Author Topic: Paint Pastel Princess Chapter 4 (Update Now 03.07.2011) ^^  (Read 6159 times)

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Coming Soon) ^^
« Reply #30 on: February 10, 2011, 02:04:44 am »
wahh onnie endree bikin ff baru cukhae [clap] [clap]
ceritanya beda banget...hye sun jadi wanita penghibur [sweat]
ditunggu onnie chapter perdananya [biggrin]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Coming Soon) ^^
« Reply #31 on: February 16, 2011, 11:25:21 pm »
NOONA B UP DATEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
[hmpfh]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Coming Soon) ^^
« Reply #32 on: February 17, 2011, 11:06:05 am »
hi,endree_noona  [newhere]

congratulation buat ff barunya [AddEmoticons04228]

kyknya bakalan seru nih ceritanya...kpn nih chap perdananya??? mudah2an bs secepatnya ya  [biggrin]



And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Coming Soon) ^^
« Reply #33 on: February 19, 2011, 02:22:04 am »
Chapter 1


Seoul General Hospital


“Dokter, pasien kamar VIP…” teriak seorang suster dengan nafas terengah-engah karena ia tadi berlari. Seorang dokter paruh baya dengan kacamata tebalnya langsung menoleh mendengar “teriakan” perawatnya “Suster Jung, sudah berapa kali aku katakan kepadamu untuk tidak berlarian di rumah sakit”  ujarnya setengah jengkel.


“Tapi dok..tapi… sleeping prince… sleeping prince…. Dia…dia…” ujar suster Jung terbata-bata.


“Kenapa dengan pasien itu” potong Dokter Ma seketika. “Dia..dia… sadar…” jawab suster Jung saat ia sudah mulai bisa mengatur nafasnya. “Apa kau bilang??? Sadar??” dokter Ma membelalakkan mata sipitnya tak percaya, sejenak kemudian iapun bergegas melangkahkan kakinya berjalan cepat menyusuri lorong-lorong panjang rumah sakit menuju ke tempat si pangeran mimpi, julukan yang diberikan oleh perawat-perawat disana kepada salah seorang pasien yang telah menghuni sebuah kamar VIP di rumah sakit tersebut selama 5 tahun belakangan. Yah 5 tahun lamanya pasien tersebut tertidur. Wajahnya yang tampan bak pangeran dalam mimpi sangat menarik perhatian suster-suster muda yang ada disana tak heran mereka menjulukinya dengan nama sleeping prince  [hmpfh].

*************************************


“Bagaimana kondisi putra saya dok?” ujar seorang wanita cantik paruh baya kepada Dokter Ma. Meskipun usianya sudah mulai senja, namun sama sekali tidak menghilangkan guratan-guratan kecantikan yang ada padanya. Sosoknya yang anggun dan berwibawa menandakan dirinya bukanlah orang dari kalangan biasa.
“Nyonya Lee, saya hanya bisa katakan ini sebuah keajaiban? Puji syukur kepada Tuhan atas segala keajaiban ini” sahut Dokter Ma tersenyum bijak. Wanita yang dipanggil Nyonya Lee itupun kemudian tersenyum lembut, tanpa sadar ia menitikkan air mata haru dipipinya yang masih terlihat mulus. “Syukurlah” ujarnya pendek.


“Dia sudah tidak apa-apa, mungkin selanjutnya ia butuh recovery untuk memulihkan kondisinya. Tapi anda tidak perlu khawatir, kami sudah melakukan check keseluruan terhadap kondisinya dan saya bisa nyatakan bahwa putra anda baik-baik saja” jelas Dokter Ma bijak.


“Gamshahamnida, Dokter Ma, terima kasih banyak atas kesabaran anda selama ini”


“Sama-sama Nyonya Lee, kami senang bisa membantu anda”


“Kalau begitu, saya akan pergi menemui putra saya sekarang” pamit Nyonya Lee. Dokter Ma mengangguk seraya tersenyum. Nyonya Lee pun beranjak dan berjalan kearah pintu, namun sebelum ia membuka pintu ruangan dokter Ma, ia berhenti sejenak kemudian “Oh iya dokter, saya lupa bertanya, hmmm mengenai putra saya bukan maksudku tunangannya, apa nantinya akan ada efek samping pada kesehatannya apabila saya memberitahunya tentang kejadian yang menimpa tunangannya” Tanya Nyonya Lee resah. Wajahnya yang tadinya berseri-seri mendadak berubah menjadi murung. 


“Sosonghaeyo, Nyonya Lee, menurut saya ada baiknya kalau anda menyembunyikannya dulu sampai kondisinya sudah agak pulih” jawab Dokter Ma.


“Oh begitu yah, baiklah kalau begitu dokter, sekali lagi terima kasih” ujar Nyonya Lee, ia tersenyum galau.


*************************************


Krekkkkkkkkkk


Jin Ho menoleh kearah pintu saat ia mendengar suara langkah seseorang masuk. “Omma…” ujarnya saat ia melihat ibunya berjalan sambil tersenyum kearahnya.


“Jin Ho-yya” Nyonya Lee langsung mendekap tubuh putra bungsunya tersebut. “Apa omma bermimpi bisa memelukmu seperti ini lagi” gumamnya.


“Ahniyo omma, omma tidak bermimpi. Ini kenyataan” ujar Jin Ho lembut.


“Oh Tuhan, omma merasa omma masih bermimpi bisa mendengar suaramu kembali sayang”


“Omma…” jawab Jin Ho pendek, ia tersenyum sembari mempererat pelukannya di tubuh Nyonya Lee.


“Oh sayang, jikalau ini mimpi maka jangan pernah bangunkan omma” isak Nyonya Lee.


“Sssshhhh, omma, tenanglah ini bukan mimpi sungguh, aku tidak akan meninggalkan omma lagi” hibur Jin Ho. Merekapun kembali berpelukan untuk waktu yang cukup lama, melepaskan kerinduan diantara ibu dan anak. “Oh ya, dimana Tae Yoon Hyung, kenapa aku tidak melihatnya, apa dia tidak tahu kalau adiknya sudah “hidup” kembali hahaha” canda Jin Ho. Nyonya Lee tiba-tiba terdiam, wajahnya berubah menjadi tegang. Ia terdiam. “Bagaimana aku bisa memberitahunya kalau kakaknya telah menikahi tunangannya” batin Nyonya Lee pedih.


“Omma…. Omma wegudeeee, gwenchana?” ujar Jin Ho cemas melihat wajah ibunya yang mendadak pucat.


“Ah ahniyo, gwenchana. Omma…omma sudah memberitahunya dia masih dalam perjalanan pulang dari  New York” Nyonya Lee tidak sanggup menyembunyikan kegugupannya. Ia mencoba menutupi kegalauan hatinya dengan tersenyum.


“Oh, chinja? Kasian hyung, dia pasti repot mengurus perusahaan saat aku tak ada”


“Ah, Dhe, tapi kau jangan khawatir, kakakmu itu dia pria hebat dan pintar”


“Hmm, aku tidak meragukan itu omma, dia memang yang terbaik” ujar Jin Ho.
Nyonya Lee mencelos mendengar perkataan Jin Ho. ‘Ya Tuhan, seandainya saja waktu bisa berputar kembali aku pasti akan lebih keras lagi menentang pernikahan mereka demi kebahagian putraku ini, Jin Ho-yya miane omma tidak bisa mempertahankan kebahagiaanmu sayang’ batin Nyonya Lee. 


“Oh ya omma, bagaimana dengan Na Ra, apa dia juga sudah tahu kalau aku sudah sa..dar?” Tanya Jin Ho. Ada sedikit nada keraguan di suaranya. Nyonya Lee, tersentak. ‘Benar, cepat atau lambat ia pasti menanyakan hal ini’ batin Nyonya Lee.


“Omma, wegude? Kenapa omma dari tadi diam? Apa terjadi sesuatu pada Na Ra selama aku tidak sadar?”


“Oh, ahni… omma sudah menghubunginya juga, ia juga kebetulan ada di New York untuk melanjutkan sekolah desainnya disana” jawab Nyonya Lee.


“Oh, benarkah? wah suatu kebetulan Hyung dan Na Ra berada dikota yang sama, Hyung pasti bisa menjaganya selama aku tidak ada” ujar Jin Ho polos membuat Nyonya Lee semakin merasa bersalah karena menyembunyikan kenyataan tentang hubungan Tae Yoon dan Na Ra. “Omma, kadang aku berpikir, bagaimana kalau seandainya aku tidak pernah bangun kembali, apakah Na Ra masih akan menungguku?” gumam Jin Ho pelan, nada cemas terlihat jelas disuaranya yang berat.


“Jin Ho-yya, sudahlah. Jangan membuat omma menjadi sedih kembali dengan pernyataanmu” wajah Nyonya Lee mendadak kembali murung. “Ah miane omma, bukan maksudku” timpal Jin Ho ia tersenyum memeluk ibunya kembali.


“Sudahlah, yang penting sekarang kau sudah sadar, istirahatlah nak supaya kau bisa lekas pulang, kau tidak rindu dengan rumahmu?”


“Omma, tentu saja aku ingin cepat-cepat pulang dan menjalani aktivitasku seperti dulu” Jin Ho tersenyum lembut. “Dan juga aku kangen makan masakan omma” lanjutnya tertawa.


“Dhe, omma janji akan memasak semua makanan kesukaanmu saat kau pulang nanti”


“Gomapta, omoni” seru Jin Ho.


*************************************


New York


Na Ra tampak berjalan mondar-mandir di ruang tamu apartemennya. Wajahnya menunjukkan kecemasan yang dalam. Beberapa kali ia menggigit kuku tangannya, kebiasaannya kalau sedang cemas. “Bagaimana ini  , bagaimana kita harus menjelaskannya kepada Jin Ho-ssi”  ujarnya melirik kepada suaminya.


Tae –Yoon yang sedang duduk disofa tidak menjawab, ia terlihat berfikir, kedua tangannya mengepal menopang dagunya. Telepon dari ibunya tadi siang yang memberitahukan bahwa adiknya Jin Ho telah sadar bagaikan sebuah sengatan listrik ribuan watt yang menjalari tubuhnya.


“Yeobo, bagaimana?” Tanya Na Ra kembali saat tidak ada jawaban sama sekali dari suaminya. Ia kemudian ikut menjatuhkan dirinya di sofa dan duduk disamping suaminya.


“Bagaimana lagi, semua sudah terjadi, tidak ada yang menyangka kalau ia akan bangun kan?” ujar Tae Yoon pelan. Suaranya berat seperti menahan sebuah beban yang teramat sangat berat.


“Iya, tapi… kau tidak dengar kata omoni tadi, lebih baik kita jangan memberitahunya dulu sampai kondisinya stabil kan?”


“Apa maksudmu?” Tanya Tae Yoon tajam, ia memandang istrinya tajam.


“Maksudku…. Apa sebaiknya untuk sementara kita berpura-pura dahulu”


“Apa kau gila? Berpura-pura? Untuk apa kita melakukannya? YYa- cepat atau lambat, Jin Ho akan mengetahuinya, Siap atau tidak, suka atau tidak suka ia harus bisa menerima kenyataan ini arasso” ujar Tae Yoon geram. Sementara Na Ra hanya bisa menyusut mendengar perkataan suaminya itu.


“Ta…Tapi…”


“Tapi apa? Lee Na Ra, apa kau menyesal dengan pernikahan ini hah? Kau menyesal tidak menunggunya lebih lama lagi? Kau menyesal menikah denganku” potong Tae Yoon geram. Disatu sisi ia merasa senang karena adiknya telah sadar dari tidur panjangnya, namun disisi lain ia juga merasa cemas terhadap perasaan Na Ra istrinya, ia sangat takut kehilangan Na Ra.


“Ah..Ahni! kenapa kau jadi seperti ini? Kau membuatku kesal!” ujar Na Ra, ia menangis terisak-isak dibentak oleh suaminya seperti itu. “Lagipula kalau aku menyesal, aku tidak akan mau menikah denganmu apapun konsekuensinya, tapi lihatlah aku rela dibenci oleh Jin Ho saat ia mengetahui kenyataan ini nantinya, apa itu tidak cukup hah” kali ini Na Ra menangis kesal. Tae Yoon terdiam seketika, perlahan, ia merengkuh tubuh Na Ra kedalam pelukannya. “Miane…ceongmal miane yeobo” ujarnya menyesal, ia mengecup rambut istrinya berkali-kali menyesalkan perkataannya tadi.


“Sudahlah, kita pikirkan nanti saat kita kembali ke Korea nanti” ucapnya.   


*************************************


Seoul General Hospital


“Noona, wegudeeeeeee? Kumohon jangan marah padaku noonaaaaaaa”


Seorang pemuda berlari tertatih-tatih mengejar sosok wanita yang dipanggilnya noona. Nafasnya memburu karena harus berlari dengan beberapa perban luka membalut sebagian tubuhnya. Namun rupanya wanita yang dipanggil noona olehnya itu tidak mau berhenti atau sekedar menoleh kepadanya, ia terus saja berjalan dengan wajah masam dan cemberutnya menyusuri lorong-lorong rumah sakit ruang ICU rumah sakit tersebut membuat pemuda tersebut frustasi.


Karena tidak melihat kanan kiri karena sedang kesal, tidak sengaja gadis itu menabrak seseorang yang kebetulan lewat didepannya. “Aish” seru gadis itu, ia melirik sekilas orang yang ditabraknya tanpa ba bi bu iapun kembali berjalan pergi. Namun baru akan melangkah, lengannya seperti tertahan oleh seseorang.


“YYa- agashi, beginikah caramu setelah menabrak orang hah, kau bahkan tidak meminta maaf” seru pemuda yang ditabraknya tadi. Gadis itu mendongak kesal, ia menatap pemuda itu tajam melihat dari ujung kepala sampai ujung kaki.


“Anda tidak apa-apa kan tuan. Anda juga tidak terluka so what? Permisi bisa lepaskan saya” serunya sinis setengah mencibir.Matanya yang bulat melotot ke arah Jin Ho


“Ck, sayang sekali wajahmu cantik tapi kau tidak punya sopan santun sama sekali” jawab pemuda itu geram.


“Lalu, apa yang anda harapkan, ada berharap saya berlutut meminta maaf kepada anda? Ck” cibir gadis itu kembali membuat pemuda itu terbelalak.


“YYa- kau ini sudah salah tidak meminta maaf, hey nona kau ini bodoh yah makanya kalau jalan pakai mata” sahut pemuda itu geram.


“Hah, siapa yang bodoh sekarang, hey tuan muda dimana-mana kalau jalan itu pakai kaki, bagaimana mungkin kau bisa berjalan dengan matamu huh, paboo”


“Mwo? Yya”


“Sudah lepaskan aku bodoh, aku tidak punya waktu meladeni tuan muda sepertimu!” tepis gadis itu, ia kemudian kembali berjalan cepat meninggalkan pemuda tersebut yang saat ini terbengong-bengong melihat kelakuannya.


“Pabo siapa yang pabo?” gumam pemuda itu sambil menunjuk dirinya sendiri “Hahaha dasar Jin Ho bodoh” ia menertawai dirinya sendiri. Sebuah teriakan yang ia dengar kemudian membuyarkan “keasyikannya” ia menoleh kearah pemuda yang berjalan tertatih dengan perban luka yang membalut beberapa bagian tubuhnya.


“Noonaaaaaaaaaa, jangan tinggalkan aku. Aish kemana perginya dia sih” gumam pemuda itu sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari-cari sosok noonanya. Jin Ho memperhatikan pemuda itu sampai sosoknya menghilang, ia tersentak saat seseorang menepuknya dari belakang.


“Jin Ho-yya, kau sedang apa disini. Omma mencari-carimu tadi. Ayo kita pulang sayang” Jin Ho menoleh kearah suara ommanya berasal.


“Omma, mian tadi aku… “ Jin Ho berhenti sejenak


“Dhe? Wegude?”


“Ah..ahni… lupakan saja, ayo kita pulang, aku sudah kangen rumah” ujarnya kemudian.


*************************************


Kediaman Lee


“Surpriseeeeeeeee” suara gaduh menyambut kedatangan Jin Hod an Nyonya Lee saat mereka berdua memasuki kediaman Lee. Berbagai atribut layaknya pesta penyambutan tampak terpasang meriah. Banner besar bertuliskan selamat datang tampak tergantung di salah satu sudut ruangan. Para pelayan berbahagia menyambut “kembalinya” tuan muda mereka. Jin Ho tersentak kaget namun ia sangat bahagia. Ia menatap ke seisi rumah yang sudah lama ditinggalkannya. Pandangannya tiba-tiba terhenti saat ia menangkap sosok kakak serta tunangannya yang berdiri kaku dipojokan. Jin Ho tersenyum kikuk begitupun mereka. Untuk beberapa saat, mereka bertiga hanya bisa terdiam dan saling menatap.


“Hyung, Na Ra…” seru Jin Ho memecah kesunyian, ia berjalan menghampiri mereka berdua. Ia memeluk Tae Yoon terlebih dahulu, mereka berpelukan erat. “Rupanya ini alasanmu tidak datang menjemputku dirumah sakit, rupanya kau mempersiapkan kejutan ini untukku, gomawo” ujar Jin Ho tersenyum, Tae Yoon balas tersenyum. “Welcome back, dongsaeng” ujarnya pendek seraya menepuk bahu Jin Ho pelan. “Gomawo” sahutnya.


Jin Ho kemudian menoleh kearah Na Ra yang berdiri disamping kakaknya, wajahnya terlihat gugup dan senyumnya terlihat kaku. Ia menatap Jin Ho takut-takut. Jin Ho mengernyitkan alisnya heran, namun ia berusaha memaklumi keadaan Na Ra sekarang, 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk mereka.


“Na Ra-ssi…” gumam Jin Ho, Na Ra yang sedari tadi mencoba mengalihkan pandangannya, perlahan menatap Jin Ho. Matanya berkaca-kaca. Jin Ho tiba-tiba memeluk tubuh Na Ra. “Miane…” ujarnya. Na Ra yang mendengar hal itu seketika itu juga menangis terisak. “Seharusnya akulah yang mengatakan hal itu Jin Ho-ssi” batinnya.  Tae Yoon yang melihat mereka hanya bisa terdiam, ia mencoba menahan dirinya meskipun hatinya kini tengah galau remuk redam antara cemburu dan rasa bersalahnya. Nyonya Lee hanya bisa menatap kedua putranya. Mencoba berdiri digaris tengah, ia bisa merasakan apa yang dirasakan Tae Yoon saat ini, namun disatu sisi ia tidak ingin menyakiti hati putra bungsunya terlebih lagi dengan kondisinya sekarang. Akhirnya wanita cantik itu hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam dan mengucapkan doa semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkannya demi kebaikan kedua putranya.


“Ehem” Nyonya Lee berdehem pelan, mencoba memecah suasana. Semua menoleh kearah Nyonya rumah. “Omma rasa sudah saatnya kita makan” ujarnya bijak. Jin Ho tersenyum, ia berjalan menuju ommanya kemudian merangkul pundak Nyonya Lee. “Omma tahu saja kalau aku sudah lapar dan kangen dengan masakan omma yang lezat” ujarnya. Nyonya Lee terkekeh pelan “Kau ini selalu bisa membuat omma geer” sahutnya. Mereka berdua tertawa, kemudian mereka semua menuju ke ruang makan untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh nyonya rumah.


Saat acara makan berlangsung, Tae Yoon dan Na Ra lebih banyak diam, sesekali mereka saling melirik. Tae Yoon juga terkadang “tidak sengaja” memberikan perhatian kepada Na Ra seperti mengambilkan lauk untuk istrinya tersebut namun sengaja diacuhkan oleh Na Ra. Jin Ho yang melihat tingkah mereka berdua menjadi heran dan sedikit bertanya-tanya namun selalu dijawab oleh mereka berdua dengan senyuman atau kata-kata pendek seperti gwenchana.


Akhirnya acara makan-makan itupun berlalu. Nyonya Lee segera menginstruksikan Jin Ho untuk beristirahat dikamarnya. Awalnya Jin Ho menolak, namun lama kelamaan ia pasrah juga dengan perintah ibunya tersebut. Akhirnya setelah Na Ra mengajukan diri untuk mengantarnya, ia pun bersedia untuk pergi ke kamarnya, sekilas ia melirik kakaknya Tae Yoon yang menatap mereka dengan pandangan aneh, namun segera ia tepis dugaan itu.


“Ah akhirnya aku bisa kembali kemari” ujar Jin Ho saat ia sampai didalam kamar tidurnya. Ia memperhatikan sekelilingnya, tidak ada yang berubah, masih tetap sama seperti dulu, kamar tidur yang didominasi warna hitam dan putih, warna favoritenya. Susunannya juga masih tidak berubah. Teropong bintangnya masih bertengger apik dikamarnya. Rak buku masih tersusun rapi disudut sebelah kanan kamarnya masih berjejer rapi buku-buku dan cd favoritenya. Jin Ho duduk ditepi ranjangnya. Masih sibuk memandang sekelilingnya. Pandangannya berhenti saat ia menatap Na Ra yang tengah berdiri di depan meja tulisnya. Ia berjalan menghampiri Na Ra yang tengah memandang foto mereka bertiga bersama Tae Yoon saat mereka menghabiskan liburan akhir tahun dengan pergi berski di Swiss 6 tahun yang lalu. Jin Ho tersenyum meraih foto tersebut dari genggaman Na Ra.


“Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat” ujarnya. Na Ra masih terdiam. “Kau tidak berubah Na Ra-ssi masih tetap cantik seperti di foto ini” lanjutnya, Na Ra hanya tersenyum tipis.


“Na Ra-ssi, bogoshipoyo” ujar Jin Ho, ia perlahan meraih tubuh Na Ra kepelukannya, Na Ra terbelalak kaget, tanpa sadar ia kembali menangis dipelukan Jin Ho.


“Sssshhh, sudah jangan menangis, miane aku meninggalkanmu begitu lama” hibur Jin Ho membuat   Na Ra menangis semakin keras. “Miane…miane…” ujar  gadis itu berkali-kali.


“YYa, untuk apa kau meminta maaf seperti itu, seharusnya aku yang meminta maaf” sahut Jin Ho. Ia mengecup kepala Na Ra beberapa kali, melepaskan kerinduannya kepada wanita yang dicintainya itu. Tanpa mereka berdua sadari Tae Yoon memperhatikan semua itu dari luar. Ia mengepalkan kedua tangannya, mencoba menahan emosinya yang sedari tadi ingin ia luapkan.


*************************************
   

“Sudah berapa lama aku tertidur” gumam Jin Ho. Ia mengerjab-ngerjabkan matanya. Memandang ke sekelilingnya dan berhenti di jam weker yang ada di meja disamping ranjangnya. Ia menyipitkan matanya untuk melihat waktu. “Hah, sudah jam 2 pagi? Ternyata aku tertidur cukup lama” gumamnya kembali. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya disamping tempat tidurnya. Tenggorokannya terasa kering. Sejenak kemudian ia beranjak menuju ke meja disamping sofa, namun tidak menemukan air minum yang biasanya ada disana. “Pasti para pelayan itu lupa menaruhnya” gumamnya pada dirinya sendiri. Akhirnya dengan sedikit rasa malas, ia pun beranjak keluar kamarnya dan berjalan turun menuju dapur, namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara ribut yang berasal dari ruang perpustakaan dilantai bawah.


Dengan rasa penasarannya, ia pun mendekati tempat itu dan mendengar suara Tae Yoon yang sedang berdebat dengan seseorang, Jin Ho menajamkan kembali telinganya, ia merasa mengenal suara orang yang sedang berdebat dengan Tae Yoon. Suara Na Ra, namun ia bingung kenapa sampai jam segini Na Ra masih berada disini dan kenapa ia bisa berdebat seperti itu dengan Tae Yoon. Jin Ho sebenarnya orang yang tidak suka mencampuri urusan orang lain, namun kali ini rasa penasaran sudah menghinggapi sampai ke ubun-ubun, terlebih dengan perubahan sikap Na Ra dan juga Tae Yoon yang ia rasakan sejak tadi membuatnya semakin penasaran untuk mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi. Sesuatu yang disembunyikan oleh mereka berdua kepadanya.


*************************************


“Berhentilah bersikap kekanak-kanakan begitu Tae Yoon-ssi” suara Na Ra terdengar memelas.


“Tae Yoon-ssi, ck sejak kapan kau memanggilku dengan namaku hah” kali ini Tae Yoon yang bersuara dengan nada tinggi.


“Lalu aku harus bagaimana hah, memanggilmu yeobo? Bagaimana kalau Jin Ho mendengarnya, lalu bagaimana aku menjelaskannya kepada omma?”


“Yeobo?” gumam Jin Ho “Siapa Yeobo? Tae Yoon… Na Ra?” pikir Jin Ho bingung.


“Memangnya kenapa kalau dia tahu, kenyataannya kita sudah menikah, kau sekarang adalah istriku suka atau tidak suka”


“Is..tri….?” batin Jin Ho kembali. “Menikah? Tapi… kenapa?” gumam Jin Ho. Jin Ho tersentak seketika. “Tae Yoon dan Na Ra sudah menikah? Kenapa tidak ada yang memberitahuku” ia sangat shock mendengarnya.


Dengan cepat ia membuka pintu ruang perpustakaan itu, spontan Na Ra dan Tae Yoon menoleh kearah pintu, wajah mereka berubah menjadi pucat seketika saat melihat Jin Ho yang tengah berdiri di depan pintu dan melihat mereka berdua dengan pandangan tajam. Tae Yoon dan Na Ra mendadak terdiam, mereka tidak berani menatap Jin Ho.


“Bisakah kalian jelaskan apa yang sedang terjadi?” Tanya Jin Ho pelan namun nadanya tajam penuh tekanan.


Tae Yoon dan Na Ra masih sama-sama terdiam tidak menjawab. Mereka saling memandang satu sama lain.


“Bisakah kalian jelaskan? Apa kalian berdua tuli hah?” 


“Jin Ho-yya, kami…” seru Tae Yoon namun segera dipotong oleh Na Ra. “Miane…miane Jin Ho- yya” Na Ra spontan berlutut sambil menangis. “Yeobo-yya” seru Tae Yoon sembari menggenggam tangan istrinya.


“Dongsaeng-aa, akan aku jelaskan padamu semuanya, tapi aku mohon tenanglah dulu” ujar Tae Yoon. Ia menatap istrinya bergantian dengan Jin Ho yang tengah memendam amarahnya.


“Dongsaeng-aa kurasa kau sudah dengar sendiri tadi, benar aku dan Na Ra sudah menikah, kami sudah menjadi suami istri, miane, kumohon pengertianmu” jelas Tae Yoon. Ia kemudian berjalan kearah Jin Ho dan menepuk bahu Jin Ho. “Ini semua salahku, kumohon jangan membenci Na Ra ia tidak bersalah dan aku sungguh memohon padamu tolong restui kami” lanjutnya pelan. Jin Ho terdiam, ia tidak sanggup berkata-kata lagi. Matanya berkaca-kaca menatap Na Ra yang juga tengah menangis, mungkin ia tengah meneteskan air mata penyesalan saat ini, who knows? Yang jelas Jin Ho hanya bisa berdiri kaku melihatnya.


“Jin Ho-yya…” seru Tae Yoon, ia mengguncang tubuh Jin Ho yang terdiam pelan. Jin Ho tidak  menjawab, perlahan ia menurunkan tangan Tae Yoon yang ada dibahunya, ia kemudian berbalik pergi.


“Jin Ho-yya…” ulang Tae Yoon. Jin Ho berhenti sejenak tanpa menoleh ia berkata “Tinggalkan aku sendiri, beri aku waktu untuk berfikir” ujarnya. Kedua tangannya mengepal erat, ia menghela nafas berat sejenak kemudian dengan setengah sempoyongan ia berjalan kembali ke kamarnya. Tidak ada kata-kata berikutnya, malam itu kembali sunyi, hanya terdengar suara tangis pilu milik Na Ra sebuah tangis penyesalan.


*************************************

END OF CHAPTER

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #34 on: February 19, 2011, 02:41:39 am »
gumawo onnie uda di luncurin chap perdana nya...  [flowers] 
hua  [cry] [cry] kasian jin ho, baru juga seneng. eh musti sedih lagi bagitu tau kenyataan yang sebener nya. kasian  [cry]

oh ia... yg nabrak jin ho itu hye sun kan ya...?

oce dech, di tunggu next chap nya.
hwaiting!!!  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #35 on: February 19, 2011, 04:33:07 am »
Maaaakkk, komawo tengkyu da diupdate. JIN HO the sleeping prince,hmm jd pgn jd susternya,hmpf. 5 thn bkn waktu yg sbentar,gw ga nyalahn Na Ra yg menikah dgn pria lain cm yg jd pertanyaan,apakah selama hub. Mereka b'tiga Na ra pernah mencintai Tae yoon? Apa mereka p'nah saling mencintai tanpa sepengethuan jin ho ? Kenapa hrs tae yoon?? JIN HO pasti terluka*sini babe aku peyuk*,he. SATIN jutex bgt ye. Lanjuuuuttt


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #36 on: February 19, 2011, 04:45:16 am »
noona bbbbbbbbbbbb!!! gw nagih updatean minolin [hmpfh] [hmpfh] ama injung/eunchae sekalian [laughing] [laughing]

kok malah ini yg diupdate [head break] [head break] [head break] [hmff] [hmff] kaburrrrrrrrrrr

pokoknya lanjut ye [bye] [bye] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #37 on: February 19, 2011, 05:27:28 am »
ow mak'e da update poor jin ho tpi tenang aja nanti ada hyesun yg obatin..cayooo...mak'e update jisungeuncha n peace of heart dong uda lama tuh ampe jenggotan tuh..hi..hi..hi

aiyuu_minsunnerz

  • Guest
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #38 on: February 19, 2011, 06:05:57 am »
gomawo onni dah update [AddEmoticons04225]

yang ditabrak jin ho si mi sun kan?
trus yg dikejar jin ho sapa yak?? [chin] [chin]


Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #39 on: February 19, 2011, 07:08:37 am »
huhuhu, poor jin ho, sini! sama sisi aja, hehehe.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #40 on: February 19, 2011, 08:00:19 am »
Waah udah di up-date chap perdananya , thanks kak .

sebenarnya na ra and tae-yoon jat-cin sejak kapan kak ? Apa sejak na ra and jin ho dan pacaran ??

Hye sun beda banget charchternya disini

ok,next chap banyakin moment min-sun ya kak  [sweat]

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #41 on: February 19, 2011, 08:16:02 am »
onnie malasih dah di update [cheekkiss]
baca dulu ntar baru comment [hmpfh]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #42 on: February 19, 2011, 08:20:43 am »
@all gomawo dah baca FF gaje ini  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

@Mamiiiiii  [head break] [head break] [head break] sabar atuhhhh satu2  [briggin] [briggin] [briggin] [hmff]

Waah udah di up-date chap perdananya , thanks kak .

sebenarnya na ra and tae-yoon jat-cin sejak kapan kak ? Apa sejak na ra and jin ho dan pacaran ??

Hye sun beda banget charchternya disini

ok,next chap banyakin moment min-sun ya kak  [sweat]

dakuw jelasin dikit disini karakter Na Ra tuh labil bisa dibilang dia bisa ampe kawin ma Tae Yoon tuh gara2 dia gak sabar nunggu si Jin Ho coz dia berpikir iya kalo Jin Ho sadar kalo gak inget waktu 5 tahun tuh bukan waktu yang sebentar apalagi menunggu ketidakpastian  [wacko] [hmpfh]

yup karakter Hyesun disini emang beda cuman akan ada kejutan di chap2 berikutnya terutama rahasia masa lalunya satine kenapa sampai dia ampe bisa jadi seorang .....  [hmpfh]

buat yang mo coba2 toel2 si Jin Ho ane lemparin ke mami loph aja dah  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #43 on: February 19, 2011, 08:31:28 am »
Ikutan baca yaaa...Ceritanya seru neh kayanya. Baru chapter 1 aja udah ada konflik...Jadi gak sabar pengen tau, gmana si Jinho bisa jatuh cinta ama Minsun. Soalnya ngeliat latar belakangnya Minsun, rasanya mustahil...

Ditunggu update berikutnya ya sist....

Trims...

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Re: Paint Pastel Princess (Chapter 1 Now 19.02.2011) ^^
« Reply #44 on: February 19, 2011, 08:36:24 am »
Oh ternyata Na Ra orngnya labil toh , oh ok deh aku ngerti . Tapi buat next Na Ra masih cintakah sama jin ho ?
And , bakalan aku tunggu deh karkter hye sun selanjutnya , hye sun jangan dibikin yang .. Mmmhh wild - wild ya kak  [AddEmoticons04261]
ya walaupun dia wanita penghibur , tapi jangan bikin dia jadi begitu ya kak  [heh]

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]