Lanjuut..
Dari buku diary inilah aku mendapatkan semua memori ku tentang nazwa, mulai dari curahan hatiku,
hingga foto fotonya
Setelah puas membaca, aku putuskan untuk kembali ke rumah sakit. Aku telah berjanji untuk tidak
meninggalkan nazwa. Cukup kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagiku . betapa pentingnya arti
nazwa dalam hidupku.
Riko, mau kemana kamu . sudah larut malam begini? Tanya ibu padaku
Aku akan kembali ke rumah sakit dan menemani Nazwa disana sahutku sambil melangkah menuju
garasi. Namun langkahku di hentikan oleh suara ibu
tunggu
bukankah malam ini Azura akan makan malam disini. Kau tak boleh pergi Riko cegah Ibu
Maafkan aku bu. Tapi aku harus kesana sekarang tegasku sambil berlalu dari hadapan ibu
Sungguh aku merasa bersalah karena membantah ibu. Namu entah kenapa hatiku ingin sekali bertemu
dengannya. Akhirnya kunyalakan mobilku dan melaju menuju rumah sakit.
Di perjalanan, aku melihat bunga lili putih yang sangat indah. Bunga itu menarik perhatianku. Setiap kali
aku melihat bunga lili putih, aku selalu teringat dengan sosok nazwa yang lembut dan anggun.
bunga lili putihnya satu ya bu kataku pada penjual bunga
ini bunga lili putihnya jawab si penjual bunga sambil menyerahkan bunga lili putih padaku.
Di perjalanan, ternyata ada kecelakaan. Mendengar itu aku terngiang kembali dengan peristiwa yang
dialami Nazwa.
**
Sesampainya di rumah sakit
Ayah dan Ibu Nazwa sudah memberitahuku bahwa mereka sedang kembali kerumah, dan ia menitipkan
Nazwa padaku dan menyuruhku untuk menjaganya. Tentu saja dengan senang hati aku akan
menjaganya
Langkahku ku percepat agar segera sampai diruangan Nazwa , berharap ia sudah pulih dari masa
kritisnya. Namun semua itu hanya harapanku. Kondisi Nazwa masih sama seperti saat aku
meninggalkanya. Lemah dan terkulai tak berdaya. Senyum yang selalu menghias bibir nya kini telah
lenyap, hanya wajah pucat pasi yang tersisa . kembali air mataku berlinang tiap kali melihatnya seperti
ini. Hanya berharap dan berdoa , itulah yang dapat aku perbuat untuknya.
Setelah itu aku meletakkan bunga lili putih di sampingnya.
ku harap kau dapat merasakan kehadiranku, aku membawakan bunga lili putih untukmu. Kau tau,
Bunga lili putih ini adalah gambaran dirimu. Yang sederhana tetapi selalu mempesona setiap kali
Aku melihatmu. Ku mohon , bukalah matamu. Aku tau kau mendengarku Nazwa. ucapku terisak
aku hanya ingin kau mendengar aku
aku mohon dengarlah aku
AKU MENCINTAIMU NAZWA , SANGAT SANGAT MENCINTAIMU MELEBIHI AKU MENCINTAI DIRIKU
SENDIRI. Ku mohon bangunlah. Bukalah matamu. Tatap mataku Nazwa, AKU MENCINTAIMUU teriakku
Terisak sambil memegang tangan Nazwa. Tak dapat ku bendung lagi rasa ini, tak dapat aku bendung lagi
air mata ini.
Tiba tiba sesuatu bergerak ditanganku. Ya nazwa , ia menggerakkan tangannya. Berulang kali aku
perjelas penglihatanku alih alih ini hanya mimpi. Tapi bukan, ini kenyataan.
Nazwa, kau dengar aku kan. Aku Riko. Aku sudah mengningatmu Nazwa, aku mencintaimu ucapku
Tanpa henti.
Uhukkk ,, perlahan nazwa mulai membuka matanya..
dimana aku ? Tanyanya padaku
kamu dirumah sakit nazwa jawabku
Riko, mengapa kau ada disini, bukankah kau tidak menyukaiku, kau tidak mengingatku tuturnya lemah
Aku langsung membawanya dalam pelukanku.
aku mengingatmu Nazwa, kau orang yang aku cintai selama ini. Aku mencintaimu, sangat
mencintaimu ucapku sambil mempererat dekapanku padanya
Nazwa tersenyum dan berkata aku juga mencintaimu Rino, sangat mencintaimu
=TBC=