Author Topic: Uri Cinderella // My Girlfriend is a Cinderella HIATUS :p  (Read 3973 times)

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
aisshin ini sebenarnya spoiler ya...or chp 1 ya kok dikit banget  [heh][what]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
aisshin ini sebenarnya spoiler ya...or chp 1 ya kok dikit banget  [heh][what]

ini spoiler sist.. [heh] but ini spoilernya ff ini, bukan spoiler chap 1 lho yaa [biggrin] wkwkwk jadi intinya spoiler yg aku buat ini bukan spoilernya chap 1 [sweat] jadi bingung sendiri nih [hmpfh]
td pas mau update chap 1 tau2 listrik mati..
barusan aja nyala [heh]
jd mungkin sebentar lagi aku updatenya [biggrin]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
oh..ho..jadi sama2 bingung ya  [hmpfh]
udah di tunggu update-annya ya [smiley-gen013] [smiley-gen013]  punk
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile

CHAPTER 1

“eomma, appa aku berangkat ke sekolah dulu yaa !” teriak Hye sun sambil terburu-buru mengambil tas sekolahnya.
“nee sayang, hati-hati ya..” jawab nyonya Shin yang kala itu sedang memasak.


“yaa sun-a !! kau belum makan..apakah tidak sebaiknya kau makan dulu ?” Teriak ayahnya yang juga terburu-buru dan bingung melihat tingkah laku anak tunggalnya ini.

“tidaak ! aku buru-buru appa, ini sudah terlambat. Lagian sun bisa membeli makanan di kantin sekolah.” Jawab sun sambil mengikat tali sepatunya.

“baiklah..tapi ingat jangan sampai telat makan.” Ujar ayah Hye sun sambil memakan sepotong roti selai stroberi.

“nee.” jawab sun sambil mengikat tali sepatunya dan langsung berlari ke halaman depan rumahnya untuk diantar sopir pribadinya untuk berangkat ke sekolah.

Hari ini Hye sun kesiangan sehingga ia harus terburu-buru untuk ke sekolah. Maklumlah, hari ini adalah hari yang sangat penting baginya karena ada Ujian Akhir Semester yang menentukan apakah ia akan naik di tingkat 3 atau malah akan tinggal kelas.

Sesampainya di sekolah ia langsung berlari menuju kelasnya dan benar apa yang ia duga. Terlambat ! ujian sudah dimulai. Hye sun pun tampak ragu memasukki kelas.
“Hye sun-ssi..mengapa kau terlambat ?” Tanya gurunya sambil mendelik tajam ke arahnya.
Hye sun tampak takut dengan sesekali melihat ke arah wajah gurunya lalu kepalanya menunduk dalam-dalam.

“soseonghamnida..saya..saya emm mobil saya mogok.” Jawab Hye sun yang tentunya hanya akal-akalannya belaka agar gurunya itu berbaik hati padanya dan bisa mengikuti ujian.
“benarkah ?” Tanya gurunya tak percaya.
“nee, sungguh. Ooh sonsaenim tolong saya, ini adalah hari terakhir ujian..saya tidak ingin di diskualifikasi. Saya mohon..” jawab hye sun sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.
“baiklah, silahkan duduk.” Ucap guru itu dan membuat Hye sun membelalakan matanya karena tidak percaya apa yang gurunya ucapkan tadi.
“sonsaenim..anda..anda serius ?” Tanya Hye sun tak percaya.
“silahkan duduk atau saya berubah pikiran.”
“hooh sonsaenim..khamsahamnida..khamsahamnida..” Hye sun pun langsung tersenyum senang dan langsung duduk di tempat duduknya dan setelah itu ia mengerjakan soal dengan teliti.

-----*** -----

Tiing..ting..ting..

Bel sekolah pun berbunyi.
Itu tandanya berakhirnya ujian di hari itu dan murid-murid yang tadinya stress memikirkan ujian, sekarang mereka pada tersenyum penuh kemenangan karena hari ini adalah hari terakhir ujian mereka.

“aku yakin, aku akan mendapat nilai sempurna. Soalnya kan mudah-mudah..”celethuk salah satu murid.

“nee, aku juga. Haaaash senangnya ! berarti hari ini aku bisa ke mall deh. Sudah 1 minggu aku tak kesana rasanya kakiku gatel dan ingin segera shoooping!!” seru murid yang lain.

Hye sun yang melihat tingkah teman-temannya itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“bukannya memikirkan nilai ujian mereka, tapi malah shopping. Huuuh anak muda jaman sekarang selalu begitu.” Desis hye sun.

Kriiing..kriing..kriing..

Telepon genggam Hye sun berbunyi tanda adanya pesan masuk. Segera ia buka pesan tersebut dan ternyata yang mengirimkan pesan adalah ayahnya.

“Hye sun-a, bagaimana ujianmu ? apakah sukses ? semoga saja sukses ya nak..appa harap begitu. Hye sun-a, nanti appa tidak ada di rumah karena appa harus pergi ke Jepang untuk bertemu dengan client appa. Maafkan appa ya karena appa jarang menemanimu akhir-akhir ini. Tapi appa janji setiba di rumah nanti appa akan menuruti semua keinginanmu sayang. Tolong jaga dirimu baik-baik dan ibumu juga untuk 5 hari ke depan ya..”

Begitulah isi pesan ayah Hye sun. hye sun yang dari tadi melihat layar hpnya hanya diam karena sedih. Karena, ayahnya sempat berjanji akan mengadakan acara pesta barbeque ketika ia selesai ujian. Tapi, apa nyatanya ? ayahnya justru ke Jepang untuk bertemu dengan clientnya. Hye sun memang tidak kaget lagi karena memang inilah kebiasaan ayahnya sebagai pemilik Shin corp.

-----***-----

Sementara itu..

“eomma !!!” teriak Yoon Ah pada ibunya.

“yaa ! apakah kau tidak bisa mengecilkan suaramu hah ?” jawab ibunya.

“tidak bisa ! eomma ! sampai kapan kita hidup seperti ini terus hah ? aku iri dengan teman-temanku yang lain. Mereka pada memiliki benda-benda impor, pakaian mewah, mobil pribadi ! sedangkan aku ? aku punya apa ? rumah saja seperti gubuk..barang-barangku semua tidak ada mewah-mewahnya sama sekali. Setiap kali temanku memamerkan barang-barangnya aku hanya bisa berbohong pada mereka ! aku malu eomma !!” seru Yoon ah.

“yaa ! cukup ! kau seharusnya membantu ibumu ini yang setiap hari kerja membanting tulang hanya untuk kehidupan kita berdua.”

“mengapa eomma tidak menikah saja dengan orang kaya ? kan dengan begitu kita bisa hidup enak.”
“kau ini..memangnya mudah menikah dengan orang kaya ? kau tidak tau apa-apa ! mendingan kau diam saja tidak usah protes.”

“aiiiish eomma ! pokoknya eomma harus menikah menikah menikah !” teriak yoon ah, lantas ibunya pun membengkam mulut yoon ah.

“haaaash kau ini diamlaaah ! nanti orang-orang pada kesini bagaimana ?”
“biarkan mereka pada kesini..masa bodoh !”



“auush dasar anak tidak tau diuntung.” Ucap ibu yoon ah sambil menjitakkan kepala yoon ah.
“awwwh sakiiit.” Seru Yoon ah.

“salahmu sendiri teriak-teriak seperti orang gila.”

“haiiish.” Desis yoon ah kesal.

-----****-----

“aku pulaaaang !” seru Hye sun setiba di rumahnya.

“oh nona muda sudah pulang ?” ucap salah satu pelayan Hye sun.

“nee..eomma mana ?” Tanya hye sun sambil celingak celinguk mencari eommanya.

“nyonya besar ada di kamarnya nona.” Jawab pelayan itu.

“baiklah..terimakasih.” seru hye sun sambil berlari ke arah kamar ibunya.

“eomma !!” teriak Hye sun sambil membuka ganggang pintu kamar ibunya.

“hye sun-a..sudah pulangkah ?” jawab ibu hye sun agak sedikit kaget karena putri tunggalnya tiba-tiba membuka pintu kamarnya.

“nee eomma..eomma sedang apa ?” Tanya hye sun tiba-tiba karena melihat ibunya yang sedang sibuk membereskan barang-barang milik ibunya itu.

“oh ini..eomma sedang beres-beres barang-barang eomma yang sudah tidak dipakai.” Jawab ibunya sambil tersenyum simpul ke arahnya.

“memangnya ada apa eomma ?” Tanya Hye sun penasaran.

“tidak ada apa-apa kok. Hanya saja eomma membereskannya agar sewaktu eomma meninggal nanti, barang-barang ini dapat berguna. Entah untuk anak panti asuhan atau siapapun termasuk kamu nak.” Jawab ibunya.

Tak tau kenapa Hye sun langsung memeluk ibunya itu.

“eomma jangan tinggalkan aku..”ucaphye sun lirih sambil menitikkan air matanya.

“siapa yang akan meninggalkanmu nak ?  eomma tidak mengatakan untuk meninggalkanmu.”

“ta..tapi ketika eomma berbicara begitu..serasa eomma akan meninggalkanku.”

“anakku yang paling cantik..setiap manusia pasti akan menemui ajalnya masing-masing. Jika eomma meninggal besok ataupun hari ini detik ini..eomma juga tidak akan menolak sayang. Karena itu semua Tuhan yang mengatur. Jadi jika eomma harus meninggalkanmu, eomma harap kamu jangan jadi anak yang cengeng oke ? jadilah anak yang kuat. Buktikanlah kalau kamu ini anak appa dan eomma yang paling kuat sedunia.”

“eomma..hiks..hiks..” tangis hye sun makin menjadi-jadi. Namun ibunya hanya tersenyum simpul saja sambil memeluk anak kesayangannya itu dan membelai rambut hye sun dengan lembut.

“eomma akan selalu ada di hatimu sayang, jika eomma tiada..kau ingat-ingatlah muka eomma sambil memegang kalung ini..” ucap ibunya sambil memberikan kalung berbentuk bola kecil berwarna biru.

“jika kamu mengingat muka eomma sambil memegang kalung ini, eomma yakin kamu akan menjadi anak yang kuat dan tegar. Eomma yakin itu.”

Sementara hye sun masih memeluk eommanya sambil menangis tersedu-sedu.

-----***-----

Keesokan harinya..

“sun-a..kau mau ikut dengan eomma tidak ?” Tanya ibu hye sun pada hye sun yang tengah menonton tv di ruang tengah.

“eomma mau kemana ?” Tanya hye sun balik.

“eomma mau ke rumah teman lama eomma. Kau sebaiknya ikutlah, karena teman eomma yang satu ini memiliki anak yang seusia denganmu. Jadi kamu tidak akan kesepian.”

“joungmal ? seusia ?” tanya hye sun tak percaya.

“nee, kalau tidak salah dia juga mau naik ke tingkat 3.”

“waaah asyik donk ! dapet temen baru deh.” Sorak hye sun dengan gembiranya.

“jadi kau ikut kan ?”

“nee eomma tentu saja..habisnya aku kesepian akhir-akhir ini. appa baru pulang 4 hari lagi..”

“kalau begitu kau ganti bajulah..eomma tunggu kamu di mobil ya.”

“nee.” Seru hye sun.

15 menit kemudian hye sun meninggalkan kamarnya dan bergegas menuju mobil.

Sesampainya di mobil..
“omo sun-a, nomu yeoppo –yo !” ucap ibunya kagum atas penampilan sun yang benar-benar sangat cantik.

“hehe joungmal ?”

“nee,kau cantik sayang bahkan sangat cantik. Baiklah kalau begitu..jalan pak park.”

“nee nyonya.” Jawab pak park.

-----***-----

Sesampainya di tempat tujuan..

“disinikah rumahnya eomma ?” Tanya hye sun.

“nee sayang tapi eomma tak tahu apakah teman eomma masih tinggal disini atau tidak.”

“kita coba ketuk pintunya saja eomma.”

“nee..”

Tuk..tuk..tuk..
Tuk..tuk..tuk..

“apakah teman eomma sudah tidak tinggal disini ya ?” ujar ibu Hye sun.
“coba ketuk lagi eomma.”

Tuk..tuk..tuk..
Tuk..tuk..tuk…

“sepertinya memang tak ada orang, baiklah sun-a kita pulang saja.”

Namun sebelum hye sun dan ibunya pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba terdengar pintu rumah tersebut terbuka..
Kreeteek..

Keluarlah wanita paruh baya seusia ibu hye sun dengan pakaian seadanya dengan rambut digulung asal. Tampak wajah wanita tersebut terlihat loyo karena kecapekan.

Ibu hye sun pun menoleh dan pandangan wanita paruh baya pun tertuju ke ibu hye sun.
“jung eum-a..benarkah kau jung eum ?” Tanya wanita tersebut tak percaya.

“o..oo..eun hee-a..”ucap ibu hye sun sambil melongo tak percaya.
Mereka pun berpelukan melepas rindu karena sudah 5 tahun tidak bertemu.
“jung eum-a, kau kenapa kesini ?” Tanya eun hee.

“apakah tidak boleh ?”

“yya ! bukan begitu..aku tidak percaya saja kau kesini. Memangnya ada apa ?”

“aku hanya ingin bertemu denganmu bogoshippo..”

“nee aku juga..oh masuklah..”

“nee..ayo sayang masuklah.”jawab ibu hye sun sambil menawarkan anaknya masuk juga.

“ini anakmu ?” Tanya eun hee.

“nee. Sayang, perkenalkan dirimu pada bibi eun hee..”pinta ibunya.

“annyeong haseyo..hye sun imnida..bangapseumnida..”

“waaah anakmu sudah besar yaa..tambah cantik seperti ibunya.”

“haha bisa saja kau..oya, anakmu mana ?”

“oh sebentar..yoon ah-a kesinilah ada tamu..” seru eun hee.

Keluarlah yoon ah dari kamarnya dengan tampang juteknya.



“yoon ah-a ini teman lama eomma dan ini anaknya namanya hye sun.”

“oh.” Jawab yoon ah singkat.

“yya ! tidak sopan !” teriak ibunya pada yoon ah.

“ah sudahlah eun hee-a..tidak apa-apa, sepertinya anakmu sedang lelah sekali.”

“ahahaha..anak ini memang selalu begitu..tampangnya tidak pernah manis..hehe.”

“haha biarkan saja nanti pasti akan berubah dengan sendirinya.”

“nee hehe.. oya kalian mau minum apa ?” tawar eun hee.

“oh tidak usah..aku kesini hanya ingin berbicara 1 hal denganmu dan ini sangat penting.”ujar ibu Hye sun dengan tamapng berubah sedikit serius.

“oh baiklah, kita berbicara di ruang tengah saja. Yoon-ah kau ajaklah hye sun ke kamarmu ya..ajak dia bicara.” Perintah eun hee pada yoon ah.

“nee..”jawab yoon ah sambil menuju ke kamarnya dengan diikuti oleh hye sun dibelakangnya.
“ada apa jung eum-a? sepertinya sangat penting sekali.”

“begini..apakah kau mau menjaga anakku ?”

“mwoo ? memangnya kau mau kemana ?”

“aku tidak kemana-mana..”

“lantas ? apa maksudmu ?”

“begini..jika aku meninggal tolong jagalah anakku.karena aku begitu mempercayaimu eun hee-a..”
“tapi..tapi mengapa aku ?”

“karena jika aku meninggal nanti..satu-satunya yang cocok menjadi ibu pengganti hye sun adalah kau. Jadi aku harap kau mau menerimanya eun hee-a..”

“sungguh aku tidak tau kemana arah pembicaraanmu..mengapa kau tiba-tiba berbicara seolah-olah kau akan beneran meninggal jung eum-a..?”

“aku tak tau eun hee-a..maka dari itu..daripada terlambat..aku mengatakannya sekarang..apakah kau bersedia ?”

“ba..bagaimana ya..?”

“demi aku eun hee-a..”

“baiklah..demi kau..”

Jung eum pun tersenyum lega. “gumawo..aku benar tak tau lagi harus membalas kebaikanmu dengan apa..”

“anyii..aku ikhlas kok..lagian hye sun juga sudah kuanggap seperti anakku sendiri..”jawab eun hee sambil memeluk jung eum.

-----***-----

“kau bersekolah dimana yoon ah ?” Tanya hyesun pada yoon ah yang sedang membaca majalahnya.
“gyeongii art school.” Jawab yoon ah.

“wah itu sekolah seni terbaik kan ?” seru hye sun. *author ngawur :p*

“nee..kau dimana ?”

“aku di shinhwa school.”

“shin..shinhwa ?” Tanya yoon ah terbata-bata.

“nee, kenapa ?”

“bukannya sekolah itu khusus orang kaya saja ?”

“ah itu..haha enggak juga ada beberapa temanku yang tidak mampu tapi mereka mendapat beasiswa dari shinhwa.”

-berarti..hye sun adalah anak orang kaya..aku harus memanfaatkannya.- batin yoon ah.
“oh..ayahmu kerja apa ?” Tanya yoon ah menyelidiki.

“direktur sekaligus pemilik Shin corp.” jawab hye sun tanpa dosa.

-waah shin corp kan perusahaan terkenal di korea..aku harus berbaik hati pada hye sun terus supaya aku mendapatkan sedikit dari harta mereka.-batin yoon ah.

“kau kenapa yoon ah ?” Tanya hye sun yang sukses mengagetkan yoon ah dari lamunannya.

“oh anyii hanya saja kaget karena anak pewaris Shin corp bisa dihadapanku sekarang hehe.”ujar Yoon ah sedikit gugup.



“kau ada-ada saja yoon ah-a.” ucap hye sun sambil tersenyum.

“ah kau ingin minum apa ?” Tanya yoon ah berbaik hati. Yang tentunya hanya akting belaka.

“eeem apa aja boleh.” Jawab Hye sun sambil tersenyum manis pada yoon ah.



“oke, sebentar ya.” Ucap yoon ah lalu ia bergegas ke dapur untuk memberikan hye sun minuman.

Namun, tak sengaja ia mendengar percakapan antara ibunya dengan ibu hye sun. lalu ia pun menguping dibalik tembok ruang tengah itu.

“gomawo eun hee-a karena kau sudah menolongku..kau memang temanku yang paling baik. Aku yakin kau pasti akan menyayangi Hye sun seperti kau menyayangi putrimu.” Ujar ibu hye sun dengan tersenyum terhadap eommanya.

-apa maksud dari nyonya shin ? kenapa perkataannya seakan-akan ia akan menitipkan Hye sun pada eomma ?- batin yoon ah.

Karena ia sangat penasaran ia pun menguping pembicaraan antara ibunya dengan ibu hye sun.

“jung eum-a..sudah sepantasnya aku menolongmu..kau adalah teman baikku, bahkan dulu kau pernah menolongku dalam kesulitan jadi sudah saatnya aku membalas semua kebaikan hatimu dengan menjaga sepenuhnya hye sun.”

“sekali lagi gomawo..hanya kau yang bisa kupercaya eun hee-a.”

-mwoo ? sebenarnya apa maksud dari pembicaraan eomma dengan nyonya shin ?-batin yoon ah.



-----***-----

“kami pulang dulu ya..lain kali aku akan kesini.”ujar ibu Hye sun.

“nee..gomawo karna kau sudah mau mampir.”jawab ibu yoon ah.

“ahjumma dan yoon ah-a..kami pulang dulu..annyeong…!!”seru hye sun dari dalam mobil.

Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi hye sun dan eommanya pun berlalu dari rumah yoon ah.
Ibu yoon ah pun masuk ke dalam rumah namun dihalangi oleh perkataan yoon ah secara tiba-tiba.

“apa eomma akan mengadopsi hye sun ?”Tanya yoon ah dengan wajah muramnya.

“mwoo ? mengadopsi ? apa maksudmu ?” Tanya ibu yoon ah keheranan.

“tadi..aku mendengar perkataan eomma dengan nyonya shin..jadi apakah itu benar ?”

“kau menguping ?! dasaaaar !” teriak ibu yoon ah sambil menjitak kepala anaknya.

“yaiiiish eomma aphooo !”seru yoon ah.

“salah sendiri ! ngapain kau menguping hah ?”

“niatnya aku tidak sengaja menguping tapi lama-lama aku penasaran dengan percakapan eomma dengan nyonya shin !”

“apa kau mendengar semua ?”

“anyii..hanya sebagian..sekarang aku tanya pada eomma, sebenarnya apa yang terjadi ? mengapa nyonya shin seakan-akan akan menitipkan Hye sun pada eomma ? jangan-jangan eomma mau mengadopsinya ya..”

“yya kalau bicara jangan asal..buat apa eomma mengadopsi hye sun hah ? anak satu saja sudah merepotkan apalagi tambah satu lagi..bisa-bisa mati berdiri eomma.”

“lalu apa maksud dari nyonya shin ?”

“nanti kau akan tau sendiri..”jawab ibu yoon ah sambil tersenyum sinis lalu masuk ke dalam rumah.

“yya ! eomma ! awas saja nanti akan kucari tau !” seru yoon ah dengan wajah kesalnya.

-----***------

End chapter..


mian klo jelek dan membosankan [heh]
di chap1 ini memang garing, blm ada konflik yg serius dan juga blom ada momen minsun.  [sweat]
« Last Edit: December 09, 2010, 06:21:47 am by aisshin »

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
aisshin wah bener2 di update hari ini ya...gomawo ya sist [biggrin]
commentnya ntar ya aku baca dulu.... [biggrin]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
aisshin wah bener2 di update hari ini ya...gomawo ya sist [biggrin]
commentnya ntar ya aku baca dulu.... [biggrin]
[hmpfh] [hmpfh] iya, aslinya sih pinginnya weekend but minggu depan udh mulai UAS jadi update sekarang aja lah.
mian klo jelek dan garing ya [sweat]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline tisa

  • Newbie
  • *
  • Posts: 60
  • minsun always in my heart :)
    • View Profile
weeeeh assiiiiiin akhirnyaa elu buaat ff di CM jugga [clap] [clap]
heeeem sepertiinya ceritanya baguss
tapii chap awalnyaa kentaang aah  hammer2 hammer2 [hmpfh]
oyya kapaan ada momen minsun ? gag sabbar  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
updateee laggi ! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmff] [hmff]

Offline tisa

  • Newbie
  • *
  • Posts: 60
  • minsun always in my heart :)
    • View Profile
request 1 laggi ! [hmpfh] [hmpfh]
ffmu yangg di fb gag di post jugga ? [chin] [chin]

Chainezz_Vian

  • Guest
Chukae sist aisshin [clap] [clap]   
     
prmulaan yg bagus koQ sist. . .     Hemm, omma'a hye sun uda pnya firasat bnget ya sist. Kasian hye sun gk lama lg d siksa [cry] [cry]       
         
d tunggu next chap nya + moment minsun nya. Hwaiting! [lovestruck]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
udah update  [smiley-dance013] udah update  [smiley-dance013]

ommanya hyesun kenapa tuh kok nitip2in hyesun segala  [what]  omma mau pergi ya atau dia mengidap penyakit yg ga diketahui heysun  [chin]

gomawo updateannya  [hug] kirain ini ff yg di fb ternyata bukan  [hmff]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
aisshin wah bener2 di update hari ini ya...gomawo ya sist [biggrin]
commentnya ntar ya aku baca dulu.... [biggrin]
[hmpfh] [hmpfh] iya, aslinya sih pinginnya weekend but minggu depan udh mulai UAS jadi update sekarang aja lah.
mian klo jelek dan garing ya [sweat]

kayaknya ada yang curhat lewat ff nih... sama2 lagi UAS...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

hehe hehe hehe hehe... sama kayak yang lain... LANJOOOOOOTTTTT... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

kapan nih moment minsunnya...? ditunggu ya...
minho bakal jadi pangerannya..?.  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] *bayangin cinderella story beneran* [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
udah baca dr kemarin but baru komen sekrg, miane [biggrin] [biggrin]
kyknya karakter yoona sangat diperhitungkan dlm ff ini ya [what] scenenya byk amat [sweat] si minho belum muncul [chin] jd penasaran karakternya spt apa? terus bgmn dia bertemu ama hyesun [goodgrief] pasti seru deh [hmpfh]
gw yakin nih ada apa2 dgn ommanya hyesun,, tingkah lakunya sangat aneh bin ajaib, moso anak segede hyesun mesti dititipkan ke org lain, kan masih ada appanya [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Lama gak ol karena try out ternyata bayak yang update [hmfph] baca dulu ah [hmff]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
CHAPTER 2 part 1

Sepanjang jalan..ibu Hye sun hanya diam dan sesekali melihat pemandangan di luar jendela mobil. Hal ini tentunya membuat Hye sun bertanya-tanya.

“eomma kenapa ? sakit ?” Tanya hye sun memulai pembicaraan.

“anyi.” Jawab ibu Hye sun sambil tersenyum seolah-olah mengisyaratkan beliau tidak apa-apa. Namun Hye sun tidak percaya begitu saja. Ia merasa ada yang aneh dengan eommanya ini.

“eomma, ceritakan padaku..ada apa sebenarnya ?”

“mwo ? apa maksudmu ?”

“eomma akhir-akhir ini berubah. Bukan eomma yang kukenal seperti dulu.”

“memangnya eomma power rangers apa bisa berubah ?”

“eomma aku serius..” ujar Hye sun dengan sedikit rengekan.

“haha nee baiklah. Tapi sungguh eomma tak tau apa maksud dari perkataanmu sayang. Kau bilang eomma berubah. Memangnya berubah apa ?”

“kulihat eomma akhir-akhir ini selalu gelisah dan jadi cenderung pendiam. Dan juga eomma tambah kurus. Eomma tidak makan ?”

“eomma hanya gelisah memikirkan ayahmu sayang. Dan akhir-akhir ini eomma memang jarang makan karena eomma tidak ada nafsu untuk makan.” Jawab ibu Hye sun yang tentunya hanya karangan fiktif belaka.

“joungmal ? tapi biasanya jika appa pergi karena urusan bisnis, eomma tidak secemas ini. appa baik-baik saja kan eomma ?”

“appamu tidak apa-apa kok sayang.”

“lalu jika appa baik-baik saja kenapa eomma begitu cemas ?”

“ah itu karena eomma takut appamu telat makan..karena telat makan dikit saja appamu akan jatuh sakit.”

“semoga saja appa tidak lupa makan eomma..dengan begitu eomma tidak akan secemas ini.”

“nee sayang semoga.” Jawab ibu Hye sun. dalam hatinya..ia benar-benar sedih harus berbohong pada putrinya. Namun apa daya yang harus ia lakukan..jika ia mengatakan kalau selama ini dia memikirkan feelingnya yang tidak lama lagi akan tiada..pasti Hye sun akan sangat sedih.

-----***-----

Ting..ting..ting..

Bel masuk sekolah pun berbunyi. Namun para murid tidak langsung memasuki kelas melainkan bergerombol di depan mading sekolah untuk melihat hasil tes mereka, termasuk Hye sun.

Tak lama kemudian Hasil tes ujian itupun keluar. Para murid pun bergerombol untuk melihat hasil tes mereka, namun sial bagi Hye sun..ia terpontang-panting karena banyaknya murid-murid yang bergerombol. Hye sun pun memilih untuk keluar dari segerombolan para manusia itu.

“huuh..lebih baik aku melihatnya ketika sudah sepi saja.”gumam Hye sun.

Satu per satu murid-murid itupun mulai meninggalkan madding sekolah. Ekspresi mereka bermacam-macam. Ada yang senang karena nilai ujiannya baik dan ada juga yang sedih bahkan menangis ketika melihat nilai ujiannya buruk.

Hye sun pun sesegera mungkin melihat hasil tesnya.
Jari telunjuknya mulai menelusuri kertas putih yang berisikan nama-nama murid itu dan sesegera mencari namanya.

Dan akhirnya jari telunjuk itu berhenti di salah satu nama yang tak lain adalah namanya sendiri. Pelan tapi pasti ia mulai menggerakan telunjuknya ke kanan sesuai garis.

 SHIN HYE SUN  matematika : 100, ilmu pengetahuan alam : 98, Bahasa : 95, ilmu pengetahuan sosial : 95 dan dinyatakan NAIK TINGKAT di posisi 1 dari seluruh siswa tingkat 2.

Hye sun pun terlonjak kaget, ia benar-benar tidak percaya atas hasil yang tertera pada kertas putih itu.
“omo..aku..aku pertama ?”gumam Hye sun dengan sedikit shock.

-----***-----

“wah kau hebat sayang..eomma bangga padamu nak.” Ucap ibu Hye sun dalam telepon.

“ne hehe..oya eomma, nanti eomma ke Bandara untuk menjemput appa ya ?”

“ne sayang.”

“yah sayang sekali..seandainya aku ikut ke bandara pasti akan senang sekali.”ucap Hye sun dengan raut sedih terpampang jelas pada wajah mulusnya itu.

“sudahlah sayang, tidak usah bersedih. Nanti sore sehabis kau menerima raport kan bisa.” Ujar ibu Hye sun menenangkan.

“hemm, mungkin hanya aku saja yang tidak ditemani orang tua.”

“hye sun-a..apakah kau memakai kalung yang eomma kasih beberapa hari yang lalu ?”

“ne..memangnya kenapa eomma ?”

“eomma kan sudah bilang, peganglah kalung itu sambil mengingat wajah eomma. Pasti kau akan menjadi anak yang kuat dan tegar. Nah karena kau sedang bersedih, peganglah kalung itu dan ingat-ingatlah wajah eomma dan appa juga. Kau pasti akan merasakan bahwa eomma dan appa akan selalu ada disisimu sayang.”

Hye sun pun menuruti perkataan eommanya itu.. segera ia memegang kalung itu sambil mengingat wajah orang tuanya. Dan benar, ia merasa bahwa orang tuanya ada di sisinya walaupun sebenarnya tidak.

“eomma, aku merasakan..”

“begitulah seterusnya sampai kau tenang nak. Eomma yakin kau pasti tidak akan bersedih lagi.”

“ne. kalau begitu aku masuk ke dalam aula dulu ya eomma dan sampaikan salamku pada appa nanti.”

“ne sayang, sudah pasti itu. Baiklah jaga dirimu baik-baik ya nak.”

“ne eomma.”

Tu..tut..tut..
Hubungan telepon itupun berakhir.

Namun Hye sun belum masuk aula. Ia masih memegang kalungnya itu dan tak lama kemudian ia bergumam “appa eomma..saranghae.”

Lalu ia pun masuk dalam aula untuk mengikuti acara perpisahan tingkat 2 itu sekaligus menerima raport.

-----***-----

Ibu hye sun terlihat buru-buru ketika jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. karena ia harus menjemput suaminya di bandara.

“pak park tolong lebih cepat lagi ya..”

“ne  nyonya.”

Pak park pun menancapkan gasnya lebih dalam lagi.

Namun sesuatu yang seharusnya tidak diinginkan pun terjadi..

BRAAAK..!

Mobil yang ditumpangi nyonya shin menabrak mobil dari arah yang berlawanan. Dan akibatnya mobil itu langsung ringsek dan terpontang-panting.

Lantas semua orang yang berada di sekitar tempat kejadian pun langsung mengerubungi 2 mobil yang rusak parah itu.

-----***-----

Hye sun turun dari panggung setelah ia mendapat penghargaan predikat “siswa terbaik”.

Namun ketika ia turun..ia merasakan sesak nafas.

“hye sun-a gwenchana ?” Tanya salah satu temannya.

“ne..aku..aku baik-baik saja kok.”jawab hye sun sambil memegang dadanya.

-apa yang terjadi ?- batin hye sun.

-----***-----

Sebagian orang berusaha untuk memeriksa apakah di dalam mobil itu ada orang yang mungkin masih sadar. Namun usaha mereka sia-sia, mobil itu sangatlah rusak parah sehingga menyulitkanpara warga dan tim evakuasi untuk memeriksa mobil itu.

Tulululut..

Terdengar suara hp dari dalam mobil itu. Tim evakuasi pun segera mencari hp itu. Dan ketemu..

“yeobboseyo ?” jawab salah satu tim evakuasi itu.

“dhu..dhuguseyo ?” Tanya seseorang di seberang yang tak lain adalah Shin Tae sung.

“oh saya adalah salah satu dari tim evakuasi penyelamat. Maaf kalau boleh tau apakah anda mengenal seseorang pemilik hp ini ?”

“mwo penyelamat ? oh sa..saya kenal..pemilik hp ini istri saya.”

“wah kalau begitu sangat pas. Tuan, istri anda mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah. Mobil yang ia tumpangi ringsek dan disini para tim evakuasi sangat sulit untuk menjangkau keadaan di dalam mobil.”

“mwoo ? kecelakaan ? tidak ! tidak mungkin !” teriak tae sung sambil menggelengkan wajahnya.

“maaf tuan, jika anda tidak percaya tolong anda segera kesini dan melihat sendiri. Saya harap tuan segera kesini.”

“di..dimana tempatnya?” Tanya tae sung dengan mata memerah menahan tangis.

“di daerah sungai Han *ngawur :p* tuan..tolong secepatnya anda kesini.”

Tae sung pun terdiam di tempatnya.
Ia benar-benar tak percaya atas semua ini.


-----***-----

Tiiiluliiiiluliiit…suara mobil polisi dan mobil ambulance begitu menggema di tempat itu.

Lalu lalang orang menunjukkan wajah kepanikan dan ketakutan. Hal ini karena adanya kecelakaan hebat di sekitar situ.

Tae sung berusaha setenang mungkin berjalan menuju ke tempat dimana TKP kecelakaan tersebut berada.

Dengan wajah yang sangat shock ia berusaha berjalan di keramaian kerumunan orang.

Dan dilihatnya 2 mobil yang ringsek itu. Dan tak lama kemudian wajahnya berubah menjadi kaget luar biasa, pasalnya 1 dari 2 mobil itu adalah mobil istrinya. Ia pun berlari menuju mobil itu namun dihalangi petugas.

“maaf tuan, tuan tidak boleh melewati garis polisi ini.” ucap petugas itu.

“istri..istri..ku di..dalam..!” seru tae sung dengan meneteskan air mata yang ditahannya dari tadi.

“maaf..tapi anda siapa ?”

Namun tae sung tak menjawab..bukan karena tidak bisa menjawab melainkan hatinya sekarang sakit dan jantungnya berdetak dengan cepat karena kejadian yang memilukan ini. tubuhnya ambruk, ia lemas, tak bertenaga dan rasanya ia seperti orang yang terkena lumpuh total.

“tuan..tuan..gwenchana ?”Tanya petugas itu dengan wajah panic.

Tae sung hanya bisa menangis dalam diam tak bersuara. Di dalam hatinya kini ia hanya memikirkan istri tercintanya yang hampir 20 tahun dinikahinya dan memberikan seorang putri yang cantik itu.

-----***-----

SEOUL HOSPITAL..

Tae sung duduk terdiam menunggu pintu ruangan UGD dibuka. Ia cemas, dan takut kalau tiba-tiba seorang dokter memberitahu bahwa istrinya sudah tiada.

“jung eum-a..mengapa bisa begini?” ucap tae sung dengan suara lirih sambil menutupi wajahnya dengan tangannya itu.

“appa..!” teriak hye sun dari kejauhan dengan berlari ke arahnya.

“appa..appa yang..ba..barusan terjadi ?” Tanya hye sun dengan terisak. Tampak matanya merah dengan berlinangan air mata.



“hye sun-a..”jawab tae sung tak kalah lirihnya.

“appa-a..jawab..jawab aku ! eomma..eomma baik-baik saja kan ?”

“eomma-mu..” tae sung terdiam sejenak..tak kuat ia menceritakan semuanya kepada putrinya itu.

“eomma-mu..dalam kondisi sangat kritis..” lanjutnya sambil mengeluarkan air matanya.

“mwo ?” ujar hye sun lirih..bahkan lirih sekali. Ia tampak sangat terkejut namun ia berusaha setegar mungkin atas peristiwa ini. matanya yang kini terlihat sembab malah mengeluarkan air mata untuk kesekian kalinya.

-----***-----

Kreeek..

Pintu itu terbuka, tampak seorang dokter diikuti 2 orang suster keluar dari ruangan itu dengan wajah tak memungkinkan kita untuk menebak apa yang akan mereka katakan.

Hye sun dan Tae sung segera menghampiri dokter itu dan menanyakan bagaimana keadaan Nyonya Shin sekarang.

“dokter..bagaimana keadaan istriku ?” Tanya tae sung dengan wajah yang sudah sangat kusut.

“istri anda..” dokter itu tampak ragu untuk menjawab kalimat selanjutnya.

“maaf tuan Shin istri anda sudah tiada..” ucap dokter itu. Kalimat yang sungguh menyakitkan namun itulah kenyataannya. Tak mungkin seorang tae sung bisa menghidupkan lagi istri tercintanya itu..karena Tuhan sudah mengatur semuanya.

“eomma..eomma meninggal ?” Tanya Hye sun tak percaya dan dokter itu mengangguk.

“tak mungkin..ini..ini tak mungkin ! dokter bohong !”teriak Hye sun sambil menangis sekencang-kencangnya.




“hye sun-a..tenang nak..tenang. ini semua sudah kehendak Tuhan sayang..kita harus merelakan eomma pergi untuk selama-lamanya..”ujar Tae sung menenangkan sembari memeluk anaknya itu.



“huu..hu..huu..eomma…eomma..”
“do..dokter..bolehkah kita masuk ?” Tanya Tae sung dengan mencoba setegar mungkin.”
“silahkan Tuan Shin..”

-----***-----

Tae sung berjalan sambil memegang pundak Hye sun menuju ke ruangan itu. Tampak beberapa orang suster berjalan berlalu lalang untuk membereskan peralatan seusai operasi yang ‘gagal’ itu.

Dan sampailah mereka di ranjang yang membungkus seseorang di dalam selimut berwarna putih itu.

Dibukalah perlahan-lahan oleh Tae sung dengan wajah sedihnya.



Dan tampaklah di hadapannya tubuh istrinya yang sudah pucat tanda sudah tak bernyawa dengan dipenuhi luka-luka yang cukup serius itu.

 Hye sun terisak..ia sudah tak kuat lagi harus berkata apa. Jika ia berteriak “eomma..!!!” apakah akan membangunkan eommanya itu ? tentu saja tidak. Ia terus terisak sambil memegang dadanya yang sakit sampai akhirnya ia pun merasa pening di kepalanya itu dan tiba-tiba ambruk pingsan.

“Hye sun-a..!” teriak Tae sung dengan kagetnya dan ia pun segera membopong Hye sun yang sudah lemas tak berdaya itu.

-----***-----


mian kalau jelek dan membosankan [heh] [heh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
wahh...dah di update...makasih ya sist aisshin...wah hye sun hebat banget matematikanya dapet 100  [biggrin] [biggrin] [biggrin]
yaaa...eomma nya hye sun meninggal [cry] [cry] [cry] kasihan banget hye sun sama appa nya [cry] [cry]
chapter selanjutnya aku tunggu loh sist [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]