annyeong semuaaa..
aku newbie niih di sini
mohon bantuannya yaaah
mian kalo FF ini kentang goreng, kentang rebus, kentang sambel, kentang bakar (?) atau apalah semua kentang itu... hehhe..
![[rofl]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/rofl.gif)
mian juga kalo ngebosenin
ini FF sebenernya khusus buat ultah mami... tapi aku telat ngepost disini
![[hmpfh]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/hmpfh.gif)
okee laah dari pada kelamaan aku ngomong mulu, langsung capcuus ajaa yoook

Special gift for you
cast : ~ Goo hye sun
~ Lee min ho
genre : comedy romance *maybe*
![[jumpy]](http://www.smfnew.com/Smileys/default/jumpy.gif)
Sudah genap setahun aku menjalin hubungan dengan aktor yang sering digosipkan denganku, dia Lee min ho. Kami berpacaran semenjak drama BBF tamat. mungkin karena media sering menggosipkan kami berkencan diam-diam. Padahal waktu masih syuting drama tersebut kami belum pacaran. dan selama kami pacaran, media belum mengetahuinya. sepertinya ini sudah menjadi takdir untuk kami.... hehehe...
"annyeong chagiya...." sapa minho sambil tersenyum lebar. Aku yang sedang istirahat dari syuting, menghampirinya dengan wajah ceria dan langsung memeluknya.
"apa kau sudah selesai syuting ?" tanya minho.
"molla... sepertinya sebentar lagi. wae? apa kau ingin mengajakku kencan?" ledekku.
"hahaha... tentu saja, kita kan sudah lama tidak jalan-jalan." kata minho sambil melihat keadaan sekeliling.
"kau tidak syuting, chagi ?" aku balik bertanya.
"anio, aku sudah selesai. hehehe... asikkan." jawab minho.
"huh... kau enak sekali." kataku dengan wajah bete.
"sudahlah bentar lagi kau juga selesai. hmm.. kau mau kemana?" minho bertanya.
"kemana saja asalkan denganmu." kataku gombal sambil tersenyum.
"hahaha... kau bisa gombal juga." heran minho sambil mengacak-acak rambutku.
"hyesun !! cepat kemari !" teriak sutradara.
"ne, ahjussi.." kataku sambil berlari dan memberi isyarat pada minho untuk menunggu sebentar. Minho hanya menganggu dan memberi senyuman padaku seperti tanda penyemangat. Tak lama aku kembali menghampiri minho, tiap aku melihatnya ia pasti tersenyum. senyumannya bisa membuatku lupa dengan aktivitas rutinku.
"sudah selesai?" tanyanya.
"sudah. aku membereskan barang-barangku dulu, kau ke mobil duluan saja nanti aku menyusul." kataku sambil membereskan barang-barang.
"kalau begitu aku tunggu di pagar depan yah..." kata minho sambil mengecup keningku.
"oke chagi, aku akan segera menyusulmu. hehehe.." ucapku.
sekarang aku sudah berada di dalam mobil bersama kekasihku. sore ini langit mendung dan turun hujan. tiba-tiba muncul ide yang menyenangkan. aku menyuruh minho untuk memarkirkan mobilnya dipinggir jalan karena kebetulan hari ini jalanan lumayan sepi.
"chagi.. bisa kita berhenti disini.." pintaku sambil tersenyum sendiri.
"waeyo?? kenapa kita berhenti disini?" tanya minho heran sambil menghentikan mobilnya.
"ayo kita turun.." kataku sambil tersenyum dan bersiap membuka pintu mobil.
"tapi chagiya, inikan jalan umum kalau ada yang melihat kita bagaimana?" takut minho.
"tenang saja chagi, jalanan inikan sepi.. kajja" aku langsung turun dari mobil dan menarik minho keluar. kami main hujan-hujanan seperti anak kecil. tertawa bersama, lari-larian, hingga ada paparazzi yang berhasil mendapatkan poto mereka yang sedang hujan-hujanan.
keesokan harinya foto itu terpampang di berbagai majalah, tabloid dan acara gosip. mendadak rumah dan tempat syuting kami dibanjiri paparazzi. sudah seminggu kami tidak bertemu. kami berkomunikasi hanya melalui handphone. itupun jarang. sekarang aku benar-benar rindu padanya.
dua hari lagi adalah hari penting bagiku, yaitu ulang tahunku. aku berencana mengundang teman-teman seprofesiku, dan tentu saja kekasihku lee min ho. aku penasaran, hadiah apa yang ia berikan padaku. pasti para paparazzi itu akan membanjiri pestaku. hmm... gwenchana, mungkin kalau waktunya sudah tepat kami akan memberitahu media tentang kejelasan hubungan kami.
hari penting bagiku akhirnya tiba. para tamu undangan sudah memenuhi aula hotel ini. aku mengintip dari kamar rias, mencari sosok yang aku rindukan. aku belum menemukannya.
"mungkin ia terjebak macet" batinku.
diluar banyak cahaya seperti kilat yang artinya para paparazzi sudah berkumpul disana. aku melihat dari balik jendela, mobil yang kukenal baru datang. benar, itu minho. orang yang kutunggu dari tadi akhirnya sampai. kulihat ia masuk ke dalam dan sempat difoto oleh paparazzi. aku bersiap untuk keluar menyambut para tamu. aku mulai berjalan menuruni anak tangga satu persatu. semua mata tertuju padaku. aku menjadi grogi, di tambah minho menatapku tanpa kedip. apa aku terlihat aneh malam ini?

minho yang daritadi memandangiku, ia mulai menghampiriku tanpa menghilangkan senyumannya. ia langsung memelukku.
"chagi.. na bogoshippo.." katanya sambil memelukku erat.
"na do...." aku seperti terbius dalam pelukannya. tak terasa bibirnya mendarat di pipiku. para paparazzi tetap berusaha memotret kejadian ini. sepertinya salah satu dari mereka mendapatkan foto kami.
Minho melepaskan pelukannya. sekarang ia berlutut dihadapanku. aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan. tiba-tiba ia mengeluarkan kotak kecil dari sakunya yang berisi cincin. ia melingkarkan cincin itu di jari manisku.

"hyesun... saranghe.. jeongmal saranghaeyo." ia memelukku lagi.
"saranghaeyo minho." aku membalasnya.
ini adalah hadiah terindah yang pernah aku dapatkan. dan yang paling indah adalah aku memiliki seseorang yang mencintai dan menyayangiku dengan tulus. dialah Lee min ho. akhirnya kami memutuskan untuk meresmikan hubungan kami di media.
"kami tidak mengecewakan kalian kan, para minship?" kataku pada kamera saat diwawancara.
"hahha... tentu saja chagi, karena kita sudah memenuhi permintaan mereka. yaitu GO PUBLIK." sambung minho.
"HIDUP MINSUN !!!" teriak para minship dari luar aula hotel (?)
"hahahhahahaha...." kami semua hanya bisa tertawa.
