Author Topic: From Lie Becomes the Truth 'Chapter two .. 31 Dec 2012'  (Read 1454 times)

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Hahaha ngakak pas davi minta kimchi ma kyuhyun. Aigoooo, sbenernya tuh kepribadian davi gimana sih? Keknya beraneka ragam-_- tapi keseluruhan dari ff ini gue suka, kayaknya ff ringan nd akan byk kejadian lucu diantara davi, irish, nd sekerumunan anak cowok dikelasnya. Ayo sista dilanjut semangat yaaaaaa^.^ ditunggu loh chap 2-nya  [AddEmoticons04237]

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline anggi p putri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • Location: PALEMBANG
    • View Profile
Chapter 2

Sejak kejadian menakutkan yang dilakukan Davi pada segerombolan cewek tambeng suasana kelas tidak seramai dulu lagi. Hanya ada beberapa siswi yang memang berkulit badak yang masih mau mendekat. Seperti Merry dan hyejin, meskipun telah di bentak dan dimarah-marah oleh Davi didepan umum mereka sama sekali tidak jerah juga. Mereka malah menganggap kekesalan Davi kemarin merupakan suatau hal baik karena setidak nya telah terjalin komunikasi antara mereka dan Davi. Oh God!!

Hari ini ada jam kosong 2 jam lagi. Maka  Fairish membawa kue kesayangannya "cup cake" bejumlah 4 buah, sarta sebotol air mineral. Diletakannya kue itu diatas meja dan disusul oleh dibukanya Novel Fiksi berjudul 'Tango' yang ceritanya amat sangat bagus sehingga ia tidak sabar menyelesaikannya. Tapi kesibukannya langsung terhenti saat menyadari Davi sedang memperhatikan kotak kue miliknya.

"Ngeng.. Ini buat aku sendiri kok.." Kata Irish gugup. Ia takut kejadian yang menimpa Merry juga akan menghampirinya.

Davi jadi menahan tawa apalagi saat dilihatnya Irish benar-benar memakan cup cake miliknya sendirian, tanpa mau membagi ke Davi.

******

Lama-kemalamaan Irish bosen juga duduk dengan Davi. Selain sikapnya yang dingin tatapan Davi yang seolah akan siap menelan atau mencekiknya kapan saja membuat Irish jadi was-was.

Karena sudah putus asa. Iris bercerita ke sahabat terbaiknya.

"kenapa kau tidak bilang baik-baik saja ?"
Usul Emma menasehati.

"Baik-baik bagimana? Kau itu tidak tahu seberapa anehnya Davi.." Jawab Irish putus asa.

"Atau tidak kau bilang saja kalau kursi yang dia duduki itu punya orang.. Ya meskipun WunBin tidak masuk-masuk tapi kan itu tetap jadi kursinya."

Iris tercengang , ia sampai melupakan kehadiran WunBin, teman sebangkunya yang kini tengah di rawat karena mengalami patah kaki kiri akibat kecelakaan 3 minggu yang lalu .

"Kau benar.." Irish menepuk pundak sahabatnya dan memeluknya singkat. Kemudian ia berlalu dari koridor panjang itu menuju kekelasnya yang berada di belakang.

*****

"Dav .. Aku mau bicara ." Kata Irish pelan, takut dan was-was.

Mata Davi menyipit. "Apa?" Tanyanya bingung.

Irish diam, dengan ragu ia menjawab pertanyaan Davi "Ng .. Ng , Sorry Dav. Bukan maksud aku mau ngusir kamu.. Tapi , tapi aku cuma mau kasih tau kalo kursi yang kamu duduki itu punya orang. Namanya WunBin .. Ya meskipun dia gak masuk-masuk tapi tetep tuh kursi milik dia."

"Sekarang dia kemana?" Davi bertanya lagi.

"Lagi opname di Rumah sakit Seoul." Jawab Irish gugup.

Davi mengangguk pelan kemudian berdiri dan jalan keluar tanpa berkata apa-apa. Melihat reaksi Davi , Irish jadi ngeri. Ia takut salah bicara tadi. Oleh karena itu Irish mengejar Davi keluar.

"Sorry Dav .. Bukan maksud aku mau mengusir .. Yausudah lah aku aja yang pindah .. Nanti aku bilang ke WunBin kalo kursinya di tempati anak baru.". Irish menyerah putus asa. Akhirnya ia yang harus pergi. Bukan Davi.

"Hemm .. Kapan kau mau membesuk WunBin?" Tanya Davi. Lagi!

"Ah?... Mungkin lusa"

Davi mengangguk dan kembali pergi!. Membuat Irish diam ditempat memandang punggu cowok itu putus asa. Sekarang ia harus mencari tempat duduk baru. Sedangkan tempat yang tersisa hanya tinggal 4 kursi.

Yang pertama kursi milik Swan Kim, siswa laki-laki yang bercita-cita menjadi penyanyi roker dan telah melatih suara ngeroknya mulai dini tak tau tempat tak tau waktu. Yang kedua kursi milik jejeong yang anaknya anehh luar biasa, gimana gak aneh kalo tiba-tiba marah gak jelas dan melotot kesana kemari tanpa ada masalah sebelumnya.

Ketiga kursi milik Ailee, aduh bisa gawat kalau dia duduk disana. Cewek itu emang cantik pintar lagi .. Tapi waduh bau ketiaknya itu lohh kayak bau parfum dari india. Dan terakhir kursi milik Minyoung yang satu sekolah sudah tau kalo tuh cewek ada gangguan jiwa!!! Gila kan .. Ya meskipun gila tapi Irish harus tetap memilih salah satu kursi yang harus ditempati.

**********

Tiba waktunya Irish mau membesuk WunBin. Ia baru selesai mandi dan bersiap-siap ganti baju namun suara kalson dari depan rumah mengurungkan niatnya.

Saat dilihatnya ternyata Davi telah berdiri didepan pagar dengan bersandar di mobil toyota yaris silver miliknya. Irish tercengang melihat cowok itu dengan santai tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya.

"Jadikan mau besuk WunBin?." Tanya Davi tanpa basa-basi.

Irish mengangguk. "Ia.. Ini aku mau ganti baju."

"Kalau begitu cepetan .."

Irish mengerutkan dahinya, tak mengerti arah pembicaraan Davi barusan.

"huu.. Aku mau ikut membesuk WunBin Ris .. Kita sama-sama aja perginya." Davi yang melihat ekspresi tak percaya Irish jadi geli.

"Ah .. Gak usah kok Davi . Gak usah repot-repot. Nanti aku aja yang bilang ke WunBin kalo kursinya ditempati murid baru." Tolak irish halus.

"Gwanchana.. Kan cuma WunBin teman sekelas yang belum aku kenal."

Irish pasrah. Setelah Davi menunggu 20 menit sambil berbicara dengan eommanya. Irish mengganti baju dan ikut mobil Davi.

Hingga disinilah ia sekarang. Duduk diam di kursi kanan disamping Davi yang tengah sibuk menyupir.

"Habis ini belok kanan Dav.." Ucap Irish pelan.

"Aku sudah besuk WunBin tadi dengan kyuhkyun.. Kami cukup lama bicara dan dia bilang tidak apa-apa kalau aku mau duduk disana." Jawab Davi enteng

"Apa ?" Iris terperanagah.

Davi diam , dia mencari tempat yang aman untuk memarkirkan mobilnya dan sampailah mereka di trotoar yang terlindungi beberapa pohon besar yang rimbum.

"Ris .." Davi berkata pelan.

Irish menolah namun tak berani menyahut ataupun balik bertanya. Ekspresi pemuda itu sangat kuyu. Mata yang biasanya tajam seperti elang kini terpancar sinar kesedihan yang amat dalam.

"Dulu aku pernah punya pacar.." Kata Davi tiba-tiba , irish makin bingung. Ia tidak bertanya sebelumnya namun kenapa Davi mengatakannya.  Sedangkan ia sama sekali tidak perduli akan hal itu. "Dan aku suka kebut-kebutan" lanjut Davi.

Irish masih diam , tidak menjawab atau menyahut dia hanya mendengarkan

"Dia suka dengan gunung.. Dan aku bawa di kesana." Davi terdiam. Ia memejamkan matanya dan bersandar di sofa mobil.

"Terus .. Dia suka?" Tanya Irish pelan. Sedikit gugup dan bingung.

"Aku tidak tau" Davi menggeleng kecil. Matanya terpejam rapat.

"Kenapa? Kalian putus?" Irish makin tak mengerti.

"Bukan.." Suara Davi semakin lirih. "Bukan putus .. Dia.. Dia meninggal"

Iris terperangah "mwo?!"

Davi tak langsung menjawab. Ia malah memalingkan wajahnya kearah lain. Begitu ia buka mulut suaranya benar-benar terdengar serak.

"Kami pergi kepuncak gunung .. Kami naik motor dan saat itu aku ngebut. Aku sangat gila kebut-kebutan dan Meillany tau itu. 'Ayo kita lawan angin' itu katanya. Karena itu aku lupa diri. Motor ku gas gila-gilaan. Kami tertawa keras sambil mengibar-kibarkan shal miliknya tinggi-tinggi.. Tapi.. Tapi aku lengah. Aku." Suara Davi semakin serak "kami menerjang pagar pengaman dan dia .. Dia terlempar Ris, .. Hampir 100 meter. Dia .. Dia koma dan meninggal .. Aku .. Aku membunuhnya ditempat yang paling dia suka."

Irish terperangah tak percaya , apalagi saat dilihatnya air mata Davi jatuh menetes di pipi cowok itu. Tak ada isak atau suara sekecil apa  pun. Hanya tetes-tetes air yang keluar dari mata seorang pria. Mahkluk yang paling kuat, yang paling pantang menangis .. Kecuali beban yang ia rasakan sudah benar-benar berat.

Ragu Irish menyentuh pundak cowok disampingnya. "Dav .. Kau tidak boleh begini. Ini sudah takdir. Meillany memang sudah ditakdirkan meninggal hari itu .. Dan kau hanya pelantara."

"Tapi kalau hari itu .. Dia tidak aku ajak ke gunung . Dia .. Dia tidak mungkin meninggal.. Bukan takdir yang salah tapi aku!!"

Irish bingung dan takut. Mendadak Davi jadi galak. Ia membentak Irish kuat-kuat padahal cewek itu tidak terlibat didalam masalahnya.

"Dav denger ya." Irish berusaha sabar "kau tidak boleh seperti ini, kau itu tidak salah .. Kau juga tidak mau Meillany meninggal. Itu kecelakaan Dav.."

"Tidak salah bagaimana?!! Aku yg salah!! Aku!!" Teriak Davi keras-keras.

"Iya. Iya kau yang salah. Udah tau di gunung . Eh malah kebut-kebutan. " Irish pun nyerah. Lebih baik ia ikut menyalahkan cowok ini daripada dia kena luapan emosi Davi.

Davi menutup wajah dengan kedua tangan. Nafasnya naik turun. Gejolak di hatinya sedang meningkat.

"Dav umur Meillany emang cuma sampe ditu.. Dia udah ditakdirkan meninggal hari itu . Dan kau sebagai pelataranya."

"Tapi" ucap Davi lirih.

"Dav .." Irish langsung memotong perkataan Davi berikutnya.

"Kalau kau terus seperti ini aku juga bisa mati.." Ucap Irish pelan.

Davi tersadar , ia membuka mata dan dilihatnya Irish sudah berada disudut sofa dan pintu mobil. Badannya yang kecil jadi terlihat semakin kecil.

"Oh.. Sorry Ris , miane , jeongmal miane." Ucap Davi sambil langsung memeluk Irish mendadak. Irish yang kaget jadi semakin kaget saat tangan Davi melinggkar di tengkuknya.

"Gwanchana.. Gwanchana.." Irish mundur dan melepaskan pelukan Davi. "Aku tidak apa-apa kok. Lagi pula tidak ada orang yang mati karena di bentak." Ucapnya was-was takut mendapat pelukan mendadak lagi.

Davi tersenyum "makasih Ris .. Tapi tolong jangan beri tahu siapapun tentang kejadian ini .. Aku mohon, ak tidak mau cewek-cewek seperti Merry , yejin dan lain-lain malah semakin nekat .. Lagian untuk saat ini aku sedang tidak tertarik untuk dekat-dekat dengan cewek lain"

Irish mengangguk "Ne" ucapnya "Jadi siapa yang harus pindah?" Tanya Irish pelan.

"Pindah? Maksudnya?"

Irish diam dan mulai gugup lagi "hemm .. Bukan maksud aku mau mengusir mu dav .. Tapi lebih baik kau saja yang pindah tempat duduk soalnya nanti tidak enak sama anak-anak yang lain kalau aku yang pindah"

"Memangnya kenapa harus pindah tempat duduk sih Ris ?" Tanya Davi tak mengerti.

"Loh bukannya tadi kau bilang tidak mau dekat-dekat dengan cewek .. Apa wajah aku mirip sama shinDong yaa?"

Davi kontan ketawa dan Irish terus memperhatikannya heran.

"Hehe .. Kau datangkan ke pesta ulang tahu Merry nanti ?" Tanya Davi mendadak.

"Tidak tahu.."

"Datang yuk.. Nanti aku jemput" kata Davi lagi.

Irish terperangan dan tak mampu menjawab.

"Rish .. Aku boleh minta tolong tidak?" Tanya Davi.

"Minta tolong apa?.."

"Jadi pacar aku ya ?? .. Please cuma pura-pura kok.." Jawab Davi. Cowok itu memegang tangan Irish lembut.

"Tapi.."

"Rish.. Aku mohon , aku udah muak sama segerombolan cewek yang nekatnya minta ampun.. Aku kesel , marah .. Kau seandainya mereka tau aku dan kamu jadian pasti mereka bakal nyerah dan tidak akan berprilaku aneh lagi."

Irish diam .. Jauh dilubuk hatinya menjerit lelaki ini memintanya menjadi kekasihnya hanya sebatas 'sandiwara' ..

"Tapi Dav .. Bagaimana kalau mereka kira kita bener-bener pacaran.."

"Itu malah bagus.." Sahut Davi semangat. "Rish aku mohon.. Cuma kamu satu-satunya teman yang bisa aku percaya .. Aku cuma butuh pertolongan mu .."

"Tapi Dav .. Akibatnya bagaimana?" Irish semakin resah.

"Kau punya pacar?" Kini giliran Davi yang terperangah "atau punya cowok yang kau suka?" Tananya lagi.

Irish langsung menggeleng dan Davi menghembuskan nafas lega.

"Ris .. Kalau suatu saat nanti ada cowok yang kau suka tidak masalah kok. Kau boleh pergi."

Davi menatap Irish lurus.

"Aku tidak bisa jawab sekarang Dav .."

Davi mengangguk "ya .. Tidak apa-apa." Ujar Davi pelan.

*************

Keesokan harinya Irish sekolah seperti biasa dan anak-anak kelas masih sama sibuknya menunggu kedatangan Davi. Mereka juga sibuk membicarakan persiapan ulang tahun Merry.

Ada yang mengatakan akan tampil semaksimal mungkin agar bisa menarik perhatian cowok itu. Tapi bagi siswi yang berada di kelas bawah malah mengatakan mereka akan tampil apa adanya karena mereka yakin bahwa Davi buka tipe cowok matrek.

"Pagi Rish.." Ucap Davi santai, tanpa ekspresi.

"Pagi" jawab Irish cuek seperti biasa. Ia tidak ingin bersikap berlebihan hanya karena kejadian kemarin. Ia takut Davi malah akan menganggapnya cari muka.

"Apa kabar Rish?." Tanya Davi mendadak. Biasanya sih cowok itu tidak pernah memperdulikan kabar Irish sebelumnya.

Irish menoleh dan mengerutkan alis singkat "baik" jawabnya sambil langsung kembali membaca buku didepannya.

Davi tersenyum. Ia terus memperhatikan wajah Irish. Ternyata dia memang tidak salah pilih teman sebangku dan juga teman untuk dimintai pertolongan. Irish masih tetap sama. Cuek dan biasa, tanpa perubahan. Davi memilih Irish karena hanya sepasang mata cewek inilah yg langsung menolakya di pandangan pertama mereka dan ia yakin tidak akan jatuh cinta pada gadis ini.

Hari ini Davi jadi gelisan sendiri. Berulang kali ia memutar-mutar tempat duduk dan mengetuk-ngetuk meja dengan pena. Mungkin hanya Irish yang tahu hal itu karena ia juga merasakan kecemasan yang sama seperti Davi.

Bel sekolah berbunyi seluruh siswa langsung keluar dari kelas dan mengerumuni lapangan bersiap-siap pulang kermuah. Irish melirik Davi sesaat kemudian ia pun keluar tanpa bicara apa-pun. Davi meliriknya kemudian ia menghembuskan nafas.

"Irish .." Teriak Davi dari salam mobil sambil.

Irish menoleh dan dilihatnya mobel toyota silver milik Davi berhenti tepat disebelahnya.

"Ayo naik." Ajak Davi.

Irish sudah tau apa yang ingin Davi bicarakan. Tanpa menolak ia berjalan ke sebelah kanan dan membuka pintu serta duduk manis didalam mobil.

Mobil berjalan lurus tanpa ada seorangpun yang mau bicara. Davi seperti bungkam tak bersuara. Sementara Irish hanya menunggu.

"Rish .. Bagaimana ? Apa sudah kau pikirkan ? .." Tanya Davi akhirnya.

Irish hanya mengangguk tanpa bersuara.

"Terus kamu mau tidak jadi pacar pura-pura aku ?"

Irish menoleh dan tersenyum "apa boleh jawab tidak mau."

Davi tertawa pelan "sayangnya hanya ada dua jawaban . Ia atau mau"

Irish mencibir "itulah masalahnya."

"Jadi bagaimana ?" Tanya Davi ragu . "Ris please .. Aku cuma butuh bantuan mu"

Irish mendesah pelan kemudian mengangguk "ne" jawabnya.

Davi tersenyum dan hendak memeluk Irish namun cewek itu langsung menghindar cepat.

"Hehe.. Sorry Rish."

Irish kembali mengangguk dan tersenyum. "Ne , gwanchana .. Oh ya Dav .. Bagaimana kalau mereka minta keterangan tetang hubungan kita."

"Nah itu dia Rish .. Sekali lagi aku minta bantuan mu."

"Emang berapa banyak sih mau minta tolong.. Soalnya jatah pertolongan aku terbatas nih."

Davi tertawa pelan. Ia sudah yakin bahwa ia tidak akan bisa berpura-pura bersikap cuek atau ganas didepan si mungil ini.

"Cuma dua kok .. Hehe" jawab Davi "nanti seandainya mereka bertanya .. Kau buat saja cerita semeyakinkan mungkin. Terserah kau mau bilang aku yang tergila-gila atau apalah, yang penting mereka bisa yakin kalo kita pacaran."

Irish mengangguk lagi.

"Yaudah Ris. Kalo kau sudah setuju. Besok jam 7 malam aku jemput. Kita sama-sama ke rumah Merry"

***********

TBC
« Last Edit: December 31, 2012, 02:05:44 am by anggi p putri »

banyak pelukis yang bilang kalau lukisan adalah ekspresi dari perasaan di hati mereka

Offline Yunie

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • Your smile is happiness
    • View Profile
Chapt 1 prtemuan prtama Irish kagum ma Davi krna tmpang Davi yg gnteng. Tpi Irish pndai mnyembunyikan kekaguman nya dgan sifat cuek nya...
Slnjutnya Irish mlah takut ma Davi krena dah membentak mary n sikap dinginnya. Tpi  itu yg mbuat Davi trtarik ma  Irish.
Suka ma sifat cuek Irish wlaupun gak bgitu cuek2 amat.
Makasih dah update sista...
Ditunggu lnjutan nya...
HAPPY NEW YEAR 2013
MINSUN COUPLE FOREVER
MINSUNSHIPPER FIGHTING

Offline Lam

  • Newbie
  • *
  • Posts: 2
  • Location: Jakarta
    • View Profile
hallow sist, lam kenall, aq newbie baru disini  [bye]

 ff nya keren sist, ditunggu chap lanjutannya ya!!!!  [clap] [arms]

Offline Ilmma

  • Newbie
  • *
  • Posts: 32
  • ^_^
    • View Profile
keren nih..
update terus smpe tmat yah :D

Offline Nanad_rath02

  • Newbie
  • *
  • Posts: 55
  • Omo !!! My Mom
    • View Profile
suka...suka...suka...


next chap jngn lama" ya ^^

Offline Ilmma

  • Newbie
  • *
  • Posts: 32
  • ^_^
    • View Profile
kapan di update nya yah ????????
sudah sangat lama cepet yah !!!
  [heh] maaf maksa ,,,