Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 99323 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #300 on: January 27, 2011, 07:47:50 am »

emang namanya sama ya......????? [sweat] [sweat] [sweat] [sweat]
namanya sama aku harap pemainnya beda  [biggrin] [biggrin]
soalnya blm pastiin yang mana meranin karakter ini??? pilihin dong  [biggrin] [biggrin] [biggrin]
Jung Il Wo ? jangan dunkz hehhehe, bener kata Loph ke inget ma FSTP [hmpfh]
gw ada alternatif pilihan sist Hyee [hmpfh]
my dear leader from Cn Blue (Jung Yong Hwa) [huglove]
ini ajaa yaa.. yaa ... //maksa.com [hmpfh]
biar kpanasen tuwsi casaminong [hmpfh]




sist free....kalo liat leadernya Cn Blue jadi keinget Ji Hoo... [hmpfh] abis mirip...11,12 lah sist... [biggrin]











setuju................... punk punk punk punk

tapi...kalau aku cakepan si jihooooo [hmff] [hmff] [hmff] [lovestruck] [lovestruck]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 5 ( 22 Januari 2011)
« Reply #301 on: January 27, 2011, 08:11:35 am »
mian ya............kalau ceritanya rada2 mudeng ....... [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254]




CHAPTER 6


Hye sun duduk terpaku disudut koridor rumah sakit. Kakinya terasa gemetar, karena kejadian yang dialaminya hari ini. Beberapa jam bersama sang cassanova, membuatnya terus berfikir….mengapa ia harus terlibat dengan semua ini. Kemudian gadis itu perlahan berdiri dari duduknya, ia coba melangkahkan kakinya meski terasa berat.

Hye sun perlahan melangkahkan kakinya  menuju ruangan tempat Daniel dirawat. Saat ia coba akan masuk kedalam ruangan, ia melihat Daniel sedang bersama isterinya, Park si yeon.  Terlihat jelas rona kebahagian diwajah lelaki itu, Daniel  duduk disofa yang ada di samping tempat tidurnya sambil merangkul mesra park si yeon. Hye sun bisa melihat dengan jelas bahwa Daniel sangat memuja dan mencintai wanita itu.

Hye sun tersenyum kecil, meski di dalam hatinya ia merasakan begitu banyak kesedihan karena kehilangan, kehilangan akan cinta Daniel, kepercayaan Daniel padanya…..

“oppa….kau begitu bahagia….aku…selalu…ingin kau bahagia…” Bisik hye sun dalam hati.
Perlahan hye sun menutup pelan pintu kamar rumah sakit. Dan melangkahkan kakinya perlahan menjauhi ruangan itu.





FLASHBACK




“maukah kau menikah denganku, Nn.Goo” minho mengulang kalimat itu lagi, dengan suaranya yang lembut….

Hye sun terdiam, tapi hanya satu kata yang ada diotaknya saat ini,….

“tidak!!!” hye sun mendorong kuat tubuh minho hingga tubuh lelaki itu terdorong  menjauhinya. Dan dengan cepat hye sun  berdiri dari duduknya. Ia merasa untuk sementara telah terlepas dari tatapan liar lelaki itu.

Minho tetap duduk disofa itu bak seorang penguasa, sambil tersenyum menyeringai…

“wow…..wanita pertama yang menolakku …kau…benar- benar sangat menarik Nn.Goo” tukas minho
 
Hye sun terlihat semakin geram atas tingkah lelaki itu padanya.

“ aku ingin pulang, Tuan lee!!!” jerit hye sun
Hye sun dengan cepat menghampiri pintu yang terkunci itu, …. Sambil mencoba  menahan tangisnya….
“buka…buka pintu ini!” gadis itu berusaha dengan keras membuka pintu ruangan itu.

Minho tetap duduk dengan tenang sambil tersenyum dingin ….sekali lagi ia menikmati rasa takut pada diri gadis itu….
“aku…ingin kau menikah denganku Nn. Goo ?” kali ini suara nya terdengar dingin
“keinginan bagiku….dan keharusan bagimu….” Tukas minho lagi.

Hye sun terdiam mendengar kata- kata itu… ia mengalihkan pandangannya pada minho, yang masih duduk dengan  “wajah penguasanya”…

“apa…anda gila…Tuan Lee? menikah? Jangan berharap aku akan menikah dengan pria gila sepertimu, pria yang membuat kakakku terbaring dirumah sakit!!!” jerit hye sun

Minho tersenyum lagi kemudian perlahan menghampiri hye sun yang berdiri dipintu, ia menatap wajah gadis yang kini berdiri menatapnya dengan pandangan penuh kebencian, minho bisa merasakannya… dengan jelas.

“ huh….. kurasa kali ini …..jika kau menolak menikah denganku,… mungkin kau akan melihat kakakmu terbaring didalam sebuah peti mati”

Hye sun yang telah lama menahan amarahnya, tidak kuasa  menahan amarah itu lagi saat mendengar kalimat terakhir dari cassanova …. tiba- tiba dengan keberanian hye sun  mencoba melayangkan tangannya kewajah tampan sang cassanova. Berharap, ia bisa membalas perlakuan dan ucapan kasar lelaki itu padanya.

Tapi…dengan cepat pula minho dapat menangkis tangan gadis itu. Ia menggenggam erat tangan hye sun yang hampir memukulnya…
“tangan indah ini….bukan digunakan untuk memukul wajahku nona…..melainkan sebaliknya…
Minho menarik tubuh hye sun….. untuk kesekian kalinya hye sun kini berada dalam dekapannya.
“mungkin….. kau bisa  gunakan untuk membelai wajahku……bukankah itu lebih baik ?

“lepaskan…lepaskan aku!!!! Hye sun meronta berusaha melepaskan dirinya dari minho. Ia mendorong dan memukul dada minho sekuat tenaganya, tapi usaha itu sia- sia…..minho mendorong tubuh mungilnya ke atas sofa….diikuti tubuhnya bersama dengan dekapannya yang erat…minho menarik tangan hye sun keatas, dan menggenggam erat tangan itu…..

Hye sun merasa. Kini tubuh pria itu berada diatas tubuhnya….ia bisa merasakan detak jantung minho yang berdetak dengan cepat, begitu pula sebaliknya…hye sun juga bisa merasakan nafas minho yang memburu…. Disetiap pori wajahnya… nafasnya kini…terasa sesak.

“ kau pikir…kau bisa melakukan hal ini padaku nona..? tukas minho dingin dengan pandangan matanya yang tajam. Hye sun semakin ketakutan karena perlakuan kasar sang cassanova. Ia menangis…..ia ketakutan…..

“lepaskan aku….aku mohon….”suara hye sun terdengar  pelan dan memelas pada lelaki yang kini berada diatas tubuhnya. Menguasainya……dan dapat melakukan hal apapun padanya…..

Ia menikmati ketakutan gadis itu…..setiap tetes air matanya…..kemudian minho tertawa lepas…

 “kau fikir…..kau adalah wanita yang aku inginkan?” minho tersenyum
“tapi….sayang sekali…..you’re not my type…hye sun_ssi” minho membisikkan kalimat terakhir, jelas ditelinga gadis itu…

lalu perlahan lelaki itu beranjak dari tubuh hye sun dan merapikan pakaiannya, hye sun merasa dadanya terasa semakin sesak, ia merasa takut bahwa minho akan melakukan sesuatu yang jahat padanya.

minho menatap wajah hye sun dengan pandangan tajam….dan kembali duduk seperti posisi semula. Begitu juga dengan hye sun, perlahan bangkit ….sambil menyeka air matanya.

“aku…ingin menikah denganmu…bukan berarti…aku menginginkanmu” tukas minho dingin

Hye sun duduk terpaku sambil menundukkan wajahnya, ia duduk disamping minho….air matanya masih mengalir….

“aku tidak ingin mengatakan alasan mengapa….aku menginginkan kau menikah denganku nona Goo”
Tukas minho lagi

“dan aku…ingin kau menjawab YA” balasnya lagi. Kali ini kata katanya sangat menekan dan terdengar memaksa.

Hye sun memandang minho dengan tatapan kebencian, ia hanya berfikir bahwa ia bukan wanita waras jika mau menerima lamaran lelaki itu.

“aku hanya menjawab satu kata atas permintaanmu itu tuan Lee. TIDAK!” tegas hye sun, dengan suara paraunya.

Minho tersenyum…..ia merasa penolakan hye sun membuatnya semakin menginginkan gadis itu, ….

 “aku…akan memberikan waktu untukmu…sampai dengan malam ini”

Hye sun menyeka air matanya lagi….ia menatap wajah minho dengan heran…
“apa yang ada dipikiran lelaki ini” bisik hye sun dalam hati.

“aku…ingin kau menemui ku dihotel Rivieria, malam ini Nn. Goo….. aku butuh jawaban yang benar- benar meyakinkanku….” minho membalas tatapan lemah gadis yang ada disampingnya…

Hye sun menatap minho dengan beribu pertanyaan dipikirannya, namun ia telah yakin atas jawaban yang akan diberikannya pada sang cassanova

“aku….tidak akan pernah menikah denganmu!!!!, apa kau tidak dengar??!” tukas hye sun dengan suara paraunya lagi.

“ya….untuk saat ini mungkin….itu jawabanmu, tapi….aku tidak yakin jawaban ini akan bertahan lama, kau harus datang … pukul 8 malam ini”

Hye sun menatap wajah minho
“bagaimana kalau aku…tidak datang?!!”

“bukankah aku sudah bilang….kau…akan menyesal seumur hidupmu, percayalah…dan mungkin….kau akan berterimakasih atas apa yang  kulakukan ini !!!” tukas minho dengan suaranya yang menekan.

Hye sun merasa bahwa lelaki ini benar- benar gila, namun, hye sun hanya bisa diam. Ia merasa tidak perlu takut akan gertakan lelaki gila itu. Hye sun hanya ingin mengikuti permainan  minho untuk saat ini, asalkan ia bisa pulang dengan selamat.

Minho berdiri dari duduknya, kemudian mengambil kunci yang ada disakunya…dan…perlahan… membuka pintu ruangan itu.

“apapun jawabanmu…YA atau TIDAK, aku akan terima…tapi….jawaban itu kau berikan setelah… kedatanganmu malam ini” tukas minho sambil tersenyum dingin



END FLASH BACK





PUKUL 7.00 RUMAH SAKIT SEOUL




Hye sun perlahan masuk keruangan rawat  Daniel. Ia melihat Daniel sedang terbaring di tempat tidurnya
“apakah, oppa sedang tidur???” bisik hye sun dalam hati.

Perlahan ia langkahkan kakinya berjalan mendekati Daniel, yang tertidur. Terlihat tidak ada seorangpun, yang ada dikamar itu. Hye sun tersenyum saat melihat wajah kakak yang sangat disayanginya. Perlahan, hye sun membelai rambut kakaknya…..

“o…oppa?” hye sun mencoba menyapa Daniel. Namun, sepertinya Daniel benar- benar pulas dalam tidurnya. Hye sun tersenyum….

“mungkin….pengaruh obat”bisik hye sun dalam hati.
Kemudian perlahan hye sun duduk dikursi kecil, yang berada disisi ranjang tempat Daniel saat ini tertidur.

“oppa…besok…kau akan pulang kerumah…..aku…tidak sabar menunggu hari esok” hye sun berkata pada Daniel, dengan suara yang lembut.

“aku….akan membuatkan makanan favorit untukmu…..oppa…” tukasnya lagi

“jika…kau pulang….aku berharap kau akan tersenyum lagi untukku….dan memanggilku PRINCESS, aku rindu kata- kata itu oppa…..

Gadis itu diam sejenak …namun tanpa sadar Hye sun perlahan  meneteskan ar matanya…. Kemudian…. dengan segera pula ia menyeka air mata itu.

Hye sun melihat jam, yang tergantung didinding ruangan itu.

Ia kembali teringat kata- kata minho padanya sebelum ia turun dari mobil lelaki itu.

“  pikirkan apa yang kukatakan tadi…..hotel rivieria, malam ini…..jangan terlambat”

Hye sun menggeleng- gelengkan kepalanya.
“tidak” bisiknya dalam hati.
“aku…tidak akan datang…..”


Hye sun menghela nafasnya perlahan. Kemudian ia menatap wajah Daniel lagi. Hampir dua puluh menit, ia termangu sendirian, namun tidak pernah melepaskan tatapannya pada Daniel…

Tidak lama kemudian, terdengar pintu kamar terbuka….. seorang wanita separuh baya masuk kedalam ruangan rawat itu.

“bibi chan?” tukas hye sun sambil tersenyum
“nona hye….ternyata anda disini” Wanita separuh baya itu membalas senyuman hye sun.

“kenapa bibi datang kemari.....?” Tanya hye sun heran.

“Nyonya…meminta  saya menjaga tuan, nona….”

Hye sun merasa heran akan kedatangan pelayan itu. Biasanya Lady Park, yang hanya ingin menjaga Daniel. Ia tidak mengizinkan siapapun menjaga suaminya termasuk hye sun, dengan alasan ia tidak ingin Daniel kekurangan suatu apapun. Dan park si yeon merasa, hanya dia yang bisa merawat Daniel dengan lebih baik.

“apa….Lady park tidak akan datang menjaga oppa malam ini? Tanya hye sun.
“tidak….nyonya akan datang, setelah ia menyelesaikan beberapa urusannya” tukas bibi chan
“urusan….?” Tanya hye sun
“ya…benar nona” balas bibi chan.

Hye sun menghela nafasnya, dan menyuruh bibi chan untuk duduk. Ia merasa senang akan berita yang dibawa pelayan itu. Paling tidak, ia bisa menjaga Daniel malam ini meski hanya sebentar, tanpa kehadiran Park si yeon.

“nyonya Park  bilang…tuan akan pulang besok?” Tanya bibi chan
“ya….oppa akan pulang besok….aku….sangat bahagia bibi….” jawab hye sun sambil menatap wajah Daniel, dengan senyumannya.
“begitu juga saya,,,nona,,,,dengan pulangnya tuan….akan membuat rumah kembali ramai seperti dulu” pelayan itu tersenyum
“ne….” hye sun menjawab pendek.

Hye sun kembali menatap jam dinding itu, kali ini jam itu menunjukkan pukul 7.30. entah kenapa…ia merasa bingung…dan takut


“ huh….. kurasa kali ini …..jika kau menolak menikah denganku,….kau mungkin akan melihat kakakmu terbaring didalam sebuah peti mati”
“kau…akan menyesal seumur hidupmu, percayalah!!!”


Hye sun masih teringat jelas kata- kata ancaman lelaki itu padanya. Hye sun takut akan terjadi sesuatu pada Daniel, Kakaknya jika ia tidak datang. Tapi….jika ia datang, mungkin lelaki itu juga akan melakukan hal buruk padanya!!.


Tapi….saat ia teringat kata- kata akhir Cassanova….ia kembali terpuruk dalam sebuah dilema…

“apapun jawabanmu…YA atau TIDAK, aku akan terima…tapi….jawaban itu kau berikan setelah… kedatanganmu malam ini”

“apa…maksud semua ini…?”
bisik hye sun dalam hati.

Hye sun  menatap wajah Daniel sekali lagi. Ia merasa tidak harus mengikuti kata- kata dari lelaki yang dianggapnya gila itu. Hye sun tidak ingin melakukan kesalahan kedua, ia tidak ingin mengecewakan Daniel kakaknya.

“tapi….jika aku tidak datang, maka aku kan menyesal….mungkinkah?” bisiknya dalam hati
“lee min ho, pria gila….dia bisa melakukan apapun!!!”

Hye sun berdiri dari duduknya…

“bibi…chan…aku…akan keluar sebentar, hanya sebentar. Jaga Oppa dengan baik” tukas hye sun pada bibi chan.

“anda..mau kemana nona…ini sudah malam…”

Bibi chan terlihat cemas. Ia berat membiarkan hye sun pergi pada malam hari, tidak biasanya gadis yang telah dibesarkannya itu, pergi saat malam hari dan sendirian!

“aku…aku …hanya sebentar bibi….”

Hye sun mengambil mantel dan tasnya. Ia menatap jam dinding itu lagi. Kemudian membuka pintu kamar itu perlahan, dan berlari ….hingga ia sampai pada halaman depan Rumah sakit. Langkah kakinya sangat cepat, nafasnya memburu…..





Hye sun menghentikan taxi yang lewat. Dan segera  menaiki taxi itu. Ia berharap tidak akan terlambat. Hye sun terlihat begitu gugup, namun ia tidak akan memperdulikan dirinya lagi. Ia hanya peduli pada Daniel.


Hye sun tidak mengerti akan maksud dari lelaki itu. Namun, mungkin ia harus datang dan tetap dengan pendirian teguhnya,,,tidak akan menerima lamaran dari sang cassanova.




-----------------------------









Taxi  berhenti tepat didepan hotel mewah itu, RIVIERIA. Jantung hye sun semakin berdetak dengan kencang, ketakutan masih menghiasi wajah cantiknya. Hye sun menghela nafasnya dan menghentikan langkahnya sesaat, membiarkan jantung dan nafasnya bekerja dengan normal lagi.
Perlahan ia melangkahkan kakinya memasuki hotel mewah itu….namun, ia merasa bingung kemana dan dimana dia harus menemui lee min ho. Tapi, tiba- tiba seorang lelaki berbadan tegap dan besar, menghampirinya….

“apakah….anda Nn.Goo Hye sun?” Tanya lelaki itu dengan tegas
“i…iya” tukas hye sun dengan suaranya yang gugup.
“ikuti…saya nona…Mr. Lee telah lama menunggu anda.” Tukas lelaki itu.

Hye sun merasa jantungnya akan meledak saat itu juga, kakinya gemetar hebat. Rasanya….sangat sulit untuk melangkah. Namun, ia mencoba menghilangkan rasa ketakutan itu. Perlahan ia mengikuti lelaki yang kini dihadapannya.

“sepertinya…semua telah direncanakannya dengan baik” bisik hye sun dalam hati

Mereka berdua  menaiki lift……………… sampai lift itu terhenti dilantai 10……….dan pintu lift terbuka…

“silahkan nona….” Tukas lelaki itu, mempersilahkan hye sun keluar terlebih dahulu dari lift.

“ tidak akan terjadi apa- apa……tidak…..” jerit  hye sun dalam hati.



------------------------------------------


Minho duduk disebuah ruangan atau tepatnya kamar mewah hotel itu. Ia membuka jendela ruangan kamar , lalu perlahan merasakan udara dingin, saat jendela itu terbuka.  Matanya terpejam, seolah menikmati malam itu.

Tiba- tiba terdengar suara dari pintu kamar…..yang dibuka…

Seorang lelaki bertubuh tegap diikuti gadis yang bertubuh kecil dibelakangnya..
“nona…Goo telah datang tuan” tukas lelaki itu.
Minho menoleh sesaat namun tetap dengan tubuhnya mengarah pada jendela ruangan kamar hotel..
“terima kasih…kau boleh pergi” tukas minho pada lelaki itu. sambil tetap menikmati udara yang berhembus dari jendela kamar.

Lelaki itu bergegas keluar dari ruangan dan menutup pintu, perlahan. Hye sun mengamati suasana ruangan tempatnya berdiri saat ini, ia kini berada dalam sebuah kamar dengan ukuran ranjang besar, serta suasana lampu yang remang….bersama dengan sang cassanova. Pikiran buruk segera terlintas dibenaknya. Tapi, ia coba menepis semua itu.

Minho perlahan menutup jendela kamar , kemudian mengalihkan pandangannya pada sesosok gadis yang berdiri dengan wajah ketakutannya!

“aku…tahu …kau akan datang Nn. Goo” tukas minho sambil menyunggingkan senyum kecil bibirnya

“duduklah..” minho mempersilahkan hye sun duduk, disebuah sofa besar yang ada dikamar itu.

“tidak perlu Mr. Lee….aku hanya sebentar, bukankah … aku hanya tinggal menjawab permintaanmu, ketika aku datang?” tukas hye sun dengan suara tegas.

“dan….jawabanku tetap TIDAK!” hye sun sengaja menekankan suaranya.

Minho tersenyum, sambil menaikkan alisnya.

“aku…belum membutuhkan jawabanmu saat ini, Hye sun….boleh aku panggil namamu, huh?”

Perlahan minho duduk disofa, kembali dengan wajah penguasanya menatap gadis yang terus berdiri, seolah- olah tidak ingin menjauhi pintu keluar ruangan kamar hotel tersebut.

“kemari duduklah…bersamaku” tukas minho dengan suara lembut serta senyuman nakalnya.

“apa yang kau…inginkan dariku tuan lee….?

“KAU” jawab minho pendek.

Hye sun tersenyum dingin, lalu memandang wajah minho dengan penuh kebencian.
“mengapa…mengapa kau lakukan ini padaku?!
“entahlah…mungkin…karena kau menolakku….sehingga penolakan itu semakin membuatku menyukai  dan semakin menginginkanmu… atau mungkin…karena…  kau mengetahui hubungan ku dengan Park si yeon…”jawab minho dengan suaranya yang terdengar tanpa beban.


Hye sun menatap wajah lelaki itu lagi, …


“kau…tidak perlu khawatir….kakakku tidak akan tahu akan hubungan kalian, bukankah…aku telah menanggung semuanya tuan lee….paling tidak kehormatanmu terjaga dari aib, bahwa kau sebenarnya merupakan seorang lelaki penggoda isteri orang lain tuan lee!!!”

Suara hye sun terdengar parau dan gemetar. Ia merasa karena kesalahan mereka, ia harus menanggung beban dalam hidupnya, yang belum pernah ia bayangkan sekalipun.
Minho tersenyum kecil mendengar kalimat yang keluar dari bibir gadis yang ada dihadapannya.  Minho memandang wajah hye sun dengan pandangannya, ia bisa melihat gadis itu masih terlihat cantik meski tanpa riasan diwajahnya. Dengan mantel yang berwarna merah membuat kulit hye sun semakin putih, dan dengan rambut yang diikat sederhana, membuat ia berbeda dengan gadis- gadis yang pernah dikencaninya, yang terlihat anggun dan mempesona.

“menurutku,,,,kau belum “menanggung” semuanya Nn.Goo” tukas minho, sambil terus memandangi wajah hye sun.

“apa… maksud anda tuan lee?”
“kau….akan mengerti setelah kau melihat semuanya Nn.Goo” tukas minho lagi.

Perlahan ia berdiri dari duduknya, dan melangkah kearah hye sun.…mendekati gadis yang berdiri masih  dengan raut wajah “ketakutannya”.

“a….apa yang akan kau lakukan ?”

Hye sun memundurkan langkah kakinya, dan dengan cepat ia mencoba meraih gagang pintu agar dengan segera dapat keluar dari ruangan itu. Tapi, lagi- lagi….minho mampu “mengatasinya”.
Meraih lengan gadis itu,menggenggamnya dengan erat dan membiarkan tubuh mungilnya jatuh kedalam pelukandan dekapannya lagi.  

“entah ….sudah berapa kali aku memelukmu seperti ini, bahkan setiap kali kita bertemu…” tukas minho sambil tersenyum nakal.
“namun….kita belum pada pertunjukan puncaknya Nn. Goo….jadi….aku tidak mengizinkan anda untuk pergi” tukas minho lagi kali ini  suaranya terdengar parau.


Hye sun memandang wajah minho, kali ini tubuhnya kembali pada dekapan lelaki yang sangat dibencinya itu. Merasakan nafasnya, detakan jantungnya…..Begitu juga dengan minho, entah mengapa ia sangat menyukai moment- moment saat memeluk tubuh mungil hye sun meski terkadang hanya sesaat, merasakan parfum lembut dari tubuhnya, yang terkadang membuat ia menginginkan gadis itu. Memandang bola mata indahnya….dan….bibirnya….bibir nya yang merah.

Hye sun hanya diam, kali ini dia sama sekali tidak berontak, ia hanya mampu memandang wajah cassanova dengan kebencian dan rasa muak. Percuma, hye sun merasa tidak akan bisa terlepas dari dekapan lelaki itu, meski dia ingin…. Sangat ingin…



Tiba- tiba ….terdengar suara handphone…berbunyi…..

Perlahan minho meraih handphone itu dari sakunya….namun, tetap membiarkan pelukan erat dan pandangannya pada hye sun,
“apa dia….sudah datang?”

“ya….tuan…..Ny.Park si yeon telah datang, saat ini….menunggu anda di cafe hotel” terdengar jelas suara seorang lelaki, yang saat ini berbicara dengan minho.

“ya….aku…akan segera turun” jawab minho dan menutup telpnya.



Hye sun kembali menatap wajah minho…. Kali ini ia merasa bahwa  mendengar sayup sebuah nama, nama yang begitu ia kenal.
“apa..aku tidak salah dengar…park si yeon….aku mendengar nama park si yeon…!!!” tukas hye sun.
“ya…Park si yeon, kakak iparmu…mengapa??”

Hye sun membelalakkan matanya karena terkejut saat mendengar nama Park si yeon. Entah apa yang dilakukan wanita itu disini. Hye sun tidak habis fikir, ternyata ini adalah “urusan” penting yang harus dikerjakan Lady park. Sehingga ia meninggalkan Daniel sendiri bersama pelayan….

“apa…maksud semua ini…” Tanya hye sun, dengan suaranya yang parau.

Minho hanya diam dan menatap wajah hye sun yang masih dalam genggamannya. Kemudian, tidak lama kemudian perlahan melepaskan tubuh hye sun….namun tetap berdiri dekat dengan gadis itu. Hanya berjarak beberapa centi…darinya….

“aku…ingin kau menjawab lamaranku, setelah melihat semua pertunjukkan  ini…”

“jika YA….maka aku akan menolak dirinya…..tapi jika kau menjawab TIDAK….maka aku akan menerimanya….”

“a…aku…tidak mengerti!!” jawab hye sun dengan suara paraunya.

“berikan handphone mu…nona” pinta minho

“untuk…apa…. aku sama sekali tidak mengerti!!!”

Minho tersenyum, seolah menikmati ketakutan gadis yang ada dihadapannya….
“ayo….berikan handphone mu padaku, biar semua dapat terselesaikan dengan cepat!”


Hye sun perlahan membuka tas kecil, yang masih tergantung melingkar ditubuhnya. Ia meraih handphone itu dengan tangannya yang gemetar, dan memberikan kepada minho dengan sedikit keraguan.


Minho meraih telp genggam dari tangan gadis itu. Dan…..terlihat menekan beberapa nomor……


“selesai!!!” minho tersenyum dan mengembalikan telp genggam itu kepada hye sun
“disana….terdapat nomor yang bisa kau hubungi….jika…kau ingin membuat keputusan….hubungilah aku dengan segera….hmmm” lelaki itu tersenyum

Hye sun meraih telpon genggamnya, matanya tetap terpaku menatap lelaki itu. Namun, minho tidak membalas pandangan itu.

 Perlahan tangannya Minho meraih gagang pintu, dan membukanya….namun sebelum ia melangkah…
“aku…ingin jawaban segera karena…aku benci bila harus menunggu lama  Nn. Goo”


Hye sun berdiri mematung, tubuhnya terasa lemas. ia merasa….akan terjadi hal buruk pada malam ini….





-------------------------------------






Lady park duduk di café bar yang berada di hotel RIVEIRIA, cafe hotel yang  berukuran besar dan luas. Tempat  itu tampak sepi, hanya ada beberapa pelayan, dan seorang pemain piano yang memainkan tuts- tuts  pianonya dengan indah.


“hmm…Beethoven” bisik lady park, saat mendengar suara piano itu …


Minho sengaja membiarkan tempat itu kosong, hanya ada dirinya, Park si yeon ….dan….tentu saja Goo hye sun!

Park si yeon mengenakan gaun biru yang indah, gaun itu hanya sebatas lututnya sehingga dapat terlihat jelas keindahan kakinya yang jenjang.  Ia menunggu sambil duduk, disebuah meja dengan dua kursi.


Tidak lama kemudian seorang pelayan membawakan sebotol Champagne padanya….
“maaf….saya tidak memesan ini, pelayan” tukas park si yeon pada pelayan yang membawa champagne tersebut
“ini…telah dipesan oleh tuan Lee minho Nyonya….” Balas pelayan itu.
“oh…benarkah ? terima kasih” balas Park si yeon
Pelayan itu menundukkan kepalanya, dan meninggalkan Park si yeon yang tersenyum sendiri…
“apakah…minho akan menerimaku lagi?” bisik Park si yeon sambil menatap champagne yang ada dihadapannya.

Kemudian lamunannya terhenti….terdengar suara yang tidak asing baginya….

“YOENA….maaf membuatmu menunggu terlalu lama…”

Park si yeon mengalihkan pandangannya. Ia melihat kini minho perlahan berjalan kearahnya. Minho terlihat semakin tampan dengan jas yang ia kenakan, jas berwarna hitam….yang membuatnya semakin terlihat  gagah.

Park si yeon bangkit dari duduknya, menyambut kekasih yang diimpikannya….rona kebahagian jelas terpancar dari wajah wanita itu. Belum lagi minho sampai kemejanya, park si yeon dengan cepat mendekap tubuh lelaki itu, dan….mencium bibirnya dengan lembut….perlahan….dan bergairah.

“apa yang dilakukan perempuan  itu…apa yang dilakukannya….tidakkah ia berfikir bahwa ia adalah seorang isteri, tidakkah ia juga berfikir tentang suaminya yang kini berada di rumah sakit….apa arti semua ini…..”

“Daniel Oppa….”


Untuk kedua kalinya gadis itu melihat “pengkhianatan” dari seorang  Park si yeon. Wanita yang begitu dicinta dan dipuja, Daniel kakaknya. Hye sun menggenggam erat dadanya….kakinya gemetar….ia tidak tahu apa yang kini harus ia lakukan…

Minho membiarkan ciuman park si yeon, lelaki itu sengaja memperlihatkannya pada hye sun yang berdiri dibalik pintu ruangan itu… akan menjadi pertimbangan awal, bagi hye sun untuk menerima lamarannya.


Lady park melepaskan ciumannya….dan tersenyum pada lelaki yang ada dihadapannya.

“tidak….tidak..apa..apa…sayang…” tukasnya lembut, sambil menyeka lipstick yang ada dibibir minho….

“kau..sangat tampan malam ini” bisik park si yeon

Kemudian wanita itu meraih tangan minho, dan menggandengnya menuju meja. Minho mempersilahkan park si yeon duduk terlebih dahulu, sambil menggeser kursinya.

Kini… mereka duduk berhadapan, park si yeon memandag wajah minho begitu pula sebaliknya. Namun, kali ini pandangan minho terlihat sangat dingin….pada wanita yang ada dihadapannya saat ini.

“kau yang merencanakan ini….champagne, music….dan tempat ini?”
Tukas park si yeon sambil tersenyum
“ne..” tukas minho pendek.


Park si yeon segera meraih tangan minho, Kemudian tersenyum…. Ia tidak pernah sadar hye sun kini mengamatinya…memandangnya dengan tatapan penuh kebencian.

“apa….kau telah…memaafkanku, minho?” Tanya Lady park lembut

Minho tersenyum…dan memandang wajah park si yeon dengan tatapan dingin….
“menurutmu…?” minho balas bertanya.

“ya….kau memaafkanku….” Terdengar suara Park si yeon penuh dengan rasa percaya diri.
“aku…akan meninggalkan Daniel, jika kau kembali…jika kau memaafkanku, minho….aku berjanji”

Kalimat itu membuat hye sun gemetar, ia merasa ingin keluar dari “persembunyiannya” dan memukul  wanita itu. Namun, ia coba untuk bertahan…..

“benarkah….tidakkah itu…terlalu jahat” tukas minho lagi

Lady park tersenyum tipis…..

“apa…yang tidak aku lakukan untukmu minho…..Daniel akan menjadi masa lalu bagiku….dan…kau masa depanku”
Minho mengerlingkan matanya, seolah- olah menunjukkan kekuasaannya pada hye sun…

Hye sun membayangkan wajah Daniel, senyumannya , dan cintanya pada park si yeon
“apa yang terjadi pada oppa jika,… Park si yeon meninggalkannya?” terlintas pikiran dibenaknya.

“jika…aku…menolak.., apa kau tetap akan mempertahankan Daniel? Tanya minho pada park si yeon.

lady park terdiam, Seolah- olah bingung harus berkata apa.

“ya….untuk sementara….aku akan bertahan bersamanya…tapi aku akan berusaha mendapatkan cintamu lagi, aku yakin….kau akan menjadi milikku….dengan kesendirian dan petualanganmu bersama mereka….tanpa seorang wanita nyata disisimu…bisa membuktikan…bahwa tempat itu hanya…untukku….hanya untukku..minho”

Minho terdiam, ia menghela nafasnya….

Dan hye sun yang berada dibalik ruangan itu kini mengerti…jelas mengerti apa yang diinginkan lelaki itu padanya….
Hye sun sadar jika ia menerima lamaran lee min ho, maka lee minho dengan mudah menolak Park si yeon dan…sebaliknya…jika ia menolak lamaran minho…maka minho akan membiarkan wanita itu kembali kesisinya.

Mungkin hal itu tidak akan menjadi urusan baginya…tapi…bagaimana dengan Daniel, kakaknya!!!! Apakah ia mampu menerima pengkhianatan isterinya….apakah jantungnya mampu!!!

“oh…tuhan…apa….apa…yang…harus…kulakukan…..aku…terjebak!!!....aku terjebak dalam permainan ini!!  lee minho..sengaja..melakukan hal…ini!!….aku ….mohon…bantu aku…”
“Oppa…..apa….apa…yang harus kulakukan….Oppa…!!”
jerit hye sun dalam hati.


“aku…menunggu jawabanmu…minho” tukas lady Park lembut.


Wanita itu begitu berharap….berharap bahwa minho akan memaafkannya….ia rela menebus kesalahannya 5 tahun lalu dengan mengorbankan rumah tangganya, yang baru terbina 5 bulan….


“bisakah…kau biarkan aku berfikir…sejenak?” Tanya minho pada Park si yeon

Lady park tersenyum manja…
“tentu…tentu sayang….aku akan menunggu…aku akan menjadi wanita yang baik disisimu”

Minho terdiam. Kemudian perlahan ia keluarkan telp genggam dari sakunya dan meletakkannya diatas meja. Minho sengaja melakukannya, sebagai suatu kalimat perintah untuk gadis yang saat ini bersembunyi sambil menangis “TIME IS OVER, HYE SUN_SSI”   [wacko] [wacko] [wacko]

Park si yeon, terlihat heran dengan tingkah lelaki itu. Namun,…ia mencoba tidak peduli. Saat ini yang terpenting adalah keputusan minho untuknya.

Berbeda dengan hye sun yang berdiri terpaku dibalik ruangan itu. Wajahnya pucat, jantungnya berdegub engan kencang….ia merasa bimbang, kebimbangan yang besar….tenggorokannya terasa begitu…..pekat…

“dia …menunggu jawabanku” lirih hye sun


Tapi…tiba- tiba terdengar suara keras dalam otaknya, inilah jalan yang harus dipilihnya…menikahi SANG CASSANOVA!!!
Mungkin mengerikan, juga sangat memalukan, menikah dengan pria yang hanya ingin membalas sakit hati terhadap kakak iparnya, pria yang tidak menginginkannya….dan seorang pria yang ia anggap begitu rendah!
Tetapi hye sun merasa semuanya akan menjadi baik, jika ia menikahi lee min ho. Park si yeon tidak akan meninggalkan Daniel, meski ia tahu itu hanya sementara, tapi…hye sun merasa itu akan lebih baik untuk kakaknya saat ini.

Hye sun juga merasa, ini waktunya terbebas dari Park si Yeon, yang selama lima bulan ini terus mengganggu dan menyakitinya….jika ia bersedia menikahi minho, bukankah hal itu akan menjadi luka yang dalam bagi Park si yeon… dan…hye sun sadar, secara tidak langsung ia bisa membalas sakit hatinya,…

Hye sun sadar mungkin kehidupannya akan lebih mengerikan setelah ini….tapi…untuk Daniel…ia akan lakukan…untuk kakak yang sangat dicintainya didunia ini…. Ia akan menikahi lee  min ho….agar wanita  itu jauh dari Lee min ho….meski ia sadar ia pun akan  menjadi jauh….bahkan lebih jauh….dari cinta dan kepercayaan Daniel…

Hye sun meneteskan air matanya…

“Oppa….mianhe,,,Oppa”





Minho menghela nafasnya…dan tersenyum pada park si yeon, senyuman dinginnya….ia merasa ragu telah  memilih jalan ini….

“apakah gadis itu….tidak terpengaruh akan kejadian ini?” bisik minho dalam hati.

Minho terus memandang telp genggamnya yang ada dimeja itu….

Beberapa saat kemudian. Ia  memanggil pelayan untuk membuka Champagne….yang ada dimeja…
“ sebelumnya…mari kita bersulang…..” pinta minho pada Lady park.

Park si yeon tersenyum, ia tahu tidak mudah bagi seorang lee min ho memaafkannya, tapi…ia yakin lelaki itu akan memberikan kata maaf itu padanya…

Minho meneguk perlahan champagnenya….

Kemudian  meletakkan gelasnya, diikuti Park si yeon…

“baiklah….aku akan menjawab….semua keinginanmu dan permintaanmu padaku,Yoena” tukas minho dengan suara lembutnya.

Minho menatap mata park si yeon dengan dalam….. dan….


BIP…..BIP…..



Handphonenya berbunyi….minho tersenyum saat melihat nomor yang tertera dilayar handphonenya, kali ini senyuman yang berbeda…senyuman kemenangan….!!!

“ya….bagaimana?” Tanya minho pada hye sun sambil tersenyum …

Lady park menatap minho dengan heran….dan mencoba menerka..siapa orang yang sedang berbicara pada minho  saat ini.
“Ya….A…KU BER…SE…DIA….AKU BERSEDIA Mr. Lee…..” suara hye sun terdengar parau.

Minho bisa merasakan gadis itu kini menangis, menangis hingga mengeluarkan suara sesegukan dari bibirnya.

Minho menutup telp itu, dan kembali menatap wajah Park si yeon sambil tersenyum…

“aku hargai kedatanganmu….tapi….mianhe….Ny.Goo…aku…tidak dapat memaafkanmu….aku tidak bisa!!!”tukas minho.

“a…apa maksudmu…minho??” Tanya lady park.

Saat ini terlihat jelas kekecewaan yang luar biasa pada diri wanita itu, hatinya hancur berkeping- keping…..
“mana..mungkin…aku memaafkan wanita yang telah mengkhianatiku dengan mudah” tukas minho dingin
“kau….kau sengaja melakukan ini?” Tanya lady park

“pergilah park si yeon….kembalilah pada suamimu…” balas minho
Park si yeon segera berdiri dari duduknya,
“kau masih mencintaiku bukan….kau masih mencintaiku minho!!” jeritnya

“tidak!!! Aku hanya ingin….membuatmu berharap…..dan…dengan mudah aku bisa menyakiti mu PARK SI YEON…sejarah kembali terulang bukan???….” tukas minho sinis.

Park si yeon terdiam, sambil menatap minho, yang duduk dikursinya. Minho menatap wajah wanita itu, dengan senyum kemenangan. Betapa bahagia dirinya, saat bisa menyakiti Park si yeon, wanita yang sesungguhnya masih ia cintai.

“kali ini mungkin…kau menolakku LEE MIN HO…tapi….aku sudah bilang…aku akan berusaha minho…aku pasti akan mendapatkanmu lagi….aku bersumpah….!”

Lady park segera melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, hye sun dengan segera bersembunyi, mencoba agar tidak terlihat. Hye sun bisa melihat kemarahan diwajah wanita itu, dan entah mengapa ia merasa bahagia, telah berhasil menyakiti Park si yeon meski tidak secara langsung.

Hye sun menatap park si yeon dengan tatapannya yang tajam, marah dan penuh dengan kebencian….sampai wanita itu hilang dan berlalu dari pandangannya…..

Karena hanya terpaku memandang park si Yeon, ia tidak sadar…minho kini berada dibelakangnya…
“aku tahu…..kau pasti merubah, pikiranmu” minho membisikkan suaranya dengan lembut, ditelinga gadis itu….
Hye sun terkejut dan membalikkan tubuhnya kemudian menatap minho dengan tajam, Dapat terlihat jelas  kebencian dan amarah diwajahnya…….


Tiba- tiba….


PLAAK!!!! Minho tidak dapat menolak….

Tamparan kuat, melayang diwajah tampan lelaki itu….

“aku…tidak pernah berfikir…kau selicik ini tuan lee!” jerit hye sun.

Minho menyentuh wajahnya, terasa perih …..namun, ia tetap tersenyum….senyuman tanpa rasa bersalah….
 Minho merasa wajar saat ini, menerima tamparan dari seorang gadis yang kini berada dalam posisi “terjepit” bahkan mungkin “mati”.

“apakah….ini yang dilakukan oleh seorang isteri pada suaminya?” Tanya minho tetap dengan suara lembut dan menggoda…

Minho dapat melihat jelas kemarahan gadis itu, matanya yang merah dan sembab karena menangis….suaranya yang terdengar parau….. dapat membuktikan semuanya…bahwa


LEE MIN HO telah memenangkan pertandingan ini…. punk punk


Hye sun tidak membalas kata- kata minho, ia hanya diam dan perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan lee min ho yang terus menatapnya. Hye sun mengepalkan tangannya, karena masih terasa perih…

“ kau mau kemana….hye?”

Kalimat itu membuat hye sun menghentikan langkahnya…

“kita….belum merencanakan kapan dan dimana pernikahan kita berlangsung” tukas minho
Hye sun diam, ia sadar bahwa lelaki itu kini sedang mempermainkannya, ….
“ aku….akan pulang,”
 
Minho tersenyum mendengar ucapan gadis itu, ia dapat mendengar suara lemah hye sun padanya.
“kalau begitu….aku akan mengantarmu”
“tidak perlu! Aku…bisa pulang sendiri” tukas hye sun dingin
Hye sun melangkahkan kakinya, namun…tetap diikuti sang cassanova dibelakangnya….hingga mereka sampai di lift, yang akan membawa mereka turun kelantai dasar…

DI DALAM LIFT


Hye sun menundukkan wajahnya, kali ini ia sadar…ia tidak mampu melakukan apa- apa lagi…. Semua telah terjadi. Ia akan mengikuti permainan sang cassanova….

“tapi…bagaimana caraku mengatakan hal ini pada Daniel Oppa?” bisik hye sun dalam hati

minho menatap gadis yang berada  disampingnya…..mereka berdua hanya diam….tanpa ada satu kalimatpun terucap…
9….8….7…..6…..5…..4…..3……2…..1….

Pintu lift terbuka….

Namun, sebelum hye sun melangkahkan kakinya keluar, minho meraih tangan gadis itu…dan menggenggamnya erat…..
Hye sun menatap minho, ia merasa bahwa lelaki itu kini menunjukkan kekuasaan atas dirinya.

Tanpa ragu minho melangkahkan kakinya, sambil menggenggam erat tangan hye sun. semua pegawai hotel seolah menatap mereka, hye sun menundukkan pandangannya. Genggaman erat itu, masih ia rasakan bahkan sampai mereka berada di depan hotel.

Sebuah mobil berhenti didepan mereka…..

“naiklah” tukas minho
Hye sun menatap wajah minho…
“aku bisa pulang sendiri!” balasnya
Minho tidak peduli akan ucapan gadis itu, ia seolah tidak mendengar…
“naiklah!!”

hye sun menarik tangannya, mencoba melepaskan genggaman sang cassanova
“aku tidak butuh pertolonganmu !”
Hye sun melangkahkan kakinya, meninggalkan hotel itu….meninggalkan lee minho, yang terus memandangnya seolah- olah merasa “tercampakkan” malam itu.

Gadis itu menghentikan sebuah taxi…

Namun, sebelum ia melangkah masuk, minho menariknya,,,menarik lengannya…..dan dengan cepat menangkap pinggal kecil hye sun ke dalam pelukannya

“sebelum pulang…..tidakkah…. sebaiknya kau berikan aku ciuman perpisahan?”

Belum sempat hye sun membalas kata- kata itu, minho memberikan sebuah ciuman pada  bibir hye sun…
Kali ini…ciuman itu berbeda saat ia mencium gadis itu dipesta, ciuman yang lembut…. hingga membuat tubuh hye sun bergetar….saat merasakannya…. Ciuman lembut yang dalam…. [huglove] [huglove] [huglove] [huglove]

Hye sun berusaha mendorong tubuh minho….namun….ia gagal…..ia tidak dapat melakukan apapun lagi…… hye sun menangis dalam ciuman lelaki itu….

Minho semakin menginginkannya……..dan entah kenapa….saat merasakan ciuman itu, hye sun merasakan sensasi yang aneh, ada ketakutan dan ada suatu hasrat “ingin”pada dirinya…..

Setelah Beberapa saat…..minho perlahan melepaskannya…… melepaskan bibir mungil gadis itu….

“sekarang….kau boleh pulang , sayang….”

Minho menyeka bibirnya…..kemudian perlahan melangkahkan kakinya….menjauhi hye sun yang berdiri mematung….dan kaku. Minho merasa….kini gadis itu sudah dalam kendalinya… sudah ada dalam genggamannya……..


“ini… semua….baru permulaan…” bisik minho dalam hati disertai senyum liciknya............



END CHAPTER

















Enjoyyyyyyyy ya.........mian kalo ga memuaskan  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]
« Last Edit: December 06, 2012, 11:01:13 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #302 on: January 27, 2011, 08:45:09 am »
minho ttp licik ya [what] wlp dia udah tertrk ama hyesun, dia belum menyadari kesukaannya itu kan? tp kok dia blg masih mencintai lady park hammer2 hammer2 thanks udah diupdate (sekrg balik berkutat kembali ama ff sendiri [hmpfh] [hmpfh] )

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #303 on: January 27, 2011, 08:48:19 am »
huaaaa,,,, [clap] [clap] senengnyaaa,,,,, big aplause,,,,
minho,,,apa maumu????? banghead banghead

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #304 on: January 27, 2011, 08:52:15 am »
Asyik da diupdate.komawo dear^^. Jd minho nikahn hye sun sbg bals dendam ke LP, ckckck. Awalnya si bls dendam tp ujung2nya dijamin dch si casanova kena batunya,cinta mati ama hye sun. Hye sun berkorban sekaligus bls dendm ni ke LP ,ga kebyg nasib hye sun kdpnnya. Reaksi daniel pas tau hye sun bakal married ama min ho ,bknnya makin kumat ye,hehe. Makin seru ni ceritanya,jd pgn buru2 pas nikahnya minsun,pasti heboh & dijamin tuh mantan2 cassanova bklan keciwa termasuk LP.


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #305 on: January 27, 2011, 08:58:49 am »
minho ttp licik ya [what] wlp dia udah tertrk ama hyesun, dia belum menyadari kesukaannya itu kan? tp kok dia blg masih mencintai lady park hammer2 hammer2 thanks udah diupdate (sekrg balik berkutat kembali ama ff sendiri [hmpfh] [hmpfh] )




ya....namanya aja Cassanova.....

but bisa diakui BELIAU,,,, maksudku si Cassanova belum melupakan Park si yeon seutuhnya...

inilah yang akan membuat A BIG TROUBLE  [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258]

thanks y mam udh baca  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


lanjutin tuh ff baru yang buat penasaran.........  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]



CASSANOVA jadi Gay   [biggrin] [biggrin] [biggrin] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] ga sabarrrr bacanya  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #306 on: January 27, 2011, 09:02:25 am »
no, gw mau nyelesaiin my little rainy fairy tales dulu [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #307 on: January 27, 2011, 09:04:02 am »
Asyik da diupdate.komawo dear^^. Jd minho nikahn hye sun sbg bals dendam ke LP, ckckck. Awalnya si bls dendam tp ujung2nya dijamin dch si casanova kena batunya,cinta mati ama hye sun. Hye sun berkorban sekaligus bls dendm ni ke LP ,ga kebyg nasib hye sun kdpnnya. Reaksi daniel pas tau hye sun bakal married ama min ho ,bknnya makin kumat ye,hehe. Makin seru ni ceritanya,jd pgn buru2 pas nikahnya minsun,pasti heboh & dijamin tuh mantan2 cassanova bklan keciwa termasuk LP.




reaksi daniel PASRAH AJA  [AddEmoticons04279] [AddEmoticons04279] [AddEmoticons04279] [AddEmoticons04279]


paling Daniel cuma bilang .............TAKDIR [AddEmoticons04263] [AddEmoticons04263] [AddEmoticons04263] [AddEmoticons04263]



mantan cassanova pada pake baju itemmmmmmm  [AddEmoticons04268] [AddEmoticons04268] [AddEmoticons04241] [AddEmoticons04241] [AddEmoticons04241] [AddEmoticons04241]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #308 on: January 27, 2011, 09:05:20 am »
no, gw mau nyelesaiin my little rainy fairy tales dulu [hmpfh] [hmpfh]




 [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #309 on: January 27, 2011, 09:12:03 am »
minong jahat banget ya'
ga bisa nyalahin minong juga klo dia msiy cinta ama si LP, secara dia pan cinta banget ma tuw LP [sweat]
gw mule bisa memahami suara hati sang casanaova *cailah* [hmpfh]
perasaan tersakiti orang yg di-cintai [cry]
but at least jalan bwat mreka berdua udah terbentang lebar (Hye Sun & Casaminong) [lovestruck] [lovestruck]
tinggal tunggu moment-2 -nya

eeyahhh...teuteup ga suka knapa tuw LP nyium2 Minong ihhhhhh banghead banghead
gomawo sist Hyee,hwaiting for next chap [hug]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #310 on: January 27, 2011, 09:12:36 am »
no, gw mau nyelesaiin my little rainy fairy tales dulu [hmpfh] [hmpfh]




 [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232]
kok keringatan [what] panas gara2 cassanova ya sis [on] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #311 on: January 27, 2011, 09:20:05 am »
Gumawo sist uda d update [flowers] 
 
hualah [cry]  jd bingung aq. Koq jd ribet bnget c mslah nya. . . Bnr" kau lady park, bikin ribet aja ><   
   
brdoa mudah"an jantung daniel bisa kuat [pray] 
 
d tunggu sist next chap nya. Jgn lama" loh. . . Hwaiting!!

Offline azri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 23
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #312 on: January 27, 2011, 09:22:01 am »
POOR HYESUN
tpi ini jd awal berubah'y kehidupan hyesun n masa depan'y.
Great Story Sist, smakin penasaran n smakin pgen cpet update lgi *reader gak tau diri haha

Gumawo Sistaaa buat updatean'y :D

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #313 on: January 27, 2011, 09:23:31 am »
minong jahat banget ya'
ga bisa nyalahin minong juga klo dia msiy cinta ama si LP, secara dia pan cinta banget ma tuw LP [sweat]
gw mule bisa memahami suara hati sang casanaova *cailah* [hmpfh]
perasaan tersakiti orang yg di-cintai [cry]
but at least jalan bwat mreka berdua udah terbentang lebar (Hye Sun & Casaminong) [lovestruck] [lovestruck]
tinggal tunggu moment-2 -nya

eeyahhh...teuteup ga suka knapa tuw LP nyium2 Minong ihhhhhh banghead banghead
gomawo sist Hyee,hwaiting for next chap [hug]



iya sist....................cinta emang terkadang kejammmmmmmm [AddEmoticons04241] [AddEmoticons04241] [AddEmoticons04241]


sebenernya minho tuh jadi cassanova gara- gara si LP........buat dia patah hati berkepanjangan.... [wacko] [wacko]



makasih udh ngertiin perasaan suara hati CASSANOVA  [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231]


lebayyyyy ya aku  [laughing] [laughing] [laughing]

thanks udh baca sist  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #314 on: January 27, 2011, 09:25:38 am »
no, gw mau nyelesaiin my little rainy fairy tales dulu [hmpfh] [hmpfh]




 [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232]
kok keringatan [what] panas gara2 cassanova ya sis [on] [laughing]






kok tau mam.....iya nih lagi duduk disampingku  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]


sambil  [AddEmoticons04235] [AddEmoticons04235] [AddEmoticons04235]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]