Author Topic: Reaches Of Happiness ~~ Update Chapter 9 now ~~ May 01 2012 ~~  (Read 12919 times)

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
  Eonni Ita yang ini kapan di updat ???
Udah 1 bulan lebih neh !!!! Hehehe...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
update  update  updateeeeeeee,,,,,

Tgl 22 ye? Hmpfh

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

iiuuu

  • Guest
update.. onnie...

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
kau yang memulai kau yang mengakhiri kau yang yang berjanji kau yang mengingkariii.............
tanggal 22 update okeeeyyyy
NOOOOOOOOOOOOOOO KOMENTTTTTTTTTTTTTT !!!!!!!!!!!!!!1 [nono]  [nono] [nono] [devil2] [devil2] [devil2] [devil2]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
spoiler

Di tengah kesadaranya yang kian menurun Hyesun dapat merasakan dakapan hangat dan kuat dari Minho, degup jantung Minho yang memburu juga dapat di rasakan Hyesun.
Hyesun tidak menyangkan tubuhnya sekarang ada dalam dekapan Minho, lengan kekar dan dada bidangnya sangat membuat Hyesun nyaman.

Di sela lamunannya terlintas sebuah pertanyaan, kenapa dia begitu mengkuatirkan keadaan gadis itu
apakah gadis itu sudah mencairkan perasaannya yang sudah membeku selama dua tahun ini terhadap mahkluk yang bernama wanita?? . Hembusan nafas berat Minho menggubris pertanyaan yang melintas di benaknya.

Minho mengerjapkan matanya ketika pintu ruang UGD itu terbuka, di amatinya sosok gadis mungil itu terkulai lemah di atas brankar, niat ingin menghampiri Hyesun yang terbaring di brankar pupus saat pandangan mata Minho mengenali sosok Il Woo yang berlari menghampiri pintu ruang UGD.
Untuk sesaat Minho hanya mampu diam di posisinya, tatapan matanya lurus mengamati kerumunan orang yang mengeliling brankar tersebut.

“Siapa yang membawanya kemari?” ucap Il Woo, lekat di tatapnya wajah Dokter Song.

“Saya juga tidak tahu, tapi... Dokter Min bilang wanita ini harus di selamatkan, jika tidak” untuk sesaat Dokter Sung diam, dengan cermat Il Woo mengamati wajah Dokter Song. “Jika tidak apa?” tanya Il Woo penasaran, “Jabatannya menjadi taruhannya” sahut Dokter Song cepat, mendengar pengakuan Dokter Song, Il Woo tersenyum getir.

Minho hanya mampu menarik nafas dalam, ke dua tangannya terkepal kuat di saku celananya guna menahan emosinya yang mulai memuncak, Minho mendehem pelan, hati kecilnya mengoreksi akan tingkat emosinya yang tinggi. Tapi kenapa hati dan emosinya bergejolak saat menyaksikan gadis itu di dekati pria lain?.
'Apakah seorang Lee Minho sudah memiliki parasaan terhadap gadis itu? Tapi apa yang membuatnya bisa menyukai gadis sederhana itu?' Minho menggeleng lemah, mencoba mengusir suara-suara yang berkecamuk di pikirannya.

Minho memalingkan tubuhnya saat mendengar suara roda brankar itu mulai berputar, tatapannya lekat ke arah brangkar itu, walaupun hatinya di selimuti rasa kecewa karna tidak bisa menghampiri Hyesun, tapi itu hanya sesaat kala di lihatnya gadis bertubuh mungil itu membuka matanya. Tatapan sendunya mengarah ke Minho, orang pertama yang di lihatnya saat sadar dari pingsannya. Minho menangkap isyarat dari bibir mungil Hyesun, dan pria bertubuh jangkung itu tahu pasti apa arti dari isyarat itu ‘Gumawo’ seulas senyum dari Minho menghantarkan gadis itu masuk ke dalam lift.


hanya ini yang mampu saya berikan, chp aslinya akan di update ama free, mian pas tanggal 22 ane harus ngalong di kntr jadi tidak bisa ikut berpesta bersama kalian #sedih,pilu hatiku ini [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
kalo gini pan enak mak [hmpfh] [hmpfh] mampir ke tret dpt sop iler...sering2 aje ye mak [laughing] [laughing]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Si ita dipanggil mak jg [laughing]

Gw makin suka ama minho di sini,, karakternya makin kuat n melekat di hati gw #lebay [hmpfh]

Eh,, update tgl 22 pan, mak?? [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
spoiler

Di tengah kesadaranya yang kian menurun Hyesun dapat merasakan dakapan hangat dan kuat dari Minho, degup jantung Minho yang memburu juga dapat di rasakan Hyesun.
Hyesun tidak menyangkan tubuhnya sekarang ada dalam dekapan Minho, lengan kekar dan dada bidangnya sangat membuat Hyesun nyaman.

Di sela lamunannya terlintas sebuah pertanyaan, kenapa dia begitu mengkuatirkan keadaan gadis itu
apakah gadis itu sudah mencairkan perasaannya yang sudah membeku selama dua tahun ini terhadap mahkluk yang bernama wanita?? . Hembusan nafas berat Minho menggubris pertanyaan yang melintas di benaknya.

Minho mengerjapkan matanya ketika pintu ruang UGD itu terbuka, di amatinya sosok gadis mungil itu terkulai lemah di atas brankar, niat ingin menghampiri Hyesun yang terbaring di brankar pupus saat pandangan mata Minho mengenali sosok Il Woo yang berlari menghampiri pintu ruang UGD.
Untuk sesaat Minho hanya mampu diam di posisinya, tatapan matanya lurus mengamati kerumunan orang yang mengeliling brankar tersebut.

“Siapa yang membawanya kemari?” ucap Il Woo, lekat di tatapnya wajah Dokter Song.

“Saya juga tidak tahu, tapi... Dokter Min bilang wanita ini harus di selamatkan, jika tidak” untuk sesaat Dokter Sung diam, dengan cermat Il Woo mengamati wajah Dokter Song. “Jika tidak apa?” tanya Il Woo penasaran, “Jabatannya menjadi taruhannya” sahut Dokter Song cepat, mendengar pengakuan Dokter Song, Il Woo tersenyum getir.

Minho hanya mampu menarik nafas dalam, ke dua tangannya terkepal kuat di saku celananya guna menahan emosinya yang mulai memuncak, Minho mendehem pelan, hati kecilnya mengoreksi akan tingkat emosinya yang tinggi. Tapi kenapa hati dan emosinya bergejolak saat menyaksikan gadis itu di dekati pria lain?.
'Apakah seorang Lee Minho sudah memiliki parasaan terhadap gadis itu? Tapi apa yang membuatnya bisa menyukai gadis sederhana itu?' Minho menggeleng lemah, mencoba mengusir suara-suara yang berkecamuk di pikirannya.

Minho memalingkan tubuhnya saat mendengar suara roda brankar itu mulai berputar, tatapannya lekat ke arah brangkar itu, walaupun hatinya di selimuti rasa kecewa karna tidak bisa menghampiri Hyesun, tapi itu hanya sesaat kala di lihatnya gadis bertubuh mungil itu membuka matanya. Tatapan sendunya mengarah ke Minho, orang pertama yang di lihatnya saat sadar dari pingsannya. Minho menangkap isyarat dari bibir mungil Hyesun, dan pria bertubuh jangkung itu tahu pasti apa arti dari isyarat itu ‘Gumawo’ seulas senyum dari Minho menghantarkan gadis itu masuk ke dalam lift.


hanya ini yang mampu saya berikan, chp aslinya akan di update ama free, mian pas tanggal 22 ane harus ngalong di kntr jadi tidak bisa ikut berpesta bersama kalian #sedih,pilu hatiku ini [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]

gumawo buat spoilernya,sist.Ita [lovestruck]...jd gak sabar nunggu update-an penuhnya,tgl 22 kn???

dtunggu lho,sist...HWAITING!!! [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] prikitewwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww  whistling tapi bukan ini yang kami mintaa lol  [arms] [arms] mari mari diupdate mari mariii

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] prikitewwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww  whistling tapi bukan ini yang kami mintaa lol  [arms] [arms] mari mari diupdate mari mariii

kami butuh chapter bukan ilerr  [whip] [whip]

ayo updateeeee

 [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
ROH DATANGLAH DATANGLAH.. [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[/size][/color][/b]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile

Quote
“Gadis bodoh!, apa yang kau lakukan di situ?”  ujar Minho berkacak pinggang, perlahan Hyesun mengalihkan pandangan-nya ke pria itu.
“Tuan muda Lee” ucap Hyesun sangat pelan, Minho yang melihat rona wajah Hyesun yang sangat pucat hanya dapat menghela nafas dalam.
Hyesun tersenyum kecut saat melihat Minho mengulurkan tangan pada-nya
“Mari” pinta Minho membentu Hyesun berdiri, tubuh Hyesun bergetar pelan saat di paksa mengangkat tubuh-nya.

“Gwancana?” ucap Minho kuatir, namun Hyesun hanya menggeleng pelan, Minho mempererat pegangan tangannya saat di rasakan tubuh Hyesun bergetar.
Tingkat kesadaran Hyesun mulai melemas, penglihatannya mulai terasa gelap. ingin rasanya Minho menarik tubuh Hyesun kedalam pelukan-nya, belum juga niat itu terlaksana tubuh Hyesun rubuh kedalam dekapan Minho.
Alhasil membuat Minho panik, pelan di guncangnya tubuh Hyesun, di tepuknya kedua pipi-nya berharap reaksi dari gadis itu.

“Hyesun, kumohon bangunlah, Sun-a!!” pekik kepanikan Minho
“Tu..an..mu..da” sahut Hyesun terbata-bata, melihat kondisi Hyesun yang mulai memprihatinkan, dengan sigap Minho membopong tubuh mungil itu ke dalam mobil.



Di tengah kesadaranya yang kian menurun Hyesun dapat merasakan dakapan hangat dan kuat dari Minho, degup jantung Minho yang memburu juga dapat di rasakan Hyesun.
Hyesun tidak menyangkan tubuhnya sekarang ada dalam dekapan Minho, lengan kekar dan dada bidangnya sangat membuat Hyesun nyaman.
Pelan Minho membaringkan tubuh Hyesun di jok depan, tanpa berpikir lama Minho melaju kencang mobil sportnya.
____@@____

Dengan sigap Minho membopong tubuh mungil Hyesun ke UGD, dengan tampang paniknya Minho memerintahkan semua Dokter yang berjaga di UGD tersebut untuk memeriksa keadaan Hyesun.
Tak terkecuali Dokter Min kepala rumah sakit Shinwha yang kebetulan berpapasan dengannya di depan ruang UDG.

“Tuan Lee, ada apa anda di sini?” tanyanya seolah-olah terkejut melihat keberadaan Minho di UGD.

“Kau harus menolong dia, jika terjadi sesuatu dengannya. Jabatanmu jadi taruhannya, arreso!” ucapnya menarik Dokter Min kedalam ruang UDG.

Hampir tiga puluh menit lamanya Minho menunggu di ruang tunggu UDG, rasa jenuh mulai merajai dirinya, yang bisa di lakukannya hanyalahhilir--mudikdi sepanjang koridor UDG.
Akhirnya Minho dapat bernafas lega saat pintu UDG tersebut di buka juga, seraya bergerak cepat Minho menghampiri Dokter Min.

“Bagaimana keadaannya?” ucap Minho dengan wajah panikdi depan Dokter Min.

“Dia masih belum sadar, saya sudah perintahkan Dokter ahli untuk memeriksa keadaanya, dan sebentar lagi pasien akan segera di bawa ke ruang perawatan” ujar Dokter Kim meyakinkan, sambil memohon diri dari hadapan Minho.

Minho tersenyum kecut saat mendengar penjelasan yang di berikan Dokter Min, walaupun Minho belum melihat langsung keadaan Hyesun itu sudah cukup membuatnya sedikit tenang.
Di sela lamunannya terlintas sebuah pertanyaan, kenapa dia begitu mengkuatirkan keadaan gadis itu.apakah gadis itu sudah mencairkan perasaannya yang sudah membeku selama dua tahun ini terhadap mahkluk yang bernama wanita??.Hembusan nafas berat Minho menggubris pertanyaan yang melintas di benaknya.

“Gwanchana Tuan muda?” sapa Tuan Park menghampiri Minho

“Urus satu ruang perawatan yang terbaik di Rumah sakit ini” perintah Minho, pandangan matanya masih tertuju pada pintu ruang UGD tersebut, tanpa sadar Tuan Park mengikuti arah pandangan mata Minho.

“Apa masih ada yang kurang jelas Tuan Park!” ucap Minho yang menyadari ajudannya yang masih tidak bergerak juga dari posisinya.

“Oh... anhi” sahut Tuan Park bergegas menghilang dari hadapan Minho.

Minho mengerjapkan matanya ketikapintu ruang UGD itu terbuka, di amatinya sosok gadis mungil itu terkulai lemah di atas brankar, niat ingin menghampiri Hyesun yang terbaring di brankar pupus saat pandangan mata Minho mengenali sosok Il Woo yang berlari menghampiri pintu ruang UGD.
Untuk sesaat Minho hanya mampu diam di posisinya, tatapan matanya lurus mengamati kerumunan orang yang mengeliling brankar tersebut.

“Bagaimana keadaanya Dokter Song? Tanya Il Woo melirik sekilas ke arah Dokter Song,“Sun-aa, kau baik-baik saja” seru Il Woo panik sambil mengguncang pelan tubuh Hyesun.

“Dokter Jung, tolong tenangkan diri anda, nona ini baik-baik saja. Dia hanya mengalami depresi ringan, tidak ada hubungan dengan penyakitnya” pinta Dokter Song memegang pelan bahu Il Woo.

"Siapa yang membawanya kemari?” ucap Il Woo, lekat di tatapnya wajah Dokter Song.

“Saya juga tidak tahu, tapi... Dokter Min bilang wanita ini harus di selamatkan, jika tidak” untuk sesaat Dokter Song diam, dengan cermat Il Woo mengamati wajah Dokter Song. “Jika tidak apa?” tanya Il Woo penasaran, “Jabatannya menjadi taruhannya” sahut Dokter Song cepat, mendengar pengakuan Dokter Song, Il Woo tersenyum getir.

Dia tahu pasti siapa ‘orang’ yang di maksud oleh Dokter Song, sejenak Il Woo melebarkan pandangan matanya mencari ‘orang’ tersebut, benar adanya sekilas pandangan matanya bersitubruk oleh tubuh jangkung yang membelakangi dirinya, tidak perlu pengamatan lebih dalam Il Woo yakin, memang benar dia ‘orang’ yang di maksud.
Terurai senyum di ujung bibir Il Woo saat mengenali ‘orang’ itu.Entah apa yang ada di benak Dokter Muda ini, dengan sigap di raihnya tubuh Hyesun yang terkulai lemah dan di bawa ke dalam dekapannya.

“Sun-aa, kumohon bangunlah, oppa ada di sini, ku mohon bangunlah” seru Il Woo dengan suara sedikit memekik.

Minho membalikan tubuhnya saat pekikan Il Woo menarik perhatiannya, raut wajah Minhoberubah, kala di lihatnya Il Woo membelai lembut rambut Hyesun dalam mendekapnya.Suatu pemandangan yang tidak mengenak untuk di lihat bagi orang yang telah menyelamatkan gadis itu.
Minho memicingkan matanya saat di lihatnya Il Woo berkomat—kamit tepat di  daun telinga Hyesun. Seringai tipis penuh ejekan mewarnai wajah Il Woo, ketika di lihatnya tatap mata Minho mengarah kepadanya, dengan cepat Minho membuang pandangan wajahnya.

Minho hanya mampu menarik nafas dalam, ke dua tangannya terkepal kuat di saku celananya guna menahan emosinya yang mulai memuncak, Minho mendehem pelan, hati kecilnya mengoreksi akan tingkat emosinya yang tinggi. Tapi kenapa hati dan emosinya bergejolak saat menyaksikan gadis itu di dekati pria lain?.
'Apakah seorang Lee Minho sudah memiliki parasaan terhadap gadis itu? Tapi apa yang membuatnya bisa menyukai gadis sederhana itu?' Minho menggeleng lemah, mencoba mengusir suara-suara yang berkecamuk di pikirannya.

Minho tahu benar Il Woo, hanya ingin mengejek dirinya, namun tidak ada yang bisa di lakukannya untuk mencegah pria itu mendekati Hyesun, hanya helaan nafas kasar yang cukup mewakili perasaan hatinya saat ini.

”Tuan muda, semuanya sudah siap” jelas Mr.Park yang tepat berdiri di samping Minho.
Mr.Park menyadari ada keanehan yang terjadi pada majikannya ini, paras wajahnya kaku dan urat-urat di dahinya tampak mengeras.

Minho memalingkan tubuhnya saat mendengar suara roda brankar itu mulai berputar, tatapannya lekat ke arah brangkar itu, walaupun hatinya di selimuti rasa kecewa karna tidak bisa menghampiri Hyesun, tapi itu hanya sesaat kala di lihatnya gadis bertubuh mungil itu membuka matanya. Tatapan sendunya mengarah ke Minho, orang pertama yang di lihatnya saat sadar dari pingsannya. Minho menangkap isyarat dari bibir mungil Hyesun, dan pria bertubuh jangkung itu tahu pasti apa arti dari isyarat itu ‘Gumawo’ seulas senyum dari Minho menghantarkan gadis itu masuk ke dalam lift.

Mr.Park yang berdiri tepat di depan Minho ikut memalingkan wajahnya, alangkah kagetnya Mr.Park saat di kenalnya sosok gadis di brangkar itu.

“Nona Goo!”pekikpria berjashitamitupelan, matanyasilihbergantimenatap sang majikandangadisitu.

“Kita pergi” ucap Minho dengan langkah lebarnya berjalan kearah lobby Rumah Sakit.
____@@____

Senja nan indah saat sang surya perlahan mulai turun ke peraduannya, hilir mudik kendaraan meramaikan suasana sore di kota Seoul, tidak terkecuali mercy hitam yang di tumpangi Minho melaju pelan membelah hiruk pikuk jalanan.

“Kita kembalike Lee mainson, Tuan muda?” Tanya Mr.Park ,memastikan.

“Anhi, kita ke Shinwha” ujar Minho menyamankan posisi duduknya.

“Mengenai peresmian Hotel Shinwha, minggu depan akan teraelisasi, Tuan muda !” ucap Mr.Park memalingkan wajah menghadap sang Tuan muda, yang hanya di jawab dengan deheman pelan.
____@@____

“Apa semua persiapanya sudah matang” ucap Minho memasuki meeting room, yang langsung di sambut tatapan bertanya dari peserta meeting, tidak terkecuali Kim Bun yang di tugaskan menggantikan dirinya.

“Mwo... apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya setalah Minho duduk di sampingnya.

“Tidak bolehkah?” ucap Minho menyelidik

“Anhi, hanya saja”

“Sudahlah tidak perlu di bahas lagi” sergah Minho cepat

“Mana hasil meeting hari ini?” pinta Minho mengadahkan tangannya ke arah Kim Bun, sesaat matanya lekat mengamati kertas berukuran folio itu, senyum tipis tersungging di ujung bibirnya. Entah apa yang ada di benak Minho saat ini, namun berita peresmian Hotel Shinwha menjadi dasar utamanya.

“Ok, meeting hari ini selesai. Kau.., kau... keruang kerjaku sekarang” perintah Minho bangkit dari duduknya dengan langkah penuh wibawa keluar dari ruang meeting tersebut.
____@@____

“Terus apa maksud semua ini?” tanya Kimbun dengan alis terangkat tinggi memasuki ruang kerja Minho.

"Aku akan membawa helmonie ke Jeju" ucap Minho enteng. "Mr.Park tolong kau siapakan segala kebutuhan ke berangkatan helmonie ke Juju, aresso" perintahnya tegas.

"Mwo.., kau mau membunuh nenekmu sendiri apa?" pekik Kim Bun yang tidak menyangka akan ide gila sahabatnya itu.

"Haish... Siapa yang mau membunuh hah.., aku akan membawa helmonie berlibur" ujarnya dengan senyum mengembang.

Kim Bun hanya mampu menggeleng lemah mendengar jawaban Minho “Baiklah.., terserah kau mau melakukan apapun, you’re the bos” ucap Kim Bun pasrah, setidaknya dia telah menasehati Minho untuk suatu hal yang mungkin akan merugikan dirinya.

“Jika tidak ada yang di bahas lagi, lebih baik aku pergi” ujar Kim Bun beringsut dari kursi, namun langkahnya tercegat, saat Minho menyerukan namanya “Weayo?” ucap Kim Bun dengan malas membalikkan tubuhnya menghadap Minho.

“Pastikan kau mengundang tiga arsitek dari Epic contractor” ujar Minho tanpa memperhatikan lawan bicaranya.

“Nee” ucap Kim Bun cepat

“Mr.Park lebih baik kau pulang duluan, pastikan semua keperluan keberangkatan ke Jeju sudah siap semua” ujar Minho, bangkit dari duduknya.

“ApaTuan muda akan ke Rumah Sakit?” tanya Mr.Park memastikan, sesaat pria separuh baya itu tertunduk lemah, kala tatapan tajam Minho menusuk ke arahnya.

“Rumah Sakit, weayo Minho-aa?” ucap Kimbun memastikan, “Oh itu, aku akan bertemu dokter yang merawat healmonie, untuk memastikan semua aman” sahut Minho tanpa berlama-lama bergegas keluar dari ruang kerjanya.

Kimbun hanya mendengus melihat keanehan yang terjadi pada sahabatnya ini, lirikkan tajamnya ke Mr.Park tidak membuahkan hasil saat pria berjas hitam itu hanya mengangkat kedua bahunya.
____@@____


Tanpa tujuan dan arah yang pasti Minho melaju mobil sportnya dengan kecepatan penuh membelah keramaian kota Seoul di malam hari.
Mobil sport merah itu pemperlambat lajunya, saat memasuki plataran parkir Rumah Sakit Shinwha,  pandangan matanya lurus ke arah lobby Rumah Sakit.

Tampak jelas keraguan di wajahnya, kala batinnya mempertanyakan niat kedatangannya menemui gadis itu. Pantaskah? Dengan tujuan apa? Minho pun tahu gadis itu hanyalah manta perawat di rumahnya tidak ada hubungan apa-apa di antara mereka, tapi entah mengapa langkahnya menggiring dirinya ke Rumah Sakit itu.

Minho menghela nafas berat, perang batin yang tak kunjung ada jawabannya membuat pria bertubuh jangkung itu keluar dari kendaraannya. Dengan langkah lebarnya memasuki lobby Rumah Sakit dan menghilang di balik lift.


Ting...

Pintu lift terbuka tepat di lantai 14, namun Minho masih terdiam di dalam lift dan entah apa yang membuat keraguan datang lagi di hatinya. Hembusan nafas berat Minho mengawali langkah kakinya keluar dari lift, dengan langkah pelan Minho mengamati setiap nomor yang terpasang di pintu ruang perawatan.

Atas informasi dari Mr.Park, Minho tahu pasti di ruangan mana Hyesun di rawat, dan tidaklah sulit bagi Minho untuk menemukan ruang itu. Seringai tipis terpasang di wajah tampannya, kala langkahnya terhenti tepat di depan pintu ruang perawatan Hyesun, dengan sangat pelan Minho meraih grendel pintu tersebut. Namun niat belum terlaksana pintu tersebut telah terbuka dari dalam.

Seringai di wajah Minho berubah kaku saat di kenalnya sosok pria di depannya ini, tidak ada komunikasi hanya tatapan tajam dari kedua pria ini yang bereaksi akan keberadaan mereka.

“Tuan Lee, apa yang anda lakukan di sini” sapa Il Woo mengakhiri perang mata di antara mereka.

“Tidak bolehkah?” sahut Minho acuh.

“Anhi.., hanya saja ini sudah malam Tuan, dan Hyesun baru saja beristirahat” jelas Il Woo dengan posisi kakunya, tangan kanannya kuat memegang daun pintu tersebut, oleh melarang pria ini masuk ke dalam ruangan itu.

“Tapi itu tidak ada hubungannya dengan anda Dokter !! Saya hanya ingin melihatnya dan memastikan keadaannya, hanya itu saja” ucap Minho ketus, tatapan matanya lekat mengamati wajah Il Woo, tapi Dokter muda itu sedikitpun tidak gentar akan sorotan tajam pemilik Rumah Sakit Shinwha ini.

“Keadaan Hyesun baik-baik saja yang di butuhkannya sekarang ini hanya istirahat yang cukup, dan dua hari lagi dia akan pulang” jelas Il Woo, pelan di tariknya pintu ruangan itu, dengan sigap Minho menahan daun pintu tersebut agar tidak tertutup “Tidak mudah itu dokter” sergah Minho

Il Woo memalingkan kepalanya, raut wajah mulai mengeras, kala di lihatnya Minho tersenyum tipis di ujung bibirnya. Sebuah senyuman untuk mengejek dirinya.

“Apa anda memiliki perasaan terhadap Nona Goo, atau anda menyukainya Dokter?” tanya Minho sambil tersenyum memalingkan wajahnya dari Il Woo.

Il Woo memalingkan wajahnya menatap Minho, Il Woo di buat terperanjat akan pertanyaan yang di ajukan Minho. apa yang membuat pria di depannya ini dapat membaca isi hatinya terhadap Hyesun.

“A.. apa maksud perkataan Tuan” ucap Il Woo dengan suara gugup.

“Sudahlah Dokter, kita ini seorang pria dan dengan mudah saya bisa menebak apa yang ada di pikiran anda. Apakah Nona Goo mengetahuinya?!!” ujar Minho ritme suaranya bergetar saat kalimat itu keluar dari mulutnya. laksana tersambar petir Il Woo terkulai lemah. Dan tidak di sia-siakan kesempatan yang datang dengan cepat Minho menerobos masuk ke dalam ruangan itu.

“Saya tidak akan ijinkan anda untuk mendekatinya, apa lagi untuk menyakiti Hyesun” aku Il Woo dengan suara parau, Minho menghentikan langkahnya walau samar di dengarnya perkataan Il Woo, namun hal itu membuat hatinya geli.

Dengan langkah cepat Minho menghampiri Il Woo yang masih membelakanginya, perlahan Minho mendekati kepalanya seraya berbisik di daun telinga Il Woo.

“Saya bukan tipikal pria yang suka menyakiti wanita, namun sebaliknya Dokter” ujar Minho dengan senyum terkulum di wajahnya.

“Jika anda ingin mendapatkan Nona Goo, mari kita bersaing dengan sehat?. Jangan pernah menggunakan segala cara untuk mendapatkannya, karna saya bisa berubah menjadi orang yang sangat-sangat sadis” ungkap Minho meyakinkan, perlahan tubuh jangkung itu beringsut ke dalam ruangan tersebut.

Il Woo mendengus keras, degup jantungnya berpacu menahan emosi yang seolah-olah siap meledak kapan saja itu hanya sesaat saja dengan cepat raut wajah Il Woo berubah datar, senyum licik mewarnai bibirnya. “Ehm.., tidak akan semudah itu juga anda bisa mendapatkannya Tuan, saya punya cara yang tepat untuk menjauhkan Hyesun dari anda. Tunggu saja apa yang bisa saya perbuat untuk menyakiti anda, bahkan 'wanita yang saya cintai' ” gumam Il Woo mengepal kuat ke dua tangannya.
____@@____

“Annyeong” sapa perawat itu menghampiri Minho.

Minho hanya melirik sekilas ke arah perawat itu, baginya pemandangan di hadapannya lebih menarik dari sapaan wanita berbaju putih itu.

“Pasien sedang beristirahat, jika anda ingin menjenguknya lebih baik esok hari saja” jelas sang perawat ragu.

“Anda bisa keluar sebentar” perintahnya dengan intonasi pelan.

“Saya di tugaskan Dokter Jung untuk menjaga Nona ini Tuan” serga sang perawat cepat, alhasil membuat Minho menatap tajam perawat itu “Saya yang memerintahkan Nona ini di jaga oleh perawat dan saya yang membayar anda bukan Dokter itu, lebih baik anda keluar sekarang” ujarnya sedikit keras, tanpa berpikir lama sang perawat itu keluar dari ruangan.


Minho memalingkan wajahnya, seulas senyum dari bibirnya saat pandangan matanya mengamati gadis yang tertidur pulas itu.

“Ehm… gadis bodoh” desah Minho, pelan di hempaskan tuhuh jangkungnya di kursi yang berada di samping brankar.

“Apa karna pria itu hingga membuatmu seperti ini?” aku Minho, tatapan matanya mengarah ke wajah Hyesun, tidak dengan telunjuk tangannya pelan membelai pergelangan tangan Hyesun.

"Hyesun-ssi, walaupun kau sedang tertidur, setidaknya aku senang melihat keadaanmu baik-baik saja, memang itu sudah sewajarnya” desah Minho pelan, matanya masih lekat mengamati wajah hyesun. “Baiklah karna memang tidak ada yang perlu di bahas, dan aku rasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk berkunjung, aku pulang dulu" ujar Minho tersenyum tipis, terasa berat Minho mengangkat tubuhnya dari kursi, namun tidak sedetikpun tatapan matanya beralih dari wajah Hyesun.

Perlahan Minho beringsut dari kursi tersebut, baru dua tapak kakinya melangkah. Minho membalikkan tubuhnya, untuk terakhir kalinya iris matanya lembut menatap wajah Hyesun. Seperti magnet yang memaksanya untuk menatap wajah gadis itu terus menerus.

Dengan cepat Minho menghampiri Hyesun, satu kecupan pelan dari Minho mendarat di dahi Hyesun, hampir satu menit bibir Minho menempel di dahi Hyesun.

Minho mengangkat wajahnya sedikit, pandangan matanya turun mengagumi setiap detail wajah Hyesun, dari kelopak mata yang tertutup itu, hidung mungilnya, hingga ke dua pipi yang bersemburat merah. Minho membasih tenggorokannya saat matanya tertuju pada bibir mungil Hyesun. Minho terdiam sesaat, jarak di antara mereka tidak sampai sejengkal.
Perlahan bibir Minho mendekati bibir mungil Hyesun, mata Minho terpejam saat bibirnya tepat menempel di bibir Hyesun, hanya menempel dan menyamakan posisi bibir Hyesun.
Itu sudah cukup bagi Minho untuk saat ini, tanpa Minho sadari kelopak mata Hyesun bergerak, Hyesun merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menempel di bibirnya.
Perlahan Hyesun membuka matanya, tapi masih dalam posisi samar melihat sosok di depan matanya.

Minho membuka matanya saat di rasakan ujung bibir Hyesun bergerak, bola mata Minho terbuka lebar, saat di sadarinya Hyesun terbangun dari tidurnya. Sesaat kedua insan itu hanya terpaku di posisi yang sama saling mengerjapkan mata, raut wajah Minho pucat pasih sangat shock karna tertangkap basah oleh pemilik bibir mungil itu.


Note
maaf untuk keterlambatan Chp ini, klo bukan karna B'day nya mino nih jujur ogah banget gw update  [heh] [heh] but it's ok
seperti biasa aku minta caci makian dari readers di mari..hoam..sumpah ngantuk habis yuks mari tidur [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: June 22, 2011, 11:41:25 am by itaraya »
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
kalo gini pan enak mak [hmpfh] [hmpfh] mampir ke tret dpt sop iler...sering2 aje ye mak [laughing] [laughing]

anak gak tau di untung ya [hammer] [hammer] [hammer]
omo moow dah brapa banyak benjolan di kepala lu ya [what]


Si ita dipanggil mak jg [laughing]

Gw makin suka ama minho di sini,, karakternya makin kuat n melekat di hati gw #lebay [hmpfh]

Eh,, update tgl 22 pan, mak?? [laughing]


mam klo tanya kenapa ane di panggil mak juga, jujur gak tau jawabannya, tanyakanlah pada anak2 LUD ntu
(baca:liko, mpir dan moow)-->troublemaker [laughing] [laughing]

mami suka karakternya mino ya [what] tp jujue ane gak tau karakternya mino di sini kayak apa [heh] #author payah
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
kau yang memulai kau yang mengakhiri kau yang yang berjanji kau yang mengingkariii.............
tanggal 22 update okeeeyyyy
NOOOOOOOOOOOOOOO KOMENTTTTTTTTTTTTTT !!!!!!!!!!!!!!1 [nono]  [nono] [nono] [devil2] [devil2] [devil2] [devil2]

[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] prikitewwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww  whistling tapi bukan ini yang kami mintaa lol  [arms] [arms] mari mari diupdate mari mariii

kami butuh chapter bukan ilerr  [whip] [whip]

ayo updateeeee

mpir dan liko masih ingat saya [chin] [chin]
jangan nyampah lagi di mari ok  [ranting] [ranting] klo masih nyampah ane gak bakal kasih toples uh din lagi [hmpfh] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love