Bibi jang keheranan sekaligus tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bukannya keluar kamar dengan bermesra-mesraan, tapi pasangan penggantin baru ini berbeda
mereka malah bermain kejar-kejaran seperti anak kecil berumur 5 tahun
Hye sun lari terbirit-birit diikuti Minho dengan langkah lebarnya, keduanya mengelilingi meja makan berbentuk persegi panjang
"yya Minho... bukan aku yang menyembunyikannya, sungguh" sangkal Hyesun sambil terus berlari
"hei jangan berbohong ! Mana mungkin dasiku hilang dalam sekejap ! Sini kembalikan" perintah Minho, mencoba merah tubuh hyesun
Bibi jang dan para pelayan menggelengkan kepala melihat keduanya, sedangkan yang dilihat malah semakin asik dan tertawa riang, tak sadar sedang menjadi bahan perhatian. Dengan agak geram bibi jang akhirnya mengambil suara
"Hei kalian sudahlah, bibi pusing melihat kalian berkelakuan seperti itu" relai Bibi jang lembut
"Hahaha... Minho, ayolah bukan aku.. Kau keras kepala sekali !" Hye sun dengan gesit menepis tangan Minho
"yya Goo hye sun ! Awas kau kalau tertangkap" Minho kembali mengejar Hye sun
Perkataan bibi jang seperti angin lalu buat Minho dan Hye sun, buktinya meraka masih saja berlarian malah semakin parah. Bibi jang mendesah panjang, ia seperti mau meledak. Karna kedua dari pasangan ini tak ada yang mau mengalah
"Hye sun, Minho.. Berhenti !" Teriaknya sedikit kasar
"Kalian.. Tidak malu ya ?! Bukannya pamer kemesraan, tapi malah berkelakuan konyol" cerca bibi jang lagi.
Minho dan Hyesun langsung menghentikan aktifitasnya yaitu berkejaran. Lalu, Minho mulai angkat bicara
"yya ajhuma kami..." ucapannya terhenti
"Diam !!! Sekarang duduk berdampingan. Kau Hyesun, oleskan selai diroti suamimu" perintahnya
Kedua pasangan ini langsung saja menurut, setelah mengoleskan selai. Hye sun langsung memberikannya pada Minho, tapi kegiatannya terhenti ketika mendengar perintah Bibi jang lagi
"eithh.. Siapa yang suruh ditaruh disitu ?! Cepat suapi suamimu" Bibi jang melipat tangan di dada. Layaknya seorang bos yang sedang menyuruh bawahannya
Minho dan Hye sun keheranan. Tapi akhirnya mereka berdua menuruti perintahnya lagi. Hye sun mulai memotong roti tadi, dan menyodorkan dimulut Minho dengan garpu besi. Minho mulai mengunyah roti yang masuk dalam mulutnya
"Nah kan kalau begini terlihat lebih terlihat akur dan mesra. Hhh.. Untung saja ada bibi, kalau tidak, para pelayan lama-lama bisa botak melihat kelakuan kalian tadi" kekeh Bibi jang,
"ok, bibi tinggal dulu ya" lanjutnya pada Minho dan Hye sun, lalu berlalu menuju dapur
"Lama-lama ajhuma itu menyebalkan juga !!" gumam Minho, sambil mengamati kepergian Bibi jang
"Memang.. Baru tahu ya? Kasihan... Korban kebawelan Bibi jang setelah aku Hahaha" ledek Hye sun, ia tertawa terpingkal-pingkal. Minho menatapnya dengan pan dangan sengit
"yya ini semua juga salahmu dangkal !!" Semprot Minho
***
Hye sun merapikan tatanan dasi Minho, kemudian menatap pria itu lembut. Minho kemudian menarik pinggang Hye sun dan
"Sini..." gumamnya lembut
Ia kemudian mengecup ubun-ubun kepala Hye sun. Dalam dan sangat lama, kemudian melepasnya perlahan
"Jangan nakal, nanti dimarahi ajhuma itu lagi... Aku pulang sebelum makan malam bye sayang.. Saranghe" gumamnya sambil mengelus pipi mulus milik Hye sun
Hye sun tersenyum menatap kepergian Minho, ia tersenyum merekah dan mengusap kembali pipi yang dijamah Minho tadi
"Sarangheyo Min-aa" gumamnya lalu menutup pintu apartemen ^^