Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 100097 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 7 ( 3 february 2011)
« Reply #480 on: February 10, 2011, 11:25:28 pm »


CHAPTER 8




Dengan perlahan dan tanpa buru- buru hye sun  melangkahkan kakinya menuju tangga. Ia terlihat gugup saat ini, namun segera rasa itu dapat ia buang jauh- jauh seiring dengan hatinya yang “sedikit” bahagia hari ini….

Hye sun tersenyum sendiri saat untuk pertama kalinya, dengan berani mampu menghadapi Park Si Yeon, kakak iparnya, sebagai wanita yang “sederajat” dan menarik….ya, mereka kini berada pada posisi yang sama.

Ketika tiba dipuncak tangga, hye sun bisa melihat Daniel kakaknya sedang berdiri sambil menantinya, sendiri diruang utama….

Perlahan ia lewati satu demi satu anak tangga masih dengan bantuan pelayannya….

Setibanya diruang utama itu, hye sun berdiri sendiri dan menyadari Daniel kini menatapnya dengan rasa  takjub. Namun, dengan sikap dingin dan angkuhnya Daniel  dapat segera menyembunyikan rasa kagum itu.

Hye sun tersenyum pada Daniel, dan Daniel membalas senyumannya meski hanya dengan senyuman kecil dibibirnya.  Perlahan gadis itu, melangkahkan kakinya dan dengan tiba- tiba memeluk erat tubuh lelaki yang kini ada dihadapannya….

Tentu saja Daniel merasa terkejut akan sikap hye sun padanya, pelukan itu begitu erat terasa….
Daniel merasa  ingin membalas pelukan erat adiknya, dengan perlahan ia coba mengangkat kedua tangannya ….Dan berusaha menyentuh dan merengkuh punggung hye sun dengan kedua tangannya itu….tapi….tiba- tiba ia urungkan niatnya…rasa itu seketika sirna, karena mungkin hatinya yang kini terlanjur sakit lebih menguasainya…

“oppa….” Lirih hye sun sambil terus memeluk erat tubuh kakaknya…

Daniel hanya diam, ia mencoba menahan air matanya sambil mengepal tangan kanannya….erat….
 Hye sun sadar ini mungkin terakhir kalinya ia memeluk Daniel. Merasakan kasih sayang Daniel yang telah ia berikan selama hampir 20 tahun, kepadanya.

“ aku sudah pernah bilang padamu, Hye…. suatu hari….kau akan rasakan apa yang aku rasakan mencintai seseorang…, dan setelah hari itu….mungkin cintamu tidak akan sepenuhnya untukku”

Hye sun terdiam, dan perlahan melepaskan pelukannya. Ia menatap wajah Daniel, dengan bola matanya yang basah…..hye sun sadar lelaki itu masih terluka…..

“tidak akan ada yang bisa merubah cintaku untukmu, Oppa….mungkin kau tidak akan percaya….tapi hanya itu yang bisa aku katakan padamu…” balas hye sun dengan suara paraunya.

Hye sun menyeka air matanya, saat ia mendengar ketukan bunyi sepatu Park si yeon yang berjalan dengan anggun menuruni anak tangga…..

Wanita tersebut berjalan menuju kearah mereka….
“sayang….tidakkah kita harus datang kegereja hari ini,…. Aku yakin hye sun tidak ingin datang terlambat” suara Park si yeon terdengar dingin dan parau.
Terlihat jelas sisa- sisa kemarahan diwajahnya.
“benar…..” tukas Daniel pendek

Sambil berbicara, dengan nada yang berat, Daniel menyodorkan lengannya pada Hye sun….. disusul dengan lengan kirinya untuk Park si yeon…..
Perlahan dan pasti mereka melangkah, meski tubuhnya tegap dan gagah Namun….dapat terlihat jelas kerapuhan diwajah tampan lelaki itu…..


“omma….appa….aku ingin kalian selalu menjaga boneka kecil kita…..aku melepasnya….hanya untuk kehormatannya sebagai wanita, sebagai adik yang sangat kucintai……..My Princess doll”




-------------------------------







Tidak lama untuk sampai ke gereja itu….

Hye sun tidak melepaskan pandangannya dari Park Si yeon saat wanita itu duduk dengan anggunnya dikursi bagian depan, dan ia menyadari bahwa wanita itu berusaha membuat dirinya tampak lebih menarik dari biasanya….Dengan gaun hijau yang senada dengan perhiasan yang ia kenakan, dapat terlihat ia mencoba “menggoda” minho dengan pesonanya meski hanya tinggal beberapa detik lagi….

Ini bisa dikatakan DETIK DETIK AKHIR PERJUANGAN PARK SI YEON….



Pernikahan itu terlihat begitu “sacral”…..dan sederhana…..
Hanya dihadiri beberapa tamu, baik itu kolega terdekat Daniel maupun Lee minho. Tetapi masih ada juga beberapa wartawan yang akan meliput berita besar itu, ya…. Berita besar yang mengejutkan hampir semua penduduk Korea.

CASSANOVA MELEPAS MASA LAJANGNYA!!!!

Mereka yakin, berita ini akan menjadi berita yang sangat menarik…..

Hampir semua terkejut, saat beberapa media baik itu surat kabar, maupun televisi memberitakan bahwa “Sang Cassanova” akan segera menikah, dengan gadis yang tidak lain adalah adik dari pengusaha Goo Daniel, Goo hye sun.
Wajah hye sun muncul disurat kabar, wartawan selalu berusaha memburunya sejak Lee min ho mengumumkan tentang rencana pernikahan itu.

Hye sun merasa kini tidak  dapat melakukan apapun lagi, ia juga tidak datang kekampusnya dan menemui Gaul sahabatnya.  Hye sun hanya menutup telinga, gadis itu menyembunyikan dirinya dibawah selimut, dan menutup wajahnya dengan bantal. Terkadang ia menjerit dengan sekuat tenaganya, sambil menangis…..

Semua wanita yang pernah terikat dengan Lee Min ho tidak kalah terkejutnya, berbagai macam spekulasi muncul…..dengan mengatakan bahwa mungkin adik Goo Daniel, telah BERBADAN DUA!!!! Namun, segera semua bagaikan angin lalu, karena tidak mungkin dengan alasan itu hati seorang Lee Min Ho dapat luluh dengan mudah, benar- benar PERNIKAHAN yang penuh dengan misteri…


----------------------------------

Pengucapan janji setia telah usai. Meski pada awalnya hye sun ragu menjawab, namun akhirnya kata “YA SAYA BERSEDIA” keluar juga dari bibirnya….

Park si yeon menggenggam erat tangannya, menahan kemarahan dan air matanya agar lelaki yang duduk disampingnya tidak merasa “curiga”. Wanita itu sadar, semua terasa berat. Ia sadar perasaan inilah, yang melingkupi hati minho saat ia mengkhianati cintanya lima tahun yang lalu…..

“andai waktu bisa terulang….aku tidak akan melakukannya minho…..”

Setelah saling mengikat janji pernikahan, tibalah saat mereka mengikatkan cincin dijari mereka berdua sebagai pengikat suci, sehingga dapat terlihat seperti pernikahan yang sempurna….

Dengan senyuman menggoda, perlahan minho memasukkan cincin kedalam jari manis hye sun….cincin indah yang bertahtakan berlian…..hye sun tidak pernah menyangka lelaki itu akan memberikannya “pengikat”yang begitu indah…

“andai aku bisa melihat wajah Lady Park saat ini….aku akan lebih bahagia lagi” bisik hye sun dalam hati.

Kemudian Perlahan hye sun mengambil cincin perak, dan memasangkannya kejari minho… tangannya gemetar…dan semakin gemetar saat minho berbisik dengan suara paraunya…

“ relax baby…..semuanya akan berjalan lancar…” tukas minho yang merasa seolah- olah  tidak ada siapapun yang melihat mereka berdua, seolah – olah ini akan menjadi pernikahan sempurnanya….

Hye sun merasa mata minho tidak lepas darinya bahkan saat Daniel membawanya kedalam “genggaman” lee min ho menuju altar….saat ia datang dari arah pintu gereja bahkan sampai detik ini…..saat mereka melepaskan janji setia…

Kini tubuh hye sun semakin gemetar saat minho, menatapnya dengan  tatapan tajam seolah akan menelannya hidup- hidup dan Hye sun juga dapat merasakan dengan jelas lelaki itu kini sedang memandang bibirnya…

“SEKARANG KALIAN SAH SEBAGAI SUAMI ISTERI, DAN ANDA BISA MENCIUM PENGANTIN WANITA ANDA TUAN LEE”


Jantung hye sun berdetak dengan kencang, ketika pendeta itu mengucakan kata- kata yang mungkin saat ini tidak ia harapkan,….

Minho menatap wajah pengantin wanitanya dengan dalam, matanya tajam namun begitu sangat mempesona…. Dan hye sun hanya mampu memandangnya dengan wajah gugup dan ketakutan!!! Semakin gadis itu takut, semakin kuat pula keinginan minho untuk menggodanya…

“kau….kini milikku” bisik minho yang membuat hye sun semakin gemetar…

Dengan perlahan ia biarkan bibirnya, menggapai bibir lembut hye sun….hye sun hanya bisa diam dan pasrah…ia menahan semuanya….kini…ia bisa merasakan ciuman yang dalam dan menuntut dari minho sang cassanova….yang mencium sambil merengkuh erat pinggang rampingnya….Minho dapat merasakan getaran bibir gadis itu,….tapi ia coba untukt idak merasakannya

Semua mata memandang tapi tidak dengan Daniel, ia menundukkan kepalanya….berat baginya melihat semua….ia merasa akan memukul wajah lee min ho dengan sekuat tenaga saat lelaki itu mencium adiknya….

Tapi…bukankah kini lee min ho adalah saudara iparnya??? Ia suami sah hye sun, dan hye sun kini menjadi miliknya. Karena sikapnya itu, Daniel tidak pernah menyadari isteri yang duduk disampingnya kini memasang wajah yang muram, park si yeon menangis tanpa suara, namun dengan segera ia menyeka air mata yang jatuh dipipinya……..

“jangan pernah berfikir aku melepasmu,minho……..tidak……..tidak akan pernah!!! Bisiknya dalam hati



-----------------------------------





Pengantin itu keluar dari gereja, dan disambut dengan pertanyaan para wartawan yang menurut hye sun terdengar sangat jijik dan membosankan.

“mengapa pernikahan ini terjadi dengan cepat, bagaimana dengan komitmen anda yang mengatakan bahwa anda tidak akan menikah Tn.lee?”

“benarkah, pernikahan ini mendadak karena Nn.Goo telah berbadan dua?”
“apakah dengan pernikahan ini, maka akan ada hubungan kerja sama antar perusahaan GOO dan SHINWA?”


Minho hanya tersenyum dan …. Hye sun menundukkan wajahnya sambil menghela nafas. Bisa ia rasakan kilapan lampu kamera yang mengabadikan dirinya bersama lee minho, hye sun merasa gugup dan karena kegugupannya ia tidak pernah sadar bahwa lee min ho dengan erat menggenggam tangannya,….

Daniel berjalan menuju mobilnya, yang telah menunggu…saat ini tidak akan ada lagi hye sun yang akan menggayutkan lengan pada dirinya. sebelum masuk kemobilnya …ia dapat melihat hye sun dari kejauhan…

Tak ada salam perpisahan yang hangat kepada pasangan pengantin baru itu. Daniel tidak berjabat tangan dengan minho dan tidak memeluk hye sun adiknya. Lelaki itu merasa tugasnya telah selesai,menikahkan hye sun dengan lelaki pilihannya sendiri.

Daniel perlahan memasuki mobilnya diikuti Park si yeon disisinya, hye sun memandang wajah wanita itu dan ia sadar dengan siapapun minho menikah, park si yeon tetap berhasrat pada lelaki itu, lelaki yang telah ia tinggalkan lima tahun lalu.

Hye sun hanya mengamati kepergian Daniel, hatinya bagai tercabik- cabik, dan ia tahu Park si yeon sangat menikmati itu…. Hye sun merasa bahwa kini ia akan berjalan sendiri, dan ia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti….


Sebuah mobil Limo panjang menunggu mereka….dan siap membawa pasangan ini menuju KEDIAMAN LEE. Perlahan hye sun menaiki mobil itu, diikuti minho setelahnya….

Wartawan- wartawan itu masih berusaha memburu berita mereka, masih dengan rasa ketidak puasan. Beruntunglah, pengawal- pengawal minho dapat segera mengatasi mereka semuanya…

Hye sun kini berada didalam mobil bersama minho yang duduk disampingnya. Ia menangis pelan tanpa suara, sambil terus memandangi jalan- jalan kota Seoul dari jendela mobil. Mungkin ia masih merasa tidak percaya atas apa yang telah terjadi, hye sun masih berharap bahwa ini hanya mimpi buruk baginya dan ia ingin segera bangun dari mimpi buruk itu.

Menikahi lelaki yang sangat dibencinya yang sama sekali tidak ia cintai, menerima apapun perlakuannya….bukankah itu sangat menjijikkan, bukankah itu bagai kutukan didalam kehidupan…
Seolah menanggapi perasaan hati hye sun, langit terlihat gelap sore itu. Seperti akan turun hujan yang lebat….

Minho memandang wajah hye sun, ia tahu kini gadis itu tengah menangis. Perlahan, ia keluarkan sapu tangan dari jasnya…

“ini…ambillah….hapus air matamu” tukas minho

Hye sun tidak menggubris. Ia merasa tidak butuh bantuan lelaki yang kini telah jadi suaminya….
Dengan sikap gadis itu, minho dengan segera mengembalikan sapu tangan itu ketempat semula. Dan dengan segera pula ia menggeser duduknya dan mendekatkan tubuhnya kearah hye sun. hye sun terkejut, ia memandang minho dengan tatapannya yang tajam, masih dengan air mata yang mengalir dimatanya.

Ia bisa rasakan wajah lelaki itu hanya berjarak beberapa centi darinya. Tangan lelaki itu merangkul sandaran kursi, sehingga seolah- olah terlihat minho kini sedang merangkul tubuhnya. Nafas hye sun seolah tercekat, ia tahu seperti biasa minho akan melakukan hal- hal yang terkadang tidak pernah ia duga.

Minho menatap bibir hye sun, lalu hidung dan kemudian matanya yang basah. Lalu Perlahan ia mengangkat tangannya, dan dengan perlahan pula ia meghapus air mata hye sun….

Hye sun tidak hanya bisa merasakan hangat nafas minho, ia juga bisa merasakan hangatnya tangan lelaki itu  diwajahnya, seolah-olah lelaki itu kini tengah membelai wajah putihnya….

“jika….kau tidak …ingin…sapu tangan..itu yang melakukan, maka mungkin…dengan tanganku….akan dapat mampu menghapus air matamu, sayang…”

Hye sun hanya diam mematung, tubuhnya mengejang…. Ia tahu minho bisa melakukan apapun padanya kini….
“jangan pernah berfikir….aku akan tunduk padamu!!!” hye sun menangkis tangan minho dari wajahnya.
Minho menatap wajah hye sun, dengan pandangannya yang menggoda….

“benarkah….???” Tanya minho

“ aku menikah denganmu hanya karena kakakku, tidak lebih !!!” suara hye sun terdengar parau.
Minho tersenyum geli mendengar pernyataan hye sun. sambil  memainkan cincin perak yang ada dijari manisnya ….
“tapi….aku bisa rasakan kau menikmati ciumanku, ciuman pernikahan kita” tukasnya menggoda..
Hye sun mengepal tangannya, namun tidak membalas ucapan lelaki yang duduk disampingnya. Ia alihkan pandangannya, menatap keluar jendela. Sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya.


Ucapan terakhir minho, membuat hye sun diam seribu bahasa. Ia merasa mungkin benar, ia menikmati ciuman itu hari ini, dan itupun disebabkan karena Park Si Yeon, ia ingin membuat wanita itu benar- benar marah padanya, paling tidak itu dapat membalas sakit hatinya pada wanita yang telah menghianati Daniel, kakaknya.

Minho menatap hye sun, namun gadis itu tidak membalasnya…. Minho tau mungkin saat ini pikiran “isterinya” benar- benar sedang kacau….Gadis itu masih terlalu muda, dan semua beban kini harus dipikulnya sendiri, perlahan akhirnya minho menjauhkan duduknya dari hye sun…yang masih menangis, bak seorang anak kecil…
Namun masih dengan sikap penggodanya, sesekali ia menyentuh dan menggenggam erat tangan hye sun, dan saat itu juga hye sun melepaskannya,……

Setelah “pertarungan” sengit pengantin baru itu, suasana didalam mobil  terlihat sunyi…. Sampai mobil tiba didepan pintu gerbang kediaman Lee Min Ho. Hye sun menatap  pintu gerbang , begitu tinggi dan kokoh, semakin ia melihat semakin ia merasa seperti akan dipenjara.

Mobilpun berjalan memasuki halaman luas rumah itu, mata hye sun memandang sekelilingnya, meski hanya pemandangan sisi kirinya yang terlihat…..
Rasa kagum menghinggapi perasaan gadis itu….
Dan tidak beberapa lama kemudian mobil pun berhenti, tepat didepan istana Lee.

Masih dengan gaun pengantin, hye sun perlahan keluar dari mobil setelah supir membukakan pintu untuknya. Saat keluar dari mobil, ia bisa merasakan dingin pada bagian pori kulit tubuhnya, karena udara yang bertiup kencang sore itu. Minho yang berada disisinya, sadar bahwa gadis itu kedinginan.  perlahan minho  membuka jas hitam miliknya, dan membalutnya ketubuh hye sun.

Mata hye sun mengarah pada lelaki yang kini merangkulnya, dan jas itu bagaikan sebuah penghangat baginya….

Sengaja hye sun biarkan jas itu membalut tubuhnya. Mana mungkin ia menolak, didepan para pelayan yang pasti akan membuatnya menjatuhkan harga diri lelaki itu. Kemudian gadis itu dengan segera mengalihkan pandangannya pada pelayan- pelayan yang berjajar disetiap anak tangga rumah itu. Pelayan yang menurutnya sangat banyak, dibanding pelayan yang ada dirumahnya.

Mereka menundukkan kepala mereka, memberi hormat pada Nyonya baru rumah itu. Kaki hye sun gemetar, entah mengapa ia merasa sulit untuk melangkah. Namun, tiba- tiba minho menyodorkan tangannya, membuat hye sun merasa bagai seorang puteri istana saat ini.

“ayo….masuk” tukas minho dengan lembut.

Entah kenapa, tanpa hye sun sadari, ia membalas sodoran tangan minho. Membiarkan setiap jari- jarinya berada dalam genggaman lelaki yang sangat ia benci.

Diujung pintu utama, ia dapat melihat seorang kepala pelayan yang membungkukkan kepala dan menyapanya…
“selamat datang….Nyonya….” tukas lelaki separuh baya itu dengan sopan
Hye sun membalas dengan senyuman…

“ini adalah kepala pelayan Han, dia yang akan membantumu…jika kau butuh sesuatu, sayang” tukas minho lembut.
Hye sun tidak membalas ucapan minho, ia merasa tidak perlu mendengar ucapan lelaki itu.

“senang…mengenal anda Tuan han” hye sun menundukkan kepalanya, memberi hormat pada kepala pelayan itu, dan tentu saja hal itu jarang dilakukan oleh seorang Nyonya pada pelayannya. Melihat keluguan hye sun,  minho hanya bisa tersenyum kecil….. begitu juga dengan pelayan Han..

 
Perlahan mereka berdua melangkahkan kaki, secara bersama. Menyusuri  ruangan utama….Hye sun terlihat kagum dengan kemegahan dan arsitektur rumah itu. Minho memandangnya dengan senyuman, dan sedikit heran dengan hye sun yang masih juga terus membiarkan genggaman tangannya….

Hye sun seperti anak kecil dihadapan atau tepatnya dalam genggaman lee minho, gadis itu tersenyum dan sesaat minho merasa ketakutan pada diri hye sun hilang. Dengan gaun pengantinya, minho bisa merasakan kecantikan alami gadis itu.  Keindahan bola matanya, dan senyumnya yang merekah…Kulitnya putih alami seperti bunga magnolia, ia bagaikan seorang puteri, …..

Minho sadar mengapa Park si yeon sangat membenci…..membenci hye sun….Ada  hal yang tidak dimiliki gadis- gadis yang pernah ia kenal sebelumnya, mereka tidak memiliki ketulusan, kepolosan, dan kemurnian cinta, seperti halnya gadis yang dihadapannya saat ini, atau tepatnya dalam genggamannya saat ini….

Lee min ho bisa merasakannya, merasakan dengan jelas…

Hye sun yang pada akhirnya sadar minho menatapnya dengan bebas, dengan segera melepaskan genggaman tangan lelaki itu…

Ia memandang wajah lelaki itu, dengan tatapan dingin…
“kau …sudah lihat semuanya bukan??” Tanya minho.
“dan sekarang….aku ingin memperlihatkanmu sesuatu yang menarik lagi” balas minho lagi

Wajah hye sun seolah bertanya, apa yang ingin diperlihatkan minho padanya…
Seketika Hye sun terkejut, saat minho melangkah kearahnya dan dengan tiba- tiba mengangkat tubuh mungilnya, kedalam genggaman kokoh tangan sang Cassanova ….
“ma…mau apa kau…, turunkan aku!!!”

Minho tersenyum dan dengan segera berjalan menyusuri setiap anak tangga rumah itu menuju lantai atas sambil menggedong tubuh pengantinnya, diiringi beberapa pasang mata para pelayan yang menatap dengan penuh keheranan.

-----------------------------------




Park si yeon, duduk termenung, memandang wajahnya didepan cermin….
Kecantikannya seolah- olah mendung dan  memudar hari ini. Pernikahan itu membuatnya, gila. Terlihat jelas gurat- gurat gelap di bawah matanya.

“aku….adalah wanita yang dicintainya…hanya aku “ park si yeon berkata sambil memandang pantulan wajahnya dicermin.
Suaranya terdengar parau. Ia sadar telah kehilangan separuh dari cinta seorang Lee minho. Perlahan wanita itu menyeka air matanya yang jatuh.

Saat menyeka air matanya, ia tersadar saat ini Daniel berdiri dibelakangnya. Dan  dapat terlihat jelas pantulan wajah lelaki itu dicermin.

Park si yeon terkejut, dan segera membalikkan  pandangannya kearah Daniel.
Mata mereka saling memandang, kemudian lady park segera berdiri dari duduknya saat Perlahan Daniel melangkah kearah isterinya, dengan tubuh yang seolah lemah dapat terlihat jelas kerapuhan didalam dirinya…

Daniel membiarkan tangannya memeluk mesra Park si yeon, lelaki itu merasa hanya isterinya yang mampu membuat dirinya kuat saat ini. Park si yeon membalas pelukan itu, pelukan erat yang menyatakan kesedihan mereka hari ini.
“hye sun meninggalkanku, sayang….dan kuharap….kau tidak akan melakukan itu padaku”

Park si yeon sadar, saat ini Daniel begitu sedih atas apa yang telah terjadi. Daniel sangat membenci skandal sang cassanova, dan pada kenyataannya adik kesayangannya sendiri menikahi lelaki itu. Daniel berfikir apa yang akan terjadi pada hye sun, setelah pernikahan ini.


Apakah gadis itu akan bahagia, hidup dengan lelaki seperti Lee min ho. Daniel sadar  bahwa lee min ho hanya ingin bersenang- senang dengan adiknya. Apalah arti sebuah pernikahan bagi seorang Cassanova.

“tidak…aku tidak akan meninggalkanmu…sayang….tidak akan” suara Park si yeon terdengar parau.
Kesedihan akan pernikahan ini, sesungguhnya bukan hanya Daniel yang merasakan. Tetapi, saat ini isteri “setia” nya juga merasakan hal yang sama.  





----------------------------------





Disebuah hotel mewah, seorang pemuda berdiri memandang suasana malam dari jendela kamarnya. ia berdiri, sambil meletakkan kedua tangan ke dalam saku celananya…Ia biarkan jendela kamar itu terbuka, sehingga ia bisa merasakan sejuknya udara malam itu….perlahan ia tersenyum…

Hampir seminggu lebih, II woo berada di jepang, Mengurus beberapa perencanaan besar bisnisnya. Pria tampan ini terlihat gembira , karena semua bisnis dapat berjalan sesuai dengan rencananya.

Joe II woo merupakan pengusaha muda berusia 25 tahun. Setelah kematian ayahnya, ia bersama sang ibu berusaha keras agar perusahaan keluarganya dapat terus bangkit dan berkembang, dan sekarang kerja keras itu berbuah manis. Perusahaan yang mereka bangun dan pertahankan, telah berkembang dengan pesat meskipun belum bisa menyaingi perusahaan besar SHINWA.

Tidak lama kemudian Pemuda itu perlahan meraih telpnya, dan menekan beberapa tombol nomor. Beberapa detik menunggu, akhirnya terdengar suara seorang wanita menyapa…

“yoboseyo…” tukas wanita itu dengan suara lembutnya.
“omma….” Balas II woo
“II Woo….. apa kabarmu, sayang ?” tanya Park In Woo dengan senyum bahagianya.
“baik…baik omma…”

“Manager Jang, telah menghubungi ibu, dan beliau mengatakan bahwa semua berjalan sesuai rencana kita” tukas Ny. woo

“ne..omma…semua berjalan lancar, dan rencananya besok siang aku akan kembali ke Seoul” balas II Woo lagi.
“ya…. Ibu..juga sudah merindukanmu. Sesampai kau dirumah, ibu…akan membuat hidangan kesukaan mu sayang”


Park In Woo sangat menyayangi putera tunggalnya. Wanita yang berusia 46 tahun ini, masih terlalu muda saat suaminya meninggal. Dengan ketegaran hati, ia dapat membimbing puteranya menuju kesuksesan besar.

“ya… baiklah, ibu….aku mencintaimu”
Telp itu perlahan ditutup….

II woo tersenyum, sambil perlahan membuka dasinya….
Kemudian dengan perlahan pula ia merebahkan dirinya keatas tempat tidur. Pemuda itu kelihatan lelah. Hari- harinya selalu ia isi dengan kesibukan dan rutinitas bersama para kolega bisnisnya.
Wajahnya memandang, atap- atap langit hotel itu. Perlahan II Woo menutup matanya, dan selama beberapa menit ia biarkan pikirannya bebas…..

Kemudian perlahan ia buka kembali, matanya… dan melihat sebuah meja kecil yang berada disisi kiri tempat tidurnya. Sebuah sarung tangan tergeletak diatasnya, II wOo tersenyum memandangnya. Dan perlahan ia bangkit dari tidurnya, mencoba meraih sarung tangan itu.

Satu minggu yang lalu, pertemuannya dengan gadis asing itu  tidak akan pernah terlupa. Pandangan mata dan senyum gadis itu selalu menari- nari didalam otaknya. Suaranya yang lembut….dan sopan….benar- benar membuatnya sangat tertarik, II Woo merasa ingin mengulang hari dimana ia berjumpa dengan gadis itu.
Terkadang, II woo merasa heran akan dirinya sendiri, mengapa hal semacam itu terjadi. Apakah dia telah jatuh cinta pada gadis yang sama sekali tidak ia kenal?

Pertanyaan sederhana namun mengandung arti mendalam itu selalu terbersit dibenaknya.

Sarung tangan itu, kembali berada dalam genggamannya. II woo terus memandangnya. Sambil tersenyum.
“warna sarung tangan ini, seperti warna pipinya” tukas II woo lembut, sambil membayangkan wajah lembut hye sun.
“sepulangku dari Jepang…. aku….akan mencarinya, dan…. aku yakin… aku akan menemukannya….” Tukas II woo lagi.



---------------------------------



Hye sun menatap beberapa kopernya dengan matanya yang terlihat sembab. Kiriman koper itu baru saja datang, dibawa oleh pelayan kakaknya Bibi Chan serta salah seorang pelayan muda. Hye sun tertegun melihat koper koper besar, yang berada dikamarnya saat ini. Ia berfikir bukankah lebih baik, biar ia yang datang membereskan semua barang- barangnya. Tapi, sepertinya Daniel tidak menginginkan hal itu.

Hye sun tidak pernah menyangka, Daniel akan membencinya setelah semua yang terjadi. Namun, ia sadar Daniel berhak melakukannya. Andai kakaknya sadar, apapun yang dilakukan adalah hanya untuk dirinya…..


Hye sun membuka salah satu  koper, dan menatap semua pakaian- pakaian miliknya yang tersusun rapi didalam koper itu. Beberapa kotak perhiasan ibunya, serta foto- foto  yang biasa berdiri disisi tempat tidurnya…Perlahan tangannya menggenggam erat foto- foto itu, dan memeluknya…..

Ia yakin bibi Chan yang membereskan semuanya. Tidak ada lagi barang yang tersisa dikamarnya, mungkin Daniel tidak berharap ia kembali kerumah itu, meski hanya untuk mengambil barang yang tertinggal.

Tiba- tiba terdengar suara ketukan dari luar….
“siapa…?’ tanya hye sun sambil menyeka air matanya
“saya…nyonya….” Tukas gadis pelayan itu dengan sopan.
“masuklah…” tukas hye sun

Dua Pelayan itu perlahan membungkukkan kepalanya memberi hormat, dan berjalan mendekati hye sun yang sibuk mengeluarkan pakaian- pakaian dari kopernya.

“biar kami yang melakukan Nyonya… tuan meminta anda turun sepuluh menit lagi, untuk makan malam”
Hye sun menatap pelayan itu sambil tersenyum.
“tidak apa- apa….aku…bisa melakukannya” balas hye sun
“tapi..ini perintah tuan nyonya, kami….tidak ingin….tuan menjadi marah” tukas salah seorang pelayan dengan nada seolah memelas.

Hye sun menghela nafasnya. Ia tahu, semua keinginan lee min ho haruslah dipatuhi oleh siapapun juga, ia sadar kesalahan yang besar padanya jika pelayan ini harus menerima hukuman karena kesalahannya.  Dan kini hye sun merasa bahwa ia  benar- benar dalam kendali lelaki itu.
Hye sun tersenyum sambil berkata….
“baiklah…mungkin aku juga harus segera mengganti pakaianku”

Hye sun masih menggunakan gaun pengantinnya. Ia sama sekali tidak melepas gaun itu sama sekali. Bukan karena ia menyukainya, melainkan tidak ada pakaian pengganti yang harus ia pakai. Lee min ho sebenarnya telah menyediakan pakaian untuk isterinya, namun….hye sun menolak.

Hye sun menolak apapun pemberian lelaki itu padanya. Ia hanya ingin mengenakan pakaian miliknya. Mungkin ia sadar, semua pakaian yang disediakan minho semuanya bukan gaun yang cocok untuknya. Semua gaun terbuka dan terlihat dewasa.

“ lelaki itu  pasti sengaja melakukannya” terbesit pikiran itu dalam hatinya.
Hye sun sesaat  mengamati cara kerja pelayan itu, sangat cepat dan terlatih…
Kemudian ia menghela nafasnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun sebelum ia masuk…

“oh iya…bisakah kalian tidak memanggilku, Nyonya….aku…sangat tidak biasa dengan panggilan itu. Lagi pula mungkin usia kita sama, mungkin…kita bisa jadi teman”

Hye sun berkata pada Dua pelayan dengan suaranya yang  lembut dan ceria. Lalu perlahan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Diiringi, tatapan heran gadis pelayan.


NYONYA, hye sun merasa canggung mendengarnya. Nyonya, panggilan yang selalu ia dengar dari mulut Bibi Chan beserta pelayan- pelayan saat memanggil nama Park si yeon. Hye sun tidak suka panggilan itu, panggilan yang menunjukkan kekuasaan besar yang terkadang membuatnya muak.

Perlahan ia buka pakaian pengantinnya….kulitnya terlihat  bersih bagaikan bunga Magnolia….. sangat mempesona, apalagi saat air itu mengguyur tubuhnya…. Hye sun biarkan air hangat itu membasahi seluruh tubuhnya, ia merasa tenang meski hanya untuk sesaat. Namun ia ingin menikmatinya…
Setelah merasa relax dan segar…perlahan ia melangkahkan kakinya menuju sebuah cermin yang hampir  menonjolkan semua lekuk tubuhnya….                                                      Lalu  hye sun memandang wajahnya dicermin. Dan , dengan perlahan pula menyentuh bibirnya….

Ia bisa mengingat jelas setiap kejadian saat minho menciumnya, setiap ciuman yang terkadang ia rasakan berbeda… ia merasa jijik, dan rendah saat berada dalam genggaman lelaki itu apalagi saat lelaki itu menciumnya, ia seolah- olah merasa bagai “wanita” sang cassanova.

Setiap ciuman yang ia rasakan, bagaikan sesuatu hal yang sangat menyakitkan. Hye sun Berharap ciuman indah akan ia dapatkan dari seorang lelaki yang mencintainya dan ia cintai…namun pada kenyataannya, ia hanya bisa merasakan ciuman terkutuk yang membuatnya terpuruk dalam lubang, dan penjara seorang cassanova.
Entah berapa kali lelaki itu menciumnya, dan tanpa satu kalipun hye sun dapat melepaskan diri darinya. ….

FLASHBACK

Minho merebahkan tubuh hye sun keatas tempat tidur. Hye sun sadar saat ini ia berada dalam sebuah kamar yang besar, dengan arsitektur bergaya Eropa yang elegan. Nafasnya kian tercekat, saat ia sadar minho kini berada diatas tubuhnya.

Lelaki itu menatapnya, dengan tatapan yang sayup namun tajam.
“a…apa…yang mau kau lakukan…” suaranya terdengar ketakutan.
Ia bisa merasakan gaunnya kini tersingkap. sehingga, hye sun tidak dapat menutup kaki indahnya yang terlihat bebas
karena genggaman tangan minho yang erat serta dekapan tubuh besar lelaki itu, membuatnya tidak dapat berkutik lagi.
“bagaimana…menurutmu?” Tanya minho dengan suara berbisik diiringi  senyuman nakalnya

“a…aku mohon…jangan…jangan lakukan…a…ku..mohon…” suaranya terdengar lemah dan memelas.
Minho tersenyum… sambil menatap wajah lugu gadis yang ada dalam pelukannya saat ini. Minho dapat melihat jelas kecantikan sempurna gadis itu, dan untuk kesekian kalinya…. Perlahan tanpa ragu, ia melepaskan ciumannya pada bibir hye sun.

Tubuh hye sun menegang, tangannya mencoba melepaskan diri namun tetap kegagalan akan selalu datang meski ia telah berusaha dengan keras.
Minho menciumnya lembut, dalam…dan menuntut. Hye sun menutup bibirnya, menolak ciuman itu dengan keras. Tapi, cassanova tidak membiarkan itu terjadi. Minho dengan mudah menguasai bibir dan, tubuh lemah gadis  itu…

Hye sun menangis seakan ingin menjerit ….tapi entah mengapa ia merasakan sensasi aneh dalam dirinya, ia merasa seolah minho menarik jiwa dari tubuhnya dan menjadikan satu dalam  jiwa minho sendiri ….
Perlahan setelah melepaskan hasratnya, minho melepaskan ciuman itu. Membiarkan gadis itu bernafas, ….dalam pelukannya…tapi dalam desahan nafas yang seolah memburu itu, terdengar tangisan yang lemah hampir tanpa suara,…

 “aku…takut…tolong…jangan….jangan…lakukan…itu….” Isak hye sun, tubuhnya gemetar…

Mata mereka saling memandang dan Selama beberapa menit mereka tetap berada dalam posisi itu. Minho sadar,terkadang  ia sangat menginginkan gadis itu mungkin….  Menginginkannya hanya sebatas nafsu. Perlahan minho bangkit dari tubuh hye sun, melepaskan “kekuasaannya” pada diri hye sun . dan berdiri dengan angkuhnya…

“aku hanya bertanya padamu….bagaimana menurutmu…KAMAR INI ..kau suka?” suaranya terdengar enteng, seolah ia tidak sadar telah membuat isteri yang baru dinikahinya beberapa jam yang lalu takut setengah mati.
Hye sun segera bangkit. Lalu menyeka air matanya…. Sekali lagi rasa muaknya terhadap lelaki itu jelas semakin terasa.
“ma..maksudmu!??” Tanya hye sun dengan suara paraunya.
“aku Tanya….apa…kau suka kamar ini?” minho mengulang kata- katanya.

Minho tahu gadis yang dihadapannya adalah gadis polos, yang bisa saja ia dapatkan dengan mudah, seperti halnya membalikkan telapak tangannya. Ia merasa akan mengasyikkan jika “bermain- main” terlebih dahulu dengannya

“aku menciummu, hanya ingin memastikan apa yang akan terjadi diantara kita dimasa….depan” tukas minho sambil tersenyum…
“kau…..bukan gadis yang kuinginkan…..bukan…”ucapnya lagi.

Ia menatap hye sun dengan mata yang seolah tersenyum… dan Perlahan minho melekukkan kakinya, seperti seolah berlutut  duduk dibawah kaki hye sun yang mematung disisi ranjang, dan terus menangis dengan suara pelan, hampir tidak ada suara keluar  dari bibir mungilnya.

“aku yakinkan….diriku bahwa aku tidak menginginkanmu. Menikah denganmu hanyalah keinginanku untuk membuat Park si yeon terluka, melukainya sebagaimana rupa ia telah menyakitiku. Jadi…kuharap kau bisa bekerja sama dengan baik. Kau…akan baik- baik saja hye sun_sshi… jika kau menuruti semuanya…mengerti? ”suaranya terdengar halus namun tajam dan menekan…

Hye sun sadar kini hanyalah sebuah mainan bagi lee minho. Mainan untuk tujuan besarnya. Ia yakin lelaki itu masih mencintai kakak iparnya.

Minho berdiri dari duduknya…..namun, masih menatap wajah pengantinnya yang polos
“aku…tidak akan melarang apapun yang kau inginkan apapun yang kau lakukan, jika butuh uang mintalah padaku. atau…cara yang lebih baik… aku akan memberikanmu kartu kreditku!!.”

Hye sun hanya diam membisu, ia merasa muak mendengar semuanya. Dan dengan suara gemetar, ia keluarkan kata- katanya yang seolah menentang perintah lelaki itu…
“terimakasih…tapi…aku sama sekali tidak membutuhkannya tuan!!! Aku….tidak butuh apapun darimu !!!”

Suaranya terdengar bagai jeritan, seiring bunyi petir yang menggelegar senja itu.
Hye sun perlahan berdiri dari duduknya, ia merasa tidak harus seperti ini. Hanya duduk dan menjadi boneka peliharaan sang cassanova.
“ kau pikir…setelah aku mau menikah denganmu…aku akan melakukan apapun yang kau inginkan…??” tukas hye sun dingin

Minho menatapnya dan tersenyum sinis….
“tentu saja,….aku yakin….kau akan melakukan semuanya, bukankah kau sangat menyayangi kakakmu hye sun_sshi?.” ucapnya enteng.
“dan ….     Dengan mematuhiku…. Semuanya dapat terkendali, dengan mudah….”tukas minho lagi.
Hye sun berdiri mematung, tubuhnya gemetar dan seolah tidak mampu melakukan apapun lagi… keberaniannya hilang, saat ia harus mendengar nama Daniel, sebagai taruhan.

“kau hanya melayani saat aku butuhkan tanpa menolak. Tapi, ….aku jamin kau tidak harus melayani ku ditempat tidur, lagi pula…kau memang bukan gadis yang kuinginkan, hye sun_sshi”
Perlahan minho menghampiri hye sun yang masih berdiri mematung, dengan kepalanya yang tertunduk…. Dan Dengan gaunnya yang terlihat kusut..

Kemudian…Minho perlahan mendekatkan bibirnya ketelinga hye sun,….
“aku tidak membutuhkan tubuhmu, yang bisa aku dapatkan dari wanita manapun yang kusuka tanpa paksaan…aku… hanya membutuhkan bibirmu, pelukanmu…. jika aku perlukan…jika aku butuhkan ….atau… lebih tepatnya lagi jika dihadapan Park si yeon!!!”

Sambil bicara…Tangan hangat lelaki itu menyentuh perlahan bibir merah hye sun dengan lembut.

“ araso….? Dan mungkin…dimulai dari ciuman yang kuberikan beberapa saat yang lalu yang akan menjadi awal dari hubungan kita, aku…hanya mencoba melatihmu,….agar tidak terlihat gugup    hah….”

Dengan senyuman nakalnya… Minho perlahan melangkahkan kakinya, meninggalkan hye sun yang berdiri bagai mummy yang tidak bergerak.

Namun, sebelum ia keluar dari kamar itu… minho membalikkan tubuhnya.
“oh..iya…aku lupa sayang, kita….akan tidur dalam ruangan kamar ini, bersama….dan….aku yakin…kau menyetujuinya bukan???”
Hye sun terdiam dan menatap minho dengan tubuhnya yang gemetar….

Apakah….apakah….aku bisa lolos darinya……dengan rasa takut dan kelemahan ini…mampukah semua akan berakhir seperti yang kuharapkan….
Tuhan…tolong aku….


ENDFLASHBACK


Daniel terbaring dikamarnya, sambil memegang dada yang terasa agak sesak. Ia merasa sulit untuk bernafas…..

Sesekali merasakan sakit di dada saat ia mencoba menarik dafas dalam- dalam…..Bulir- bulir keringat menetes didahinya…daniel mencoba menenangkan diri…

Perlahan ia membalikkan tubuhnya, menatap isterinya yang terlihat  tidur dengan pulas…
Ia biarkan tangannya menyentuh lembut rambut Park si yeon, dengan perlahan…..kemudian perlahan pula menuju wajah dan bibir wanita itu….

“kau alasan ku untuk bertahan sayang…..kini…hanya dirimu….” Bisik Daniel pelan.

Daniel pun  merengkuh dan memeluk erat Park si yeon, dan membiarkan kepala isterinya bersandar di dada bidangnya. Park si yeon perlahan membuka matanya, tanpa sepengetahuan suaminya, ia hanya berpura- pura tidur. Mana mungkin ia mampu memejamkan mata setelah semua kejadian ini, kejadian yang membuatnya terpuruk.

Namun, saat mendengar kata- kata indah dari Daniel, ia merasa lemah. Ia sadar masih mencintai Goo Daniel, tapi disatu sisi ia menginginkan Lee minho. Park si Yeon bia merasakan detak jantung Goo Daniel, seiring detik jam.

Daniel mencoba memejamkan matanya….dan tetap dalam kegelapan ia masih mengingat hye sun adiknya. Ada kekhawatiran yang ia rasa, sebenci apapun dirinya, hye sun tetap adiknya. Adik yang ia sangat cintai.

 “apakah….My Princess Doll sudah makan, apa…dia sudah tidur???”
Tukas Daniel pelan, seolah –olah bertanya pada dirinya sendiri….
Kata- kata itu membuat Park si yeon semakin muak, apalagi saat pikiran Daniel kembali terhadap gadis itu…

Park si yeon menggigit kecil bibirnya, menahan emosinya yang bergejolak. Membayangkan gadis itu berada disisi lee min ho dan menari- nari didalam fikiran Daniel, suaminya…

“ini tidak bisa dibiarkan….tidak bisa….” Bisiknya dalam hati.




------------------------------------




Suasana malam itu begitu dingin, angin bertiup menusuk hingga tulang….
Lee minho duduk diperapian, sambil menggenggam dan menikmati segelas champagne. Kemudian setelah beberapa tegukan terakhir, minho meletakkan gelas itu kesebuah meja kecil disamping kursinya…

Perlahan minho menghela nafasnya, memikirkan bahwa hye sun sama sekali tidak turun untuk menikmati makan malamnya. Terkadang ia merasa mengapa harus memperdulikan gadis yang sebenarnya keras kepala itu. Namun, minho juga khawatir bagaimana jika gadis itu sakit…


Malam ini Hye sun tidak turun untuk makan malam, ia menolak untuk menikmati makan malam bersama lelaki yang semakin ia benci. Lelaki yang selalu memaksa dan “melecehkannya”. Gadis itu hanya berada dikamar, tanpa mempedulikan siapapun. Dan minho dengan keangkuhannya, tidak akan memaksa “isteri” nya untuk makan. Apapun yang ingin dilakukan oleh gadis itu, maka lakukanlah…. Asalkan tidak melanggar tugas- tugas yang telah lee minho buat secara sepihak.

Mata minho terasa lelah, sayup- sayup ia dengar alunan music klasik diruangannya. Pikirannya seolah menari, mengikuti irama music tersebut. Perlahan, ia menarik lengan baju kirinya untuk melihat jam berapa saat ini….
“Sudah pukul dua belas malam.” Bisik minho.


Minho  berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu, sambil terhuyung- huyung minho menaiki anak tangga menuju kamarnya…dan tibalah ia didepan pintu kamarnya…

Tapi….saat ia coba membuka pintu, minho bisa merasakan bahwa pintu itu TERKUNCI!!!!

Wajah lelaki itu segera berubah menjadi kesal. Minho berusaha masuk sambil mengguncang kuat gagang pintu kamar itu.
“huh…ini pasti ulahnya….” Minho berbisik sambil tersenyum kesal.

Ia mengamati sekitarnya…sepi…., ia sadar semua pelayannya kini sudah tidur. Minho merasa telah dipermainkan oleh gadis yang baru berusia 20 tahun..

Tanpa basa basi, minho mengetuk pintu itu, namun dengan ketukan yang tidak terlalu kuat

“hye sun….buka pintunya…ayo buka!” tukas minho dengan nada kesal.
Hye sun menyusup kebalik selimutnya, bola matanya mengisyaratkan bahwa dirinya ketakutan saat ini. Ia tahu minho pasti kesal dan marah padanya. Tapi ia merasa, harus melakukan semuanya. Mana mungkin, seorang lee min ho akan membiarkan isteri sahnya terbaring sendiri, tanpa menyentuhnya. Bukankah itu bualannya yang begitu sempurna??.

Hye sun menutup telinganya dengan bantal, saat minho merubah nada suaranya, menjadi seperti  jeritan
“buka pintu ini…atau kudobrak!!!”

Hye sun tetap tidak peduli mendengar jeritan itu. Tubuhnya gemetar, keringat dingin membasahi tubuhnya, hye sun menangis….

“oppa….” Hanya nama  itu yang bisa keluar dari bibir mungilnya…

Pelayan Han, yang  ternyata belum tidur mendengar jelas jeritan tuannya. Lelaki separuh baya itu, segera melangkahkan kakinya menuju arah suara. Dan mendapati minho berdiri, sambil terus mengetuk kuat pintu kamarnya.
“tu..tuan apa..yang terjadi ?” Tanya pelayan itu dengan nada heran
“isteriku…dia…mengunci pintu…dan kau tahu aku lelah, dan aku..ingin tidur dikamarku!!” minho berusaha mengatur nafasnya, kemarahannya kini memuncak pada hye sun.

“saya….akan…ambilkan duplikat kuncinya tuan” balas pelayan Han dengan sopan.
“kunci….ya…duplikat kunci” tukas minho masih dengan nada kesal.

Beberapa pelayan wanita, mengamati dari balik dinding kokoh rumah itu, mereka memandang dengan  sedikit heran . bagaimana mungkin pasangan yang baru menikah, akan memulai malam pertama mereka dengan pertengkaran.
Tanpa harus menunggu lama, lee minho kini telah mendapatkan kunci duplikat itu ditangannya. Hye sun kini merasa, sesuatu yang buruk akan terjadi saat ia mendengar dengan jelas suara kunci dari lubang pintu…

Tanpa harus menunggu lama pintu itu terbuka bebas….hye sun dapat melihat sesosok tubuh besar tegap berdiri dipintu itu. Wajahnya terlihat geram, dan marah. Hye sun berdiri mematung, dengan tubuh gemetarnya, ia merasa harus lari…dan bersembunyi….tapi kemana….rumah asing itu bagaikan penjara indah yang melingkari hidupnya,…..

Perlahan minho melangkah mendekati hye sun, wajahnya begitu membuat gadis itu ketakutan….

“apa yang kau lakukan, huh??? Kau…ingin mempermainkanku??” suaranya begitu terdengar dingin dan parau…
Hye sun hanya diam, pelayan Han menatap dengan heran sepasang pengantin baru itu….minho yang menyadari keberadaan pelayan han, memerintahkannya untuk pergi…

“bisakah kau…tinggalkan kami? Dan tutup pintunya!!!” tukas minho kasar
“ya..tuan” tukas pelayan itu sopan.

Namun, sebelum sempat melakukan hal itu, hye sun menjerit memanggil namanya….

“Tuan Han….jangan tinggalkan aku…kumohon…..tolong aku!!” hye sun mencoba berlari menuju arah pintu untuk menyelamatkan diri, tapi sayang minho dengan cepat menangkap lengan gadis itu.

Hye sun bisa merasakan genggaman erat dan kasar pada lengannya… hye sun meronta, dan melawan..
“lepaskan….lepaskan!!!”

Pelayan han ingin mencoba menolong, tapi niat itu ia urungkan….ia menutup pintu kamar itu meski dengan berat hati. Semua pelayan yang berada di bawah, hanya mampu mendengarkan jeritan hye sun tanpa bisa menolongnya.

Minho merasa amarahnya memuncak, gadis yang ingin ia kuasai, ternyata belum sepenuhnya ia kuasai. Hye sun menangis kuat, tangisan yang seolah bagai jeritan. Ia meronta dalam pelukan sang cassanova. Minho terus membiarkan tangan kokohnya menguasai tubuh gadis itu, entah apa yang akan ia lakukan….yang jelas harus membuat hye sun tunduk padanya, apapun itu…

Lama kelamaan, perlawanan hye sun pun melemah…..hye sun tidak lagi merasakan tubuh gemetarnya, tidak merasakan kakinya yang menginjak bumi…. ia diam dan sayup- sayup menatap wajah minho yang memandangnya, masih dengan tatapan keangkuhan lelaki itu… hye sun bisa merasakan nafas minho yang memburu diwajahnya…

Tiba- tiba Hye sun menggenggam erat kemeja hitam lelaki itu…sangat erat… , ia merasa tubuhnya melemah dan seolah akan terjatuh….

Dan benar…..tubuh lemahnya terjatuh dalam pelukan minho yang coba menahan….
“hye….hye sun….kau kenapa…hye sun!!!” minho berteriak….gadis itu terjatuh, tubuhnya terasa dingin…melemah…

Pelayan Han yang masih berdiri tidak jauh dari kamar itu, dengan segera melangkahkan kakinya dengan cepat, … memasuki kamar, untuk melihat keadaan  yang terjadi…

“tuan…apa yang terjadi…” Tanya pelayan Han dengan gugup. Sambil menatap hye sun yang tergolek lemah dalam pelukan, minho tuannya.

“entahlah…cepat…cepat panggil dokter!!!”  Dengan langkah gugup, pelayan Han berlari memenuhi perintah tuannya.
Minho mencoba menenangkan hatinya…ia merasa bersalah atas semua ini…. Tangan gemetarnya membelai wajah gadis itu, dengan lembut…

“hye…bangunlah…hye….” Suara nya lembut namun terdengar parau…
Minho memeluk erat tubuh hye sun, dan tanpa sadar…..Cassanova pun MENANGIS………..





END CHAPTER






sorry ya sist update ku telat MIANHE ......

maklum karena sesuatu dan lain hal...... [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]



ENJOY YA...MOGA GA BOSEN  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: December 06, 2012, 11:09:01 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #481 on: February 10, 2011, 11:57:21 pm »
wah sist hye gumawo dah update!baru td q todong he9
KERENNN banget sist chapt ini he9 kayak bisa ngerasain emosi d tiap karakter d FF ini...
eh si casaminong bz nangis toh?makanya jgn suka bikin hye sun nangis c gantian deh skrg he9
duh oppa daniel sweet banget c mau banget py kakak kyk gt he9
si ill woo bakalan dtg d next chap y sist (ngarep.com)he9

d tunggu lanjutannya sist!

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #482 on: February 10, 2011, 11:58:11 pm »
keren keren [hmpfh] [hmpfh]
wah kirain bkalan ada yg [drool] [drool] eh ternyata gak [goodgrief]
heeeeem 4 hari lagi [hmpfh] [hmpfh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #483 on: February 11, 2011, 12:00:25 am »
 [laughing] [laughing] [laughing] minho nakutin hye sun tuh...mpe pingsan gitu  [laughing] [laughing]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #484 on: February 11, 2011, 01:26:42 am »
Sist Hye Sun , gw suka  ni chapter

gw baca chapter yg ini agak esmosi jiwa gitu ampe mo mewek , marah kesel jadi satu .

Daniel , oh daniel kenapa sih begitu membenci adiknya yg tanpa dia sadari sangat menyayangi dan berkorban untuk Oppanya. gw sedih waktu hye sun meluk Oppanya tp yg dipeluk dah kyk es batu diam tanpa reaksi, ya gw ngerti sikap daniel pd hye sun tp ya gak gitu juga donk [guns] [guns]

tp gw suka waktu ciuman pengantin itu yg ternyata hye sun menikmatinya hanya untuk bikin Lady park cemburu dan yach sekarg hye sun sejajar dengan lady park soal pesona, tp kalo soal manner and cinta yg tulus hye sun tetep dunks nomor 1. HYE SUN U GO GIRL ,...HYE SUN HWAITING!!!!! [smiley-gen013] [smiley-gen013]


casaminong  casaminong,...dasar  [guns] [guns] [guns] bisa2nya nakut2in gadis remaja ampe pake paksa paksa segala nah liat tuch akibatnya jadi pingsan dech [collapse], begini2 nih kalo berurusan ama gadis polos jadi kelabakan sendiri kan [hmpfh]
tp si mino kyknya juga ketakutan hye sun kenapa2 ampe tanpa dia sadar mino nangis saking cemasnya, gimana reaksi daniel kalo tahu adiknya pingsan gara2 ditakut2in si minong pasti lgsg  [head break] [head break] [guns] [guns] atu jgn 2 cuek bebek aja ni si Oppa Daniel [goodgrief]


Il Woo dah love at first sight ama hye sun  [lovestruck], ayo bang il woo, cari hye sun sampe dapet and bawa kabur aja kalo perlu biar si mino gak nakut2in hye sun lagi [hmpfh], pasti si casaminong kelabakan kalo tahu bininya di taksir ama pesaing bisnisnya [hmpfh]

Sista, tengkyu dah up date and long chapter lagi , ane puas jadinya [drool] [hmpfh] [laughing]
tapi up date-an berikutnya senin aja yach jagn ngitung 4 hari, gak sabar nich nunggu casaminong jealous ama hye sun yg di taksir il woo [hmpfh]





    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

minsunlover

  • Guest
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #485 on: February 11, 2011, 02:47:41 am »
OMG!

Kasian amat sih nasib Princess Doll....Aduuuuhhhh minong, jangan galak2 n jahat2 atuh ama Princess Doll, tuh kan ampe pingsan :(

Offline minhye

  • Newbie
  • *
  • Posts: 89
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #486 on: February 11, 2011, 02:50:52 am »
Hyesun maksih yach udah updte..gatel juga akhirnya mau koment... ...

abiz chapter ini emang full emosi kesel, amarah, sedih , dongkol  campur aduk smua ( udah kya rujak aja).. [hmff] [hmff]

hye sun tersiksa banget bathinnya dichapter ini, tpi kasian jga sma oppa daniel dia sayang bgt sma princess doll tpi ga mau nunjukin karena dia nerasa princessnya udah berubah padahal dia kan lakukan smua untuk oppa tersayang...and min ho disini pengen di hammer2 hammer2 hammer2 kesel bener ngebayangin sikapnya sma hye sun.....

hyesun pingsan pasti karena terlalu cpek bertengkar sma min ho dan perasaannya seharian jadinya ambruk dech... (tul ga)
min ho nangis apa sudah mulai tersentuh ya sma  sang princess doll  [chin] [chin] [chin]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #487 on: February 11, 2011, 03:37:57 am »
sediiiiiiiiiiiiiiih nget q sma keadaan nya hyesunjavascript:void(0);javascript:void(0);javascript:void(0);stelah menikah,tertekan dia sma sang cassanova,di  lain ssi q benar" kesal sma minho javascript:void(0);javascript:void(0);javascript:void(0);pdat yg semena" sma hyesun,di tunggu ya eonni next nya 2 hri ya pleeeeeeeeeeees memhon smbil joget" nehjavascript:void(0);javascript:void(0);javascript:void(0);ghamshmida sbelumnya.

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #488 on: February 11, 2011, 04:56:39 am »
ya ampun. . gw makin suka m cassamin0ng. . sumpah. . :D. . beribu2x gumawo zizth buat updtanya yg bg2 panjang. . l0ng chapter yg pnuh dgn air mata tp gw rasa menyenangkan. . hahaha
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #489 on: February 11, 2011, 05:16:34 am »
sist hyegomawo say dh update long chap lg...... [hmpfh] [hmpfh]
hye sun kasian bgt sih......segitu takutnya y ma bang mino sampe pingsan sgla....
 [what]cassanova nangis smbil memeluk istrinya yg pingsan?????jangan dah jatcin y sist tanpa ia sadari...
I like this chap.......suka duka bercampur jd satu....mpe menguras air mata hiks hiks
sekali lg gomawo say and...........lanjutanya jgn lama2....ocre!!!?
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #490 on: February 11, 2011, 05:41:47 am »
Thanks yaaa, udah diupdate...

Gue kasian banget ama Hyesun di sini. Kok bisa2nya sih dia tunduk ama si Minho. Kalau aja dia ceritain semuanya ama abangnya, pasti ceritanya bakal lain.Hyesun terlalu baik sih. Sampai2 dia gak mikirin dirinya sendiri. Lagian biar abangnya si Daniel itu tau, kalu istrinya itu orang yang gak baik. Park Si Yeon dan Lee Min Ho justru gue rasa PASANGAN YANG SERASI. YAng satu cewe gila, yang satu cowo nakal... [laughing] [laughing]...jadi mestinya si hyesun biarin aja tu si Minho ngerebut kakak iparnya dia....Terus gue kok ngerasa aneh sih ama hubungan Daniel dan Hyesun. Kok kayaknya yang saling cinta itu mereka. Tapi ya sudahlah.... [heh]...gue anggap emang hubungan mereka emang super spesial. Yaaa...mungkin karena gue sendiri gak gitu2 amat ama kakak2 cowo gue.... [hmpfh] [hmpfh]

OKD sis...trims ya buat update yang ini. ditunggu terus lanjutannya...

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #491 on: February 11, 2011, 07:31:42 am »
hyesun tengkyu udah diupdate [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

sumaph ye ane pengen hammer2 hammer2 hammer2 minong anak orang dibuat pengsan begono kertakutan trs hyesun hwaiting jgn mo kalah ntar sm minong ayo kumpulkan kekuatan #HALAH [hmpfh] [laughing]

sukurin tu lady park biar nyahok tu org udah punya swami jg msh aja obsesi sm mantan [head break] [head break] [head break]

yuhuuuuuuuuuuuuuuuu il woo segera temuin hyesun kembaliin sarung tangannya tepat dihadapan minong bebasin hyesun dr penjara minong #PLAK [hmpfh] bikin deket tu hyesun sm il woo biar minong ngebul2 trs smakin panas ntar jd ganas donk [hmpfh] [laughing]


ADAM COUPLE SELCA

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #492 on: February 11, 2011, 07:45:09 am »
wah sist hye gumawo dah update!baru td q todong he9
KERENNN banget sist chapt ini he9 kayak bisa ngerasain emosi d tiap karakter d FF ini...
eh si casaminong bz nangis toh?makanya jgn suka bikin hye sun nangis c gantian deh skrg he9
duh oppa daniel sweet banget c mau banget py kakak kyk gt he9
si ill woo bakalan dtg d next chap y sist (ngarep.com)he9

d tunggu lanjutannya sist!



thanks y udah baca  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

ya ...daniel emang sayang ama adiknya,,, mungkin bisa dibilang lebayyyy cozzz cuma itu satu2nya keluarga yang dia miliki sedari dulu  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]


emang minho suka nakutin akhirnya dia yang ketakutan  [laughing] [laughing] [laughing]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #493 on: February 11, 2011, 07:49:21 am »
keren keren [hmpfh] [hmpfh]
wah kirain bkalan ada yg [drool] [drool] eh ternyata gak [goodgrief]
heeeeem 4 hari lagi [hmpfh] [hmpfh]


thanks udah baca y sist  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


 [biggrin] [biggrin] [biggrin] yang  [drool] [drool] [drool] [drool] belum waktunya cozz hye sun masih kecil  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #494 on: February 11, 2011, 07:56:13 am »

omoooo minong casa menangis ^^  [sweat] jadi trenyuh  [sweat]
Hye Sun pingsan, karna ktakutan yg teramat sangat, beban rumit yg harus ditanggung gadis se-umuran dia
ditambah pertama kali-nya jauh dari oppa yg sangat di-cintai-nya (which is orang terdekat selama ini)^^ *poor hye*
smoga minong abis ini sedikit lebi banyak mule berubah
mule menyadari keberadaan hye,walau klo di liyat minong msiy blum puas untuk membuat park menderita ^_^
bwat daniel oppa, get weel soon <--- aishhhh  [hmpfh]
hye akan baik-baik saja di istana Lee <-- percayakan smua pada sist hye sbg author jiyahhhaaha  [laughing]
hope u'll know someday, mengapa smua terjadi, betapa hye karena sayang-nya kepada oppa-nya melakukan smua ini ^^
- bwat LP -the end- waktu nya untuk bertobat, ini mungkin adalah karma yg musti di tanggung, buah yg musti di-tuai karna perbuatan-mu
karna waktu ga' mungkin di-puter, jadi berhentilah!! *ngancem*
masa udagh ada daniel oppa, msiy maw nyaut minong lagi ….erggghhhh  [head break]
- next cahpp Il Woo pul  ke Seoul ya''' hwahhhh maw cari hye … Can't wait ^^
gw yakin waktu Il Woo ketemu ama Hye, perasaan Minong ke Hye uda fast forward khan *u know what I mean* [hmpfh]
jadi ada yg mule kepanasen d …….jiyahhahhhaha *siapin kipas*

sist hye gomawo update-an nya -long chap as usual- :)
hwaiting for next chap … *fighthing* [hug]



‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "