“omo... itu.. imut sekali..” kata seorang wanita yang sedang berbincang dengan teman-temannya menunjuk-nunjuk
kearah parkiran mobil.
“wah... itu.. manis sekali..” kata temannya yang ikut menyambar.
Orang yang sedang menjadi tontonan muka umum itu membuka pintu untuk penumpang di mobilnya.
“itu.. bukannya hye sun??” kata seorang wanita lain yang mengucek-ngucek mata tak percaya melihat kejadian
langka.
Kebetulan mino melintasi tempat yang menjadi ramai ini.
“permisi.” Mino meminta jalan agar bisa melintasi tempat yang ramai ini.
“mino’a.” Hye jin yang di kerumunan itu juga, memanggil mino.
“wae? Aku sedang keburu-buru nih.” Mino mencari alasan agar tidak lama-lama berbincang dengan hye jin.
“itu...” hye jin menunjuk kearah parkiran.
Memang saatnya tidak tepat, mino melihat hye sun sedang cipika-cipiki dengan tersangka yang menggagalkan
acaranya untuk berangkat bersama dengan hye sun.
Tanpa aba-aba, mino langsung berlari menghampiri hye sun.
Mino memegang bahu hye sun dengan sangat kuat.
“hye sun.. kamu boleh saja pergi dengan siapapun yang kamu mau. Tapi, kenapa kau menjatuhkan harga dirimu
sendiri.hah,.. aku tak percaya...” mino membuang muka.
Rui membela hye sun. “wae.. kau tak senang dengan yang dia lakukan.” Rui tersenyum mengejek.
Mino hanya menatap tajam pada rui.
“olch’i! Chane olgani.” Rui tersenyum mengejek.
“kauu... benar-benar ..” mino menatap marah.
“hye sun’a, kita harus bicara.” Mino menarik tangan hye sun.
Hye sun menuruti kemauan mino.
Dari kejauhan kim bum juga memantau garak-gerik hye sun.
@taman:
Mino mendudukkan hye sun di bawah pohon dengan kasar.
“ya....” hye sun tidak teriman dengan perlakuan mino.
“sebenarnya kamu itu mau apa.. membuat seanteroid kampus kagum padamu. Kau bisa menakhlukkan pria.
Mendapatkan semua yang kau mau dengan menjual dirimu.” Mino berbicara tanpa putus dan menghujat hye sun.
“cih..” hye sun mencibir.
“ne.. aku memang menjual diriku untuk mendapatkan yang aku mau. Kau mau apa.” Hye sun berbicara menantang.
“kau.. “ mino menunjuk kearah hye sun.
“kau mau putus. Ok. Hari ini kita putus. Dan jangan kau harap kita bisa kembali. Kau yang memilih mino’a.” Hye sun
meninggalkan mino.
Namun mino mengejar hye sun. Mino memegang sebelah tangan hye sun agar hye sun tidak berlari.
mino menarik hye sun dan memaksa melumat bibir hye sun. Hye sun menolak perlakuan mino.
Mino melepaskan lumatannya,Dan menatap wajah hye sun yang sudah dibasahi oleh air mata.
“miane..” aku tidak bermaksud menyakitimu hye sun’a.” Mino memasang wajah menyesal.
“kau benar. Aku sudah menjual diriku. Semua perkataanmu benar.” Hye sun menundukkan kepalanya.
“apapun itu hye sun, aku menerimamu.” Mino sekarang malah mempertahankan hye sun.
“jangan tinggalkan aku.” Mino meminta dengan penuh harap.
“lepaskan dia! Kau yang memulai permainan ini lee min ho-ssi.” Kim bum datang dan mengambil alih tubuh hye sun.
Mino hanya tetap menatap pada hye sun.
“lupakan aku mino’a. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku.” Hye sun pergi besama kim bum meninggalkan
mino.
@kantin:
Terlihat hye sun yang sedang makan siang bersama dengan kim bum. Kim bum menyuapi hye sun dengan sangat
mesra, begitupun sebaliknya.
Mino dan jung hoon melihat apa yang dilakukan hye sun dengan kim bum.
“kan.. sudah ku bilang.. tak mungkin kau bisa dapat hye sun.” Jung hoon tertawa cekikikan.
“pabo..pabo..” mino memukul kepalanya sendiri.
“huh.. penyesalanmu sungguh tragis mino.. mengatakan hal yang keterlaluan pada hye sun.” Jung hoon memanas-
manasi mino.
“kau bicara lagi.. aku ikat kamu di atas pohon.” Mino menatap dengan tatapan menusuk.
“ok..ok.. saya tak membahas itu lagi.” Jung hoon menutup mulutnya dengan mengisi banyak makanan.
Mino pOv:
Kamu bodoh mino!!!! Membuat kesalahan bodoh.
Ku melepaskan berlian yang sudah bagus-bagus menghiasi dirimu.
Pabo...pabo...pabo...
(penyesalan yang mino sesali sangat-sangat tidak berarti)