Author Topic: Full Of Love (Song of Life 2) Chapter 17, update  (Read 22564 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 6


“ Yuu ri onnie…apa kau yakin tidak ingin lebih lama disini…?”

“ahni Hye na-aa… masih banyak orang yang membutuhkanku di Jeju… siapa yang akan membantu mereka jika Ji hoon dan aku disini… di sana akan lebih kekurangan orang… kau… sering-seringlah kesana… semua orang pasti akan sangat merindukanmu…”

“ne onnie… pasti… aku juga akan sangat merindukan Jae ha…”kata Hye na menatap seorang anak yang berjarak 2 tahun lebih tua dibanding Ha na dalam pelukan Yuu ri, mengusap kepalanya lembut, tersenyum.

“…ne… jika kau kesana… ajak Jae min, Min jae, Ha na, dan En kyu juga…auuhh… tidak menyangka… bagaimana bisa kau punya anak sebanyak itu diumurmu yang semuda ini…”
Hye na tersenyum dan kemudian menatap Yuu ri malu “ahh… onnie… kau bisa saja…aku sudah tua sekarang…”

“ahniyo… kata siapa..”

“ne benar… kata siapa… kau masih bisa memiliki 3 sampai 5 anak lagi…”sambung seseorang tiba-tiba, berdiri disisi Hye na dan melingkarkan lengannya di perut Hye na lembut penuh kasih. Hye na menatapnya tajam, menyelidik, namun kemudian tidak mengacuhkannya, dan menaglihkan pandangannya menatap wanita dihadapannya yang tersenyum lebar menatap 2 orang pasangan dihadapannya.

Hye na tersenyum malu-malu “hati-hati onnie… dan terima kasih banyak sudah membuat Ji hoon oppa mendapatkan kebahagiaannya…”




Yuu ri tersenyum menatap Hye na “jaga dirimu dongsaeng-aa…”

“benar… jaga dirimu… kau terlihat pucat hari ini…”

“ah ne.. benar dongsaeng-aa… kau terlihat pucat…apa kau merasa tidak enak badan…”tambah Yuu ri kemudian, menatao Hye na semakin khawatir, dan menyetuh dahinya pelan.

“ahniyo… tak apa onnie… gwenchana…”

“benar sayang… kau pucat… apa kau baik-baik saja…?”tambah Jung min kemudian, menyentuh dahi Hye na kemudian berlih ke pipi dan lehernya

“ahniyo…gwenchana… tak apa…”

“tapi…”

“auuusshhh… sudahlah…”

“…” Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na khawatir.

“baiklah… kami pergi… jaga dia Jung min-aa…”ujar Yuu ri lagi, yang tersenyum menatap Hye na dan Jung min saat Jung min semakin mempererat cengkramannya lengannya di perut Hyena

“ne…sering-seringlah main… aku akan sangat merindukanmu…”sambung Ji hoon kemudian, membuat Jung min diam disisi Hye na dan menatap Ji hoon tajam, seakan ingin menelan Ji hoon hidup-hidup dan berhasil membuat Yuu ri tertawa lebar. Hye na tersenyum kecut disisi Jung min, mengetahui sesuatu yang salah.

“ne… oppa… jaga onni dan Jae ha… titip anak-anak disana… salam sayang untuk mereka… aku pasti akan kesana…”ujar Hye na, tidak memperdulikan hawa panas yang berputar di sisinya, dimana Jung min berdiri.

“cukup… ayo aku antar… pesawat sebentar lagi berangkat…”

“ne… sebaiknya aku memang harus pergi dari sini… atau sesuatu akan terjadi lagi…”ujar Ji hoon kemudian, menatap Jung min dan melemparkan senyum kecut padanya. “aku pergi Hye na-aa… terima kasih untuk segalanya… dan maafkan aku untuk semua kekacauan yang ku buat…”

“ne… hati-hati oppa…”ujar Hye na kemudian, menatap Yuu ri dan Ji hoon yang kemudian masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka ke bandara.

Hye na tersenyum, menatap kepergian mobil yang membawa keduanya dalam diam, menatap hingga akhirnya mobil berbelok di tikungan, masih belum memperdulikan Jung min disisinya, hingga akhirnya…

“gwenchana…?”tanya Hye na, menatap Jung min disisinya yang masih diam ditempatnya dengan wajah yang terlihat suram dan marah. Hye na menatap Jung min, mendekatkan wajahnya, menyelidik “ahhh… lebih baik aku masuk… sebentar lagi anak-anak pulang… dan mungkin Ha na sudah bangun sekarang…”ujar Hye na yang kemudian melangkah masuk, meninggalkan Jung min, tetapi tak lama, Jung min mengejar Hye na dan menangkap Hye na, mengangkat dan membawanya dipundak Jung min.

“yya..!! Jung min!! turunkan aku… YYA!!”seru Hye na, memberontak.

“ahni…”

“YYA!! Malu dengan semua pelayan…. Mereka tertawa sekarang…”

“biarkan…”

“turunkan aku…”

“ahni… kau sudah membuatku sangat marah siang ini… kau harus meredakan kemarahanku ini…”

“YYA!! Tapi tidak dengan cara seperti ini… aku…”

“tidak usah memperdulikan semua pelayan… jika mereka masih ingin bekerja disini… lebih baik tidak memperdulikan kita…”ancam Jung min secara tidak langsung, menatap tajam pelayan yang berdiri tak jauh dihadapannya.

Hye na menyerah, diam di pundak Jung min, tidak memperdulikan tingkah Jung min lagi “…ahh… tolong lanjutkan memmasaknya… anak-anak akan segera pulang…dan bila Ha na bangun TOLONG BAWA KEKAMARKU!!” seru Hye na sesaat sebelum pintu kamarnya dan Jung min tertutup pada seorang pelayan yang diam dan terlihat tersipu malu ditempatnya, menatap kedua majikannya, dan sebelum pelayan tersebut pergi, Jung min membuka pintunya dengan Hye na masih berada dipundaknya “…jangan biarkan siapapun mendekati kamar ini… ingat… SIAPAPUN…”ujar Jung min, membuat Hye na, menatapnya marah, membelalakkan matanya “…YYA!!!”seru Hye na kesal, menatap Jung min

Jung min menjatuhkan Hye na tepat di tengah ranjang, menatap Hye na sesaat, tersenyum tipis, teringat sesuatu olehnya. Jung min diam, tersenyum tipis menatap Hye na “maafkan aku untuk segalanya…”ujar Jung min kemudian, menundukkan kepalanya dihadapan Hye na. Hye na diam tersenyum menatap Jung min. “ahniya… maafkan aku…”ujar Hye na, menyentuh wajah Jung min lembut dan mengangkat wajahnya hingga keduanya kini saling menatap.
 
“semuanya sudah berlalu.. dan aku harap tidak akan ada kesalahpahaman lagi…”ujar Hye na lagi. Jung min diam, menatap Hye na dalam.

“lalu…”

“lalu apa…?”tanya Hye na bingung, menatap Jung min tidak mengerti.

Jung min tersenyum lebar menatap Hye na, penuh maksud dan keinginan “kau hanya milikku dan hanya untukku siang ini… dan untuk malam hingga pagi menjelang sayang…”ujar Jung min, menatap Hye na penuh hasrat akan sesuatu.

“ausshhh… kau benar-benar… lalu bagaimana dengan Ha…”kalimat Hye na terputus oleh ciuman Jung min dibibir Hye na.

“untuk kali ini… pikirkan aku saja…”bisik Jung min, yang kemudian menatap Hye na lembut, dan kembali mencium Hye na, lembut, lama.

********

“semuanya baik…”tanya seseorang tiba-tiba, melangkah masuk kedalam mansion Lee dan duduk disisi Jung moon yang terlihat tengah mengamati sesuatu di kameranya.

“ne… semuanya baik… dan Seung gi-ssi”

“makan siang…?”tanya Seung gi, memotong perkataan Jung moon

“masih menunggu anak-anak…”

“ahhh… lalu Hye na dan Jung min…”tanya Seung gi lagi, menatap Jung moon yang masih berkutat pada kameranya, tidak ingin membagi perhatiannya. Jung moon terlihat diam, tidak memperdulikan Seung gi dan hanya mengedikkan pundaknya, tidak tahu. Seung gi diam, berdecak kesal, kemudian bangkit dan melangkah pergi, berusaha untuk mencari tahu sendiri.

“kemana semua orang…”gumam Seung gi yang berjalan mendekati kamar Jung min dan berhenti menatap seorang pelayan “apa Jung min didalam…?”tanya Seung gi, menatap pelayan itu.

“ehhh… ne tuan…”

“bagus kalau begitu…”

“tapi…”

Langkah Seung gi untuk membuka pintu terhenti “ada apa…”tanya Seung gi menatap pelayan itu

“pesan tuan… tidak boleh ada yang masuk… tuan tidak ingin diganggu…”

Seung gi diam, menatap pelayan itu “apa Hye na ada didalam juga…?”tanya Seung gi kemudian, menatap pelayan itu penuh selidik.

Pelayan itu terlihat diam ditempatnya, menundukkan kepalanya, tersipu malu, membuat Seung gi mengerti. Seung gi mendesah pelan “baiklah…aku…”

“ahjussi…!!”panggil seseorang tiba-tiba, membuat Seung gi membalikkan tubuhnya kearah asal suara yang memanggilnya.

“ahh… En kyu-aa…”

“ada apa… mencari appa…?”

“ne…”

“masuk saja… aku juga…”

“doronim…”ujar pelayan itu tiba-tiba, berdiri tak jauh dihadapan En kyu, menghalangi En kyu yang akan membuka pintu kamar Jung min “ada apa…”tanya En kyu, menghentikan gerak tangannya dan menatap pelayan itu bingung.

“sepertinya ayahmu sedang sangat sibuk hingga tidak ingin diganggu oleh siapapun…”ujar Seung gi “…dan benar-benar oleh siapapun bukan…?”ujar Seung gi, menatap pelayan tersebut dan berhasil membuat pelayan itu menundukkan kepalanya, malu.

“mianhe tuan…”

“ahhh… ya sudah… lebih baik kita menunggu dia selesai…dan benar-benar selesai…”ujar Seung gi lagi, tersenyum menatap En kyu dan kemudian memutar tubuhnya dan pergi diikuti oleh En kyu, yang menatap bingung pada pelayan tersebut dan Seung gi.

“ahh… dokter Min…”sapa Jae min tiba-tiba

“ne…”

“mencari omoni…?”

“ahh…”

“sebentar… Jae panggilkan…”putus Jae min yang kemudian pergi meninggalkan dokter Min diam ditempatnya menatap kepergian Jae min, yang setelahnya ia menatap Min jae “…kau Min jae…?”
Min jae diam, menatap dokter Min “ahhh… pasti benar…”ujar dokter Min lagi. Dokter Min melangkah mendekati Min jae”…aku ingin menanyakan sesuatu…”

Min jae masih diam ditempatnya, menatap dokter Min dengan ekspresi menunggu dan ingin tahu, yang ternyata membuat dokter Min memutuskan untuk bertanya “…apa dokter Jo ji hoon masih disini…”
Min jae diam sesaat “ahniya… sudah pulang tadi pagi…” jawab Min jae singkat.

“ahhh… begitu…”

“siapa Min jae…”seru seseorang tiba-tiba, membuat dokter Min mengalihkan pandangannya menatap seseorang itu.

“ahjussi… ada apa dengan appa dan omma sebenarnya…?”tanya Jae min tiba-tiba, menyusul langkah Seung gi yang kini terlihat diam menatap dokter Min yang berdiri tak jauh di hadapannya.

“anyong haseyo…”sapa dokter Min kemudian, menatap Seung gi datar.

Seung gi terlihat masih diam ditempatnya, dan berhasil menuai semua pandangan diruang itu. “ahh… Min jae… kalau begitu aku pergi…sampaikan salamku pada ommamu”ujar dokter Min kemudian, mengalihkan pandangannya menatap Min jae yang berdiri disisinya. “tapi bukankah ingin bertemu omma…”

“ahh… ne… tapi bukankah omma sedang sibuk sekarang… dan lagi saya masih banyak pekerjaan yang lain…”ujar dokter Min, tersenyum menatap Min jae dan Jae min yang berdiri jauh dihadapannya bersisian dengan Seung gi yng terlihat masih diam ditempatnya menatap dokter Min.

“ahh… baiklah…”jawab Jae min

Dokter Min tersenyum menatap Jae min, kemudian mengalihkan pandangannya menatap Seung gi “kalau begitu saya pergi tuan Lee…”ujar dokter Min kemudian.

Seung gi masih diam ditempatnya menatap dokter Min, sampai Jae min menepuk lengannya keras “akkhh… ausshh…”

“saya pergi tuan Lee…”ujar dokter Min lagi, tersenyum menatap Seung gi

“ahh…ahni… tunggu!!”seru Seung gi kemudian, membuat dokter Min menghentikan langkahnya dan membuat Min jae dan Jae min menatap Seung gi bingung.

“de?!?!?”

“ahh.. kita makan siang dulu…”ujar Seung gi cepat

“ah…ahniyo… gomawo… tidak perlu saya…”

“saya mohon…”pinta Seung gi, menatap dokter Min

“tapi…”

Seung gi mengalihkan pandangannya pada Jae min yang berdiri disisinya. Seung gi mengedipkan matanya pad Jae min, mengirimkan sebuah pesan rahasia padanya yang ternyata berhasil ditangkap oleh Jae min “…ahhh…. Ne dokter…makan sianglah bersama kami… omma dan appa pasti tidak makan siang… jadi… temani kami… rasanya bosan jika hanya dengan Seung gi ahjussi…”ujar Jae min menatap Seung gi tersenyum, yang membalas tatapan Jae min dengan wajah kesal ketika mendengar pernyataan Jae min.

“arraso…”ujar dokter Min kemudian, menyerah

*******

Malam menjelma. Dinginnya dan sinar bulan menggantikan hangat dan teriknya  sinar matahari pagi. Angin berhembus membawa hawa dingin, menembus dinding, masuk melalui celah yang terbuka. Hye na membuka matanya perlahan. Tubuhnya terasa aneh malam itu. Sakit disekujur tubuhnya, dan keringat dingin juga mengucur dari keningnya. Hye na sedikit gemetar malam itu. Hye na menyentuh keningnya pelan, namun segera mengalihkannya pada sosok yang masih terlelap disisinya. Ditatapnya Jung min yang masih tertidur disisinya. Hari sudah gelap, dan ia juga Jung min sudah mengurung diri seharian dikamar. Hye na sama sekali belum melihat keempat anaknya siang hingga malam itu dan rasa rindu kini telah menyergapnya.

Perlahan Hye na bangkit dari tempatnya, mengambil kemeja Jung min sebelum Hye na menatap Jung min sesaat takut membangunkannya, namun ternyata terlambat, perlahan Jung min membuka kedua kelopak matanya, dan tersenyum menatap Hye na.

“apa aku membangunkanmu…”tanya Hye na, tersenyum menatap Jung min, sambil mengancingkan kemeja yang dipakainya.

“ahniyo… aku hanya ingin membuktikan dan melihatmu disisiku… dan ternyata kau masih disini…” ujar Jung min yang kemudian menarik Hye na lebih mendekat dan mendekap Hye na dalam pelukannya. “tapi kau terlihat pucat sayang… gwenchana…?”tambah Jung min, menatap Hye na khawatir

“ah… ne…gwenchana… Jung min…aku harus melihat anak-anak…”ujar Hye na kemudian, mengangkat wajahnya, menatap Jung min, mencoba melepaskan dekapan Jung min perlahan.

“ahniyo…”tahan Jung min sambil kemudian lebih mempererat dekapannya, dan memejamkan matanya

“aku mohon…”

“antwe…”

“…ayolah… aku hanya ingin melihat mereka… khususnya Ha na… aku khawatir padanya…”ujar Hye na lagi, yang kini berhasil membuat Jung min sedikit menjauhkan pelukannya dan menatap Hye na “Ha na…?”tanya Jung min, menatap Hye na, terdiam.

“ne… aku harus melihatnya…”ujar Hye na lagi, menatap Jung min tersenyum. Jung min membalas senyuman Hye na sesaat.

“suruh saja pelayan membawanya kemari… aku benar-benar tidak ingin berpisah denganmu untuk 1 detik saja…”

“tapi…”

“ahni…”

“ayolah aku tidak akan pergi kemana-mana…hanya ingin melihat anak-anak kita…setelah itu aku milikmu…”ujar Hye na, berjanji, menatap Jung min sungguh-sungguh sekaligus memohon.

“baiklah… tapi jangan terlalu lama… atau aku akan mengurungmu lebih lama lagi bersamaku…”

“ne…”jawab Hye na tersenyum yang kemudian bangkit dari tempatnya, sesaat Hye na terlihat bangkit dari tempatnya dan menyentuh kepalanya hingga akhirnya saat Hye na berjalan perlahan dan dirinya benar-benar turun dari ranjang, keseimbangan tubuh Hye na hilang dan Hye na terjatuh, tertidur di lantai dengan napas yang terengah-engah. Jung min segera bangkit dari tempatnya, terkejut mendapati keadaan Hye na.

“Hye na-aa…”seru Jung min, mengangkat tubuh Hye na “gwenchana… ahhh… tidak… badanmu panas sekali…”ujar Jung min yang kemudian segera membawa Hye na ke ranjang dan kemudian menyelimuti Hye na dengan selimutnya. Jung min memakai kimono tidurnya dan beranjak pergi keluar dari kamar keduanya. “panggil dokter…”seru Jung min pada salah satu pelayan.



Jung min terlihat diam sesaat, “cepat”serunya kemudian

“ahh…”

“dokter Min atau dokter siapa aja yang penting seorang dokter wanita…”ujar Jung min cepat, yang kemudian menutup pintu kamarnya kembali, menunggu disisi Hye na. Hye na terlihat tidak sadarkan diri dengan napas yang terengah dan cepat.

“Hye na-aa…sayang…”panggil Jung min, mengusap lembut dahi Hye na dimana keringatmengalir deras. Hye na terlihat masih memejamkan matanya tidak bereaksi dengan panggilan Jung min, membuat Jung min terlihat semakin khawatir.

Tak lama dokter Min datang dan diikuti oleh En kyu, Min jae, Jae min serta Seung gi yang menatap khawatir pada Hye na.

“appa.. apa yang terjadi…”tanya Jae min, menatap Jung min bingung sekaligus khawatir.

“sepertinya demam… tidak apa… hanya terlalu lelah…”jawab dokter Min, menatap Jung min setelah melakukan pemeriksaan pada Hye na. “biarkan dia istirahat…”tambah dokter Min lagi sambil kemudian menyelimuti tubuhnya Hye na, dan mengalihkannya pada Jae min dan Min jae tersenyum untuk menenangkan keduanya.

“syukurlah kalau begitu…”ujar Jung min, menatap Hye na yang masih memejamkan matanya, belum sadarkan diri.

Jung min diam masih menatap Hye na, hingga akhirnya ia menyadari tatapan curiga dan penuh selidik dari ketiga anaknya dan Seung gi “…sebenarnya apa yang kalian lakukan hingga seperti ini…”tanya Seung gi, menatap Jung min bingung.

“tak ada… kami tak melakukan apapun…”

“tapi bagaimana bisa…”

“auuushshh… kalian keluar saja… kalian akan mengganggu istirahat Hye na…”ujar Jung min yang terlihat salah tingkah.

“tapi appa…sebenarnya apa yang kalian lakukan…?”tanya Jae min tiba-tiba, menatap Jung min penuh selidik.

Jung min diam, mengalihkan pandangannya dengan menatap Hye na untuk menyembunyikan rona merah pipinya, yang ternyata diketahui oleh Seung gi “….ausshhh… sepertinya semuanya telah kembali seperti semula…”ujar Seung gi dengan nada suara yang menggoda, dan berhasil membuat Jung min semakin salah tingkah.

“ausshhhh… lalu kau sendiri… apa yang kau lakukan disini… ini sudah malam… dan dokter Min… bagaimana kau bisa cepat sampai disini…”

“ausshhh… lebih baik kita keluar…”ujar En kyu kemudian, yang perlahan beranjak pergi diikuti oleh dokter Min, Jae min, dan Min jae.

Jung min terdiam menatap kepergian keempatnya dan mengalihkan pandangannya pada Seung gi yang terlihat diam, menatap Hye na yang tertidur diranjangnya. “yya!! Apa yang kau lihat… ayo keluar…”seru Jung min kesal

“tapi…”

“YYA!! Dia istriku dan jangan berpikiran macam-macam…”seru Jung min lagi “ayo keluar!!”

Jung min diam menatap kepergian mereka sesaat sebelum menutup pintu kamarnya. Dipalingkannya wajahnya menatap Hye na, rasa iba merayapinya “Hye na-aa…”panggil Jung min, duduk disisi Hye na yang masih memejamkan matanya, namun setelah panggilan Jung min tersebut, perlahan Hye na membuka matanya “ne..Jung min-aa… ada apa… apa…apa ada masalah dengan anak-anak…”tanya Hye na yang napasnya sesekali terdengar terengah-engah.

“ahni… gwenchana…”ujar Jung min

“benarkah…?”tanya Hye na tersenyum

“ne…”jawab Jung min menatap Hye na khawatir

“syukurlah kalau begitu…”

“istirahatlah…”

Hye na tersenyum menjawab perkataan Jung min. Keduanya terdiam, Hye na kembali memejamkan matanya sedangkan Jung min terlihat mengganti handuk didahi Hye na dengan handuk basah yang baru yang sudah ia peras sebelumnya. Jung min membersihkan keringat Hye na yang mengalir deras didahinya pelan, hingga, sebuah ingatan muncul dikepalanya, menghentikan gerakan tangannya untuk mengusap lembut dahi Hye na.

“sayang…”panggil Jung min

“heemmm..”jawab Hye na yang perlahan membuka matanya.

Jung min tersenyum “…masih ingat ucapanmu setahun yang lalu saat aku sakit seperti yang kamu alami sekarang ini dihari ulang tahunku…”tanya Jung min

Hye na terdiam ditempatnya, keningnya terlihat berkerut, mencoba mengingat, keduanya terdiam, hingga ditengah-tengah saat ia mengingat, tiba-tiba…

“akkhhh… Jung min apa yang kau lakukan…”ujar Hye na lemah, mendorong wajah Jung min yang tengah mengecup pelan pipi, rahang hingga lehernya.

“ahni… hanya sangat merindukanmu… sudah tidak bisa dibendung lagi…”ujar Jung min, menatap Hye na lembut. Hye na tersenyum “…aku ingat sekarang…”ujar Hye na, menatap Jung min

“coba kau ulangi lagi ucapanmu itu…”ujar Jung min, menatap Hye na lembut.

“saat sakit flu atau demam, dengan menggunakan cara yang benar, maka pasangan yang sakit akan cepat sembuh dengan diproduksinya hormone oksitoksin yang akan merangsang pembentukan hormone immunoglobulin A yang terdapat di lidah… hormone immunoglobulin A tersebut yang akan membantu seseorang yang sakit akan segera sembuh”

“Hormone oksitoksin, perangsang hormone immunoglobulin A ini dikeluarkan tubuh saat seseorang melakukan hubungan intim dengan lawan jenisnya..” ujar Hye na pelan sembari menatap Jung min yang tengah menatapnya sayu, lembut penuh hasrat

“ne… lalu…?”

“lalu…?”

“Jung min tersenyum menatap Hye na “berkeringat juga akan membuat tubuh lebih sehat…dan…”

“Hye na…” potong Jung min, mengecup lembut leher Hye na dan kecupannya tidak berhenti hingga ke pangkal leher, membuat Hye na mendongakkan kepalanya. Memberikan dirinya.

“…dan… rasa senang setelah berhubungan dimana dicapainya klimaks akan membuat si sakit membawa perasaan bahagia saat tidur sehingga akan didapat waktu tidur yang cukup dan menenangkan…”lanjut Hye na

Jung min kembali mengecup Hye na, dan perlahan membuka jas tidurnya, memposisikan tubuhnya dihadapan Hye na“… mau…?”tanya Jung min

Hye na tersenyum menganggukkan kepalanya. Hye na mau. Jung min tersenyum, dan setelahnya keduanya mulai melepaskan hasrat yang masih tersisa terpendam dalam hati masing-masing.
 
*********

Matahari bersinar kembali, menandakan datangnya pagi. Kehangatannya menjelma, menghangatkan dan membangunkan semua makhluk dari tidurnya yang berselimut malam. Hye na membuka matanya perlahan, merasakan sinar mentari yang merasuk, menyilaukan matanya yang terpejam. Merasakan hangatnya mentari pagi dan merasakan hangatnya dekapan seseorang yang membuatnya nyaman.

Hye na menatap orang itu dan senyum terlihat terkembang diwajahnya. “ahhh…”gumam Hye na saat Hye na mencoba mengangkat tubuhnya. Hye na terlihat merebahkan tubuhnya kembali, disisi Jung min

“ada apa…?”tanya Jung min, terbangun menatap Hye na, kemudian menyentuh kening Hye na lembut untuk mengukur suhu tubuh Hye na.

“ahni… apa aku membangunkanmu…?”

“ tidak… ada apa…? kau ingin apa…?”

“tak ada… hanya ingin melihat anak-anak…seharusnya ini sudah waktunya mereka untuk sarapan dan aku…” ujar Hye na yang kemudian perlahan mencoba bangkit dari tempat pembaringannya.

Jung min bangkit dari ranjang, menghalangi Hye na dan perlahan membuat Hye na kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang dan menyelimutinya “… mereka sudah dewasa dan sebentar lagi pasti akan kesini… lihat saja… lebih baik sekarang kau istirahat aja… jangan banyak bergerak…”

“tapi…”

“tidur… kali ini aku yang akan melayanimu sayang…”ujar Jung min lembut, menatap Hye na tersenyum dan perlahan mengecup pipi kemudian kening Hye na

“kau…”

“ne…”

“tidak kekantor…?”

“ahni… biar Seung gi yang mengurus semuanya…”

“benarkah..?”tanya Hye na menatap Jung min tidak percaya “ne sayang… dan lebih baik kau istirahat saja… anak-anak pasti akan datang sendiri kesini… tenang saja…”ujar Jung min yang kemudian melangkah pergi dan masuk kedalam kamar mandi. Hye na tersenyum menatap Jung min dan kembali merebahkan tubuhnya diranjang.

Hye na diam, dan senyum kemudian terlihat merekah diwajahnya ketika ia menatap Jung min yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan kimono handuknya, membuat Jung min menatap Hye na bingung.

“ada apa…?”tanya Jung min sambil mengusap pelan rambutnya yang basah.

“ahni…”

“…”Jung min diam, menatap dirinya sesaat lalu mengalihkan pandangannya menatap Hye na “ahh… apa kau sudah tertarik lagi dan ingin melakukannya lagi…”ujar Jung min menggoda Hye na.

“ahni…”jawab Hye na gugup, yang kini menyembunyikan wajahnya dibalik selimut. Hye na diam, tidak mendengar apapun hingga akhirnya Hye na menyadari Jung min sudah berada di sisinya, terdiam memeluk Hye na dari belakang.

“apa yang kau lakukan…”tanya Hye na

“ahni… tak ada… hanya ingin memelukmu…”

“lepaskan… anak-anak akan kesini… dan…”

“omma!! Appa!!”seru seseorang tiba-tiba yang menghambur masuk kedalam kamar Jung min dan Hye na, membuat Hye na bangkit dari ranjangnya dan menatap orang itu.

“Jae min-aa…”

“omma… bagaimana keadaanmu… apa sudah baikan…”

“Ha na…”ujar Hye na kemudian, ketika menyadari keberadaan Hye na dalam pelukan Jae min “ohh…sayang… bawa Ha na kemari…”ujar Hye na lagi, menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan menggendong Ha na dalam pelukannya. “oohh… omma sangat merindukanmu…sayang… kau juga…”ujar Hye na, menatap Jae min yang duduk dihadapannya. “mana Min jae… apa dia sudah bangun…”

“ne…”

“sudah sarapan…?”

“ne…sudah omma… dan kami akan berangkat sekarang…”

“baiklah… maafkan omma tidak membuatkan sarapan untuk kalian… lalu hyung kalian…”

Jae min terlihat diam ditempatnya, tidak menjawab pertanyaan Hye na “Jae min-aa…sayang…”panggil Hye na lagi

“entahlah omma… aku harus berangkat sekarang… istirahatlah omma… dan salam kami untuk appa… apa appa masih tidur…”

Hye na mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang rebahan disisinya “…ne… mungkin masih lelah karena appa menjaga omma semalaman…”

“baiklah…kami pergi omma…”

“ne… hati-hati.. dan langsung pulang… jangan melakukan hal-hal yang aneh-aneh…”

“kalau begitu anak siapa kami…”ujar Jae min, membuat Hye na tersenyum menatap Jae min.

“…yah… benar juga… ayahnya saja suka melakukan hal yang aneh-aneh… iya tidak sayang…”ujar Hye na tertawa pelan ditempatnya, menatap Jung min yang kini terlihat tengah menggoda Ha na yang berada dalam pelukan Hye na.

“auushh… mereka juga anakmu…”ujar Jung min sambil menatap Ha na yang terlihat juga tengah menatap sang ayah, bingung. “sudah makan sayang…”tanya Jung min pada Ha na. Hye na tersenyum “ahni appa… belum dan aku sangat lapar sekarang… kau sudah menyita tenagaku kemarin…dan semalam..”

Jung min mengalihkan pandangannya menatap Hye na, tersenyum “baiklah… aku ambilkan..”

“gomawo…” jawab Hye na tersenyum menatap Jung min dan mengambil Ha na dari pelukan Jung min.

********

“gwenchana…?”tanya seseorang tiba-tiba, menatap Hye na yang terlihat tengah menyusui Ha na di pelukannya.



“onnie…” jawab Hye na, menatap Eun Jo tersenyum “dengan siapa… apa Jae joon ikut…?”

“ahniya… dia disekolah sekarang…”

“kau tinggal dia…?”

“ne…dia yang memintanya… bahkan aku diusirnya tadi…”

“tapi dia baru saja ada di tingkat dasar… dan dia sudah memintamu untuk meninggalkannya…’

“ne… dia mirip dengan appanya… apa boleh buat…  lalu bagaimana keadaanmu… gwenchana…?”

“ne… gwenchanayo onnie… lalu bagaimana aboji… beliau baik bukan..? tidak terjadi sesuatu dengannya…”

“ne… semuanya baik…. Bahkan sekarang beliau dengan Joon sedang ke Jepang untuk mengurus proyek mereka…”

“ahhh… benarkah… kau sendiri dirumah…?”

“ahniya… ada Jang halmoni…”

“oohhh… “

“ahhh… Ha na… kemari… ikut dengan Eun Jo ahjumma…”ujar Eun jo sambil kemudian mengambil Ha na dari pelukan Hye na tepat saat Jung min membuka pintu kamarnya dengan membawa nampan yang terletak dalam meja dorong.

“ahh… nona-nona… sarapan…ah tidak ini sudah terlalu siang untuk sarapan… makanan sudah datang… silahkan disantap…”ujar Jung min sambil kemudian mengambil piring yang telah berisi berbagai macam makanan untuk Hye na. “ini ratuku…”ujar Jung min, membuat Hye na tersenyum tipis ditempatnya, sambil menerima pemberian Jung min untuknya.

“ahhh… Ha na sebaiknya kita pergi dari sini… atau hanya akan mengganggu saja…”celetuk Eun jo, membuat Hye na menghentikan senyumannya dan menatap Eun jo menyesal. “ahniya onnie-aa… duduklah disini…”ujar Hye na, menepuk ranjang disisinya. “tidak…aku baru saja makan tadi… aku bawa Ha na jalan-jalan saja…”

“onnie-aa…”panggil Hye na, menatap Eun jo

“gwenchana… aku memang ingin berdua dengan Ha na… rindu dengannya… setelah beberapa hari yang lalu dia bersamaku…”

“mwo…?!” seru Hye na tidak mengerti, menatap Eun jo bingung.

“ne… saat kau pergi Hye na-aa…”ujar Eun jo “baiklah… aku ajak Ha na jalan-jalan…”tambah Eun jo yang kemudian beranjak pergi.

Hye na diam ditempatnya dan perlahan memalingkan wajahnya pada Jung min yang terlihat diam, bersalah akan sesuatu.

“jadi…kau yang menjaga Ha na seorang diri… tidak ada yang membantumu…”ujar Hye na, melipat kedua tangannya didada tanpa menatap Jung min yang masih diam ditempatnya.

“mianhe…”

Hye na diam ditempatnya, memejamkan matany, menghembuskan napasnya pelan dan perlahan bangkit dari ranjang. “mau kemana…? Kau masih lemah… bahkan kau belum jadi memakan makananmu…”ujar Jung min kemudian, menatap Hye na yang beranjak pergi.

“kemana…?”tanya Jung min lagi saat ia belum mendengar jawaban apapun dari Hye na “yya!!”seru Jung min lagi.

“kekamar mandi…”jawab Hye na dingin

Jung min diam, tidak mampu melakukan apapun dan duduk disisi ranjang, menunggu Hye na menyelesaikan keperluannya. Tak lama akhirnya Hye na keluar dari kamar mandi dan berjalan melewati Jung min tanpa memperdulikannya.

“kau marah…”

“ahniya…”

“kau benar-benar marah…”

“kalau itu yang kau inginkan…”

“ahni!!”seru Jung min cepat. Jung min diam, menatap Hye na “mianhe… aku terlalu berlebihan…”

Hye na menatap Jung min “lalu… saat aku pergi apa semuanya baik…?”

“ne…semuannya baik… Jae min, Min jae, En kyu semuanya baik… tidak terjadi apapun…tapi Ha na…mianhe…”

Hye na diam, duduk disalah satu sofa yang menghadap kearah Jung min. Hye na diam, menatap Jung min yang menundukkan kepalanya merasa bersalah. “…aku sudah berusaha… aku menitipkan Ha na hanya saat aku berada di kantor saja… selebihnya aku…”

“ne…aku tahu… makanya aku tidak mungkin bisa marah padamu… aku tahu…”

“…”Jung min diam ditempatnya, masih belum dapat mencerna ucapan Hye na, hingga perlahan Hye na bangkit dari tempatnya dan berjalan mendekati Jung min kemudian duduk disisinya “…kau pasti lelah…” ujar Hye na menatap Jung min

“...ooww… lelah…”

“gomawo…”ujar Hye na kemudian, sambil mengecup pipi kanan Jung min yang terdiam, Jung min terlihat terkejut dengan perlakuan Hye na, membelalakkan matanya. Hye na tersenyum menatap Jung min yang terkejut, diam ditempatnya. “apa belum cukup…”ujar Hye na lagi yang kemudian mengecup bibir Jung min cepat dan tersenyum menatapnya yang semakin terkejut. Jung min diam, terkejut, membuka mulutnya lebar tidak menyangka.

Hye na tersenyum dan dengan cepat memasukkan sebuah makanan kemulut Jung min dan dengan cepat pula Hye na mengecup bibir Jung min lagi. Jung min segera mengalihkan pandangannya menatap Hye na “cukup… kau benar-benar menakutiku…”ujar Jung min yang kemudian secara tiba-tiba menerjang Hye na dan menciumnya lebih dalam dan lebih lama dari sebelumnya.

Hye na diam ditempatnya, membalas setiap lumatan Jung min yang membawanya, mendekap Hye na semakin dalam, hingga akhirnya kedatangan seseorang membuat keduanya berhenti saling melepaskan ciumannya dan menatap kearah orang tersebut.

“uuppsss… maaf…sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat…”ujar Seung gi

“auusshhh… selalu saja… ada apa… kenapa mencariku kerumah… jika bukan sesuatu yang penting…aku akan membunuhmu…”ancam Jung min, menatap Seung gi marah yang kemudian mengalihkan pandangannya menatap Hye na yang terlihat tengah memakan makanan yang diberikan Jung min sebelumnya.

“sebenarnya ada rapat siang ini… tapi aku ada janji… jadi aku tidak bisa menggantikanmu…dan aku lihat, Hye na sudah lebih baik…”ujar Seung gi yang kemudian mengangkat tangannya dan member salam pada Hye na, tersenyum yang juga dibalas Hye na dengan tindakan yang serupa dan berhasil membuat Jung min semakin marah

 menatap Seung gi. “auusshhh…hentikan itu…”seru Jung min.

Seung gi diam, menatap Jung min serius “makanya… aku harus pergi… aku tidak bisa menggantikanmu… jadi kau harus menghandiri rapat itu sendiri…”

“mwo…?”

“ne… mianhe… aku harus pergi… aku harus menemui seseorang…”

“mwo..?!?! tap..tapi…siapa…”

Seung gi terlihat diam ditempatnya, menundukkan kepalanya, menyembunyikan rasa malunya “…kau tidak perlu tahu…”ujar Seung gi.

“ausshh…”

“rapat dimulai setelah makan siang nanti… dan berkas rapat ada disini semua…”ujar Seung gi memberikan sebuah berkas ditangannya pada Jung min yang diam ditempatnya tidak berusaha membantah Seung gi atau melakukan apapun “…selesai… aku harus pergi sekarang…”tambah Seung gi lagi

“dan Hye na… terima kasih untuk segalanya…”ujar Seung gi lagi, menatap Hye na tersenyum yang berhasil membuat tanda tanya besar dibenak Jung min. Seung gi melangkah pergi meninggalkan keduanya. Tatapan Jung min kini beralih pada Hye na yang terlihat diam ditempatnya, menatap kepergian Seung gi bingung.

“ada apa…?”tanya Jung min, menatap Hye na penuh selidik

“apanya…?”tanya Hye na semakin bingung

“ada apa dengan Seung gi dan terima kasihnya itu…?”tanya Jung min lagi, melangkah mndekati Hye na dan duduk dihadapannya, mendekatkan wajahnya, menatap Hye na tajam “ahniyo… aku saja bingung dengan terima kasih itu… entahlah… memang kau tidak tahu…? Aku baru saja ingin bertanya padamu sebenarnya apa yang terjadi selama aku pergi…”

“benarkah tidak ada hubungannya denganmu…?”

“ahniya…”jawab Hye na tegas, menatap Jung min

“benarkah…”tanya Jung min lagi, dengan nada tidak percayanya “auusshhh… harus berapa kali ku bilang… aku benar-benar tidak tahu apa maksudnya… terserah kau jika tidak percaya… aku ingin mencari Ha na…”ujar Hye na yang kemudian bangkit dari tempatnya dan berjalan kearah pintu, namun langkahnya terhenti sebelum ia mencapai pintu “tunggu…kau masih sakit”cegah Jung min sambil mencengkeram tangan Hye na.

“ahni… aku sudah lebih baik sekarang…”jawab Hye na menatap Jung min

“tetap disini…”ujar Jung min setelah ia menarik tangan Hye na cepat dan membuat Hye na jatuh kepelukan Jung min. Hye na terdiam ditempatnya, belum membalas pelukan Jung min. “kenapa…”tanya Hye na lagi, mengangkat wajahnya, menatap Jung min yang semakin erat memeluknya.

“tak apa… hanya rasa rinduku yang belum hilang”jawab Jung min, tersenyum memeluk Hye na. Hye na menatap senyum itu dan kemudian membalas pelukan Jung min dan tersenyum. “ne…”

Keduanya terdiam, meresapi apa yang pernah hilang sebelumnya, dan mencoba untuk mengganti kerinduan yang muncul sebelumnya, hingga…

“ahh… Jung min…”seru Hye na tiba-tiba, melepaskan diri dari pelukan Jung min, menatap Jung min yang dibalas Jung min dengan menatap Hye na bingung, sekaligus terkejut “mwo…?”

“tanggal berapa sekarang…”tanya Hye na

“ada apa…?”

“ahniya… tanggal berapa sekarang…?”

“17… ada apa…”

“ahhh…”seru Hye na kemudian, memukul pelan dahinya, teringat sesuatu

“ada apa…?”

Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min gelisah “ada apa…?”tanya Jung min lagi, semakin penasaran. “ahh!! Jangan-jangan…!!”seru Jung min kemudian, menatap Hye na sesaat kemudian tatapannya turun hingga keperut Hye na.

Hye na tersenyum menyadari tatapan Jung min kemudian segera bangkit dari tempatnya. “benarkah… benarkah…?!?”seru Jung min tidak percaya, sekaligus senNG Yng ditunjukkan dengan senyum lebarnya.

“ahniya… sebentar… aku harus memastikan…”ujar Hye na yang sudah tidak mendengarkan ucapan Jung min lagi kemudian beranjak pergi.

********

“apa kita harus berpisah seperti ini…?” Ujar Jung min disuatu siang yang cerah, dimana matahari bersinar terang, menyilaukan. “aku masih merindukanmu…”ujar Jung min lagi, mendekap Hye na semakin erat.

“auusshhh… tapi kau harus berangkat… semua sudah menunggumu…”

“ahni…aku tidak akan datang kerapat itu… aku masih ingin bersamamu…”ujar Jung min lagi, dengan sikap yang manja, membuat Hye na sedikit kesal padanya “…ausshhh…kau pemimpin mereka… bagaimana bisa kau tidak hadir dirapat itu… bagaimana bisa rapat itu dimulai tanpa adanya kamu Lee Jung min-ssi…”ujar Hye nasemakin kesal dengan sikap Jung min.

Jung min diam ditempatnya, masih mendekap Hye na dalam pelukannya. Hye na diam mendesah, menyadari setiap perkataannya tidak ada gunanya “…jika kau tidak pergi… maka aku yang akan pergi…”ujar Hye na yang kemudian mendorong lengan Jung min yang mendekapnya sehingga terlepas dan kemudian Hye na bangkit berdiri.

“ahni…arasso…arasso… aku pergi… dan k au tunggu aku dirumah…tidak ada lagi rumah sakit atau yang lainnya… kau harus ada dirumah ketika aku pulang…”ujar Jung min yang kemudian bangkit dan beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Hye na tersenyum menatapnya dan melangkah pelan ke lemari pakaian dan mulai memilihkan pakaian untuk Jung min.

Hye na meletakkan pakaian Jung min di ranjang berserta sepatu dan segalanya sesaat sebelum Jung min keluar dari kamar mandi “ini pakaianmu…”ujar Hye na yang kemudian melangkah masuk kedalam kamar mandi “…oooww…”jawab Jung min

“kau mau apa…?”tanya Jung min lagi, ketika menatap Hye na yang masuk kedalam kamar mandi “…membersihkan diri…” ujar Hye na yang kemudian menutup pintu kamar mandinya.

“ausshhh… kenapa tidak denganku tadi…”

“antwe… kau akan melakukan yang lebih… dan setelahnya kau tidak menghadiri rapat itu… sekarang cepat kenakan pakaianmu… kita makan dibawah…”ujar Hye na dari dalam kamar mandi. Jung min diam, menatap pintu kamar mandi dihadapannya dengan mulut yang mengerucut kesal.

“…kau sudah selesai…?”tanya Hye na kemudian, ketika ia keluar dari kamar mandi dengan memakai jas kamar mandi Jung min yang terlihat kebesaran ditubuhnya. Jung min menatap Hye na diam, tatapannya terlihat penuh hasrat. Jung min tersenyum nakal sesaat dan kemudian tiba-tiba Jung min menarik ujung jas mandi yang Hye na kenakan, menarik Hye na yang kemudian terjatuh dalam pelukan Jung min “akkhh..”seru Hye na

“aku benar-benar belum ingin berpisah denganmu walaupun hanya 1 detik…”ujar Jung min, masih mednekap Hye na erat dalam pelukannya.

“tapi Jung min… kau harus pergi…”ujar Hye na yang berusaha keras untuk melepaskan dekapan Jung min

“antwe..”

“lepaskan.. Jung min…”

Jung min menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya kuat. Hye na menghembuskan napasnya, dan terdiam “…baiklah… sesuai dengan yang aku katakan sebelumnya.. kau tidak pergi.. maka aku yang akan pergi…”

“antwe…kau tidak bisa… aku akan mendekapmu terus bahkan saat aku tertidur nanti…”

“ahhh… benarkah…? Aku benar-benar menanti saat itu…”ujar Hye na, menatap Jung min yakin. Jung min yang mendapati tatapan Hye na yang terlihat sangat yakin perlahan-lahan mulai melepaskan dekapannya dan menundukkan kepalanya “baiklah… aku pergi… tapi kau harus janji jangan pergi kemanapun… saat aku pulang aku ingin kau ada disini… disisiku…”ujar Jung min. Hye na tersenyum, menatap Jung min dan perlahan bangkit dari tempatnya disusul oleh Jung min yang tepat berdiri dihadapan Hye na “…lihat pakaianmu berantakan lagi…”ujar Hye na yang kemudian mulai merapikan kembali pakaian yang dikenakan oleh Jung min. Jung min terlihat menatap Hye na lembut, tersenyum, diam.

**********

Seung gi terlihat diam ditempatnya, menunggu. Baginya menunggu adalah sesuatu hal yang tidak ia sukai tapi hari ini berbeda, seseorang yang ditunggunya berbeda dari semua orang yang pernah membuatnya menunggu. Menunggu seseorang ini sama sekali tidak membuatnya merasa kesal atau marah, justru kini senyum terlihat diwajahnya, ya Lee Seung gi terlihat tersenyum, mengedarkan pandangannya, menunggu sekaligus mencari seseorang. Belum datang juga. Seung gi menatap jam yang melingkar ditangannya, sudah hampir 1 jam ia menunggu dan sudah hampir 15 menit orang yang ditunggunya terlambat.

Seung gi terdiam ditempatnya, menatap kearah pintu sesaat setelah ia menatap jam ditangannya. “apa yang terjadi…” gumam Seung gi yang sekali lagi mengalihkan pandangannya menatap jam ditangannya.

Hingga akhirnya, senyum Seung gi terlihat terkembang diwajahnya, ketika ia menatap kedatangan seseorang yang dibalut mantel tebal dan terlihat basah di bagian bahu dan tangannya. Hari itu memang hujan. Hujan di musim semi. Hujan yang tidak deras tidak juga berupa rintik.



“gwenchana…?”tanya Seung gi, menatap wanita dihadapannya.

“ah… ne… maaf terlambat, apa sudah menunggu lama…?” tanyanya

“ahniya… gwenchana… aku pikir terjadi sesuatu padamu sehingga kau tidak bisa datang”

“ahh… ahniya… tidak ada… hanya ada beberapa masalah tadi sebelum aku datang…”

“apa semuanya baik… terjadi hal burukkah…?

“ahniya… gwenchana… ada beberapa hal yang harus aku lakukan sebelum datang…” potong wanita itu sembari melepaskan mantel dan syal hangatnya untuk ia berikan pada salah satu pelayan “…hujan di musim semi…”ujar wanita itu lagi mengalihkan pandangannya menatap jendela yang memperlihatkan rintik hujan yang mulai deras, kemudian kembali tersenyum dan  menatap Seung gi, kemudian duduk dihadapannya
“…saya benar-benar minta maaf membuatmu lama menunggu…”

“ahh.. ne… gwenchana dokter Min… aku juga baru beberapa menit yang lalu sampai…”

“apa tidak apa-apa… kau terlihat sangat sibuk…Seung gi-ssi”ujar dokter Min yang terlihat melirik laptop yang berada tak jauh dihadapan Seung gi yang berada dihadapannya.

“ahni… ini bukan apa-apa… hanya beberapa dokumen yang harus aku email…. Gwenchana dokter Min…”

“kau bisa memanggilku tanpa sebutan dokter… cukup Hyun ah…kita tidak sedang berada di rumah sakit…” ujar Min Hyun ah, menatap Seung gi tersenyum.

“ahh… de.. mianhe…”

“gwenchanayo Seung gi-ssi… apa sudah memesan Seung gi-ssi…”

“belum… kita pesan saja sekarang…”

“ne… aku sudah sangat lapar… setelah menangani beberapa pasien…”
Seung gi tersenyum menatap Min Hyun ah dan kemudian mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.

**********

Malam menjelma, bulan kembali menemani, menggantikan sang mentari yang menemani pagi. Angin dingin berhembus saat Hye na perlahan menutup jendela kamarnya. Pukul 10 malam, dan Jung min belum pulang. Hye na menghela napas pelan. Ditatapnya Ha na yang tengah tertidur dihadapannya. Setelah Hye na menyusuinya, Ha na langsung terlelap tidur dalam pelukannya.

Diusapnya pelan dahi Ha na yang kemudian ia gendong dalam pelukannya, membawanya keluar dari kamarnya pindah kekamar Ha na.

“selamat tidur sayang…”ujar Hye na lembut, mengecup pelan pipi Ha na, menatapnya sesaat, tersenyum dan tepat saat itu tiba-tiba pintu kamar Ha na menjeblak terbuka keras “…selamat malam sayang!!”seru seseorang tiba-tiba membuat Hye na menatap orang itu kesal saat tiba-tiba Ha na menangis keras di hadapannya terkejut “ausshhh!!! Apa yang kau lakukan!!”seru Hye na kesal

“akhhh… mianhe… aku hanya…”

“keluar!!”

“tapi sayang…”

“keluar…!!”

“ayolah Hye na sayang…”ujar Jung min, menatap Hye na, takut sekaligus merasa bersalah

“KELUAR kataku!!!!” seru Hye na semakin keras menyusul tangis Ha na yang makin keras.

Perlahan Jung min membalikkan tubuhnya, melangkah keluar dari kamar Ha na lemas, dan semakin shock saat Hye na menutup pintu keras dihadapannya. Jung min melangkah pelan, lemas kembali kekamarnya. Jung min terkejut, ia benar-benar tidak menyangka Hye na akan melakukan itu dihadapannya.

“appa… gwenchana…?”tanya En kyu tiba-tiba, menatap Jung min prihatin.

“ahh… gwenchana En kyu-aa… tak apa… appa lelah…appa mau tidur…”ujar Jung min kemudian, menatap En kyu tersenyum sesaat sebelum akhirnya melangkah pergi menundukkan kepalanya.
Jung min masuk kedalam kamarnya, menutup pintunya perlahan dan berjalan pelan kearah sofa tak jauh dari ranjangnya, dan merebahkan tubuhnya lemah di sana. Jung min menatap langit-langit kamarnya sesaat kemudian perlahan lengannya naik dan menutupi matanya.

10 menit…

20 menit…

30  menit Jung min menunggu Hye na belum juga kembali. Hye na benar-benar marah dengannya. Jung min bangkit cepat, menatap pintu kamarnya tepat saat seseorang membukanya. Jung min menatap orang itu sesaat, kemudian menundukkan kepalanya.

Hye na masuk perlahan dan duduk disisi ranjang, mengalihkan pandangannya pada Jung min yang masih duduk di sofa tak jauh dihadapannya “…kemarilah…”ujar Hye  na, menatap Jung min kemudian menepuk pelan ranjang disisinya.

Jung min menatap Hye na sesaat sebelum akhirnya ia bangkit dan melangkah pelan mendekati Hye na kemudian duduk disisi Hye na masih menundukkan kepalanya.

Hye na tersenyum menatap Jung min “…kau lelah…?”tanya Hye na tiba-tiba, menatap Jung min

“ne… mianhe… aku benar-benar tidak tahu…”

“gwenchana…” potong Hye na “…aku yang minta maaf sudah membentakmu dan menutup pintu keras dihadapanmu… aku benar-benar minta maaf…” ujar Hye na, tersenyum manis menatap Jung min.

Jung min diam, menatap Hye na kemudian memeluk istrinya itu erat “apa kau lelah…?”tanya Hye na dalam pelukan Jung min

“ne… rapat tadi benar-benar menghabiskan tenagaku…”

“apa kau ingin aku pijat…?” ujar Hye na, menatap Jung min. Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na, kemudian senyum lebar terkembang diwajahnya “…berbaringlah… telungkup… aku sudah biasa memijat aboji jika ia lelah…”ujar Hye na.

Jung min membaringkan tubuhnya, menelungkup disisi Hye na dan kemudian perlahan Hye na mulai memijat Jung min, pelan. Bahunya, lengannya, kakinya.

“apa sudah lebih baik…?”tanya Hye na, menatap Jung min

“tergantung…”

“mwo…?!?”

“…” Jung min diam dan tiba-tiba membalikkan tubuhnya, menatap Hye na yang diam terkejut, duduk disisinya. Jung min menggenggam kedua tangan Hye na yang menatapnya benar-benar terkejut. “ada apa…?”tanya Hye na, menatap Jung min bingung.

“tergantung dibagian mana…”ujar Jung min tersenyum nakal. Hye na diam, menatap Jung min dan kemudian tiba-tiba Jung min menarik Hye na mendekat dan membawanya masuk kedalam selimut. Jung min mendekapnya erat dan perlahan mengecup Hye na lembut.

************

End of Chapter

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
BARU AJA SELESAI RERUN NE FF, TERNYATA DAH UPDATE AJA. Thanks dear [flower]

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
What???????? hye na hamil lagi [what]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
BARU AJA SELESAI RERUN NE FF, TERNYATA DAH UPDATE AJA. Thanks dear [flower]

terima kasih banyak sistac [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [hug] [hug] [hug]


What???????? hye na hamil lagi [what]

belum tahu sist...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] masih dipertanyakan maksud Hye na apa kok tanya tanggal... sementara ini Jung min masih mikir gitu... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] author gak jelas  [hammer] [hammer] [hammer]

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
trims yuki updetanya nie chap swerrrrrr swetttt bngt ahirnya sungggie menemukan belahan hatiiiiiii

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
sist yuki makasih ya updatenya  [flowers]
senang deh chap kali ini banyak momen's Jung Min & Hye na nya sudah lama g menikmati kemesraan mereka kaya dulu lagi  [love eyes] Jung Min sudah punya ampat anak masih aja sifat cemburunya ada  [heh] apa lagi selalu Seungi yang kena sasarannya  [hmpfh] , Hye na sakit kenapa  [what] apa benar hanya demam biasa / jangan" ada hal lain  [chin] kenapa Hye na menanyakan tanggal  [what] dan telat apa yang Hye na maksud  [chin] , Jung min kelabakan dapat pertanyaan yang beruntun dari anak"nya dan seungi  [hmff] bisa di bayangkan muka merahnya Jung Min menahan malu  [on]
seungi sudah ada kemajuan ya huungannya sama Dokter Min   [smiley-dance013] sudah ada acara makan" bareng  [biggrin] ini chap dari awal sampai akhir chap bacanya sambil senyum"  [biggrin] bahagia , di tunggu kelanjutannya lagi sist  [lovestruck] [love eyes]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Aiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii komawo say udinan di up date ni duo couple sweet [lovestruck]

Jung Min Jung Min udah punya empat anak tingkahnya makin kyk om2 genitttttttttttttttttt, sumpah itu ya kagak capek apa dari pagi ampe malem ngekepin hye na seharian di kamar gara2 cembokur ama Ji Hoon  [AddEmoticons04279] and hasilnya Hye Na ampe jatuh pingsan melayani kebutuhan biologis Jung Min [hmpfh] tapi yg paling kocak udinan tahu bini masih sakit sempet2nya mikirin begituan and di lanjut lagi ronde untuk yg kesekian kalinya [hmpfh]

tp yg ane suka ya sifat Jung Min yg teramat sangat mencintai Hye Na ,ampe jatah Hye Na buat ke-4 anaknya aja di serobot ama Jung Min saking rindunya setengah mati ama istri tercinta, jarang2 loh jaman sekarang ada suami yg ampe segitunya ama istrinya, tp berharap laki gw nanti kyk jungmin yg selalu mencintai istrinya tp untuk kebutuhan biologisnya ga sebuas jungmin ,bisa 2 gempor dunks ane [hmpfh] [laughing] [laughing] [rofl] [rofl]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
puas banget deh..... hohoho... full moment hyena and jung min,,,, asoy.... asoy... asoy...

jungmin melepas rindu banget..... [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04224] [AddEmoticons04246] [AddEmoticons04246] [AddEmoticons04246] [on] [on] [love eyes] [love eyes]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Horeeee...updetan...

Seneng banget deh. Hyena dan Jung min udah kembali mesra...Terus gue seneng banget kalo ada Ha Na nya...Hye na bener2 ibu2 yang care banget deh. Sampe2 gue rasa si Jung Min itu bukan suami yang baik...hahaha....Tapi Jung MIn juga hebat kok.

Jadi Hye Na mo hamil lagi tu??? Hihihi....

Ditunggu lagi ya updetannya....

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
gilaaaaaaa yg ada di otak jung min mesum mulu [laughing] itu si hye na beneran hamil [what] dah umur berapa tuh?? semua gara2 jungmin mesum [whip]

sansannnnnn, klu mesum mulu ga tahan yaaaaa [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] Jungmin kembali [bav] [bav] [bav]

tapi tega juga moso istri lagi sakit tetap diembat [hmpfh],puber kedua ya  [drool] [drool] [drool]

benar2 deh hyena wonder woman seperti pegadaian aja "mengatasi masalah tanpa masalah "  FIGHTING HYENA [AddEmoticons04246] @ngomong apasih [hmff]
scene Hana ma Jungmin kok gak ada sih,itukan scene favorit ku juga [goodgrief] [goodgrief]
Thanks bunget udah update chap yang longgggggggg,puas deh bacanya.Jungminnnnn Lanjutkan [concert]
[/size][/color][/b]

Offline anggi pratama putri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • NewCouple
  • Location: PALEMBANG
    • View Profile
Kak ayuki  [hug]
makasih udah di update  [lovestruck] , tambah suka dec sma FF kakak  [cheekkiss]
tapii kok ceritanya happy trus nih ?? pengen ada momment berantem , yg kayak si hye na ny kabur dr rumah dulu  [goodgrief]
tapi gak apa-apa dec , sekali lagi gomawo ya kak  [cheekkiss]

JiSun Coupe

iiuuu

  • Guest
ini kopel makin tua makin jadi ya??

woaaa ha na mo punya dedek...
jungmin hyena... chukae lol

Offline anggi pratama putri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • NewCouple
  • Location: PALEMBANG
    • View Profile
kak yuki update lagi dongk  [hmpfh] [hmpfh]

JiSun Coupe

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
wuuuaaaaahhhhh.... akhirnya bisa main ke Cm lagi...  [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

untuk anggi... makasih banyak udah suka ma ff ini  [huglove] [huglove] [huglove] tenang... masih ada moment berantem kok... dan mungkin ini yang lebih sulit  [heh] [heh] [heh]

dan ai belum tahu, Hye na bakal beneran hamil gak (author gak jelas) Hye na udah terlalu banyak anak  [biggrin] [biggrin] [biggrin] dan Jung min cuman tahu cara bikinnya aja... [laughing] [laughing] [laughing]  kasihan Hye na yang rawat  [heh] [heh] [heh]

setelah ini... mungkin ai lebih banyakin tentang perjuangan Seung gi dapetin kekasih hatinya itu... bakal lebih sulit soalnya Dokter MIn Hyua ah masih punya perasaan ma cinta pertamanya  [heh] [heh] [heh]