Author Topic: SPIDERWEB HIATUS  (Read 5360 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: SPIDERWEB
« Reply #45 on: December 15, 2010, 08:55:43 pm »
iya sih.... Sebagai seorang author yang ingin karyanya dihargai, ya musti sabar menerima concrit atau apapun, tapi ya kembali ke readernya juga. Kalo readernya ngasal ngomong serasa dia yang paling tau tentang dunia perfanfiction, harus dikasih peringatan.
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: SPIDERWEB
« Reply #46 on: December 15, 2010, 09:10:43 pm »
voldi apa dikau masih esmosi sista   [chin]
jangan dong ya...ayo semangat lagi..kita2 di sini masih menunggu karya2mu yang lainnya ya... [biggrin]
nyampah dikit ya...update dong
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
 punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk punk
 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: SPIDERWEB
« Reply #47 on: December 17, 2010, 07:02:48 am »
SPIDERWEB

Cast :
Lee Min Ho as Han Jae Ha (23 tahun)
Actor pendatang baru yang sukses menggondol popularitas berkat drama Personal Taste. Jae Ha seorang pewaris mahkota juga putra sulung keluarga Han. Ketampanan yang diatas rata-rata membuatnya menjadi actor paling dimintai diseluruh Asia, terutama kaum wanita. Beberapa kali digosipkan jalan dengan lawan mainnya, Sohn Ye Jin, dan ia tidak pernah berusaha menampiknya. Sebab baginya, gosip adalah barang murahan. Lagipula ia hanya menganggap wanita berumur itu adalah kakak perempuannya.

Goo Hye Sun as Han Jae Kyung (18 tahun)
Putri bungsu keluarga Han. Ia berpisah dari keluarga kandungnya dan tinggal di Amerika atas permintaan sang uncle yang belum dikaruniai anak. Di Amerika ia biasa disapa GeeGee, dan sapaan itu tetap berlaku sesampainya ia di Korea yang sayangnya ditolak mentah-mentah oleh ayahnya. Harta yang melimpah, kasih sayang yang diberikan nonstop oleh uncle dan auntnya (ia memanggil mereka dengan sebutan dad and mom) membuatnya tumbuh menjadi gadis Amerika yang manja, keras kepala dan arogan. Gucci, Choos, Archive For adalah napasnya. Majalah OK!, People, US Weekly adalah pegangan hidupnya. Terpisah selama lebih dari 12 tahun dari keluarga kandung membuat Jae Kyung tidak gampang akrab dan beradaptasi dilingkungan barunya.

Kim Hyung Joong as Kim Hyung Joong (24 tahun)
Actor sekaligus penyanyi sukses yang telah hidup didalam entertaiment lebih lama daripada Jae Ha. Ia sahabat akrab Jae Ha. Pendiam tapi bisa menjadi sangat cerewet jika ada yang berani menyentuh anjing ras cihuahuanya, Bleki. Kejadian yang tidak disengaja membuatnya harus bersabar jika berhadapan Jae Kyung. Sangat suka main piano.

Sohn Ye Jin as Sohn Ye Jin (29 tahun)
Lawan main Jae Ha di drama Personal Taste. Ia punya crush terhadap Jae Ha, dan ia berpikir Jae Ha juga punya perasaan yang sama terhadapnya karena selama ini gosip tentang mereka berdua tidak pernah ditampik oleh Jae Ha. Ia sudah cukup dekat dengan keluarga Han, tapi semuanya kacau berkat Jae Kyung yang kembali ke Korea.

CHAPTER 1

Suara pengeras di Bandara Incheon, Korea, kembali memasuki gendang pendengaran Jae Kyung. Dengan kesal ia kembali melirik jam tangan Gucci yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya. 2 jam 45 menit sudah ia menunggu sendirian, menanti jemputan yang KATANYA akan menjemputnya tepat pukul 10 waktu Korea. Yang nyatanya sampai nenek-nenek yang selama sejam terakhir mondar-mandir dihadapannya sudah berhenti kecapaian tidak ada satu orangpun yang KATANYA akan menghampirinya, seorang pemuda yang KATANYA berumur 23 tahun yang KATANYA akan menjemputnya dan membawanya ke Mansion Han, KATANYAAA. Kembali ia melirik jam tangannya. Jika lima menit dari sekarang tidak ada yang menjemputnya, Jae Kyung sudah memantapkan niatnya untuk segera keluar dari bandara yang semakin lama semakin ramai.

“Penerbangan dengan nomor pesawat......”

“Arrggg!! Enough!” dengan kesal Jae Kyung menarik koper putihnya dan melangkah keluar bandara. Hanya secarik kertas yang menjadi panduannya sekarang ini. Lebih baik daripada menunggu sampai jamuran didalam bandara.

“Taxi.” Jae Kyung melambaikan tangannya ke arah taxi kosong beberapa radius meter dari tempatnya berdiri. Yakin taksi itu tidak ada penumpangnya, Jae Kyung menyeret kopernya dengan susah payah. Dan dengan satu hentakan terakhir Jae Kyung berhasil memasukkan kopernya ke bagasi taksi. Matanya melirik tidak suka ke arah supir taksi yang adem ayem melihatnya mengangkat koper seberat gajah itu. Memangnya supir taksi Korea tidak diajari untuk membawakan barang-barang penumpang? Keluh Jae Kyung dalam hati. Dengan menghentak-hentakkan kakinya ke aspal jalanan, Jae Kyung memasuki taksi.

BLAM. Suara pintu yang dibanting Jae Kyung.

BLAM. Suara pintu yang ditutup supir taksi.

BLAM. Suara pintu yang di...

Wait!!

Dengan gerakan slow motion Jae Kyung berbalik menghadap kesampingnya. Seorang pemuda tampan dengan dandanan bagai detektif balas memandangnya. Adegan pandang-pandangan terjadi di dalam taksi itu, sedangkan sang supir tetap adem ayem karena mendapatkan dua penumpang dalam satu waktu.

“Who are you?” Jae Kyung menatap dengan sinis pemuda di sampingnya.

Sesaat dibagian belakang mereka berdua terdengar suara petir menggelegar dan kilat yang saling menyambar-nyambar. Jae Kyung melepas kacamata hitamnya dan menatap dengan sadis pemuda disampingnya. Pemuda tadi juga balas melepas kacamata hitamnya dan dengan cepat membuka pintu disamping Jae Kyung. “Keluar. Ini mobilku, nona.” dengan bahasa Korea pemuda tadi menyuruh Jae Kyung keluar. Kontan Jae Kyung hanya bisa melongo mendengarnya. Ia tidak bisa bahasa Korea. Satu-satunya bahasa Korea yang diketahuinya adalah SARANGHAE, itupun hanya ketahuinya lewat majalah milik Poppy, salah satu sahabat karibnya. Yah, bagaimanapun juga Jae Kyung tinggal di Amerika selama lebih dari 12 tahun, bahasa Amerika adalah bahasa sehari-harinya.

“Excusme. This is my taxi. And FYI, i can’t speak Korea.”

Pemuda itu dengan tidak sabar keluar dari taksi. Merasa ia sudah menang, dengan angkuhnya Jae Kyung menyuruh supir taksi melaju. Baru saja ia merasakan kemenangan tiba-tiba seseorang menarik paksa Jae Kyung kelaur dari dalam taksi. “That’s my taxi, girl.”

Mulut Jae Kyung terbuka lebar ketika mendapati ia sudah berada di luar taksi. Mulutnya semakin terbuka lebar ketika pemuda yang menyeretnya keluar dari taksi tadi bersiap masuk kedalam taksi yang lebih dulu didapatinya. “Wo..wo... I said.” Jae Kyung menarik kasar lengan pemuda tadi sehingga sekarang mereka berhadap-hadapan, dan dengan suara lantang Jae Kyung melanjutkan, “THAT’S MY TAXI, BIATCHES.”

Pemuda itu tidak menghiraukan makian Jae Kyung, dan dengan wajah mengejek pemuda itu masuk dan membanting pintu taksi tepat didepan Jae Kyung.

Jae Kyung melongo.

****************************

Rumah mewah dengan pagar tinggi itu sekarang menjadi pemandangan Jae Kyung. Sekali lagi ia mengecek alamat yang tertera di kertas kecil yang sudah kucel karena sering diremas saking kesalnya. Setelah meyakinkan diri bahwa tidak mungkin ia salah alamat, Jae Kyung memencet bel yang ada di dinding pagar sebelah kanan.

TING TONG

Tidak ada yang menjawab

TING TONG

Tetap tidak ada yang menjawab

TING TONG

Sabar Jae Kyung. Ini semua hanyalah cobaan.

TING TONG

............

TING TONG

..............

TINGTONGTINGTONGTINGTONGTINGTONGTINGTONGTINGTONGTINGTONGTINGTONGTINGTONG

Dengan wajah semerah tomat Jae Kyung memencet bel bak orang kesetanan. Hari ini divonisnya sebagai hari tersial. Bagaimana tidak? Pertama, 2 jam lebih ia menunggu seseorang yang tidak pasti untuk menjemputnya di bandara. Kedua, bertemu pemuda sayko yang mengusirnya dari taksi yang lebih dulu didapatnya. Dan sekarang, tidak ada seorang pun dari rumah –err... ralat, kerajaan Han yan menjawab panggilannya. Bloddy hell. Ada yang lebih dari ini? Jae Kyung membutuhkan ahli terapinya sekarang juga.

TIIT TIIIIT

Suara klakson mobil terdengar dari arah belakang Jae Kyung. Jae Kyung tetap berdiri ditempatnya sambil memencet bel. Lagi dan lagi.

“Nona.” Sapaan dari arah belakangnya membuat Jae Kyung menoleh. Seorang pria tampan dengan pakaian kemeja putih berdiri tepat dihadapannya. Jae Kyung membuka kacamata hitamnya dan bersiap mendamprat siapapun pemuda yang ada dihadapannya ini. Yah, siapapun orang ini dia pasti salah satu penghuni rumah besar ini. Tapi belum sempat Jae Kyung mengeluarkan sumpah serapahnya, pemuda tadi dengan tiba-tiba menangkupkan kedua tangannya di pipi Jae Kyung. “Dolly? Kau Dolly? Tapi appa bilang kau baru akan datang besok.”

Dengan jijik Jae Kyung menjauhkan dirinya dari sentuhan pemuda tadi dan dengan cepat mengambil pencuci tangannya, menuang banyak-banyak ketangannya dan menepuk-nepuk pipinya seperti membersihkan kotoran. Pemuda itu mengernyit heran. “Ada apa?”

Jae Kyung menghela napasnya. Bahasa Korea. Lagi. “I can’t speak Korea, handsome.” ujar Jae Kyung centil setelah menyadari bahwa pemuda dihadapannya sekarang adalah pemuda paling tampan yang pernah dilihatnya. Sejak ia datang ke Korea.

Dan detik berikutnya Jae Kyung baru sadar ia sudah berada didalam rumah mewah itu. Pemuda tadi meninggalkannya seorang diri di ruangan ini. Tidak lebih mewah daripada hadiah villa dad di Malibu, ujar Jae Kyung dalam hati. Dad dan Mom itu adalah sapaan Jae Kyung terhadap uncle dan auntnya. Jae Kyung baru akan duduk di salah satu sofa putih diruangan besar itu ketika seorang wanita setengah baya menghampirinya dan langsung memeluknya dengan erat. “Oh.. Jae Kyung, putri omma yang paling cantik. Omma minta maaf.” Ia melepakan pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya dipipi Jae Kyung (Demi Tuhan, kenapa orang Korea suka sekali menyentuh pipiku!). “Salah satu pegawai omma melakukan kesalahan sehingga omma tidak tahu bahwa kau sampai hari ini. Miane, Jae Kyung.” lanjut Mrs. Lee dengan suara lirih.

“Jae Kyung.” Suara berat terdengar dari samping kanan mereka. Seorang pria separuh baya berjalan bersama pemuda tadi.

“Mm..” gumam Jae Kyung pelan. Ia kenal siapa pria setengah baya ini. Appanya. Pria itu sering menemuinya di Amerika, mengajaknya jalan-jalan, nonton bersama, dan masih banyak lagi yang mereka lakukan bersama-sama. Tapi tidak dengan dua orang lainnya yang berada diruangan itu.

“Kau sudah bertemu dengan omma dan oppamu rupanya. Baguslah.” Mr. Lee tersenyum hangat pada Jae Kyung.

Jae Kyung mendengus. Omma? Oppa? Selama 12 tahun ia merasa tidak pernah menyebut kata-kata itu. “Why didn’t anyone pick me up earlier? Did you know that I’ve been waiting more than 2 hours?”

Mr. Lee duduk di sofa tunggal yang kemudian diikuti anggota keluarga Han lainnya. Jae Kyung berniat menjauh dari ‘ommanya’ tapi ditahan oleh beliau. Ia terus menggenggam tangan Jae Kyung. “Miane, Jae Kyung. Kami benar-benar melakukan kesalahan waktu itu. Tapi untungnya kau bisa sampai di sini dengan selamat.” Kata Mrs. Han.

“I can’t speak Korea, appa. How many times I must say about it?” Jae Kyung memutar bola matanya.

“Get used, dear.”

“Ugh!!”

“Your brother will help you to learn the Korean Language. Right, Jae Ha?”

Jae Ha menatap dalam-dalam Jae Kyung yang duduk tepat dihapannya. “Ne, appa.”

“Good. To this day, I let you use English, but starting tomorrow, you must use the Korean language. Understand?”

Dan sedetik kemudian Jae Kyung menutup kedua matanya dengan pasrah.

******************************

Jae Kyung merebahkan dirinya di ranjang king size di kamar barunya. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Baru beberapa jam ia meninggalkan Amerika, ia sudah merasakan kerinduan akan kamarnya di Malibu. Ia bangkit dan melepas sepatu Chaos-nya. Setelah melempar sembarangan sepatu itu ia mengambil tas tangannya dan mulai merogoh-rogoh mencari sesuatu
Iphone.

No signal

“What?” maki Jae Kyung. “How can... aaarrrgghhhhh!!!” dengan kesal Jae Kyung membanting Iphonenya ke kasur dan segera berlari keluar kamar.

“Appaaaa....” teriak Jae Kyung langsung dari lantai dua. Ia memandang ketiga anggota keluarga barunya yang sedang mengobrol dibawah. “Is there a hotspot?”

Mr. Lee memandang anaknya dengan kening berkerut. “For what, dear?”

“Bloody hell.” kata Jae Kyung. “Should I explain what the function of a hotspot?”

“We have 2 hotspot, Jae Kyung.” kata Mrs. Lee menyela.

“So, why...?”

“It’s broken.” kata Jae Ha.

“Broken? Bloody hell!” maki Jae Kyung. Ia kemudian berbalik menuju kamarnya.

OoO

Jae Kyung tengah mengoleskan krim wajah berwarna hijau ketika seseorang mengetuk pintu kamarnya. Dengan malas ia berjalan ke arah pintu dan membukanya, bersiap mendamprat siapa saja yang berani mengganggu semedinya.

Jae Ha.

Sekali lagi Jae Kyung mendapati dirinya tidak bisa bersuara ketika berhadapan dengan kakaknya ini. “Ada telepon dari temanmu.” Kata Jae Ha. Ia menyerahkan telepon wireless pada Jan Di. “Jangan tidur terlalu malam. Mimpi indah.” Jae Ha tersenyum hangat sebelum kembali turun ke bawah.

Sekali hentakan Jae Kyung membanting pintu kamarnya.

“Hai girls.” Kata Jae Kyung.

“GeeGee. How do you do?”

“Oh my god, honey. Everything is gonna peeve without you.”

“GeeGee, oh good. I need your help.”

Jae Kyung, atau GeeGee, di Amerika ia biasa disapa seperti itu. Bukan berarti ia tidak menyukai nama aslinya, tapi di Amerika? Kau bisa memikirkannya sendiri.

“baru beberapa jam yang lalu aku meninggalkan Amerika kalian sudah merindukanku? Oh... i miss you so, guys.”

The Glambition. Jae Kyung membentuk kelompok itu ketika ia masih kelas 7. Waktu itu mereka mendapatkan tugas untuk mengunjungi Museum Seni Modern New York City dalam rangka karyawisata. Mereka berempat, Jae Kyung, Poppy, Kate, dan Drippy duduk bersebelah-sebelahan didalam bus. Dan ternyata mereka juga mempunyai hobi yang sama. Fashion. Jadilah The Glambition.

“So, apa yang terjadi selama aku tidak ada?” kata Jae Kyung.

“Shelby Rexler mengadakan pesta akhir musim semi malam ini. Dan hanya kita dari angkatan 8 yang di undang. Oh, my.” Kata Poppy.

“Yeah, dan tentu saja para jagoan dari Epcot Boarding School. Kyaa..... I can’t wait!” kata Kate.

“Wait. Party? Shelby Rexler? Epcot Boarding School?” tanya Jae Kyung. “Oh, my. If I can, I wanna run away from this place and go back to America right now.”

“calm down, baby.” Kata Poppy. “We will share the stories with you. Oh, I must get ready now. Love you, GeeGee.”

“Me too.” Kate.

“Me... wait!” sela Drippy. “I need your help, GeeGee.”

“What?”

“Apa yang harus aku pakai malam ini? Aku benar-benar stuck.”

GeeGee memutar otaknya. Dan satu kata langsung menucul dibenaknya. “Ralph Lauren keluaran lama.”

“Owh...GeeGee, thank you thank you thank you thank you. Bye, honey. Love you.”

Dan sambungan terakhir terputus. Jae Kyung menghela napasnya. Teman-temannya akan berpesta bersama para pria dari Epcot BS, sedangkan ia harus terkurung di negara antah berantah. “If I must to missis, everyone has to missis.” Kata Jae Kyung. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi The Glambition.

“Hai, GeeGee. What’s up?” Poppy.

“Hai. I will contact Kate.”

DRRTTT

“Hai, GeeGee. Kau tidak puas mengobrol dengan kami?” Kate.

“Hai, Kate.” Poppy.

“Hai, Poppy.” Kate.

“I will calling Drippy.”

“Dia belanja keperluan sekolah. Dia menelponku tiga kali tadi menanyakan apa kita perlu kompas atau tidak.” Kate.

“What’s you telling?” Poppy.

“Carilah kesibukan.”

DRRRTTT

“Hai, GeeGee. What’s up?”

“Hai Drippy.” Kate, Poppy.

“Hai, Kate, Poppy.”

“Ok. So, yang akan kuceritakan ini akan memberiku nilai gosip yang tinggi.” Kata Jae Kyung. “Shelby Rexler tidak memotong rambutnya agar mirip Keira Knightley. Kepalanya berkutu.”

“Iuuuuh...”

“Menjijikkan.”

“Egh....”

“I know. Kalian masih tetap ingin datang ke pestanya?” tanya Jae Kyung. “Kalau aku jadi kalian, aku tidak mau menukar Frederic Fekkai-ku dengan Nix.”

“Tapi, para pria dari dari Ebcot BS juga diundang, dan hanya kita dari angkatan 8 yang diundang.” Poppy.

“Scure them, Poppy.” Kata Jae Kyung. “Atau kau ingin rambutmu terinfeksi...aku bahkan tak ingin menyebutnya. Ini bahkan lebih buruk dari memakai sepatu Crocs.”

“Wait. Berkutu dan sepatu Crocs?” Kate.

“Tidak seorang pun yang memakai sepatu Crocs, Kate.” Poppy.

“Actually, Shelby mempunyai sepasang.” Kata Jae Kyung. “And orange.”

Sekali lagi, ketiga temannya serentak meneriakkan, “Iuuuhh....”

“Forget it. I’m out.” Poppy.

“Me too.” Kate.

“Me three.” Drippy.

Dan sambungan kembali terputus. Jae Kyung menatap ponselnya dengan pandangan puas. “Sudah kuduga.”
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 1 17 desember
« Reply #48 on: December 17, 2010, 07:26:48 am »
voldi thanks sista dah di update chp 1nya..kentang dikit [hmpfh] [hmpfh]
GeeGee ternyata cwek tomboy ya... [hmpfh]
dia terpesona liat Jae Ha   [hmff] [hmff]
voldi mereka saudara sekandung gak sih [chin] [chin] klo iya berarti gak ada moment minsun yang hot dong [nono] [nono]

di tunggu update lanjutanya ya..kasih semangat tuk voldi [hmpfh]
pom pom girls let go [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 1 17 desember
« Reply #49 on: December 17, 2010, 07:49:21 am »

so, co' tampan yg berebut taxi ama Gee2 tuw si Minoo khan (Jae Ha) [what]
panggilan Jae ha ke Gee2.. Dolly ya'?  [hmff]
msiy berharap mreka bukan sodara sekandung..yaa..yaaa biar  [sweat]

thanks for update sist, [huglove]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 1 17 desember
« Reply #50 on: December 17, 2010, 08:04:44 am »
waaaaaa udah diudapte jg yg ini tengkyu voldi [lovestruck] [lovestruck]

whwhwh buat ngrubah miss amrik suyah ne yg manjanya minta ampun [heh] [heh] geegee sm jae ha sodaraan laen ibu kali ya hihi asbak [hmpfh] [laughing]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 1 17 desember
« Reply #51 on: December 17, 2010, 08:47:05 am »
semula gw jg mengira klu namja yang di airport tuh si jae ha tp kyknya bukan ya? pasti si hyunjoong deh, kan karakternya mirip ' Pendiam tapi bisa menjadi sangat cerewet ' iya kan? [jumpy] [jumpy]
kyknya si geegee (sorry, bt ama nama jaekyung [hmpfh] [laughing] ) udah naruh perasaan yg gimana2 ke oppanya ya [what] [lovestruck] [lovestruck] semoga cepat terjadi moment2 yg diinginkan [devil2] [devil2] [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 1 17 desember
« Reply #52 on: December 17, 2010, 09:00:23 pm »
voldi, thnx dear dah di up date [smiley-gen013] [smiley-gen013]

jae kyung kelamaan tinggal di Amrik dan terpisah dari ortu dan terbiasa hidup manja, wdh bicaranya kgk ada mannernya, mmmm disini karakter jae kyung ntu sangat menyebalkan tp gw suka soalnya berbeda dari yg laen [hmpfh] [hmpfh]

walah ngakak gw ngebayangin mukanya jae kyung yg lagi murka mendapatkan sosok pemuda asing di TAXI yg dipanggilnya , and supir TAXI yg nampak cool, kacian bener jae kyung digeret paksa ama hyun joong, gkgkkkkkk...
walah JAe Ha sweet bener sich tahan bener yech py adek yg super duper manja, ampe gemes bener ketemu lagi ama dongsaeng tercintanya ini and wow Jae Ha py nama panggilan buat sang dongsaeng, Dolly, lucu bener, tinggal nunggu terjadi kisah cinta antara Oppa dan dongsaeng.. Voldi ayo semangat!!!!


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 1 17 desember
« Reply #53 on: January 14, 2011, 03:01:56 am »
CHAPTER 2  [smiley-dance013]

Dengan tangan bersedekap didada dan kaki yang dengan tidak sopannya di angkatnya ke atas meja didepannya, GeeGee memandang dengan bosan pemandangan disekitarnya. Hingar bingar lokasi syuting, teriakan-teriakan sutradara, dan histeria cewek-cewek kurang kerjaan yang setiap kali melihat kakaknya pasti akan berteriak –yang untungnya tidak mimisan– membuat telinganya sakit . Dia menghembuskan napas bosan. Pemandangan seperti ini sudah sering ditemui di Holywood (“Kecuali cewek-cewek gila ini!!” batinnya kesal.). Aktor sekelas Justin Chatwin saja bisa diajaknya jalan.

“Kau bosan?” tanya Jae Ha.

“Menurutmu?”

Jae Ha tersenyum maklum. Diletakannya naskah drama yang sedari tadi digenggamnya ke atas meja. Ia menatap GeeGee dengan pandangan defensif, “Biasakan dirimu memanggilku ‘oppa’, araso?”

GeeGee memutar bola matanya. Sudah hampir dua minggu ia tingga di Korea, dan selama itu belum pernah sekalipun ia memanggil ‘kakak’nya ini dengan sebutan ‘oppa’. Terang saja, dua belas tahun terpisah dari mereka –keluarga kandungnya– membuatnya tidak terbiasa dengan panggilan-panggilan seperti itu. “Ya ya ya... oppa.”

GeeGee kembali mengedarkan pandangannya selagi Jae Ha kembali menekuni naskahnya. Mereka berdua –Jae Ha sebenarnya, tengah break makan siang. Mereka duduk tidak jauh dari kerumunan fans Jae Ha yang menatap GeeGee dengan pandangan sengit plus aura membunuh. GeeGee mendengus melihat salah seorang dari mereka mengacungkan jari tengah kearahnya. Berasa ingin menambah kejengkelan cewek-cewek kurang kerjaan itu GeeGee bergelayut dengan manja di lengan kiri Jae Ha.

“Weo?” tanya Jae Ha heran. Ia mengikuti arah pandang GeeGee yang menatap dengan pandangan puas kearah fans-fansnya.

Ia tersenyum tipis dan kemudian melanjutkan membaca naskah. Membiarkan GeeGee bergelayut manja dilengannya. Darahnya berdesir ketika tak kala benda kenyal milik GeeGee tak sengaja bersentuhan dengan lengannya. Seketika wajahnya memerah. Walaupun sudah beberapa kali ia beradegan intim dengan lawan mainnya tak urung jantungnya berdetak lebih cepat. Yang berada di sampingnya kini adalah GeeGee, Han Jae Kyung, adik manisnya yang telah bertranformasi menjadi gadis remaja yang pastinya di idolakan banyak pria. Tak bisa dipungkiri rasa rindu yang menggebu-gebu ketika terpisah dari adiknya membuat Jae Ha secara tidak sadar telah menumbuhkan sifat obsesi akan diri sang adik.

“Ehm.” Jae Ha berdehem membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba kering, “Tidak akan ada gunanya kau membuat mereka cemburu, Dolly. Sebentar lagi mereka pasti akan tahu bahwa kau adalah adikku.” Setitik penyesalan datang dengan cepat melingkup ruang hatinya ketika menyebut kata ‘adik’, tapi perasaan itu kembali hilang secepat datangnya perasaan tadi.

“Ugh!” GeeGee melepaskan gelayutannya di lengan sang kakak. Dengan bibir ditekuk ia memandang Jae Ha dan berkata, “Kenapa kita harus jadi kakak adik sih? Perasaan wajah kita tidak mirip.”

JLEB

Perkataan GeeGee sontak membuat Jae Ha terpaku. GeeGee berkata seperti tadi bukankah berarti GeeGee tidak menginginkan adanya ikatan darah diantara keduanya? Apakah itu berarti GeeGee juga...?

Dengan cepat Jae Ha menghapus pikiran-pikiran itu dari otaknya. Ia mengacak rambut panjang sebahu GeeGee membuat sang empunya mendengus keras. “Siapa yang bilang kita bukan kakak adik? Kalau kau bukan adikku lalu kau anak siapa?”

“Mom and Dad.” tandas GeeGee. “Ngomong-ngomong, kenapa kau sering memanggilku Dolly?”

Jae Ha tidak menjawab. Ia menunggu hingga GeeGee memperbaiki kata-katanya.

GeeGee mendengus keras melihat sang kakak tidak bereaksi terhadap pertanyaannya. “Araso araso. Oppa, kenapa kau sering memanggilku Dolly, hm?” tanya GeeGee dengan suara yang dibuatnya selembut mungkin. Melanggar peraturan yang diberlakukan kakaknya ternyata tidak semudah melanggar peraturan momnya.

“Kau tahu apa artinya dolly?”

“Aaa. Boneka?”

“Apa kau tidak ingat jika masih kecil dulu kau sangat menyukai boneka?”

GeeGee mengangkat alisnya tinggi-tinggi, “Aku? Menyukai boneka?” sekali lagi dia mendengus. “Jangan sampai teman-temanku mendengar ini.”

“Wee?”

“Dengar. Di Amerika anak-anak seharusnya tidak bermain boneka. Itu sangat memalukan. Setidaknya kau harus memiliki dua nintendo, lebih dari itu kau akan dianggap berkuasa.”

“Mwo?”

GeeGee tidak tertarik meneruskan pembicaraan ini, ia lebih memilih memandang seorang wanita separuh baya yang tengah berjalan kearah mereka. Belum sempat ia bertanya pada kakaknya, wanita itu telah memanggil kakaknya terlebih dahulu.

“Jae Ha.”

Jae Ha sontak menoleh. Sohn Ye Jin berjalan semakin tergesa-gesa ketika dilihatnya Jae Ha menoleh kearahnya. Ketika wanita itu telah sampai ditempat mereka Jae Ha segera berdiri menyambutnya.

“Noona. Anyong.”

“Anyong, Jae Ha.” Mereka saling kecup pipi kanan kiri. Berbincang-bincang dengan bahasa yang sedikit tidak mengerti oleh GeeGee (ingat, GeeGee baru dua minggu di Korea). Baru setelah ia berdehem, Jae Ha menoleh padanya dan menarik GeeGee berdiri dari tempatnya.

“Han Jae Kyung.” Jae Ha berkata pada wanita dihadapannya itu.

“Call me GeeGee.” Kata GeeGee bahkan sebelum wanita itu bersuara untuk menyapanya.

Ye Jin mengangguk pelan sambil tersenyum mengulurkan tangannya. “Sohn Ye Jin.”

GeeGee menatap tangan itu dengan pandangan err—jijik mungkin. Ye Jin tersenyum melihatnya, sedangkan Jae Ha? Kembali sibuk berkutat dengan naskahnya.

OoO

“Bagaimana dengan syutingnya?” tanya omma ketika mereka sekeluarga sedang makan malam.

“Seperti biasa.” jawab Jae Ha sambil terus melahap makanannya.

Omma mengamati perilaku GeeGee yang diam seribu bahasa ketika ia dan Jae Ha baru tiba dari lokasi syuting. Ia menunggu sampai makan malam selesai dan kemudian menghampiri putri bungsunya itu di kamar.

“Ada yang mengganggu pikiranmu, sayang?” tanya omma, ia mengelus pelan puncak kepala GeeGee.

GeeGee membalikkan tubuhnya yang semula tengkurap menjadi telentang. Ia tersenyum tipis -nyaris tak terlihat kepada omma. “Nothing. I just.... umm... I miss mom and dad, omma.” ujar GeeGee polos. Tak menyadari dampak yang ditimbulkan akibat pernyataannya. Omma terpaku. Beberapa jam setelah GeeGee tiba di Korea ia telah menyadari kesalahannya membiarkan pasangan Watson membawa putri kesayangannya pergi dua belas tahun yang lalu. Andaikan waktu itu semuanya baik-baik saja, GeeGee pasti akan menjadi anak manis, bukan menjadi seperti sekarang -manja, egois, sombong, arogan. Omma mengerti bagaimana pasangan Watson, apalagi adiknya yang telah di vonis dokter tidak bisa mengandung, memanjakan GeeGee. Ia tidak bisa menyalahkan siapapun, kecuali takdir yang begitu kejam.

Omma tersenyum lembut menutupi kegundahan hatinya. Ia mengecup kening GeeGee dan beranjak meninggalkan kamar dalam diam. Belum sempat ia memegang handle pintu, ia terlonjak kaget ketika mendengar pertanyaan GeeGee, “Apa aku boleh kembali ke Amerika, omma?”

Dan malam itu, Omma menangis sepuasnya dihadapan Tuhan. Menumpahkan seluruh beban yang telah dipikulnya selama dua belas tahun. Membiarkan dirinya terlihat begitu lemah dihadapan Maha Kuasa. Menangkup kedua tangan ringkihnya hanya untuk satu permintaan.

Kembalikan Han Jae Kyung miliknya.

OoO

Pagi itu angin musim semi bertiup lembut membawa bunga-bunga dandelion. GeeGee telah bersiap-siap memasuki hari pertamanya di sekolah barunya. Semula ia menolak dengan keras ketika mengetahui bahwa ia akan di sekolahkan. Ia menuntut agar home schooling saja, tapi appa menolak dengan keras tuntutan itu. Dan akhirnya disinilah GeeGee sekarang. Di depan salah satu sekolah swasta paling terfavorite di Korea, Shinhwa School, dan memakai seragam yang telah dipermaknya habis-habisan.

Seluruh siswa yang melihatnya berdecak kagum melihat penampilan GeeGee yang sangat Amerika. Tidak ada yang berani menegur akan seragamnya yang telah membuat satu sekolahan heboh. GeeGee tersenyum puas melihat pandangan iri serta kagum yang dilayangkan padanya. Matanya berkilat aneh.

Kehidupan baru seorang Han Jae Kyung akan dimulai dari sekolah ini. Karena.

Shinwha adalah milik keluarga Han.


POJOKAN AUTHOR :

Hueeee.... lagi-lagi pendek. Nyiahahahaha (ketawa setan) terserah mau hammer saya, saya mau kabur dulu. Mau buat fict oneshoot pake pairing Yoo Ah In-Goo Hye Sun. Daaaaaaah.....
punk
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 2 14 januari
« Reply #54 on: January 14, 2011, 03:21:55 am »

kentangg syyy, tapi gpp voldi cantik, dari pada ga diupdate hayooo  [hmpfh]
ituu siww wanita separuh baya, gw kira sapaa? ternayata Ye Jin , ngyahhahahhaha  [laughing]
curious..emang seragam-nya di permak kek apaa [ohmy]
liyatin dunkzz...byasanya voldi gambarin kahnnn [smiley-gen013]
msiy b'harap mreka bukan sodara kandungg [nono]

Ah In ama Hye Sunnn...jeongmal?? [lovestruck] hwaitingggggg  [hmpfh]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 2 14 januari
« Reply #55 on: January 14, 2011, 03:32:55 am »
anyong sist voldi...lam knal.....
oy sist si mino ma hye sun bnran saudara kndung y.......
trus mino ma hye sun dah falling in love y sist ko mino mpe ser2an g2 pas dada hyesun g sengaja nempel di lenganya....and mnrut aq kyknya hye sun cemburu y pas si jin tomang dtg.bner kn sist(sotoy on)wkwkwk
ok deh sist capcuz lanjutkannnnnnnnnnnn [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 2 14 januari
« Reply #56 on: January 14, 2011, 03:41:42 am »
sebenarnya mo komen, but dah tahu akhir cerita nih ff jadi males [heh] [heh]
kaborr sebelum  [head break] ama voldi
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 2 14 januari
« Reply #57 on: January 14, 2011, 03:44:15 am »
gapapa say kentang juga yg penting dah di up date...

tuch jae ha knapa ampe dag dig dug ser lengannya yg tdk sengaja menyentuh dada Jae Kyung, wdh ni kakak jatcin ama ade sendiri,ckckckckkk

kasian omma nya, sedih ampe bersujud di hadapan Tuhan karena putrinya lebih mengakui Mom & Dad ( kel Watson) sbg orang tuanya dibandingkan ortua kandungnya sendiri [cry] [cry]


wah pasti Gee Gee aka jae Kyung permak abis2an tuch seragam, pasti jd super duper mini, ckkkkk,,and para namja langsung ngantri pgn jd cowoknya, tinggal nunggu reaksi Jae Ha ni liat adeknya di kuntit ama namja2 kece.....

voldi sini  [huglove] [huglove] [huglove] dulu donks jgn maen kabur aje [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 2 14 januari
« Reply #58 on: January 14, 2011, 03:53:16 am »
Anyong lee sun ho, ikutin aja fictnya sampe abis [biggrin]
ita, bener2 jin imprit lu ye hammer2 hammer2
shanty, sebenernya mau post seragamnya disini, tapi berhubung modem gw yg entah kenapa tiba2 lola jadi gak jadi...

Sohn ye jin akan dapat peran yg pantas disini, dia juga akan cukup berpengaruh, karena gw menghindari yang namanya bashing.

NO BASHING, BECAUSE WE'RE UNDER THE SAME SKY
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: SPIDERWEB chap 2 14 januari
« Reply #59 on: January 14, 2011, 03:58:58 am »
Anyong lee sun ho, ikutin aja fictnya sampe abis [biggrin]
ita, bener2 jin imprit lu ye hammer2 hammer2
shanty, sebenernya mau post seragamnya disini, tapi berhubung modem gw yg entah kenapa tiba2 lola jadi gak jadi...

Sohn ye jin akan dapat peran yg pantas disini, dia juga akan cukup berpengaruh, karena gw menghindari yang namanya bashing.

NO BASHING, BECAUSE WE'RE UNDER THE SAME SKY

iye vol, ane setuju NO BASHING, peace ah [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

ayo dunks post seragamnya gw pengen liat, nah dikau dah up date FF nya sekrg mari kita berkunjung ke si mami kita demo bareng2 buat up date UL , ayo lanksanakan [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho