Author Topic: You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012)  (Read 16535 times)

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE LAGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII DONGGGGGGGGGGGGGGGGGG

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Yuki, UPDATEEEEEEE,hmpf.


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
HEHE,,,eonnie,,, suka sama ffny eonnie,,tapi gak pnah coment,,miannnn

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
sista yuki... kpan neh di updah...? sudh sebulan di anggurin..... penaran sma lanjutannya, pleeeeeeeees updat secepatnya ya.....!

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
maaf baru bisa updet yang ini... dan maaf baru sempet masuk ke CM... banyak hal yang harus dikerjakan...

 [heh] [heh] [heh]

 [flowers] [flowers] [flowers]

Chapter 1 part 3

Jung min diam, menatap pintu yang tertutup pelan di depannya. Terdiam tanpa berusaha untuk kembali mendapatkan apa yang ingin ia dapatkan. Ia terlalu shock dengan ucapan wanita yang baru saja menghilang di balik pintu di hadapannya.
Sesaat kemudian ia segera bangkit dari tempatnya, mengejar wanita yang baru saja pergi dari hadapannya.

“auuussshhh…yya!! Tunggu!!”seru Jung min, berlari pergi, tersadar dari keterdiamannya. Jung min berlari dan berusaha untuk mengejar wanita itu. “yya!! Tunggu!!”seru Jung min membuat wanita yang tak jauh di hadapannya terhenti, tanpa membalikkan tubuhnya.

“tunggu…”kata Jung min lagi, menatap wanita itu dengan nafas yang terengah-engah “kita perlu bicara…”tambah Jung min, menatap wanita itu menunggu.

Wanita itu membalikkan tubuhnya cepat, menatap Jung min tajam “…tidak ada lagi yang bisa dibicarakan…”kata wanita itu tajam

“tapi…”

“aku pergi…”

“yya!!”

“…anggap semua yang terjadi tidak pernah terjadi… dan lupakan aku…jangan mencoba untuk mencariku atau apapun…”katanya dan kemudian membalikkan tubuhnya kembali, pergi dari hadapan Jung min.

Jung min diam, menatap kepergian  wanita itu, tidak mampu melakukan apapun. Dan itu benar, ia tidak mampu melakukan apapun untuk menghentikan langkah wanita itu kembali.

End of Flashback

Bang… peluru melesat cepat menghantam target yang jauh di hadapan Jung min. sudah beberapa target yang ia hancurkan dengan beberapa kali tembak. Jung min benar-benar merasa kesal dan kasihan pada dirinya sendiri. Dia benar-benar tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu oleh seorang wanita. Hanya oleh seorang wanita

“akkkhhhhhhh…!!!” seru Jung min bersamaan dengan beberapa peluru yang berdesing cepat melaju menghantam target. “wanita itu… “gumam Jung min pelan, kemudian.

“…ada masalah doronim…”tanya pak Jang tiba-tiba, yang datang dengan membawa sebuah map ditangannya.

Jung min diam, namun pak Jang mengerti, akhirnya ia diam, menunggu majikannya untuk mengatakannya sendiri, hingga akhirnya Jung min meletakkan senapannya dan menatap pak Jang serius.

“sudah kau dapatkan…?”

Pak Jang diam, menundukkan kepalanya dan menyerahkan map di tangannya pada Jung min.

“…maaf doronim… saya tidak bisa mendapatkan data lengkapnya… perempuan itu benar-benar misterius dan aneh… seakan ada seseorang yang berusaha melindunginya, menutupi semua akses… saya hanya mampu mendapatkan…”

“nama…?!?!”sambung Jung min, menatap pak Jang tajam setelah membaca map yangterbuka ditangannya

“mianhe…”

“…apa hanya ini…”



“ne…”jawab pak Jang takut-takut, pagi itu doronimnya terlihat tidak dalam kondisi yang baik dan ia menyadari itu.

Jung min memejamkan matanya, berusaha menahan amarahnya.

“…Hye na…”

“…”

“bahkan kau tidak mengetahui nama keluarganya…?”

“…mianhe…jeongmal mianhe…”

“…” lagi-lagi Jung min memejamkan matanya, dan menarik napasnya panjang,  kemudian menatap pak Jang tajam dan beranjak pergi meninggalkan pak Jang, namun langkahnya segera terhenti ketika teringat sesuatu di kepalanya.

“…pak Jang…”panggil Jung min kemudian, yang membuat pak Jang mengangkat wajahnya, menatap Jung min menunggu.

“…cari tahu tentang wanita yang aku temui di bar kumuh itu beberaoa hari yang lalu… dan aku tidak ingin hal ini terulang…”kata Jung min, mengangkat map ditangannya, dan melemparkan map yang ada ditangannya keras ke atas meja dihadapannya. “siapkan segalanya untuk hari ini… dan makan siang nanti… aku akan ke peternakan itu sendiri… dan benar-benar sendiri… tanpa dirimu atau supir… siapkan mobil saja…”kata Jung min kemudian, tanpa membalikkan tubuhnya untuk menatap pak Jang.

*****

Siiiiinnnggg… Hye na melepaskan anak panah ditangannya cepat dan segera menghantam target di hadapannya, Hye na segera mengambil anak panah yang lain dan meletakkan di busurnya. Hye na menarik busurnya kuat sebelum akhirnya anak panah di tangannya terlontar jauh dan kembali menghantam target yang sebelumnya telah terhantam anak panah.

Hye na diam, menatap tajam target di hadapannya. Rasa marah menyelimuti dirinya.

“gwenchana…?”tanya Jung ahjussi tiba-tiba, menatap Hye na bingung “… tidak biasanya… kali ini anak panahmu selalu meleset…sudah hampir 30 tembakan yang kau lepaskan…. Tapi 25 diantaranya meleset.... ada apa sebenarnya…?”ujar Jung ahjussi sambil mengambil target yang sudah dipenuhi dengan anak panah Hye na.

Hye na terlihat diam, menatap dinding kosong dimana sebelumnya terdapat targetnya berada. Jung ahjussi diam menatap Hye na, bingung. Keponakannya itu tidak pernah terlihat seperti apa yang ia lihat saat ini.

“apa yang terjadi…” akhirnya pertanyaan itu keluar juga, setelah selama beberapa menit berkutat di kepala Jung ahjussi.

Hye na terlihat masih diam ditempatnya, menundukkan kepalanya, menyembunyikan apa yang ada dipikirannya. “gwenchana…?”tanya Jung ahjussi, mulai mengerti.

“ahniyo…”jawab Hye na singkat sebelum ia mengambil target lagi dan meletakkan di dinding di hadapannya. Jung ahjussi masih diam menunggu, menatap yang Hye na lakukan.

“gwenchana…?”

Hye na menarik napas panjang, dan segera menghelanya “…ne ahjussi… bisakah kau tinggalkan aku sendiri…? Aku ingin sendiri…”pinta Hye na menatap Jung ahjussi, dan terlihat mencoba untuk tersenyum.

Jung ahjussi diam, menatap Hye na, mencoba untuk membaca apa yang sedang berputar dipikiran dan hati keponakannya itu. “bisakah ahjussi…?”tanya Hye na lagi.

Jung ahjussi diam, kemudian mengedikkan bahunya pelan, tidak mengerti dan beranjak pergi meninggalkan Hye na dan segala pemikirannya.

“khamsamnida ahjussi…”sambung Hye na yang kemudian menghela napasnya berat menatap kosong kepergian Jung ahjussi. Jung ahjussi tampak tersenyum menatap Hye na “…ah ya… ahjussi akan memanggilmu jika sarapanmu sudah siap…”kata Jung ahjussi, yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Hye na.

Hye na menganggukkan kepalanya, mengerti.

Hye na masih diam, tanpa ekspresi mengangkat busur dan anak panahnya, namun konsentrasinya terganggu tiba-tiba.

“orang itu… benar-benar menggangguku..”gumam Hye na kesal. Hye na memejamkan matanya, dan menghela napasnya kembali. Disandarkannya pelan busurnya dan ia letakkan anak panahnya di tempatnya kembali “tidak bisa melanjutkan lagi…”tambah Hye na lirih.

Hye na melangkah perlahan tanpa arah. Pikirannya benar-benar bingung dan tidak pada tempatnya. Semuanya tersita oleh seseorang dan kesalahan diri sendiri yang membuatnya merasa sangat bodoh.

“apa yang harus aku lakukan…”tanya Hye na lirih, dan terus melangkah hingga ia tersadar sudah berada di bilik Hiro, kuda jantannya.

Kuda jantannya meringkik keras saat Hye na sampai dihadapannya, senang. Hye na tersadar dari keterdiamannya “…Hiro…”sapa Hye na, mengusap sayang kepala Hiro sebelum akhirnya ia membuka bilik Hiro dan membawa Hiro keluar.

Hiro berlari sesaat mengelilingi peternakan untuk melenturkan otot-otot kakinya. Sudah
hampir 2 hari Hye na tidak mengeluarkan Hiro dari biliknya. Hye na berjalan perlahan mendekati Hiro yang terlihat berhenti sesaat di pembatas peternakan.

“kau ingin jalan-jalan keluar Hiro…”tanya Hye na, mengusap pelan kepala Hiro. Hiro menjawabnya dengan meringkik keras pada Hye na. Hye na tersenyum.

“baiklah…ayo…” kata Hye na yang kemudian naik di atas punggung Hye na dan meminta pegawainya untuk membukakan pintu peternakan. Hari itu ia juga ingin bersenang-senang, melupakan segalanya walaupun hanya sesaat. Membawa Hiro berlari melawan angin di tanah yang luas. Mengelilingi hutan merasakan alam.

Hye na tersenyum saat Hiro berlari pelan, masuk kedalam naungan pohon di sekeliling peternakan Hye na yang memang dikelilingi oleh banyak pohon yang rindang, hampir seperti hutan.

Hye na menghentikan laju Hiro dan turun di sebuah pohon yang akan selalu Hye na kenang. Hutan dimana ia terakhir dapat bersama dengan seorang wanita yang sangta berarti bagi dirinya. Wanita yang selalu ada kapanpun dirinya membutuhkan. Hye na tersenyum menatap pohon besar dihadapannya “…anyong omma…”sapa Hye na, mengusap lembut permukaan pohon. Hiro meringkik keras di belakang Hye na, dan mendorong tubuh Hye na dengan kepalanya untuk lebih mendekat. Hye na tersenyum. “teringat sesuatu Hiro…”tanya Hye na tersenyum. Hiro terlihat mengedipkan matanya, menatap Hye na seakan mengerti apa yang baru saja di katakana oleh majikannya itu.

Hye na dapat mengingat segalanya kembali ditempat itu. Mengingat kenangan lama yang indah dan berharga bagi dirinya, dan mungkin juga untuk Hiro. Hye na mengusap lembut kepala Hiro dan duduk bersandar di pohon itu. Hye na memejamkan matanya, merasakan angin yang berhembus disekelilingnya. “…nyaman…”gumam Hye na lirih.

***********

“apa anda yakin doronim…”

“…apa…”tanya Jung min, tidak mengerti

“… untuk datang seorang diri ke peternakan itu…”

“….”Jung min diam, menatap langit biru yang terlihat cerah siang itu. “…saya ingin…. Rapat nanti sore diundur sampai besok pagi…dan pak Jang… aku harus melakukan banyak hal siang ini… dan aku tidak tahu kapan aku bisa menyelesaikannya…”jawab Jung min. Pak Jang diam, menatap Jung min yang terlihat benar-benar aneh. Seakan awan hitam tengah  menyelimuti dunianya dan sudah terjadi selama berabad-abad.

Pak Jang diam, ditatapnya Jung min serius, memikirkan sesuatu yang membuatnya ragu “…sebenarnya…apa yang terjadi doronim…”

Jung min terdiam, menghentikan kegiatannya saat itu, pertanyaan pak Jang berhasil membuat semua yang mulai terpendam, muncul kembali ke permukaan. Jung min teringat kembali semua prahara yang menimpanya 2 hari yang lalu. Prahara yang membuatnya selalu uring-uringan.

“apa semua baik-baik saja…”tanya pak Jang lagi.

Jung min menghela napasnya panjang “…apa tugasku sudah kau dapatkan pak Jang…?”

Pak Jang terdiam  sesaat “…mianhe doronim… saya belum mendapatkan laporannya…”

“…aku harap untuk yang satu ini lebih menyenangkan dari sebelumnya… aku tidak ingin kecewa lagi karena tidak mendapat laporan apapun… dan tentang pabrik itu… besok aku akan terbang kesana… dan tentang peternakan itu… aku tidak ingin orang itu tahu… aku tidak ingin peternakan itu sama nasibnya dengan peternakan yang lain… mengerti…?”

“…ne… tapi… orang itu… maksudnya… tuan…”

Jung min terdiam, ditatapnya pak Jang tajam, menandakan bahwa apa yang ia bahas saat itu tidak perlu diperpanjang lagi. Cukup.

“ne… mianhe doronim…”jawab pak Jang kemudian, mengerti

Jung min menarik napas dalam dan menghelanya cepat, kemudian dengan cepat ia melepaskan dasinya.

“aku pergi…”kata Jung min dan kemudian beranjak pergi meninggalkan pak Jang yang terdiam, menatap Jung min, tidak mampu melakukan apapun.

“..ne…”

*********

Jung min melajukan mobilnya cepat, membelah angin, melaju cepat secepat angin, dan menghentikan laju mobilnya tepat di bawah sebuah pohon yang rindang, tak jauh dari tempat yang ia tuju.

Jung min menatap diam peternakan dihadapannya. Jung min membuka pintu mobilnya perlahan dan keluar dari sana. Ditatapnya peternakan itu lebih dekat, tanpa masuk ke dalamnya. Ia mulai melangkahkan kakinya pelan, mengelilingi peternakan itu, dan sesekali pandangannya terlihat mencari, meneliti, mencoba menagkap keberadaan seseorang. “…Hye na… apa yang harus aku lakukan padamu…”gumam Jung min pelan, menatap kearah peternakan.

Peternakan yang didominasi oleh padang rumput dan dikelilingi oleh banyak pohon serta sebuah hutan yang menghiasi peternakan itu terletak tak jauh di salah satu sisinya. Gambaran peternakan itu sangat luas, dengan berbagai macam hewan di dalamnya, semuanya terawat dengan sangat baik. Di padang rumput yang luas, ada banyak kuda yang dapat dengan bebas berlari di sana, tanpa harus keluar dari peternakan. Tak lama, langkah Jung min tiba-tiba terhenti, ia menatap seseorang yang membuatnya, entah kenapa bersembunyi di balik pohon jauh dari peternakan.

“…sial…”gumam Jung min, berlari kebalik pohon. Lama ia terdiam disana, dan mulai menyadari sesuatu. Ia menyadari seseorang tepat didekat seekor kuda yang berdiri merumput tak jauh dari sisinya . Jung min melangkah mendekat, perlahan, namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Terdengar di telinganya derap langkah kaki kuda yang mendekat.

“Hye na…”panggil orang itu, membuat Jung min semakin berusaha menyembunyikan tubuhnya.

*********

Hye na membuka kedua matanya perlahan. Ditatapnya laki-laki di hadapannya tepat duduk di sebuah kuda jantan lain. Hye na menatapnya lama, sesaat mencoba untuk memperbaiki penglihatannya yang kabur karena cahaya matahari yang terang.

“…kau sudah bangun…?”

“ne ahjussi… ada apa…?”

“cepat kembali ke peternakan sekarang…sepertinya… Hana…sudah waktunya…”

“ada apa dengan Hana…?”

“cepat kembali ke peternakan sekarang…”perintah Jung ahjussi cepat yang kemudian segera melajukan kudanya cepat masuk kedalam peternakan. Tak lama Hye na menyusulnya, naik ke punggung Hiro dan melaju cepat menyusul sang paman.

Hye na turun dari punggung Hiro cepat dan masuk kedalam istal, melangkah cepat ke bilik Hana dimana banyak orang tengah menatapnya khawatir. “…benarkah sudah waktunya…?”

“ne… ada beberapa orang yang berusaha mengeluarkannya… Hana lemas… jika tidak segera dikeluarkan…”

Dengan cepat Hye na masuk, menerobos kerumunan orang. “…semuanya… bisakah tidak seramai ini…? Tinggalkan kami sendiri sekarang…”pinta Hye na “ahjussi… tolong bawa semua orang ini keluar dulu…”tambah Hye na, menatap Jung ahjussi memohon.

“…ne…”

Beberapa orang mulai keluar dari istal dan saling berbisik, menatap khawatir kearah istal dimana bilik Hana berada.

“ayo Hana… bertahanlah…”seru Hye na kemudian, menatap Hana yang terlihat tertidur lemas ditempatnya. “ayo Hana…”tambah Hye na, yang perlahan memasukkan kedua tangannya untuk mengeluarkan bayi dari perutnya. “sedikit lagi Hana..”seru Hye na, yang terlihat semakin meperdalam tangannya

Hampir 1 jam berlalu, keheningan tercipta diantara para pekerja. Rasa penasaran lebih menguasai mereka, hingga tidak menyadari kehadiran seseorang diantara mereka yang terdiam, menatap bingung apa yang sedang terjadi.

“apa yang terjadi…”tanya orang itu kemudian, memecah keterdiaman seorang karyawan diantaranya. Pekerja itu terlihat membalikkan tubuhnya menatap orang itu sesaat “… kelahiran…”

“siapa…”tanyanya lagi

“Hana… salah satu kuda betina milik peternakan ini… “

Orang itu terlihat diam, menatap bengong pekerja dihadapannya “tuan…? Gwenchana…?”

“…ah…ne… mianhe… la…lalu bagaimana keadaaanya…?”

“…entahlah… sedang ditangani oleh Hye na agashi…”

Orang itu terlihat diam menatap pekerja itu. Rasa penasaran merajainya “…Hye na…? siapa dia…?”

“..dia dokter hewan disini… sekaligus pemilik peternakan ini…”jawab pekerja tersebut sembari kembali menatap kearah istal, menunggu.

“…pemilik…?!?!?”tanya orang itu tak percaya

“…ne… pemilik…”

“tap…tapi bukankah pemiliknya…”

“ahniya…”jawab pekerja itu seakan mengerti arah pembicaraan laki-laki dihadapannya “…tuan Jung memang yang mengendalikan semuanya… tapi peternakan ini tetap saja atas nama agashi… dan karena agashi lah… tuan Jung bersedia membantu Hye na agashi untuk merawat peternakan ini…”

“sudah lahir… seekor kuda jantan…”seru seseorang tiba-tiba yang keluar dari istal. 

“seekor kuda jantan keturunan Hiro…”tambah yang lain. Para pekerja terlihat senang mendapati keluarga baru di peternakan mereka, yang kemudian melangkah maju bergerombol masuk kedalam istal untuk melihat keturunan Hiro, kuda jantan kebanggaan mereka.

**********

Jung min diam, menatap pintu kayu reot tak jauh dihadapannya, berharap akan kedatangan seseorang, menunggu. Malam beranjak, bulan semakin bersinar terang dilangit. Jung min menatap jam ditangannya. sudah hampir 2 jam ia menunggu, namun seseorang yang ditunggu sama sekali tidak terlihat tanda-tandanya.

Dengan cepat Jung min menghela napas panjang, menyadari segalanya sia-sia, seseorang yang ditunggunya tidak kunjung muncul di hadapannya. Jung min mengambil segelas bir di hadapannya, dan meneguknya cepat, dengan segera menghabiskannya.

“tidak datang lagi…”gumam Jung min kemudian, setelah menghabiskan minumannya dan kemudian bangkit dari tempatnya. Jung min melangkah lunglai keluar dari bar tersebut, masih berharap seseorang yang ditunggunya akan datang. Sesekali Jung min menyapu sekelilingnya, mencoba untuk mencari keberadaan seseorang, tapi…

“tidak ada… dia benar-benar tidak ingin ditemukan…” lagi-lagi Jung min menghela napas panjang, mendesah. “…apa yang harus aku lakukan…?”tanya Jung min dalam hati.
Jung min diam, dan kemudian melanjutkan langkahnya keluar dari bar tersebut, putus asa, namun langkahnya segera terhenti. Malam itu ia tidak boleh pulang dengan tanpa hampa, menunggu dengan pasrah tanpa melakukan apapun. Perlahan dengan tubuh yang agak oleng namun kesadaran yang belum hilang sepenuhnya ia berjalan perlahan kea rah bartender yang terlihat tengah melayani seorang pelanggan. Jung min menatapnya sesaat, mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

“…chogyo…”panggil Jung min pelan, memecah kesibukan bartender dihadapannya.

“ne…”jawabnya

“…bisakah…” sesaat Jung min menghentikan perkataannya, menatap bartender dihadapannya tajam, namun terkesan tidak focus karena pengaruh alkohol yang diminumnya “… bisakah anda membantuku…”tambah Jung min kemudian, menatap bartender, membuatnya terdiam sekaligus bingung. Keduanya terdiam sesaat, saling menatap, saling menunggu.

“…anda mabuk tuan…”jawab bartender yang kemudian terlihat mengocok gelas tertutup di tangannya sebelum akhirnya menuangnya ke dalam gelas salah satu pelanggan.

“…yya…”panggil Jung min kemudian, menarik tangan bartender, menghentikan gerakannya. “…aku bertanya… dan aku menunggu jawabanmu…jawaban ya atau tidak… bukan sebuah kalimat panjang….”

“…ahh… ne… maafkan saya…”jawab bartender, menahan sakit di pergelangan tangannya yang di cengkeram Jung min. Jung min melepaskan cengkramannya, menatap bartender tajam “…apa yang bisa saya bantu tuan…”tanyanya kemudian

“…kau… kenal wanita yang bertaruh dengan beberapa orang laki-laki seminggu yang lalu…?”

Bartender itu terlihat diam, mencoba mengingat “…wanita yang bertaruh minum itu tuan…?”

“ne….”

“…dia… pelanggan tetap bar ini… dia selalu datang dan menghabiskan beberapa gelas bir disini… tapi semenjak dia datang disini… saya belum pernah sama sekali mendengar seseorang menyebut namanya… beberapa orang menyebutnya ‘wanita cantik yang perkasa’… karena kekuatan minumnya, sekaligus keberaniannya… belum ada seorangpun yang berhasil menyentuhnya saat ia mabuk, kecuali anda tuan…” jawab bartender itu, tersenyum menatap Jung min penuh maksud ketika mengatakan kalimat terakhirnya. Jung min diam, ditatapnya sesaat bartender itu.

“…apa beberapa hari ini wanita itu datang kesini…?”

“…sudah seminggu dia tidak datang…”

Jung min diam lagi, di alihkan pandangannya, menatap meja bar. “…apa kau bisa membantuku…”

“…bantuan apa yang kau inginkan tuan…”tanya bartender itu

“…hubungi aku jika kau mendapati wanita itu disini…”kata Jung min sambil memebrikan 2 buah kertas dan menuliskan sesuatu yang berbeda di masing-masing kertas itu. “hubungi aku di nomer ini… dan ini cek asli untuk anda karena telah membantuku…” tambah Jung min sambil memberikan 2 kertas tersebut pada bartender tersebut, dan tersenyum menatapnya. Bartender itu menerima kedua kertas itu, dan menatap salah satunya, sebuah cek asli, sesuai yang dikatakan laki-laki dihadapannya.

“tuan… ini…”

“…kenapa…apa kurang…? Jika kurang tambahkan berapapun angka yang kau inginkan disana…”

“…ahniya… ini terlalu banyak…”

“tidak sebanding dengan apa yang akan kau lakukan…”

“tapi…”

“terima saja… aku tidak mengharap apapun… hanya membutuhkan bantuanmu… “

“tapi…”

“aku pergi…”

Bartender masih diam, menatap cek ditangannya “… terima kasih banyak tuan…”seru bartender, menatap laki-laki dihadapannya yang berjalan perlahan meninggalkan bar.

***********

BANG….

SIIINGGG….

Secara bersamaan sebuah peluru dan anak panah meluncur kearah papan target yang berada ditempat yang berbeda. Hye na kembali mengambil anak panah yang ia letakkan disisinya sedangkan Jung min kembali mengisi peluru di senapannya, keduanya terlihat kembali membidik target di hadapannya, namun kali ini ada keringat dingin terlihat mengucur deras di dahi Hye na. beberapa kali Hye na menyekanya namun keringat itu kembali muncul di dahinya. Hye na menatap tempatnya berada, dojonya, yang mana dapat dikatakan sebuah ruangan terbuka dengan atap yang ada diatas kepalanya sedangkan tempat dimana ia menempelkan targetnya berupa tempat terbuka, dojonya memang di buat seperti itu, untuk melindungi atletnya saat berlatih, dan ini sangat efektif.

Pandangan Hye na tiba-tiba mengabur, ia tidak dapat memfokuskan pandangannya pada target di hadapannya dan berhasil membuat anak panahnya meluncur tanpa arah. Hye na menarik napas panjang dan menhembuskannya perlahan sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya.

Akhir-akhir ini ia memang sering mengalami hal itu. Keringat dingin yang terus mengalir didahinya, pandangannya yang tiba-tiba buram dan rasa sakit dikepalanya, terkadang ia juga merasa sangat mual.

“ada apa ini…”gumam Hye na pelan, menekan kepalanya yang terasa sakit. Jung ahjussi menghentikan langkahnya ketika menatap keponakannya terlihat sangat aneh, karena hal itu tidak hanya terjadi pada hari itu saja, sudah hampir 2 minggu keponakannya selalu seperti itu, dna yang semakin membuatnya khawatir adalah selera makan Hye na yang menurun dan sering merasa mual ketika mencium bau sesuatu yang sebelumnya sangat disukai Hye na, tapi akhir-akhir ini ia sangat menghindarinya.

“gwenchana sayang…?”

“…ahhh…ahjussi… ne… gwenchana…”

“tidak ada apa-apa bukan… akhir-akhir ini kau selalu seperti ini…”

“…ne… tidak ada apa-apa ahjussi… mungkin hanya masuk angin biasa karena terlalu lelah… tenang saja… akan segera membaik…”

“…apa tidak baiknya kau kerumah sakit…?”usul Jung ahjussi

“antwe!!”jawab Hye na keras

“….tapi sayang…”

“tidak kalau rumah sakit ahjussi… ahjussi tahu aku sangat membenci bau rumah sakit… tenang saja… semuanya akan segera kembali membaik…”

Jung ahjussi terlihat diam, menatap Hye na yang perlahan melangkah pergi.

Hye na mengistirahatkan tubuhnya sesaat, duduk di padang rumput, dan seperti biasa, Hiro ada disampingnya, menemaninya, menunggunya, kalau-kalau majikannya itu membutuhkan sesuatu.

Hari itu, Hye na merasa dirinya sangat aneh, ia sama sekali asing dengan tubuhnya itu. Jika ia harus jujur, sudah 5 hari ia merasakan keanehan ini. Dan ia sama sekali tidak mengerti ada apa dengan dirinya. Wajah Hye na terlihat sangat pucat, ia sama sekali tidak sehat, dan ia menyadarinya.

Hye na merebahkan tubuhnya, menatap langit cerah pagi itu. Hawa hangat mulai menyebar, menggantikan rasa dingin malam, dan perlahan matahari mulai berjalan ke tempatnya. Perlahan Hye na memejamkan matanya, menghadap langit, tanpa menyadari kehadiran seseorang yang tengah menatapnya tajam sejak ia keluar dari dojonya, dan perlahan mulai melangkah mendekatinya, mencoba mencari tahu tentang dirinya.

Jung min melangkah mendekat perlahan dan berhasil masuk kedalam peternakan itu, namun Jung min meghentikan langkahnya sesaat ketika ia menatap seseorang yang terlihat keluar dari rumah utama, alih-alih bersembunyi, Jung min menatapnya tajam dan melanjtkan langkahnya saat ia menyadari sesuatu. Menyadari bahwa yang berjalan itu adalah wanita yang berhasil membuatnya penasaran. Jung min menatap wanita itu, yang kini terlihat duduk di tengah padang rumput luas, dan kemudian merebahkan tubuhnya, menghadap langit.

“Hye na…”batin Jung min, menatap wanita itu, dari kejauhan, membuat rasa penasarannya semakin membuncah.

Jung min melangkah perlahan, terus dan terus, semakin mendekat, perlahan, dan banyak keraguan di hatinya. Ia terus menatap wanita itu, penasaran. Jung min melangkah perlahan mendekat tanpa melepaskan pandangannya dan akhirnya…

*********

Pagi beranjak siang, matahari sudah meninggi dan kini benar-benar berada di tempatnya dan di pusatnya. Jung min terlihat memandang langit cerah siang itu dari jendela ruangannya. Jung min bangkit dari kursinya dan mengambil gelas anggur yang sebelumnya berada di hadapannya, kini gelas itu kembali terisi penuh, sepenuh senyuman yang terlukis diwajah Jung min. hari itu ia sangat senang, dan ia sedang merayakannya. Ia sangat senang hingga tidak dapat menyembunyikan senyumannya, pada Pak Jang.

“…maaf doronim… saya…”kata pak Jang, Jung min mengalihkan wajahnya dan berhasil membuat Pak Jang terdiam menatap senyum majikannya yang jarang bahkan hampir tidak pernah tercipta di wajahnya

“ne pak Jang…”jawab Jung min, melangkah mendekat kearah pak Jang dengan masih memperlihatkan senyum di wajahnya.



Pak Jang terlihat diam ditempatnya, tidak percaya dengan pandangannya, dan tidak yakin kalau apa yang ia lihat itu nyata.

“…kenapa pak Jang…? Apa semuanya baik…” ujar Jung min, membuyarkan keterdiaman Pak Jang.

“…ah… mianhe doronim… hanya… ahniya…”pak Jang tersenyum, menundukkan kepalanya malu, ia benar-benar terpesona dengan senyum majikannya itu.

“…baiklah… apa yang akan kau sampaikan…”tanya Jung min lagi, membuat Pak Jang kembali menatapnya tajam, keraguan kembali muncul di wajahnya. ia harus menyampaikannya, namun ia tidak ingin senyum di wajah majikannya itu menghilang. Pak Jang terdiam.

“…ada apa pak Jang…?”tanya Jung min, bingung.

“…eerrrrmmmm… mianheyo doronim… Jeongmal mianheyo…. Saya…”

“ada apa pak Jang…? Kenapa kau seperti ini… katakan saja…”sambung Jung min, menatap pak Jang menunggu. Jung min mendudukkan dirinya di pinggiran meja kerjanya, menatap pak Jang yang berdiri di hadapannya.

“…saya… tidak bisa mendapatkan informasi tentang wanita yang anda temui di bar beberapa minggu yang lalu doronim…saya… mianhe…” pak Jang menundukkan kepalanya menyesal. Sangat menyesal.

Jung min diam ditempatnya, menatap pak Jang, dan kemudian bangkit dari tempatnya, berjalan mendekati pak Jang.

“pak Jang… ada baiknya kau istirahat dulu…”kata Jung min kemudian, menepuk bahu Pak Jang pelan.

“…ahhh… ahniya doronim… jangan pecat saya… saya…” Pak Jang menatap Jung min ketakutan.

Jung min diam, menatap Pak Jang yang tengah menatapnya memohon, dan kemudian tawa lepas terdengar dari Jung min, yang berhasil membuat Pak Jang diam, menatap tawa lepas Jung min. Perasaan aneh sekaligus bingung merayapinya. “ada apa dengan tuan mudanya ini…”pikir pak Jang

“…aku tidak akan memecatmu pak Jang… tapi aku serius… sebaiknya kau istirahat dulu… atau mungkin kau ambil cuti saja dulu 2 hari ini…”

“…tap…tapi doronim…”

“…tenang saja… aku tidak memecatmu… aku memang ingin meliburkanmu selama 2 hari… karena selama 2 hari itu juga aku tidak akan kekantor… dan sekarang aku ingin kau mengundurkan semua jadwal selama 2 hari itu ke minggu depan…”

“tapi… sebenarnya ada apa doronim… anda…”

Jung min menatap pak Jang tajam “… lakukan saja perintahku pak Jang… toh ini juga tidak merugikanku atau merugikanmu…”

Pak Jang terlihat diam ditempatnya “…baiklah doronim…”

“bagus.. selama 2 hari itu juga aku tidak ingin diganggu oleh urusan apapun… dan jangan mengikutiku…”

Pak Jang terdiam, menatap Jung min “…ne doronim…”kata pak Jang akhirnya, yang berhasil membuat tuan mudanya itu tersenyum, bangkit dari tempatnya, setelah menegak habis anggur dari gelas ditangannya.

Jung min diam, menatap kembali langit cerah siang itu. senyum masih belum terhapus dari wajahnya karena memikirkan sesuatu yang menyenangkan yang sudah ia rencanakan untuk 2 hari besok. Benar-benar menyenangkan.

***********
End 

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
yUKI welcome backkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk..muncul2 up date FF nya [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] tahu ga say soalnya dah ampir 1 minggu CM sakit parah jad banyak AUTHOR2 yg kgk bisa up date FFnya [heh]

JUNG MIN dah suka banget ama Hye Na yach ampe nyuruh P' Jang nyari2 informasi tentang Hye Na [goodgrief]

nah loh HYE NA jgn2 hamdan ya sist, wdh tokcer juga ni JUNG MIN kenangan semalam membuahkan hasil [hmpfh] [hmpfh]

bartendernya aja ampe tahu kalo cuma Jung Min satu2nya pria yg berhasil ***** Hye Na ( walau lag mabok), chukaeyo Jung Min-ssi [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

si jung min sumringah gitu emang ada rencana apa ama Hye na selama 2 hari itu?????? memangnya Hye Na dah mau jalan ama Jung Min???? bukannya selama ini Hye Na terlihat melarikan diri dari Jung Min.

Yuki ,....up dte Joo Ri dunks say* reader gak tahu diri*

LONG CHAPTER an puassss bacanya [lovestruck]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
sist gomawo udah di  updat tpi...! ff kmu yg ini penuh teka-teki sist...? apa seh yg membuat jung min begitu bahagia smpa" meliburkan asistinya, emng dia da acra apa..? ff kmu yg lainnya updat jg donk full of love, kangen berat sma jung min & hyena yg di ff itu, gmna kelanjutan kisah keluarga kecilnya.khamsahmnida.

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
tanda2 tekdung uda dimulai?? [hmpfh] Jung Min..nyook buru tanggungjawab [lovestruck] !! [what] Hye Na benci RS knapa? [sweat]

Love you more than I can say

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
yUKI welcome backkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk..muncul2 up date FF nya [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] tahu ga say soalnya dah ampir 1 minggu CM sakit parah jad banyak AUTHOR2 yg kgk bisa up date FFnya [heh]

JUNG MIN dah suka banget ama Hye Na yach ampe nyuruh P' Jang nyari2 informasi tentang Hye Na [goodgrief]

nah loh HYE NA jgn2 hamdan ya sist, wdh tokcer juga ni JUNG MIN kenangan semalam membuahkan hasil [hmpfh] [hmpfh]

bartendernya aja ampe tahu kalo cuma Jung Min satu2nya pria yg berhasil ***** Hye Na ( walau lag mabok), chukaeyo Jung Min-ssi [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

si jung min sumringah gitu emang ada rencana apa ama Hye na selama 2 hari itu?????? memangnya Hye Na dah mau jalan ama Jung Min???? bukannya selama ini Hye Na terlihat melarikan diri dari Jung Min.

Yuki ,....up dte Joo Ri dunks say* reader gak tahu diri*

LONG CHAPTER an puassss bacanya [lovestruck]

 [chin] [chin] [chin] mang kenapa say...? kok CM eror... waduh... updetan q gak bikin makin tambah eror kan...?

he he he he he... bertanya2 bisa gak bikin cerita yang membingungkan... ternyata.... no comment  [hmff] [hmff] [hmff]

iya...sebelumnya Hye na sama sekali gak tersentuh... tapi sekarang... ternyata takluk juga ma seorang Jung min  [rofl] [rofl] [rofl]

iya dunk... tunggu aja di chap berikutnya say...

joo ri...? masih setengah jalan sist... masih belum bisa ngelanjutin... pikiran selalu terbagi... jadi bingung mau ngelanjutin gimana... mianhe... [goodgrief] [goodgrief] [heh] [heh] [heh]


Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
tanda2 tekdung uda dimulai?? [hmpfh] Jung Min..nyook buru tanggungjawab [lovestruck] !! [what] Hye Na benci RS knapa? [sweat]

he he he he he... sepertinya... [hmff] [hmff] [hmff]

nanti ada jawabannya sist di cerita ini kenapa Hye na ampe bisa benci rumah sakit...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] ahhhaaahyyy....

sist gomawo udah di  updat tpi...! ff kmu yg ini penuh teka-teki sist...? apa seh yg membuat jung min begitu bahagia smpa" meliburkan asistinya, emng dia da acra apa..? ff kmu yg lainnya updat jg donk full of love, kangen berat sma jung min & hyena yg di ff itu, gmna kelanjutan kisah keluarga kecilnya.khamsahmnida.

he he he... lagi mencoba bikin bingung...jadi bikin bingung diri sendiri dulu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] *kamsudnya?!?!*  [hmpfh] [hmpfh]

ada acara perkenalan sist... tunggu aja di chap selanjutnya... full lovenya masih bingung... seperti jawaban ai sebelumnya... fof ma mjyj lagi proses... belum bisa selesaiin... masih bingung... masih banyak pekerjaan juga... jadi bingung mau nulis apa... belum kepikiran... tapi... demi kalian semua... ai usahain cepet deh... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
OMG pregnant by stanger..... tuing tuing tuing... tambah puyeng .... untung asaja  si Jung Min dah cinmat ma dia... kalau gak... bisa mati kutu entar....


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Anyeong..
Bukan member baru sih tpi id ane kehapus.zizizi
Kak ai bkin penasaran ahh..kirain tdi jungmin ngejar hye na trus mau diculik dibungkus bawa pulang hidup bahagia masuk surga..*lohh???

next tambah sweet sweetnya ya kak ai..
Aku suka bgd ffnya kak ai :D
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
yUKI welcome backkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk..muncul2 up date FF nya [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] tahu ga say soalnya dah ampir 1 minggu CM sakit parah jad banyak AUTHOR2 yg kgk bisa up date FFnya [heh]

JUNG MIN dah suka banget ama Hye Na yach ampe nyuruh P' Jang nyari2 informasi tentang Hye Na [goodgrief]

nah loh HYE NA jgn2 hamdan ya sist, wdh tokcer juga ni JUNG MIN kenangan semalam membuahkan hasil [hmpfh] [hmpfh]

bartendernya aja ampe tahu kalo cuma Jung Min satu2nya pria yg berhasil ***** Hye Na ( walau lag mabok), chukaeyo Jung Min-ssi [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

si jung min sumringah gitu emang ada rencana apa ama Hye na selama 2 hari itu?????? memangnya Hye Na dah mau jalan ama Jung Min???? bukannya selama ini Hye Na terlihat melarikan diri dari Jung Min.

Yuki ,....up dte Joo Ri dunks say* reader gak tahu diri*

LONG CHAPTER an puassss bacanya [lovestruck]

 [chin] [chin] [chin] mang kenapa say...? kok CM eror... waduh... updetan q gak bikin makin tambah eror kan...?

he he he he he... bertanya2 bisa gak bikin cerita yang membingungkan... ternyata.... no comment  [hmff] [hmff] [hmff]

iya...sebelumnya Hye na sama sekali gak tersentuh... tapi sekarang... ternyata takluk juga ma seorang Jung min  [rofl] [rofl] [rofl]

iya dunk... tunggu aja di chap berikutnya say...

joo ri...? masih setengah jalan sist... masih belum bisa ngelanjutin... pikiran selalu terbagi... jadi bingung mau ngelanjutin gimana... mianhe... [goodgrief] [goodgrief] [heh] [heh] [heh]



iya CM eror parah lagi down server, makanya sebgain author up date FF nya di FB... tp untung skrg dah baek2 aja walaupun terkadang suka eror juga [hmpfh]

iya gapapa, yg penting pas up date kudu long chapter and kudu ada sweet moment JOo Ri and Mino ( lupa nama si minong) [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
sist ai mian baru comment...sist hye na hamil ya? horee [clap] [clap] [clap]....itu si jung min manga ada acara apa selama 2 minggu? pasti ma hye na kan???
sista chap selanjutnya jangan lama-lama ya...setia menunggu....yang SOL2 sama MJIYJ juga aku tunggu lo [biggrin] [biggrin]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
gomawo kak ai udah diupdate
aku bingung sama karakter jung min disini ??? dia orangnya selalu bimbang ya ?
Hye na hamil ya ??? Jung min tau gak kak ai ??
yahhh,endingnya ngegantung banget th , next chap jangan lama2 kak ai

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]