Author Topic: BEHIND THE SHINNING STAR (Season IV) part II (3 Juli 2011)  (Read 12391 times)

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 tp akhirnya sweet bgt sist gomawo sist....horeeeeeeeeeeee .......b*triak2 pake toa*minsun fighting!!!!!!
hore juga! mpe toa rusak!
« Last Edit: January 14, 2011, 12:20:51 am by sisicia »


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
bukan bagian M'vers y sist!tp end part y!tp klo mang dsruh nunggu season berikut y,akan q tunggu kok!he9

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
bukan bagian M'vers y sist!tp end part y!tp klo mang dsruh nunggu season berikut y,akan q tunggu kok!he9
oh, i see


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Chainezz_Vian

  • Guest
Gumawo sist [flowers]    ua [cry]  uda tamat ya. . . Hua, psti kangen nie ama minsun.   
     
Tp aQ suka bngeet. Ama kata" yg trakir, sweet bnget dech [lovestruck] [lovestruck]   
   
gk ada niat bwt bikin season ke 3 nya sist ? [hmff]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Gumawo sist [flowers]    ua [cry]  uda tamat ya. . . Hua, psti kangen nie ama minsun.   
     
Tp aQ suka bngeet. Ama kata" yg trakir, sweet bnget dech [lovestruck] [lovestruck]   
   
gk ada niat bwt bikin season ke 3 nya sist ? [hmff]
[lovestruck] [lovestruck] yang season 3 ada, kok... tunggu aja


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Huaaa,,,
uda ending seas 2 nya..
Seas 3 bkl ada lg??????
Mkin pnasaran..
Ditunggu yooo,,
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Huaaa,,,
uda ending seas 2 nya..
Seas 3 bkl ada lg??????
Mkin pnasaran..
Ditunggu yooo,,
tunggu aj, hahahah


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Ga diluncurin hari ini seas 3 nya sist??
Kgn nih,,
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Ga diluncurin hari ini seas 3 nya sist??
Kgn nih,,
smart g bisa d gunung,hehehe.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
BEHIND THE SHINING STAR III

(Cerita ini hanya fiksi belaka, kejadian ya syukur, gak kejadian juga gak papa, tapi mudah-mudahan terkabul. Maksa. Com)

-------Enjoy This Story!-------


PART I

“Huek!” Suara dari dalam kamar mandi mulai mengusik tidur Mino. Setengah sadar dia menoleh ke sampingnya. Kosong! Emang harusnya ada siapa? “Huek!” kali ini suara itu sukses membuat Mino sadar sepenuhnya. Dia mulai bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi, “Baby, kau di dalam?”

“Ne…,” jawaban dari dalam kamar mandi. Mino mencoba membuka pintu di depannya, ternyata dikunci dari dalam. ”Kau kenapa?” tanyanya sambil masih memutar-mutar ganggang pintu.

“Mual, Min-a.”

Mino mendengus sebal,”Kenapa pintunya musti dikunci?” pikirnya.

“Huek!” suara itu terdengar lagi, bahkan kali ini membuat Mino merasa ngilu juga di perutnya, dengan kesal dia menggedor-gedor  pintu, ”Buka pintunya, Baby. Jangan membuatku panik!”

Pintu itu terbuka setelah terdengar suara aliran air menyiram kloset dan keluarlah wanita mungil yang selama sembilan bulan ini sudah resmi menjadi istrinya. Ya, Hye Sun, wanita yang berarti segalanya baginya itu telah menjadi istrinya. Hal yang sangat membahagiakan untuk seorang Mino. Tapi sepertinya keadaan istrinya itu kurang baik sekarang, wajahnya tampak pucat. “Gwencana?” Mino bertanya sambil memandangi wajah Sun, kedua tangannya sampai memegang pundak Sun kiri dan kanan untuk mendapat kepastian.

“Ne, gwencana,”jawab Sun sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Mino dari pundaknya. Dia malah berjalan melewati Mino.  “Mau kemana, Baby?”

“Menyiapkan sarapan, hari ini kan giliranku masak!”
“Antwe! Biar aku saja, kau tidur saja lagi.”
“Tapi…

“Tidak ada tapi, lain kali saja kau memasaknya,” cegah Mino sambil membimbing Sun kembali berbaring ke ranjang. Dia menyelimuti dan segera keluar dari kamar setelah mengecup kening istrinya itu.
Mino segera ke dapur, dia berhenti sebentar saat melewati foto pernikahan yang terpampang di ruang keluarga, tampak olehnya gambar saat mereka menikah. Dia dengan setelan jas warna putih yang serasi dengan gaun berpotongan sederhana yang dikenakan Sun. Pernikahan  mereka memang sederhana dan terkesan buru-buru, hanya dilakukan di kantor catatan sipil, tapi itu saja sudah membuatnya sangat bahagia. Kalau saja dulu dia tidak konyol, melakukan percobaan bunuh diri, mungkin saat ini Sun belum menjadi istrinya. Dia meraba-raba pergelangan tangan kirinya, bekas jahitan itu masih ada. Dia tersenyum, inilah tanda pengikatnya dengan Sun selain cincin pernikahan.

Di dapur, Mino segera menyiapkan segala sesuatunya. Dia memang tidak begitu pintar  memasak, jika gilirannya memasak, dia akan memasak seadanya yang dia bisa, jangan ditanya jika giliran Sun, semua makanan yang terhidang pasti istimewa, agak tidak adil memang, tapi itu sudah kesepakatan mereka yang sama-sama sibuk. Jika salah satunya memasak, yang lain giliran mencuci peralatan dapurnya. Dan seperti hari ini, Mino memutuskan membuat omlet telur dan roti panggang. Mino mengolesi beberapa helai roti tawar dengan mentega, lalu memasukkannya ke mesin pemanggang roti, sambil menanti roti itu matang dia mengkocok telur, suara kocokan itu membuatnya tidak konsen, angannya malah melayang ke kejadian satu bulan yang lalu. Saat itu dia sedang menikmati waktu break di lokasi syuting, ketika tiba-tiba seorang gadis cilik menarik-narik jasnya.

“Mworago?” tanya Mino pada anak kecil itu. Anak itu tidak menjawab, malah cekikikan di depan Mino, matanya yang bulat dan lebar mengerjap-ngerjap seiring anggukkan kepalanya, dan kedua tangan mungil itu berusaha menutupi mulut saat tertawa. Mino terkesima hingga akhirnya dia berjongkok agar wajahnya bisa sejajar dengan wajah anak itu. Dia berusaha mengingat,  mirip siapakah anak ini?

Gadis kecil itu mendekatkan bibirnya ke telinga Mino lalu berbisik,”Kenapa Ajhusi selalu menuruti perintah appa?”

Mino tersenyum,”Karena ayahmu sutradara dan aku aktornya,” jawab Mino asal.

“Hai! Yuri! Jangan ganggu Mino-ssi!” sang sutradara sekaligus ayah anak itu memperingatkan. Setengah berlari dia menghampiri mereka berdua,”Miane, Mino-ssi, dia tidak mengganggumu, kan?”

“Tidak,” jawab Mino masih berjongkok sambil memandangi Yuri.

“Lalu kenapa kau memandanginya seperti itu?” tanya sutradara itu lagi. Yuri masih saja cekikikan, mungkin dia merasa malu diperhatikan Mino seperti itu, tampak dari mukanya yang memerah tapi berusaha menutupinya dengan tawanya. Mino semakin terkesima dibuatnya.

“Oh, Aku tahu sekarang!” tebak sang sutradara,”Kau pasti melihat tingkah Yuri mirip dengan Sun-ssi, kan?”

“B….Bo?” Mino gelagapan,”Kau… kau benar, tadi aku berusaha mengingat mirip siapa dia, ha ha ha ha, ternyata mirip istri sendiri.” Mino berdiri dan mulai menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.”Tapi… tapi bagaimana bisa?”

“Ha… itu karena wabah BOF beberapa tahun yang lalu, istriku yang lagi mengandung Yuri tergila-gila pada Geum Jandi, setelah lahir tak tahunya wajah dan tingkah laku Yuri sangat mirip dengan Sun. Aku saja juga heran.”

Mino manggut-manggut, tiba-tiba terlintas sesuatu di benaknya,”Sutradara, boleh ya, aku bawa Yuri pulang? Aku mau tunjukkan dia ke Sun.”

“Enak saja! Emangnya anakku itu mainan? Kenapa kalian tidak buat sendiri?”
“Mwo? Buat sendiri?”

“Ne! Kalian kan sudah delapan bulan menikah, buat anak yang mirip dengan Sun, jangan bawa-bawa Yuri segala!”

Mino terkekeh kecil mengingat perkataan sutradara itu, ada-ada saja.

“Eh hem, rotinya sudah matang, tuh!” Sun yang sudah berdiri di depannya membuyarkan lamunannya.

“Baby? Kau sudah cantik? Tapi bukankah kau seharusnya tidur saja?” Mino sumringah melihat keadaan Sun sekarang, sangat berubah seratus delapan puluh derajat dari waktu bangun tidur tadi.

“Ne. Aku merasa kalau akan lebih segar setelah mandi. Sini biar aku yang buat omlet!” Sun mengambil alih adonan omlet dari tangan Mino. “Kau duduk-duduk saja di ruang makan!”

“Ne…”Mino menuruti perintah Sun. Dia segera ngeloyor, duduk di depan meja makan lalu mulai membuka Koran pagi, hal pertama yang dia baca adalah bursa saham, Mino memang menginvestasikan sebagian uangnya untuk  saham dan obligasi, walau pun dia tidak bisa mengurusnya sendiri, ada pialang kepercayaan yang membantunya. Dunia entertainment tidak selamanya bersinar di pihaknya, dia harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum sinar itu meredup, bisa dibilang saham-saham, deposito dan obligasi itu adalah payung, ya… sedia payung sebelum hujan, karena masih banyak rencana yang ingin dia lakukan bersama Sun. Dia tidak mau kalah dengan Sun, istrinya itu sudah mengawali bisnisnya terlebih dahulu, bahkan mulai dari sebelum mereka menikah, dan galeri café  yang didirikan Sun telah berkembang.

Sun meletakkan sepiring roti omlet di depan suaminya yang terbengong itu,”Melamun lagi… kenapa sih akhir-akhir ini kau sering melamun?”

Mino kaget, meja di depannya sudah siap dengan hidangan, ternyata sudah lama dia melamun. Sun menuangkan susu ke gelasnya, dan hal itu praktis membuat Mino ngakak, ”Kau menyuruhku minum susu, Baby?”

“Ne, memangnya kenapa?” tanya Sun menantang.
“Kau anggap aku anak kecil, ha ha ha!”

Sun menghela nafas. Dia mengibaskan napkin di depan Mino lalu meletakkannya di pangkuan suaminya itu,”Nikmati saja yang tersedia, ini cukup membuatmu kenyang sampai makan siang.”
“Kau mau membuatku gemuk, ya?”

Sun mendelik,”Tidak! Aku hanya tak mau kau makan snack sembarangan di lokasi syuting!” Sun menuangkan orange juice di gelasnya sendiri. “Bo! Kenapa kau  malah minum jus? Tidak adil!” protes Mino.

“Aku mual, Min-a! Kalau minum susu nanti tambah mual!”

“Ah…! Sini kau!” Mino menarik tubuh Sun hingga tubuh mungil itu mendarat di pangkuannya. Sun sudah pasti meronta tapi Mino malah mempererat pelukannya. Diciuminya tengkuk Sun sambil menggelitikki pinggangnya hingga membuat Sun geli dan cekikikan.

“Hm…Baby.” panggil Mino setelah puas menggelitiki Sun.”Kalau nanti kita punya anak, kira-kira seperti apa ya?”

“Mwo? Anak?” Sun yang masih duduk di pangkuan Mino memandang wajahnya.

“Ne! Aku ingin anak perempuan yang putih dan bermata lebar mirip sepertimu,” jawab Mino. Sekali lagi dia mempererat pelukannya,”Kau sendiri? Kau ingin anak seperti apa, Baby?”

“Aku? Aku ingin punya anak laki-laki yang mirip Brad Pit, dengan rambut pirang, mata biru dan lesung pipit, dia pasti akan tampan nantinya, he he he.” Jawaban itu sukses membuat Mino kesal,”Mana mungkin! Kau orang korea, aku juga korea, memangnya kau mau selingkuh sama Brad Pit? Awas kalau kau berani!”

Sun tertawa melihat ekspresi Mino, tentu saja dengan tangan yang menutupi bibir,”Iya, iya… aku ingin punya anak laki-laki yang jangkung, tampan, berhidung mancung dan senyuman yang menawan sepertimu.” Sun segera mengunci wajah Mino dan mencium bibirnya, Mino yang kaget akhirnya agak mengendorkan pelukannya dan hal ini tidak disia-siakan Sun untuk bangkit dari pangkuan Mino dan duduk di kursinya sendiri.

“Yah… yah… kau curang!”

Sun tertawa geli,”Segera makan! Kita tidak punya waktu lagi. Kau sendiri belum mandi, kan?” Mino mendengus, bibirnya tampak maju beberapa senti. Dengan malas dia mulai melahap hidangan di depannya. Sun tambah geli melihat tingkahnya. Tapi tiba-tiba sesuatu melintas di pikiran Sun, dan kata-kata Mino barusan mengenai anak, makin membuat Sun merasa tidak nafsu makan, alhasil roti omlet di piringnya itu hanya di acak-acak saja, “Hm.., Min-a.”

“Ne?” Mino sudah menghabiskan sarapannya.
“Apa kau benar-benar menginginkan anak di saat-saat ini?”

“Tentu saja, Baby. Kita kan sudah sembilan bulan menikah, anak adalah hadiah terindah bagiku, Baby,” jawab Mino antusias. Sun hanya tersenyum kecut. Sebulan terakhir ini Mino memang sering mengoceh tentang anak, dan Sun sudah sebulan pula berhenti mengkonsumsi pil kontrasepsi karena perintahnya, tapi entah kenapa masih ada ganjalan di benak Sun dan dia tidak berani mengatakannya pada Mino.
Ganjalan-ganjalan itu masih di pikirkan Sun di lokasi pemotretan, alhasil gayanya menjadi sangat kaku, pandangan matanya sering kali kosong, fotrografer mulai frustasi karena harus mencari anggel yang pas. Dia harus memotret berkali-kali, bahkan mengarahkan gaya Sun, tentu saja hal itu membuatnya heran mengingat Sun tidak pernah membutuhkan pengarah gaya di pemotretan-pemotretan sebelumnya. Dan akhirnya manajer Sun turun tangan membela artisnya itu,”Fotografer, jangan terlalu keras pada Sun.”

Fotografer itu mendengus. Manajer menoleh ke arah Sun yang kali ini sedang mengkipas-kipaskan tangan karena kepanasan.”Kau sudah memotretnya lebih dari tiga puluh kali, dan ku lihat kau hanya butuh lima foto saja di kostum itu, kenapa tidak kau pilih saja mana yang paling cocok dan agak memperindahnya dengan photoshop?”

“Oke, akan ku lakukan, kita istirahat dulu, lalu kita lanjutkan ke kostum berikutnya.”

“Sip! Istirahat dulu, Sun-ssi!” teriak manajer ke arah Sun. Sun mengacungkan jempolnya lalu pergi ke kamar riasnya. Manajer itu mengekor di belakang.

“Kenapa kau tidak konsentrasi pagi ini?” tanya manajer saat mereka sudah berada di kamar rias dan Sun sudah merebahkan diri di sofa, meluruskan punggung.

“Sudahlah, Ajhuma, bacakan saja agendaku hari ini!” perintah Sun.

“Araso! Pemotretan akan berakhir jam dua belas, setelah itu kau ke rumah appamu untuk memasak sampai jam dua, jam dua sampai jam tiga, kau mengisi acara di sebuah radio swasta, jam tiga sampai jam lima, ada FM terkait dirimu sebagai endorstment merk notebook…

“Ajhuma…,” potong Sun.”Apa yang terjadi jika aku membuat kontrak-kontrak itu batal?”

Manajer terkejut,”Tentu saja kau harus membayar ganti rugi seperti yang tertera di kontrak. Tunggu!” Manajer itu menghentikan omongannya. Dia mengira-ira kerugian yang harus dibayar artisnya tapi juga bertanya-tanya apa maksud pertanyaan Sun,”O…o…No! Jangan berbuat yang aneh-aneh, Sun-ssi. Kau sudah hampir bangkrut karena ganti rugi kontrak yang batal ketika menikah dulu. Apa pun itu, tunda dulu, atau kau benar-benar bangkrut.”

Penjelasan manajernya itu membuat Sun semakin serba salah. Ketika Sun menikahi Mino dulu, beberapa kontrak yang ada di tangannya otomatis batal dan harus membayar ganti rugi karena persyaratan di dalamnya adalah tidak menikah selama menjalani kontrak. Dan memang dia hampir bangkrut pada waktu itu jika tidak ada pendapatan dari Manolin. Mino juga mengalami hal itu walau tidak separah dirinya. Dan jika dia berbuat sesuatu lagi sekarang, tentu saja dia akan kehilangan lebih banyak lagi, padahal tabungannya sudah habis, yang ada hanya keuntungan dari Manolin, dan dia sudah berjanji untuk memakainya demi perkembangan Manolin, bukan untuk yang lain. Mino memang memberinya uang, bahkan menyerahkan seluruh pendapatan padanya untuk diaturnya, tapi dia enggan juga menggunakan uang itu. Itu uang untuk kepentingan bersama, bukan uang pribadi.

Sun masih saja memikirkan penjelasan manajernya saat memasak untuk appanya. Seperti yang sudah dibacakan oleh manajernya tadi, hari ini dia harus memasak karena oemmanya ada acara di desa Jeju. Jadilah sekarang Sun di sini, memasak sambil sesekali melamun.

“Hm… Hm..”Mr. Goo yang baru tiba berusaha menyadarkan lamunan Sun. Sun terkaget,”Appa? Sudah pulang?”

“Ne!” jawab Mr. Goo riang,”Jangan melamun saja, untung masakanmu tidak gosong.”
Sun terkekeh,”Appa makan saja sekarang, makanan sudah ku siapkan di ruang makan, Sun mau menyelesaikan Sup ini dulu.”

“Hm, Appa makan di sini saja, biar bisa sekalian ngobrol denganmu.”
“Ceongmal? Kalau begitu biar Sun bawa kemari lagi makanannya.”
“Anyi! Biar Appa saja, kau awasi saja masakanmu,” Mr. Goo menjitak kening Sun lembut.
“Maaf, kau jadi repot, Sunny,” kata Mr. Goo setelah duduk manis di bartable dapur dan mulai menyantap makan siangnya.

“Ah, tidak apa-apa,” Sun mengibaskan tangannya. Mr. Goo menyendok sup panas yang baru dihidangkan Sun, lalu menyeruputnya perlahan,”Hm, sedap sekali! Kau buat banyak, kan? Bawalah buat Mino.”

Sun menampakkan lesung pipitnya,”Tentu, Appa.”
“Suamimu itu, bagaimana kabarnya? Sibuk apa dia sekarang?”

“Masih seperti biasanya, Appa,” jawab Sun riang. Mr. Goo berdecak kagum, ”Bilang padanya untuk berkunjung jika tidak sibuk!” Sun mengangguk.

“Kau sendiri? Apa sudah isi, Sunny?”
Sun menggeleng,”Ah, kenapa pagi ini semua menanyakan itu?”

“Ceongmal? Jadi Mino juga menyinggung itu?” Mr. Goo bertanya dengan mata membelalak. Sun mengangguk. Mr. Goo terbahak dibuatnya,”Rupanya Mino sudah sangat menginginkan anak darimu, Sunny!”

Sun tersenyum agak dipaksakan. Dia semakin teringat dengan ganjalan hatinya itu, “Appa…”

“Ne?” Mr. Goo berhenti tertawa saat mendengar panggilan Sun. Sun mulai meremas-remas tangannya, dia ragu antara mengutarakan niatnya atau tidak.” Apa…. Apa… Apa Appa punya uang?”

“Mwo? Uang? Sudah pasti ada, memangnya kau butuh uang?”

“Bukan begitu, Appa, maksud, Sun… Jika suatu saat Sun butuh uang, bisakah Sun meminjamnya dari Appa?”
“Minjam? Jangan kau bilang minjam, tentu saja Appa akan memberikan uang itu secara cuma-cuma, Sunny!”

Sun semakin gusar dan hal itu mampu ditangkap oleh Appanya. “Memangnya kau butuh berapa?” tanya Mr. Goo lembut.

“Banyak…. Sepertinya sangat banyak, Appa.”
“Kontrak-kontrak itu lagi?” tebak Mr. Goo. Sun mengangguk.

“Itukah sebabnya kau menunda kehamilan?” tanya Mr. Goo bijak. Sekali lagi Sun mengangguk, kedua tangannya masih saja saling meremas. Mr. Goo menghela nafas, diraihnya tangan Sun agar tidak saling meremas lagi, lalu ditepuk pelan-pelan,”Kau tenang saja, Appa akan bantu sebisa Appa.”

“Jinja?” Sun menanggapinya dengan riang, ganjalan itu seakan lenyap sudah. Mr. Goo tersenyum mengiyakan,”Sunny… bukankah ini saatnya kau keluar dari dunia entertainment? Kau sudah menikah sekarang, cobalah untuk percayakan hidupmu pada Mino.”

Sun melongo mendengar kalimat Appanya, bisakah? Bisakah dia melakukannya? Sun yang sudah mandiri sejak remaja, menghasilkan uang dari hasil kerjanya sendiri, tiba-tiba harus menyerahkan dirinya, mempercayakan hidup sepenuhnya pada Mino, suaminya? Dan apakah egonya mau menerima hal itu? Sun hanya mengangguk, sementara hatinya masih ragu,”Appa..?”

“Waeyo, Sunny?”
“Jangan ceritakan ini pada Mino, ya…. Please!”
Mr. Goo mencubit hidung Sun,”Apa pun maumu, Sunny. Apa pun.”

TO BE CONTINUED


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
sist ni crtanya minsun dh nikah y*mudah2an terjadi*amieeeeen
jd sedih sist dgr minsun hmpir bangkrut huhuhu
hye sun hamil y sist scra kan hye sun dh g mnum pil lg tyussss pa yg terjadi slnjutnya sist......*penasaran com*
update lg sist.....hwaiting!!!!!!*maksa com*
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
ya... ntar seminggu lagi pasti kuupdate, heheheh [huglove] [huglove] [huglove]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
ya... ntar seminggu lagi pasti kuupdate, heheheh [huglove] [huglove] [huglove]
ya.....jgn sminggu lg donk sist....bsok z y.....y....y please*memohon smbil narik2 bjunya sicia*wkwkwk
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
ya... ntar seminggu lagi pasti kuupdate, heheheh [huglove] [huglove] [huglove]
ya.....jgn sminggu lg donk sist....bsok z y.....y....y please*memohon smbil narik2 bjunya sicia*wkwkwk
kya!!!! robek baju gue... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
ya... ntar seminggu lagi pasti kuupdate, heheheh [huglove] [huglove] [huglove]
ya.....jgn sminggu lg donk sist....bsok z y.....y....y please*memohon smbil narik2 bjunya sicia*wkwkwk
kya!!!! robek baju gue... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
hhahahaha gpp sist beli lg yg baru kn dh mau imlek tuh ...y kan ??
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever