Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 100125 times)

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 9 NOVEMBER 2011
« Reply #2280 on: November 11, 2011, 08:37:16 pm »
makkkkk cepet updete nanti malam yaaaaa GPL

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 9 NOVEMBER 2011
« Reply #2281 on: November 12, 2011, 03:30:19 am »
makkkkk cepet updete nanti malam yaaaaa GPL


 [AddEmoticons04282] [AddEmoticons04282] hang hang hang



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 9 NOVEMBER 2011
« Reply #2282 on: November 12, 2011, 04:54:57 pm »
hemmm belum ada yg update.why?why?pdahal pengen nyari semangat pagi dimari.baiklah aku berangkat dulu,,,lapinguspakebajumaher
[/size][/color][/b]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 9 NOVEMBER 2011
« Reply #2283 on: November 18, 2011, 03:19:01 am »




CHAPTER 19










“ini…harus diakhiri, hye…. Ini…harus segera diakhiri…”

“tidak….jangan…oppa….aku mohon….jangan…jangan berikan pilihan berat ini untukku oppa….”

”jangan……………”




Langkah kaki itu perlahan, namun terasa berat….

Tubuh besarnya gemetar diantara dua kaki yang “memaksa” untuk terus tegap berdiri, dengan lengan yang masih menggenggam erat syal yang berada ditangannya. syal yang selalu membalut dengan sempurna tubuh rapuhnya dan menjadi penghangat saat musim dingin tiba. Dan ketika sadar hal itu tidak akan pernah “layak” ia lakukan lagi, dengan  rasa sakit yang luar biasa, Goo Daniel melepaskan “rasa nyaman” itu dari tubuhnya….

“jadi… inikah, akhir dari cintaku Lady?!”

Kalimat itu terdengar lantang. Kesunyian menjadi pendukung yang luar biasa saat dengan bebas Goo Daniel melampiaskan kemarahannya yang telah lama tertahan, berucap parau, diiringi suara yang terdengar bagai jeritan.

Park si yeon seketika tersentak, matanya terbelalak lebar seolah tidak percaya akan keberadaan Daniel yang tiba- tiba dihadapannya.





“yo…yoebbo…, a…a…apa…yang…kau….lakukan…disini….”

Tubuh sang lady gemetar. Tenggorokannya terasa pekat, gurat gurat kecantikan itu seketika sirna. Kini, ketakutan yang lebih terlihat, saat perlahan Daniel menghampirinya.

“i…ini, tidak seperti yang kau lihat Mr.Goo” tukas minho yang tidak kalah gugup, saat menyadari Daniel kini berada dihadapan mereka, diikuti hye sun yang tertatih, melangkahkan kakinya diiringi mata sembab dan tatapan rapuh, berdiri menatapnya….

Goo Daniel hanya diam, lelaki itu terus melangkah_ mencoba tidak memperdulikan kata- kata minho yang berdiri tidak jauh dari Park Si Yeon.

Dan Dalam hitungan detik, …

Daniel kini berdiri dihadapan mereka, namun tidak melepaskan sedikitpun pandangan dingin pada isterinya. “inikah… balasan yang harus kuterima akan kesetiaanku, Park si yeon?” suara itu terdengar melemah

Lady park terdiam, tanpa bergeming….

“apa yang tidak aku berikan kepadamu lady, apa?”

“da,…daniel….” Bisik sang lady, gemetar… mencoba melangkahkan kakinya beberapa langkah mendekati daniel…

“kau tahu,….ini sangat menyakitkan isteriku…., aku mampu menerima ujian apapun didunia ini, tapi sungguh…aku tidak sanggup, aku tidak sanggup jika kau mengkhianatiku, lady….tidak….”

Minho memandang wajah rapuh iparnya, dan dengan kekhawatiran akan kondisi lelaki itu, minho mencoba menenangkan…

“Mr.Goo… dengarkan dulu penjelasanku, aku,….”
 
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya,  tiba- tiba!


BUKKKKKK


Sebuah pukulan dari Epalan tangan kekar itu kini terasa menghantam tepat pada wajah sang cassanova. Ia merasakan sakit yang luar biasa, keseimbangannya hilang hingga membawa tubuhnya tersungkur ketanah….

“oppa!!!”

Jerit hye sun yang segera berlari menghampiri mereka, ketika dengan cepat Daniel menghantamkan lagi pukulannya_dengan kemarahan yang memuncak.




“oppa, hentikan! Hentikan!” jerit hye sun lagi. Sembari Dengan cepat ia raih tubuh kakaknya. Memeluk tubuh itu dengan erat, diiringi air matanya yang menetes saat ia merasakan kerapuhan Daniel yang tertuang dalam amarah yang luar biasa serta tubuh suaminya, yang tersungkur lemah dengan darah yang mengalir disisi bibirnya.



Park si yeon yang melihat semua itu hanya berdiri kaku, masih dengan tubuh gemetar ia menangis….menangis sejadi- jadinya. Meluapkan kekesalan atas semua yang terjadi_ ia menjatuhkan tubuhnya kelantai.

“Daniel…ma….maafkan aku….ma…maafkan…aku….” jerit park si yeon, diantara bungkaman lengan pada mulutnya.

Daniel hanya diam, tubuhnya pun tidak kalah gemetar. Dengan air mata yang menetes, ia memandang wajah cantik sang lady. Namun kali ini dengan pandangan yang berbeda, pandangan kebencian_ tajam…

“aku…. Aku… menceraikanmu, PARK SI YEON!, aku… menceraikanmu!” tukas Daniel dengan suara berat dan parau.

“Tidak!!!, kau tidak bisa melakukan itu padaku, Daniel, tidak!!” jerit park si yeon sambil merengkuh_memeluk kaki suaminya.

Daniel lagi- lagi terdiam, tanpa menggubris. Hanya tatapan kebencian yang kini menghiasi wajah tampannya hingga tanpa sang lady sadari, tubuhnya seketika terjatuh ketanah saat dengan kasar Daniel melepaskan pelukan erat park si yeon pada kakinya!

“tidak ada alasan bagiku memaafkanmu Park si yeon! Bukankah ini yang kau inginkan?!” tukas Daniel masih dengan pandangan tajam, dan beralih dengan cepat pada minho yang masih “tersungkur” kaku.

 “seharusnya aku sadar, semua hanya permainan mu, bahkan sejak hari kau menjebak adikku dengan ciumanmu yang menjijikkan, menjadikan adikku isterimu, agar bisa mendekati cinta yang pernah hilang antara kau dan … “ Daniel mengerutkan dahinya, sambil menyentuh dadanya yang terasa sakit, lelaki itu menghentikan ucapannya_sebutan akan sebuah nama yang kini terasa sulit untuk keluar dari bibirnya.

Lee min ho hanya diam, hatinya terasa sakit jika harus mengingat semuanya. Ia tidak mampu menolak dan mematahkan ucapan itu, karena semuanya benar!, hye sun hanya “boneka” baginya pada awal.

 “ayo….kita pergi princess. Tidak ada lagi yang harus kita lakukan disini!” Daniel berujar dengan suara parau, sambil meraih lengan hye sun.

Hye sun yang berdiri kaku seketika menatap Daniel dengan pandangan terkejut_keterkejutan akan kata- kata “perintah” itu, saat ia sadar semua telah berakhir…

“o…oppa….a…a….aku….” hye sun berbisik, dengan suaranya yang gemetar, dan dengan matanya yang sembab….ia  alihkan pandangannya pada minho yang menatapnya_duduk terpaku, diiringi pandangan memelas dan rapuh.

“aku bisa melihat wajah suamiku, wajah tampan yang memandangku seolah memohon…agar aku tetap terus tinggal, menarik tubuhnya untuk berdiri, memeluknya….”

“ayo, hye!” ajak Daniel dengan suara menekan bagai memaksa, namun tiba- tiba terdengar suara parau yang seketika menghentikan langkahnya.

 “aku mencintai adikmu tuan Goo!” Daniel menoleh kearah minho, saat kata- kata itu terdengar lantang_tanpa ragu.
“Aku mencintainya!!!” kata- kata itu terdengar lagi kali ini terdengar bagai jeritan, yang membuat tubuh hye sun seketika “melemah” sambil terus memandang wajah suaminya

 “hye…..” bisik Daniel, mencoba menyadarkan adiknya akan pandangan nanar mata bulat itu. mencoba tidak mengubris ucapan kata cinta minho yang sedari tadi ia dengarkan.

“hye…ayo kita pergi” ulang Daniel sambil menarik kecil tubuh hye sun, diiringi suara isak tangis sang lady yang masih bersimpuh sambil menangis…

Hye sun terdiam tanpa berkutik, mata basahnya terus memandang, memandang wajah min ho yang kini seolah berkata “jangan tinggalkan aku, hye…. Kumohon…..”

“tidakkah kau dengar bahwa aku mencintai adikmu, Mr.Goo!!” suara lee min go lagi- lagi terdengar bagai jeritan, kali ini suara jeritan parau yang seolah memohon saat lelaki itu mengacuhkan “pengakuan” nya.




“huh!” Daniel tersenyum dingin, seoloh memperolok “tingkah konyol” lelaki yang masih “duduk terjatuh” sambil memohon.

“kau pikir….aku percaya?” Daniel mengerutkan dahinya “kau pikir…aku percaya pada ucapanmu, Mr. Lee!, tidak…aku tidak percaya, bahkan ribuan kali kau katakan kata- kata bualan itu pada adikku!, aku…tidak akan percaya!”

Minho menatap dingin, sembari mengepalkan jemari_menahan rasa sakit saat Daniel menolak “pengakuannya”.

“dan aku yakin….hye sun akan berpihak padaku, ia tidak akan pernah percaya ucapanmu, karena ia adikku”

“ia adikku…..bahkan sampai kapanpun tidak akan ada yang mengingkari, bahwa dia adikku…, dan hubungan ini…tidak akan pernah bisa diputuskan, hanya karena bajingan sepertimu!!” Daniel berujar kali ini dengan suara lantang sambil memandang hye sun, mencoba terus meyakinkan gadis yang kini kembali harus memilih, untuk kesekian kali!

Hye sun seketika terperangah akan ucapan lelaki yang masih menggenggam erat lengannya, ia pandang lagi wajah Daniel dan kali ini lagi- lagi hanya untuk sesaat, ketika pandangan itu kembali beralih pada minho, suaminya….

“ayo, princess, kita pergi!”

Sekuat tenaga Daniel menarik tubuh adiknya yang berdiri kaku, membawa hye sun pergi tanpa peduli bahwa gadis itu, menderita akan “paksaannya”.

Namun tiba- tiba seketika daniel tersentak!!!

Wajahnya yang muram semakin tersudut saat ia sadar, princess melepaskan tarikan lengannya perlahan_menolak ajakan itu…. Terdiam, tanpa berkutik, sambil terus memandang wajah lee min ho, suaminya…

“a….apa…yang kau lakukan hye?” bisik Daniel dengan nada khawatir saat gadis itu melepaskan genggamannya.

“a…apa…Ka….kau memilihnya?!, kau memilihnya!! kau memilih lelaki yang baru kau nikahi, dan meninggalkan aku….kakakmu…. yang membesarkanmu selama lebih 20 tahun, Goo hye Sun…!!”

Hye sun lagi- lagi hanya diam, ia pandang wajah Daniel untuk sesaat sebelum akhirnya pandangan itu berpindah, pada lelaki yang masih duduk “terjatuh” karena pukulan keras itu.



Suasana terasa hening, hanya gambaran kebisuan yang terlihat jelas terasa,…hingga akhirnya…., dengan langkah tatih hye sun melangkah_mendekati minho, dan tanpa ragu, sembari tersenyum kecil…. gadis itu mengulurkan lengannya diiringi pandangan kecewa Goo Daniel.

“ayo…bangunlah…. Minho_sshi” Tukas hye sun dengan suaranya yang lembut namun parau.

Minho menatap uluran lengan isterinya sesaat, sampai akhirnya ia raih lengan mungil itu_ seolah menjadi pegangan untuknya bangkit, saat menatap senyum simpul diantara kedua lesung yang menyapanya….

Wajah Cassanova yang rapuh, kini kembali gagah saat menyadari hye sun telah menjadi “kekuatan” untuknya,

Dan dengan kekuatan itu cassanova pun perlahan bangkit….

Daniel menghela nafas panjang, seolah tidak percaya atas apa yang ada dihadapan matanya… , sekuat tenaga ia mencoba menahan air matanya untuk tidak jatuh, dan sambil mengepal kuat setiap jemarinya, Daniel berbisik parau….

“kau…membuatku,kecewa…princess….kau…membuatku kecewa…adikku”

Dengan langkah tatih lelaki itu membalikkan tubuhnya_ melangkah sendirian dengan duka dan rasa sakit yang luar biasa saat dalam sekejap rasa cinta dan kasih sayang itu berubah menjadi sebuah pengkhianatan.

“Da…Daniel, ka…kau…kau mau kemana….” Terdengar suara patah, dalam isakan.

“Daniel jangan lakukan itu, jangan tinggalkan aku…maafkan aku….aku salah….aku menyesal!!” dengan cepat park si yeon bangkit dari kelemahannya, saat ia sadar Daniel melangkah menjauhi mereka.

Entah apa yang membuat sang lady melakukannya, bukankah itu yang ia inginkan. Terlepas dari goo Daniel, dan kembali pada Lee min ho. Namun entah mengapa hal itu seketika terasa sangat menyakitkan. Sangat menyakitkan, seolah kini park si yoen sadar, ia membutuhkan Daniel lebih dari apapun, setelah ia kehilangan lelaki itu. Kehilangan dengan cara yang begitu menyakitkan baginya, saat PENGKHIANAT untuk kedua kali tertulis jelas diwajahnya.

“lepaskan aku park si yeon” Daniel berujar sambil menatap wajah lady park. “yakinkan dirimu…bahwa ini terakhir kalinya kau menyentuhku!! bisik Daniel lagi, sambil perlahan melepaskan genggaman erat lady park dari lengannya. Membuat wanita itu berdiri kaku diantara dua kaki yang gemetar, sambil memandang kepergian suaminya…..




“jika tuhan merenggut nyawaku hari ini, aku rela… aku rela….karena kini…tidak ada alasan bagiku untuk hidup…” Bisik Daniel, sambil menyentuh erat dadanya saat deguban Jantung itu kini kian terasa cepat dan menyakitkan- diiringi langkah kakinya yang terasa berat….


TAP TAP TAP


Tiba- tiba…..

 “oppa!”

terdengar suara parau, dan seketika menghentikan langkah Daniel_diiringi pandangannya kebelakang.

Untuk sesaat ia masih melihat hye sun yang berdiri menatap wajah sang cassanova, wajah minho yang terlihat bahagia, dan berubah menjadi muram dalam kebimbangan saat mendengar hye sun memanggil nama Daniel, saudaranya…

“aku memandang wajah lelaki yang sangat kucintai, berdiri dengan pandangan “penuh harap”, mengerutkan dahinya dan berbisik padaku “hye, sarange” . aku menangis, menjerit dalam hati saat untuk kesekian kali aku harus memilih…sebuah pilihan yang berat didalam hidupku, antara cinta dan darah Goo yang mengalir pada tubuhku…. “

“oppa…tunggu aku sejenak oppa…” isak hye sun, dalam tangisnya yang tertahan. Memundurkankan langkahnya, melepaskan genggamannya menjauhi tubuh minho,

“hye sun!, a…apa yang kau lakukan!” jerit minho tersentak!! saat tiba- tiba tubuh gadis itu melangkah seolah berlari_ berbalik menjauhinya….

“hye sun!!”

Lagi- lagi Hye sun terdiam, mencoba untuk tidak peduli akan suara parau yang memanggilnya. Langkah kakinya melangkah dengan cepat, dengan deraian air mata ia tatap wajah rapuh daniel yang berdiri, menunggu….

“hye sun, jangan tinggalkan aku!” jerit minho lagi dengan suara parau _ memohon diiringi pandangan dingin park si yeon…

“aku terus melangkahkan kakiku, menahan air mataku untuk tidak terus mengalir seperti ini …. Mengalihkan pandanganku dari wajah lelaki yang memaksa hatiku untuk terus “membenci”, namun tetap membiarkan setiap detakan mengucapkan kata- kata bahwa aku mencintaimu, aku mencintaimu suamiku….”

Tiba- tiba, ….

 “aku sudah bilang, jangan tinggalkan aku!” Hye sun seketika tersentak, saat lengan kekar itu meraih lengannya seolah memaksa dirinya untuk tetap tinggal.

Gadis itu terdiam dalam isakannya, ia hanya memandang lengan yang menahan tubuhnya sesaat namun “dengan paksa” ia tahan mata itu untuk tidak memandang raut wajah suaminya, karena ia tahu hatinya tidak akan sanggup….




“hye…. Kau tahu, aku sangat mencintaimu hye….” Bisik minho, sambil menggenggam erat lengan isterinya, membawa tubuh itu kedalam dekapannya.

“aku mohon….jangan lakukan ini, sayangku…, aku…aku akan menahan semua pukulanmu, aku…aku akan menahan semua kemarahanmu hye…aku….aku akan menahan semuanya”

Tubuh minho gemetar, sambil terus menatap wajah isterinya yang tertunduk….

Cassanova menangis….





kau…kau ingin memukulku…ayo….ayo lakukan…ayo….hye…pukul aku….pukul aku….jika memang semua bisa meghapus kesalahanku…” bisik minho sambil menggenggam erat lengan isterinya, dan meletakkan lengan itu pada wajahnya.

“pukul aku!!! tapi aku mohon… jangan… jangan tinggalkan aku… hye…. jangan…. jangan….karena aku mencintaimu…aku mencintaimu….Dan kau tahu AKU MENCINTAIMU!!”

“cukup!!!, cukup minho_sshi, aku lelah…aku lelah!!!” jerit hye sun diiringi tangisnya yang lagi-lagi memecah, mematahkan kata- kata “permohonan” sang cassanova.




Daniel yang berdiri tidak jauh dari mereka, hanya menatap dengan pandangan dingin dan kepura- puraan saat ia sadar adiknya telah terperangkap akan cinta, yang sampai kapanpun tidak akan pernah ia izinkan!.

Namun lelaki itu tetap berdiri, berdiri dengan gagah, menunggu tanpa membalikkan tubuhnya…, karena ia yakin hye sun akan kembali padanya, hanya kepadanya!

“semua sudah berakhir… semua berakhir…lupakan aku, lupakan aku minho_sshi!,” jerit hye sun sambil mencoba melepaskan genggaman erat tangan suaminya.

“tidak! Aku tidak bisa! Tidak semudah itu Ny.Lee!” jerit minho.

“kau harus minho_sshi, kau harus….karena aku tidak mencintaimu! Aku tidak mencintaimu!, ”






“kau berbohong, kau bohong! Kau mencintaiku hye sun, kau mencintaiku!!” jerit minho sambil menyentuh erat wajah pucat isterinya.

“kau tahu seberapa besar kau telah membuatku menderita ? kau sadar! bisik hye sun, masih dengan pandangan tertunduk, namun membiarkan dengan bebas minho meraup wajah mungilnya….

“Aku lelah…aku lelah dengan permainanmu, aku lelah! Sungguh…. Sadarlah minho_sshi, tidak akan mudah bagiku untuk mencintaimu, tidak akan mudah bagiku memaafkanmu…. Dengan berpaling dari Daniel oppa, demi KAU!!!, lelaki yang pernah menyakitinya!”

 “aku…tidak…bisa…., aku…tidak…bisa….” Isak hye sun

Minho menatap wajah yang berada dalam genggaman kedua tangannya. Wajah itu pucat, tertunduk, tanpa mampu menatap matanya. Untuk waktu sesaat lelaki itu terus melakukannya, hingga dengan penuh kesadaran, ia pun berbisik….

“jadi…kau tidak mencintaiku, hye?”

Masih dengan wajah tertunduk, princess menggelengkan kepalanya,…

“tidak!” jawabnya tegas.

“bagaimana dengan semalam, semalam…. Saat kau sama sekali tidak menolak ciumanku, menikmatinya, hingga aku bisa merasakan desahan disetiap nafasmu…“Hye sun seketika tercekat mendengar kata- kata itu, dengan pandangan gugup ia angkat wajahnya_ menatap mata suaminya dengan pandangan dingin.

“karena aku bodoh!, aku gadis bodoh…yang terperangkap akan pesonamu, ketampananmu, dan…. gairah rayuanmu minho_sshi. Tapi sungguh….aku tidak pernah mencintaimu, tidak…,”

“AKU TIDAK PERNAH MENCINTAIMU,”


“dan kau tahu….. aku tidak pernah mengatakan bahwa aku mencintaimu….TIDAK…, AKU TIDAK MENCINTAIMU”

.

.

.



PRANGGGGGGGGGGGGG



Gelas itu terjatuh dari lengannya,….

CRAKKKKK  pintupun terbuka, saat  Dengan cepat sang Ajudan memasuki ruangan.

TAP TAP TAP

Langkah kakinya terdengar jelas namun sejenak terhenti ketika menatap pemandangan yang “tidak biasa” dari ruangan itu, diiringi helaan nafasnya yang panjang….Ajudan Lee mencoba melangkahkan kakinya lagi menghampiri lee min ho yang terkulai, tidur dengan mulut yang menganga….

“tuan Lee” Ajudan Lee “menyapa”, sambil mengguncang pelan tubuh majikannya diiringi pandangan matanya yang sesekali melirik gelas yang kini terlihat hancur berserakan dilantai.





Untuk beberapa saat, tiada reaksi….

“tuan Lee” ulang Ajudan lee sambil  menghela nafas panjang saat melihat Lee min ho yang masih terbaring_melayang karena nikmatnya sebotol anggur yang ia habiskan semalam.

Masih tiada reaksi….

Hingga pada akhirnya lelaki setia itu memberanikan dirinya dalam dentuman suara yang besar dan menekan, memanggil nama majikannya yang terlihat seperti lelaki pengangguran yang pemalas.

“Tuan Lee!!! Waktunya anda bangun!”

“mmmmm” desah minho dengan “nada santai”, sambil perlahan mengangkat tubuhnya yang terbaring lunglai dari atas kursi, sembari diiringi senyuman ajudan lee akan “usaha keras”nya, ketika berhasil membangunkan lelaki yang tampak terpuruk, terbaring dan menghabiskan dua hari waktu liburnya diruangan itu.




“anda….mabuk lagi Tuan?”
Minho mengerutkan dahinya, sembari tersenyum kecil memandang wajah ajudan setianya diantara kedua bola mata yang terasa berat.

“tidak, hanya…minum sedikit” jawabnya sambil meregangkan otot kepala. Hingga membuat sang ajudan tersenyum kecil, lagi- lagi sambil melirik pecahan gelas yang berserakan, dan botol anggur kosong yang berada disebuah meja kecil disamping kursi.

“huh….” Minho menghela nafas_menyentuhan lengan pada wajahnya yang terlihat letih…

“pukul berapa sekarang?” tanya minho dengan nada malas, diikuti kedua matanya yang memandang pecahan- pecahan gelas yang berserakan disampingnya.

“pukul 8 pagi tuan”

“delapan?” minho mengerutkan dahi. “ huh, saatnya aku kembali kekantor!” tukas minho dengan suara berat “setelah akhir- akhir ini “sedikit” melupakan SHINWA, dan ribuan karyawanku” sambung minho lagi, sambil tersenyum dingin.

“benar! Untuk itu Anda harus segera bersiap- siap, tuan. Karena akan ada rapat penting hari ini!”

“rapat?” tanya minho lagi kali ini dengan nada yang sedikit terkejut

 “ya tuhan, hampir saja aku melupakan rapat hari ini, ajudan lee!” gumamnya sembari dengan cepat berdiri bagai orang panic_ mengangkat tubuh besarnya yang terasa berat “terima kasih telah mengingatkan kembali diriku ajudan lee, mengingatkan otakku yang telah kehilangan kekuatan bahkan jika hanya untuk berfikir!” minho tersenyum dingin, sambil merapikan baju tidurnya yang tampak terlihat acak dan kusut.

“ayo,…!! aku tidak ingin terlambat!”

Dengan langkah berat cassanova melangkah, wajah tampannya tampak terlihat kusut dan lelah. Hampir dua hari ia menghabiskan waktu liburnya diruangan itu, duduk terpaku sambil sesekali membiarkan jemarinya bermain disetiap tuts- tuts piano_mengalunkan “Fur Elise” disetiap permainannya, sembari memandang satu demi satu wajah yang melingkar disetiap sudut ruangan. Wajah wanita yang masih selalu ia kenang, dalam sadar dan dalam setiap tegukan anggur yang kini menjadi kebiasaan.

Tiba- tiba….

“aaa…. Hampir saja aku lupa!” minho menghentikan langkahnya sejenak, “Biarkan pelayan Han yang membersihkan pecahan- pecahan itu. aku tidak ingin mereka melihat ruangan ini, dan… kuharap kau adalah orang terakhir yang melihat semua ini Ajudan lee!” tukas minho sesaat sebelum keluar dari ruangan, membuat sang ajudan merasa “bersalah” atas tindakan lancangnya, pagi ini.

“ baiklah tuan, anda…tidak perlu khawatir” jawab ajudan yang melangkah didepannya_meraih ganggang pintu.

Dalam hitungan detik pintu ruangan terbuka, dan cassanova tanpa ragu melangkahkan kakinya.
namun sebelum ia melangkah keluar_seolah berat meninggalkan ruangan itu…

lee min ho kembali menghentikan langkahnya, membalikkan pandangannya_ menatap lagi satu persatu kecantikan yang menghiasi ruangan itu dengan pandangan sendu….

“aku membalikkan tubuhku sambil memandang satu persatu kecantikan yang terlukis disetiap sudut dinding ruangan “rahasiaku”, hal biasa yang kulakukan sebelum dan sesudahku bekerja, sebelumku tidur hingga setiapku terjaga dari tidurku, ketika aku…merindukanmu.

"Semuanya hanya tampak diam ketika aku menyapa dengan bibirku, namun tersenyum indah kapanpun aku menyapa dengan mataku… apakah aku gila??? Ya…aku gila akan cintaku, aku gila… akan kerinduanku, aku gila karenamu,
Princess….”
Bisik cassanova, sambil tersenyum kecil dalam duka, yang tersembunyi dengan sempurna….



-----------------------------------------------------


“selamat pagi dunia, bisakah aku melupakannya hari ini? bisakah aku melupakan wajah tampan itu hari ini, aku berjanji hanya untuk hari ini….hanya untuk hari ini….”


TOK TOK TOK

Terdengar ketukan pintu, yang sesaat menyadarkan hye sun dari gerutu kesalnya, tubuhnya seketika bangkit dari sandaran sofa, sebuah sofa yang menghadap tepat mengarah keluar jendela,…

“selamat pagi, nona….” Sapa bibi chan sambil membawa sesuatu didalam genggamannya.

Hye sun yang sedari tadi muram lagi- lagi mengerutkan dahinya, wajah sendu itu muncul saat ia memandang “sesuatu”, sesuatu yang perlahan menghampirinya, sesuatu yang telah menjadi kebiasaan “hadir” ketika ia bangun dari tidurnya.

“nona…. Seperti biasa...I…ini, ini ada kiriman lagi untuk anda…” tukas bibi chan dengan suara ragu, saat menatap wajah muram hye sun bahkan sebelum ia memasuki ruangan kamar itu.

Suasana seketika hening_diiringi pandangan hye sun yang tidak lepas dari “sesuatu” yang berada didalam genggaman pelayannya.

Dan Perlahan dengan wajah yang kembali muram ia sanggah tubuhnya lagi kesofa lembut yang menghadap keluar jendela, mengalihkan pandangannya mencoba merasakan hembusan dingin udara pagi yang membelai setiap rambut panjangnya…

“ kapan dia mengakhiri semua ini, bibi chan?” tanya hye sun. “sungguh, oppa adalah pilihanku, apakah dia tidak pernah mengerti semua itu?”

Bibi chan menatap sejenak “sesuatu” yang ada didalam genggamannya…dan Dengan langkah pasti, pelayan tua itu menghampiri hye sun yang masih terlihat muram diantara cahaya pagi yang menyinari lembut wajah cantiknya…

“Tuan Lee mencintai anda nona, dan …. Saya yakin akan sulit baginya melupakan anda” bibi chan berkata dengan nada lembut.

“tapi…aku tidak mencintainya, tidakkah ia sadar bahwa aku tidak mencintainya!” hye sun berujar dengan suaranya yang parau, diiringi epalan tangannya yang menggenggam erat ujung sofa, mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Membuat bibi chan, semakin yakin bahwa gadis itu benar- benar menderita.

“ mungkin.... Tuan Lee, tidak pernah yakin akan kata- kata itu nona.” Bibi chan melangkah lagi, kali ini mendekati hye sun yang duduk sembari menggigit kecil bibir mungilnya. “dan saya yakin…begitu juga….dengan hati anda” tukas pelayan itu lagi seolah berbisik, sambil meletakkan setangkai mawar putih dipangkuan princess.




Hye sun sedikit tercekat atas ucapan pelayan tuanya, dengan pandangan mata yang berkaca ia pandang mawar putih itu, dan perlahan membawanya kedalam genggaman….

 “pada awalnya, bibi ingin membuang mawar putih itu sesuai perintah nona sebelumnya. Tapi… bibi rasa itu percuma, karena bibi yakin…anda akan mengambil dan menyimpannya lagi, secara diam- diam” bibi chan berujar kali ini dengan nada santai diiringi senyuman simpulnya, membuat gadis cantik itu terlihat gugup dengan pipinya yang merah merona, memandang mawar putih ditangannya….

“baiklah….saya…permisi nona”

Tanpa ragu, bibi chan melangkahkan kakinya keluar ruangan setelah membuat “puteri asuhnya” jungkir balik akan ucapan, dan sindiran yang dilakukan pelayan tua itu.

Ia sadar hye sun masih dan sangat mencintai suaminya. Gadis itu hidup, dengan cinta yang diberikan lee min ho padanya. Meski bibir mungilnya selalu menolak bahwa “TIDAK, AKU TIDAK MENCINTAINYA”. Namun ia tetap memuja, dan menghadirkan nama lelaki itu disetiap doa- doanya.

“ini…bunga kesembilan puluh yang ia berikan sejak aku meninggalkan rumah itu, apakah ia tidak lelah akan tingkah konyolnya ?” hye sun tersenyum diantara air mata yang menetes. “setiap pagi, selalu ada mawar putih ini menyapaku, “selamat pagi princess” “aku merindukanmu”, “aku mencintaimu”, hanya kata- kata itu yang terselip pada setiap tangkai kokoh yang mengawali setiap hariku”

“minho_sshi, kau bodoh!, kau tolol!” jerit hye sun sambil terus menggenggam mawar putih itu pada lengannya_menangis…. ketika mawar putih ia letakkan pada dadanya…memeluknya…erat….

Untuk sesaat pagi itu kembali kelabu, diantara isakan lembut hye sun dalam kerinduan pada lelaki yang sangat dicintainya. Memanggil nama lelaki itu dalam tangisan tertahan,

“minho_sshi…aku…merindukanmu…aku…merindukanmu…”


.

.

.



BIP….BIP…BIP….

Suara ponsel seketika menghentikan lamunan hye sun, setelah hampir setengah jam menangis, menangis akan kesedihan yang kini selalu menari- nari didalam hatinya ….

Perlahan, ia angkat tubuhnya, berjalan tatih…. Menghampiri ponsel yang terletak dimeja kecil, tepat disisi kanan tempat tidurnya. Dan mengerutkan dahi, saat mencoba menerka nomor asing yang kini tertera diponselnya.

“yo….boseyo ?” jawab hye sun dengan suara parau_sambil menyeka air matanya,.

“yoboseyo” balas lelaki itu, dengan suara berat, hingga membuat gadis itu kembali mengembangkan senyum manisnya saat ia sadar, suara itu benar- benar ia kenal.



-------------------------------------------------------------





BIP….BIP….BIP….

Suara handphone seketika menghentikan Goo Daniel, dari kesibukannya selama tiga jam, berkutat dimeja kerja…..




Ia raih handphone itu, menatap nama pada layar namun masih membiarkan lengannya asyik akan pena yang mengukir setiap kata pada lembar kerjanya…

“yoboseyo”

“yoboseyo, Mr.Goo” terdengar suara paruh baya menyapanya.” Saya Pengacara Wong”

“ Pengacara wong!, ya, bagaimana hasilnya?” tanya Daniel, sambil terus berkutat pada pekerjaannya.

“saya ingin mengabarkan berita yang saya yakin tidak akan menyenangkan untuk anda Mr.Goo” terdengar suara helaan nafas panjang “berkas- berkas perceraian itu kembali ditolak!” jawab pengacara wong, hingga membuat Daniel membelalakkan matanya, diiringi dengan raut wajah kesal.

“bwo? Ditolak?!”

“ya ditolak!!!” suara pengacara wong menekan “entah berapa uang yang digunakan Mr.lee untuk membayar mereka, hingga perceraian ini kembali ditolak oleh pengadilan”

Daniel mengepal kuat pena yang ada digenggamannya.

“disatu sisi, keinginan kuat Mr.Lee untuk tidak ingin bercerai menjadi suatu kendala yang besar, Mr. goo. berbeda dengan perceraian anda yang hanya tinggal menunggu proses, karena persetujuan kedua belah pihak” Daniel menggigit kecil bibirnya, saat pengacara itu kembali mengingatkan tentang perceraiannya, yang hanya tinggal menunggu hari.




“apa yang dilakukan lelaki gila itu!, untuk apa dia mempertahankan adikku! Yang jelas- jelas hanya “boneka” baginya” gerutu Daniel mencoba mengalihkan pembicaraan

“ sungguh, semua semakin sulit Mr.Goo, kecuali…jika benar- benar adik anda menginginkan perceraian ini, paling tidak bisa membuat Mr.Lee, mempertimbangkan kembali semuanya”

Daniel menghela nafas panjang, seketika wajahnya kembali terlihat kusut saat untuk kesekian kali pengadilan menolak perceraian itu.

“baiklah….aku…akan coba membicarakan semuanya pada hye sun, terima kasih pengacara wong, terima kasih atas kerja keras anda” Daniel tersenyum kecut disela- sela ucapannya.

“Ya Mr. Goo, hubungi saya, jika anda membutuhkan bantuan”


Pembicaraan terputus….


BUKKKKK


Dengan wajah kesal Daniel menyandarkan tubuhnya pada kursi kerja, ia biarkan jemarinya menyanggah dahi_kepala yang terasa berat, seolah berton- ton beban kini terasa dikepala dan pundaknya.
.

Goo Daniel, kini merasa benar- benar kalut akan masalah yang telah dihadapinya akhir- akhir ini. wajahnya hanya menunjukkan kemuraman, dan rasa kesal. Apalagi setelah adanya pemberitahuan dari pengacara wong tentang penolakan yang terjadi.

Sebelum itu Daniel juga harus dibuat kesal, atas pemberitahuan salah satu pelayan bahwa untuk kesekian kali cassanova mengirimkan bunga kepada adiknya. Kebiasaan yang dilakukan laki- laki itu, sejak pertama hye sun meninggalkannya dirumah sakit. Namun, yang ia tahu hye sun tidak pernah menerima mawar- mawar putih itu. gadis itu menolaknya.

 “apa yang harus kulakukan, agar kau bisa melepaskan adikku Lee min ho…apa….” bisik Daniel dalam hati, seolah ingin membuat suatu perjanjian kepada IBLIS sembari menghela nafas panjang diantara kemarahan yang kini terlihat bagai bara api, yang siap membakar….



----------------------------------------------------------


“lihat dia, masih terlihat cantik seperti pertama aku menatap wajah diantara tumpahan coffee yang mengotori Jas dan kemejaku”



hye sun berjalan perlahan, sambil sesekali memainkan rambut poninya dengan jemari. Langkah kakinya terlihat santai, seolah menikmati hangatnya cuaca disiang itu. sesekali ia tersenyum, pada beberapa orang yang terlihat lebih tua darinya_senyum keramahan yang seolah menyapa. Gadis itu terlihat cantik, meski hanya dengan t-shirt putih dan celana jeans yang ia kenakan, rambut yang “terikat” sembarang membuatnya tampak lebih menarik dari biasanya.

hari demi hari, isteriku terlihat mempesona.  Senyumnya…masih tampak menggoda dimataku, meski kini … dengan sangat terpaksa, senyum itu harus kubagikan dengan beberapa manula yang menyapanya.

Minho berjalan perlahan, seolah bagai pengintai. Dengan jas berwarna hitam ia melangkah, bagai “black shadow”….yang sedari tadi mengikuti setiap langkah kaki “wanitanya” meski melalui sisi jalan yang berbeda…




“benar- benar bidadariku yang cantik, meski kini….tubuhnya terlihat lebih kurus” bisik minho, “apa…dia terlalu memikirkanku….merindukanku….?” bisiknya lagi.

Untuk beberapa saat cassanova terhanyut akan “karangan bebas” yang sedari tadi hinggap diotaknya, hingga sampai akhirnya…..

Langkah kaki lelaki itu mendadak terhenti, saat dari kejauhan hye sun terlihat memasuki sebuah toko coffee yang berada diseberang jalan, searah dengan tempatnya kini berdiri.




“untuk apa hye sun kesana?, apa…ingin menemui seseorang?” tanyanya dalam hati atau jangan- jangan…..”

“kencan buta?!!” pikiran konyol kembali membayanginya.

“tidak…tidak…. Ia wanita yang masih memiliki suami, suami gagah, tampan yang selalu menunggunya. Jadi… mana mungkin…mana mungkin, hye sun melakukan itu!” bisik minho mencoba menghibur hatinya yang kali ini terasa kalut bukan main.

“aishh!!! Seharusnya bibi chan bisa menjelaskan semuanya lebih terperinci lagi padaku” bisiknya dengan nada kesal.


5 menit…..

10 menit…..

15 menit……

20 menit…..


Cassanova terus melirik jam yang ada dilengan kirinya….

Untuk beberapa menit tubuh besar itu berdiri, bak seorang pengintai. Dengan kaca mata hitam yang ia kenakan, ia terlihat lebih menarik atau tepatnya “menonjol” dari biasanya. Wajah aristocrat dan angkuhnya, masih tetap “setia” tergambar dengan jelas.





Beberapa pasang mata mengamatinya dengan kagum, terutama beberapa gadis yang melangkah dihadapannya. Mereka tersipu, saat minho menatapnya, meski dengan pandangan dingin tersembunyi dibalik kaca mata hitam itu.

“apa…mereka tidak pernah sadar, bahwa aku telah menikah?” bisiknya. “atau mungkin…pesonaku sama sekali belum memudar?” tanyanya lagi sambil tersenyum tipis.

Untuk sesaat ketampanan itu mampu memikat semua gadis yang berlalu dihadapannya, namun tidak dengan gadis berlesung yang keluar dari toko coffee, melangkahkan kaki diiringi senyuman yang terus terlukis diwajahnya, saat seorang pria mencoba “menggoda” dengan senyum dan ketertarikan yang sejak lama muncul didalam diri, lelaki itu….

Wajah lee minho seketika mengejang diantara dua sisi wajahnya yang mengeras, hingga membentuk persegi. Dengan rasa sakit ia coba menahan semua, sambil mengepalkan setiap jemari…, mengarahkan pandangan yang seolah membunuh, cassanova mengikuti setiap langkah kaki yang kini seolah menjadi penunjuk arah baginya….




“dalam langkahku yang rapuh, dengan mudah tawa itu muncul dari bibirmu…. Sadarkah kau itu sangat menyakitkanku, Ny.Lee ?” bisik minho, saat hye sun kini seolah menari dalam luka, yang kian menganga….

Hanya beberapa blok dari toko coffe….


“ini, tempatnya ?” tanya hye sun saat lelaki tampan itu menghentikan langkah kakinya, tepat disebuah toko bunga.




“yups, ini tempatnya” lelaki itu menyeringai, “ayo masuk, pilihlah bunga yang kau suka!” lelaki itu meraih lengan hye sun, dan tanpa sadar membangkitkan lagi kemarahan, yang kini bagai bara dihati seorang lee min ho.

“toko bunga?” minho berbisik, sambil tersenyum sinis. “apa…. Ia belum puas akan puluhan bunga yang telah aku berikan untuknya?” tanya minho dalam hati, lagi- lagi sambil mengepalkan setiap jemarinya…

15 menit kemudian…..

“kau yakin, akan pilihan bunga itu hye” tanya lelaki yang melangkah keluar diikuti hye sun yang berjalan disampingnya
Hye sun mengangguk kecil, sambil tersenyum….

“ya, aku menyukainya…aku…menyukai mawar- mawar itu” jawab hye sun, yang membuat lelaki disampingnya tersenyum.

“aku sangat senang, saat kau sama sekali tidak menolak tawaranku akan bunga- bunga mawar merah yang akan menjadi penghias, pesta nanti”

Lagi- lagi hye sun tersenyum mendengar ucapan itu, sambil sesekali menyentuh rambutnya, yang sedikit acak karena hembusan angin siang itu.

“kau sangat baik, dan…terimakasih untuk semuanya…” lesung itu kembali muncul saat princess tersenyum.

Namun tiba- tiba,

senyum itu seketika mengendur saat terdengar sapaan bagai lengkingan mengalun diantara hilir mudik kendaraan yang berjalan, menghentikan langkah kaki mereka, ketika tubuh besar, menghalau langkah tepat dihadapan.

 “aku baru sadar, bahwa kau memang benar- benar pejuang tangguh GUARDIAN!” suara itu terdengar parau, sembari melipat kedua lengan didada, cassanova melangkahkan kakinya dengan santai, menghampiri II woo dan Hye sun, isterinya.
 “mi…minho_sshi” bisik hye sun dalam raut wajahnya yang tampak terlihat gugup bukan main.

Minho yang sedari tadi meredam amarahnya pada hye sun, pura- pura tidak peduli akan pandangan keterkejutan gadis itu, dan hanya memfokuskan pandangannya, pada “musuh bebuyutan” GUARDIAN!

“kau memang lelaki yang memanfaatkan segala situasi, menunjukkan pesonamu, pada wanita yang jelas- jelas masih terikat pernikahan” suara minho terdengar sinis.

“min ho_sshi, suatu kejutan besar kita bisa dipertemukan lagi hari ini,” II woo mencoba mengalihkan.

“aishhh!!! Basa- basi !!!, demi tuhan aku sangat yakin, aku hanya perusak “kencan”mu GUARDAN!” suara itu terdengar ketus diiringi pandangan dingin dengan senyum menyeringai, membuat guardian seketika terdiam, diiringi tatapan kesal.

TAP TAP TAP minho melangkahkan kakinya kali ini, mendekati hye sun yang sedari tadi diam dalam pandangannya….

“apa kabarmu isteriku? Kau…terlihat lebih kurus…, terlalu memikirkanku?” jemari itu mencoba menyentuh wajah hye sun yang memerah diiringi tatapan dingin II woo yang hanya memandang dalam kebisuan.

SHETTTTT dengan cepat hye sun menghalangi lengan itu, sebelum mampu menyentuh wajah cantiknya.

“bisakah…kau bersikap sopan padaku, minho_sshi?!” suara hye sun terdengar kesal.

“weo?, kau malu…kau malu pada lelaki yang kini berdiri bagai pengemis, mengharapkan cintamu?”

“Mr. Lee, bisakah anda sedikit berbicara dengan sopan!” nada suara II woo seketika meninggi, saat lagi- lagi cassanova merendahkan dirinya.

“sopan? Pada lelaki yang terus berjalan mengiringi isteriku bagai anjing peliharaan ?? …., aishhh!!!”

Tubuh II woo, seketika bergerak_mencoba melawan, seolah berusaha siap menyerang lelaki yang sedari tadi menguji kesabarannya.

“tidak perlu mendengarkan ucapan dari lelaki terhormat ini, II woo_sshi. Mungkin , ia terlalu banyak minum!” hye sun berujar sambil menahan lengan II woo yang mengepal_membentuk sebuah pukulan, mencoba menahan amarah lelaki itu.

“ya…benar, minum sampai mabuk kini adalah kebiasaanku sehari- hari hye sun-sshi, mungkin kali ini jika aku tidak mampu mengendalikan diri, racun serangga akan lebih efektif menghilangkan jejakku dari hadapanmu selamanya” nada itu terdengar santai, namun tidak bisa dipungkiri amarah itu tampak terlihat jelas, diantara kecemburuan yang luar biasa.

Hye sun menatap dingin, dengan wajah yang ditekuk seolah tidak menggubris, Tanpa ragu gadis itu berjalan meninggalkan minho yang berdiri, masih dengan wajah geramnya, saat melihat isterinya menggandeng lengan guardian, tanpa ragu!!

 “kau pikir bisa meninggalkanku dengan mudah, sayang?’” minho berbisik_menunjukkan taringnya sambil dengan cepat menarik lengan hye sun yang beberapa langkah akan berlalu dari hadapannya, membuat hye sun seketika melepaskan genggaman tangannya dari II woo!!

“lepaskan!” bisik hye sun dengan suara menekan.

“ tidak…. Aku tidak akan melepaskan tubuhmu, hingga aku menjadi abu!” haruskah kembali aku mengulang sumpahku, hye sun_sshi?”

hye sun seketika melepaskan pandangannya, menatap wajah lee min ho sendu, memandang wajah lelaki yang pernah ia tinggalkan tiga bulan yang lalu…..

untuk beberapa saat mereka saling bertukar pandang satu sama lain, pandangan kerinduan yang kini seolah semakin menuntut, diiringi II woo yang hanya berdiri mematung dengan tatapan sedih, ketika ia sadar Hye sun masih sangat mencintai suaminya!

Guardian berdiri, tidak mampu melakukan apapun, menahan apapun, meski ia ingin!, karena ia sadar, hye sun “masih” isteri  dari seorang lee min ho.





“aku…tidak mencintaimu, sadarkah kau Minho_sshi. Tolong berhentilah bersikap bodoh, karena itu hanya akan membuat dirimu menderita” bisik hye sun sambil menarik cepat lengannya dari minho, hingga membuat lelaki itu “terjatuh” untuk kesekian kali.

“jadi ….. LEPASKAN AKU!!!” jerit hye sun


TAP TAP TAP (terdengar langkah hye sun menjauhi minho)

“aku tidak akan melepaskanmu, hye sun!” tukas minho parau, meski gadis itu kembali acuh seolah tidak peduli, membalikkan langkahnya….

“kau dengar…..aku…tidak akan melepaskanmu!!!” kali ini suara itu terdengar bagai jeritan, membuat beberapa pasang mata yang berlalu menatap lelaki itu dengan pandangan heran.

“a…ayo…kita…per…gi, II…woo_sshi” bisik hye sun sambil menggigit kecil bibirnya.


Dengan air mata tertahan, hye sun melangkahkan kakinya diiringi GUARDIAN yang terus melihat kerapuhan diwajah gadis itu, meninggalkan lee min ho yang berdiri mematung, memandang kepergian wanita yang sangat dicintainya.

Untuk sesaat ia redam amarahnya, kecemburuannya yang kini siap meledak pada lelaki yang kini berjalan disamping isterinya, namun…..CASSANOVA mencoba menahan semua itu, seolah kini menikmati setiap rasa sakit yang perlahan menghujam jantungnya….

Aku bersumpah…tidak akan menunjukkan air mataku padamu akan cinta yang menyakitkan ini, hye….
Aku bersumpah tidak akan memalingkan wajahku, beralih meninggalkanmu…
Aku bersumpah akan terus menjadikan kau bagian dari nyawaku….
Meski kau membenciku….
Meski kau memalingkan wajahmu dariku…
Aku akan tetap meraihmu, aku akan tetap mempertahankanmu dalam genggamanku….
Karena ini adalah cinta, my princess… cinta yang membuatku bertahan, cinta yang membuatku melawan dan percaya… cintaku yang akan menang… hanya cintaku….


Bisik minho, terpaku sendiri… memandang langit senja sore itu….. sendiri_dengan matanya yang terpejam merasakan setiap hembusan angin yang perlahan menyapu wajah rapuhnya…

Menahan kepedihan, saat gadis itu memalingkan wajah dari kedua matanya


“AKU BERSUMPAH PADAMU hye …..AKU BERSUMPAH ….”

“karena kutahu “selamat tinggal” bukanlah akhir segalanya…..”



----------------------------------------------------



Alunan music klasik mengalun dengan sempurna dikediaman keluarga Goo malam itu.  Para tamu undangan asyik menikmati Champagne mereka, dansa, riang tawa yang terdengar bebas disetiap sudut ruangan.

“Mr. Jang suatu kehormatan besar, Anda bisa hadir dipesta ini” sapa Daniel, saat melihat sosok tambun melangkah memasuki ruangan pesta.

“pesta yang meriah” tukas Mr.Jang sambil melirik beberapa tamu- tamu penting yang hadir pada pesta itu
“tidak…. hanya pesta sederhana” balas Daniel, “hye sun…tidak terlalu menyukai kemeriahan” balas Daniel lagi, pada Mr. Jang sambil tersenyum kecil.

“ya, benar! Gadis kecilmu memang gadis yang sederhana, dalam keanggunannya” Mr.jang mencoba memuji, hingga membuat Daniel tidak dapat menyembunyikan senyum bangganya malam itu.

Ditempat yang sama….

Seorang lelaki dengan tuxedo hitam melangkah masuk, diringi langkah kaki wanita cantik semampai yang menggelayut mesra pada lengannya. wanita itu mengenakan gaun berwarna hitam, sederhana namun tampak elegan diantara giwang mutiara yang senada dengan kalung yang ia kenakan.




Daniel yang sedari tadi hanya mengarahkan matanya pada lelaki tambun yang berdiri dihadapannya, seketika terperangah saat menatap wanita yang dari kejauhan telah melempar senyum ramah kepadanya.

“Mr.jang ….ada tamu yang kini menungguku” Daniel berkata dengan suara berbisik, sembari melirik “tamu baru” nya, hingga membuat Mr.jang membalikkan pandangannya kearah mereka sembari tersenyum.

“jadi…kuharap anda…..akan menikmati pestanya” tukas Daniel dengan ramah.

“ya, tentu saja Mr. Goo, dengan senang hati” balas lelaki itu, sambil tersenyum menyeringai.

Perlahan, Goo Daniel melangkahkan kakinya menghampiri, sambil terus tersenyum…
.

.

.


“Mr.Woo….” sapa Daniel dengan ramah, mendekati II woo yang melangkah menuju kearahnya, sembari melepaskan pelukan pada tubuh lelaki itu.

“senang atas kehadiranmu dipesta ini, II woo_sshi” Daniel berujar sambil menepuk punggung II woo dengan penuh kehangatan.

“tentu saja Mr.Goo, suatu kehormatan bagi saya” balas II woo.

Hye jin yang sedari tadi berdiri anggun, tersenyum melihat keakraban diantara kedua lelaki itu.

“menyapa adikku, namun membiarkan aku berdiri bagai patung dihadapanmu, Mr.Goo!” dengan suara manja hye jin berujar disela- sela senyumnya hingga membuat Daniel dengan seketika melepaskan tawa ringannya, pada hye jin.

“tentu tidak hye jin_sshi!, Anda adalah tamu yang benar- benar special malam ini” sapa Daniel membuka kedua lengannya, dan memeluk ringan tubuh gadis cantik itu.

“tamu special?, tidakkah itu terlalu berlebihan Mr. Goo?” tanya hye jin sambil melirik, ketika Daniel melepaskan pelukannya.

“tentu saja tidak, Tidak berlebihan karena kau pantas mendapatkan pujian itu hye Jin_sshi!” Daniel tersenyum, sembari melepaskan tatapan kekaguman pada gadis yang berdiri dihadapannya.

“Anda kini menjadi tamu spesialku dan hye sun karena telah menjadi penyelamat bahkan…. akhir- akhir ini menjadi teman yang kembali membuatku hidup!” puji Daniel, hingga membuat gadis itu tersipu sembari tertunduk mencoba menyembunyikan rona merah dikedua pipinya.

“terima kasih Mr. Goo!” hye jin tersenyum, membuat II woo menahan tawa geli atas tingkah sepupunya, yang untuk kesekian kali tersipu akan pujian Goo Daniel.

“aaa…dimana hye sun, kenapa…aku tidak melihatnya” tanya Hye jin, hingga membuat II woo seakan “bernafas lega” karena sedari tadi pertanyaan itu menari- nari diotaknya.

“aku yakin, saat ini…My Princess sedang berada dikamarnya.” Tukas Daniel sembari tersenyum “bukankah…anda tahu, hye jin_sshi …wanita…. akan membutuhkan banyak waktu untuk berdandan” gurau Daniel hingga membuat II woo kembali tersenyum atas tingkah lelaki yang kini berdiri dihadapannya.

“tapi…tidak denganku Mr.Goo” hye jin mencoba membela diri.
“tidak!, jangan percaya ucapan itu Mr.Goo, karena sebelum pergi kepesta ini, aku harus menunggu noona selama satu jam untuk berdandan!”

“joe!” jerit hye jin dengan suara tertahan saat lagi- lagi II woo membuatnya malu dihadapan lelaki, yang kini…sangat dikaguminya, GOO DANIEL .




DI KAMAR

Hye sun menatap pantulan dirinya dicermin sambil sesekali menyentuh rambutnya yang telah digelung dengan cantik.
“apa…. Dia akan datang malam ini?” bisiknya

“tidak…dia tidak mungkin datang, karena dia…. Tidak akan ingat hari ini” perlahan, gadis itu menghela nafasnya namun masih membiarkan mata bulatnya memandang setiap pantulan wajah pucatnya dicermin.

Sretttt terdengar suara kursi rias, yang berbunyi saat hye sun perlahan mengangkat tubuhnya…..

Betapa cantiknya ia malam itu. dengan gaun putih satin, membuat kulit putihnya semakin bercahaya bagai bunga Magnolia. Gaun itu hadiah dari Daniel, yang beberapa hari lalu ia berikan kepada hye sun untuk pesta malam ini.




sesekali hye sun memutar tubuhnya, bagai membawa tubuh itu menari didepan cermin yang kini menunjukkan setiap inchi tubuh itu, ketika princess dengan anggun berdiri. Ia menari seolah lagi- lagi ingin berkata pada dunia bahwa ia, bahagia….sangat bahagia….meski, Lee Min Ho lelaki yang masih berstatus suaminya itu tidak akan datang kepestanya malam ini, pesta ulang tahunnya.

TOK TOK TOK ketukan itu menghentikan hye sun dari “kegembiraannya”….

“boleh aku masuk hye?” gaul berujar, dimuka pintu yang masih tertutup.

“ya, masuklah gaul!”

CRAKKKKKKKKKK

“kau…sudah siap, hye?” kalimat pertama gaul saat ia membuka pintu sambil perlahan melangkahkan kakinya, mendekati hye sun.

“ne!, “ jawab hye sun sambil tersenyum, diantara rasa kekaguman yang luar biasa saat gaul menangkap kecantikan itu.
“kau terlihat cantik dengan gaun itu, hye..” gaul berujar sambil tersenyum.

“jeongmal?” tanya hye sun.

“ne!, benar- benar cantik...” tukas gaul lagi, sembari terus memandang wajah sahabatnya, yang hanya tersenyum tipis mendengar pujian itu.

“tapi…..” gaul menekuk wajahnya.

“kenapa?” tanya hye sun heran.

“wajahmu terlihat pucat, apa…kau sakit hye?” tanya gaul sambil terus memandang hye sun yang berdiri dihadapannya.

“tidak…aku…hanya merasa pusing sedikit, mungkin karena sedikit gugup” hye sun menyatukan telapak tangan dengan pipinya. “ini pesta ulang tahunku, yang sedikit “berlebihan” jawab gadis itu dengan nada santai,

“tidak, menurutku tidak berlebihan!, wajar jika Daniel oppa ingin membuatmu bahagia hye….” Gaul berujar sambil memuncungkan bibirnya, membuat hye sun tersenyum tipis.

“baiklah!, ayo kita turun!” ajak hye sun seolah tidak ingin membiarkan gaul bertanya lebih jauh lagi.

“ne!, aku yakin….Daniel oppa dan para tamu tidak sabar menunggumu!”  tukas gaul namun masih membiarkan matanya menatap “kesedihan” diwajah sahabatnya itu.

.

.

.


“saengil chukka hamnida…… saengil chukka hamnida….”

Lagu itu mengalun diantara puluhan tamu yang datang. Terlihat jelas senyum berlesung itu diantara, kedua pipinya yang merona. Sesekali, hye sun menundukkan wajahnya saat ia sadar puluhan mata kini menangkap kecantikan alami yang terpancar jelas, mengalahkan keindahan cahaya lilin yang menghiasi cake indah dihadapannya…..

“sungguh…demi tuhan…. Betapa cantiknya bidadariku malam ini….” bisik II woo, yang sedari tadi tidak melepaskan pandangannya, bahkan sejak kedatangan hye sun.

“ia bagai angsa putih nan cantik, dengan balutan mutiara yang melingkar pada  tubuhnya” bisiknya lagi kali ini sambil tersenyum_dengan tatapan mata yang lembut, diiringi pandangan mata Gaul yang juga tidak lepas dari aura kharismatik dari seorang Joe II Woo.

“mungkin….akan menjadi kesalahan besar bagiku, jika aku….. menangkap sedikit wajahmu, kedalam kedua bola mataku, II Woo_sshi” gaul berbisik diantara tepukan tangan para undangan, saat lagu itu berhenti untuk dinyanyikan.

Daniel tersenyum menyeringai, dengan hye Jin disampingnya. Lelaki itu terlihat bahagia, saat lagi- lagi menangkap senyum manis adiknya, diantara cahaya lilin yang semakin menunjukkan cahaya kecantikan, Princess….

Perlahan ia langkahkan kakinya beberapa langkah, mendekati hye sun….

“ make your wish, my princess…..” Daniel berbisik lagi- lagi sambil tersenyum.

Hye sun membalas senyuman itu, dan dengan wajah yang memerah princes memejamkan matanya…..
perlahan…….



“ …..”



Untuk beberapa menit, ia melayang dengan impian dan harapan yang kini berbisik didalam hati kecilnya, sembari mencoba menghilangkan sosok wajah yang sedari tadi hadir saat mata itu terpejam… meski ia berusaha hilangkan ribuan kali….


“WUUUUUUUUHHHHH” terdengar hembusan, saat lilin itu ditiup, serentak dengan tepukan tangan puluhan tamu yang memenuhi ruangan pesta itu.


PROKK PROKKK PROKKKK


Hye sun menyeringai, lagi- lagi menunjukkan lesung cantiknya….

“HAPPY BIRTHDAY MY PRINCESS!!!”  suara Daniel terdengar bagai jeritan diantara tepukan para tamu undangan, sembari memeluk erat tubuh adiknya.

Tiba- tiba!!

TAP TAP TAP terdengar langkah kaki menghampiri, dan dalam sekejap tepukan riuh itu terhenti, saat mereka menangkap sosok tubuh besar, dan tinggi berdiri dengan gagah dimuka pintu.

“kurasa…..aku telah melewatkan beberapa kejadian penting malam ini” suara itu terdengar parau, dengan senyum tipis yang semakin mengembang saat menatap kecantikan gadis bergaun putih dihadapannya!!!

Hye sun dengan cepat melepaskan pelukan Daniel, saat ia tersentak!!!

Tersentak ketika mendengar suara yang terdengar tidak asing ditelinganya….

“mi….minho_sshi?” bisik hye sun dalam hati saat lelaki gagah itu menghampirinya….





Hye sun tidak pernah percaya atas apa yang dilihatnya. Ia berfikir, semua itu tidak mungkin…. Lee min hoo…lee min hoo…kini tengah berdiri dihadapannya. Tubuh hye sun seketika gemetar, saat kegugupan singgah lagi dihatinya, ketika mata tajam itu…mata tajam itu kembali melepaskan tatapan pesona, dan intim_menguasai, hingga ia merasa….tidak mampu lagi berdiri!




Lee min ho dengan gagah melangkahkan kakinya. Dengan pandangan tajam ia tatap tubuh mungil dihadapannya dengan sangat hati- hati, seolah tidak ingin melepaskan sedikitpun kecantikan itu. ia sadar kedua mata bulat hitam itu menatapnya, dengan tatapan gugup. Namun tidak dapat dipungkiri wajah itu kian merona saat lee min ho mengembangkan senyumannya, memainkan kedua mata yang berkedip_ seolah menggoda….


apa yang dilakukan bajingan itu disini!!!” gumam Daniel dengan nada geram, sembari melangkahkan kakinya dengan cepat mencoba menghalau langkah Lee min hoo, yang lama kelamaan semakin mendekati

namun tiba- tiba, genggaman tangan hye jin menghentikan langkahnya!

“andwe” suara hye jin terdengar berbisik, sambil menggelengkan kepalanya perlahan….

“ happy birthday my princess” suara itu terdengar lembut, menghiasi keindahan pesta yang mendadak sunyi, saat cassanova melangkah mendekati isterinya, dan kini….

Dengan gagah telah berdiri dihadapan GOO HYE SUN!!!

“aku yakin…tuhan telah menjawab doamu, sayang….” Minho tersenyum “untuk itu aku datang, meski…. Agak sedikit terlambat”  lagi- lagi ia mengedipkan matanya.

“k….kau be…gi…tu per…caya…diri Minho_sshi” tukas hye sun dengan suaranya yang gemetar “pulanglah!!! Kehadiranmu, sangat tidak diinginkan malam ini!!”

Minho memicingkan matanya, dengan wajah yang sedikit ditekuk

“benarkah?” ia mengerutkan dahinya, membuat Daniel semakin muak akan tingkah saudara iparnya itu.

“aishh!!! Padahal…baru saja aku mendengar kau memanggil namaku, hye sun_sshi”

Hye jun menggigit pelan bibirnya, sembari mengepalkan jemari.

“jangan terlalu yakin Mr.lee!” suara itu terdengar pelan namun menekan.

“tentu saja aku yakin….bahkan aku sangat yakin” jawab minho enteng

 II woo yang menatap kesal akan aksi rival beratnya, berusaha keras menahan emosi, saat lee min ho tanpa ragu kembali menggoda wanita yang dicintainya. Wajahnya memerah diantara gurat- gurat kemarahan, yang terlihat jelas dalam pandangan Gaul yang berada disampingnya.

“kau tahu kenapa…aku begitu yakin, Yoebbo?” tanya minho lagi, sambil memajukan langkahnya, mendekati hye sun…. dekat….sangat dekat….

“karena aku yakin disetiap doamu….terbesit indah namaku, hye sun_sshi, HANYA NAMAKU!”


END CHAPTER





Enjoyyyyyyyyyy  [lovestruck] [lovestruck] mian klo jelek  banghead banghead

feel lebih dapet, klo download YT Fur Elise, anggap itu si CASSA yg maen  [heh] [heh]










« Last Edit: December 04, 2011, 09:26:18 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2284 on: November 18, 2011, 04:29:50 am »
Eommaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


SUKA SUKA SUKA SUKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA banget ama ni chapter. awal2 boleh deh menderita plus bikin ane mewek dalam pelukan KWON tp tengah2 semakin ke tengah semakin ke bawah  [on] [hmpfh]awwwww sweetttttttttttt  [lovestruck]


CASSO you are pejantan tangguh numero WAHID dech [hmpfh]



“aku yakin…tuhan telah menjawab doamu, sayang….” Minho tersenyum “untuk itu aku datang, meski…. Agak sedikit terlambat”  lagi- lagi ia mengedipkan matanya.

“k….kau be…gi…tu per…caya…diri Minho_sshi” tukas hye sun dengan suaranya yang gemetar “pulanglah!!! Kehadiranmu, sangat tidak diinginkan malam ini!!”

“kau tahu kenapa…aku begitu yakin, Yoebbo?” tanya minho lagi, sambil memajukan langkahnya, mendekati hye sun…. dekat….sangat dekat….

“karena aku yakin disetiap doamu….terbesit indah namaku, hye sun_sshi, HANYA NAMAKU!” [smiley-gen013] [smiley-gen013]



GUARDIAN, GAME OVER [bye] [bye] [hmpfh]
« Last Edit: November 18, 2011, 04:32:05 am by Shanty_minsun »


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Nanad_rath02

  • Newbie
  • *
  • Posts: 55
  • Omo !!! My Mom
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2285 on: November 18, 2011, 05:19:44 am »
Gumawo dah d update  [biggrin]  [biggrin]

Mski crta'ny rada bkn sesek tngkat dewa  [cry]  [cry]  [cry]


Bang Casso,,,ane doa'in deh biar bsa blik lgi ma PD  [smiley-dance013]  [smiley-dance013]  [smiley-dance013]  [lovestruck]  [lovestruck]  [lovestruck]

kra" gmna reaksi PD yah??  [what]  [what]  [what]

Okeh,,dtnggu next chap  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2286 on: November 18, 2011, 06:35:47 am »
EONNI makasih updatenya  [flowers] yang sepanjang tali celan ini  [hmff]
dan HAPPY BRITHDAY buat P.Doll  [clap] [lovestruck]]
daramtis banget saat perpisahan CassaDool  [cry] jadi ikut sedih  [bored] saat cassa memohon ke HS supaya tidak meninggalkannya , tapi.. MH sudah besumapah tidak akan melepaskan HS , segala cara dia gunakan sampai mengirim Bunga mawar yang setiap paginya buat meluluhkan hati MY PRINCESS  [flowers] daniel berusaha keras melepaskan HS dari MH sampai beberapa kali mengajukan surat cerai yg selalu dapat penolakannya  [drool] seperti MH lawan berat bagi Daniel lain halnya L.park yg sudah terlempar jauh  [smiley-dance013] hanya tinggal menunggu ketukan palu aja lagi (KAMU AND AKU THE END  [banned] )lagi pula Daniel sudah dapat penggantinya  [biggrin] saat pertemuan di toko bunga bisa di pastikan dia sangAt bahagia karna dia bisa bertemu dengan suami yg di rindukannya beberapa bulan terpisah , aku rasa HS sudah tidak bisa memungkiri perasaannya lagi, buktinya HS masih mencegah Il wo mau memukul MH apa lagi dia masih mengucapakan kata ( LELAKI TERHORMAT) ,   MH benar" seorang suami teladan dia datang saat Istrinya memohon dalam doanya  [hug] kira hadiah apa yang akan MH berikan ke Istrinya cantiknya  [chin] sebuah  [kiss] hoot  [hmff]  biar para tamu tahu kalau MH sangat mencintai istrinya terutama Go Daniel  [dry]
« Last Edit: November 19, 2011, 08:24:47 am by Imahminsun »

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2287 on: November 18, 2011, 06:39:49 am »
nyesek.
NANGIS geje gw makk.
kasian th ama mreka ber2. gak TEGA. miris liha CASSA.
P.DOLL galau hatiny tsiksa

iiuuu

  • Guest
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2288 on: November 18, 2011, 07:16:44 am »
onnie... demen dah pas pestanya hye...

ayo dong oppa.. liat betapa cassa cinta ama hye..bgtu jg hye..
next chapt kapan nie?

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2289 on: November 19, 2011, 08:13:46 am »
Eommaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


SUKA SUKA SUKA SUKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA banget ama ni chapter. awal2 boleh deh menderita plus bikin ane mewek dalam pelukan KWON tp tengah2 semakin ke tengah semakin ke bawah  [on] [hmpfh]awwwww sweetttttttttttt  [lovestruck]


CASSO you are pejantan tangguh numero WAHID dech [hmpfh]



“aku yakin…tuhan telah menjawab doamu, sayang….” Minho tersenyum “untuk itu aku datang, meski…. Agak sedikit terlambat”  lagi- lagi ia mengedipkan matanya.

“k….kau be…gi…tu per…caya…diri Minho_sshi” tukas hye sun dengan suaranya yang gemetar “pulanglah!!! Kehadiranmu, sangat tidak diinginkan malam ini!!”

“kau tahu kenapa…aku begitu yakin, Yoebbo?” tanya minho lagi, sambil memajukan langkahnya, mendekati hye sun…. dekat….sangat dekat….

“karena aku yakin disetiap doamu….terbesit indah namaku, hye sun_sshi, HANYA NAMAKU!” [smiley-gen013] [smiley-gen013]



GUARDIAN, GAME OVER [bye] [bye] [hmpfh]


Thanks udh baca my sistaaaaaaaaaaaa san2  [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers]
yups pada awal emang sedih but lama2 sweeetttttttttttt  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] maklum si casso kan emang pejuang tangguh mana mau dia nyerah hanya karena semua yang telah terjadi....

cozzz dia percaya bahwa hye sun sangattt sangattt mencintainya  [huglove] [huglove]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2290 on: November 19, 2011, 08:25:53 am »
Gumawo dah d update  [biggrin]  [biggrin]

Mski crta'ny rada bkn sesek tngkat dewa  [cry]  [cry]  [cry]


Bang Casso,,,ane doa'in deh biar bsa blik lgi ma PD  [smiley-dance013]  [smiley-dance013]  [smiley-dance013]  [lovestruck]  [lovestruck]  [lovestruck]

kra" gmna reaksi PD yah??  [what]  [what]  [what]

Okeh,,dtnggu next chap  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]


thanks udh baca my sistaaaa  [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers]
aminnnnnn yg jelass semua berharap casso and PD bisa bersama sama  [huglove] [huglove] [huglove]


reaksi PD setelah ini  [chin] [chin] [chin] mungkin menyerahkan diri  [devil2] [devil2] [devil2] [devil2]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline luhiex_minsunniez

  • Newbie
  • *
  • Posts: 6
  • minsun4ever
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2291 on: November 19, 2011, 08:29:58 am »
makasih eonni updatenya  [flowers] miane ya eonni jarang comen padahal selalu ngikutin setiap chapnya  [biggrin]
KASIMAN bang cassanov  [bored] di tinggal istri tercinta kehidupannya jadi menyedihkan  [cry] mabuk"kan setiap malam sambil memandang foto sang Princess  [biggrin] HS tidak bisa menolak kemauan oppanya walau pun hati kecilnya menjerit harus bepisah dengan suami tercinta  [lovestruck] walau pun di pandangan luar HS kelihatan tegar tapi.. hatinya sangat sedih karana merindukan MY LOVELY HUSBAND  [love eyes] MH rela mengeluarkan jutaan Woon demi memprtahankan HS tetap jadi istrinya [hug] takutnya oppanya akan meminta HS untuk menyetuju'i surat perceraian itu  [bored]
buat LP  [head break] [hammer] [fighting] [devil2] kamu pantas mendapatkan KARMANYA  [angry]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2292 on: November 19, 2011, 08:34:27 am »
EONNI makasih updatenya  [flowers] yang sepanjang tali celan ini  [hmff]
dan HAPPY BRITHDAY buat P.Doll  [clap] [lovestruck]]
daramtis banget saat perpisahan CassaDool  [cry] jadi ikut sedih  [bored] saat cassa memohon ke HS supaya tidak meninggalkannya , tapi.. MH sudah besumapah tidak akan melepaskan HS , segala cara dia gunakan sampai mengirim Bunga mawar yang setiap paginya buat meluluhkan hati MY PRINCESS  [flowers] daniel berusaha keras melepaskan HS dari MH sampai beberapa kali mengjukan surat cerai yg selalu dapat penolakannya  [drool] seperti MH lawan berat bagi Daniel lain halnya L.park yg sudah terlempar jauh  [smiley-dance013] hanya tinggal menunggu ketukan palu aja lagi (KAMU AND AKU THE END  [banned] )lagi pula Danie sudah dapat penggantinya  [biggrin] MH benra" seorang suami teladan dia datang saat Istrinya  [hug] kira hadiah apa yang akan MH berikan ke Istrinya cantiknya  [chin] sebuah  [kiss] hoot  [hmff]  biar para tamu tahu kalau MH sangat mencintai istrinya terutama Go Daniel  [dry]  

thanks udah baca imah  [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers] [flowers]

HS memilih kakaknya karena mungkin.....karena dia sadar kali ini daniel bener2 down!!! [collapse] [collapse] [collapse]
mungkin cassa bisa menerima semuanya untuk itu..... cassa ga pernah menyerah untuk dapetin cinta PD karena cassa yakin HS mencintainya [huglove] [huglove] [huglove]

hadiahnya, masih rahasia 3 bulan lagiiii  [biggrin] [biggrin] [biggrin]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2293 on: November 19, 2011, 08:37:50 am »
nyesek.
NANGIS geje gw makk.
kasian th ama mreka ber2. gak TEGA. miris liha CASSA.
P.DOLL galau hatiny tsiksa


thanks udah baca dafa  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers] [flowers]

ntar si cassa ama PD  [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 19, 18 NOVEMBER 2011
« Reply #2294 on: November 19, 2011, 08:46:08 am »
onnie... demen dah pas pestanya hye...

ayo dong oppa.. liat betapa cassa cinta ama hye..bgtu jg hye..
next chapt kapan nie?

thanks udh baca iuu sistaaaaa  [flowers] [flowers] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

dipesta itu cassa kembali beraksi, maklum selama 3 bulan dia cuti  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

so dijamin ga bakal lepass tuh hye  [on] [on] [on] [on]
next chappie 3 bulan lagi iuu  [biggrin] [biggrin] [biggrin]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]