Author Topic: Cassanova's Love Chapter 23 31-12-2012  (Read 99260 times)

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love SPOILER 14.2.2012
« Reply #2430 on: March 01, 2012, 09:26:28 am »





CHAPTER 21


CRAKKKKKKKKKKKKK, pintu kamar itu terbuka.

Dengan langkah sigap Daniel melangkahkan kakinya perlahan_lalu mengendap, seolah tidak ingin aksinya diketahui hye sun. Suasana kamar masih tampak gelap, hanya sedikit cahaya yang menerangi ruangan kamar itu saat tirai kamar masih tertutup dengan rapat.

Daniel memicingkan sedikit matanya, saat tubuh besarnya  berdiri disisi ranjang.

“hye” bisiknya sembari memandang selimut tebal yang seolah membalut tubuh mungil adiknya.

Sampai akhirnya,


.

.

.

.

.


Tangan kekar itu perlahan memeluk tubuh mungil hye sun yang terbaring membelakangi, ketika ia sadar gadis itu terbaring lelap dengan selimut tebal yang membalut penuh ditubuhnya.





“waktunya bangun princess” bisik Daniel sembari tersenyum kecil, saat tubuh mungil hye sun seketika menggeliat didalam pelukannya.

“mmmmmmmmmm, op…ppaa….” Hye sun bergumam sembari menyipitkan kedua bola matanya.

Gadis itu menyeringai saat menatap wajah tampan Daniel yang kini menatapnya dengan kasih.

“tidurmu nyenyak, hye?”

Hye sun menganggung perlahan, sembari tersenyum.

“kau terlihat lelah hingga tidak sempat mengganti gaun pestamu” Daniel berujar saat ia sadar gaun pesta itu masih melekat pada tubuh mungil adiknya.

“aku… sudah mencoba melakukannya oppa, tapi… tubuhku benar- benar lelah bahkan jika hanya untuk mengganti pakaian”

Daniel tersenyum, ketika yakin bahwa semalam princess nya dapat memejamkan mata tanpa harus memikirkan lelaki yang telah hadir bagai sebuah kutukan didalam kehidupannya dan hye sun.

“ayo… kita turun, Oppa sengaja membangunkanmu untuk sarapan, Bibi chan…telah menyiapkan hidangan lezat untuk kita” Daniel mengangkat tubuhnya_beranjak dari sisi ranjang.

“tapi…. Aku belum membersihkan diriku oppa, bahkan aku belum menyikat gigiku”
Daniel terkekeh saat wajah polos princess menekuk sembari mengangkat tubuhnya yang terasa berat dari atas ranjang.





“lakukanlah dan oppa…akan menunggumu diruang makan”
Hye sun kembali tersenyum  dan mengangguk, “ne, oppa…”



Dengan perlahan Goo Daniel melangkahkan kakinya menuju pintu, tubuh gagah itu kembali berdiri tegap saat ketakutan itu singgah didirinya, ketakutan atas apa yang  terjadi semalam, saat mimpi buruk seketika hadir didalam tidurnya.

“hye” Daniel kembali menyapa nama itu sebelum meninggalkan ruangan, suara itu terdengar gemetar_ nada yang penuh dengan kegelisahan yang kian berkecamuk, hingga memacu detak jantungnya yang terasa memburu.

“oppa bangga padamu! Oppa…..sayang padamu!” Daniel berujar tanpa membalikkan tubuhnya, menghela nafas sembari menggenggam erat gagang pintu.

Untuk sesaat tidak ada jawaban ….

Namun ketika hendak melangkah lagi, tanpa ragu hye sun membalas ucapan itu_hingga menghentikan langkah Daniel sesaat.

“aku sayang oppa, apapun yang telah terjadi, aku…tetap menyayangi oppa” balas hye sun kali ini dengan nada parau hingga membuat Daniel yakin gadis itu akan menangis.

Tubuh Daniel seketika berbalik sambil tersenyum, “gomawo, telah menjadi adikku yang baik, menjadi kebanggaanku, menjaga kehormatanku” balas Daniel lagi sebelum menutup pintu ruangan tanpa sempat menangkap raut kegelisahan yang kini terukir jelas diwajah hye sun ketika, “dosa kecil” kembali sedikit menghantuinya.


----------



Bibi chan duduk terpaku, dengan pandangan nanar_menundukkan pandangan  ketika Daniel menuruni satu persatu anak tangga. Wajah pelayan tua itu terlihat pucat, dengan tubuh yang gemetar, hingga membuat dirinya tidak mampu lagi untuk berdiri.

“bibi!” sapa Daniel hingga membuat pelayan tua itu kembali gugup dalam ketakutannya.

Dengan cepat ia angkat tubuh tuanya, seolah siap menjadi pelindung bagi princess, saat ia berfikir Daniel mungkin tidak menemukan hye sun dikamarnya.

“bibi….wajahmu pucat, apa…kau baik- baik saja?” Daniel menyentuh pundak bibi chan, mengeluarkan kata- kata penuh kekhawatiran hingga membuat pelayan tua itu sedikit terkejut akan reaksi tuannya.

“tu…tuan….” Bibi chan menatap heran, hingga tidak mampu berkata apapun lagi saat melihat wajah Daniel yang sama sekali tidak berubah, sejak melangkahkan kakinya menuju kamar princess beberapa waktu yang lalu.

“ee…e….sa…saya… baik- baik saja” suara itu terdengar gemetar

 “jika bibi merasa tidak sehat, bibi bisa istirahat. ”

“n..ne…” balas bibi chan dengan nada gugup, diiringi pandangan heran saat lelaki itu tersenyum sembari berlalu darinya.


“aaa, hari yang benar- benar indah, bukankah begitu bibi?” Daniel berujar dengan nada santai saat tubuhnya melangkah menuju ruang makan hingga untuk kesekian kali bibi chan harus mengerutkan dahi, dengan ribuan tanya dihatinya.

“apa yang terjadi ?” dahi tua itu mengkerut,


“PRINCESS!!!”


Dengan cepat pelayan tua itu melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga, seolah meyakinkan diri atas apa yang baru saja terlintas dipikirannya, saat ini.

Dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai keruangan itu, ketika CRAKKKKKKKKKK pintu itu terbuka, hingga membuat hye sun tersentak, saat pelayan tuanya berdiri dengan pandangan terkejut.

“no..nona…” bibi chan berujar sembari melangkahkan kakinya menghampiri hye sun.

“anda dari mana saja?, demi tuhan bibi sama sekali tidak mampu memejamkan mata, bahkan setelah sadar bahwa anda belum kembali” nada itu terdengar kesal.

“tapi…bibi lihat, aku kembali bukan,? Aku kembali dengan cepat, sebelum oppa bangun dari tidurnya” hye sun tersenyum tipis sambil memandang pelayannya dengan pandangan seolah “menyeringai”.

“mianhe…telah membuat bibi cemas” hye sun menyentuh tangan pelayannya untuk beberapa saat, sebelum akhirnya meraih handuk kimono yang terletak didalam lemari.

 “apa… anda… bermalam dikediaman Lee?” suara yang terdengar khawatir sedari tadi, seketika berubah seolah menyelidik.

Dengan cepat bak kilat hye sun membalikkan tubuhnya. Dapat terlihat wajah putih itu seketika memerah bagai tomat ketika pertanyaan itu terlontar dari bibir pelayannya.

“a…aku…a…aku…aku ingin kembali, tapi…tapi…. Minho_sshi melarangku!” hye sun berujar sembari menggenggam erat kimono yang kini ada ditangannya.

“aku hanya menginap bibi, bibi tahu bagaimana sifat minho-sshi, ketika ia menahanku untuk tidak pulang semalam!”

Bibi chan tersenyum kecil mendengar ucapan itu, dan seolah tidak ingin tahu akan urusan puteri asuhnya pelayan itu menghentikan “penyelidikannya” untuk saat ini.

“ya…bibi percaya akan ucapanmu nona”

Dahi hye sun seketika mengkerut “tentu saja, bibi harus percaya tidak ada yang terjadi…. kami….” Mata bulat itu terbelalak lebar “tidakk!,” hye sun menghentikan ucapannya, sebelum melanjutkannya lagi “maksudku….aku…. Hanya membicarakan perceraian yang aku ajukan padanya”

“dan…hasilnya?”bibi chan memicingkan mata diiringi nada suara yang kembali menyelidik

“dia…dia menolaknya, hingga membuatku kesal bibi!”

“tentu saja Mr.Lee akan menolak, sesuai perkiraan saya karena… dia sangat mencintai anda nona”

Hye sun menundukkan pandangannya, mencoba menyembunyikan wajah tomat itu lagi-Berbeda dengan wajah bibi chan yang berubah sendu, dan sembari melangkahkan kakinya ia raih tubuh mungil itu_membawa kedalam pelukannya.

“maafkan…atas tindakan bibi semalam nona… sungguh, bibi tidak bermaksud apapun”

Hye sun menggigit kecil bibirnya seolah malu atas ucapan dan perlakuannya semalam, sembari membalas pelukan itu.
“tidak, bibi tidak harus minta maaf, karena itu bukan kesalahan bibi. Seharusnya, aku tidak bersikap kasar pada bibi semalam” hye sun berujar dengan nada lembut dan manja.

“ah, gadis kecil bibi benar- benar telah menjadi seorang wanita dewasa” bibi chan berkata sembari melepaskan pelukannya_ menepuk pelan pundak hye sun.

“jadi…selama ini, menurut bibi aku belum dewasa!, aku berusia 21 tahun, apa bibi lupa” hye sun memajukan bibirnya

“karena anda telah memilih sebuah pilihan bagi kehidupan anda, melepaskan semuanya_menuruti kata hati membuat bibi berfikir, princess telah menjadi dewasa!”

“maksud bibi?” dahi hye sun mengkerut.

“ayo! Segera bersihkan diri anda nona, saya yakin Tuan Goo menunggu” bibi chan mencoba mengalihkan pembicaraan.

“ne, aku yakin akan mendengar gerutu kecil, oppa karena lama menungguku” balas hye sun masih dengan menunjukkan tingkah manjanya.

“kalau begitu…bibi akan menyiapkan air hangat untuk anda, nona. karena bibi yakin anda membutuhkan air hangat untuk mandi”

“tidak, tidak perlu bibi. Aku…sudah memerintahkan salah satu pelayan untuk menyediakannya” balas hye sun sambil melepaskan perlahan gaun pestanya.

“baiklah, kalau begitu… bibi akan melihat keadaan Tuan Goo, yang mungkin harus  kembali menahan rasa laparnya untuk beberapa menit” bibi chan berujar hingga membuat hye sun yang tengah mengenakan handuk kimononya terkekeh, diiringi keterkejutan kecil saat pelayan itu menangkap sesuatu yang “mencolok” dihadapannya_ketika hye sun membalut tubuh mulusnya dengan kimono.



Dengan perlahan bibi chan melangkahkan kakinya keluar ruangan. Wajah pelayan itu terlihat bahagia, ketika tubuh tua itu sesaat berbalik_menangkap rona kebahagian diwajah hye sun yang sesekali terdengar bersenandung  ketika menyisir rambut panjangnya, yang terurai dan mengikatnya menjadi satu, hingga hanya menyisakan geraian rambut- rambut tipis pada setiap sisi wajahnya.

 “nona”

“ne” hye sun membalikkan wajahnya_menatap pelayan dengan kedua mata bulatnya.

“mmmm…. Jika… selesai mandi… gunakan pakaian yang menutup leher anda. Jangan sampai…tuan Goo, melihat semuanya”  tukas bibi chan enteng, lagi- lagi berusaha menggoda gadis yang kini tengah asyik akan kebahagian yang jelas- jelas ia coba sembunyikan.

Hye sun membelalakkan kedua matanya, pipinya seketika merona ketika menangkap sindiran kecil dari bibi chan. Namun, belum sempat menangkis ucapan itu, bibi chan dengan cepat melangkah keluar diiringi tawa kecil bagai cekikikan_namun terdengar  jelas ditelinga princess.

Mata bulat itu kini bagai memburu, seolah menggambarkan kegugupan, sampai akhirnya-Dengan cepat tubuh mungil itu berlari menuju cermin, menatap pantulan dirinya, dan terperangah saat menangkap tanda merah dileher jenjang putih yang terlihat jelas.

“aishh!!!aishh!!!Minho_sshi!!!! … Minho_sshi!!!” geram hye sun menggigit kecil bibirnya_ diiringi wajah tomat yang semakin tergambar jelas diwajah cantik princess ketika cassanova, “mungkin” telah menjadi bagian dari dirinya.



FLASHBACK I

“aku…melepaskanmu, my princess” bisik minho dengan suara datar hingga membuat hye sun sedikit tersentak dan mengerutkan dahinya.

Hye sun berdiri dengan dua kaki yang gemetar, saat lelaki itu tanpa ragu memerintahkannya untuk pergi. Satu demi satu langkah kaki berat itu menjauhi, meninggalkan hye sun yang berdiri_mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak dan memburu.

“kau mengakhiri permainanmu, minho_sshi?” suara hye sun terdengar parau.

“aku mengakhiri deritamu, hye… bukankah itu yang kau inginkan” balas minho tanpa membalikan pandangan.

Wajah hye sun lagi- lagi mengkerut, entah apa yang ada dipikirannya saat ini ketika “ciuman terakhir” itu seketika sulit ia hilangkan.

“y…ya!, minho_ssi!

Minho_sshi!!!” ulang hye sun saat lelaki itu hanya melangkah tanpa suara- dan menghentikan langkahnya, saat jeritan itu terdengar menggema diruangan.





“syukurlah bahwa kini kau menyerah akan tindakanmu!, seperti yang kau lihat, aku sama sekali tidak pernah terperangkap akan permainan yang kau mainkan, meski aku tahu kau pemain yang sempurna!” hye sun berujar dengan nada kesal, entah apa yang membuat gadis itu merasa kesal bukan main, saat cassanova melepaskannya_meninggalkannya tanpa berpaling sedikitpun.

Minho terdiam mendengar ucapan itu. matanya seolah memandang sendu_menatap sesuatu yang tergeletak diatas piano miliknya, sebuah benda berharga yang tersembunyi di dalam sebuah kotak kecil.




Dengan mencoba tidak memperdulikan perkataan hye sun, cassanova melanjutkan langkahnya, menghampiri piano sembari melepaskan senyum kecut, saat tangannya meraih kotak kecil itu.

“kupikir hadiah ini akan meluluhkan hati isteriku” minho tersenyum sinis, “tapi aku harus mengubur keinginanku, saat aku sadar hadiah ini sama sekali tidak berarti bagimu, hye sun_sshi”

Nada suara itu terdengar parau, diiringi tangan yang perlahan membiarkan setiap jemari mencoba membuka isi didalam kotak jati berukuran kecil_membiarkan sepasang mata sendunya mengamati sebuah benda berwarna hijau, dengan ukiran disetiap sisinya….

“ini milik mendiang ibuku, hadiah dari nenek pada hari dimana ibu menjadi menantu dikeluarga Lee” suara minho terdengar gemetar,

Hye sun yang berdiri mematung seketika terperangah, menggenggam erat kedua sisi gaunnya, sembari membelalakkan kedua bola matanya yang seketika berair saat mendengar ucapan minho, seolah menyesali sesuatu.

“pada awalnya…. Kakek memberikan cincin giok ini untuk Park si yeon, berharap ia akan menjadi pendamping dikehidupanku, wanitaku, milikku, isteri setia bagiku” jemari itu gemetar saat mengamati cincin giok yang kini ada ditangannya “dan pada kenyataannya, dia menghancurkan semuanya, rasa cintaku, kepercayaanku, dan kesetiaanku hye sun_sshi!”

Hye sun terdiam diiringi tatapan penyesalan, penyesalan akan hadiah berharga yang ia tolak sebelumnya,….

“aku sudah melupakan semuanya, dengan menjadikan diriku pendosa, saat rasa sakit itu kian menjalar bagai racun yang mengalir disetiap aliran darahku. Aku tidak ingin ditinggalkan, aku tidak ingin lagi dikhianati, cukup aku yang boleh melakukannya, hanya AKU!!!”

Cassanova mulai mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak, saat harus kembali pada masa lalu yang telah merubah hidupnya. Rintik hujan disertai angin kian terasa menusuk kulit, ketika hembusan itu kembali mencuri masuk disela- sela jendela ruangan yang tertutup rapat.

“aku melakukannya hye, aku melakukannya. Menjadi pemain cinta yang sempurna, tanpa cela dihadapan wanita yang bertekuk lutut dihadapanku, aku bahagia ketika satu persatu kaum hawa menyerahkan diri mereka padaku, mengemis cintaku dan siap menerima ketika aku merasa bosan, dan menjadikan mereka hanya seonggok sampah bekas bagiku!” Air mata minho kembali jatuh. namun dengan cepat ia seka sembari menggenggam erat cincin giok ditangannya.

“dan kau puas akan semua itu, minho_sshi?!” tanya hye sun dengan suara gemetar, diiringi sikap angkuhnya atau mungkin kecemburuan ketika mengingat masa lalu cassanova, bersama wanita- wanitanya.

“untuk sesaat, aku merasa puas!” minho membalikkan tubuhnya, menatap miniatur mungil yang berdiri dihadapannya dengan tatapan sendu.




“saat mereka pergi, tawa bebas akan terlepas dari bibirku, mencoba menghibur diri ketika aku sadar kesunyian dan rasa sakit akan hadir didalam kesendirianku,sampai hari dimana aku menemukanmu hye sun_sshi”

Mata bulat itu kembali mengeluarkan keterkejutan, ketika cassanova kembali menyelipkan namanya dengan nada lembut, dan hati- hati.

“entah mengapa tuhan mengirimkanmu padaku, memainkan pikiranku saat aku menangkap wajah polos yang tersembunyi diantara kedua lesung ketika kau tersenyum” wajah sendu minho sesaat berubah merona seolah menyimpan senyuman itu didalam otaknya hingga membuat hye sun sedikit gugup.

“pada awalnya kau jalan menuju balas dendamku, gadis bodoh mainanku,dan mungkin…. Perhiasan diatas tempat tidurku” suara minho terdengar parau “namun pada kenyataanya kau datang sebagai penghukumku, hye sun_sshi!. Menghukum dosaku, menjadikan aku lemah dihadapanmu, mengalahkan keangkuhan dan kesombonganku akan cinta sejati yang bagiku tidak pernah ada, karena cinta sejati hanya untuk orang- orang bodoh!”

Hye sun menatap sendu….

“dan aku…telah menjadi manusia bodoh, yang mencintaimu” minho menghela nafasnya, menahan air mata dengan membalikkan tubuhnya untuk kesekian kali_menggenggam sisi piano, menjadikan setiap sisi sebagai penopang tubuhnya yang rapuh.




Susana hening untuk beberapa saat, sampai akhirnya suara parau kembali berujar……

“hye…. Bisakah kau mencintaiku seperti aku mencintaimu?
Bisakah kau membuang luka yang pernah aku berikan padamu?”

Hye sun terdiam ketika pertanyaan itu terlontar, wajahnya seketika menegang  diiringi bulir- bulir air mata_ dalam keremangan cahaya, memandang tubuh besar yang kini berdiri membelakanginya, menyadari kerapuhan ketika tubuh cassanova berdiri diantara kedua kakinya yang gemetar “aku mencintaimu…demi tuhan, aku mencintaimu…minho_sshi ” bisik hye sun ketika jarak dan keremangan cahaya “memisahkan” mereka.

CRAKKKKKKKKKK, jendela seketika terbuka lebar ketika angin berhembus dengan kencang_ berhasil menembus ruangan yang tertutup rapat, menerbangkan setiap gorden putih yang menutup jendela seolah membentuk melody suara…

Hye sun memeluk tubuhnya erat ~melipat kedua lengan didada, menggigil….

“haruskah aku menenangkan suamiku, ketika aku yakin…. Ia kini dalam keadaan rapuh?” hye sun menggigit bibirnya ketika rasa itu kian membara didalam dirinya, “tidak…..” gadis itu menggeleng “aku tidak bisa….aku…tidak boleh….”


“aku……..”


TAP TAP TAP, langkah kaki hye sun terdengar perlahan. Wajah pucatnya menunjukkan kegalauan, ketika pilihan lagi- lagi harus ia lakukan untuk kesekian kali.

Dalam hitungan detik, Langkah Terhenti saat lengannya menyentuh pundak minho dengan tangan yang seolah ragu, membalikkan tubuh kekar itu hingga menghadap kearahnya_ menatap wajah itu dengan dalam, menautkan pandangan mereka_pandangan kerinduan….




“aku…tidak bisa mencintaimu….” suara hye sun berbisik dengan parau, diiringi genggaman erat pada sisi gaunnya yang basah, ketika kata- kata kebohongan itu bagaikan ribuan rajam yang kini menghujam jantungnya “Ada…. sesuatu yang menghalangi semuanya minho_sshi, sesuatu yang membuatku tidak bisa membalikkan pandanganku padamu, aku tidak bisa…..”

Minho mengerutkan dahinya, menahan air matanya agar tidak kembali jatuh….

“weo?” tanya minho, “apa karena kakakmu? harga dirinya…. ?!”

hye sun tertunduk, lagi- lagi mencoba menyembunyikan air matanya.

“ apa kau pikir, hatiku tidak terasa sakit hye?, apakah karena masa laluku, maka aku tidak berhak untuk mencintaimu!” suara minho seketika menekan, menahan hasratnya saat lagi- lagi bibir merah ranum itu kini kembali menarik jiwanya, yang rapuh namun liar.

Suasana untuk sesaat menjadi hening, hanya gemuruh kecil yang terdengar ketika amarah seketika muncul dalam pandangan tajam yang seolah tidak ingin melepaskan miliknya.

Sampai akhirnya, cassanova kembali berujar ….

“jadi….kau tidak bisa membalikkan pandanganmu padaku?”

Hye sun menggeleng “tidak”

“walau sesaat ?” minho menatap sinis

“ya, walau sesaat aku tidak bisa! Aku tidak bisa membalikkan pandanganku padamu, aku ingin terus maju tanpa menolehmu, menoleh masa laluku, masa lalu yang menghancurkan kehidupan keluargaku!” suara hye sun terdengar menekan-mencoba menghilangkan kesedihan ketika ucapan itu terasa sangad menyakitkan.

“kalau begitu, pergilah! Pergilah!, aku …. Melepaskanmu…aku…melepaskanmu, hye sun_sshi!” suara minho seketika terdengar bagai jeritan_seolah meluapkan kekesalannya pada gadis berhati batu yang kini berdiri dekat…sangat dekat dengannya….

Hye sun kembali menggenggam setiap sisi gaunnya, ia merasakan jantungnya yang berdebar hebat, diiringi rasa sakit yang luar biasa ketika cassanova memerintahkannya untuk pergi, pergi dari hadapannya, dan mungkin dari kehidupannya.

“kau kini telah melepaskanku, jadi  jangan pernah menggangguku , jangan pernah muncul dihadapanku, walau hanya bayanganmu minho_sshi” suara hye sun terdengar gemetar, namun masih memandang wajah suaminya dengan tatapan dalam, begitupun sebaliknya.

“ya,  jika aku adalah masa lalumu, maka….aku tidak akan pernah melakukannya, hye sun_sshi tidak akan pernah!”

Mereka seolah “saling menghujat”- “saling menolak”, tapi tidak dengan tubuh mereka yang melekat terlihat bagai magnet-intim, tanpa mereka sadari…..


Untuk beberapa saat suasana masih tampak seperti semula, sampai akhirnya….

Hye sun melangkah mundur, menjauhi tubuhnya dari cassanova…..

“kenapa, dadaku terasa sakit…. Sakit…. Sangat sakit…..” bisik hye sun sambil menyentuh dadanya-memukulnya pelan… sembari  melangkahkan kakinya_menjauhi minho yang menatap tajam kearahnya.

“mianhe….mianhe minho_sshi”




Pada awalnya langkah itu terasa berat-bagai tertatih, dan ketika ego seketika masih menguasai- Dengan cepat hye sun melangkahkan kakinya. Air mata mengalir menghiasi wajah cantiknya, ketika kekerasan hati kini kembali membuatnya menderita, menderita akan rasa sakit ketika tidak mampu mengungkapkan kepada suaminya, bahwa dia mencintainya…sangat mencintainya…


aku berdiri, memandang kepergian mu, menatap bidadariku yang melangkah menjauhi, “AKU” masa lalu. masa lalu yang tidak akan pernah kau ingat didalam kehidupanmu, masa lalu yang bahkan tidak kau izinkan mengikutimu., masa lalu yang tidak akan pernah kau ratapi, karena mungkin hanya kutukan bagimu.”

Minho mengepalkan jemarinya_menahan rasa sakit itu untuk kesekian kali.

Jangan pernah kau palingkan wajahmu hye sun_sshi, jangan pernah kau palingkan wajahmu kebelakang, hanya untuk “AKU” masa lalumu.  Karena Jika itu kau lakukan……maka…..”

Bisik hati cassanova seketika terhenti, saat hye sun menghentikan langkahnya, berdiri kaku dimuka pintu, sembari terisak pelan…..

“hiks…hiks…” princess menangis terisak, seolah berat meninggalkan “masa lalu” hingga tanpa diduga, wajah pucat itu seketika berbalik, menatap cassanova dengan pandangan yang dalam penuh rasa kesal dan amarah, diiringi  bulir bulir air mata yang menghiasi wajah pucatnya.

 “bodoh!” bisik hye sun.





Dahi minho seketika mengerut, akan “pandangan” hye sun padanya. Pandangan berbeda, yang seolah memerintahkan “ bawa aku padamu minho_sshi, jangan biarkan keegoisanku, membawaku pergi!bawalah aku…!”

Tiba- tiba, cassanova meletakkan cincin ketempat semula - diiringi pandangan ketidak percayaan, sebelum akhirnya....

Dengan cepat langkah minho mengikuti, mengikuti gadisnya yang siap melangkah menjauhi, seolah menyelesaikan “jeritan hati” cassanova yang  tertunda, menunjukkan kembali siapa yang berkuasa, ketika ia yakin hye sun menginginkannya lebih dari apapun.

Dan ketika pintu ruangan hampir tertutup………………….



Hye sun tersentak saat lengan itu menariknya, mendorongnya kepintu ruangan, hingga membuat pintu itu tertutup rapat_dan siap “ikut andil” dalam menawan tubuh mungilnya ketika ia sadar tidak ada jalan baginya untuk keluar. Ia tidak rasakan apapun lagi ketika tubuh minho membawanya kembali kepelukan_yang mungkin terasa bagai terali besi, ketika lengan tubuh itu mendekapnya intim.

Mata bulat basah itu terbelalak, mungkin terkejut atau mungkin…. Merasakan sensasi ketika bibir tebal itu tiba- tiba berbisik ketelinganya, kembali membangkitkan bulu roma seolah menyesali tindakan, ketika ia mengingkari ucapannya sendiri, akan “masa lalu”.

“jangan pernah palingkan wajahmu pada masa lalu hye, karena jika itu kau lakukan maka masa lalu akan mengikuti…dan…tidak akan melepaskanmu! Tidak akan pernah!!!”

Minho berujar sesaat sampai akhirnya, ia kunci bibir hye sun dengan ciumannya…

“untuk kesekian kali, minho kembali mendesak ketika bibir itu sedikit terbuka dihadapannya. Memberikan Ciuman yang terasa lembut, namun liar ketika lengan kekarnya merengkuh pinggang hye sun-mendekap erat, membawanya seolah menari ketika minho sadar gadis itu “tidak menolaknya” sedikitpun. Lidahnya bermain liar, saat merasakan penolakan yang sementara-hingga kepasrahan yang tiba- tiba muncul dalam diri hye sun, saat ciuman itu terasa manis dan gamblang”

“mi…minho_sshi” desah hye sun ketika lelaki itu memberikannya sedikit kesempatan untuk bernafas, diantara kedua cuping hidung yang menyatu, sebelum melanjutkannya lagi.

“bibir minho kembali melumat dengan liar, ketika ia merasakan sensasi yang luar biasa dalam ciumannya. Mata bulat princess yang terbelalak akan ciuman itu perlahan semakin sendu_ terpejam mengikuti melody-menikmati ciuman yang semakin membakar tubuh mungilnya ketika tubuh kekar itu mendekapnya, mendekapnya dengan intim_merasakan detak jatung yang kini seirama ketika ciuman itu terasa semakin menekan dan menuntut.

Lidah minho bermain disetiap sudut bibir “gadisnya” yang terasa manis, membawanya melayang_ menjadikan ciuman itu bagai alcohol yang memabukkan. Ketika Hye sun merasakan sengatan aneh untuk kesekian kali saat minho memberikannya sambaran lidah yang terasa indah.


“kenapa…kenapa aku seperti ini, tubuh…ku, tubuh…ku…terbakar…a… aku…tidak…bisa bernafas…” hyesun mengerang
“ mi…minho_sshi…a…apa..yang…kau.. lakukan….” bisik hye sun yang semakin bergairah saat tangan itu kini bermain disetiap jengkal tubuhnya. Menyentuhnya secara hati- hati, sembari sesekali menggelitik pinggangnya- memainkannya_seolah bagai tuts-tust piano, yang mengalunkan melodi yang indah diiringi desahan kecil yang tertahan-hingga terdengar sexy ditelinga cassanova.

“aakh….” Desah hye sun- gemetar, saat tangan kekar itu, menyusur pada setiap jengkal tubuhnya dengan erotis.

“mi..min…ho_sshi, le…lepaskan….” Hye sun mencoba menipu diri untuk kesekian kali meski gairahnya semakin memuncak saat cumbuan cassanova telah mengikat jiwanya.

“le…lepaskan” ulang hye sun, lagi- lagi dengan nada mendesah.

Minho seketika membuka matanya disela- sela ciuman yang sesaat lalu bermain diseputaran jenjang leher isterinya, menatap wajah kemerahan princess- memandang matanya yang masih terpejam_ Dan seolah ingin menjadi suami yang “baik” cassanova menuruti ucapan itu, melepaskan ciumannya_lebih tepatnya memberikan gadisnya udara untuk bernafas- sesaat.

Tubuh hye sun yang melemah, seketika tersadar lagi- lagi merasakan keterkejutan ketika cassanova melepaskan gairahnya_sembari mengatur nafasnya yang tersengal.

“masih menolak ?” minho berujar sembari terkekeh ketika merasakan genggaman erat hye sun pada kemeja yang membalut tubuhnya_ “sadarkah bahwa kau mencintaiku hye sun_sshi? “ tanya minho dengan suara serak_dan entah mengapa menurut princess suara itu terdengar sexy.

“ti…dak… aku…tidak…. Mencintai…mu” hye sun mendesah_menahan gairahnya saat bibir cassanova hanya berjarak beberapa senti dari bibirnya.

“lalu kenapa menoleh lagi ? merasa berat meninggalkanku ?” bisik minho diiringi kecupan hangat sesaat pada sisi bibir hye sun yang gemetar hingga membuat hye sun tersentak untuk kesekian kali.

“le…lepaskan..o…oppa menungguku!” balas hye sun kali ini dengan nada angkuh_ namun masih menggenggam erat kemeja minho, yang tanpa hye sun  sadari tengah beraksi akan resleting yang melekat pada gaunnya.

Minho tersenyum simpul- kembali berbisik- mengeluarkan suaranya yang seolah menyeringai “alasan yang sempurna, babe!”

BRETTTTTTTTT, mata hye sun terbelalak lebar ketika  terdengar suara resleting gaun yang terbuka, mempertontokan keindahan punggung hye sun yang putih bagai magnolia, ketika minho membalikkan tubuh mungil itu_hingga membelakanginya, mendekap intim_ dengan pelukan erat pada pinggangnya, -merasakan aroma khas violet dari tubuh isterinya.

“apa … yang kaulakukan!” hye sun menjerit sembari menahan “setengah” gaun yang masih membalut tubuh dengan tangannya.

“ haruskah aku bertindak tegas akan dirimu hye ?” bisik minho sembari terus membelai lembut tubuh hye sun dengan lidahnya. “mi…minho_sshi” desah hye sun ketika jilatan halus itu berubah menjadi kecupan lembut di punggung nya_kecupan bertubi namun perlahan dan sangat hati- hati, menjadikan setiap jengkal kulit mulus itu adalah miliknya yang terindah.

Hye sun kembali memejamkan matanya_ merasakan sentuhan yang terus bermain di punggungnya yang terbuka-lalu beralih ketengkuknya, hingga pundak-perlahan…diiringi gigitan kecil - membuat gadis itu mendesah pelan.

Hingga tanpa princess sadari_ia sangat menikmati semua cumbuan nakal yang diberikan cassanova kepadanya bahkan sampai ketika lelaki itu kembali membalikkan tubuhnya_mensejajarkan pandangan mereka sesaat sebelum akhirnya mengecup jenjang leher gadisnya secara hati- hati_ membuat darah hye sun berdesir ketika kecupan itu kembali menjadi lumatan dan gigitan kecil yang membuatnya mengerang…..

“he…henti…kan” tolak hye sun namun mengangkat kepalanya_memberikan keleluasaan bagi minho untuk terus menikmati leher jenjangnya_ menikmati aroma tubuhnya, menyusuri lekukan dadanya yang sempurna…. hingga tanpa ia sadari tangan mungil nya kembali mencengkram erat punggung cassanova, diiringi desahan hebat- memeluknya – mengizinkan semuanya, sampai ketika gaun itu terlepas penuh dari tubuhnya.


END FLASHBACK




Pukul 8.oo Pagi, Seoul

Hye sun berlari kecil, sambil sesekali menoleh kebelakang_ mencoba mencari tahu, bahwa tidak ada orang lain yang mengikutinya. Nafasnya tersengal, saat perasaan “malu” belum juga hilang dalam pikirannya, sejak kejadian malam itu- kejadian yang membuatnya tidak keluar rumah selama beberapa hari, menawan tubuhnya sendiri, dan berfikir panjang jika harus melangkah keluar hari ini.

Hingga sebuah mobil mewah, berhenti didepannya_menghentikan langkahnya.

Mata bulat princes seketika terbelalak saat  Tubuh gagah berbalut jas abu- abu itu perlahan keluar dari mobil_ketika sang supir membukakan pintu untuknya.




“mi…minho_sshi ?” suara hye sun terdengar gugup, diiringi senyuman manis cassanova.

“mau kekampus ? naiklah! Aku akan mengantarmu” minho mengedipkan matanya-nakal.

“ti…tidak, a…aku akan pergi kerumah gaul, dia menungguku. Jadi…kita bertemu dilain waktu, ok!” hye sun merasakan pipinya memerah, sembari menundukkan wajahnya- princess dengan cepat melangkahkan kaki- mencoba tidak memperdulikan minho yang berdiri bagai tembok dihadapannya_ hingga membuat lelaki itu sedikit kesal dan menarik lengan gadisnya.

“sudah lima hari, kau masih malu jika bertemu denganku” tukas minho sembari menggenggam arat lengan isterinya.




“b….bwo?, malu?!!! Tidak, aku tidak malu….bahkan…akupun…tidak ingat!” ujar hye sun hingga membuat wajah minho semakin menekuk, “ti…tidak, ingaat…!” pekiknya.

“bukan!, ma..maksudku….a…aku …” belum sempat melanjutkan ucapannya, dengan rasa “geram” minho menarik tengkuk hye sun dengan tangannya tiba- tiba_menangkap bibir mungil itu, hingga hye sun tidak sempat melakukan penolakan seperti biasa_ketika bibir tebal cassanova kembali menguasai bibirnya akan ciuman yang lagi- lagi semakin menuntut, membuat supir young mengalihkan pandangan karena sedikit “risih” akan pemandangan dihadapannya.




“aku merindukanmu, sayang….” Bisik minho setelah beberapa menit merasakan bibir manis isterinya.

Hye sun tertunduk, mencoba menyembunyikan wajah tomatnya, saat cassanova baru saja melepaskan ciuman nakal sembari terus memandang kecantikan isterinya.

“rasa yang sama, ketika aku menciummu lima hari yg lalu-manis, sangat manis…” suara minho terdengar serak, menatap bibir itu lagi- membangkitkan gairahnya untuk kesekian kali.

Dan tanpa berfikir lagi….


“ayo” dengan santai minho menarik lengan hye sun- mencoba menahan gejolaknya atas gadis itu,sembari berjalan kearah mobil - membuka pintu mobil.

“ma….mau kemana ?” tanya hye sun.

“aku akan membawamu kesuatu tempat!” jawab minho sembari membawa tubuh itu masuk meski dengan sedikit paksaan kecil- hingga tubuh itu menurut akan perintahnya.

“dia…terlihat gagah hari ini” bisik Hye sun sembari terus menatap wajah minho yang berjalan menuju pintu mobil sebelah kiri, ketika supir young membukakan pintu untuknya.




TUP terdengar pintu mobil yang ditutup_diiringi pandangan cassanova  saat telah memasuki mobil. Menatap wajah cantik hye sun yang seolah  masih menyimpan ribuan tanya….

“ ini akan menjadi perjalanan kita yang pertama, hye…. “ minho tersenyum “dan aku yakin kau akan menyukainya….” Kedua mata tajam itu kembali berkedip- nakal, hingga untuk kesekian kali princess harus menahan semua pesona, yang harus ia lawan ketika CASSANOVA, kini berada disampingnya.


------------------------


“aku merindukannya” bisik wanita yang kini tengah memandang langit dari jendela apartmentnya.

“apa dia…merasakan hal yang sama padaku?” dahi wanita itu mengkerut, sembari menggigit kecil bibirnya, mencoba menahan air mata yang kini menetes disalah satu sudut matanya.

“bodoh!, jika harus menangisimu!” bisiknya lagi dengan wajah angkuh, sembari menyeka air mata itu.

“ketika dua pilihan itu pernah terasa nyata bagiku, ketika semua dengan mudah aku dapatkan, seketika itu pula…semua hilang terbawa angin” wanita itu tersenyum sinis.

“huh! Kau kini telah bahagia akan pilihanmu meski aku tidak pernah yakin…. Kau telah melupakanku, dengan mudah! Wajah cantik itu menekuk, hingga menunjukkan urat- urat kecemburuan- kegelisahan.

“Haruskah…aku merebutmu kembali, haruskah….aku memenangkan hatimu lagi saat aku sadar…..bahwa aku ….. “mungkin” mencintaimu ?”

Wanita itu mengangkat tubuhnya, yang sedari tadi hanya bersandar disisi jendela_ melangkahkan kakinya  “mungkin…aku harus!, bahkan aku ingin tahu seberapa kuat rivalku!”

BUKKKKKKKK ia rebahkan tubuhnya disofa.

“tapi…bagaimana caranya?, aku bahkan tidak tahu” wajah cantik itu kembali mengkerut, sampai akhirnya….

“wishky, aku butuh wishky” bisiknya datar ketika memandang sebotol wishky yang ada dihadapannya

“setelah minum wishky, aku yakin…akan menemukan caranya ….aku yakin itu” bisiknya meraih botol wishky sembari mencoba menenangkan diri ketika kesunyian kembali menemani hari- hari sang lady.


-----------------------------------




Hye sun mengalihkan pandangannya, ketika cassanova masih terus memandangnya selama setengah perjalanan yang hampir membawa mereka kesuatu tempat yang masih belum ia ketahui.

Minho yang sadar akan kegundahan isterinya, mencoba menggoda gadis itu ketika tubuh besarnya bergeser- seolah memeluk intim tubuh yang terbujur kaku, dengan mata yang hanya terfokus pada satu arah!

“hye…” bisiknya, sembari mengecup pundak hye sun secara tiba- tiba.

“we…weo?!” hye sun mencoba menggeser lagi tubuhnya, hingga kini terlihat seperti tubuh yang menggigil- ketakutan, atau tepatnya malu!

“kenapa tidak pernah menjawab telp maupun pesan ku?” mata tajam itu melirik nakal  “can you explain to me, babe?” bisik minho tepat ditelinga isterinya-membuat darah hye sun kembali berdesir hebat.

“mi…minho_sshi!, hentikan sikapmu!” suara hye sun menekan- kesal, melirik supir young yang mungkin hanya asyik dengan kemudinya.

“kau belum menjawab pertanyaanku hye!” minho berujar santai- tidak peduli akan kegugupan isterinya saat ia mencoba memainkan jemarinya lebih “nakal” lagi.

“a…aku sibuk, tidak punya waktu!” jawab hye sun sembari menyingkirkan lengan minho yang kini bermain diwajah, hingga beralih keleher jenjangnya.

“tidak punya waktu?” dahi minho berkerut. “meski untuk suamimu yang tampan ini sayang?” hye sun yang mengarahkan pandangan keluar jendela sedari tadi- dengan cepat mengalihkan pandangannya kearah minho “tampan?” terdengar tawa kecil dari bibirnya. “kau jelek minho_sshi!, bahkan aku benci jika melihat wajah mesummu!”

Minho memicingkan matanya, ….

“heiiii, ada apa Ny.Lee?, bukankah lima hari yang lalu kau katakan bahwa aku suamimu yang tampan, gagah, dan mempesona!” hye sun melirik tajam mendengar ucapan itu “apa kau lupa hye?” sambung minho dengan nada menggoda.

“saat itu aku terbawa suasana minho_sshi, hingga menganggap bajingan mesum sepertimu adalah suami tampanku!” jawab hye sun enteng.

“bajingan…mesum? Minho menggigit kecil bibirnya  “terbawa…suasana ?”  tukas minho lagi- mengulang ucapan “menyakitkan” isterinya, dan perlahan menjauhkan kepalanya beberapa senti dari hye sun- hingga membuat gadis itu merasa lega bukan main.


.

.


“me.., mengapa…. Ia memandangku seperti itu…., d…dia… marah ?” hye sun melirik wajah minho sesaat- sebelum mengalihkan pandangannya lagi “Dia marah!!! oh tuhan…se…seharusnya, aku …tidak berkata seperti itu….” bisik hye sun ketika suasana terasa hening – diiringi pandangan tajam cassanova pada tubuh mungil isterinya.


DEG DEG DEG  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425


Jantung hye sun seketika memburu, ketika…, wajah itu mendekat untuk kesekian kali. Dan seolah tidak peduli akan ucapan kasar isterinya, cassanova kembali “melancarkan serangan” saat bibir tebalnya mengecup pipi hye sun perlahan, dengan beberapa kecupan lembut-memacu adrenalin, hingga sebuah bisikan kembali menghentikan semuanya, namun tidak dengan keinginan cassanova, ketika hye sun sadar suaminya, menginginkannya….. lagi.

“kalau begitu…aku ingin mengulang kembali “suasana” dimana kau bisa memujiku dengan bibirmu, sayang” bisik minho sembari menggigit kecil daun telinga hye sun- membuat tubuh gadis itu mengejang dan mengangkat bahunya- menahan rasa geli.

“a…apa…ma….maksudmu ?” hye sun memandang “takut” ketika minho hanya diam tanpa menjawab – tersenyum licik, diiringi kedipan kedua matanya, untuk kesekian kali.


“you are mine, princess”  bisiknya dalam hati


FLASBACK II

Hye sun mencoba mengutuk sikapnya yang hanya diam ketika minho membawa tubuhnya kesebuah sofa berukuran besar_ yang ada diruangan itu. pikirannya terasa kosong, dan hanya memandang satu wajah, CASSANOVA.

Minho menatap wajah itu dengan pandangan lembut, tenggorokannya terasa kering ketika kedua mata tajamnya, menatap tubuh indah hye sun yang hanya berbalut pakaian dalam.

“untuk pertama kali aku menatap wanita paling indah didalam hidupku” bisik minho sembari memandang wajah sendu yang memerah, dihadapannya.

Dengan hati- hati ia rebahkan tubuhnya- diatas tubuh “kapas” itu, dan menjadikan siku lengan sebagai penyanggah untuk sesaat.  Mencoba menahan agar dadanya yang bidang tidak menindih tubuh hyesun.

Ia tatap bibir mungil isterinya dengan lembut, menyentuhnya dengan jemari -dan Perlahan, menundukkan wajah_mendekatkan pandangannya untuk kembali mencicipi bibir manis yang terbuka, menggoda dan bergairah.

HYE SUN

“aku tersentak, seolah tersadar- ketika bibir itu menyentuh, mencoba mencari dan  bermain dengan lidahnya, menyesap…. Hingga membentuk sengatan hebat ketika ia menggigit bibir bawahku, dengan lembut. Aku tersentak- lagi- lagi mendesah dalam ciumannya, tapi terdiam, terperangkap dalam kenikmatan, saat lidah itu kini menerobos masuk kedalam setiap rongga mulutku, diiringi gigitan lembut, untuk kesekian kali- yang semakin memacu adrenalinku….

Entah mengapa aku lakukan, meski sesaat wajah oppa terbersit lagi diotakku. Apakah aku egois ? apakah aku bukan adik yang baik, ketika pilihanku harus mengarah pada musuh yang kini tengah asyik memainkan cumbuannya pada setiap lekuk tubuhku……

Keangkuhanku seketika sirna akan ucapannya yang menurutku tulus, ketika kebebasan ia berikan padaku, namun masih membiarkan borgol cinta itu terkunci didalam hatiku— aku bisa lepas, aku bisa bebas, namun mengapa menjadi tawanannya akan terasa lebih indah, bahkan sampai saat ini. ketika jemarinya dengan gagah bermain disetiap jengkal tubuhku, dan menyusur pada dadaku yang kini seolah menegang- membuatku mengerang sembari menggigit kecil bibirku ketika….
 
Ia lepaskan penutup pertama dari tubuhku, “indah” bisiknya dengan suara serak dan terdengar sexy. Aku hentikan cumbuannya sesaat- menahan bibirnya dengan tanganku, bibir yang mungkin akan mengarah pada dada yang kini tanpa penutup dihadapannya, ketika wajahku memerah--- malu atau marah, aku tidak tahu….

“aku akan berhenti, jika kau meminta” bisik minho  yang lagi- lagi membuatku merasa bingung akan sikapnya, yang seolah bertindak licik ketika gairahku menjadi gelora yang tak terbendung saat menatap kemeja_dengan dada bidang yang terbuka, diiringi cumbuan yang sesaat lalu terasa menggila.

Kuraih wajah tampannya, dengan kedua tanganku, memandang matanya…hidung mancungnya- nafasnya yang beraromakan mint, …

“i…ini yang pertama” suaraku hampir terdengar melemah. “aku tahu… karena memang kau hanya tercipta untukku” jawabnya diiringi kecupan lembut didahiku- memandang dalam mataku.

“a…aku takut…” bisikku lagi, lebih tepatnya meyakinkan hati ketika aku yakin- malam ini aku adalah miliknya. “aku…akan lakukan perlahan” jawabnya membuat hatiku tenang tapi tidak dengan air mata yang perlahan menetes disudut mataku.

“sarange, hye” bisiknya pada daun telingaku, diiringi usapan lembut pada wajahku ketika ia sadar aku menangis.
  
“percayalah padaku…. Semua akan menjadi indah ketika kau yakin…bahwa dirimu mencintaiku…hanya…mencintaiku…. ”

Hye sun mendesah ketika untuk kesekian kali bibir tebal itu menenggelamkan hasratnya pada bibir merahnya yang gemetar. Kali ini terasa menekan, memainkan lidahnya dengan mahir, diiringi sentuhan nakal nan erotis pada setiap lekuk tubuhnya, dadanya yang semakin membuat tubuh princess mengejang.


“mi…min…ho…_sshi” desahnya, ketika tubuh kekar itu kini hanya menggunakan satu lengan penyangga_menundukkan wajahnya- menatap salah satu keindahan tubuh yang ada dihadapannya. Dan….

Hye sun mencengkram erat sisi sofa, ketika cassanova dengan perlahan menjentikkan puncak dada dengan lidahnya.

“mi.. minho….sshi…, min…ho…sshi…” hanya itu yang terlontar dari bibir hye sun saat cassanova mulai mencumbu dadanya dengan lembut_ membawa tubuhnya melayang….seolah tidak ingin kembali lagi kebumi, ketika kenikmatan itu ia rasakan untuk pertama kali didalam hidupnya….


HYE SUN

“tangan itu menyusur pada setiap jengkal tubuhku kali ini terasa lebih liar dan berani, begitu juga dengan bibirnya- yang kini bermain menyusuri jenjang leherku, dan perlahan beralih, menusuri disetiap puncak dadaku yang kian mengeras- ketika dengan lembut ia gunakan lidahnya yang semakin membuatku tak berdaya. Apakah semua wanita merasakan sensasi ini ketika bercinta?” terbesit pertanyaan nakal dibenakku.

Beberapa menit hanya cumbuan itu yang aku rasakan- hingga membuat perubahan yang aneh ketika salah satu bagian tubuhku terasa berdenyut, denyutan yang mungkin pernah kurasakan sebelumnya, denyutan yang terasa liar seolah menginginkan sesuatu yang bukan hanya sekedar cumbuan….”


Dengan berani ia tarik kemeja yang membalut tubuh minho-membuat lelaki itu terkekeh akan sikap gadis polosnya. “tidak adil!” bisik hye sun dengan nada serak, “weo ?” balas minho.

MINHO

“meski ragu aku bisa merasakan bahwa ia menginginkanku, mungkin…sejak lama…, ketika isteri cantikku mulai memainkan jemarinya pada kancing kemejaku dan membukanya….  “tidak adil?” apakah tidak adil baginya, ketika keindahan tubuhku masih tertutup dengan baik, sedangkan tubuhnya…. Terpampang nakal dihadapanku ?”

Perlahan, ia angkat kepalanya, mendekatkan wajahnya, mencoba mengambil alih “kekuasaanku".

Dan Dalam hitungan detik  bisa aku rasakan sambaran bibir merah yang seketika membuatku terkejut-mengejang, luar biasa…

“ katakan ini mimpi, ketika ia menciumku dengan nakal, sembari menyusuri dada bidangku dengan tangannya- menyentuhnya lembut .“apakah aku bermimpi ? ketika ia memberikan jalan bagiku untuk memilikinya secara liar dan utuh,
“hye…” bisikku disela- sela bibir mungilnya yang perlahan berhenti melumat bibirku. “sa…sarange” bisiknya, dengan nada mendesah, tanpa ragu- dengan mata yang terpejam, diiringi nafas yang tersengal, hingga membuatku tersadar bidadariku begitu menginginkan diriku.

“la…lakukanlah” bisiknya dengan wajah yang memerah, saat aku merasakan gairah gadisku kini sudah tak tertahan! -

Membuat Aku tersenyum, sembari mendorong tubuhnya yang terasa hangat, diantara hembusan angin yang kian menusuk dingin tubuhku. “tidak akan menyesal?” tanyaku seolah masih tidak percaya, “tidak” bisiknya sembari menggeleng. “berhenti bila menganggap ini hanya dosa dan kesalahan terindah hye” tukasku kali ini mencoba meyakinkannya. “dosa ?” dahinya mengkerut “bukan dosa, ketika aku…. Menginginkan cinta suamiku” jawabnya hingga membuatku tersenyum, dan perlahan mengecup kedua lesung yang kini ada dihadapanku.


“sarange…..sarange, hye….”


HYESUN


“dengan erat tubuh kekar itu memelukku, menyatukan tubuhnya hingga membuat aku bagai gadis pelacur dihadapan suamiku, ketika aku merasakan cumbuan terindah dari “masa laluku”- lelaki yang menjadi “musuhku”. Aku kembali mengerang ketika permainan itu terasa semakin jauh- saat tangannya kini menyusur, membelai halus kaki jenjangku- menyusur ke paha- dan kini menyelinap masuk pada penutup terakhir dari tubuhku…

Aku gigit bibirku lagi, merasa malu? Menikmati? Entahlah…semua menjadi satu ketika aku merasakan tidak ada sehelai benangpun yang menutupi setiap jengkal tubuhku- dan mungkin…tubuhnya - Aku malu jika harus melihat cassanova tanpa busana.

“kau begitu indah sayang” bisiknya “magnoliaku…. bidadariku….milikku” bisiknya lagi,  sembari terus mencumbu tubuhku -melantunkan pujian indah, hingga aku merasa… ada gairah besar didalam suara itu, yang membuatku bergairah.

Hingga akhirnya, …


Sesuatu yang lain mencoba masuk kedalam tubuhku. Nafasku tercekat, tenggorokanku terasa kering, saat cassanova mulai menunjukkan keperkasaannya, keperkasaan yang perlahan mencoba masuk- menembus salah satu tubuhku yang sedari tadi telah berdenyut_ denyutan hebat yang kini berubah menjadi rasa sakit- ketika keperkasaan itu perlahan menghujam “denyutan” - dalam.


“akhh” hye sun menjerit parau, air matanya kembali menetes, sembari dengan cepat menutup bibirnya- dengan epelan tangan kanannya, yang sedari tadi hanya terpusat pada punggung cassanova.

“hye” desah minho, dengan matanya yang berair- seolah merasakan rasa sakit akan tubuh hye sun yang seketika mengejang- ketika keperkasaan itu telah menyatu kedalam tubuhnya.

Perlahan ia singkirkan epalan yang masih menutup bibir mungil hye sun. “mianhe, hye…” bisik minho, diiringi ciuman lembut- yang semakin lama semakin menuntut hingga membawa rasa sakit itu menjadi kenikmatan yang luar biasa- saat tubuh gagah itu kini bergerak pada tubuh hye sun, yang kini telah tertanam jauh didalam dirinya, mendesak berani, menarik tubuh mungil itu lebih dekat lagi.

Untuk beberapa saat hye sun mengikuti permainan itu dengan “rasa takut” pada awal, yang lama kelamaan berubah menjadi kenikmatan ketika pinggulnya mulai ingin sesuatu yang lebih, lebih dalam- dan cepat.

HYESUN


“rasa apa ini ??? inikah syurga dunia itu, ketika aku sadar tubuhku melayang dalam setiap cumbuan dan  keperkasaan yang kini tertanam ditubuhku ?

Ia mulai memimpin, menunjukkan kekuasaannya pada tubuhku, hingga membuatku berfikir, “bagaimana rupaku ketika aku mengerang, mendesah hebat tanpa malu dihadapannya”.

Gerakannya perlahan-namun membuatku menggila, desahanku tertahan ketika bibirnya kembali menjamah.
Dan ketika semuanya semakin liar- bergairah… Aku buka mataku, sembari menatap peluh didahinya- menyentuh cuping hidungnya-tersenyum…. “aku mencintaimu- minho_sshi, aku mencintaimu” bisikku, diantara gerakan yang terasa erotis pada tubuhku…

Mata tajam itu berkedip, lalu tersenyum- dan seolah menikmati gerakannya, tanpa ragu ia tautkan kembali bibir tebal itu pada bibirku, menjawab ungkapan cintaku dengan cumbuan dalam sentuhan yang kini terasa bagai nyala api, ketika tangannya, bibirnya, lidahnya- menjadi penguasa atas tubuhku”


Dan ketika semua keinginan itu telah tercapai, terdengar erangan halus dari bibir cassanova ketika ia merasakan kenikmatan yang bergabung dengan hye sun dalam klimaksnya, diiringi rintik hujan yang mulai reda, dan hembusan angin dari cela jendela yang terasa semakin menusuk kulit.

“minho…sshi” isak hye sun, meraih tubuh kekar itu- membawanya kedalam pelukan, diiringi rengkuhan erat kakinya pada pinggang cassanova- seolah tidak ingin melepaskan kenikmatan syurga itu.

Minho tersenyum- ketika tubuhnya masih melekat erat pada tubuh mungil isterinya. Ia sadar gadis itu mencintainya- begitu pula dirinya. Dan seolah tidak ingin menyakiti tubuh mungil itu lebih lama, perlahan…cassanova mengangkat tubuh kekarnya, menjadikan siku lengan sebagai penyangga - diiringi tatapan lembut dari pancaran sinar kebahagian yang tergambar jelas dimatanya.

“terima kasih, telah mengizinkan aku memilikimu, memiliki semuanya….cintaku” Suara itu terdengar parau.

Hye sun tersenyum, dan perlahan membelai garis bibir tebal suaminya dengan jemari…

“ terima kasih, telah menjadi bajingan mesumku, bajingan mesumku yang terindah, minho_sshi” balas hye sun dengan nada santai – menatap mata itu dalam, diiringi kekeh kecil minho,  ketika ia sadar … cinta sejati kini telah berpihak kepadanya.



END FLASHBACK




END CHAPTER


Enjoyy ya sistaaaa, mian jika menunggu lama....
mohon maaf apabila ada kata -kata yang tidak berkenan ye.... [heh] [heh] [heh]

kritik, saran ditunggu.....



AKHIRNYA........... SELESAI SUDAH CHAP TERSULIT INI!!!  [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: March 01, 2012, 09:54:46 am by hye sun »



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2431 on: March 01, 2012, 10:03:07 am »
 [on] [on] [on] [on] [on] [on] [on]

sist Hye..saya terharu,mupeng,dan bahagia.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

malam terakbar,perbanyak scene kayak gini ya sis...hehehhehhhe.. [hmpfh] [hmpfh] [on] [on] [on] [on] [on]

thank you udh diupdateeee dan lanjutkan!!!!!!! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline ayu uya minoz minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 7
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2432 on: March 01, 2012, 10:45:13 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] akhirnya nona Goo,,eh salah Nyonya Lee jebol juga cuy  [clap] [clap] [clap] [clap]
paling seneng dah sama chap yang ini [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes]
si Hye Sun pake malu-malu [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] padahal nepsonk juga ma hubby nya  [bav] [bav] [bav]
gomawo banget dah update
chap selanjutnya kayak gini juga ya sist [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes]

Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2433 on: March 01, 2012, 05:31:13 pm »
GOMAWO.......HYE UDAH DI UPDATE

Akhirnya,,,,hye sun menyerah juga.

 seneng banget sm moment yang satu ini,,,,

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

BINGUNG,,,mau koment apa lagi,,,he,,he,,, he........



Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2434 on: March 01, 2012, 06:56:38 pm »
hatiku gembira krn hye sudah jebol@alalagubonekaindia@,suka.suka.sukaaaaaa bnget ama chap ini..thanks mak casa..aduh itu PD uda brani ngelumat lakinya duluan uda ga tahan ya non,mrk mau honeymoon ya tpi diam2 biar ga ketauan oppa?...next chap hrs lebih romantis ya dan tentu aja 2mgg 7hr lgi..ok mak casa, [lovestruck]

Offline minhye

  • Newbie
  • *
  • Posts: 89
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2435 on: March 01, 2012, 08:15:36 pm »
mamy casso thanks ya udah diupdate....aw [on] [on] [on]..aw [on] [on] [on]... akhirnya terjadi jga kisah cinta bang cassa and princess doll.. [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

jadinya kisah cinta tanpa diketahui oppa daniel yach...diem2 gitu... [hmff] [hmff] [hmff]

trus mau dibawa kemana tuch bininya masa dibilang perjalanan pertama kita ..dibawa kabur ye...

truskan ya sista makin seyu azaaaaa.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2436 on: March 01, 2012, 10:19:18 pm »
eonni makasih banyak updatenya yang penuh kejutan ini  [flowers]  [flowers]
setelah berargument masing" akhirnya P.doll menyerah juga  [hmpfh] HORE  [clap] P.doll sudah jadi hak paten cassanov aka suami tercinta  [love eyes] walau awal" ada keraguan tapi.. ujungnya P.doll menyerahkan dan mengakui cintanya terhadap suami  [lovestruck] tapi.. gelar BAJINGAN MESUM nya belum lepas juga ya  [hmff] , JEBOLNYA penuh dengan romantica cassanov berusaha meyakin hati istrinya yang kelihatan keraguan  [dry], ENGGA bisa berkata apa" lagi neh selain kebahagian buat pasangan yang di mabuk CINTA  [love eyes] , kira" mau kemana cassa membawa istrinya  [chin] mau mengulang kemesraan yang lima hari lalu lagi ya  [drool] , apa jadi toh kalau danniel oppa tahu kalau adik tercinta sudah jadi milik seutuhnya cassa  [goodgrief] , itu si LD park mau menyusun renc [goodgrief]na apa lag [goodgrief]i  [angry] belum jera juga ya  [head break] ,

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2437 on: March 01, 2012, 10:53:06 pm »
aku masuk CM tadi pagi, eh,,, liat si pangeran pencuri hatiku sudah update.... langsung aja capcus,,, tapi tapi, bacanya tersendat sendat,,,, keputus putus gara2 banyak hambatan....
alhasil bacanya baru kelar sekarang....



syukur ye,,,  [briggin] author yang atu ini bikin ane mesem mesem sendiri,,,,  [AddEmoticons04231] terharu bercampur mupeng....!!  [AddEmoticons04240] sesek nafas plus megap megap....  [AddEmoticons04231]  [AddEmoticons04239]

cheongmal gumawo buat updateannya....  [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] yang lumayan menguras penantian,,,, tapi untungnya updateannya tepat saat ane udah bisa nyelem ke CM lagi,,, JODOH kaya'nya ni ama bang casso...  [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04258]

Flash back 1..? cuma main punggung,,, klo ada FB 1, pasti ada FB 2... eh rupanya pencetakan gol ada di FB 2,,, kirain authornya bakal gatotin lagi,,,,  [AddEmoticons04257]

byw tuh P.doll mau dibawa kemana yo....???
  [AddEmoticons04259] [AddEmoticons04259]

moga makin semangat  [AddEmoticons04237] buat pencetakan kedua,,, ! semangat semangat  [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2438 on: March 02, 2012, 12:37:31 am »
makkkkkkkkkkk ilove you haaaaaaa seneng nyaaaaa hatiku akhirnyaa princes doll jebol juga oleh abang cassa
pelanggaran hak asasi manusia bangcasa ama emak telah ber ahir meskipun ane di pedalaman rela deh nangkriing nangkring cari sinyal heheeheheheeh
bang cassa merdeka uahhhhhh ane bahagia pasti bentar lagi dapat dedek pan bang casa perkasawkwwkwkwkwwk

younee

  • Guest
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2439 on: March 02, 2012, 01:52:55 am »
speechless... bingung mo komen gimana..
ini chapter bikin ane deg degan ga karuan.. kirain bkal gagal jebol lagi..
gomawo eon,, next chap slalu ane tunggu..

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2440 on: March 02, 2012, 02:55:08 am »
1. Mau say thanx dulu sama hye sun yg udah up date...  [cheekkiss]
2. Sumpahhhh kaget  bgt pas buka FF di list pertama cassanov udah di update  [on] kaget ampe keselek pas minum air  [on]
3. Gw suka sama Font & size font-nya, jelas bangettt jadi bacanya enak... puas melototnya pas di adegan2 yg mengagetkan  [hmpfh]
4. Mau say thanx lagi akhirnya princess-nya JEBOLLLL...  [on] [hmpfh] [clap] [smiley-gen013] [love eyes] [smiley-dance013] tahan napas sedalem2nya pas princess jebolll
5. Ini Chapter yg paling ditunggu2 & ternyata hasilnya memuaskan
6. Berharap di next chapter Princess-nya hamilton ya  [hmpfh] biar makin kuat alasan cassaminong utk mempertahankan hye sun di depan oppa
7. Yang terakhir... tolong jgn hentikan permainan ini di next chapter ya, Lanjottttt  [hmpfh] [on] secara mau bulan madu kan ya  [bav] [love eyes]

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2441 on: March 02, 2012, 03:10:12 am »
yey ahhirnya di update [laughing]

oya slm kenal [hmpfh]

akhirnya hye sun jebol jg  [hmpfh]
chap kali ini bikin  [bav] hahaha, luluh juga tuh hati princes [lovestruck]
minho demen bgt godain bininye , itu.. mau di bawa kmna lg  [what] apa mau [huglove]

kasian jg si lady, tuh akibatnya klo buat ulah
gak sabar liat reaksi danniel klo tau apa yg udah terjadi sm adik tercintanya ?

lanjut lanjut  [hmpfh]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2442 on: March 02, 2012, 07:49:22 am »
[on] [on] [on] [on] [on] [on] [on]

sist Hye..saya terharu,mupeng,dan bahagia.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

malam terakbar,perbanyak scene kayak gini ya sis...hehehhehhhe.. [hmpfh] [hmpfh] [on] [on] [on] [on] [on]

thank you udh diupdateeee dan lanjutkan!!!!!!! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

thanks udh baca sistaaa.... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers] [flowers]

klo memang cassa- princess udh bersatu, bakal banyak dong scene romantiss  [lovestruck] [lovestruck]
cuma.... princess masih malu tuh, takutnya kagak ingett lagi  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2443 on: March 02, 2012, 07:53:45 am »
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] akhirnya nona Goo,,eh salah Nyonya Lee jebol juga cuy  [clap] [clap] [clap] [clap]
paling seneng dah sama chap yang ini [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes]
si Hye Sun pake malu-malu [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] padahal nepsonk juga ma hubby nya  [bav] [bav] [bav]
gomawo banget dah update
chap selanjutnya kayak gini juga ya sist [love eyes] [love eyes] [love eyes] [love eyes]

iyaaaaaaaaaa jebol juga  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
thanks udh baca y sistaaaa  [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers]
hye emang masih malu tapi mau  [hmpfh] [hmpfh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]

Offline hye sun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1252
    • View Profile
Re: Cassanova's Love CHAPTER 21 01.3.2012
« Reply #2444 on: March 02, 2012, 07:57:50 am »
GOMAWO.......HYE UDAH DI UPDATE

Akhirnya,,,,hye sun menyerah juga.

 seneng banget sm moment yang satu ini,,,,

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

BINGUNG,,,mau koment apa lagi,,,he,,he,,, he........




gomawoooo udh baca oennnnnn  [lovestruck] [lovestruck] [flowers] [flowers]
akhirnya ane bisa nyelesain juga chap sulit ini,  [heh] [heh] [heh] [heh]



[lovestruck] [lovestruck] Couples who love each other tell each other a thousand things without talking [lovestruck] [lovestruck]