Author Topic: I Am 'Willing' --Chapter Two update 27 Feb' 2011  (Read 6291 times)

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #75 on: December 15, 2010, 07:19:39 pm »
mamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii lanjooottttttttt [bye] [bye] [bye] [bye]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #76 on: December 15, 2010, 07:35:10 pm »
mamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii lanjooottttttttt [bye] [bye] [bye] [bye]
hemat amirrrr hammer2 hammer2 (lebih suka amir daripd amat [hmpfh] [hmpfh] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #77 on: December 15, 2010, 08:36:34 pm »
mam.....kalo mau isi foto profile gimana caranya??? ahahahahahaha....GAPTEK MODE ON   [hmpfh] [hmpfh] [rofl] [rofl] [rofl]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #78 on: December 16, 2010, 07:15:56 am »
mam.....kalo mau isi foto profile gimana caranya??? ahahahahahaha....GAPTEK MODE ON   [hmpfh] [hmpfh] [rofl] [rofl] [rofl]
klik profile=>forum profile information=>I have my own pic (apabila kamu punya piku sendiri, jika tidak,) klik I will upload my own pic (upload langsung dari kompimu) ..
coba dulu ya, klu masih ga bisa tanyain lagi [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #79 on: December 20, 2010, 01:06:33 am »
mami.....gumawo infonyaa!!!! [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

Love you more than I can say

Offline Heethi

  • Newbie
  • *
  • Posts: 75
  • annyong...
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #80 on: December 25, 2010, 01:20:58 am »
wah, aku tunggu kelanjutannya kak...
Kira kira, mereka ketemuannya waktu kapan y???
Wah, jadi penasaran bgt nih...
Fighting, kak...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #81 on: December 30, 2010, 04:26:18 am »
niatnya update yg ini [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #82 on: December 30, 2010, 05:11:32 am »
niatnya update yg ini [hmpfh]

apa ??? update hari ini ??  [hmpfh]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #83 on: December 30, 2010, 05:20:37 am »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #84 on: December 30, 2010, 06:11:18 am »
Willing ama bengkok ya mam di update [jumpy] [jumpy]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: I Am 'Willing' (prolog here!!!!!) 14 dec'10
« Reply #85 on: December 30, 2010, 09:01:39 am »




"Come on, quick!! Quick!!!!" plok, ... plok, ... plok, .... "Kita harus siap setengah jam lagi!! Mobilnya akan sampai dan menjemput kita ke bandara!!" plok, .. plok, ... plok, ... "Ayo, cepat!!"

Pria setengah baya yang rambutnya agak beruban--berteriak dari sebuah ruang hotel sambil menepuk dan mengerak-gerakan tangannya berulangkali, memberi semangat orang-orang dalam ruangan buat bergegas.

Kegaduhan terjadi dari dua kamar hotel yang saling berhadapan itu. Para penghuninya, yang kebanyakan terdiri atas para gadis remaja, kecuali pria beruban tadi, berlari hilir mudik dari kamar yang satu ke kamar yang lain. Mereka terlihat sangat sibuk, berulangkali barang-barang tersenggol sampai jatuh ke lantai sehingga menimbulkan suara keras.

Pintu-pintu lemari dibuka secara asal-asalan. Pakaian-pakaian melayang keluar, sebagian mendarat di lantai dan sebagian lagi tersangkut di ranjang, kemudian dimasukan dengan sembarangan ke dalam koper-koper yang sudah membludak oleh barang-barang, Lalu ditutup dengan susah payah. Sialnya, beberapa koper sudah benar-benar penuh sehingga tak tertutup. Cacian dan makian terdengar ketika pakaian-pakaian tersebut harus dikeluarkan lagi. Dan keberisikan semakin membahana ketika para gadis remaja tersebut kembali sibuk mencari kantung-kantung yang masih tersisa buat menampung pakaian-pakaian yang tak terkepak dalam koper.

Hanya satu orang yang tak terpengaruh oleh keberisikan-keberisikan itu. Seluruh perhatiannya tertumpah ke koran yang digenggamnya. Tim Baseball Putri US, Speed Baseball United, dikalahkan oleh tim nasional, Seoul F. Bass. Diremasnya berulangkali koran tersebut sampai agak kusut. Berita olahraga di halaman utama tersebut membuat tubuhnya kaku. Wajah putih mulus itu terlihat sedikit pucat sedangkan matanya tak berkedip.

"Masih memikirkan pertandingan kemarin?"

Pertanyaan tersebut membuat perhatiannya teralih. Dia mendongak dan pria yang tadi berteriak dari tengah ruangan sudah berada di dekatnya.

"Tahu letak kelemahan kita?" pria itu meletakan tangan di pundaknya kemudian menjatuhkan diri di atas ranjang, di sebelah gadis itu.

Tak terdengar sahutan. Yang ditanya hanya bisa menunduk perlahan.

"Karna semua terlalu bergantung padamu. Mereka berharap terlalu banyak. Jadi, setiap ada sedikit saja kesalahan darimu, semua jadi berantakan ... mereka tak tahu bagaimana bertahan dan melakukan serangan ... "

"Sorry sir .. ," ujar si gadis dengan nada lemah.

"Apa yang terjadi, Willing? Tak biasanya kau begini. Waktu latihan kau baik-baik saja. Bahkan aku sampai memujimu. Lemparan-lemparan maut yang kau lakukan sangat sempurna, jadi mengapa?"

"Saya ... "

"Jangan salahkan Sacha, sir!"

Perkataan Sacha Willing disela oleh teriakan nyaring cewek bertubuh sintal dari seberang ruangan. Dengan langkah lebar gadis itu mendekati mereka dan menyelipkan diri di antara pembicaraan mereka.

"Eun-a, no!!" Terperanjat, Sacha segera menarik Hye Eun, sahabatnya, kearahnya.

Tapi cewek bertampang jutek itu segera mengibaskan tangannya. "Sacha tak boleh disalahkan buat kekalahan ini. Kami semua juga bertanggung-jawab, bukan Sacha seorang. Pak pelatih sering berkata bahwa kemenangan terletak pada kerjasama kelompok bukan pada seorang pemain saja. Begitu kan? Lagipula, Sacha--dia ... "

"Eun-a .. ," Sacha kembali menarik lengan Hye Eun dan mengeleng perlahan.

"Aku harus ngomong, Cha!" cetus Hye Eun. Kemudian dia beralih kembali pada pelatih King. "Sacha sedang ada masalah. Dia tak bisa konsentrasi terhadap pertandingan kemarin, itu wajar-wajar saja ... "

"Wajar? dan .. masalah? Masalah apa?" alis pelatih King berkenyit. "Saya tak pernah mendengarnya. Waktu latihan kemarin, dia baik-baik saja."

"Itu karna dia menyembunyikan segalanya. Pelatih tahu sendiri kan bagaimana sifatnya?" kata Hye Eun sambil melirik Sacha yang menundukan kepalanya kembali.

"Apa itu?"

"Sebelum keberangkatan ke Seoul ini, sacha mendapat kunjungan dari suster Annie .. "

"Suster Annie?" Pelatih King terlihat mengingat-ingat. "Oh--maksudmu, suster yang membesarkan Willing waktu di panti asuhan 'Amazing Grace'?" suaranya mengeras ketika berhasil mengingat orang suci itu.

"Yes!" Hye Eun mengangguk keras sambil menatap Sacha. "Kau tak keberatan kuceritakan semuanya kan?"

Sacha tak menjawab. Dia hanya dapat menatap nanar kearah sahabatnya ini.

"Ceritakan padaku, Son!!" kata pelatih King tegas--memecahkan kebisuan yang sempat terjadi di antara mereka.

Sementara para gadis remaja lainnya, yang sudah selesai mengepak barang, mulai mengerumuni mereka.

"Ada apa?" tanya salah seorang dari mereka.

"Kelihatannya sesuatu yang berkaitan dengan pertandingan kemarin!" sahut yang lain.

"Ada yang terjadi pada Cha?" celetuk cewek yang terlihat agak gugup.

"Mungkin!" timpal yang lain. "Pertandingan persahabatan kemarin kalah kan gara-gara dia!" lanjutnya agak ketus.

Hye Eun yang mendengar itu langsung mendelik. "Kenapa Sacha yang disalahkan?!!! Bukankah kalian juga bertanggung-jawab??!! Jika pertahanan kalian tidak lemah, kita tak mungkin kalah!!"

"Enak aja!!!" jerit si gadis tadi. "Siapa bilang pertahanan kami lemah?!!! Kalau bukan cara menyerangnya tak seperti biasa, kami bisa melakukan yang lebih baik!!!"

"O--ya?!!!" ejek Hye Eun. Dia sudah akan bersuara lagi kalau saja pelatih King tak segera melerai mereka.

"Enough, girls!!!" Bentakannya memiliki dampak besar. Para gadis yang sedang bertengkar itu segera membungkam di tempatnya.

Pelatih King lalu berpaling pada Hye Eun lagi. "Ceritakan padaku sekarang! Apa yang terjadi padanya? Apa yang dikatakan suster Annie?" dia melirik Sacha yang masih membisu di tempatnya. Pandangan gadis itu kosong, tertuju ke lantai. "Kurasa, kau tak akan menceritakannya sendiri kan?"

Sacha tak menjawab.

"Hye Eun?!" tegur pelatih King.

"Yes. Kalau begitu, biar aku saja yang menceritakannya. Suster Annie membawa kabar, ... ada seorang wanita Korea, mengaku ibunya Sacha, datang ke panti asuhan 'Amazing Grace beberapa hari sebelum keberangkatan kita ke sini dan minta ketemu dengannya ... "

"What?!"

Pelatih King langsung berpaling pada Sacha, begitu juga para pemain baseball junior dalam kamar itu, ... Yang dipandang, menutup matanya perlahan, rapat-rapat.


=====> <=====



Julyan Mayber menarik diri dari MV SkiesV yang sedang dieditnya begitu sebuah amplop melintas beberapa inci, hampir mengenai hidungnya. Amplop tersebut kemudian mendarat dengan bunyi halus di atas meja. Badannya bergeser mundur dan dipandanginya orang iseng pemilik amplop tersebut dengan kening berkerut. Si Jimmy 'David' Walls, sahabat karib sekaligus asistennya, sudah berdiri di ambang pintu dan dengan seenaknya menjatuhkan diri di sofa kumal yang menyandar ke dinding. Julyan meraih amplop tersebut dan mengerak-gerakannya di hadapan Jimmy.

"Apa ini?"

"Seperti perkiraanku!!" dengus Jimmy. "Laki-laki berengsek itu akhirnya melakukannya juga!!"

Julyan semakin mengerutkan jidatnya. "Maksudmu, .. menikah?"

Jimmy tertawa datar. "Apa lagi?"

"Oh--" Julyan menjatuhkan amplop di tangannya ke atas meja, kemudian mendekati Jimmy. Dia ikut menjatuhkan dirinya di sofa. "Apa ibumu mengetahuinya?"

"Tentu saja!" brakk, Jimmy mengarahkan tinjunya ke atas meja teh yang terletak di depan sofa. "Apa lagi yang diinginkan pria itu selain menghancurkan hati ibuku?!" Sepasang matanya bersinar liar tertuju ke depan.

Julyan menatap Jimmy prihatin. Tangannya dijatuhkan ke pundak pemuda itu kemudian meremasnya pelan. "Tenanglah .. "

Julyan sangat memahami perasaan sahabatnya saat ini. Seperti juga Jimmy, nasibnya tak jauh berbeda. Mereka sama-sama berasal dari keluarga yang berantakan. Terlahir dari ibu orang Korea asli, dan ayah orang asing (ayah Julyan orang Swedia sedangkan ayah Jimmy orang Amerika), yang kemudian pergi meninggalkan rumah tanpa kabar.

Namun begitu, nasib Jimmy lebih beruntung dari Julyan. Paling tidak, ayahnya masih memberikan nafkah hidup selama dua tahun terakhir ini. Semua dikarenakan pacar Mr. Walls, calon istrinya sekarang, divonis tak punya kemampuan untuk memiliki anak. Jimmy merupakan anak satu-satunya dari Mr. Walls maka tak mengherankan kalau sikapnya berubah terhadap mantan istri dan putra tunggalnya ini.

Berlainan dengan Jimmy, ayah Julyan tak ketahuan keberadaannya. Setelah kepergiannya sejak kelahiran Janice, putri bungsu dalam keluarga Mayber, Mr. Mayber tak ketahuan kabar beritanya.

"Bagaimana reaksi tante begitu mengetahuinya?" tanya Julyan.

"Sangat tenang .. ," jawab Jimmy sambil menyandar ke sandaran sofa. "Kau tahu sendiri omma sangat tabah .. "

"Bagus kalau begitu .. " Julyan menepuk pundak Jimmy. Kemudian tangannya mengelus-ngelus dagu. "Menurutku .. masih ada yang lain kan?" tanyanya menyelidik.

"Mwo? Maksudmu?"

"Hey--come on! Jangan pura-pura, man! Aku terlalu mengenalmu. Kau sudah terbiasa dengan kelakuan-kelakuan appamu jadi tak mungkin hanya gara-gara masalah tersebut menjadikanmu sekesal ini. Pasti masih ada masalah lain. Ayo ngaku!!"

Jimmy mendengus dan segera menepis tangan Julyan begitu sahabatnya itu mengelitiknya.

"Yaa--Jul!! Hentikan!!"

"Ayo, jujur saja!!"

"Iya, iya!!"

Julyan menghentikan perlakuannya pada Jimmy. Dengan senyuman masih terkembang di bibir, dia berjalan kembali ke meja kerjanya dan kemudian menjatuhkan diri di kursi.

"Jadi?"

"Kau ingat pertandingan kemarin?!"

"Pertandingan?!" Tangan Julyan yang mulai bergerak-gerak di atas keyboard laptopnya terhenti. "Pertandingan apa?"

"Yaa--tentu saja pertandingan baseball kemarin, bego!!" Jimmy meraih bantal dan melemparnya kearah Julyan.

"Oh--itu .. " Julyan berkelit. Bantal tadi melayang dan mengenai jendela yang kacanya tertutup. "Ada apa dengan pertandingan itu?"

"Idolaku kalah .. ," jawab Jimmy lemas.

"Hah--" mata Julyan terbelalak lebar. "Bukannya katamu, tim idolamu itu sangat hebat? Bagaimana mungkin kalah dari tim nasional kita?"

Perhatiannya sekarang benar-benar teralih. Topik yang disodorkan Jimmy jauh lebih menarik dari kegiatan mengedit MV SkiesV yang memang sudah membosankannya sejak tadi.

Speed Baseball United, tim baseball putri US yang selalu dipuji-puji dan disanjung-sanjung Jimmy sebagai tim tak terkalahkan di dunia, dengan idolanya Sacha Willing, sebagai pusat kekuatan, yang menurutnya pemain baseball terhebat di dunia ini, ternyata kalah dari tim baseball nasional? Hoho--berita ini lebih mengemparkan dari pemboman yang dilakukan para teroris terhadap negara-negara serikat sekalipun dan yang pasti lebih mengemparkan dan menghancurkan perasaan Jimmy.

"Kau sih nggak ikut beri semangat ke tim idolaku?!!" ketus Jimmy dengan nada menyalahkan.

"Mwo?" aku terbelalak. Setelah sadar aku tertawa ngakak. "Kenapa aku yang kau salahkan? Aneh sekali .. "

"Nggak tahu deh .. ," dengus Jimmy. Dia mendesah kemudian memejamkan matanya. "Aku juga nggak tahu kenapa menyalahkanmu .. Emang sih kau nggak tertarik pada baseball. Seharusnya aku nggak mengajakmu ke pertandingan itu,, miane membosankanmu .. "

"Hmm--sudahlah!" Julyan tersenyum memaklumi. "Sekarang apa rencanamu?"

"Nggak bisa berbuat apa-apa. Mereka sudah kalah .. ," jawab Jimmy.

Julyan mengangga. "Hey--sadar man!! Yang kubicarakan tuh pernikahan appamu, bukan kekalahan idolamu .. "

"Oh--" reaksi Jimmy cuek. Pundaknya diangkat. "Terserah!"

"Terserah gimana?" alis Julyan berkenyit. "Apa kau akan menghadiri pernikahannya?"

"Mungkin .. ," sahut Jimmy. "Agak malas sih, tapi omma ingin aku menghadirinya ... "

Selama beberapa menit kedua sahabat itu saling membisu. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Julyan sedang mempertimbangkan sesuatu sementara Jimmy menyesali keputusan yang telah diambil ommanya.

"Perlu kutemani?" tanya Julyan tiba-tiba.

"Mwo?" Jimmy menoleh padanya. "Tidak!" sahutnya tegas. "Bagaimana dengan pekerjaanmu di sini, dan juga Seo Na, jika kau menemaniku ke Amerika?"

Julyan tertawa. Dia bangkit kemudian menjatuhkan dirinya kembali di sebelah Jimmy. "Semua bisa diatur. You're my bro! My real bro! Tak mungkin kubiarkan kau menghadapi semuanya sendiri. Tentang pekerjaan, itu gampang--semua pekerjaan sendiri. Aku bisa menerima ataupun menolak kontrak-kontrak kerja yang disodorkan padaku. Sedangkan Seo Na, dia lebih sibuk dari-ku. Dia tak kan punya waktu menghubungiku selama beberapa minggu mendatang, percayalah ... "

"Jeongmal?"

"Ne." Julyan mendaratkan tangannya di pundak Jimmy. "Kau tak percaya?"

"No--" Jimmy mengeleng cepat. "Tentu saja aku mempercayaimu. You're my real bro!!"

Jimmy melingkarkan lengannya di leher Julyan kemudian mengeseknya dengan gaya mencekik. Julyan membalas dengan mengarahkan kepalan tangannya ke belakang yang mendarat telak di jidat Jimmy. Pemuda urakan itu mendengus dan melepaskan rangkulannya dari leher Julyan. Tubuhnya condong ke depan, tangannya terkepal kemudian diarahkan ke perut Julyan, berlagak memukul dengan keras namun sebenarnya lemah dan hanya mengunakan sedikit tenaga.

"Rasakan kau!!"

Julyan ikut mendengus. Mereka saling berpandangan, kemudian .. dalam sekejap saja, ruang kerja yang agak pengap itu ramai oleh suara ketawa mereka.


=====> <=====
--TBC--
« Last Edit: December 30, 2010, 09:29:10 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Waa,, chap perdana uda meluncur..

Baca dulu ya mam, ntar komen..
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Oh, ternyt hs jd kekuatan utama di tim mrka..
Trs, ada apa dgn hs n wnta yg mngku ibunya hs??
Apa hny gr2 itu, hs hlg konsentrsi mi??

Yah, mino g tertarik dgn dunia baseball..tp, perbedaan akn menyatukan mrka..

Thx yo mam..
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
kentang amir mam.......???  [guns] [guns] [hmpfh]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Oh, ternyt hs jd kekuatan utama di tim mrka..
Trs, ada apa dgn hs n wnta yg mngku ibunya hs??
Apa hny gr2 itu, hs hlg konsentrsi mi??

Yah, mino g tertarik dgn dunia baseball..tp, perbedaan akn menyatukan mrka..

Thx yo mam..
thanks buat komentnya,,

selama ini sacha sebatang kara di dunia ini. dia tak punya keluarga. ibunya meninggalkannya begitu saja di depan pintu gerbang panti asuhan amazing grace ketika dia masih bayi [sweat] [what] ga mengherankan kan klu gara2 kemunculan wanita yg mengaku sbg ommanya itu seluruh konsentrasinya buyar [cry] [cry]

yup julyan ga pernah tertarik pd baseball. wkt nonton pertandingan itu juga diseret ama si jimmy [hmpfh] jimmy kan pengemar beratnya sacha [laughing] (sbg info, julyan cuma mengetahui nama sacha willing, dia ga pernah mengenal tampangnya jd jgn heran jika wkt ketemu dia ga tahu klu cewek itu si sacha, pemain baseball yg bgt dielu2kan oleh sahabat karibnya [hmpfh] )

moow, daripada ga diupdate sama sekali [guns] [guns]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun