Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 99693 times)

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 4 ( 18 Januari 2011)
« Reply #225 on: January 22, 2011, 07:45:45 am »
update dong sistaaaa *tereak pake toa masjid*
Udah malming neh [chin]
Ayooukk monggo diupdate [laughing]



tunggu y sist bentarrrr lagi  Emoticons0423 Emoticons0423 Emoticons0423
oke oke sist ...'ll be waiting [lovestruck] [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 4 ( 18 Januari 2011)
« Reply #226 on: January 22, 2011, 07:50:54 am »
Ayo hye sun gw ksh semangat 45. Update update update update update update(digetok hye sun ngerecokin mulu,hmph hmph)


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 4 ( 18 Januari 2011)
« Reply #227 on: January 22, 2011, 08:15:58 am »
masih lamakah sistaq thayank?? [biggrin]

Love you more than I can say

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 4 ( 18 Januari 2011)
« Reply #228 on: January 22, 2011, 08:24:19 am »






CHAPTER 5



Daniel terbaring di sebuah Rumah Sakit di Seoul. Tubuhnya lemah tidak berdaya. untung,  Daniel hanya mengalami serangan jantung ringan. Lady park dan hye sun kini berada disisinya. Hye sun tidak melepaskan sedikitpun pandangannya pada Daniel, ia merasa menyesal atas apa yang terjadi. Meski ia sadar, Itu bukan kesalahannya….

“aku…pikir…aku akan kehilanganmu, Oppa”

Hye sun berkata pada Daniel, yang terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit itu.
Suara gadis itu terdengar parau, matanya sembab karena menangis….
Sejak Daniel dibawa ke rumah sakit dan sampai saat ini, air matanya tidak henti mengalir….
Lady park menatap wajah gadis yang duduk dihadapannya. Ia hanya mampu diam tanpa berkata apapun. Suasana hening….untuk sesaat. Namun kemudian terdengar suara Lady park pada hye sun…

“aku…ingin bicara padamu” tukas wanita itu.
Hye sun menatap wajah Lady park. Ia merasa berat meninggalkan Daniel sendiri, Hanya untuk mendengar kata- kata perintah dari wanita yang ada dihadapannya itu.

“hanya sebentar….Daniel akan baik- baik saja” tukas Lady park

Lady park membuka pintu kamar rumah sakit itu. Disusul hye sun yang berjalan mengikutinya.
Mereka duduk di kursi yang berada tepat di samping kamar tempat Daniel saat ini terbaring.
Hye sun duduk diikuti Lady park. kini mereka berdua duduk dikursi panjang itu, meski terkesan masih ada jarak diantara mereka.
Lady park menghela nafasnya. Ia kemudian menatap wajah gadis yang duduk disampingnya.

“kini…kau bisa lihat bagaimana keadaan Daniel, bukan ?” Tanya lady park pada hye sun
“kau…tahu apa yang harus kau lakukan saat, ini” tukasnya lagi.
Hye sun membalas tatapan Lady park dengan dingin.
“maksudmu….kejadian semalam…malam terkutuk itu ?” Tanya hye sun dengan suaranya yang menekan.
“kau…tidak perlu khawatir…aku…tidak akan mengatakan apapun pada Daniel Oppa” balas hye sun lagi.

Wajah hye sun memerah, terlihat jelas ia menahan kemarahannya.

“tapi….jangan pernah berfikir…aku melakukan semua untukmu. Aku…melakukan hal itu hanya untuk kakakku”
Lady park hanya bisa diam mendengar kata- kata yang diucapkan hye sun padanya.
“kini…kesalahanmu menjadi kesalahanku….aku berharap kau tidak akan melakukan hal itu lagi”
Tangan hye sun gemetar. Namun, ia coba menghilangkan rasa itu dengan saling  menggenggam dengan erat kedua telapak tangannya.
“terimakasih” balas lady park.

Hye sun sedikit terkejut mendengar kalimat terakhir wanita itu. Namun, ia sembunyikan rasa itu. Mereka kini duduk terdiam membisu…

“aku….akan melihat keadaan oppa”

Hye sun memecahkan kesunyian itu. Ia perlahan melangkahkan kakinya menuju kamar rawat Daniel dan meninggalkan Lady Park yang duduk terpaku, sendiri.
“hari ini….keberuntungan masih ada dipihakku” bisik lady Park dalam hati.






SHINWA GROUP



Minho duduk diruang kerjanya, dengan beberapa surat dan berkas yang harus ia tandatangani. Terkadang ia menghentikan pekerjaannya, sambil melirik Koran yang tergeletak disisi kanan meja kerjanya. Ia bisa melihat jelas fotonya bersama gadis itu.

Pikiran minho sedikit terganggu dengan adanya berita itu. Ia merasa tidak bisa kosentrasi mengerjakan tugas- tugasnya, sejak kejadian semalam. Entah mengapa, selama ini ia tidak pernah memperdulikan apapun, berita apapun tentang dirinya, tapi…tidak dengan berita hari ini.

Terkadang ia merasa kesal pada dirinya sendiri. Mengapa terus memikirkan kejadian yang tidak penting itu. Toh hal itu sudah biasa, dan tidak masalah baginya. Namun, saat ia teringat mata dan wajah polos itu, ia merasa bagaikan seorang penjahat.

“aishhh!!!!! Tiba- tiba ia melempar Koran itu.
“kau pikir aku menyesal…..tidak…aku tidak menyesal” bisik minho dalam hati.

Tiba- tiba  terdengar bunyi telp bordering. Minho menganggkat telp dengan sedikit kasar. Masih terlihat jelas rasa kesal diwajahnya.
“tuan….Nn. Eun Jeong ingin bertemu dengan anda” tukas sekretarisnya
 
Minho menghela nafasnya….

“biarkan dia masuk” ucap minhodengan suara datar
“baik…tuan”
Tidak lama kemudian eun jeong membuka pintu kantor minho. Ia bisa melihat minho tengah sibuk dengan pekerjaannya.
“selamat siang…sayang…”tukas eun jeong.

Minho menatap eun jeong dengan senyum dinginnya kemudian, ia kembali melanjutkan pekerjaan yang ada di mejanya.
Eun jeong melangkahkan kakinya, perlahan menghampiri minho. Ia bisa merasakan, minho tidak menyukai kedatangannya siang itu. Namun, eun jeong merasa minho harus menjelaskan sesuatu kepadanya.

“semalam….kau…kembali kepesta itu?” Tanya eun jeong. Matanya pun mengarah kepada sesuatu yang tergeletak dilantai. Tidak salah lagi, itu adalah Koran yang dilempar oleh minho.

Minho menatap wajah wanita yang kini berdiri dihadapannya. Wanita itu meraih dan melihat Koran yang tergeletak dilantai dan membuka halaman utama Koran itu.

 “bukankah…ini adik dari tuan Goo…kau…menciumnya Mr.Lee?” Tanya eun jeong lagi. Kali ini ia terlihat menahan amarahnya

“apa….maksud kedatanganmu hanya untuk menanyakan semua hal yang tidak penting itu?” tukas minho dingin.

“ne!”jawab eun jeong

Minho tersenyum sinis, ia merasa saat ini eun jeong menunjukkan rasa cemburu kepadanya..

“ok….aku kembali kepesta dan…ya! Aku mencium gadis itu, adik dari Goo Daniel, sekarang kau…puas?”

Eun jeong terdiam. Ia tahu lambat laun minho akan berpaling darinya. Konsekuensi yang harus ia ambil, sebelum menjadi kekasih dari lelaki itu.

“jadi….kini…kau akan memilihnya ?” Tanya eun jeong lagi. Kali ini suaranya terdengar parau, seolah menahan tangis.

Minho menatapnya, dengan pandangan tajam…

“mungkin…..” dengan suara yang terdengar ringan tanpa beban.

Eun jeong terdiam. Ia merasa kakinya kini tidak lagi berpijak di bumi.

“aku…sudah melihat semua di Koran hari ini saat aku berada di apartmenku, aku sengaja menemuimu agar aku bisa memastikan dengan benar. Dan…..sekarang aku tahu semua benar, semua penjelasanmu hari ini” eun jeong berkata dengan suara paraunya.

Tiba- tiba tanpa ia sadari air matanya menetes.

Minho hanya bisa duduk diam dikursinya sambil memainkan pena yang ada ditangannya. Sambil menatap wajah rapuh wanita yang ada dihadapannya…

“aku…aku ingin kita putus minho, dan…aku tidak mau melihatmu lagi!!!” tukas eun jeong dengan tiba- tiba

Wanita itu segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Minho sedikit terkejut akan sikap eun jeong padanya. Kini, wanita itu memutuskan cintanya secara tiba- tiba. Minho tersenyum kecil, eun jeong melakukannya sebelum ia yang melakukan semua itu.

Ia sadar wanita itu kini sangat membencinya….minho tersenyum lagi….


“benar- benar gadis aneh” tukasnya dalam hati.





------------------------------



Tiga hari Daniel berada dirumah sakit. Kondisinya terlihat lebih baik, dokter akan mengizinkan pria itu pulang besok pagi. Hye sun yang mendengar tentang berita itu serta kondisi Daniel yang membaik terlihat sangat senang. Daniel tidak apa- apa, dan dia akan pulang kerumah.

Namun, meskipun begitu…hye sun merasa bahwa Daniel bukan seperti yang dulu ia kenal. Lelaki itu kini menjaga jarak darinya. Ia tidak hangat seperti yang dulu, yang selalu tersenyum dan tertawa untuknya. Daniel kini hanya menghabiskan waktunya berada bersama, Park si yeon isterinya. Ia bicara seperlunya saja pada hye sun.

Hye sun merasa kegembiraan yang terukir,  juga terdapat luka yang cukup perih baginya. Namun ia coba bertahan, meski ia tidak pernah tahu sampai kapan semua bisa berakhir. Ia yakin suatu hari nanti Daniel akan memaafkannya, memaafkan kesalahan yang sebenarnya tidak pernah ia lakukan.

Hye sun kembali ke kampusnya seperti biasa, ia lebih banyak berdiam diri dan menghabisan waktunya di perpustakaan. Meski semua mata memandangnya dengan pandangan yang “tidak biasa”.

“ah…dia gadis yang beruntung….bisa merasakan ciuman dari cassanova lee”

“kupikir…ia gadis lugu….dan polos…tapi,..ternyata dia tidak jauh beda dengan para gadis “simpanan” cassanova itu”

“bagaimana…rasa ciuman itu ya…..””

“huh……gadis murahan…., pantas saja kakaknya kini terbaring dirumah sakit…itu pasti akibat ulahnya”


Kata- kata itu, kini ia dengar hampir disetiap sudut ruangan kampus.

“ah….andai mereka tahu kejadian sebenarnya” itulah kata- kata yang bisa hye sun ucapkan didalam hatinya. Ia mencoba menutup telinga, dan tidak mendengar kalimat- kalimat buruk untuknya.

Hanya gaul teman satu- satunya yang mempercayai dirinya, meskipun ia merasa tidak pernah menceritakan kejadian yang sebenarnya pada gaul, namun gaul…gaul tetap mempercayai dirinya.
“jangan dengarkan mereka,,,hye” itulah kalimat yang selalu diucapkan gaul untuk memberi semangat pada hye sun sahabatnya.
Namun…siang itu setelah menyelesaikan mata kuliahnya, gaul harus pulang lebih awal karena toko bubur telah menunggunya…

Entah berapa lama gadis itu duduk termangu diperpustakaan kampusnya, ia hanya diam dan sesekali membolak- balikkan bukunya…. Tidak ada teman untuknya bercerita ataupun berbagi saat ini….hye sun menghela nafasnya dalam- dalam, mengingat kembali kejadian yang terjadi pada dirinya akhir- akhir ini.

Dan dalam lamunannya ia kembali teringat akan ciuman yang diberikan cassanova padanya… ia sadar untuk pertama kalinya ia merasakan ciuman yang diberikan seorang lelaki, lelaki pertama yang mencium bibirnya.

Hye sun menyentuh bibirnya perlahan….lalu tiba tiba ia menggeleng- gelengkan kepalanya
“tidak…..tidak….” bisiknya dalam hati…

Gadis itu segera mengambil tasnya…

 “jika terlalu lama aku melamun sendiri disini…aku bisa gila” tukasnya dalam hati, sambil membereskan beberapa buku dan peralatan tulis miliknya, kemudian memasukkannya kedalam tas.

Perlahan ia langkahkan kakinya , dengan menundukkan kepalanya ia melewati setiap koridor, jalan kampus itu terlihat tampak sedikit sepi. Angin berhembus perlahan…., membuat hye sun sesekali merapikan rambut dengan jemarinya

Tidak terasa ia kini telah berada didepan pintu gerbang keluar kampusnya…

Hye sun perlahan melangkahkan kakinya…… sambil menundukkan kepalanya

tiba- tiba sebuah mobil berhenti tepat dihadapannya, Diikuti sebuah mobil mewah dibelakangnya
Hye sun terkejut, matanya terbelalak….

Dua orang  lelaki bertubuh besar dan tinggi keluar dari mobil itu, dan menghampirinya sambil menggenggam erat kedua lengan hye sun secara tiba- tiba.

“silahkan…ikut kami….nona” tukas para lelaki itu

Hye sun ketakutan, wajahnya langsung pucat seketika

“siapa….siapa kalian..lepaskan YA’!!!!

Kedua orang itu memaksa hye sun untuk masuk kedalam mobil, yang ada dibelakang mobil mereka…..maksudku mobil mewah itu
Hye sun sekuat tenaga mengelak dan mencoba melepaskan diri, namun…tenaga mereka lebih kuat berlipat ganda dari dirinya.


Tubuh mungil gadis itu dengan cepat dapat segera mereka kendalikan. Hye sun tanpa terasa kini berada didalam mobil mewah itu,…

Hye sun menangis dan mencoba membuka pintu mobil .
“buka….buka pintu ini…buka!!!! Usahanya sia- sia mobil itu telah terkunci

Sambil menangis, hye sun memanggil nama Daniel….

“oppa…..oppa….tolong aku….” Suaranya terdengar sambil terisak.

“huh….bisakah anda ….sedikit tenang Nn. Goo”

Hye sun tiba- tiba menghentikan tangisnya….ia terkejut mendengar suara itu,suara yang terdengar dingin tetapi…begitu lembut…. suara seorang lelaki yang jelas terdengar tidak asing baginya. Hye sun sadar dengan seketika, suara itu berasal dari lelaki yang duduk disampingnya…. Kemudian perlahan, gadis itu mengarahkan pandangannya ….


“KAU!!!!” jerit hye sun

Cassanova kini disampingnya!!…..hye sun merasakan gemetar di seluruh tubuhnya, ia mungkin menghentikan suara
tangisnya…tapi tidak dengan air matanya, bulir- bulir air mata masih mengalir di kedua bola matanya yang indah….

Minho tersenyum, sambil menatap wajah gadis itu dengan tatapannya yang tajam….perlahan ia mendekatkan tubuh dan wajahnya,,,lebih dekat kearah gadis yang duduk disampingnya. Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja….hye sun berusaha menjauh dengan memundurkan tubuhnya…tapi…ia terhalang pintu mobil yang tertutup atau tepatnya…..  terkunci!!!

Perlahan…minho mengangkat tangannya, dan membiarkan jari- jari tangannya menyentuh wajah polos gadis itu…jelas terlihat tatapan ketakutan dan kebencian hye sun pada lelaki yang kini hanya berada beberapa centi darinya….
Minho menyentuh wajahnya, dan perlahan pula ia menghapus air mata hye sun dengan lembut….

“ begini…lebih baik bukan?” tukas minho dengan suara yang lembut.




-----------------------------------------






[color=brown]FLASH BACK

Lady park perlahan turun dari mobilnya, setelah sang supir pribadi membukakan pintu untuknya…

Mobil itu berhenti tepat disebuah perusahaan besar, dengan gedungnya yang tinggi dan megah SHINWA GROUP. Wanita itu menghentikan langkahnya sesaat, sambil menatap perusahaan itu, dan tersenyum simpul, kemudian melangkahkan kakinya lagi untuk masuk.


1…..2…..3……4……5…….6………..sampai lift itu terhenti di lantai 16…. Sesuai dengan tujuannya

Ia melangkahkan kakinya keluar dari lift….

Dan perlahan menghampiri seorang wanita yang tengah duduk di meja kerjanya, yang tidak lain merupakan sekretaris yang bekerja diperusahaan itu.

“selamat pagi Ny….?” Tukas wanita itu sambil bergegas berdiri dari duduknya

“selamat pagi..saya…ingin bertemu dengan Mr. Lee…”

tukas lady park sambil tersenyum

“apakah…anda telah berjanji sebelumnya?”Tanya sekretaris itu.

“katakan saja… padanya, park si yeon…ingin bertemu”

Sekretaris itu memandang park si yeon dengan tatapan yang heran dan kemudian ia meraih telp yang ada di sudut kanan mejanya.

“tuan….ada yang mencari anda….” Ucap sekretaris itu pada minho

“Ny. Park si yeon….” Balasnya lagi

“ne….”sekretaris itu….menutup telpnya.


Lady park perlahan dengan anggun memasuki kantor milik minho. Minho sepertinya telah siap menyambut kehadiran wanita yang pernah dicintainya itu.

Minho berdiri dari duduknya, saat park si yeon memasuki ruang kantornya. Lalu tersenyum sinis…dengan tatapan matanya yang tajam….seolah akan menelan wanita yang kini ada dihadapannya.


“ aha…..selamat datang Ny.Goo” tukas minho

Park si yeon tersenyum pada minho yang berdiri dihadapannya.

“ada….apa kau mencariku, YOENA kupikir…saat ini kau bersama suamimu, menemaninya dirumah sakit?” Tanya minho

“mengapa kau mencium hye sun, hah?....mengapa?” Tanya park si yeon sinis.

Minho tersenyum menyeringai….

“ jadi…maksud kedatanganmu….adalah untuk membahas hal ini???” Tanya minho.

Minho perlahan menghampiri wanita itu, mendekatkan wajahnya pada park si yeon.

“apa….kau cemburu…??” Tanya minho

“ne! aku cemburu” tukas lady park

“aku cemburu jika kau mencium gadis itu,….aku cemburu apapun yang menyangkut tentang gadis itu…mengapa kau menciumnya…mengapa dia!!!”

Kali ini minho tertawa lepas. Dipandangnya wajah Lady park dengan perasaan heran…

“mengapa? Apa kita….masih memiliki hubungan, dengan siapapun aku ingin memberikan ciumanku itu hak ku..dan…

Belum lagi minho menyelesaikan kalimatnya, ia sontak terkejut mendengar kalimat yang diucapkan dari bibir Park si yeon…
“ aku akan meninggalkan Daniel…jika kau memberikan aku kesempatan lagi…” tukas Lady Park tanpa basa basi

Minho menatap wajah park si yeon dengan sinis…

“apakah hal seperti ini…akan terus kau lakukan kepada pria yang mencintaimu, huh?”

Park si yeon hanya diam mendengar kata- kata yang diucapkan minho padanya. Namun, ia tidak peduli dengan ucapan itu. Perlahan ia menyentuh wajah tampan lelaki itu….

“hanya ini yang bisa kulakukan…untuk membuktikan bahwa aku…masih mencintaimu minho…aku..tahu kau menginginkan itu minho….aku tahu kau masih menginginkan diriku….saat kau menciumku dipesta itu…aku bisa merasakannya dengan jelas” tukasnya lembut.

Minho hanya terdiam kaku….dia tidak habis fikir kegilaan apa yang telah terjadi pada park si yeon. Minho menghela nafasnya.. sambil menatap wajah park si yeon yang semakin dekat dengan wajahnya….

Hatinya berkecamuk, ada rasa bingung dan ada rasa ingin didalam dirinya ….namun, ia coba untuk tidak lemah seperti dahulu…
“pergilah….”tukas minho dingin

“tidak sebelum kau beri aku jawaban…..”balas Lady Park

Minho terdiam…kemudian ia melepaskan tangan park si yeon yang membelai wajahnya dan melangkah menjauhi wanita yang ada dihadapannya…

“mengapa….kau membenci hye sun?” Tanya minho

“mengapa…..kau tanyakan itu…?” Tanya lady park heran

“aku….hanya ingin bertanya” balas minho

Park si yeon tersenyum…kemudian memandang kearah minho

“karena….aku tidak suka bola matanya….aku tidak suka wajahnya, wajah polosnya, senyumnya…semua yang ada pada dirinya” tukas lady park dingin

“sebenci itukah kau padanya….?” Tanya minho sambil sesekali menaikkan alisnya

“ya….bahkan saat dia bersama Daniel, sekalipun. Aku tidak suka jika ada seseorang yang berhubungan denganku dekat dengan gadis itu, termasuk kau…..minho”

lady park menghampiri minho lalu tiba- tiba memeluk tubuh lelaki itu dengan erat.

“kau tahu…saat kau menciumnya….hatiku terasa sakit…., mungkin….aku bisa menerima jika itu gadis lain….tapi….aku tidak bisa menerima jika kau menciumnya” tukas lady park dengan suaranya lembut

Minho tersenyum sinis mendengar kalimat- kalimat cinta yang diberikan park si yeon untuknya.

“bisa kau melepaskan aku…Ny.Goo?” tukas minho sambil mendorong ringan tubuh park si yeon

“tidak….tidak….aku tidak akan melepaskanmu …sebelum kau memberikan keputusan padaku…” lady park tetap menahan pelukannya

“aku…akan meninggalkan Daniel…jika kau menerimaku lagi….memaafkan kesalahan yang aku lakukan lima tahun lalu” tukasnya lembut

“bagaimana bisa….bukankah kau mencintai suamimu?” Tanya minho

“aku mencintainya dulu…sebelum aku kembali mendapatkan tatapan mata dan ciumanmu itu” tukasnya lagi.

Minho menaikkan alisnya, sembari bermain dengan otaknya memikirkan suatu rencana besar….lalu ia tersenyum. Kemudian Perlahan ia menyentuh pundak park si yeon dengan lembut, sambil menatap wajah cantik wanita itu…

“besok…malam….mungkin aku akan memberi jawaban untukmu…Yoena” tukas minho sambil menyungingkan senyumnya.






Minho duduk didepan perapiannya, sambil meneguk segelas Champagne..

Ia terus memikirkan tentang pertemuannya dengan Park si yeon. Pertemuan dengan wanita yang telah menorehkan luka yang dalam untuknya. Sambil…memegang sebuah gelang giok indah…pikirannya kembali pada kejadian lima tahun yang lalu….

Dadaku terasa sesak….aku tanpa sadar menjatuhkan rasa percaya diriku, keperkasaanku sebagai seorang lelaki, dengan menangisi wanita….wanita yang mengkhianatiku. Perlahan kakiku melangkah disetiap sudut kota seoul. Sambil membayangkan hari- hariku bersamanya, pelukannya, senyumannya, ciumannya….

Pengkhianatan yang membuatku membenci akan ketulusan cinta, kepercayaan, bahkan seorang teman….


Aku menghentikan langkahku…saat suara handphoneku berbunyi…

“Maaf mengganggu anda Tuan Muda” terdengar suara ajudan lee

“ada…apa?” tukas minho dengan suaranya yang parau

“kakek anda tuan….” Tukas ajudan lee dengan keragu- raguan

”ada apa…ada apa dengan kakekku!!!”

“kakek…anda…….

Minho merasa kini kakinya tidak menginjak dibumi lagi. Tatapannya kosong…..

Ia bergegas mencari taxi yang lewat, dan segera menghentikannya….

“cepat…segera kerumah sakit!!!!” ucap minho kepada supir taxi itu

“baik…tuan” tukas supir itu

“kuharap….kakek…baik- baik saja” bisik minho dalam hati





Taxi itu tepat berhenti didepan Rumah sakit seoul. Minho berlari dengan tergesa- gesa, dadanya kini terasa begitu sesak… kini yang ada dipikirannya hanyalah wajah kakek nya

“kakek…kakek…bertahanlah….”

Dengan segera minho berada diruangan kakeknya, disambut ajudan lee dan beberapa pengawal dengan wajah cemas mereka.
“tuan” ajudan lee menundukkan kepalanya member hormat diikuti para pengawal lainnya.

“kakek…bagaimana keadaan kakek Judan Lee?” Tanya minho cemas

“Mr.Lee….beliau…

Tiba- tiba seorang dokter diikuti beberapa perawat  keluar dari ruangan tempat Mr. lee kini dirawat.

“apakah disini ada lee minho, tuan yang bernama lee minho?” Tanya dokter itu


“ya…saya….saya lee minho” jawab minho dengan raut wajahnya yang muram

“Mr.Lee memanggil anda, tuan”


Tanpa bertanya lagi…minho memasuki ruangan tempat kakeknya kini dirawat. Tubuh lelaki tua itu terbaring dengan lemas, wajahnya terlihat pucat. Namun, saat ia memandang wajah cucunya, terlihat rona kebahagiaan diwajahnya. Ia tersenyum…
“min….ho….kau….datang…..hmmmm?”Tanya Mr. lee dengan suaranya yang terbata- bata

“maaf…kakek….mengganggu…..hari….terindahmu…”tukasnya lagi

Minho menangis, perlahan ia langkahkan kakinya mendekati Mr.lee dan  menyentuh tangan lelaki tua itu.

“kakek…sudahlah…tidak apa- apa. Kakek jangan terlalu banyak bicara, kakek akan segera membaik”

Mr. lee kembali tersenyum sambil memandang wajah cucunya

“dimana… yoena..  apa.. kau sudah melamarnya ?

aku…ingin…memberikan..sesuatu…padanya….” lelaki tua itu berkata sambil tersenyum

“kakek…sudahlah….” Tukas minho sambil menangis

“minho…cucuku…hiduplah bahagia…bersamanya….hiduplah..dengan..bahagia”

“kau tahu…kini aku dapat dengan tenang meninggalkan dirimu sendiri bersamanya..”tukas mr.Lee lagi

“kakek…sudahlah hentikan omong kosong ini…kau…akan sembuh” tukas minho



Pria tua itu tersenyum kembali. Namun, kali ini tidak ada lagi kalimat yang diucapkan dari bibirnya… perlahan ia menutup matanya. Ia merasa telah lelah untuk bertahan dengan penyakit yang dideritanya. Minho memandang wajah kakeknya, dengan bulir- bulir air matanya, kemudian minho mencium tangan lelaki tua itu dengan lembut, kali ini tangisannya memecah kesunyian.

“kakek….buka matamu kek….buka matamu…kakek!!!!!”

Ajudan lee yang mendengar jeritan minho dari luar, segera bergegas masuk dan menenangkan tuannya. Mereka kini telah kehilangan sosok figure yang baik dan bijaksana. Kini..malam bersalju itu menghiasi dinginnya hati seorang lee minho…rasa sakitnya, dukanya, menjadi satu setelah kepergian orang yang paling ia cintai didunia ini….


“aku…tidak..akan pernah merasakan rasa sakit ini lagi….pengkhianatan, air mata, dan rasa ditinggalkan…tidak…aku tidak akan merasakan semuanya lagi….tidak akan”




END FLASH BACK




Mobil itu berhenti disebuah villa indah di Incheon. Sang supir membukakan pintunya untuk minho. Dan lelaki itu bergegas turun dari mobilnya. Namun, tidak dengan hye sun. gadis itu menolak untuk turun dari mobil.

“tidak…aku tidak mau…bawa aku pulang….aku mau pulang…!!!!” jeritnya

Minho menundukkan wajahnya, mengarahkan kepalanya kedalam mobil, sambil menatap hye sun yang ketakutan


“ayo…turun….”tukas minho dengan suaranya yang dingin

“tidak…aku tidak akan turun!!!”

Belum lama hye sun menghela nafasnya, yang terasa tersumbat. Minho dengan segera menarik lengan gadis itu.

“lepaskan….lepaskan!!!”

Tentu saja tenaga lelaki itu lebih kuat dari tenaganya. Minho berhasil menarik hye sun keluar. Sambil terus meronta, hye sun berusaha melepaskan genggaman tangan minho. Dan ia berhasil, dengan memberikan gigitan kuat ditangan lelaki itu minho dengan tiba- tiba melepaskannya.

“aishhh!!!!’ tukas minho dengan wajahnya yang memerah

Hye sun berlari…..sekuat tenaganya…..berlari menjauh….

Para pengawal bergegas mencoba menangkap hye sun, tapi minho melarangnya.

“tidak usah…biar aku yang menangkapnya!!!” tukas minho dengan wajah geramnya.

Hye sun berusaha lari… halaman villa itu cukup luas, dan ia sadar tidak mungkin baginya untuk keluar dengan mudah, karena jarak pintu gerbangpun cukup jauh dari villa itu, tapi…gadis ini berusaha dengan sekuat tenaganya…

tiba- tiba ia menghentikan “usahanya” itu….perutnya terasa sakit…karena berlari dengan mengeluarkan tenaga yang “extra”…..

“huh…huh…” suara nafasnya terdengar memburu. Sambil memegang perutnya ia menghentikan langkahnya

Dan…tiba- tiba….ia kini bisa merasa seseorang mencengkram lengannya… dengan erat…

“aku mendapatkanmu!!!!’tukas minho geram.


Minho berhasil menyusul hye sun dengan cepat, meskipun hye sun merasa bahwa ia telah jauh berlari dari lelaki yang ditakuti sekaligus dibencinya itu.

Kini genggaman lelaki itu, membuat tubuh hye sun kehilangan keseimbangannya dan…kembali kedalam dekapannya seperti saat dicafe dan dipesta!!!, ini ketiga kalinya ia berada dalam dekapan hangat sang cassanova ….. nafas hye sun memburu begitu juga dengan minho. Matanya terbelalak saat kembali menatap wajah pria yang ada dihadapannya. Minho bisa merasakan detak jantung gadis itu….dan kembali ia bisa mencium aroma violet yang lembut dari tubuh gadis yang ada dihadapannya.

Kemudian perlahan ia biarkan nafasnya kembali normal, sambil terus membiarkan dekapannya pada hye sun, matanya menatap kewajah hye sun yang ketakutan. kemudian…perlahan….minho mendekatkan bibirnya ketelinga gadis itu, membuat bulu kuduk hye sun tiba- tiba berdiri…karena nafas minho  yang kini terasa jelas ditelinganya


“jika….kau..bisa menurut dan tanpa memberontak…aku akan memperlakukanmu dengan baik Nn.Goo” tukas minho dengan suara paraunya.




++++OOO++++++



Hye sun kini duduk dengan “tenang” di sebuah ruangan besar. Salah satu ruangan yang ada didalam villa besar tersebut. Ia tidak pernah tau apa maksud minho mengajaknya ke villa itu. Namun, ia berharap tidak ada maksud buruk dari lelaki itu kepadanya.

Seorang pelayan separuh baya  tiba- tiba masuk dan membawakan teh hangat beserta makanan kecil untuknya.

“silahkan nona…” tukas pelayan itu.
“te…terima kasih” balas hye sun


Pelayan itu tersenyum, sambil menatap wajah hye sun.
“tuan lee, sangat pintar dalam mencari calon isteri” tukas pelayan itu tanpa ragu dan dengan senyuman ramahnya.


Kemudian perlahan meninggalkan hye sun, yang terkejut akan kata- kata pelayan tua itu.
Lalu hye sun menundukkan wajahnya, dan mencoba tidak memasukkan kedalam hati tentang kata- kata yang di ucapkan pelayan itu.

Belum lama pelayan itu meninggalkannya, pintu kembali dibuka. Kali ini seorang pria dengan tubuhnya yang besar dan tinggi masuk dan perlahan menghampiri hye sun yang duduk diatas sebuah sofa panjang. Dan hye sun sangat terkejut saat sebelum lelaki itu menghampirinya, lelaki itu mengunci ruangan itu!!!!!


Hye sun mencoba menghilangkan rasa takutnya….ia mencoba menenangkan dirinya
“tidak apa- apa hye…tidak akan terjadi apa- apa” bisiknya dalam hati

Minho dengan segera duduk diatas sofa yang sama dengannya. Kemudian memandang wajah hye sun, yang ia sadar saat ini wajah ketakutan yang terlihat jelas dari gadis itu.

Hye sun tidak membalas tatapan itu. Ia memandang kedepan tanpa menoleh ke arah lelaki yang kini duduk disampingnya.

“Nn.Goo….kau pasti bertanya kenapa aku membawamu jauh kesini”

Hye sun hanya diam. Dan mencoba tidak peduli akan kata- kata minho
“aku hanya menghindari wartawan, aku takut saat mereka melihat kita berdua, akan terjadi pemberitaan yang buruk tentang kita untuk kedua kalinya”

Melihat hye sun yang diam dan seolah tidak perduli minho terlihat sedikit kesal. Kemudian ia menggeser tubuhnya perlahan…lebih dekat lagi….sangat dekat….dan kali ini ia dengan cepat melingkarkan tangannya kesofa tempat dimana tubuh mungil hye sun duduk. Kini gadis itu bisa merasakan, tubuhnya terkurung akan lengan- lengan kekar lelaki itu.

“k…kau …mau apa?” tukas hye sun dengan suaranya yang gugup.

“kenapa…kau tidak menatapku…saat aku bicara padamu, huh? Tanya minho lembut sambil tersenyum nakal.
Minho sadar betapa indah bola mata gadis itu. Saat ia menatapnya dari dekat.
“bukankah hal itu…tidak terlihat sopan nona….? Tidakkah “Daniel oppa”mengajarkan hal itu padamu?” Tanya minho masih dengan suaranya yang lembut.

Kali ini, hye sun memberanikan diri menatap wajah lelaki itu, dengan tatapan dingin. Kali ini ia merasa tubuhnya gemetar….tapi ia coba untuk tidak terlihat gugup

“karena….kau membuatku muak Mr.lee, dan…aku merasa tidak perlu menatap wajahmu, wajah pria yang membuat kakakku kini terbaring di rumah sakit” suara hye sun terdengar parau

“benarkah…kau muak padaku….sebenci itu kah kau padaku?” Tanya minho dengan suaranya yang lembut

“ya…sampai aku berharap aku tidak akan melihatmu lagi bahkan sampai dikehidupan ku selanjutnya!”

Kali ini hye sun berkata dengan kalimatnya yang tegas. Tanpa ada ketakutan lagi….meski ia sadar kini ia ada dalam dekapan lee minho, dalam genggamannya, dan dengan jarak yang dekat…sangat dekat….

Minho perlahan mengalihkan pandangannya, kini pandangannya tertuju pada  bibir indah gadis itu….bibir indah yang pernah ia rasakan… dengan sensasi yang berbeda…lalu ia tersenyum licik

“Nn.Goo…..menikahlah denganku, kau mau….menikah denganku?” tukas minho sambil terus memandang bola mata dan bibir gadis yang ada dihadapannya itu.

Kalimat itu membuat hye sun terkejut bukan main. Bola matanya terbelalak… Tenggorokannya terasa pekat. Tapi…tidak dengan lee minho. Ia merasa menikmati ketakutan didalam diri gadis yang kini ada didalam genggamannya.

“a…apa maksudmu?” tukas hye sun dengan suara paraunya

minho tersenyum dan perlahan.....mengulang kalimat itu lagi.....kali ini hye sun bisa merasakan nafas lelaki itu diwajahnya dengan jelas.



"MENIKAHLAH....DENGANKU.....Nn.GOO....."




END CHAPTER
















sorry ya klo kelamaan......

long chap moga ga bosennnnnnnn  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]
« Last Edit: December 06, 2012, 10:53:08 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #229 on: January 22, 2011, 08:59:45 am »
thanks buat updateannya dear,,,
gw agak khawatir nih. minho ngajak hyesun nikah gara2 pingin balas dendam ke lady park kan [what] gw senang sih, tapi ... ya, mudah2an kenyataan ini tak menyakiti hyesun setelah diketahuinya nanti [heh] [heh] hal ini bakal jadi masalah besar [sweat] [sweat]

ttg lady park and daniel, no comment. mian, lebih fokus ke scenenya minsun wlp (gw baca semuanya loh [biggrin] [biggrin] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #230 on: January 22, 2011, 09:07:33 am »
Yeah... Mino kepikiran trs ama hye sun ampe nyusulin ke kampusnya eh pake acara nyulik segala,ckckkk. Jgnkan hye sun merinding dkt2 Cassanova,gw aja sbg reader lbh merindng ..berasa gw yg lg dipeyuk2 mino,hmph hmph. Aih bang mino py rencana apa ampe nekat ngelamar hye sun? Bls dendam ke Lady Park kah? Ato rencn bikin Daniel makin syok??? Sist,thanx da diupdate,boleh lanjooot ga?,hehe


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #231 on: January 22, 2011, 09:25:10 am »
sista hyesun gak bakal bosen kok ama long chap malah demen btw chap sekarang kayakna lebih pendek dari biasanya ya [chin]

Weizz sesuju ama shanty onn aku aja bacanya ampe dag dig dug + gregetan ama sikap minho --- [bav] [bav]
Ntu minho ada udang dibalik bakwan ya ngelamar goo hye sun [chin]

Sistaaaa updatenya jangan lama lama yaaa xixixi *di hammer2 hammer2 gw*

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #232 on: January 22, 2011, 09:28:26 am »
Thankyu sist dah update..
Mmg bener2 dah..lp ma mino bikin kesel aja..
Bikin rusak hubungan orang aja..
Lp licik banget ya, mninggalkan mino dulu hnya krn sbuah kslhpahaman..n sekarang dia kmbali dgn mngajak mino balikan sementara dy udah punya suami..ckck,,gerem bgt..
Trs apalg mksud si mino ngajak hs nikah??bersangkutan dgn lp kah??oy, prtnyaan dr lp blm dijawab mino..
Kyknya uda ada ketertarikan nih di hati si cassanova..??

Update lg sist,,
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #233 on: January 22, 2011, 09:28:50 am »
Thankyu sist dah update..
Mmg bener2 dah..lp ma mino bikin kesel aja..
Bikin rusak hubungan orang aja..
Lp licik banget ya, mninggalkan mino dulu hnya krn sbuah kslhpahaman..n sekarang dia kmbali dgn mngajak mino balikan sementara dy udah punya suami..ckck,,gerem bgt..
Trs apalg mksud si mino ngajak hs nikah??bersangkutan dgn lp kah??oy, prtnyaan dr lp blm dijawab mino..
Kyknya uda ada ketertarikan nih di hati si cassanova..??

Update lg sist,,
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #234 on: January 22, 2011, 09:37:31 am »
ya......sista2  sama2 thanks udah baca  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


minho secara emang ada rasa  dendam yang besar ama LP .....tapi ga sadar sih minho sebenernya apa yang hatinya betul2 inginkan  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



kalau sakit hatiii bisa ngelakuin apapun  [AddEmoticons04276] [AddEmoticons04276] .....but bisa  diliat pada chap2 selanjutnya



dendam atau cinta Sang cassanova sih..... yang lebih penting  [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269] [AddEmoticons04269]
« Last Edit: January 22, 2011, 09:39:08 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #235 on: January 22, 2011, 09:47:16 am »
 [head break] [head break] [head break]
ni pasti akal-akalan min ho buat nyakitin si Lembaga permasyarakatan  [rofl] [rofl]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #236 on: January 22, 2011, 09:47:59 am »
thanxx sist dah update long chap???

si minho kok tiba" ngajak nikah y?apa mo bikin kesepakatan ma hye sun buat bales dendam k lady park????
kira" gmn caranya minho bisa ngeyakinin hye sun g y buat nikah ma dia????
makanya sisy d upadate lagi lanjutannya (reader g tau diri)hmphmhphm

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #237 on: January 22, 2011, 09:53:04 am »
hyesun, ya cintanya si cassanova lebih penting dong dr dendamnya. kan judulnya cassanova's love [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #238 on: January 22, 2011, 09:53:57 am »
[head break] [head break] [head break]
ni pasti akal-akalan min ho buat nyakitin si Lembaga permasyarakatan  [rofl] [rofl]



 [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]

iya....LEMBAGA PERMASYARAKATAN



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #239 on: January 22, 2011, 09:56:56 am »
thanxx sist dah update long chap???

si minho kok tiba" ngajak nikah y?apa mo bikin kesepakatan ma hye sun buat bales dendam k lady park????
kira" gmn caranya minho bisa ngeyakinin hye sun g y buat nikah ma dia????
makanya sisy d upadate lagi lanjutannya (reader g tau diri)hmphmhphm




cara meyakinin  ???? [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]


lebih tepatnya melalui ANCAMAN sist..... bisa diliat di chap 6 dah cara minho.... gimana  [smiley-dance013]


tapi....ini cara  yang ga patut untuk ditiru  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]