Author Topic: "ETERNITY DALAM ELEGI" colab (Voldi ft Itaraya) HIATUS  (Read 3867 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Persentase kehiatusan fict ini hanya 10%, ngeliat si ita yg mungkin udah siap sedia bom buat neror gw supaya cepat diupdate [hmpfh]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Chainezz_Vian

  • Guest
Wahh. . . new ff duo. Mantap [clap] [clap] 
   
prtama x ngeliad judul nya. Koq aQ jd inget novel karya esti kinasih ya? [what]   
   
tentang atasan dan bwh'an. . . Bakalan ribet nie sist. . . [hmff]   
   
d tunggu chap prdana nya. . . Hwaiting!! [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
ckckck,vol, ff yg kau janjikan d grup mana?


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Onn nutri, rencana nanti aku buat catatan, bisa diserbu minoz kalo berani posting di grup. Tapi kepengn posting di grup sih, supaya gak ribet.
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Vol , up date ya yg ini, penasaran setengah mati ama ni FF colaborasi voldi and ita. and congratz before for both of u. [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]. ane tunggu ye di pengkolan [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
mana chap pedananya [head break] [head break] [head break]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

iiuuu

  • Guest
annyeong sist voldi n sist ita..
chukae buat ff barunya..

kalo bsa jgn hiatus yaa..
 smoga ujianna sist voldi lulus..n dapet nilai yg baguz2 n memuaskan..amiin..
aq akan menunggu sist ita n sist voldi slalu bersama yoon shi yoon.. wkwkwkwkwkwkwk..

smga masalah yg akan dihadapi mami di ff ini gak berat yaaa..

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Ff duet mauth ni..
Ga bkl ada kata hiatus disini kan??

Cinta atasan n bawahan nih..
Ditunggu,,
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Ff duet mauth ni..
Ga bkl ada kata hiatus disini kan??

Cinta atasan n bawahan nih..
Ditunggu,,
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
 [head break] [head break] [head break] chap perdana !!!!


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Persentase kehiatusan fict ini hanya 10%, ngeliat si ita yg mungkin udah siap sedia bom buat neror gw supaya cepat diupdate [hmpfh]
voldi:coba berani hiatu, 10%-->masih ada peluang utk lu hiatus, jgan coba2.
kok kenapa di bilang duet maut ya, klo menurut gw malah duet error, klo chp 1nya minta ama voldi ya.
just remind aja after voldi update chp 1, next chpnya dua minggu kemudian ya, begitu utk chp selanjutnya, voldi take note.
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Persentase kehiatusan fict ini hanya 10%, ngeliat si ita yg mungkin udah siap sedia bom buat neror gw supaya cepat diupdate [hmpfh]
voldi:coba berani hiatu, 10%-->masih ada peluang utk lu hiatus, jgan coba2.
kok kenapa di bilang duet maut ya, klo menurut gw malah duet error, klo chp 1nya minta ama voldi ya.
just remind aja after voldi update chp 1, next chpnya dua minggu kemudian ya, begitu utk chp selanjutnya, voldi take note.
malah rundingan.. [hmpfh] [hmpfh]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Jalanan pusat kota Seoul mulai padat. Ramai jalan oleh bising kenderaan bermotor menghiasi pemandangan pagi. Jarum jam baru menunjukkan pukul 7 pagi, tapi polusi udara mulai menghiasi sudut-sudut kota. Beberapa pejalan kaki mulai memadati tempat penyeberangan. Seorang wanita mungil berumur 21 tahun tampak terpaku disudut sebuah toko bubur. Err—bukan terpaku. Ia sedang menunduk dalam-dalam. Kedua tangannya menggenggam sebuah map warna hijau yang ditangkupkan didepan dadanya. Mulutnya komat-kamit memanjatkan doa. Tepat lampu merah menyala matanya terbuka. Memancarkan semangat dan harapan baru. “Goo Hye Sun, hwating!!”

ETERNITY DALAM ELEGI © VOLDI ft ITARAYA

Warning : CERITA BERBELIT-BELIT, GAJE, TAK MASUK AKAL, SINETRON BANGET, VOLDI PAKE AGAMA KRISTEN DALAM FICT INI, JADI MOHON MAAF JIKA NONKRISTEN, KENTANG KHAS ITARAYA *gw juga sih*. UPDATE MUNGKIN AKAN LAMA KARENA MASING-MASING PUNYA KESIBUKAN *tapi tetap posting fict*
[/b]

CHAPTER 1

Seorang pemuda di dalam mobil Jaguar itu mengernyit melihatnya. Tingkah laku gadis mungil di sudut toko itu. Bibirnya membentuk senyum mengejek. Berdoa, eh? Untuk apa berdoa? Semua yang kita dapatkan tergantung dari usaha. Bukan terpekur menyedihkan di depan orang yang tersalib itu. Untuk apa berdoa? Itu sama sekali tidak menghasilkan apa-apa. Matanya kembali diarahkan kedepan. Lampu hijau mulai menyala, dan Jaguar itu melesat kencang membelah jalanan kota Seoul yang padat.

Matanya kembali mengamati jalanan. Ia mengernyit lagi ketika melihat sekumpulan suster yang berjalan di trotoar. Pakaian mereka sangat ketinggalan jaman. Tertutup, tidak bermerk, kuno. Bagaimana bisa mereka hidup dengan semua itu. Ditambah suster-suster itu WAJIB tidak punya pasangan. Tidak laku ceritanya? Min Ho mendengus. Semakin ia mengamati lingkungan disekitarnya, semakin ia tidak mengerti. Bagaimana bisa seorang yang misalnya divonis tidak bisa hidup dari tiga bulan langsung menyerah begitu saja. Kenapa tidak berusaha dulu? Kenapa langsung angkat tangan seperti itu? Jika Tuhan memang ada, bukankah pasti akan ada jalan keluar? Ia bingung. Lee Min Ho bahkan terlalu keras kepala untuk mengerti arti kehidupan.

Hari itu Min Ho kembali menghabiskan waktunya dilantai dua puluh kantornya. Lantai satu sampai lima belas digunakan untuk kepentingan perusahaan. Tapi sisa lima lantai milik pribadinya. Apalagi lantai duapuluh, tidak seorang pun yang bisa memasuki ruangan dilantai itu. Lantai itu digunakan Min Ho untuk penelitiannya. Ambisinya akan nama besar membuatnya bergelut di dua profesi sekaligus. Presiden Direktur dan Ilmuwan.

Matanya menelusuri cairan-cairan berwarna di hadapannya. Sesekali ia mengangkat tabung kecil itu kemudian mengendusnya. Beberapa kali ia membuat catatan kecil di nota disampingnya. Mengernyit ketika mendapati bahwa hasil yang didapatkan tidak sesuai keinginannya. Mengangkat alisnya tinggi-tinggi ketika hasil yang didapatinya sudah sesuai tapi tiba-tiba ia berubah pikiran. Hanya diruangan ini Min Ho bisa berekspresi. Marah, kecewa, senang, bahagia, hanya bisa di tuangkannya di hadapan alat-alat itu. Diluar itu, dingin, tak berperasaan. Bagai gunung es yang susah tuk diraih puncaknya. Sekeras apapun kita berusaha untuk sampai keatas, kita hanya akan mati lebih dahulu saking dinginnya.

BIP BIP

Suara ponsel dari jasnya yang disampirkan di sofa membuat perhatiannya teralih. Ia memandang jasnya sesaat, tak berapa lama bunyi itu mati. Min Ho kembali melanjutkan pekerjaannya. baru saja ia akan membuat catatan lagi bunyi itu kembali menganggunya. Dengan gusar ia melangkah kearah jasnya dan mengambil ponselnya dengan brutal.

Omma.

ID yang tertera di layar ponselnya tidak membuat amarah Min Ho mereda. Dengan kasar ia mematikan ponselnya dan berniat melepas baterai, tapi panggilan itu datang lagi. Mau tidak mau Min Ho mengangkatnya. Ia tidak bersuara, diseberang juga tidak bersuara. Jadilah sunyi senyap yang tercipta. Min Ho baru saja akan mematikan panggilan jika suara lembut diseberang tidak bersuara. “Mino-a. Kau disana?”

Min Ho mendengus dalam hati. Tentu saja, kalau bukan dia siapa yang mengangkat panggilan ini. “Ada apa, omma?”

“Jam berapa kau sampai dirumah?”

“Aku lembur.”

“Mino-a, hari ini ulang tahun ayahmu. Kau hadir ya.” Bujuk Ibunya. “Sudah lama kita sekeluarga tidak berkumpul bersama.”

Sunyi. Min Ho masih memikirkan penawaran menghadiri pesta ulang tahun ayahnya. Pergi berkumpul bersama keluarganya dan meninggalkan pekerjaannya yang sudah tanggung. Ini masalah serius. Min Ho tidak pernah setengah-setengah. Tapi kalau ibunya sudah memohon-mohon, ia tidak bisa menolak. Dengan lemas ia mengiyakan permintaan ibunya.
Perjalanan dari kantor ke rumahnya hanya sekitar duapuluh menit. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, kantor juga sudah mulai sepi. Hanya ada beberapa sekuriti yang shift malam. Mobil pribadinya sudah menunggu di lobi. Sekilas pandangannya tertumbuk pada seorang perempuan yang mengelap kaca besar dilantai satu –ia sedang berada didalam lift. Matanya mengenali perempuan itu –perempuan yang bersikap aneh di sudut toko itu. Kenapa bisa ada disini?

Hye Sun masih berdendang ceria walaupun mala mini ia harus lembur. Senior-senior cleaning service itu memberikannya seluruh tugas yang seharusnya mereka kerjakan. “Pendatang baru memang sudah seharusnya melakukan itu.” Ujar salah satu dari mereka. Alhasil, Hye Sun yang seharusnya sudah pulang pukul 5 sore tadi harus terlambat pulang, pasalnya tugas yang mereka berikan tidak sedikit. Mengantarkan minuman ke HRD, membersihkan seluruh ruang rapat, membuang sampah, membelikan makanan untuk seluruh petugas cleaning service. Hye Sun menurut begitu saja diperlakukan seperti itu, ia tidak bisa membantah karena ia masih terbilang baru. Sudahlah, hitung-hitung amal.

Tugas terakhirnya ialah membersihkan seluruh kaca yang ada dilantai satu. Ia tahu semua teman-teman barunya sudah pulang, ia juga bisa saja pulang dan melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda esok hari. Tapi Hye Sun bukan tipe orang yang suka mengerjakan pekerjaannya setengah-setengah, jadi ia memutuskan tinggal sampai semua pekerjaannya beres. Walaupun itu berarti alamat lembur malam ini.

Dari pantulan kaca yang sedang disekanya ia melihat seorang pemuda menatapnya. Ia berbalik badan dan membungkuk 90°. Pemuda tadi tidak membalas bungkukan itu, ia malah berlalu melewati Hye Sun. Hye Sun tersenyum tipis, “Omma, apa semua orang kaya sombong?” gumamnya. Beberapa detik kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya.

Min Ho bungkam selama makan malam. Ia tidak berbicara jika tidak ditanya, kalaupun ditanya ia hanya akan menjawab “Hn.” atau “Tidak.”. Baginya perayaan ulang tahun ini sia-sia saja. Kenapa setiap orang berpikir harus merayakan setiap hari kelahiran mereka? Apa mereka tidak berpikir bahwa hari kelahiran itu berarti ‘pengurangan’ umur? Semakin tua kita semakin kita dekat pada kematian. Kenapa mereka malah berpikir untuk perayaan ‘pengurangan’ umur? Apa mereka... tidak takut akan kematian? Min Ho sama sekali tidak mengerti jalan pikiran kebanyakan orang.

Malam sudah semakin larut. Min Ho undur diri untuk kembali ke apartemennya. Ibunya sudah memohon agar Min Ho menginap satu malam saja, tapi Min Ho bersikeras tidak mau. Ia tahu akal bulus keluarganya, menyuruhnya menginap lalu besok pagi pada saat sarapan orangtuanya akan memperkenalkan seorang gadis padanya. Tidak akan.

Jika tadi pagi ia diantar supir, malam ini ia menyetir sendiri mobilnya. Seoul tetap padat walaupun dimalam hari. Kurang dari satu jam Min Ho sampai di apartemen mewahnya. Ia tinggal sendirian disini. Jangan harap ada wanita, karena Min Ho menganggap wanita itu hanyalah tikus kecil pengganggu. Ia langsung ambruk tanpa berdoa dulu –ritual yang dibiasakan ibunya sebelum tidur. Tapi setelah tinggal terpisah dari orangtuanya ia tidak peduli lagi dengan itu. See? Seorang Lee Min Ho bahkan terlalu angkuh barang untuk berlutut di hadapanNya.

END OF PART

Giliran ita.... teror dia yuuk... mino gw buat punya kebribadian yang agak-agak gimanaaaa gitu. dia selalu punya pertentangan batin, daaaaaan... tunggu chap berikutnya *sikut ita* [/size][/color]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Pendekkkk amirrr [hmff]

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Pendekkkk amirrr [hmff]
amir ga sependek ituw loghh  [hmff]
pendek gpp,asal jangka waktu update per-chap nya dipersempit misall 2 hr sekali [hmpfh]

Quote
Giliran ita.... teror dia yuuk... mino gw buat punya kebribadian yang agak-agak gimanaaaa gitu. dia selalu punya pertentangan batin, daaaaaan... tunggu chap berikutnya *sikut ita*
dan yg mengubah nya nanti seorang HyeSun?
Taaa'' abis nylesein cast and char.c...... buruan updatee chap-2 nya [head break] [hmff]



‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "