Author Topic: Reaches Of Happiness ~~ Update Chapter 9 now ~~ May 01 2012 ~~  (Read 13202 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mak LUD, OOOOOOOO kirain minta nambah kyk daze [hmpfh] [laughing]

jiah mam beda lah di sono daze lg takdug [hmpfh]
n di sini hyesun lagi collapse moso minta nambah [laughing] [hmpfh]

Hmm bener jg,, makanya cepat sembuh hyesun-ssi biar bisa minta nambah ke minho. Pan enak tuh diubek2 ama manusia bertampang dewa [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

iiuuu

  • Guest
minho ayo.. aq dukung... lol

hyesun sakit apaan sih nie?

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
spoiler dikit




            
Dua pipi Hyesun bersemu merah Kala terbayang ke jadian dua hari yang lalu, saat Minho mencuri ciuman pertamanya. Pelan di gigit bibir bawahnya, masih terasa bibir tebal nan merah itu menyentuh bibir mungil miliknya. "Haishh... Apa yang Kau pikirkan Hyesun-aa" gerutu Hyesun memukul pelan kepalanya.

Tanpa Hyesun sadari Seoun, tersenyum geli melihat tingkah lakunya.
"ehm..." dehemnya pelan, menghampiri Hyesun. Tatapan menyelidik dan senyum terkulum di pamerkan Seoun, berusaha mencari tahu apa yang sedang di pikirkan sahabatnya ini.

"Wea...? "ucap Hyesun mencibir.

"Annyeong Dokter Jeong..." sapa lembut Mrs Yang, yang di sambut senyuman kecut dari Ilwoo.

"Tuan muda Lee..."

"Saya sudah tahu, silahkan anda masuk" sahut Ilwoo cepat, sambil mempersilahkan MrsYang melewati dirinya.

‘Kali ini anda bias menang Tuan Lee, tapi lihat nant iaku akan merebut Hyesun dari anda’gumamnya dengan seringan penuh kemenangan.


Mrs Yang melirik Ilwoo dari sudut matanya, terbersit rasa tidak menyenangkan dari prilaku Dokter muda ini. Namun dengan cepat Mrs Yang mengusir prasangka itu.

"Baiklah Ladies... Saya tinggal dulu, dan Kau Hyesun jangan sampai lupa meminum obat itu" seru Ilwoo meyakinkan, perlahan meninggalkan ruangan tersebut.


Tatapan tajam dan tangan yang terkepal kuat dari Pria di sudut lobby Rumah Sakit Shinwha itu mendengus keras kala Mercedes hitam itu perlahan keluar dari pelataran Rumah Sakit.

Dengan lembut Mrs Yang membelai rambut Hyesun. “Akhirnya gadis ini bisa tertidur juga”

‘Kau adalah gadis yang baik, tapi kenapa keluargamu memperlakukanmu seperti itu?’ gumam Mrs Yang menggeleng lemah.


Berulang kali terdengar hembusan nafas berat dari Hyesun, pelan menarik kedua kakinya hingga merapat ke dadanya, dan mengunci kakinya dengan melingkarkan kedua tangannya yang saling bertautan dan perlahan wajah Hyesun menunduk.
Mencoba menyembunyikan kerapuhan dirinya. Tubuh mungilnya bergetar saat isakan tangis yang sangat pelan mulai terdengar.


“Ini hanya luka biasa, Tuan muda tidak perlu repot-repot membersihkannya. Dengan sendirinya luka ini akan sembuh” jelas Hyesun mengharapkan perngertian Minho. Namun bukan Lee Minho namanya jika harus menyerah akan penjelasan Hyesun.

“Sekarang memang hanya luka biasa, jika di diamkan akan parah akibatnya. Sudah lebih baik kau diam di situ biar aku membersihkannya. Araseo!”.


Minho mendengus pelan, posisinya masih tetap sama menatap bibir mungil nan ranum itu. ‘Gila... aku melakukannya juga’ gumam Minho membelalakan matanya
Saat di sadari bibirnya telah menyentuh bibir Hyesun, tanpa tedeng aling-aling Minho mulai mengesap lembut bibir bawah Hyesun, hanya sesaat kegilaan itu berlangsung. Dengan cepat Minho menegakkan posisi tubuhnya dia tidak ingin membuat ‘gadis mungilnya’ terbangun akan gilaan yang baru di lakukannya tadi

[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
OMG eonni sumpah senang bangeet ini bakalan lanjut  [clap] [clap] , di kira eonni engga mau lanjutin lagi ff nya , soalnya jarang muncul lagi di CM  [bored] di tunggu eonni secepatnya , makasih dulu buat spoiiinya  [huglove] [huglove]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
yeeeaahhhhh ada sopiler,,,,, ada yg nerobos2 aja tuh,,,,,!!


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
satu kata eon..UPDATE...  [on] [on] [on] [on]

ayo updateeeeeeeee......  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
hai sista  [biggrin] ayo segera di update  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]
update  [clap]
update  [clap]

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Kyaaaa... itaraya...
ayo di update... dah lama bgt nie, hampir setahun yaaa...

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
OMG eonni sumpah senang bangeet ini bakalan lanjut  [clap] [clap] , di kira eonni engga mau lanjutin lagi ff nya , soalnya jarang muncul lagi di CM  [bored] di tunggu eonni secepatnya , makasih dulu buat spoiiinya  [huglove] [huglove]

gubrakk... perasaan ane gak bilang menghilang [what] [what]
ane masih cinta minsun kok [lovestruck]
CM emang sepi sejak scandal [sweat] demo deh para author tuk update ff mereka ya [hmpfh]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Update...

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Kyaaaa... itaraya...
ayo di update... dah lama bgt nie, hampir setahun yaaa...


setahun [wacko] [wacko] gak ah... cuma telat beberapa bulan aja [hmff]
ane update skrng kok
[biggrin]


hai sista  [biggrin] ayo segera di update  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]
update  [clap]
update  [clap]

dah silahkan di baca n' komennya di tunggu [biggrin]

[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile


Quote
Minho mengangkat wajahnya sedikit, pandangan matanya turun mengagumi setiap detail wajah Hyesun, dari kelopak mata yang tertutup itu, hidung mungilnya, hingga ke dua pipi yang bersemburat merah. Minho membasih tenggorokannya saat matanya tertuju pada bibir mungil Hyesun. Minho terdiam sesaat, jarak di antara mereka tidak sampai sejengkal.
Perlahan bibir Minho mendekati bibir mungil Hyesun, mata Minho terpejam saat bibirnya tepat menempel di bibir Hyesun, hanya menempel dan menyamakan posisi bibir Hyesun.
Itu sudah cukup bagi Minho untuk saat ini, tanpa Minho sadari kelopak mata Hyesun bergerak, Hyesun merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menempel di bibirnya.
Perlahan Hyesun membuka matanya, tapi masih dalam posisi samar melihat sosok di depan matanya.

Minho membuka matanya saat di rasakan ujung bibir Hyesun bergerak, bola mata Minho terbuka lebar, saat di sadarinya Hyesun terbangun dari tidurnya. Sesaat kedua insan itu hanya terpaku di posisi yang sama saling mengerjapkan mata, raut wajah Minho pucat pasih sangat shock karna tertangkap basah oleh pemilik bibir mungil itu.


Reaches of happiness

               Chapter 9


Spontan Minho menegakkan tubuhnya, sambil merapikan posisi jasnya yang sedikit miring. Sekali terdengar deheman pelan keluar dirinya, saat rasa bersalah mulai menggelayuti hati Minho.Binggung dengan apa yang harus di perbuat nya sekarang, laksana maling yang tertangkap basah itulah keadaan penerus Lee corporate ini.

Lirikan tajam Hyesun mengarah ke Minho, namun Pria itu hanya diam mematung menatap lurus ke arah jendela.
‘Apa yang ada di benak pria ini? Kenapa dia mencuri ciuman pertamaku’ gerutu kHyesun dalam hati.

Minho mengalihkan pandangannya ke Hyesun, dia sadar akan kegelisahan Hyesun terlihat dari cara Hyesun meremas tepian selimut yang menutupi dirinya.
"Mian... " ucap Minho pelan di sela-selatarikannafas yang berat. "Saya berharap dirimu mau memaafkan kekilafan saya tadi" ujar Minho sambil membungkukan tubuhnya.

Terasa berat langkah Minho untuk keluar dari kamar ini, tapi ini satu-satunya cara agar Hyesun bisa tenang kembali, Minho tahu tidak akan mudah bagi Hyesun untuk memaafkan tingkah konyolnya itu.

"Saya memohon diri dulu Hyesun-ssi" ucap Minho menatap Hyesun, namun malang gadis itu mengalihkan pandangannya, Minho mengangguk pelan perlahan membalikkan tubuhnya berjalan ke arah pintu.


@lobby Rumah sakit

Ilwoo diam tercenung di sudut ruangan itu, pikirannya terkuras membayangkan apa yang di lakukan Pria itu di sana.
Namaun hanya sesaat, pandangannya teralih ketika terdengar seseorang menyebut nama ‘Lee Minho’.

“Raut wajahnya begitu bahagia, kenapa senyuman konyol itu menghias di wajahnya,apa yang sudah dia lakukannya terhadap Hyesunku?” desis Ilwoo berlari menuju kamar Hyesun.


____#______#_____


Dua pip iHyesun bersemu merah Kala terbayang kejadian dua hari yang lalu, saat Minho mencuri ciuman pertamanya. Pelan di gigit bibir bawahnya, masih terasa bibir tebal nan merah itu menyentuh bibir mungilnya. "Haishh... Apa yang Kau pikirkan Hyesun-aa" gerutu Hyesun memukul pelan kepalanya.

Tanpa Hyesun sadari Seoun, tersenyum geli melihat tingkah lakunya.
"Ehm... " dehemnya pelan, menghampiri Hyesun. Tatapan menyelidik dan senyum terkulum di pamerkan Seoun, berusaha mencari tahu apa yang sedang di pikirkan sahabatnya ini.

"Wea...?" ucap Hyesun mencibir.

"Hyesun-aa kenapa pipimu memerah?" ucap Seoun menghampiri dan mencoba menyentuh pipi kiri Hyesun. Dengan cepat Hyesun menangkis jemari Seoun.

"Wea...Kau tidak suka aku dating menjengukmu?"Tanya Seoun mencibir.

"Anhi, dari mana Kau tahu aku ada di sini?" ujar Hyesun sambil memicingkan matanya.

"Kemarin malam, oppa Jeong mengabariku" jelas Seoun memeluk erat Hyesun.

"Alangkah beruntungnya aku jika ada di antara pelukan itu" sungut Ilwoo, yang langsung di jawab dengan tatapan tajam dari kedua gadis berparas Ayu ini.

"Sejak kapan oppa ada di situ?" sapa Seoun menghampiri Ilwoo, dengan lembut di tariknya pergelangan tangan Ilwoo. Dan mengajaknya duduk di samping pembaringan Hyesun.

"Oppa, kapan aku akan pulang? Kau tahukan di riwat di rumah sakit ini butuh biaya yang besar!" jelas Hyesun mengharapkan Ilwoo mengabuli keinginannya.

"Siang ini!" semua biaya pengobatanmu sudah di urus, jadi... Belum sempat Ilwoo melanjutkan ucapannya terdengar ketukan halus dari balik pintu.

"Biar aku yang buka" sergah Ilwoo menarik pelan lengan Seoun, yang sudah dua langkah di depannya.

"Annyeong Dokter Jeong..." sapa lembut MrsYang, yang di sambut senyuman kecut dari Ilwoo.

"Tuan muda Lee..."

"Saya sudah tahu, silahkan anda masuk" sahut Ilwoo cepat, sambil mempersilahkan Mrs Yang melewati dirinya.

‘Kali ini anda bisa menangTuan Lee, tapi lihat nanti aku akan merebut Hyesun dari anda’ batin Ilwoo dengan seringai penuh kemenangan.

"Bibi Yang..." sapa Hyesun melebarkan tangannya meyambut kedatangan Mrs Yang, Kedua wanita yang berbeda usia itu saling berpelukan erat.

"Dari mana bibi tahu aku ada di sini?" ucap Hyesun menyelidik.

"Tuan.... " belum juga Mrs Yang menyelesaikan ucapannya, Ilwoo dengan cepat menyela dan berdiri membelakangi Mrs Yang.
Kepala pelayan Lee mension itu hanya mampu mengeryitkan alisnya.

"Hyesun, oppa harus kembali bekerja. Mian tidak bias mengantarmu pulang" kata Ilwoo menyentuh pelan bahu Hyesun.

"Gwencana oppa, aku mengerti. Gumawo untuk semuanya" jawab Hyesun sambil tersenyum.


Mrs Yang melirik Ilwoo dari sudut matanya, terbersit rasa tidak menyenangkan dari prilaku Dokter muda ini. Namun dengan cepat Mrs Yang mengusir prasangka itu.

"Baiklah Ladies... Saya tinggal dulu, Dan Kau Hyesun jangan sampai lupa meminum obat itu" seru Ilwoo meyakinkan, perlahan meninggalkan ruangan dengan rona wajah sedikit keruh.

"Hyesun mari aku bantu berganti pakaian" pinta Seoun dan mengambil pakaian Hyesun dari lemari.
Mrs Yang membantu Hyesun turun dari tempat tidur dan menuntun Hyesun ke kamar mandi.


Kring... Kring...

"Bibi ada telephone" ujar Seoun menunjuk ke tas Mrs Yang, yang tergeletak di tempat tidur Hyesun.

"yeoboseyo Doronim" sapa Mrs Yang pelan, sekilas Hyesun dapat mendengar obrolan Mrs Yang.

"Tuan muda Lee" desis Hyesun sangat pelan.

____#______#_____

"Mian Hyesun-a aku tidak bias mengantarmu sampai ke rumah, aku harus kembali. Kau tahu sendirikan bagaimana Tuan Cha sangat sewot jika dia di tinggal sendiri di toko roti?" ucap Seoun memasang wajah sedih.

Hyesun memeluk tubuh sahabatnya itu erat "Gwencana, aku mengerti. Gumawo Kau telah dating menjengukku". ujar Hyesun melapaskan pelukan Seoun.

Mrs Yang membimbing Hyesun masuk ke dalam Mobil, yang pintunya sudah di bukakan oleh sekertaris Park.

"Agashi" sapa Mr Park saat berpapasan dengan Hyesun di bibir pintu Mobil.

Tatapan tajam dan tangan yang terkepal kuat dari Pria di sudut lobby Rumah Sakit Shinwha itu, mendengus keras kala Mercedes hitam itu perlahan keluar dari pelataran Rumah Sakit.

_____#_____#____


Dengan lembut Mrs Yang membelai rambut Hyesun. “Akhirnya gadis ini bias tertidur juga” desah Mrs Yang pelan.

‘Kau adalah gadis yang baik, tapi kenapa keluargamu memperlakukanmu seperti itu?’ gumam Mrs Yang menggeleng lemah.

"Mr Park apakah kau bisa menghubungi Tuan muda?”

"Tuan muda masih belum menjawab telephonenya Mrs Yang" jelas Mr Park pelan.

"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Mrs Yang, matanya nanar menatap wajah pucat Hyesun.

"Tunggu sebentar..." sergah Mr Park cepat, tangannya sibuk membuka agenda kulit berwarna hitam itu. Sekilas melirik ke jam tangannya "Jam 4 schedule doronim meeting dengan Big brother company" jelasnya sambil membalikan badan ke arah Mrs Yang.

Mr Park menghembuskan nafas pelan, berpikir sejenak “Kita bawa saja ke Lee mension, biar saya yang akan menjelaskan ke pada Tuan Muda” saran Mr Park yang di sambut anggukan halus Mrs Yang.

“Tuan Muda” ucap Mr Park, saat handphone di tangannya berdering.
Tangan kanannya memerintahkan supir untuk menepi, dengan cepat Mr Park keluar dari mobil. Tidak lama kemudian Mr Park sudah duduk di samping supir dan memerintahkan supir untuk melanjutkan perjalanan ke Lee Mension.

“Apa kata Tuan muda?” tanya Mrs Yang penasaran.

“Tidak ada masalah bagi Tuan muda” jawab Mr Park sekilas memiringkan kepalanya menghadap Mrs Yang.

____#____#____


“Meeting yang alot “ gumam Kimbun mengiringi langkah Minho.

“Terlalu berteletele“ aku Minho melangkah lebar memasuki ruang kerjanya di ikuti Kimbun dan sekertaris Minho.

“Tuan Lee, semua undangan sudah di sebar dan tidak ada yang terlewatkan satupun, ini berkas-berkas yang harus Tuan tanda tangani” jelas Ms Sung menghampiri Minho dan meletakan beberapa dokumen di meja kerjanya.

“Apa ada yang lainnya Tuan?”

“Pastikan kau mengundang sekertaris pria ini” seru Minho menunjuk ke arah Kimbun yang sedang asik memainkan Hpnya.

“Oh, baik Tuan. Apa ada lagi request dari Tuan?” tanya Ms Sung ragu.

Minho hanya menggeleng pelan, dirinya sibuk membolak-balik berkas-berkas yang baru saja di berikan Ms Sung.

“Ada niatan apa kau mengundang sekertarisku?” tanya Kimbun yang masih sibuk memainkan HP.

“Haruskah ada niatan jika kau mau mengundang seseorang?”

“Haishh... di tanya malah tanya balik” gerutu Kimbun.

“Done, aku pulang sekarang” seru Minho menarik jas yang tergantung di kursi kerjanya.

“Ah... yang benar doronim. Ini masih jam 3 sore” kekeh Kimbun

“Apa terjadi sesuatu dengan halmonie?” selidik Kimbun bangkit dari kursinya menghampiri Minho.

“Anhi..., aku ada urusan” sahut Minho bergegas keluar dari ruang kerjanya.

____#____#____


Sore hari yang mendung saat gumpalan awan tebal perlahan menebarkan warna keabu-abu suram, bertanda langit akan menyirami bumi?. Namun hal tidak mempengaruhi aktifitas masyarakat kota Seoul untuk tetap melakukan aktifitas.
Begitu juga dengan Minho di pacunya ferrari merahnya dengan maksimal hingga deru mesin mobilnya bercampur dengan kebisingan kota Seoul.

“Hyesun kita sudah tiba” ucap Mrs Yang lembut menepuk pipi pucat Hyesun. Tuan Park dengan setia membukakan pintu mobil untuk kedua wanita itu.

“Ehm... kita di mana Bi?” tanya Hyesun dengan suara serak, matanya mencoba menetralisir keadaan di sekelilingnya. Tempat ini tidak asing baginya, Hyesun bergeleng pelan, mendadak nalar pikirannya susah terconnect dengan apa yang di lihatnya.

“Ayo...” pelan Mrs Yang menarik tubuh mungil Hyesun, hembusan nafas pelan Mrs Yang menjadi wakil kesedihan hatinya saat melihat wajah Hyesun, kelopak matanya yang memerah tanpak jelas terlihat genangan air di pelupuk matanya yang siap tumpah di pipinya yang pucat.

“Lee Mansion!?” tebak Hyesun parau.

“Ne, untuk sementara agashi tinggalah di sini” pinta Mr Park mengiringi langkah Mrs Yang dan Hyesun memasuki kediaman Minho.

Mrs Yang langsung membimbing Hyesun memasuki kamar yang pernah di tempatinya dulu, pelan di letakannya tubuh Hyesun di pembaringan.
Mrs Yang mengisyaratkan Hyesun untuk berbaring, namun gadis malang itu hanya menggeleng lemah. Menggeser mundur tubuhnya hingga pungguknya menyentuh sandaran pembaringan.

Berulang kali terdengar hembusan nafas berat dari Hyesun, pelan menarik kedua kakinya hingga merapat ke dadanya, dan mengunci kakinya dengan melingkarkan kedua tangannya yang saling bertautan dan perlahan wajah Hyesun menunduk.
Mencoba menyembunyikan kerapuhan dirinya. Tubuh mungilnya bergetar saat isakan tangis yang sangat pelan mulai terdengar.

Mrs Yang mengalihkan pandangannya ke Mr Park, namun tidak ada reaksi yang di berikan ajudan setia keluarga Lee itu.

“Sebantar, Bibi akan bersihkan luka di tanganmu” jelas Mrs Yang dengan cepat keluar dari kamar itu.

“Saya permisi agashi” ujar Mr Park dari posisinya, sedikit Hyesun mengangkat kepalanya saat mendengar suara Mr Park. Dia tidak tahu akan keberadaan pria itu di kamar ini.
Hyesun mengaguk pelan, bola matanya masih berkabut menatap Mr Park yang mulai beringsut dari ruangan itu.

Mr Park berpapasan dengan Mrs Yang di depan pintu kamar Hyesun, dengan membawa sebaskom air hangan dan wash lap dan di tangan kanannya memegang kotak P3k.Kedua orang tersebut mengeryitkan alis mereka tinggi-tinggi saat melihat sosok Tuan mudanya berlari kecil menghampiri mereka.

“Songsaeheyo doronim, baru saja saya akan menemui Tuan muda” jelas Mr Park membungkukan kepalanya saat Minho sudah berdiri di antara mereka.

“Tak apa Mr Park” jawab Minho cepat, pandangan matanya beralih ke Mrs Yang.

“Untuk apa itu, apa dia baik-baik saja?” tanya Minho dengan sorot mata penasaran.

“Lukanya tidak parah, hanya....”

“LUKA... ???” ujar Minho cepat, Mrs Yang dapat melihat rona kekuatiran dari wajah majikannya ini.

“Ada goresan di tangan kanannya, tapi itu tidak parah. Tapi keadaan psikisnya yang mengkuatirkan” papar Mrs Yang sedih seolah ikut merasakan apa yang Hyesun rasakan saat ini.

“Biar aku yang membersihkan lukanya, kau lebih baik melihat keadaan Halmonie”
 Perintah Minho, mengambil semua peralatan yang ada di tangan Mrs Yang.

Minho terdiam di bibir pintu, tatapan nanarnya tertuju ke Hyesun. Tubuh gadis itu masih bergetar dan sayup Minho dapat mendengar isakan tangis Hyesun.

“Apakah sesakit itu luka di tanganmu sehingga kau menangis?” tanya Minho, berpura-pura yakin, bahwa luka di tangan Hyesun adalah biang permasalahan yang membuat gadis ini menangis.

Hyesun tidak langsung mengangkat kepalanya, dia mencoba mencerna suara pria itu. Tidak asing di pendengarannya tapi bukan juga suara Mr Park, berarti!!!

Hyesun sedikit mendongakkan kepalanya, benar yang di lihatnya “Tuan muda Lee” desis Hyesun.

Kaki jenjang Minho menghampiri sisi pembaringan Hyesun dan meletakan semua peralatan yang ada di kedua tangannya di meja samping membaringan dengan cepat menari sebuah kursi dan meletakannya tepat di samping Hyesun.

“Mana tanganmu yang terluka?” tanya Minho, tangannya memegang wash lap yang sudah di rendam di dalam hair hangat yang di bawanya.
Hyesun termangu melihat aksi yang di lakukan Minho, Hyesun tidak bereaksi akan pertanyaan Minho. Mata sembabnya masih menatap Minho tidak percaya.

“Hyesun” panggil Minho, gadis itu tetap tidak tergubris

“Hyesun-ssi” panggil Minho lagi, tetap tidak ada reaksi dari Hyesun.

Minho mendekatkan pandangannya ke wajah Hyesun, sedikit demi sedikit mendekati hingga Minho dapat merasakan hembusan nafas Hyesun di wajahnya dan genangan di pelupuk mata gadis itu dapat terlihat jelas oleh Minho.

Genangan itu perlahan turun ke pipi mulus Hyesun, pelan Minho mengusap air mata Hyesun.Entah atas dorongan apa, tangisan Hyesun membuat Minho terenyuh. Lengan kekarnya meraih tubuh mungil itu ke dada bidangnya.
Di dekapnya erat, seolah-olah pelukannya dapat memberi ketenangan pada gadis ini.

“Tenanglah” pinta Minho mengusap lembut punggung Hyesun. Minho merenggangkan dekapannya menatap lurus mata sembab Hyesun, lama kedua insan itu beradu pandang. Minho salah tingkah saat desiran hebat masuk ke sanubarinya.

‘Desiran ini pernah aku rasakan dengan wanita itu. Tapi tidak sehebat sekarang. Desiran ini langsung menusuk ke kalbuku terdalam, perasaan apa ini. Mungkinkah aku...?’ gumam Minho menggeleng lemah saat di rasakan degupan jantungnya yang berdetak tidak beraturan.

Mereka masih saling memandang, lagi dan lagi wajah Minho lambat laun hampir menyentuh wajah Hyesun. Hyesun dapat merasakan desiran nafas Minho menerpa wajahnya, gadis mungil ini tidak bergerak di posisinya membeku... perlahan tatapan Minho beralih ke bibir mungil Hyesun.
Hembusan nafas yang hangat dari mulut Hyesun menerpa wajah Minho, sedikit mengalirkan sensasi yang tak dapat di ucapkan dengan kata-kata.

Bibir tebalnya hampir menyentuh bibir mungil itu jika saja sergahan pelan Hyesun tidak membuatnya tersentak.

“ukh... ukh...” batukan pelan Hyesun menginstrupsi tingkat kesadaran Minho.

Denga gugup Minho mengalihkan pandangannya, dengan cepat di ambilnya wash lap yang terjatuh di sisi pembaringan Hyesun di celupkannya kembaki ke dalam baskom dan di perasnya kuat-kuat. Hyesun hanya mampu mengamati setiap aksi yang di lakukan Minho tanpa mampu berkomentar apapun aka terkesima lol.

“kemarikan tanganmu” pinta Minho menarik pelan pergelangan Hyesun yang terluka, namun di cegah Hyesun lembut.

“Wae?” tanya Minho sambil menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi.

“Ini hanya luka biasa, Tuan muda tidak perlu repot-repot membersihkannya. Dengan sendirinya luka ini akan sembuh” jelas Hyesun mengharapkan perngertian Minho. Namun bukan Lee Minho namanya jika harus menyerah akan pernjelasan Hyesun.

“Sekarang memang hanya luka biasa, jika di diamkan akan parah akibatnya. Sudah lebih baik kau diam di situ biar aku membersihkannya. Araseo!”.

Untuk kesekian kalinya Hyesun tertegun akan sikap Minho. Minho menggeganm lembut pergelagan tangan Hyesun, tangannya mulai membersihkan luka goresan di pergelangan Hyesun sangat pelan.

“hush...” rintih Hyesun saat Minho mengolesi anti septik  di luka Hyesun, Minho mendongakan kepalanya menatap Hyesun “Mian, sakitkah?” angguk Hyesun pelan.
Mendadak bulu kuduk Hyesun berdiri, detak jantungnya berpacu cepat saat Minho meniup luka di tangan Hyesun. “Masih sakitkah?” ujar Minho menegakan tubuhnya menghadap Hyesun.

“Tidak lagi” jawab Hyesun menggeleng lemah perlahan menundukan kepalanya berusaha menutupi wajahnya yang mulai memerah, dia tidak mampu menatap mata teduh Minho.

“Selesai. kalau begitu sudah waktunya kau tidur” perintah Minho, penepuk bantal di pembaringan Hyesun, namun Hyesun tidak langsung melakukan perintah Minho, Hyesun hanya melirik ke arah bantal itu.

“Tidurlah” ucap Minho lembut, kedua tangannya mendorong bahu Hyesun hingga gadis mungil itu berbaring, Minho merapikan posisi selimut dan menariknya hingga menutupi bagian dada Hyesun tanpa rasa canggung sedikit pun.

“Tutup matamu, aku akan ada di sini hingga kau terlelap” ucap Minho pelan, sedikit pun pandangan matanya tidak teralih dari Hyesun.

Minho memajukan posisi kursi yang ada di belakangnya, menghempaskan tubuh janggungnya di situ. Raut jawah tampannya terlihat lelah namun demi gadis ini dia abaikan rasa lelah itu. Senyuman halus di berikan Minho saat di lihat Hyesun mulai memejamkan matanya.


Sudah tiga puluh menit lamanya Minho duduk, sedikit pun dia tidak beranjak atau mengalihkan pandangannya ke arah lain, perhatiannya hanya terpusat ke Hyesun.

Minho beranjak dari posisinya, sesaat merenggakkan otot-otot tubuhnya yang mulai mati rasa. Dan Minho yakin Hyesun sudah pulas tertidur namun pengamatannya tak lekang dari wajah Hyesun.

Minho menundukan kepalanya untuk lebih dekat ke wajah Hyesun, tangan kokohnya lembut menyapu poni di dahi Hyesun dan sebuah kecupan singkat di berikannya pada gadis itu. “Mimpi yang indah” ucap Minho di telinga Hyesun.

Tatapan Minho beralih ke bibir mungil Hyesun yang sedikit terbuka. ‘Ah... kanapa bibir mungil ini sangat menggoda’ batin Minho.

Sangat hati-hati Minho mulai mendekati bibir mungil itu. Seringai manis terbingkai di wajah Minho saat terlintas di pikirannya ada rasa gemas ingin meraih bibir itu masuk ke dalam mulutnya. Namun niat itu di urungkan untuk saat ini akal sehatnya mengoreksi nalar pikirannya.

Minho mendengus pelan, posisinya masih tetap sama menatap bibir mungil nan ranum itu. ‘Gila... aku melakukannya juga’ gumam Minho membelalakan matanya
Saat di sadari bibirnya telah menyentuh bibir Hyesun, tanpa tedeng aling-aling Minho mulai mengesap lembut bibir bawah Hyesun, hanya sesaat kegilaan itu berlangsung. Dengan cepat Minho menegakkan posisi tubuhnya dia tidak ingin membuat ‘gadis mungilnya’ terbangun akan gilaan yang baru di lakukannya tadi.



                                                                              TBC


akhirnya terupdate juga chapter 9nya [heh] [heh] maaf untuk keterlambatannya, even CM kayak kuburan [cry] kiranya yang baca mau komen yee, need input for next chapter [biggrin]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
gumawo dah update sista  [clap]  [clap]
lagi-lagi minho nyuri ciuman di saat hye sun gak sadar ckckckckc tp aku suka  [love eyes] mereka berdua udah mulai ada getaran" cinta tu  [kiss] il wo ada niat jahat ni sm minho & teropsesi gitu sm hye sun ?
next chap di tunggu segera HWAITING  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
MAKASIH EONNI UPDATENYA  [hug]
MH sudah kaya pencuri aja yang ketahuan mencuri sesuatu yang berharga , sedang Hye hanya bisa melongo dan kaget kerna frist kissnya  [kiss] di ambil orang yg dia sendiri bingung  [what] kenapa tuan muda pewaris shinwa tiba" meciumnya  [kiss] , Il wo terbakar api cemburu  [angry] melihat MH yang selalu perhatian ke hye, omma dan eonninya  [head break] emang kelewat batas memperlakukan hye , apa rencana MH mengundang skertaris Kim bum  [chin] MH sudah mulai in love  [love eyes] tapi..dia belum mau yakin akan perasaannya  [dry] mungkin masih trauma akan masa lalunya  [goodgrief] , lagi" MH jjadi pencuri  [kiss] selalu cari kesempatan di saat hye tidur  [hmpfh] ,nextnya jangan lama"ya eonni  [hug] , tapi.. ff kolaburasinya sama mami secret rainbow gimana eonni  [drool] masih di lanjut kan  [lovestruck]