Author Topic: You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012)  (Read 16905 times)

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
hai @ai, mian baru bisa koment..hyena sprtnya gak mau nkh krn trauma dgn perkawinan ortunya n jung min sendr jg punya nasib yg sama dgn hyena di mana ibu mrk dicampakkan oleh bapaknya... jgn lama ya @ai updatenya

iiuuu

  • Guest
AIIIII LANJUT DOONG YANG INI ^^

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 3 part 3

Hye na membuka matanya perlahan, menatap langit-langit ruangan dimana ia berada.  Hye na menatap sekelilingnya, hingga akhirnya ia menangkap sebuah suara tak jauh dari tempat ia berada. Hye na menatap langit-langit kamar pemeriksaan rumah sakit. Hye na teringat segalanya.

Flashback

“aku tidak akan masuk ketempat itu…!! Lepaskan aku!!!”seru Hye na dalam dekapan Jung min.

“ahni… apapun yang terjadi kita harus masuk… ini untuk anak kita…”

“AHNI!!!”seru Hye na yang kemudian berhasil turun dari dekapan Jung min hingga tiba-tiba tubuh Hye na ambruk, jatuh kedalam pelukan Jung min.

“yya!! Hye na… Hye na… ausshhh… sudah aku bilang bukan…”ujar Jung min yang kemudian membawa Hye na kembali dalam dekapannya dan membawanya masuk.

End Of Flashback

Hye na memejamkan kedua matanya kembali dan perlahan membukanya, sambil mengeluarkan desahan panjang, Hye na menatap dan menyapu ruangan dimana ia berada saat itu. Ditatapnya seorang laki-laki yang terlihat terkantuk, duduk di sisinya, sambil menggenggam tangannya.

Tak lama laki-laki itu membuka matanya saat Hye na tengah menarik tangannya dari genggaman tangan laki-laki itu. “kau sudah bangun…?”tanya laki-laki itu menatap Hye na.

“…” Hye na hanya diam ditempatnya, menatap Jung min sesaat kemudian memalingkan wajahnya sembari menarik tangannya dari genggaman tangan laki-laki itu

“gwenchana..?… apa kau lapar…”tanya laki-laki itu

Hye na diam, menatap laki-laki itu “lebih baik kau pergi…”ujar Hye na, menatap laki-laki itu sinis sambil kemudian bangkit dari tempatnya akan beranjak pergi.

“tunggu…”

“ada apa lagi Jung min-ssi… lebih baik kau pergi… tinggalkan aku sendiri…”ujar Hye na, ketus yang kemudian melangkah meninggalkan Jung min ditempatnya sendiri.

“tapi… tunggu…!! Hye na!!!”seru Jung min yang taklama menyusul langkah Hye na.

“kau masak apa ahjussi…”tanya Hye na, yang kemudian duduk di kursi meja makan, menatap banyaknya makanan di meja.

“ini semua…”

Hye na diam, menatap semua masakan yang di buat oleh Jung ahjussi, namun tak lama kemudian, tiba-tiba Hye na mengerucutkan wajahnya menatap Jung ahjussi “..aku tidak ingin semua ini ahjussi… aku ingin makan sup rumput laut…”ujar Hye na, menatap Jung ahjussi memohon.

“kau ulang tahun hari ini…?”

“ahni… apa tidak boleh jika aku ingin makan itu… ahjussi… tolong bikinkan…”ujar Hye na.

“…ausshhh… kenapa tidak bilang dari tadi… besok saja ya…”

“ahni… Hye na ingin sekarang…”paksa Hye na.

“auushhh…”

“biar aku yang buatkan ahjussi…”ujar Jung min tiba-tiba, membuat Jung ahjussi dan Hye na mengalihkan pandangannya menatap Jung min tidak percaya. “ne… biar aku yang membuatnya…”ujar Jung min, meyakinkan. Jung min tersenyum menatap keduanya yang terdiam, menatap Jung min. Tak lama dengan cepat Jung min melangkah kedapur, mengambil celemek dan mulai mengambil semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat sup rumput laut.

Hye na diam, menatap Jung min tidak percaya, sedangkan Jung min hanya tersenyum, dan mulai mengerjakan apa yang harus dilakukannya untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh Hye na.



Hye na tersenyum simpul menatap tingkah Jung min, menyiapkan sup rumput lautnya. Tidak percaya seseorang yang begitu… entah apa yang bisa diungkapkan untuk seorang Goo Jung min, tapi dapat melakukan sesuatu yang tidak pernah ada dipikiran Hye na. Jung ahjussi hanya diam ditempatnya menatap Jung min dengan senyum lebarnya membuat sup yang diminta oleh Hye na dan menatap Hye na yang tersenyum menatap Jung min.

“nah… jadi… silahkan…”ujar Jung min yang mulai menyajikan sup rumput laut yang diinginkan Hye na. Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min sesaat yang tersenyum menatapnya. Hye na menghela napas panjang sebelum akhirnya mengambil sendoknya dan mulai menyendok supnya.

“bagaimana…?”

Hye na masih diam ditempatnya, dan mulai menyendok supnya untuk yang kedua kalinya.
“bagaimana…? Apa tidak enak…?”tanya Jung min penasaran, menatap Hye na menunggu.

“…”Hye na diam, dan kembali menyendok supnya sedangkan Jung min diam, menunggu reaksi dari Hye na.

“enak…tapi...”jawab Hye na akhirnya, malu-malu sambil kemudian mulai menyendok supnya lagi. Jung min terlihat menunggu "...apa...?"tanya Jung min tidak sabar.
"eerrrmmm... tapi... tidak seenak buatan Jung ahjussi..."ujar Hye na, menatap Jung min sesaat. Jung min terlihat diam menundukkan kepalanya. "...cukup enak untuk seseorang yang mungkin jarang membuatnya..."tambah Hye na lagi, yang kemudian mulai menghabiskan sup dihadapannya. Jung min tersenyum menatap Hye na senang, hingga tiba-tiba Jung min memeluk Hye na, membuat Hye na terkejut ditempatnya.

**********

Pagi menjelma. Sinar matahari kembali hadir menerangi bumi. Hye na membuka matanya perlahan karena sepasang matanya tersiram langsung oleh sinar mentari, namun tiba-tiba sinar mentari terhalangi oleh sesuatu… tepatnya seseorang yang tiba-tiba duduk diranjang disisi Hye na menghalangi sinar mentari yang masuk.

“kau sudah bangun…”sapa orang itu, mendekatkan wajahnya ke wajah Hye na. Hye na diam, membuka matanya sesaat, sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya, tidak memperdulikan orang itu. “yya!! Ayo bangun… udara pagi bagus untuk anak kita…”ujar orang itu, menatap Hye na bersungguh-sungguh

Hye na membalas tatapan laki-laki itu kesal, dan menyesali keadaannya “kau lagi..” ketus Hye na, yang dengan cepat merapatkan selimutnya ke tubuhnya “pergilah Jung min-ssi… ini masih terlalu pagi… jangan ganggu aku sepagi ini…”ujar Hye na diantara kantuknya.

“ayolah…”ajak Jung min, sambil menarik lengan Hye na untuk bangkit dari ranjangnya.

“antwe…!! Kau pergilah!!” ujar Hye na yang menarik keras lengan yang ditarik oleh Jung min

“auushhh… bangun… seka…”

“anyong…”sapa seseorang tiba-tiba, membuka pintu kamar Hye na dan menatap terdiam dua orang yang ada dihadapannya tengah disibukkan dengan tarik-menarik “ahhh… sepertinya aku masuk disaat yang tidak tepat… hanya ingin memberitahu… sarapan sudah siap…”ujar laki-laki itu menatap Jung min dan Hye na tersenyum. Hye na segera menarik lengannya dari cengkraman Jung min dan beranjak bangkit. Jung min terlihat diam ditempatnya menatap Hye na. Kekesalan terlihat terpancar diwajahnya. “auushhh… kenapa dia selalu… yaisshhh…”gumam Jung min kesal yang kemudian melangkah menyusul Hye na.

Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na yang tiba-tiba diam membeku ditempatnya.

“apa yang…”tanya Jung min, menatap Hye na yang terdiam, menatap seseorang dihadapannya. orang itu terlihat tersenyum menatap Hye na.

“… Hye na… aku kenalkan pada seseorang…”ujarnya.

“…ne…dia… Min woo sengaja membawanya untuk…”tambah Jung ahjussi

“…dia kekasihku Hye na…”ujar Min woo, menatap Hye na tersenyum dan segera kemudian mengalihkan pandangannya menatap wanita yang ada disisinya, melingkarkan lengannya keperutnya, memeluknya.

Hye na terlihat diam ditempatnya, menatap keduanya. Segalanya terbukti sekarang. Apa yang dilihat dan dipikirkannya benar adanya. Jung min menatap Hye na diam, ia menyadari sesuatu. Sebuah perasaan yang sudah ada di diri Hye na, yang mungkin bahkan dirinya tidak dapat mengubahnya. Jung min menatap Hye na meyakinkan dirinya. Perlahan Jung min melangkah mendekat, menggapai tangan Hye na, namun langkahnya terhenti, ia menatap Hye na terkejut

“….benar-benar kabar yang menggembirakan… aku juga ingin memberitahukan sesuatu… terutama padamu ahjussi… aku dan Jung min juga akan segera menikah…”ujar Hye na yang kemudian melangkah, menjajari Jung min dan menggenggam tangannya, membuat Jung min mengalihkan pandangannya menatap dirinya. Hye na tersenyum menatap Jung min.

Jung min mengerti keadaannya. Dia tidak mungkin… sehingga tanpa diduga oleh Hye na, Jung min membawa genggaman tangan Hye na kedadanya “ne ahjussi… aku harap kalian merestuinya… terutama kau ahjussi…”ujar Jung min kemudian, mengalihkan pandangannya menatap Hye na tersenyum.

Hye na menatap Jung min terkejut ditempatnya, tidak menyangka menyadari genggaman tangan Hye na yang semakin erat ditangannya, Jung min menarik Hye na ke dalam dekapannya dan melingkarkan lengannya pada leher Hye na. meletakkan kepalanya di bahu Hye na. Hye na tersenyum mengalihkan pandangannya menatap Jung ahjussi



Jung ahjussi dan Sung min woo terlihat diam ditempatnya, menatap keduanya dihadapannya. ketidak percayaan masih menghantui keduanya, hingga, senyum terlihat di wajah Jung ahjussi “yah apapun itu… keduanya kabar yang bagus… keduanya kabar yang harus dirayakan…akhirnya nak…”ujar Jung ahjussi yang kemudian segera mendekap Jung min. Jung min terlihat mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang masih diam ditempatnya, memikirkan keputusan yang diambilnya.

************

Hye na terdiam ditempatnya, memikirkan banyak hal di kepalanya. Dia benar-benar tidak yakin akan keputusannya itu. Keputusan itu adalah hasil dari sebuah kecemburuannya pada Min woo. Dia ingin tahu bagaimana Sung min woo jika mendengar dirinya akan menikah.  
“Huuh” Hye na mendesah, menundukkan kepalanya hingga kedatangan seseorang mengusik kesendiriannya, dimalam yang gelap dan dingin itu

“kopi…”ujar Min woo tiba-tiba, memberikan segelas kopi pada Hye na. Hye na diam sesaat ditempatnya sebelum akhirnya menjulurkan tangannya untuk menerima kopi itu.

“aku saja yang minum…”ujar Jung min tiba-tiba, mengambil gelas kopi dari tangan Min woo dan mulai meneguknya. “sayang… kau tidak boleh terlalu banyak minum kopi, tidak baik untuk anak kita… ini saja…”ujar Jung min kemudian, memberikan segelas jus pada Hye na. Hye na diam ditempatnya menyipitkan matanya kesal pada Jung min, dan yang ditatap hanya tersenyum senang dengan apa yang dilakukannya. Sung min woo terlihat diam menatap keduanya, namun hanya sesaat, kemudian…

“mana kekasihmu itu…?”tanya Jung min tiba-tiba, menatap sedikit sinis pada Min woo.
“ye?!!”

“kekasihmu…”ujar Jung min lagi, yang kini terlihat melirik sekilas pada Hye na.

Min woo tersenyum menatap Jung min “…ada urusan… jadi aku mengantarnya setelah makan siang tadi…”jawab Min woo tersenyum. Hye na diam ditempat, merapatkan selimut yang ia lingkarkan ditubuhnya. Hawa malam itu semakin dingin. “…lalu.. bagaimana dengan pernikahan kalian…?”

“mwo?!?”seru Jung min dan Hye na bersamaan.

“ne… pernikahan… kapan kalian akan melangsungkannya…?”
Jung min diam ditempatnya, sesekali melirik Hye na untuk mencari tahu jawabannya.

“…segera… mungkin besok aku akan mengurusnya..”ujar Jung min akhirnya, sambil merangkul Hye na ke dalam pelukannya. Hye na diam ditempatnya “iya kan sayang…”ujar Jung min lagi, mengalihkan pandangannya tersenyum menatap Hye na. Hye na kembali menyipitkan matanya kesal dengan tingkah Jung min, dan tanpa disangka Jung min, tiba-tiba Hye na menginjak kaki Jung min yang kemudian segera melepaskan rangkulan Jung min di bahu Hye na “… aku masuk… udara sudah semakin dingin…”ujar Hye na yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Jung min dengan meringis kesakitan dan Min woo yang hanya terdiam ditempatnya, menatap kepergiam Hye na.

*******

Malam semakin menjelma. Angin dingin terasa semakin menusuk. Dengan perapian seadanya. Hye na duduk dihadapan perapian dengan selimut yang ia rapatkan. Hye na menatap sesaat perapian yang memercikkan api kemudian segera Hye na mengalihkan pandangannya kembali kebukunya.

“…susu..”ujar seseorang tiba-tiba, mengalihkan perhatian Hye na.

Hye na tersenyum menatap orang itu “...terima kasih banyak ahjussi…”ujar Hye na, menerima segelas susu yang diberikan oleh Jung ahjussi padanya.

“ada apa…?”tanya Jung ahjussi kemudian, sambil memasukkan beberapa kayu bakar kedalam perapian.

“ne..?!?”

“tentang kau dengan Jung min… apa kau benar-benar akan menikahinya dan bukan karena kecemburuan sesaatmu…?”ujar Jung ahjussi, langsung tanpa basa basi

Hye na diam ditempatnya menatap Jung ahjussi kesal “…apa maksud ahjussi dengan kecemburuan sesaat…”

Jung ahjussi menghela napas panjang kemudian meneguk teh hangatnya “…yah… kau tidak bisa membohongi ahjussi… sudah lama kau memendam perasaanmu pada Min woo… dan…”

“aku tidak seperti itu ahjussi… keputusan yang aku ambil bukan seperti yang ahjussi katakan… Min woo tidak ada hubungannya… dan aku benar-benar akan menikahi Jung min…”seru Hye na marah

Jung ahjussi terlihat terdiam, terkejut ditempatnya menatap Hye na “…baiklah… tenangkan dirimu… lalu…” Jung ahjussi terdiam sesaat ditempatnya, memikirkan kembali ucapannya.

“…ayahmu…?”

“jangan sebut dia sebagai ayahku…aku tidak…AKKHHHH!!!” tiba-tiba Hye na berteriak kesakitan sambil memegang perutnya. Jung ahjussi menyadari kesalahannya.

“Hye na…??! gwenchana…? Pak Park hubungi dokter!! cepat!!”seru Jung ahjussi menatap Hye na yang kesakitan dan membantunya untuk rebahan di sofa sebelum akhirnya ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


“apa yang anda katakan tuan?!?! Benarkah…”

“apa aku harus mengulanginya pak Jang… siapkan segalanya besok… dan aku ingin segalanya sudah siap dalam satu minggu ini…”

“MWO?!?! Satu minggu?!?”

“ne… dan kenapa kau harus seterkejut itu…”

“tapi tuan muda Goo… bagaimana…” pak Jang menghentikan ucapannya tiba-tiba saat ia menyadari tatapan tajam Jung min padanya. Pak Jang menundukkan kepalanya, menyimpan kembali semua yang diucapkannya.

“aku tidak ingin ada pertanyaan lagi… dan kau tahu aku bukan pak Jang… aku akan mendapatkan apapun yang aku inginkan… apapun… jadi lakukan dengan baik apa yang aku inginkan… aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun…”ujar Jung min yang kemudian bangkit dari tempatnya sembari masih menatap tajam pak Jang yang terdiam ditempatnya “…ne… saya mengerti…”jawab pak Jang yang membuat Jung min tersenyum ditempatnya, menatap pak Jang “…pak Jang… kau juga harus bahagian dengan kabar ini… jangan seperti ini…”ujar Jung min lagi, yang tidak lagi setegas sebelumnya.

Pak Jang diam ditempatnya, tidak menyangka dengan apa yang didengarnya. Pak Jang diam, menatap senyum Jung min “…ne…agashimnida…”jawab pak Jang, menundukkan tubuhnya, mengerti

“bagus… kalau begitu aku ingin istirahat…”ujar Jung min terlihat sangat bahagia, melangkah keluar dari ruang kerjanya, namun langkahnya terhenti tiba-tiba ia teringat sesuatu “… satu lagi pak Jang…”ujar Jung min menatap pak Jang serius

“ne…”

“jangan katakan apapun pada orang itu… dan jangan sampai orang itu mengetahui kabar ini… jangan… jika terjadi sesuatu hal pada Hye na… orang yang pertama yang akan kucari adalah kau…”ancam Jung min, menatap Pak Jang tajam. Pak Jang diam ditempatnya, menatap Jung min. ia benar-benar tidak mengerti dengan tuan mudanya itu.

“ne… saya mengerti”

“bagus… istirahatlah… kau pasti lelah”uajr Jung min kemudian, menatap pak Jang tersenyum, yang semakin membuat Pak Jang semakin tak mengerti. Jung min kembali melangkah keluar dari ruangannya, tetapi belum sampai ia membuka pintu ruang kerjanya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Jung min membalikkan tubuhnya menatap ponselnya yang berada di atas meja kerjanya. Pak Jang diam dan mengambilkannya untuk Jung min.

Jung min menatap sesaat nama yang terlihat pada layar ponselnya yang kemudian dengan cepat ia mengangkatnya “..Jung ahjussi…”panggil Jung min sambil berjalan kembali keluar dari ruang kerjanya.

“MWO!!???”seru Jung min tiba-tiba  “… ne…aku akan segera kesana… tolong jaga Hye na untukku ahjussi… terima kasih banyak…”

“Pak Jang…”panggil Jung min, menatap Pak Jang yang terlihat membereskan meja kerja Jung min

“ne…”

“berikan kunci mobil sekarang…”

“tapi…”

“SEKARANG!!”seru Jung min frustasi

“ah… ne… doronim…”ujar Pak Jang yang kemudian segera mengambil kunci mobil di kantong jasnya dan memberikannya pada Jung min. Jung min kemudian segera berlari cepat meninggalkan Pak Jang yang menatap bingung pada Jung min.

“apa lagi yang kau lakukan…?”gumam Jung min, menatap resah jalan yang dilaluinya.

**********

Matahari menjelma. Kehangatannya lembali menyebar di bumi dan sinarnya, menerangi bumi. Jung min menatap Hye na yang masih terlelap dalam tidurnya. dia tidak mengerti, bahkan dirinya tidak dapat tidur satu menitpun karena terlalu khawatir dengan wanita dihadapannya itu.



Jung min melenturkan tubuhnya. Mengangkat kedua tangannya. Ia menguap. Rasa kantuknya terasa sekarang. Setelah mendapat telepon dari Jung ahjussi. Jung min segera melajukan mobilnya cepat ke rumahnya. Dia mendapat kabar jika Hye na mendapatkan kontraksi hebat. Dia khawatir dengan anak yang berada dalam kandungan Hye na dan tentu saja ibunya, namun kini semuanya sudah membaik.

Dokter mengatakan itu hanya kontraksi karena tekanan yang didapat oleh Hye na. dan karenanya, Jung min mengetahui segalanya. Semalaman ia berjaga dihadapan Hye na.

Flashback

“ada apa sebenarnya Jung ahjussi…”tanya Jung min mengalihkan pandangannya menatap Jung ahjussi setelah keduanya mengantar kepergian dokter dari rumah peternakan Jung ahjussi.

Jung ahjussi terlihat diam ditempatnya, menatap Jung min sesaat dan kemudian melangkah kearah sofa tak jauh dari tempat dimana keduanya berada. “kami beradu mulut sebelumnya… dan sepertinya ahjussi mengatakan hal yang membuat Hye na tertekan… jadi… mianhe…”ujar ahjussi, menundukkan kepalanya menyesal.

Jung min diam, dia tidak pernah menatap kesedihan dan penyesalan sekaligus dimata Jung ahjussi. Jung min menghela napas panjang.

“jika boleh tahu… apa yang kalian ributkan sebenarnya…”

Jung ahjussi terlihat diam ditempatnya, menatap Jung min, menilai untuk mengambil keputusan, dan akhirnya…

“…nak… apa kau benar-benar akan menikahi Hye na…?”

“ne… tentu saja ahjussi… kau tidak merubah pikiranmu untuk memberikan restumu bukan…?”

“ahni… hanya saja…”

“ada apa ahjussi…”

“apa kau tidak akan menyesal…?”

Jung min diam, mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Jung ahjussi. Jung min terlihat menundukkan kepalanya lalu mengangkatnya, menatap Jung ahjussi dengan penuh keyakinan “… aku justru akan menyesal jika aku tidak menikah dengan Hye na ahjussi…”

Jung ahjussi tersenyum mendengar ucapan Jung min. “…aku… entah kapan aku menyadarinya… tapi ahjussi… aku mencintai Hye na…”aku Jung min, menatap Jung ahjussi dengan penuh keyakinan. Jung ahjussi tersenyum, kemudian perlahan menghela napas panjang.

“kalau begitu… kau patut mendengar ini… dan aku harap itu tidak akan mempengaruhi keputusanmu…”ujar Jung ahjussi

End of Flashback

“urrrggghh…” terdengar suara dari arah ranjang, dan lamunan Jung min buyar. Perlahan Hye na membuka matanya. Dengan segera Jung min melangkah mendekat dan duduk di pinggir ranjang, disisi Hye na “…Hye na…? gwenchana…? Apa ada yang sakit… kau tidak apa…?”tanya Jung min beruntun, sambil membantu Hye na untuk duduk dan bersandar diranjangnya.

“apa yang terjadi…?”tanya Hye na menatap Jung min bingung.

“semalam kau pingsan… tapi semuanya baik-baik saja sekarang…”

Hye na diam, menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya mengerti. “…dan…sejak kapan kau disini…?”

“semalam… Jung ahjussi menghubungiku setelah kau pingsan… apa ada yang terasa sakit…? Bagaimana perutmu…?”tanya Jung min lagi.

“gwenchana… sudah tidak sakit lagi…”

“bagus kalau begitu…”

Suasana hening. Keduanya terdiam ditempatnya, tidak tahu harus melakukan apa. Terasa sangat canggung, hingga…

“sarapan siaaaappp…”ujar Jung ahjussi yang tiba-tiba hadir di depan pintu kamar Hye na memanggil keduanya, namun secara tiba-tiba juga ia terdiam ditempatnya menatap keduanya dan tiba-tiba tersenyum tersungging diwajahnya.

“ahhh… teruskan saja…ahjussi tidak akan mengganggu…”ujar Jung ahjussi yang kemudian melangkah pergi meninggalkan keduanya yang masih terdiam ditempatnya. Jung ahjussi tersenyum ketika ia menutup pintu dibelakangnya.

“aku ingin makan…” ujar Hye na yang kemudian dengan cepat bangkit dari tempatnya dan melangkah cepat keluar dari kamarnya.

“aiihh… hati-hati…”ujar Jung min menatap kepergian Hye na miris. Hye na memalingkan wajahnya sesaat, menatap Jung min sedikit marah dan kesal sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya, meninggalkan Jung min

**********

“mau kemana…?”tanya Jung min menatap Hye na yang sudah siap dengan tasnya dan beberapa peralatan memanahnya.

Hye na diam, mengalihkan pandangannya menatap Jung min “…bukan urusanmu…”ujar Hye na, menatap Jung min tajam.

“tapi…”

“ahjussi… aku pergi…”ujar Hye na tanpa memperdulikan Jung min di hadapannya dan melangkah pergi meninggalkan Jung min.

“yya!! Mau kemana…?”ujar Jung min lagi, sambil menahan lengan Hye na menghentikan langkahnya. Hye na menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Jung min. Hye na menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya menarik lengannya dari cengkraman tangan Jung min “… bukan…”

“eehhheeemmm…”deham ahjussi tiba-tiba.

“…ini…” Hye na menghentikan kalimatnya, menatap Jung ahjussi, menyadari sesuatu. “ aku harus ke dojo…” lanjut Hye na yang segera memalingkan wajahnya.

“tapi kau…”

“aku-harus-ke-dojo… HARUS…”tekan Hye na, sambil menunjukkan senyum terpaksanya pada Jung min.

Jung min menatap Hye na dan kemudian membalikkan tubuhnya menatap Jung ahjussi di belakangnya “…kalau begitu ahjussi… aku juga akan pergi… aku antar Hye na dan kembali kekantor… ada beberapa yang harus aku urus…”ujar Jung min, mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang sudah melangkah pergi keluar dari rumah peternakannya.

Jung ahjussi tersenyum menatap keduanya.

“lepaskan…!!”ujar Hye na, menarik lepas lengannya dari cengkraman tangan Jung min.

“aku antar…”ujar Jung min menarik lengan Hye na, menghentikan langkahnya dan karenanya Hye na memalingkan wajahnya menatap Jung min.

“mwo?!?! Ahniyo… tidak perlu… aku bisa pergi sendiri”jawab Hye na, menarik lengannya lepas dari cengkraman Jung min dan mulai melangkah

“ahni… aku antar… sekarang masuk kedalam…”ujar Jung min menarik lengan Hye na dan membawanya masuk kedalam mobil kemudian mendudukkannya.

“akhhh!!”seru Hye na tiba-tiba, memegang perutnya erat.

Mendengar itu, Jung min kembali ketempat Hye na dan berjongkok di hadapannya “ah… gwenchana… kau tak apa bukan…?”ujar Jung min khawatir.

Hye na menatap Jung min tajam kesal “… kau harus lebih berhati-hati atau anak kesayanganmu ini akan celaka..”ujar Hye na ketus, menatap Jung min marah. “benar..kau hanya memikirkan anak yang ada didalam kandunganku saja…” batin Hye na.

“ahni…”jawab Jung min

“sudah masuklah… atau aku akan terlambat…”ujar Hye na, tidak ingin mendengar apapun lagi dari Jung min.

“tapi…”

“masuklah… atau aku akan keluar dan pergi tanpa tumpangan darimu…”

Jung min menundukkan wajahnya, dan melangkah perlahan ke sisi lain mobilnya dan kemudian duduk di belakang kemudinya. Hye na diam, menatap Jung min disisinya dan kemudian memalingkan wajahnya, tidak peduli dengan ekspresi diwajah Jung min.

*********

Matahari semakin meninggi. Kehangatannya sudah berubah.

“aku ingin bertemu dengan tuan Lee…”

“apa anda sudah memiliki janji…”

“ahni…”

“kalau begitu… anda tidak bisa menemuinya…”

Laki-laki itu diam, menatap wanita dihadapannya, tak lama senyum terlihat diwajahnya. “…sudah berapa lama anda bekerja…?”

Wanita dihadapannya hanya diam, menatap kesal laki-laki dihadapannya, seolah olah mengatakan jika itu semua bukan urusan laki-laki itu, dan tanpa memperdulikan laki-laki dihadapannya wanita itu kembali melanjutkan pekerjaannya, namun laki-laki dihadapannya tidak terlihat kesal atau melakukan apapun. Laki-laki itu hanya tersenyum menatap wanita dihadapannya dan perlahan memajukan tubuhnya, menatap lebih dekat wanita dihadapannya.

“… nona… kau akan menyesal…”ujar laki-laki itu sebelum akhirnya melangkah kearah pintu.

“ahhh.. tunggu tuan… anda tidak bisa…” namun terlambat, laki-laki itu sudah melangkah,
membuka pintu dihadapannya dan masuk.

“tuan…”panggil wanita itu lagi

Laki-laki itu diam ditempatnya, menatap Tuan Lee yang terlihat duduk dibelakang meja, tengah membaca sesuatu. “ada apa…”tanya Tuan Lee itu.

“dia…”ujar wanita itu terhenti. Tuan Lee itu diam, menatap laki-laki dihadapannya dan ia mengerti “… biarkan saja…. Silahkan anda keluar sekretaris Hyun…”

“baik pak…”

Kedua laki-laki itu terlihat diam ditempatnya, menunggu pintu besar itu tertutup, yang menandakan sekretaris Hyun sudah tidak ditempatnyalagi, dan setelah pintu tertutup, Tuan Lee itu tersenyum menatap laki-laki dihadapannya “…duduklah…”ujarnya

Laki-laki itu tersenyum, kemudian duduk dihadapan Tuan Lee itu.

“apa yang ingin kau katakan…?”tanya Tuan Lee itu, menatap serius laki-laki dihadapannya, dan laki-laki itu hanya tersenyum penuh kemenangan, karena berhasil melakukan dan mengetahui sesuatu.

Tak lama, hanya 15 menit berselang. Tuan lee terlihat bangkit dari tempatnya, menatap langit dari jendela ruang kerjanya. Laki-laki dihadapannya sudah pergi dengan meninggalkan sebuah berkas untuknya. Dan kini berkas itu ada di atas meja tepat dihadapannya.

“…”Tuan Lee terdiam sesaat menatap langit biru yang ditemani oleh matahari yang terang, sebelum tiba-tiba ia meremas kuat berkas ditangannya.
************

Hye na terlihat diam ditempatnya, menatap berkeliling mencari seseorang. Ya, saat itu Hye na memang tengah menunggu Jung ahjussi. Setelah selesai melatih anak-anak di dojo, Jung ahjussi meneleponya dan memintanya bertemnu, dan disinilah ia.

“dimana… kenapa Jung ahjussi lama sekali…”gumam Hye na. Tak lama Hye na terlihat diam menundukkan kepalanya. Ia benar-benar sudah mulai merasa bosan, hingga, tiba-tiba kursi di hadapannya ditarik menjauh dan seseorang duduk dihadapannya. Hye na tersenyum dan perlahan mengangkat kepalanya, “kenapa lam…”kalimat Hye na terhenti ketika mengetahui siapa yang berada dihadapannya, karenanya secara reflek, Hye na bangkit dari tempatnya, menatap laki-laki dihadapannya marah.

“duduk Hye na…”ujar laki-laki itu lirih. Hye na hanya diam dan tidak menggubris orang itu. Hye na melangkah pergi, namun…

“aku mohon… duduklah… kita harus bicara…”ujar laki-laki itu yang ternyata berhasil membuat beberapa orang yang terlihat mengenakan kemeja putih dan jas hitam, berdiri disekeliling Hye na, menghentikan langkah Hye na. Orang-orang itu, membuat Hye na berjalan kembali ketempatnya dan duduk dihadapan laki-laki itu.

Hye na diam, mendesah panjang dan melipat kedua tangannya didada, serta memalingkan wajahnya, tidak ingin menatap laki-laki dihadapannya.

Laki-laki itu tersenyum menatap Hye na yang duduk kembali dihadapannya. “Gwenchana…?”tanya laki-laki itu, dengan tatapan dan suara yang lembut. Hye na terlihat diam ditempatnya dan tidak menggubris pertanyaan laki-laki dihadapannya.

Ternyata sikap Hye na padanya tidak membuat laki-laki itu putus asa. Laki-laki itu terlihat tersenyum menatap Hye na.

“melihat keadaanmu… appa simpulkan kau baik-baik saja…”ujar laki-laki itu, dan kali ini ia berhasil membuat Hye na memalingkan wajahnya , menatap laki-laki itu, namun sayangnya terlihat lebih marah dari sebelumnya.

“…appa…? Sejak kapan kau menjadi seorang appa untukku…”jawab Hye na ketus.

Laki-laki dihadapannya terlihat diam, wajahnya menyiratkan keterkejutan yang sangat. Ia benar-benar shock mendengar perkataan Hye na.

“aku mohon nak…”

“cukup! Aku harus pergi!” ujar Hye na yang kemudian bangkit dari tempatnya dan akan beranjak pergi namun tiba-tiba, langkahnya terhenti kembali oleh orang-orang berjas hitam tadi.

“kali ini aku akan melawan tuan…”ujar Hye na, menghentikan langkahnya tanpa membalikkan tubuhnya. Hye na menatap laki-laki berjas hitam yang mengelilinginya tajam, penuh kemarahan.

Hye na diam, dan saat itu ia masig=h dapat mendengar desah pelan laki-laki yang duduk dibelakangnya. Tak lama, laki-laki berjas hitam yang menghalangi  Hye na mulai menyingkir dan memberikan jalan untuk Hye na, tetapi sesuatu membuat Hye na menghentikan langkahnya.

“aku dengar kau akan menikah nak… dan… ada seseorang yang lain yang berada di tubuhmu…”

Mendengar ucapan laki-laki itu, dengan cepat Hye na memalingkan wajahnya, menatap laki-laki itu terkejut “…bagai…” ujar Hye na tertahan. Hye na diam “…Jung ahjussi…”pikir Hye na bersamaan

“… Jung Ho bin… pamanmu tidak ada urusannya dengan ini… dia hanya membantuku merencanakan pertemuan ini…”jawab laki-laki itu, sekan dapat menebak apa yang berada di pikiran Hye na.

“…” Hye na diam sesaat, menatap tajam laki-laki dihadapannya, kemudian… “…apa yang anda inginkan…”

Laki-laki itu tersenyum menatap Hye na “… kau akan menikah dengan laki-laki pilihanku…”ujar laki-laki itu. “ini semua untuk kehidupanmu dan cucuku…”tambah laki-laki itu.

Hye na diam ditempatnya, tak lama terdengar tawa yang dipaksakan karena kemarahan yang meraja dihati Hye na “… sejak kapan kau mulai memperhatikan aku dan hidupku…”ujar Hye na

Laki-laki itu hanya diam ditempatnya, menatap Hye na. Hye na menyadari dan cukup tahu, laki-laki dihadapannya benar-benar serius dan mungkin akan memaksa Hye na melakukan apa yang ia inginkan.  Hye na melangkah pergi, namun langkahnya terhenti “…Lee Hye na…”panggil laki-laki itu. Hye na menghentikan langkahnya, kemudian membalikkan tubuhnya, menatap laki-laki itu.

Hye na diam. “tidak ada lagi Lee Hye na tuan… dan… apapun yang anda lakukan… tidak akan mengubah pendirianku… orang yang akan kunikahi adalah Goo Jung min… dan hanya dia… sekali saja kau mencampuri hidupku… kau akan melihatku mati Tuan Lee” ancam Hye na, menatap Tuan Lee tajam. Tuan Lee terlihat terkejut ditempatnya “…apa anda belum cukup puas dengan yang anda lakukan pada ibuku?!?!” tambah Hye na lagi yang kali ini berhasil membuat laki-laki dihadapannya diam, membisu, penuh penyesalan serta keterkejutan. “…jika ia… lakukan apa yang anda inginkan… dan dapatkan tubuhku tak bernyawa sebagai hadiahnya…”ujar Hye na yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Tuan Lee dan semua orang dengan jas hitam disekelilingnya.

Tuan Lee terlihat diam ditempatnya, menatap kepergian Hye na. ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dan ia menyadari, hati Hye na belum terbuka untuknya. Dendam yang ia dapatkan saat ia kecil masih basah dan mengeluarkan darah.

Flashback

Malam gelap. Hujan deras disertai petir yang menyambar. Terlihat seorang laki-laki yang terlihat sibuk ditempatnya dengan berbagai macam berkas yang terbuka di hadapannya. Hanya beberapa saat kesibukannya yang serius terpecah oleh dering telepon.

“halo… ada apa Hye na… appa sibuk… tolong jangan hubungi appa dulu…”

“appa harus pulang…”

“memang ada apa…?”

“pulanglah appa… aku dan omma membutuhkanmu…”

“tapi appa sibuk… sudahlah… jangan menelepon lagi, jika tidak ada yang penting…”

“apa kami berdua tidak lebih penting dari pekerjaanmu…?”

Tuan Lee terlihat diam ditempatnya. Ia memikirkan jawaban “…ne.. pekerjaan lebih penting…”jawab Tuan Lee yang kemudian menutup teleponnya. Membuat Hye na diam ditempatnya. Terkejut dengan jawaban sang ayah.

Tak lama, Tuan Lee terlihat diam ditempatnya, ia menyadari sesuatu  “ Tuan Kim… apa terjadi sesuatu dengan anak dan istriku…”ujar Tuan Lee melalui telepon diruangannya.

“tidak ada tuan… semuanya baik… tidak ada yang buruk yang terjadi… aku juga sudah menempatkan beberapa orangku disana… anda tenang saja…”

Tuan Lee terlihat menghela napas lega “…baiklah kalau begitu… terima kasih banyak pak Kim…”ujar tuan Lee. Tak lama sambungan terputus. Tuan Lee terlihat kembali dengan pekerjaannya namun perasaannya menyita seluruh pikirannya. Perasaannya kacau saat itu, dan ia tidak tahu apa yang membuatnya seperti ini.

“ada apa…”gumam Tuan Lee sambil menyentuh dadanya pelan, menekannya. Dadanya terasa sesak saat itu dan itu yang membuatnya memiliki pemikiran buruk. Dan tak lama jawaban itu muncul. Dering telepon terdengar. Tuan Lee terlihat ragu untuk mengangkatnya, namun ia harus…

“yobseyo…ada apa pak Kim”

“Tuan Lee… mianhe… seseorang melepon…”

“ada apa pak Kim…”

“mianhe Tuan Lee… maafkan saya…”

“ada apa… katakan dengan jelas… jangan berputar-putar…”

“mianhe…”ujar pak Kim lagi yang terdengar sedih

“…mianhe… agashi dan nyonya…”

“…”tuan Lee diam sesaat. Debaran jantungnya terasa lebih keras saat itu, dan ia merasakan dadanya lebih sesak dari sebelumnya “…ada apa dengan mereka…?”

“mereka… mengalami kecelakaan mobil…”ujar pak Kim

“MWO?!?!”

“sekarang keduanya berada di rumah sakit…”ujar pak Kim. Mendengar itu, Tuan Lee terlihat bergegas meninggalkan semuanya dan berlari keluar dari ruangannya.

End Of Flashback

Tuan Lee menundukkan kepalanya, tidak mampu menahan rasa sedihnya “…mianhe Soo Yoon-ah…”

END
« Last Edit: April 18, 2012, 03:00:37 am by ai_yuki »

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
thank you sis ai udah update..  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

sepertinya Hye Na sudah mulai sedikitttttt terenyuh ya sama prilaku jung min..  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

arghhh!! tidak sista,hye na suka sam min woo ya...??  [wacko] [wacko]

jadinya dia membalas kecemburuannya dengan manfaatin jung min gitu..ckckckck...poor jung min,  [chin] [chin] [chin]


Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
thank you sis ai udah update..  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

sepertinya Hye Na sudah mulai sedikitttttt terenyuh ya sama prilaku jung min..  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

arghhh!! tidak sista,hye na suka sam min woo ya...??  [wacko] [wacko]

jadinya dia membalas kecemburuannya dengan manfaatin jung min gitu..ckckckck...poor jung min,  [chin] [chin] [chin]



thank u buat komentnya sis.. [hug] [hug]

ai belum sebutin apa yang terjadi antara MIn woo ma Hye na...?  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] bisa jadi membalas kecemburuan... bisa jadi enggak  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] *di  [guns] [guns] [guns] ma sista mary* mulai chapter ini sist... ai buka semuanya... semua alasan kenapa Hye na, kenapa Jung min, kenapa MIn woo  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
woooowowwowwowwo
udah  updeteeeeeeeeeeeeeee
wah wah ]tuan lee emang keterlaluan yeee
jung min hye na mo nikah asikkkkkkkkkkkkk
trimakasih updetanya kakak [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]
bikin mereka saling suka donggg biar kalo dah nikah ndak berantem muluuuu

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
woooowowwowwowwo
udah  updeteeeeeeeeeeeeeee
wah wah ]tuan lee emang keterlaluan yeee
jung min hye na mo nikah asikkkkkkkkkkkkk
trimakasih updetanya kakak [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]
bikin mereka saling suka donggg biar kalo dah nikah ndak berantem muluuuu

thank u sista... pasti ada saatnya untuk mereka suka kok sist... tapi untuk Hye na harus pelan-pelan sist... dia agak sulit untuk percaya ma orang... [heh] [heh]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
makasih updatenya  [lovestruck] ,maaf ya baru comen  [hmpfh] , jadi jung min itu sebenarnya adalah pilihan appanya hyena buat jadi pendamping hyena  [dry] ,hye na dan jung min sama" punya permasalahan dengan appanya  [dry] dan kedua orang tua mereka mengatur perjodohan tapi..sebelum itu terjadi mereka sudah di pertemukan  [lovestruck] , sebenarnya wajar aja hye na marah sama ayahnya karna perkataan appnya itu ,makanya dia menaruh dendam sama appanya , kalau jung min  [chin] ada apa dia dan orang tuanya  [dry] , tadinya aku menyangka kalau hye na tidak ada perasaan apa " sama min wo , aku cuma berpikir kalau cuma Min wo yang ada perasaan sama hye na  [love eyes] , nextnya mereka nikahkan  [drool] perhatian jung min ke hyena  [huglove] apa tidak bisa membuat hati hye na melunak setidaknya bersikap lembut lah setiap kali ada jung min  [hug]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
makasih updatenya  [lovestruck] ,maaf ya baru comen  [hmpfh] , jadi jung min itu sebenarnya adalah pilihan appanya hyena buat jadi pendamping hyena  [dry] ,hye na dan jung min sama" punya permasalahan dengan appanya  [dry] dan kedua orang tua mereka mengatur perjodohan tapi..sebelum itu terjadi mereka sudah di pertemukan  [lovestruck] , sebenarnya wajar aja hye na marah sama ayahnya karna perkataan appnya itu ,makanya dia menaruh dendam sama appanya , kalau jung min  [chin] ada apa dia dan orang tuanya  [dry] , tadinya aku menyangka kalau hye na tidak ada perasaan apa " sama min wo , aku cuma berpikir kalau cuma Min wo yang ada perasaan sama hye na  [love eyes] , nextnya mereka nikahkan  [drool] perhatian jung min ke hyena  [huglove] apa tidak bisa membuat hati hye na melunak setidaknya bersikap lembut lah setiap kali ada jung min  [hug]

terima kasih juga say udah sempetin baca plus kasih komennya  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

klo tentang laki-laki pilihan appanya, bisa ai bilang enggak sist... appa Hye na malah gak setuju klo Hye na ma Jung min... apa Hye na punya alasan kenapa dia ngelarang Hye na ma Jung min...
yup... betulllll sekali... karena sikap appa Hye na, Hye na punya banyak alasan buat gak suka atau dendam ma appa Hye na...
klo Min woo, dia cuma anggap Hye na sebagai adik, Hye na aja yang ke geer an... di chapter awal ai udah nyebutin klo Hye na sedang nunggu seseorang tapi terus lihat orang itu ma orang lain.... bisa dibilang itu Min woo  [hmff] [hmff] [hmff]

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
kak ai.yuki..lanjut lah kak...hyena, goo jung min jg g akn mgkin tega nyakitn kamu. menikahlah. xixi

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
kak ai.yuki..lanjut lah kak...hyena, goo jung min jg g akn mgkin tega nyakitn kamu. menikahlah. xixi

terima kasih sudah baca plus komentnya say  [hug] [hug] [hug] [hug]
yup...diusahakan cepet sis... Hye na juga gak ada pilihan lain, apalagi ayahnya sekarang udah tahu, kalau Hye na gak nikah, pilihan keduanya ya kabur tanpa jejak... ayahnya bakal ngejar-ngejar Hye na terus untuk nikah  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

terima kasih untuk dukungannya ya say  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline Yunie

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • Your smile is happiness
    • View Profile
Ternyata dah di update.
Yee... Akhirnya Hye na mw jga nikah ma Jung min.
Cpat2 nikahkan mreka ya Aii biar byak moment minsun ny...
MINSUN COUPLE FOREVER
MINSUNSHIPPER FIGHTING

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
untuk short ini... ai usahakan malam ini...

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Makasih eon..
Ditunggu