Author Topic: You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012)  (Read 17047 times)

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
belum punya hub. apa apa jungmin udah cemburuan gtu,smpe dkter yg perksa jg hrs cew.ckckc,hyena kan jd g ngerti n marah.next bkal byk momenx mereka dong,kan jungmin dsuruh bwt merhatiin ibu hamil yg kurang gizi.haha..thank u dh diupdate
[/size][/color][/b]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
aduh ai kmn aja dirimu jarang nongol dimari?...itu jung min ma hyena kpn ni suka2an nya uda kangen ni liat kemesraan minsun di ff kamu.. [lovestruck]

Fieaar

  • Guest
Thanks eon udah di update  [cheekkiss]
oh ya, salam kenal eon  [bye]
aduh kok Jung Min takut ngasih tau Hye Na sih  [sweat]  [sweat]
kira-kira kapan bakal di kasih taunya?  [what]
Next chap jangan lama-lama ya eon  [biggrin]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Gomawo sist updatannya  [lovestruck] [lovestruck]
 
Gimana reaksi hyena nanti ya klo dia tahu dia hamil [chin] tapi... Kenapa jung min belum juga mengasih tahu ke hyena kalo dia lagi hamil ???

Jung min belum ada ke pastian hubungan mereka aja udah mulai cemburu  [hmff]
Sampai'' dokter aja harus yeoja.

Jadi engga sabar nunggu lanjutannya lagi
Soalnya pingin tahu reaksi hyesna , hehehe...

Full of lovenya lagi sist lanjutin !!!!

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
aduh ai kmn aja dirimu jarang nongol dimari?...itu jung min ma hyena kpn ni suka2an nya uda kangen ni liat kemesraan minsun di ff kamu.. [lovestruck]

masih disini eon... he he he he he. lama eon suka2nya  [hmpfh] [hmpfh] masih banyak bertengkar ma salh pahamnya  [goodgrief] [goodgrief]

Gomawo sist updatannya  [lovestruck] [lovestruck]
 
Gimana reaksi hyena nanti ya klo dia tahu dia hamil [chin] tapi... Kenapa jung min belum juga mengasih tahu ke hyena kalo dia lagi hamil ???

Jung min belum ada ke pastian hubungan mereka aja udah mulai cemburu  [hmff]
Sampai'' dokter aja harus yeoja.

Jadi engga sabar nunggu lanjutannya lagi
Soalnya pingin tahu reaksi hyesna , hehehe...

Full of lovenya lagi sist lanjutin !!!!

sebenrnya ai juga bigung gimana nanti reaksi Hye na nya..  [what] [what] [what]

full of lovenya sedang proses sist... bentar lagi...diusahakan  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] lagi banyak tugas soalnya... jadi bingung mau ngerjain yang mana dulu  [sweat] [sweat] [sweat] maaf ya semua kalau ai kelamaan  [sweat] [sweat] [sweat]

siti minsun

  • Guest
haii salam kenal.... [AddEmoticons04283] [AddEmoticons04283]

wah jungmin belum pa2 udin cembuikor ne,,,,cepatlah jungmin menikahi hyena
udah ga sbr nunggu sweet dr mrka.... [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228]

thanks udah update n ditunggu chap selanjutnya  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Akhirnya diupdet juga....makasi yaaa.... [arms] [arms] [arms]
Gue agak2 bingung. Kok Hye Na ga  tau ya kondnisin dirinya hamil. Apa dia gak sadar kalau pernah tidur ama orang, dan juga kondisi tubuhnya dia??? [what] [what]. Tapi mungkin biasa kali ya. dia kan wanita yang sibuk. Tapi kasian kan, karena dia ga tau hamil, jadi dia bisa aja tu naik kuda. NTar kl kenapa2??? hiiii..seremm....

Ditunggu lagi ya updetannya...

Terima kasiii....

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Akhirnya diupdet juga....makasi yaaa.... [arms] [arms] [arms]
Gue agak2 bingung. Kok Hye Na ga  tau ya kondnisin dirinya hamil. Apa dia gak sadar kalau pernah tidur ama orang, dan juga kondisi tubuhnya dia??? [what] [what]. Tapi mungkin biasa kali ya. dia kan wanita yang sibuk. Tapi kasian kan, karena dia ga tau hamil, jadi dia bisa aja tu naik kuda. NTar kl kenapa2??? hiiii..seremm....

Ditunggu lagi ya updetannya...

Terima kasiii....

Hye na bakal stress kalau dia tahu [smiley-whacky103] [smiley-whacky103] lagipula dia terlalu sibuk, gak pernah mikirin dirinya sendiri, makanya ahjussinya minta min wo untuk nemenin dia tapi sebenernya... [biggrin] [biggrin] [biggrin]

makasih banyak untuk komen nya semuanya... [huglove] [huglove] [huglove]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Ai...UPDATEE [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Love you more than I can say

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
Sist Aiiiiiiii update yang ini dunk,,,,,,,,,,,,,,,

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 2 part 3

Hye na membuka matanya perlahan. Matahari membuat penglihatannya buta sesaat. Sinarnya yang terang dan menyilaukan, membuatnya enggan untuk membuka mata. Hye na mengangkat kedua tangannya menutupi matanya, menghalangi sinar matahari yang masuk ke kamarnya, dan perlahan ia bangkit, mengangkat tubuhnya, duduk bersandar di kepala ranjang, dan saat itu, tiba-tiba ia merasakan sesuatu bergolak diperutnya, memecah keheningan paginya.

Rasa aneh menyerang perutnya. Hye na menekan perutnya, untuk mengurangi rasa anehnya itu, namun rasa sakit itu tidak pergi. Hye na mencoba berdiri, bangkit untuk masuk ke dalam kamar mandi, dan tepat saat pintu kamarnya diketuk, rasa aneh itu semakin menyerangnya, membuatnya berlari cepat masuk kedalam kamar mandi tepat dengan kedatangan seseorang yang berdiri di hadapan pintu Hye na.

“Hye na…”panggil seseorang diselingi oleh ketukan di pintu kamarnya. Orang dibalik pintu terdiam sesaat, menunggu jawaban dari Hye na, dan jawaban itu tidak muncul juga. Ketukan itu ia lanjutkan, dan kini lebih kuat dari sebelumnya, namun masih tidak terdengar jawaban dari dalam akhirnya Jung ahjussi memutuskan untuk membuka pintu kamar Hye na dan masuk.

“Hye na… nak…”panggilnya, menatap sekeliling kamar Hye na.

“ne…ahjussi…”jawab Hye na yang terdengar seperti sebuah gumaman dari arah kamar mandi

“gwenchana…?”Tanya Jung ahjussi menatap Hye na khawatir

“ne… gwenchana…”

“…tapi… kau terlihat pucat… ada apa…?”Tanya Jung ahjussi lagi, meletakkan punggung tangannya pada kening Hye na, merasakan suhu tubuh Hye na. “dingin… ada apa…?”

“tak apa ahjussi… semuanya baik…”jawab Hye na

“benarkah…”

“ne…”

“kau… berkeringat dingin nak…”kata Jung ahjussi lagi, menatap Hye na khawatir. Hye na menatap Jung ahjussi, yang mulai bertindak berlebihan, mengkhawatirkan keadaan Hye na “apa yang harus aku lakukan… biasanya… omma mu akan membuatkan minuman hangat, susu… atau teh… atau…” ujar Jung ahjussi, bingung, khawatir.

“ahjussi…”

“apa yang harus aku lakukan…”

“ahjussi…”

“bagaimana ini…”kata Jung ahjussi lagi,  yang terlihat berjalan bingung,  di hadapan Hye na.

Hye na terdiam, tersenyum menatapnya, kemudian dengan cepat meraih tangan Jung ahjussi, mencoba menenangkannya “ahjussi… Hye na baik-baik saja… tidak masalah…”

“tapi…”

“gwenchana ahjussi…”

“.....” Jung ahjussi terdiam, menatap Hye na “… paling tidak kau harus tetap memeriksakan dirimu nak… sudah beberapa hari ini ahjussi lihat tubuhmu aneh…”

“ahhh… begitukah…?”

“ne… “

Hye na diam ditempatnya, menatap ahjussi, mencoba memberikan kebenaran atas perkataannya pada ahjussinya. “ne… kau harus memeriksakan dirimu… atau perlu ahjussi antar…”

Hye na menatap Jung ahjussi “ ahjussi…”

“ahjussi antar ya…”

“ahniya… Hye na tak apa ahjussi… dan ahjussi tahu bukan, Hye na benci rumah sakit… Hye na…”

“tapi nak…”

“tak apa ahjussi… Hye na akan menyusul ahjussi untuk sarapan…”kata Hye na, menatap Jung ahjussi tersenyum dan mendorong tubuh ahjussi, keluar dari kamarnya, sebelum akhirnya ia menutup pintu di belakang ahjussinya setelah memberikan senyum manisnya.

Hye n terdiam sesaat, memikirkan sesuatu di kepalanya. Matanya menjelajah ke sekeliling kamarnya, penglihatannya tertuju pada sesuatu di meja kecil tepat disisi ranjangnya. Hye na melangkah mendekat, mengambil sebuah kalender di meja itu, menatapnya, terdiam dan mulai mengingat, menghitung. Tak lama

“ooohh… tidak…”ujar Hye na, menutup mulutnya, terkejut dengan apa yang ia simpulkan dalam pikirannya

*************

Jung min diam ditempatnya, menerawang. Sesuatu membuatnya banyak berpikir hari itu. Bukan memikirkan apa yang sedang dikatakan oleh pak Jang dihadapannya, namun sesuatu yang lain. Sesuatu yang membuatnya berkali-kali berpikir, mencoba membenarkan apa yang akan dilakukannya, mencoba, mengetahui akibatnya sebelum ia melakukan apa yang akan ia lakukan. Jung min berpikir keras, membuat Pak Jang berhenti menatap tuannya itu terdiam.

“Jung min-nim…”panggil pak Jang, menatap Jung min yang terdiam ditempatnya, bingung. Tidak ada jawaban dari Jung min yang duduk diam di hadapannya.

“Jung min-nim…”panggil pak Jang lagi, mencoba lebih keras lagi.

“ah… ne pak Jang… siapkan saja semuanya…”kata Jung min

Pak Jang diam sesaat di tempatnya, menatap Jung min yang sudah bangkit dari tempatnya, berdiri membelakangi pak Jang “baik Jung min-nim…”kata pak Jang kemudian, membalikkan tubuhnya untuk keluar dari ruangan Jung min, namun tiba-tiba langkahnya terhenti

“pak Jang…”panggil Jung min, membalikkan tubuhnya menatap pak Jang.

“ne…”

“tentang peternakan itu…”

“saya sudah mulai menyelidikinya Jung min-nim… dan…”

Jung min diam, membuat pak Jang menghentikan ucapannya, menatap Jung min “apa ada yang salah tuan…?”Tanya pak Jang

“ahni… tolong undur semua rapat pagi ini sampai makan siang nanti…”

“ahh… lagi tuan…”cetus pak Jang, sesaat membuat Jung min terkejut ditempatnya, tanpa disadari pak Jang.



Jung min diam, menatap pak Jang, terdiam sesaat “… ne… apa ada masalah pak Jang…”kata Jung min, menatap pak Jang tajam. “ahni tuan… maafkan saya…”

“lakukan…”kata Jung min tajam, dan membalikkan tubuhnya kembali, membelakangi pak Jang yang menatap Jung min diam, menyimpan sesuatu.

**********

Hye na terdiam, menatap beberapa anak yang tengah berlatih menarik busur panah tanpa anak panah di tangan mereka sambil membidik target dihadapan mereka, seakan ada anak panah di busur panah mereka.

“seonsaengnim…”sapa seorang anak tiba-tiba, menatap Hye na yang duduk diam, melamun dihadapannya.

“ah Jung min…” jawab Hye na, menatap anak laki-laki dihadapannya, yang juga membuat laki-laki yang berdiri tak jauh di pintu menatap Hye na tajam, dan perlahan mulai berjalan mendekat “…de…”katanya

Hye na terkejut ditempatnya saat menatap laki-laki yang berdiri dihadapannya, menatapnya bingung dan penuh tanda tanya, “Jung min…”panggil Hye na lagi

“ne… seonsaengnim…”jawab Jung min yang berdiri dihadapannya dengan busur panah di tangannya, menatap Hye na, menunggu.

Hye na terdiam, menatap laki-laki dihadapannya yang terlihat menatap anak disisinya. “Jung min…”panggil Jung min

“...” Jung min kecil terlihat diam ditempatnya, menatap Hye na dan laki-laki dihadapannya bingung “ahhh… aku harus berlatih lagi seonsaengnim…”kata Jung min kecil yang kemudian beranjak pergi meninggalkan keduanya.

Hye na masih terdiam ditempatnya, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang menatap laki-laki dihadapannya. Keduanya saling menatap diam.

“aku…”kata Jung min, menatap Hye na

Hye na masih diam, hingga “heeekkk…” Hye na menutup mulutnya, menahan sesuatu.

“gwenchana…?”tanya laki-laki itu.

“ne… tak apa…”jawab Hye na, yang kemudian segera berlari kearah kamar mandi dan mengeluarkan semuanya disana.

Jung min terlihat diam menunggu Hye na diluar kamar mandi, menunggunya dengan khawatir. Hye na keluar perlahan mengusap cepat mulutnya yang basah dan beranjak pergi, meninggalkan Jung min yang kemudian mengikuti langkah Hye na. Hye na menghentikan langkahnya di taman dojonya, duduk disalah satu kursi.

“ada apa Jung min-nim… membuat anda ke sini… jika ini berhubungan dengan Shin… kenapa tidak menelepon ku saja… atau kau bisa menghubungi dokter Lee… beliau sudah pulang dari urusannya di pulau Jeju…”kata Hye na, terdengar sedikit dingin.

“bukan… bukan tentang Shin…”kata Jung min yang terdengar hati-hati, dan Hye na menatapnya menunggu.

“lalu…”

“ini… “

“seonsaengnim…”panggil seseorang tiba-tiba, berdiri dibelakang Hye na. Hye na membalikkan tubuhnya, menatap orang itu.

“ahh… kau So ah..”

“sudah keluar seonsaengnim…”jawab So ah

Hye na terlihat diam ditempatnya, menatap So ah tajam, mencari jawaban dari matanya. So ah terlihat diam ditempatnya, menatap Hye na takut sekaligus khawatir dan bingung.

“berikan padaku…”kata Hye na yang kemudian beranjak bangkit menghampiri So ah

“maafkan saya Hye na-ssi…”kata So ah, menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Hye na. Hye na menatapnya sesaat terdia, namun kemudian senyum terlihat diwajahnya.

“apa yang membuat mu merasa bersalah… aku yang seharusnya minta maaf sudah merepotkanmu…”kata Hye na, membuat So ah mengangkat kepalanya, menatap Hye na.

“baiklah… sepertinya aku harus melihat hasilnya… tolong buatkan minuman untuk tamu kita…”kata Hye na, menatap Jung min yang terlihat bangkit dari tempatnya, menatap Hye na dan perempuan di hadapan Hye na bingung.

“ne…”kata So ah kemudian dan beranjak pergi meninggalkan Hye na

“sepertinya aku harus meninggalkanmu sebentar Jung min-nim…”kata Hye na, menatap Jung min.
 
Jung min diam ditempatnya, kemudian menjatuhkan dirinya kembali duduk di tempatnya, memikirkan sesuatu dikepalanya. “apa itu…”gumam Jung min.



Jung min diam ditempatnya, berpikir hingga…

“silahkan diminum Jung min-nim…”kata So ah tiba-tiba, meletakkan secangkir teh dihadapannya dan sebuah di sisi yang lain. So ah tersenyum, menatap Jung min. Jung min tersenyum, membalas sapaannya.

So ah terlihat beranjak pergi, namun langkahnya terhenti, kemudian mumat tubuhnya, berbalik menatap seseorang yang memanggilnya.

“ne… Jung min-nim…”

Jung min diam sesaat “bolehkah aku bertanya…”ujar Jung min

“ne…”

“…sebenarnya… hasil apa tadi…”tanya Jung min, menatap So ah menunggu, berharap.

So ah terdiam ditempatnya, mendengar pertanyaan Jung min.

“anda tidak perlu tahu tuan… sepertinya ini bukan urusan anda… dan saya piker… anda tidak ada sangkut pautnya dalam hal ini…”terang So ah, tajam.

Jung min diam ditempatnya, menatap So ah tidak percaya. Sesaat sebelum ini So ah begitu manis padanya, namun sesaat kemudian ia sangat tegas, seperti seseorang yang baru saja beranjak pergi meninggalkannya.

“…kalau tidak ada yang lain…. Saya pergi…”kata So ah

“apa itu hasil tes kehamilan…?”ujar Jung min, dan berhasil membuat So ah menghentikan langkahnya, terkejut, terdiam ditempatnya.

***********

Hye na terduduk ditempatnya, menatap kertas ditangannya, terkejut dengan apa yang didapatnya. Kertas ditangannya berhasil membuat harinya bahkan dunianya berubah seketika saat itu.

Hye na terdiam dengan pandangan menerawang, tidak percaya dengan apa yang tertulis pada kertas ditangannya.

“tidak mungkin…”kata Hye na, menyentuh pelan perutnya “tidak…”ujar Hye na lagi.

“tidak tuan…. Kau tidak boleh masuk…”kata seseorang tiba-tiba, dari balik pintu ruangan Hye na. Membuat Hye na segera melipat kertas ditangannya, dan memasukkannya kedalam laci mejanya.

“ahni… aku harus masuk… aku harus mengatakan sesuatu pada nona Jung…”kata suara yang lain, suara laki-laki.

Hye na segera bangkit dari tempatnya, menyadari sesuatu. Hye na beranjak kearah pintu dan membuka pintu dihadapannya, menatap 2 orang dihadapannya yang terlihat saling berebut dihadapannya.

“ada apa…”tanya Hye na, menatap dua orang dihadapannya tegas.

“ahni… tuan ini…”kata So ah, menatap Hye na, yang kemudian terlihat menundukkan kepalanya “…saya harus pergi…”kata So ah kemudian, beranjak pergi dari hadapan Hye na dan Jung min

“ada apa tuan Goo…”tanya Hye na, menatap Jung min tajam.

Jung min diam ditempatnya, membalas tatapan Hye na, tidak kalah tajam, seakan ingin mengorek informasi dari Hye na lewat tatapannya.

“silahkan duduk tuan Goo…”kata Hye na lagi, yang kemudian berbalik dan duduk di kursinya, berhadapan dengan Jung min.

“apa yang membuat anda…” Hye na menghentikan ucapannya sesaat “seperti layaknya bukan seorang tamu…”tambah Hye na

“maafkan saya nona… tapi saya harus tahu akan sesuatu dan harus mengatakan sesuatu pada anda…”kata Jung min, terdengar lebih tegas, dan berhasil membuat Hye na terkejut ditempatnya menatap Jung min.

“apa itu…”tanya Hye na, menenangkan dirinya

“…” Jung min terdiam, menatap Hye na “…surat apa itu…?”tanya Jung min, menatap Hye na.

“maaf tuan Goo… apa…”

“kau harus mengatakannya… karena aku yakin aku ada hubungannya dengan semua itu… dengan surat entah apa itu…”

“ini bukan…”

“ini sudah menjadi urusan saya jika surat itu benar-benar sebuah surat hasil tes kehamilan…”kata Jung min, dan berhasil membuat Hye na terbelalak, diam ditempatnya terkejut dengan ucapan Jung min.

“apa maksud anda… ini…”

“katakan padaku Hye na-ssi… segalanya…”

“….”

“aku sudah tahu segalanya…”



Hye na diam, menatap Jung min tajam “apa maksud anda…”tanya Hye na
Jung min diam “katakan saja Hye na-ssi segalanya… tidak perlu lagi untuk menutupi segalanya lagi…”kata Jung min

“aku tidak…”

“kau positif bukan Hye na-ssi…”tambah Jung min, yang berhasil membuat Hye na kembali terkejut ditempatnya.

***********

Jung min diam ditempatnya, menatap jalanan dari jendela pintu mobilnya.

“…maafkan saya Jung min-nim… tapi…”

“lakukan saja apa maumu…”kata Jung min, yang kemudian disusul sebuah desahan. Pak Jang terlihat diam, mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang duduk di belakang. Pak Jang diam ditempatnya, menatap Jung min penasaran, dan kali ini rasa penasarannya berhasil membuatnya memberanikan diri untuk bertanya pada tuannya itu.

“…ada apa sebenarnya Jung min-nim… apa yang membuatmu…”

Jung min mengalihkan pandangannya, menatap pak Jang yang segera menundukkan kepalanya ketika bertemu pandang dengan Jung min “… maafkan saya tuan… saya…”

“…dia menolaknya… dia tidak menginginkannya…”kata Jung min tiba-tiba, membuat pak Jang kembali mengalihkan pandangannya, menatap Jung min dan terdiam.

“apa yang harus aku lakukan sekarang pak Jang… segalanya seperti yang sudah aku perkirakan sebelumnya…”kata Jung min, menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya.

“…sebenarnya… apa yang terjadi tuan…”tanya pak Jang lagi, kini memberanikan dirinya kembali.

“…”Jung min diam, mengangkat wajahnya menatap pak Jang tajam, yang dibalas dengan sebuah tatapan menunggu darinya.

“ahni…”jawab Jung min

Pak Jang diam ditempatnya dan menghembuskan napas, menundukkan kepalanya “…maafkan saya Jung min-nim… tapi… jika segalanya tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan… jangan pernah putus asa… lakukan lagi hingga merasakan rasa lelah… tidak usah memperdulikan hasilnya… yakinkan saja akan mendapat sesuatu yang lebih baik dari usaha itu…”terang pak Jang, menatap Jung min yakin yang dibalas dengan sebuah tatapan kagum dari Jung min.

“aku tahu apa yang harus aku lakukan…”kata Jung min ketus, berusaha menutupi rasa kagumnya.

“ne… saya yakin itu…”

“aku selalu merasa yakin dan percaya diri dengan apa yang aku lakukan… dan aku tidak pernah putus asa…”kata Jung min, melipat kedua tangannya di dadanya. Pak Jang tersenyum ditempatnya , sesuatu sudah membuatmu berubah Jung min-nim…. Atau seseorang… ujar pak Jang dalam hati. Pak Jang tersenyum menatap tingkah Jung min.

Jung min terdiam, menatap pemandangan yang terlihat dari jendela kaca pintu mobilnya, mengingat kembali apa yang sudah ia alami sebelum akhirnya ia duduk di mobilnya dan dalam perjalanan kembali ke kantornya.

Flashback

“TIDAK!!!”jawaban keras itu membuat Jung min terkejut dan terdiam ditempatnya, tidak percaya dengan yang didengarnya. Hye na terlihat marah, menatap tajam laki-laki yang berdiri terdiam dihadapannya. Napasnya terlihat memburu, wajahnya memerah.

“dia anakku…”kata Jung min kemudian, lebih tegas dari sebelumnya.

“ahni..!! dia bukan anakmu… dan kehamilan ini tidak ada hubungannya denganmu...”

“tidak bisa… bagaimanapun dia tetap anakku… darah dagingku… dan aku sangat yakin akan itu”

“aku tidak akan pernah…” Hye na menghentikan ucapannya, kemarahannya sudah memuncak, napasnya terlihat memburu dan lebih dari sebelumnya. Hye na menyentuh dahinya. Keadaan tubuhnya berubah, Hye na menjatuhkan dirinya, bersandar di sisi meja yang berdiri tepat dibelakangnya dan berhasil membuat kemarahan Jung min mereda dan menatap Hye na khawatir “gwenchana…?”tanya Jung min khawatir

Hye na diam, napasnya terlihat semakin cepat, “gwenchana…?”tanya Jung min lagi, melingkarkan lengannya di bahu Hye na, mencoba membuat Hye na nyaman, namun tidak berjalan sesuai dengan perkiraannya. Dengan cepat dan kasar Hye na menyingkirkan lengan Jung min dari bahunya. “JANGAN… SENTUH… AKU…”kata Hye na pelan, tegas. Jung min diam, menatap Hye na tidak percaya.

“aku hanya… Hye na!! Hye na!!” Jung min berseru ketika mendapati Hye na terjatuh pingsan di dekapannya. Jung min merebahkan tubuh Hye na dalam pelukannya dan perlahan mengangkat tubuh Hye na dan merebahkannya di sofa dalam ruangan itu.

“Hye na… Hye na…”panggil Jung min, terlihat sangat khawatir, mengusap pelan keringat dingin yang mengucur dari dahi Hye na. Jung min mengmbil keputusan terakhir. Perlahan Jung min mengangkat tubuh Hye na dan membawanya keluar dari ruangan itu

“ada apa tuan… apa yang terjadi…”tanya So ah, menghentikan langkah Jung min “apa yang… apa yang sudah anda lakukan pada Hye na… letakkan dia sekarang..!!”

“aku harus membawanya kerumah sakit…”

“apa yang terjadi sebenarnya…?”

“kami beradu pendapat… dan aku membuatnya marah.. aku harus membawanya kerumah sakit… kalau tidak anak yang ada dikandungannya…”

“apa…” So ah menghentikan ucapan Jung min dan menatapnya.

“dia… yang ada di perut Hyena... dia anakku… dan aku sangat yakin akan itu…”terang Jung min

So ah terdiam ditempatnya, menutup mulutnya dengan tangannya, langkahnya terlihat mundur menjauh dari Jung min “benarkah…?”

“ne… aku yakin itu… dan sekarang aku harus membawanya kerumah sakit… aku harus…”

“aku mohon jangan kerumah sakit….” Kata So ah, menatap Jung min, memohon

“kenapa… aku harus…”

“aku mohon jangan… itu akan membuatnya semakin jatuh… aku mohon jangan…”

Jung min diam, ditempatnya menatap So ah dihadapannya, kemudian terlihat hembusan napas Jung min, ia menyerah “baiklah… aku akan membawanya pulang…”kata Jung min, menatap Hye na yang masih menutup matanya. Wajahnya terlihat memerah dan napasnya terlihat masih memburu.

“ne… terima kasih… dan aku akan mengurus yang ada disini…”kata So ah kemudian, menatap Jung min yang kemudian membawa Hye na pergi dalam pelukannya.

“kau!! Apa yang kau lakukan padanya… apa yang terjadi…?”seru Jung ahjussi.

“saya mohon… tunjukkan kamarnya…”

“…” Jung ahjussi terlihat diam ditempatnya “berikan padaku… dan kau pergilah…”kata Jung ahjussi, tegas, menatap Jung min tajam

“saya mohon…. Biarkan aku membawanya ke ranjang dulu… setelah itu aku akan pergi…”

“…”Jung ahjussi terdiam, menatap laki-laki dihadapannya dan menatap Hye na yang tergeletak pingsan di pelukan laki-laki yang ditatapnya.

“baiklah… kemari… setelah itu… pergilah…”kata Jung ahjussi

Jung min tersenyum menatap Jung ahjussi dan membawa Hye na mengikuti langkah Jung ahjussi masuk kekamar Hye na.

“sekarang pergi…”kata Jung ahjussi setelah Jung min meletakkan Hye na diranjangnya.

“bisakah aku melihatnya bangun… aku sangat khawatir… aku mohon…”

“tidak perlu… sekarang pergilah…”

“tapi…”

“pergi…”

“aku ingin menunggu… aku harus menunggu…”

“tidak… lebih baik kau pergi…”

“tapi…”

“PERGI!!” seru Jung ahjussi semakin keras.

“…tapi… tuan… Hye na-ssi mengandung anakku…”kata Jung min, menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Jung ahjussi.

Jung ahjussi terdiam ditempatnya, tubuhnya terjatuh keras di sofa, tidak percaya dengan apa yang dikatakan laki-laki dihadapannya.

“tidak…”ujar Jung ahjussi lirih “kau pasti mengada-ada anak muda…”kata Jung ahjussi

“…saya tidak mengada-ada tuan… ini kenyataannya…dan aku ingin bertanggung jawab atas anak itu…”

“ahni…”

“aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan anak itu… dan aku ingin anak itu lahir dengan selamat… tidak kekurangan satu hal apapun… aku…” Jung min menghentikan perkataannya, menundukkan kepalanya sesaat dan kemudian perlahan mengangkat wajahnya, menatap Jung ahjussi penuh keyakinan “…aku mencintai Hye na tuan Jung… dan ini benar-benar datang dari hatiku…”kata Jung min

Jung ahjussi terlihat diam ditempatnya, menatap laki-laki dihadapannya. Keyakinan Jung min sama sekali tidak berubah dan menatap Jung ahjussi, semakin yakin.

End of Flashback

 “pak Jang… bawa aku pulang… aku rindu dengan Shin…”kata Jung min kemudian, tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela pintu mobilnya.

*********



“kau sudah bangun…”sapa seseorang tiba-tiba, membuka pintu kamar Hye na dengan membawa nampan berisi air mineral, susu dan semangkuk bubur hangat.



“bagaimana keadaanmu…”tanya Minwoo, menatap Hye na lembut.

“gwenchana oppa…”jawab Hye na lirih, tanpa mengalihkan pandangannya pada Sung Min woo

“benarkah…?”tanyanya

“ne… tak perlu mengasihani aku… aku benar-benar baik… tidak usah mengkhawatirkan aku…”

Min woo terdiam menatap Hye na, menghembuskan napasnya pelan dan tersenyum menatap Hye na.

“baiklah… adikku ini benar-benar sudah berubah… kau tidak semanja dulu…”

“jangan samakan aku seperti yang dulu…”kata Hye na ketus

“baiklah… aku bawakan bubur dan air mineral… makanlah… kata ahjussi kau belum makan siang…”

“aku tidak ingin makan… bawa keluar saja…”kata Hye na

“kau harus makan…”

“ahni…”

“harus… kalau perlu aku akan menyuapimu…”

“tidak… aku tidak lapar, bawa keluar….”

“ayolah…”

Hye na diam, mencoba menenangkan diri, kemudian perlahan ia membalikkan tubuhnya, menatap Sung Min woo tajam “… jangan memberikan perhatian berlebih padaku…”kata Hye na tegas, tajam.

Min woo terdiam ditempatnya, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Hye na diam, kemudian membalikkan tubuhnya kembali “…aku ingin sendiri…”kata Hye na kemudian, tanpa menatap Min woo dan masih menatap pemandangan dari jendela kamarnya.

Min woo menghembuskan napasnya pelan dan membalikkan tubuhnya, beranjak pergi “baiklah… katakan padaku jika kau menginginkan sesuatu…”kata Min woo sebelum akhirnya ia menutup pintu kamar Hye na.

Hye na diam, tidak menggubris perkataan Min woo.

Hye na terdiam ditempatnya, menatap tanpa ekspresi pemandangan di jendela kamarnya. Tak berapa lama, air mata terlihat mulai turun di wajahnya “…apa yang harus aku lakukan…”ujar Hye na, menundukkan kepalanya, menatap perutnya. Hye na terlihat mengangkat tangannya pelan, mencoba untuk menyentuh perutnya namun terhenti seketika.

“apa yang harus aku lakukan…”kata Hye na lagi, menutup wajahnya dengan kedua tangannya
“tidak mungkin…”tambahnya

“bagaimana bisa terjadi…”ujar Hye na lagi.

***********

“benar yang dikatakan pak Jang.. aku harus mencobanya lagi… meskipun aku harus kehilangan nyawaku…”gumam Jung min yakin

“dalam perutnya tumbuh darah dagingku… dan aku harus mempertahankannya…”kata Jung min lagi.

“maaf tuan… apa maksud anda…”tanya pak Jang kemudian, menatap Jung min bingung. Jung min membalikkan tubuhnya cepat, menatap pak Jang sesaat “….ahni… memang apa yang aku bilang…”

“…”pak Jang diam sesaat “…entahlah tuan… tapi seperti ada seseorang yang mengandung…”kata pak Jang, membuat Jung min terdiam, terkejut ditempatnya, namun hanya sesaat, kemudian Jung min sudah terlihat tenang “…terserah apa kesimpulan anda pak Jang… namun jika aku tahu apa yang kau dengar terdengar juga ke telinga orang itu… maka setelahnya kau tidak akan mampu mendengar ataupun berbicara lagi…”ancam Jung min tegas, dan kemudian beranjak pergi meninggalkan pak Jang yang terdiam ditempatnya.
Sesuatu memang telah membuatmu berubah… ujar pak Jang dalam hati

“dan… letakkan apapun yang kau bawa… aku akan membacanya nanti…”kata Jung min, menghentikan langkahnya sesaat tanpa membalikkan tubuhnya.

“ne… maafkan…”ucapan pak Jang terhenti, Jung min sudah menghilang dari pandangan pak Jang. Pak Jang tersenyum ditempatnya.

“benar-benar mirip…” kata Pak Jang yang perlahan kemudian senyuman itu menghilang “… tapi… apa yang terjadi…”tanya pak Jang.

********

End Of Chapter

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
GOMAWO SIST YUKI update nya  [flowers]
kenapa seh HYENA sangat tidak menyuka'i JUNG MIN [what] apa lagi saat mengdengar JUNG MIN ingin bertanggun jawab atas anak dalm kandungannya  [hug] bisa di bayangkan gimana shock nya ajusshi JUNG mendengar kehamilan HYENA apa lagi sama laki" yang jelas tidak begitu di suka'i ajusshi JUNG  [sweat] tapi.. buka JUN MIN namanya kalau menyerah begitu aja  [drool] jadi tidak sabar apa yang akan di lakukan jung ming buat meluluhkan hati HYENA  [love eyes]
di tunggu next nya setelah ini update FULL OF LOVENYA YA SIST yuki  [lovestruck]

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Udah deh, dr pada hye na jung min ribut mulu mending dikawinin aja nih dua org wkwkwkwk

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Udah deh, dr pada hye na jung min ribut mulu mending dikawinin aja nih dua org wkwkwkwk

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Udah deh, dr pada hye na jung min ribut mulu mending dikawinin aja nih dua org wkwkwkwk

mau nya juga gitu sist... tapi belum saatnya... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]