tanya sunbae itu sambil ngelirik anjing dalam rangkulanku.

“Oh—“ Aku melongo. “Ini anjing sunbae?”

“Bukan sih—“ sahut sunbae itu sembarangan. Dia menghampiriku, kemudian mengambil-alih anjing terrier tersebut. “Dia milik adik sepupuku .. “

“O—“ Hanya itu yang bisa kukeluarkan. Untuk selanjutnya, aku menundukan kepala dalam-dalam.

“Kau suka anjing?” tanya cowok itu. Tidak terdengar lagi nada-nada datar dan dingin dari suaranya.

Aku mengangkat wajah, dan menyahut dengan mantap. “NE!!” Sebentar saja semua ketakutan dan kegentaranku padanya, hilang bak asap. Aku juga tidak tahu mengapa. “Aku punya seekor anjing. Namanya Peanut, dan dia sangat, sangat, dan sangat lucu. Tapi sayang, aku terpaksa meninggalkannya di Seoul … “

Sunbae itu mendengarkan perkataanku dengan, … seksama? Lalu dia mengangkat dan menyorongkan terrier di tangannya padaku. “Namanya Cassy, ..jenis Yorkshire Terrier, kelamin betina. Kau boleh bersahabat dengannya, dan .. dia akan menemanimu selama Peanut tidak ada … “

Aku melebarkan mata bulat-bulat. “Jinja?”

“Ne .. ,” cowok itu tertawa. “Aku rasa cewek yang mencintai anjing tidak bodoh-bodoh benar .. “

“Mwo??!!” tanyaku kaget dan tidak mengerti.

Sunbae itu menyengir semakin lebar. “Semula kukira kau benar-benar bodoh. Mengingat julukan yang beredar di sekolah, juga dua pertemuan kita—kau sungguh-sungguh membuatku jengkel. Tapi sekarang, setelah mengetahui keperdulianmu pada binatang kecil, .. kurasa—aku telah mempunyai pandangan yang lain terhadapmu . .”

Aku mengerucutkan bibirku. Sunbae ini sungguh-sungguh terlalu! Masa aku diinjak-injak sampai segitunya >< Untung perkataan terakhirnya cukup melegakan hehe

“Kenalkan .. ,” Sunbae itu menjulurkan tangan ke depan.

“Dhe?”

“Aku Lee Jae Won, .. siswa kelas 3A .. , sudah tamat sih—he he “ Dia melanjutkan sambil tersenyum.

“O—Goo Hye Sun .. ,” tergagap-gagap aku membalas uluran tangannya.

“Kau siswa kelas dua kan?” selidik Jaewon sunbae.

“Ne .. “ Aku mengangguk malu-malu. Ternyata aku cukup terkenal juga. Bayangkan, seorang sunbae sebeken dia juga kenal pada ku—yuhuu!!

“Kau tinggal di sini?” tanya Jaewon sunbae setelah kami mulai menyelusuri pinggir pantai.

“Ne. Orangtuaku bermukim di sini … ,” jawabku sambil menunjuk ke depan. “itu—Penginapan Goo’s Palace merupakan milik orangtua ku .. “ Kemudian aku berpaling padanya. “Lalu bagaimana dengan sunbae? Apa sunbae juga orang sini?”

Jaewon mengeleng. “Tidak. Aku datang ke sini karna permintaan orangtua. Sekarang aku tinggal di rumah sepupu yang bermukim di sini, .. selain menghabiskan waktu liburan, sekalian menunggu kedatangan orangtuaku dari Macau .. “

“Orangtua sunbae ada di Macau?” Aku menatapnya tajam-tajam. Entah kenapa, nama Macau seakan punya dampak yang sangat kuat bagiku. Dimana aku pernah mendengarnya disebut-sebut seseorang?

“Ne. Mereka ada usaha kecil di sana .. ,” sahut Jaewon sambil membungkuk dan mengulung ujung celananya ke atas. “Bagaimana kalau kita main-main dengan air?” tawarnya dengan senyum mengoda.

“Mwo?”

Sebelum sadar dari keterpanaan, cowok itu sudah menarik tanganku. “Kacha!!”

“Akhh .. “ Aku menjerit ketika air laut menampar kakiku yang masih terbungkus sepatu.


*******



Hari yang tidak dinantikan pun tiba seminggu kemudian. Aku berada di sini, … di ruangan elite sebuah hotel ternama, dengan dikelilingi omma dan appa. Sedangkan orang-orang yang kami nantikan, belum menampakan batang hidungnya sejak satu jam yang lalu, waktu yang sudah ditentukan buat pertemuan ini. Kata omma, pesawat yang  menurut jadwal akan ditumpangi keluarga Lee tertunda keberangkatannya.

Aku menghembuskan nafas kemudian berdiri dari kursi.

“Mau kemana?” tanya omma dengan nada dan pandangan menusuk. “Duduk kembali. Kau jangan macam-macam .. “

“Mau ke toilet .. ,” jawabku kesal. “Apa tidak boleh, omma?”

Omma menatapku, .. semenit kemudian dia mengangguk. “Jangan lama-lama. Sebentar lagi keluarga Lee sampai .. dan omma tidak ingin kau mempermalukan diri dengan sikap tidak sopan itu .. “

Aku mendengus, kemudian beranjak keluar dari ruangan itu. Setelah menutup pintu, aku menghela nafas dalam-dalam. Walaupun keadaan dalam ruangan cukup dingin dengan fasilitas AC yang memadai, aku tetap merasa sulit bernafas.

Perlahan kugerakan kakiku menuju kamar kecil yang berada di sudut lain ruangan itu. Aku berjalan dengan kepala tertunduk sehingga tidak menyadari sepasang mata sejak tadi mengamatiku.

“Goo Hye Sun!”

Aku terperanjat. Kepalaku mendongak dengan cepat. “Sunbae … “ Aku mengangga tak percaya. “Kenapa sunbae berada di sini?”

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu?” balas Jaewon sunbae dengan senyum manisnya. “Sudah kujelaskan kan, orangtuaku tiba hari ini dari Macau? Aku sedang menunggu mereka di sini, .. Baru saja sampai, sudah melihatmu … Ha .. ha .. kayaknya kita cukup berjodoh .. ,” lanjutnya sambil tertawa ngakak.

“Sunbae!” tegurku sengit.

Sungguh—untuk saat ini, aku tidak ingin bergurau. Selucu apapun lelucon itu, aku tidak mungkin tertawa. Hatiku sudah teriris-iris sejak tadi. Bukan kegembiraan atau kegairahan karna bakal bertemu tunangan yang kurasakan, tapi perasaan beku yang mematikan.

“Weeyo?” Jaewon sunbae tiba-tiba menyentuh pundak ku. “Terjadi sesuatu?”

Aku mengeleng sambil mengigit bibir keras-keras, … sekuat tenaga menahan airmataku tidak tumpah. “Tidak apa-apa. Aku … aku permisi .. “

“Hyesun-a!!”

Tidak kuperdulikan teriakan Jaewon sunbae. Aku berlari sampai di depan toilet, .. membuka pintunya kemudian menghambur masuk.

“Goo Hye Sun … “

Bukkk, panggilan tersebut menghilang seiring tertutupnya pintu dari kayu berat itu.


******



“Baru selesai? Kenapa lama sekali?” tegur omma begitu aku sampai di depannya.

Aku tidak menjawab. Kutarik kursi yang semula kududuki dan menjatuhkan tubuh di situ. Sejenak keheningan menyelimuti kami. Sampai appa tiba-tiba menunjuk ke arah pintu.

“Itu mereka, sudah sampai .. “

Aku memejamkan mata kemudian menghembuskan nafas berat. Dengan gerakan lambat, aku menoleh ke pintu. Dua orang pria dan seorang wanita tampak memasuki ruangan. Yang berada paling depan, seorang pria paruh baya berpenampilan elegan, dengan istrinya yang memakai gaun sederhana tapi terlihat mahal. Sedangkan sosok paling akhir, agak tertutupi oleh dua orang di depan. Postur jangkungnya terlihat menjulang di antara keduanya, sehingga rambut hitam lebatnya terlihat jelas.

“Anyongheseyo .. ,” sapa ketiga orang itu bersamaan.

Kami membalasnya. “Anyongheseyo .. “

Kemudian kedua orang di depan menyebar ketika mengambil posisi masing-masing. Sehingga terlihat jelaslah sosok pemuda yang berdiri di belakang mereka .. Aku terbelalak …


******

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kentang [what] [what] [hmpfh] biarin, kan udah panjang tuh [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Omoo..jangan2 tu jaewon ya mam??
Huwaaaa jangan dunkzz
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
MAM... akihrnya di updat jg songsaenim :) jdi ikut sedih ngebyangin kehidupan hyeusun semenjak di tinggal

    songsaenim :( apa lgi di mau di jdohin sma syp.....? masih belum tahu apa sunbae Lee jae woon / Lee minho

   yg masuk di ruangan itu....? itu yg membuat hati penasran tingkat tinggi mam ^_^ !

   karna yg thu cuma keluarga Lee , tpi....! mudah" yg masuk  songsaenim :) heheheh.....! ngarap.com


               boleh kan mam......!