ini pertama kalinya aku buat cerita dan di baca oleh sista-sista sekalian yang di kehidupan nyata nggak aku kenal
![[sweat]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/sweat.gif)
...tapi aku sangat senang bisa becanda dan saling bagi pengetahuan tentang minsun di sini
![[cheekkiss]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/cheekkiss.gif)
.
maafkan saya yang tak berdaya ini dan mengecewakan kalian dengan fix aku yang amburadul
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)
CHAPTER 1
pagi kembali datang. burung-burung berkicau ria menambah indahnya pagi sekaligus menyambut sang mentari yang sudah nampak menggantikan sang rembulan.
terlihat wanita cantik tengah berlari di pinggir jalan, sambil membawa kantung yang berwarna coklat dengan ukuran sedang. terlihat keringan mengalir melewati keningnya yang sempit. dari wajahnya tersirat kehawatiran yang amat sangat.
"ya Tuhan semoga dia tak apa" dia menggumam sambilterus memaksa kakinya untuk berlari lebih cepat.
Tak berapa lama gadis yang diketahui bernama Goo Hye Sun itu berhenti di depan sebuah apartemen mewah. tanpa memperdulikan dirinya yang hampir kehabisan nafas, hye sun langsung menuju lif.
Lama dia menunggu pintu lif tak terbuka juga. dan tanpa berfikir panjang dia lantas menuju tangga darurat yang telah tersedia di samping lif tersebut. sekali lagi dia memaksa kakinya untuk berlari lebih cepat menaiki tangga menuju lantai 42. terlihat keringat membasahi pakain yang ia kenakan. 43 berlalu sejak ia menaiki tangga dan akhirnya ia sampai juga. langsung saja dibukanya salah satu pintu apartemen tersebut dengan terburu-buru.
pintu terbuka "ss...aa...yaanggg...hos..hos..hos...kau di mana???" nafasnya sangat memburu sehingga dia berbicara terbata-bata.
tak terdengar jawaban. untuk ke dua kalinya ia berteriak "saaayyaang kau di...." kata-katanya terhenti begitu terdengar jawaban.
"YAA...kau jangan berteriak seperti itu, gendang telingaku bisa pecah tau!" seketika pria tampan keluar dari arah dapur yang bersebelahan dengan ruang tamu.
Hye sun sedikit kaget mendengarnya. senyum tersungging di bibirnya yang tipis, begitu mengetahui Lee Min Ho kekasihnya yang amat sangat ia cintai baik-baik saja. Hye sun pun berlari ke arah Minho dan mendekapnya dengan sangat erat.
dua menit berlalu, tiba-tiba Hye sun menekankan telapak tangannya pada kening sehingga menimbulkan bunyi "PLAAKK..." yang begitu nyaring.
"ah...aku lupa bagaimana tanganmu? apakah parah?" hye sun mengangkat tangan kanan mino guna melihat keadaannya.
"tidak apa-apa, hanya terkena percikan air panas, tak perlu kau sehawatir ini sayang" suaranya begitu terdengar lembut. diapun kembali membawa hye sun ke dalam pelukannya.rupanya minho sedikit tersentuh dengan sikap hye sun yang begitu menghawatirkan keadaannya.
"oh...syukurlah...aku sangat panik begitu tadi aku dengar kau berteriak di telfon, aku kira telah terjadi sesuatu yang buruk padamu" hye sun menyandarkan kepalanya dengan manja sambil mengutarakan isi hatinya.
"saat kau telfon aku sedang membuat kopi dan tak sengaja terkena percikan air panas begitu menuangkannya di dalan cangkir" katanya sambil tetap memeluk Hye sun hangat.
tiba-tiba minho mendaratkan ciuman hangat di bibir hye sun dan menyesapnya sebentar. Hye sun sangat kaget diperlakukan seperti itu oleh minho. "tlululut...." terdengar suara hp yang berasal dari arh dapur. minho pun segera pergi ke dapur untuk mengambil hp-nya itu.
"halo.." minho berpaling ke arh hye sun yang masih berada di ruang tamu dan memberikan senyuman manis sambil menyapa orang yang menghubunginya.
45 menit kemudian. "siapa sayang? kenapa begitu lama?" hye sun berjalan mendekati minho yang baru saja memutuskan sambungan telfon.
"emk...hanya seorang teman" jawabnya ragu-ragu seperti menyembunyikan sesuatu. kembali dia memeluk tubuh mungil itu begitu hye sun tiba di depannya.
"ooo...aku kira siapa" sambil menyandarkan kepalanya dengan manja di dada hangat minho sepertinya dia sangat menikmati dada itu. dan kali ini pun minho kembali mencium hye sun dengan merenggangkan pelukannya, bibir mereka pun kembali menempel begitu erat. di tengah-tengah ciuman mereka yang begitu hangat di pagi hari hye sun berkata "ah...sayang aku membawakan bubur untuk mu" ucapnya sambil sedikit mendesah.
"emm...kita lanjutkan ini dulu sayang...setelah itu baru aku makan bubur buatanmu" mereka pun berciuman di dapur dengan sangat bergelora.
malam harinya.......
sesosok pria tampan dengan perawakan tinggi terlihat sedang menunggu seseorang di depan sebuah apartemen sambil menyenderkan badannya di mobil sport hitam yang terlihat mewah.
tak lama kemudian seorang gadis cantik dengan rambut bergelombang terurai panjang dan gaun merah yang menampilkan kesan sexy muncul dari balik pintu apartemen dan melambai ke arh minho.
"hai..apa kabar? apakah sudah lama menunggu?" tanya wanita itu yang ternyata bernama kim so eun. so eun terlihat begitu menggoda.
seketika minho meraih tangan kanan so eun dan memberi kecupan di punggng tangan itu. "walau kau telah meninggal dan akan hidup 25 tahun lagi, kemudian meninggal lagi, dan 25 tahuan akan hidup kembali lagi aku akan menunggu mu" minho tersenyum khas crocodile setelah menyebutkan rayuannya yang terambat gombal.
so eun hanya tersipu mendengar rayuan gombal minho. dia nampaknya sangat menyukai itu. "apakah kita jadi pergi" so eun bertanya.
"tentu saja putri cantik" rayuannya meluncur lagi. di bukakannya pintu mobil untuk so eun. mobol itu pun pergi semakin menjauh meninggalkan apartemen tersebut.
bersambung....
maaf pendek
![[heh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/heh.gif)