»» Di Kamar,,
Saat pintu kamar terbuka tercium wangi bunga mawar yang harum. Dan suasana di dalam kamar pun terlihat sangat asri, dipenuhi dengan hiasan bunga di setiap sudut ruangan. Hati jandi yang tadi terlihat panas mulai menghilang. Dan takjub melihat seisi ruangan tersebut.
Jp : apakah suka geum jandi
Jd : nee,,*menatap junpyo*
Saat mata mereka bertemu, keduanya pun menjadi salah tingkah.
Jd: ehmm, aaa akuu ingin membersihkan diri dulu,, *gugup*
Jp : ooohhh,, okee * sama gugupnya*
Setelah membersihkan diri jandi terlihat lebih segar dan kegugupannya tadi pun hilang.sedangkan junpyo masih terlihat gugup. Dya mondar-mandir di sepanjang ruangan sambil menunggu jandi.
JP : aaaiisssshhh,, bagaimana ini,, menggapa aku sangat gugup *dalam hatinya*
Jd : heeii apa yang sedang kau lakukan
Jp : hooo kaa,,kaa uu sudah selesai *tambah gugup*
Jd : kau sudah membersihkan diri *binggung melihat junpyo sudah berganti pakaian*
Jp : hhooo tadi aku menggunakan toilet dikamar wobin ,, kachaa,, *menarik tangan jandi*
Jd : ya,,yaa mau kemana,, *panik*
Jp : ya mau kemana lagi,, kau tidak mau makan,,
aaahhhhh kau pikir aku maauu mengajak muu untuk melaa.. *senyum jail*
Jd : yaa goo junpyo *mencubit tangan junpyo sebelum dia menyelesaikan perkataannya*
Muka jandi sekarang benar-benar merah. Sedangkan junpyo meringgis kesakitan karena cubitan dari jandi. Untuk menutupi mukanya. Yang merah jandi pergi meninggalkan junpyo.
Jp : yaa geum jandi kau mau kemana..
Jd : aku mau tidur. Awas kau kalau berani menggangu ku,, *tampang jutek*
Jp : yaa apa kau tidak ingin makan dulu. Ayolahh geum jandi,, *merayu jandi*
Jd : YAA GOO JunPyo, apa kau tuli, aku TIDAK LAPAR, AKU MAU TIDUR, sekali lagi kau bertanya awas KAU,,
Jp : taa..taa..pi kaann ini ha..ha ri pertamaa kitaa menjadi suami istri,, *sedikit melembutkan dan tersenyum memelas*
Jandi tidak menghiraukan perkataan junpyo, dan menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
Jd : baiklahh,, kau tidurlah *membetulkan selimut jandi*
Dan junpyo berjalan menuju ruang tengah. Dan " ooohhh mungkin belum saatnya" gumam junpyo di dalam hatinya. Dan dia juga terlelap di ataS sofa.
Jd : oohh mianee junpyo,, sungguh aku sangat gugup *di balik selimut*
Jandi melihat sekitarnya sudah tak ada junpyo. Dan dia pun agak sedikit khawatir dengan keadaan junpyo.
" Apa yang sedang ia lakukan yah, tanya jandi dalam hati
Jandi pun bangkit dari tempat tidur. Berjalan pelan -pelan agar tidak ketahuan dengan junpyo. Dan memeriksa semua ruangan. Sedikit panik saat di setiap sudut dia tidak menemukan junpyo
Jd : ahh kemana perginya dia. Apa junpyo marah padaku *putus asa*
Saat melewati ruang tengah.
"Ahh itu junpyo.. " Berjalan mendekati junpyo yang sudah tertidur lelap diatas sofa yang sempit.
jandi duduk tepat disamping junpyo. Dia memandangi wajah junpyo yang sedang tertidur lelap. Dan meraba wajah junpyo dengan sangat lembut.
Jd : ternyata kalo sedang tidur kau terlihat sangat manis junpyo,, *tersenyum manis*
Tapi saat kau sadar mengapa begitu menakutkan *menjitak kepala junpyo dengan lembut* sarangahe goo junpyo..
Mencium bibir merah junpyo dengan sangat lembut lalu jandi mengambil selimut tebal dan memakaikannya di tubuh junpyo.
»»» Pagi hari
jandi sengaja bangun pagi-pagi untuk membuat sarapan. Padahal mereka bisa aja makan di restaurant hotel. Tapi karena merasa bersalah pada junpyo, dia ingin menyiapkan sarapan sebagai balasannya.
Junpyo kaget mencium aroma telur gulung kesukaan. Dan berjalan menuju dapur. Jandi yang sedang asik membuat telur gulung tidak sadar kalo dari tadi junpyo memperhatikannya.
Jd : yeeaahhh selesai *tersenyum puas*
Jp: *tersenyum* eeehmm..
Jd : hooo kau sudah bangun *kaget melihat junpyo*
Jp : nee,, apa yang kau buat.. *berjalan mendekati jandi*
Jd : aaahhh.. Ini aku membuat telur gulung.. Kau mau!! *menyodorkan ke junpyo
Jp : untuk ku..
Jd : nee ayo kita makan.. *membawa makanan ke meja makan*
Junpyo mengikuti jandi dari belakang dan duduk di meja makan makan. Jandi menyusun semua makanan dengan rapi di depan junpyo, setelah selesai dia duduk disamping junpy.
Jd: yaahh selesaii,, kau pasti sudah lapar,, ayolah dimakan,, *memberikan sumpit kepada junpyo*
Jp: selamat makan *bersemangat*
Mereka berdua pun menikmati sarapan pertama sebagai suami istri. Dengan bahagia.
Jp: waaahhh kenyangnyaa,, *mengelus perutnya*
Jd: yaaahh junpyo ternyata kau rakus juga yaa.. Bahkan kau lebih parah dariku,, hahaha
Jp: oOohh tidak,, tetap kau yang rakus,, aku begini karna tadi malam kita tidak jadi makan kan. Makanya pagi ini aku sangat lapar. *protes*
Jd : hhhoo nee goo junpyo doronim*tersenyum manis*
Jp: gumawo istriku atas sarapan yang enak ini *kembali tersenyum*
Dan junpyo menarik jandi kedalam pelukannya.
Jd : yaa aku melakukan ini karena sudah berjanji.
Jp: janji?? *bingung*
Jd: nee apa kau lupa!! Janji ku tempo dulu..
Yaa kau melupakannya yaa ,, pabu * memonyongkan bibirnya*
Jp : *berpikir* aaa aku ingat..janji mu akan memasak untukku selamanya kan. Hahaha
Dan mulai hari ini sudah mulai ternyata,, haha
Jd : ya mulai hari ini dan seterusnya saya yang akan memasakan makan untuk mu goo junpyo dorenim.. *tersenyum*
Dan junpyo kembali menarik jandi kedalam pelukannya.
~~~~ ? ~~~~