Author Topic: Reaches Of Happiness ~~ Update Chapter 9 now ~~ May 01 2012 ~~  (Read 12982 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
jawabnnya tdk satupun dr mereka yg berinisiatif melepaskan moment ini well dgn situasi yg mgkn menurut minho sangat nyaman,heheh. Minho lgsg menundukkan sedikit wajahnya dan membiarkan bibirnya mengecup lembut bibir hye sun,hmpf tp sayang itu cuma angan2 minho,LOL
ho...ho...santy mulai menghayal tingkat tinggi [hmpfh]
oh ho untuk adegan kayak gitu belum saatnya [sweat]

gw setujuuuuuuuuuuuuuuuu ama shanty [hmpfh] [hmpfh] ayo ayo disamber aja bibirnya, tanggung bo [hmff] [hmff] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

mami tossssss, [clap] tuch pan tanggung ita, ga baik loh menggantungkan sesuatu yg hampir dicapai  [love eyes][hmpfh] [hmpfh]
mINHO ayo lgsg samber tuch bibir mungil mumpung masih didepan mata, ntar keburu disamber bibir cowo laen baru [cry] [cry]


CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM [huglove] [huglove]
« Last Edit: March 30, 2011, 11:42:59 pm by Shanty_minsun »


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: Reaches of happiness ~~Just Spoiler ~~ (^o^)
« Reply #136 on: March 31, 2011, 02:20:24 am »
gw setujuuuuuuuuuuuuuuuu ama shanty [hmpfh] [hmpfh] ayo ayo disamber aja bibirnya, tanggung bo [hmff] [hmff] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
mami bukannya mami bilang masih lugu gak ngerti ama hal kayak gituan [what], kok malah setuju, dosa mam [nono] [nono] [hmpfh]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
mami tossssss, [clap] tuch pan tanggung ita, ga baik loh menggantungkan sesuatu yg hampir dicapai  [love eyes][hmpfh] [hmpfh]
mINHO ayo lgsg samber tuch bibir mungil mumpung masih didepan mata, ntar keburu disamber bibir cowo laen baru [cry] [cry]

CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM [huglove] [huglove]

shanty...gubrak deh, pan enak yang menggantung itu [hmpfh]
nanti untuk part yang itu gw pm aja ya, jangan kasih tau mami [hmpfh] [hmpfh] kan mami masih lugu kita gak boleh ngeracunin pikiran2 cum2 ke mami ya [laughing] [hmpfh]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
mami tossssss, [clap] tuch pan tanggung ita, ga baik loh menggantungkan sesuatu yg hampir dicapai  [love eyes][hmpfh] [hmpfh]
mINHO ayo lgsg samber tuch bibir mungil mumpung masih didepan mata, ntar keburu disamber bibir cowo laen baru [cry] [cry]

CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUM CIUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM [huglove] [huglove]

shanty...gubrak deh, pan enak yang menggantung itu [hmpfh]
nanti untuk part yang itu gw pm aja ya, jangan kasih tau mami [hmpfh] [hmpfh] kan mami masih lugu kita gak boleh ngeracunin pikiran2 cum2 ke mami ya [laughing] [hmpfh]

[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
 



    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: Reaches of happiness ~~Just Spoiler ~~ (^o^)
« Reply #139 on: April 02, 2011, 03:49:03 pm »



Quote
“Gwancanayo, aku pulang dulu” ujar Minho cepat, dengan sigap di raih jas-nya yang tergantung di sandaran kursi.
Kimbun mendengus melihat sikap Minho yang berlalu begitu saja dari hadapa-nya.



“Aku pulang” sapa Hyesun memasuki kamar Nenek Lee,

 “Oh, Sun-a kau sudah kembali” ucap Mrs.Yang menghampiri Hyesun.

“Ne, gwancana Bi” ucap Hyesun mengamati wajah Mrs.Yang

“Gwancana Sun-a, hanya saja Tuan muda menelephon, menanyakan keberadaanmu”

“Wea” tanya Hyesun binggung, Mrs.Yang menggeleng lemas karna memang dia tidak tahu maksud Tuan mudanya menanyakan keberadaan-nya.

“Bagaimana keadaan eommamu” ucap Mrs.Yang menyadarkan lamunan Hyesun

“Ba...baik” sahutnya berbohong, perlahan di aliskan pandangannya ke wanita tua yang berbaring di tempat tidur itu.

“Bagaimana keadaanmu Nek” sapa Hyesun menghampiri wanita ringkih itu.


____@@____



Hyesun menikmati suasana sore hari di taman depan Lee Mainson, perasaan-nya yang sempat galau pagi tadi sirna sudah, terdengar senandung pelan dari bibir mungil-nya.

Senyum terpampang di wajahnya, saat di petiknya beberapa utas mawar putih yang sudah mengembang, di hirupnya aroma bunga itu dalam, tanpa di sadarinya tatapan mata yang tajam sedang mengamati gerak geriknya.

Senyum tipis terhias di wajah Minho saat di lihatnya gadis bertubuh mungil itu membalikkan tubuh-nya menghadap ke arah-nya, masih dengan senyum indah-nya

Hyesun mengagumi mawar putih yang sudah ada di genggaman tangannya, tanpa menyadari eksistensi-an Minho di depan-nya.

“Tuan muda sudah pulang!” sapa Mrs.Yang, menghampiri-nya dari dalam Mainson, sontak membuat Minho mengalihkan tatapan tanjam-nya ke Mrs.Yang.

Hyesun mengalihkan pandangan-nya ke sosok pria itu, tersenyum saat Minho menatap ke arah-nya tanpa memberikan ekspresi apapun.

Perlahan di hampirinya pria itu, namun langkah-nya terhenti saat pria itu melangkahkan kaki ke Mainson.

“Jangan biarkan wanita itu, membawa mawar itu kedalam rumah!” perintah Minho tegas.

Mrs.Yang hanya mengangguk pelan, mengekori langkah Tuan muda-nya ke Lee Mainson.

“Gwancana, Bi” ucap Hyesun menghampiri Mrs. Yang di depan kamar Nenek Lee

“Tuan muda melarangmu membawa mawar ini ke dalam rumah” ujar Mrs.Yang pelan menyentuh bahu Hyesun, mengharapkan pengertian dari gadis ini.

“O.., baiklah” ucap-nya cepat, menyerahkan mawar itu ke pada pelayan yang melintas di depan-nya,

“Biarkan Tuan muda sesaat bersama Healmonienya” ujar Mrs.Yang saat di lihatnya Hyesun meraih gagang pintu kamar Nenek Lee.

“Oh, baiklah jika itu yang Bibi inginkan” sahutnya pelan, “Mian Hyesun-ssi, Bibi hanya menjalankan perintah Tuan muda Lee!!”.

Hyesun tertegun mendengar perkataan Mrs.Yang, pelan di sandarkan tubuh-nya di balik pintu kamar Nenek Lee, tubuh Hyesun hampir terjerembab ke lantai saat pintu kamar itu di buka dari dalam.

Reflek Minho menopang tubuh mungil Hyesun yang hampir terjatuh, sesaat pandangan mata mereka bertemu, Hyesun terkesima saat di lihatnya sorotan mata Minho yang begitu dingin menatap-nya.

“Apa yang kau lakukan Nona” ucap Minho ketus sambil membantu Hyesun berdiri, hanya gelengan pelan dari Hyesun menjawab pertanyan Minho.

Hyesun memberanikan diri menatap Minho, di amati raut wajah-nya yang mengeras, sebuah teka teki bersemayam di benak-nya saat di rasakan perubahan draktis dari pria ini terhadap diri-nya.

Dengan langkah lebar Minho meninggalkan Hyesun yang diam terpaku mengamati diri-nya, Hyesun mengalihkan pandangan-nya mengikuti langkah Minho yang menghilang di balik pintu ruang kerja-nya.

“Gwancanayo Hyesun-a” ujar Mrs.Yang menjamah lembut bahu Hyesun, sontak membuat Hyesun mengalihkan pandangan-nya ke Mrs.Yang.

“Gwancana Bi” ucap Hyesun pelan, perlahan masuk ke kamar Nenek Lee.

Hyesun terkesima saat di lihat-nya jari tangan Nenek Lee bergerak, di hampiri-nya tubuh wanita itu dan pelan di elus-nya dahi tua itu.

“Puji Tuhan, kesehatan Nyonya besar semakin maju” ucap Mrs.Yang tersenyum lebar,  pelan di rangkul-nya tubuh Hyesun dari belakang.

“Kamsahamnida Hyesun-ssi” ucap Mrs.Yang terbata-bata, Hyesun membalikan tubuh-nya menghadap Mrs.Yang.

Dengan lembut Hyesun mengusap punggung wanita baya ini  “untuk apa Bi” ucap Hyesun mengusap air mata Mrs.Yang.

“Karnamu, Nyonya besar Lee dapat berinteraksi lagi” ucap Mrs.Yang lembut, Hyesun tersenyum saat mendengar perkataan Mrs.Yang.

“Kau membawa kebahagian untuk keluarga ini Sun-a” ucap Mrs.Yang memper-erat pelukan-nya di tubuh Hyesun.

Setidaknya Hyesun merasa berguna bisa membahagiakan orang lain, walaupun keinginan terbesar-nya untuk meraih kebahagiaan dari keluarga-nya sendiri belum terealisasi, namun Hyesun tidak pernah putus aja untuk mencapai kebahagian-nya sendiri.

Apakah Hyesun percaya bahwa dia membawa kebahagian untuk keluarga Lee? Atau Hyesun percaya di keluarga Lee-lah kebahagia-nya akan tercapai, hanya tarikan nafas berat saat Hyesun membayangkan hal itu akan terjadi.

“Weayo, Sun-a” ujar Mrs.Yang, saat di lihat-nya Hyesun menggeleng lemah.

“Anhio,Bi” sahut-nya tertunduk dalam,

“Lebih baik kau istirahat dulu, kau tampak pucat Sun-a” ucap Mrs.Yang, pelan di angkat-nya dagu Hyesun, lekat di tatap-nya wajah Hyesun yang memucat.

“Mungkin aku kelelahan Bi, kalau begitu aku istirahat dulu ya” ucap-nya tersenyum, lalu mengecup lembut pipi tua Nenek Lee.


____@@____


Sesaat Hyesun membaringkan diri-nya di tempat tidur, berusaha untuk memejamkan mata-nya, entah apa yang membuat-nya saat ini tidak bisa tidur, merasa sesuatu yang tidak nyaman mengganggu pikiran-nya.

Dengan malas Hyesun mengangkat tubuh-nya dan tertududuk di samping tempat tidur, perlahan di pejamkan mata-nya sambil menghela nafas, Hyesun terenyuk saat terlintas wajah Minho di pelupuk mata-nya.

Dengan gelengan kepala pelan Hyesun berusaha menghilangkan bayangan Minho dari pikiran-nya, entah apa yang membuat pria dingin itu ada di pikiran Hyesun saat ini.
“Aishh.., ini tidak boleh terjadi” ucap-nya bangkit dari duduk-nya, pelan di buka-nya daun pintu yang menghubungkan kamar-nya dan kamar Nenek Lee.

Sekilah Hyesun menatap Nenek Lee, senyum mengembang dari wajah-nya saat di lihatnya wanita tua itu tertidur pulas.


____@@____


Malam yang sangat indah, bintang-bintang bertaburan di langit dan bulan sabit yang bercahaya sangat indah malam ini.
Hanya terdengar gemercik air mancur yang berada di sisi taman itu, mewarnai suasana malam di taman ini.
Hyesun merapikan letak sweter-nya yang tersingkap, udara dingin malam ini begitu menusuk tulang, namun Hyesun tidak menggubris hal itu.

Pelan di langkahkan kaki-nya menuju taman bunga mawar di sisi taman sebelah, langkah-nya terhenti saat di lihat-nya sesosok tubuh berdiri membelakangi-nya sedang mengamati taman bunga mawar putih itu.

“Annyeong” sapa Hyesun, saat di kenali sosok tersebut adalah Tuan muda Lee.

Namun Minho hanya melirik gadis itu dari sudut mata-nya, perhatian ke-dua insan itu tertuju pada kuntuman mawar putih yang bermekaran.

“Sangat indah ya” ucap Hyesun, mengagumi bunga mawar itu.

‘Kenapa Tuan muda tidak suka bunga mawar?” tanya-nya polos, namun Minho tidak menggubris pertannyaan Hyesun, perlahan Minho membalikkan tubuh-nya dan meninggalkan Hyesun yang masih diam termangu.

“Minho-ssi” ucap Hyesun dari posisinya, sesaat Minho menghentikan langkahnya tanpa merubah posisi-nya yang membelakai Hyesun.

Raut wajah Minho mengeras, perkataan Hyesun benar-benar mengena di hati-nya,

“Mianhea telah menyinggung perasaanmu” ujar-nya pelan menghampiri Minho.

Minho membalikan tubuh-nya menghadap Hyesun, sedikit membungkukan tubuh-nya menyamakan posisi dengan gadis di depan-nya, lekat Minho menatap wajah mungil Hyesun, raut wajah polos-nya tidak tergubris akan tatapan tajam Minho.

Entah karna apa Minho bersikap apatis terhadap Hyesun, dia pun bingung dengan perubahan sikap-nya terhadap gadis ini, apakah kejadian siang tadi telah mengusik perasaan seorang Lee Minho?.

Mata teduh Hyesun menatap Minho lembut, Hyesun bisa merasakan hembusan nafas Minho yang menggebu di pori-pori wajah-nya.

“Kau adalah seorang perawat di rumah ini, wajib bagi seorang bawahan memanggil majikan-nya dengan sebutan Tuan muda, Nona Goo!!” ujar Minho menegakkan tubuh-nya, perlahan meninggalkan Hyesun yang terdiam di taman itu,

Hyesun mengalihkan pandangan-nya mengikuti langkah Minho yang mulai menjauh dari-nya.

Walau rasa kecewa mendengar perkataan Minho tadi, dengan cepat Hyesun membuang-nya jauh.
Memang benar adanya, bahwa Lee Minho adalah majikan bagi-nya, tak pantas bagi-nya bersikap kurang ajar.
“kamsahamnida Tuan muda Lee, untuk bantuannya tadi siang” ucap Hyesun di posisi yang sama,

 Minho menghentikan langkah-nya saat mendengar perkataan Hyesun, enggan di balikan tubuh-nya menghadap Hyesun.
“never mind” sahut-nya, sambil mengibaskan tangan dan berlalu dari taman itu, Hyesun hanya dapat menghela nafas berat melihat kepergian Minho.

Hyesun benar-benar di buat binggung dengan perubahan sikap Minho pada-nya, bukakah pria itu yang meminta-nya memanggil nama-nya langsung, tampa embel-embel apapun juga.


____@@____


Dengan tertunduk lemah Hyesun memasuki Lee mainson, langkah-nya terhenti saat sayup-sayup di dengar-nya pembicaraan dari dalam mainson.

“Tuan muda ingin sesuatu” sapa Mrs.Yang saat melihat Minho menuju ruang kerja-nya.

“Anhiyo” sahut-nya cepat, dan berlalu dari hadapan Mrs.Yang.

“Hyesun-ssi, apa yang kau lakukan?” sapa Mrs.Yang menghampiri, saat di lihat-nya Hyesun terdiam di bibir pintu.

“Bukankah kau sedang tidak enak badan? apa yang kau lakukan di luar sana, udara sangat dingin sekali malam ini” ujar Mrs.Yang bertubi-tubi,

Hyesun hanya tersenyum mendengar perkataan Mrs.Yang.
Dengan berat di seret kaki-nya menuju kamar lagi, langkah-nya terhenti saat Mrs.Yang menahan bahu-nya.

“Gwancana Sun-a, kau makin terlihat pucat” ucap Mrs.Yang memegang ke dua pipi Hyesun.

“Gwancanayo, Bi” sahut-nya pelan.
“Tadi Dokter Joeng telephon, bahwa Jin Ah sudah kembali”

“Ne, Dokter Joeng telah memberi tahuku juga” sahut Hyesun lirih

“Berarti.., besok kau akan pergi dari rumah ini, Sun-a” ujar Mrs.Yang lembut

“Ne.., tapi jika ada waktu aku akan main ke mari” ucap-nya denga senyum di paksakan.

Dari balik pintu ruang kerja-nya yang sedikit terbuka, dengan jelas Minho dapat mendengar pembicaraan ke dua wanita tersebut.
Perhatian-nya tertuju pada gadis berwajah pucat itu, rasa bersalah menghantui Minho, karna sikap apatis-nya yang telah di lakukan terhadap Hyesun.
Minho termangu di bibir pintu itu, matanya masih tertuju ke gadis bertubuh mungil itu,
Pikiran-nya melayang mengingat kejadian siang tadi,
Pertemuan-nya dengan arsitek itu”Ehm...!”  dengus-nya pelan.

sontak ke dua wanita tersebut mengalihkan pandangan ke asal suara itu

“Tuan muda” sapa Mrs.Yang memberi hormat, Hyesun yang melihat Minho telah berdiri di depan-nya hanya menundukkan kepala, lelah hati-nya jika harus menerima tatapan curiga dari majikan-nya ini.

Bagi-nya sudah cukup perkataan Minho tadi menyakiti hati-nya, Hyesun tidak mau ber-urusan lagi dengan pria ini,
“Tujuanku datang ke rumah ini hanya untuk Nenek Lee, tidak ada urusan-nya dengan pria ini” gumam-nya dalam hati.

“Tolong buatkan aku hot chocolate, Mrs.Yang” printah Minho, di sertai anggukan dari Mrs.Yang.

“Kau mau Sun-a” ujar Mrs.Yang, lembut membelai bahu Hyesun.

“Anhi, aku mau tidur saja Bi” ucap Hyesun pelan.

“Tuan muda, saya undur diri” ucap Hyesun memberi hormat, dan bergegas meninggalkan ke dua orang tersebut.

“Nona Goo” langkah Hyesun terhenti saat Minho menyebut nama-nya, dengan malas di gerakan badan-nya menghadap sang majikan.

“Ne, Tuan muda” sahut Hyesun masih dengan kepala tertunduk.

“Bisa kita bicara sebentar” ujar Minho, berlalu ke arah ruang kerja-nya, dengan berat Hyesun mengikuti langkah majikan-nya ini.


____@@____


“Silahkan” ucap-nya saat Hyesun melintas di ambang pintu.
Minho menggeser kursi yang ada di meja kerja-nya, dengan gerakan tangan memerintah Hyesun untuk duduk di kursi itu, Hyesun hanya tersenyum kaku melihat sikap Minho.
Pelan di hempaskan tubuh-nya di kursi itu.

“Apa benar besok kau akan keluar dari rumah ini?” ucap Minho datar,

“Ne, Tuan” ucap-nya singkat.
“Oh..,” sahut Minho menganguk-angukkan kepala-nya, “Siapa pria itu, yang kau temui tadi siang?” tanyan-nya menyelidik.

Hyesun mengangkat kepala-nya saat mendengar perkataan Minho, dengan alis terangkat menatap Minho
“Namja” ucap Hyesun polos,

“Ne, namja” sahut Minho tersenyum tipis.

“Maksud Tuan Ji Hoon oppa” ucap Hyesun bertanya, namun Minho hanya mengangkat kompak ke dua bahu-nya.

“Oppa” ucap Minho terbata-bata, mata-nya lekat menatap Hyesun berusaha mencari jawaban dari gadis ini.

“Tapi dari mana Tuan tahu saya bertemu Ji Hoon? Apa Tuan mengikuti saya?” ucap Hyesun menyipitkan ke dua mata-nya, Minho menyeringai mendengar pertanyaan Hyesun.

Perlahan Minho berdiri dari kursi-nya, dengan kedua tangan terselip di antara saku celana, berjalan mendekati Hyesun yang masih terduduk diam.

“Tentu saja saya tahu Nona, dan jelas saya melihat dengan mata sendiri” ucap-nya,

 Hyesun memiringkan kepala-nya, saat di lihat tubuh jangkung itu menundukkan badan-nya ke arah-nya.

“Bagai mana bisa” sergah Hyesun pelan.
Suara tawa Minho pecah di ruangan itu, namun Hyesun hanya mengernyitkan alis-nya mendengar tawa majikan-nya ini.

Hyesun dapat merasakan suara tawa Minho bukanlah suara tawa kemenangan, melainkan suara tawa kekecewaan.
Tapi apa yang membuat Minho kecewa akan Hyesun?


Tok...tokk..


“Masuk...!” sahut-nya ketus
Minho melirik tajam Mrs.Yang saat memasuki ruang kerja-nya, dengan cepat Mrs.Yang menyuguhkan hot chocolate di meja kerja Minho, sekilah di lirik-nya Hyesun yang sedang tersenyum ke arah-nya.

“Kau tahu Nona” ucap Minho di samping telinga Hyesun, posisi Minho tepat berdiri di belakang Hyesun, sedangkan kedua lengan-nya bertumpuh di bahu kursi, hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka, begitu rapat dan dekat-nya Minho memposisikan diri-nya dengan Hyesun.

Hyesun merasa risih dengan posisi-nya saat ini, sedikit saja dia menolehkan kepala-nya, kalian tahu pasti apa yang akan terjadi!.

Sekilas Hyesun melirik Minho dari sudut mata-nya, sangat jelas di lihat-nya ketampanan wajah majikan-nya ini, memiliki hidung-nya yang mancung, bibir merah-nya yang penuh sangat mengundang untuk di sentuh, dan sorotan mata tajam-nya yang menyimpan duka yang dalam.

Hyesun memejamkan mata-nya sesaat, berusaha menetralisirkan degup jantung-nya yang kian menggemuruh.

“Kau ingat Nona, dimana kau bertemu dengan pria itu” ucap Minho pelan, sangat pelan hinggi membuat bulu roma Hyesun berdiri, dengan susah payah Hyesun menelan ludah-nya membasahi tenggorokan-nya yang mengering.

Dan Hyesun dapat merasakan aroma maskulin yang menggoda dari pria ini, Hyesun mengalihkan pandangan-nya ke kiri di tarik-nya nafas dalam-dalam, untuk menenangkan diri-nya.

Seulas senyum tipis terpampang di wajah Minho, senang rasa di hati-nya saat melihat lawan-nya tidak berkutik dari posisinya.

Minho memejamkan mata-nya sesaat aroma peach dari tubuh gadis ini sempat membuat-nya terbuai.

“Gedung Shinwha” ucap Minho datar, reflek Hyesun mengalihkan pandangan-nya ke pria ini.

Dan kalian tahu apa yang terjadi, well, hidung mancung Minho tepat berada di bibir mungil Hyesun.
Baik Hyesun maupun Minho hanya dapat membelalakan mata mereka, saat menyadari posisi mereka saat ini.

‘Ehm...’ apa kah ke dua insan itu nyaman dengan posisi mereka? Siapa yang berinisiatif untuk mengakhiri posisi tidak nyaman ini?.

“Aishh...!” pekik Hyesun berdiri dan pelan memukul dahi-nya, sontak membuat Minho hampir terjerembab ke lantai jika saja posisi kuda-kuda-nya tidak baik.

Hyesun hanya tersenyum melihat posisi Minho, senyum-nya segera berakhir saat sorotan mata Minho tertuju pada-nya.

Hyesun dapat merasakan pipi-nya panas memerah,

“Kau ingat sekarang, Nona” sergah Minho dengan posisi tegak, Hyesun mengagung pelan menjawab pertanyaan Minho.

Minho berjalan ke arah meja kerja-nya, di teguk-nya Hot chocolate dari meja-nya, tatapan mata-nya masih tertuju pada Hyesun.

“Shinwha!, jadi Ji Hoon oppa bekerja pada pria ini” gerutuk Hyesun pelan,

“Ada masalah?” ujar Minho, saat di lihat bibir Hyesun berkomat-kamit.

“Anhi, hanya saja”,

“Hanya apa, Nona Goo” sergah Minho cepat.

Alhasil membuat Hyesun kehabisan kata-kata.”Anhi.., anhi...” sahut Hyesun gregetan dengan memonyongkan bibir-nya, Minho menyeringai lebar saat melihat gelagat Hyesun.

“Baiklah Nona Goo” ucap Minho mendorong pelan tubuh Hyesun hingga di ambang pintu.

“Sudah waktunya anda istirahat, aku tidak suka melihat wajahmu seperti ‘mayat hidup’

“ ujar Minho ketus sambil mendorong tubuh Hyesun ke luar dari ruang kerja-nya.

Belum juga sempat Hyesun membela diri, Minho menutup pintu kerja-nya.

“aishh.., dasar pria egois, menyesal aku mau berbicara denganmu Tuan muda Lee Minho” gerutu Hyesun memonyongkan bibir-nya.


____@@____


Hyesun menggeliat saat di rasakan sinar matahari menyentuh pelupuk mata-nya, dengan malas di raba-nya table lamp di samping tempat tidur-nya.

Berat di buka mata-nya saat mengamati waker di tangan-nya.

“Aishh.., 07.30” pekik Hyesun loncat dari tempat tidur, tanpa mengganti pakaian tidur-nya Hyesun menerobos masuk ke kamar Nenek Lee.

“Selamat Pagi Nek” sapa Hyesun ceria, tanpa di sadari pandangan menusuk mengarah pada-nya.

“Hmm...!!” dengan cepat Hyesun mengalihkan tatapan-nya, Hyesun tersenyum kecut saat di sadari-nya Minho berada di ruangan itu.

“Annyeong, Tuan muda Lee” sapa-nya tertunduk dalam,

 “Pabo” gerutuk Hyesun pelan.

“wea...” sahut Minho, samar di dengar-nya ucapan Hyesun, Hyesun menyeringai saat menyadari kebodohan-nya.

“Tolong tinggalkan aku berdua dengan Nenek” pinta Minho, bersimbah di samping tempat tidur Nenek Lee.

“Hyesun-ssi” ujar Mrs.Yang menarik lengan Hyesun keluar dari kamar itu.

“Tunggu sebentara” dengan cepat Hyesun mengecup dahi Nenek Lee, Minho yang melihat aksi Hyesun hanya mengulum senyum.


____@@____


Hyesun masih mengerutu kesal, saat di ingat-nya kejadian di kamar Nenek Lee tadi, dengan berat di seret kaki-nya menuju ruang makan.

“Kau baik-baik saja Hyesun” sapa Mr.Park sambil menyesap kopi-nya.

“Sudahlah, kau tidak perlu malu seperti itu” ujar Mrs.Yang menarik Hyesun duduk di kursi makan itu, mendengar perkataan Mrs.Yang, Hyesun memonyongkan bibir-nya.

“Memang kenapa” tanya Mr.Park menyelidik,

Mrs.Yang tersenyum sesaat di tatap-nya Hyesun yang tertunduk lemah.

“Tadi dia masuk ke kamar Nyonya besar tanpa mengganti baju tidur-nya, Hyesun tidak tahu kalau Tuan muda ….”,

 “Sudah-sudah jangan di bahas lagi” sergah Hyesun cepat menutup kedua telinga-nya.

Sontak membuat Mr.Park dan Mrs.Yang terbahak-bahak, saat melihat tingkah hyesun.

Hening sesaat di ruang makan itu, mereka hanya diam, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Hanya hembusan nafas yang terdengar di antara mereka, samar terdengar oleh mereka pekikan minta tolong.

“Bukankah itu suara Tuan muda Lee” ujar Mr.Park bangkit dari duduk-nya.

Dengan sigap ketiga orang itu berlari ke arah kamar Nenek Lee, terenyuk saat di saksikan tubuh tua itu bergetar hebat.

“Nenek ku” pekik Minho, yang masih bersimbah di samping Nenek-nya, dengan cepat Hyesun meraih tubuh tua itu.

‘‘Kau kenapa Nek” ucap Hyesun dengan susah payah di bopong-nya tubuh tua itu kepangkuan-nya.

Minho menggeser posisi duduk-nya ke arah kaki Nenek Lee, wajah Minho terlihat pucat, pikiran-nya kalut saat di lihat-nya lagi tubuh Nenek-nya bergetar.

“Nenek, tolong tenanglah. Aku mohon tenang” ucap Hyesun pelan di telinga Nenek Lee
Pelan di usap di kecup-nya dahi Nenek Lee, berharap wanita tua ini sadar akan keberadaan-nya, tanpa terasa Hyesun meneteskan air mata-nya.
Hati-nya tertusuk untuk pertama kalinya di lihat-nya tubuh wanita tua ini bergetar.

“Tolong ambil obat penenang Nyonya besar” seru Mrs.Yang pada para pelayan itu.

“Anhio...”pekik Hyesun cepat, “Nenek, aku mohon tenanglah, aku janji akan menjagamu.
Aku akan selalu ada bersamamu, jadi ku mohon tenanglah” tanpa putus asa Hyesun berusaha menenangkan Nenek Lee, Minho terkesima melihat kegigihan Hyesun menenangkan Nenek-nya.

“Tolong telephon Dokter Joeng!!” pinta Hyesun, saat di rasakan tubuh Nenek Lee sudah tidak bergetar lagi.

Berkali-kali Hyesun mengecup pipi dan dahi Nenek Lee, setidaknya usaha-nya tidak sia-sia, akhirnya Nenek Lee dapat tenang lagi.

“Sebentar lagi Dokter Joeng akan datang” ucap salah satu pelayan tersebut, Hyesun menghembuskan nafas lega.

Pelan Hyesun meletakan tubuh Nenek Lee dari pangkuan-nya, di rapikan letak jarum infusnya yang tergeser, sekilah di tatap-nya Minho yang masih terdiam di sisi tempat tidur.
Wajah pucat-nya sudah cukup mewakili kegalauan hati-nya saat ini,

 “Bibi Yang, tolong bantu aku memeriksa cairan infus itu” pinta Hyesun dengan suara lemah, Hyesun merasakan tubuh-nya mulai lemah, pandangan-nya sedikit kabur.

“Tuan muda Lee” sapa Mr.Park memegang bahu Minho Lembut, berusaha menyadarkan pria itu dari keterpanaan-nya.

“Bolehkah?” pinta Minho yang sudah berdiri di belakang Hyesun.

“Ne...” sahut Hyesun menengadahkan kepala-nya menghadap Minho, dengan berat Hyesun mengangkat tubuh-nya.

Tubuh Hyesun hampir ambruk, jika saja Minho tidak menopang-nya dari belakang.

“Hyesun-a, gwancana” ucap Minho panik memukul pelan pipi Hyesun, berusaha menyadarkan Hyesun,

“Gwacanayo” sahut-nya lirih, berusaha menstabilkan diri-nya. Minho membopong Hyesun duduk di sofa ruangan tersebut, Minho dapat merasakan tubuh Hyesun yang dingin dan wajah-nya yang memucat.

“Benar kau tidak apa-apa” tanya-nya meyakinkan,

“ya, aku baik-baik saja” ucap Hyesun pelan.

“Sun-a, minumlah air hangat ini” ujar Mrs.Yang,

Minho membantu Hyesun meneguk air hangat tersebut.
Pergelangan tangan Minho bergetar saat di usap-nya sisa air dari sudut bibir Hyesun.

“Dokter Joeng sudah datang” ucap pelayan tersebut,

“Oh, Dokter Joeng. Silahkan masuk” sapa Mr.Park

Il Woo, terenyuk saat melihat Hyesun dengan wajah pucat-nya, mata Il Woo lekat menatap Hyesun dari kepala hingga ujung kaki. M

Minho sedikit menggeser posisi-nya saat Il Woo menghampiri Hyesun, perhatian Il Woo terhenti pada dua kaki Hyesun.

Il Woo terjongkok di antara kaki Hyesun, pelan di pegang-nya ke dua permukaan kaki Hyesun.
“Ternyata sudah bengkak” gumam-nya pelan,
Minho yang memperhatikan gerak gerik Il Woo hanya mampu mengangkat alis tinggi, bingung dengan apa yang di lakukan Dokter ini.

“Apa kau tidak meminum obatmu Sun-a” ucap Il Woo tegas,

“Mian Dokter, aku lupa membawa obatku” sahut Hyesun lirih, Il Woo hanya menghela nafas berat, saat mendengarkan jawaban Hyesun.

“Jin Ah, tolong kau cek tensi darah Hyesun!” pinta Il Woo, namun tatapan tajam-nya masih mengarah ke Hyesun,“Dan beri dia minum obat ini”.

Minho berusaha mengidentifikasikan jenis obat tersebut, namun sial, dengan cepat Il Woo memberikan obat itu ke tangan Jin Ah.

Minho mengikuti langkah Il Woo, saat Dokter itu melakukan pemeriksaan terhadap Nenek-nya.

“Ini kedua kalinya Nyonya besar Lee mengalami kejang” ucap Il Woo memastikan,

“Ne” sahut Mrs.Yang cepat.

“Bukankah sudah di ingatkan bahwa Nyonya besar Lee, tidak bisa menerima sesuatu yang dapat membuat pikiran-nya terganggu” ujar Il Woo lantang.

“Ne Dokter kami tahu itu” sahut Mrs.Yang pelan, Minho yang menyadari kesalahan-nya hanya mampu tertunduk dalam.

“Tapi apa yang menyebabkan hal itu Dokter” ucap Hyesun menyelidik, dengan setia Jin Ah menuntun Hyesun menghampiri Il Woo.

 “Kau, istirahatlah” perintah Il Woo,

“Tapi aku mau tahu Dokter” rengek manja Hyesun keluar.

Minho mengernyitkan ujung bibir-nya saat melihat keakraban Hyesun dan Dokter tersebut.

“Aku yang menyebabkan Nenek seperti ini” ujar Minho percaya diri, sontak semua orang di ruangan itu menatap-nya.

“Wea” ucap Hyesun pelan, merasa tidak percaya denga pengakuan Minho.

Minho tidak ber-reaksi akan pertanyaan Hyesun, dia hanya menyilangkan ke dua tangan-nya di dada dan perhatian-nya kembali pada sang Nenek.

Perlahan Hyesun menghampiri Minho, lembut di pegang-nya pergelangan tangan pria itu. “Weeyo” ucap Hyesun denga suara serak,

Minho mengalihkan perhatian-nya ke Hyesun, lembut di tatap-nya mata teduh Hyesun.
ingin rasanya Minho membelai pipi pucat Hyesun, dia tahu karna keteledoran-nya hal ini terjadi. “Mianhea” ucap Minho pelan,

“Weeyo” ulang Hyesun lagi, mata Hyesun mulai berkaca-kaca, Hyesun tidak menyangka Minho tega membahayakan hidup Nenek-nya sendiri.

Il Woo yang dari tadi mengamati ke dua orang tersebut, menyipitkan mata-nya merasa ada sesuatu hal yang ganjil di antara mereka.

“Tuan muda Lee” ucap Hyesun lirih.

“Aku beri tahu Nenek, kau akan pergi hari ini dari Lee mainson” ucap Minho pelan, sangat pelan mungkin hanya Hyesun yang dapat mendengar perkataan Minho.

“Aishh kau ini.., jangan sekali lagi melakukan hal bodoh seperti itu” pekik Hyesun sambil memukul pergelangan tangan Minho.

“Tapi itukan kenyataan, benarkan kau akan pergi hari ini” sahut Minho membela diri, pelan di hempaskan tubuh-nya di samping sang Nenek.

“Nenek, tolong jangan dengarkan apa kata cucumu ini” ucap Hyesun di telingan Nenek Lee,

“aku janji akan datang menjengukmu setiap hari, aku janji akan hal itu” lama Hyesun mengecup dahi tua itu, sebagai ucapan selamat tinggal pada sang Nenek.

“Sun-a, sudah waktunya kita pulang” ujar Il Woo, reflek Minho mengalihkan pandangan-nya ke Il Woo, sesaat ke dua pria itu saling bertatap mata.

Entah tersirat sesuatu hal Minho bangkit dari posisi-nya, menghampiri Il Woo dengan tampang dingin-nya.

Seorang Lee Minho tidak akan mau menunjukan kesalahan dan kekalahan-nya dari siapapun juga, dan dia akan selalu menunjukan wibawa dam kekuasaan-nya pada setiap lawan-nya.

“Kamsahamida, Dokter Joeng” ujar Minho dengan senyum terurai dari sudut bibir-nya.

Hyesun yang melihat sikap Minho tahu persis, senyum itu bukan senyum yang tulus, melainkan senyum meremehkan.

“Jin Ah, tolong kau jaga Nenek Lee ya. Aku menitipkan-nya padamu” pinta Hyesun,
Jin Ah tersenyum dan menganggukan kepala.

“Mari Dokter, kita pulang” pinta Hyesun.

Perlahan ke dua orang tersebut ke luar dari kamar Nenek Lee di ikuti Minho,

Hyesun menghampiri Mrs.Yang dan Mr.Park yang berdiri di luar kamar.
Sesaat Hyesun memeluk erat tubuh Mrs.Yang dan jabatan tangan dari Mr.Park mengakhiri persuan meraka.

Minho masih mengantar tamu-nya hingga di ambang pintu, tersirat rasa tidak rela melihat Hyesun pergi dengan Il Woo.
Namun mau di kata apa, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
“Nona Goo, gumawo untuk bantuannya selama dua hari ini” ucap-nya menyeringai,

 Hyesun mendengus saat Minho memanggil-nya ‘Nona Goo’ , Hyesun hanya menganggu pelan menjawab pertanyan Minho.

“Dokter Joeng, sekali lagi terimakasih” ucap-nya mengulurkan tangan,

Dengan sigap Il Woo menjabat tangan Minho “chonmaneyoo Tuan Lee, dan terima kasih telah menjaga Hyesun dengan baik” sahut Il Woo tegas,

“Oppa” rengek Hyesun manja. Minho terkesima saat mendengar Hyesun menyebut kata ‘Oppa’ pada Dokter Joeng, dan Minho lebih terkesima lagi saat melihat Hyesun merengek manja di lengan Il Woo. “Arghh.., apa maksud semua ini” gumam-nya dalam hati.

____@@____


Selama di perjalana dari Lee mainson baik Il Woo maupun Hyesun hanya berdiam diri, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Sesekali Il Woo melirik Hyesun terlihat rona kesedihan dari gadis ini, “Apa dia sedih meninggalkan Nyonya besar Lee?,
atau karna pria itu?” batin Il Woo merasa skeptis dengan pertanyaan-nya sendiri.

“Gwacana Sun-a?, kau terlihat sedih” ucap Il Woo memandang Hyesun lekat

“Gwancana oppa” sahut-nya datar.

“Benarkah? Tapi berbeda dengan apa yang ku lihat” ujar Il Woo, sesaat di pelankan laju mobil-nya.

“Aku baik-baik saja oppa” sahut Hyesun tegas, “Apa Tuan Lee menyakitimu” ucap Il Woo melirik tajam Hyesun.

“Anhi” sergah Hyesun cepat, “wow.., baguslah” sahut Il Woo singkat, kembali di laju kendaraan-nya dengan norma.

Ada rasa kecewa terbersit di wajah Il Woo saat mendengar jawaban Hyesun, namun dia bersikap sewajar-nya.

“Oppa, kita mau kemana?” ucap Hyesun saat di sadari-nya jalur yang di ambil Il Woo berlawanan arah dengan Rumah Sakit Shinwha.

“Mengantarmu pulang” sahut-nya cepat, “bukankah sore ini oppa ada praktek?” tanya Hyesun memastikan.

“Ada, setelah mengantarmu, oppa akan kembali ke Rumah Sakit” jawab Il Woo meyakinkan, Hyesun hanya menganguk pelan mendengar penjelasan Il Woo.




End Of Chapter






[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
aduh...sudah pulang dr pekanbaru,jeng? lsg update nih, emang hye sun punya skt apa,sih? kok kakinya bisa bgkak.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
eonni hyesun skit apa seh smpai kaki nya jadi bengkak :( sebenarnya apa seh yg menyebabkan minho membenci mawar putih ? penasaran dengan teka-teki kehidupan masa lalunya minho :(

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Ya ampun hyesun mpe bengkak2 gt hedeuh udin parah bgt dunk kesian hiks T.T

Ihiiirrrrrr mino jeles tu sm ilwoo hayoloh hmpf mawar putih tu kesukaan eommanya ya mpe dy benci bgt gt


ADAM COUPLE SELCA

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
aduh...sudah pulang dr pekanbaru,jeng? lsg update nih, emang hye sun punya skt apa,sih? kok kakinya bisa bgkak.
udah kemarin, mian belum di pm oleh2nya [hmpfh]-->apa coba
klo masalah sakitnya hyesun gw juga masih binggung [what] [what]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
aduh...sudah pulang dr pekanbaru,jeng? lsg update nih, emang hye sun punya skt apa,sih? kok kakinya bisa bgkak.
udah kemarin, mian belum di pm oleh2nya [hmpfh]-->apa coba
klo masalah sakitnya hyesun gw juga masih binggung [what] [what]

 [wacko] [wacko] [wacko] [wacko] aneh  [wacko] [wacko] [wacko]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
eonni hyesun skit apa seh smpai kaki nya jadi bengkak :( sebenarnya apa seh yg menyebabkan minho membenci mawar putih ? penasaran dengan teka-teki kehidupan masa lalunya minho :(
klo masalah mawar, itu bunga kesukaan ommanya minho, makanya minho benci banget ama tuh mawar
karna ommanyakan ninggalin keluarganya demi pria lain-->case ini yang minho tau, but realnya tidak seperti itu [heh]

Ya ampun hyesun mpe bengkak2 gt hedeuh udin parah bgt dunk kesian hiks T.T
Ihiiirrrrrr mino jeles tu sm ilwoo hayoloh hmpf mawar putih tu kesukaan eommanya ya mpe dy benci bgt gt
sebenarnya il woo yang jeles ama minho. bo, dia kan yang punya perasaana ama hyesun [hmpfh]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Makasi yah updateannya...

Minho cemburu yaaaaaa... [hmpfh]...Ayo, jangan lama2 dunk nembaknya Minho. Kamu kan gak ada alasan buat cemburu. jadi kenapa juga mesti uring2an... lagian emang napa sih kalo Hyesun temenan ama Jihoon oppa? tsk....

LAnjutannya jangan lama2 yaaa  [biggrin]

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

lhooo sakit nya HyeSun ga jadi yg kmaren taaaa  [what]
masa gantii lagi Taa' sakitnyaa  [hmpfh]
klo kaki bengkak bisa karena diabteic, truss ga kuat minom obat dosis tinggi (baca gw [hmpfh]..LOL.. [laughing])<-- abaikan
yang pasti bukan beri-2 khann  [hmpfh], penyakitnya yang elite dikit-lahhh Taa'' [hmpfh]<--- digampar author ROH <--- reader aneh  [laughing]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
 [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] prikitiewwwwwwwwwwwww minho udin suka sukaan ye ama hyesun cuit cuit btw hyesun sakit jantung ya?? kaki bengkak geto? andweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee  [nono] [nono]
« Last Edit: April 03, 2011, 09:57:08 am by virna yuniar »

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
tumben updateannya panjang whistling [hmff] digetok deh gw [hammer3] [hammer3] [hmpfh]
tuh si minho--ga kimbum, ga il woo and ga ji hoon, bawaannya cemburu mulu [hmpfh] klu gitu, kejer dong kejer si hyesunnya, jgn dingin and datar mulu [nono] [nono] tunggu next chp. berdoa minho lgs nembak hyesun, amin [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun