Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 100771 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #555 on: February 17, 2011, 10:13:26 am »
ok...ok...ok...bakalan d tungguin dgn sabar n setia  [lovestruck]

buat sist.hye sun...SEMANGAT TERUS!!! HWAITING!!!  [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04262]





thank you............. [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 8 (11 february 2011)
« Reply #556 on: February 17, 2011, 10:59:19 pm »
CO CAST


LEE YO WON as Joon Hye Jin





KANG DONG WON as Joe II Woo






JEON IN HWA  as  Ny. Park In Woo





JUNG HO BIN as Ajudan Lee




KIM JEONG HAK as Dr.Yoon





PARK SEONG WOONG  as Manager Jang





KIM MI SUN as Kim Samantha








CHAPTER 9





Saat ini sudah pukul 2 pagi, entah mengapa lee min ho tidak dapat memejamkan matanya… pikirannya hanya tertuju pada gadis yang terbaring di atas tempat tidurnya…

Lee min ho hanya duduk disisi ranjang , sambil memandang wajah hye sun. entah apa yang ada didalam pikiran lelaki itu, terbesik didalam hati kecilnya, mengapa aku harus khawatir padanya…mengapa aku harus menangis…mengapa??? pertanyaan, yang membayangi dan menari- nari dalam hatinya kini…

Dr. Yoon, dokter pribadi keluarga Lee, baru saja selesai memeriksa keadaan hye sun yang tergolek lemah diatas tempat tidur beberapa waktu yang lalu. Meski pukul 12 malam, dokter itu harus datang untuk menjalankan kewajibannya, melayani Keluarga Lee. Lagi pula hal itu sudah biasa ia lakukan, semenjak Mr.Lee Han Seong, kakek minho  masih hidup.

Dr. Yoon mengatakan bahwa hye sun  mengalami sedikit guncangan.  Ia  hanya merasa tertekan dan ketakutan, sehingga tubuhnya melemah dan tidak stabil. Apalagi, gadis muda itu sama sekali tidak mengisi perutnya dengan makanan, bahkan di malam sebelum pernikahan mereka.

Hye sun sama sekali, tidak menyentuh apapun sejak hari sebelum pernikahan terkutuk ini, ya….itu sebutannya pada pernikahan ini. Mana mungkin ia bisa makan maupun tidur tenang, karena dipikirannya hanya ada duka dan kesedihan  yang mendalam atas semua kejadian yang telah terjadi. Kejadian yang pasti tidak mungkin dirasakan pada seorang wanita yang akan menikah dengan pasangan yang dicintai.

Dan… malam ini pun, karena “pertengkarannya” dengan lee min ho. Ia menolak untuk makan bersama lelaki itu. lelaki yang sangat ia benci didunia ini, lelaki yang menghancurkan kehidupannya. Suatu ketidak inginan untuk makan satu meja dengannya,  dan saling berhadapan satu sama lain..... kebencian yang besar telah menjadi lubang yang dalam dihati hye sun.

Minho merasa menyesal atas apa yang terjadi malam ini. Mungkin, karena pengaruh alcohol. Ia tidak mampu mengontrol emosinya yang memuncak. Ia tidak sadar atas apa yang dilakukannya.

Sepeninggal Dr. Yoon, lelaki ini hanya mampu memandang wajah isterinya, dengan mata yang sayup dan wajah muramnya. Sesekali, ia biarkan jemarinya menyentuh wajah lembut hye sun, dan kemudian menggenggam tangan hye sun erat…..



___OOo___






Hye sun bisa merasakan cahaya yang masuk dan menembus melewati gorden- gorden kamar yang masih tertutup dengan rapat.

Perlahan…gadis itu  membuka matanya….kepalanya masih terasa berat…. ia kini hanya mampu menatap langit- langit kamar itu, langit- langit yang berlukiskan malaikat- malaikat kecil, tanpa busana yang seolah menari indah…dengan senyuman dan kepolosan mereka….

Dengan Perlahan pula ia mencoba bangkit, namun tubuhnya seolah terhenti dan tertahan karena kini ia bisa merasakan ada seseorang yang menggenggam tangannya….seseorang yang ….terbaring tenang disisinya!!!

Hye sun bisa merasakan, lelaki itu duduk diatas kursi dengan kepala yang terbaring disisi ranjang…menghadap kearahnya sambil menggenggam setiap sudut jemarinya…, melihat hal itu, dengan segera  hye sun mencoba untuk menarik tangannya dari genggaman lee min ho, yang tentu saja dapat dengan mudah ia lakukan, karena sepertinya Lee min ho masih ada di alam bawah sadarnya…

Namun, sebelum ia melakukan itu, entah mengapa….hye sun mengurungkan niatnya. Perlahan ia bangkit. Dan perlahan pula ia dekatkan bola matanya kewajah lee minho, Hye sun seolah terpana saat dirinya  melihat sesuatu yang berbeda ketika lee min ho memejamkan mata….wajahnya seolah lebih tenang tanpa gurat- gurat kemarahan ataupun “kekejaman” yang biasa ia lihat. Wajah yang benar- benar berbeda dari SEORANG CASSANOVA….

Wajah ini….Ini…pertama …kali aku memandang …wajahnya….wajah yang sangat berbeda…tidak ada wajah kemarahan….atau…kebencian…apakah….ini wajah sisi lain dari…seorang Lee minho….

Entah mengapa…muncul rasa kagum didalam diri  hye sun. Dengan perlakuan lelaki itu seperti saat ini, terbesit didalam hatinya apakah lee minho menjaganya semalaman ini… apakah lelaki itu menyesal atas apa yang telah dilakukannya….

Namun, dengan segera ia buang jauh- jauh pikiran yang “tidak mungkin” itu. Bukankah, seingatnya …semalam lee minho telah berbuat kasar padanya, bahkan hye sun masih bisa merasakan perih dikedua sisi lengannya.. perlakuan minho padanya, membuat hye sun merasa muak, dan jijik….

Dengan segera, tanpa basa basi ia menarik kasar lengan kanannya, yang berada dalam genggaman minho. Sontak lelaki itu pun terkejut, dan segera terbangun dari tidurnya…

“apa yang kau lakukan..?! tukas  hye sun dengan suara yang terdengar parau.

Minho menatap dalam wajah gadis itu. Perlahan ia berdiri dari duduknya, dan mengusap wajahnya  dengan kedua tangan.

“kau…sudah sadar?” tukas minho lembut.

Hye sun hanya diam tidak menjawab… hanya pandangan dingin yang ia bisa berikan kepada lelaki yang kini ada dihadapannya.

Minho tersenyum tipis

“syukurlah….” Masih dengan suara lembutnya.
“aku…akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan air hangat dan sarapan untukmu…”

Minho bergegas melangkahkan kakinya, menuju pintu seolah tidak peduli dengan raut wajah kesal isterinya….
namun, tiba- tiba ia menghentikan langkahnya saat mendengar kata- kata dari bibir hye sun yang terdengar bagai jeritan…

“ apakah….iblis yang ada dihatimu, telah musnah…?!!” Tanya hye sun dengan suara yang dingin.
Minho terdiam mendengar ucapan gadis itu, perlahan ia menghela nafasnya lalu tersenyum dingin….
“untuk saat ini…mungkin.. mungkin mereka sementara musnah, jika kau mau menerima dan mematuhi semua permintaanku, persyaratanku…tanpa menolak.” Suara kali ini terdengar dingin…

Minho melangkahkan kakinya, tanpa menoleh kebelakang, keluar dari ruangan kamar itu sambil menutup pintu dengan pelan. Meninggalkan hye sun yang duduk diatas ranjang, masih dengan wajah pucatnya. Hye sun sadar, sekeras apapun ia melawan dan memberontak, ia tidak akan mampu melawan semua perintah dan keinginan lelaki itu.

“Apakah….kini aku…harus….menyerah….
harus….menyerah…”
bisiknya dalam hati.


---------------------------------




II woo dan Manager Jang turun dari pesawat yang membawa mereka kembali ke Seoul, Korea. Rona kebahagiaan terpancar jelas diwajah lelaki itu.  Rasa rindu pada ibunya, dan kesuksesan bisnisnya membuat hatinya benar- benar bahagia.

Diikuti manager Jang yang berdiri dibelakangnya, mereka melangkah keluar dari Bandara International Incheon. Seorang supir, dengan pakaian seragam hitamnya menyambut kedatangan pemuda beserta Managernya itu.

“tuan….senang atas  kepulangan anda…” sambil membungkukkan kepalanya memberi hormat.
“terimakasih…” tukas II Woo ramah, sambil menyentuh pundak supirnya…

Supir itu membukakan pintu belakang mobil, dan dengan segera II Woo melangkahkan kakinya, masuk. Dilanjutkan dengan Manager Jang, yang kemudian duduk disamping supir.

Mobil melaju perlahan, meninggalkan Bandara. Suasana siang itu terlihat indah bagi seorang Joe II Woo. Kesuksesan yang telah diraih, membuatnya lebih semangat lagi untuk membangun perusahaannya. Dan mungkin, keinginan terbesar bagi II Woo perusahaannya bisa menyaingi SHINWA.

Didalam perjalanan, lelaki itu sesekali tersenyum sendiri seolah ada kebahagiaan yang tersembunyi didalam hatinya, dan saat ia tersenyum….saat itu pula ia biarkan bola matanya memandang sarung tangan, sarung tangan merah jambu yang berada dalam genggamannya….

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya tiba juga  mobil itu dikediamannya….

Rumah besar berdinding cat putih, dengan taman yang sangat luas. Mobil berhenti tepat, di depan pintu kediaman Woo. II woo perlahan melangkahkan kakinya keluar, setelah supir itu membukakan pintu untuknya. Diikuti Manager Jang, mereka berdua melangkah masuk.

Kedatangan itu disambut oleh senyum indah, Park In Woo. Wanita itu memeluk putera tunggalnya erat. Manager Jang yang beriringan masuk, perlahan melangkahkan kaki meninggalkan ibu dan anak itu, setelah sebelumnya memberi salam pada Ny. Woo.

“oh…sayang….ibu sangat merindukanmu…” tukas Ny.Woo
“aku juga..Omma…” balas II Woo diiringi senyum bahagianya.
“kesuksesan benar- benar ada dipihak kita Omma…”

Ucap  II woo sambil tersenyum…

“ya…ibu tahu sayang, semua terjadi karena kecerdasanmu dalam membangun perusahaan ini…”
“ya….dan juga karena ibu, karena doa ibu yang selalu mengiringiku” balas II Woo lagi.

Kemudian Ny. Woo membantu melepaskan jas hitam yang melekat dari tubuh puteranya dan meletakkan jas itu diujung sofa. Lalu Perlahan pula wanita itu menggayutkan lengan pada II woo, seolah tidak ingin melepaskan pemuda itu lagi.

“ibu…telah menyiapkan hidangan kesukaanmu, Sup Doejang. Aku yakin kau pasti sangat lapar bukan….dan ini ibu buatkan special untukmu..” Tukas Ny.Woo lembut, sambil tersenyum.

“mmm…sepertinya…..terdengar lezat…ibu…” balas II Woo, yang kemudian melepaskan rangkulan tangan ibunya.

Perlahan bibirnya mengecup lembut kening Ny.Woo.
“gomawo…omma…” tukas II Woo dengan suaranya, yang lembut…

Dan membiarkan lengannya merangkul tubuh wanita separuh baya itu. Mereka berdua pun melangkahkan kaki, menuju ruang makan.

Setelah memasuki ruangan makan, langkah II woo terhenti  saat melihat jelas seorang wanita duduk dengan anggun di meja makan, menatap II Woo dengan senyumannya….

“no…noona…..” tukas II woo

Wanita itu tersenyum, dan perlahan menghampiri II Woo, yang masih terkejut atas kedatangannya.

Joon Hye Jin, gadis cantik itu hanya berjarak dua tahun lebih tua dari II woo. Gadis yang berprofesi sebagai dokter itu, baru saja kembali dari Amerika setelah menyelesaikan kuliah spesialisnya. Puteri dari Jang Woo Gil, itu merupakan satu- satunya sepupu II woo, ayah Hye jin merupakan saudara kandung mendiang ayahnya.

“Joe…aku sangat merindukanmu” pelukan gadis itu terasa erat dan tiba- tiba…

“no…noona….aku tidak bisa bernafas…” balas II woo dengan suaranya yang seolah terputus- putus…

“ bibi…kenapa kau tidak pernah bilang, bahwa Joe sekarang terlihat gagah dengan balutan kemeja ini…”
Ny. Woo tersenyum, melihat tingkah dua orang itu.

“omma….seharusnya kau bilang padaku, akan kedatangan rusa jelek ini”

Hye jin, memajukan bibirnya, dan dengan cepat mencubit keras lengan II Woo..

“no..noona..sakit aishhh!!!” hye jin melepaskan cubitannya.

“hentikan memanggilku rusa jelek, karena ….saat ini aku adalah dokter yang terkenal dan berbakat. Asal kau tahu Joe, tidak seorangpun yang  tidak mengenal diriku JOON HYE JIN ….araso…!!!” masih sambil memajukan bibir dan mengerutkan dahinya.

Ny. Woo tersenyum geli, seolah kembali pada masa 15 tahun yang lalu, saat melihat dua anak kecil itu sedang berkelahi.
“sudah…sudah…. II woo minta maaf pada Noona, mu”

“kau…tahu….ia telah membantu ibu membuat sup kesukaanmu, dan menyiapkan semua hidangan ini” tukas Ny.Woo lagi.
II Woo menatap Hye jin, yang seolah merajuk atas tingkah II woo padanya.

Dengan cepat ia raih tubuh hye jin dan memeluknya erat…
“jeongmal mianhe…noona…”bisiknya..

“joe….please…stop it….i can’t breath…!!!” jerit hye jin
II woo terus memeluk tubuh hye jin,….sambil tertawa…diiringi jeritan gadis itu.
“Joe!!” jerit hye jin lagi


Seperti biasa Ny. Woo belum benar- benar bisa melerai mereka….


--------------------------------------------






Hye sun duduk termangu sendiri, dikamarnya atau lebih tepatnya di kamar Lee min ho…Tubuhnya masih terasa lemas. Ia biarkan alunan music dari I-Phonenya mengalun…mengisi suasana duka hatinya. Perlahan gadis itu memandang jam dinding kamar, yang kini menunjukkan pukul 2 siang.

Suasana rumah itu terasa sunyi… hanya terkadang terdengar langkah kaki para pelayan ataupun sayup- sayup suara mereka yang terdengar.

Lalu Hye sun perlahan memandang foto yang ada didalam genggamannya saat ini. Fotonya bersama Daniel, kakaknya. Baru satu hari meninggalkan Daniel dan mencoba membina kehidupannya sendiri, hye sun sudah tidak mampu menahan rasa rindunya.

Ia merasa ingin menghubungi Daniel, tapi ia takut kemarahan Daniel yang pasti belum mereda…
Dalam kesunyiannya kini, gadis itu teringat lagi akan perjanjian yang ia buat bersama Lee min ho…

Suatu ikatan perjanjian yang harus ia buat sebelum lelaki itu melanggarnya… ia yakin dengan pesona Park si yeon, minho bisa saja kembali pada wanita itu, Dan itu  menjadi ketakutan besar didalam diri hye sun.

Hye sun sadar…. Minho hanya ingin membalas Park si yeon dengan menikahinya, namun…dengan sikap “berontaknya” semalam hye sun sangat takut membuat lelaki itu murka, dan melakukan apapun yang bisa menyakiti Daniel, kakaknya.

“tentu saja,….aku yakin….kau akan melakukan semuanya, bukankah kau sangat menyayangi kakakmu hye sun_sshi?.” ucap minho enteng.

Kata- kata minho semalam, membuat hye sun berfikir lagi….



FLASHBACK


Minho tanpa ragu membiarkan tubuhnya, dengan hanya berlapis balutan handuk putih, keluar dari kamar mandi. Hye sun yang masih tergolek lemas diatas tempat tidur hanya dapat menghela nafasnya, menahan semua tindakan lelaki itu.

Namun, dapat terlihat wajahnya memerah seperti tomat, saat melihat tubuh cassanova. Tubuh yang besar, dengan dada bidangnya. Hye sun segera membalikkan tubuhnya agar tidak melihat minho yang seolah tidak peduli atas rasa malu, saat lelaki itu berdiri didepannya.

Pelayan telah menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan pagi ini. Terlihat sangat janggal dan terasa aneh, karena baru kemarin ia menikah dan hari ini minho tanpa rasa ragu kembali bekerja.  Mungkin  ini yang akan terjadi pada pasangan ini, pernikahan ini bisa dikatakan hanya pernikahan palsu yang tumbuh tanpa didasari cinta, pernikahan ini ada karena dendam, sakit hati, kebencian dan keterpaksaan. Saat ini itu lah yang tergambar dengan jelas….

Minho perlahan mengenakan kemeja putihnya, dengan dasi yang bercorak kuning keemasan diikuti jas berwarna hitam setelahnya. hye sun sadar lelaki itu terlihat arogan saat ia mengenakan pakaian berwarna hitam. Setelah berpakaian lengkap, tanpa kata-kata apapun minho keluar dari kamarnya, dan  meninggalkan hye sun sendiri. Hanya aroma parfum lelaki itu yang tersisa, aroma yang terasa jelas memenuhi ruangan itu.

Hye sun kembali mengarahkan pandangannya menuju pintu dimana minho keluar dan berlalu, kemudian ia perlahan bangkit. Gadis itu merasa kepalanya masih terasa pusing. Pagi ini setelah mandi dengan air hangat, pelayan membawakan sarapan kedalam kamarnya. sepertinya, minho yang memerintahkan semua itu. Minho tahu, gadis itu sama sekali belum mengisi perutnya, sejak tiba dirumah ini.

Wajah hye sun terlihat sedikit heran, saat minho sama sekali tidak berkata apapun padanya seperti biasa. Terakhir mereka hanya saling berbicara, saat mereka bangun bersama pagi ini. Itu pun masih dengan pertengkaran dan argument mereka masing- masing seperti biasa.

Hye sun menghela nafasnya, perlahan gadis itu turun dari ranjang dan ia memberanikan diri untuk melangkahkan kakinya, keluar dari kamar itu. Hye sun merasa ada Sesuatu yang harus ia lakukan, yang harus segera ia selesaikan. Sebelum, kepergian minho menuju SHINWA.



----------------------------------------




Perlahan hye sun melangkah menuruni anak tangga. Pagi itu wajahnya masih terlihat pucat, apalagi dengan pakaian berwarna merah jambu yang ia kenakan semakin memperjelas wajah pucatnya. Pakaian itu sebatas lutut, sehingga memperlihatkan jelas kaki indah dengan sandal berbulu yang ia kenakan, seperti biasa.  Rambutnya ia kuncir sederhana, dan masih menyisakan sedikit rambut yang tergerai di kedua sisi pinggir wajahnya.

Setelah sampai dilantai dasar wajahnya masih terlihat bingung, dimana ia bisa menemukan minho dengan rumah yang sangat besar itu, tiba- tiba seorang pelayan wanita meyapanya…

“nyonya….apa yang anda lakukan…bukankah anda sedang sakit….” Tukas pelayan itu sopan.

Hye sun tersenyum….

“aku…ingin mencari minho_sshi, apakah kau tahu dimana dia?, aku…ingin berbicara dengannya…” tukas hye sun.

“tuan….?? Pelayan itu terlihat seolah sedang berfikir…

“tuan ….sekarang ada diruang kerjanya, Nyonya. Sebentar lagi, dia akan menuju kantor ”
Hye sun menatap wajah pelayan itu, seolah ingin tahu dimana letak ruang kerja minho.
“saya…akan mengantar anda Nyonya”

Hye sun tersenyum, dan bergegas melangkahkan kakinya mengikuti pelayan itu. Hye sun sadar rumah itu terlalu besar, sehingga sulit baginya jika mencari sendiri.

Tanpa memerlukan waktu yang lama, ia kini berada tepat didepan ruang kerja itu. Pintunya tertutup, dan ia sadar kegugupan muncul saat ini.

“ini….ruang kerjanya Nyonya”
“terima kasih…” balas hye sun.

Pelayan bergegas meninggalkan hye sun setelah memastikan gadis itu tidak membutuhkan bantuannya lagi. Hye sun berdiri mematung memandangi pintu itu. Jantungnya berdetak cepat, dan dengan tangannya yang gemetar, ia mengetuk pintu ruangan itu.

“masuk…” terdengar suara minho dari dalam ruangan.
Hye sun perlahan membuka pintu dengan rasa kegugupan yang besar, dan kini ia dapat melihat jelas wajah lelaki itu jelas. Ia sadar, minho tidak sendiri, ada Ajudan Lee diruangan itu.

Ajudan lee, berdiri dari duduknya dan membungkukkan kepalanya pada minho, memberi hormat. Dan tanpa menunggu perintah, ia meninggalkan mereka berdua, setelah memberi hormat pada hye sun sebelum meninggalkan ruangan.

Minho menatap dalam wajah hye sun. lalu tersenyum dingin, melihat gadis itu yang masih berdiri didepan pintu, dengan wajah pucatnya.

“masuklah….” Tukas minho lembut.

Dengan kaki yang seolah berat, hye sun melangkah masuk. Namun, ia berusaha menatap minho tanpa menundukkan pandangannya, pada lelaki itu.

Masih dalam posisi berdiri, hye sun berkata pada minho…

“aku…aku..ingin mengajukan syarat padamu” tukas hye sun dengan suaranya  yang gugup.
Seolah ingin menunjukkan kekuasaannya, minho segera berdiri dari kursinya. Ia merasa rendah jika harus duduk, dan berbicara dengan hye sun yang dengan posisi berdiri saat ini.

Hye sun menelan ludahnya, lehernya terasa pekat. Ia merasa, minho berjalan ke arahnya….

“ syarat??? Apa syarat yang ingin kau ajukan…Hye sun _sshi?” Tanya minho.

Kali ini mereka berdiri saling berhadapan. Namun, tidak dengan jarak yang dekat sepeti biasa. Minho sadar, ia tidak ingin melihat ketakutan gadis itu lagi. Meski kini, ia masih bisa merasakannya.

 “ aku…bersedia melakukan semua keinginan mu … aku akan lakukan….asal kau bisa memegang janjimu…”
Minho tersenyum…

“kupikir….kau tetap pada keinginanmu,..Hye sun_sshi tapi…aku salah, akhirnya kau bisa melunak” tukas minho sambil memandang wajah putih hye sun.

“kau….bisa lakukan semua keinginanmu….pada…ku, hanya di depan Park si yeon, tapi tidak lebih…minho_sshi. Jangan pernah berharap, aku ….akan…menjadi isterimu….isterimu yang nyata….”

Minho diam, namun tetap membiarkan kedua matanya memandang wajah cantik hye sun.

“ tapi…aku…ingin…kau berjanji padaku…untuk….tidak akan kembali padanya, biarkan ia hidup bersama kakakku…aku…tidak ingin terjadi sesuatu… pada Daniel, jika ia mengetahui hal yang sebenarnya, aku…aku hanya memilikinya dalam hidupku….aku…aku….menyayanginya aku mencintai kakakku minho_sshi” suara paraunya berubah menjadi tangisan, air mata yang ia tahan akhirnya keluar, menghiasi pipinya.

“kau….lakukan apapun yang kau inginkan….dengan siapapun dirimu…aku tidak akan peduli, kecuali ….. jika kau bersama Park si yeon, itu janjimu sebelum pernikahan ini….hanya itu…hanya itu yang aku inginkan”

Minho melangkahkan kakinya, mendekati hye sun yang tertunduk, dengan air matanya dan tangisan yang memecah kesunyian... Minho kini  bisa melihat jelas memar merah , di kedua lengan putih hye sun. ia tahu, ia telah menyakiti gadis itu, bukan hanya mental… tapi ia merasa kini telah menyakitinya secara fisik.

Belum sempat mencoba menenangkan hye sun yang menangis, gadis itu bergegas meninggalkannya dengan tangan hampa, dengan tangan yang belum sempat menyeka air matanya.

“kau…bisa lakukan apapun yang kau suka…aku tidak akan melarangmu, hye sun_sshi…”

Kalimat itu menghentikan langkah hye sun, sesaat dan dengan segera ia meninggalkan minho yang berdiri mematung.

Rasa apa ini….mengapa ada sesuatu yang…aneh pada diriku…mengapa muncul rasa seperti ini saat aku…melihat wajahnya…wajah …polosnya…OMONG KOSONG!!!!!

Hilangkan….hilangkan ….rasa ini Lee Min Hoo…hilangkan rasa cintamu,…rasa kasihmu…yang telah kau kubur 5 tahun…yang lalu…..





END FLASHBACK




Hye sun tersadar dari lamunannya, saat terdengar handphonenya berbunyi…
Hye sun melihat nama Gaul, jelas dilayar itu…

“HYE!!!” suara gaul terdengar seperti nada kerinduan.

“gaul….gaul….aku merindukanmu…” karena bahagianya air mata gadis itu menetes.

“aku minta maaf…tidak menyuruhmu untuk hadir dalam pernikahanku….” Tukas hye sun lagi sambil menyeka air matanya.
“tidak….aku mengerti posisi mu hye….sudahlah…

HYE SUN….BOGOSHIPPOOOOOOOO” jerit gaul seolah ingin membuat hye sun tertawa.

Dan gadis itu berhasil melakukannya…

“GAULLLLLL BOGOSHIPPOOOOO” balas hye sun sambil tertawa riang seolah melepas deritanya…

“apa yang kau lakukan sekarang hye? Apa…suamimu ada disampingmu” canda Gaul

“ saat ini…aku hanya sedang mendengarkan music….aku sendirian…dia sedang bekerja” tukas hye sun pelan.

Gaul menghela nafasnya….

“bekerja?...” Tanya gaul heran.
“ne….” jawab hye sun.
“gaul….ayo kita bicarakan yang lain saja” tukas hye sun lagi, seolah tidak ingin membicarakan minho.
Gaul tersenyum mendengar ucapan sahabatnya…
“baiklah….” Balas gaul.

Gaul sadar, mungkin hye sun belum bisa mengatakan sesuatu padanya. Pernikahan yang mendadak penuh tanda Tanya dihati gaul, ia tahu selama ini hye sun tidak pernah berhubungan dengan lelaki manapun, apalagi seorang cassanova.

Dan kini, tiba- tiba hye sun menikah dengan lelaki yang gaul yakin, hye sun pun tidak mengenalnya. Namun, gaul sadar mungkin ada sesuatu yang membuat hye sun melakukannya. Dan… cepat atau lambat ia pasti mengetahuinya.

“hye…kapan kau kembali, kekampus? Bukankah sebentar lagi akan ada ujian?” Tanya Gaul.

Hye sun diam….lalu kemudian menjawab…

“lusa…aku akan kembali kekampus lusa….”

“benarkah….aku senang mendengarnya hye….” Suara gaul terdengar riang diiringi senyum manisnya.
“ jika kita bertemu, lusa nanti….aku akan mengajakmu kerumah ini” tukas hye sun

“benarkah?? Apa…suamimu tidak keberatan? Tanya gaul
“tidak…tentu saja tidak” balas hye sun

Hye sun yakin minho tidak akan menolak kedatangan gaul, bukankah lelaki itu bilang ia berhak melakukan apapun yang ia suka. Ucapan itu selalu ada diotaknya, dan kesempatan itu tidak ingin dia sia- siakan. Mungkin, dengan keberadaan Gaul, hatinya akan merasa terhibur.

“baiklah….dengan senang hati”tukas gaul semangat.

Tiba- tiba dengan jelas hye sun bisa mendengar suara lelaki, yang memanggil gaul dari kejauhan….

“nona…bisa ..saya pesan dua mangkuk bubur” tukas lelaki itu.

“IYA….” Jerit Gaul.

“hye aku…tutup dulu telpnya,,,ada pelanggan ok”

Hye sun tersenyum…

“ya…..sampai bertemu lusa gaul”

“ne….hye sun FIGHTING!!!” balas Gaul sebelum menurup telponnya.

Telpon itupun terputus, diiringi dengan senyum hye sun ….

-------------------------------------






Minho bergegas, mempersiapkan diri untuk kembali kerumah. Entah apa yang membuat pria itu ingin kembali lebih cepat sore itu. Ia perlahan mengenakan jasnya yang tergantung melingkar dikursi direkturnya. Minho juga telah memerintahkan supir dan Ajudannya, untuk segera menunggunya dilantai dasar.

Namun, sebelum ia melangkah keluar….tiba- tiba seorang wanita yang jelas ia kenal, masuk kedalam ruangannya. Minho menghentikan langkahnya….

Ia dapat melihat dengan jelas. Park si yeon kini ada dihadapannya. Dengan raut wajah muramnya, wanita itu menyapa….

“ apa kabar….sayang” suaranya terdengar dingin.
“ ada keperluan apa …kau datang kemari Noona?” Tanya minho.

“Noona??? ayolah minho….jangan bermain- main denganku….”
Minho tersenyum dingin mendengar kata- kata wanita itu.

“apa maksudmu?….bermain- main? Aku…tidak mengerti Noona!”

Park si yeon yang kesal atas tingkah minho yang seolah tidak peduli, berjalan menghampiri lelaki itu dan menciumnya!!
Ciuman yang bergairah, dan menuntut dari Park si yeon….ciuman yang seolah tertahan puluhan tahun lamanya, ciuman yang bagitu sangat diinginkannya…

“aku…bisa merasakan sentuhan bibirnya yang menginginkan ku, menginginkan ku lebih jauh… begitupula denganku...aku sadar…aku menginginkannya… namun…entah mengapa…janji itu…membuat ku…menolaknya…HYE SUN!!!”

Dengan segera minho mendorong tubuh wanita itu…

“apa yang kaulakukan!!!” jerit minho sambil menyeka bibirnya.
“kau….kau sengaja melakukan semua ini…hanya untuk membalas dendammu padaku…bukan?kau..berhasil..minho…aku sakit…aku..menderita…!!!” jerit Park si yeon.

“benarkah….kalau begitu…maafkan aku!!” tukas minho dingin

Minho dengan segera melangkahkan kakinya mencoba menahan rasa ingin, menahan birahinya yang berkecamuk dalam dirinya, dengan meninggalkan park si yeon yang menangis….namun, bukan park si yeon jika tidak bisa melakukan semua keinginannya hingga terwujud…

Dengan segera ia biarkan lengannya memeluk tubuh minho dari sisi belakang… ia menangis….menangis dalam pelukannya…

“aku…tahu..kau masih mencintaiku…aku tahu….”
“tidak…aku tidak mencintaimu!” dengan suara tegas minho menjawab.
“bohong!!! Kau pura- pura menikahinya, aku tahu…!!!!”
“bahkan hari pertama pernikahanmu, kau berada dikantor ini..bukan bersamanya!!!”
“ini jelas…ini  semua jelas minho…” jerit park si yeon.

Perlahan…minho melepaskan lengan park si yeon yang melingkar dipinggangnya.
“saat ini…aku..ingin pulang untuk menghabiskan waktuku….bersamanya”
Tukas minho dengan suara dinginnya.
Perlahan lelaki itu melangkah….Meninggalkan Park si yeon yang berdiri kaku…



------------------------------------


Minho berjalan menuju mobilnya. Supir itu terlihat sudah lama menunggu bersama Ajudan setianya…

Minho bergegas memasuki mobilnya, setelah supir membukakan pintu belakang mobil. Dilanjutkan dengan Ajudan Lee, yang duduk disamping supir. Minho menghela nafasnya, ia sadar saat ini Park si Yeon bersiap untuk  mengikutinya. Wanita itu tidak pernah menyerah, karena ia memiliki keyakinan bahwa ….

MINHO MASIH MENCINTAINYA!!!

Dengan mobil merah yang ia kendarai sendiri, Park si yeon melaju dibelakang mobil sang cassanova. Ia yakin pernikahan ini palsu, dan ia akan memastikan keyakinannya itu.

Terbesik pertanyaan dihatinya, apa yang membuat hye sun bersedia menikahi lee min ho. Apa yang telah dilakukan lelaki itu pada hye sun, yang ia sadar dan yakin bahwa hye sun baru mengenal minho secara nyata, saat dipesta Tuan Kim. Dan ia yakin pula itu perkenalan, yang sangat tidak menyenangkan bagi hye sun….

Mungkin baru lima bulan ia tinggal satu atap dengan gadis itu. Dan Lady Park sadar hye sun adalah gadis polos yang lugu. Ia bahkan tidak pernah berhubungan dengan lelaki manapun. Menurutnya…Lelaki yang sangat ia cintai  didunia ini hanyalah mendiang ayahnya dan Daniel…kakaknya…

Ajudan Lee, yang tahu bahwa saat ini mobil mereka sedang diikuti, hanya diam sambil menatap wajah tuannya melalui kaca spion mobil.

Perlahan minho meraih telp genggam, didalam saku jasnya. Terlihat lelaki itu menekan beberapa tombol nomor, sambil tersenyum dingin…

“yoboseyo..” terdengar suara hye sun dari telp itu.
“ini aku….Lee min ho” tukas minho dengan suaranya yang terdengar dingin.

Hye sun yang mendengar jelas suara lelaki itu, membelalakkan matanya seolah terkejut…
“ada apa ?…”Tanya hye sun
“sepuluh menit lagi…aku akan sampai dirumah, dan…saat ini aku membawa seorang tamu besar” tukas minho lagi.
“tamu…besar?” Tanya hye sun heran
“ya…dan aku ingin kau menyambutku tepat didepan pintu!!”

Hye sun menggigit bibir bawahnya, seolah menahan amarah.

“untuk apa ??….menyambut tamu itu?!” tanyanya kali ini dengan nada kesal.
“tentu saja….dan…untuk menyambut kedatangan suamimu….suamimu tercinta. Bukankah kau akan melakukan semuanya….” Suara minho terdengar seolah menggoda
“kuharap kau tidak akan melupakan janji yang kau buat pagi ini pada ku!” tukas minho lagi dengan suara paraunya.

Hubunganpun terputus……

Permintaan itu seolah memaksa dan menekan hye sun untuk melakukan semua, semua yang dikatakan lelaki itu padanya. Hye sun menghela nafasnya, namun Tanya tanda  besar menari- nari diotak gadis itu…

“tamu besar???”



------------------------------






Mobil sedan mewah itu, memasuki halaman istana Lee. Lee min ho yang sadar, bahwa park si yeon mengikuti, sengaja membiarkan wanita itu masuk. Entah apa rencana yang ada diotaknya kali ini, yang pasti semua akan menguntungkan dirinya…

Dari kejauhan, ia bisa melihat hye sun yang berdiri tepat diserambi istana itu, didampingi dua orang pelayan wanita. Minho tersenyum, kali ini senyum kemenangan terlukis jelas diwajahnya. Ia merasa hye sun benar- benar ada dalam kendalinya.
Hye sun menatap kearah mobil yang semakin lama semakin mendekat. Ia yakin itu mobil minho, tapi….mobil siapa yang ada dibelakangnya? Apakah ini tamu besar itu? Berbagai Pertanyaan hinggap didalam hati hye sun. namun, sepertinya pertanyaan itu dapat ia jawab dengan mudah, mobil itu berwarna merah dan….mobil itu terlihat tidak asing lagi baginya!!

Park si yeon!!! Ya….itu mobil Park si yeon!!

Hye sun merasa bahwa wanita itu benar- benar gila. Lady park tetap menginginkan lee min ho, meskipun saat ini lelaki itu adalah suaminya. Wajah kesal terlukis jelas pada diri hye sun, sesaat ia biarkan kemarahan menari- nari didalam hati dan otaknya.

Perlahan minho turun dari mobil, setelah supir membukakan pintu mobil untuknya. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, minho menatap sedan merah itu, yang perlahan semakin mendekat. Kemudian lelaki itu melangkahkan kakinya menaiki satu demi satu tangga- tangga kecil yang menghubungkannya dengan pintu rumah besar itu. Hye sun berdiri mematung, menatap minho yang semakin mendekat….mendekat padanya….

Lelaki itu tersenyum, lalu merangkul pinggang ramping hye sun. hye sun hanya diam tidak melakukan apapun. Mereka terlihat seperti pasangan pengantin baru bahagia, itu yang saat ini dapat dilihat jelas oleh Lady Park.

Perlahan mobil Lady Park berhenti, dengan wajah angkuhnya Park si yeon keluar dari mobil. Ia menatap tajam hye sun, seolah- olah ingin menelan gadis itu hidup- hidup. Namun, bagi hye sun tatapan wanita itu adalah “tatapan kecemburuan” dari seorang Park si yeon.

Dengan anggun ia menaiki tangga- tangga kecil, dan tanpa terasa kini ia ada dihadapan mereka, dihadapan MINSUN.
“ini….adalah tamu besar yang kumaksud….Urie..Noona….” tukas minho dengan senyum mengejeknya.
“suatu kejutan yang besar….akan kedatanganmu Oenni” tukas hye sun sambil membungkukkan kepalanya, memberi hormat.

Park si yeon tersenyum sinis….

“kedatanganku kemari….hanya ingin sebuah penjelasan. Penjelasan akan semuanya…..dan..akan lebih baik jika semua masalah ini kita bicarakan didalam” suara Park si yeon terdengar dingin.

Dengan perlahan tanpa rasa malu, ia langkahkan kakinya memasuki istana Lee. Para pelayan menatap dengan pandangan heran, mereka merasa tidak mengenal wanita itu.

“ Hentikan Lady Park!!!, hentikan langkahmu..!!!’” jeritan hye sun kini bagaikan cambuk bagi wanita itu. Ia menghentikan langkahnya, sebelum dapat melangkah masuk kedalam.

Hye sun perlahan menghampirinya, diiringi mata minho yang penuh tanya dengan sikap gadis itu kini. Lady park bisa merasakan hye sun saat ini berdiri dihadapannya, mata mereka saling memandang dengan tatapan kebencian.

“tidak ada yang perlu dijelaskan lagi….semua sudah jelas. Jadilah isteri yang baik, Oenni” suara hye sun lembut namun seolah menekan.

“huh….apa maksudmu??? Apa…pernikahan ini, yang selalu kau impikan….apa….pernikahan ini adalah PERNIKAHAN SEMPURNA!!!” suara wanita itu terdengar bagai jeritan.

“ya…itu yang kurasakan saat ini. Jadi…sebaiknya, kau pulang….aku takut oppa akan menjadi curiga atas kedatanganmu kerumah ini,…!!”

Park si yeon memandang wajah hye sun, kali ini ia semakin geram atas tingkah adik iparnya itu. Detak jantungnya berdegub kencang, seolah menahan amarah yang kian menguasai dirinya.

“apa…kau mencintainya?!” Tanya Park si yeon pada Hye sun, sambil memandang kearah minho.
Ajudan lee yang melihat semua kejadian, memerintahkan semua pelayan untuk masuk termasuk supir, yang bergegas mengendarai mobilnya menuju halaman Parkir rumah itu . Tidak ada lagi yang tertinggal, kecuali mereka bertiga…

Kata- kata itu membuat hye sun terkejut dan gugup, ia merasa bibirnya seolah sulit berkata “YA” meskipun itu hanya suatu kepura- puraan, untuk melindungi diri. Dan minho, ia hanya tersenyum seolah sedang menonton sebuah opera, sambil melipat kedua lengannya..

“apa dengan kata cinta bisa menunjukkan kesetiaan seseorang, apa dengan kata cinta bisa menunjukkan bahwa cinta itu akan abadi selamanya… ?”

Park si yeon sadar, hye sun sedang menyindirnya kali ini.
“ribuan kata cinta selalu kau ucapkan pada Kakakku, dan sekarang…. Apa semua “kata cintamu” benar- benar membuktikan semuanya, kini yang aku tahu….kau datang kerumah suamiku, dan mencoba menggodanya!!!” suara hye sun bagai sebuah jeritan, tanpa sadar ia telah gagal menyebunyikan air matanya.

Mendengar kata- kata hye sun minho memandang wajah itu dengan rasa….entah apa yang bisa ia rasakan saat ini. Jiwanya seolah berkecamuk, dan kesalahan menari- nari dihatinya….

“baru satu hari kau pergi dari rumah itu….dan sekarang kau telah berani, dan pintar dalam berkelit Princess Doll” park si yeon seolah ingin menyerangnya dengan kata- kata, untuk menyembunyikan kekalahannya.

“kau mengajarkan aku banyak hal Lady….kau ….yang merubahku seperti ini!” balas hye sun.

Park si yeon tersenyum dingin….kekalahan kini berada dipihaknya. Wajah cantiknya melukiskan kemuraman jelas, gurat- gurat hitam dibawah matanya membuat ia terlihat bagai wanita yang benar- benar menderita.
“baik….kelak aku akan buktikan semua kepalsuan ini!!!, aku jamin pernikahan ini tidak akan berlangsung lama, PRINCESS!!!!”

Dengan cepat ia langkahkan kakinya, mencoba menyembunyikan air matanya yang segera akan mengalir. Meninggalkan minho yang berdiri, tanpa mengucapkan satu kata apapun, dan hye sun yang memandangnya dengan tatapan sinis.

Mobil Park si yeon melaju dengan cepat, seolah tiada keseimbangan, tiada arah, seperti dirinya saat ini. Wanita itu merasa, ia benar- benar telah kehilangan cinta lee min ho. Tangisnya memecah, gurat- gurat marah dan kekesalan terlukis jelas diwajahnya. Berkali- kali ia memukul kemudinya….dan menjerit…

Setelah mobil itu hilang dari pandangan…Hye sun melangkah masuk, tanpa berkata apapun pada minho yang berdiri sambil memandang wajahnya. Ia mempercepat langkahnya, seolah takut minho membuntutinya. Dan kenyataannya, benar. Lee min ho mengiringi langkahnya, sampai menuju kamar.

“wow…..wow…. apakah yang kulihat ini semuanya benar??”

Hye sun segera mengalihkan pandangannya, kearah lee minho.

“ya…Tuan…. Kau puas, aku melakukannya dengan baik bukan??”Tanya hye sun, dengan nada yang seolah mengejek

Minho tersenyum….

“ya….aku merasa…kau kini menjadi isteri yang benar- benar semprna dan mempesona”

Perlahan minho merebahkan tubuhnya keatas tempat tidur…
“hah……hari….yang benar- benar indah bukan…aku suka mimik wajah Yoena hari ini…” minho tersenyum dengan penuh kemenangan.
“Yoena….itu pasti panggilan spesialmu untuknya, bukan???” sindir hye sun

Hye sun berdiri sambil menatap minho, itu adalah posisi yang dilakukannya sejak ia dan minho masuk kedalam kamar itu. Minho membalas tatapan itu, meski kini ia terbaring bak seorang Raja, yang telah memenangkan pertarungannya. Hanya rupa tatapan mereka yang terlihat berbeda. Minho sadar mungkin gadis itu sangat membencinya, itu dapat terlihat jelas dengan pandangannya kini.

Perlahan minho bangkit, dan menyodorkan tangannya….

“ayo….kemari….duduklah disampingku” goda minho.

Hye sun terdiam, ia sadar lelaki itu kini tengah menggodanya….

“aku…bisa menjadi Daniel Oppa mu PRINCESS….bahkan…mungkin lebih…hahahaha” suara tawanya memecah kesunyian.
Perlahan hye sun mendekat kearah minho, lalu kemudian duduk disamping lelaki itu. Minho menatapnya dengan wajah nakal tapi juga heran.

“aku melakukan keinginanmu lagi bukan?….” Tukas  hye sun.

Minho tersenyum, ia masih merasa wajah cantik gadis itu masih terlihat pucat.
“jika…kau mau …. Aku akan memanggilmu, MY PRINCESS” goda minho, yang seolah masih ingin memegang “CASSANOVA” sebagai gelarnya.



Bip….Bip…..


Tiba- tiba terdengar suara handphone, memanggil….

Minho segera berdiri dan menjauhi hye sun beberapa jarak, saat melihat nama SAMANTHA di layar handphone…

“hi….samantha!!!” tukas minho, diiringi tatapan tajam hye su yang masih duduk termangu disisi tempat tidur.

“hi…darling, miss u….” tukas wanita itu, dengan suaranya yang mendesah dan menggoda.
“miss u too…” balas minho

“Darling…apakah kau akan datang malam ini, kau telah berjanji honey???”

“of course, babe…..i will come to you” senyuman tersungging tipis dibibirnya.

Hye sun segera beranjak dari duduknya, dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Minho menatap kepergian isterinya, seolah tanpa penyesalan…

“hmmm….really???, what about your wife, Darl…??” tukas Samantha, masih dengan rayuannya
“wife…? Mmmm…tonight, you will be my wife…”

Samantha berdesah manja…. Ia sadar, Lee Min Ho tidak akan berubah, dan tetap akan menginginkannya, meskipun lelaki itu telah terikat dalam suatu pernikahan….

“pukul 7 malam ini….aku akan datang ke Apartemenmu,ok….”

“ya…. Dan aku akan….siapkan makan malam special for you Minho_sshi”

Samantha tertawa….sekali lagi sebuah tawa yang terdengar bagai desahan…

“dont be late, Darl….” Tukasnya lagi..

“ no..no…aku akan datang tepat pada waktunya, I Promise” balas Minho

Percakapan itu terputus, diiringi senyum menyeringai sang cassanova.

SAMANTHA…..SAMANTHA….. bisik minho…

Kim Samantha, salah satu wanita cassanova. Seorang wanita muda, yang selalu setia menjadi pendamping dan kapanpun min ho butuhkan. Kali ini, lee min ho sengaja menghubunginya, untuk melupakan sesaat kepenatan didalam hatinya.

Perancang terkenal itu, tidak peduli jika harus menjadi wanita…entah…yang keberapa… Asalkan bisa terus bersama dengan Lee min ho. Saat pernikahan sang cassanova, bisa dikatakan ia sangat tekejut dan kecewa. Namun, saat minho menghubunginya pagi ini untuk bertemu, Samantha sadar bahwa lelaki itu tidak akan pernah berubah…



-------------------------------








Daniel mendekati isterinya, yang duduk termenung di taman indah rumah itu. perlahan ia pun duduk disamping Park si yeon….

“sayang….sedang memikirkan apa…?” Tanya Daniel.

Park si yeon tersenyum….

“ah…tidak….tidak ada” balas Park si yeon.

Perlahan wanita itu merebahkan kepalanya pada Daniel…

“sayang….aku merindukanmu”

Park si yeon merangkulkan lengannya pada Daniel, seolah ia butuh lelaki itu sebagai obat penenang bagi hatinya yang luka, saat ini….

Daniel tersenyum….dan mengecup mesra rambut isterinya….
“ kau tahu….aku biasa duduk bersama hye sun ditaman ini,…. Dia sangat menyukai taman ini…”  ucap Daniel sambil tersenyum.

“dia…juga suka memandangi setiap puti- putik bunga yang akan tumbuh, semenjak ia kecil” ucap Daniel lagi.
Raut wajah Park si yeon segera berubah 180 derajat. Lagi- lagi…ia harus mendengar nama gadis itu, dari mulut Daniel suaminya…

Park si yeon ingin segera mengakhiri semua keluhan Daniel akan gadis itu dengan mengatakan “ HENTIKAN DANIEL, HENTIKAN!!! BISAKAH KAU TIDAK MEMBICARAKAN GADIS YANG MEMBAWA AIB KERUMAH INI!!!”

Namun sebelum perkataan itu keluar dari bibirnya… tiba- tiba….ia dikejutkan dengan pertanyaan Daniel, padanya…

“ sayang…aku ingin bertanya padamu???...untuk apa kau datang Ke kediaman Lee, tadi sore….” Suara Daniel dingin dan seolah terdengar penuh tanda tanya…
Mata park si yeon terbelalak menatap daniel, bibirnya terasa gemetar seiring detak jantungnya kini …

-------------------------------




Minho mengenakan jas putih, dengan warna dasi biru tua nya, senada dengan kemeja yang ia kenakan. Ia kelihatan begitu…mempesona. Parfum khasnya yang menggoda, tercium disetiap tubuhnya yang besar dan gagah…

Perlahan minho menyingsingkan sedikit lengan bajunya…menatap arloji miliknya…
Waktu telah menunjukkan pukul setengah tujuh. Setengah jam lagi, ia harus segera sampai menuju apartment Samantha…

Perlahan ia berjalan menuruni setiap anak tangga. Sebelum pergi Minho telah memerintahkan para pelayan, untuk tidak menyiapkan makan malam untuknya karena ia berencana akan makan malam diluar, malam ini.
Ketika para pelayan bertanya padanya, apakah akan pergi bersama hye sun, minho hanya menjawab:
“tidak…aku akan pergi sendiri”

Minho tersenyum pada supir yang dengan setia menunggunya, namun sebelum melangkahkan kakinya masuk ke mobil, tiba- tiba ia menghentikan langkahnya. Dan melirik lagi kebelakang, menatap pintu besar utama yang berukir pahatan indah…..

Hye sun, minho tidak melihat hye sun!!!

Matanya seolah mencari, sambil melangkahkan kakinya masuk kembali kedalam istana.

“ Pelayan Han….pelayan Han!!’ panggilan itu seolah terdengar bagai jeritan.

Tanpa menunggu lama, pelayan separuh baya itu melangkahkan kaki Mendekati Tuannya.

“ya …Tuan Lee min Ho, ada yang bisa saya bantu?” tukas pelayan itu dengan sopan.

“hye sun…kau lihat hye sun?” Tanya minho sambil mengerutkan dahinya.

“Ny. Hye sun…?tanya pelayan itu.
“ya…hye sun, siapa lagi….apakah..ada dua nama itu dirumah ini!” minho terlihat kesal dan kalut.

Pelayan Han, tersenyum melihat tingkah tuannya, yang seperti “kebakaran jenggot”
“Nyonya berpamitan padaku, untuk keluar menemui temannya. Dia pergi beberapa jam yang lalu, tuan…”

“bo??!!!! Dan kau mengijinkannya, tanpa sepengetahuanku!!!” minho menarik nafas dengan dalam, ia merasa tubuhnya kini terasa benar- benar bagai bara.

“e….maafkan saya tuan, tapi..Nyonya bilang ia telah meminta izin dari anda.”

Minho tersenyum sinis…
“apa…kau baru kemarin bekerja dirumah ini Pelayan Han?, hingga kau…percaya pada ucapan gadis yang berusia baru 20 tahun?”

Pelayan han kembali menundukkan kepalanya,
“maafkan saya, Tuan….”

Minho merasa tubuhnya kini mengejang keras….


Seharusnya, ia tidak berada seharian dikantornya. Ini juga salahnya, sebelum memasuki ruang kantor pribadinya minho memberikan “pengumuman” besar pada semua orang dirumah itu bahwa ia tidak ingin diganggu, karena harus menyelesaikan semua urusan SHINWA.

Tentu saja setelah “TITAH RAJA” dikeluarkan, tidak ada satu orangpun yang berani melanggar semua perintah itu. termasuk pelayan Han, yang akan mengganggunya, hanya untuk “membuktikan kebenaran” ucapan hye sun.

“sudahlah….tidak apa- apa” tukas minho, yang segera melangkahkan kakinya menuju mobil.

Sebelum masuk kedalam mobil, minho meraih telp genggam yang ada disaku jasnya. Dengan cepat,ia mencari nama HYE SUN dan segera menghubunginya. Namun, hanya kekesalan yang ia peroleh saat ia hanya mendengar…

“maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan”

“AISHH!!!” jerit minho dengan kesal.



---------------------------





Hye sun melangkahkan kakinya perlahan, melewati setiap sudut kota Seoul. Beberapa orang menatapnya, seolah mengenal gadis yang wajahnya selalu menghiasi media cetak atupun televisi karena pernikahan yang “kontroversi” bersama cassanova.

Karena hal tersebut, sesekali hye sun menutup wajah dengan syal merah yang melingkar dilehernya, bukankah itu akan lebih aman. Kesunyian …kesepian harus terbiasa dia jalani mulai dari sekarang. Hye sun berjanji didalam hatinya akan menjadi gadis yang lebih tegar dan pemberani dari sebelumnya.

Udara malam itu sangat dingin meski ia sudah mengenakan mantel tebal, sehingga membuat bulu romanya berdiri saat angin berhembus….

Sore itu hye sun sengaja meninggalkan kediaman barunya, untuk menemui Gaul sahabatnya. Tentu saja, kedatangannya yang tiba- tiba membuat gaul terkejut sekaligus bahagia. Ini mungkin tidak pernah hye sun rencanakan sebelumnya.

Tapi…karena merasa bosan harus tinggal dirumah besar bak penjara itu, hye sun sengaja menggunakan kesempatan saat lee min ho tidak ingin diganggu dalam “segala urusannya”, untuk keluar dari “penjara” tanpa pengawal ataupun supir yang akan mengikuti setiap langkahnya.

karena hanya menundukkan pandangan, dan sesekali membiarkan pikirannya bebas….ia tidak sadar, seorang pria sedang mengikutinya ….

Pria itu melangkahkan kakinya perlahan,….seolah menjadikan langkahnya satu irama dengan gadis yang berjalan sempoyongan dihadapannya….

Matanya hanya memandang dengan satu tujuan, “KAU”

Suara-suara langkah kaki orang- orang maupun kendaraan yang melintas…bagaikan irama melody yang mengiringi tarian- tarian hati yang penuh dengan rasa bahagia…

Pria itu tersenyum, seolah hatinya tidak pernah sabar memerintahkan bibir ini untuk menyapa…. Namun, ia biarkan suara hati yang terus menjerit itu seiring detak jantung yang bersuara…

Hye sun menghentikan langkahnya… menunggu lampu peringatan bahwa pejalan kaki diizinkan untuk menyebrang! Tidak membutuhkan waktu lama, diikuti sang pria pengagum, ia langkahkan kakinya lagi melewati jalan dengan kendaraan- kendaraan yang sengaja berhenti…

Tapi tiba- tiba….

“BRUKKK”

 Seperti biasa, karena tidak memandang arah jalan dengan baik dan hanya mementingkan lamunannya. Hye sun tanpa sengaja menabrakkan tubuhnya pada seorang lelaki tua, yang menggenggam segelas kopi ditangannya…

Seketika, kopi itu tumpah menghiasi mantel hitamnya….

“ah….tuan maaf…..maaf” tukas hye sun sambil menundukkan kepalanya…

“ti..tidak…aku yang seharusnya minta maaf, kopi ini tumpah dibaju anda nona…”

“tapi….aku yang tidak sengaja menabrak anda tuan….jadi aku minta maaf” tukas hye sun lagi, sambil terus menundukkan kepalanya.

“ti…tidak apa- apa nona” tukas lelaki tua itu.

Dari seberang jalan sepasang mata tajam kini mengamati tingkah laku hye sun serta lelaki pengagum dari kaca mobil miliknya, wajahnya terlihat dingin…. Kesal…dan seolah menahan amarah…


“jemput dia….jangan sampai lelaki itu mengganggunya!!!” suara itu terdengar parau.


II woo tersenyum, ingatannya kembali pada peristiwa beberapa waktu yang lalu saat hye sun menabraknya.

“Apakah ini sudah menjadi kebiasaan gadis itu?” bisik II woo dalam hati.

Perlahan II woo melangkahkan kakinya, menghampiri hye sun yang sibuk membersihkan mantelnya, setelah kepergian pria tua itu. mungkin kini tubuh lelaki itu terasa gemetar…jantungnya berdegub kencang. Saatnya menyapa dan memandang lagi gadis impiannya, yang begitu ingin ia  jumpai.

Namun, sebelum ia melangkah lebih dekat… dari jarak yang tidak terlalu jauh, terdengar suara seorang lelaki yang memanggil "gadis" nya…

“NYONYA!!!”

Hye sun menoleh kearah suara itu, dan II woo  dengan cepat menghentikan langkahnya.

Seorang lelaki yang II woo yakin, bahwa lelaki itu adalah seorang supir,terlihat dari seragam yang ia kenakan, menghampiri hye sun dan menundukkan wajahnya dihadapan gadis itu.

Mungkin II woo tidak mendengar secara jelas, akan pembicaraan yang terjadi. Namun, gadis itu diiringi supirnya berjalan menuju kearah sebuah mobil mewah, yang ada diseberang jalan.

Tanpa sepengetahuan ia pula, lelaki yang memandangnya dari mobil tersenyum tipis penuh kemenangan…. Saat melihat II woo hanya terpaku, menatap  gadis impiannya masuk kedalam mobil, dan berlalu…berlalu dari hadapannya.


Perlahan II Woo menghela nafasnya, dan tersenyum…..

Beberapa menit yang lalu, ia mengiringi gadis itu berjalan melewati setiap sudut kota Seoul, …dan kini dalam sekejap, gadis itu hilang dari hadapannya tanpa bertatap muka ataupun menyapa…….

Angin berhembus kencang malam itu, membiarkan Joe II woo berdiri ditengah keramaian orang- orang yang berlalu dihadapannya ….

“ pertemuan kedua yang sesaat….namun pertemuan nanti akan kujadikan pertemuan untuk selamanya…nona…” bisik II woo sambil tersenyum.



“aku…yakinkan…ini untuk pertama dan terakhir kalinya, kau keluar sendirian… Hye sun_sshi”
Bisik minho dalam hati.








END CHAPTER







selamat menikmati Chap panjanggggg ini ya


semoga sista2 pada ga bosen  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
« Last Edit: December 06, 2012, 11:17:57 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #557 on: February 17, 2011, 11:12:38 pm »


[size=14 Chap ini sengaja dibuat panjang karena chap selanjutnya mungkin akan dilanjutkan 10 atau 14 hari kedepan soalnya tugas ku MENUMPUK  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [cry] [cry] [cry] [cry]


 so harap maklum ya sista- sista2   [AddEmoticons04257] [AddEmoticons04257] [AddEmoticons04257] [AddEmoticons04257] [AddEmoticons04257]
pt][/size]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

minsunlover

  • Guest
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #558 on: February 17, 2011, 11:23:05 pm »
Big Hug and Sweet Kisses for sist Hye Sun

Gomawo update-nya. Mau baca dulu ya nanti baru review ;)

minsunlover

  • Guest
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #559 on: February 17, 2011, 11:53:35 pm »
Wuaaahhh.....akhirnya, minong dah mulai ada rasa ke hye sun!

Aduuuuhhhh itu LP ngapain sih masih gangguin minsun? Btw gw suka bgt ama kata2nya Il Woo pas di bagian terakhir.... ;)

Update soon!

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #560 on: February 18, 2011, 06:29:45 am »
GHAMSHMIDA KRNA UDAH DI UPDAT LGI,JDI NEXT MESTI NUNGGU 10 AN YA SIST...?WOH PDHAL Q PLING G SBAR NUNGGU KELNJUTAN FF INI,SOALNYA Q JATUH CINTA BNGET DEH SMA NE FF,MOGA TUGAS NYA CEPAT SLESAI YA SIST JDI UPDAT NYA BISA LEBH CEPAT DRI YG DI TENTUKAN AMIIIIIIIIIIIIIIIIIN.

min.love.sun.

  • Guest
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #561 on: February 18, 2011, 07:02:09 am »
lady park bener2 mengesalkan,, semoga dgn perkataan2 hyesun,dia bakal menyerah ~wlp ga yakin [sweat] [sweat]
Joe il woo kelihatan ama minho wkt mengikuti hyesun [what] kok bisa ya [hmpfh] emang jodoh nih mereka bertiga [laughing] [laughing] tar cinta segitiga yg ruwet [hmpfh] [hmpfh]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #562 on: February 18, 2011, 07:31:25 am »
lady park bener2 mengesalkan,, semoga dgn perkataan2 hyesun,dia bakal menyerah ~wlp ga yakin [sweat] [sweat]
Joe il woo kelihatan ama minho wkt mengikuti hyesun [what] kok bisa ya [hmpfh] emang jodoh nih mereka bertiga [laughing] [laughing] tar cinta segitiga yg ruwet [hmpfh] [hmpfh]


thanks udh baca  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

minho emang ngeliat II woo dari seberang jalan githu....apalagi sih II Woo pasang tampang "mencurigakan" dari jauh .... tentu saja minho langsung ga suka... [ranting] [ranting] [ranting]


chap selanjutnya akan diceritakan knp bisa II Woo ketemu ama hye sun... dan kenapa bisa casminong ada disithu  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

semua sengaja aku buat KLise dulu sist biar lebih misterius githu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #563 on: February 18, 2011, 07:43:28 am »
Hye sun my dear komawo tengkyu ya da diupdate. I love this chapie ada yg marah,seneng,jatcin,cemburu,cmpr aduk ya. Eh ada eoniku maen lee yo won aka joon hye jin,hehe. Sist ini ntar bt akang daniel ya kalo ntar bininya ketauan selingkuh,gw setuju 100% kalo daniel ama hye jin,hehe. "AKU BISA MENJADI DANIEL OPPA BHKAN LEBIH" dasar minong geblek pgn ngerayu2 gadis polos yg da ketakutan stgh mati. Si minong ngelepasin ciuman LP gara2 keinget hye sun,aigo bang casa lama2 insyaf ni keinget ama istri dirumah,hmpf. "PERTEMUAN KEDUA YG SESAAT NAMUN DIPERTEMUAN NANTI AKAN MENJADI PERTEMUAN UNTUK SELAMANYA NONA" bang joe ane dukung bt deketin hye sun tp awas ati2 ada siberian husky yg siap2 gigit,hehe. Hye sun ada secret admire ni,suit suit. "INI YG PERTAMA DAN TERAKHIR KALINYA KAU KELUAR SENDIRIAN HYE SUN-SSI" aw aw bang casa siap bt antar jaga dong,hmpf. Ada yg jealous ni nampaknya. Sista tengkyu lg bt long chapienya and gw setia menanti bt update selanjtnya. Omo 10 hari, 12 hari wdh ... Gapapa deh. Pokoke tengkyu & jgn lupa jaga kesehatan ya sist. Hug hug kiss kiss


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #564 on: February 18, 2011, 07:47:22 am »
GHAMSHMIDA KRNA UDAH DI UPDAT LGI,JDI NEXT MESTI NUNGGU 10 AN YA SIST...?WOH PDHAL Q PLING G SBAR NUNGGU KELNJUTAN FF INI,SOALNYA Q JATUH CINTA BNGET DEH SMA NE FF,MOGA TUGAS NYA CEPAT SLESAI YA SIST JDI UPDAT NYA BISA LEBH CEPAT DRI YG DI TENTUKAN AMIIIIIIIIIIIIIIIIIN.



chomaneyo... [laughing] [laughing]

thanks udh baca y  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
ya..insya allah ntar diupdate cepettt but ga janji  [biggrin] [biggrin] [biggrin]


jatuh cinta ama ff or casminongnya  [chin] [chin] [chin] [chin]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

aiyuu_minsunnerz

  • Guest
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #565 on: February 18, 2011, 07:52:54 am »
Onni hye sun gomawooo dah update..kiss kiss..
Walau sedikit jengkel ama cew barunya casaminong..masih aja jelajatan..fiuuhhh..
Jangan sampe diketemuin ya onnii..

Gppa deh siminong dibikin ngamuk2 sama si hye sun daripda ketemu cew ganjennya..

Aku selalu menanti ffmu ni..kiss again

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #566 on: February 18, 2011, 08:12:27 am »
Hye sun my dear komawo tengkyu ya da diupdate. I love this chapie ada yg marah,seneng,jatcin,cemburu,cmpr aduk ya. Eh ada eoniku maen lee yo won aka joon hye jin,hehe. Sist ini ntar bt akang daniel ya kalo ntar bininya ketauan selingkuh,gw setuju 100% kalo daniel ama hye jin,hehe. "AKU BISA MENJADI DANIEL OPPA BHKAN LEBIH" dasar minong geblek pgn ngerayu2 gadis polos yg da ketakutan stgh mati. Si minong ngelepasin ciuman LP gara2 keinget hye sun,aigo bang casa lama2 insyaf ni keinget ama istri dirumah,hmpf. "PERTEMUAN KEDUA YG SESAAT NAMUN DIPERTEMUAN NANTI AKAN MENJADI PERTEMUAN UNTUK SELAMANYA NONA" bang joe ane dukung bt deketin hye sun tp awas ati2 ada siberian husky yg siap2 gigit,hehe. Hye sun ada secret admire ni,suit suit. "INI YG PERTAMA DAN TERAKHIR KALINYA KAU KELUAR SENDIRIAN HYE SUN-SSI" aw aw bang casa siap bt antar jaga dong,hmpf. Ada yg jealous ni nampaknya. Sista tengkyu lg bt long chapienya and gw setia menanti bt update selanjtnya. Omo 10 hari, 12 hari wdh ... Gapapa deh. Pokoke tengkyu & jgn lupa jaga kesehatan ya sist. Hug hug kiss kiss


thanks udah baca  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

ya..planning aku juga kepinginnya hye jin bakal jadian ama Daniel.... but masih rencana  [sweat] [sweat] [sweat]

iya secara minho agak keinget ama bininya ..... tapi disini terkesan sicassa masih cinta sist ama oenni mu sih LP  [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy]


sih II WOO akan jadi tandingan kuat casminong DIJAMIN  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

tapi dimana2 suami lebih penting  [biggrin] [biggrin] [biggrin]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #567 on: February 18, 2011, 08:20:04 am »
Hye jin ama daniel br rencana? Jgn dong, jadiin aja say please*maksa mode on*. Bang joe ama minong saingan kuat bt rebutin hye sun apalg bang joe mau nyaingn SHINWA wdh bkl seru ni. Whatz LP eonniku? Ogah and ga sudi gw py eonni kyk dia,hehehe-p.


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #568 on: February 18, 2011, 08:34:58 am »
gumawo...gumawo...gumawo...sist. hye sun...akhirnya tanpa menunggu malming,update-an dah keluar  [clap]

it's a long chap,sist...n kyknya lbh panjang dr chap yg kemaren...gumawo  [lovestruck]

my oh my...dr chap pertama yg gw bc sampai chap terbaru ini...gw rasa chap yg sekarang ini adalh chap yg plng bnyk memancing emosi gw  [lovestruck]

poor hye sun...hatinya jd sedih gr2 hrs menikahi laki2 yg gak dia cintai sm sekali....tp demi kakak tercinta,dia rela berkorban (lucky danniel)...n adegan fav gw yg pertama (adegan fav gw ada 3  [hmpfh]) d chap ini adalh saat hye sun mengeluarkn kata2 briliantnya buat lady park (2 thumbs up buat sist. hye sun sang author atas kata2 brilliant ini!!!)...adegan fav.gw yg kedua adlh saat hye sun  nyelinap keluar dr 'penjaranya' wkt hubby-nya mengeluarkn titah gak mau d ganggu...gw suka bgt sm cara min ho nyari2 istrinya,keliatan bgt dia takut hye sun hilang (wlpn gw pikir i2 sebagian dsebabkn oleh egonya,dia kn gak mau klo reputasi cassanovanya hancur gr2 ditinggal bini minggat...apa kt dunia???  [hmff] ... n sebagian lg mngkn krn d alam bwh sadarnya dia dah jatuh cinta sm bininya sndiri...mhn pencerahannya, bu author  [biggrin])

enough 4 hye sun...skrng giliran bang cass, the hubby...

min ho...msh ada nafsu buat lady park,bang??? manusiawi,sih...secara si lady adlh wanita yg dl dicintainya (tp gw rasa nafsu min ho i2 pure nafsu bkn cinta sejati...kn cinta sejati cm buat sang istri,hye sun...ya kn bu author???)...n akhirnya...adegan fav gw yg ketiga...tak lain & tak bkn adlh adegan cemburu sang cass thdp secret admirer-nya hye sun, il woo... [lovestruck]
but,min ho is still the cassanova...abis ngegoda istrinya eh msh smpt janjian sm samantha  [nono] ...hye sun mah kyknya blm bs ngerasain cemburu sm wanita2 lain yg ngegodain hubby-nya,ya sist.??? (gw tunggu waktunya hye sun kena giliran main cemburu2an  [hmpfh])

mian,kepanjangan sist...ngeluarkn uneg2 sih  [hmff]

gw hrp sist. hye sun bkln update 10 hr yg akn datang...tp klo tugasnya msh blm selesai,14 hr jg gpp (gw setia nungguin kok,sist...tp buat pisah sm ff ini slm 14 hr???  [sweat])

take your time,sist...HWAITING!!! [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04262]

ps : gw punya ff,tp gak tau gmn ngepostin-nya d CM...help me,please  [AddEmoticons04261]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love Chapter 9 (18 february 2011) ) ^_^
« Reply #569 on: February 18, 2011, 08:41:40 am »
Hye jin ama daniel br rencana? Jgn dong, jadiin aja say please*maksa mode on*. Bang joe ama minong saingan kuat bt rebutin hye sun apalg bang joe mau nyaingn SHINWA wdh bkl seru ni. Whatz LP eonniku? Ogah and ga sudi gw py eonni kyk dia,hehehe-p.


iya soalnya masih ga tegaan nih ama LP yang jahat kan bisa baik juga  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

ane piki2 dulu y sist  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]
pokoke fifty fifty dah....


seru dong....saingan perusahaan pluss cewek  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

jng githu sist secara LP kan jg manusia  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]