Mino tertidur sambil menutup wajahnya dengan bantal.
“Aaaaaaaaaaaaaakkkkkhhh…” mino melempar bantalnya dan terduduk ditempat tidur.
“hah… aku tak bisa tidur.” Mino mengacak-ngacak rambutnya.
Cklek…(trdengar suara pintu terbuka.)
“kamu kenapa mino?” jun ki memasuki kamar mino dengan masih berpakaian rapih dan memakai jas.
“hah? Anyieyo” mino menggelengkan kepalanya dengan wajah panik.
Jun ki memegang dahi mino. “tidak panas.” jun ki heran.
“ah.., arraso.” Jun ki tersenyum jahil.
“ini apa mino?” jun ki memperlihatkan cincinnya yang terpasang di jari manis tangan kirinya.
“itu.. sepertinya aku pernah lihat.” mino menunjuk ke cincin yang dipakai jun ki sambil berfikir.
“BINGO!!” jun ki tersenyum.
“apa yang bingo??” mino bingung.
“ini cincinnya untukmu.” Jun ki melepaskan cincinnya dan memberikan ke mino.
Mino melihat cincin ini dengan seksama.”WAHHHH!!!! aku ingat, ini cincin yang sama seperti yang
dipakai hye sun.” Mino berdiri di tempat tidurnya.
Jun ki tersenyum.
“hyung dapat dari mana cincin yang sama seperti hye sun?” mino duduk kembali dan bertanya dengan
antusias untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
“mau tau.... saja.” Jun ki berlari keluar meninggalkan kamar mino.
“ya..!!!! aisshhh... dasar...!!” mino mengomel sendiri.
Mino tiduran di tempat tidur,Kemudian mino mengelus-elus cincin yang sekarang dia pakai di jari manis
tangan kirinya dengan tersenyum-senyum. Tanpa sadar, akhirnya mino pun tertidur.
**
KEESOKAN PAGINYA...
“ya... hyung!!” mino menggoyang-goyangkan tubuh jun ki.
“weo??” jun ki menjawab dengan mata masih tertutup dan badannya menggeliat-geliat malas.
“hah..chae young noona datang.” Mino berteriak seperti orang kaget.
“mana-mana??” jun ki langsung bangun dan melihat keadaan di sekitar kamarnya.
“ya.....!!!! kau membohongiku!!” jun ki memukul mino dengan bantal.
“miane hyung.” Mino tertawa kecil.
“hyung, nanti jangan lupa tolong belikan coklat di tempat noona, jangan lupa juga, kau harus mentraktirku
nonton hari ini!” mino berdiri hendak meninggalkan kamar jun ki, namun terhenti sejenak.
“ada lagi hyung, maafkan aku kalau selalu merepotkanmu.” Mino berbicara tanpa berbalik lalu
meneruskan langkahnya keluar dari kamar jun ki.
“hah????? Kenapa sikapnya selalu berubah-berubah??” jun ki bingung luar biasa.
**
@kampus:
“mino!!! Bagaimana keadaanmu? Sudah baikan?”tanya hye jin sambil memegang lengan mino.
“tidak apa, saya sudah membaik”. mino tersenyum paksa.
“mino’a, bisakah kau memberikan pisi untukku?” hye jin meminta manja ke mino.
Namun, terlihat hye sun yang baru saja datang. Mino terus memandangi hye sun.
Kebahagiaan ini ku harap bisa abadi,
Rasanya tak cukup kalau diriku hanya memandangimu,
Ingin diriku memelukmu, berjalan bersama-sama denganmu,
Jika diriku tlah memegang tanganmu, aku berjanji tak akan melepaskan genggaman tanganmu dariku.
Hye sun menoleh ke mino, mino masih memandang hye sun, hye sun tersenyum ke mino, mino balas
tersenyum, dan seperti terhipnotis, mino mendekati hye sun dan meninggalkan hye jin.
“pagi hye sun..” mino menyapa dengan suara datar.
“ ya...” hye sun terkekeh. “ kau mau menakut-nakutiku dengan suara seperti itu.” Hye sun tertawa kecil.
“hah??” mino seperti baru tersadar, kemudian dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “oh.. itu lelucon
kecil untuk pagi ini. Hehehe.” Mino tertawa paksa.
“ya..!!! mino’a.” Jung hoon datang dan menepuk bahu mino.
Mino hanya tersenyum memandang hye sun tanpa memperdulikan kehadiran jung hoon.
Jung hoon melambai-lambaikan tangannya di depan wajah mino. “ya... mino...”
“mino, kita harus bicara.”hye jin menarik tangan mino ,tapi, mino berjalan dengan masih memandangi hye
sun.
Hye jin menengok ke mino“ya... mino!!! Bisa pandang aku sekarang!” hye jin memegang wajah mino dan
mengarahkan kehadapannya.
“ne..” mino berbicara datar.
“sebenarnya kamu suka gak sih sama aku! Bilang aja kalo gak suka! Aku juga gak bakal maksain kamu.” Hye jin berbicara dengan masih memegang wajah mino.
“saya kan bilang akan mencoba.” Mino berbicara datar.
“tapi apa kamu akan menyakiti diriku nantinya?” hye jin menatap mino dengan mata telah tergenang air.
“miane, saya tidak tahu dengan masa depan.” Mino menundukkan kepalanya.
“aku mencintaimu mino.” Perlahan hye jin mendekati wajahnya ke wajah mino.
“mino..” hye sun memanggil pelan.
Mino mendorong hye jin pelan. “mian, kalau ketahap yang lebih jauh, saya tidak bisa” mino meninggalkan
hye jin dan menghampiri hye sun.
“hye sun’a, bagaimana kalau hari ini nonton?”mino menatap penuh harap.
“mian, tapi aku sudah janji dengan oppa kim bum nonton bersamanya hari ini, bagaimana kalau besok
saja?” hye sun menolak dengan hati-hati.
“akhh... saya tidak mau tahu, pokoknya harus hari ini.” Mino ngambek, membuang muka dan melipat
tangannya didepan dada.
“ya sudahlah, tapi aku datangnya dengan oppa kim bum, kamu ajak hye jin saja.” Hye sun melirik kearah
hye jin.
“ok.. aku ajak hye jin” mino mengangguk.
“hye jin! Hari ini kita nonton!” mino berteriak ke hye jin dan hye jin tersenyu senang dengan ajakan mino.
Jung hoon mendekati mino dan berbicara dengan berbisik. “mino, hati-hati dengan saingan baru!” jung
hoon berbicara serius.
“arasso, tak usah kau ingatkan juga aku tahu” mino meninggalkan ruang kelas.