Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 99228 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 1 ( 4 Januari 2011)
« Reply #45 on: January 06, 2011, 11:34:37 pm »
Klo dipikir2 ni ff sm maknanya ma yg di short..
Ttg playboy gitu..

Ntu punya sist meei yg crocodile..
Tp psti pnya pnggmbaran yg beda2..




bener sih sist, klo playboy kan "relatif" yang penting alurnya kan beda itu yg penting menurut aku ...... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


ntar juga disini diceritain kenapa bisa minho menjadi seorang cassanova  [biggrin] [biggrin]


but thanks comment n kritiknya.....lam kenal....  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline estu minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 8
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 1 ( 4 Januari 2011)
« Reply #46 on: January 07, 2011, 12:29:26 am »
Ayo dng sist, update lge, please... Hehehehehe,. Aku akan slalu menanti updaten ff ini, smangat sist!!

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 1 ( 4 Januari 2011)
« Reply #47 on: January 07, 2011, 02:26:14 am »
 [whooaaa] [whooaaa] [whooaaa] authornya mane?? [heh]


ayooo...sist,,,,bang cassanya d'update!!!! uda nungguin tanggungjawabnya bang cassa ma reader ni [AddEmoticons04269]

Love you more than I can say

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 1 ( 4 Januari 2011)
« Reply #48 on: January 08, 2011, 07:34:01 am »
[whooaaa] [whooaaa] [whooaaa] authornya mane?? [heh]


ayooo...sist,,,,bang cassanya d'update!!!! uda nungguin tanggungjawabnya bang cassa ma reader ni [AddEmoticons04269]



ya.....besok ku update....tungguin aja y...... [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]
moga ga bosen...soalnya long...long...long chap.... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 1 ( 4 Januari 2011)
« Reply #49 on: January 08, 2011, 08:21:26 am »
[whooaaa] [whooaaa] [whooaaa] authornya mane?? [heh]


ayooo...sist,,,,bang cassanya d'update!!!! uda nungguin tanggungjawabnya bang cassa ma reader ni [AddEmoticons04269]



ya.....besok ku update....tungguin aja y...... [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]
moga ga bosen...soalnya long...long...long chap.... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

bener yaaa??? [on] [on] [on]

yaangggg looooong..... [hmpfh]

jangan ampe kentang.... hammer2 hammer2

Love you more than I can say

Offline tyaz_minoz

  • Newbie
  • *
  • Posts: 2
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 1 ( 4 Januari 2011)
« Reply #50 on: January 08, 2011, 09:48:00 am »
sist,,,
salam knl ya,,,,,,
ayo dong cassanovax di update,,,,,?????
jgn lama2 ya sist
[AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [whooaaa] [whooaaa]
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 1 ( 4 Januari 2011)
« Reply #51 on: January 08, 2011, 09:50:05 am »
Update update update update update....... Up dateUPDATE UPDATE UPDATE UPDATE


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline estu minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 8
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 1 ( 4 Januari 2011)
« Reply #52 on: January 09, 2011, 01:17:36 am »
Kpan sich sist di update? Dah g sbr pngn tau kelanjutan certa petualangn cinta sang csanva,hehehe, sist ayo dunk update,. Please..

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 2 ( 9 Januari 2011)
« Reply #53 on: January 09, 2011, 01:32:34 am »
    CO CAST
HAN EUN JEONG as Han Eun Jeong







CHAPTER 2




GOO HYE SUN


Ya Tuhan….apa yang terjadi…..kenapa….kenapa….dadaku terasa sesak. Mata itu---mata itu begitu tajam menatapku. kaki ku gemetar, mengapa aku tidak bisa bernafas…..


Hye sun berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan atau lebih tepatnya cengkraman “sang Cassanova” yang tiba- tiba. Tapi, ia merasa tenaga pria itu lebih kuat darinya, sangat kuat. Untuk beberapa saat mereka terdiam, dengan  melepaskan pandangan mata, mereka saling menatap satu sama lain.

“ Apa kau berusaha lari, setelah menumpahkan Kopi ini pada jasku?” Tanya minho dengan suara parau.

Hye sun merasakan sesak di dalam dadanya. Ia merasa gugup dan takut. Selama ini ia hanya melihat “ Sang Cassanova” dari Koran, majalah, ataupun televisi, atau juga dari Daniel kakaknya, yang sangat membenci  pria “Scandal” itu. Tapi kali ini, ia bisa merasakan nafas lelaki itu diwajahnya, menatap matanya dan berada dalam dekapannya!!!!

“ Ti….tidak, bukankah aku sudah minta maaf pada anda tuan?”


Minho tersenyum sinis mendengar kata- kata gadis itu.“ Apa kata maaf cukup?” Tanya minho dengan nada sinis “ Dan….apa dengan kata maaf dapat menyelesaikan masalah, nona?” tanyanya lagi


Hye sun hanya terdiam, sambil menatap wajah pria yang ada dihadapannya.  Minho dapat mencium  dengan jelas keharuman bunga violet yang begitu lembut  dari farfum yang digunakan gadis itu. Aroma yang berbeda yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya….


“ To…tolong lepaskan aku…..” pinta hye sun padanya.

Namun minho hanya diam dan terus menatap mata bulat gadis yang kini ada didalam dekapannya. dekapan yang terasa intim.

“aku…..a…ku…..tidak!!! maksudku….kita….kita…. bisa…. Menyelesaikan… masalah ini, tanpa….harus seperti ini, tuan…..” suara hye sun begitu memelas. Berharap lelaki yang ada dihadapannya dapat sedikit berbaik hati.


Minho terus memandangi wajah polos gadis itu, ia dapat melihat ketakutan dimata indahnya. Bukan hanya itu, ia merasa gadis itu kini malu pada dirinya. pipinya. Ia bisa melihat jelas rona pipinya yang memerah.

Setelah beberapa lama terdiam dalam kebisuan…..

Minho kembali tersenyum, lalu perlahan ia lepaskan tubuh itu dari dekapannya.

“Kau bisa lihat ! karena kau aku harus membuang  pakaian ini, padahal ini pertama kali aku mengenakannya”

Hye sun menundukkan kepalanya. Gadis itu hanya bisa diam dalam ketakutan yang masih terlihat jelas di wajahnya.

Saat ini hye sun merasa berada dalam posisi “berbahaya”.Kini ia harus berhadapan dengan lima orang laki- laki. Empat orang mengenakan jas hitam, dengan postur tubuh tinggi dan berwajah “Garang”. Dan satu orang lagi, bisa dikatakan “paling berbahaya” baginya.

Suasana kafe lantai dua yang masih terlihat sepi, karena masih pagi membuat hye sun semakin merasa  ketakutan.


“ jadi….bagaimana huh???!!!” Tanya minho.


Minho terus melepaskan tatapan “maut” nya pada gadis yang terus menundukkan wajahnya.“mungkin jika kau tidak mencoba lari dariku….aku akan memaafkanmu nona” suara minho terdengar  sinis dan mengejek


Hye sun hanya terdiam, hari ini terasa berat baginya. Dan kini ia harus menghadapi masalah baru yang benar- benar membuatnya takut.  Hye sun terus menundukkan wajahnya, kakinya gemetar, dan tanpa ia sadari tiba- tiba air mata menetes diwajah cantiknya.

Minho menatapnya dengan heran “ Mengapa gadis ini menangis” bisiknya dalam hati


“Nona, kenapa kau menangis? Aku korbanmu…tapi kenapa kau yang harus menangis” minho mengeluarkan senyum sinisnya “Aishh!!!” gerutunya. “Apa aku membuatmu takut?” Tanya minho lagi, Kali ini ia dekatkan kepalanya ke wajah hye sun yang masih tetap diam. Air matanya mengalir dengan deras hingga terdengar suara “sesegukan” dari bibir mungilnya

“Mian….mianhe” lirih hye sun

Minho tersenyum sembari menggigit kecil bibirnya. entah mengapa gadis itu telah berhasil membuatnya gemas  hari ini.


Hye Sun menangis dalam keterpurukannya sendiri. Bukan karena pemuda yang kini berdiri dihadapannya. Tangisan itu telah ia tahan sejak ia meninggalkan kediaman Goo, atau sejak Daniel “meninggalkannya” bersama perempuan asing itu.  Hye sun menangis karena Daniel, tidak berpamitan padanya. Ia menangis karena Lady Park, yang selalu menyakitinya…..

wajah Minho terlihat semakin kalut, sampai akhirnya Ajudan Lee membisikkan sesuatu kepadanya

“lepaskan saja nona ini, tuan muda” bisiknya sopan.

Minho hanya diam dan seolah- olah tidak mendengar kata- kata itu. Ia merasa tidak harus melepaskan gadis itu. Ketika gadis itu telah berani membuatnya seakan merasa bersalah. Minho merasakan sesuatu yang berbeda saat menatap air mata yang mengalir itu, Entah mengapa ia ingin berusaha menenangkan gadis yang berdiri dihadapannya....

tapi, saat ia berusaha untuk menenangkan gadis itu dengan cara menyentuh pundaknya, hye sun tiba- tiba medorong tubuh pemuda yang akan sedikit berbaik hati padanya. Hye sun melesat cepat--- berlari  menuruni satu persatu tangga yang ada di café itu, hingga membuat minho seketika terkejut bukan main, dan menjeritkan perintah ketika salah satu pengawalnya mencoba menangkap gadis itu.

"biarkan dia pergi!!” tegas minho dengan nada parau, hingga menghentikan aksi sang pengawalnya.


Raut merah terlihat jelas pada wajah minho, untung saja ada pengawal dibelakangnya. Kalau tidak, mungkin ia sudah terjatuh bebas mendarat kelantai dengan posisi terlentang. Namun dengan raut arogannya, ia bisa segera menyembunyikan rasa malu itu dihadapan sang ajudan dan pengawal.
 
“Siapkan mobil, aku ingin pulang untuk mengganti pakaian kotor ini!!! Aishhh!!!!” ucapnya kesal bagai gerutu.“ aku tidak ingin para kolega, melihatku dalam keadaan seperti ini!”

Ajudan Lee segera mempersilahkan tuan mudanya untuk melewati tangga terlebih dahulu. ia sadar pemuda itu tengah menahan malu luar biasa, hingga membuatnya sedikit mengembangkan senyum tipis melihat tingkah minho yang tidak biasa.
 
“ Ajudan Lee, batalkan pertemuan  di café manolin hari ini, cari tempat pertemuan lain!!!” perintah minho padanya“ sungguh tempat ini membuat dada ku terasa sesak!!”
  
Ajudan Lee menundukkan kepalanya,

“baik tuan muda”






--------------------------------------------


Toko Buku Gildam Seowon



“Aishh!!! Lama sekali, apa hye sun lupa jalan ya? Atau jangan- jangan ia tersesat ?” gerutu gaul dalam hati.

Gaul sibuk membolak- balik buku yang ada di atas meja. Ia tidak bisa berkosentrasi dengan baik karena hye sun belum juga datang. Gadis itu juga tidak mengangkat telpon darinya.

Tidak lama kemudian terdengar suara dari kejauhan memanggil namanya, suara yang terdengar lembut dan begitu parau.

“Gaul…..”

Gaul menoleh kebelakang, ia melihat hye sun berjalan menghampirinya.
 
“ Hye sun mengapa datang terlambat…..?” Tanya gaul

Raut wajah kesal terlihat jelas  diwajah gaul.
 
“ Maaf…..aku lupa… maaf ya….?”

Gaul lagi- lagi menatap wajah hye sun, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan wajah sahabatnya itu. Matanya, mata hye sun terlihat sembab, seperti habis menangis.

“ Hye sun, kau kenapa…apa ada masalah…? Tanya gaul mencoba mencari tahu.


“ tidak... aku baik- baik saja” balas hye sun pendek


“tapi….mengapa matamu terlihat sembab,Apa  kau habis menangis ?” Tanya gaul lagi.

“ Tidak…tidak….debu…banyak debu…., mungkin….mataku terkena debu” jawab hye sun lagi. Suaranya hye sun terdengar parau, kaku dan gemetar. Seperti menahan tangis.

“oh…..jadi…ini buku yang akan kita jadikan bahan referensi?” Tanya Hye sun sambil tersenyum kaku, seolah mengalihkan...

Hyesun membolak balik buku itu, mencoba menyembunyikan air mata sedari tadi ia tahan. Tapi sayang ia gagal. Air mata itu terjatuh dari sudut mata bulatnya, kali ini terasa lebih deras saat terdengar isakan dalam tangisnya

"Hye...." bisik Gaul seakan iba melihat keadaan sahabatnya hari itu.






KEDIAMAN KELUARGA GOO


Lady park duduk diruang tamu, sambil membolak- balik majalah yang ada ditangannya. lalu melempar majalah itu di atas meja.

"Bibi Chan....." teriak Lady Park.

tidak lama kemudian terdengar langkah kaki seorang wanita tua yang terasa bagai berlari.

"iya nyonya....."

"apa...Hye Sun sudah pulang...?" tanya Lady Park pada pelayan itu.

"Nona, nona belum pulang.... Nyonya." balas bibi Chan.

"kemana gadis itu. Apa kau tahu ?" tanya Lady Park lagi.

"mu,,,mungkin Agasshi menginap di rumah temannya, Nyonya"

Lady Park terdiam sesaat, sebelum akhirnya menyuruh pelayan itu keluar.


"aku ...tidak peduli...kemana ia pergi....bahkan jika tidak kembali itu akan lebih bagus....tapi...apa yang harus kulakukan jika Daniel bertanya ?" bisiknya resah dalam hati





Pagi yang cerah, terdengar kicauan burung dan tetesan embun yang menetes pada setiap dedaunan pagi itu.  Udara yang berhembus sangat dingin, hingga terasa sedikit menusuk kulit....

Hye sun duduk termenung menatap cahaya pagi dari jendela kamar. Wajahnya masih terlihat muram. Pikirannya kosong, hingga ketika terdengar suara pintu kamar yang dibuka.


"Hye sun….ayo turun. Kita sarapan”

Suara gaul membuat hye sun tersadar dari lamunannya. Ia lalu tersenyum “o….ne….” hye sun beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kaki menghampiri gaul yang berdiri disamping pintu.Mereka berdua menuruni anak tangga yang ada di lantai dua rumah itu.  Rumah itu tidak besar, bisa dikatakan rumah yang sederhana. Hanya terdiri dari ruang tamu, ruang makan, dan dua kamar tidur.

“ dimana…ayahmu?” Tanya hye sun.

“ayah  pergi ke Toko Roti” balas gaul

“toko roti….? Pagi sekali”

“ia ….hari ini akan ada banyak pesanan….jadi….ia harus datang lebih pagi” tukas  gaul sembari menuangkan dua gelas air mineral “Ayah….hanya menitipkan salam padamu”

Hye sun tersenyum kecil. Ia menundukkan kepalanya sembari mengaduk perlahan  sup yang ada di meja makan.

“maaf….dua hari ini merepotkanmu”

Gaul menatap wajah hye sun dengan mata memicing “bwo…? Merepotkan?”  tidak! tentu tidak hye”

Gaul dan Hye Sun telah bersahabat sejak SMA. Gaul sangat menyayangi hye sun, begitu juga sebaliknya. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama, meski tidak untuk akhir- akhir ini. Park si yeon melarang hye sun terlalu dekat dengan gaul. Mungkin karena perbedaan status, atau menggunakan alasan  dapat  mengganggu belajar hye sun. Entahlah, yang jelas sang Lady akan menggunakan cara apapun untuk menyakiti gadis itu.

Gaul memang bukan dari keluarga kaya, ia hidup bersama ayahnya, yang bekerja di Toko Roti. Ibunya telah lama meninggal. Saat itu usianya masih enam tahun. Gaul gadis yang manis, ia juga bekerja di toko bubur, agar bisa membantu sang ayah untuk membiayai uang kuliahnya.


Selesai sarapan, mereka duduk di taman yang tidak jauh dari rumah gaul. Gaul terus menatap wajah muram hye sun. sejak kejadian dua hari lalu, hye sun sama sekali tidak menunjukkan wajahnya yang ceria.

“ sudahlah…semua akan segera membaik. Jangan kau pikirkan lagi hye…” hibur gaul

“mungkin saat ini Lady Park  senang,melihat aku tidak ada di rumah itu” terdengar nada suara hye sun yang parau

Gaul merangkul pundak hye sun “ Ada baiknya pulang hye. Jika memang kau bilang kau tidak akan menyerah pada perempuan itu, seharusnya kau tidak meninggalkan rumahmu”

Air mata hye sun kembali mengalir mendengar ucapan itu “aku tidak akan menyerah pada Lady Park, jika memang  oppa tidak merubah sikapnya padaku” tukas hye sun “ia bahkan tidak berpamitan padaku, dan sekarang ia bahkan tidak menelponku sama sekali”

“mungkin ia sibuk,” hibur gaul lagi

“tidak!!! sesibuk apapun Oppa pasti menghubungiku gaul”

Gaul memeluk erat tubuh sahabatnya, yang masih terlihat menangis. Kali ini air mata itu tidak mampu terbendung lagi hingga hye sun menangis sejadi- jadinya dalam pelukan Gaul yang cukup membuatnya nyaman.

“pulanglah dulu.Kemarin bibi chan bilang padaku, kakakmu akan pulang siang ini” gaul memeluk dan membelai rambut hye sun.

Bibi chan adalah pelayan setia keluarga Goo, usia wanita itu kira- kira 56 tahun. Ia sudah merawat hye sun sedari kecil. Ia seperti ibu bagi hye sun.

“bibi chan??!” Hye sun melepaskan pelukan gaul masih dengan matanya yang basah.

“ne….., kemarin ia ke toko bubur dan mengatakan hal ini padaku, sepertinya ia pergi keluar rumah dengan diam- diam”

Benar…

Kemarin bibi chan sengaja datang ke toko bubur tempat gaul bekerja. Ia memberitahukan bahwa Tuan Goo akan pulang besok, dan berharap hye sun juga bisa kembali pulang kerumah. Wanita itu tahu bahwa hye sun tidak ingin pulang karena pertengkaran yang terjadi antara dirinya dan Lady Park. Mungkin hanya ini yang bisa dilakukan wanita separuh baya itu untuk hye sun, ia hanyalah pelayan tua yang tidak dapat melakukan apa- apa untuk membantu nona kecilnya

Hye sun tertegun.

“apapun yang terjadi, jangan menyerah” Nada itu terdengar bagai semangat “itu rumahmu, dan kau adik kandung pemilik rumah itu”

Gaul memberi hye sun semangat. Meski masih dapat terlihat jelas keputusasaan dari wajah hye sun.

"Kau dengar apa yang aku katakan hye ?" Tanya gaul sembari menggenggam erat tangan yang seakan mati rasa.


“Apakah benar aku bisa menghadapinya perempuan itu ? apakah---aku bisa ? ” tanya hye sun dalam hati





----------------------------------------------



LEE’S CONDOMINIUM




“Apa kau menikmatinya, sayang……” bisik wanita itu.

Minho memejamkan matanya, ia bisa merasakan pelukan hangat dari tubuh wanita yang ada disampingnya.

“ Of Course, baby…..” jawab minho mesra

Minho membalikkan tubuhnya, kini ia memandang mata wanita itu, dengan tatapannya. Lalu, dengan lembut ia lepaskan ciuman pada bibir tebal cassanova. Mereka berdua terlihat sangat menikmati malam itu.

“minho,….” Eun Jeong memanggil dengan mesra

“ne…..” bisik minho

“menurutmu….. tidak lebih baikkah…jika kita menikah?” Tanya wanita itu

Minho menatapnya….

“bwo....? menikah...? come on Eun Jung, kita baru mengenal  empat hari yang lalu…” ketus minho

Dengan segera minho bangkit dari tempat tidur, dan meraih kimononya. Melangkah menuju jendela kamar ruangan itu.

Eun jeung terdiam mendengar kata- kata lelaki itu. Ia tahu tidak akan mungkin baginya mendapatkan cinta “Sang Cassanova” hanya dalam empat hari.

“ Mi....Mianhe,,,,mianhe minho”

Minho membuka jendela, dan menoleh kebelakang, menatap wajah wanita yang duduk terpaku diatas tempat tidur.


“ please…jangan katakan itu lagi,sungguh aku tidak suka!!” minho berkata kali ini dengan suara dingin.“ jika masih ingin bersamaku, jangan ulangi kata- kata itu, apa kau mengerti ?”


Wanita itu tertunduk diam, lalu dengan  segera bangkit dari tempat tidurnya. Ia menarik selimut yang berwarna coklat keemasan,  yang ada di tempat tidur untuk membalut tubuhnya yang telanjang. Ia perlahan menghampiri minho, yang memandang suasana pagi dari jendela kamar itu.


Perlahan, Eun jeong rangkul tubuh minho dari belakang, tangannya memeluk erat  pinggang minho. Minho hanya diam, entah mengapa  lelaki itu merasa kehilangan “semangat” bila mendengar tentang penikahan. Baginya pernikahan akan membuat hidupnya semakin sulit, karena hanya harus terikat dengan satu wanita. Tentu saja hal itu tidak ia inginkan, Bukankah ia tidak ingin kehilangan namanya dan harga dirinya sebagai seorang Cassanova.

“kau tahu konsekuensi yang kau hadapi, jika berhubungan denganku kan?”

Eun Jeong hanya diam, namun ia tetap memeluk minho dengan erat.

“ jangan pernah berfikir….setelah kita bercinta, aku akan menikahimu” jelas minho

"aku tahu…..” Eun Jeong menjawab dengan halus.


Konsekuensi. Ya…konsekuensi. Siapapun wanita yang ingin bersama “Sang Cassanova”, harus siap apabila “Cassanova” itu pergi. Pergi ke pelukan wanita yang lain, tidak peduli meski hubungan itu baru terjalin  satu malam. Beruntung lagi bagi wanita yang mempertahankannya selama satu minggu. Konsekuensi itu harus mereka ambil, tanpa penyesalan, dendam, ataupun air mata. Karena, bisa dikatakan mereka yang menginginkannya tanpa paksaan.


I don’t wanna be lonely no more…..
I don’t wanna have to pay for this…..
I don’t wanna another lover at my door…
Its just another headache on my list….



Terdengar suara handphone. Hingga membuat Minho menoleh kearah sumber suara. Eun jeong melepaskan pelukan erat dari tubuh minho, ketika perlahan lelaki itu melangkah dan  mengambil ponselnya.Minho bisa melihat nama “AJUDAN LEE”  dilayar handphonenya.

“Ada apa Ajudan Lee?" Tanya minho.

“Tuan….maaf jika saya mengganggu pagi anda”

“tidak ….tidak apa- apa, kenapa, apa  ada masalah ?” Tanya minho lagi

“Tidak tuan, tidak ada. Saya hanya ingin bertanya, apakah anda akan pulang hari ini?”

“ Entahlah mungkin tidak, karena semua urusanku telah selesai,….kenapa?”

Minho sudah dua hari menghabiskan waktu di kondominium miliknya. Ia sengaja dengan segera menyelesaikan urusan pekerjaannya, agar bisa istirahat dan  “bersenang- senang” guna melepaskan kepenatan ataupun rasa bosannya dengan “kesibukan” akhir- akhir ini.


“Anda memiliki undangan, malam ini. Mr. Kim mengundang anda kepestanya malam ini tuan”

“undangan ?" minho mencoba mengingat "a…..ne….undangan Mr.Kim”. Minho memainkan mata tajamnya "kalau begitu aku akan pulang siang ini” jawab Minho.

“Apa saya harus menyuruh supir menjemput anda tuan?”

“oh…tidak…tidak perlu, aku akan pulang dengan mengendarai mobil pribadiku sendiri” jawab minho lagi

“kalau begitu….baiklah tuan” balas Ajudan Lee

“ Terima kasih Ajudan Lee, sampai jumpa siang ini” minho menutup pembicaraannya.



Eun Jeon memandang minho dengan tatapan mesra. Lalu, ia perlahan menghampiri lelaki itu, sambil menggenggam erat selimut yang membalut tubuh indahnya. perlahan Ia rengkuh pundak lelaki itu, mencium bibirnya dengan lembut dan bergairah…..

“Apakah ada pesta?” tanyanya lembut disela- sela nafas yang terdengar memburu.

“ya….”jawab minho.

“Bolehkah,,,,aku menemanimu?” Tanya Eun Jeon.


Minho menatap wajah cantik wanita yang ada di depannya.

“Apa alasanku harus mengajakmu, ?“ Tanya minho lagi.

Eun Jeon tersenyum.

“Entahlah…..tapi…paling tidak…..ini adalah bayaran yang kau berikan padaku, karena…..aku telah memberikan kesenangan dan….kebahagiaan padamu semalam”

Eun Jeon tersenyum, tapi…kali ini senyumannya begitu menggoda. hingga kembali membangkitkan gairah Cassanova yang lagi- lagi menggila. Ia kembali memeluk erat tubuh minho seakan tahu lelaki itu ingin menginginkannya lagi. Minho membalas pelukan itu, namun kali ini diiringi kecupan hebat pada leher jenjang Eun Jeon, hingga membuat gadis itu mendesah hebat. Mendesahkan nama kekasihnya.....

"Minho_sshi....."




--------------------------------------------


KEDIAMAN GOO KELUARGA




Sebuah mobil sedan mewah berhenti tepat di kediaman Goo.

Lalu…..sang supir keluar dari  mobil  itu dan membukakan  pintu belakang mobil….

Pria bertubuh besar dan tinggi keluar dari mobilnya

Pria itu menatap  wanita yang berada di pintu rumah itu dengan senyuman……

Dan… wanita cantik itu membalas senyuman dengan pelukan yang mesra

“oh….darling” bisiknya

“apa kau merindukanku?” Tanya lady park

“ya,,,,sangat” jawab Daniel.

Setelah pelukan mesra itu, daniel mencium mesra bibir isterinya. Kemudian  mereka berdua saling bergandengan memasuki rumah itu. Terlihat juga bibi Chan

dan supir, yang segera mengambil  koper yang dibawa oleh tuan mereka dari bagasi mobil.


“aku yakin kau lelah,,,,” ucap Lady Park

“ya…sangat, tapi…saat melihat senyumanmu lelahku hilang” bisik Daniel

“sayang…..kau menggodaku” Tanya Lady Park nakal

“ayo….kita keruang makan…aku tahu kau sangat lapar... Aku telah menyiapkan masakan enak untukmu” bujuk lady park

“mmm…… apakah ini hidangan pembukanya???, hahaha” tawa lepas keluar dari mulut Daniel.

Tapi…sebelum ia memasuki ruang makan, Daniel menghentikan langkahnya.

“dimana…..Hye sun?” Tanya Daniel

“kenapa aku tidak melihatnya”

Wajah lady park segera berubah.

“hye….hye sun….”

“ya….Hye sun” Tanya Daniel

“dia…aku… hanya ingin mengatakan bahwa hye …..”

Tiba- tiba terdengar suara lari langkah kaki dari ruang utama

“oppa….!!!!” Hye sun memanggil Daniel.

“hye sun….. ???”

Daniel tersenyum pada adiknya, hye sun segera berlari ke arah Daniel, dan memeluknya erat.

“ Oppa, Bogoshippo……” lirihnya.

“aku juga merindukanmu, My princess” balas daniel.


Lady Park menatap  hye sun dengan marah. Terlihat raut kebencian, dan ketidaksukaan terlihat jelas diwajahnya.

Mengapa ia pulang sebelum aku menjelaskan apa yang terjadi pada Daniel. Bagaimana ia tahu bahwa Daniel akan pulang hari ini.  Bisiknya dalam hati

Kemudian Lady Park merubah segera raut ketidak sukaan di wajahnya. Ia takut Daniel melihatnya…

“ sayang, aku baru saja mau bilang bahwa Hye sun baru pulang dari rumah temannya. Ia menginap disana selama kau pergi”

Hye sun melepaskan pelukannya, dan menatap wajah Lady Park dengan kesal.

Lady Park segera menggandeng tangan suaminya.

“aku sudah melarangnya….tapi….ia tetap ingin pergi” balas Lady Park lagi


“benarkah….apa kau menginap dirumah Gaul, hye? Tanya Daniel

“Tentu saja, Gaul. Mana mungkin aku mengijinkan ia menginap dirumah orang yang tidak kita kenal dengan baik sayang….” Balas Lady Park

Daniel tersenyum mendengar perkataan isterinya itu. Ia menatap wajah isterinya dengan penuh cinta. Ia merasa bahwa, ia tidak pernah salah memilih seorang

wanita yang menjadi pendamping hidupnya. Wanita yang perhatian dan sayang padanya serta adiknya.

Hye Sun dapat melihat jelas cinta itu, cinta tulus Daniel pada Park si yeon.

“terima kasih sayang”

Daniel mencium mesra pipi isterinya. Hye sun yang melihat semua itu hanya bisa menahan rasa sakit yang luar biasa.... Ia tidak mampu berbuat apapun. Ia tidak ingin menghancurkan Daniel, menghancurkan cintanya.

“ayo…kita segera  keruang makan. Aku tidak ingin semua hidangan itu dingin…” ajak Lady Park pada suaminya.

“hye??? Kau pasti juga lapar kan, dua hari ini…aku yakin pasti kau makan tidak teratur kan???” Tanya Lady Park Lembut

Ia menggandeng tangan Daniel menuju meja makan, dan Hye sun!!! ia menggandeng tangan “rival” nya itu menuju ruang makan.

diiringi raut wajah terkejut, pada diri Hye sun.



Kini mereka sampai di meja makan.  Park Si Yeon, berada disisi  kanan, dan Hye sun di sisi kiri meja makan itu. Hye sun menatap Lady Park, …. yang sibuk mengambilkan hidangan untuk suaminya.

Wajah hye sun sangat kesal melihat lady par yang pura- pura baik padanya.

“Oppa, Aku tidak lapar!”. Suara hye sun terdengar sangat marah

 “hye?” Daniel memanggil nama adiknya

Hye sun dengan segera melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan itu.


Daniel coba mengejarnya, tapi sebelum ia beranjak dari tempat duduknya….Lady Park menahan lengan suaminya.

“sudahlah….biarkan ia tenang dulu” ucap Lady Park.

Daniel menatap wajah isterinya

“sayang??....sebenarnya….apa yang terjadi?” Tanya Daniel heran







Daniel melangkahkan kakinya menuju kekamar adiknya. Kamar itu terasa sangat gelap, karena hye sun sengaja menutup tirainya. Hye sun menutup wajah mungilnya dengan selimut. Meskipun begitu, Daniel bisa mendengar suara sesegukan dari bibir hye sun.

“Mianhe….”

“mianhe….karena harus pergi, tanpa meninggalkan surat ataupun kata- kata untukmu”

Hye sun  tidak memperdulikan kata- kata maaf yang diucapkan Daniel padanya. Ia merasa bahwa Daniel tidak memperdulikan dirinya lagi.

 “saat ini…..begitu banyak masalah yang harus kuhadapi, my princess” ucap Daniel.

Mendengar kata- kata itu, hye sun perlahan membuka selimut yang menutupi wajahnya. Hatinya merasa luluh mendengar kalimat terakhir dari Daniel.

“Masalah??….Oppa?”

Daniel menatap wajah adiknya….dan tersenyum. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah hye sun, ia menatap bola mata hye sun yang basah karena air mata.

Lalu ia menyeka air mata itu.

“aku yakin kau masih memperdulikan diriku, princess”

Hye sun terlihat bingung  dengan kata- kata Daniel.

“maksud, Oppa?” Tanya hye sun. lalu ia bergegas bangkit dari tidurnya.

“tidak…. Tidak ada masalah. Aku hanya bercanda, sayang,,,”

“aku hanya ingin melihat apakah kau masih perhatian dan peduli padaku” canda Daniel.

Daniel berdiri dari duduknya, ia perlahan membuka tirai yang tertutup, sehingga membuat cahaya siang kembali menyinari ruangan itu.

“aku tahu kau marah, unnie mu bilang padaku.”

“kau pergi karena marah padaku..kan?”

“hye…. Kau sudah dewasa….aku ingin kau merubah sifat kekanak- kanakanmu. Surat atau pun ciuman, tidak dapat membuktikan dengan tepat apakah

seseorang itu mencintaimu atau tidak”

“tapi…dengan hati…dengan hati kau bisa melihat cinta orang yang ada disisimu” ucap Daniel lagi.

“apa kau pikir aku tidak mencintaimu…..apa kau pikir aku tidak menyayangimu?” Tanya Daniel

Hye sun lalu menundukkan kepalanya.

“aku ingin membuat surat untukmu…..tapi…bagiku kau sudah menjadi gadis yang dewasa. Aku tidak ingin kau terus bergantung kepadaku. Apalagi dengan

kesibukanku…ku harap kau bisa lebih mengerti…hye….”

Mendengar kata- kata Daniel, hye sun merasa…..Daniel telah berbeda. Mendengar kata- kata itu pula, ia tahu…kini cinta Daniel bukan hanya untuknya….ia

sadar akan kata- kata lady Park padanya. Ia sadar Daniel kini tidak sendiri lagi, ada wanita yang kini disampingnya.
 
“Oppa…..mianhe…” lirih hye sun

Hye sun terdiam sejenak….tapi…sebelum ia berkata lagi



Tok…tok…tok…..


“boleh aku masuk…?” suara Lady park terdengar dari luar.

Ia membuka pintu kamar itu. Ia tersenyum melihat Hye sun dan Daniel.

“hye…..sudah, jangan marah lagi”

Perlahan ia melangkah kearah hye sun, dan duduk disamping gadis itu.

“kakakmu sudah minta maaf…. Jangan diperpanjang lagi….” Tukas Lady Park

“hari ini….aku dan kakakmu… akan mengajakmu ke pesta, benarkan sayang ?”

“pesta?” Tanya Daniel.

“ne... pesta….tuan Kim mengundang kita untuk kepestanya malam ini.”

“ itu sebagai permintaan maaf kami, princess…jadi…kau harus ikut” ucap Lady park

Daniel tersenyum menatap wajah isterinya.  

“ aku tahu ini pesta pertamamu….aku rasa…akan banyak pemuda putera dari pengusaha- pengusaha besar akan hadir” Ucap lady park lagi.

“dan…. Aku ingin kau tampil cantik, sayang…agar mungkin diantara mereka, aka nada yang menarik perhatianmu” tukasnya lagi

Hye sun menatap wajah wanita itu, tapi ia  sama sekali tidak memperdulikan kata- kata wanita yang ada dihadapannya itu. Ia tahu, Lady Park takut bahwa ia  akan menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Daniel.

Begitu juga Lady Park ia menatap Hye sun dengan tatapan ramah. Namun…..bisa terlihat kepura- puraan dimatanya.

“jangan pernah berfikir ini akan berakhir,…… belas kasihku hanya demi keselamatanku. Saat ini…aku kalah…tapi aku yakin, kekalahan ini hanya sebuah kemenangan yang tertunda untukku Princess” bisik Lady Park dalam hati.

Goo hye sun


“entahlah….apa yang ada dipikiran wanita ini. Ia takut aku menceritakan semuanya pada Oppa,….aku bisa melihat ketakutan besar di wajahnya”


 Lalu Hye sun mengalihkan pandangannya, ia menatap wajah Daniel, sambil tersenyum….


oppa…..” lirih hye sun dalam hati.








-------------------------------




Diruang yang sangat besar, dengan lampu- lampu hias yang indah, makanan yang lezat, music klasik yang mengalun melalui suara biola…dapat jelas terdengar begitu indah… Semua undangan hadir menikmati pesta malam itu. Mereka berdansa,mengikuti irama music yang mengalun…..dan menikmati Chaimpagne…..



Pesta itu sangat meriah. Di penuhi tamu undangan baik yang berasal dari beberapa Negara asing, pengusaha, maupun para pejabat beserta isteri- isteri mereka.

Terlihat Mr. Kim dengan bahagia menyambut para kolega, dan tamu- tamunya.

Banyak juga para artis maupun model- model cantik malam itu. Mereka diundang oleh puteri tunggal Mr.Kim, Kim Dae Haa. Tentu saja bisa menjadi kehormatan yang luar biasa, dapat menghadiri pesta orang terpandang,kaya dan berpengaruh, seperti Mr.Kim. tetapi…bukan itu saja yang membuat mereka ingin hadir, melainkan ….mereka juga ingin melihat kehadiran seorang yang sangat mereka impikan “sang Cassanova” yang akan hadir di pesta itu.

Lady Park menggandeng tangan suaminya, begitu juga dengan hye sun yang berada disisi kanan kakaknya. Lady Park dengan mudah dapat menyembunyikan rasa ketidak sukaan nya terhadap Hye sun.

Sebelum pergi kepesta, ia menyuruh perias pribadinya membantu merias hye sun baik pakaian maupun rambutnya agar kelihatan cantik. Hye sun merasa heran, betapa pintar dan liciknya perempuan ini. Lady Park menganggap seperti tidak terjadi apapun diantara dirinya dan hye sun.

Ia bagaikan kakak ipar yang baik bagi Hye sun, ya…tentu saja karena Daniel dan demi menarik perhatian Daniel. Atau tepatnya demi menyembunyikan kebusukannya.


“kurasa….aku pria beruntung malam ini” ujar Daniel

“karena diriku…..menggandeng kedua wanita yang sangat cantik.” Ujarnya lagi

Lady park tersenyum mendengar perkataan suaminya itu. Begitu juga dengan Hye sun …..

Lady Park mengenakan gaun merah yang sangat indah, dan berlian dileher dan telinganya. Sedangkan hye sun, mengenakan gaun berwarna hijau muda warna senada dengan giwang ditelinganya, ia terlihat cantik dengan gaun itu. Gaun itu terlihat sederhana, tapi….karena kulitnya yang putih….ia seperti berlian yang berkilauan.

Mereka memasuki ruangan pesta. hye sun terlihat gugup, karena ini merupakan pesta pertamanya. Selama ini,….ia tidak pernah mau kepesta, karena

menurutnya pesta sangat membosankan. Tapi….entah mengapa malam ini, ia mau ikut. Mungkin karena ia juga merasa bahwa ia telah jadi adik yang egois bagi kakaknya, sehingga ia ingin memperbaiki lagi hubungannya dengan Daniel



“ah…selamat datang Mr. Goo,”suara Mr. Kimterdengar ramah  menyambut dengan baik kedatangan keluarga Goo.
 

“terima kasih Mr.Kim” balas Daniel.

“apa kabar anda Mr. Kim?” Tanya Daniel pada lelaki separuh baya itu.

Baik…sangat baik” jawabnya.

“ah…aku ingin memperkenalkan dua wanita cantik ini, ini adalah …..Park si Yeon,..isteriku. dan ini….Goo Hye Sun adikku..”

Mr.Kim menatap wajah kedua wanita itu

“jadi…ini adalah isteri anda tuan Goo….? “ Tanya Mr.Kim

“ anda benar- benar sangat cantik Nyonya……”tukasnya lagi.

Wajah Lady Park memerah…

“terima kasih tuan…. Suatu kehormatan bagi saya”mereka pun berjabat tangan

Lady Park memang sangat cantik. Saat memasuki ruangan pesta, para tamu undangan  semua menatapnya. Gaun merah yang ia pakai membuatnya seperti batu permata Ruby yang berkilauan. Namun, disampingnya juga ada seorang gadis polos yang menarik hati mereka, meski….gadis itu sama sekali tidak pernah menyadarinya.

“dan anda,,,,adik dari Mr.Goo nona?” Tanya Mr.Kim pada hye sun

“ne…” hye sun menundukkan kepalanya, memberi hormat pada lelaki itu.

“menurutku….anda juga tak kalah cantik nona Goo, jika aku punya putra laki- laki. Aku pastikan, kau akan menjadi menantuku“  

Mr.kim kemudian tertawa begitu juga dengan Daniel yang mendengarguyonan itu.

Hye sun tersenyum mendengar pujian dari Mr.Kim. pipinya memerah, lagi- lagi seperti buah tomat.

“terima kasih” balas hye sun

“kalau begitu anda adalah pria beruntung malam ini…Mr.Goo”

Daniel tersenyum mendengar kata- kata itu.

“nikmati pesta ini Mr. Goo…”  

“Ya,,,, terima kasih Mr. kim”



Mereka mungkin berbicara hanya untuk beberapa menit, ....

 “maaf Mr.Goo, aku harus meninggalkan anda disini sementara. Ada beberapa tamu, yang menungguku” ucap Mr.Kim,

“ya…tentu saja…. Silahkan Mr.Kim” balas Daniel



Mr.Kim berjalan menuju para tamu undangan pesta itu......


Daniel mengambil tiga gelas champagne yang dibawa pelayan pesta itu, dan memberikannya pada hye sun dan Lady Park.

tiba- tiba....Daniel berbisik ditelinga hye sun

“nikmati pesta ini princess” bisik Daniel.

Lady Park yang melihat hal itu merasa sedikit cemburu, karena ia menganggap suaminya sedikit tidak memperdulikannya dan juga saat ia harus mendengar pujian Mr.kim pada Hye Sun. Lalu tiba- tiba ia menggandeng tangan suaminya

“sayang….. perkenalkan aku dengan teman dan isteri kolegamu” rayu Lady park.

“oh…tentu…” jawab Daniel

“hye…apakah kau mau ikut?” Tanya Daniel pada Hye Sun.

“oh…tidak Oppa, aku akan menunggu  disini” balas Hye sun

Ia tahu Lady Park akan semakin tidak suka jika, ia ikut. Lagi pula, akan sangat membosankan mendengar cerita –cerita mereka yang sama sekali tidak akan dia mengerti.

“hye sun, nikmati pestamu ya” tukas Lady park.

“Hye…Oppa tinggal sebentar, ok” Daniel mengedipkan matanya pada hye sun.



Daniel dan Park si Yeon melangkahkan kaki meninggalkan hye sun sendirian di pesta itu. Hye sun menatap semua orang disekelilingnya sambil menikmati champagne, ia merasa asing atau…tepatnya bosan dengan pesta itu. Hye sun bisa melihat begitu banyak para wanita cantik di pesta itu, mengenakan pakaian indah, sexy dan elegan.


Tapi…ia merasa Lady park yang paling berkilauan di pesta itu. Dari kejauhan ia menatap Lady Park dan kakaknya asyik berbincang- bincang dengan para tamu pesta. ia juga dapat melihat kakaknya dengan bahagia mengenalkan isterinya pada mereka.

 “andai mereka tahu siapa Lady park itu…. Huh…” hye sun menghela nafasnya.

“mmmm…seharusnya aku tidak datang, pesta ini   sangat membosankan” bisik hye sun dalam hati.





_____________________________oooo_______________________________






“sayang….aku ke toilet sebentar ” lady Park berbisik ditelinga Daniel yang sedang asyik berbincang- bincang dengan beberapa kolega dan isteri mereka.


“apa harus kutemani,…?” Tanya Daniel.

“tidak….tidak usah” jawab nya.

“tuan, nyonya saya permisi dulu….saya harus ketoilet sebentar” tukas Lady Park kepada beberapa kolega suaminya.

Mereka pun mempersilahkan wanita itu.

Lady Park  meninggalkan Daniel bersama beberapa koleganya. Ia terlihat bertanya kepada pelayan yang lewat dengan gelas chaimpagne mereka dan pelayan  itu menunjukkan arah kepada Lady park.

“isteri anda…sangat cantik Mr.Goo.Anda benar- benar pria yang beruntung” tukas Mr. Han pada Daniel

Daniel kemudian tersenyum mendengar pernyataan pria itu.

“ya…benar…aku memang pria yang beruntung” balas Daniel.


Hye sun melepaskan tatapannya dari Lady park yang semakin lama semakin menghilang…. Kemudian ia menatap kakaknya Daniel.

Ia ingin menghampiri  kakaknya, tapi….ia merasa malu dan takut akan mengganggu.

“huh….mereka pasti membicarakan sesuatu yang tidak akan kumengerti”bisiknya dalam hati

Lalu meminum perlahan chaimpagnenya


Hye Sun menatap sekelilingnya sekali lagi.Dan….kali ini tatapannya tiba- tiba terhenti pada suatu sosok.


Pria itu sangat tampan, ia mengenakan jas hitam yang terlihat sangat mahal. Pria itu berdiri didepan pintu masuk. Ia juga menggandeng seorang wanita cantik disampingnya, wanita itu mengenakan gaun hitam yang terbuka, yang memperlihatkan lekuk indah dadanya. Dengan mutiara dileher dan telinganya.


Bukan hanya hye sun yang terpana akan sosok itu. Semua orang menatapnya dengan kagum. Kecuali Daniel.

Tiba- tiba ….kaki hye sun gemetar, ia teringat sosok itu….sosok sama dengan yang ia jumpa dua hari lalu di Café Manolin, “Sang Cassanova!!!!”.


Ia kemudian teringat lagi akan kejadian dua hari yang lalu……saat ia berada dalam genggaman lelaki itu.bahkan... Ia merasa masih bisa merasakan nafas pria itu  di wajahnya lagi.

“aku yakin kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan nona”


Hye sun menggeleng- gelengkan kepalanya, saat harus teringat lagi akan kalimat itu....

“oh tuhan….seharusnya aku menyadari…lelaki itu pasti datang ke pesta besar seperti ini, apa…apa yang harus kulakukan….bagaimana ini….?” bisiknya dalam hati

Lee min ho melangkah bersama Eun jeong memasuki ruangan pesta. ia berjabat tangan dengan Mr.Kim yang menyambutnya dan tersenyum kepada beberapa gadis cantik yang hadir, tentu saja ia mencoba menunjukkan “pesonanya” kepada mereka.

Hye sun yang merasa takut dan gugup berusaha mencoba mengalihkan pandangannya….. ia dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kearah Daniel,

tapi….



BRUUKKKK!!!



“ma…maaf…. Maaf nyonya”

Hye sun menumpahkan chaimpagne nya ke baju salah seorang tamu pesta!!!!

“nona, bagaimana anda ini!!!” tukas wanita itu dengan nada kesal.



Karena kejadian itu, sontak membuat tamu merasa sedikit terkejut dan mengalihkan pandangan mereka kearah suara itu.

Kini…..hye sun semakin terlihat gugup, ia merasa kakinya semakin gemetar, wajahnya terlihat pucat. Ia merasa seperti seorang terdakwa….Ia sadar…semua orang kini sedang menatapnya, menatapnya dengan pandangan “aneh”…….termasuk pria yang ia takuti, pria yang membuatnya gugup, dan pria pertama yang bisa ia rasakan aroma tubuh dan nafasnya…..


”Sang Cassanova”.





END CHAPTER









enjoy ya......ditunggu komen n kritiknya......masukannya juga boleh [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


kali ini moga2 ga bosen soalnya LONG CHAPPPPPPP  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]


« Last Edit: December 06, 2012, 11:35:26 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 2 ( 9 Januari 2011)
« Reply #54 on: January 09, 2011, 01:50:25 am »
Huaaa bener2 long chapter [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
Thanks say...hmm adegan minho ama cewe itu bikin [bav] [bav]
Ckck casanova tingkat akut si minho hammer2 hammer2 hammer2 hammer2
Cewek yang ditumpahin minuman ama hyesun siapa sist??[chin]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 2 ( 9 Januari 2011)
« Reply #55 on: January 09, 2011, 01:58:46 am »
Huaaa bener2 long chapter [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
Thanks say...hmm adegan minho ama cewe itu bikin [bav] [bav]
Ckck casanova tingkat akut si minho hammer2 hammer2 hammer2 hammer2
Cewek yang ditumpahin minuman ama hyesun siapa sist??[chin]



cewek yang ditumpahin minuman ama hye sun akan dijelaskan di Chap berikutnya  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

thanks ya sis udh baca mianhe kalo jelek  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 2 ( 9 Januari 2011)
« Reply #56 on: January 09, 2011, 02:02:35 am »
Huaaa bener2 long chapter [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
Thanks say...hmm adegan minho ama cewe itu bikin [bav] [bav]
Ckck casanova tingkat akut si minho hammer2 hammer2 hammer2 hammer2
Cewek yang ditumpahin minuman ama hyesun siapa sist??[chin]



cewek yang ditumpahin minuman ama hye sun akan dijelaskan di Chap berikutnya  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

thanks ya sis udh baca mianhe kalo jelek  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]
Hmm oke deh ditunggu chap berikutnya yang panjangg yaaaa [clap]

Ffnya bagus kok gak jelek...[lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 2 ( 9 Januari 2011)
« Reply #57 on: January 09, 2011, 02:06:55 am »
Adgan mino ama eun jeong bikin nyesek yech,mdh2n hye sun ga jd korban selanjutnya,hmph hmph. Lady park bener2 siluman rubah pgn gw jambak2 rambutnya,argh argh. Hye sun is really in big trouble,jgn2 cewe yg ketumpahan champagne ntu si eun jeong ye duh si mino bklan ngehukum hye sun dunks, jd ga sbr nunggu reaksi daniel ketemu rivalnya " cassanova"


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 2 ( 9 Januari 2011)
« Reply #58 on: January 09, 2011, 02:19:16 am »
yeee wlp panjang tp kentang, kan pingin tahu gimana reaksi minho mendapti hyesun di pesta itu hammer2 kira2 bakal terpesona karna kecantikan hyesun? (maklum kan udah didandanin habis2an ama periasnya lady park [hmpfh] [hmpfh] ) atau heran kenapa cewek spt hyesun ada di pesta itu?

tar bikin minho cembokor sedikit ya?, plg ga merasa nggak enak lht keakraban hyesun ama daniel, kan ceritanya minho ga tahu hubungan mereka [hmff] [hmff] (asal nebak, tp bener kan dia ga th hubungan hyesun and daniel [chin] kan hyesun jarang muncul di dunia bisnis atau entertainment [goodgrief] )

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 2 ( 9 Januari 2011)
« Reply #59 on: January 09, 2011, 02:26:23 am »
shanty, cewek yg ketumpahan champagne tuh ga mungkin si eun jeong kan [what] secara dia bareng minho,, hyesun kan lg ngehindari minho [hmpfh] .. terus gw harap, sekalipun hyesun korban minho selanjutnya, si minho bakal tobat and jatuh cinta ama hyesun. semoga dia bisa menghentikan petualangannya selama ini, hanya buat si polos hyesun seorg [lovestruck] biasanya si cassanova kyk gitu kan paling gampang tobat klu udah berhadapan dgn gadis2 lugu versi hyesun [hmff] [hmff] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun