Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 99980 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #375 on: January 31, 2011, 07:46:27 am »
sang cassanova, Min-ho, bisa menemukan cinta sejatinya...
dan sang putri, Hye-sun, gak perlu khawatir sama Lady Park...
karena kan udah ada yang bakalan jagain...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

cepat update ya, sist!  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]



setujuuuuuuuu bener juga tuh  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #376 on: February 01, 2011, 04:38:00 am »
Hye Sunnnnnnnnn,............... Up date up date up date up date up date up date up date up date

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #377 on: February 01, 2011, 05:27:45 am »
updateeeeeee [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #378 on: February 02, 2011, 09:31:06 am »
sista... [head break] [head break]ni kapan updatenya?? uda lebih dari 4hari ni... hammer2 hammer2 [hmpfh]

Love you more than I can say

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #379 on: February 02, 2011, 09:32:34 am »
sista... [head break] [head break]ni kapan updatenya?? uda lebih dari 4hari ni... hammer2 hammer2 [hmpfh]



malem minggu ya  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

jangan  hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 dong  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #380 on: February 02, 2011, 11:10:05 am »
sista... [head break] [head break]ni kapan updatenya?? uda lebih dari 4hari ni... hammer2 hammer2 [hmpfh]



malem minggu ya  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

jangan  hammer2 hammer2 hammer2 hammer2 dong  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
[what] [what] malem minggu???  Emoticons0430 long chap ya sis... [heh] itungannya kan lebih dari 4hari.. [hmpfh] [hmpfh]

Love you more than I can say

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #381 on: February 02, 2011, 12:49:42 pm »

Hyee sista sperti sista-2 yang laen saia datang menagih update-an
pan hye sista uda abis terima wangsit ama bang ilham , mana dunkzz update-an nya  [hmpfh]

omoo omoooo, jadi di-update-nya malming...hemmm skarang kamis, jadi lusa trus lusa nya lagi *menghitung hari* jongkok di pojokan ruma casaminong
nunggu malem minggu datangg [hmpfh]
hye sistsaa hwaitinggggg  [smiley-gen013]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

aiyuu_minsunnerz

  • Guest
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #382 on: February 03, 2011, 12:49:13 am »
Sist hye sun.
Baru bca semua chapnya nih *ketinggalak gua..wkwwkwk

Aku suka banged ama kata2mu..keren..
N ujung2nya kapan update??
Hahaha..gomawo..

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #383 on: February 03, 2011, 12:59:33 am »
Sist hye sun.
Baru bca semua chapnya nih *ketinggalak gua..wkwwkwk

Aku suka banged ama kata2mu..keren..
N ujung2nya kapan update??
Hahaha..gomawo..



bentar lagi sist............ [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline mutiara_minsun

  • Junior
  • **
  • Posts: 199
  • mino bilng."sayang kmu trmakn ak jd cow kmu?"hehe
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #384 on: February 03, 2011, 01:03:33 am »
Sist hye sun.
Baru bca semua chapnya nih *ketinggalak gua..wkwwkwk

Aku suka banged ama kata2mu..keren..
N ujung2nya kapan update??
Hahaha..gomawo..



bentar lagi sist............ [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

update ;p

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #385 on: February 03, 2011, 01:06:57 am »

U
P
D
A
T
E
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 6 ( 27 Januari 2011)
« Reply #386 on: February 03, 2011, 01:38:37 am »



JAN WONG YOUNG as Wartawan Hyung Wong






KANG DONG WON as Joe II Woo









CHAPTER 7




Minho duduk dikursi direkturnya, sambil menyelesaikan beberapa dokumen penting yang harus ia tanda tangani. Dokumen- dokumen itu terlihat berhamburan bebas diatas mejanya. Minho menyelesaikan satu persatu, hingga dapat disimpulkan bahwa ia tidak ingin diganggu pada saat ini. Namun… lelaki itu  masih tetap tampan dan mempesona, meskipun terlihat jelas gurat- gurat keseriusan di wajahnya.


Sudah hampir satu minggu semenjak kejadian malam itu, kejadian bersama Park si yeon…dan Goo hye sun…kejadian di  RIVERIA HOTEL…..


Lee minho sengaja sama sekali tidak menghubungi “calon isterinya” Goo Hye Sun untuk membahas tentang perjanjian pernikahan yang akan mereka buat.  Bisa ditebak, ada rencana lain di balik itu semua. Ia berharap dapat meredakan suasana terlebih dahulu, sebelum membuat keputusan besar.


Tapi, jangan salah. Meskipun ia memberi “udara” ketenangan untuk gadis itu selama satu minggu ini, ia tidak pernah membiarkan hye sun berbuat macam- macam ataupun hal yang membuat semua rencana besarnya gagal. Mungkin, Goo Daniel belum tahu mengenai rencana pernikahan mereka…..minho yakin hye sun tidak akan mampu menceritakan  semuanya, pada Daniel.

Meskipun begitu Minho juga tidak akan tinggal diam, ia akan  berusaha melakukan sesuatu agar keinginannya tercapai…. Tidak peduli cara apapun itu. Sesekali terbersit dibenaknya, mengapa ia lakukan ini pada hye sun. bukankah gadis itu tidak bersalah atas apa yang telah terjadi? Tapi terkadang pikiran jahat yang lebih mendominasi otaknya, …..

Baginya… hye sun merupakan “kunci” untuk masuk ke dalam kehidupan Park Si Yeon, apalagi setelah ia tahu bahwa wanita itu sangat membenci hye sun. bukankah akan jadi, suatu permainan menarik. Toh, hye sun juga sadar pernikahan ini terjadi karena ia hanya ingin membalas sakit hatinya pada Park si yeon.  jadi…. Bagi minho hal ini tidak akan menjadi beban yang berat….


“selesai!!” tukas minho sambil tersenyum tipis.


kemudian ia melirik arloji yang ada ditangan kirinya, dan sadar bahwa saat ini pukul 11 siang.
“kenapa…Ajudan Lee…belum menghubungiku?” Tanya minho dalam hati.
 Belum sempat menerka- nerka…. Atas keterlambatan Ajudannya,….


Tiba- tiba………….


BIP…..BIP…..

 handphone miliknya berbunyi, terlihat jelas nama Ajudan Lee di layar ..….

“ya,…. Bagaimana Ajudan Lee?” Tanya minho langsung
“semua….telah terselesaikan dengan baik tuan” balas ajudan lee, dengan suaranya yang terdengar sopan.
“sekarang…..kami sedang menuju SHINWA GROUP, sepuluh menit lagi….kami akan sampai” balas Ajudan lee lagi
Minho tersenyum, sambil mengangkat alisnya
“baiklah!....aku akan menunggu”tegas minho.


Mereka mengakhiri percakapan singkat itu. Minho menghela nafasnya dalam- dalam, dan perlahan bangkit dari duduknya. Kakinya  berjalan kearah jendela ruangannya, jendela besar dengan tirai yang terbuka.


Mata lelaki itu, kini memandang suasana dari jendela gedung kantornya. Disana dapat terlihat jelas, gedung dan bangunan pencakar langit yang tinggi…..jalan- jalan yang terlihat kecil, begitu juga dengan kendaraan- kendaraan yang berjalan melintasi kota Seoul.

“aaa… betapa kecilnya semua itu, saat terlihat dari atas. Aku ingin tetap seperti ini…..dan pada posisi ini” bisiknya

Kemudian perlahan pikirannya kembali tertuju pada rencana yang telah  ia susun dengan rapi….Senyuman licik terlihat jelas dari sudut bibirnya, entah apa yang ada dipikiran seorang lee minho…..yang jelas ia merasa semua akan berada di dalam genggamannya….semuanya!!! tanpa terkecuali….

“ kini…..permainan akan segera dimulai”





------------------------------------------





hye sun membereskan beberapa buku miliknya yang ada di meja perpustakaan, begitu juga Gaul sahabatnya….

“hye….apa kau tidak ingin kerumahku dulu….” Tukas gaul sambil membereskan buku- bukunya.
“tidak….ini sudah sore, lagi pula Daniel Oppa menelponku…dia menyuruhku segera pulang Gaul…ada…sesuatu yang akan ia bicarakan padaku…” tukas hye sun sambil tersenyum riang.

Hye sun sangat bahagia, saat Daniel menghubungi dan menyuruhnya untuk segera pulang. Tidak biasanya Daniel mempedulikannya, semenjak kejadian memalukan malam itu.  Pipi hye sun kini terlihat merah seperti tomat, saat ia bahagia. Hal ini…tentu saja tidak membuat gaul heran.

“gaul…..aku..pulang dulu ya” hye sun memeluk tubuh gaul sesaat, dan berlalu….. Gaul hanya menggelengkan kepalanya saat melihat hye sun seperti itu.

Namun tiba- tiba gaul menghentikan langkah hye sun sesaat.
“hye…sarung tanganmu” gaul mengambil sarung tangan hye sun yang hampir tertinggal diatas meja.
Hye sun segera meraihnya dengan cepat….
“terima kasih gaul” sambil memasukkan kedua sarung tangan itu kesaku mantelnya.

“hye …hati- hati!!” jerit pelan daun terdengar  dalam perpustakaan itu, dan tanpa ia sadari membuat beberapa orang yang berada di perpustakaan itu menatapnya dengan kesal.

“maaf….maaf” gaul menundukkan kepalanya ….


++++OOO++++


Hye sun segera melangkahkan kakinya dengan cepat, ia tidak berhenti tersenyum…sehingga membuat beberapa orang menatap nya dengan aneh.

“Oppa….” Bisik hye sun

Sejak kepulangan Goo Daniel dari Rumah sakit, tingkah lelaki itu tetap sama pada hye sun, dingin…dan angkuh. kelihatan jelas amarahnya belum juga mereda, hari- hari hye sun dilaluinya dengan kesedihan  dan tanpa senyuman. Hanya Gaul yang selalu memberikannya semangat. Apalagi semenjak perjanjiannya dengan lee minho, semenjak itu pula hye sun tidak dapat memejamkan matanya.


Pikirannya terasa berat jika harus memikirkan semua itu, ia hanya gadis muda yang terkadang labil. Tanpa bantuan siapapun ia harus menyelesaikan semuanya, namun….sejenak semuanya terlupakan saat ia berada dikampus maupun saat ia bertemu dan menghabiskan waktu bersama Gaul.


Dan hari ini, Daniel menghubunginya, menyuruh untuk pulang.  Hye sun merasa kakaknya kembali peduli akan dirinya lagi…..


Hye sun berlari dengan semangat menelusuri setiap jalan di kota Seoul. Wajahnya mengeluarkan senyuman riang, ia merasa terlalu lama menunggu taxi disore itu, sehingga ia lebih memilih bus untuk segera sampai dikediamannya…..Halte bus itu terasa jauh baginya hari itu….. namun, ia berusaha keras dengan langkah kakinya agar dapat segera sampai….. nafas gadis itu memburu….dan….princess doll  tidak pernah memperdulikan itu….


 “BRUKK!!!’


Tiba- tiba tanpa sengaja hye sun menabrakkan tubuhnya pada seorang lelaki, yang baru saja keluar dari sebuah toko pernak- pernik. Sepertinya lelaki itu, akan menuju mobilnya  yang diparkir tepat di depan toko itu. ….dan kini hye sun  yakin harus menghentikan langkahnya sejenak….


“maaf tuan….maaf…..” Suaranya terdengar “memburu” seperti nafasnya saat ini.


Seperti biasa kecerobohan kembali menghinggapi dirinya. Apabila dalam keadaan gugup, takut, ataupun bahagia hye sun dengan segera mudah terjangkit “virus” ini. Ia akan menabrak apapun, yang menghadangnya….tentu saja, hal itu diluar kesadarannya…

Lelaki muda itu tampak terkesima melihat gadis yang ada dihadapannya. Ia hanya diam tanpa membalas kata- kata hye sun, seperti telah tersengat sesuatu saat memandang wajah cantik gadis itu…. Dengan kedua bola mata indahnya…..

Dan hye sun, ia merasa gugup saat menatap lelaki yang ada dihadapannya atau lebih tepatnya “takut”, ia sadar ini salahnya. Sesaat ia teringat kejadian yang sama saat ia menabrak Sang Cassanova, tatapan tajam lelaki itu, sikap kasarnya masih ia rasakan bahkan sampai saat ini.

Tapi, hye sun merasa berbeda saat melihat tatapan lelaki ini, tatapannya teduh, wajahnya sangat ramah, dan….hye sun yakin lelaki ini bukan lelaki  jahat, yang akan mencengkram tangannya,atau  menciumnya dengan kasar tanpa basa basi seperti yang dilakukan Lee minho padanya.

Hye sun masih dengan kegugupannya membalas kebisuan lelaki itu dengan senyuman.
“maaf tuan!!….” Tukas hye sun lagi

“ne ?….o….tidak….tidak…apa- apa nona” kebisuannya tiba- tiba  berakhir saat hye sun menyadarkannya dengan suara yang lebih menekan.


Hye sun tersenyum…..


“terima kasih!!!” tukas hye sun sambil menundukkan kepalanya. Dan dengan segera pula berlalu dari pandangan  Joe II Woo….yang  terus terpaku memandangnya….

II Woo terus memandang hye sun yang lama kelamaan hilang dikeramaian….hilang dari pandangannya…..ia baru tersadar, saat  terdengar suara pria memanggilnya

“tuan….kita harus segera pergi…pesawat anda telah menunggu” tukas lelaki itu.

II Woo,,,tersenyum …

“ya…..tentu… baiklah ….”

Saat akan melangkah menuju mobilnya, II Woo, melihat sebuah sarung tangan berwarna merah jambu tergeletak dihadapannya.
Perlahan ia meraih sarung tangan itu, dan tersenyum….
“apa…ini miliknya ???” tanya II Woo sambil memandang kearah hye sun yang telah berlalu dalam pandangannya…




------------------------------






KEDIAMAN GOO

Hye sun perlahan melangkahkan kaki, memasuki kediamannya….


Seorang Pelayan membukakan pintu untuknya, sambil tersenyum. Dan saat hye sun melangkahkan kakinya lagi, mencoba untuk mencari keberadaan kakaknya saat ini, ia berpapasan dengan bibi Chan. Hye sun sedikit heran dengan raut wajah perempuan tua itu, wajahnya terlihat gugup dan khawatir….

“nona….anda sudah pulang,….?” Tanya bibi chan
“ya…dimana….Oppa….??” Tanya hye sun

Bibi chan diam, dan sesekali menundukkan pandangannya dari hye sun…

“tu…tuan ada dikantornya….” Balas pelayan itu dengan nada sopan.
“dia….menunggu anda”
“benarkah…?” balas hye sun sambil tersenyum.
Hye sun dengan cepat melangkahkan kakinya, menuju kantor pribadi Daniel…
Ia merasa tidak sabar ingin menyapa dan memeluk Daniel, kakaknya…
“Oppa…sudah memaafkanku….dia sudah memaafkanku….” Bisik gadis itu dalam hati.


Wajah polos nya memang sesuai dengan tingkah dan setiap lakunya. Ia tidak pernah menyadari, karena naifnya dia…..banyak orang yang akan menyakitinya kelak…..



Hye sun meraih gagang pintu, dan perlahan melangkahkan kakinya memasuki kantor Daniel, kakaknya…

Daniel duduk disebuah sofa, sambil menyilangkan kakinya… tapi….disampingnya juga duduk seorang wanita, yang tidak lain adalah PARK SI YEON!!!!. Jarak duduk mereka…memang tidak dekat seperti biasa….

“mengapa…..wanita ini ada disini”  bisik hye sun dalam hati…

Mereka berdua menatap hye sun dengan tatapan mata yang tajam, hye sun sudah biasa mendapatkan tatapan itu dari seorang park Si Yeon, tapi tidak dengan Daniel, ia merasa….”tidak biasa” akan pandangan itu.  namun, hye sun tetap melangkahkan kakinya, dan memberi  hormat pada Daniel…dan….Park si yeon


“oppa….” sapa hye sun dengan suaranya yang lembut.

Daniel hanya diam, tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya. Namun, pandangan matanya, tetap tertuju pada hye sun yang menatapnya, dengan tatapan rindu ….

“o…oppa….” Hye sun mengulang panggilan itu lagi, kali ini dengan senyuman riangnya….

Tapi… tiba- tiba…senyumnya dengan segera hilang saat Daniel tanpa suara melemparkan sesuatu ke atas meja…dan itu terlihat seperti foto!!! Ya…beberapa lembaran- lembaran foto!!!

Hye sun terkesima, dan perlahan….Satu persatu dengan tangannya yang gemetar, hye sun meraih dan melihat foto- foto itu.

“tidak!!! Apa ini….apa….” jerit hye sun dalam hati

Saat ini kedua bola matanya sedang melihat jelas foto- foto yang ada dalam genggaman tangannya. Foto dimana ia dan sang cassanova keluar dari hotel, saat lelaki itu menggenggam erat tangannya, dan….saat…..saat….sang cassanova menciumnya!!! Foto terakhir ini…membuat kaki hye sun semakin gemetar, ia merasa saat ini dirinya telah terjatuh, bahkan kali ini terjatuh lagi dilubang yang sama….dan mungkin lebih dalam….sehingga sulit baginya untuk keluar…

Lady park menatap hye sun dengan tatapan marah, terlihat jelas kecemburuan dimatanya. Ia merasa lee min ho telah mempermainkannya, dan juga …..ia yakin gadis yang ada dihadapannya ikut andil dalam rencana ini.

Hye sun menatap wajah Daniel, namun lelaki itu tidak membalas tatapannya…..pandangannya lurus kedepan dan…..dapat terlihat juga dengan jelas mata Daniel, matanya berair…
hye sun tahu, kakaknya kini sedang menahan air matanya agar tidak jatuh.  Daniel merasa kini ia lebih kuat dari sebelumnya.
“o…oppa….aku…akan …jelaskan…semuanya…”

Sebelum bisa menjelaskan lebih jauh, Lady Park berjalan menghampiri hye sun, lalu sambil berteriak pelan ia berkata…

“kami tidak akan mendengar kebohonganmu lagi, kau juga tidak bisa membuat segalanya menjadi lebih baik,…bahkan semakin buruk!!! Kau membuat kami malu, hye…..membuat kami malu!!! Sekarang sudah…jelas…semuanya benar…semuanya benar!!! Sekarang…kita akan menunggu keputusan kakakmu, dan kuharap Daniel bisa memberikanmu hukuman yang setimpal atas semua aib yang telah kau lakukan ini”

Suara wanita itu terdengar penuh amarah, dan dendam….namun bagi hye sun, suara itu lebih terdengar seperti nada kecemburuan….ya…..wanita itu cemburu padanya….

Tapi… Hye sun yang tidak kuasa membendung air matanya, akhirnya menangis …..sambil terus menatap Goo Daniel, yang hanya diam membisu. Hye sun sama sekali tidak memperdulikan, lady park yang menjerit dan marah padanya…bahkan dengan tingkah wanita itu saat ini, membuat dirinya semakin muak.
“oppa…..andai aku bisa menceritakan semuanya…..padamu…Oppa” lirih hye sun dalam hati.

Hye sun kini berada diposisi yang begitu sulit, ia terjebak lagi dalam permainan Cassanova. Namun, ia tidak dapat melakukan apapun lagi. Gadis itu hanya bisa diam, dan menundukkan wajahnya, sambil sesekali menyeka air matanya yang menetes….

“apa…kau menyukainya….mencintainya?” tukas Daniel dengan suara parau.
Hye sun terkejut mendengar ucapan itu dari mulut Daniel, begitu juga dengan Park Si Yeon.
Entah apa yang dipikirkan Daniel padanya saat ini, yang jelas satu hal yang ada diotak lelaki itu, aib. Sebuah aib yang kini harus ditanggungnya, karena ulah adik kandungnya sendiri.

Hye sun menundukkan wajahnya lagi, ia tidak tahu harus menjawab apa……namun, satu hal yang pasti jangankan untuk mencintai seorang lee minho, melihat wajahnyapun kini ia sudah merasa muak. Hye sun sadar Lelaki itu kini menggunakan cara apapun untuk mencapai tujuannya.

“aku Tanya….apa kau menyukai lelaki itu hah!!!!” kali ini suara lelaki itu  terdengar seperti jeritan
“o…oppa…..” lirih hye sun sambil sesegukan….
Daniel perlahan melangkahkan kakinya…..menuju arah hye sun yang berdiri mematung

“apa yang kau lakukan bersamanya, dihotel itu, apa!!! Jawab aku!!” ucapan itu keluar dari mulut Daniel, sambil menggenggam erat pundak hye sun….erat…..bahkan gadis itu bisa merasakan kini tubuhnya terasa sakit.

Otakku kini tidak dapat berfikir lagi…..jika aku mengatakan hal yang sebenarnya…akan lebih menyakitkan hati Daniel oppa. Pengkhianatan, akan lebih terasa sakit dari hal apapun yang ada di dunia ini….ia begitu mecintai isterinya, memujanya…..sedangkan aku….siapalah aku….saat ini…aku hanya adiknya, adik yang telah membuat aib baginya….menghancurkan kehormatannya…..meski..aku tahu….itu tidak akan mungkin…aku lakukan….

Inilah saatnya…..mengakui sesuatu….sesuatu yang mungkin akan menyakitinya….sesuatu yang akan membuatnya membenciku….membenciku selamanya….tapi….paling..tidak …ini bukan pengkhianatan…ini….hanya cinta terlarang…bagiku….

Lee min ho….telah membantuku…membuat semua menjadi …mudah, aku sadar…ia tidak akan…pernah melepaskanku…untuk mencapai tujuannya…..
Oppa….demi…kau….aku akan melakukan apapun….membuatmu bahagia….membuatmu tertawa…..namun….mungkin hanya dengan cara ini….aku melakukannya…..oppa…..


Hye sun perlahan menjatuhkan tubuhnya kelantai….menangis….dan mungkin menyesali sesuatu yang telah terjadi….sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya….ia kini berada tepat dibawah kaki kakaknya….memeluk kaki Daniel ….memeluknya dengan erat.

 “oppa…mianhe….mianhe” suara hye sun terdengar parau….dadanya kini terasa sesak….dan sakit.

“jadi…semua benar?” tukas Daniel. Dengan suara sinisnya..

“mianhe…mianhe…oppa” balas hye sun lagi.

Hanya itu kata- kata yang keluar dari goo hye sun, ia merasa ketakutan lebih menguasai dirinya dibanding keberanian yang ia miliki…

Daniel melepaskan pelukan erat hye sun dikakinya….perlahan ia melangkah keluar ruangan itu, seolah tidak percaya atas apa yang telah terjadi. Adiknya, adik yang sangat ia cintai telah mencoreng wajahnya…..daniel merasakan sakit pada dadanya….namun, ia coba untuk bertahan….ia coba untuk kuat menjalani semuanya…ia merasakan..hal ini akan terjadi….dan pasti terjadi….saat melihat hye sun dan lee min ho berciuman dipesta itu…ia merasa…jantungnya kini telah lebih siap…..jika terjadi sesuatu yang buruk…..pada keluarganya.






FLASHBACK



Tok…tok…tok…
Ajudan Lee, mengetuk pintu kantor Lee min ho dan membukanya saat terdengar suara minho dari dalam mempersilahkannya untuk masuk. Tetapi, ajudan itu terlihat tidak sendiri, ia masuk bersama seorang pria berkepala botak dengan kaca mata tebalnya.

Minho menyambut kedatangan mereka berdua dengan senyuman kecil, dan mempersilahkan lelaki botak itu duduk. Ajudan lee, yang berdiri sesaat, segera keluar dari ruangan, karena ia yakin untuk sementara lee min ho tidak membutuhkannya.

“bagaimana khabar anda wartawan hyung?” Tanya minho dengan ramah.
“baik..baik…tuan lee…” jawab lelaki itu, sambil sesekali menaikkan kacamatanya.

Perlahan wartawan itu, membuka tasnya dan memberikan sesuatu pada minho.
“ini…sesuai dengan pesanan anda tuan” wartawan itu tersenyum, seperti seorang penjilat.

Minho perlahan membuka amplop yang berwana coklat itu. Dan membiarkan matanya melihat, satu demi satu hasil karya menakjubkan wartawan itu.

“incredible….” Tukas minho sambil tersenyum licik.
Wartawan itu tersenyum, mendengar pujian dari minho.
“apakah anda…menyukainya?”
“ne…sangat….aku sangat menyukainya” balas minho.

Perlahan minho mengambil sebuah cek dari saku jas nya. Dan memberikan pada wartawan itu, dengan gembira lelaki itu mengambil dan kembali menaikkan kacamatanya lagi saat melihat jumlah uang  tertulis dalam lembaran cek itu.

“ terimakasih, tuan lee”
“aku..ingin…semua foto ini ada dihalaman utama. Anda…mengerti wartawan Hyung?”
“ya…tentu saja tuan lee, saya mengerti dengan baik. Saya pastikan itu”
“aku yakin…kau menyimpan file foto ini bukan?”
“ya…tentu saja saya memilikinya tuan lee, karena itu sangat berguna untuk berita besar besok pagi..hehehe” tawa pria itu membuat nya semakin terlihat sebagai seorang penjilat.

Minho tersenyum, sambil terus mengamati foto- foto itu.
“saya…rasa, gadis itu pasti akan bertekuk lutut pada anda…” tukas wartawan hyung
“benarkah?” Tanya minho sambil terus memandang lembar demi lembar foto itu.
“ya….tentu saja Tuan lee, gadis mana yang bisa menolak anda hehehe” wartawan hyung mengangkat kaca matanya lagi.
Suasana hening sejenak, wartawan itu terus memandang minho yang asyik dengan foto- fotonya sambil tersenyum sendiri, minho bagaikan seorang anak kecil yang mendapatkan mainan barunya….

Wartawan itu menghela nafasnya…..dan ia merasa sepertinya tidak dibutuhkan lagi saat ini…

“apakah….kini, saya boleh pergi, tuan. Saya yakin anda tidak membutuhkan saya saat ini?” dengan suaranya sedikit gugup

“oh….ya…tentu…tentu saja wartawan hyung”

Wartawan itu segera berdiri dari duduknya, namun….. sebelum ia beranjak lebih jauh, minho berkata padanya :

“terima kasih wartawan hyung, atas foto- foto ku dikoran baru- baru ini… itu luar biasa”

Wartawan hyung tersenyum, dan menganggap itu sebuah sidiran dari lee minho. Dan perlahan ia duduk kembali, dikursinya.

“foto…itu…aku tidak sengaja melakukannya, tuan lee…dan…karena keberadaanku dipesta itu, eee….anda tahu bukan, siapa yang menolak sebuah berita besar…dan….”

Belum lagi ia melanjutkan, minho memotong kata- katanya…

“sungguh….aku tidak marah….aku sangat memaklumi akan pekerjaanmu. Untuk itu, aku mengharapkan bantuanmu, bantuanmu untuk membuat segalanya lebih mudah…” tukas minho dengan senyum liciknya.

“ya….benar tuan” wartawan itu kembali tersenyum menyeringai.
“tanpa bantuanmu…mungkin semua tidak akan pernah terjadi” balas minho lagi.
Wartawan hyung, menggaruk kecil kepalanya. Sambil terus mempertahankan senyum penjilatnya.
“kini….anda boleh pergi wartawan hyung” tukas minho.
“ya….sekali lagi…terima kasih tuan..jika anda butuh bantuan …saya siap Tuan Lee…”

Wartawan itu melangkahkan kakinya  keluar dan menutup perlahan pintu ruangan itu.

Sepeninggal wartawan lee, minho kembali mengamati satu persatu foto yang ada ditangannya. Ia tersenyum melihat semuanya, dan mengamati dengan seksama beberapa foto yang menggambarkan dirinya saat mencium hye sun.

Sesekali minho menggigit kecil bibirmya, dan membiarkan memorinya mengingat kembali saat- saat  ia mencium lembut bibir gadis itu.

Setelah “puas” mengamati foto- foto itu, perlahan minho memasukkan semuanya kedalam amplop. Dan meletakkannya diatas meja. Lalu, ia meraih telp yang ada diatas meja dan menekan beberapa tombol…

“ajudan lee…?” tukas minho
“ya…tuan” balas ajudan lee.
“aku…butuh pertolonganmu” tukas minho dengan senyum licik terukir disudut bibirnya.

END FLASHBACK


------------------------------------------








Hye sun berada dikamarnya. gadis itu sengaja tidak menyalakan lampu. Ia merasa kegelapan lebih terasa nyaman untuknya….. namun, masih terasa ada sedikit sinar cahaya bulan yang menerangi dari celah- celah kamarnya. udara terasa begitu dingin…sedingin hatinya saat ini….

Perlahan ia raih sebuah bingkai foto disamping sisi ranjangnya….dan meletakkan di dadanya sambil memeluk erat foto itu…..

“oppa…..oppa…” jerit hye sun dengan tangisnya memecah kesunyian malam…

Tanpa ia sadar. Daniel berdiri dipintu kamarnya, sambil menangis….

“MY …princess….” Lirih Daniel



KEDIAMAN KELUARGA GOO

Jam didinding ruangan itu menunjukkan angka sepuluh pagi….


Daniel dan park si yeon duduk disebuah ruangan, bersama  hye sun yang terus menundukkan wajahnya. Hari- hari yang berat bagi seorang Goo Daniel, setelah menerima foto- foto yang menggambarkan “keintiman” adiknya bersama sang cassanova, ia kini harus dikejutkan dengan beredarnya foto- foto itu di halaman utama surat kabar, maupun majalah hari ini.

Ia sengaja tidak datang kekantor untuk sementara waktu. Hye sun sedikit khawatir, akan keadaan kakaknya. Namun, ia yakin Daniel akan baik- baik saja. Toh, ini bukan kali pertama semua terjadi. Lady park terus memandang sinis hye sun, dengan tatapan seolah- olah akan menelan gadis itu hidup- hidup.

“sayang…mengapa kita berkumpul diruangan ini?” Tanya lady park heran.
Hye sun yang terus menundukkan kepalanya, mencoba mengadahkan pandangan …..memberanikan diri menatap wajah Daniel, yang saat ini ia yakin lelaki itu juga sedang menatapnya.

“aku…ingin membuat sebuah keputusan” tukas Daniel dingin.
“keputusan…?” Tanya lady park lagi.

Tok…tok….tok…
Seorang pelayan mengetuk pintu, dan perlahan masuk….
“Tuan Goo,…..Tuan Lee min hoo…sudah datang”
Betapa terkejutnya hye sun dan Lady Park saat mendengar nama minho disebut. Daniel berdiri dari duduknya, wajah pria itu terlihat kusut dan muram.

Minho perlahan memasuki ruangan itu, sendiri. Ia sengaja membiarkan supir dan ajudannya menunggu. Lady park menatap minho dengan pandangan tajam, dan hye sun menatap lelaki itu dengan tatapan penuh kebencian.

“aku…sengaja datang memenuhi undangan anda, tuan Goo” tukas minho.
Daniel tersenyum dingin, dan mempersilahkan minho duduk.

Minho perlahan  duduk masih dengan wajah angkuhnya, dan sesekali ia melepaskan pandangannya pada hye sun dan Park si yeon.

“terima kasih atas kedatangan anda tuan Lee”
“aku..yakin…undangan ini… akan mengganggu pekerjaan anda” tukas Daniel dingin
“tidak…tentu saja tidak….tuan goo”

Kedua lelaki itu saling memandang, dengan hati- hati. Bisa terlihat saat ini Daniel sedang meredam amarahnya. Ia menyadari percuma jika harus memukul ataupun berkelahi dengan lee min ho. Toh, ia sadar adiknya sendiri yang telah menyerahkan dirinya pada lelaki itu.

“hari ini….telah tersiar kabar dihalaman utama, tentang…hubunganmu dengan adikku” tukas Daniel dingin.
“apakah…semua benar???” Tanya Daniel lagi.

Minho membalas kata- kata itu dengan senyuman.

“anda…tahu tuan goo…kehidupanku tidak akan pernah terlepas dari media..dan..kufikir itu hal yang wajar bukan…..dan mengenai foto- foto itu…tentu saja aku akan menjawab pertanyaanmu dengan jujur…YA semua benar, itu adalah foto- foto kami berdua…dan kurasa…aku tidak harus menjelaskannya lagi secara terperinci”

Hye sun menggenggam erat tangannya, menahan emosinya yang akan meledak. sambil berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.ia tidak dapat melakukan apapun, bahkan untuk melindunginya. Hye sun menatap Daniel, yang  terpaku dan coba menahan air mata dan amarahnya….
“ya….aku tahu semua akan terjadi…..mungkin aku telah gagal mendidik adikku…menjadi wanita terhormat”
Lady park hanya terdiam, ia tahu minho dan hye sun sedang mempermainkannya, hal itu tidak mungkin terjadi, ia ada di hotel yang sama pada malam itu…..ia bersama dengan lee min ho….lalu, bagaimana bisa hye sun berada disana..ini Cuma permainan mereka, tapi…benarkah? Sesaat park si yeon tidak percaya atas apa yang terjadi, namun…bagaimana jika itu memang benar???


“semua…telah terjadi dan….aku….sebagai seorang kakak…tidak akan membiarkan adikku bertingkah seperti wanita liar, dan aku…ingin mengambil langkah tepat agar semua tidak akan terjadi untuk ketiga kalinya”
Lee minho mengangkat alisnya. Dan memandang wajah Daniel….
“apa…maksud anda…?” Tanya minho seolah tidak mengerti akan kata- kata Daniel.
“aku…ingin….kau menikahi adikku”

Minho menahan senyum kemenangannya. Ia tahu semua akan berhasil dan sesuai dengan keinginannya. Sesuai rencana, Daniel sendiri yang akan mengundangnya, dan memohon padanya untuk menikahi adiknya.
Lady park membelalakkan matanya tubuhnya mengejang, begitu juga dengan hye sun yang yakin, bahwa semua kejadian ini adalah ulah dari lee min ho.

“menikah!!!a…apa yang kau katakan sayang….” Seruan lady park bagaikan jeritan.

Minho memandang park si yeon, terlihat jelas keterpurukan wanita itu saat ini.
“ aku tahu….menikah mungkin tidak akan ada didalam kehidupanmu…tapi….aku mohon… nikahilah adikku…aku…akan melakukan apapun yang kau inginkan….asalkan kehormatannya terjaga” suara Daniel terdengar parau.

Air mata hye sun menetes. Saat harus mendengar suara memelas kakaknya pada lelaki, yang hina seperti lee min ho. Seharusnya, lelaki itu yang harus meminta maaf padanya, seharusnya park si yeon yang ada diposisi nya saat ini. Tapi, hye sun tidak bisa melakukan apa- apa. Ia sadar jika semua itu terjadi, jantung Daniel akan berhenti berdetak.

“ sayang…..aku tahu ini hal yang memaukan dan….ini suatu aib, tapi…tidakkah kau berfikir jernih…menikah bukan satu- satunya jalan….dan….hye sun masih terlalu muda….aku…aku yakin hye….

Tiba- tiba ucapan park si yeon, harus terhenti saat mendengar lee min ho berkata:
“ya….tuan goo…tentu saja aku bersedia….aku ….bersedia menikahi adik anda” jawab minho tegas

Hye sun mengangkat wajahnya dan ….ia dapat melihat jelas kekecewaan besar diraut wajah Daniel, kakaknya. Ia sadar kini mungkin Daniel membencinya. Dada gadis itu terasa sesak, air matanya tidak berhenti mengalir….kehidupannya kini berubah….bahkan mungkin akan lebih buruk dari sebelumnya.

Daniel sedikit terkejut akan ucapan lee minho, ia tidak percaya bahwa lelaki skandal itu akan menerima permintaannya dengan segera, tanpa menolak. Daniel menghela nafasnya, dan tersenyum…

“mungkin ini akan menjadi pernikahan yang mendadak….tapi….ku harap semua bisa segera dilaksanakan” balas Daniel lagi.
Minho menatap wajah Park si yeon, yang seolah menahan air matanya. Ia tahu kini secara tidak langsung, ia telah berhasil menyakiti Park si yeon. Jiwa minho terasa tentram untuk sesaat, melihat wajah kecemburuan dan kekecewaan park si yeon saat ini.

“anda…tidak perlu khawatir, tuan Goo…”
“aku yang akan membereskan semua, jangan khawatir”balas minho.

“aku tahu…ini kesalahanku, tapi…..aku sangat mencintai adik anda….dia yang telah merubah kehidupanku menjadi lebih baik ”
Hye sun tahu lelaki gila itu sedang berbohong, bualan yang sempurna!!!!

“ aku…akan menikahinya minggu depan, bagaimana menurut anda tuan Goo?”

Kalimat terakhir minho membuat hye sun dan park si yeon terkejut..

“haruskah secepat itu…” bisik hye sun dalam hati.

Daniel memandang wajah minho, dan tersenyum dingin…

“apapun yang anda inginkan, aku menerima semuanya tuan lee…tapi..ada baiknya biarkan aku yang menyelenggarakan pesta ini..”

Park si yeon mencoba menahan amarahnya, kecemburuannya…..namun ia merasa ia tidak mampu lagi…..dengan segera wanita itu berdiri dari duduknya…


“TIDAK….INI TIDAK BOLEH TERJADI….TIDAK!!!” jerit lady park

Daniel memandang isterinya dengan heran, tapi tidak dengan hye sun dan lee minho. Hye sun sadar wanita itu, kini cemburu dan marah. Ia tahu park si yeon tidak akan membiarkan semua terjadi, sedangkan  minho menatap wanita itu dengan senyuman geli…

“  apa…apa yang kau katakan isteriku?” Tanya Daniel heran.

Kaki wanita itu kini terasa sangat kaku….jantungnya berdegub kencang …ia tidak sadar atas apa yang dilakukannya….perlahan ia duduk kembali ….

“a…a…maksudku….ini…terlalu cepat sayang…..ini….

Tiba- tiba park si yeon berjalan kearah hye sun, ia menggenggam tangan gadis itu….

“hye sun….masih terlalu muda….aku yakin….ia tidak akan bisa menjalani ini semua…dan…hye…

Park si yeon menatap wajah hye sun….

“kau…tidak belum mau menikah,….bukan?”

Hye sun membalas tatapan itu…..ia merasa bagaikan diatas awan saat melihat Park si yeon memelas ….memohon…untuk cintanya…..

Hye sun perlahan menyeka air matanya…., dan tersenyum

“bagaimana mungkin bisa aku menolak….menikah dengan pria yang kucintai, UNNIE” ucapan gadis itu sangat lembut namun, kata- kata itu mampu membuat park si yeon tersungkur…..dan terpuruk.

“o..oppa…..aku….menerima semuanya…aku….akan bersedia menikah dengan tuan lee min ho.”

Tukas hye sun dengan suara paraunya…


“aku berharap….ia menolak semuanya…..ia menolak pernikahan terkutuk ini untukku….tapi,…aku sadar….my princess doll bukan milikku lagi…. Ia dengan jelas menerima semuanya tanpa menolak….aku terluka…aku terluka hye…lebih dari ribuan rajam ditubuhku…aib yang kau coreng diwajahku….membuat harapanku sirna,….dan aku takut aku akan membencimu my princess….

Daniel menatap wajah hye sun dengan tatapan yang sangat dalam… begitu juga dengan Park si yeon, yang merasa muak akan semuanya….

Apapun yang kulakukan…hanya untukmu oppa….hanya untukmu….





------------------------------------------




Lady Park perlahan melangkahkan kakinya secara diam- diam, kearah lee min ho yang bersiap meninggalkan kediamannya. Dengan cepat ia menarik lengan lelaki itu....

"mengapa kaulakukan ini padaku, minho!!!" suaranya terdengar parau, seolah menahan tangisnya.
"apa yang aku lakukan....kupikir menikah bukanlah suatu kesalahan bukan??" tanya minho dengan suara dingin.

minho perlahan melepaskan genggaman tangan Park si yeon dilengannya...

"apa kau mencintainya?" tanya park si yeon yang membuat minho menghentikan langkahnya

"mungkin...." jawab minho dingin. dan dengan segera melangkahkan kakinya  meninggalkan Park si yeon yang berdiri mematung...


tanpa sepengetahuan mereka....terlihat dari kejauhan......hye sun tidak melepaskan pandangannya, dari mereka.....sampai lee min ho berlalu dari pandangannya... sesaat ia mengamati Park si yeon, yang berdiri diam dan dengan tatapan mata penuh kebencian meninggalkan wanita itu sendiri....


"pernikahan ini salah....tapi....kurasa tidak semua.... " bisik hye sun dalam hati.








Hye sun menatap wajahnya di cermin ia bisa menatap pantulan dirinya dengan jelas….
Gaun itu berwarna putih, panjang…dengan dada yang terbuka….sehingga dengan jelas memperlihatkan lekuk- lekuk indah lehernya, yang juga dihiasi dengan kalung mutiara senada dengan giwang yang ia kenakan ditelinga.


Ia terlihat seperti pengantin “sederhana” untuk ukuran seperti  lee min ho maupun Goo daniel, yang tidak mungkin merayakan suatu pesta yang diluar dari kata “GLAMOUR”!!

Tapi… berbeda dengan pesta kali ini, ini pesta yang memang sederhana, yang hanya dihadiri mungkin beberapa teman dekat. Daniel sengaja melakukannya, ia merasa tidak harus merayakan pesta pernikahan besar- besaran yang terjadi karena sebuah “AIB” dan minho menerima keputusan itu…

Hye sun terus memandang wajahnya di cermin, meski dengan gaun yang terkesan sederhana, ia tampak terlihat semakin cantik, gaun yang putih membuat kulitnya semakin bersinar bersih seperti bunga Magnolia….rambutnya pun disanggul sederhana, dengan dihiasi beberapa bunga putih namun tetap tidak membuatnya kehilangan kecantikan yang ia miliki…

Bodoh jika hye sun tidak menyadari akan kecantikannya yang selama ini tersembunyi, dibalik sikap kekanak- kanakannya itu…tapi kini ia sangat berbeda, ia semakin terlihat dewasa dengan gaun pengantin itu…

Hye sun kembali tertegun, saat ini….mungkin beberapa menit lagi…ia akan menjadi Ny. Lee. Sebuah gelar nama, yang begitu ia benci.

Perlahan hye sun menarik nafas dan menghelanya….

Matanya mungkin agak terlihat sembab, karena menangis semalaman…. Ia masih tidak percaya harus menikah dengan seorang lelaki yang sama sekali tidak ia cintai bahkan sebaliknya. Hye sun selalu berfikir, bahwa ia akan menikah dengan seorang lelaki yang tentu saja ia cintai…..dan mencintainya.
Namun…lamunan itu terhenti saat mendengar suara pintu kamarnya diketuk….

“siapa?”Tanya hye sun

Tiba- tiba dari pintu kamarnya, seorang wanita bergaun hijau tua perlahan masuk kekamarnya…
Hye sun kini tidak hanya melihat pantulan wajahnya dicermin, tapi juga wanita itu, yang berdiri dengan wajahnya yang muram….
“masih ada waktu jika kau ingin hentikan pernikahan ini….hye!” tukas lady park dengan suaranya yang terdengar parau.

Hye sun berdiri dari duduknya, dan menatap jelas wanita yang ada dihadapannya… dengan tatapan tajam…
“tidak…aku tidak akan membatalkannya” balas hye sun tegas

Park si yeon menggepal erat tangannya, mencoba menahan emosi pada gadis yang ada dihadapannya kini…
“apa…apa yang bisa kau ambil….dari semua ini, minho tidak mencintaimu…dan semuanya tidak akan berakhir baik…dia..hanya mempermainkanmu, hye…sadarlah”

“lalu…. Apakah semua akan jadi masalah bagimu?” tukas hye sun dingin

“mencintai…ataupun tidak….itu bukan urusanmu, Lady”

Hye sun merasa kini telah memiliki keberanian besar pada wanita, yang kini berada di hadapannya.

Perlahan ia langkahkan kakinya menuju pintu…namun ..tiba- tiba langkahnya terhenti, saat park si yeon menggenggam erat lengannya.

“kalian mempermainkanku bukan?” Tanya Park si yeon

“apa maksudmu,….Lady Park?”

“kau….berada dihotel malam itu. Bukan? Kau yang menghubungi minho malam itu, jawab aku!!!” suara wanita itu meninggi.

Hye sun dengan segera melepaskan genggaman tangan Park si Yeon, dan menjauhkan dirinya dari wanita itu

“aku…tidak perlu, menjawab pertanyaanmu….kau bisa lihat…aku mampu membuatnya menikahiku!!!, kau juga bisa merasakan ia mencintaiku….kurasa
jawaban itu cukup!!” suara gadis itupun meninggi….namun kakinya terasa gemetar…diikuti detak jantung yang memburu dengan cepat..

Mendengar ucapan itu…Park si yeon mencoba melangkahkan kakinya menuju hye sun, dan hye sun merasa wanita itu  akan menyerang dirinya…tapi…tiba- tiba….


“nona...tuan sudah menunggu dibawah…” tukas seorang pelayan muda yang berdiri di depan pintu dengan suaranya yang sopan
Lady park menghentikan langkahnya…..
“iya….aku…akan turun….”balas hye sun.
“masuklah….aku…butuh bantuanmu” tukas hye sun lagi.

Pelayan itu perlahan melangkahkan kakinya masuk, dan ia sedikit terkejut bahwa Nyonya rumah , sedang berada dikamar itu.
Hye sun dengan segera menggayutkan lengannya, pada pelayan itu…melangkahkan kakinya….dengan anggun…. Meninggalkan Park Si Yeon yang berdiri membisu…

Sebelum ia sampai kedepan pintu, hye sun mengucapkan kata- kata yang semakin membuat wanita itu bagaikan bara api yang siap membakarnya….

“ kau tidak perlu khawatir, unnie…aku…akan jadi isteri yang baik untuknya….seperti dirimu yang menjadi isteri yang baik bagi kakakku….” Dan ia berlalu meninggalkan kamarnya….membiarkan Park si yeon yang terus berdiri mematung….

Ia merasa tidak harus takut lagi pada wanita “pengkhianat” itu….kini..ia merasa…sejajar dengan Park si yeon…sejajar…dengan posisi sebagai seorang Nyonya, yang beberapa menit lagi panggilan itu akan ia sandang,…

Hye sun bernafas lega….dan perlahan jantungnya berdetak normal…. Ia tidak merasa gugup lagi…

“untuk saat ini…semua akan baik…baik saja…tapi…aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti…kini…aku akan bertopang pada kakiku sendiri….pada jalanku…sendiri tanpa siapapun…tanpa oppa…tuhan….lindungi aku…”




Lirih hye sun dalam hati….



END CHAPTER















hehehe long chap moga ga bosennnn.....  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]


mian kalo cerita agak2 ga mudeng  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]
« Last Edit: December 06, 2012, 11:05:16 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline mutiara_minsun

  • Junior
  • **
  • Posts: 199
  • mino bilng."sayang kmu trmakn ak jd cow kmu?"hehe
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 7 ( 3 february 2011)
« Reply #387 on: February 03, 2011, 01:44:31 am »
gomawo gomawo dac update ..

baca dulu ahh,,,,,
koment ny mlem aj ya .. :p

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 7 ( 3 february 2011)
« Reply #388 on: February 03, 2011, 02:09:02 am »
Go! Hye Sun , Go!!!!
Gue seneng waktu Hye Sun akhirnya dengan tegas mengumumkan genderang perangnya sama LP  [rofl] [rofl]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 7 ( 3 february 2011)
« Reply #389 on: February 03, 2011, 02:57:06 am »
gw suka ama perubahan hyesun di chp ini, good [biggrin] bener katanya, mulai hari itu, begitu dia menapakan kaki buat janji suci yg mesti diikrarkannya bersama minho, dia sendirian. tidak ada lagi yg akan membantu atau memihaknya. semua harus dilakukan sendiri. aja aja hwaiting goo hye sun [smiley-gen013] [smiley-gen013]
ttg minho, ku rasa dia memberi jln yg mudah buat hyesun. tanpa perlu dikatakannya sendiri, hyesun terbebas dr belenggu lady park dan kekakuan2 oppanya akibat kesalahpahaman itu. wlp pernikahan tersebut tidak indah, paling tdk, ini permulaan yg baik. apa yg akan terjd di kemudian hari, tdk ada yg tahu. yg penting, selesaikan dulu masalah sekrg.
ok, kata terakhir .. terimakasih buat updateannya [lovestruck]
next chp, 4 hr lagi kan [what] dihitung mulai dr sekrg [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun