Author Topic: Full Of Love (Song of Life 2) Chapter 17, update  (Read 22496 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
o ternyata hyena and jungmin pernah kehilangan anak kedua setelah minjae and jaemin ya [chin] pantesan perbedaan umur si kembar ama hana byk banget [hmpfh] [hmpfh] syukur hyena ga jera and berani hamil lagi,, congratz buat jungmin punya istri yang super tegar [clap] [clap] ,, hyena the wonder woman [hmpfh] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
 [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04224] emo1 [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]

gumawwooo sist ai dah updatee........
hyena bener2 good momzz yah!perhatian banget sama anak and suaminya!pantes aja jung min cinta mati [hmff] [hmff] [hmff]


wah reunian neh ceritanya da jung moon and si cute eng kyuu

kira-kira ada cerita apa lagi sist kok muncul semua  [chin] [chin]

di tuggu lanjutannyaaaa [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
o ternyata hyena and jungmin pernah kehilangan anak kedua setelah minjae and jaemin ya [chin] pantesan perbedaan umur si kembar ama hana byk banget [hmpfh] [hmpfh] syukur hyena ga jera and berani hamil lagi,, congratz buat jungmin punya istri yang super tegar [clap] [clap] ,, hyena the wonder woman [hmpfh] [laughing]

yup... bener banget mi.. tapi rencananya ada yang hilang lagi  [heh] [heh] [heh] [heh] awalnya emang jera, tapi juga ada rasa pingin punya anak lagi... apalagi si JUng min yang pingin  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]


[AddEmoticons04225] [AddEmoticons04224] emo1 [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]

gumawwooo sist ai dah updatee........
hyena bener2 good momzz yah!perhatian banget sama anak and suaminya!pantes aja jung min cinta mati [hmff] [hmff] [hmff]


wah reunian neh ceritanya da jung moon and si cute eng kyuu

kira-kira ada cerita apa lagi sist kok muncul semua  [chin] [chin]

di tuggu lanjutannyaaaa [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

yup... kangen sih ma mereka jadi aku masukin mereka... cuman bingung nieh... mau ada apa kejadian apa *author gak jelas!!* [heh] [heh] [heh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mau updet... tapi masih hutang my job...  [heh] [heh] [heh] [heh]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Gk pa2 sist,,,update ja dah pnsaran b9t nih...abis tu update yg d short truz joori dh...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 4



Kim soo hyun as Lee En kyu



Yoon Eun Hye as Min Hyun ah

 
“omma…”panggil En kyu, pelan, berdiri diam menatap Hye na yang terlihat tengah memasak beberapa makanan untuk makan malam keluarganya.  Suara yang sangat familiar dan sangat ia rindukan itu membuatnya terdiam sesaat, dan belum mengalihkan pandangannya. Hye na menghentikan gerakan tangannya yang sebelumnya tengah mengaduk masakannya, namun ia menyadarinya. Suara yang ia dengar membuat air matanya tanpa dapat ia tahan keluar mengalir, menetes membasahi pipinya.

“En kyu…”panggil Hye na mendesah pelan, belum mengalihkan pandangannya, masih terdiam ditempatnya, masih tidak percaya dengan yang ia dengar, sapaan lembut dari suara itu.

“omma…”panggil En kyu lagi yang melangkah mendekat, dan duduk dikursi bar yang langsung menghadap kearah dapur, tempat Hye na tengah memasak.

Setelah kedua kalinya ia mendengar panggilan itu, Hye na segera membalikkan wajahnya, menatap seseorang yang saat Hye na menatapnya tersenyum. Senyum yang ia rindukan.

“En kyu-aa…”

En kyu terlihat tersenyum menatap ommanya.

“apa ini benar… apa kau benar-benar En kyu anak omma…?”Tanya Hye na, mengangkat tangannya, menyentuh wajah seorang anak laki-lakinya yang kini telah beranjak dewasa di hadapannya, lembut, menyentuh En kyu nya yang lama pergi dari pelukannya. Hye na terdiam sesaat, menatap En kyu lembut kemudian memeluknya, masih belum percaya.

“ne omma… ini En kyu… En kyu anak omma…”kata En kyu lagi, membalas pelukan Hye na dengan sebuah pelukan hangat yang disertai senyum manis. Hye na melepaskan pelukannya, menatap En kyu sesaat sebelum akhirnya ia memeluk En kyu lagi, lebih erat dari sebelumnya. Penuh kerinduan.

“bogoshipo eommoni… nomu nomu bogoshipo…”kata En kyu dalam pelukan Hye na

“ne… omma juga sangat merindukanmu nak… ooohhh… kau benar-benar sudah dewasa sekarang…” ujar Hye na, melepaskan pelukan En kyu dan menatapnya, menahan tangis. “kapan kau datang…?” Tanya Hye na, menatap En kyu tersenyum. En kyu diam dan membalas senyum ommanya itu lembut, dan ketika ia akan menjawab pertanyaan Hye na, ia terhenti karena pertanyaan yang baru yang diucapkan Hye na “…apa kau baik-baik saja…? Kau disini untuk waktu yang lama bukan…? Apa kau sudah makan malam…? Kau baik-baik saja bukan…? Di New York tidak ada yang menyulitkanmu bukan…? Bagaimana kuliahmu… omma dengar kau membantu haraboji dan appa dalam bisnis mereka…? Apa semuanya baik dan berjalan lancar… ohh… kau baik-baik saja bukan…”ujar Hye na tanpa henti, hingga…

“auusshhh… selesaikan dulu masakanmu… dan biarkan En kyu istirahat… bagaimana bisa ia menjawab pertanyaanmu jika kau mengatakannya secara beruntun begitu…”kata seseorang tiba-tiba, dan Hye na sangat mengenal suara ini.

“appa…”ujar En kyu, menatap Jung min, tersenyum.

Jung min tersenyum, menatap En kyu “…akhirnya kamu pulang juga…”kata Jung min, berjalan mendekati Hye na dan melingkarkan lengannya di perut Hye na yang tersenyum dan perlahan menghapus air matanya.

“…ne…”

“appa sudah sangat bingung menhadapi sikap omma mu ini yang sangat merindukanmu daripada suaminya sendiri…”cetus Jung min, melirik Hye na disisinya.

“cihh… auuusshhh…”keluh Hye na, mengalihkan pandangannya menatap Jung min, kemudian dengan cepat menurunkan lengan Jung min dari perutnya dan melangkah lebih mendekat pada En kyu “duduklah… omma akan membuatkan makanan kesukaanmu… lalu kita makan bersama… temui adik-adikmu… mereka juga sangat merindukanmu…”

En kyu diam, menatap Hye na kemudian tersenyum, dan memeluk Hye na kembali sesaat sebelum Hye na berbalik kembali kedapur, meninggalkan Jung min dan En kyu berdua, menatapya tersenyum

“masih sama seperti omma yang dulu… selalu khawatir…”kata En kyu, menatap Hye na

Jung min diam, tersenyum mendengar ucapan En kyu “…ne… tapi dia sangat menyayangimu nak…”jawab Jung min

En kyu diam, menatap Jung min dan kemudian membalikkan tubuhnya tepat saat kedua adik kembarnya, turun dan bersamaan dengannya melangkah kearah ruang makan. En kyu diam sesaat, tersenyum menatap kedua adiknya dan melangkah mendekat, namun diluar perkiraannya, adiknya itu diam, dan segera mengalihkan pandangannya, kemudian berjalan kembali kearah ruang makan.

*********

“ayo kalian makan… semua sudah siap… ayo Jae min… Min jae… En kyu-aa…”panggil Hye na masih dengan celemek masaknya. Hye na tersenyum dan segera berbalik masuk kembali ke ruang makan, menyiapkan segalanya.

En kyu diam, menatap ommanya kemudian mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang terlihat duduk di sisinya dan tengah membaca berkas-berkas ditangannya.

“appa… omma tidak pernah berubah…”kata En kyu, menatap Jung min, tersenyum

“omma mu memang selalu seperti itu…” jawab Jung min, meletakkan berkas ditangannya dan terlihat merentangkan kedua tangannya, untuk melenturkan otot-ototnya. “dan kau sendiri…”

“hyung banyak berubah…”kata Jae min tiba-tiba, menyambung perkataan sang ayah, menatap En kyu tajam. Min jae yang berjalan dibelakang Jae min juga menghentikan langkahnya menatap En kyu sama seperti tatapan Jae min, tak lama keduanya segera beranjak meninggalkan Jung min dan En kyu yang terdiam ditempatnya.

En kyu menatap kepergian keduanya, terdiam, menyadari sesuatu. Berpikir kesalahan besar yang ia lakukan pada kedua adik kembarnya itu. Kesalahan karena sebuah janji. Kesalahan karena tidak menepati sesuatu yang sudah ia janjikan pada keduanya.

En kyu menatap Jae min dan Min jae hingga keduanya hilang dibalik dinding. Jung min diam, ia mengerti akan sesuatu.

“ayo makan…”ajak Jung min kemudian, menatap En kyu

En kyu mengalihkan wajahnya, menatap Jung min lalu senyum mulai terlihat diwajahnya. “ne appa…”jawab En kyu yang kemudian bangkit dan berjalan bersama Jung min.

*********

Malam semakin beranjak. Bintang dan bulan terlihat bersaing memancarkan sinarnya, namun ternyata tidak dapat beraing dengan senyum cerah Hye na yang terlihat lebih terang dan lebih memancar. Hye na sangat senang malam itu. Banyak hal yang terjadi padanya. Semua keluarganya berkumpul malam itu, dan yang membuat dirinya semakin bahagia, semua orang yang ia sayangi terlihat sehat tanpa kekurangan apapun.

“En kyu…”sapa Hye na, menatap En kyu tersenyum

En kyu membalas tatapan Hye na kemudian mengalihkan pandangannya pada Ha na yang berada dipelukan Hye na.

“ahh… ini dia Ha na… cantiknya…”goda En kyu

Hye na tersenyum menatap En kyu “omma sangat merindukanmu sayang… dan omma sangat menyayangimu…”kata Hye na, menatap En kyu, mengusap lembut kepala En kyu. En kyu diam menatap Hye na tersenyum dan meresapi usapan lembut Hye na, ibunya yang ia rindukan.

Keduanya terdiam sesaat saling menatap lembut, hingga kehadiran seseorang mengalihkan perhatian keduanya.

“aku sedikit menyesal membawa En kyu pulang…”kata Jung min tiba-tiba, duduk di sisi Hye na

Hye na mengalihkan pandangannya tersenyum menatap sang suami tercintanya. “tidak ada ucapan terima kasih juga sepertinya…”ujar Jung min lagi sambil menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas ditangan. Senyum Hye na semakin melebar, namun hanya sesaat, kemudian ia mengalihkan pandangannya menatap En kyu.

“ahh… iya… omma buatkan sesuatu untukmu…”kata Hye na, yang kemudian bangkit berdiri dan meninggalkan En kyu dan Jung min yang menatapnya aneh.

Tak lama Hye na datang dengan membawa sebuah nampan yang berisi sebuah piring dengan berbagai macam jenis di atasnya.




“makanan kesukaanmu… omma membuatnya tadi… cobalah…”kata Hye na, meletakkan piring di nampan yang ia bawa.

“mwo…?! Tadi?!? Bagaimana bisa…?”

“ne… makanlah…”kata Hye na, memberikan sepasang sumpit pada En kyu dan menatapnya penuh harap.
“tapi…”

“tidak seperti biasanya…”kata Jung min, yang ingin mengambil sebuah di piring tersebut, namun Hye na segera menghalanginya, melarangnya untuk mengambil “…hanya untuk En kyu…”kata Hye na, menatap Jung min marah.

“tapi aku juga ingin…”kata Jung min, menatap Hye na sedih.

“antwe… hanya untuk En kyu, Min jae dan Jae min”ujar Hye na

“aku ingin…”kata Jung min lemah. Hye na segera mengalihkan pandangannya menatap En kyu yang terlihat mulai menikmati makanan yang ia berikan.

“anak-anak…”panggil Hye na lagi, menatap Min jae dan Jae min yang duduk tak jauh dari tempatnya
“kemari…”tambah Hye na lagi, tersenyum pada keduanya.

Jae min dan Min jae terlihat mengalihkan pandangannya menatap Hye na namun hanya sesaat, kemudian keduanya kembali memfokuskan tatapannya pada apa yang ada ditangan mereka.

“kemarilah… omma buatkan makanan kesukaan kalian…”kata Hye na

Min jae terlihat menghela napas panjang, menutup keras buku ditangannya dan bangkit berdiri disusul oleh Jae min. Kali ini Jae min mengalihkan pandangannya pada Hye na “tidak omma… terima kasih… masih ada yang harus kami lakukan…”kata Jae min yang kemudian menyusul langkah Min jae, meninggalkan omma, appa dan En kyu yang menatap keduanya terdiam.

“Jae min…!! Min jae!!”panggil Hye na, namun keduanya terlihat benar-benar tidak tertarik akan apapun itu dan melangkahkan kakinya kembali.

“ada apa dengan mereka…”Tanya Jung min, menatap Hye na dan En kyu bergantian. Hye na dan En kyu terlihat terdiam ditempatnya, menatap keduanya, tidak menggubris Jung min yang masih merasa aneh dengan kedua anak laki-laki kembarnya itu “…ada apa… apa dia tidak senang dengan kedatangan hyung mereka…”kata Jung min lagi, menatap Hye na.

Hye na dan En kyu masih diam ditempatnya. Kali ini En kyu terlihat menundukkan kepalanya, tidak menyadari tatapan Jung min dan Hye na padanya. Hye na tersenyum menatap En kyu yang menundukkan kepalanya.

“habiskan sayang…”kata Hye na lagi, menatap En kyu

“…Kyu sudah kenyang ommoni… Kyu ingin istirahat saja…”kata En kyu akhirnya

“baiklah… istirahat saja… selamat malam sayang…”kata Hye na yang menutup matanya tersenyum saat En kyu mengecup lembut pipi Hye na. Hye nas tersenyum, mengusap lembut wajah En kyu.
Jung min diam ditempatnya menatap En kyu dan Hye na, kemudian mengalihkan pandanganya pada En kyu yang melangkah pergi meninggalkan keduanya. Hye na menghela napas panjabg, membuat Jung min mengalihkan pandangannya menatap Hye na.

“…sepertinya… aku mencium sesuatu yang aneh diantara anak-anak itu sayang…”kata Jung min, menggeser tubuhnya, mendekati Hye na dan mengambil makanan yang Hye na buat untuk En kyu sebelumnya.

“enak sayang…”kata Jung min kemudian, menatap Hye na yang sedang meneguk teh hangatnya, terdiam.
Hye na tersenyum menatap Jung min yang sudah mengambil untuk ke empat kalinya camilan yang Hye na buat.

“enak sayang…”tanya Hye na, menatap Jung min

“ne…sangat enak…”

Hye na menatap Jung min sedikit kesal “ausshhh… kau ini…”kata Hye na, mengambil piring yang kini sudah kosong di meja dihadapannya.

*******

“agashi… seseorang datang mencari anda..”kata seorang pelayan tiba-tiba di pagi hari saat keluarga kecil Hye na tengah menyantap sarapan mereka. Hye na menatap pelayan itu sesaat namun juga terlihat keterkejutan disana.

“siapa… Seung gi-ssi…?”Tanya Hye na lagi, yang kemudian terlihat mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang terlihat sama terkejutnya.

“jika Seung gi… suruh saja dia masuk… tidak biasanya dia meminta ijin untuk masuk kedalam rumah…”tambah Jung min yang terlihat kembali menyendokkan sedikit bubur pada Ha na yang duduk dipangkuannya.

“maaf agashi… bukan Seung gi-ssi…”kata pelayan itu lagi, menatap Hye na kemudian menundukkan kepalanya

“orang lain?!?” Tanya Hye na, mengalihkan pandangannya menatap Jung min dan kedua anak kembarnya yang terlihat tengah menatap terkejut juga seperti Jung min. “ommonie… siapa…” Tanya Jae min tiba-tiba, mengalihkan pandangannya menatap Hye na. Hye na membalas tatapan Jae min dan mengedikkan bahunya tidak mengerti kemudian mengalihkannya pada Min jae yang terlihat masih diam disibukkan dengan surat kabar paginya dan makanan yang terlihat tersisih disisinya, namun sesekali Min jae terlihat menyendokkan makanan kemulutnya dengan terus menatap Surat kabar ditangannya. Hye na tersenyum menatapnya, seperti biasanya.

Hye na mengalihkan pandangannya pada En kyu yang duduk tak jauh darinya “siapa omma… tidak biasanya…”Tanya En kyu, menatap Hye na. “entahlah…”jawab Hye na. En kyu masih menatap Hye na, sama bingungnya dengan Hye na, karena memang jarang seseorang mencari Hye na di mansion Lee, siapapun. Dan Hye na juga sudah melarang semua orang dari rumah sakit untuk datang kerumahnya. Ia tidak ingin encampuri urusan rumah sakitnya dengan keluarganya. Sebenarnya hal ini juga berlaku bagi Jung min, dan Seung gi, namun keduanya sudah melanggar dan Hye na sudah tidak dapat melawannya lagi.

“kalau begitu… omma harus pergi sekarang… untuk memastikan…”kata Hye na yang kemudian bangkit berdiri “sebentar anak-anak…”kata Hye na, meletakkan serbet makannya dan melangkah. “buatkan minuman untuk kami…”pinta Hye na, menatap pelayan dihadapannya yang kemudian melangkah pergi.
Hye na menatap Ha na tersenyum, mengecup singkat pipinya sebelum akhirnya ia pergi, meninggalkan Jung min dan kedua anak laki-lakinya.

Hye na melangkah pergi, perlahan dengan perasaan yang masih sama seperti sebelumnya. Belum pernah seperti ini. Jarang orang-orang mencarinya di mansion Lee, bahkan hampir tidak ada orang yang mencarinya. Hanya Jung min yang sering menerima tamu di mansion Lee.

Hye na menatap orang itu, seorang wanita terlihat duduk di ruang tamu Mansion Lee. Hye na mengamatinya sesaat sambil melangkahkan kakinya mendekat. Tak lama orang itu terlihat menyadari kedatangan Hye na dan bangkit dari tempatnya, tersenyum menatap Hye na. sebuah jubah putih terlihat tersampir di lengan kursinya.

“ah…dokter Han…”sapanya

Hye na menatapnya sesaat dan senyum lebar terlihat diwajahnya “ah…dokter Min Hyun ah… ada apa…kenapa kau mencariku kemari…? Apa ada masalah…?”

“ne…. maaf karena kemari… Direktur Han memberikan alamatmu…jadi aku kemari…”

“ada apa…?”Tanya Hye na lagi

“ahhh… selamat pagi…”sapa seseorang tiba-tiba, dari arah pintu, menatap Hye na tersenyum

“pagi Seung gi-ssi… sarapan…”kata Hye na lagi, menatap Seung gi tersenyum. Seung gi melangkahkan kakinya tersenyum, mendekati Hye na, namun hanya beberapa langkah sebelum ia mendekati Hye na tiba-tiba ia menghentikan langkahnya, menatap wanita yang berada di dekat Hye na. Menatap wanita itu tajam, diam.

“Seung gi-ssi…”panggil Hye na berusaha membawa Seung gi kembali dari keterdiamannya.

“ahh…mianhe Hye na…kau…” Seung gi menghentikan ucapannya, dan terdiam menatap wanita yang kini berdiri dihadapannya.

“ne.. baru pertama kali aku mendapat seorang tamu dirumah ini bukan…”

“ahh… ne… apa…”

“Jung min didalam… dia sedang menyuapi Ha na… kesana saja…”kata Hye na seakan mengerti maksud ucapan Seung gi.

Seung gi diam, menatap wanita dihadapannya hingga Hye na menggerakkan lengan Seung gi, menyadarkannya

“ah… ne… maafkan aku… kalau begitu aku kesana sekarang…”kata Seung gi yang kemudian beranjak pergi, meninggalkan Hye na dan tamunya.

“kau mengenalnya…”Tanya Min Hyun ah, menatap Hye na

“ne… dia sahabat sekaligus rekan kerja Jung min…dia sudah seperti keluarga disini…”jawab Hye na tersenyum. Min Hyun ah terlihat menganggukkan kepalanya mengerti dan Hye na mengetahuinya “…lalu ada apa…?”Tanya Hye na lagi, menatap Hyun ah.

“ahni… tak apa… ah… ini…”kata Hyun ah, memberikan sesuatu pada Hye na, sebuah berkas.

“apa ini…”Tanya Hye na

“catatan kesehatan…”

“iya aku tahu… maksudku ada apa… tidak mungkin kau datang jika tidak ada yang sangat penting dan mendesak…”

“ne..aku ingin kau segera mengambil keputusan… kita tidak mungkin menunggu lebih lama lagi… kesehatan anak itu mulai memburuk...dan kita benar-benar harus mengambil keputusan untuk melakukan operasi…”

“tapi…”

“kita sudah mendapatkan hati itu…”

“benarkah…?”

“ne… dokter Choi sudah mendapatkannya…”

“bagus kalau begitu…”kata Hye na, menatap Hyun ah, tersenyum. Dilihatnya wajah Hyun ah yang aneh, terdiam, menundukkan kepalanya. “lalu…”Tanya Hye na, menatap Hyun ah bingung.

“tapi…”kata Hyun ah, mengerlingkan pandangannya, menatap berkas ditangan Hye na. Hye na mengerti, menyadari tatapan Hyun ah.

Hye na membuka berkas ditangannya, membca setiap kata dan kalimat yang tertulis disana, sesaat kemudian, Hye na jatuh terduduk di sofa di belakangnya. “ahhh.. tidak mungkin… ini…”

“ya… seperti itulah… keadaannya tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi…”

“tapi… kita sudah melakukan perawatan padanya…”

“ne… tapi…”

“oh tidak…”

Hye na mengangkat kedua tangannya menutupi wajahnya, setelah membaca berkas laporan ditangannya.

*******

“ada apa…”Tanya Jung min pada Hye na yang duduk di kursi meja kerja Jung min dan tengah membaca sesuatu di meja kerjanya, membuka buku dan berkas sesekali. Jung min terbangun tengah malam itu karena ia tidak mendapati Hye na berada disisinya dan ia melihat secercah cahaya yang datang dari meja kerjanya.

Jung min berdiri di sisinya Hye na, menatap Hye na yang masih diam ditempatnya tidak menggubris ucapan Jung min dan terus menyibukkan dirinya dengan berkas dan buku-buku dihadapannya.

“sayang…”panggil Jung min lembut, menyentuh pelan bahu Hye na yang terlihat terdiam ditempatnya, menatap dokumen yang yang terbuka di meja dihadapannya.

“ahh… kau…”kata Hye na yang terlihat sedikit terlonjak, terkejut dari tempatnya. Jung min menatap Hye na aneh saat ia mendapati Hye na terkejut akan keberadaaannya dan tersentak dari tempatnya hanya karena sentuhannya yang pelan dan hanya sesaat di bahu Hye na. “ada apa…”Tanya Jung min lagi

“tidak apa… hanya sebuah… Pekerjaan rumah…”kata Hye na tersenyum kemudian terdengar mendesah kuat, menyandarkan punggungnya pada punggung kursi. Hye na memejamkan matanya, menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya.

“apa yang terjadi… kau berubah sejak dokter Min datang…”kata Jung min, mengambil berkas di hadapan Hye na dan mulai membukanya pelan.

Jung min terdiam, membaca berkas ditangannya, dan benar-benar tidak mengerti apa yang tertulis disana.”apa ini… kenapa banyak sekali garis… apa kau…” ucapan Jung min terhenti, tiba-tiba Hye na mendekap Jung min tepat diperutnya. Jung min diam, terkejut di tempatnya. Jung min mendesah pelan dan membelai lembut kepala Hye na seraya kemudian mengecupnya lembut “…jangan terlalu memaksakan diri… semuanya pasti ada jalan…”kata Jung min, mulai memahami apa yang membuat istrinya itu risau. Jung min membelai lembut kepala Hye na. Hye na diam, semakin membenamkan wajahnya di perut Jung min dan tak lama terdengar isakan dari Hye na.

“tak apa… pasti ada jalan…”kata Jung min pelan yang kemudian mengangkat kepala Hye na, membuatnya menatap Jung min, menghapus air mata yang jatuh kemudian tanpa terduga Jung min mengecup lembut bibir Hye na, singkat “sekarang kita tidur…”kata Jung min lagi, tersenyum menatap Hye na.

Hye na hanya diam, membiarkan Jung min dengan perlahan menyisipkan tangannya pada punggung dan lipatan lutut Hye na kemudian membawanya bangkit ke pelukannya.

Hye na memeluk erat leher Jung min yang mulai mengangkatnya dan membawanya.

“besok pasti ada cara…”hibur Jung min

Hye na menatap Jung min, membenamkan kepalanya di dada bidang Jung min. Perlahan Jung min meletakkan Hye na di ranjang, menyelimutinya dan mengusap kepalanya lembut.

Hye na diam, merasakan belaian sayang Jung min dikepalanya, memeluk dirinya hangat. Kehangatan itu membuat Hye na mulai memejamkan matanya, mengantuk.

“tidur… istirahatkan tubuhmu dulu… tenang saja…”kata Jung min lembut.

Hye na mulai merasakan kantuk yang sangat, ya.. tubuhnya sangat lelah, dan mungkin tidak akan berkurang jika hanya tidur semalam itu saja, tapi dengan adanya Jung min disisinya, itu mungkin…

Hye na tersenyum dalam tidurnya. Jung min juga memberikan senyum yang lebar saat melihat senyum Hye na. Hye na sudah mulai tertidur. Jung min menatapnya dalam, lembut. Helaan napas terdengar darinya kemudian. Jung min melepaskan pelukannya sesaat sebelum akhirnya menyelimuti tubuh Hye na “kau ini…”gumam Jung min, duduk disisi Hye na dan tersenyum menatap Hye na sesekali mengusap lembut kening Hye na, menyingkirkan rambut pendek dari keningnya, dan menatapnya diam.



Tatapannya yang lembut terhenti tepat saat ia mendengar ketukan dipintunya, agak keras, membuatnya mengalihkan pandangannya menatap Hye na khawatir, dan… kemudian terlihat tersenyum menatap Hye na yang masih terlelap, tersenyum ditempatnya. Jung min menghela napas tenang.

“ahhh… syukurlah…”gumam Jung min sesaat dan tiba-tiba ia kembali melemparkan pandangannya cepat kearah pintu, kesal “aiisshhh.. siapa malam-malam begini… mengganggu saja…”ujarnya kesal. Seseorang terdengar mengetuk pintu kamarnya cepat dan tergesa seakan sesuatu tengah membuatnya khawatir. Jung min bangkit dan masih dengan pandangan kesal kemudian melangkah cepat kearah pintu, dan membukanya kasar.

“auuusshh… ada apa…”seru Jung min tertahan, pelan

“ahhh… maaf doronim… ada telepon…”ujarnya

“siapa… kenapa malam-malam begini…”kata Jung min sesaat yang kemudian melangkah cepat kearah telepon di ruang tengah.

“ahh… doronim… maaf… bukan untuk anda… tapi untuk Hye na agashi…”kata pelayan itu.

“mwo..?!?!”

“ne doronim… telepon untuk agashi…”

“untuk Hye na…?”

“ne…”

“siapa…?”

“… entahlah…tapi dari suaranya… laki-laki doronim..”

“laki-laki…?!?”

“Ne doronim…?”

“tuan Park…?”

“ahniyo… sepertinya bukan…”

“aboji…?”

“ahni…”

“appa…?”

“ahni doronim…”

“mwo?!?!? Lalu siapa..?!?!”seru Jung min menatap tajam pelayan dihadapannya yang terdiam, menundukkan kepalanya.

“mianhe doronim… mianhe… mianhe…”ujar pelayan itu lagi, membungkukkan kepalanya berkali-kali sampai Jung min melangkah pergi

“auushhh…” Jung min melangkah pergi, meninggalkan pelayan itu.

******



Jung min merapatkan matanya, menghindari terik matahari yang masuk melalui jendela yang terbuka dikamarnya. Jung min membuka matanya sedikit, menatap seseorang yang terlihat duduk disisi jendela kamarnya, tersenyum menatapnya.

“selamat pagi sayang…”sapa Hye na kemudian, tersenyum lebar menatap Jung min. Jung min terdiam ditempatnya, menatap Hye na diantara sinar matahari pagi, yang membuat kekasihnya hati semakin bersinar ditempatnya.

Jung min diam, tidak membalas perkataan Hye na ataupun membalas senyumnya. Hye na terdiam, menyadari sebuah keanehan dari Jung min setelah menatap Jung min yang kemudian terlihat membalikkan tubuhnya membelakangi Hye na. Hye na diam ditempatnya dan kemudian bangkit, melangkah mendekat, duduk di belakang Jung min.

“waeyo…?”tanya Hye na, mengusap lembut lengan Jung min dan pipinya. Ditatapnya Jung min lembut penuh tanda tanya. Jung min masih diam, tidak memperdulikan perkataan Hye na, dan masih membelakangi Hye na.

Hye na semakin bingung ditempatnya, namun senyum masih terlihat di wajahnya.

“sarapan sudah siap suamiku… dan anak-anak sudah menunggu…”kata Hye na lagi
Jung min diam, terlihat mengerucutkan bibirnya. Hye na mengerutkan keningnya, menatap bingung suaminya itu, kemudian tersenyum lebar dan bangkit dari tempatnya saat pintu kamarnya terbuka. Seseorang menatapnya.

“ommonie… Jae min dan Min jae sudah menunggu…”kata En kyu, menatap tersenyum Hye na

“ahh… ne.. omma segera kesana…”kata Hye na tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya menatap Jung min

“kau tidak ikut sayang…?”Tanya Hye na

Jung min masih diam ditempatnya, tidak menggubris Hye na. Hye na diam, menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya mengedikkan bahunya tidak mengerti dan pergi.

Hye na menutup pintu dibelakangnya setelah ia menatap Jung min, berharap dia bangkit dari tempatnya dan mengejar Hye na, tapi semua itu nihil.

“ada apa omma…?”Tanya En kyu, menatap Hye na bingung.

Hye na menatap En kyu dan mengedikkan bahunya tidak mengerti “mungkin lelah…”kata Hye na
En kyu diam, menghentikan langkahnya, membuat Hye na juga menghentikan langkahnya “ada apa…?”Tanya Hye na
“ahh…ahniya omma… tak apa…”
“ayo makan… adik-adikmu sudah menunggu…”kata Hye na
“lalu appa…?”
“biar ommanie yang mengurusnya… tak apa..”
“ne…”jawab En kyu, tersenyum menatap Hye na dan berjalan mengikuti Hye na masuk kedalam ruang makan.

Hye na melangkahkan kakinya cepat masuk kekamar Ha na setelah ia mendengar tangis Ha na yang keras, namun hanya sesaat, langkah cepatnya kemudian berhenti, ditatapnya seseorang yang terlihat tengah menggendong Ha na, mencoba menenangkannya walaupun Ha na terlihat sama sekali belum tenang. Hye na tersenyum, menatap usaha suaminya yang ingin mencoba menenangkan Ha na, kemudian melangkah mendekat, mengusap lembut bahu Jung min, menunjukkan keberadaannya.

“kemarikan sayang..”kata Hye na, menatap Jung min lembut, mengangkat kedua tangannya, meraih Ha na. Jung min terlihat menghembuskan napasnya lega, tersenyum dan memberikan Ha na pada Hye na.

“ini… tidak tahu apa yang…”kata-kata Jung min terhenti, ia menatap Hye na terkejut “ahhh… aku sedang kesal padamu… aku tidak ingin bicara denganmu…”ujar Jung min, merajuk.
Hye na mengalihkan wajahnya dari Ha na setelah ia duduk disalah satu sofa dan mulai menyusui Ha na “waeyo….?”Tanya Hye na, menatap Jung min bingung

Jung min terlihat diam kemudian membuang mukanya, mengatakan kalau dia benar-benar kesal pada Hye na.

“ada apa…?”Tanya Hye na lagi

Jung min masih diam ditempatnya, menyilangkan lengannya di dada, benar-benar kesal. Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min tajam, tersenyum.

“aku sudah memutuskan…”kata Hye na lagi, memutar tubuhnya berjalan kearah kamar mandi,
Jung min diam, menatap Hye na. Hye na menghentikan langkahnya, dan memutar tubuhnya kembali, menatap Jung min yang diam, menatapnya, menunggu.

“….”

“mulai besok… selama 1 minggu aku akan pergi ke Prancis bersama dokter Choi dan dokter Min, untuk melakukan pengobatan pada anak itu… jadi…”

“MWO?!?!? Prancis…?

“ne… Prancis… “

“BESOK??!?

“ne… besok… benar-benar besok… jadi aku titip anak-anak padamu… hanya 1 minggu jika segalanya berjalan lancar…”kata Hye na.

Jung min diam menatap Hye na, dan lalu, hanya beberapa saat kemudian, kemarahan terlihat diwajahnya.

“jadi… YYA!! Aku belum selesai…”seru Hye na ketika tiba-tiba, Jung min melangkah pergi, berjalan kearah pintu, akan meninggalkan Hye na, namun segera terhenti ketika Jung min melangkah melewati Hye na dan Hye na dengan cepat meraih tangannya, menghentikan langkah Jung min.
Hye na memeluk Jung min dari belakang “aku mohon…”

“kau membuatku semakin kesal dan semakin marah…”kata Jung min “kau berbohong padaku 2 kali…”tambah Jung min

“mwo… aku berbohong apa… aku memang belum siap untuk mengatakannya padamu… lagi pula aku baru saja mengambil keputusan pagi tadi… aku…”

“laki-laki itu semalam menelepon…”

“siapa…”

“laki-laki yang aku bersumpah akan membunuhnya bila aku bertemu dengannya…”

“siapa…?”

“Joo Ji Hoon…”ujar Jung min, menatap Hye na tajam, marah.

**********

“untuk… untuk apa dia menghubungiku kemari… ada apa…”

“semalam… setelah kau tidur…” terang Jung min “apa yang kau lakukan sebenarnya… bagaimana bisa ia menghubungimu…dia dipenjara bukan…?”

“…”Hye na diam, menundukkan kepalanya

“jangan bilang…”

“…”

“jangan katakan kau telah membebaskannya…”

“….” Hye na semakin menundukkan kepalanya “maafkan aku…”

“oh Hye na… aku tidak… aku benar-benar…auusshhh…” Jung min menyingkirkan tangan Hye na yang masih melingkar di perut Jung min, kasar dan beranjak pergi dari tempatnya, meninggalkan Hye na yang terdiam.

“sayang… aku… bukan seperti yang kau pikirkan… maafkan aku…”kata Hye na, memberikan Ha na pada seorang pelayan “…tolong mandikan Ha na…”kata Hye na sebelum akhirnya ia berlari cepat, menyusul Jung min yang masuk ke kamar keduanya.

“sayang…”panggil Hye na, menatap Jung min sedih.

“pergi… aku ingin sendiri…”kata Jung min tanpa membalikkan wajahnya menatap Hye na.

“aku mohon…”

“aku bilang aku ingin sendiri…”kata Jung min lagi

Hye na diam, menghembuskan napasnya “…apa ingin aku bawakan sarapanmu kesini…”

“ahni… aku tidak lapar…”

“tapi…” Hye na menghembuskan napasnya kembali “…baiklah…aku…”ucapan Hye na terhenti ketika ia mendengar jawaban Jung min.

“terima kasih… aku ingin sendiri sekarang… tidak usah memperdulikan aku… aku sudah tidak berharga untukmu lagi…”kata Jung min, menundukkan kepalanya bersedih.

“ahni sayang… aku sangat memperdulikanmu… aku sayang padamu… apa yang membuatmu berpikir kau tidak berharga untukku…”

“kau sudah tidak jujur padaku…”

“aku tidak…” Hye na menghentikan ucapannya, menyadari sesuatu “…tidak seperti itu sayang… aku tidak bermaksud seperti itu…”terang Hye na, menatap Jung min yang terlihat berjalan gontai kearah sofa di dekatnya dan menjatuhkan dirinya disana, terlihat sangat lelah.

“aku akan bilang… tapi disaat yang benar-benar tepat…”kata Hye na. Jung min terlihat diam ditempatnya. Hye na menatapnya bersalah“…maafkan aku sayang… ini tidak seperti itu… aku… ohh… aku benar-benar minta maaf… maafkan aku…”kata Hye na, menatap Jung min sedih.

Jung min masih diam ditempatnya. Perlahan Hye na melangkah mendekat dan duduk di sisi Jung min. Hye na menatapnya lembut “aku benar-benar minta maaf…”kata Hye na lagi, membawa kepala Jung min yang tertunduk dihadapannya ke dalam pelukannya. “maaf… maaf… maaf..”kata Hye na, sambil mengusap lembut kepala Jung min.

“aku lelah…”

“maafkan aku…”kata Hye na yang kemudian mengangkat kepala Jung min hingga keduanya saling menatap dan perlahan Hye na mendaratkan bibirnya di bibir Jung min.

“apa ini berhasil membuatmu memaafkanku…”tanya Hye na, menatap Jung min.

Jung min diam, tidak memperdulikan Hye na “…aku ingin sendiri…”kata Jung min kemudian, bangkit dari tempatnya dan pergi tanpa menatap Hye na.

“tapi…”

“aku benar-benar ingin sendiri…”kata Jung min.

Hye na bangkit dari tempatnya, menatap Jung min “…aku melakukannya untuk kita semua… untuk mu dan untuk Ji hoon…”kata Hye na, menundukkan kepalanya dan perkataannya itu berhasil membuat Jung min menghentikan langkahnya.

“aku sudah memikirkan keputusan yang sulit itu… dan aku harus melakukannya… aku tidak ingin meninggalkan kenangan apapun… aku tidak ingin meninggalkan dendam dalam hidupku sayang… dan juga padamu… aku sangat marah ketika kehilangan anak kita… namun keputusan itu tidak akan membuat anak kita kembali… aku menyadari sesuatu… aku harus memberikan kesempatan padanya… seperti aku melahirkan seorang anak… aku ingin Ji hoon belajar dari kesalahannya, dan membuka lembaran baru hidupnya layaknya seorang bayi yang baru lahir… dia memang membunuh anak kita… tapi aku juga tidak ingin membunuh mimpi seorang Joo Ji Hoon… maafkan aku jika keputusan ini membuatmu marah… maaf…”kata Hye na, menahan air mata yang hampir jatuh dari kelopak matanya.

Jung min diam ditempatnya, membalikkan tubuhnya, menatap Jung min “tapi… kenapa… aku bahkan ingin membunuhnya… aku ingin membawanya… menyeretnya ke neraka…”

“karena itu… aku… kita harus belajar memaafkan… aku tidak ingin rasa marah… rasa dendam menghancurkan sisi kemanusian kita… aku tidak ingin merubah dirimu menjadi seseorang yang dingin, seorang pembunuh…”

“dia yang seorang pembunuh Han Hye na!!”seru Jung min, marah

“ne… dan tidak denganmu… kau bukan seperti dirinya…”kata Hye na yang kini perlahan air matanya telah jatuh membsahi pipinya.

Jung min terdiam ditempatnya, menatap Hye na. ia sudah membuat bidadari yang dikasihinya menangis, menjatuhkan air matanya.

“maafkan aku… aku akan pergi sekarang… dan lakukan apapun yang ingin kau lakukan… sekali lagi aku minta maaf…”kata Hye na yang kemudian membalikkan tubuhnya, mengusap air matanya sesaat menarik napas panjang sebelum akhirnya ia beranjak perlahan “maafkan aku… dan aku titip anak-anak padamu… jika kau kesulitan dengan Ha na, bawa saja dia pada Jang halmoni… terima kasih…”kata Hye na yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Jung min yang masih terdiam di tempatnya, tidak melakukan apapun.

Hye na benar-benar bersedih pagi itu, tidak tahu harus berbuat apapun lagi, dan yang ia tahu ia harus memberikan waktu untuk dirinya dan Jung min.

**********

“apa yang terjadi…?”tanya Jae min tiba-tiba, menatap En kyu yang terdiam aneh ditempatnya, heran “ah… ahni…”jawab En kyu kemudian

Jae min dan Min jae terlihat diam, menatap En kyu bingung “baiklah… aku harus berangkat…ahjussi… mana appa dan omma…”tanya Jae min, menatap Jung moon diam, menunggu.

“ahh… entahlah… yya En kyu… bukankah kau yang memanggil mereka untuk sarapan… kenapa mereka belum datang… apa yang terjadi…”

“Ha na.. ahjussi… mereka masih mengurus Ha na… dan meminta kita untuk sarapan duluan…”jawab En kyu, menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan sesuatu.

“auusshhh.. tidak cukup waktu kalau harus menunggu lagi… aku akan ke kamar mereka…’kata Min jae kemudian, beranjak dari  tempatnya.

“ahh… jangan… sebentar lagi mereka akan turun… tunggu saja…”cegah En kyu

“tapi… “

“biar aku yang pamitkan…”kata En kyu

“kami punya mulut sendiri…”kata Min jae ketus, membuat En kyu dan Jung moon terdiam ditempatnya.

“yya Min jae… tidak perlu berkata seperti itu…”kata Jung moon

“tak apa Jung moon ahjussi…”

“tapi…”

“kami pergi…”kata Min jae dan Jae min

“boleh aku antar sampai sekolah…”

“ahni… tidak perlu… kami masih bisa berangkat sendiri…”jawab Min jae, ketus. Jae min diam ditempatnya dan segera beranjak mengikuti Min jae, meninggalkan En kyu dan Jung moon diam ditempatnya.

En kyu menghembuskan napasnya pelan, mencoba menenangkan diri “apa yang terjadi pada kalian… sebelumnya kalian sangat akrab…”

“…” En kyu diam, tersenyum menatap Jung moon “… sebuah kesalah pahaman sudah merubah segalanya ahjussi… dan En kyu yang bersalah… En kyu yang sudah membuat kesalah pahaman ini…”ujar En kyu, lemah.



“.. maaf ahjussi… En kyu sudah selesai.. En kyu harus pergi…”tambah En kyu

“tapi kau belum makan apapun…”

“En kyu masih kenyang…”jawab En kyu yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Jung moon.
En kyu terlihat berjalan gontai kembali ke kamarnya, namun langkahnya terhenti ketika menatap seseorang yang berjalan kearahnya dengan membawa sebuah tas dan sebuah dokumen ditangannya.

“omma…”panggil En kyu

“sayang…”jawab Hye na, menatap En kyu tersenyum, berusaha menyembunyikan kesedihannya.

“omma… jadi pergi…?”

Hye na tersenyum, belum menjawab pertanyaan En kyu “… ne sayang… omma titip adik-adikmu… tenang saja… omma tidak akan lama… jika semuanya berjalan lancar… seminggu omma bisa pulang…”

“appa tidak melarang kau pergi…?”

Hye na tersenyum, mengawali jawabannya “…ne… appa meminta omma jangan pergi… tapi omma tidak mungkin melalaikan tugas omma yang lain…”

“…”

“gwenchana…?”

En kyu diam, kemudian menganggukkan kepalanya “… bisakah omma menyerahkan adik-adikmu padamu… bantu appa…”kata Hye na, yang kini terlihat berusaha menahan air matanya, dan air mata itu kembali jatuh saat ia melihat Ha na yang tengah berada dalam gendongan pelayan yang Hye na minta untuk memandikan Ha na “…ohh… omma tidak bisa meninggalkan anak-anak omma…”kata Hye na, yang kemudian mengambil Ha na dalam gendongan pelayan yang berdiri tak jauh di hadapannya dan menggendongnya hangat, memberikan banyak kecupan di wajah Ha na, memberikan kesan bahwa Hye na akan lama tidak bertemu dengan anak itu. Ha na terlihat tertawa ke gelian saat Hye na mengecup wajah dan seluruh bagian tubuh Ha na.

“ohh… sayang… maafkan omma… aku benar-benar… ahhh… En kyu tolong pegang Ha na… jika tidak maka omma tidak akan mampu pergi…”

En kyu mengambil Ha na dari gendongan Hye na, memeluknya. “oh ya… omma sudah menyiapkan asi nya di lemari es kamar Ha na… berikan itu… susu formula sekali sehari saja… tidurkan dia saat ia meminum susunya… biarkan ia tidur…”

“ne omma… tapi benarkah harus pergi…”

“ne sayang… omma harus pergi… ini berkaitan dengan nyawa seseorang… omma tidak bisa jika tidak pergi…”

“…apa…” En kyu menghentikan kalimatnya “apa bukan karena appa…?”tanya En kyu.

Hye na diam, terkejut ditempatnya, kemudian senyum terlihat terkembang diwajahnya “tentu saja tidak… ini memang sudah menjadi keputusan omma…”

“….”

“tenang saja sayang… tidak ada yang terjadi dengan appa dan omma… semuanya baik…”

“ne…”

“terima kasih sayang… dan sekarang omma harus pergi…”

“aku antar omma….?”

Hye na tersenyum “jika tidak merepotkanmu sayang…”

“ahni…tidak pernah omma...”jawab En kyu tersenyum.

**********

Seung gi diam ditempatnya, menatap laki-laki yang sedari tadi terlihat diam, melamun terkurung dengan pikirannya. Seung gi menutup dokumen di tangannya dan berdeham keras, memberitahukan keberadaannya, namun… gagal.. laki-laki dihadapannya terlihat masih terpusat dengan apa yang ada dipikirannya.



“telepon saja jika kau rindu padanya Jung min-nim…”kata Seung gi kemudian, sambil membereskan beberapa dokumen yang terbuka di meja Jung min.
Jung min diam, mulai tersadar dari lamunannya. Jung min menundukkan kepalanya “…ahni… aku hanya…”

“apa…”

“aku hanya khawatir pada anak-anak…”kata Jung min

“…”Seung gi diam, menatap Jung min. Ia merasakan kerinduan disana “aku ada sesuatu untukmu…”kata Seung gi lagi, menatap Jung min serius

Jung min mengalihkan pandangannya menatap Seung gi, menunggu “apa…?”

Seung gi diam, dan mengambil sesuatu di kantong jasnya dan memberikannya pada Jung min. Sebuah undangan dan sebuah surat “…aku mendapatkannya tadi pagi saat akan berangkat bersamamu… pelayanmu memberikannya padaku…”

“apa ini…?”

“buka saja… setelahnya… mungkin kau akan berubah pikiran… sebenarnya aku tidak tahu apa yang ada dipikiranmu… tapi menurutku Hye na benar… kesempatan itu emas… dan emas lebih mahal dari apapun… dan kini seorang bidadari  baik hati pemberi emas itu merasa bersalah karena orang yang dkasihinya mengatakan bidadari itu telah berbohong dan bersalah padanya…”

Jung min diam, menatap undangan dan secarik kertas di tangannya, kemarahan terlihat ketika ia membaca nama di surat itu, nama pengirim surat itu.

“baca… baru mengambil kesimpulan…”kata Seung gi lagi, yang kemudian beranjak pergi, namun hanya beberapa langkah lagi ia mencapai pintu, Seung gi menghentikan langkahnya. Jung min masih terdiam ditempatnya “auusshhh… sebenarnya ada apa dengan kalian… bukankah kalian sudah menobatkan diri sebagai pasangan paling serasi dan paling romantis serta harmonis dengan 5 anak…”ujar Seung gi, duduk dan menatap Jung min yang kini tertunduk diam ditempatnya masih memegang sesuatu ditangannya. Seung gi menghela napas panjang.

“…melakukan kesalahan sangat mudah… tapi untuk memaafkan… terkadang kita harus berperang dengan hati, mulut, pikiran dan tubuh kita… namun kenikmatan akan kita dapat kemudian… kita punya banyak alasan untuk saling menyalahkan… tapi untuk memaafkan… terkadang kita tidak membutuhkan alasan untuk itu… karena memaafkan datang dari hati…bukan dari apa yang ada dipikiran…”

“ne appa…. Sudah hampir seminggu omma pergi dan dia belum menghubungi kita semua… entah bagaimana keadaan omma…”sambung En kyu tiba-tiba. Jung min terlihat diam ditempatnya, meletakkan surat dan undangan ditangannya kemudian bangkit  “kita ada rapat sekarang…”kata Jung min dingin, berjalan cepat, melewati En kyu dan Seung gi yang hanya dapat mendesah panjang dan menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan sikap Jung min.

***********

Hye na diam ditempatnya, dan terdengar beberapa kali menghembuskan napasnya pelan “… hampir seminggu…”

Tingkah Hye na ini berhasil menarik perhatian seseorang yang sedari tadi terdiam menatap dokumen di hadapannya. “jangan hanya dipandang… tekan nomernya kemudian bicara… sudah hampir 1 minggu kau tidak memberikan kabar pada mereka… kau merindukan mereka bukan dokter Han…?”



Hye na tersenyum menatap wanita yang duduk dihadapannya dan tengah membaca beberapa laporan dimejanya “… apa masih banyak yang harus kita kerjakan dokter Min…?”

“ahni… pagi ini hanya mengecek kesehatan anak itu… dan menurut laporannya… dia sudah mulai stabil… dan bisa pulang dalam beberapa hari lagi… minggu depan…”

“minggu depan…?”

“ne…”

“…” Hye na diam, menatap ponsel ditangannya

“sudah aku bilang bukan… hubungi saja…”

Hye na tersenyum “ahni… aku harus menyelesaikan urusan disini dulu… “

“baik… tapi bagaimana dengan Ha na… Min jae… Jae min… En Kyu… dan Jung min…”kata dokter Min kemudian, menatap Hye na. Hye na terdiam, menundukkan kepalanya, kemudian mendesah pelan sesaat sebelum akhirnya ia bangkit berdiri.

“kemana…?”

“aku butuh udara segar…”kata Hye na, yang kemudian melangkah pergi, meninggalkan senyum di wajah Min Hyun ah.

**************

Hye na terdiam, menatap langit pagi itu. Udara bertiup kencang siang itu, musim berganti di Prancis. Hye na terlihat merapatkan mantelnya, mencoba menghangatkan tubuhnya.

“bagaimana keadaaan di Seoul…”gumam Hye na pelan “Ha na… Jae min… Min jae… En kyu…” Hye na terdiam sesaat “…Jung min…”

Hye na mengangkat ponsel ditangannya, dna ditatapnya sesaat ponsel itu, tak lama Hye na sudah menekan beberapa angka di sana, mencoba untuk menghubungi seseorang. Perbedaan waktu sangat berbeda di tempatnya dan Seoul, namun kerinduan Hye na sudah membuat Hye na tidak memperdulikan perbedaan waktu itu.

“yobseyo…”sapa Hye na

“ne… yobseyo…”jawab seseorang diseberang yang terdengar mengantuk

“En kyu-aa…”panggil Hye na

“omma…”seru En kyu tiba-tiba, bangkit dari ranjangnya dan keluar dari kamarnya cepat

“bagaimana keadaan kalian…”tanya Hye na getir, menekan rasa rindu yang sangat pada anak-anaknya

“baik omma… semuanya baik… hanya satu… kami merindukanmu… bagaimana keadaan omma…?”

“omma baik… dan maaf sayang mengganggumu malam-malam seperti ini… bagaimana keadaan Jae min dan Min jae… omma merindukan mereka…”

“kau ingin bicara pada mereka omma…?”

“mereka belum tidur…?”

“mereka menunggu telepon omma… kami sangat merindukan omma… begitu juga appa…”

Hye na tersenyum “keadaan appa baik bukan…?”

“ne… hanya saja kerepotan menjaga Ha na…”

“tidak terjadi sesuatu yang aneh pada Ha na bukan…?”

“ahni omma… semuanya baik…”jawab En kyu.

Hye na terdiam, menekan air matanya yang hampir jatuh. Matanya memerah, pelupuk matanya penuh dengan air dan sesaat kemudian air mata itu jatuh, mengalir dipipinya.

“omma rindu kalian sayang…”kata Hye na “…mana Jae min dan Min jae…”

“ne… aku sambungkan pada mereka…”

Hye na terdiam, menunggu sesaat hingga…

“omma…”panggil Jae min “omma… kapan kau pulang… kami sangat merindukanmu…”kata Jae min.

“ne… omma juga… mana Min jae…?”

“dia disini…”kata Jae min. sesaat tidak terdengar suara, hanya bisikan-bisikan halus “…ayolah… bukankah tadi kau bilang kau rindu pada omma…”bisik seseorang yang Hye na kenal sebagai suara Jae min

“ahni…”jawb suara yang lain

“auussshhh…”

“bogoshipo Min jae…”kata Hye na, membuat Min jae tersenyum di balik bantal yang menutupi wajahnya

“ne omma… “

“apa Ha na sudah tidur sayang… bisakah omma berbicara padanya… ahhh… ahni… omma akan menghubungi kalian lewat video call… sebentar…”kata Hye na kemudian, menutup ponselnya dan mengaktifkan video callnya.

Tak lama telepon tersambung, Hye na dapat melihat wajah ketiga anak laki-lakinya yang tengah menatapnya penuh kerinduan “omma…”panggil Jae min

“auusshhh… kau seperti perempuan…”kata Min jae

En kyu terlihat diam, tersenyum, menatap kedua adik kembarnya itu “…apa omma bisa bertemu Ha na…?”

“ne… kami sambungkan…”kata Jae min yang kemudian segera beranjak bangkit dan berjalan ke kamar Ha na

“sepertinya Ha na tidur…”

“ne omma… Ha na tidur…tapi appa tidak… appa sedang menemani Ha na sekarang… omma ingin bicara dengan appa bukan…”kata Jae min, yang sudah berjalan mendekati Jung min dan memberikan ponsel ditangannya.

Hye na terdiam ditempatnya, hatinya berdesir dan berdegup kencang, sekaligus terkejut dengan sikap Jung min. dia sama sekali tidak melupakan tanggung jawabnya…

“ahh… ahni sayang… omma harus…” terlambat… Hye na sudah dapat melihat wajah Jung min dihadapannya.

“apa kabar…”sapa Hye na

“ne… semua baik…”

Keduanya terlihat terdiam, tidak saling bicara hingga… “baik… aku harus melakukan pemeriksaan… dokter Min dan dokter Choi sudah menungguku… terima kasih…” kalimat Hye na terpotong kembali

“kapan kau pulang…”

Hye na terdiam ditempatnya sesaat “… entahlah…”

“ohhh… baiklah… kau sibuk bukan… kita lanjutkan saja nanti…’kata Jung min

“ne… terima kasih sudah menjaga anak-anak…”

“itu juga tugasku…”jawab Jung min

Hye na tersenyum sesaat sebelum akhirnya sambungan video callnya terputus dan tepat setelah sambungan terputus, tangis Hye na tidak dapat terbendung lagi. Hye na jatuh terduduk, menangis, menutup mulutnya untuk merendam suara tangisnya.

“bogoshipo… bogoshipo… mianhe…”ujar Hye na di sela tangisnya “oohhh… mianhe…”ujar Hye na menahan tangisnya.

“mianhe…mianhe… aku salah… mianhe…”ujar Jung min disaat yang sama.

********

End Of Chapter
« Last Edit: August 28, 2011, 12:58:44 am by ai_yuki »

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
alhamdulilah...akhirnya ada author yg mau update ff nya setelah terjadi awan mendung di CM...Sebelumnya thanks sama author2 yg uda mau lnjutin ff dimari smoga para minsuner kembali bngkit n slalu tdk pernah berhenti berharap u pasangan tercinta kta..ai aku baca dulu ya ntar comentnya..skali lg thanks..

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
gomawo sist Yuki updatenya  [flowers] di saat seperti ini senang CM ada updatan [clap]
sudah ada terjadi masalh neh di sweet homenya  [chin] Jung min marah besar saat tahu kalau Hye na masih berhubungan dengan Ji hon , jung min masih belum bisa melupakan kejadian beberapa tahun lalu , benar kata hyena membalas dendam ke ji hon tidak akan mengembalikan nak mereka lagi malah semakin memperburuk keadaan.
kira ada kesalah pahamn apa ya antara En kyu dan kedua adik kembarnya  [what] sampai mereka begitu jengkel dan marah sama En kyu , en kyu benar" sudah sangat dewasa jadi ingat sama waktu dia kecil yg sering bermanja" sama hye na membuat jung min cemburu  [hmff] tapi.. sekarng dia sudah jadi pemuda yang tampan dan sudah bisa membantu di perusahaan , masih tetap jadi penengah di antara hubungan Hye na dan jung min kalau ada masalah , tapi.. sekarang momen's jung min dan hye na yg sweet  [kiss] jarang muncul nextnya moga hubungannya jung min dan hyena akan baik" aja  [lovestruck]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
alhamdulilah...akhirnya ada author yg mau update ff nya setelah terjadi awan mendung di CM...Sebelumnya thanks sama author2 yg uda mau lnjutin ff dimari smoga para minsuner kembali bngkit n slalu tdk pernah berhenti berharap u pasangan tercinta kta..ai aku baca dulu ya ntar comentnya..skali lg thanks..

cuman gosip onnie... *selalu meyakinkan diri gitu*  [heh] [heh] [heh]

tidak pernah berhenti berharap onnie... jangan menyerah...
ok...ditunggu komentnya onnie...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
gomawo sist Yuki updatenya  [flowers] di saat seperti ini senang CM ada updatan [clap]
sudah ada terjadi masalh neh di sweet homenya  [chin] Jung min marah besar saat tahu kalau Hye na masih berhubungan dengan Ji hon , jung min masih belum bisa melupakan kejadian beberapa tahun lalu , benar kata hyena membalas dendam ke ji hon tidak akan mengembalikan nak mereka lagi malah semakin memperburuk keadaan.
kira ada kesalah pahamn apa ya antara En kyu dan kedua adik kembarnya  [what] sampai mereka begitu jengkel dan marah sama En kyu , en kyu benar" sudah sangat dewasa jadi ingat sama waktu dia kecil yg sering bermanja" sama hye na membuat jung min cemburu  [hmff] tapi.. sekarng dia sudah jadi pemuda yang tampan dan sudah bisa membantu di perusahaan , masih tetap jadi penengah di antara hubungan Hye na dan jung min kalau ada masalah , tapi.. sekarang momen's jung min dan hye na yg sweet  [kiss] jarang muncul nextnya moga hubungannya jung min dan hyena akan baik" aja  [lovestruck]

di dull of love (SOL2) emang gak terlalu banyak kisah tentang jung min ma Hye na ... rencananya ai mau bagi rata ma semua pemainnya... mungkin setelah ini giliran Seung gi ma En kyu...

yup ada masalah antara kakak adik itu... tapi bakal cepet baik kok... En kyu selalu jadi penengah... makanya Hye na sayang banget... dari En kyu kecil Hye na selalu takjub ma En kyu...makanya Hye na sayang banget... [heh] [heh] [heh]

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
wah jung min marah ya...jgn mara bang kan hyena ga jujur jg buat kebaikan semua lgian hyena bkn ga jujur tpi blm sempet blng,uda jgn gengsi2an uda pd rindu berat jg..ai ntar mereka akurin ya kasian sweet couple kta uda pada kangen..

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Hai ai, lama tak bersua. Kemana aja? Masih sibuk dgn lomba karya ilmiah?
En kyu sama si kembar punya masalah apa?
Hye na jung min branten lagi [sweat] brantemnya jgn lama2, kan udh sama2 kangen dan kasian anak2 jg kan.
Itu undangan pernikahan ji hoon ya? THANKS dah update, next chap ditunggu [lovestruck]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
wah jung min marah ya...jgn mara bang kan hyena ga jujur jg buat kebaikan semua lgian hyena bkn ga jujur tpi blm sempet blng,uda jgn gengsi2an uda pd rindu berat jg..ai ntar mereka akurin ya kasian sweet couple kta uda pada kangen..

pasti onnie... kalau gak diakurin bahaya... kasihan anak2 mereka... kasihan Jung min juga  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Hai ai, lama tak bersua. Kemana aja? Masih sibuk dgn lomba karya ilmiah?
En kyu sama si kembar punya masalah apa?
Hye na jung min branten lagi [sweat] brantemnya jgn lama2, kan udh sama2 kangen dan kasian anak2 jg kan.
Itu undangan pernikahan ji hoon ya? THANKS dah update, next chap ditunggu [lovestruck]

yup...udah selesai kok karya ilmiahnya... tapi ada sedikit praktek lab dikampus... biasa panggilan dosen  [heh] [heh] [heh]

ada banyak masalah ma mereka... di chapter besok insyaAlloh ai ungkap... iya berantem...dan kayaknya di SOL 2 ini bakal banyak berantemnya mereka... tapi cepet juga baikannya... JUng min gak tahan marah lama2 ma Hye na...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] kalau Hye na nya sih... nyantai aja... [laughing] [laughing] [laughing]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
wah updateee akhirnyaaaaa [clap] [clap]
setelah berani2in ke CM disambut updatetan, biarpun msh sepi *kriik
jung min sifat marahnya selalu deh ya~ ckckck ayooo bang jgn marah2 terus ntar istrinya diambil bule mampus lo [devil2]
disini bayangin muka jung min ama hye na gimana ye? udh tuir gitu kali ye wkkk
thnks ya sist udh update, jgn berhenti berkarya  [smiley-gen013] entar juga badai pasti berlalu [?]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]