Author Topic: Reaches Of Happiness ~~ Update Chapter 9 now ~~ May 01 2012 ~~  (Read 12919 times)

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
udah di up date toch,  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

miane baru ngeh dah di up date...

sedih gw and prihatin ama nasib hye sun di sini, kasian bener kudu jd tulang punggung keluarga yg gak dianggap. eomma nya kok tega bener sich atau jgn2 hye sun bukan anak kandungnya lagi, anak hasil penculikan [chin] [chin]

tuch yg mo nabrak mobil minong yech sist, hye sun kgk napa2 kan??, jd ga sabar nich pengen minsun ketemuan tp gak berantem2an kan, heheh duh ni reader banyak maunya [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

UP DATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
thanks sist...updatenya minggu depan ya
lg ilfill bikin scene ehm...ehm...lemes gw
yup ntar minho ama hyesun bakal sering berdebat but gak ada ser....ser nya ya
untuk semuar reader yg bilang eommanya hysen galak or sadis gw juga gak tau ya kenapa bisa begitu...but gw jelasin di next chp ya cari alasannya dulu*ngumpet di belakang mino*
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Reaches of happiness

Chapter 2




Hyesun hampir saja tertabrak mobil ferrari merah itu,  jarak Hyesun dan mobil itu tinggal dua jengkal saja.

"Aishh...pabo" Hyesun  menggerutu sambil memukul pelan kepalanya.

"Hi… kau perempuan gila, kau mau mati apa ha..?" bentak si pengemudi mobil tersebut memandang sinis Hyesun.
Hyesun menatap si pengemudi mobil itu, sambil mengernyitkan alisnya Hyesun tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya.
Seharusnya aku yang marah karna hampir menjadi korban mobilnya, batin Hyesun mendengus kearah pemilik mobil.
Hyesun berjalan ke samping mobil orang tersebut, niat untuk memaki orang tersebut sirna, begitu di tatapnya mata pria itu yang penuh dengan kemarahan.

"Seosonghaeyeo Ajusshi saya salah" sambil membungkukan badan dan menutup matanya,rasa takut akan tatap pria itu sangat menusuk hatinya.
Orang tersebut tersenyum culas dan, mendenguskan nafas dengan kesal
Di gasnya kencang mobil tersebut, dan berlalu dari hadapan hyesun.

“Gwenchanayo Sun-a??” Tanya Tuan Cha panic, berlari ke arah Hyesun.
“Kau baik-baik sajakan Hyesun” tanya So Eun sambil di periksanya bagian tubuh Hyesun.
“Nee..nee aku baik-baik saja, sudah tidak usah kuatir” Hyesun menepuk pelan pipi So Eun, dan tersenyum manis.“Aku tahu mereka sangat kuatir melihat kejadian tadi” gumam Hyesun masih dengan senyuman manisnya menatap ke-dua orang di depannya.
“Aku harus berangkat sekarang bye..” Hyesun berjalan meninggalkan ke dua orang itu sambil melambaikan tangan.
Tuan Cha dan So Eun hanya menggelengkan kepala, tanda tidak percaya melihat Hyesun berlalu dari hadapan mereka.

"Uh..uh...dasar orang sombong" gumam Hyesun.
mencobal mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, dan berjalan menuju halte bus, Hyesun duduk di bangku halte tersebut untuk menenangkan dirinya.
"Aneh sekali orang tersebut, aku sudah minta maaf  kenapa dia masih marah" gumam Hyesun lirih.


Tut...tut...

Hyesun tersadar dari lamunannya begitu mendengar klakson bus itu.
"Itu bus ku" gumam Hyesun, bergegas bangkit dari duduknya.
"Hi....tunggu aku!" Hyesun berlari mengejar bus tersebut yang sudah berlalu dari hadapannya.
Akhirnya berhenti juga batin Hyesun, di langkahkan kakinya memasuki pintu bus tersebut.
"Seosonghaeyeo...Ajusshi telah merepotkan" sapa Hyesun pada supir bus itu.

Hanya membutuhkan 20 menit Hyesun sudah berada di RS Shinwha, di langkahkan kakinya menuju ruang Physical Therapy.
"Oppa.." sapa Hyesun begitu di lihatnya Il Woo keluar dari ruang Physical Therapy.
"Mianhae oppa aku telat!"
"Ah.. kau ini Sun-a seperti baru mengenal aku saja!" sambil menepuk pelan bahu Hyesun.
"Lalu, apa yang harus aku kerjakan hari ini oppa?"
"Oh..ya Sun-a" tolong kau rekap  semua hasil pemeriksaan Therapy hari ini ya, semua filenya ada di mejaku dan setelah itu, tolong kau bantu aku melakukan Therapy.
"Mwo..?" tanya Hyesun penasaran, sebentar lagi aku ada meeting, jadi tidak bisa melakukan Therapy.
Dia pasien baruku, usianya 10 tahun sudah sebulan ini anak itu tidak mau bicara dengan keluarganya.
"Wae?" sambil membelalakan matanya ke Il Woo.
”Ha..ha.. kau ini!" menyentil pelan hidung Hyesun, Hyesun
memonyongkan bibirnya memberikan reaksi akan tindakan Il Woo.
Sekali lagi il woo menyentil hidung Hyesun lembut, "Oppa"  rengeknya manja.
“Ok…ok..serius” sahut Il Woo masih dengan tampang geli.
"Terus kenapa anak itu tidak mau bicara oppa?" tanya hyesun penasaran.
“Eommanya meninggal di pangkuan anak itu” ujar Il Woo pelan.
"Ah..sangat menyedihkan sekali"
“Maka dar,  itu tolong kau gantikan aku y,a bisakan?” Hyesun berfikir sejenak.
"Nee oppa" jawab Hyesun mantap, “File anak itu ada di mejaku, kau pelajari dulu ya” ucap Il Woo menepuk pelan bahu Hyesun.

"Ne..oppa"

“Aku pergi dulu ya...! oh ya Sun-a, apa obatmu masih ada?” tanya Il Woo menyelidik.

“Nee..oppa! Masih ada cukup untuk meminggu lagi, jadi oppa tidak usah kuatir ya”. Hyesun mengedipkan mata kirinya menyakinkan Il Woo, mendengar jawaban Hyesun Il Woo hanya mengaguk pelan, dan berlalu dari hadapannya.

Hyesun memasuki ruang kerja Il Woo, di kumpulkannya semua berkas-kas pemeriksaan pasien hari ini, dan siap untuk di entry ke komputer.
Tiba-tiba mata Hyesun tertuju pada map berwarna biru, muncul rasa penasaran di hatinya. Di beranikan diri untuk mengambil file tersebut dan
di bacanya secara berlahan, matanya tertuju pada halaman ke dua status diagnose pasien.

"Omo..siapa wanita ini?" di kedipkan dua kali kelopak matanya, mencoba mencerna setiap kata-kata yang tertulis, dan mulutnya berkomat kamit membaca file tersebut. ‘Sudah dua tahun tidak berbicara dan tidak bisa menggerakan badannya’
"kasihan sekali wanita ini!" gumam Hyesun pelan.
Di laliknya lembar file ke halaman pertama, Hyesun membelalakkan matanya begitu di bacanya berlahan tulisan besar itu warna merah tersebut.

"Secret file"
“Arghh..pabo..pabo Hyesun-a" sambil memaki dirinya, pelan di kembalikan file tersebut ke posisi semula.

Hyesun kembali ke aktifitasnya, tangannya masih sibuk mencari file anak kecil yang akan di Therapynya hari ini "Dapat" pekik hyesun pelan.
Hampir 2,5 jam Hyesun mengentry file-file yang ada di depannya,
"Ouahh... lelah sekali" di sandarkannya tubuhnya kebangku itu, di regangkan kaki dan tangannya yang mulai terasa pegal.
Mata Hyesun mengamati setiap sisi ruangan kerja Il Woo, di tunjuknya setiap benda yg berpapasan dengan matanya “putih, putih dan putih sangat membosankan sekali ruang kerjamu oppa” ucap Hyesun pelan.
Sekarang mata Hyesun tertuju ke meja kerja Il Woo, di amatinya setiap benda yang ada di meja tersebut, untuk ke dua kalinya mata Hyesun tertuju ke map berwarna biru itu.

"Uuh...secret file!" Ucap Hyesun sambil memonyongkan bibirnya, “tapi kenapa perasaanku file ini minta aku membacanya” batin hyesun.
"Aishh..lupakan-lupakan  sun-a" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Hyesun mengalihkan pandangannya ke komputer yang ada di depannya.


Tut...tut...
Bunyi suara hp hyesun, di rogohkan tangannya untuk mengambil hp di dalam tasnya yang tergantung di sandaran kursi duduknya, “ada pesan masuk, oh dari oppa ” gumamnya.

"Sun-a jangan lupa jam 7 malam kau harus menemui anak kecil yang harus kau terapy hari ini"

REPLAY

 "ok..oppa jam 7 kan..pasti"

SEND.

Di liriknya jam di tangan kanannya
"Aigo..Sun-a, liat sudah jam berapa ini!" sambil memaki dirinya, dengan sigap bangkit dari duduknya. Di ambilnya file tentang kasus anak tersebut, dan berlari ke arah ruang Therapy, setibanya di ruang Therapy matanya sibuk mencari pasien yang akan di Therapy-nya.
Namun anak yang di maksud tidak ada di ruangan tersebut.
"suster" panggil Hyesun ketika melihat suster tersebut melintas di depannya
"Nee?"

"Apa suster melihat anak kecil, pasiennya dokter Jung?" tatap Hyesun penuh selidik.

"Oh.., anak kecil itu yang kau maksud?" Jawab suster itu dengan semangat.
Tadi ada pihak keluarganya yang menelepon ke Rumah Sakit, mengatakan bahwa pasien tersebut, tidak bisa datang untuk Therapy hari ini.

"O..." hanya kata itulah yang keluar dari mulut Hyesun.
"Ghamsahamnida suster" membungkukkan tubuhnya dan berlalu dari hadapan suster tersebut.

"berarti jika anak itu tidak datang hari ini, aku bisa pulang cepat!" sambil tersenyum bahagia, di langkahkan kakinya menuju ruang kerja Il woo.
Di rapikannya semua file-file yang ada di meja kerja il woo, memastikan semua kerjaannya sudah beres, dan di ambilnya tasnya yang tergeletak di samping bangku.

Belum sempat hyesun melangkahkan kakinya, Il Woo masuk keruangan kerjanya.
"Sun-a kau mau pulang?" Hyesun membalikkan badanya begitu di dengarnya suara il woo.
"Oppa.., kau sudah selesai meeting?"
"Nee...! kau benar mau pulang Sun-a?”
"Ne oppa! kerjaku sudah selesai dan anak yang mau ku Therapy hari ini tidak datang, jadi kuputuskan pulang lebih awal” sahut Hyesun meyakinkan Il Woo.
"Bolehkan oppa?"sambil memainkan ke dua alis matanya dan tersenyum manis ke Il Woo.
"Baiklah, kita pulang sama-sama ya!, tapi sebelum pulang kita makan malam dulu, mau?".
Hyesun mengangguk mantap "Baiklah, oppa aku tunggu di luar ya?"
"Nee.." sahut Il Woo yang masih sibuk merapikan file hasil meeting tadi.

Hyesun melangkahkan kakinya menuju lobby Rumah Sakit  Shinwha, di pandanginya seisi ruangan itu...”Rumah Sakit yang sangat mewah” gumannya sambil di letakkan tubuhnya di salah satu sofa di lobby itu.
Pikiran Hyesun kembali tertuju pada secreat file tersebut, tidak lama Hyesun memikirkan hal itu.
"Omo.., Sun-a apa yang kau pikirkan" Hyesun tersentak begitu di lihatnya Il Woo sudah ada di sampingnya.

"Anhi oppa"

"Kacha.., Sun-a!" sambil di tariknya lembut tangan Hyesun.
Belum sempat mereka ke luar dari lobby tersebut, datang seorang pria yang  memanggil Il Woo.

"Dokter Jung!" sapa pria itu sambil membungkukan badannya

"Ne..?"sambil membungkukan badanya juga.

"Pak Direktur ingin bertemu dengan anda sekarang?".

“Uah...Pak Direktur?" Il Woo membelalakan matanya tidak percaya, dengan apa yang baru di dengarnya.

"Ne.., anda bisa tolong ikut saya sekarang" pinta pria berjas hitam itu.

Hyesun yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan dua orang tersebut, hanya bisa diam terpaku.

"Sun-a, kau tunggu aku sebentar di sini ya?" pinta Il Woo, sambil meraih lengan Hyesun.

"Nee..oppa" sahutnya pelan, di amatinya ke dua pria itu yang berlahan menjauh hingga hilang di balik lift, ahyesun membalikkan badannya dan kembali duduk di sofa itu.
Hampir 30 menit Hyesun menunggu, namun belum juga Il Woo datang. memasuki menit ke 40 Hyesun bernafas lega begitu di lihatnya Il Woo keluar dari lift dan tersenyum ke arahnya.

"Oppa..kenapa lama sekali?" sapa Hyesun, begitu Il Woo sudah ada di depannya,"MianhaeSun-a, kau lama menungguku ya? ternyata banyak yang harus di bahas” sahutnya pelan.

"O..."hanya kata itu yang keluar dari mulut Hyesun.

"Kachaa..,Sun-a!" sambil menarik tangan Hyesun, mereka berjalan ke arah mobil Il Woo yang terparkir tidak jauh dari lobby itu.
Il woo membukakan pintu mobilnya untuk Hyesun, "silahkan Tuanputri..!!" ucap Il woo sedikit membungkukkan badannya, di perlakukan Il Woo seperti itu wajah Hyesun mulai memerah.
"Wea, sun-a?" Il Woo hanya tersenyum memperhatikan wajah Hyesun, yang memerah.

"Oppa..,jangan seperti itu"pinta Hyesun, memonyongkan bibirnya ke Il Woo.

“Sudah, tidak usahkau tutupi wajahmu yang memerah itu, ha...ha”  Il Woo tertawa puas.

"Oppa.." rengek Hyesun manja, berusaha menutupi wajahnya yang makin memerah.

"Ne..ne, Sun-a, ok sekarang kita makan malam di mana?" tanya Il Woo, mencoba bersikap sewajar mungkin.

"anhi oppa" sahut Hyesun menundukan kepalanya, Il Woo menatap Hyesun lekat "Wae, Hyesun-ssi? kau marah padaku, karna telah menungguku lama” tanya Il Woo penuh selidik.

"Anhio..,oppa"
“Hanya saja sudah terlalu malam, aku takut eomma marah kalau aku pulang malam” ucapnya lirih.

Il woo menarik nafas berat, "Baiklah, besok juga masih ada waktu"sambil memaksakan tersenyum manis ke Hyesun.
“Baiklah aku antar kau pulang sekarang”
"Ne oppa, gumawo"

____@@____
Dengan tampang kusut Lee Minho  memasuki ruang kerjanya, langkah kakinya yang mulai goyah, dan di hempaskan tubuhnya di kursi kerjanya.
Mencoba mengatur nafas senormal mungkin akibat emosi yang tertahan sejak siang tadi, tangannya bermain indah di kepalanya yang mulai terasa pening.

Tok..tok..
Terdengar suara ketukan dari seberang pintu, namun tidak ada jawaban dari dalam.

Tok..tok..

Sekali lagi suara terdengar dari pintu itu, di hembuskan nafasnya kencang.
"MASUKKK..". Perlahan orang tersebut masuk keruangan itu, di tundukkan kepalanya dalam-dalam tanpa berani menatap sang Bos.
Terlihat jelas tubuh ramping itu bergetar pelan, "Mianheyo, kalau saya sudah mengganggu bapak.” Ucap sang sekretaris itu pelan.
"nee.., ada apa? " tanya Minho ketus melirik sang sekretaris.

Di letakannya beberapa file ke meja kerja Minho "Ini ada file yang harus bapak tanda tangani hari ini" jawab sang sekertaris pelan, Minho hanya melirik sekilas ke arah file tersebut, dan kembali menundukkan kepala ke meja.
"Sudah kau" belum selesai Minho berbicara, tiba-tiba pintu kerjanya terbuka
"Hi.., my bro.." Minho mendengus kesal, "Aisshh...kau ini tidak pernah sopan ya masuk ke ruangan orang" umpat Minho begitu di lihatnya kimbun berjalan ke arahnya.

"Hi manis, apa kabarmu hari ini" sapa Kimbun sambil mencolek dagu wanita yang berdiri di sampingnya.
Minho yang melihat adegan tersebut hanya mencibir ke arah Kimbun.

"Tinggalkan filenya di sini, nanti akanku tanda tangani, dan kau boleh pulang sekarang" perintah Minho pada sang sekretaris itu.
Setalah sekretaris itu meninggalkan ruang, Kimbun menghempaskan badanya ke bangku di depan meja Minho, sambil bertopang dagu di amati  Minho yang sibuk menandatangani file yang di berikan sekretarisnya tadi.

"What going on my friend?" di amatinya raut wajah Minho yang mengeras, “perasaan tadi pagi wajahnya ceri-ceria, saja tapi kenapa malam ini wajahnya sekusut benang wol” gumam Kimbun.

"Wea..?" ketika di lihatnya Kimbun menggelengkan kepalanya lemah ke arahnya.
"Yye..,Minho-ssi? yang ada aku bertanya padamu, ada apa sebenarnya?” sahut Kimbun kesal. Namun Minho hanya mengangkat bahunya pelan.

"Arghh dasar aneh" sambil melempar pena ke arah Minho.
 "Cukup, Kimbun-ssi" suara Minho mengeras, Kimbun tersentak mendengar suara Minho "Mwo?" membelalakan matanya ke Minho.
Minho berdiri dari kursinya, berjalan ke arah jendela di senderkan kepalanya ke jendela itu, dan di tutup matanya rapat, sesekali terdengar endusan nafas yang berat.

"Mianheyo, Minho-a" ucap Kimbun pelan, menghampiri Minho. Pelan Kimbun memegang lembut bahu sahabatnya ini.
"Aku putus asa" hanya itu yang keluar dari mulut Minho
"Gwancanayo,Minho-a?" tanya Kimbun penasaran.
Minho kembali berjalan ke arah sofa yang ada di ruangan itu, di hempaskan tubuhnya ke sofa itu dan di ikuti oleh Kimbun.

"Tadi aku bertamu Mr.Min" sahutnya pelan.

"Mr.min.., Direktur RS.Shinwha?" tanya Kimbun meyakinkan.

"Ne.., aku ingin kepastian mengenai kesembuhan halmonieku"

"Terus.." tanya Kimbun makin penasaran.
"Aku mengancamnya!" sambil tersenyum sinis.

"Mwo..." Kimbun membelalakkan mata tidak percaya, menatap lawan bicaranya.
“aku sudah lelah melihat helmonie ku seperti ‘mayat hidup’, aku beri waktu satu bulan untuk mendapatkan ahli Therapy untuk nenek ku” ucapnya dengan sedikit putus asa.

“Apa sangsi yang akan kau berikan?” tanya Kimbun pengernyitkan alisnya.

"Aku pecat dia, ha..ha...” terdengar rasa kecewa dari tawa Minho.

"Kejam kau Lee Minho"sahut Kimbun ketus.

"Biar dia rasa"sambil tersenyum culas.
“selama dua tahun ini, semua orang yang di rekomendasikannya tidak ada yang mampu membuat helmoeniku sembuh” sahut Minho berlahan menyenderkan tubuhnya ke bahu sofa.
"Dan kau tahu kimbun-ssi!”sambil melirik kimbun dari sudut matanya
“Mwo?”
“Hari ini aku hampir saja membunuh seorang wanita!!!”
"Wae…?" Kimbun tersentak berdiri, sambil mengacak pinggang masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, “Terus apa wanita itu terluka, apa dia baik-baik saja, dan kenapa kau melakukan itu??” tanya Kimbun semakin penasaran.
“Aissh.., kau cerewet sekali ya?” sahut Minho binggung melihat reaksi sahabatnya ini yang berlebihan.
“Yye.., Lee Minho-ssi,kau belum menjawab pertanyaanku tahu?” sambil mencibir kearah Minho.
“Apa perduli mu…kau kan tidak mengenal wanita itu!” ucap Minho data.
“Iya sih.., tapi tetap saja dia seorang wanita, dan tidak pantas di perlakukan seperti itu, apalagi oleh pria sepertimu” sambil melirik Minho licik, melihat lirikan mata Kimbin, Minho mencibir kearah sahabatnya itu.
“Sudahlah, kau tidak perlu kuatir dia baik-baik saja, lagi pula itu bukan salahku siapa suruh dia menyeberang jalan sembarangan” sahut Minho membela diri.
" Mwo" Kimbun mengernyitkan alisnya, makin tidak paham dengan penjelasan Minho, sudahlah tidak usah di bahas lagi sambil berdiri dan berjalan kembali ke meja kerjanya.

"Untuk apa kau datang ke sini?" ucap Minho menyelidik.
     
"Yye.., Minho-a, kau mau ikut denganku?" sambil tersenyum culas.

"Anhi.., aku mau pulang “ jawab minho datar.
“Ayolah minho-a, kita bersenang-senang sebentar” bujuk Kimbun meyakinkan sahabatnya.
"Sudah ku bilak tidakkk..!" sahut Minho kesal, sambil menggeprak meja kerjanya, melihat reaksi Minho,Kimbun mundur selangka.
 "Ya sudah.., ternyata kau lagi sensitif  ya, aku pergi dulu!!"sambil di mengkibaskan tangannya, Kimbun berlalu dari ruangan itu.

Minho menghembusksn nafas keras, masih terlihat wajahnya yang mengeras, ternyata emosinya belum juga reda.
Dengan kasar di ambilnya telepon  yang ada di meja kerjanya.
"Mr.Park aku mau pulang" perintah Minho, bergegas dirapikan file yang akan dibawa ke jepang besok pagi.

Mata Minho tertuju pada anak meja yang paling atas, di bukanya laci tersebut, “ini dia” Berlahan
Perlahan di bacanya isi file itu,tanpa reaksi apapun.
Tiba-tiba di lemparnya map berwarna merah itu ke lantai
"BANGSAT.., SI PELACUR ITU MASIH HIDUP!!"
Pekik Minho sambil mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat menahan emosinya yang berlebihan.
Tok..tok..
“Doronim ini saya” sapa Mr.Park dari balik pintu.
"Masuk…"jawab minho kesal

Perlahan Mr.Park masuk ke ruangan itu, di amati lantai ruangan yang berserakan kertas.
“Ternyata doronim sudah membaca file ini” gumam Mr.Park, di pungutnya satu persatu kertas itu dan di masukkan kedalam map merah itu, Minho berjalan melewati Mr.Park tanpa memberikan reaksi apapun, wajahnya masih terlihat kesal.
Sang ajudan tahu benar jika majikannya ini lagi kesal tidak mau di ganggu, buru-buru Mr.Park mengikuti Minho dari belakang menuju lift.
Sampai di lobby Minho langsung menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu utama lobby, di hempaskan tubuhnya di jok mobil itu berlahan Mercedes hitam itu berjalan mulus di jalan raya.

"Mr.Park kau bisa menjamin data tersebut 100% akurat" tanya Minho ketus.
Mr.Park tahu apa maksud pertanyan tuan mudanya ini di palingkan  wajahnya menghadap Minho"saya jamin itu Doronim"sahut Mr.Park percaya diri.

"Bagus...tolong utus orang kepercayaanmu untuk mengamati gerak
geriknya, areso"
“Nee..areso Doronim" jawab Mr.Park mantap
“Doronim..” Mr.Park ragu untuk menyampaikannya.
“Nee..”jawab minho dingin
“Hari ini, saya juga mendapatkan kabar bahwa Dara Park berada di jepang sekarang!” Mr.Park menundukkan kepalanya, tanpa berani menatap majikannya, membayangkan reaksi Tuan mudanya mendengar nama wanita itu di sebut.
"Hal itu tidak ada hubungannya denganku “ jawab Minho ketus sambil memalingkan wajahnya ke jendela

____@@____     
"Oppa  gumawo telah mengantarku pulang"ucap Hyesun, sambil menyentuh pergelangan Il Woo.

"Nee...kachaku antar kau sampai ke rumah"

"Anio oppa" sahut Hyesun tertunduk

"Wea Sun-a?" menatap Hyesun bingung untuk kesekian kalinya wanita ini melarang aku kerumahnya.

"Aku.., aku tidak mau eomma marah" sahutnya lirih

"Baiklah.., aku mengerti"senyum terpaksa.

"Oppa tidak marah padaku?" Il Woo hanya menggeleng lemah. "Bukannya sudah biasa kau menolakku" tersenyum kecut, Hyesun hanya menundukkan kepalanya tanpa mampu melihat wajah Il Woo sedikit pun, rasa kecewa jelas terlihat di wajah Il Woo.
Perlahan Il Woo keluar dari mobilnya di ikuti Hyesun, "Sekali lagi gumawo oppa" ucap Hyesun, berlalu dari hadapan Il Woo tanpa menoleh sedikitpun ke arah pria itu.

Hyesun pov
"Oppa mian.., aku tahu kau sakit hati, jangan pernah mengharapkan aku
Oppa, kau telah ku anggap sebagai oppa kandungku, tidak mungkin aku memiliki perasaan khusus untukmu mian.., mianhe oppa" Hyesun berlari, di usapnya air matanya yang mulai membasahi pipinya.
end pov

Swit...swit
Hyesun menghentikan langkahnya di carinya sumber suara itu, namun tidak di temukannya.
Swit...swit..
Terdengar lagi suara siulan itu, namun tidak ada satu orangpun di sana, rasa takut mulai merayapi dirinya "Jangan-jangan..!" di ambilnya langkah seribu, namun sebelum niat itu tercapai, Hyesun melihat sosok seseorang yang mendekatinya.
Hyesun mundur beberapa langkah di tajamkannya penglihatannya.., orang itu makin mendekatinya  dan dapat melihat sosok itu seorang pria, rasa panik mulai merajai dirinya tubuhnya mulai bergetar hebat.
"Apa yang harus aku lakukan.., tenang Sun-a kau bisa melewati ini semua!" batinnya lirih, namun pria itu mendekat..makin mendekat lagi, namun Hyesun masih tidak dapt mengenali pria itu, di paksakanya untuk melihat namun sial situasi di jalan itu terlalu redup.
Hyesun berpikir keras, bagaimana cara menghindar dari pria ini dan jarak pria itu tinggal sedikit lagi dan ternyata….???!!!!



mian kalau masih kentang or penulisan kata2nya yg garing dan bertele2 surrender
minta komen dan kritikannya dari semua reader di sini [biggrin]
« Last Edit: March 16, 2011, 06:39:41 am by itaraya »
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
 [what] [what] capa tuh yang suit-suit ke hye sun, berani bener!minta di
 [whip]
 [whip]
 [whip]
btw ada kalimat pernyataan yang kurang tanda petik, tuh.. coba deh teliti lagi...


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
[what] [what] capa tuh yang suit-suit ke hye sun, berani bener!minta di
 [whip]
 [whip]
 [whip]
btw ada kalimat pernyataan yang kurang tanda petik, tuh.. coba deh teliti lagi...
thanks sist inoutnya maklum sambil kerja updatenya jadi kurang teliti [sweat]
pastinya seorang pria dong [hmpfh]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

yang suit-suit, pasti-nya bukan si Sulee sist [hmpfh] [laughing]
di-insert-in gambar napaa Ta'' biar ga kering  [hmff]
gw baru re-read cast-nyaa, t'nyata si Joongie ga daa yaa [ohmy],
seinget gw koq ada ya Ta', jadi temen waktu kecil-nya hyesun [what], apa baca di FF laen ya  [what]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile

yang suit-suit, pasti-nya bukan si Sulee sist [hmpfh] [laughing]
di-insert-in gambar napaa Ta'' biar ga kering  [hmff]
gw baru re-read cast-nyaa, t'nyata si Joongie ga daa yaa [ohmy],
seinget gw koq ada ya Ta', jadi temen waktu kecil-nya hyesun [what], apa baca di FF laen ya  [what]
perasaan gw dah komen deh via hp kok gak keliatanya komennya [what]
pake tanya siapa yang suit2...situ bukannya dah baca next chpnya [hmff]
mian free males cari pikuknya..sbk ngurus rumah baru cem2an gw di LI..pada telantar semuanya
may be next chp ya...gw taruh pikunya, cutiku sudah turun [smiley-dance013]
« Last Edit: January 13, 2011, 11:13:32 pm by itaraya »
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
anyong sist ita....lm.knal......
kentang goreng sist.....wkwkwk
lanjoooooooottttt sist.. [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]hwaiting!!!!!!!!!!!!
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
woaaaaaaaa mino bener2 benci bgt ya sm ommanya emang ommanya nglakuin apa ta ninggalin gt aja ya [chin] [chin] eh itu hyesun emang sakit ta kok ada obat2 sgala emang sakit apaan [chin]

ntar si mino yg nolongin de karna kebetulan lewat [hmpfh] [laughing]

btw tengkyu itaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa udah diupdate [lovestruck] [lovestruck]
« Last Edit: January 13, 2011, 08:26:51 pm by revynska »


ADAM COUPLE SELCA

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
tuch yg suit suit hye sun sapa??? mino bukan dech kyknya trus sopo maning [chin] [chin],
jangan2 ntar yg ngerawat Halmonienya Min Ho itu hye sun ya sist, iya dech biar mino jd lengket ama hye sun, tp jgn bikin hye sun jatcin ama mino yach, trus buat aje tuch si mbum naksir ama hye sun [hmpfh] [hmpfh], boleh saran lg gak, UP DATE LAGI DUNKS CHAPT 3,  [hmpfh] [hmpfh]( reader kgk tahu diri)


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
lee sun ho:mian klo kentang goreng..but next chp gw bikin long chp deh tapi gak janji klo kentang lagi ya [hmpfh]

mak yem:yup mino benci ama nyokapnya yang udah ninggalin dia, mino kira nyokapnya selingkuh ama laki2 lain, sebenarnya cuma salah paham.karekter mino di sini gw bikin tipe cowok yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar, tapi dia lebih percaya dengan apa yg di liatnya langsung, but karna pengaruh helmoeninya ya mau gak mau dia percaya klo nyokapnya selingkuh.
untuk cerita aslinya pemeran cweknya gw bikin sakit kangker, tapi dia bisa bahagia di sisa2 hidupnya [hmpfh]
santy:yang suit2 cowok tapi bukan pacarnya hyesun ya,yup di next chp hyesun yang bakal ngerawat helmoeninya mino tapi gak continue ya, dia cuma bantu aja karna aslinya diakan bukan perawat
untuk awal2 chp hyesun emang gak ada feel ama mino, hyesun suka ama laki2 lain, tapi cowok yang hyesun suka malah gak suka ama dia, kasihan ya pada hal tuh cowok first lovenya hyesun [sweat]
 
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
salah paham knapa ta halmoninya ga suka gt sm ommanya [chin] jiaaahhhhhhhh kesian amir idupnya hyesun ta udah disia2 kluarga ndiri ditambah ada penyakit jgn dibikin metong ye [nono] [nono] [nono]

« Last Edit: January 14, 2011, 01:11:02 am by revynska »


ADAM COUPLE SELCA

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
salah paham knapa ta halmoninya ga suka gt sm ommanya [chin] jiaaahhhhhhhh kesian amir idupnya hyesun ta udah disia2 kluarga ndiri ditambah ada penyakit jgn dibikin metong ye [nono] [nono] [nono]


ya..salah paham antara omma aboji ama helmoeninya...sebelum sakitkan helmoeninya diktator semua keputusan ada di tangan dia dan helmoeninya yang mengendalikan ke hidupan di keluarga Lee, yang mempengaruhi minho benci ama ommanya sendirikan helmoeninya, karna pengaruh helmoeninya yang sangat kuat dalam diri minho, mudeng gak mak...sama gw juga binun nih  [hmpfh]
bo..gimana ya..di ceritanyakan sakit kanker mau gak mau pasti mati dong, gw usahain cari penyakit yang parah tapi gak mematikan binun.co.kr, mian gw orang marketing bukan kedokteran susah nyari nama penyakit yang kaya gitu [sweat]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

koq jadi kanker Taa [what] ganti lagi penyakit-nyaa  [guns]*Itaa*

Quote
gw usahain cari penyakit yang parah tapi gak mematikan binun.co.kr
klo yg para siyyy gw bisa ksiy advise....ksiy penyakit Kanker ajahhh [heh]
alias kantong kering, tuw penyakit parahhh loghh tapi ga bisa bikin matii [laughing]

revyy klo mpe si hye sun di bikin metong, kita gantung Itaa-nya ramee-rame Vy [nono]

Itaa lo kelarin aja niyy FF bebrapa chap
ntar pas cuti, slesein sekali, tiap hari satu chapp [laughing]
klo Ah In ga sempet update, gw usahain pagi update
thread minong beresin nohh yg di LI *.*

note : chap 4, di-post sekali [smiley-gen013]
khan udah bikin tuw <--- khabur seblom di timpuk [hmpfh] [laughing]




‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile

koq jadi kanker Taa [what] ganti lagi penyakit-nyaa  [guns]*Itaa*

Quote
gw usahain cari penyakit yang parah tapi gak mematikan binun.co.kr
klo yg para siyyy gw bisa ksiy advise....ksiy penyakit Kanker ajahhh [heh]
alias kantong kering, tuw penyakit parahhh loghh tapi ga bisa bikin matii [laughing]

revyy klo mpe si hye sun di bikin metong, kita gantung Itaa-nya ramee-rame Vy [nono]

Itaa lo kelarin aja niyy FF bebrapa chap
ntar pas cuti, slesein sekali, tiap hari satu chapp [laughing]
klo Ah In ga sempet update, gw usahain pagi update
thread minong beresin nohh yg di LI *.*

note : chap 4, di-post sekali [smiley-gen013]
khan udah bikin tuw <--- khabur seblom di timpuk [hmpfh] [laughing]
free  [head break] [head break]mampus lo [guns] [guns] lo kira gw apaan... [hammer]
bo..cerita yang aslinya emang kanker yang gw kasih ke lo itu refisi gw, mudeg gak [heh]
lo yakin mo update semua thread gw di LI  [chin], ya sud threadnya ah in jangan lupa di tambahin pikuknya, trus dua thread gw di forum olahraga lo update juga ya awas klo nggak [head break]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

aishhhh neyy anak, pan gw bilang cuma Ah In threaddd ajaa [guns] *Itaa*
di LI gw update di western, thread-nya anak-2 TW, jadi  [nono]
blom yg di GB, anak-2 TW ama minsun
trus di sini thread minsun
chap 4, update malemmm iniiii  [head break]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "