"Omma... Appa chuake buat ulang tahun pernikahan kalian" Ucap Hyesun seraya memberikan sebuket bunga mawar ke pangkuan Mrs.lee
"Ne sayang... Gomawo" balas Mrs.lee sambil memeluk sayang menantunya itu. "Oh iya, sun-aa tai omma melihat omoni-mu. Tapi ia sudah menghilang lagi dari pandangan omma" Tukas Mrs.lee sambil melepas pelukannya
"Joungmal ?! Omma sudah datang?" Tanya Hye sun tak percaya.
"Ne Hye sun-ssi, mungkin sekarang omma-mu sedang berbincang-bincang dengan para koleganya" Kali ini, Mr.lee yang menjawab
"Oh baiklah... Omma.. Appa aku pergi sebentar untuk bertemu omma" pamitnya pada Mr.lee dan Mrs.lee
"Ne sayang" Jawab Mrs.lee disertai anggukan dari Mr.lee. Hye sun kemudian mengalihkan pandangannya pada Minho yang sedari tadi lebih banyak berdiam.
"Minho-ssi aku pergi dulu ya, nanti kutemui kau lagi" ucap Hye sun, kemudian berlalu dari situ
***
"Eomma bogoshipo" Hye sun memeluk tubuh sang omma dari belakang, Mrs.Goo yang tengah mengambil minuman dari seorang pelayan, sedikit tersentak
"Huh astaga sun-aa, omma kira siapa" Mrs.Goo menarik nafas lega, menghirup oksigen diruangan itu
"Hihihi... Mianhe omma, aku terlalu bersemangat" Hye sun mengulum senyumannya
"Ne... Tak apa, mana suamimu" Tanya Hye ri, yang tak melihat Minho saat itu
"Minho ada dipintu masuk, omma. Ia masih berbincang dengan aboji dan omoninya, makanya sun kesini" Hye sun menggandeng tangan ibunya dan tersenyum manis
"eomma... Bolehkah.." ucap Hye sun tiba-tiba, dengan nada penuh keraguan, Hye ri yang melihat putrinya itu sedikit bimbang, segera menggenggam tangan sang anak
"Ya ada apa sayang? Katakanlah" pintanya sambil tersenyum lembut
"Ehm... Bolehkah.. Bolehkah aku malam ini menginat dirumah eomma?" tanya Hye sun memasang tampang wajah khawatir, seketika itu pandangan Hye ri melebar
"Mwo? Memangnya ada apa sayang? Apakah terjadi sesuatu diantara kau dan Minho?" Hye ri mulai menerka, Hye sun menggeleng cepat
"Anhiyo.. Hanya saja aku begitu merindukanmu omma.. Apa itu salah?" desisnya lirih, sambil menggandeng manja tangan ibunya
"Hahaha ok, asalkan kau minta izin dulu sana sama suamimu" perintahnya pada Hye sun. "Ok..." balas Hye sun cepat sambil mengangguk
***
"Minho ayolah, kumohon" rengek Hyesun, yang kini berdiri dikamar Minho
"Memangnya kenapa sih kau harus bermalam disana?!" Tanyanya kesal sambil duduk disisi ranjang.
"Aku... Aku hanya merindukan omma" ucap sun lirih, melihat itu Minho jadi tak tega. "Hhh, Hye sun-ssi kau tahu kelemahanku tak bisa melihat tampang polosmu itu" Batinnya
"Baiklah aku izinkan, tapi ingat hanya semalaman saja" ucapnya setengah hati
"Gomawo minho-aa" Balas Hye sun senang. "Ehm, mau bagaimana lagi, kalau begitu aku juga tak akan pulang ke apartemen, aku tidur disini saja" ucapnya agak cuek
***
Hye sun menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia mencoba menutup mata, tapi sangat sulit. Disampingnya, dilihatnya sang ibu yang sedang duduk, memakai kaca mata dan serius membaca sebuah novel ditangannya
"Waeyo?" Tanya Hye ri, menyadari sun sedang memperhatikannya
"omma seperti remaja saja, masih membaca novel, hihi" ejek Hye sun
"Ahh kau ini! Omma kan juga butuh hiburan, dari pada kau seperti anak kecil. Masih tidur dengan ibunya" Balas Hye ri mengejek Hye sun
"yya omma! Aku kan seperti ini karna sedang merindukanmu" ucap sun memasang tampang manyun
"Hahaha it’s ok honey, just kidding" Hye ri mengelus kepala sun
"Huh, i’m not kid anymore omma!" keluhnya kesal. "Aiigo kan tadi omma bilang hanya bercanda" ucap Hye ri lagi
"Ah tak tahulah aku mau tidur" Hye sun langsung mengatur posisinya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Hye hanya mampu terkekeh sambil tersenyum