CHAPTER 1 ..
CHAPTER 1
Matahari bersinar terang dilangit biru. Goo hye sun masih diam menatap kakeknya yang sedang terbaring lemah dikasur rumah sakit. Diambilnya tangan laki-laki tua yang masih terpasang infus, berkali-kali bibirnya mencium tangan keriput itu. Semakin dalam ciumannya semakin banyak pula air mata yang membsahi pipinya.
“haraboji..bangun..bangun..sun sangat membutuhkan haraboji..” ucap hye sun sabil terisak...
Tok..tokk.tok
Terdengar suara pintu di ketuk oleh seseorang diluar kamar rumah skit tersebut, buru-buru hye sun menhapus air matanya dan memasang wajah yang kuat.
“masuk...” teriak hye sun pada orang diluar.
“ne..agashii..”
“oh-kau!.. jadi bagaimana ? sudah mendapatkannya..?” tanya hye sun pada laki-laki paru baya itu.
“ne, semuanya beres..tidak ada yang terlewatkan..dan ini datanya..” jawab laki-laki tersebut sambil tersenyum puas... “semua data yang anda perlukan ada didalam map tersebut..” lanjut laki-laki itu menjelaskan.
“oh- syukurlah...dan khamsahamida..” hye sun mengambil map biru yang diletakan pak jang di atas meja diruangan itu.
“sekarang tugas anda hanya menganti nama GOO’s internasional tehcnology menjadi DVL tehcnology..dan juga buat seolah-olah keluarga Goo telah bangkrut total..” jelas hye sun sambil tersenyum puas.
“ne agashi itu hal muda..” balas tuan jang tegas tanpa ragu-ragu.
“GOOD , kalau begitu kau bisa pergi..” ucap hye sun halus..
“ne..” ucap tuan jang menunduk hormat pada hye sun
“ehh- tunggu..hemm dan jangan kau beritahu siapa aku yang sebenarnya..” lanjut hye sun.
“tentu saja agashi..” lalu pak Jang pun pergi meninggalkan hye sun sendirian bersama sang kakek yang hanya bisa terbaring lemah di kasur.
“haraboji..semuanya akan aku balas, laki-laki sobong itu akan merasakan bagaimana rasa sakit yang sebenarnya...” ucap hye sun sambil memandang wajah kakeknya yang terlihat pucat.
****@@@@****
“waww..apa ini..” teriak Min ho senang setelah membaca koran pagi ini. Hyun joong yang melihat perubahan reaksi min ho langsung ikut beralih kebacaan min ho barusan.
“ada apa ?..” tanya hyun joong penasaran.
“lihat..GOO’s internasional tehcnology perusahaan yang pernah berkerja sama dengan kita bangkrut..hahahah..” min ho menjelaskan pada hyun joong sambil tertawa geli.
“ke..kenapa bisa begini ?” tanya hyun joong heran.
“yaa.. aku memutuskan kontrak kerja bersama mereka, aku kesal dengan si tua bangka itu. Dia bilang strategi yang aku buat bisa berbahaya untuk kelangsungan proyek yang akan kami kerjakan..” jelas Min ho kesal.
“tapi kenapa mereka bisa bangkrut secara mendadak begitu.?” Hyun joong smakin heran oleh ulah min ho.
“bagaimana tidak bangkrut kalau mereka sendiri sudah membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk proyek ini..”
“apa..mereka sudah membelinya !!. dan de..dengan mudahnya kau memutuskan kontrak kerja ini.. ka..kau tega Lee min ho..” teriak hyun joong terkejut.
“terserah itu urusan ku..” cibir Min ho sinis..
“eh tunggu dulu lee min ho kau lihat lanjutan di halaman 14, perusahaan tersebut juga sudah diganti kepemilikannya dan namanya juga berganti menjadi DVL tehcnology..” jelas hyun joong.
“ahh.. terserah aku tidak perduli.. aku mau rapat dulu ah-.” Ucap Min ho sambil meninggalkan hyun joong sediri diruangannya.
****@@@@****
Satu bualn sudah hye sun hidup sebatang kara.. semuanya ia lakukan sendiri hanya sendiri. untuk sementara ini tidak ada lagi kakek tua yang akan menceramahinya bila telat makan, tidak ada lagi kakek tua yang menunggunya bila pulnang malam. Dan semua itu membuat hye sun sedih.
Hari demi hari bagaikan siksaan buat hye sun, pekerjaan yang kian menumpuk dan jadwal yang padat membuatnya pusing. Untunglah kerja kerasnya itu tidak sia-sia. Semakin hari keuangan perusahaannya sudah muali setabil, mungkin hanya beberapa minggu lagi semua akan berjalan normal, tapi tinggal satu. Pembalasannya itu yang belum dimuali.
“akhirnya selesai juga..” ucap hye sun sambil membereskan dokument-dokument di atas mejanya. Diliriknya jam di dinding ruang terseebut 10.30 malm.. angkan yang ditunjukan oleh jam tersebut..
“sudah malam..lebih baik aku pulang..” hye sun berkata pada dirinya sendiri.
Hye sun berjalan menuju ke parkiran mobilnya, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti melihat siapa yang ada di depannya. Laki-laki jangkung itu tidak melihatnya, mungkin laki-laki itu terlalu asik dengan permainannya denagan para wanita murahan yang menggodanya.
Melihat hal itu pun perasaan hye sun semakin gusar, ia jijik melihat prilaku laki-laki yang telah membuat hidupnya kacau, dan yang membuat harabojinya koma sampai sekarang. Tapi kalau untuk mengahantap dan mencaci makinya sekarang itu tidak mungkin. Masih banyak strategi yang dipersiapkan agar bisa membuat laki-laki itu benar-benar hancur tanpa sisia.
“kau akan menyesal...” ucap hye sun sambil menatap Min ho dengan sinis dan senyum licik terklukis diwajahnya.
****@@@@****
Min ho yang saat itu baru keluar dari bar sambil mengandeng beberapa wanita cantik sedikit terkejut karena melihat seoarang wanita yang memandanginya sinis dari jarak yang cukup jauh.
“ada apa min ho?..” tanya seorang perempuan kepada min ho.
Min ho tidak mnjawab, ia masih meliat wanita itu. Baru saja ia ingin menghampiri gadis yang memandanginya dari tadi tapi tangannya sudah di cegat oleh wanita-wanita disampingnya.
“heii kau mau kemana sayang?..” gadis lain bertanya kepada min ho dengan nada yang mesra.
“anyo..aku hanya..” jawab min ho terputus karena saat ia melihat kembali gadis yang ada disebarang sana sudah hilang.
“woe..” wanita lain balik bertanya.
Kring..kring..kring
Belum sempat Min ho menjawab semua pertanyaan gadis-gadis di sampingnya ternyata sudah didahului oleh bunyi telponnya. Buru-buru ia mengambil Hp tersebut.
“yeobseo..”
“heii min ho, kau di mana ?, di bar kah?, kalau begitu cepat pulang. Aku mau bicara dengan mu..!!.” kata si penelpon yang ternyata adalah hyun joong.
“apa yang mau kau bicarakan malam-malam begini ?...”
“ahh..biasa masalah bisnis dan keuangan SHINWA..”
“tidak bisa besok saja..” tolak min ho.
“besok kau harus ke Jepang bukan..jadi harus hari ini.. ayo palli,.” Balas hyun joong kesal.
“ahh.. ne..ne.. 15 menit lagi aku pulang..”
“sippp...PALLI..”
“ne..” Dan hubungan telpon diantara merekapun terputus.
“menyusahkan..”cibir min ho jengkel.. sedangkan para wanita-wanita di sampingnya hanya memandang laki-laki itu heran.
“semuanya batal, aku ada urusan penting...” ucap min ho pada setiap para wanita di sana lalu pergi meninggalkan mereka..
END CHAP