CAST
> Lee Min Ho as Riko
> Goo Hye Sun as Nazwa
Chapter 1
24 januari 2009
Dirshy…..
Mengapa dia tak menyadari kalau aku menyukainya. Huft, memang cinta terkadang tak sejalan dengan apa yang kita inginkan. Ingin sekali rasanya ku ungkapkan semua padanya. Namun rasanya tak mungkin. Aku tak seberani teman temanku , yang dengan mudahnya menyatakan cinta pada setiap wanita. Tapi aku yakin sejauh cinta sejati pergi dia pasti akan kembali.
Sudah dulu ya dirshy….
Riko
begitulah tulisan yang ku ukir di dirshy, buku diary kesayanganku. Memang hanya buku inilah tempat satu satunya untukku menuangkan segala yang ada dalam hatiku. Pasti kalian akan bertanya Tanya mengapa aku tidak menceritakan pada ibu atau temanku. Jawabanya adalah karena aku bukan tipe orang yang terbuka pada masalah yang ku alami. Alhasil hanya buku inilah tempatnaya ^^
‘’Riko, makan malam sudah siap, ayo kita makn bersama kami sudah menunggumu dibawah” teriak ibuku dari ruang makan lantai bawah. suara tersebut sontak membangunlanku dari lamunanku
“tunggu sebentar bu,aku sedang merapikan buku pelajaran” sahutku.
Setelah selesai merapikan buku pelajaran, aku langsung menuju ruangmakan untuk dinner bersama ayah dan ibuku.
“riko. Sekarang kau sudah kelas 3 sma., sudah saatnya kau memkirkan untuk kemana melanjutkan kuliahmu nantinya. Apa kau sudah ada rencana? “ Tanya ayah memecahkan keheningan.
“sudah yah. Aku ingin melanjutkan ke HARDVAD UNIVERSITY. Aku akan mengambil jurusan ekonomi “ sahutku sambil melanjutkan makan malam .
“pas sekali kalau begitu, ayah ingin kau melanjutkan usaha ayah di Amsterdam, mungkin setelah kau lulus kuliah . bagaimana, apa kau setuju? “ ujar ayah serius yang hanya dijawab dengn anggukan olehku. Memang , aku paling tidak bisa menolak permintaan ayah dan ibu, walau terkadang semua itu tak sesuai dengan apa yang kuinginkan.
Seusai makan malam, aku belajar selama 2 jam,. Setelah kurasa cukup menguasai pelajaran tersebut, kuputuskan untuk tidur. Memang waktu sudah menunjukan pukul 22:00. Sebelum tidur , aku mengambil air wudhu untuk shalat. Seusai shalat ku tarik selimut dan meredupkan lampu kamar. Hamper setengah jam aku terus berusaha memejamkan mataku, namun entah kenapa tak bisa.
Lalu ku ambil laptop dan menyambungkan dengan modem.