lanjuutt..
beberapa saat keheningan menyelimuti suasana diruang ini. aku dan azura, tak ada salah satu pun dari kami yang berani mengeluarkan komentar, hingga......
"bagaimana , kalian setuju dengan rencana kami ini?" tanya ayah azura memecah keheningan
"tujuan perjodohan ini tak lain untuk mengikat keluarga kita. jadi setelah menikah, kalian bisa tinggal bersama disana sambil melanjutkan kuliah. jadi bagaimana?" terangnya kemudian
"kalau saya terserah ayah dan ibu saja. karena apapun pilihan mereka , aku yakin itu yang terbaik buat saya" aku pun memberanikan diri untuk menjawabnya
"bagaimana denganmu azura"tanyanya lagi dengan nada serius
"kalau riko setuju, saya juga setuju" jawabnya kemudian
"baiklah, berarti semuanya setuju. pertunangan akan digelar seminggu sebelum pernikahan karena akhir bulan depan kalian sudah harus kembali ke amerika untuk melanjutkan kuliah"
****
sepulang mereka dari rumahkku. aku tak bisa memejamkan mataku. sepertinya ada hal yang mengganjal dalam hatiku mengenai perjodohan yg kusetujui tadi.
"yaisshhh,, kalau aku tidak setuju mengapa tadi aku langsung menerima saja perjodohan itu. dan lagi lagi nazwa. gadis itu selalu terngiang dalam benakku." gerutuku lalu menarik selimut dan hendak tidur.
::
pagi harinya...
"ricko, nanti antarkan ibu berbelanja ya"
"iya bu, aku bersiap dulu" sahutku dan bergegas kekamar
di pasar swalayan...
aku pun membantu ibu untuk berbelanja. membeli barang barang yang dibutuhkan
setelah selesai , tiba tiba ada sesuatu yang menarik perhatianku yang tak lain adalah jam tangan.
ya, memang itulah hobiku sejak kecil, mengoleksi jam tangan.
aku pun melihat jam itu dan mengambilnya untuk dilihat.
tiba tiba ada yang menarik tanganku.. sontak aku pun menoleh dan ternyata gadis itu lagiii...
"hei... aku duluan yang melihat jam itu " gumamku
"aku duluan, ledies first" gumamnya lagi
dan okey,, sekarang aku tak bisa mendapat jam itu. aku kalah telak dengannya. aku pun bertanya padanya mengapa ia sangat menginginginkan jam itu
"jam tangan ini mengingatkanku pada seseorang." gumamnya
belum sempat aku berbincang, ibu sudah menelepon dan bilang bahwa ia sudah menungguku di parkiran. huft,,
**
hari demi hari aku lalui, tanpa terasa besok sudah saatnya ku bertunangan dengan azura. sampai saat ini aku masih belum bisa mengingat nazwa seutuhnya.
....
hari pertunanganpun tiba. semua temanku diundang, tak terkecuali nazwa.
tapi hari ini aku tidak melihatnya.
''kau mencari apa?" tanya azura
"aah,, bukan apa apa" gumamku asal
tiba tiba ada seorang anak kecil yang mengirimkan sepucuk surat padaku.. ternyata surat itu dari nazwa
yang berisi ; " kutunggu kau dekat halaman sekolah"
aku pun bergegas pergi kesana karena acara pun sudah selesai. sesampainya disana terlihat seorang gadis cantik sedang duduk dibangku halaman sekolah. ya, dia adalah nazwa.
"hei,, kau sudah datang ?" gumamnya lembut
" ya, kenapa kau tak datang tadi?"
ia hanya menjawabnya dengan senyuman
"selamat ya.. selamat atas pertunanganmu. dan ku harapa kau bahagia" ucapnya padaku
"terimakasih" jawabku
"sebenarnya kau siapa?? aku tak tau siapa dirimu" tanyaku lagi
"kau masih tidak mengenalku. benarkah? coba sebutkan siapa aku ini " jawabnya lagi.
dan berlalu begitu saja dari hadapanku.
tiba tiba ada sebuah truk melintas di hadapannya
"n..nazwa.. nazwa awasss ...
tapi terlambat.darah segar mengalir dari dahinya.
''kau ingat aku sekarang?" gumamnya lemah.
aku pun bergegas membawanya ke rumah sakit terdekat dan segera menghubungi keluarganya dan ayah ibuku
TBC :::>