Author Topic: BEHIND THE SHINNING STAR (Season IV) part II (3 Juli 2011)  (Read 12242 times)

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
enak sist klo dikawinin kn bisa hemat biaya wkwkww


Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
enak sist klo dikawinin kn bisa hemat biaya wkwkww


tapi tengsin nya it gak ktulungan.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Chainezz_Vian

  • Guest
Gumawo sist uda d update [flowers]   
   
emm, pada kacau smua nie jadii nya. . .
Kasian omma, tp omma hye sun gk akan knpa" kn sist? [what]   secara prgi dgn hati yg kacau. . .   
   
Siip d tunggu next update nya. Hwaiting! [smiley-gen013]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Gumawo sist uda d update [flowers]   
   
emm, pada kacau smua nie jadii nya. . .
Kasian omma, tp omma hye sun gk akan knpa" kn sist? [what]   secara prgi dgn hati yg kacau. . .   
   
Siip d tunggu next update nya. Hwaiting! [smiley-gen013]

oke oke


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
BEHIND THE SHINING STAR II
Part 2

Seperempat jam berlalu sejak kemunculan B-lady yang tiba-tiba, pasangan itu masih berbaring di atas ranjang, memandang langit-langit. Suara detak jam terdengar jelas karena kebisuan keduanya. Pikiran berkecamuk di otak masing-masing. Sun tampak gelisah dengan tangan yang meremas-remas ujung selimut yang menutupi dadanya. Sementara pria di sampingnya mulai bersuara,”Siapa saja yang punya kunci apartemenmu?”

Sun menoleh, “Hanya kau dan Uni.” Pemuda itu menghela nafas, B-lady pasti mendapatkannya dari Noona, pikirnya. Dia bangkit dan menyandarkan diri di ranjang, menoleh ke arah Sun yang tampak memucat,”Jangan bilang, kau rahasiakan hubungan kita pada orang tuamu.”
Sun semakin ketakutan,”Miane..”

Kekasihnya mendengus kesal,”Bagaimana mungkin mereka tidak tahu, ini semua sudah rahasia umum di Korea!”

“Aku…. Aku meyakinkan… mereka kalau… kalau kita tidak… tidak berhubungan. Dan mereka…. percaya.”

“Hah, sungguh tidak dipercaya!” Pria itu semakin kesal sekarang. Dia menyingkap selimut, berdiri dari ranjang dan meraih celananya yang tergeletak di lantai samping kanan ranjang.

“Kau mau kemana?” giliran Sun terduduk di ranjang, dia terkejut melihat kekasihnya sedang mengenakan celana.”Pulang.” jawab pria itu.

“Tapi… tapi sudah tiga bulan kita tidak bertemu.” Sun berkata lirih.

Pria itu memejamkan mata dan merapatkan gerahamnya. Ya, sudah tiga bulan, dia tidak mencumbu gadisnya karena kesibukan yang menjengkelkan itu. Dia menoleh ke arah Sun, tampak olehnya Sun terduduk sambil tangannya masih memegang ujung selimut yang menutupi dada, ”Lalu?”

“Aku tahu… aku tahu kita tidak mungkin melakukan itu lagi. Tapi… tapi setidaknya… tidurlah di sini,” Sun berkata di ujung keberaniannya. Perasaan di hatinya berkecamuk, hingga tangisnya pun tumpah,” Aku janji….janji tidak akan… tidak minta yang aneh-aneh lagi.” Sun terisak sudah. Bahunya bergerak-gerak dan wajahnya menunduk. Keadaannya sungguh memprihatinkan, tubuhnya yang masih polos hanya tertutupi selimut dan menangis sesenggukan seperti itu. Sungguh malang nasibnya saat ini, apa yang akan dia katakan pada Oemanya esok hari, masalah apa lagi yang akan dihadapi dari orang tuanya, dan yang dia inginkan hanya lah pria yang dicintainya itu di sampingnya, membagi dada bidangnya untuk menumpahkan perasaan, hanya itu, hanya untuk malam ini, tidak kurang dan tidak lebih.

Melihat semua itu, sang kekasih memandang prihatin. Tampak olehnya beban berat yang harus diterima oleh gadis ini. Keterkejutan karena kepergok oleh sang oema, kerinduan yang meluap-luap, semuanya tentu bercampur aduk di hatinya. Apa yang akan dilakukan gadis ini untuk menghadapi B-lady di hari-hari berikutnya? Namun yang dipikirkan gadis ini cuma satu, kekasihnya itu masih di sampingnya, setidaknya malam ini, sekedar menyandarkan bahunya ke dada bidang itu untuk menangis. Pria itu sungguh terlalu jika tidak menurutinya! Hanya karena nafsu yang terpatahkan, tidak mungkin dia meninggalkan Sun sekarang.

Pria jangkung itu berbalik, Sun semakin sesenggukan, mengira kekasihnya benar-benar akan pulang padahal hanya berniat menutup pintu kamar yang terbuka lebar. B-lady terlampau terkejut hingga lupa menutupnya. Dan pintu depan, apakah sudah tertutup? Ternyata sudah, pria itu mengunci pintu kamar dan berjalan ke arah Sun.

Sun menengadah, jitakan lembut mendarat di kepalanya. “Pabho…” kata kekasihnya lirih,”Apa maksudmu dengan meminta yang aneh-aneh? Selama ini kau tak pernah minta aneh-aneh, Baby.”
Sun tersenyum, dia memeluk tubuh jangkung itu erat. Kekasihnya menekan bahunya hingga mereka berdua terbaring,  Sun menempatkan kepalanya di atas dada bidang itu dan mengelusnya. Kekasihnya mencium keningnya, menyanyikan lagu singlenya hingga mereka tertidur.

===<=> ===

Detektif Han menghela nafas, kasus ini sangat membingungkan, sementara kesibukan di kantor polisi itu makin menggila saja, suara telephone dan mesin ketik bersahutan, belum lagi umpatan para pesakitan itu saat diinterogasi, sungguh pagi yang buruk mengingat semalam tidurnya kurang pulas akibat telephone mendadak akibat kasus ini.

“Dua orang turis asing,” ujar asistennya, Hoo Kie.

”Orang Amerika!” sambung Han.”Ini akan menjadi kasus besar, menyangkut dua negara, apalagi Korea sedang giat-giatnya promosi wisata. Sungguh tidak bisa dipercaya.”

Hoo Kie membolak-balik arsip di depannya.

“Ada petunjuk lain?” tanya Han. Hoo Kie menggeleng.
 “Yakin?”
“Ya!”
“Sidik jari atau kesaksian?”
“Nihil! Sepertinya orang itu memakai sarung tangan, kau tahu kan semalam  udara Seoul sangat dingin?”
“Lalu, apakah tidak bisa mengorek keterangan dari saksi?”
“Kita agak kewalahan akan hal itu.”
“Apa maksudmu dengan kewalahan?”

“Lion Bar berusaha melindungi semua yang bertugas  malam itu, jika kita mau saksi, kita harus berhadapan dengan tim pengacara mereka.” terang Hoo Kie.

“Hah! Benar-benar tak dapat dipercaya!” sekali lagi Han mendengus.”Lalu bagaimana dengan pengunjung?”

“Tetap nihil, sepertinya mereka terlalu individualis malam itu. Kita hanya bisa menunggu para korban sadar lalu kita bisa mengenali pelaku dari sketsa wajah.”

“Bisa diperkirakan kapan mereka sadar?”

“James Howl sudah sadar pagi ini, tetapi sepertinya semalam dia terlalu mabuk untuk mengenali pelaku,” jawab Hookie,”Harapan kita tinggal korban satunya, Nick Stollen.”

Han merebut file yang ada di tangan Hookie. Sesaat dia telusuri tulisan yang ada di lembar catatan kesehatan Nick, keadaan turis asing itu lebih parah, darah terus keluar dari lubang tusukan, dan perlu tranfusi, Han mulai menghitung berapa hari kemungkinan Nick tersadar. “Rupanya memang tidak ada cara lain, aku harus minta bantuannya.”

===< = >===

“Kau yakin?” tanya Mino. Sun mengangguk,”Biar aku yang menjelaskan semuanya pada oemma.” Sun menuangkan orange juice ke dalam gelas lalu menyodorkannya di depan Mino “Apa acaramu siang ini?”

Pertanyaan itu untuk mengalihkan pembicaraan. Mino meneguk orange juice di tangannya saat sandwich itu mulai menyumbat kerongkongan, “Seperti biasanya, syuting seharian. Kau sendiri?”

“Survey lokasi setelah ke rumah Appa.”

“Sebenarnya mau apa B-lady menemuimu?” Mino masih saja memutar arah pembicaraan. Sun memijit-mijit pelipisnya, “Entahlah,” Mino meraih tangan Sun, dia genggam tangan mungil itu seakan memberikan kekuatan di sana,”Kau yakin tidak mau kutemani?”

Sun tersenyum,”Setelah kejadian semalam, terus terang aku tidak tahu lagi apa yang harus kuperbuat.”

“Karena itu ijinkan aku menemanimu,” Mino memohon.

“Dan kau pasti akan diusirnya,” Sun terkekeh. Kening Mino berkenyit,”Oemmamu tidak menyukaiku?” Sun tidak menjawab, dia memandang ke arah jendela, suasana di luar terlihat teduh.

“Kenapa oemmamu tidak menyukaiku?” pertanyaan itu mengagetkan Sun. Sun memandang arlojinya,”Sudah jam sembilan, semalam kau bilang ada syuting jam sepuluh. Berangkatlah, kau pasti sudah ditunggu.”

Mino menghela nafas, dia mulai berjalan mendekati Sun lalu mencium kening, pipi, dan terakhir bibir kekasihnya itu,”Aku akan menelphonmu nanti malam, dan bila ada waktu, aku akan ke sini.” Sun tersenyum menghantarkan kepergian Mino dari apartemen itu.

Dan sekarang di sinilah Sun, di dapur B-lady bersama oemmanya itu yang telah mencuekkannya sejak tiga puluh menit yang lalu. Oemmanya masih saja sok sibuk dengan masakan, sementara Sun masih melamunkan kebersamaannya dengan Mino tadi pagi. Seperti yang telah dikatakannya pada Mino, dia memang tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan saat ini.

“Huh! Kenapa kaleng ini tidak berubah sejak sepuluh tahun yang lalu?” B-lady jengkel karena kesulitan membuka kaleng sarden, dia memukul-mukul kaleng itu sampai peyok, lalu melemparnya. Sun terkejut, jelas sekali Oemmanya marah bukan pada kaleng sarden, tapi pada dirinya. Sun memungut kaleng sarden itu lalu mulai membukanya dengan alat pembuka kaleng. B-lady menghela nafas,”Kau bilang tidak ada hubungan dengannya.”

Sun tersentak, pembuka kaleng hampir terjatuh dari tangannya. B-lady menatapnya tajam,”Lalu yang semalam itu apa?”

“Mianhamnida, Oemma,” ujar Sun lirih.

“Kau!” B-lady menunjuk ke arah Sun,”Sebenarnya apa yang kau lihat dari lelaki itu, Sun! Sudah berapa kali kalian melakukannya?” Sekali lagi Sun tersentak. B-lady memandangnya dengan penuh tanda tanya dan dia mulai bisa menebak jawaban yang akan diberikan putrinya,”Kau tahu apa sebutan yang bisa Oemma berikan untukmu? Pelacur!”

“Oemma?” Sun sungguh tidak mempercayai kata-kata B-lady.

“Ya, pelacur. Maaf jika Oemma terlalu keras tapi memang hanya itu yang bisa Oemma pikirkan, kau mau Oemma menyebutmu apa? Wanita simpanan? Oh, tidak bisa, Sun, wanita simpanan pasti sangat kaya karena mendapatkan apa saja dari pria yang dikencaninya, sedangkan kau…. Kau masih saja harus bekerja keras dengan film-film dan lukisanmu, sementara lelaki itu seenak jidatnya menemuimu di waktu luangnya dan kau dengan senang hati membuka kakimu untuknya, kau tahu  sebutan yang pantas? Apa lagi kalau bukan pelacur!”

“Oemma!” Sun berteriak sekarang. Air mata mulai mengalir di pipi, sementara tangan kanannya membekap mulut. Dia terisak, tak disangka B-lady mengucapkan kalimat yang begitu menyakitkan. Sejak kecil memang dia sering beradu mulut dengan oemmanya, tapi kali ini pernyataan itu adalah hal yang paling menyakitkan yang keluar dari mulut Oemmanya.

“B-lady, I am home…” teriak suami B-lady saat memasuki dapur. Lelaki paruh baya itu heran saat melihat Sun menangis, sementara B-lady terkejut dengan kepulangan suaminya yang tiba-tiba, dalam otaknya mulai mencari-cari alasan untuk menjawab pertanyaan suaminya itu kelak, suaminya sangat menyayangi Sun, diantara kedua putri mereka, Sun-lah yang paling suaminya sayang, dan dia tidak mungkin membuat suaminya kecewa dengan menceritakan kejelekan Sun, hubungan rahasia itu, yang seantero Korea sudah dianggap rahasia umum bahkan fakta, tapi bodohnya dianggap gossip oleh mereka karena sangat mempercayai Sun.

“Waeyo, Sunny?”

Sun memandang Appanya nanar, dia tidak sanggup menjawab pertanyaan itu, sementara bahunya bergerak-gerak selaras dengan isakkannya, dia sudah tidak sanggup dengan tatapan itu, hatinya sangat pedih, hingga akhirnya diputuskan untuk berlari meninggalkan ruangan itu. Dia berlari keluar dari rumahnya, menjalankan mobil secepat-cepatnya demi menghindari pertanyaan lebih lanjut dari Appanya, orang tua yang selama ini sangat membanggakannya itu.

TBC PART 3
« Last Edit: January 04, 2011, 05:34:33 am by sisicia »


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Kok ff yg sista update pd bkin aq mewek sist,,,
tp thanks uda update..
Enak bgt omma hs blg anaknya pelacur..(aq tw esmosi tingkat tinggi,,)
tp, aq ykin yg di bar ntu bkn mino..ga mgkn mino..(bnr ga sist??)

sesayang itukah appa hs sm hs??
Hs lari kemana tu sist??
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Kok ff yg sista update pd bkin aq mewek sist,,,
tp thanks uda update..
Enak bgt omma hs blg anaknya pelacur..(aq tw esmosi tingkat tinggi,,)
tp, aq ykin yg di bar ntu bkn mino..ga mgkn mino..(bnr ga sist??)

sesayang itukah appa hs sm hs??
Hs lari kemana tu sist??
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Kok ff yg sista update pd bkin aq mewek sist,,,
tp thanks uda update..
Enak bgt omma hs blg anaknya pelacur..(aq tw esmosi tingkat tinggi,,)
tp, aq ykin yg di bar ntu bkn mino..ga mgkn mino..(bnr ga sist??)

sesayang itukah appa hs sm hs??
Hs lari kemana tu sist??
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Kok ff yg sista update pd bkin aq mewek sist,,,
tp thanks uda update..
Enak bgt omma hs blg anaknya pelacur..(aq tw esmosi tingkat tinggi,,)
tp, aq ykin yg di bar ntu bkn mino..ga mgkn mino..(bnr ga sist??)

sesayang itukah appa hs sm hs??
Hs lari kemana tu sist??

soale authore lagi feeling blue, tapi kan yang penting full moment minsun lo yang ini, gak, mino gak mungkin ada di satu tempat dalam satu waktu, cermati saja, waktu yang terjadi


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
sisi update lagi [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Kok ff yg sista update pd bkin aq mewek sist,,,
tp thanks uda update..
Enak bgt omma hs blg anaknya pelacur..(aq tw esmosi tingkat tinggi,,)
tp, aq ykin yg di bar ntu bkn mino..ga mgkn mino..(bnr ga sist??)

sesayang itukah appa hs sm hs??
Hs lari kemana tu sist??

soale authore lagi feeling blue, tapi kan yang penting full moment minsun lo yang ini, gak, mino gak mungkin ada di satu tempat dalam satu waktu, cermati saja, waktu yang terjadi

feeling blue???

Hmm,,
ya udah sist..

Oo gitu ya??
So????
Tunggu aja di chap selanjutnya...

Capcus,,,(jiahhhh)
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Kok ff yg sista update pd bkin aq mewek sist,,,
tp thanks uda update..
Enak bgt omma hs blg anaknya pelacur..(aq tw esmosi tingkat tinggi,,)
tp, aq ykin yg di bar ntu bkn mino..ga mgkn mino..(bnr ga sist??)

sesayang itukah appa hs sm hs??
Hs lari kemana tu sist??

soale authore lagi feeling blue, tapi kan yang penting full moment minsun lo yang ini, gak, mino gak mungkin ada di satu tempat dalam satu waktu, cermati saja, waktu yang terjadi

feeling blue???

Hmm,,
ya udah sist..

Oo gitu ya??
So????
Tunggu aja di chap selanjutnya...

Capcus,,,(jiahhhh)
capcus kemana,neng?


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Capcus buat nggu ni ff..
Jg bwt sista biar capcus ke lappi, nah ketik dah..

Ha ha ha..bwahahahha(ktawa gaje,,)
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!