Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 99270 times)

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
horeeeeeeeeeeeeeeeee [clap] [clap] [clap] [clap] hari ini waktunya diupdate hwaiting sis hye [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Mumpung sist mumu gi ol sa"tnx mnta updatetan,,sist mu2 update dictator of love donk dach lm b9t nich gk update smpe x9 nung"u lumutan nich...n...bwt sist hye kra" jm brp nich bank cassa nongol dimari...

Offline minhye

  • Newbie
  • *
  • Posts: 89
    • View Profile
udah tanggal 7 nich sista hyesun ayo dimulai.......

 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Mumpung sist mumu gi ol sa"tnx mnta updatetan,,sist mu2 update dictator of love donk dach lm b9t nich gk update smpe x9 nung"u lumutan nich...n...bwt sist hye kra" jm brp nich bank cassa nongol dimari...

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
hyesun sista bilang, "Duduk yang manis, anak2. Hari ini bang cassa akan keluar dari kandangnya--mencari mangsa [hmpfh] [hmpfh] )

HOREEEE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmff]
horeeeeeeeeeeeeeeeee [clap] [clap] [clap] [clap] hari ini waktunya diupdate hwaiting sis hye [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

coz kalo si bang cassa ga keburu dikeluarin dari kandangnya bisa2 [bav] [bav] [bav] [drool] [drool] [drool] liat body polos bininya ( Hye sun si princess doll )  tp tanpa bisa di touchy touchy [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline fitrykoo

  • Newbie
  • *
  • Posts: 19
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

[smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013][smiley-dance013]

 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
yeeeeeeeeeeeeeeee saat nya duduk manis nunggu bang cassa muncul, HWAITING  [hmpfh]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Aku mau updateeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.
Mungkin pada chapter ini bisa dikatakan….masih terlihat samar ceritanya….tapi…akan diperjelas pada chap- chap selanjutnya….so…enjoy ya…..PANJANGGGGGGGGGGGGG [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]





CHAPTER 11




Hye sun perlahan menuruni setiap anak tangga, yang akan membawanya menuju kelantai dasar. Kakinya seolah terasa berat untuk melangkah, karena gadis itu sadar…sang Cassanova telah menunggunya dimeja makan, untuk menikmati sarapan pagi itu.

Setelah hampir tiga minggu berlalu… dalam sebuah ikatan pernikahan…kini untuk pertama kalinya, mereka akan menikmati makan pagi “yang indah” bersama, tidakkah itu terlihat sangat luar biasa???

Hye sun dapat melihat minho masih dengan balutan kimononya, duduk bak seorang raja, sambil memandang kearah pintu yang ia yakin….pintu dimana saat ini ia kini berdiri. Lee min ho tersenyum manis seolah menyambut seorang isteri yang sangat dicintainya…

Dengan perlahan hye sun melangkahkan kakinya, diiringi detak jantung yang berdetak hebat, ini bisa dikatakan “ketakutan” yang lebih besar dibanding rasa gugup atau malu saat lelaki itu menatapnya, untuk kesekian kali.

Seorang pelayan muda dengan sigap menggeser kursi dan mempersilahkan hye sun untuk duduk.

“silahkan…nyonya” tukas pelayan itu sopan.

Hye sun menoleh kearah pelayan itu, diiringi senyum kecilnya.

Dengan perlahan gadis itu duduk sambil sesekali menatap sang cassanova, yang berada dihadapannya.

Untuk beberapa saat mereka saling melepaskan pandangan, meskipun dengan “cara pandang” mereka masing- masing. Mungkin bisa dikatakan jarak mereka sangat jauh, karena luas dan lebarnya meja makan itu, dan minho sadar itu sangat tidak menguntungkannya.

“kalian bisa meninggalkan ruangan ini” tukas minho dengan suara datar sambil terus memandang gadis yang duduk dihadapannya. Minho sadar, ia kini dapat melihat dengan jelas ketakutan kecil diwajah hye sun karena perintahnya pada para pelayan, yang berada diruangan itu.

Para pelayan saling menatap satu sama lain, seolah menjadi “kode perintah” untuk bersama- sama meninggalkan ruang makan.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, untuk mengkosongkan tempat itu. kini yang ada hanya minho dan hye sun, berdua…

Hye sun kembali menatap wajah lelaki yang duduk dengan tenang dikursinya, sambil sesekali menggodanya dengan senyuman yang hye sun rasa itu….senyuman yang paling manis, yang ia dapatkan setelah tiga minggu pernikahannya.

  “apa….tidurmu nyenyak malam ini ?” pertanyaan itu dengan segera memecahkan kesunyian pagi itu.

Hye sun hanya diam dan menundukkan wajahnya. Perlahan seolah tidak mendengar ucapan minho, ia biarkan tangannya dengan segera menyentuh hidangan yang tersedia dihadapannya. Tanpa basa basi, seakan menghindari ketakutan dan rasa muak dihatinya, hye sun melahap satu persatu hidangan yang ada diatas piringnya, perlahan….namun pasti….

Lee min ho tersenyum tipis melihat tingkah hye sun saat ini,  mulut gadis itu penuh dengan makanan dan itu  semakin membuatnya terlihat cute dan manis dimata seorang cassanova.

Untuk beberapa saat minho hanya diam sambil terus memandang tingkah hye sun yang polos sambil menikmati coffenya, ia sadar, gadis itu masih berusaha menghindar darinya dan rasa takut akan dirinya.

lalu tiba- tiba perlahan Minho segera berdiri dan berjalan mendekati kursi tempat hye sun duduk saat ini, dan karena gerakannya yang mendadak, hal itu membuat hye sun terkejut, ia kini merasa sulit untuk menelan semua makanan yang ada dimulutnya.

Minho menarik kursi, yang berada disisi kiri hye sun sambil terus memandang wajah gadis dengan mulut penuhnya.
 “kau ….pasti terkejut, karena aku ada pagi ini bersamamu, bukan?” tukas minho dengan suaranya yang seolah menggoda.

Hye sun semakin sulit untuk menelan makan yang menumpuk didalam mulutnya… saat mata lelaki itu semakin dekat memandangnya. Namun, kali ini pandangan lelaki itu terasa berbeda, hye sun merasa pandangan ini belum pernah ia rasakan sebelumnya.

“ aku…sengaja ingin sarapan pagi bersamamu” tukas minho ringan.

Perlahan minho mengangkat tangannya, dan hal itu membuat hye sun tidak dapat berkutik saat lelaki yang sangat dibencinya itu menyeka saus yang melekat dipinggir bibirnya.

“aku baru sadar…kau terlihat seperti anak kecil saat menikmati makananmu” minho berkata sambil tersenyum.

Perlahan ia menghela nafasnya, dan kembali memandang wajah hye sun…

“ hari ini…kau akan pergi kuliah?” Tanya minho dengan suaranya yang lembut.

Hye sun menatap lelaki itu dengan pandangan dingin… ia merasa sarapan pagi pun seolah siksaan berat, saat lelaki itu duduk sambil memandang setiap pori garis- garis wajahnya.

“ apa anda salah meminum obat..minho_sshi atau..kau salah makan sesuatu hari ini?” Tanya hye sun dingin
“apa ini salah satu ucapan maaf atas apa yang kau lakukan padaku, semalam?” tukas hye sun lagi.
Minho tersenyum, kali ini senyuman paling manis yang ia berikan pada gadis yang menatapnya dengan pandangan muak.
“maaf…? Ma…af….memangnya…kesalahan apa yang telah aku lakukan padamu?” Suaranya terdengar seolah menggoda.

Hye sun merasa kini tenggorokannya terasa pekat, hye sun tidak mampu melakukan apapun dan kini ia hanya bisa diam, dan menahan rasa bencinya saat ini…

Perlahan minho mendekatkan bibirnya ketelinga gadis yang terbujur kaku dikursinya….
“Apakah suatu kesalahan jika suami mencium isterinya, sendiri? Apakah suatu kesalahan jika….seorang suami melihat tubuh isterinya…sendiri?”

Kata- kata terakhir itu, sontak membuat hye sun terkejut sambil membelalakkan matanya.
minho kembali mendekatkan pandangannya, kali ini ia menatap mata indah hye sun yang seolah berkata padanya…“KAU MEMBUATKU SEMAKIN MUAK, TUAN”

“hye sun_sshi…apa kau sadar, kau memiliki mata yang indah”

Dengan segera hye sun mendorong kursinya kebelakang, dan berusaha untuk lari dan keluar dari ruang makan itu. namun, lagi lagi IA GAGAL!!

Minho menangkap dengan cepat lengan isterinya, seolah telah menjadi suatu kebiasaan bagi lee min ho untuk tidak membiarkan mangsanya pergi.

“ kenapa kau terus lari dariku”
“karena aku membencimu…!!” balas hye sun.
“sekarang..lepaskan aku!!” hye sun dengan segera menarik lengannya dari genggaman minho. Dengan segera ia langkahkan kakinya, menjauhi lee min ho. Namun, sebelum ia melangkah keluar,…..
“ jika aku katakan.. bahwa aku..mencintaimu, apa kau akan terus membenciku? Apa kau akan berubah dan beralih padaku?”

Kata- kata itu menghentikan langkah hye sun, dan juga seolah menghentikan detakan jantungnya.
Minho berjalan mendekati, hye sun yang berdiri mematung, Perlahan ia biarkan bibirnya mendekati telinga gadis itu. kini hye sun bisa merasakan nafas lelaki itu ditelinganya......... dan.......dengan nafas yang seolah memburu....
“hye sun sshi, sarange” tukas min ho lembut.


Suasana ruangan itu tiba- tiba terlihat putih……………………………….



Minho berdiri mematung dan keluar dari khayalannya sambil terus berfikir kenapa tiba- tiba “kata- kata cinta” itu menggelayut diotaknya.

Tidak akan mungkin baginya, mengucapkan kata- kata cinta itu….pada gadis yang membencinya…sangat membencinya…. Minho tidak pernah menyadari hatinya kini, mencoba menyelami dan memperbaiki semua dari awal mungkin akan lebih baik. Ia sadar, tidak mudah membalikkan hati seorang wanita yang mungkin “teraniaya” dan “tersiksa” akan ulahnya.

“tidak…aku tidak akan melakukannya, tidakkah itu terlalu cepat, hilangkan pikiran ini… aku masih ingin memastikan apa benar aku mencintainya…cinta…bagiku itu tidak mudah…dan…apa dengan kata cintaku…akan membawanya beralih...menatapku…merengkuh cintaku…Aishh tidak!!!”

Minho berbisik dalam hatinya yang berkecamuk diiringi langkah kaki hye sun yang berjalan menjauhinya, keluar dari ruangan itu…


___OOO____





Hye sun duduk dihalaman kampusnya, sambil memikirkan kembali tentang kejadian “pelecehan” semalam yang dilakukan minho padanya. Hye sun berfikir, Akan ada kejadian buruk yang menimpanya malam itu, kejadian yang lebih dari sebuah ciuman yang mengharuskan dirinya menjadi isteri yang benar- benar utuh dan nyata bagi lelaki yang sangat ia benci.

Perlahan lamunannya, terhenti saat Gaul memeluk erat tubuhnya dari belakang….
“hye sun” tukas gaul dengan nada yang seolah mengejutkan.
Hye sun dengan segera membalikkan tubuhnya,….
“gaul…kau membuatku terkejut” tukas hye sun sambil tersenyum…

Perlahan, gaul duduk disisi sahabatnya itu sambil tersenyum riang…
“kupikir..kau tidak datang kekampus hari ini, ternyata…aku salah. Aku juga sudah bilang padamu, hye  tidak akan terjadi apa- apa… kau adalah nyonya …
Tiba- tiba kalimat gaul terpotong,….
“dia kembali, semalam…” tukas hye sun dengan suara datar.
“siapa? Minho_sshi?” Tanya gaul, sambil membelalakkan matanya.
“ne…” jawab hye sun pendek

Perlahan hye sun  menarik nafas panjang, seolah lelah atas semua kejadian yang telah terjadi…
“la..lalu…apa…dia melakukan hal buruk padamu? Apa..dia marah? Ayo hye, jawab pertanyaanku.”

Hye sun menatap gaul perlahan, ia merasa sulit menceritakan tentang kejadian semalam pada sahabatnya, mana mungkin ia menceritakan, bahwa lelaki itu mencoba memperkosanya … itulah yang ada dihati dan pikiran hye sun saat ini, baginya itu merupakan pelecehan terbesar yang dialaminya.

Bagaimana tidak, hye sun masih teringat jelas bagaimana lelaki itu menciumnya, bagaimana caranya memeluk seolah ingin menguasai tubuhnya lebih jauh lagi. Hye sun terkadang membayangkan dengan rasa jijik dan malu, bagaimana minho menikmati setiap lekuk tubuhnya saat ia berdiri tanpa busana. Hal yang sangat ia sesali, kenapa…kenapa ia tidak pernah sadar akan kehadiran lelaki itu…

“tidak…dia tidak marah, jika itu terjadi bagaimana bisa aku berada dikampus ini”
“be..benarkah? syukurlah…” tukas Gaul dengan suara pelan namun, ragu akan jawaban hye sun….
“tapi…mengapa, ia tidak marah padamu, hye…menurutku tidak masuk akal… selain dictator, dan arogan lelaki itu juga sangat temperament kepadamu” tukas gaul. Mencoba mencari tahu lebih jauh, gaul sadar itu bukan sifat seorang pemilik dari SHINWA.

Hye sun menundukkan wajah, sambil sesekali menggigit kukunya.

“entahlah… dia hanya bilang padaku, agar aku tidak melakukan hal itu lagi… mungkin…karena lelah akan perjalanan bisnisnya, ia  tidak mempermasalahkan hal itu” hye sun tersenyum dingin…
Gaul tahu sahabatnya itu sedang berbohong, namun ia mencoba untuk tidak ikut campur lebih jauh akan permasalahan ini. Lagi pula, hye sun baik- baik saja, tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada sahabatnya itu, gaul meyakinkan dirinya….

Gaul menundukkan wajahnya sebentar, lalu memandang lagi hye sun yang masih dengan muka masamnya, sambil membolak- balik buku yang ada ditangannya…

“hye…pagi ini..II Woo_sshi menghubungiku” tukas gaul sambil tersenyum.
“benarkah?...” Tanya hye sun.
Raut muramnya sesaat memudar….
“ne….dia..ingin menghubungimu, tapi…kau tidak mengaktifkan ponselmu” tukas gaul datar.
“ya…aku sengaja tidak mengaktifkan ponselku… sampai aku bisa keluar dari istana penjara itu” tukas hye sun sambil tersenyum tipis.

“lalu…apa yang dia bilang, padamu?” Tanya hye sun lagi.
Gaul tersenyum dengan pipinya yang memerah.
“dia…akan datang siang ini ketoko bubur!” balas gaul.
“benarkah?...” hye sun membelalakkan matanya seolah terkejut.
“ dia…begitu penasaran…padamu” tukas gaul dengan nada datar.
“ seharusnya…aku bilang padanya..bahwa aku telah menikah”

Hye sun menundukkan wajahnya, seolah menyesali atas ketidak jujurannya pada II Woo, lelaki yang telah menolongnya.
“mungkin…saat pertemuan nanti, akan lebih baik jika aku bilang padanya”
Gaul tersenyum tipis, lalu memeluk pundak hye sun mencoba menghibur sahabat “malangnya” itu…
“ gaul…bagaimana jika aku menjodohkan kalian berdua, kau mau?”

Pipi gaul kembali memerah, disertai senyumnya yang tersipu….

“hye….kau ini….”
“aku tahu kau menyukainya…..jawablah aku….” Hye sun menggoda gaul, sehingga semakin membuat wajah sahabatnya itu bak kepiting rebus….
“hye…hentikan…………………………..!!!
“ayolah…ceritakan padaku….kau menyukainya kan?”


____OOO____







Minho duduk dikursi kerjanya, sambil memutar pulpen dengan jemarinya. Lelaki itu tersenyum tipis seolah ada sesuatu hal yang membuat hatinya gembira saat ini. Setelah kejadian semalam, minho sadar betapa ia jatuh cinta pada gadis yang baru tiga minggu dinikahinya itu, namun bathin kecilnya terkadang menolak!!

Sulit rasanya menyadari akan hal itu, tapi…entahlah…hye sun berbeda dari wanita- wanita yang pernah ia kenal dahulu. Dan ia merasa, gadis polos itu telah mencuri sesuatu darinya….mencuri hatinya… benarkah?

Tok…tok..tok…

Lamunan minho terhenti, saat mendengar pintu kantornya yang diketuk….
Seorang wanita muda masuk kekantornya, sambil menggenggam dua kertas yang berukuran panjang…
“ini…tiket yang anda pesan, tuan..”  tukas wanita itu, sambil menyodorkan kertas seperti amplop panjang yang ada di tangannya.

“ya,…terima kasih Nn. Jung.
“kuharap…ini akan menjadi malam yang special bagi anda tuan”
“terima kasih” balas minho.

Setelah kepergian sekretarisnya, minho terus memandang tiket yang kini berada dalam genggamannya, sambil tersenyum…

“kita…akan coba memulai semua dari awal… hye sun_sshi” tukas minho dalam hati.


___OOO____





Daniel duduk dimeja kerjanya, Matanya tidak lepas dari foto indah yang kini ada digenggamannya. Foto itu ia amati dengan seksama, foto dirinya bersama hye sun. Ia masih ingat, itu adalah foto kelulusan his princes doll, yang saat itu masih berusia 17 tahun.

Tanpa ia sadar, senyum simpul terukir indah dari bibirnya, saat mengenang masa- masa indahnya bersama hye sun. Daniel tahu, kini ia sangat merindukan adiknya, hampir selama pernikahan hye sun dengan lee min ho, lelaki itu  sama sekali tidak pernah dapat merasakan lagi kedekatannya dengan sang adik ataupun komunikasi yang terjalin antara mereka…ia sadar ini adalah kesalahannya!!!Perselisihan yang terkadang membuatnya merasa bersalah, atas sikap kasar dan kerasnya pada gadis belia itu, selalu menghantuinya akhir- akhir ini.

Perlahan Daniel menghela nafasnya dalam-dalam, sambil mengurut dadanya yang masih terasa sakit…ia bisa merasakan nafasnya kini sesak…

Tiba- tiba terdengar ketukan dari luar, dan tidak lama kemudian Daniel bisa  melihat dengan jelas sosok cantik  memasuki ruangannya, dengan senyuman nakal dan gaya berjalan nan anggun.

Wanita itu mengenakan gaun hitam, dengan rompi bulunya…membuatnya terlihat begitu sangat anggun dan elegan.
“sayang…” sapaan hangat keluar dari bibirnya.

Daniel tersenyum, namun tetap duduk dikursinya. Senyuman itupun terlihat kaku, dan terkesan “dingin”. Entah apa yang dipikirkan lelaki itu saat ini. Sambutan yang terlihat, sangat tidak menyenangkan untuk pertama kali dirasakan oleh Park Si yeon.

“ kau…tidak suka, akan kedatanganku?” tukas lady park , namun wanita itu tetap berdiri pada posisinya, saat pertama kali ia masuk.

Daniel menatap wajah isterinya, kemudian seolah tidak ingin membuat wanita itu kecewa….perlahan ia segera berdiri dari duduknya dan menghampiri park si yeon.

Kemudian lelaki tampan itu memeluk erat tubuh isterinya….erat…sangat erat…..

“tidak…tidak...aku…suka akan kedatanganmu, hari ini.. sangat menghiburku”

Lady park bisa merasakan pelukan erat itu, sambil tersenyum. namun,  Ia juga bisa merasakan sikap yang sangat berbeda dari seorang Goo Daniel, entah mengapa lelaki itu tidak seromantis dulu….apakah ia masih memikirkan tentang adiknya, ya…park si yeon sangat yakin…daniel sedang memikirkan hye sun, hingga sengaja tidak memperhatikan dirinya lagi.

Park si yeon merasa hye sun tetap bayang- bayang yang nyata baginya. Bahkan setelah kepergian gadis itu, Daniel tetap saja tidak bisa melupakannya, meskipun hanya untuk satu menit.

Seharusnya park si yeon menyadari, ikatan darah yang kuat tidak akan pernah bisa dipisahkan meski dengan cara apapun. Seharusnya ia juga sadar…20 tahun bukan waktu yang sebentar untuk melupakan ikatan itu, dibandingkan pernikahannya yang baru berusia 6 bulan…

Dan karena ulah hye sun jugapark si yeon harus menerima kenyataan bahwa ia harus kehilangan cinta dari lelaki yang sangat mencintainya dahulu bahkan memujanya. Akhir- akhir ini... bisa dikatakan hye sun terbebas dari gangguan kakak iparnya tersebut. Namun…bukan berarti park si yeon menyerah….ia hanya ingin mendinginkan suasana terlebih dahulu sebelum menyerang dan meraih apapun yang pernah jadi miliknya, LEE MIN HO

Perlahan Daniel melepaskan pelukannya, matanya menatap sendu wajah park si yeon….
“ mengapa kau datang….apa..ada sesuatu yang penting?”

Park si yeon tersenyum manis…dan perlahan membiarkan tangan lembutnya, membelai mesra wajah Daniel.
“tidak…aku..hanya merindukanmu” balasnya, lembut.

Lalu perlahan…, ia membiarkan kedua lengannya menggelayut mesra…pada tekuk lelaki itu….
“kau…sudah lama tidak menciumku..hingga aku sengaja datang kesini, untuk menagihnya”

Senyum nakal kembali menghiasi bibir wanita itu… namun, tidak dengan Daniel. Lelaki itu hanya memandang dingin wajah isterinya….dan itu membuat park si yeon sedikit “terganggu”, namun…ia coba menghilangkan rasa itu…
“berilah aku ciumanmu…sayang” bisik park si yeon lembut…

Belum sempat ia menggapai bibir suaminya, perlahan dengan lembut… Daniel melepaskan rangkulan mesra isterinya, dan itu bagaikan kiamat bagi seorang Park si yeon!  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]

______


“kenapa…kau menolakku, Daniel?” Tanya park si yeon dengan suara dingin.

“kau tahu…saat ini kita sedang berada dimana? Ini kantor dan…aku tidak ingin seseorang melihat kita” tukas Daniel yang seolah menjauhkan diri dari isterinya

Raut wajah park si yeon segera berubah, saat suaminya Goo Daniel menolak ciuman yang ia berikan. Selama satu minggu ini, lady park bisa merasakan perubahan besar dari lelaki yang baru dinikahinya 6 bulan yang lalu.

Lady park merasa, Daniel tidak pernah seperti ini sebelumnya, bahkan didepan umum pun lelaki itu bisa menunjukkan seberapa besar cinta nya, tanpa rasa ragu ataupun malu. Tetapi, hari ini….dikantor miliknya, ia menolak…dengan alasan tidak ingin seseorang melihat mereka. Suatu alasan yang sangat tidak masuk akal!

Perlahan …park si yeon melangkahkan kakinya, mendekati Daniel.
“apa….ada masalah…? Ceritakan padaku?” suara lady park segera berubah, bagai suara anak kecil yang membujuk.
“tidak….aku hanya sedang merasa letih….” Perlahan Daniel menyeka keringat didahinya.

Benar saja, park si yeon bisa merasakan tubuh Daniel yang gemetar… terbesit kekhawatiran diwajah wanita itu
“Daniel…kenapa? Katakan padaku…?

“aku tidak apa- apa…..” tukas Daniel dengan suara paraunya.
 “tapi..kau berkeringat sayang…dan…”

“sudah kubilang!!!aku…tidak apa- apa!!!” tukas Daniel dengan suara yang besar dan menekan.
Kini…untuk pertama kalinya park si yeon bisa merasakan bentakan keras itu, keluar dari bibir lelaki yang sangat mencintainya. Park si yeon menggigit kecil bibir bawahnya, seolah menahan tangis.

“ aku…tidak tahu, kau kenapa Goo Daniel! Tapi…aku minta maaf jika aku mengganggumu,hari ini!”

Dengan segera lady park meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Daniel sendiri… yang masih berdiri sambil menggenggam erat ujung meja kerjanya, seolah menahan rasa sakit.

“ apa..yang aku lakukan…park si yeon, sayangku… “ tukas Daniel…

Daniel segera melangkahkan kakinya, seolah menyesali apa yang telah terjadi barusan. Namun sebelum ia melangkah lebih jauh lagi…

Sebuah ingatan beberapa minggu yang lalu menghentikannya…

“ Kediaman…Lee?”

“untuk apa kau kesana?”

“ya….aku..tidak tahu kediaman minho_sshi, sehingga aku sengaja mengikutinya..untuk melihat keadaan hye sun” (Park si yeon)

“aku merasa ingin pergi melihatnya…tapi seolah langkahku terhenti….dan saat itu juga aku melihatmu, mengiringi sedan mewah hitam itu…apa…itu mobil Lee min ho?” (Daniel)


“yakinlah…ada sesuatu yang disembunyikan isteri anda, Tuan Goo… dan… aku…bisa membuktikannya”


____OOO_____







“kenapa…tidak ada supir maupun pengawal?” Tanya gaul heran.
“entahlah….hari ini hanya ada supir yang mengantarku, namun ia menurut saat aku memintanya untuk kembali” tukas hye sun .

“hmmm… suamimu benar- benar aneh, kemarin dia menganggapmu bagaikan seorang tawanan, yang harus diawasi selama 24 jam penuh, dan sekarang… ia melepaskanmu, seolah ingin menjadi suamimu yang baik”

Hye sun tersenyum mendengar ucapan gaul, kemudian menatap jam yang melingkar di tangan kirinya.
“mungkin ia hanya merasa bosan selalu melakukan hal jahat padaku, tapi…paling tidak aku bersyukur akan sikapnya saat ini”

Belum puas hye sun tersenyum hari itu…

Tiba- tiba sebuah mobil hitam besar diikuti sebuah mobil mewah berhenti tepat dihadapan mereka. Hye sun dan gaul dengan segera menghentikan langkah mereka, diiringi raut wajah hye sun yang terkejut saat seorang lelaki dengan tubuh jangkungnya, keluar dari mobil mewah itu setelah sang supir membukakan pintu untuknya.

Cahaya arogan terlihat dengan jelas melingkar disetiap gurat raut wajah itu, dan hye sun sadar kini lee min ho berdiri dihadapannya.

Hye sun perlahan menggenggam tangan gaul sahabatnya, seolah menghindari rasa takut yang menari didalam dirinya. Namun, ia sadar gaulpun kini terlihat gugup dan takut, sama sepertinya.

“ aku…sengaja datang menjemputmu” tukas minho.
“ayo pulang!!!” tanpa basa basi minho menarik lengan hye sun tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang kini memandangnya.

“wah…i..itu cassanova!!!”
“dia terlihat tampan, aku dapat melihatnya dengan jelas”
“ dia benar- benar lelaki yang mempesona, gadis yang beruntung!!”


Bisa terdengar beberapa pujian dari beberapa gadis yang ada dikampus itu, seolah tidak dapat menahan rasa kagum dan pesona sang cassanova.

“lepaskan aku!” dengan keberaniannya, hye sun menarik kasar lengan yang berada dalam genggaman minho.

Karena sikapnya, tentu saja hal itu membuat sang cassanova merasa “dipermalukan”. Bagaimana tidak, hampir semua orang menatapnya kini ….karena untuk pertama kali, ia datang ke kampus untuk menjemput gadis kecil yang baru ia nikahi tiga minggu yang lalu, dan apa yang ia dapatkan….lagi- lagi sebuah PENOLAKAN!!!

“apa…kau mencoba mempermalukanku?” tukas minho dengan nada suara dingin…
“ aku sama sekali tidak ingin melakukannya, minho_sshi jika kau bisa bersikap lebih baik lagi, padaku” tukas hye sun dengan nada suara yang menekan.

Minho tersenyum sinis…. Dan memandang wajah gadis yang kini menatapnya dengan rasa muak.
Lalu, perlahan tanpa basa basi, ia berjalan menghampiri hye sun yang hampir menjauhinya dan….
“turunkan aku!! Lepaskan!!” jerit hye sun, diiringi puluhan pasang mata yang memandangnya… termasuk Gaul, yang berdiri mematung tanpa bisa melakukan apa- apa.

Lee min ho menggendong  tubuh hye sun, pada pundak kirinya.
“aku… sudah memenuhi keinginanmu, mungkin…ini caraku bersikap baik padamu…bisa dikatakan aku adalah suami yang romantis bukan???” suara minho terkesan mengejek diiringi senyum sinisnya.

Hye sun terus menjerit untuk dilepaskan dan Jeritan gadis itu bagaikan iringan musik yang mengiringi langkah mereka menuju mobil.

“lepaskan aku turunkan aku!!…pria GILAAAAAAAA!!!” jerit hye sun lagi.

Tanpa membutuhkan waktu yang lama, hye sun sudah duduk dengan “manis” sambil terus berusaha untuk memberontak didalam mobil yang akan membawanya kembali ke penjara istana lee…

“hye…sun” lirih gaul sambil menatap iringan mobil yang membawa pergi sahabatnya itu

___OO___





“gaul_sshi”

Gaul menoleh kebelakang, saat mendengar suara lelaki yang memanggilnya.

“II Woo_sshi?” tukas gaul, dengan raut wajahnya yang sedikit terkejut.
“hi” II woo mengangkat tangan kanannya menyapa, sambil terus tersenyum.
“kau…kemari, bagaimana bisa?” Tanya gaul sedikit heran dengan kedatangan lelaki itu, kekampusnya.

II woo tersenyum, mendengar pertanyaan gaul.
“tadi…aku ketoko bubur, bos mu bilang padaku kau sedang kuliah, dan…setelah wawancara yang cukup lama dengannya …akhirnya aku memperoleh jawaban bahwa aku bisa menemukanmu disini” tukas II woo masih dengan senyum yang melingkar dibibirnya.

Gaul tersenyum simpul mendengar guyonan lelaki yang kini berdiri tegap dihadapannya.
“dimana…hye sun, kenapa…kau tidak bersamanya?” Tanya II woo,
Gaul terlihat sedikit bingung dan gugup saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut lelaki yang diam- diam ia sukai itu.

“hye…sun..mmmm hye …sun…dia…baru saja pulang”

senyuman II woo perlahan memudar, saat mendengar kata- kata “pulang” dari Gaul.
“baru….?” Tanya II woo lagi.

“iya…baru saja, tidak lama setelah kedatanganmu”

Tiba- tiba II woo mengingat kejadian yang baru terjadi beberapa menit yang lalu, saat ia berpapasan dengan dua buah mobil hitam mewah…

“ apa…dia dijemput dengan mobil hitam, yang baru saja…
“ne!!” tukas Gaul tegas seolah meminta pada lelaki itu untuk tidak bertanya lagi.

II woo menundukkan wajahnya, seolah menyesali keterlambatannya.

“ apa…ayahnya yang menjemput untuk pulang?” Tanya II woo lagi.

Kali ini mulut gaul seolah berat untuk berkata “YA” maupun “TIDAK”. Pertanyaan itu sangat sulit untuk dijawab, dibanding soal matematika yang sangat ia benci. Namun, mau tidak mau ia harus menjawab pertanyaan itu,meskipun lai- lagi ia harus berbohong.

“ne…” tukas gaul pendek, lalu gadis itu menundukkan kepalanya.

Perlahan II woo menghela nafasnya, yang seolah terasa sesak. Raut wajahnya terlihat kesal, kenapa harus terjadi hal seperti ini lagi….keterlambatan yang membuatnya kehilangan kesempatan untuk bersama gadis impiannya lagi.

“gaul_sshi, apa…kau mau menolongku?”

II woo berkata sambil tiba- tiba meraih lengan gadis yang berdiri dihadapannya. Tentu saja, hal itu mebuat gaul terkejut dan merasa sedikit malu.

“ menolong….? Apa…?” Tanya gaul
“bisa…kau tunjukkan dimana kediaman, hye sun?’”
Tenggorokan gaul tiba- tiba terasa pekat, ia merasa sulit untuk menelan ludahnya karena rasa gugup yang ia rasakan.
“a..aku….”
“tolonglah, aku mohon”

Gaul bisa merasakan genggaman erat tangan II woo pada setiap jemarinya.

“aku… aku tidak bisa, hari ini…ada jam kuliah tambahan dan…
“gaul_sshi, kumohon. Izinkan aku bertemu dengannya, ada sesuatu yang aku ingin katakan padanya…”
Gaul memandang II woo dengan sendu, hatinya seolah menjerit dan ingin berkata “II WOO_SSHI, HYE SUN SUDAH MENIKAH…TIDAK ADA LAGI KESEMPATAN UNTUKMU”

Namun, itu hanyalah sekedar jeritan hati yang sangat sulit ia ungkapkan pada lelaki yang berdiri dihadapannya, dengan wajah yang seolah memelas.

“mian…mianhe…II woo_shhi, mungkin hye sun akan menjelaskan padamu, dan…untuk saat ini… aku tidak bisa membantumu”

Gaul dengan segera menarik lengannya dalam genggaman erat II woo. Perlahan dan pasti sambil menggenggam erat dadanya, gaul melangkah dengan hati yang teriris meninggalkan II woo yang berdiri menatapnya. Ia sadar bahwa II woo mungkin mencintai sahabatnya, dan kini tidak ada kesempatan untuknya, meskipun gaul tahu hye sun sudah menikah.

Namun…bisa menjadi kemungkinan besar hye sun jatuh kepelukan II woo, karena ia tahu hye sun tidak mencintai suaminya.

“hye sun akan menjelaskan padamu”
apa…maksudnya? Bisik II woo dalam hati

Kini berbagai pertanyaan menari- nari diotak Joe II woo, seolah bingung atas pernyataan yang baru saja keluar dari bibir gaul.

Seiring langkah kaki gaul meninggalkannya….II woo berusaha menerka dan ia sadar…Hanya hye sun yang mampu menjelaskan semuanya….

____OO_____




Hye sun duduk dimobil dengan raut wajah kesalnya. Ia ingin menangis, namun ia tidak mau melakukannya, apalagi didepan lelaki yang sangat ia benci, LEE MIN HO!

Sepanjang perjalanan, tidak ada kata- kata ataupun pembicaraan yang terjadi antara mereka berdua. Hye sun memandang keluar dari kaca jendela yang tertutup, seolah ingin menyembunyikan kegalauan dan ketakutan dihatinya.
Dan lee min ho, seperti biasa …ia menatap dalam wajah hye sun meski hanya dari sisi kanan wajah cantik gadis itu, namun …dapat terlihat ia sangat menikmati akan hal itu.

“aku sengaja menjemputmu sepulang kerja, sore ini…agar kau tidak kelelahan menunggu bus atau taxi” suara minho terdengar datar dan memecahkan kesunyian di mobil itu.

Hye sun menyunggingkan senyum sinis dibibirnya, seolah mentertawakan sikap “baik” lelaki itu padanya.
“aku..tidak tertarik mendengar alasanmu, minho¬_sshi” balas hye sun sambil terus memandang keluar jendela mobil.
Minho tersenyum mendengar kata- kata hye sun. kali ini seolah ingin meyakinkan diri, minho berusaha untuk mencoba mengalah pada gadis yang duduk disampingnya itu.

“baiklah..kalau begitu aku akan mencoba untuk diam, Nyonya Lee”
Hye sun dengan segera mengalihkan pandangannya kearah minho.
“Nyonya….Lee?” apa…aku tidak salah dengar min ho_sshi?” suara hye sun seolah menekan.
“tidak….anda tidak salah Nyonya Lee”

Minho tersenyum, kali ini senyumannya begitu manis. Membuat aura ketampanan wajahnya semakin tergambar jelas.
Hye sun menggigit kecil bibir bawahnya, ia tahu lee min ho sengaja ingin menggodanya. Namun, sepertinya godaan itu tidak berlaku bagi seorang gadis yang memiliki kebencian besar bahkan mungkin telah mendarah daging.

“kau tahu…kau terlihat cantik jika kau sedang marah…atau saat kau memuncungkan bibirmu kedepan…kurasa…aku sangat menyukainya…” suara minho terdengar lembut, sambil diiringi tawa kecilnya lagi.

Hye sun tidak menggubris pujian yang lelaki itu berikan padanya, baginya lee min ho hanya seorang bajingan yang menghancurkan hidupnya, bahkan mungkin lelaki yang hampir meregut kegadisannya semalam.

Perlahan mobil kembali memasuki istana Lee, melewati taman yang luas…pohon- pohon rindang yang tertata dengan indah…

“akhirnya…aku kembali kepenjara ini lagi..”
bisik hye sun dalam hati.

Mobil berhenti tepat dikediaman lee. Sebelum pintu mobil dibuka oleh supir, tanpa basa- basi hye sun segera keluar dengan hentakan kakinya yang terdengar keras… meninggakan minho yang duduk sendirian sambil memandangnya  dengan senyuman simpul….

Minho sadar gadis itu terlihat kesal atas tingkahnya selama diperjalanan. Namun, entah mengapa hal tersebut menjadi sesuatu yang benar- benar sangat menyenangkan dibanding perlakuan kasar ataupun kesewenang- wenangannya selama ini.

“kurasa….menggodanya …akan kujadikan kebiasaanku, mulai saat ini” bisik minho dalam hati

Sang supir membuka lebar pintu mobil, yang telah terbuka karena hye sun. perlahan minho menghela panjang nafasnya lagi, namun sebelum ia turun..minho merasa melihat sesuatu diatas tempat duduk, yang baru saja ditempati hye sun sebelum gadis itu keluar dari mobil.

Perlahan minho meraih benda itu, menatap lalu kemudian tersenyum….

“kurasa…ia menjatuhkan ini” bisik minho


___OOO____




II woo duduk termenung sambil memejamkan matanya…dengan hanya membayangkan satu wajah, …..hye sun.

Seolah semakin tidak dapat melupakan gadis itu… sesekali tangannya terus menggenggam erat sarung tangan, dan meletakkan kedadanya.

“ini…sarung tangan miliknya….jika aku letakkan disini …akan lebih menghangatkan dadaku…jiwaku, yang semakin hari semakin bergejolak… karena hanya menyimpan sebuah kalimat dan jeritan hati “jadilah milikku…aku mencintaimu”…

Tiba- tiba lamunan akan kata cintanya terhenti, saat hye jin menyapanya…
“ternyata…. kau disini Joe”

Perlahan II woo membuka matanya, dan menatap sendu wajah wanita itu.

“noona…?”

“aku mencarimu, hampir diseluruh ruang rumah ini…dan ternyata..aku menemukanmu disini, di taman …sambil memasang wajah konyolmu, huH!!”

II woo tersenyum, memandang hye jin yang perlahan duduk disampingnya.

“we?? Kenapa memandangku, seperti itu…huh?!” hye jin menaikkan bibirnya.

“noona….maukah kau menemaniku, untuk menonton opera classic malam ini?”

Hye jin tiba- tiba tertawa mendengar ucapan II woo …

“bo? Aku berfikir, tiket itu memang untukku! Namun, aku sedikit kecewa saat kau bilang bahwa itu adalah tiket milik wanita pujaanmu, joe. Dan sekarang… kau bilang lagi, ingin aku menemanimu untuk menonton opera? Apa…wanita itu menolakmu….Huh?”

II woo menundukkan wajahnya yang terlihat muram…bahkan sangat muram… ia tahu hye jin sangat kecewa, saat menyadari bahwa tiket itu bukan untuknya. Mungkin…. jika hanya tiket nonton kebioskop, hye jin tidak akan mempermasalahkannya. Tapi…kali ini adalah tiket opera classic favoritnya HAMLET, yang sudah lama ia ingin saksikan.

“jika…kau tidak mau, tidak apa- apa Noona”

Hye jin memandang wajah II woo yang terlihat berbeda dari biasanya….
“apa…kau baik- baik saja, Joe ?” Tanya hye jin.

“mungkin…menonton opera adalah penghilang stress yang mujarab untukku saat ini, agar pikiran dan prasangka ku akan dirinya akan lebih baik lagi noona, dari pada membiarkan tubuh ini menari bebas sambil mereguk beberapa botol minuman keras, lalu pulang….sambil mendengar jeritan ataupun omelan ibu, yang akan memecahkan gendang telingaku”

II woo tersenyum, senyumannya terlihat dingin.

“joe, are you Ok?” suara hye jin kali ini terdengar penuh dengan rasa khawatir.

“aku…baik- baik saja noona…namun mungkin tidak dengan hatiku…” tukas II woo lagi masih dengan senyumannya.
 “joe, kau ingin membuatku gila!! Tolong, jelaskan apa yang terjadi…!”

 “kau akan menemaniku kan?” Tanya II woo lagi.
“jika…kau tidak mau, mungkin aku akan menangis dan menjerit kuat padamu… noona…” II woo tersenyum dingin seiring matanya yang terlihat sendu.

Hye jin menatap II woo masih dengan raut heran dan penuh dengan ribuan pertanyaan, yang menari diotaknya.
“tidak…aku tidak mau sebelum kau menjelaskan semua yang terjadi!”

“aku…sudah bilang…tidak ada noona ! aku baik- baik saja!” balas II woo
Hye jin menghela nafas panjang…. Lalu, memukul lengan kiri II woo.

“ jika gadis itu tidak mencintaimu, kau bisa mencari gadis yang lain joe, siapa yang berani menolakmu?” tukas hye jin seolah mengetahui kegalauan lelaki yang duduk disampingnya.

II woo tersenyum, sambil memainkan jemari tangannya.
“noona….dia sangat berbeda, dari gadis yang pernah aku kenal”

Hye jin tersenyum… seolah berhasil dengan pertanyaan jebakannya.
“ternyata…ini semua karena gadis itu, huh?” Tanya hye jin.
“aishh!!! Kau memang cerdas….!!! Sudahlah!!!”

II woo segera berdiri dari duduknya seolah tidak ingin meneruskannya penyelidikan hye jin atas dirinya.

“jangan lupa… malam ini pukul 7, kau harus segera bersiap- siap…aku tidak ingin terlambat saat opera nanti malam!”
II woo berjalan menjauhi hye jin, sambil tersenyum tipis… namun, langkahnya terhenti saat mendengar hye jin dengan suara besarnya bagai jeritan, seperti biasa…

“joe....fighting!!!” hye jin memberi semangat sambil mengangkat tangan kanannya.

II woo tersenyum… namun… senyuman yang seolah menggambarkan dengan jelas  kegundah gulanaan hatinya….

“aku…akan terus berfikir…kau adalah wanita ku….berfikir…kau memang milikku….ayo…ayolah Joe….yakinkan…yakinkan hatimu…lelaki itu,…bukan siapa- siapa…” bisik Ii woo dalam hati



END CHAPTER




Huh……….akhirnya selesai juga chapter 11 ini…setelah ribuan tahun bersemedi….xixixiixixixixi

Mian kalau jelek , and membosankan… ditunggu kritik and masukan,… [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

« Last Edit: December 06, 2012, 11:22:00 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 11 7 April 2011 ^_^
« Reply #892 on: April 07, 2011, 05:15:14 am »

* oughh tidakk reader kecewaaa jiyahhahaa ternyata smua hanya khayalan si minong  [laughing]
tapi se-enggak-2 nya minong dah mule ehemmm perhatiann ke hyee princesss  [hug]
gumawoo... Hyee sista daghh bikin part minong jemput princess ke skull  [huglove]
hye princess yg gondok gw yg seneng  [laughing], kerenzzz aja bayangin-nyaa, dijempunt casaminongg  [AddEmoticons04231]

** poor IL Woo and Ga ul  [sweat]
tadinya il Woo nyari Hye Sun aw ngajak nonton opera  HAMLET yaa  [heh]

*** next chap Hye princess dagh mulee nerimaa si minong pan yaa *berharap* [AddEmoticons04261]


gumawoo hye sistaaa  , long chap as ussual .. [hug]
hwaiting for next chap :)



‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 11 7 April 2011 ^_^
« Reply #893 on: April 07, 2011, 06:08:04 am »
EONNI akhirnya dikau keluar jg dri pertapaannya, kli ini chap nya looong puas bcanya, tpi g ada adegan bang cassanov yg bkin naik drah lagi neh :( cuma sekedar menggoda istrinya aja :) , bang cassanov mau mengajak prinnces doll kemna eonni ? HANYMON YA..? kasian jg ya ngebayangin Il wo :(  krna sellu terlambat untuk bertemu gadis impiannya ,

buat lady pakr hanya 3 kata KASIAAAAAAN DEH LHO..... :( CKCKCKCKC..... eonni lanjutannya pleeeeees :( jangan terlalu lama ber semidinya ya.....?

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 11 7 April 2011 ^_^
« Reply #894 on: April 07, 2011, 06:24:04 am »
akhrnya diupdate jg stl nunggu tga kali puasa tga kali lebaran. mpe jamuran, lumutan,karatan. hohoho.
btw it 2 tiket yg dpesan minho, tiket knser hamlet jg kah? hehehe asbak.
it gaul knapa g jujur aj si blg lo hs dah nkh jd il woo kagak ngarep. hehehe.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline fitrykoo

  • Newbie
  • *
  • Posts: 19
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 11 7 April 2011 ^_^
« Reply #895 on: April 07, 2011, 06:25:06 am »
 [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]sis hye sun..
looooooooooooooooooooooooooooong chapt bang cassa ngajak princess doll HONYMOON yah  [hmff] [hmff]
il wo ama aq aja  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] Next chapt jngan lama2 sis HWAITING

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 11 7 April 2011 ^_^
« Reply #896 on: April 07, 2011, 07:01:46 am »
Horeeeeeeeeeeee udin diupdate tengkyu sis hye^o^

Wooooohooooooooo ketemu dunk ntar di opera sm ilwoo ekekekek ane demen kalo udin liat bang cassa jeles2 begono walaupun dy blon yakin 100% sm prasaannya ndiri tp seenggak2nya udin mule care sm hyesun choaaaaaaaaaa ane jg demen tu kalo pas bang cassa ngegodain bininya


ADAM COUPLE SELCA

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 11 7 April 2011 ^_^
« Reply #897 on: April 07, 2011, 07:07:22 am »
Horeeeee.... akhirnya diupdate juga....

Seneng deh  [arms] [arms]...

Minho kayanya dah mulai menyerah neh. Jadi penasaran apa yang bikin Hyesun bertekuk lutut ama Minho. Abisan kayanya dia sekarang benci buanget ama Minho.

Terus oppa Daniel kok ya rada gimana gitu ke Hyesun...as if Hyesun itu bukan adiknya dia, tapi mereka emang saling cinta yang sebenernya.... [hmpfh] [hmpfh]... Sorrrry...Kira2 oppa Daniel kapan bisa membuktikan kalo si Lady Park ternyata masih suka ama Minho...

Ilwoon kasian sekali. Sepertinya dia cinta buanget ama Hyesun...sampe2 mau patah hati segala, padahal deket pacar juga bukan... [bored]...Gaeul juga kasian, cintanya bertepuk sebelah tangan. Every man loves Hyesun neh ceritanya.... [banned]...

Ditunggu updateannya lagi yaaa....

Trima kasihhh.... [lovestruck]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 11 7 April 2011 ^_^
« Reply #898 on: April 07, 2011, 07:21:00 am »
sist hyesun thanks da update...poor mino bininya masi benci ma dia padahal dia uda mulai baik ma princes doll...gw kesel ma hyesun masa bencinya uda membatu kan kasian bng cassa...sist hye itu princes doll masi lama nga suka ama bng cassanya? jgn lama2 dong sama sepertimu jgn lama jg ya updatenya 4 hari lagi kan? [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 11 7 April 2011 ^_^
« Reply #899 on: April 07, 2011, 07:51:57 am »
 [i love you] aksinya cassaminong bikin geregetan dehhh,,,, agresifff, udah pallin in lope tuh si cassaminong, gak nahan deh sikapnye.
mianhae mungkin ini baru pertama comment,,lol selama 11 chap,, Emoticons0424 Emoticons0426  [AddEmoticons04225]