Hye sun Menatap mata sendu itu, hatinya begitu miris melihat mata itu. Perlahan hye sun menggapai pipi Minho, mengelusnya dengan sayang
"Mianhe.. Joungmal Mianhe Minho-ssi. Aku mencintaimu, tidak ada yang mampu membuatku melepasmu.. Percayalah" ucapnya tersenyum lembut
"Maafkan aku, karna tak bisa Memahamimu hye sun-ssi. Aku tak bisa memang selalu egois. Tapi itu semua aku lakukan karna aku tak mau kehilanganmu" balas Minho, sambil memegang erat kedua tangan hye sun dipipinya
"Kau tahu, terkadang aku iri melihat Hyun joong, ia begitu tahu seluk-beluk yang ada didirimu, dari mulai ketidaksukaanmu terhadap sesuatu sampai sesuatu yang benar-banar kau suka, sedangkan aku? Yang aku tahu kita dijodohkan dan langsung saja menikah" Minho mulai berkata lesuh, seperti putus asa
"Masa bodo dengan itu semua! Kita bisa memulainya dari awal Minho-ssi, kau bisa memahamiku lebih dalam lagi, lebih dan lebih dari joongie. Jujur aku lebih bahagia bersamamu dibandingkan masa laluku dengannya" Tutur hye sun
"Gomawo hye sun.. Saranghe" ucap Minho sambil memnadang dalam Hye sun. Begitu dalam, sampai akhirnya semburat merah muncul dipipi Hye sun
"Minho-aa jangan.. Jangan memandangku begitu, aku malu" Tutur Hye sun pelan.
minho tertawa mendengar ucapan sang istri. Sesaat, ia berani mendekatkan dirinya pada Hye sun. Sedangkan Hye sun perlahan memejamkan kedua matanya. Kini, Minho mulai mengunci bibir mungil Hye sun dengan bibirnya. Hye sun pun diam, mulai mengikuti gerakan minho. Menyesap dan melumat mulai dilakukan Minho, dan dibalas mesra oleh Hye sun. Keduanya saling berpagutan mencurahkan rasa dan hasrat masing-masing
***
Minho mulai mencicipi leher jenjang Hye sun dengan jilatannya. Sun memekik geli saat Minho melakukan itu. Setelah puas dan meninggalkan bercak kemerahan. Minho meneruskan serangannya ke dada Hye sun, dibukanya kancing kemeja Hye sun & menanggalkan pakaian itu
Sambil mencium kembali, ciuman yang semakin menuntut jauh dan membuat Hye sun tersenggal dengan wajah yang memerah. Tiba-tiba Minho mematahkan ciumannya dan memandang Hye sun
"Aku ingin memilikimu seutuhnya, Apa sudah saatnya hye sun-ssi?" Tanya Minho, dengan nada lirihnya. Perlahan dengan muka memerah Hye sun menganggukkan kepala dan berkata
"Bisakah kita pindah tempat Minho-ssi? Aku tidak nyaman" ucapa Hye sun dengan desahannya
"Baiklah sayang... Kita pindah" Ujar Minho cepat, ia langsung berdiri dan menggendong Hye sun menuju pembaringan mereka.
Permainan dilanjutkan, Minho semakin menuntuut jauh. Sedangkan Hye sun Hanya mampu menikmati semua sambil menutup mata dan mendesah lirih.. Membuat Minho terbuai dan membawa Hye sun terbang jauh menuju surga
***
Kini keduanya terkulai lemas, Hye sun membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu, serbesit senyuman hangat muncul di bibirnya. Minho mengecup lembut ubun-ubun Hye sun dan mendekatkan Bibirnya Kearah telinga wanita itu
"Saranghe Hye sun-ssi.. Kau yang pertama dan terakhir" gumamnya sambil merangkul Hye sun lebih erat, hye sun mengulum senyum
"Benarkah aku yang pertama? Bagaimana dengan kekasihmu yang lainnya?" godanya, minho yang mendengar itu tersentak kaget
"yya apa maksudmu? Kau tidak mempercayaiku?!" Tanya Minho lebih menuntut
"Aiggo just kidding Minho-ssi, haha. Aku juga tak mau menyerahkannya, jika kau lebih dulu melakukannya dengan yang lain" Tutur Hye sun
"Aisshh dangkal !, sudah sana tidur" celetuknya, Minho menarik selimut yang berada ditubuh Hye sun, agar menutupi tubuh itu. Lalu, mendekapnnya lebih erat
"Saranghe Hye sun"