Author Topic: THE HOSPITAL-- Chapter 19 (11 Agustus 2011)  (Read 25107 times)

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 12 (17 May 2011)
« Reply #375 on: May 18, 2011, 07:14:17 pm »
min jung kenal hyesun tp hyesun ga kenal min jung pdhl min jung sepupu minho  [chin]  gimana bisa ceritanya  [what]

di chap awal emang pernah disinggung klo ah in sepupunya minho  [what]  kok aku baru nyadar sekarang  [heh]

gomawo onnie buat kentangnya  [hug]  tukang kentang nambah satu lagi nih  [hmff]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 12 (17 May 2011)
« Reply #376 on: May 18, 2011, 07:55:55 pm »
min jung kenal hyesun tp hyesun ga kenal min jung pdhl min jung sepupu minho  [chin]  gimana bisa ceritanya  [what]

di chap awal emang pernah disinggung klo ah in sepupunya minho  [what]  kok aku baru nyadar sekarang  [heh]

gomawo onnie buat kentangnya  [hug]  tukang kentang nambah satu lagi nih  [hmff]

hehehe, gak semua saudara calon suami qt kenal, kan?

hah, tukang kentang nambh lg? emangx tkg kentang sblmx siapa?


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 12 (17 May 2011)
« Reply #377 on: May 21, 2011, 02:12:33 am »
The Hospital
Chapter 13



“Auty…, HP aunty bunyi, tuh…,” suara Sae Hyun yang cempreng semakin membuat Min Ho yakin kalau Hye Sun ada di dekatnya. Refleks, pria itu mencari sumber suara dan ketika pandangan keduanya beradu, Min Ho menahan nafas, begitu juga Hye Sun yang sangat takut ketahuan kalau sedang memata-matai Min Ho.



Lima detik pertama, mereka masih dalam posisi itu. Detik yang keenam, Min Jung menyenggol lengan Min Ho, membuat pria itu tersentak. Detik ketujuh, pelayanan mengantarkan makanan di meja Hye Sun, membuat perhatian Hye Sun ke Min Ho teralihkan. SAe Hyun mulai menatap makanan yang tersaji di depannya dengan muka kepingin. Dan Hye Sun meletakkan napkin di pangkuan bocah itu. “Makan yang tenang,” bisiknya. Min  Ho tersenyum melihat keakraban kekasih dan keponakannya.

“Kacha!” dia mengajak Min Jung menemui Hye Sun. Min Ho heran karena Hye Sun bisa berada di Cafetaria Lee Corporation. Sesiang ini, dia mencurigai Hye Sun, tak tahunya Hye Sun begitu dekat dengannya. Kehadiran Hye Sun membuat Min Ho bahagia. Dengan langkah mantap, didekatinya Hye Sun dan Sae Hyun. Tangannya masih menggandeng Min Jung.

Hye Sun melirik tindak-tanduk Min Ho sambil menikmati makan siangnya. Dia agak bersikap cuek saat Min Ho berdiri di dekatnya. Bahkan tidak berdiri untuk menyambut. Min Ho jadi agak membungkuk untuk memeluknya yang masih saja duduk, lalu mencium ubun-ubunnya. “Aku tidak tahu kalau kalian di sini. Kenapa tidak menelphon, Chagi?” tanya Min Ho, tangan kanannya menyangga meja, sedang tangan kirinya di sandaran kursi Hye Sun. Hye Sun jadi terkungkung di dada Min Ho dengan posisi seperti itu.

“Aunty yang mengajak,” jawaban keluar dari Sae Hyun, sedangkan Hye Sun yang kesal mendengus, tidak suka dengan keberadaan Min Jung.

“SAe Hyun…., kau di sini?” sapa Min Jung. Bocah itu mengangguk senang. Pandangan Min Jung beralih pada Hye Sun. dia agak merendahkan tubuh untuk menyapa,”Anyong Haseyo, Hye Sun-ssi. Lee Min Jung Imnida.”

Hye Sun menatap Min Jung lekat-lekat. Sama sekali tidak ada kata yang dia ucapkan. Dari sapaan Min Jung tadi, Hye Sun tahu kalau Min Jung sudah cukup mengenalnya. Jadi buat apa memperkenalkan diri, terlebih rasa cemburu sangat menguasai hatinya sekarang. Senyuman Min Jung yang manis malah dibalas dengan pandangan menyelidik. Siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa pula nama marganya juga Lee? Kalau benar dia termasuk keluarga Lee, kenapa tidak ada waktu pertemuan keluarga Lee beberapa waktu yang lalu?

Min Ho yang sudah duduk di samping Hye Sun jadi heran melihat tingkah kekasihnya itu. Tidak biasanya Hye Sun bersikap kurang sopan menanggapi orang asing yang berniat berkenalan. Akhirnya Min Ho yang memperkenalkan dua wanita itu.”Chagi, dia Min Jung, sepupuku.”

Senyum tipis tersungging di bibir Hye Sun, tapi dia masih tidak bersuara malah meneruskan makannya.  

“Dia baru dua hari di Korea. Beberapa tahun dia mengurusi cabang di Malaysia. Karena banyak pekerjaan di sini, aku menyuruhnya pulang. Mungkin itu sebabnya kau tidak mengenalnya,” terang Min Ho.

Min Jung jadi berpikir, ada yang aneh di sini, tatapan mata Hye Sun sepertinya marah padaku. Apa salahku, ya? Ah, tak tahu,lah. Dia lalu menoleh ke arah Sae Hyun yang masih menikmati makan siangnya. Seketika timbul ide di otaknya. “Sae Hyun-a, bagaimana kalau kita makan di meja dekat jendela sana. Kita bisa memandang taman yang indah dari sana.” Min Jung melakukan itu agar Min Ho bisa leluasa bicara dengan Hye Sun.

“Tidak mau! Sae Hyun mau di sini makan sama Uncle dan Aunty.” Bocah itu menjawab cuek sambil memasukkan makanan ke mulutnya. Min Jung melirik Min Ho. Roman muka Min Ho mengisyaratkan agar Min Jung melakukan apa saja supaya Sae Hyun menyingkir dari situ. Dia menghela napas karenanya. Kau pikir mudah membujuk anak ini, Min Ho-a.

“Aunty… Sae Hyun pengen pipis,” rengek Sae Hyun pada Hye Sun. Min Jung menjentikkan jarinya. Panggilan alam itu membuahkan ide. “Ha…, Aunty saja yang mengantar. Aunty juga mau ke kamar kecil. Kacha!” Min Jung menarik tangan Sae Hyun sebelum ada protes.  

Selepas kepergian Sae Hyun ke kamar kecil, pelayan mengantarkan pesanan Min Ho dan Min Jung. Hye Sun mengamati makanan yang baru datang itu. “Bulgogi?” tanya HYe Sun. Min Ho mengangguk sambil tersenyum. “Bukankah kau tidak suka Bulgogi?” tanya HYe Sun lagi.

Min Ho terkekeh pelan karena itu. “Ini caraku dan Min Jung saling berolok-olok, memesankan makanan atau minuman yang tidak kau sukai.” Bulgogi itu mau tak mau dia kunyah sambil berkernyit karena memang tidak suka.

“Begitu?” selidik Hye Sun lagi. Tangannya sibuk mengiris steak. “Kalian akrab sekali. Kau tahu tidak, Min Ho-a? Terkadang ada orang yang jatuh cinta pada sepupunya sendiri, tapi itu juga tidak salah,” sindir Hye Sun. Min Ho jadi menghentikan aktifitas makannya. Ditatapnya Hye Sun dengan dahi berkerut.

“Apalagi kalau kedua sepupu itu akhirnya menikah. Biasanya orang tua mereka langsung menyetujui tanpa berkomentar,” perkataan Hye Sun membuat mata Min Ho makin menyipit.

“Karena harta mereka tidak jatuh ke tangan orang lain, tapi harus siap-siap jika anak-anak dari perkawinan itu ada yang kelainan karena gen yang terlalu pendek. Orang medis menyebut itu kelainan “Sindrome Down”, Hye Sun tambah bicara ngawur. Min Ho hanya senyum-senyum saja sekarang. Sambil memulai makannya lagi, Dia mulai tahu kalau Hye Sun cemburu padanya. Dia juga mulai mengira-ngira sejak kapan gadis ini mengamati gelagatnya dengan Min Jung.

“Bagaimana menurutmu, Min Ho-a?” tanya Hye Sun tiba-tiba.
“Hmm,” respon Min Ho datar.
“Tentang pernikahan antar sepupu?”
Min Ho meletakkan sendoknya, dan tanpa menoleh ke Hye Sun…., “Kau cemburu pada Min Jung?”

Hye Sun jadi gelagapan mendengar pertanyaan itu. Cemburu? Aku cemburu? Benarkah?
“Ah…., Si…. Si… siapa juga yang cemburu,” kata Hye Sun gugup. Min Ho tersenyum tipis ke arahnya dengan pandangan nakal yang menyelidik. Hye Sun jadi salah tingkah dan menyusut di kursinya. “Ya… Lee Min Ho! Jangan pandangi aku seperti itu!”

Tingkah Hye Sun membuat Min Ho tertawa. Gadis ini memang tambah cantik kalau ngambek. Tapi cara cemburunya aneh sekali. Bukannya marah-marah tak karuan tapi malah menyindir dengan teori konyol. Semua orang yang ada di cafeteria menoleh ke arah mereka. Apalagi bagi karyawan Lee Corporation yang sudah lama mengenal Min Ho. Min Ho yang tegas dan Berwibawa itu tengah memperlihatkan tingkahnya yang lain dari biasanya. Tingkah yang lebih manusiawi di depan umum. Apalagi saat melihat gadis yang bersamanya, membuat mereka semakin bertanya-tanya.

Hye Sun semakin kesal karena Min Ho tak juga berhenti tertawa hingga cubitan keras mendarat di lengan mebuat Min Ho berteriak,”Auw!”

“Sakit, tahu…,” rengek Min Ho sambil mengelus lengannya yang kena cubit.
“Sae Hyun kenapa lama sekali?” tanya Hye Sun sambil melongokkan kepala ke arahnya Sae Hyun keluar bersama Min Jung tadi.

“Aku senang kau cemburu,” kalimat Min Ho membuat Hye Sun menoleh. “Cemburu tanda cinta,” lanjutnya. “Kata orang, sih…,” Min Ho meneruskan makannya kembali.

HYe Sun menghela napas. “Ne! Ne, aku cemburu. Puas!” Hye Sun mendelik galak.

“Benar kau mencintaiku?” tanya Min Ho. Hye Sun mendengus karenanya. “Apa masih perlu bukti?”
Min Ho tertawa lagi. “Kalau begitu, jawab pertanyaanku ini.”

“Mwo?”
“Jujur!” tekan Min Ho sambil mengacungkan  telunjuknya sebentar.
“Apa, sih?” Hye Sun jadi penasaran. Min Ho agak ragu dalam menyusun kalimat yang tepat. “Kau masih ingat makan malam kita bersama Omma?” tanya Min Ho akhirnya. Hye Sun mengangguk. “Apa kau menerima tamu sesudah itu?” tanya Min Ho lagi.

HYe Sun menggeleng. “Tidak! Aku langsung tidur waktu itu,”sahut Hye Sun. dia meraih gelasnya, dan melonggarkan kerongkongan dengan minum. Sae Hyun dan Min Jung belum juga muncul. Entah di toilet mana Min Jung membawa Sae Hyun.

“Aku sangat lelah waktu itu. Lelah sekali! Lelah fisik. Lelah mental. Lelah hati.” Hye Sun menghela nafas setelah itu. Membuat Min Ho mengkernyitkan dahi mendengar kata lelah hati.

“Wae?” tanya Min Ho.

“Menurutku malam itu penuh kejutan. Ommamu tiba-tiba menelpon untuk mengajak makan malam. Lalu setelah di sana, kau bilang pernikahan kita enam bulan lagi. Kemudian saat mengantarku kau membuatku takut dengan kalimat-kalimatmu.”

“Kalimatku? Yang mana?”

“Kau bilang ada sesuatu yang bisa memisahkan kita di rumah sakit. Aku jadi takut.” Hye Sun jadi merinding mengingat malam itu. “Lihat! Aku jadi merinding begini.”

“Miane,” sesal Min Ho. Hye Sun mengangkat tangannya. “Jangan dibicarakan lagi. Aku tidak suka. Cukup malam itu saja aku tidur tidak nyenyak.” Min Ho malah semakin ingin menyelidiki Hye Sun. “Benar kau tidak menerima tamu?”

“Sudah kubilang  tidak ada tamu. Lagipula waktu itu sudah sangat malam. Hanya orang gila yang bertamu malam-malam be….,” perkataan Hye Sun semakin memelan seiring otaknya yang semakin tahu arah pembicaraan ini.

“Tunggu!” Hye Sun menatap balik ke Min Ho. “Kau mencurigaiku main belakang?” tuduh Hye Sun.

Min Ho jadi serba salah. Dia memang sempat meragukan Hye Sun dan sekarang jadi tidak enak hati. Kini Min Ho beralih lagi ke makanannya. “Teruskan makanmu!” perintahnya untuk mengalihkan perhatian. Min Ho merasa pembicaraan ini cukup sampai di sini saja. Kalau Hye Sun bilang tidak ada tamu. Itu berarti memang tidak ada. Min Ho berusaha mempercayai Hye Sun.

Hye Sun masih ingin mengejar Min Ho dengan pikiran curiganya, tapi Sae Hyun dan Min Jung sudah balik di depan mereka. Keduanya datang sambil membawa arum manis. Perhatian Hye Sun teralihkan ke arum manis yang dibawa Sae Hyun. “Dari mana kalian mendapatkan itu?” tanyanya.

“Dari toko sebelah,” jawab Min Jung.
“Pantas kalian lama sekali. Jangan dimakan sebelum kau menghabiskan makanmu, Sae Hyun-a,” weling Hye Sun. Anak itu manggut-manggut.

Min Jung  melirik Hye Sun. posisi duduknya yang di samping kanan Min Ho membuat Min Jung bisa berbisik di kuping pria itu.”Ottoke? Sudah beres?”

Min Ho tidak menjawab. Dia berpaling pada Hye Sun dan menggenggam tangannya. “Kali ini aku yang akan membuktikan cintaku, Chagi,” bisik Min Ho. Belum sempat Hye Sun mencerna kalimat itu, Min Ho sudah berdiri, lalu memukul-mukulkan sendok ke gelas hingga menimbulkan bunyi yang membuat semua orang di ruang itu menoleh heran.

“Ehm,” Min Ho berdehem sebentar, sebelum akhirnya pengumuman penting darinya mendengung di ruangan itu. “Para pengunjung kafetaria yang terhormat. Terutama karyawan Lee Corporation. Semua pasti bertanya-tanya siapa gadis manis di sebelah kiri saya ini.” Min Ho berkata sambil menarik lengan Hye Sun hingga berdiri dari duduknya.

“Ini adalah calon Nyonya muda Lee, Goo Hye Sun! Kami akan menikah delapan bulan lagi. Semua yang ada di sini kami harapkan kehadirannya,”

Hye Sun terkejut bukan main menyaksikan tingkah konyol Min Ho. Apalagi saat semua orang bertepuk tangan dan bergantian memberi selamat. Bisa dibayangkan tentu wajahnya sudah merah padam tak karuan. Tapi pria disampingnya itu malah tertawa-tawa bahagia. Tangan kiri Min Ho merangkul Hye Sun erat-erat, sementara tangan kanannya menyalami semua orang satu- per satu.


0ooOOoo0


Min Ho melangkahkan kakinya memasuki areal gedung sauna yang merupakan anak bisnis Lee Corporation. Semua karyawan dengan sigap membungkuk hormat. Mereka berusaha melayani pimpinan tertinggi mereka itu dengan baik. Bahkan segera tahu apa yang menjadi kebiasaan Min Ho jika bertandang ke tempat ini. sekedar memanjakan diri jika rutinitas semakin membuatnya penat. Ah In yang juga baru sampai di situ berusaha cuek. Tapi terlambat, Min Ho sudah mengetahui kehadirannya saat Ah In memasuki salah satu ruangan dan mengikutinya.

‘Ruangan yang biasanya sudah siap, Tuan Lee,” salah seorang pegawai sauna menyapa Min Ho. Pria itu mengangkat tangannya. “Saya bersama yang lain saja.”

Pegawai itu memandang sangsi. Tidak biasanya Min Ho berbagi ruang sauna dengan pengunjung lain. Dia selalu memakai kelas VIP dan ruangannya selalu ruangan khusus yang biasa di gunakan. Min Ho jadi tertawa melihat tingkah pegawai itu. “Jangan cengoh begitu, Nona. Tidak ada yang aneh di sini, “ kata Min Ho sambil memasuki ruangan di mana Ah In berada.

Ah In sudah menelungkupkan badan di tempat tidur, sementara seorang pegawai memijat punggungnya. Matanya terpejam sehingga tidak menyadari keberadaan Min Ho. Sesaat Min Ho melepaskan kimono handuknya, memperlihatkan tubuhnya yang hanya terbungkus handuk di bagian bawah lalu menelungkup di tempat tidur satunya di ruang itu. Dia menoleh ke kanan di mana Ah In berada, sementara pegawai mulai menservisnya (Pijit, ya… bukan servis lainnya, lo… LOL)

“Rumah sakit baik-baik saja, Ah In-a?” pertanyaan Min Ho membuat mata Ah In terbuka lalu menoleh ke arah suara. Pandangannya menyipit setelah tahu orang yang mengajak bicara,”Tumben kau memilih ruang kelas dua.”

Min Ho terkekeh pelan. “Kau belum menjawab pertanyaanku.”

“Baik,” jawab Ah In akhirnya.
“Syukurlah,” lega Min Ho dengan helaan nafas. “Awasi terus Te Woong,” perintahnya kemudian.

Ah In menyeringai penuh ejekan. “Sampai kapan kau mencurigainya terus?”

“Sampai ada bukti cukup kalau dia sengaja membuat Lee Inernational Hospital bangkrut.”
“Hah! Apa untungnya baginya?” tanya Ah In lagi.
“Banyak, dia bekerja sama dengan pihak musuh yang akan membeli rumah sakit, apalagi letak rumah sakit yang strategis bagi bisnis perumahan itu. Dia sudah lama bermain di saham property. Kau tahu?”

“Aku tidak mau dia jadi direktur rumah sakit yang akan datang,” tegas Min Ho.
“Hanya ada dua kandidat untuk menduduki posisi itu. Tae Woong dan Dokter Jo. Tapi jika dokter Jo memutuskan pension, maka dia adalah kandidat tunggal,” terang Ah In.

“Masalah dokter Jo, biar aku yang meyakinkannya untuk tidak pension dini. Kau awasi dia terus,” Min Ho memerintah lagi. Hal ini memang konyol. Di satu sisi dia mendapati mungkin Ah In membahayakan hubungannya dengan Hye Sun tapi di sisi lain, dia masih membutuhkan Ah In di rumah sakit itu.

“Jangan mengulang-ulang kata-kata itu. Aku sudah tahu apa yang harus kulakukan.”

Min Ho tertawa sejenak. “Setidaknya jangan mengawasi orang lain,” sindir Min Ho. Ah In mengkernyikan dahi di posisi menelungkupnya. Min Ho memejamkan mata, menikmati pijat Shiatsu di punggungnya. “Jangan merebut apa pun yang kucintai karena aku tak akan memaafkanmu selamanya.”

Kini Ah In bangkit dan menatap Min Ho yang masih menikmati pelayanan pegawai sauna. “Apa maksudmu?” tanya Ah In penuh selidik.

Min Ho menghela nafas dalam. “Cinta masa lalu itu tak akan pernah kembali. Dan lebih baik kau menjadi temanku dari pada menjadi musuhku.”

Dahi Ah In semakin berkerut. Hye Sun, semua ini tentang Hye Sun. Min Ho sudah tahu tentang obsesi itu? Entahlah, Ah in hanya bisa menebak-nebak. Sementara Min Ho bisa mengira apa yang dipikirkan  Ah In saat ini.  Min Ho teringat perkataan Hye Sun tadi siang, “Sudah kubilang  tidak ada tamu. Lagipula waktu itu sudah sangat malam. Hanya orang gila yang bertamu malam-malam be….. .”

Min Ho tersenyum setelah itu. Siapa pria yang tidak tergila-gila padamu, Chagiya. Ah In terlalu gila untuk merelakanmu, apalagi diriku. Jika ini adalah pertarungan untuk mendapatkan hatimu, baiklah… aku akan berjuang untuk itu. Bersiap-siaplah, Hye Sun-ku… karena hanya Lee Min Ho yang berhak mendapatkanmu
.



BERSAMBUNG



BUAT yang meneror updatean mpe SMS gue yang lagi molor tadi... nikmati chap ini, ye.....  [hmpfh] [whip]
« Last Edit: May 21, 2011, 02:56:07 am by sisicia »


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #378 on: May 21, 2011, 03:53:10 am »
Kekekekek bs jg hyesun konyol gt org kalo lg cembokur gt ye ude tu yg menang minho si ah in cuma brani ngintip2 doank ke hyesun kkkkkkk


ADAM COUPLE SELCA

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #379 on: May 21, 2011, 04:04:24 am »
Kekekekek bs jg hyesun konyol gt org kalo lg cembokur gt ye ude tu yg menang minho si ah in cuma brani ngintip2 doank ke hyesun kkkkkkk

eits, jangan salah... bisa saja terjadi sesuatu yang bikin Ah In menang  [hmpfh] [hmpfh]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #380 on: May 21, 2011, 05:36:38 am »
Baru aja mau neror rupanya da di update. Minho ,kau memang berhak mendptkan hye sun,gw dukung *sambil pijat2 punggung polos minho*,lol. Ah in,jauh2 deh dr hye sun,lakinya*minho* da siap tarung,hmf. Sisi tengkyu say.bsk update MP joana - aldian ye,hmf


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #381 on: May 21, 2011, 06:19:10 am »
minho-a!! sikap lu udah bener. kepercayaan itu penting dlm sebuah hubungan [lovestruck] tp kok, .. elu pakai peringatin ah in segala [what] tar dia ngadu ke hyesun jadi berabe dong [sweat] sehrsnya elu ga mengungkit hubungan masa lalu hyesun and ah in--itu baru bener. berlagak aja ga tahu, tar hyesun jg pasti cerita sendiri #belajar bijak ceritanye [goodgrief] [goodgrief] , gw loh not minho #gubrak [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #382 on: May 21, 2011, 06:58:39 am »
minho-a!! sikap lu udah bener. kepercayaan itu penting dlm sebuah hubungan [lovestruck] tp kok, .. elu pakai peringatin ah in segala [what] tar dia ngadu ke hyesun jadi berabe dong [sweat] sehrsnya elu ga mengungkit hubungan masa lalu hyesun and ah in--itu baru bener. berlagak aja ga tahu, tar hyesun jg pasti cerita sendiri #belajar bijak ceritanye [goodgrief] [goodgrief] , gw loh not minho #gubrak [laughing] [laughing]
emange si ah in ember? ngadu2 ke hye sun segala? lagian ada hal2 yg hanya pria ungkapkan pada pria dan bukan pada wanita, so.... cuek aja, ni pertarungan antar lelaki. mereka musti gentle.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #383 on: May 21, 2011, 07:01:43 am »
minho-a!! sikap lu udah bener. kepercayaan itu penting dlm sebuah hubungan [lovestruck] tp kok, .. elu pakai peringatin ah in segala [what] tar dia ngadu ke hyesun jadi berabe dong [sweat] sehrsnya elu ga mengungkit hubungan masa lalu hyesun and ah in--itu baru bener. berlagak aja ga tahu, tar hyesun jg pasti cerita sendiri #belajar bijak ceritanye [goodgrief] [goodgrief] , gw loh not minho #gubrak [laughing] [laughing]
emange si ah in ember? ngadu2 ke hye sun segala? lagian ada hal2 yg hanya pria ungkapkan pada pria dan bukan pada wanita, so.... cuek aja, ni pertarungan antar lelaki. mereka musti gentle.
gw ga yakin ah in gentle [hmpfh] and sekalipun ah in bener gentle, nurut gw minho ga seharusnya percaya begitu aja [biggrin] [biggrin] kan dia lum tahu bener gimana sifat seorg ah in #kyk gw loh, bawaannya curiga mulu [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #384 on: May 21, 2011, 07:11:16 am »
 [hmpfh] ah in kan sepupu min ho, dah pasti min ho tau sifat ah in dari kecil, makanya dia lebih percaya ma dia lo myangkt rumah sakit, lo myangkut hye sun, min ho percaya ma hye sun tapi dia gak percaya ma ah in, makanya sebelum ah in nekat, min ho memberi peringatan. . . .  dan pria sejati tidak akan membocorkan pembicaraan antar pria pada wanita.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #385 on: May 21, 2011, 07:13:13 am »
[hmpfh] ah in kan sepupu min ho, dah pasti min ho tau sifat ah in dari kecil, makanya dia lebih percaya ma dia lo myangkt rumah sakit, lo myangkut hye sun, min ho percaya ma hye sun tapi dia gak percaya ma ah in, makanya sebelum ah in nekat, min ho memberi peringatan. . . .  dan pria sejati tidak akan membocorkan pembicaraan antar pria pada wanita.
masih ga percaya ah in pria sejati [hmpfh] tp yowes la, terserah authornya aja [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #386 on: May 21, 2011, 08:59:34 am »
idih hyesun cemburunya lucu bawa2 down sindrome segala  [hmff] [hmff]

abis ini belah duren ya eonn  [biggrin]

Offline miss_princess

  • Junior
  • **
  • Posts: 141
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #387 on: May 21, 2011, 09:56:10 am »
Yaaahh sisst kok kentang gituh sihh..
Udah minho ama hyesun langsung kawin aja..
Trus punya anak dah..
Yah..yah..#maksa

Hahhaha

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #388 on: May 21, 2011, 12:12:13 pm »
Like it..minho bener2 jempol dah.Hyesun jgn ninggalin minho ya apapun alsanx.kalo smp trjadi,ketok meja ketok jidat..betapa kejamx dirimu chagi.Saehyun br brp hr tinggal brg aunty cerewetx kurang ni..
MIN HO TERIMA NIH [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]
[/size][/color][/b]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: THE HOSPITAL-- chapter 13 (21 May 2011)
« Reply #389 on: May 21, 2011, 10:24:21 pm »
Baru aja mau neror rupanya da di update. Minho ,kau memang berhak mendptkan hye sun,gw dukung *sambil pijat2 punggung polos minho*,lol. Ah in,jauh2 deh dr hye sun,lakinya*minho* da siap tarung,hmf. Sisi tengkyu say.bsk update MP joana - aldian ye,hmf
[bav] [bav] mami...., si min ho dipijitin shanty tuh...  [hmpfh] [hmpfh]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]