Author Topic: You make me falling in love; chapter 5 part 3 (20/10/2012)  (Read 16765 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
GOMAWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO,,,,,,Dongsaeng  [biggrin]

makin penasaran sama,,,part selanjutnya.... [what] [what] [what]

ditunggu,,,yaaaaaa part selanjutnya,,,,,,

gomaptaaaaa eonnie  [lovestruck] [lovestruck]

yup, diusahain segera... ngejar FOL juga soalnya  [biggrin] [biggrin]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 5 Part 2

Hye na menundukkan kepalanya setelah sedetik sebelumnya, ia mendesah perlahan. 2 hari sudah berlalu tanpa kehadiran seorang Jung min disisinya.  Kerinduan dan rasa ingin bertemu mulai hadir di hati Hye na dan ia merasa kosong. Ia kehilangan namun ia juga marah pada dirinya sendiri ataupun pada suaminya itu. Banyak hal yang terjadi dalam pikirannya. 2 hari sangat cukup memberinya waktu untuk berpikir, tapi untuk mengobati sakit dihatinya, Hye na belum mampu melakukannya.

“apa yang kau lakukan nak…?”tanya Jung ahjussi tiba-tiba sambil memberikan segelas susu padanya. Matahari sudah akan tenggelam hari itu dan Hye na masih berdiri di sisi pagar pembatas padang rumput peternakannya.
Hye na membalikkan tubuhnya dan menerima segelas susu tersebut. “khamsamnida ahjussi…”ujar Hye na yang kemudian mulai meminum susu yang diberikan oleh Jung ahjussi padanya.

Jung ahjussi menatap Hye na kemudian desahan keluar dari mulutnya “gwenchana…?”
Hye na menundukkan kepalanya tersenyum, menangkup gelas susunya dan menatapnya kosong “… ne ahjussi… gwenchana…” terdengar lemah dan tidak yakin denga jawabannya.
Jung ahjussi masih menatap Hye na, mengerti “..masih memikirkan tentang hal itu…”

Hye na terdiam sesaat mendengar pernyataan Jung ahjussi padanya yang sedikit membuatnya terkejut, karena sudah hampir 2 hari Jung ahjussi tidak mengucapkan atau bertanya apapun tentang hal yang sedang ada dipikiran Hye na selama ini.
Jung ahjussi memahami diamnya Hye na, menatapnya “… tidak usah kau pikirkan lagi tentang itu… lebih baik pikirkan anakmu…” Jung ahjussi menarik napas panjang sebelum melanjutkan ucapannya “…apa kau sudah memeriksakannya ke klinik dokter Han…?”

Hye na menganggukkan kepalanya sambil kemudian mengusap lembut perutnya yang sudah mulai membesar seiring tumbuhnya janin dalam perutnya. “semuanya baik bukan…?”tanya Jung ahjussi lagi saat ia menatap kearah tatapan mata Hye na tertuju. Hye na menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Jung ahjussi “bagus kalau begitu… ahjussi senang mendengarnya jika kau dan anakmu baik…”ujar Jung ahjussi tersenyum.
Keduanya terdiam, saling berkutat dengan pemikiran masing-masing, hingga terdengar sebuah dehaman dari Hye na “…ahjussi… bisakah aku meminta bantuanmu…??!’ujar Hye na, menatap Jung ahjussi penuh harap

“ne… tentu saja nak… apa yang bisa ahjussi lakukan untukmu…?”tanya Jung ahjussi menatap Hye na serius, menunggu.

*********

Laki-laki itu menatap Hye na diam, sesaat sebelum kemudian ia meneguk teh hangatnya. Ia benar-benar tidak menyangka Hye na meminta waktunya untuk bertemu dengannya, dan kini disanalah ia sekarang bersama dengan Hye na, menatap Hye na, dan menunggu Hye na untuk mengatakan apa yang ingin dikatakannya atau ditanyakannya.

“bagaimana keadaanmu nak…”tanya laki-laki itu, menatap Hye na. Binar dimatanya tidak bisa menipu ada kerinduan dan kasih sayang yang besar pada wanita yang duduk dihadapannya.

“semuanya baik…”jawab Hye na sambil kemudian meletakkan gelas jus yang baru saja ia minum ketempatnya kembali

Laki-laki itu diam kembali menatap Hye na “lalu… bagaimana dengan bayimu…?”tanya orang itu lagi “apa kau sudah memeriksakannya kedokter… appa baru ingat, bukankah hari ini seharusnya kau memeriksakan dirimu…?”ujar ayah Hye na,“…ne… aku baru saja dari dokter beberapa hari yang lalu... dokter Han meminta perubahan hari karena ia harus menghadiri seminar penting di luar kota…”jawab Hye na panjang lebar yang ternyata berhasil membuat ayahnya terdiam ditempatnya, menatap Hye na tidak menyangka.

Hye na menatap diam sang ayah, merasa telah mengatakan sesuatu yang mungkin tidak seharusnya ia katakan “... maaf...”

“ahniya... buat apa meminta maaf...”ujar tuan Lee cepat.

Hye na menatap tuan Lee diam “...karena sudah menyita banyak waktu anda... jadi...” Hye na menghentikan ucapannya, menatap sang ayah diam, dan kini keduanya terdiam ditempatnya

Tuan Lee menatap Hye na dan dengan hati-hati mulai mengeluarkan kalimatnya “…lalu…errrrmmm… apa kata dokter…?”tanya tuan Lee, menatap Hye na penuh harap yang kemudian dibalas dengan tatapan tajam Hye na, namun tuan Lee berhasil dibuat terkejut kembali oleh Hye na “tidak ada masalah apapun… semuanya baik… bayi ini sehat… sangat sehat kata dokter…”

“bagus kalau begitu…appa sudah tidak sabar menunggu cucu appa...” ujar ayah Hye na yang kini berhasil membuat Hye na terdiam ditempatnya, menatap sang ayah tajam. Ayah Hye na diam ditempatnya, menatap Hye na gugup kemudian kembali meneguk teh dicangkirnya. Sebuah pertanyaan menuntut untuk diucapkan, “errrrmmm…”tuan Lee terdengar hati-hati dan menatap Hye na ragu “… kalau tidak salah kandunganmu sudah berumur 24 minggu…” Tuan Lee menghentikan ucapannya sesaat, sedangkan Hye na terlihat menunggu, menatap sang ayah.

Tuan Lee diam, menundukkan kepalanya “…apa appa boleh tahu, cucu appa perempuan atau laki-laki…?”tanya tuan Lee akhirnya. Lama kini Hye na hanya diam ditempatnya menatap sang ayah “…ahhh… jika kau tidak mau…”

“ini…”potong Hye na sambil memberikan sebuah amplop pada laki-laki dihadapannya. Tuan Lee terlihat diam sesaat menatap amplop yang diberikan Hye na padanya dan menatap Hye na bergantian, bingung “apa ini…”tanya tuan Lee sambil kemudian mencoba membuka amplop itu, namun segera dihentikan oleh Hye na.

“jangan dibuka dulu… anda harus menjelaskan sesuatu padaku terlebih dulu…”ujar Hye na yang menyebabkan tatapan bingung dari tuan Lee, namun segera tersadar saat ia menatap tatapan Hye na yang serius padanya. “…apa nak.. apa yang ingin kau tahu…?”tanya Tuan Lee kemudian, membalas tatapan Hye na yang serius.



Hye na diam ditempatnya menatap sang ayah kemudian menunjukkan senyum tipisnya sesaat sebelum akhirnya ia kembali serius.

*********

Jung min diam, menatap kosong berkas yang harus ditanda tangani dihadapannya. sama sekali tidak memperdulikan 2 orang yang tengah menatapnya, menunggunya menandatangani berkas itu.

Keduanya sama sekali tidak berani memecah keheningan itu dengan suatu apapun atau mengganggu keterdiaman bos keduanya, hingga terdengar ketukan dipintu yang membuat Jung min tersadar dari keterdiamannya dan terdiam menatap pintu bergantian dengan 2 orang yang sedari tadi berdiri, diam menatapnya.

“masuk…”ujar Jung min tegas, yang kemudian menatap pintu dihadapannya, menunggu. Mengharapkan sesuatu “tuan… rapat akan…” pak Jang menghentikan kalimatnya menatap 2 orang pegawainya yang ternyata masih diruangan Jung min. “apa yang…”tanya Pak Jang, menatap kedua pegawai itu yang ketika itu melirik sekilas pada bos mereka, member tanda pada Pak Jang jika semua ini salah bos mereka, dan pak Jang mengerti.

“mianhe tuan…”ujar pak Jang yang kemudian memberikan tanda agar kedua pegawainya keluar dari ruangan itu.

Jung min menatap diam kedua pegawai itu kemudian mendesah pelan menatap pak Jang “…aku yang membuat mereka menunggu…”ujar Jung min lemah.

Pak Jang diam, menatap tuannya “apa anda baik-baik saja jika harus menghadiri rapat hari ini…?”tanya pak Jang hati-hati

Jung min menghela napas panjang “…ahhh… ne tentu saja… tak apa…”jawab Jung min, menundukkan kepalanya. Pak Jang menatapnya diam, dia benar-benar merasa sedih untuk tuan mudanya itu, jika ia dapat melakukan sesuatu untu tuan mudanya, maka akan ia lakukan… seperti… “… tuan… rapat dengan tuan Ma, diundur samapi besok siang… jadi rapat kali ini hanya dengan tuan park, tentang perkebunan yang akan anda beli…”

“perkebunan…?”

“ne… bukankah beberapa hari yang lalu, anda mencari perkebunan dengan sebuah kebun yang cukup luas beserta sebuah rumah yang indah yang bisa anda gunakan untuk berlibur dengan hawa yang sejuk…?”ujar Pak Jang, menatap Jung min, meyakinkan. “…dan beberapa hari yang lalu anda sudah menanyakannya pada tuan Park tentang perkebunan dan rumah liburan yang dijualnya..” tambah pak Jang, melengkapi pernyataannya.

Ya, Jung min ingat, ia mencari sebuah kebun dan rumah liburan untuk dirinya dan Hye na, tentu saja untuk anak mereka juga kelak. Rumah liburan dengan hawa yang sejuk yang akan membuatnya, Hye na dan anak mereka merasa tenang dan nyaman.
Jung min menundukkan kepalanya, mengingat semuanya dan senyum simpul tipis terlihat diwajahnya.

“ne… baiklah…”jawab Jung min lemah. “ayo kita pergi… kita harus segera menyelesaikannya… ”ujar Jung min, “entah akhirnya digunakan atau tidak…”sambung Jung min lagi yang kemudian bangkit dari tempatnya, mengambil jasnya dan dengan cepat memakainya, namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Jung min memutar tubuhnya menatap pak Jang yang berdiri dibelakangnya “…apa Jung ahjussi menghubungiku…?”tanya Jung min kemudian

“ne?!?!” pak Jang menatap Jung min sesaat, bingung dengan pertanyaan Jung min yang tiba-tiba “…ahhh… belum tuan… tidak ada telepon untuk anda…”

Jung min diam, menghela napas panjang, kemudian dengan perlahan mulai melangkah keluar dari ruangannya.

Persetujuan itu segera disahkan dengan sebuah jabatan tangan antara Goo Jung min dengan tuan Park. Dan beberapa hari lagi Jung min berencana untuk melihat kembali perkebunan tersebut lebih mendetail. Dan sebuah keinginan muncul dibenaknya namun segera ditepisnya. Ia ingin membawa serta Hye na saat ia pergi mengunjungi perkebunan itu, tapi ia tidak mungkin membawa istrinya itu jika keadaanya masih seperti ini. Jung min melangkah gontai kembali keruangannya dengan sesekali menghela napas pelan, memikirkan apa yang muncul dibenaknya.

“ahh… tuan…”potong sekretaris Jung min tiba-iba, bangkit dari kursinya dan menatap Jung min sesaat akan memberikan sesuatu “…ahhh… nanti saja…”ujar Jung min, tanpa mengalihkan pandangannya menatap sang sekretaris “tapi… “potong sekretaris Jung min lagi yang kali ini membuat Pak Jang yang mengurus apapun yang ingin diberikan atau dikatakan oleh sekretaris Jung min.

Pak Jang menggelengkan kepalanya menatap sekretaris Jung min, melarang apapun itu, karena bisa saja membuat tuan mudanya itu semakin kesal dan semakin membenamkan kepalanya, sehingga setelah Jung min masuk keruangannya dan menutup pintu ruang kerjanya, pak Jang melangkah mendekati sekretaris Jung min “ada apa…?”tanya Pak Jang, menatap sekretaris tersebut

“ini… seseorang yang menyebut dirinya tuan Jung Ho bin datang kemari dan memberikan ini...”ujar sang sekretaris, sambil menyerahkan sebuah amplop kecil. Pak Jang diam menatap amplop tersebut, kemudian mengalihkan tatapannya menatap sekretaris Jung min “apa ini…”

“saya tidak berani membukanya pak… tuan Jung memerintahkan untuk langsung memberikannya pada doronim… jadi saya tidak berani membukanya…untuk mengetahui apa isinya…”ujar sekretaris tersebut.

Pak Jang diam ditempatnya, menatap amplop tersebut nanar. Rasa penasaran menyerbunya, namun rasa profesionalitas mengurungkan niatnya. Perasaannya membuncah. Ketakutan merajainya. Amplop itu terasa tipis ditangannya dan tidak mungkin berisi surat cerai antara nona mudanya dengan tuan mudanya itu, lalu apa…

Pak Jang menarik napas panjang sesaat “…biar aku berikan pada tuan muda… terima kasih banyak…”ujar pak Jang yang kemudian melangkah kearah ruang kerja Jung min, mengetuknya sesaat kemudian membukanya dan melangkah masuk kedalamnya.

Ditatapnya Jung min sesaat yang tengah membaca sesuatu dihadapannya “…ada apa pak Jang…”ujar Jung min tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas dihadapannya. pak Jang diam ditempatnya, menatap Jung min. Ia merasa sangat bersalah dan sama sekali tidak ingin jika tuan muda dan nona mudanya –Hye na- harus berpisah seperti ini.

Jung min sudah terlalu banyak menderita dan setelah bertemu dengan seorang Jung Hye na, segalanya berubah. Jung min berubah, sangat berubah, bahkan pak Jang sama sekali tidak mengenalinya di awal, namun senyum terus terkembang diwajah pak Jang saat menatap perubahan yang diberikan Jung Hye na pada seorang Goo Jung min yang sebelumnya dingin, sedingin es. Kebahagiaan selalu hadir dan Hye na yang telah membuatnya seperti itu, belum lagi kehadiran anak yang ditunggu-tunggunya dan hanya tinggal 16 minggu lagi, tetapi jika amplop itu benar-benar sebuah surat yang akan membuat keduanya terpisah, pak Jang harus menghalanginya.

“ada apa pak Jang…”tanya Jung min yang akhirnya kini mengalihkan pandangannya menatap pak Jang yang masih berdiri diam dihadapannya.

“ahhh… ini doronim… tuan Jung…”

“mwo…?!?!? Jung ahjussi… ada apa…? Apa dia meneleponku… atau adakah sesuatu yang terjadi pada Hye na…? ada apa… katakan…”ujar Jung min yang dengan tiba-tiba bangkit dari tempatnya dan melangkah mendekati pak Jang yang diam dihadapannya.

“ahni… tidak tuan… hanya ini…”ujar pak Jang yang kemudian memberikan sebuah amplop pada Jung min yang dengan curiga dan hati-hati diterima Jung min. ketakutan yang sama menerpa Jung min “… pak Jang…”panggil Jung min sambil menatap amplop putih ditangannya “ne doronim…”

“…”lama Jung min diam, ragu “…ini bukan surat cerai kan…?!?!??”

Pak Jang diam, terkejut dengan pertanyaan tuan mudanya itu yang tanpa basa basi, seperti pemikiran yang baru saja terlintas dibenaknya “…saya harap bukan tuan… “ujar pak Jang yang semakin membuat Jung min merasa takut dan ragu. Jung min diam dan dengan langkah gontai ia kembali ke tempatnya dan diletakkannya amplop itu di meja dihadapannya.

Jung min diam menatap amplop itu, hingga… “anda harus membukanya tuan… agar rasa penasaran anda hilang…”

“tapi…”

“apa anda ingin saya yang membukanya…?”tanya pak Jang, menatap Jung min yang diam ditempatnya menatap amplop itu. Pak Jang diam, kemudian dengan langkah perlahan ia mendekati meja Jung min dan mengambil amplop itu.

“saya yang akan membukanya tuan…”ujar Pak Jang yang mencoba membuka amplop itu, namun gerakannya terhenti “ahni pak Jang… berikan padaku…”ujar Jung min yang kemudian mengambil amplop tersebut dan menatapnya sesaat sebelum akhirnya membuka amplop tersebut. Jung min menatap amplop itu dan perlahan mengeluarkan sesuatu yang ada didalamnya. Sebuah foto, batin Jung min saat menatap isi amplop tersebut. Jung min mengeluarkan foto itu dan menatapnya, dan betapa terkejutnya Jung min saat menatap foto itu.

Tak lama senyum lebar dan langka terlihat diwajahnya, bersama sebuah ekspresi yang bingung Pak Jang saat menatap Jung min juga terlihat.  Pak Jang diam ditempatnya, menatap Jung min tidak mengerti apa yang terjadi pada tuan mudanya itu.

“Pak Jang.. siapkan mobil sekarang juga…”ujar Jung min, yang kemudian memasukkan foto itu kedalam saku kemejanya, “mwo?!?!”ujar pak Jang yang masih bingung dengan apa yang terjadi.



Jung min tersenyum, terharu dengan apa yang baru saja dilihatnya, namun disamping itu ada sebuah kabahagiaan dan perasaan senang setelah menatap apapun yang berada di amplop itu. Jung min mengangkat wajahnya cepat menatap pak Jang. “siapkan mobilku sekarang pak Jang… aku harus kepeternakan Hye na…”ujar Jung min yang kemudian bangkit dari tempatnya, menatap pak Jang dengan senyum lebar diwajahnya.

********

Hye na menyeka keringatnya sesekali dan lebih sering mengibaskan tangan kanannya yang masih diperban dan sekarang terlihat mulai memerah di beberapa tempat yang juga terlihat koyak.

“apa belum cukup… kau sudah semalam menarik panahmu dan kau akan menyakiti tanganmu…”

“belum ahjussi… belum…”ujar Hye na yang kemudian menarin anak panahnya kemudian melepaskan anak panahnya yang langsung menancap tepat ditengah target bersama anak panah yang lain, yang masih menancap di badan target, yang belum sempat Hye na lepaskan dari target.

“tolong berhenti…”

“ahni ahjussi… biarkan saja aku…”ujar Hye na yang kembali membidik targetnya kemudian melepaskan anak panahnya.

“tolong nak… hentikan sekarang juga…”

“akh!”seru Hye na tiba-tiba, mengibaskan tangan kanannya yang terasa sakit “lihatlah..”ujar Jung ahjussi yang melangkah mendekati Hye na dan menarik tangan kanan Hye na, untuk menatapnya.

“tidak apa ahjussi… lebih baik ahjussi kembali… aku tidak akan melakukan apapun yang membahayakan anak ini…”ujar Hye na yang membuat Jung ahjussi tidak habis pikir dengan sikapnya “ tentu kau tidak akan melakukan sesuatu yang mencelakai anak itu, tapi kau akan memperparah lukamu… hentikan memanahmu sekarang juga…”ujar Jung ahjussi

“ahni ahjussi…”ujar Hye na tetap kukuh dengan pendiriannya dan kembali mengambil anak panah dan mulai membidik targetnya.

Jung ahjussi menatap Hye na sesaat, menghela napas panjang, menyerah sebelum akhirnya ia melangkah pergi. Jung ahjussi tidak habis pikir pada kemenakannya itu, hingga akhirnya Jung ahjussi mengambil sebuah keputusan.

Hye na kembali mengibaskan tangannya dan mengusap keningnya. Keringat mulai merayap turun dan rasa lelah sudah menyerang dirinya.

“apa belum cukup sayang…”ujar seseorang tiba-tiba yang sesaat membuat Hye na diam ditempatnya. Ia sangat mengetahui suara itu. Suara khas milik suaminya, dan tanpa ia sadari rasa rindu mulai merayapi dirinya, namun kekesalan masih merajai dirinya hingga membuat Hye na masih berdiam ditempatnya dan perlahan mangambil anak panah yang tiba-tiba langsung diambil oleh orang itu.

Tanpa Hye na duga itu membuatnya menatap laki-laki dihadapannya itu, dan rasa rindu kembali hadir di hatinya. Setelah segalanya, akhirnya Hye na mengetahui segalanya atas apa yang terjadi pada dirinya, ibunya dan Jung min, dan ia menyadari jika ia salah. Hye na sudah menyadarinya ketika ia bertemu dengan ayahnya. Dan mulai menyadari keberadaan Jung min yang berada pada tempat, dan situasi yang salah.

Hye na tidak akan pernah menyalahkan latar belakang mereka berdua, dimana dirinya dan Jung min dilahirkan, karena ia sama sekali tidak dapat memutar waktu dan ia juga Jung min tidak dapat meminta kembali untuk tidak dilahirkan di keluarga yang mengikat keduanya sekarang. Sekarang, Hye na hanya dapat bersyukur atas apa yang terjadi padanya dan juga pada Jung min. Lagipula karena keadaan keluarganya, khususnya sikap ayahnya dan ketiadaan ibunya, ia dapat bertemu dengan Jung min, kemudian menikah dengan laki-laki itu dan sekarang… ia dan Jung min tengah menunggu kelahiran anak mereka berdua, tentu saja dengan perasaan antusias yang besar. Tidak ada yang dapat menyalahkan atau menandingi hal itu.

Hye na menghela napas sesaat, berusaha menyembunyikan senyumnya. “sudah cukup sayang… kau harus istirahat”ujar Jung min, yang berhasil mengalihkan pandangannya dari menatap Jung min.

“untuk apa kau kemari… bukankah kita sudah sepakat untuk tidak saling bertemu dan kau sudah menyetujuinya…?”ujar Hye na yang sesaat rasa bahagia atas kedatangan suaminya mulai merayapi dirinya.

Jung min diam, terdengar helaan napas darinya “… aku tidak pernah menyetujuinya sayang… dan kau masih istriku… ibu dari anak yang kau kandung sekarang… dan lebih baik kau hentikan apa yang kau lakukan sekarang..”

Rasa kesal dan sayang dihati Hye na yang hadir tiba-tiba dan bersamaan, memberi kekuatan Hye na untuk membantah pada perkataan Jung min, sekaligus membuat sebuah pelajaran untuk suaminya itu “ahni… aku belum berhenti… dan tidak ingin berhenti…” Hye na menghentikan ucapannya sesaat “…jadi biarkan aku…”ujar Hye na yang kemudian kembali menarik busurnya dan akan melepaskannya.

Jung min menatap Hye na, pandangannya berubah, rasa cemas dan khawatir terpancar diwajahnya “tolong…”ujar Jung min memohon, menatap Hye na dan membuat Hye na berusaha menyembunyikan senyum tipisnya.

“ahni…”

“ayolah… aku mohon… berhenti sekarang juga…”ujar Jung min

“ahni!”jawab Hye na lebih keras dari sebelumnya. Tatapannya bertemu dengan tatapan suaminya saat itu, dan membuat Hye na memikirkan sesuatu dibenaknya.

Hye na diam, menatap Jung min “…tapi…” ujar Hye na akhirnya, sambil berusaha menahan rasa senang yang membuncah dihatinya. Hye na terdiam sesaat, menghentikan ucapannya “…jika kau mau berdiri disana…”ujar Hye na, menunjuk pada target dihadapannya. Jung min menatap kemana arah telunjuk Hye na terarah. Saat itu perasaan aneh merasuki dirinya, ia curiga atas apa yang akan dilakukan istrinya itu pada dirinya  “…apa yang harus aku lakukan disana…”tanya Jung min, tidak mengalihkan pandangannya dari arah target dihadapannya.

“hanya berdiri saja…”ujar Hye na

“apa yang akan kau lakukan nak…”tanya Jung ahjussi tiba-tiba, menatap Hye na takut “tak ada ahjussi… hanya meminta Jung min untuk berdiri disana…”

“tapi…”

“hanya berdiri…”ujar Hye na tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya menatap Jung min “… bisakah Jung min-ssi…?!?!”tanya Hye na, mengalihkan pandangannya menatap Jung ahjussi yang menatap keduanya khawatir.

Jung min menatap Hye na namun langkahnya segera ke tempat dimana Hye na menunjuk sebelumnya dan kemudian ia berdiri dihadapan target, dan membelakanginya “bagus…”
“tapi Hye na kau tidak mungkin…”

“ahhh… benar ahjussi… aku harus mengenakan ini…”ujar Hye na sambil mengambil sebuah kain, melipatnya dan menutupi matanya dengan kain tersebut “…bukankah ini lebih baik ahjussi…”

“YYA!!! kau ingin membunuhku…”seru Jung min, takut

“hentikan Hye na… kau tidak boleh melakukannya…”

“ooohhh… Hye na harus melakukannya ahjussi… ini juga termasuk latihan..”jawab Hye na enteng

“tapi nak…”ujar Jung ahjussi, menatap Hye na takut sekaligus khawatir. “tenang saja ahjussi…”

“tapi kau tidak pernah melakukan ini…”ujar Jung ahjussi

“MWO?!?!”

“ahjussi… diam saja… jika target merasa khawatir maka pemanah juga akan merasakannya… dan akan mempengaruhi hasilnya nanti…”ujar Hye na enteng, oenuh dengan kemenangan yang kemudian segera menarik anak panahnya “kau harus diam ditempatmu… aku membidik hanya berdasarkan perasaan…”ujar Hye na yang kini semakin berhasil membuat Jung min ketakutan dan bergetar ditempatnya. Hye na tersenyum. Dan mulai berkonsentrasi, kemudian…. SLAAAAPP!! Hye na sudah melepaskan anak panahnya. Sesaat hening, tidak terdengar suara apapun, hingga…

“AKHHHHH!!!”

*********

Matahari mulai tersenyum lebar dan mempengaruhi seluruh penduduk bumi dengan sinar dan panasnya yang mulai menyengat. Terdengar ketukan keras di pintu kamar Hye na “…maafkan aku Hye na…”ujar seseorang dibalik pintu.

Hye na hanya diam ditempatnya, tidak mempedulikan orang itu. Rasa kesal mempengaruhinya, membuatnya benar-benar marah. Permainan Jung min dan Jung ahjussi benar-benar membuatnya marah. Dan ia berjanji tidak akan pernah memaafkan Jung ahjussi ataupun Jung min.

Flashback

Kegelapan merajai Hye na, namun Hye na yakin ia tidak akan mengenai Jung min sedikitpun, karena arah Hye na sudah sangat jauh dari targetnya, ditambah lagi, Hye na tidak akan menarik anak panahnya kuat, dan kemungkinan anak panahnya tidak akan mencapai target.

Hye na tersenyum dengan perkiraannya kemudian mulai melepaskan anak panahnya, dan SLAAAAAPPP!!! Hye na sudah melepaskan anak panahnya. Keheningan meraja. Hye na tidak mendengar sesuatu apapun, hingga…

“AKKKHHHH!!!”seru seseorang yang sangat Hye na hafal suaranya. Dengan cepat Hye na melepaskan penutup matanya dan betapa terkejutnya ia saat melihat Jung min berbaring dengan memegang perutnya yang mulai bersimbah sesuatu berwarna merah, juga anak panah yang bersimbah sesuatu yang berwarna merah diujungnya yang runcing, menatap dan mengetahui kedua hal itu, membuat pikiran Hye na berkecamuk.  Hye na mulai ketakutan dan khawatir. Dengan cepat Hye na berlari kearah Jung min, menatap Jung min yang terlihat menekan perutnya yang berwarna merah “…apa yang terjadi… tidak mungkin…”ujar Hye na mulai khawatir.

“ahjussi… bagaimana ini… apa yang terjadi…”

“yya!! bukankah sudah ahjussi bilang… kau tidak akan bisa…”

“cepat bawa kerumah sakit… cepat ahjussi… bagaimana ini…”ujar Hye na ketakutan dan dengan cepat bangkit, berdiri.

“Hye..Hye na…”panggil Jung min lemah, membuat Hye na duduk kembali disisi Jung min, menggenggam tangannya yang bersimbah darah “…ne… ne… ne.. ada apa…”ujar Hye na

“maafkan aku…”

“mwo?!?”

“kau harus memaafkan aku… jika tidak aku tidak akan pernah tenang…”

“mwo…?!?!”

“aku mohon… aku…AKHHHH!!”

“baik! Baik! Baik! Aku maafkan… jadi jangan banyak bergerak dulu…”ujar Hye na, benar-benar ketakutan. Hye na mengalihkan pandangannya menatap Jung ahjussi “ahjussi… kita harus membawa suamiku kerumah sakit… ayo ahjussi…”

“…ti…tidak perlu say…sayang… kau cukup memaafkan aku saja…akhh… itu sudah cukup untukku…”

“iya iya.. iya.. iya… aku maafkan… jadi bertahanlah… aku mohon…”ujar Hye na takut, menggenggam tangan Jung min semakin kuat, menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan tangisnya yang akan pecah.

“benarkah?!?!”tanya Jung min lagi, menatap Hye na.

Hye na menganggukan kepalanya, mengiyakan “…benarkah?!?! Benarkah kau sudah memaafkanku…?”tanya Jung min lagi.

Senyum Jung min semakin lebar, dialihkannya pandangannya “Jung ahjussi dan kalian semua bisa menajdi saksinya...”ujar Jung min, menatap Jung ahjussi tersenyum girang kemudian pada semua pekerja peternakan Hye na yang segera berkumpul saat mendengar teriakannya. Hye na diam, kemudian Hye na mengangkat kepalanya, menatap Jung min dan betapa terkejutnya ia saat tiba-tiba ia menyadari Jung min bangkit dan duduk dihadapannya. Hye na menatap senyum Jung min yang merekah lebar “bag… bagaimana… kau…”

Senyum Jung min semakin lebar dan dengan cepat membawa Hye na kedalam pelukannya, mendekapnya erat “kau!!” kemarahan Hye na meraja. Jung ahjussi tertawa melihat apa yang dilakukannya berhasil. Hye na tertipu.

“tenang saja sayang… ini hanya saos tomat dan…”

Air mata Hye na merebak. Tangis Hye na mulai pecah bersama kemarahannya
“kalian!!”seru Hye na, membuat dua laki-laki yang berdiri dihadapannya diam, menghilangkan senyum diwajahnya, menyadari kemarahan Hye na.

“kalian!!! AKHHHH!!!”seru Hye na yang tiba-tiba menekan perutnya dan jatuh dalam pelukan Jung min. “YYA!! sayang… sayang…”panggil Jung min, namun Hye na masih memejamkan matanya, tidak bergerak. Kini Jung min yang merasa khawatir. Dengan cepat namun lembut, Jung min mengangkat Hye na dalam pelukannya dan membawa Hye na ke kamarnya, merebahkan tubuhnya perlahan sedangkan Jung ahjussi dengan cepat menekan sederet nomor diponselnya menghubungi seseorang. Dokter keluarga.

End of flashback

Dan disinilah Jung min sekarang, mengetuk pintu dihadapannya yang sudah ia lakukan hampir selama setengah jam, menatap pintu kamar Hye na dan mengetuk pintu kamar Hye na, memohon maafnya kembali.



“maafkan aku sayang… aku mohon… aku benar-benar tidak bermaksud mempermainkanmu… aku hanya…”

Hye na mendesah pelan, memejamkan matanya “…pergi dari sini…”ujar Hye na terdengar lemah, namun menyimpan rasa kesal dihatinya.

“sayang…”panggil Jung min, memohon

“pergi… aku tidak ingin melihatmu…”

“tapi sayang…”

“pergi…”

“ayolah sayang…”

“ahni! Pergi…”ujar Hye na, tetap bersikeras, namun Jung min ternyata tidak kalah keras kepalanya dengan Hye na “…tidak akan pernah…”

Hye na diam sesaat, senyum merekah diwajahnya “…pergi sekarang…”ujar Hye na

Jung min diam, tidak menjawab Hye na, selama beberapa saat Hye na diam ditempatnya, namun ia mencoba mendengarkan semua suara yang datang dari luar kamarnya, menunggu, tetapi tidak terdengar sebuah suara pun diluar kamar Hye na. Hye na menatap pintu kamarnya sesaat sebelum akhirnya ia bangkit dari tempatnya dan melangkah perlahan mendekati pintu kamarnya itu, mencoba mendengar sesuatu di luar kamarnya, namun ia tidak mendengar apapun. Jung min benar-benar pergi, ujar Hye na dalam hati.

Hye na mendesah pelan dan perlahan membuka pintu kamarnya dan keluar sambil terus melihat adanya seseorang atau lebih tepatnya mencari sosok Jung min, namun Hye na tidak mendapati Jung min diluar kamarnya. Hye na melangkah kearah dapur. Perutnya terasa lapar, dan tepat saat itu Hye na mencium sesuatu yang harum yang membuat perutnya semakin lapar.

Hye na melangkah masuk kedalam dapur, dan tiba-tiba langkah Hye na terhenti ketika ia mendapati sesosok laki-laki disana “…akhirnya kau keluar…”ujar orang itu, tersenyum menatap Hye na

Hye na menatap laki-laki itu marah dan kesal “…kenapa kau masih disini…”

Laki-laki itu diam, kemudian mengarahkan pandangannya menatap sesuatu yang sedang dimasaknya “…memasak sesuatu…”jawab laki-laki itu enteng. Hye na diam ditempatnya, menatap laki-laki itu marah “…duduklah… kita makan bersama… aku sangat lapar…”ujar laki-laki itu

“tidak! Goo Jung min-ssi… lebih baik anda pergi sekarang…”

“tapi aku benar-benar lapar Jung Hye na-ssi…”jawab Jung min enteng

Hye na menatap Jung min semakin tajam “…kalau begitu aku yang pergi… aku benar-benar tidak ingin melihatmu… aku benar-benar muak!”ujar Hye na sarkastik  sambil kemudian membalikkan tubuhnya untuk keluar dari dapur, namun langkahnya terhenti, Jung min menghentikan langkahnya dengan mencengkeram tangannya erat.

Ditatapnya Hye na dengan pandangan memohon “…jangan… aku benar-benar lapar… seharian aku belum makan, dan aku ingin makan bersamamu…”ujar Jung min, menatap Hye na serius. Hye na terdiam ditempatnya, membalas tatapan Jung min “…setelah kita makan… aku akan pergi…”ujar Jung min, menundukkan kepalanya.

Hye na diam mendengar ucapan Jung min kemudian menarik tangannya lepas dari cengkraman Jung min dan melangkah kearah meja makan, menunggu Jung min menyelesaikan masakannya, tak lama semua masakan Jung min selesai dan Jung min menghidangkannya di meja makan, dihadapan Hye na “…semoga kau menyukainya…”ujar Jung min, menatap Hye na tersenyum. Hye na hanya terdiam ditempatnya dan mencoba menikmati makanannya tanpa memperdulikan Jung min yang duduk dihadapannya.

1 jam kemudian, setelah keduanya menghabiskan makanan mereka, Jung min bangkit dari tempatnya, menatap Hye na “…aku pergi…”ujar Jung min, menatap Hye na yang diam ditempatnya, menundukkan kepalanya.

Jung min menghela napas panjang dan kemudian beranjak dari tempatnya, hingga… Hye na mendesah pelan “… aku ingin es krim rasa vanilla ukuran besar sekarang…”ujar Hye na menghentikan langkah Jung min dan membuat Jung min membalikkan tubuhnya, menatap Hye na.

“MWO?!?!” ujar Jung min, tidak percaya dengan apa yang didengarnya

“SEKARANG!!!”seru Hye na

“ahh… ne… ne… ne… tentu saja… tunggu sebentar… akan aku bawakan…”ujar Jung min. Hye na tersenyum menatap ketergesaan Jung min



********
Malam mulai menjelma. Bulan dan bintang menggantikan sang mentari melakukan tugasnya. Semua makhluk terlihat tengah terlelap dalam tidur mereka kecuali beberapa hewan nokturna yang membuka matanya, mencari segala hal untuk mereka.

Jung min diam menatap Hye na yang terlelap dihadapannya. Senyum terlihat tidak henti-hentinya terlukis diwajahnya. Ia benar-benar senang dengan apa yang diperolehnya sekarang. Kebahagiaan menyelimutinya. Setelah kesalah pahaman yang membawa rasa rindu, sakit dan kesedihan, kini ia dapat merasakan kebahagiaannya dan ia berharap dapat bertahan lebih lama, tanpa adanya ganguan semacamnya. Jung min menatap Hye na lekat, tidak ingin kehilangan apapun saat itu ataupun tidak ingin Hye na tiba-tiba menghilang, karena ia hanya melihat Hye na dalam angan dan mimpinya, namun saat ini, Hye na nyata dihadapannya.



Hye na terlihat terlelap lelah diranjang Jung min di rumah peternakannya. Setelah kemarahan yang mendingin dengan semangkuk besar es krim. Jung min memberi penawaran Hye na dan betapa senangnya Jung min ketika Hye na memilih untuk tinggal bersama Jung min dirumah peternakannya, dengan sebuah syarat yang harus ditepati dan dijaga Jung min, hanya sebuah permintaan kecil dari istrinya itu.

Permintaan sederhana agar Jung min harus selalu berada disisi istrinya itu, apapun yang terjadi. Dan mengingat permintaan itu, senyum Jung min kembali mengembang.

Perlahan Jung min bangkit dari tempatnya dan melangkah mendekati Hye na, dipandanginya wajah istrinya itu, kemudian perlahan tidak ingin membangunkan istrinya itu, Jung min mengusap lembut dahi Hye na, menyingkirkan rambut tipis yang jatuh diwajahnya, setelahnya senyum kembali terkembang diwajahnya. Jung min diam sesaat, ditatapnya kembali wajah bidadari Hye na dan perlahan ia mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Hye na lembut, tidak ingin membangunkannya, tetapi setelahnya, Jung min benar-benar terkejut ketika senyum Hye na terlukis diwajahnya, membuat senyumnya semakin melebar diwajahnya.

“saranghae Hye na…”ujar Jung min lembut, menatap Hye na dari wajahnya dan turun hingga keperutnya dimana anak kesayangannya berada “…saranghae sayang… lahirlah dengan sehat dan selamat… jaga ibu jangan sampai melakukan hal yang buruk untuk dirinya atau untuk dirimu…”ujar Jung min sambil mengusap perut Hye na yang sudah mulai terlihat membuncit pelan.

Jung min masih menyimpan senyum sambil menatap perut Hye na, dan terbersit dibenaknya sesuatu yang ingin dilakukannya. Perlahan Jung min mendekatkan kepalanya pada perut Hye na dan menempelkan telinganya ke perut Hye na, berusaha mendengarkan apa yang dilakukan anaknya didalam perut sang ibu.

Jung min tersenyum sesaat, ketika menginat ucapan dokter Hye na, bahwa mungkin ia bisa mendengar sesuatu jika mendekatkan telinga ke perut atau merasakan sesuatu jika menyentuh perut Hye na, dan ia dapat mendengar, walalupun terdengar sangat pelan.

Jung min tertawa lirih, tidak ingin membangunkan Hye na, hingga keterkejutan menerpanya ketika tiba-tiba Hye na bangkit, menatap dirinya yang masih menempelkan kepalanya di perut Hye na.

“weee?!?!?”ujar Hye na yang terdengar serak, mengusap pelan kedua matanya.

Jung min segera bangkit dari tempatnya, ditatapnya Hye na lekat, mencari sesuatu yang salah “apa aku membuatmu terbangun…?”tanya Jung min tiba-tiba, menatap Hye na khawatir. Hye na menatap dirinya sendiri kemudian menggelengkan kepalanya “ahni…”
“mianhe… sudah membangunkanmu…”ujar Jung min menundukkan kepalanya. Hye na menatap Jung min bingung namun tak lama senyum terlihat merekah diwajahnya.

“apa anak ini baik-baik saja…?”tanya Hye na, menatap Jung min sambil mengusap perutnya yang sudah mulai membuncit.
Jung min masih diam, kemudian dengan tergagap Jung min mulai menjawab “…ne… semuanya baik…”

Hye na tersenyum “baguslah…” kalimat Hye na terhenti “…tapi tidak denganku… aku ingin kepeternakan sekarang… bisakah kita kesana sekarang…?”tanya Hye na, menatap Jung min penuh harap

“MWO?!?!? Peternakan?!?!?” seru Jung min yang menuai anggukan cepat dari Hye na “malam-malam begini…?!?!?”tanya Jung min lagi yang kembali membuat Hye na menganggukkan kepalanya cepat, mengiyakan.

“aku ingin sekarang… aku ingin melihat Shin”ujar Hye na

“Shin?!?!?”ujar Jung min benar-benar bingung. Hye na kembali menganggukkan kepalanya. Jung min diam menatap Hye na sesaat. Keduanya saling menatap “…jika kau tidak mau… aku akan kesana sendiri…”ujar Hye na yang kemudian menggerakkan kakinya keluar dari selimut dan turun menyentuh lantai kayu yang dingin “…baik… aku akan menemanimu…”ujar Jung min, sambil kemudian membantu Hye na mengenakan sandal kamarnya dan membantu Hye na bangkit dari tempatnya. Hye na tersenyum menatap Jung min yang tengah mengambil jaket untuk dirinya dan Hye na juga sebuah selimut hangat untuk Hye na.

Senyum lagi-lagi terlihat diwajah Hye na. Keyakinan muncul dihatinya, bahwa kebahagiaan akan kembali hadir dihidupnya.

Keduanya berada dalam kandang Shin dan hasilnya, kini keduanya tengah terlelap dalam tumpukan jerami dengan Hye na yang tertidur diatas dada Jung min, tersenyum, hangat, melingkarkan tangannya di tubuh Jung min

*********

Malam masih terasa, namun rasa dingin telah sirna. Tubuh Hye na hangat oleh pelukan seseorang yang tengah tidur, lelap disisinya. Hye na mengangkat wajahnya menatap orang itu, dan senyum terlihat merekah diwajahnya.

“Goo Jung min… suamiku…”ujar Hye na lirih, tidak ingin membangunkan Jung min yang terlihat masih terlelap ditempatnya.

Hye na tersenyum dan perlahan bangkit dan duduk ketika menyadari dimana dia berada saat itu. Sesaat, ia merasa bingung dengan tempat dimana ia berada saat itu, namun setelah menatap Jung min yang terbaring disisinya, Hye na kembali tersenyum “ternyata sudah kembali…”gumam Hye na lirih sambil kemudian mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang terlelap disisinya.

Hye na menatap Jung min dan perlahan mengecup keningnya. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang saat itu, menyadari sesuatu “…kecupan dikening pertama…”batin Hye na, tersenyum dan kemudian merapatkan selimutnya ketubuh Jung min. Hye na bangkit berdiri, menatap sekelilingnya yang terlihat temaram, dan berjalan perlahan ke sebuah jendela yang terbuka “…dia pasti lupa menutupnya…”kata Hye na dan menatap terdiam keluar jendela. Hye na tersenyum diam, sambil sesekali mengusap lembut perutnya. Rasa dingin mulai menerpanya. Di usapnya lembut perutnya lagi “…kau kedinginan nak…”tanya Hye na lirih, menatap tersenyum perutnya.

“aaahhh… kau bangun…”ujar seseorang tiba-tiba, membuat Hye na mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang terlihat tengah duduk bersandar ditumpukan bantal ranjang keduanya

“ne…”

Jung min menatap Hye na tersenyum “kemarilah…udara sudah mulai dingin…”ujar Jung min menatap Hye na, kemudian bangkit berdiri dihadapan Hye na. Hye na diam ditempatnya, menatap suaminya yang ternyata tinggi menjulang dan benar-benar gagah. Tatapan Hye na menyadarkan Jung min “…ada apa…?”tanya Jung min menatap Hye na menunggu.

“kemarilah…”ujar Jung min lagi, mengulurkan tangannya yang kemudian disambut oleh Hye na. Jung min tersenyum dan menarik lembut tubuh Hye na hingga berada diranjang keduanya “aku kira kau pergi lagi…”ujar Jung min lirih, membawa Hye na dalam dekapannya. Saat itu Hye na dapat merasakan Jung min memeluknya erat, dan merasakan  itu, Hye na tersenyum malu.

Hye na membalas pelukan Jung min “…aku tidak akan pernah pergi lagi…”ujar Hye na, mengusap lembut wajah Jung min yang berhasil membuat Jung min terkejut, menatap Hye na. Keduanya terdiam saling tatap, hingga, “saranghae Hye na-aa…”ujar Jung min yang membuat Hye na membelalakkan matanya dan membuat semua syaraf ditubuhnya menegang karena terkejut. “sarang hae…”ujar Jung min lagi sambil kemudian membawa Hye na masuk kedalam pelukannya, memeluknya benar-benar erat.

“sarang-hae…”ujar Jung min lagi. Hye na diam, menyadari sesuatu dihatinya dan perlahan ia melepaskan pelukan Jung min. Ditatapnya wajah Jung min yang sangat dekat itu kemudian perlahan ia mulai mendekatkan wajahnya pada Jung min dan mengecup bibir Jung min singkat “…mianhe…”ujar Hye na pelan, menatap Jung min lembut. Jung min diam ditempatnya, terkejut dengan apa yang dilakukan Hye na padanya, namun kemudian tersadar setelah mendengar ucapan maaf Hye na dan membuatnya mendekatkan wajahnya pada Hye na dan dengan cepat membungkam mulut Hye na dengan bibirnya. Bibir Hye na terasa lembut di bibirnya dan membuat Jung min semakin memperdalam ciumannya.

Hye na menyadarinya dan perlahan mulai membalas ciuman Jung min. mengaitkan lengannya di leher Jung min, membawa Jung min lebih dekat padanya.

Tak lama, Jung min melepaskan ciumannya, dan menatap Hye na yang sudah berada dibawahnya. Jung min terlihat menggerakkan tubuhnya perlahan, memposisikan tubuhnya sehingga tidak akan mencelakai kandungan Hye na “…apa…” Jung min terlihat ragu, menatap Hye na dengan nafas yang mulai menderu.  Jung min memalingkan wajahnya sesaat, terlihat tidak yakin dengan apa yang akan dikatakannya, tetapi kalimat itupun terlontar  “apa baik jika kita…”ujar Jung min yang kemudian terdiam, menundukkan kepalanya “…maafkan aku… aku benar-benar tidak dapat menahannya… jadi apapun yang terjadi setelah ini… jangan pernah membenciku…”yang kemudian terputus oleh tindakan Hye na yang tiba-tiba.

Hye na membalikkan posisi tubuhnya hingga Jung min berada dibawahnya. Ditatapnya Jung min penuh gairah “…ne… aku tidak akan pernah membencimu… dan sekarang usia kehamilanku sudah memasuki minggu ke 24 dan akan segera akan memasuki minggu ke 25 ”ujar Hye na yang menghentikan kalimatnya dan mengecup bibir Jung min sesaat sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya kembali dengan nafas yang menderu

“…aku rasa usia kehamilanku sudah memasuki usia yang aman sekarang…”tambah Hye na, tersenyum penuh maksud dan kemudian kembali menerjang Jung min kembali dan memberi ciuman yang penuh gairah di bibir Jung min.

Jung min tersenyum “aku selalu membayangkan ini… membayangkan tubuhmu dengan anak kita di perutmu… “ ujar Jung min yang kemudian mengusap perut Hye na pelan dan mengecup perutnya “…oohhh… kau benar-benar cantik…”tambah Jung min, dan dengan gerakan yang posesif, Jung min mendekap Hye na yang berada diatasnya, membalas setiap ciuman dan hisapan Hye na dimulutnya. Gairah keduanya naik saat itu, tanpa mempedulikan siapa yang wanita dan siapa yang pria, Hye na dan Jung min melepaskan hasrat keduanya tanpa segan-segan.

Dengan cepat dan tanpa tedeng aling-aling Hye na yang melepaskan sweater Jung min melewati kepala Jung min dan kemudian kembali mengecupi wajah Jung min dengan ciuman yang panas. Ciuman Hye na tidak hanya berheti disitu.

“akhh…”desah Jung min saat Hye na mengecup lehernya lembut kemudian terus turun kedadanya. Hasrat Hye na benar-benar naik saat itu. “aku tidak dapat menahannya lagi sayang…”ujar Hye na serak yang kemudian hanya dalam waktu sepersekian detik, Hye na menarik lepas kemejanya hingga semua kancingnya terlepas dan kembali membawa ciumannya ke bibir Jung min.

Keduanya mendapatkan pengalaman dan kenangan yang indah saat itu.

**********

End Of Part

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] ai ai gumawo ya udah di update ga nyamgka secepat inii  [hug] [hug] [hug] aku terharu  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [kiss] [kiss] [kiss]

ai kayaknya masalah udah beres ya semua udah jelas kesalahpahaman antara hyena ama jungmin, yang pas manah jungmin kok bisa ide jung ahjussi ama jungmin begono  [laughing] [laughing] [hmpfh] hyena marah deh ketipu  Hface Hface

bagian terakhirnya bikin  [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [bav] [bav] [bav] [on] [on] [on] [on] aiii aku kangen hotscene buatanmu  [hmff] [hmff] [hmff] ayoooo tun jukan kembali  [hmpfh] [hmpfh] hyena ganasssss curiga ih selama ini hyena juga nahan2 ga kuku  [laughing]
oia ai ini berapa part lagi kah?ini bukan ending kan  [cry] [cry]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
OMG... kaget pas buka CM short tenyata updateee makasih ai.. peluk cium ai... hehe..

Chap kali ini chap yang paling aku suka semua kesalah pahaman antara Hye na dan jung min sudah beres walau awalnya sempat hye na kesal gara" di kerjain hehe... seruuuu chap kali ini, apa lagi scene terakhir ada edisi apecialnya engga neh...???  Hehe...mau donk klau ada edisi specialnya hehe.... nextnya di tunggu semoga cepat lagi update ^_^

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
 [on] [on] [on]

wah..subuh2 buka CM ternyata sis Ai udah update lg..
gomawo ya sis  [lovestruck] [lovestruck]

ini udah mulai moment2 romantisnya,suka banget sama chap ini.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
sekarang aja udah pake sayang2an,aduh..demen banget deh kalau liat mereka akur..  Hface Hface Hface Hface

kira2 berapa chap lg sis menjelang end??  [chin] [chin] [chin]


Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
ohhh setelah sekian lama jadi SR akhirnya bisa post comment hehehehe  [lovestruck] [lovestruck]

aw aw aw nanggung banged sisttttttttt kuranggggg endingnya [on] [on].tapi lega banged kesalahpahaman jungmin dan hyena selesai.tinggal menunggu anak mereka lahir dan happy ending.kok rasanya gak rela klo diendingin  [cry] [cry]

lagi donk sist ketagihan baca ffnya sist ai neh hehehe  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
sista ai gomawoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo buat updatean kilatnya [hug] [hug] [hug] [cheekkiss] [cheekkiss]
ngak nyangka deh sista ai bakalan update secepat ini^^
kyaaaaaaaaaaa akhirnya momen yang ku tunggu2 hadir juga  [on] [on] [on] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
walaupun gengsinya gede, akhirnya hye na nyerah juga ma ketulusan cinta jung min dan semua kebenaran akhirnya terungkappp [clap] [clap] [clap]
jadi senyum2 gak jelas baca chap yang ini hehehe
chap selanjutnya di tunggu sistaaaa [smiley-gen013] [smiley-dance013]

iiuuu

  • Guest
aiiiiiiiiiii mian bru komen...
baguuuusss bgd... akhirnya kesalah pahaman hilang n tinggal kebahagiaan... tinggal nunggu anaknya lahir ... chukae hyejung couple lol

komen part sblmnya...
bikin dag dig dug... karena kesalah pahaman org tua berdampak buruk buat anak mreka... tp untung hyena uda mulai ada tanda2 cintanya...

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
sista ai..beneran yg kubaca ini updatean bru?msh ga prcya makasi banget.
Asyik udah baikn nih ye,jd ikutn senang..bakaln ada yg hanimun nih dipeternakn baru :$ wih hyena si singa betina, alamat jungmin gak bs ke kntor krn tbuh penuh cakaran.wkwkkk..btw yg dikasiin ke ayah hyena n jungmin itu fto baby ya sist? Br fto aja, jungmn
udh senyum gaje gtu apalg kl ngeliat lgs bkaln gila kali yak jungminx.hehe
Trakhrnya gantunggg,pengen tau liarnya hyena :$ n reaksi jungmin kyak gmana.
gak nyangka ini update,lanjutnx ditggu yak.thank u
[/size][/color][/b]

Offline Yunie

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • Your smile is happiness
    • View Profile
Wahhh dah update 2 chaptr. Makasih Aii...
Huh akhrnya mreka baikan jga. Untung Hye Na mw mlmbutkan hatinya...
Hye Na liar amat... Dri dlu kek gitu, Hye Na sih gengsian, skali kluar langsung waww :D
MINSUN COUPLE FOREVER
MINSUNSHIPPER FIGHTING

Offline Yunie

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • Your smile is happiness
    • View Profile
Wahhh dah update 2 chaptr. Makasih Aii...
Huh akhrnya mreka baikan jga. Untung Hye Na mw mlmbutkan hatinya...
Hye Na liar amat... Dri dlu kek gitu, Hye Na sih gengsian, skali kluar langsung waww :D
MINSUN COUPLE FOREVER
MINSUNSHIPPER FIGHTING

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
sulit untuk diungkapkan?? apa yg jauh dari bayangan jungmin, ternyata tercapai...
hyena yg menginginkan jungmin begitu banyak....
meski dlam keadaan hamil..
kangen Mvers sist Ai... sebagai penutup di FF short ini,,, bisa gak ya, dpt Mverz lagi... #otak yadong


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
[clap] [clap] [clap] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] ai ai gumawo ya udah di update ga nyamgka secepat inii  [hug] [hug] [hug] aku terharu  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [kiss] [kiss] [kiss]

ai kayaknya masalah udah beres ya semua udah jelas kesalahpahaman antara hyena ama jungmin, yang pas manah jungmin kok bisa ide jung ahjussi ama jungmin begono  [laughing] [laughing] [hmpfh] hyena marah deh ketipu  Hface Hface

bagian terakhirnya bikin  [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [bav] [bav] [bav] [on] [on] [on] [on] aiii aku kangen hotscene buatanmu  [hmff] [hmff] [hmff] ayoooo tun jukan kembali  [hmpfh] [hmpfh] hyena ganasssss curiga ih selama ini hyena juga nahan2 ga kuku  [laughing]
oia ai ini berapa part lagi kah?ini bukan ending kan  [cry] [cry]

OK.. terima kasih juga untuk komentnya sista  [lovestruck] [lovestruck] pas lagi sempet sist, jadi ai post sekalian... belum, ini belum ending sist... masih ada 1 part lagi sebenernya udah selesai, tapi ai kepikiran untuk bikin satu kejadian lagi, jadi ai ulang lg deh... tunggu bentar ya...

iya, biarin Hye na ngerasain klo udah nyelakain suaminya  [goodgrief] seenaknya sendiri sih  [hmpfh] [hmpfh]

pingin sih buat, tapi  [on] [on] ya, nanti klo sempet ai buat... klo udah langsung ai kirim ke dirimu sist  [lovestruck] [lovestruck]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
OMG... kaget pas buka CM short tenyata updateee makasih ai.. peluk cium ai... hehe..

Chap kali ini chap yang paling aku suka semua kesalah pahaman antara Hye na dan jung min sudah beres walau awalnya sempat hye na kesal gara" di kerjain hehe... seruuuu chap kali ini, apa lagi scene terakhir ada edisi apecialnya engga neh...???  Hehe...mau donk klau ada edisi specialnya hehe.... nextnya di tunggu semoga cepat lagi update ^_^

makasih juga untuk komentnya sist  [cheekkiss] [cheekkiss]

akhirnya, salah pahamnya selesai, tapi bukan Hye na klo gak suka nyari saah paham sist  [hmpfh] [hmpfh]

edisi spesialnya lagi coba ai bikin, mungkin setelah part 3 nya selesai, ai langsung bikin spesialnya, tunggu aja sist, setelah jadi langsung ai kirim  [lovestruck] [lovestruck]

ok, diusahain cepet updatenya... sebenrnya udah selesai, tapi ai mau bikin 1 bagian yg bikin jung min panik dulu  [hmpfh] [hmpfh] jadi bentar lagi ya sist  [lovestruck] [lovestruck]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
[on] [on] [on]

wah..subuh2 buka CM ternyata sis Ai udah update lg..
gomawo ya sis  [lovestruck] [lovestruck]

ini udah mulai moment2 romantisnya,suka banget sama chap ini.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
sekarang aja udah pake sayang2an,aduh..demen banget deh kalau liat mereka akur..  Hface Hface Hface Hface

kira2 berapa chap lg sis menjelang end??  [chin] [chin] [chin]



gomawo untuk komentnya sist  [huglove] [huglove]

masih ada 1 part lagi... sedang di buat...  [cheekkiss] [cheekkiss]