Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 99323 times)

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1455 on: May 11, 2011, 07:01:13 am »
bangcass pergi ya?? [what] loh..loh..loh..dilarang ninggalin istri sendiri loh bang,,ga baik.. [nono]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1456 on: May 11, 2011, 07:06:05 am »
busyet dah post an ane error mulu...menghitung hari detik demi detik..perasaan lama amat ya..hye kpn ni jebolnya uda kebelet ni.. [bav]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1457 on: May 11, 2011, 01:58:44 pm »
 [bye] hai sista...hari ini kamis subuh loh..ayo ayo bangun sholat abis itu ngetik lalu ntar malam ketikanx dipublikasikan
 [hmpfh]..kasian tu hye bingung mau ngapain dihotel sendirian ditinggal kabur suaminya  [wacko] [goodgrief]
[/size][/color][/b]

Offline minhye

  • Newbie
  • *
  • Posts: 89
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1458 on: May 11, 2011, 06:49:39 pm »
waduh pada demo biar bang cass update...sampe2 hampir page 100...ck..ck.... good job

ayo dong update...tetep... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

lama bener tunggu tgl 14.. [cry] [cry] [cry] [cry]

Offline Bunga_MinSun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • How beautiful she is
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1459 on: May 11, 2011, 07:22:33 pm »
Halloooww......  [bye] [bye] [bye]

aku newbie di sini...  [lovestruck] [lovestruck]
aku tahu forum ini dari temen ku Rie_sHa #nggak ada yang nanya  [hmpfh]

Mohon bantuannya ya..  [biggrin] [biggrin]

oh ya sist Hye, update yang ini dong.. 2 hari lagi kan tanggal 14, daripada reader di sini nunggunya lama,, mendingan update sekaang. OK  Emoticons0423 Emoticons0423



iiuuu

  • Guest
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1460 on: May 11, 2011, 07:27:50 pm »
onnie.. jd update jum'at ato sbtu??

Offline serenity

  • Newbie
  • *
  • Posts: 53
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1461 on: May 12, 2011, 10:49:26 am »
mwo.........tgl 14 baru updet... [chin] [chin] berarti tinggal 2 hari lagi  [clap] tapi koq berasa 2 taun yah [heh] [laughing]


Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1462 on: May 12, 2011, 10:54:43 am »
Halloooww......  [bye] [bye] [bye]

aku newbie di sini...  [lovestruck] [lovestruck]
aku tahu forum ini dari temen ku Rie_sHa #nggak ada yang nanya  [hmpfh]

Mohon bantuannya ya..  [biggrin] [biggrin]

oh ya sist Hye, update yang ini dong.. 2 hari lagi kan tanggal 14, daripada reader di sini nunggunya lama,, mendingan update sekaang. OK  Emoticons0423 Emoticons0423




hallo bunga...... selamat dateng di forum kita tercinta ini... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] lam kenal yak.....


update akan diturunkan tepattt pada tanggal 14 Mei 2011  [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258]




ALL.............................................
Update tanggal 14 yak....tunggu 2 hari lagi................

klo ga ada halangan yang berarti  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]
udin ketukk paluuuuuuuuuuuuu  my QS................... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


« Last Edit: May 12, 2011, 10:57:27 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1463 on: May 12, 2011, 10:56:49 am »
[bye] hai sista...hari ini kamis subuh loh..ayo ayo bangun sholat abis itu ngetik lalu ntar malam ketikanx dipublikasikan
 [hmpfh]..kasian tu hye bingung mau ngapain dihotel sendirian ditinggal kabur suaminya  [wacko] [goodgrief]



 [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242]



 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1464 on: May 12, 2011, 11:03:02 am »
busyet dah post an ane error mulu...menghitung hari detik demi detik..perasaan lama amat ya..hye kpn ni jebolnya uda kebelet ni.. [bav]






oennnnnnnnnn banyak sekali ngepostnya yak....................... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1465 on: May 12, 2011, 11:26:11 am »
lusa??Deal [AddEmoticons04218]..yang panjang yaaaaa.. [smiley-gen013]
[/size][/color][/b]

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1466 on: May 13, 2011, 07:07:11 am »
tes...tes...tes...
perhatian-perhatian,,,sist hye, taukan tgl 7 kmaren hari besarku, nah berhubung dirimu gak ngasih kado, gmn kalo kadonya update malem ini aja, dg catatan : - harus loooooong, - harus romantis dan yg terpenting - harus jebol ?!
hehe, di turutin ya ya ya ya
puppy eyes...cling,cling
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1467 on: May 13, 2011, 09:43:24 am »
hye...anr tunggu janjimu ya tomorrow long chp ocre [smiley-gen013] [smiley-gen013]

komen iler dulu

ckckc bang cassa mau pergi ninggalin princess doll selama seminggu--> ada udang di balik bakwan [hmpfh]
bang cassa ingin menguji perasaan hyesun selama di tinggal seminggu ama bang cassa [chin]
whispering dr bang cassa yg membuat hyesun sedikit klepek2 ane suka itu sista [huglove] [huglove]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 8 Mei 2011
« Reply #1468 on: May 13, 2011, 09:55:46 pm »





CHAPTER 14




Hye sun membuka matanya perlahan…. Tubuhnya terasa benar- benar lemas, sehingga sulit baginya untuk bangkit. Mata sendu itu masih terasa perih jika menatap beberapa cercah cahaya yang masuk dari setiap sudut jendela kamar hotel itu.

Perlahan…gadis itu menggeliatkan tubuhnya, bagai seorang bayi mungil yang terjaga karena cahaya langit pagi hari itu.
Dan…

Tiba- tiba… !!

HAHHHH!!!!

Hye sun dengan segera bangkit dari tidurnya…seolah menyadari sesuatu…



Hye sun menatap setiap inci tubuhnya… masih mengenakan gaun yang ia kenakan semalam…tapi mungkin…gaun itu terlihat sedikit turun dari dadanya sehingga mempertontonkan sedikit lekuk dadanya yang indah…

kemudian ia alihkan pandangannya..menatap bagian bawah gaun panjang yang tersingkap, sebatas pahanya saja…

“semalam…apa yang telah terjadi semalam…?” bisik hye sun mencoba mengingat lagi kejadian malam itu.

“lee min ho…le..laki itu…”

Aku bisa merasakan setiap ciumannya dibibirku yang begitu dalam dan menuntut. Aku bisa merasakan permainan jemarinya, yang seolah menguasai tubuhku…dan tidak akan membiarkan setiap lekuk tubuhku terbebas dari sentuhannya…

Ia mencium dan menggigit lembut dan liar setiap jenjang leherku… membawa aku melayang…menikmati setiap gerakan erotisnya….bisikannya…aroma tubuhnya yang bahkan masih bisa aku rasakan jelas dalam ruangan ini….dan…
Aku tidak ingat….!!! Apa…dia melakukannya…apa dia melakukan hal terkutuk itu !!! TIDAKKKKKKKKKKKKKK!!!
Jerit hye sun.

Mata hye sun… mencoba mencari sosok lee min ho dalam ruangan kamar mewah itu… namun…sepertinya tidak ada….
Tubuh lemah itu perlahan…bangkit dari peraduan, seolah tidak menyerah… mencari bajingan yang telah melakukan hal terkutuk itu padanya semalam!

“kamar mandi!”

Hye sun meraih gagang pintu kamar mandi dan membukanya…tapi sayang, ia tidak menemukan lelaki itu…
Kekalutan benar- benar menari indah didalam dirinya. Nafas hye sun seolah terhenti, karena yang ia tahu lelaki itu mungkin telah menjadikannya miliknya… dan tanpa ia sadar…perlahan…setiap bulir air mata kini mengalir …menghiasi wajah pucatnya…



“ini…tidak mungkin….tidak…mengapa aku tidak ingat… tenang hye…tidak ada yang berbeda…tidak ada yang berbeda, yang dirasakan tubuhmu saat ini… tidak ada yang terasa sakit…tidak ada…hanya kepala…hanya kepala ini yang terasa sakit…” hye sun mencoba menenangkan dirinya. Sambil menyentuh kepalanya, dan sesekali memukul pelan kepala itu…

Tok…tok…tok…

Nafas hye sun tercekat saat mendengar suara ketukan kamar ….

“lee min ho, apakah itu dia??!!” tanya hye sun sambil menyeka air matanya.

Sebelum hye sun mencoba membuka pintu dengan rasa geram yang berkecamuk hebat, tiba- tiba dua orang  wanita masuk kedalam ruangan itu sambil menundukkan kepalanya…

“ternyata… anda…sudah bangun Nyonya Lee” tukas salah satu wanita pelayan itu.

Hye sun dengan segera merapikan rambutnya yang terlihat acak- acakan  karena kalutnya ia pagi ini.
“ kami…adalah pelayan hotel ini… dan barusan Tuan Lee meminta saya melayani anda, sebelum kembali ke mansion LEE , nyonya”

Hye sun menatap kedua wanita yang ada dihadapannya dengan tatapan yang sedikit ragu…
“dimana…lee min ho?!” Tanya hye sun.

“tuan…pagi- pagi sekali telah pergi dengan penerbangan pertama menuju jepang….karena ada tugas penting yang harus ia selesaikan nyonya” tukas pelayan berseragam itu.

“pergi?? Setelah apa yang ia lakukan padaku, ia pergi?!” Tanya hye sun dengan suara parau

Pelayan itu saling memandang satu sama lain lalu kemudian menundukkan kepala mereka, seolah tidak ingin ikut campur atau mungkin tepatnya mereka tidak mengerti atas apa yang telah terjadi, termasuk pula kata- kata yang barusan keluar dari bibir gadis muda itu… bagi mereka, benar- benar pertanyaan yang sangat membingungkan!

Dengan wajah kalutnya…Hye sun dengan segera melangkahkan kaki berjalan keluar dari kamar itu menuju koridor hotel… seolah tidak memperdulikan dua pelayan yang akan melayaninya sebelum kembali ke istana Lee.

“nyonya…anda harus membersihkan diri anda terlebih dahulu sebelum anda pergi nyonya….’ Tukas salah seorang pelayan dengan suara membujuk, mengikuti hye sun yang melangkah didepannya.

“nyonya….”

Hye sun menghentikan langkahnya…

“tidak…terima kasih nona… aku merasa…tidak perlu melakukan itu…tidak!”

Suara hye sun terdengar parau… karena kini ia menangis…mengeluarkan rasa kesalnya yang luar biasa mampu membuat nafasnya kian terasa sesak…

Gadis itu perlahan melangkah memasuki lift sambil membiarkan air mata itu terus mengalir dipipinya… ia bahkan tidak peduli dengan gaunnya yang kusut ataupun rambutnya yang terlihat acak- acakan…
“bajingan itu!!!… aku tahu ia melakukan hal terkutuk itu padaku !!! aku yakin…dan aku bersumpah tidak akan pernah memaafkannya…tidak akan pernah!!!”

_____OOO_______






Minho duduk dikursi kerjanya sambil mengutak atik ponsel yang ada didalam genggamannya.

Satu persatu ia tatap foto itu dengan seksama, sambil sesekali tersenyum manis diiringi gurat- gurat lelah kedua matanya.



Minho, sang cassanova seolah terbius akan cinta yang telah ia mainkan dengan baik dan sempurna pada awalnya.

“ hye sun…bidadariku….kau tahu…aku sangat merindukanmu saat ini, bahkan sejak awal aku meninggalkanmu.”




Minho berkata dengan suara pelan sambil terus memandang foto bidadarinya…

“aku bisa merasakan suaramu dimanapun aku berada… aku bisa melihatmu saat mentari muncul dipagi hari… terkadang aku berlari mengejar bayanganmu… meski aku tahu kau tidak ada disana…berdiri sambil tersenyum padaku..huh!! benar- benar khayalan yang sempurna!!!…”


Perlahan ia letakkan ponsel itu diatas meja kerjanya… dan dengan segera mengangkat tubuhnya, seolah ingin menghindar dari air mata yang mungkin akan jatuh dan menetes disalah satu sudut matanya…

Mata tajam itu dengan segera menatap bebas setiap pemandangan yang ada disudut jendela kantornya.



Semuanya terlihat sangat kecil jika dilihat dari atas gedung pencakar langit ini… bisik minho


“satu minggu…mungkin waktu yang lama bagiku… tapi…kurasa ini lebih baik… agar aku tidak menyakitimu dengan rasa cemburu yang terkadang mengalahkan akal pikiranku.”




Minho perlahan memejamkan kedua matanya… diiringi hembusan angin pagi yang kini terasa menusuk pori- pori wajahnya….

“hye sun… apakah kau merindukanku??” bisik minho sambil tersenyum.

“tidak…. Kau tidak mungkin merindukanku, bidadariku… karena mungkin…ketiadaan ku adalah kebahagiaan bagimu, hye sun_sshi”




FLASH BACK.


“aku…mo..hon… jangan biarkan… aku…semakin…membencimu… jangan…biarkan…aku …jijik …akan diriku…Minho_sshi” bisik hye sun, dengan matanya yang sendu dan berair….

Itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan hye sun… sebelum  akhirnya…gadis itu memejamkan matanya yang basah … diiringi tatapan liar lee min ho, yang terus memandangnya…

“hye sun…mianhe…” bisik minho perlahan dan membiarkan bibirnya merasakan kenikmatan… kenikmatan indah dari bibir ranum yang membisu itu…

Seolah tidak peduli dengan rintihan gadis yang tergolek lemah dibawah tubuhnya, minho… terus membiarkan bibirnya bermain disetiap jengkal bibir yang membisu  itu, mungkin hanya dengan kata “maaf” semua akan bisa terselesaikan…

Lee min ho tidak peduli, dengan kebencian mendalam yang pasti akan ia peroleh dari hye sun. baginya…kini… biarkan gadis itu terus membencinya, tidak akan ada masalah asalkan hye sun bisa terus berada dalam genggamannya… dalam pelukannya,menjadikan tubuh suci itu miliknya…hanya miliknya.

Tangan itu semakin liar seolah tidak akan menyerah, begitu juga dengan mulutnya yang terus mencium…
menggigit…leher,pundak… dan dada hye sun yang kini bagaikan hidangan yang sama sekali belum pernah ia “cicipi” sebelumnya.

“kau hanya milikku…hanya milikku…..hanya milikku….” Bisik minho berulang ulang sambil terus menciumi tubuh, wajah dan bibir hye sun…

Bisikan itu terdengar bagai desahan… desahan liar… berbalut amarah yang bergejolak, luar biasa….

Bukan hanya itu, tangan kekarnya terus membelai dengan lembut kaki indah hye sun sampai kepaha mulusnya, sambil meremas dengan liar dada gadis yang tergolek lemah itu dengan tangannya yang lain, yang semakin… membuat nafsu birahinya memuncak, meski kini tangannya yang kekar terasa gemetar….

Namun…saat cuping hidung dan bibirnya mulai menjelajahi pipi pucat kemerahan  itu… perlahan… dengan jelas minho bisa melihat dan merasakan setiap tetes air mata yang mengalir dari kedua bola mata indah itu, seolah memohon….dan memohon… meski kini tubuh lemah itu telah terbuai dalam tidurnya…

“aku…mo..hon… jangan biarkan… aku…semakin…membencimu… jangan…biarkan…aku …jijik …akan diriku…Minho_sshi”

Kata- kata itu kembali terngiang ditelinganya…

jangan…biarkan…aku …jijik …akan diriku…Minho_sshi”

Dengan nafas yang masih memburu, wajah tampan itu terus menatap gadis yang kini ada dalam pelukan tubuhnya, dalam kungkungan lengan kekarnya….

“mengapa…saat “penyelamat” itu memelukmu, kau sama sekali tidak menolak, hye sun_sshi…sebesar itukah kebencianmu padaku…hingga aku menjadi kotoran jijik bagimu?”

Minho melepaskan pelukan eratnya, dan membiarkan tubuhnya dengan segera bangkit dari tubuh gadis itu. minho duduk terpaku, sambil terus menatap kedua bola mata hye sun yang terpejam,…



“jijik akan dirimu….??? Oh tuhan…sebesar itukah kebenciannya padaku??? Aku tidak sanggup jika kau membenci dirimu sendiri hye sun… tidak…tidak !!!”

Lee min ho perlahan… membiarkan jemarinya menghapus sisa- sisa air mata dari wajah hye sun dengan lembut… lalu menatap wajah itu lagi… untuk waktu yang sangat lama… dan dengan posisi yang tetap sama, terpaku …sambil membiarkan bola matanya tak berpaling dari wajah lembut yang membisu… sampai akhirnya mata hye sun kembali terbuka, namun masih…dengan pandangan yang terlihat samar… dan… sayup…menatap kearah lelaki yang duduk terpaku memandangnya….

Minho tersenyum pada wajah itu, wajah yang memandangnya dengan mata sayu…dan lemah…
Perlahan…Lelaki itu kembali merebahkan tubuhnya yang besar disisi tubuh hye sun… dan kali ini seolah ingin melepaskan rasa bersalahnya…ia memeluk tubuh itu…memeluknya…sangat erat.., sambil mengucapkan sebuah pengakuan, pengakuan dari bibir seorang cassanova.

(CHAPTER 13)

____OOO___










“Dengan meninggalkanmu….mungkin aku berharap ada rasa kerinduan yang kelak akan menari- nari indah dihatimu, meski aku yakin itu tidak mungkin…

Ketiadaanku akan memancarkan senyum indahmu yang mungkin hanya bisa kurasakan saat mentari tenggelam dengan warnanya yang menakjubkan… ketiadaanku akan membuatmu bahagia, yang mungkin hanya akan aku rasakan …saat aku mencium aroma violet, yg lembut seperti dirimu. Atau…saat aku menatap bunga- bunga magnolia, seperti warna kulitmu.


Ini akan menjadi pilihan tersulit … bidadariku,karena beratnya langkah kaki yang melangkah…tetapi, mungkin hanya inilah satu- satunya caraku mencintaimu, meski aku tahu cara ini akan membuat kau semakin jauh dariku”


Minho melangkahkan kakinya meninggalkan kamar hotel, meninggalkan bidadarinya…meninggalkan…cintanya…
Ia melangkah dengan wajahnya yang lelah, dan dengan tubuh yang sempoyongan, melewati setiap lorong koridor Riveria hotel.

Perlahan…ia meraih ponsel dari saku mantelnya… sambil terus melangkahkan kakinya…



“Ajudan Lee…persiapkan perjalananku pagi ini menuju jepang… aku ingin … menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda” suara itu terdengar parau

“baik tuan…”

“satu lagi…katakan kepada pelayan han… untuk memberikan ponsel hye sun yang ada dilaci kantor pribadiku,… karena aku tidak ingin bidadariku merasa bingung untuk mencarinya…” tukas minho dengan suara datar

Percakapan singkat itu terputus.

“kau mungkin tidak akan pernah tahu… bidadariku… karena kau tidak tahu apapun tentangku….”




END FLASHBACK



Hye sun mengguyur tubuh mulusnya dengan air… ia dapat merasakan hangatnya air yang mengguyur disetiap lekuk tubuhnya.

sebelum ia melangkah kekamar mandi, hye sun “tidak lupa” membawa handuk kimononya serta mengunci rapat pintu kamar mandi itu.ia seolah takut kejadian beberapa minggu yang lalu terulang lagi, saat tanpa ia sadari kedua mata liar sang cassanova menatapnya dengan bebas, tanpa sehelai benangpun.





Beberapa menit kemudian….





Perlahan hye sun mengusap setiap tetes air yang mengalir bagai embun disetiap kulit tubuhnya, dan dengan segera ia kenakan kimono yang tergantung disalah satu sisi dinding kamar mandi.

……………………………….


Hye sun sesekali menatap wajahnya dicermin sambil mengenakan handuk kimono, dan mengikat tali disimpul pinggangnya.

“kemarin…aku…bisa melihat jelas tanda merah disini…tapi…sekarang tanda merah itu perlahan menghilang…” bisik hye sun sambil membuka sedikit dadanya yang tertutup handuk kimono, Dan menyentuh perlahan… kulit putih dada dan lehernya, yang masih sedikit memerah

“kenapa…aku tidak bisa mengingat semuanya dengan jelas…? Bisik hye sun sambil terus menatap pantulan wajahnya dicermin…

Hye sun hanya bisa mengingat saat minho mempergunakan kelemahannya, untuk menunjukkan akan kekuasaan lelaki itu atas dirinya malam itu.

Namun, setelah sempat mengutuk dengan sumpahnya atas “pelecehan” yang dilakukan lelaki itu padanya, hye sun perlahan sadar…lee min ho memang tidak melakukan apapun malam itu. kesadaran hati itu ia terima setelah hampir selama dua hari  menenangkan pikirannya, sambil menangis tanpa henti dengan ditemani selimut dan bantalnya diiringi jeritan kuat yang tidak terdengar oleh siapapun, karena bekapan erat bantal dibibir mungilnya.

Perlahan…gadis itu memejamkan kedua matanya… seolah menikmati kesegaran, dan rasa rileks setelah seharian kuliah dan bekerja membantu Gaul, sahabatnya.

Tiba- tiba……………………….

“ini adalah pengakuanku… kau bisa mendengarkannya bidadariku…??”


HAHHHHHHHHHHH


Dengan segera ia buka mata yang tertutup rapat itu.

“kenapa… kata- kata itu selalu hadir setiap kali aku menutup mataku?!” bisik hye sun dengan tubuh yang agak sedikit gemetar…

Ia tatap lagi pantulan wajahnya yang memerah karena dingin…

“tidak…itu hanya mimpiku…tidak!!!” tukasnya sambil menggeleng kepala.

AISHHH!!!!

Dengan bergegas ia langkahkan kakinya yang gemetar  berjalan melalui lantai kamar mandi yang basah dan membuka pintu yang akan membawanya menuju ruangan kamar tidur.

Matanya menatap sekeliling dengan satu harapan… bahwa cassanova tidak berdiri disana, sambil tersenyum nakal dengan wajah arogantnya, kemudian perlahan menghampiri dan… melakukan “serangan” seperti biasa.

Dan....sepertinya… impian kali ini kembali terwujud.

Tidak ada satupun orang diruangan itu… kecuali dirinya,…

“ syukurlah…dia tidak ada… hanya perasaan takutku...tapi…mengapa aku merasakan aroma tubuhnya diruangan ini???” bisik hye sun dengan pandangan nanar dan gugup…

“andweeeeeeeee!!! Hanya perasaanku!!!” tukas hye sun sambil menggelengkan kepalanya lagi.



Perlahan… gadis itu melangkahkan kakinya menuju tempat tidur dan…

BUKKKKKKKK

merebahkan tubuhnya yang masih berbalut handuk kimono putih keatas ranjang…

“ aku merasa…ada sesuatu yang lelaki itu katakan padaku…dan itu selalu menghantuiku, hampir setiap malam… setiap aku menutup mataku….ini….sangat aneh”

Mata bulat hye sun…menatap keatas langit- langit kamarnya.

“ini….adalah pengakuanku… kau bisa mendengarkannya bidadariku…??”

Hye sun bersuara, seolah mengikuti bait demi bait kata yang terukir didalam pikirannya kini.

“bidadari…??” bisik hye sun.

“hanya itu yang kuingat, tapi…apakah mungkin? Setelah perilaku kasarnya padaku malam itu?”

Hye sun diam sejenak…dan dengan segera mengangkat tubuhnya, yang terasa berat untuk kembali duduk.
“tidak… lee min ho…lelaki itu….tidak melakukan apapun padaku… “

“tapi…kenapa?”

-----------




Perlahan tangan mungil itu membelai bibir ranumnya…sambil terus membayangkan kejadian dimalam saat…sang cassanova menciumnya.

“ia…menciumku disini… aku bahkan masih bisa merasakan nafasnya…” bisiknya dengan mata yang menerawang bebas…

“lalu…disini…

Ia alihkan lengan pada lehernya.

“dan…disini… bisik hye sun sambil menyentuh dadanya, yang masih berbalut handuk kimono.

Selama beberapa detik gadis lugu itu terus terpaku dalam perasaan yang membuat dirinya… merasa… berbeda,…

“aku tahu…ini bukan pertama kalinya, ia menciumku…ta…tapi… malam itu benar- benar berbeda….” Bisiknya pelan.

“a…apakah semua wanita yang menikah a…akan merasakan hal, yang …sa…ma… pa…da…saat … mereka …a…kan … melakukannya?”

HYE SUN!!!!!!!

Pikiran liar itu seolah terhenti, saat tiba- tiba hati polosnya seolah menjerit, menyadarkannya.

“huh!!!

Hye sun menghempaskan tubuhnya lagi keatas tempat tidur, sambil meraih guling yang ada disisi kanan tubuhnya…

“ dia orang pertama yang melakukannya… sehingga aku seperti ini, mungkin…ini hanya sensasi sesaat yang aku rasakan…” tukas hye sun polos sambil sesekali menggigit kecil bibir bawahnya.

“tidak seharusnya aku memikirkan hal itu… lee min ho adalah penjahat! Ia penjahat yang telah membuat oppa pernah terbaring dirumah sakit, ia adalah lelaki selingkuhan Lady Park!!! Dan…ia lelaki mesum yang setiap hari melecehkanku dengan sentuhan- sentuhan kotornya!!!” jerit hye sun dalam hati

Hampir setiap menit, sumpah dan rasa benci selalu keluar dari bibir mungilnya… namun, satu hal yang membuat gadis itu heran…mengapa?? Mengapa sang cassanova, melepaskannya…apa yang membuatnya melakukan hal tersebut.



………………



Angin malam berhembus perlahan dari jendela yang tidak tertutup rapat, seolah menyelimuti dengan lembut tubuh gadis yang kini terbaring bagai melayang dialam mimpinya…

CRAKKKKKKKKKK

Perlahan… tangan kekar itu menutup jendela dengan rapat dan menguncinya…setelah ia langkahkan kakinya dengan lambat hampir tidak ada suara… memasuki ruang kamar tidur itu, seolah tidak ingin membangunkan gadis yang tertidur lelap diatas ranjangnya…

kemudian setelah menutup jendela ruangan itu, perlahan...ia langkahkan kakinya mendekati ranjang, masih dengan langkah yang seolah membisu.....

mata itu memandang seolah tersenyum…

“ hanya satu minggu… kemampuanku… hanya satu minggu, untuk tidak melihatmu….hye sun _sshi.” Bisik lelaki yang berdiri tegap disisi ranjang sambil memandang wajah lembut itu.

“dan…aku selalu berharap bisa lebih dari SATU MINGGU…namun… kenapa…kenapa…aku tidak bisa….” Bisiknya lagi
Perlahan dengan pelan… ia biarkan tubuhnya untuk duduk disisi kanan tempat tidur, sambil terus “menangkap” wajah gadis cantik itu, dengan kedua bola matanya yang tajam….



“aku…merindukanmu…” tukas minho sambil membelai perlahan…rambut yang menutupi wajah bidadari yang tertidur….



………





Minho merebahkan tubuhnya ke atas ranjang agar lebih dekat dengan hye sun yang terbaring ……meringkuk, sambil memeluk gulingnya.

SSTTTTTTT

Perlahan, lengan kekarnya menyingkirkan guling yang akan menjadi pembatas diantara mereka…

“ sudah lama…aku tidak menatap wajahmu, hye sun_sshi” bisik minho sambil menggenggam erat kedua tangan hye sun.

Jarak mereka kini begitu dekat…sangat dekat hingga minho dapat mencium jelas aroma mawar dari sabun yang hye sun kenakan. Minho juga bisa merasakan nafas hye sun disetiap pori wajahnya…

“aku beranikan lenganku menyentuh tubuh mungilmu… dengan satu harapan kau tidak akan terbangun, agar aku bisa lebih lama memelukmu…merasakanmu… nafasmu…bidadariku…”

Minho memandang wajah hye sun dengan lembut… matanya…hidungnya…dan berakhir pada bibirnya yang terbuka kecil, karena lelapnya ia tertidur.

Kali ini minho tersenyum menatap bibir mungil itu, diiringi sentuhan lembut jemarinya... membelai… bibir hye sun yang merah, ranum…



Dan….

perlahan… tanpa rasa ragu…sang cassanova…  melumat lembut bibir ranum itu dengan bibirnya… lembut…dan…sangat ”hati- hati”…menjadikan semuanya satu… dalam setiap jengkal, dan diiringi dengan nafasnya yang seolah memburu.
Mungkin…jika hye sun tidak tertidur dengan lelap… min ho yakin gadis itu akan mendengar detakan jantungnya yang semakin lama semakin tak beraturan…


DEG………DEG… DEG…..

Aku bisa merasakan rasa manis dalam bibir ranum itu… menciumnya penuh dengan kelembutan dan gairah…
selama beberapa detik… sang cassanova bisa merasakan sensasi yang luar biasa, pada saat mencium bibir lembut hye sun…


dan…beberapa detik kemudian…

perlahan minho melepaskan ciuman itu meski terasa sulit baginya… membiarkan dirinya bernafas… bernafas disetiap sisi wajah bidadarinya…

“kau tahu… kau punya memiliki bibir yang indah…dan manis” bisik minho lembut.

Tiba- tiba… !!!

hye sun menggerakkan sedikit tubuhnya…yang sontak membuat minho terkejut.



Lelaki itu mematung… seolah takut  hye sun akan terbangun, dan menjerit melihatnya kini berada dalam posisi yang dekat…. Sangat dekat dengannya…



Tapi…ternyata…tidak. Hye sun kembali tak bergeming, seolah terbawa akan mimpi indahnya lagi. Rasa lelah yang berkecamuk, membuat tubuhnya benar- benar merasa letih. Apalagi, dengan tugas- tugas kuliah yang harus ia selesaikan akhir- akhir ini.

Minho tersenyum melihat tingkahnya sendiri…

lalu perlahan ia dekatkan cuping hidungnya… menyatu dengan cuping hidung hye sun. dan menatapnya dengan pandangan lembut…

“aku bisa melihat jelas wajahmu, meski hanya dengan cahaya bulan yang menyinari ….” Bisik minho lembut…

“selalu berfikir… senyum dan wajahmu lebih cantik, dibanding cahaya bulan malam ini, huh” minho tertawa kecil.

Ia biarkan lagi tangan eratnya memeluk tubuh dan pinggang hye sun,….

“perlahan…meski hanya satu langkah…aku ingin tetap menuju kearahmu, dengan satu harapan bahwa suatu hari aku dapat meraih cintamu, hye sun_sshi…”

“ entahlah… mengapa aku seperti ini… cintaku kini bagai jeritan dan rasa sakit yang seharusnya segera aku lupakan, tidakkah itu lebih baik?. Aku tidak pernah menginginkanmu pada awalnya, karena memang aku bodoh!!!”

Minho mengecup kening hye sun perlahan…..



“ aku ingin setiap malamku seperti ini …menatap wajahmu yang merah merona… tertidur dalam pelukanku… dan menyambutku dengan senyuman manismu… dipagi hari… entah…sihir apa yang kau gunakan kepadaku hye sun_sshi… hingga membuatku bagai orang bodoh yang mencintaimu….”

Minho kembali menatap mata itu lagi… sambil perlahan membelai lembut dengan jemarinya…

“gomawo…hye sun_sshi…gomawo… kau berikan aku cinta yang menyakitkan ini ….gomawo…” lirih minho diiringi tetes air mata yang perlahan mengalir dengan sempurna disalah satu sudut matanya…

“gomawo….”




___OOO___




“selamat pagi Mr.Han” tukas hye sun dengan sopan sambil melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.

“selamat pagi..nyonya…” balas pelayan itu sambil menundukkan badannya.



“saya…baru saja ingin memanggil anda, untuk turun dan sarapan” tukas pelayan Han.

“mianhe … hari ini aku harus segera kekampus, ada ujian pagi ini” balas hye sun.

“tapi…jika anda tidak makan anda…

“ Mr.Han…aku tidak apa- apa … aku akan sarapan bersama teman- temanku di kantin kampus…okeyy!”


Hye sun dengan segera melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumah itu. ia langkahkan kakinya bagai burung kecil, yang akan siap terbang keluar sangkarnya.

Supir setia telah menunggunya dihalaman, untuk sekedar mengantarkannya pergi menuju kampus. Namun… jangan pernah berfikir, hye sun akan memerintahkannya untuk menunggu sampai dirinya pulang.

Tiba- tiba…sebelum masuk ke mobilnya…

DUBBBBBBBB




“apa ini….apa yang kurasakan??? Aku melihatnya, aku seperti melihat bayangannya” bisik hye sun sambil mengarahkan pandangannya menuju sisi jendela atas salah satu rumah itu, yang tidak lain adalah ruang kerja lee min ho.


“tidak!!! lee min ho tidak ada disini.... semalam hanya mimpi” bisik hye sun dalam hati diiringi tatapan heran sang supir.

“silahkan…masuk…Nyonya….” Tukas supir dengan suara sopan, menyadarkan kekalutan hati gadis itu

“oh…n….ne….”

Hye sun dengan segera melangkahkan kakinya memasuki mobil. Sambil terus memandang jendela atas meski kini ia telah duduk didalam mobilnya.

Tanpa menunggu waktu yang lama…mobil perlahan meluncur… meninggalkan Istana Lee…

“ aku merasa bahagia…meski aku hanyalah bayangan yang mengikuti setiap langkahmu… atau diam- diam hadir disisimu… mungkin…aku ingin terus seperti ini…hye sun_sshi… maka izinkanlah…izinkanlah aku seperti ini… bolehkan??”




____OOO____





II woo duduk diruang kantornya, sambil sesekali menekan sedikit dahinya, yang hampir selama  beberapa hari ini berkerut dengan sangat dalam

 “sudah hampir…satu minggu…. HYE SUN_SSHI” tukas II woo

“dan aku…hanya bisa duduk dan mengenangmu…”

“oh tuhan, izinkan aku melupakan wajahnya meski hanya 1 menit”





…………….



FLASH BACK

“pernikahan itu sangat mendadak. Ibu…masih ingat wajah polos isteri dari tuan lee, saat ia tanpa sengaja menumpahkan minumannya kepadaku”

“menumpahkan…minumannya…? Tanya II woo.

“ne…”

II woo tersenyum simpul mendengar ucapan ibunya.



“jadi….itu benar- benar kebiasaan buruknya…tapi…aku suka…” Bisik pemuda itu dalam  hati.

“dia…gadis yang cantik, dan…ibu juga sangat bingung… mengapa diusianya yang masih sangat muda, ia memutuskan untuk menikah”

Perlahan Ny. Woo meraih gelas teh yang ada dihadapannya, dan meneguk minuman itu dengan perlahan.



“menurut…ibu, mengapa dia melakukannya?’” Tanya II woo.

Ny. Woo memandang puteranya, dengan…sedikit heran…

Ia letakkan gelasnya keposisi semula.

“entahlah…tapi… dari yang ibu, dengar… pernikahan itu terjadi, setelah adanya foto- foto yang… bisa dikatakan tidak pantas, untuk dilakukan oleh gadis seusianya.”

II woo memandang wajah ibunya, dengan ribuan pertanyaan yang seolah berkecamuk didalam hatinya.

“maksud…ibu?”

“ foto- fotonya, bersama sang cassanova. Mereka berciuman,ciuman yang mungkin tidak akan dilakukan oleh gadis muda yang terhormat”

“semuanya diberitakan…dan…itu telah menjadi berita yang sangat besar…” tukas Ny. Woo lagi.

II woo menundukkan wajahnya… seolah ingin menyembunyikan kesedihan yang mendalam dihatinya.



“tapi… ini juga sangat membingungkan. Yang ibu tahu…Mr. Lee adalah lelaki yang tidak akan mengenal istilah PERNIKAHAN, dan…pada kenyataannya ia melakukannya, dengan seorang gadis yang tidak lain adalah adik dari…pesaing bisnisnya.  “

 “tapi…joe…kenapa…tiba- tiba kau tanyakan hal itu...ibu selalu berfikir, puteraku sangat tidak menyukai gossip?” Tanya Ny.Woo heran.



II woo menatap ibunya, dan dengan segera menyembunyikan wajah  kesedihannya lagi.

“a…a..ku…hanya  ingin bertanya, karena …beberapa hari yang lalu, aku dan noona bertemu mereka di sebuah opera…dan… aku sedikit terkejut melihat isteri, dari Mr. lee….yang terlihat masih sangat muda…”

Nyonya woo tersenyum mendengar ucapan puteranya…

“cinta…cinta itu ….tidak memandang usia, joe… dan…jika kedua orang saling mencintai, maka…semuanya tidak akan pernah menjadi penghalang”

“ya….omma…benar…” tukas II woo dengan suara paraunya

“tapi… benarkah Goo Daniel, tidak menyukai Mr.Lee, omma??” Tanya II woo,lagi…

“ya…itu yang kudengar, tapi…mungkin juga hanya gossip.


END FLASH BACK


Huhhhhhhhhhhhhhhhhh

II woo menghela nafasnya….nafasnya yang terasa sesak, saat harus mendengarkan penjelasan dari ibunya semalam. Penjelasan, yang membuat hatinya semakin hancur berkeping- keeping.

Perlahan….pemuda itu, mengambil handphone yang ada diatas meja kerjanya…

………

FLASH BACK


DI MEJA MAKAN


II woo dan hye jin duduk berhadapan menikmati,makan siang mereka.

“kenapa…kau tidak bekerja joe?” Tanya hye jin sambil bersiap- siap menikmati hidangannya.

“aku…sedang tidak enak badan, noona” balas II woo dengan nada suara datar.

“apa…karena menonton adegan semalam?” gurau hye jin.

DEGGGGGGGGGGG


Apa, noona tahu tentang semuanya


“apa…maksudmu, noona?” Tanya II woo dengan suara gugup.

“jangankan dirimu, aku saja….merasa…terganggu karena “adegan itu” tukas hye jin sambil tersenyum.

“noona…jangan bercanda” balas II woo dengan suaranya yang lemah, seolah menyadari bahwa hye jin sedang bergurau.

“huh, sungguh! adegan semalam benar- benar menjadi bahan tontonan, kaum berkelas!!!” tukas hye jin dengan nada kesal.

II woo menatap saudara perempuannya dengan pandangan dingin.

“ada baiknya mereka melakukan semua dirumah!! Agar semua penonton, khususnya penoton VVIP, dapat melihat pertunjukkan dengan aman”

II woo menundukkan pandangannya, sambil memotong perlahan daging panggang yang ada didalam piringnya.
“tapi…aku bisa lihat ketakutan diwajah gadis muda itu, seolah… tidak menyukai atau..tepatnya jijik atas “tingkah liar” suaminya”

“apa…maksudmu, noona?” Tanya II woo heran.

“aku tahu…gadis itu tidak menyukai suaminya, yang…sedikit “liar”… aku bisa melihat dari matanya bahkan…sebelum mereka memasuki gedung opera” tukas hye jin.

“kau,…sok tahu noona!”

“hei, Joe…aku seorang dokter, dan aku tahu …hanya dengan melihat wajah dan mata pasienku, saat mereka merasa tertekan, ketakutan, ataupun… bahagia”

“ dan… hye sun bukan pasienmu, right!”

Hye jin membelalakkan matanya, mengamati II woo yang dengan lahap menghabiskan makan siangnya, diiringi wajah yang kesal.

“hye…sun… siapa hye sun,apakah…itu…nama isteri Mr. Lee?” Tanya hye jin sambil memicingkan matanya.


HUKS HUKS HUKS

Dengan segera II woo meraih gelas yang berisi air mineral, disisi kanannya, dan meneguk air itu perlahan…

“jika ibu pulang…katakan padanya, bahwa…aku berada dikantor pribadiku, noona”

II woo berlalu dari pandangan hye jin, tanpa menoleh kebelakang….tanpa menoleh sedikit kecurigaan dimata sepupu perempuannya itu…


“ada apa denganmu, Joe???” Tanya hye jin dalam hati



END FLASH BACK






“entahlah…tapi… dari yang ibu, dengar… pernikahan itu terjadi, setelah adanya foto- foto yang… bisa dikatakan tidak pantas, untuk dilakukan oleh gadis seusianya.”

“ foto- fotonya, bersama sang cassanova. Mereka berciuman,ciuman yang mungkin tidak akan dilakukan oleh gadis muda yang terhormat”

“tapi…aku bisa lihat ketakutan diwajah gadis muda itu, seolah… tidak menyukai atau…tepatnya jijik atas “tingkah liar” suaminya”


“apa yang dikatakan ibu…dan…noona, semua berbeda…”

“tapi....jika benar hye sun tidak mencintai lelaki itu, mana mungkin….mereka berciuman, tanpa peduli akan pandangan orang lain...tanpa peduli rasa ketidak sukaan saudara lelakinya pada sang cassanova”

"hanya perasaanku..... dia mencintai suaminya,....dia mencintainya" tukas II woo dengan suara parau

Perlahan…II woo meletakkan ponselnya kembali, ketempat semula.

“aku…tidak boleh menghubunginya,…tidak…tidak….!!”


____________OOO____________





“menurutmu…bagaimana hasilnya??” Tanya gaul pada hye sun yang berjalan sempoyongan sambil menundukkan wajahnya.




“aishh!!! Aku tidak tahu…. Dan aku tidak yakin akan mendapatkan nilai yang baik. Seharusnya aku membaca buku semalam, tapi… entahlah aku tiba- tiba saja tertidur dan tidak tahu apapun lagi!!” suara hye sun terdengar kesal.



“kau kelelahan… karena kemarin seharian membantuku di kedai bubur”

“mianhe…” balas gaul.

“gaul!...kenapa bicara seperti itu… aku hanya mencari kesibukan, dan…itu keinginanku sendiri..gaul_sshi”

Gaul memajukan bibirnya lalu kemudian tersenyum…

“ne…aku tahu… gomawo..hye sun_sshi!...gomawo”


DEBBBBBBBBBBBBB


Tubuh hye sun perlahan gemetar… ia merasa ada sesuatu dalam kata- kata yang baru diucapkan gaul barusan, sebuah kata yang pernah ia dengar…

“gomawo…hye sun_sshi…gomawo… kau berikan aku cinta yang menyakitkan ini ….gomawo…”

“ itu bukan mimpi… semalam bukan mimpi…benarkah???”

Hye sun menggenggam erat dadanya…

“ciuman itu….???”

“aku bisa melihat jelas wajahmu, meski hanya dengan cahaya bulan yang menyinari indah wajahmu….”

“hye…kau kenapa??” Tanya gaul, yang sedikit heran dengan tingkah sahabatnya saat ini.

“ aku ingin setiap malamku seperti ini …menatap wajahmu yang merah merona… tertidur dalam pelukanku… dan menyambutku dengan senyuman manismu… dipagi hari… entah…sihir apa yang kau gunakan kepadaku hye sun_sshi… hingga membuatku bagai orang bodoh yang mencintaimu….”

“gomawo…hye sun_sshi…gomawo… kau berikan aku cinta yang menyakitkan ini ….gomawo…”


“di…dia sudah kembali gaul…aku yakin… semalam itu adalah nyata…nyata!!!”

“hye…aku…tidak mengerti…apa yang kau katakan” balas  gaul dengan suara gugup.







Hye sun turun dari taxi dengan cepat, sebelum akhirnya ia berlari masuk kedalam istana lee. Nafasnya memburu, wajahnya pucat, dan terlihat beberapa tetes keringat mengalir didahinya.

TAP….TAP…TAP….



“aku tahu… itu bukan mimpi… ia nyata, ia nyata…. Pelukannya…ciumannya…aku bisa merasakannya bahkan terasa jelas saat ini…!!

“dia yang berdiri dijendela…itu dia!!!”

Dengan segera hye sun melangkahkan kedua kakinya menuju ruang kantor milik lee min ho, dan tanpa ragu….
Hye sun menarik ganggang pintu kantor minho yang tertutup dengan rapat…

KREKKKKKKKKKK



minho terkejut, saat seorang gadis berdiri tepat didepan pintu kantor pribadinya…
mata bulat itu memandangnya, dengan tajam…dan…penuh dengan amarah yang berkecamuk.



Namun… disatu sisi minho sadar, ia sangat merindukan “sikap” bidadarinya itu…

Perlahan sang cassanova tersenyum seolah menyapa, senyuman manis… senyuman kerinduannya akan gadis yang berdiri menatapnya kini….. meski dengan pandangan kebenciannya.....

“lama…tidak melihatmu hye sun_sshi”  



END CHAPTER













sistaaaaaaaaaaaaaaaa

met baca semuanya yak...yang panjangg dan mungkin agak membosankan

sebelum aku akhirnya bersemedi lagi  untuk waktu yg lama di pantai selatan mencari ilham to buat lanjutan selanjutnya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


ditunggu comment and kritiknye ye............... [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]






CASSANOVA'S LOVE
« Last Edit: May 13, 2011, 10:03:33 pm by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
ye... dah di update..  [clap] [clap] [clap]

tapi lum baca  [hmpfh] [hmpfh]

baca dulu ye... nanti komen lagi