Author Topic: Broke Up a Fight~Chapter Two (26 Feb'11)  (Read 4613 times)

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #75 on: February 08, 2011, 10:19:48 am »
LOL


yeee !!! [head break] [head break] [head break]  [angry]  [guns] [guns] [guns]  [ranting]

 mommy cantik deh  [hmff]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

min.love.sun.

  • Guest

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #77 on: February 08, 2011, 10:31:48 am »
EMANG [hmpfh] [laughing] [laughing]

makanya anaknya jadi cute bgt >> kaya gue  [hmpfh] iya kan iya kan, tapi tetep lebih cute anaknya  [laughing] [laughing]

happy ending !  [dry] #kekeuh  [hmff]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

min.love.sun.

  • Guest
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #78 on: February 08, 2011, 10:37:40 am »
EMANG [hmpfh] [laughing] [laughing]

makanya anaknya jadi cute bgt >> kaya gue  [hmpfh] iya kan iya kan, tapi tetep lebih cute anaknya  [laughing] [laughing]

happy ending !  [dry] #kekeuh  [hmff]

[AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242]

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #79 on: February 08, 2011, 10:43:59 am »
[AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242]


MOMMMYY !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!   [head break] [head break] [head break]


[smiley-gen013] HAPPY ENDING  [smiley-gen013]
                                        [smiley-gen013] HAPPY ENDING  [smiley-gen013]
                                                                              [smiley-gen013] HAPPY ENDING [smiley-gen013]
« Last Edit: February 08, 2011, 10:46:04 am by viollet.koo »

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

min.love.sun.

  • Guest
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #80 on: February 08, 2011, 10:47:41 am »
[AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242]


MOMMMYY !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!   [head break] [head break] [head break]


[smiley-gen013] HAPPY ENDING  [smiley-gen013]
                                        [smiley-gen013] HAPPY ENDING  [smiley-gen013]
                                                                              [smiley-gen013] HAPPY ENDING [smiley-gen013]
[concert] [concert] [concert] [concert]

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #81 on: February 08, 2011, 11:54:36 am »
EMANG [hmpfh] [laughing] [laughing]

makanya anaknya jadi cute bgt >> kaya gue  [hmpfh] iya kan iya kan, tapi tetep lebih cute anaknya  [laughing] [laughing]

happy ending !  [dry] #kekeuh  [hmff]

iy tu mom......hrus...kudu....wajib......*mksa*pokoke...H A P P  Y    E N D I N G!!!!!
Walopun momi mo bwt first storynya nguras air mata gpp mom ntu yg dicari.....*bwt eke*but......ttp happy ending yg diarepin ok mom!!!!!!
Di tunggu next chapnya mom GPL*mksa lg*hehehe
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #82 on: February 08, 2011, 12:01:39 pm »
vio gw bantuin ye..... [smiley-dance013]happy ending [smiley-dance013]happy ending [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]happy ending [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
udah ahhhh cape......nari2 gaje.... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #83 on: February 20, 2011, 06:41:32 am »
Mam, marcell and hyacint update ya.  Okeh okeh okeh okeh okeh okeh


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

minsunlover

  • Guest
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #84 on: February 20, 2011, 07:59:22 am »
Ya amplop mami...pas baca ini gw langsung ingat ama gebetan gw yg lagi melanjutkan studi di luar kota...namanya juga sama : MARCEL

Jadi kangeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnn :'(

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #85 on: February 20, 2011, 08:08:15 am »
Ya amplop mami...pas baca ini gw langsung ingat ama gebetan gw yg lagi melanjutkan studi di luar kota...namanya juga sama : MARCEL

Jadi kangeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnn :'(
LOL gebetan elu bukannya si SIWON [what] [hmpfh] kok jd marcel [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

minsunlover

  • Guest
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #86 on: February 20, 2011, 08:19:34 am »
Siwon tuh udah bukan gebetan gw lagi mam, soalnya udah jadi suami gw ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #87 on: February 26, 2011, 07:17:14 am »
update ini beberapa saat lagi [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

min.love.sun.

  • Guest
Re: Broke Up a Fight~Chapter One (3 Feb'11)
« Reply #88 on: February 26, 2011, 08:07:29 am »
Chapter Two :
Is it timely?



Mentari pagi menerobos masuk melewati gorden jendela tipis yang masih tertutup rapat, dan menjatuhkan sinarnya di atas wajah Hyachint. Tubuh mungil itu berputar .. menyamping, kelopak matanya bergerak-gerak dan akhirnya terbuka dengan sinar redup. Dia menguap, .. setelah melemaskan otot-ototnya yang agak tegang akibat tidur semalaman, dia bangun dan turun dari ranjang.

Alis Hyachint berkerut begitu sesuatu segera memasuki pendengarannya. Samar-samar dia menangkap bunyi-bunyi halus dari luar. Sepagi ini sudah ada orang datang bersih-bersih di villa ini? Dia melirik jam weker kecil di atas meja dekat ranjang, baru jam setengah tujuh. Masih terlalu pagi ..

Hyachint melangkah ke pintu, membukanya kemudian berjalan keluar. Suara-suara tadi semakin jelas memasuki telinganya. Sepertinya dari lantai bawah! Dia bergumam. Dengan langkah pelan, dia menuruni anak tangga. Sampai di anak tangga paling bawah, bunyi-bunyi itu berhenti sama sekali. Keadaan menjadi sangat sunyi. Hyachint mempertajam pendengarannya. Tidak didapatkannya lagi suara-suara yang seperti orang mengores-gores lantai itu. Beberapa menit berlalu dan Hyachint termangu sendirian di bawah tangga. Dia tidak tahu harus menuju kemana sampai .... suara-suara itu terdengar kembali. Kali ini sangat lain. Bunyi-bunyi itu lebih halus dan sepertinya ... dentingan piano? ....

Dengan langkah cepat Hyachint menuju ke ruang seni, atau lebih tepatnya--ruang piano seperti yang sering disebutnya waktu kecil. Pintu ruangan itu terpentang lebar dan seseorang tampak berada di dalam, sedang memunggunginya. Langkah Hyachint terhenti. Postur jangkung itu membuatnya termangu. Ternyata dia? desisnya pelan. Perlahan-lahan .. dia mengerakan kakinya ke dalam kamar ..

"Kau .. yang bertugas hari ini?"

Sosok jangkung di dalam agak tersentak. Tangannya yang sedang berada di atas tut-tut piano terhenti dan mengantung lemah. Perlahan, dia memutar badan .. dan akhirnya .. berhadapan langsung dengan Hyachint. Tidak ada ekspresi yang berarti dari pandangan pemuda ini. Hampa dan kaku, itu yang berhasil ditangkap oleh Hyachint.

Pemuda tersebut membungkukan badan perlahan. Tapi dia tidak mengeluarkan suara.

Hyachint tertawa kikuk. Dan untuk pertama kalinya dia merutuki diri sendiri, ... mengapa jadi gugup di hadapan seorang pemuda?

"Mana Jin ahjuma?"

Lagi-lagi pemuda itu tidak memberikan jawabannya. Dia berbalik dan mulai membereskan peralatan-peralatan kebersihan yang berserakan dalam ruangan itu, untuk kemudian dimasukan ke dalam tas ransel besar yang tergeletak di lantai. Hyachint memperhatikan kesibukan-kesibukan itu dalam kebisuan. Setelah beberapa menit, dia menundukan kepala, menatap semu lantai dari ubin gelap.

"Jin ahjuma ada pekerjaan lain di panti asuhan hari ini ... "

Hyachint terpana. Benarkah nada sumbang dan berat ini berasal dari pemuda di hadapannya?

"Dhe?"

Tapi perkataan-perkataan atau jawaban-jawaban selanjutnya yang diharapkan Hyachint tidak terwujud. Pemuda itu tidak mengeluarkan suara lagi. Tas ransel yang sudah terisi penuh diangkat dan disampirkannya ke pundaknya. Setelah membungkuk kepada Hyachint, sekali lagi .. dia berjalan kearah pintu, melewati gadis yang masih mengangga di tempatnya.

"Marcel Goo!!" Tanpa sadar, seruan itu terlontar dari mulut Hyachint. Dia memutar badan dan melihat Marcel berhenti di ambang pintu. "Kau .. kau masih ingat padaku?" lanjutnya ragu-ragu. "Sudah lama sekali .. dan .. aku tidak yakin kau masih ingat ... "

Marcel tidak bergerak. Masih dengan posisi memunggungi Hyachint, dia menjawab, "Semuanya sudah beres .. Agashi bisa memeriksanya sendiri .. Sarapan sudah tersedia di ruang makan dan jika masih memerlukan sesuatu, silahkan memintanya ke Jin ahjuma .. " Kakinya sudah akan digerakan ketika perkataan selanjutnya dari Hyachint kembali menghentikan langkahnya.

"Saya sudah mendengar segalanya dari Pak Kim, tentang apa yang terjadi pada ommamu ... Saya ikut berduka-cita .. "

Hyachint mempertajam penglihatannya. Apakah dia salah lihat? Tubuh jangkung itu terlihat menegang sebentar. Tangannya yang tadi tersampir lemah di samping badannya, terkepal perlahan.

"Marcel?"

Pemuda itu tetap berdiri kaku. Sedetik .. dua detik, .. Hyachint jadi berpikir, apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan pemuda ini. Pada menit ke lima, Marcel mengerakan punggungnya dan menoleh kearah Hyachint.

"Anyongheseyo, agashi ... "

Setelah itu dia melangkah ke depan. Hyachint masih memanggilnya untuk beberapa kali, tapi sepertinya ... tidak ada lagi yang mampu menghentikan langkah pemuda itu.

Hyachint menghela nafas .. berat. Sesaat kemudian dia berpaling kembali ke dalam kamar, ke pianonya yang berdiri tegak dan angkuh dalam bisu. Lalu dia melangkah masuk, kemudian menjatuhkan dirinya di depan piano. Sebentar kemudian alunan-alunan sendu mulai terdengar, mengiringi kegalauan hatinya.

http://www.youtube.com/watch?v=fvUfUx4h4X0&feature=related

********



Hyachint menghadapi sarapan yang terhidang di atas meja. Masih segar dalam ingatannya, .. padahal sudah lama sekali, sekitar limabelas tahun yang lalu, .. makanan yang paling disukainya. Bekal berupa telur gulung yang sering dibuatkan omma buatnya, buat dibawa ke sekolah.

Hyachint menyentuh perlahan piring di hadapannya. "Kau masih ingat ... Ya, aku yakin kau masih mengingatnya .. "

Dengan senyum tersungging di bibir, dia mengambil garpu dan pisau lalu mulai memakan sarapannya.


********


Sehabis sarapan, Hyachint memutuskan untuk jalan-jalan sebentar di luar. Karena tidak begitu mengenal keadaan setempat, dia tersesat berkali-kali. Kakinya sudah terasa pegal dan mau patah ketika suara-suara berisik terdengar dari depan. Hyachint mengangkat wajahnya yang tertunduk. Sebuah bis besar tampak terparkir agak miring, keluar dari jalur jalan setapak. Hyachint segera mendekatinya.

"Bagaimana??!!" teriak seorang pria tengah baya pada seseorang yang tengah meringkuk di bawah mobil. Tidak terdengar jawaban dari orang itu.

"Bagaimana ini, pak Sung?" Seorang penumpang menjulurkan kepalanya dari balik jendela. "Kita bisa terlambat kalau bis ini tidak segera jalan .. "

Pak Sung menoleh pada penumpang itu. "Miane, Yoon In-ssi .. Saya juga belum tahu apa yang terjadi pada bis ini ... ," kemudian dia turun dari bis dan berjongkok kearah orang di bawah mobil. "Bagaimana, Marcel?"

Hyachint melihat orang itu beringsut keluar. Ternyata benar, dia adalah Marcel, pemuda yang sejak kemarin membuat hatinya tidak karuan.

Marcel mengucek-ngucek sepasang tangannya yang kotor berlepotan oli ... , bangkit dengan posisi membungkuk dan mengambil handuk kecil dari rerumputan, untuk kemudian mengelap tangannya.

"Mesinnya rusak berat .. ," katanya datar. "Sebaiknya pindah ke mobil lain. Aku mesti mengereknya ke bengkel .. "

Pak Sung menepuk pundaknya. "Kau bisa lakukan sendiri?"

Marcel mengangguk. "Saya akan menelepon tuan Jang dan memberitahunya tentang kerusakan ini .. "

"Bagus .. " Pak Sung tersenyum. "Kalau begitu, aku berangkat dulu sama pekerja-pekerja lain ... Kami tidak boleh terlambat ke pabrik. Ada masukan bahan hari ini ... "

Marcel kembali mengangguk. Raut kakunya masih tak berubah. Untuk terakhir kalinya Pak Sung menepuk pundaknya, kemudian beralih kepada para penumpang lain.

"Kita berangkat sekarang tuan-tuan! Masih ada bis terakhir yang akan mampir ke sini sepuluh menit kemudian. Kita harus berburu waktu .. "

Hyachint memperhatikan semua itu dalam diam, agak tersembunyi dibalik tubuh bis. Sebentar saja, para penumpang yang terdiri dari hampir 40 orang itu berlalu dari tempat itu. Marcel masih berdiri di tempatnya selama beberapa saat. Dia menengadah, memperhatikan mentari pagi yang semakin meninggi di atas langit. Setelah itu, dia bergerak, melangkah ke arah desa.

"Marcel Goo!!" Hyachint keluar dari persembunyiannya. "Bisa kita bicara?"

Marcel menghentikan langkahnya. Tapi, dia tidak berbalik.

"Bisa ... kita bicara?" Hyachint menghampirinya secara perlahan, sampai berada di belakangnya. "Ku mohon .. "

Marcel memutar kepala, menoleh pada Hyachint. "Saya ada urusan .. " Dia bermaksud meneruskan langkahnya, namun terhenti oleh seruan Hyachint.

"Aku akan menunggumu sampai selesai!!!"

Marcel terdiam. Selama beberapa menit, mereka tak bersuara. Sampai Marcel mulai mengerakan kakinya. Tangannya merogoh ke dalam saku celana, dan mulai menelepon orang yang akan dihubungi. "Tuan Jang ... "

Hyachint mengikuti kepergian Marcel sampai hampir menghilang di antara pepohonan. Lalu dengan terburu-buru dia berlari mengejar pemuda itu.

"Yaa--tunggu saya!!"


*******



Kedua anak manusia itu berdiri menghadap sungai kecil. Keheningan menyelimuti mereka. Sudah hampir sepuluh menit mereka terdiam, memandang ke depan. Di seberang, terpisah oleh riak-riak kecil air pegunungan, beberapa bukit alam tampak menjulang tinggi, seakan menjanjikan sejuta ketentraman bagi para peminatnya. Pohon-pohon lebat mendominasi sekitar, menciptakan aroma hijau yang sangat kental. Kicauan burung terdengar syahdu, mendendangkan sejuta tembang yang akrab di telinga ... sedangkan, desauan halus dan sejuk dari sang angin siang membuat mata meredup, ingin mengatupkan mata rapat-rapat.

Semua pesona itu membuat Hyachint tersenyum. "Selama menginjakan kaki di sini, saya memikirkan banyak hal ... "

Pemuda di sebelahnya menoleh, menatapnya dalam diam.

"Kenangan-kenangan masa lalu, ... terutama .. " Hyachint berpaling, sehingga berhadapan langsung dengan Marcel. ".... yang berhubungan dengan kita .... " Dia tersenyum. "Kau banyak berubah .. " Namun pemuda itu tidak memberikan reaksinya. Marcel beralih ke depan, dan membiarkan pandangannya jatuh ke aliran air sungai yang tampak beriak di beberapa tempat hingga ke muara.

"Sungai ini .. lebih sempit ya?" Hyachint mengalihkan pembicaraan ke arah lain. "Perasaan, dulu .. buat ke seberang, jauh sekali .. "

Marcel tidak bergeming.

Hyachint menatapnya selama beberapa saat, kemudian tersenyum perlahan. "Mungkin karna kita yang sudah besar dan bukannya sungai ini yang menjadi sempit .. "

Marcel mengalihkan pandangan dan menatapnya kaku. "Sebenarnya, apa yang ingin kau bicarakan?"

Hyachint mengigit bibirnya. Sesaat, tangannya terkepal ... Dia mengambil keputusan. Raut yang berseri itu berubah serius. "Bisakah kita berteman seperti dulu?" serunya tiba-tiba.

Pemuda di depannya, terpaku.

"Saya serius. Bisakah kita kembali ke masa itu?" tanya Hyachint pelan. "Saya ingin kembali ke masa itu. .... Di mana kau selalu membela, dan melindungiku .. "

Marcel mengatupkan bibir perlahan. Kemudian dia melempar pandangan ke arah lain.

"Saya tahu banyak kesalahan yang tidak bisa diperbaiki .. ," ujar Hyachint pedih. "Dan saya melukaimu terlalu banyak .. jeongmal miane .... "

Marcel menghembuskan nafas perlahan, kemudian dia memutar tubuh dan mulai beranjak dari situ.

"Marcel!!" seru Hyachint. "Segitu bencinya-kah kau padaku?! Begitu benci, sehingga ... sehingga tidak bisa memaafkanku?!!"

Marcel tidak menjawab dan terus meneruskan langkahnya.

"Jeobal, .. berikan jawabannya padaku ... "

Marcel berhenti. Dia menengadah, .. kemudian .. secara perlahan-lahan dia berbalik. "Kau ingin tahu?"

"Ne!" sahut Hyachint tegas.

"Baiklah. Dengarkan baik-baik ... "

Tubuh Hyachint menegang. Sebentar lagi dia akan mendengarkan alasan-alasan dari perlakukan pemuda ini padanya.


********
« Last Edit: February 26, 2011, 08:15:59 am by lovelyn »

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Broke Up a Fight~Chapter Two (26 Feb'11)
« Reply #89 on: February 26, 2011, 09:02:17 am »
Mami mami tengkyu2 da di update. Ni chapie msh dipenuhi mendung kelabu ye mam. Marcell,marcell dingin banget si, ms gw dr td di cuekkin,hmpf eh maksudnya hyacint kok di cuekkin. Mam, sbnrnya masalah apa si yg buat hub.pertemanan marcel and hyacint jd rusak? Emang hyacint ngelakuin kesalahan fatal? Marcel jgn galak2 donk gw kan jd atut,tp walaupun jutex & dingin bang marcel tetep cakep kok,hmpf.


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho