"Hye sun sini !! Biar bibi saja yang memasak untuk makan malam, kau sana nonton acara TV" Tegas Bibi jang sambil mengambil pisau ditangan Hye sun
"Mwo? Tidak mau. Ihh Bibi sini kembalikan pisaunya... Aku mau masak buat Minho tau ! Weeekkk" Hye sun merebut lagi pisau ditangan Bibi jang dan menjulurkan lidahnya
"susah banget sih dibilangin ! Sini cantik, biar Bibi yang masak" Bujuk Bibi jang lagi
"No No No !! Antwe pokonya. Makan malam kali ini biar aku yangs Masak, aku mau masak Banyak buat Minho" Hye sun bertpuk tangan kegirangan
"Dasar, pengantin baru !! Baiklah tapi ingat, jangan kau habiskan bahan makanan yang ada dikulkas... Itu persediaan buat 3 minggu Kedepan, Aroseo ?" Tandas Bibi jang
"ya ya ya, aroseo bibiku yang imut" celetuknya, sambil mencubit pipi Bibi jang yang sudah kempot
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, tapi belum ada tanda-tanda Minho pulang. Hye sun tengah menata masakannya dimeja makan. Berbagai hidangan dari Kimchi,ramen,sup ayam,sapi panggang lada hitam kesukaan Minho terpampang diatas meja. ia menarik nafas panjang dan duduk di salah satu kursi
"Haahhh... Akhirnya selesai juga, Minho kemana ya?" sadarnya. "Ah, palingan sebentar lagi juga pulang" celetuk Hyesun
***
Musik dibar yang bergelora itu menuntuk arah 3 orang pria tampan yang akan memasuki pintu masuk. Para tamu undangan yang bisa dibilang kaum muda ini terenyuh melihat Lee Min Ho sang "Idola Kampus" datang memenuhi undangan dari Park Shin Hye, gadis kampus yang pernah menyatakan cintanya sebanyak 3 kali, dan hasilnya tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Minho
"Ayo kita kesana" ajak bum yang sudah ngacir duluan ke lantai dansa
"Dasar... Kebiasaan" protes Il-woo
Minho hanya diam dengan tampang bosannya, dan mengamati sekeliling keadaan bar. Tiba, seorang wanita cantik dengan gaun merah terbuka datang menghampirinya dengan senyuman menggoda. Tak lama, wanita itu mencium pipi kiri Minho
Minho terkejut dengan perlakuan Shin Hye padanya. Dan ketika Shin Hye akan mencium bibirnya, Minho menghindar secepat mungkin. Alhasil, wajah serta bibir Shin hye terbenam dikerah jas Minho. Karna terbentur dengan bibir Shin hye, kerah jas itu kini terceplak kecupan bibir warna merah menyala
"Hei, handsome bogoshipo" ucap shin hye manja
"mmhhh... Lain kali yang sopan !" Tandas Minho ketus
"ohh mianhe honey, kudengar kau sudah menikah ya" Tanya Shin hye sambil merangkul lengan Minho
"Ne... Ckck, kau tahu itu. Tapi kenapa masih kecentilan" Sambar il-woo yang sedari tadi berdiri disamping minho
"Aiissh... Aku tak butuh jawabanmu tahu !!" cerca Shin hye kesal
Minho yang sedari tadi pusing, mendengar suara cempreng Shin Hye, memutuskan untuk berlalu dari situ. Dan memilih bergabung dengan pria-pria disudut ruangan yang tak lain adalah teman kuliah seangkatan dengannya
"Ausshh Minho jadi pergi kan, ini semua gara-gara kamu !!" Shin hye mendelik kearah il-woo
"Boo ??? Lagian siapa suruh kecentilan. Mau digoda bagaimanapun Minho tak akan berpaling dari istrinya" Tutur il-woo
"Joungmal ? Memang seperti apa istrinya ? Apakah begitu cantik dariku?" Tanya Shin hye penasaran
"Ne... Istrinya baik,ramah,cantik. Pokoknya, kau dan dia ibaratkan bumi dan langit hahaha" il-woo tertawa terpingkal-pingkal
Lalu, menyusul Minho. Meninggalkan Shin hye yang akan menyerangnya