Author Topic: You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012)  (Read 17311 times)

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
gue pikirannya sama kalo jadi hyena soal jungmin yang lebih sayang ma anaknya,apalagi kondisi hyena yang pasti lagi sensitif whistling whistling.
tapi salut deh buat jungmin yang sayang banget ma calon anaknya padahal anak itu gak direncanakan sama sekali [hmpfh] [hmpfh].makanya bikin hyena ngerti dong kalo jungmin juga sayang ma dia.
btw thx ya dah update [smiley-gen013] [smiley-gen013] makasi juga ga telantarin ff nya. [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
[/size][/color][/b]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
gue pikirannya sama kalo jadi hyena soal jungmin yang lebih sayang ma anaknya,apalagi kondisi hyena yang pasti lagi sensitif whistling whistling.
tapi salut deh buat jungmin yang sayang banget ma calon anaknya padahal anak itu gak direncanakan sama sekali [hmpfh] [hmpfh].makanya bikin hyena ngerti dong kalo jungmin juga sayang ma dia.
btw thx ya dah update [smiley-gen013] [smiley-gen013] makasi juga ga telantarin ff nya. [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

sebelumnya terima kasih juga untuk komentnya sist  [cheekkiss] [cheekkiss]
yup... pikiran Hye na lagi sensitif banget, kadang yang bermaksud baik, malah dianggap Hye na lain  [heh] [heh]

ya... pasti ada saatnya akhirnya Hye na ngerti perasaan Jung min sebenernya...

wuuuahhh... gak bermaksud menelantarkan kok sist... cuma butuh waktu untuk dapet inspirasi  [lovestruck] [lovestruck] mianhe... inspirasi ai kadang dateng kadang enggak, kadang ngadat, kadang juga bisa berubah yang akhirnya bikin ai harus ulang lagi dari awal *curcol nieh ceritanya * jadinya mungkin terlalu lama baru bisa update... mianhe... diusahakan gak akan menelantarkan kok...  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mianhe... terlalu lama updatenya... [biggrin] [biggrin]
semoga suka  [bored]  [cheekkiss] [cheekkiss] [bye]

Chapter 4 part 2

Matahari pagi mulai menjelma, menyinari sebagian bumi, memberikan warna bagi semua orang, namun tidak bagi seseorang yang terlihat diam didepan cermin, melamun, menundukkan kepalanya.

“kau sudah siap nak…”tanya Jung ahjussi tiba-tiba, menatap Hye na yang mengalihkan pandangannya menatap Jung ahjussi yang terpantul di cermin, tersenyum “…siap tidak siap ahjussi…”

Jung ahjussi terlihat diam sesaat ditempatnya menatap Hye na “…pernikahan itu sacral nak… banyak orang yang akan mendoakan kebahagianmu… tapi jika kau tidak bahagia…”

“aku bahagia ahjussi..”putus Hye na, menatap Jung ahjussi tersenyum

Jung ahjussi melangkah mendekat, masih menatap Hye na lembut kemudian menhela napas panjang “…ahjussi benar-benar terkejut saat kau meminta ahjussi untuk pulang kemarin karena rencana pernikahanmu ini…”

Hye na terlihat hanya diam, mendengar ucapan Jung ahjussi, membuat Jung ahjussi menaydari sesuatu.

“…kau terlihat murung… ada apa…?”ujar Jung ahjussi, menatap Hye na, diam, menunggu. Hye na menatap Jung ahjussi diam, kemudian terlihat menunjukkan senyumnya tipis “ahniyo… hanya… gugup…”ujar Hye na yang kemudian bangkit dari tempatnya dan menatap cermin yang memantulkan dirinya.

“…semua ini… akan terasa menyenangkan jika ommamu juga berada disini… menasehatimu sebelum kau masuk kehidupanmu yang baru…”ujar Jung ahjussi tiba-tiba, dan juga membuat Hye na diam, menundukkan kepalanya “…ne… juga membantuku berdandan…”tambah Hye na semakin bersedih.

Jung ahjussi diam ditempatnya, menatap Hye na, ia mengerti kesedihan dihati Hye na, dan ia juga tidak memungkirinya. “..ahh… sudahlah… bagaimanapun ini hari yang membahagiakan… jadi kau harus tersenyum…”ujar Jung ahjussi, menatap Hye na sedikit khawatir.

Hye na diam ditempatnya masih menundukkan kepalanya “…omma pasti sedih dengan pernikahan ini…”batin Hye na, dan seakan mengerti apa yang ada dipikiran Hye na, Jung ahjussi menatap Hye na serius “… ahjussi harap kau benar-benar tulus dengan pernikahan ini…”ujar Jung ahjussi tiba-tiba, menatap Hye na

Hye na mengalihkan pandangannya, kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Jung ahjussi, terkejut dengan ucapan Jung ahjussi. Jung ahjussi terlihat tersenyum, menatap Hye na kemudian membawanya masuk kedalam pelukannya.

“aku harap kau bahagia nak…”ujar Jung ahjussi lagi, membuat Hye na semakin erat masuk kedalam pelukannya.

“gomawo ahjussi…”

“bagus… sekarang bersiaplah… acaranya akan segera dimulai…”

“ne…”

Tak lama acara itu dimulai. Pernikahan antara seorang Lee Jung min dan Jung Hye na. Semuanya terlihat sudah dipersiapkan dengan baik, walaupun hanya dalam waktu satu malam, namun segalanya terlihat matang.

Hanya sedikit tamu yang diundang, namun tempat itu terlihat penuh, banyak pekerja peternakan Hye na dan Jung min yang datang dengan senang hati tanpa undangan dan tidak memberikan apapun, hanya sebuah doa kebahagiaan untuk keduanya. Mereka sangat senang dengan kabar pernikahan itu, tidak hanya karena terjalinnya hubungan antara peternakan mereka tapi juga harapan adanya perubahan dari seorang Lee Jung min. Ya, mereka harap dengan pernikahan dan kebahagian yang didapat, tidak akan ada lagi masalah diantara pekerja dan bos, seperti yang lalu.

Pernikahan sederhana itu di lakukan di padang peternakan Hye na. Padang rumput itu cukup untuk menampung lebih dari 1000 orang dan tanpa penataan yang rumit dan hanya membutuhkan persiapan yang dapat dilakukan dalam satu malam, pernikahan itu dapat dilangsungkan.

Semua orang dapat menyaksikan upacara pernikahan yang sakral dari manapun mereka berada. Dari pohon yang mengelilingi peternakan, bilik kuda, padang rumput kuda atau dimanapun semua orang berada, akan menyempatkan dirinya untuk melihat upacara pernikahan itu, karena dilakukan di halaman terbuka dengan beberapa kuda yang berlari di padang rumput berpagar yang membatasi antara tempat upacara dengan padang rumput dimana mereka bisa berlarian bebas.

Hye na memang menginginkan pernikahannya dilakukan di peternakannya, selain untuk mempermudah dalam menyiapkan upacaranya, Hye na juga ingin semua kuda kesayangannya termasuk Hiro dapat melihat dirinya menikah, Hye na juga ingin sang ibu menemaninya, walaupun Hye na tahu ibunya tidak ada namun dengan dia berada di peternakan itu, hatinya dapat merasa tenang karena ia yakin sang ibu ada bersamanya.

**********

Hye na menghela napas ketika semua upacara sudah selesai dan kini ia berada di salah satu bukit padang rumput tempat dimana kuda-kudanya dilepas untuk berlari dan merumput. Disentuhnya dahi Hiro, tersenyum “…aku sudah melakukannya Hiro… apa kau senang sekarang…”ujar Hye na, menatap Hiro.

Hiro terlihat diam, menatap Hye na sesaat kemudian kembali merumput tak jauh dari tempat Hye na berada. Hye na diam, menatap Hiro, melamun, sampai tiba-tiba seseorang datang dan berhasil membuatnya terkejut.

“YYA!! Apa yang kau lakukan… kau mengejutkanku…”ujar Hye na kesal, menatap orang itu.

“mianhe…”jawab orang itu. Hye na diam menatap orang itu kesal kemudian kembali mengalihkan pandangannya pada Hiro yang terlihat mulai berlari meninggalkan Hye na untuk berkumpul bersama kawanannya. Hye na menatap Hiro sesaat sebelum akhirnya ia beranjak dari tempatnya dan pergi.

“mau kemana…?”

“ganti pakaian…”

“tapi kau terlihat sangat cantik dengan pakaian itu…”seru orang itu keras dan membuat para pekerja yang tengah melakukan tugasnya tersenyum simpul menatap keduanya.

“auuushhh… aku tidak suka dengan pakaian seperti ini… membatasi gerak…”keluh Hye na yang semakin mempercepat langkahnya meninggalkan orang gila yang kini mengikuti langkahnya

*********

Hye na masuk kekamarnya dan dengan cepat Hye na menutup pintu dibelakanganya, tepat diwajah Jung min yang saat itu berusaha akan masuk kekamar Hye na.
“buka Hye na…”ujar Jung min, menatap pintu dihadapannya

“ahni…”

“tapi kita sudah menikah… biar aku bantu…”

“ahni… tak perlu… aku bisa melakukannya sendiri…”

“yya…”

“tunggu diluar… jika kau berani masuk… kubunuh kau…”ancam Hye na, menatap pintu dihadapannya serius. Hye na terdiam, Jung min pun terlihat diam. Keduanya saling menatap pintu dihadapan keduanya, seakan keduanya dapat melihat menembus pintu yang membatasi keduanya.

Jung min diam, menghela napas panjang, menatap pintu dihadapannya sesaat “…baiklah… aku akan menyiapkan makan siang bersama Jung ahjussi jika sudah selesai keluarlah…”ujar Jung min yang kemudian pergi meninggalkan Hye na di ruangannya.

Hampir 1 setengah jam kemudian…

“apa sudah selesai…? Aku sudah menyiapkan makan siang untukmu…”ujar Jung min tiba-tiba, masih menatap pintu dihadapannya namun kini diselingin oleh ketukan di pintu itu.

Tidak terdengar jawaban dari dalam, Jung min diam, ia menempelkan telinganya perlahan dipintu untuk dapat mendengarkan apa yang terjadi di dalam.

“Hye na…”panggil Jung min lagi, menunggu, namun lagi-lagi tidak terdengar jawaban dari dalam, Jung min curiga “…Hye na…”panggil Jung min lagi, dan tetap saja tidak terdengar jawaban. Jung min merasa takut. Perlahan Jung min mencoba membuka pintu dihadapannya yang ternyata tidak diduganya, pintu itu tidak terkunci. Jung min melangkah masuk.

“Hye na…”panggil Jung min lagi, dan tetap saja tidak terdengar jawaban, hingga Jung min tahu mengapa…

“ahhh…”desah Jung min tersenyum, menatap seseorang yang dicintainya ternyata terlelap dalam mimpinya di ranjang dengan pakaian yang masih seperti sebelumnya. Hye na belum mengganti gaun pernikahannya dengan baju yang lebih baik untuk tidurnya.

“kau belum mengganti pakaianmu… tapi kau tertidur sangat lelap…”ujar Jung min lirih, menatap Hye na lembut. Jung min mengangkat tangannya pelan dan mencoba untuk mengusap pelan kening Hye na, menyingkap rambut halus yang menutupi wajah malaikatnya.

“kau benar-benar sangat cantik…”ujar Jung min “…dan kau terlihat sangat lelah…”tambah Jung min lagi, tersenyum. Jung min mendesah pelan. “…Hye na…”panggil Jung min mencoba membangunkan. “…ayo kita makan…”ajak Jung min, yang tidak terdengar jawaban dari Hye na. Hye na malah semakin terlelap dengan senyum yang terkembang diwajahnya yang terlelap.

Jung min tersenyum menatap senyum di wajah Hye na “…jika ingin tidur… baiknya kau melepaskan gaunmu dulu…”ujar lirih Jung min tersenyum. Jung min terdiam ditempatnya menatap Hye na lembut dan sesuatu yang muncul di pikirannya membuatnya tersenyum lebih lebar, menatap Hye na

“…baiklah…”tambah Jung min yang kemudian bangkit dari tempatnya dan menatap Hye na sesaat, kemudian perlahan mulai menarik zipper gaun Hye na yang berada di bagian punggung Hye na.

*********

Hye na bangkit tiba-tiba dari tidurnya. Ingatannya akan sesuatu membuatnya segera bangkit dan menatap sekelilingnya.

“ahhh…”desah Hye na, menenangkan dirinya “…sepertinya hanya mimpi…”ujar Hye na kemudian. Hye na menatap sekelilingnya sesaat lagi, kemudian menyibakkan selimutnya dan betapa terkejutnya ia ketika ia menyadari sesuatu.

“AKKHHHHH!!!!”seru Hye na tiba-tiba

Matahari sudah tenggelam hari itu, malam telah menjelma dan sudah berlalu beberapa jam yang lalu. Hye na terlihat membelalakkan matanya menatap sesuatu yang tidak ia sangka. Dengan cepat Hye na menyelimuti tubuhnya kembali, menutupi tubuhnya hingga menutupi lehernya.

“apa yang kau lakukan… kenapa berteriak seperti itu…”ujar seseorang tiba-tiba yang karena teriakan Hye na ia bangkit dari tempatnya, menatap Hye na, malas masih mengantuk.

“ha…harusnya aku yang bertanya… apa yang kau lakukan di…” Hye na menyapu ruangan itu lagi, dan menyadarinya “…ini kamarku…”seru Hye na.

“yya… tapi kita sudah menikah… jadi wajar bukan kalau kita tidur satu ranjang…” terang Jung min, menatap Hye na.

“MWO?!?!?”

“ne…”

“ahniyo…”

“ne…”

“ahniyo…”

“ne… “

“ANTWEEEEEEE!!!”seru Hye na yang kemudian bangkit dari tempatnya dan masih menyelimuti dirinya dengan selimut, Hye na beranjak bangkit, menatap Jung min kesal. “YYA!!! Jangan…”seru Jung min yang juga bangkit dari tempatnya, dan tiba-tiba… “AKKKHHHH!!!”seru Hye na tiba-tiba, terjatuh, yang dengan segera ditangkap oleh Jung min yang tentu saja berakhir di pelukan Jung min, karena tanpa sengaja Jung min menginjak selimut yang dikenakan Hye na, membuat Hye na terjatuh.

 “akhhh…”keluh Jung min, menahan sakit dirusuknya, menopang tubuh Hye na “…gwenchana…?”tanya Jung min, menatap Hye na yang rebah diatas tubuhnya. Hye na menatap Jung min, dengan posisi yang sangat dekat, dan ternyata berhasil membuat debaran jantung Hye na semakin cepat.

“ahniyo… gwenchana…”jawab Hye na yang segera bangkit dari pelukan Jung min dan melangkah menjauh darinya. Keduanya kini terdiam ditempatnya, salah tingkah, tidak berani saling pandang, hingga…

“YYA!!!”seru Jung min ketika keduanya sudah bangkit dari tempatnya, saling diam dan kini keduanya saling menatap “…jangan lakukan hal seperti itu lagi!!! Kau akan membahayakan anak kita!!! Kau…!!!”

“AUUUSHHHHH!!! Diam!!!”seru Hye na, menghentikan kalimat Jung min, kesal dengan apapun yang akan dikatakan oleh laki-laki dihadapannya itu. Jung min terkejut dan juga merasa takut dengan seruan perempuan dihadapannya. Hye na diam, menghela napas, mencoba menenangkan dirinya.

Jung min terlihat diam ditempatnya, menatap marah Hye na, karena sudah memotog ucapannya “…berhentilah mengatakan itu padaku…”ujar Hye na lirih,

“mwo…?!?” Jung min diam, perkataan Hye na hanya terdengar samar ditelinganya “berhentilah… jangan katakan apapun tentang anak atau apapun… aku sudah…”

“apa maksudmu…?”

“cukup…”ujar Hye na yang kemudian mengangkat wajahnya menatap Jung min yang berdiri diam, bingung dihadapan Hye na. Hye na menatapnya, keduanya saling menatap, namun dengan pancaran yang berbeda.

Hye na menarik napas panjang dan berdeham “…baiklah… kita memang sudah menikah… tapi satu hal Lee Jung min-ssi… aku melakukannya hanya karena orang itu dan karena anak ini…”ujar Hye na, menatap Jung min serius. Jung min diam ditempatnya menatap Hye na terkejut namun ia berusaha untuk tidak menunjukkannya, dan hanya diam, menatap Hye na “siapa yang kau maksud orang…”

“kau tahu siapa yang aku maksud… aku hanya tidak ingin anak ini memiliki takdir yang berbeda… aku tidak ingin anak ini memiliki ayah yang berbeda… aku hanya ingin… aku tahu bagaimana rasanya, dan aku tidak ingin itu terulang lagi… selain itu…” Hye na menghentikan ucapannya sesaat.

“aku tidak ingin berurusan dengan laki-laki itu lagi… aku sama sekali tidak ingin berhubungan dengan laki-laki itu…”ujar Hye na

“jadi…”lanjut Hye na “…kita tidak akan pernah melakukan apapun, dan aku juga tidak akan mencampuri urusanmu… jadi…”

“jadi pernikahan kita ini…”Jung min menghentikan ucapannya

“ne… tentu saja kita bisa tidur satu ranjang, tapi tidak akan pernah terjadi apapun…”ujar Hye na, seakan mengerti apa yang dimaksud Jung min. Hye na diam, menatap Jung min serius. Jung min diam, ditempatnya, kesedihan menghampirinya sekarang. Dia pikir Hye na benar-benar menginginkan pernikahan itu, tapi nyatanya… “baiklah… terserahmu saja…” ujar Jung min kemudian, lemas, menundukkan kepalanya. Sesuatu yang berbeda mulai merasuk dihatinya, perlahan, namun tidak menggantikan kehangatan yang ia rasakan dihatinya.

**********

“selamat pagi…”sapa Jung ahjussi, menghampiri Hye na yang telah duduk di tempatnya, menunggu sarapan yang dibuatkan oleh Jung min.

“ahhh… Jung ahjussi…”

“yya… kenapa bukan kau yang masak…”tegur Jung ahjussi

“ahni… kau tau aku tidak bisa melakukan itu…”ujar Hye na, tersenyum menatap Jung ahjussi “…lagipula Jung min senang melakukannya…” ujar Hye na, yang kemudian menatap Jung min yang datang, meletakkan sarapan mereka di meja, “iya bukan… sayang…”ujar Hye na, tersenyum dan terlihat dipaksakan.

“ahhh… ne sayang…”ujar Jung min, menatap Hye na tersenyum dan tiba-tiba memberikan sebuah kecupan singkat di bibir Hye na yang membuat Hye na dan Jung ahjussi diam menatap Jung min, tidak percaya. Jung ahjussi tersenyum menatap kedua pengantin baru itu.

“ahhh… seperti ahjussi hanya akan mengganggu kalian…”ujar Jung ahjussi yang kemudian bangkit dari tempatnya, menatap kedua pengantin baru itu tersenyum sesaat  “ahhh… kenapa kalian tidak mengambil bulan madu kalian…”ujar Jung ahjussi, tersenyum menatap Hye na dan Jung min

“ahni…!!!”seru Hye na tiba-tiba, menatap Jung min, meminta sebuah dukungan. Jung ahjussi diam ditempatnya menatap Hye na, mencari sebuah alasan dari penolakan Hye na “…ahhh… ahjussi… apa kau lupa dengan bayi dalam kandunganku… aku dan Jung min tidak mungkin…”

“ahhh… ahjussi lupa… ne… tentu saja… bulan madu bisa ditunda kapanpun… yang penting kalian berdua tidak ada masalah dalam pernikahan ini…”

Jung min diam, menundukkan kepalanya mendengar ucapan Jung ahjussi “…semuanya baik Jung min…”tanya Jung ahjussi ketika menyadari sesuatu yang salah dari Jung min

“ahhh… ne.. tentu saja Jung ahjussi semuanya baik… tidak ada masalah…”jawab Jung min mencoba tersenyum, menatap Jung ahjussi meyakinkannya. Hye na terdiam, menatap Jung min sesaat, terlihat kesedihan disana, dan Hye na menyadarinya, taoi tu harus ia lakukan. Ia tidak punya pilihan lain dan Hye na yakin Jung min juga sama seperti dirinya, tidak mencintai, namun ia harus mencintai, tapi… Pikiran Hye na melayang, Hye na terdiam ditempatnya, ia belum mengerti sesuatu, sesuatu yang mungkin akan bertambah besar seiring berlalunya waktu. Hye na mencoba menghilangkan pikiran itu dari kepalanya dan terdiam, kemudian kembali menatap Jung min diam dan setelahnya ia menundukkan kepalanya,

“bagus kalau begitu… aku harus melakukan sesuatu dengan peternakan… lakukan apa saja yang kalian inginkan…”ujar Jung ahjussi meninggalkan keduanya dalam diam. Hye na diam sesaat, kemudian perlahan melirik laki-laki disisinya. “…ayo sarapan…”ujar Hye na kemudian, memecah keheningan diantara keduanya.

“ahh… ne…”ujar Jung min tersenyum dan kemudian duduk dihadapan Hye na

**********

Waktu berlalu cepat, matahari mulai meninggi, namun sama sekali tidak menyurutkan semangat Jung min untuk memeriksa semua pekerjaannya dan menyelesaikannya dengan cepat. Hari itu, ia dan Hye na memiliki sebuah janji dengan dokter yang akan memeriksa kandungan Hye na secara rutin, dan tentu saja hal itu dilakukan di rumah sakit, tempat yang sampai sekarang Jung min belum tahu alasan kenapa Hye na sangat membencinya.

“gwenchana…?”tanya pak Jang tiba-tiba, membuat Jung min mengalihkan pandangannya sesaat dari berkas ditangannya, menatap pak Jang

“ahhh… ne… apa masih ada berkas yang lain…?”tanya Jung min menunjuk beberapa berkas di meja, dihadapannya kemudian mengalihkannya menatap pak Jang sesaat sebelum akhirnya ia melanjutkan memeriksa kembali.



“…ahhh… itu…”ujar pak Jang yang mengarahkan pandangannya pada meja besar ruangan tersebut tak jauh dari tempat Jung min. Jung min menatap semua tumpukan dokumen di meja besar ruangannya dan setelah menyadarinya tiba-tiba ia jatuh terduduk di kursinya, membenamkan kepalanya di meja dihadapannya.

“ahhhhh…”keluh Jung min

“doronim…”panggil pak Jang

“tak apa pak Jang… setelah semua ini selesai, tolong bawa kemari yang tersisa… dan ingatkan aku pukul 3 sore nanti aku harus menjemput Hye na…”ujar Jung min

“mwo…? Hye na agashi…”

“ne… ada yang harus kami lakukan…”

Pak Jang tersenyum sesaat ditempatnya menatap tuan mudanya “…ne doronim…”jawab pak Jang akhirnya. Jung min menghela napas pelan sebelum akhirnya ia melepaskan jas dan mengendurkan dasi yang dikenakannya, mencoba mengurangi beban tubuhnya, namun semuanya sama saja, hal itu tidak membawa pengaruh apapun untuk dirinya.

Pak Jang diam ditempatnya menatap tuan mudanya, ia sedikit bingung dengan apa yang terjadi dengan tuan mudanya itu. Pertama perubahan dirinya dengan senyum yang terkadang terbentuk diwajahnya dan kedua pernikahannya yang dilakukan dengan tiba-tiba yang secara diam-diam ia beritahu pada ayah tuan mudanya itu. Walaupun tuan mudanya sudah mengancam jangan memberitahukan pada ayahnya, tapi pak Jang tidak mampu menyembunyikan apapun dari tuan Goo.

“apa ini sudah seluruhnya…?”tanya Jung min tiba-tiba

“ahh…” pak Jang diam, mengalihkan pandangannya menatap meja besar di tengah ruangan itu “…ne… sudah seluruhnya doronim…”“jam berapa sekarang…?”tanya Jung min menatap pak Jang sesaat dan kemudian akhirnya melepaskan dasinya yang semula ia kendurkan.

“pukul 14.30, anda masih memiliki setengah jam lagi doronim…”

“bagus… aku akan pergi, batalkan semua rapat di jam 3 dan seterusnya, karena aku tidak akan kembali ke kantor lagi… aku harus meluangkan waktu ku sekarang untuk istriku…”ujar Jung min menatap pak Jang tersenyum.

Pak Jang terdiam sesaat ditempatnya menatap Jung min dengan berjuta pertanyaan yang tidak ia lontarkan dan penuh arti “…ahh… ne… akan saya lakukan…”

“baiklah… aku pergi pak Jang…”ujar Hye na sambil membawa jasnya yang ia sampirkan dipundaknya dan dengan santai ia melangkah keluar dari ruangannya, namun baru beberapa langkah ia keluar dari ruangannya tiba-tiba telepon di meja sekretarisnya berdering. Seketika Jung min menghentikan langkahnya, ditatapnya sang sekretaris yang diam ditempatnya, menatap Jung min, menunggu perintah “…apa yang kau lakukan… cepat angkat”ujar Jung min menatap sang sekretaris yang kemudian segera mengangkat telepon di mejanya.

“siapa…?”tanya Jung min

“…dia bilang tuan Lee…”ujar sang sekretaris yang menatap Jung min takut-takut

“tuan Lee…?”

“ne… “

Jung min terdiam sesaat ditempatnya menatap dinding di belakang meja sekretarisnya, mencoba mengingat sesuatu tentang tuan Lee itu, dan… “aahhhh… berikan padaku…”ujar Jung min yang kemudian mengambil ganggang telepon dari tangan sang sekretaris dan mulai bicara.

*********

Sudah hampir beribu kali Hye na menghela napasnya. Pandangannya menunduk, namun sesekali ia mengangkat wajahnya, menatap pemandangan tanah peternakan Hye na yang sepertinya lebih luas dibandingkan tanah peternakannya. Hye na menundukkan kepalanya, kemudian menghela napas kembali, hingga…

“silahkan minum teh anda nona… aku juga sudah membuatkan beberapa biscuit…”ujar seseorang tiba-tiba, yang ia kenal sebagai nyonya Yoon, atau ibu asuh Jung min seperti yang dikatakannya. Hye na tersenyum menatap nyonya Yoon sesaat kemudian menatap kepergiaanya sebelum kemudian ia menghela napas panjang kembali.

Hye na menghela napas panjang untuk kesekian kalinya, sudah hampir seminggu ia tinggal di rumah peternakan Jung min. Setelah Jung ahjussi mengatakan ia harus pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya, Jung min membawa Hye na pulang kerumah peternakannya, agar Jung min lebih mudah menjaganya ditambah lagi Jung min memiliki seseorang yang dpercayainya untuk menjaga Hye na. Ibu Yoon, adalah orang kepercayaan ibu Jung min. Dia adalah orang yang hampir selama ibu Jung min hidup menjadi kaki tangannya, membantu segala keperluan ibu Jung min dan juga Jung min sendiri.

Nyonya Yoon adalah orang yang membantu ibu Jung min menggantikan dirinya untuk merawat Jung min saat ia kecil ketika ibu Jung min meninggalkan anaknya itu untuk selamanya dan Jung min menyebutnya sebagai ibu asuhnya.

Hye na mengalihkan pandangannya menatap secangkir teh dan sepiring biscuit yang diantar oleh nyonya Yoon untuknya, tapi hal itu masih tidak dapa mengusir rasa penatnya. Hye na menghela napas kembali dan menatap perutnya yang sudah mulai terlihat membesar, kemudian mengalihkan pandangannya pada kuda-kuda Jung min yang terlihat berlarian mengelilingi tanah peternakan Jung min, beberapa kuda yang tengah berlari bebas di padang rumput dan kemudian ia terlihat segera mengalihkan pandangannya menatap tangannya yang masih terbalut perban putih., dan lagi-lagi ia menghela napasnya, sekarang ia benar-benar yakin bahwa ia benar-benar tidak bisa melakukan apapun hari itu, dan dia…

“BOSAAAANN!!”keluhnya setengah menjerit yang ternyata berhasil membuat beberapa orang pekerja yang tengah disibukkan dengan tugas mereka masing-masing menghentikan pekerjaannya dan menatap kearah Hye na, dan menyadari pandangan para pekerja Jung min, Hye na hanya tersenyum lebar yang dibalas senyum aneh juga oleh para pekerja itu.

Hye na mendesah kembali, jika ada kontes untuk menghela napas terbanyak hari itu maka Hye na akan menjadi pemenang tunggalnya. “apa yang harus aku lakukan…?”tanya Hye na lirih, menundukkan kepalanya, menatap kakinya yang ia goyangkan kedepan dan kebelakang kemudian, ia terlihat mengerucutkan bibirnya sambil menatap sekelilingnya mencoba mencari sesuatu yang mungkin bisa menghilangkan rasa bosannya, dan benda itu hadir dihadapannya. Hye na terdiam sesaat menatap benada itu dan senyum lebar terlihat diwajahnya.

“ahhh… sepertinya asyik… dan ini bukan salah satu pantangan bukan…”ujar Hye na yang kemudian bangkit, menatap sekelilingnya sesaat “tidak ada siapapun…”ujar Hye na yang kemudian mulai melangkah perlahan mendekati sebuah sepeda yang disandarkan dipagar tak jauh dari tempatnya duduk “ini lebih baik…”ujar Hye na lirih sambil kemudian mulai menaiki sepeda itu dan mulai mengayuhnya perlahan.

Menit pertama, Hye na hampir saja membuatnya terjatuh, namun dengan cepat dan cekatan kakinya segera menopang sehingga semuanya dapat dikendalikan kembali.

Hye na tersenyum sambil mengayuh sepedanya mengelilingi peternakannya, menyapa setiap pekerja yang menatapnya sedikit takut juga sedikit senang karena melihat nona mudanya yang terlihat senang. Hye na terus mengayuh sepedanya pelan, sambil menyebarkan senyum, tapi tiba-tiba senyum itu hilang,… “YYA!!!”teriakan seseorang membuat sepeda dan tubuh Hye na tidak seimbang, dan akibatnya, Hye na terjatuh dari sepedanya dan membuatnya melukai tangan dan lututnya.

“yya…. gwenchana…? Gwenchana…? Gwenchana…?”tanya orang itu berulang-ulang, cemas, sambil menatap Hye na dan kemudian membantunya untuk berdiri

“gwenchana…”jawab Hye na sambil membersihkan telapak tangannya yang kotor, pakaian dan lututnya yang sedikit berdarah “apa ada yang terluka…?”tanya orang itu menatap Hye na semakin khawatir

“ahni… gwenchana…”tanya Hye na yang akan melangkahkan kakinya namun terhenti. Ia merasakan sakit di pergelangan kakinya, kakinya terkilir.

“auuushhh… bisa tidak kau menjaga dirimu…kau bisa”ujar laki-laki itu

“YYA!!! Goo Jung min-ssi… kau sendiri yang mengejutkan ku… bisa tidak lebih sedikit lembut…!!!”seru Hye na yang tidak kalah kesalnya dengan laki-laki dihadapannya, menarik kuat tangannya yang dicengkeram Jung min dan melangkah perlahan masuk kedalam rumah, meninggalkan Jung min dengan langkah terpincang.

Jung min diam, menatap kepergian Hye na, menghela napas panjang, terdiam sesaat, kemudian segera mengejar langkah Hye na masuk.

“mianhe…”ujar Jung min ketika ia sudah berdiri disisi Hye na yang diam duduk, mencoba melihat kakinya yang terasa sakit. Hye na mengangkat wajahnya menatap laki-laki itu dan segera dipalingkannya wajahnya, menatap  kakinya yang terkilir kembali.

“akkhhh!!”seru Hye na tiba-tiba

“ada apa… gwenchana…?”

“auuushhh… pergilah jika kau hanya menanyakan gwenchana.. gwenchana… lihatlah!! Apa aku terlihat baik…?!?!”ujar Hye na kesal, yang ternyata berhasil membuat Jung min membalikkan tubuhnya, meninggalkan Hye na “..yy..yya..”panggil Hye na pelan, sedikit iba, menatap kepergian Jung min, namun hanya sesaat, kemudian pandangannya teralih kembali pada luka di lutut dan kakinya yang terkilir “aauuuhhh… sepertinya aku selalu membuat masalah pada tubuhku…”ujar Hye na lirih, menundukkan kepalanya, mencoba memijat kakinya yang terkilir.

“biar aku…”ujar seseorang tiba-tiba yang kini tengah berdiri di hadapan Hye na yang menunduk memijat kakinya. Hye na mengakat kepalanya, menyadari kedatangan orang itu “apa lagi Jung min-ssi…”tanya Hye na spontan

“biarkan aku mengompres kakimu yang terkilir dan mengobati yang terluka… kau duduklah…”uajr Jung min menatap Hye na sesaat kemudian berjongkok dihadapannya.

“akkkhhh… pelan-pelan…”keluh Hye na ketika Jung min memijat pelan pergelangan kakinya dan sesekali ia mengompres pergelangannya.

“apa kita perlu membawamu ke dokter…?”tanya Jung min, tanpa mengalihkan pandangannya pada pergelangan kaki Hye na.

“ahni… gwenchana…”

“tapi…”

“tidak!”jawab Hye na tegas

“bukan itu… kita juga harus tahu bagaimana keadaan anak yang ada dalam kandunganmu… kita tidak mungkin…”

“cukup… aku mengerti… sekarang biarkan aku yang melakukannya sendiri…”ujar Hye na, mulai kesal

“tapi…”

“pergi…”

“tapi..”

“aku bilang PERGI!!!”seru Hye na keras, menatap Jung min yng terkejut dihadapannya marah.

“yya!!! bukankah kau memang harus kedokter sore ini…?”

Hye na diam, memejamkan matanya kesal, teringat kembali janjinya di pagi tadi, bahwa ia akan menunggu Jung min pukul 3 sore untuk memeriksakan kandungannya, disebuah klinik tak jauh dari rumah peternakan Hye na. “kau sendiri yang mengingkarinya Jung min-ssi!! Sekarang tinggalkan aku…”ujar Hye na tegas, tidak ingin menerima apapun lagi.

“tapi…”

“kalau begitu aku pergi…”ujar Hye na yang kemudian bangkit dari tempatnya dan melangkah cepat sambil terpincang kearah pintu, yang tepat saat Hye na menggenggam putarannya untuk membuka pintu itu, terdengar dentingan bel. Hye na terdiam sesaat dan kemudian mulai membukanya, saat itu ditatapnya seorang laki-laki renta yang snagat dikenali Hye na namun ia sama sekali tidak ingin mengenalinya berdiri dihadapannya, menatap Hye na terkejut.

*********

“sayang…”panggil orang itu, menatap Hye na penuh kerinduan dan jika keinginan untuk memeluknya tidak ia tahan, ia sudah memeluknya erat dan lama.
Hye na diam ditempatnya menatap marah orang itu “…kau…”ujar Hye na tercekat

“anda sudah datang abonim…”ujar seseorang yang berdiri dibelakang Hye na, menatap laki-laki renta yang berdiri diambang pintu itu

“ne… aku…”

“kau yang mengundangnya kemari…?!?”seru Hye na kesal, menatap Jung min yang berdiri dibelakangnya. “iy… tapi aku hanya…”

Hye na menatap Jung min sesaat, mencari pembenaran, dan ternyata memang tidak dapat dipungkiri. Hye na diam, memejamkan matanya, mengambil keputusan kemudian ia menghela napasnya “aku harus pergi…”ujar Hye na yang dengan keras menabrak bahu laki-laki renta itu dan berjalan terpincang keluar dari halaman rumah peternakan Jung min. Jung min diam, menatap Hye na sesaat dan kemudian dengan langkah cepat yang kemudian berlari, ia mengejar Hye na “Hye na tunggu…”ujar Hye na sambil mencengkeram lengan Hye na, menghentikan langkahnya. Hye na diam, kemarahan masih menyelimuti hatinya. “lepaskan”ujar Hye na pelan. Lebih pelan dari sebuah teriakan namun lebih keras dan tegas dari sebuah ucapan memerintah.

Jung min terlihat masih diam ditempatnya, belum melakukan apa yang dikatakan Hye na “…Hye na…”ujar Jung min dengan tatapan memohon “lepaskan kataku…”

“ahni…kau harus…” belum sempat Jung min melanjutkan kalimatnya, Hye na sudah menarik tangannya kuat, lepas dari cengkraman tangan Jung min dan melangkah pergi, namun Jung min tidak begitu saja diam, menatap kepergian Hye na, dengan langkah cepat, Jung min kembali mengejar Hye na. “…Hye na…dengarkan…”

“pergi!!”ujar Hye na, melangkah terus, tanpa mempedulikan suaminya, yang terus melangkah disisinya, berusaha mengejarnya

“dengarkan aku dulu…”

“ahni… semuanya sudah cukup…”

“dengarkan aku…”

“pergi!! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi…”ujar Hye na yang akhirnya menghentikan langkahnya, menatap Jung min.

“tap… apa maksudmu…?”tanya Jung min tidak mengerti tapi sebenarnya ia cukup mengerti, hanya saja ia tidak ingin mengambil kesimpulan yang mungkin saja salah, namun…

Hye na menatap Jung min tajam, air mata terlihat sudah tergenang di pelupuk matanya dan hampir jatuh “… lebih baik kita tidak melanjutkannya lagi Jung min-ssi… aku pikir, kau bisa mengerti aku, mengerti keadaanku…tapi ternyata…ahhh… sudahlah…”ujar Hye na menatap Jung min, berusaha menahan tangisnya dan dengan cepat ia membalikkan tubuhnya kemudian melangkah kakinya kembali, pergi.

“tunggu…”

“sudahlah… lakukan apapun yang ingin kau lakukan… tapi jangan pernah mencariku…”

“tunggu…”

“PERGI!!!”seru Hye na keras, menggelegar yang mungkin karena teriakan itu, tiba-tiba…“akkhh… akhhhh…”ujar Hye na, kesakitan, menekan perutnya dan jatuh terduduk

“Hye na… gwenchana… gwenchana….? Ada apa… apa yang terjadi…?”tanya Jung min sambil menatap Hye na, cemas.

“pergi…”ujar Hye na lirih. Keringat dingin terlihat mulai mengucur dari dahinya. Jung min diam, berjongkok dihadapan Hye na, menatapnya khawatir sedangkan Hye na terlihat terus menekan perutnya, dan terlihat sangat kesakitan “…apa yang terjadi…?”

“aku bilang pergi… tinggalkan aku…”ujar Hye na yang terdengar mulai lemas dan terus memegang perutnya hingga akhirnya Hye na jatuh tak sadarkan diri, dihadapan Jung min. “Hye na… Hye na…!! Hye na…”

Samar Hye na masih mendengar panggilan itu, tapi sesaat kemudian segalanya gelap, rasa sakit yang dialaminya sebelumnya pun menghilang. Hye na jatuh pingsan.

“Hye na…”panggil Jung min yang kemudian segera menggendong Hye na dalam pelukannya dan membawanya ke kamar keduanya. Perlahan Jung min meletakkan Hye na di ranjang dan dengan cepat mulai menghubungi dokter Seo.

“kenapa kita tidak membawanya ke rumah sakit saja…”

“ahni abonim…. Tidak bisa… Hye na tidak pernah menyukai rumah sakit…”jelas Jung min sambil menunggu gelisah kedatangan dokter Seo dan berharap tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada Hye na atau pada anaknya, sedangkan tuan Lee hanya diam ditempatnya menatap kesibukan Jung min, yang berjalan bolak balik mengelilingin ruangan, menunggu. Tuan Lee terlihat diam memikirkan sesuatu dikepalanya yang membuatnya tersenyum kecut.

********

“semuanya baik… tidak ada yang membahayakan istri atau anakmu…”

“ahhh… syukurlah…”

“tapi harus diingat Jung min… jangan mempengaruhi emosinya lagi, jangan membuat sang ibu marah atau menangis, bersedih, karena kemungkinan yang kedua akan lebih fatal dan berbahaya daripada yang pertama… jadi berhati-hatilah…jika kau tidak ingin kehilangan ibunya atau anakmu”terang dokter Seo, menatap Jung min serius. Jung min menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan dokter Seo. “ne… terima kasih banyak dokter…”ujar Jung min yang kemudian mengantar kepergia dokter Seo sebelum ia bergabung kembali dengan ayah mertuanya.

“gwenchana…?”tanya tuan Lee menatap Jung min sedikit khawatir ketika ia masuk kekamar anak dan menantunya itu.

“ne… semuanya baik… hanya sebuah perubahan emosi saja abonim…”jawab Jung min, menghela napas panjang, menenangkan dirinya.

Tuan Lee terlihat tersenyum menatap Jung min sesaat sebelum kemudian ia pun menghela napasnya panjang “… sepertinya aku salah menilaimu…”ujar tuan Lee

“de?!?”

“ne… maafkan aku karena sebelumnya aku tidak percaya padamu… aku sangat takut jika seseorang yang mendampingi Hye na bukanlah seseorang yang akan selalu melindunginya dan menyayanginya… cukup dari aku saja dia tidak mendapatkan apa yang ia dapatkan saat ini…”

“apa maksud anda…?”tanya Jung min bingung.

“segalanya karena pekerjaanku nak… pekerjaan yang menyita seluruh pikiran dan waktuku… dan mungkin alasan kenapa Hye na sangat tidak menyukai rumah sakit adalah karena ku…”ujar Tuan Lee, menatap Jung min tersenyum, namun tersirat keyakinan dan kesungguhan untuk setiap ucapannya yang membuat Jung min diam ditempatnya, mencermati.

“kebencian Hye na padaku semakin menjadi karena kecelakaan yang dialaminya dan ibu yang sangat disayanginya saat ia berumur 18 tahun. Kecelakaan yang merenggut nyawa ibu Hye na darinya.. dan aku hanya memikirkan pekerjaanku tanpa memikirkan keluargaku… Hye na ataupun ibunya..”

Flashback

“omma gwenchana…?”tanya Hye na, menatap sang ibu yang berbaring diranjangnya.

“ne sayang… tidak ada yang perlu dikhawatirkan…”

#######

Tuan Lee menghela napas kembali mengingat setiap ucapan pengawalnya “…tapi malam itu berbeda… keadaan ibu Hye na tidak semakin membaik, hanya saja aku tidak dapat melakukan apapun… aku hanya menyerahkannya pada pengawal yang ditugaskan untuk menjaga keluargaku dirumah, dan segalanya terjadi…”

Jung min tercekat ditempatnya, menatap ayah mertuanya itu sesaat

########

“ Tuan Kim… apa terjadi sesuatu dengan anak dan istriku…”ujar Tuan Lee

“tidak ada tuan… semuanya baik… tidak ada yang buruk yang terjadi… aku juga sudah menempatkan beberapa orangku disana… anda tenang saja…”

“benarkah…?”

“ne… dan orang-orang itu akan mengirimkan pesan berkala pada saya tuan…”

“bagus kalau begitu…”

#######

Jung min menyadari usaha ayah mertuanya untuk menjaga keluarga juga bisnisnya, dan ia tidak menyadari adanya kesalahan disana. Jung min terdiam memikirkan itu, hingga ia mendengar tuan Lee melanjutkan perkataannya.

“…dan segalanya berubah saat aku menerima kabar yang sangat mengejutkan…. Kabar yang tidak pernah terpikirkan oleh ku atau siapapun… kabar yang mengatakan kalau keduanya mengalami kecelakaan…”

“kecelakaan…?”

“ne… kecelakaan fatal yang akhirnya merenggut nyawa ibu Hye na saat ia berada dirumah sakit…”

#####

“mianhe Tuan Lee… maafkan saya…”

“ada apa… katakan dengan jelas… jangan berputar-putar…”

“mianhe…”ujar pak Kim lagi yang terdengar sedih

“…mianhe… agashi dan nyonya…”

“…”tuan Lee diam sesaat. Debaran jantungnya terasa lebih keras saat itu, dan ia merasakan dadanya lebih sesak dari sebelumnya “…ada apa dengan mereka…?”

“mereka… mengalami kecelakaan mobil…”ujar pak Kim

“MWO?!?!”

“sekarang keduanya berada di rumah sakit…”ujar pak Kim. Mendengar itu, Tuan Lee terlihat bergegas meninggalkan semuanya dan berlari keluar dari ruangannya.

“apa yang terjadi… bagaimana bisa…”

“entahlah tuan… yang saya tahu, nona muda mengendarai mobilnya dan berniat untuk membawa nyonya kerumah sakit karena…” tuan Kim menghentikan ucapannya sesaat

“karena apa…?!?”paksa tuan Lee

“karena ternyata pernyakit nyonya semakin parah, dan saya benar-benar salah tuan… saya…”

“tuan Kepala Kim…”panggil seseorang dengan pakaian hitam, dan tuan Lee tahu siapa dia. Orang itu adalah salah satu anak buah pan Kim yang ia tugaskan untuk menyelidiki segalanya. Pak Kim menghentikan ucapannya, dan bersamaan tuan lee ia mengalihkan pandangannya menatap orang itu .“ada apa…”tanya pak Kim

“ahh… maafkan saya tuan…”ujar orang itu lagi ketika menyadari kehadiran tuan besarnya di situ.

“Ada apa…?”tanya tuan Lee

“maafkan saya tuan… saya mendapat laporan terbaru… sesuatu telah terjadi pada mobil yang dikenakan oleh nona muda Lee…”

“MWO?!? Apa maksudmu…?!?! Ada apa dengan mobilnya…?”tanya tuan Lee tidak mengerti. Laki-laki itu terlihat diam ditempatnya, kemudian mengalihkan pandangannya menatap pak Kim yang merupakan bosnya langsung, mencari sebuah persetujuan yang kemudian ia dapatkan dari anggukan kepala pak Kim

“YYA!! katakan dengan jelas!! Apa yang terjadi?!?”paksa tuan Lee, tidak sabar

“…ada seseorang yang telah memutus rem mobil nona muda tuan…”ujar laki laki itu

“mwo?!?! Bagaimana…?”tanya tuan Lee tidak percaya dengan pendengarannya

“apa yang terjadi…?”

“…ne… menurut dugaan kami, pengawal baru yang…”laki-laki itu menghentikan ucapannya dan memandang pak Kim sesaat “ada apa…?!?”tanya tuan Lee yang menatap sekilas pak Kim yang berdiri disisinya, berusaha membaca sesuatu.

“pengawal yang kita pekerjakan diduga yang telah melakukan itu pada mobil nona muda…”ujar laki-laki itu lagi, menundukkan kepalanya, tidak berani menatap tuan Lee ataupun Pak Kim  “MWO?!?! Bagaimana…” tuan Lee menghentikan ucapannya, menatap pak Kim meminta penjelasan, dan pak Kim menyadarinya, ini salah satu resiko yang harus diterimanya karena ia telah mempercayai orang yang salah. “maafkan saya tuan… saya tidak…”

Tuan Lee terlihat diam ditempatnya, menatap murka pak Kim. Separuh dirinya memberontak karena separuh dirinya tidak percaya jika pak Kim yang sengaja memasukkan pengawal-pengawal baru itu namun separuh dirinya menyalahkan pak Kim karena begitu saja percaya dengan pengawal yang baru saja mereka terima.

“anda di pecat pak Kim, tapi sebelum pemencatan anda… saya memiliki tugas terakhir untuk anda… temukan siapa dalang dibalik semua ini…”ujar tuan Lee tegas, menatap marah sekaligus sedih pada pak Kim. Orang yang hampir seumur hidupnya ada untuk mendampinginya dan keluarga Lee.

#######

“anda memecatnya…?!?”

“ne…”

“tapi…”

“dalam bisnis yang aku jalankan ada sebuah prinsip yang tidak dapat dan tidak akan bisa kau langgar nak…”ujar tuan Lee. Jung min menatap diam ayah mertuanya itu “…prinsip itu adalah kepercayaan dan kehidupan… jika kau mempercayai kehidupanmu pada orang lain, maka orang lain itu juga akan menggantungkan kehidupannya untuk mendapat kepercayaanmu… dan pak Kim sudah melanggarnya…”

“tapi…”

“ne… bisa saja dia memang tidak bersalah dan tidak mengetahuinya, tapi prinsip itu yang berbicara nak…”

Dan Jung min hanya dapat diam ditempatnya, menatap tuan Lee dan saat itu ia baru menyadari laki-laki dihadapannya benar-benar sudah sangat tua dan lemah.

#######

Tuan Lee terlihat diam menatap anak perempuannya yang tengah menatap diam sesuatu ditangannya sambil bersandar diranjangnya dan menahan tangisnya. Ia terlihat sangat sedih dengan kematian sang ibu dan tidak ada yang bisa dilakukan tuan Lee untuk menghibur anaknya itu, karena ia menyadari dirinya sudah terlalu jauh menjauh dari pandangan anak perempuannya itu, dan ia menyadari kemungkinan ketidak beradaannya dalam hati dan matanya.

Malam setelah kecelakaan itu Hye na tersadar dari pingsannya dan benar-benar terkejut saat mendengar kematian sang ibu. Karenanya dengan kekuatan yang tersisa, Hye na bangkit dari ranjangnya dan berlari menghampiri sang ibu. Ia tidak ingin percaya dengan apa yang dilihatnya, dan tuan Lee hanya diam disisinya tidak mampu melakukan apapun.

“omma…”panggil Hye na “omma bangun… kita sudah berada dirumah sakit… dan kita harus bertemu dengan dokter Choi untuk memeriksakan sakit omma… jadi bangunlah…”ujar Hye na, menatap tubuh sang ibu yang tergolek tak bernyawa dihadapannya.

“omma…”panggil Hye na lagi masih dengan berlinangan air mata “…omma… aahhh… Hye na  tahu… omma pasti belum mampu bangkit… kalau begitu biar Hye na antar kedokter ruangan dokter Choi, omma tahan…”ujar Hye na yang kemudian memposisikan tubuhnya untuk mendorong ranjang beroda ibunya dan tuan Lee masih hanya diam dan menangis disisi Hye na, hingga saat Hye na akan mulai mendorong ranjang beroda sang ibu, Tuan Lee segera mendekap tubuh sang anak dan menariknya jauh dari jangkauan ranjang beroda ibunya.

“YYA!!! apa yang kau lakukan!!! Kau akan membawa ibuku kemana? Omma!!! OMMA!!!”seru Hye na menatap tubuh ibunya yang didorong melewati lorong berlawanan arah dengannya. Ibunya saat itu akan dibawa untuk dimandikan sebelum akhirnya dimakamkan

“OMMA!!! OMMA!!! OMMMMMMAAA!!!”panggil Hye na

End Of Flashback

 “ingatan teriakan Hye na yang memanggil ibunya masih sangat membekas di telingaku… aku tidak dapat melupakannya… dan karena aku… dengan tanganku sendiri aku mencelakakan ibu Hye na dan itu sebabnya Hye na sangat membenciku…”


Jung min diam, sesaat “… dan karena ingin melindungi Hye na, anda tidak mempercayai aku… dan karena ingin melindungi Hye na kau menghapus semua data Hye na dan menghapus secara tertulis bahwa Hye na adalah anak anda…?”

“ne… seperti yang aku jelaskan padamu sebelum ini… aku menghapus semuanya… semua yang berhubungan denganku dan menitipkan Hye na pada Jung Hoo bin… adik laki-laki ibu Hye na…” ujar tuan Lee “…itu sangat sulit bagiku… tapi aku harus melakukannya… aku tidak ingin membahayakan jiwa anak yang sangat aku sayangi lagi…”tambah tuan Lee, yang tidak mampu menahan tangisnya, dan terdiam menundukkan kepalanya. Jung min diam, menatap ayah mertuanya, iba. Keduanya sudah tenggelam dalam kesedihan cerita tuan Lee hingga tidak menyadari seseorang yang tengah menangis dalam diam dibalik pintu tak jauh dari tempat keduanya berada dengan membekap mulutnya agar tidak bersuara.

*********

Hye na terdiam ditempatnya, masih diranjangnya, namun kini ia duduk dengan bersandar di sandaran ranjangnya. Hye na memikirkan banyak hal dikepalanya, dan banyak hal yang mengganggu pikirannya saat itu. Hye na merasa bersalah, tapi juga terkhianati. Ia sama sekali tidak menyangka semuanya. Hye na diam ditempatnya, terdiam dan terlihat menghela napas sesekali, hingga kedatangan seseorang yang membuatnya diam dan menatap orang itu dalam dan tiba-tiba Hye na membalikkan tubuhnya, membelakangi orang itu. Orang itu terlihat menghela napas panjang melihat reaksi istrinya itu.

“kau sudah bangun…?”tanya orang itu, menatap Hye na dan perlahan melangkah mendekatinya setelah meletakkan nampan yang berisi air mineral dan sepiring makanan ringan.

“appa…”ujar Hye na lirih yang terdengar seperti sebuah kalimat pertanyaan yang ternyata berhasil mengejutkan laki-laki itu. Ia benar-benar tidak menyangka dan menduganya Hye na akan mengganti kata 'laki-laki itu' dengan panggilan yang seharusnya dan semestinya 'appa'

“abonim…?”ujar laki-laki itu sesaat “…dia sudah pulang.. apa kau ingin bertemu dengannya… jika iya… aku akan menghubunginya…”

“ahniyo Jung min-aa”ujar Hye na, membalikkan tubuhnya tiba-tiba dan berhasil menghentikan langkah Jung min yang telah bangkit di tempatnya untuk meraih telepon yang berada diatas meja tak jauh dari tempatnya. Jung min diam, menatap Hye na yang juga diam menundukkan kepalanya.

“gwenchana…? Apa masih sakit…?”tanya Jung min menatap Hye na khawatir.

Hye na masih menundukkan kepala dan memberikan jawaban pada Jung min dengan sebuah gelengan pelan.

“ada apa…?” kau terlihat tidak sehat…”

“ahniyo… gwenchana…”

Jung min diam, menatap Hye na setelah mendapat jawaban itu darinya, dikepalanya banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan semua itu segera berakhir saat ia mendengar ketukan di pintu kamarnya.

“aahhh… ibu Yoon… masuklah…”ujar Jung min mengetahui kedatangan nyonya Yoon karena sebelumnya ia meminta nyonya Yoon untuk mengantarkan bubur yang sudah ia siapkan sebelumnya.

“ini doronim…”ujar nyonya Yoon, sambil menyerahkan sebuah nampan berisi semangkuk bubur padanya, dan setelah memberikan nampan itu, nyonya Yoon terlihat membungkukkan tubuhnya sedikit dan pamit pergi. “…kau harus makan…”ujar Jung min mengalihkan pandangannya pada Hye na setelah ia menatap Nyonya Yoon menutup pintu kamarnya.

“apa itu…”

“bubur…”

“ahni…”

“tapi kau harus makan…”

“ahni… aku tidak mau bubur…”

“lalu apa yang kau inginkan… kau harus makan… kasihan anak kita…”ujar Jung min yang kemudian duduk lebih dekat pada Hye na. “ahniyo!! Aku tidak mau!!”seru Hye na mulai kesal saat Jung min menyorongkan sesendok bubur untuk disuapkan pada Hye na. Hye na menyingkirkan pelan tangan Jung min dari hadapannya.

“yya!! lalu apa yang kau inginkan… kau harus makan…!!!”

“ahni!! Aku tidak ingin bubur…”ujar Hye na, menatap Jung min tidak kalah kesalnya, dan ia tidak akan pernah menyerah. Jung min menyadari kekesalan Hye na dan tidak ingin kekesalan itu mempengaruhi emosinya yang tentu saja akan berakibat buruk pada bayinya

“lalu..” Jung min memejamkan matanya, menghela napas, berusaha mehana rasa kesalnya “apa…”

“berikan aku yang lain…”

“apa…?!?”

“aku ingin sesuatu yang pedas… sangat pedas… berkuah dan terbuat dari daging”

“mwo?!?”

“errrmmmm…”Hye na terdiam sesaat, memikirkan sesuatu “…aku tidak tahu… pokoknya buatkan saja apa yang aku sebutkan tadi…”

“tapi…”

“aku ingin makan itu…”

“ahni…”

“yya!!! apa kau tidak akan menurutinya jika aku yang memintanya dan bukan anakmu!!!”seru Hye na marah, menatap Jung min kesal.

Jung min tercekat ditempatnya, terkejut dengan pernyataan Hye na yang baru saja didengarnya “mwo?!? yya... bukan seperti…

Hye na diam, menatap Jung min kesal “…kau benar-benar…”Hye na menatap Jun min semakin kesal “aauuuussshhh… aku akan membuatnya sendiri!!”ujar Hye na yang kemudian bangkit dari tempatnya, namun…

“akkhhh…!!”seru Hye na menyentuh pelan pergelangan kakinya yang ternyata masih terasa sakit.

“gwenchana?!?!”tanya Jung min melingkarkan tangannya di pinggang Hye na “lepaskan aku!!!”seru Hye na yang melepaskan lingkaran tangan Jung min di pinggangnya dan mulai melangkah pelan, pincang sambil menahan sakit di pergelangan kakinya.

Jung min menghela napas panjang kemudian dengan cepat segera menggendong Hye na dalam pelukannya dan merebahkan tubuhnya di ranjangnya perlahan “…duduk dan tunggu…”ujar Jung min.

“YYA!!”seru Hye na kesal

“aku bilang duduk dan tunggu!! Kau harus menurutiku!! Dan jangan ada bantahan…!!!”seru Jung min tidak kalah oleh Hye na, dan Hye na hanya dapat diam ditempatnya, namun tak lama senyum simpul terlihat di wajahnya, senyum penuh kemenangan.

*********

Matahari mulai memperlihatkan senyumnya. Sinarnya mencerahkan hari dan kehangatannya menemani pagi. Hye na terdiam ditempatnya sesaat, menarik napas panjang untuk menikmati udara pagi di tanah peternakan itu. Udara pagi yang belum tercemar oleh apapun, udara pagi yang bersih.

Hye na diam ditempatnya, memejamkan matanya sesaat kemudian tak lama ia sudah mengedarkan pandangannya kearah tanah peternakan Jung min. Saat itu pandangannya berhasil menangkap seekor kuda yang terlihat tengah ditambatkan disisi pagar tak jauh dari tempatnya berdiri.

Hye na diam, kemudian pandangannya kembali beredar. Ia mencari keberadaan seseorang yang mungkin sengaja meletakkan kuda itu disana, namun ia tidak menemukan siapapun disana, dan saat itu sebuah kerinduan semakin menjadi di hatinya, dan membuncah pecah. Hye na berjalan mendekati kuda itu, mengusap lembut kepalanya, dan setelah ia mendapat respon yang baik dari kuda itu, Hye na perlahan melepaskan tambat yang membelenggu kuda itu dan perlahan ia mulai menaiki kuda itu.

Hye na tersenyum, diam sesaat, merasakan sesuatu yang hilang beberapa minggu itu. “aaahhh… senangnya dapat berkuda lagi…”ujar Hye na yang kemudian segera membawa kuda itu melangkah perlahan mengelilingi tanah peternakan Jung min. Hye na terlihat hanya melajukan kuda itu perlahan, namun secara perlahan pula Hye na mulai mempercepat laju kudanya. Hye na sangat menikmati saat-saat itu. Hye na dapat merasakan semuanya kembali. Udara yang menerpa wajahnya, derap langkah kuda, yang mengalun seperti sebuah lagu yang membuatnya tersenyum dan laju kuda yang berlari cepat, ia benar-benar merindukan semua itu.

Hye na tersenyum, memejamkan matanya merasakan semuanya kembali dan hingga ia membuka matanya, ia menatap seseorang yang melambaikan tangannya kearahnya. Hye na membawa kudanya mendekat padanya, dan senyumnya terlihat semakin melebar “…oppa?!?”seru Hye na ketika mulai mendekati orang itu

“menikmati berkuda kembali?!?”ujar Min woo, menatap Hye na tersenyum

“ne… dan… ada apa oppa… tumben sekali kau disini…”

Sung Min woo terlihat tersenyum diam ditempatnya menatap Hye na “…bogoshipo…”ujar Min woo, menatap Hye na menggoda

“MWO?!?!”seru Hye na, yang kemudian ia terlihat menundukkan kepalanya, tersenyum malu “…auuushhh… kau benar-benar…” ujar Hye na yang kemudian tersenyum menatap Min woo, senang.

“… aku dengar kau disini… karena itu aku menyempatkan datang kemari pagi ini sebelum aku berangkat ke klinik… aku benar-benar merindukanmu…”

Hye na semakin tersenyum malu ketika mendengar ucapan Sung Min woo di hadapannya. Keduanya terdiam sesaat “…ahhh… kau pernah berjanji padaku akan mengajari aku berkuda…”

“mwo?!?”

“ya… berkuda… ayolah… mumpung kita bertemu disini dan ada kuda yang dapat kau gunakan untuk melatihku…”

“tapi…”

“ayolah…”paksa Min woo, yang ternyata berhasil membuat Hye na diam, menatap Min woo kemudian menghela napas panjang, menyerah “baiklah… tapi hanya satu putaran saja oppa…”

“ne… satu putaran…”

********

Ketukan pelan namun semakin terdengar cepat membuat Jung min terbangun karena keterkejutannya  “mwo?!? Ada apa…?!?”ujarnya terkejut menatap sekelilingnya, mencari apakah ada sesuatu yang salah, hingga akhirnya pandangannya jatuh pada sisi ranjang disebelahnya, dimana Hye na sebelumnya tidur “…hye na…”panggil Jung min pelan, masih belum menggubris ketukan di pintu kamarnya. “Hye na!”panggil Jung min lagi, membuka pintu kamarnya dan saat itu ditatapnya nyonya Yoon tengah menatapnya bingung.

“Hye na…”ujar Jung min bingung “dimana Hye na..?”tanya Jung min lagi.

“nona muda… aku melihatnya melangkah keluar…”ujar nyonya Yoon

“mwo…?!?”

“ada apa tuan…?”tanya nyonya Yoon yang pertanyaannya itu dijawab dengan sikap Jung min yang tiba-tiba berlari, meninggalkan nyonya Yoon terdiam, menatap bingun tuan mudanya itu “tuan!!”panggil nyonya Yoon

Jung min sama sekali tidak menggubris nyonya Yoon dan ia terus berlari dengan  tanpa alas kaki, keluar dari rumah peternakannya dan mengedarkan pandangannya menatap tanah peternakannya, mencari keberadaan Hye na, dan akhirnya ia menemukannya.

Kemarahannya tiba-tiba muncul dan menggelapkan hatinya. Ia sangat marah hingga ia sama sekali tidak memperdulikan apapun dan melangkah cepat ketempat dimana yang berhasil membuatnya marah. Ia menemukan Hye na dan yang membuatnya sangat marah adalah ia berani berkuda dengan keadaannya yang sedang hamil dan ia lebih marah lagi saat ia menatap dengan siapa Hye na berkuda. Jung min benar-benar tidak menyangkanya. Istrinya berada di satu kuda dengan seorang laki-laki yang dibencinya. Hye na terlihat tengah bahagia bersama Sung Min woo dan melajukan kuda itu pelan sambil sesekali tertawa.

Jung min benar-benar murka. Dengan langkah cepat Jung min segera menghampiri keduanya, ia melompati pagar pembatas peternakannya dan melangkah cepat menghampiri Hye na dan Min woo yang masih melajukan kudanya pelan. Tanpa diduga oleh Hye na atau Min woo, Jung min tiba-tiba berdiri dihadapan kuda Hye na yang secara tiba-tiba berhenti.

Hye na dan Min woo terlihat diam ditempatnya, menatap Jung min yang diam dengan tatapan penuh kemarahan pada Hye na dan Min woo.

“apa yang kau lakukan…?!?”tanya Hye na terkejut dengan tindakan Jung min. Jung min masih diam ditempatnya dan dengan cepat ia melangkah, berdiri disisi kuda itu, menarik tali kekangnya, dan menatap Hye na diam “turun”kata Jung min singkat namun sarat dengan ketegasan dan rasa marah.

Hye na diam sesaat, menatap Hye na tidak percaya “turun kataku!!”seru Jung min semakin keras dan masih menatap Hye na dengan pandangan yang sama namun lebih tajam dari sebelumnya.

“TURUN!!!!!”seru Jung min menggelegar yang kini berhasil membuat Min woo dan Hye na turun dari kuda mereka. Jung min diam, mendekati Hye na kemudian meraih tangannya, mencengkeram pergelangan tangannya kuat “aaahhh…sakit Jung min…”keluh Hye na saat Jung min mempererat cengkramannya, namun Jung min masih diam dan sama sekali tidak terpengaruh oleh rintihan Hye na. “Jung min…”panggil Hye na yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Jung min, namun Jung min masih diam dan tidak terpengaruh oleh itu.

“Jung min-ssi…”panggil Min woo yang ternyata berhasil membawa Jung min kembali dari keterdiamannya namun hal itu malah berakibat fatal pada Sung Min woo. Dengan cepat dan tiba-tiba, Jung min memukul wajah Min woo hingga jatuh terjerembab ketanah, dan membuat Hye na berteriak ditempatnya.

“YYA!!!”seru Hye na, menatap Jung min marah, namun kemarahan Hye na ternyata masih tidak ada apa-apanya dibandingkan kemarahan Jung min. Jung min sama sekali tidak terpengaruh dengan teriakan marah Hye na.

“pergi…” Jung min menarik napas panjang, menahan amarahnya ”dan jangan pernah datang kesini atau menemui Hye na lagi!!”ujar Jung min lagi

“Jung min!!”

“PERGI!!!”seru Jung min semakin keras yang kini berhasil membuat Min woo akhirnya melangkahkan kakinya pergi sambil menatap Hye na khawatir. Ini semua kesalahannya…

******

“YYA!!! Jung min!!! apa yang kau lakukan!! Lepaskan!!”

Jung min hanya diam dan terus menarik Hye na kembali kerumah peternakannya “lepaskan aku!!”seru Hye na lagi

“kau menyakitiku…”ujar Hye na lebih pelan dari sebelumnya namun ternyata lebih berpengaruh pada Jung min. Jung min terlihat menghentikan langkahnya, melepas cengkraman tangannya dan memutar tubuhnya menatap Hye na, pancaran matanya memperlihatkan rasa khawatirnya, dan rasa marahnya yang lebih mempengaruhinya “apa maumu…”ujar Jung min singkat, namun tatapannya menyimpan sejuta kemarahan.

Hye na diam, membalas tatapan Jung min sambil mengusap pelan pergelangan tangannya yang terlihat mulai lebam kemerahan “…apa maksudmu…?”tanya Hye na, yang terlihat memberanikan dirinya.



“Kau!!” Jung min semakin kesal dengan tingkah Hye na “kau bisa mencelakakan dirimu dan kau bisa membunuh anak yang ada dikandunganmu itu!! Apa kau tidak pernah memikirkan akibatnya jika kau berkuda seperti itu..!!”

“aku tidak melajukannya cepat hanya..” ujar Hye na , membela diri
“tetap saja kau bisa mengakibatkan sesuatu yang buruk pada dirimu dan anak yang berada dalam kandunganmu itu!!”

“aku tidak…”

“aku sudah memperingatkanmu dan aku sudah melarangmu untuk berkuda!! Kau benar-benar istri yang sulit!! Aku tidak…”

“ne!! benar aku istrimu!!! Istrimu!!”seru Hye na kemudian, memberanikan dirinya “…aku bukan budakmu yang dapat kau atur dan kau perintah!!! Dan aku bukan hanya seorang wanita yang mengandung anakmu!!! Aku istrimu!!! Istrimu Jung min-ss!!”Seru Hye na menatap Jung min tidak kalah garangnya dan dengan cepat melangkah ke rumah peternakan Jung min, meninggalkan Jung min diam ditempatnya.

Jung min terlihat diam ditempatnya, memejamkan matanya sesaat, hatinya sudah penuh dengan rasa marah dan kesal kini, kemudian dengan langkah lebar yang tidak kalah cepat, Jung min mengejar Hye na “jadi kau benar-benar istriku bukan…?! Kalau begitu sudah seharusnya kau bertingkah laku sebagai seorang istri…”

Dan tanpa diduga, tiba-tiba Jung min langsung mengangkat Hye na dan menggendongnya, mengapitnya di dadanya. Jung min dengan cepat masuk kerumahnya, membawanya menyeberangi beranda rumahnya. Nyonya Yoon terlihat diam, berdiri di serambi depan ketika ia mendengar ribut-ribut itu “…kami tidak akan sarapan ibu Yoon…”ujar Jung min pendek “… tapi siapkan sarapan yang lebih banyak besok pagi”

Jung min masuk kekamarnya, masih membawa Hye na yang terlihat menatap takut Jung min kemudian dengan perlahan ia menjatuhkan tubuh Hye na ke tempat tidur. Dengan cepat dan tergesa, Jung min terlihat membuka kancing kemejanya, kemudian di lepaskannya dan dilemparkannya ke lantai.

Hye na terlihat diam ditempatnya, terkejut sekaligus takut dengan apa yang akan dilakukan Jung min. Detik berikutnya Jung min sudah berada diatas tubuh Hye na, menindihnya dan memegangi wajah Hye na yang masih terkejut dengan kedua tangan, dan mulai melumat bibirnya.

*******

End Of Part

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
SIS AIIIIII...GOMAWOOOO UDAH UPDATE..... [arms] [arms] [arms]

KYAAA..JUNG MIN MAU NGAPAIN TUH?? NGEKEPIN HYE NA... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

[smiley-dance013] [smiley-dance013]

TRUS ITU HYE NA KAPAN BAIKKAN SAMA APPANYA??

MIN WOO NGAPAIN SIH MUNCUL2 LG..?! [head break] [head break]

AYO SIS UPDATE LG..PENASARAN EUY SAMA APA YANG TERJADI DENGAN HYE NA DAN JUNG MIN.... [jumpy] [jumpy]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
SIS AIIIIII...GOMAWOOOO UDAH UPDATE..... [arms] [arms] [arms]

KYAAA..JUNG MIN MAU NGAPAIN TUH?? NGEKEPIN HYE NA... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

[smiley-dance013] [smiley-dance013]

TRUS ITU HYE NA KAPAN BAIKKAN SAMA APPANYA??

MIN WOO NGAPAIN SIH MUNCUL2 LG..?! [head break] [head break]

AYO SIS UPDATE LG..PENASARAN EUY SAMA APA YANG TERJADI DENGAN HYE NA DAN JUNG MIN.... [jumpy] [jumpy]

mau ngapain ya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

pasti nanti baikan sist... Hye na kan udah tahu alasan appanya ngelakuin itu ke Hye na atau ke keluarganya...

sedang dalam pengerjaan sist... doain aja inspirasi mengalir terus  [hmpfh] [laughing]

ehhh... gomawo udah baca n koment... berarti sekali buat ai... gomawooooo  [huglove] [huglove]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
.gumawo udah update..
.jadi itu yang membuat hye na membenci appanya..tapi kalo dipikir pikir bukan salah appanya hyena jga sih soalnya dia kan terpaksa melakukan itu untuk melindungi hyena..tapi juga bukan salah hyena juga..semoga hyena bisa memaafkan appanya dan bisa berkumpul kembali dngan appanya..

.emang apa sih yang membuat keadaan hyena bahaya ? Apakah  saingan bisnis appanya hyena yang membuat appanya hyena menghapus semua data tentang hyena..

.kayaknya hyena udah mulai ada rasa ama jung min..emang hye na itu keras kepala dan sulit dibilangin yah sampe udh brkali kali membahayakan dirinya sendiri dan calon bayinya..

.wuaah jung min ngamukk..kira kira apa ya yg bkall dlakuin trhadap hyena #penasaran

.ditunggu next chapnya ya and jgn lupa update yang di reguler juga yak..gumawo

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
.gumawo udah update..
.jadi itu yang membuat hye na membenci appanya..tapi kalo dipikir pikir bukan salah appanya hyena jga sih soalnya dia kan terpaksa melakukan itu untuk melindungi hyena..tapi juga bukan salah hyena juga..semoga hyena bisa memaafkan appanya dan bisa berkumpul kembali dngan appanya..

.emang apa sih yang membuat keadaan hyena bahaya ? Apakah  saingan bisnis appanya hyena yang membuat appanya hyena menghapus semua data tentang hyena..

.kayaknya hyena udah mulai ada rasa ama jung min..emang hye na itu keras kepala dan sulit dibilangin yah sampe udh brkali kali membahayakan dirinya sendiri dan calon bayinya..

.wuaah jung min ngamukk..kira kira apa ya yg bkall dlakuin trhadap hyena #penasaran

.ditunggu next chapnya ya and jgn lupa update yang di reguler juga yak..gumawo

terima kasih juga sudah baca juga untuk komentnya sista  [cheekkiss]

yup, karena alasan itu, dan semakin bikin Hye na marah karena ayahnya juga gak ada buat dia... padahal ayahnya cuma mau nglindungin anaknya, cuman karena gak ada penjelasan dan ada beberapa cara ayah Hye na yang salah, jadi malah bikin salah paham antara Hye na ma appanya

yang bikin Hye na bahaya, ke jawab di chapter selanjutnya sista... disitu Jung min yang cari tahu ma ada seseorang yang bantu dia, sebenarnya orang ini udah selalu bantu Hye na, cuman Hye na gak nyadar aja  [hmpfh]

yahhh... bisa dibilang rasa2 udah mulai muncul, tapi diawali ma cemburu  [hmpfh] [hmpfh]

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
Gomawo dah update :)
Ehhmm itu yg di bagian akhir jung min mau ngapain? #sokpolos Semoga chap selanjutnya hubungan jung min & hye na dah masuk lope lope diantara mereka...

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
makasih updatenya, sampai kapan seh...sikap keras kepala hye na ini berubah ??? dia kaya sengaj bikin kesal jung min, entar kalau jung min berubah tidak mau peduli lagi sama dia baru tahu !!! aku aja kesal sama sikap  hye na, apa lagi jung min, entar next nya buat hye na yg seolah menyesal dan mau bersikap baik ke Jung min,  biar dia merasakan gimana perasaan jung min menghadapi sikapnya yg keras tidak masuk akal seperti itu

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Mian kak ai baru sempet baca ini ff hehe
Hye Na disini bener-bener tipe gadis yang keras kepala ya, ga mau di atur dan selalu ingin mengambil hal mudah untuk kehidupan yang di jalaninya, ia bisa kuat tapi sepertinya tidak di hadapan Jung Min, gue tahu mungkin psikisnya agak tertutup setelah kesalahpahaman itu, membuatnya jadi gampang menyulut emosi nd berontak kpda siapa saja yg akan melarangnya. but gue kasihan sama anak yg ada di dalam kandungannya, buat Hye Na berubah dong kak ai, plisss lebih sedikit menghargai Jung Min lagi, iya gue tahu Hye Na pasti berpikiran jika lelaki itu hanya mencintai anak di dalam kandungannya, seharusnya jika memang benar begitu Jung Min ga akan melakukan hal yg sama pada Hye Na di saat malam kedua mereka melakukan itu. Dan segala bentuk perhatian Jung Min itu gue rasaa udh mewakili alasannya bahwa ia bener2 jatcin sama Hye Na. Sedih juga sih jadi salah paham gini, hubungan Hye Na dengan abojinya serta hubungan dia sama Jung Min. Endingnya gantung ih sumpah, padahal mau tau setelah ini Jung Min bakal ngelakuin apa kekekeke~
untuk keseluruhan, makasih ya udah di update kak ai, semoga next chap bisa cepetyaaa~Amin
Makasih dah update

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Gomawo dah update :)
Ehhmm itu yg di bagian akhir jung min mau ngapain? #sokpolos Semoga chap selanjutnya hubungan jung min & hye na dah masuk lope lope diantara mereka...

mau ngapain ya  [hmpfh] [hmpfh]

yup... semoga Hye na gak gengsi, keras kepala atau nyembunyiin apapun lagi  [goodgrief] [biggrin]

makasih updatenya, sampai kapan seh...sikap keras kepala hye na ini berubah ??? dia kaya sengaj bikin kesal jung min, entar kalau jung min berubah tidak mau peduli lagi sama dia baru tahu !!! aku aja kesal sama sikap  hye na, apa lagi jung min, entar next nya buat hye na yg seolah menyesal dan mau bersikap baik ke Jung min,  biar dia merasakan gimana perasaan jung min menghadapi sikapnya yg keras tidak masuk akal seperti itu

ok... ide bagus tuh...  [clap] [clap] buat Jung min ngambek... siiiiaaaappp!!  [hmpfh] [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Mian kak ai baru sempet baca ini ff hehe
Hye Na disini bener-bener tipe gadis yang keras kepala ya, ga mau di atur dan selalu ingin mengambil hal mudah untuk kehidupan yang di jalaninya, ia bisa kuat tapi sepertinya tidak di hadapan Jung Min, gue tahu mungkin psikisnya agak tertutup setelah kesalahpahaman itu, membuatnya jadi gampang menyulut emosi nd berontak kpda siapa saja yg akan melarangnya. but gue kasihan sama anak yg ada di dalam kandungannya, buat Hye Na berubah dong kak ai, plisss lebih sedikit menghargai Jung Min lagi, iya gue tahu Hye Na pasti berpikiran jika lelaki itu hanya mencintai anak di dalam kandungannya, seharusnya jika memang benar begitu Jung Min ga akan melakukan hal yg sama pada Hye Na di saat malam kedua mereka melakukan itu. Dan segala bentuk perhatian Jung Min itu gue rasaa udh mewakili alasannya bahwa ia bener2 jatcin sama Hye Na. Sedih juga sih jadi salah paham gini, hubungan Hye Na dengan abojinya serta hubungan dia sama Jung Min. Endingnya gantung ih sumpah, padahal mau tau setelah ini Jung Min bakal ngelakuin apa kekekeke~
untuk keseluruhan, makasih ya udah di update kak ai, semoga next chap bisa cepetyaaa~Amin
Makasih dah update

yup... nanti ai usahain bikin Jung in gantian ngambek  [chin] [chin] biar Hye na yang kalang kabut  [hmpfh] [hmpfh] iya.. Hye na banyak ngalamin kehilangan.. terutama karena dia kehilangan ibunya yang amat sangat dia sayangi... dan fakta kalau ibunya pergi karena ayahnya yang membahayakan ibu ma dirinya... padahal itu juga bukan keinginan appanya untuk membahayakan jiwa Hye na atau ibunya... appa Hye na juga sayang banget ma HYe na, cuman karena gak ada kejujuran, jadi kesalahpahaman berlanjut... kayak Hye na ma Jung min sekarang... mungkin karena Hye na takut kehilangan lagi, lebih baik dia gak punya harapan untuk memiliki... dan Jung min juga gak bilang kalau dia bener2 sayang ma Hye na dan gak akan ninggalin Hye na, jadi Hye na mikirnya, pernikahan mereka hanya karena anak yang ada dalam kandungannya, jadinya salah paham antara Hye na dan Jung min juga terus berlanjut  [hmpfh] [hmpfh] *ribet bgt yak  [heh] [heh]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
hyena.... knapa kau menjengkelkan sekali???? aisssshh jungmin bner2 penyabar,, ya ampuun ane yg geregetan ama tingkah hyena.... dia bner2 gak tahu bahwa bersepeda dan berkuda bisa membahayakan kandungannya,,, ane dkung jungmin buat ngebentak hyena,, wajar dah jungmin marah begitu,,, nah sekarang jungmin beri hyena pelajaran... coba aja buktikan omongannya bahwa ia adalah istrimu! owwwwhhhh tapi jangan main paksa, boleh2 sih main paksa,, tapi pada awalnya saja ya  [on] [on] senjutya moga hyena nyerah atas jungmin... next part jangan lama2,,, thanks sist ai...  [briggin] [briggin]updateannya slalu loooong  [arms] [arms] [arms] [arms] [arms]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
hyena.... knapa kau menjengkelkan sekali???? aisssshh jungmin bner2 penyabar,, ya ampuun ane yg geregetan ama tingkah hyena.... dia bner2 gak tahu bahwa bersepeda dan berkuda bisa membahayakan kandungannya,,, ane dkung jungmin buat ngebentak hyena,, wajar dah jungmin marah begitu,,, nah sekarang jungmin beri hyena pelajaran... coba aja buktikan omongannya bahwa ia adalah istrimu! owwwwhhhh tapi jangan main paksa, boleh2 sih main paksa,, tapi pada awalnya saja ya  [on] [on] senjutya moga hyena nyerah atas jungmin... next part jangan lama2,,, thanks sist ai...  [briggin] [briggin]updateannya slalu loooong  [arms] [arms] [arms] [arms] [arms]

he he he he he... menjengkelkan tapi menurut Jung min manis... yup... di chapter selanjutnya gantian Jung min yang marah, tapi cuma bentar, karena salah paham ma Hye na, tapi setelah itu Hye na yang marah ma Jung min, untuk ini lebih lama daripada marahnya Jung min ke Hye na... ada sesuatu yang bikin Hye na salah paham dan marah...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
hyena.... knapa kau menjengkelkan sekali???? aisssshh jungmin bner2 penyabar,, ya ampuun ane yg geregetan ama tingkah hyena.... dia bner2 gak tahu bahwa bersepeda dan berkuda bisa membahayakan kandungannya,,, ane dkung jungmin buat ngebentak hyena,, wajar dah jungmin marah begitu,,, nah sekarang jungmin beri hyena pelajaran... coba aja buktikan omongannya bahwa ia adalah istrimu! owwwwhhhh tapi jangan main paksa, boleh2 sih main paksa,, tapi pada awalnya saja ya  [on] [on] senjutya moga hyena nyerah atas jungmin... next part jangan lama2,,, thanks sist ai...  [briggin] [briggin]updateannya slalu loooong  [arms] [arms] [arms] [arms] [arms]

yup, Jung min marah, Hye na mang lagi nyari gara2 sista... sebenernya dia juga bingung mau ngapain dirumah peternakan Jung min, gak banyak yang bisa dia lakuin  [heh] [heh] di part berikutnya, Jung min yang gantian salah paham, tapi gak lama, karena salah paham Hye na ke Jung min yang lebih berpengaruh... di part berikutnya ai juga kasih alasan kenapa Jung min juga gak akur ma bapaknya  [hmpfh]