Author Topic: Full Of Love (Song of Life 2) Chapter 17, update  (Read 22331 times)

Offline anggi pratama putri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • NewCouple
  • Location: PALEMBANG
    • View Profile
wuuuaaaaahhhhh.... akhirnya bisa main ke Cm lagi...  [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

untuk anggi... makasih banyak udah suka ma ff ini  [huglove] [huglove] [huglove] tenang... masih ada moment berantem kok... dan mungkin ini yang lebih sulit  [heh] [heh] [heh]

dan ai belum tahu, Hye na bakal beneran hamil gak (author gak jelas) Hye na udah terlalu banyak anak  [biggrin] [biggrin] [biggrin] dan Jung min cuman tahu cara bikinnya aja... [laughing] [laughing] [laughing]  kasihan Hye na yang rawat  [heh] [heh] [heh]

setelah ini... mungkin ai lebih banyakin tentang perjuangan Seung gi dapetin kekasih hatinya itu... bakal lebih sulit soalnya Dokter MIn Hyua ah masih punya perasaan ma cinta pertamanya  [heh] [heh] [heh]

wahh  [clap] asiik dong kalo bakal ada momment seruu lagi  [hmpfh] [hmpfh] .

jujur ya kak sbenarnya ku suka bgt sma ni FF ceritanya it santai gak terlalu berbelit-belit tapi ttp bikin penasaran !! .
klo gitu cpt update dong !udah kngen nihh  [lovestruck] [lovestruck]

JiSun Coupe

iiuuu

  • Guest
update..

Offline mbah dukun

  • Junior
  • **
  • Posts: 142
  • My Name Is JangKelin
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

update donks, si tua-tua keladi makin tua makin jadi genit  [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Sekalian deh... biar padha puas... mumpung ai juga lagi semangat!!!  [hmff] [hmff] [hmff]

Chapter 7

Matahari semakin beranjak tinggi, ketika Hye na menatap anak laki-laki sulungnya tengah menatapnya tersenyum.

“ada apa… kenapa melihat omma seperti itu…”tanya Hye na, yang kembali melakukan tugasnya, menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya dan sebenarnya untuk Jung min juga, tapi kedatangan Jung min untuk makan siang sama sekali tidak bisa diharapkan.

“ahni… omma semakin lama terlihat semakin cantik…”ujar En kyu, tersenyum menatap Hye na. Hye na tersenyum membalas ucapan En kyu. “ada apa… tidak seperti biasanya…”ujar Hye na, bingung terhadap sikap En kyu

“ahni… tidak apa… hanya hari ini omma lebih cantik dari biasanya…”ujar En kyu lagi.

Senyum Hye na terlihat semakin besar, mendengar rayuan En kyu “… ada apa… apa appamu yang mengajarkanmu merayu seperti itu”

“ahniyo… ahjussi… Jung moon ahjussi…”

Hye na diam ditempatnya, menatap En kyu tidak percaya “…hah… benarkah…”

“ne… ketika di New York, ahjussi menunjukkan kebolehannya…”

Hye na masih diam ditempatnya, menatap En kyu masih tidak percaya. “omma tidak percaya…?”tanya En kyu

“ne…. omma tidak tahu ahjussi mu itu bisa merayu…”

“ha ha ha… jika ahjussi sudah merayu… semua wanita akan jatuh bertekuk lutut dikakinya…” ujar En kyu. Hye na tersenyum menatap En kyu sekaligus seseorang yang datang berjalan mendekat dibelakang En kyu.

“sepertinya ada yang membicarakan paman…”ujar Jung moon tiba-tiba yang disambut keterkejutan En kyu dan senyum Hye na.

“ahjussi…”seru En kyu

“oppa… bagaimana… banyak objek yang menarik…?”tanya Hye na, menatap Jung moon yang kemudian duduk dihadapan Hye na.

“ne…”

“dan tepat kembali saat makan siang…”sambung Hye na, tersenyum, menatap Jung moon dan En kyu

“tapi aku belum melihat 2 keponakan kembar ku…”ujar Jung moon yang terlihat mengedarkan pandangannya menatap sekelilingnya, mencari.

“ne… entahlah… tidak biasanya Jae min dan Min jae pulang terlambat… dan tidak ada kabar sama sekali dari mereka…”

“aku jemput…”ujar En kyu yang kemudian beranjak bangkit dari tempatnya, mengambil kunci mobilnya dan pergi.

“En kyu-aa…”panggil Hye na, namun En kyu sama sekali tidak menghentikan langkahnya dan keluar dari ruang makan hingga akhirnya ia masuk kedalam mobilnya.

“Jae min dan Min jae tidak suka dijemput..”ujar Hye na

Jung moon terlihat diam ditempatnya, menatap En kyu “… Hye na… sebenarnya ada apa…”

“ada apa…? Maksudnya apa oppa…?”

“entahlah… aku lihat sepertinya Jae min, Min jae dan En kyu sedang… perang dingin…”ujar Jung moon

“benarkah…?”

“ne… apa tidak terlihat seperti itu… ahh… atau mungkin hanya aku saj yang merasa seperti itu…”ujar Jung moon yang kemudian bangkit dari tempatnya “…aku ganti pakaian dulu…”ujar Jung moon yang kemudian beranjak pergi, meninggalkan Hye na yang terdiam ditempatnya, menatap kepergian Jung moon sekaligus memikirkan perkataan Jung moon yang kini berhasil membuatnya penasaran.

“ada apa…?”gumam Hye na, pelan, bertanya pada dirinya sendiri

************

“Hyun ah…”ujar Seung gi lirih, lembut, menatap bulan yang bersinar indah malam itu. Seung gi tersenyum lebar. “apa benar-benar kau…”ujar Seung gi lagi, menangkupkan kedua tangannya di dada, tersenyum, teringat kembali yang telah terjadi beberapa jam yang lalu, yang berhasil membuat hatinya berbunga-bunga.

Seung gi tersenyum, mengembalikan ingatannya ketika pertemuan itu, beberapa jam yang lalu. Saat itu keduanya tengah menghabiskan makan siang mereka hingga sesuatu terjadi dihadapan keduanya.

Flashback

“sepertinya hujan semakin deras…”ujar Seung gi tiba-tiba, menatap langit yang masih menurunkan air langitnya semakin deras

“ne… akhhh… aku harus kembali kerumah sakit… ada yang perlu aku lakukan…”

“tidak membawa mobil…?”

“ahniyo… seorang teman mengantarku tadi…”

“kalau begitu…aku antar…”

“ahniyo… tidak perlu… lagipula restoran ini dekat dengan rumah sakit Han…”

“gwenchana… tunggu disini…”

“tapi…”

Seung gi sudah berlari pergi menerjang hujan yang semakin keras mengguyur bumi, dan tak lama dengan menaiki mobilnya, Seung gi berhenti tepat disisi Hyun ah, membuka jendela mobilnya “naiklah…”

Hyun ah diam ditempatnya sesaat, menatap Seung gi “… benarkah tak apa…?”tanya Hyun ah, merasa tidak enak.

“gwenchana… naiklah… aku akan mengantarmu…”

Hyun ah tersenyum menatap Seung gi dan perlahan melangkah, membuka pintu mobil Seung gi dan masuk, duduk disisinya. “apa benar tidak apa…?”tanya Hyun ah lagi, menatap Seung gi sesaat kemudian menundukkan kepalanya

“ne… gwenchana… tenang saja… hari ini aku tidak terlalu sibuk…”

“baiklah… terima kasih banyak…”ujar Hyun ah, menatap Seung gi tersenyum. Senyum yang paling manis yang pernah Seung gi lihat.



End Of Flashback

“senyum yang manis…”gumam Seung gi pelan

“…ne… makanlah dirumah… Hye na pasti… ermm…”ujar Jung min yang duduk disisi Seung gi, menatap laki-laki disisinya, terdiam bingung mencari kata yang tepat untuk ia katakan.

“ada apa… Hye na pasti sudah sangat merindukanku…”ujar laki-laki itu

“auusshhh… Hye na tidak boleh merindukan orang lain…walaupun kau kakaknya Park Joon… tetap… Hye na tidak boleh merindukan siapapun…”

“tapi benar bukan… sudah lama aku tidak ke Lee mansion…lagipula… aku juga belum bertemu dia saat kalian menginap beberapa hari di Han mansion”

“auuuussshh… sudahlah… kerumah saja…”ujar Jung min, yang kemudian mengalihkan pandangannya menatap Seung gi yang tengah diam dan tersenyum, membayangkan sesuatu. “senyumnya benar-benar sangat manis…”gumam Seung gi lagi, tersenyum, melihat sesuatu dikepalanya.

“siapa maksudmu…”tanya Jung min, menyikut keras bahu Seung gi hingga hampir saja ia terjatuh dari kursi beroda tempatnya duduk.

“ah…” ujar Seung gi terkejut dengan reaksi dari Jung min

“siapa yang kau maksud…?”

“apanya…”

“itu… senyum yang manis katamu… siapa…?

“ahniya… bukan siapa-siapa…”

Jung min diam, menatap Seung gi dan Park Joon bergantian seraya ia bangkit dari tempatnya dan melangkah kearah pintu, menutup pintu dibelakangnya keras, namun tidak berapa lama, tiba-tiba Jung min membuka pintunya kembali, menatap Park Joon dan Seung gi yang terkejut ditempatnya “… Hye na tidak akan merindukan siapapun kecuali aku…dan senyum Hye na yang paling manis…”ujar Jung min yang kemudian menutup pintu dihadapannya kembali dan melangkah pergi, tidak melihat senyum yang trekembang di wajah Park Joon dan senyum bingung yang terlihat diwajah Seung gi yang kemudian keduanya beranjak bangkit dari tempatnya, melangkah keluar mengikuti Jung min.


**********



“hei… “ panggil En kyu pada kedua adiknya beberapa saat setelah bel sekolah berbunyi, tersenyum. Jae min yang mendengar sapaan sang kakak terdiam ditempatnya menatap En kyu diam. En kyu tersenyum menatap kedua adiknya.

“ada apa kau kemari…”tanya Jae min tanpa menatap En kyu
“hanya ingin menjemput kalian…”ujar En kyu masih tersenyum menatap Jae min dan Min jae yang terlihat membuang wajahnya acuh, menunggu.

“ayo…”ujar Min jae kemudian, menyenggol pelan bahu kembarannya dan melangkah pergi “yya… tunggu… aku kesini untuk menjemput kalian…”ujar En kyu menghalangi langkah Jae min dan Min jae yang melangkah pergi berlawanan arah dengan tempat dimana mobil En kyu berada.

“kami tidak butuh tumpangan… kami sudah dewasa dan bisa pulang sendiri…”ujar Jae min ketus yang kemudian mengikuti langkah Min jae yang sudah melangkah mendahuluinya.

“auushhh… ayolah…”kejar En kyu “omma menyuruhku untuk menjemput kalian…”

“omma…?”

“omma tahu kalau kami tidak suka diperlakukan seperti anak kecil, dan tidak akan mungkin menyuruh siapapun itu untuk menjemput kami…”

En kyu diam ditempatnya, menatap adik kembarnya yang melangkah pergi mendahuluinya. En kyu bergegas masuk kedalam mobilnya dan berusaha untuk mengejar langkah sikembar, namun ia gagal mengejar langkah keduanya.


Hye na terlihat diam ditempatnya menatap kedatangan En kyu yang kemudian melangkah cepat mendekatinya “mana adik-adikmu…”tanya Hye na menatap En kyu khawatir.
“sebentar lagi mereka datang…”

“tapi…”

“En kyu ingin istirahat sebentar ommoni… sembari menunggu mereka…”ujar En kyu lemah

“ada apa…?”tanya Hye na yang menyadari perubahan diwajah En kyu.

“ahniyo… gwenchana…”ujar En kyu yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Hye na yang masih diam menatap kepergian En kyu. Tak lama kemudian, sikembar datang, melangkah pelan masuk kedalam rumah. “ ada apa…? Kenapa kalian tidak ikut mobil kakakmu…”tanya Hye na menatap Jae min dan Min jae yang melangkah pelan kekamar keduanya.

“yya!!! Ada apa dengan kalian… apa kalian berantem…”ujar Hye na

“ahniyo… gwenchana… tidak terjadi sesuatu apapun pada kami…”

“tapi sikap kalian…”

“kami lelah omma… jika appa sudah pulang panggil kami omma…”

“tapi… anak-anak…”panggil Hye na. Hye na menghela napas berat  menatap ketiga anaknya yang bersikap sangat aneh.

“ada apa dengan mereka…”tanya Hye na lirih yang ternyata masih dapat terdengar oleh Jung moon

“…gwenchana…?”tanya Jung moon, menatap Hye na

“… aneh oppa… tidak seperti yang aku tahu… biasanya tiga anak itu sangat dekat… tapi kali ini…”

“sebenarnya aku sudah curiga sejak aku datang kemari…”

“tapi tidak mungkin…”

“auusshhh… aku lebih berpengalaman… karena aku yang pernah merasakan punya saudara…”ujar Jung moon yang kemudian duduk disalah satu kursi meja makan. Hye na menatap Jung moon sedikit bingung “maksud oppa…?” ujar Hye na menebak maksud Jung moon.

“yup…sepertinya ada masalah antara mereka…”ujar Jung moon yang kemudian terlihat menyibukkan dirinya dengan kameranya sambil menunggu kedatangan beberapa orang untuk memulai makan siang mereka.

*********


Hye na terdiam ditempatnya menatap ketiga anak laki-lakinya yang tengah menyantap makan siang mereka dengan tidak bersemangat. Jung min yang mengalihkan pandangannya menatap Hye na, semakin bingung ketika menyadari Hye na tengah menatap ketiga anaknya.

“ada apa…?”tanya Jung min, menatap Hye na, menyentuh tangannya Hye na hingga Hye na tersadar dari keterdiamannya.

“ahh… ahni gwenchana…”jawab Hye na ketika menyadari tatapan suaminya dan tatapan beberapa orang di sekekeliling meja makan tersebut

“tapi kau terlihat aneh sayang…”ujar Jung min, menggenggam erat jemari Hye na.

“gwenchana…” ujar Hye na yang kemudian melepaskan genggaman tangan Jung min dan kembali menatap ketiga anaknya.

“kalau begitu makanlah… sampai kapan kau akan  mendiamkan makananmu seperti itu…” ujar Jung min.

“gwenchan…” ucapan Hye na terhenti ketika menatap salah satu anak kembarnya bangkit berdiri dihadapannya setelah mengusap mulutnya dengan lap bersih di sisinya.

“kami sudah selesai…”ujar Min jae kemudian, bangkit dari tempatnya tetap dengan pandangan yang dingin. Tak lama Jae min menyusul Min jae dan melangkah pelan menuju teras Lee Mansion. Hye na diam ditempatnya sesaat.

“sayang… aku titip Ha na…”ujar Hye na sembari kemudian memberikan Ha na pada Jung min

Jung min terlihat diam terkejut ditenpatnya menatap Hye na yang kemudian bangkit dan menyusul langkah Jae min dan Min jae.

“ada apa dengan istrimu itu…”tanya Park Joon kemudian, menatap kepergian Hye na

“entahlah…” jawab Jung min dengan pandangan masih menatap Hye na.

“biarkan saja… dia hanya ingin mencoba menjadi ibu yang terbaik…”sambung Jung moon kemudian, tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan dihadapannya dan berhasil membuat Jung min, Park Joon dan Seung gi menatap dirinya bingung. “ada apa..?”ujar Jung moon menatap ketiganya, ketika menydari tatapan aneh dan bingung ketiganya.

“ahni… lanjutkan makan saja…”ujar Seung gi kemudian, membiarkan Jung min yang terdiam ditempatnya masih menatap Hye na tanpa memperdulikan Ha na yang kini terlihat ingin meraih wajahnya dengan kedua tangannya. “ada apa dengan omma mu itu sayang…”ujar Jung min yang kemudian mengalihkan pandangannya pada Ha na


Hye na diam menatap jagoan kembarnya tengah menyibukkan dirinya masing-masing dengan hobi dan kesenangannya. Hye na melangkah mendekat dna berdeham “…ehemm….”deham Hye na yang kemudian duduk diantara Jae min dan Min jae yang segera mengalihkan pandangannya menatap Hye na.

“omma…”panggil Jae min, menatap Hye na yang kemudian duduk diantara keduanya. Min jae terlihat hanya diam sesaat dari kamera ditangannya sebelum akhirnya melanjutkan kembali aktivitasnya.

“ada apa…”tanya Jae min lagi

“ahni… apa yang kalian lakukan…”tanya Hye na menatap Jae min dan Min jae

“tak ada… hanya membaca dan Min jae…” ujar Jae min yang kemudian menatap Min jae “…dia sedang membersihkan kameranya… ada apa…? Tidak seperti biasanya omma… apa semuanya baik…?”

“ahhh.. ne… semuanya baik… tapi kenapa kau tidak datang bersama hyung mu tadi… bukankah biasanya kalian senang bersama dengan hyung mu…?”

“ahni… kami sudah pernah bilang bukan omma kami tidak suka dijemput… kami bukan anak kecil lagi…”ujar Jae min.

Min jae terlihat masih diam ditempatnya, namun menyetujui perkataan Jae min. “iya… tapi bukankah…”

“sudah omma… jangan membela hyung terus…”

Hye na terdiam ditempatnya, menatap Jae min dan Min jae. Hye na benar, Jae min, Min jae dan En kyu ada masalah dan mungkin salah satunya yang dari tadi ia pikirkan.

“omma tidak seperti itu sayang… hanya…”

“omma selalu begitu sejak dulu… selalu hyung…hyung…hyung terus…”ujar Jae min tiba-tiba, yang berhasil membuat Hye na terkejut, sangat terkejut ditempatnya, menatap Jae min tidak percaya.

“tapi nak… omma…” ucapan Hye na terhenti, Min jae menghentikannya dengan secara tiba-tiba bangkit dari tempatnya. Min jae menatap Hye na sesaat “..aku lelah omma… Min jae mau tidur…”ujar Min jae yang kemudian bangkit dari tempatnya yang tak lama kemudian disusul Jae min.

“aku juga… ada yang harus aku lakukan omma… Jae min pergi dulu…”

“tapi…”

Keduanya sudah pergi, meninggalkan Hye na yang terdiam menatap keduanya menyerah sekaligus bingung. Hye na hanya dapat menghela napas panjang.

“omma…”panggil seseorang tiba-tiba yang segera disadari oleh Hye na dan tepat saat ia membalikkan tubuhnya, memberikan senyum termanisnya “…En kyu-aa… kemarilah nak…”

En kyu melangkah pelan duduk di sisi Hye na dan menundukkan kepalanya menatap tangan yang ia permainkan seperti saat ia kecil ketika ia merasa bersalah karena telah melakukan sesuatu hal yang menyakiti Hye na atau siapapun yang ia sayangi.

“ada apa… apa kau merasa bersalah dengan sesuatu…”tanya Hye na, menatap En kyu tersenyum kemudian perlahan menyentuh tangan En kyu lembut. “gwenchana…?”

“…” En kyu terlihat diam dan masih menundukkan kepalanya tidak menatap Hye na.

“bicara saja pada omma…”ujar Hye na

“ahni omma… mianhe…jeongmal mianhe… “

“kenapa kau meminta maaf…?”

“…” En kyu diam kembali, menundukkan kepalanya.

Hye na tersenyum dan mulai mengerti “gwenchana… tak apa… tapi… sebenarnya ada apa dengan kalian...?”

“…” En kyu terlihat masih diam ditempatnya. Hye na diam menatapnya, tak lama perlahan En kyu menatap Hye na. “semua ini salah En kyu omma… salah En kyu…”

Hye na terlihat diam ditempatnya menatap En kyu sedikit bingung.

********


“ada apa…? Dari tadi kau hanya menghela napas dan terdiam… apa ada masalah dengan anak-anak atau…”ujar Jung min tiba-tiba, sambil kemudian mendekap lembut tubuh Hye na dari belakang.

“ahh… ahniyo… gwenchana… tapi sedikit khawatir…?”

“ada apa…apa ada sesuatu yang terjadi…?”

Hye na diam ditempatnya, kemudian masih dalam pelukan Jung min, Hye na memutar tubuhnya, menatap Jung min langsung. Jung min mengendurkan pelukannya sedangkan Hye na terlihat bersandar di lengan sofa kamar keduanya.

“sayang… apa terjadi sesuatu dengan En kyu saat kalian berada di New York beberapa waktu yang lalu…?”tanya Hye na, menatap Jung min tajam, menunggu.

Jung min terlihat diam ditempatnya menatap Hye na sesaat dan kemudian memposisikan duduknya disisi Hye na, meletakkan lengan kanannya du punggung kursi tepat dibelakang Hye na.

“entahlah… sepertinya tidak ada yang aneh dengan dia… tidak terjadi sesuatu apapun pada En kyu…”ujar Jung min menatap Hye na “…kau bilang sepertinya…?”ujar Hye na sedikit kesal, mengerucutkan bibirnya, membuang wajahnya daru Jung min

“aussshh… bukan seperti itu sayang…”ujar Jung min yang kemudian mendekap Hye na lebaih erat.

“lalu…”

“di sana… aku bahkan terkadang sama sekali tidak bisa makan dan tidur dengan baik… bagaimana aku bisa memperhatikan En kyu…”ujar Jung min

Hye na terdiam ditempatnya, menatap Jung min” jeongmal…? Kau bahkan tidak bisa makan dan tidur dengan baik…”tanya Hye na sedikit khawatir dengan keadaan suaminya itu.

“ne…”jawab Jung min, menundukkan kepalanya, bersikap memelas.

“lalu…”

“ne… omma yang mengurus En kyu… jadi terkadang kau tahu keadaan En kyu darinya… dan selama ini omma tidak pernah mengatakan apapun…”

“benarkah…”

“ne… apa kau khawatir dengan sikap Min jae dan Jae min pada En kyu…”

Hye na diam ditempatnya, menundukkan kepalanya “…tapi apa kau baik-baik saja selama disana sayang…?”tanya Hye na, menatap Jung min kasihan sekaligus khawatir. Hye na menatap Jung min sesaat dan meletakkan kedua tangannya diwajah Jung min.

“gwenchana…?”tanya Hye na menatap Jung min yang kini sudah membuat wajahnya terlihat sangat memelas. Jung min menatap Hye na dan tak lama tiba-tiba Jung min merebahkan kepalanya di dada Hye na. Hye na mendekapnya sayang “…ooohh… sayang… apakah sesulit itu hidup di New York…”

“ne… pekerjaanku terlalu menumpuk… dan banyak hal yang harus aku lakukan…”

“ooohhh…sayang…”ujar Hye na, semakin mendekap kepala Jung min di dadanya. Jung min tersenyum dalam dekapan Hye na.

“gwenchana…?”tanya Hye na, mengangkat wajah Jung min, dan menatapnya dalam. Jung min menganggukkan kepalanya.

“pantas saja… kau terlihat lebih kurus dari sebelumnya… ternyata… mianhe…”ujar Hye na lagi yang kemudian membawa Jung min dalam dekapan Hye na lagi.

Jung min diam dalam pelukan Hye na “…kau sangat sentimental dan sensitive malam ini sayang… ada apa…?”tanya Jung min tiba-tiba, menatap Hye na “apa kau lelah…?”

“ahhh… ahniya… apa aku terlihat seperti itu…?”

“ne… apa semuanya baik sayang…?”tanya Jung min

“ne… aku pikir… semuanya baik…”ujar Hye na, menyentuh lembut kedua pipinya.

“jeongmal… ahh… sebentar… dulu kau menanyakan tanggal… ada apa sayang…?”

Hye na terdiam ditempatnya, menatap Jung min terkejut “… ahh… ahniya… tidak apa…”

“apa kau…”tanya Jung min menatap Hye na dan kemudian menyentuh lembut perut Hye na “ahniyo… aku tidak seperti itu… bagaimana bisa…”jawab Hye na, menatap Jung min sesaat tersenyum dan segera beranjak dari tempatnya.

“mwo..?! tentu bisa sayang.. kita…”

“auuusshhh…ahniyo… aku belum…”

“benarkah…? Aku pikir kau sudah…”

“ahniyo… aku bahkan..akhhh… apa yang kau lakukan!!” seru Hye na tiba-tiba saat dengan cepat Jung min mengangkat Hye na dalam pelukannya. “turunkan aku… apa yang kau lakukan… ini… Jung min!!”

**********

“kau sudah bangun sayang..”ujar Hye na, menatap tersenyum Jung min yang terlihat baru saja membuka kedua matanya dan mengusap lembut matanya.



“ne…”

“apa aku membangunkanmu…?”

“ahniyo… aku tidur sangat nyenyak tadi malam… dan…aku sangat menikmati pagi ini…”ujar Jung min, menatap Hye na tersenyum dan perlahan mengangkat tubuhnya, merebahkan tubuhnya di punggung ranjangnya.

“bagus kalau begitu… sekarang bersiaplah… sarapan sudah siap…dan Seung gi akan kemari pagi ini…”

“Lee Seung gi…?!?”

“ne…”

“ada apa dia kemari…?”

“aku tidak tahu… dia tidak memiliki urusan denganku bukan… tapi jika kau menginginkan aku punya urusan dengan dirinya… itu tidak masalah…”

“ahhh… antwe!! Tidak perlu… cukup aku saja yang berurusan dengan orang itu…”ujar Jung min menatap Hye na marah yang hanya dibalas dengan senyum oleh Hye na.

“sekarang bersiaplah… ah ya sayang… apa kau akan datang di resepsi pernikahan Ji hoon oppa…?

“oppa..?!? hentikan panggilan itu… auusshhh…” Jung min diam, menatap kesal Hye na.

Hye na tersenyum, menatap Jung min yang terlihat semakin marah “…arasso… mianhe Jung min oppa…?”ujar Hye na, menatap Jung min menggoda.

Jung min terdiam ditempatnya, menatap Hye na kemudian terlihat tersenyum “apa kau akan datang sayang…”tanya Hye na lagi, menatap Jung min menunggu.

“tanggal berapa itu…?”

“kalau tidak salah tanggal 18…”

“tanggal 18 minggu ini…? 5 hari lagi”

“ne… apa kau akan datang…?”

“entahlah…”

“kalau tidak aku dan En kyu yang akan datang… mungkin aku juga akan mengajak Ha na, Min jae dan Jae min…”

“mwo…?”

“ Ne… ahhh.. Jung moon oppa juga ingin ikut…”ujar Hye na yang menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya.

“apa kau yakin…”

“ya.. tentu saja… aku harus hadir di resepsi pernikahan mereka berdua…”
Jung min terdiam ditempatnya, memikirkan sesuatu “…di pulau Jeju bukan…?”

“ne…”

Jung min diam ditempatnya. Hye na menatapnya tersenyum “…ayo… cuci mukamu… kita sarapan bersama…”ujar Hye na lagi, menatap Jung min dan melangkah pergi meninggalkan Jung min, namun langkahnya terhenti oleh panggilan Jung min “sayang…”panggil Jung min
Hye na memutar tubuhnya, menatap Jung min tersenyum. “ne…?”

“kau akan pergi kemana dengan pakaian serapi itu…?”

“aku…harus kerumah sakit… ada yang harus aku lakukan…dan ada rapat tentang penempatan beberapa dokter untuk melakukan tugas dibeberapa daerah…”ujar Hye na sambil melangkah mendekat, menatap Jung min dalam.

“tapi apa harus kerumah sakit… tidak bisakah kau hanya dirumah…”

“mianhe sayang… untuk kali ini… dan hanya sebentar saja… tenang…”

“ha na…?”

“bukankah tadi aku bilang… ini hanya sebentar…dan sebelum makan siang nanti aku sudah akan dirumah menyiapkan makan siang untuk anak-anak dank au… itupun kalau kau sudah pulang dari kantormu…?”

“ahh.. . tentu saja aku akan pulang…”

“baiklah…kalau begitu sarapanlah… dan aku harus pergi…”

“apakah harus…?’

“ya… tentu saja”ujar Hye na yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Jung min yang menatap diam Hye na.


********



Malam mulai menjelma. Kehangatan mentari mulai tergantikan oleh dinginnya malam dan pucatnya bulan. Hye na terdiam ditempatnya menatap sang suami yang tengah diam membaca beberapa berkas yang ada dimejanya. Jung min diam, tidak menyadari tatapan Hye na hingga akhirnya Hye na datang dan duduk dihadapan Jung min dengan membawa seikat bunga ditangannya.
Jung min masih diam hingga akhirnya ia mendongakkan kepalanya menatap Hye na, terkejut yang tengah tersenyum dihadapannya.

“ada apa…?”tanya Jung min, menatap Hye na tersenyum dan masih menyibukkan  diri dengan berkas ditangannya.

“ahni.. hanya… terima kasih untuk bunganya…”ujar Hye na, mencium lembut bunga ditangannya “…tapi… aneh… tidak biasanya kau membawakanku seikat bunga seperti ini… apa hari ini special…”

“ne… special… setiap hari sangat special untukku…”

Hye na diam ditempatnya tersenyum “…oh ya…”

“ne… selama ada kamu dihari itu… akan selalu terasa special”

Hye na tersenyum ditampatnya, tersipu mendengar pujian suaminya padanya.

“ah ya sayang… kau akan kepulau Jeju besok bukan…”

“ne… ada apa…”

“ahniya… hanya…jika tidak ada masalah aku dan En kyu akan menyusul kesana…”

“ahhh.. bukannya En kyu akan berangkat denganku…’

“dia harus mengerjakan sesuatu utnukku… jadi dia akan kesana bersamaku…”

“ahh.. baiklah… tapi… benarkah kau akan datang…?”

“ne… tentu saja…”

“bagus…”ujar Hye na tersenyum, yang kemudian disusul senyuman oleh Jung min

Hye na menatap bunga ditangannya, dan menatap Jung min yang kembali menyibukkan dirinya dengan berkas ditangannya “kalau begitu… aku ingin bertanya..”



“apa…”tanya Jung min kemudian tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas dihadapannya

“…mana  yang lebih cantik… aku atau bunga ini…”ujar Hye na, mendekatkan wajahnya menatap Jung min, menunggu, berharap.

Jung min terdiam ditempatnya masih menatap berkas ditangannya, tanpa mengalihkan pandangannya menatap Hye na“…ermm… bunga ini lebih cantik dari kamu sayang… makanya…” Jung min menghentikan ucapannya ketika menyadari Hye na segera bangkit dari tempatnya, menatap Jung min kesal. Hye na mengerucutkan mulutnya kesal dan membuang bunga ditangannya sebelum akhirnya ia menginjaknya. “yya… ada apa…”tanya Jung min yang bingung ditempatnya.

Hye na menatap Jung min kesal, menyipitkan wajahnya“…. Kalau begitu malam ini kau tidur saja dengan bunga itu dan lupakan aku… peluk bunga itu sesukamu…”ujar Hye na yang kemudian menginjak lagi bunga yang ia buang dan pergi dari ruangan itu meninggalkan Jung min yang terdiam ditempatnya.

“auussshhh…”seru Jung min kesal yang kemudian mengambil bunga itu kembali dan menatapnya kasihan “bodohnya aku…”ujar Jung min, menatap pintu dihadapannya di mana Hye na baru saja menghilang melalui pintu itu. “bagaimana ini…”ujar Jung min lirih yang kemudian beranjak keluar dari ruang kerjanya dan mencoba mencari keberadaan Hye na.

Jung min menatap pintu kamarnya sesaat, menghembuskan napasnya dan perlahan membuka pintunya “tidak terkunci… Hye na hanya merajuk…”ujar Jung min lirih tersenyum. Jung min melangkah masuk dan ternyata Hye na tidak berada dikamar itu.

Jung min mengelilingi kamarnya dan ia masih belum menemukan keberadaan Hye na “…Ha na…”ujar Jung min yang kemudian beranjak meninggalkan kamarnya dan keluar menuju kamar Ha na. Malam semakin dingin, Jung min mengangkat tangannya, membuka pintu dihadapannya yang ternyata… “terkunci…”ujar Jung min

“Hye na sayang…”panggil Jung min, menempelkan dirinya di pintu. Tidak ada jawaban dari dalam kamar. Jung min tidak mau kalah, ia masih berusaha membuka pintu dihadapannya sembari memanggil istri tercintanya “..Hye na… maafkan aku… aku hanya…”

Hye na diam ditempatnya tidak memperdulikan ucapan Jung min “…ayolah… kita tidur dikamar saja… udaranya semakin dingin…”ujar Jung min

“tidur saja dengan bungamu yang paling cantik itu… peluk dia jika terasa dingin…”ujar Hye na

Jung min diam ditempatnya, benar-benar menyesali perkataannya “…auusshhh… mianhe… bukan maksudku…”

“pergi… malam ini tidur saja dengan bunga itu… diakan yang paling cantik dibandingkan aku…”ujar Hye na yang terdengar masih kesal.

“auusshhh… bukan begitu…”

“pergilah… atau Ha na akan terbangun nanti…”

Jung min terdiam ditempatnya, menundukkan kepalanya menyerah, dan melangkah pelan kembali kekamarnya.

“ada apa appa…?”tanya seseorang tiba-tiba, menatap Jung min yang melangkah lunglai dengan menyeret bunga yang terlihat sudah rusak ditangannya.

Jung min mengangkat kepalanya, menatap orang itu “…ahni En kyu gwenchana…”

“tapi… kau terlihat lesu… apa ada masalah dengan omma…?”

“ahni… appa yang salah… sudahlah… apa kau mencari appa…?”

“ne… En kyu mencari appa diruang kerja appa tapi En kyu tidak melihat appa disana… jadi…”

“baiklah… apa yang kau dapat sekarang…?”

“ini…”ujar En kyu sambil menyerahkan sebuah berkas tebal ditangannya. Jung min membukanya menatap dihalaman pertama dan kemudian menutupnya “…baiklah… kita bicarakan diruang kerja appa…”

“ne…”

************

“pagi sayang…”sapa Jung min sambil memeluk Hye na dari belakang saat ia tengah menyiapkan sarapan untuk keluarganya.

“jangan seperti ini… anak-anak akan melihatnya…”ujar Hye na yang kemudian melepaskan lingkaran tangan Jung min dan melangkah pergi meninggalkan Jung min masuk kedalam dapur.

Jung min melangkah, mengikuti Hye na masuk kedalam dapur “anak-anak sudah terbiasa dengan ini…”ujar Jung min yang melingkarkan lengannya kembali di perut Hye na kemudian perlahan meletakkan wajahnya di bahu Hye na dan mengecup leher Hye na lembut, membuat Hye na merasa geli di lehernya “YYA!! Jangan melakukan ini… hentikan… semua pelayan sedang melihat kita berdua…”

“biarkan saja… semua sudah hafal dengan apa yang selalu kita lakukan…” ujar Jung min yang tetap mengecup leher Hye na.

“Jung min… lepaskan…!! Hentikan… aku…” Hye na memutar tubuhnya, namun ia tidak dapat beranjak pergi meninggalkan Jung min. Jung min menghalangi Hye na dengan meletakkan kedua tangannya di sisi Hye na, menghalanginya.

Hye na menatap Jung min marah “lepaskan kedua tanganmu…”ujar Hye na, menatap Jung min marah
“ahni…”

Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min, menghela napas panjang dan kemudian terdiam, tidak memperdulikan Jung min.

“apa kau masih marah karena tadi malam…”tanya Jung min, menatap punggung Hye na yang terlihat tengah menyiapkan sarapannya. Hye na masih meneruskan pekerjaannya tanpa mengalihkan perhatiannya pada Jung min.

“sayang…”panggil Jung min, berdiri disisi Hye na, menatapnya, menunggu. Hye na masih diam ditempatnya dan hendak beranjak pergi. “sayang..”panggil Jung min lagi, mengikuti langkah Hye na


“hentikan…”seru Hye nasambil kemudian berlalu pergi. Jung min terlihat diam ditempatnya, menatap Hye na tidak percaya. Hye na diam, meletakkan makanan yang dibawanya di meja kemudian memutar tubuhnya, menatap Jung min, menghembuskan napasnya pelan.

“aku tidak marah…”ujar Hye na, yang kemudian melangkah melawati Jung min yang masih berdiri ditempatnya. Jung min masih diam.

“tapi…”kata Jung min

“aku benar-benar tidak marah…”

“…”

“aku sungguh-sungguh…”kata Hye na, meyakinkan Jung min

“benarkah…? Tapi sepertinya tidak seperti itu…”

“yah… jika kau menginginkan aku marah padamu… baiklah… aku akan marah padamu…”ujar Hye na yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Jung min yang diam ditempatnya, namun segera tersadar saat Hye na melewatinya. Jung min mengambil mangkuk sup ditangannya, kemudian meletakkannya dimeja makan dan kemudian membawa Hye na dalam pelukannya.

“YYA!!! Apa yang kau lakukan…”seru Hye na, menatap Jung min marah, yang hanya diam tersenyum. “turunkan aku Jung min…”seru Hye na lagi ketika akhirnya menyadari niat Jung min akan ia lakukan dimanapun dan tidak memperdulikan apapun.

“…anak-anak belum datang…”kata Jung min yang terus melangkah pergi, masuk keruang baca keluarga tak jauh dari ruang makan. “…baiklah… tempat ini cukup aman… dan tidak mungkin ada yang masuk kesini pagi-pagi seperti ini…”ujar Jung min yang kemudian merebahkan Hye na disalah satu sofa panjang diruangan tersebut

“YYA!! Jung min hentikan…!! Kita harus sarapan…!!”seru Hye na, berusaha, melepaskan diri dari lingkaran lengan Jung min.

“ahniya… saat ke Jeju nanti…aku akan sangat merindukan pelukanmu sayang… dank arena itu aku ingin melakukannya sekarang sebelum kau berangkat…”
Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min terkejut sekaligus bingung “apa maksudmu…”

“ayolah sayang…”ujar Jung min yang tersenyum menatap Hye na. Hye na diam ditempatnya hingga saat Jung min membekap bibir ranumnya dengan bibirnya. Hye na diam, tidak membalas dan masih berusaha untuk melepaskan Jung min, namun dekapan dan kecupan Jung min semakin dalam dan semakin intim.

Hye na diam, melirik pintu diruang baca tersebut sesaat sebelum akhirnya Hye na mendorong dada Jung min menjauh “…Jung..Jung min…”ujar Hye na, terengah ditempatnya, menatap Jung min yang berada diatasnya, menatapnya sayu, tidak dapat menahan sesuatu yang mulai membuncah di hatinya. Hye na mengetahuinya, mengenalinya.

“aku mohon… kita bisa melakukannya setelah…”

“ahni…aku ingin sekarang… aku mohon sayang…” ujar Jung min yang kemudian, membawa Hye na kembali kedalam pelukannya, menatapnya dalam dan  mengunci bibir Hye na dengan bibirnya, melumatnya pelan yang kali ini penuh dengan kelembutan. Menyesapnya, melumat bibirnya dan membawanya semakin dalam. Lidah nya perlahan menyeruak masuk kedalam mulutnya dan  bermain, menaut dan melumat lidah Hye na, bahkan dapat ia rasakan Jung min menyesap kuat lidah Hye na dan membawa lidah Hye na masuk ke mulutnya dengan lidahnya. Hye na mendesah pelan saat Jung min melakukan itu.
Hye na menarik dirinya lepas dari Jung min. ditatapnya Jung min dalam.”bagaimana jika anak-anak masuk kemari…”tanya Hye na, menatap Jung min, terengah.

“kita akan tahu… untuk sekarang jangan memperdulikan itu dulu… aku sudah sangat merindukanmu… dan semakin rindu saat kau meninggalkanku semalam tanpa dapat memelukmu. Jung min mendekatkan wajahnya dan perlahan Jung min meniup telinga Hye na dengan hembusan lembut lalu menjilat dan mulai menggelitiknya. Membuat Hye na semakin menegang dan melingkarkan lengannya di leher Jung min, mendekapnya.

“oo… Jung min-aa…”desah Hye na disela-sela gairahnya yang mulai memuncak. “hhmmmm…” balas Jung min yang mulai mengecup wajah dan tengkuk Hye na lembut. Hye na memejamkan matanya. Ia benar-benar dibawa kembali oleh Jung min ke saat dimana keduanya masih menikmati bulan madu mereka. Hye na tersenyum manis.

Perlahan Jung min melepaskan pelukan Hye na dan ditatapnya, kemudian dibelainya wajah Hye na lembut hingga ke bibir Hye na yang tersenyum, merasakan sentuhan dari Jung min. Jung min tersenyum menatap senyum Hye na kemudian Jung min menundukkan kepalanya, mendekatkan wajahnya ke wajah Hye na dan mencium bibir Hye na, yang dilakukannya dengan penuh gelora. Dilumatnya bibir Hye na hingga terdengar desahan yang makin keras dari bibirnya. Kini Hye na mulai membalas setiap lumatan – lumatan yang diberikan oleh Jung min.

Hye na sudah kalah dengan gairahnya dan gairah sang kekasih, dan hanya dapat menerima perlakuan sang kekasih. Jung min melepaskan lumatannya dari bibir Hye na dan mulai menelusuri wajah Hye na dari rahang, pipi, telinga, leher dan tengkuk Hye na dengan kecupan dan lidahnya yang membara.

“Jung min-aa…” desah Hye na, mendongakkan kepalanya seakan memberikan leher dan daerah yang lain untuk dikecup oleh Jung min. Jung min mengecup tenggorokan Hye na, lalu memberikan gigitan kecil dilehernya, membuat Hye na mengeluarkan sebuah desahan panjang dari bibirnya.

“saranghae Hye na… saranghae sayang… “ujar Jung min tersenyum mendengar desahan panjang dari Hye na, melepaskan kecupannya dan ditatapnya Hye na sayu. Hye na membalas tatapan Jung min tersenyum.

“waeyo..?”ujar Hye na lirih

“ahni… hanya sedikit takjub…”

“kenapa…?”

“kau sudah memiliki 6 anak, tapi kau malah terlihat semakin cantik saja…”rayu Jung min, tersenyum menatap Hye na. Hye na tersenyum membalas senyuman Jung min dan perlahan menekan tubuh Jung min, membalikkan posisi keduanya yang kali ini Jung min berada di bawahnya.

“dan kau masih selalu memperlakukanku sama seperti diawal penikahan kita…”

“… kau yang membuatku begitu..”ujar Jung min yang kemudian menarik dagu Hye na untuk mendekat dan perlahan mengecup bibir Hye na. Jung min melingkarkan kedua lengannya di leher dan perut Hye na, yang semakin membuat Hye na mendekat pada Jung min. Hye na melumat bibir Jung min cepat dan dengan cepat pula Hye na menghentikan kecupan keduanya.

Hye na tersenyum, menatap Jung min yang diam, membalas tatapan Hye na tidak mengerti. Perlahan Hye na melepaskan satu persatu kancing kemeja Jung min. Hye na tersenyum menatap Jung min “…sepertinya saat ini sudah berubah…”ujar Jung min tersenyum, menatap Hye na yang saat ini terlihat mulai melepaskan semua bagian pakaian Jung min yang ia kenakan hingga mengendur.

Hye na menatap Jung min tersenyum dan perlahan mempermainkan bagian sensitive didada Jung min dengan lidah dan jemarinya hingga Jung min hanya dapat mendesah pelan. Hye na tersenyum dengan hasil kerjanya. Hye na terus bergerak, membelai tubuh Jung min yang sudah terbuka dibawahnya dengan lidahnya hingga sampai kebagian paling sensitive milik Jung min. “sangat tidak adil jika hanya aku yg menikmati perlakuannmu sayang… kau juga harus merasakan sensasi yang akan aku buat.. " Ujar Hye na yang berhasil membuat Jung min terkejut dengan perkataan Hye na.

“ap…apa yang…akkhhh…apa yang kau lakukan sayang..”ujar Jung min takjub dengan apa yang dilakukan Hye na padanya. Hye na memposisikan kepalanya tepat diatas bagian sensitive  Jung min. Hye na mendongakkan kepalanya menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya Hye na mulai melakukan yang ingin ia lakukan untuk Jung min. Hye na mengangkat wajahnya sesaat menatap Jung min yang mulai mendesah ditempatnya. Hye na tersenyum dan perlahan mulai melakukan yang lebih hingga membuat Jung min memekik keras dan bergelinjangan dengan keringat yang mengucur “…aku…hah..hah… tidak tahu…kau…hah hah… bisa seperti itu sayang…”ujar Jung min disela kenikmatan yang didapatnya.

“akkhhh….sayang hentikan…kau membuatku…AKHHHH..!!”pekik keras Jung min menghentikan perlakuan Hye na padanya. Hye na menatap Jung min tersenyum yang dibalas dengan senyuman puas dari Jung min

Hye na mengusap mulutnya pelan, ditatapnya Jung min. Jung min tersenyum dan perlahan mulai menarik dagu Hye na mendekat dan mengecup bibirnya lagi. Hye na diam dan menikmati setiap kecupan Jung min hingga tidak menyadari jemari Jung min yang perlahan mulai merangkak masuk kedalam pakaian Hye na yang saat itu bagian bawahnya dress panjangnya mulai tersingkap terbuka. Saat itu Hye na memang mengenakan dress panjang tanpa lengan dengan potongan leher yang lebar yang semakin mempermudah Jung min untuk menjatuhkan lengan di bahu Hye na hingga akhirnya bagian dada Hye na terbuka.

Jung min menggerakkan jemarinya hingga ia dapat menyentuh bagian sensitif Hye na yang mulai basah. Hye na mendesah pelan. Jung min tersenyum dan mulai menyapu tubuh Hye na dengan sepasang matanya. Ditatapnya Hye na penuh dengan gairah dan kemudian dengan cepat mulai menarik bra putih milik Hye na dengan mulutnya hingga akhirnya ia dapat melihat dengan jelas,  bagian terindah Hye na yang membuatnya semakin bergairah.

“Hye na…kau benar-benar indah … kau selalu membuatku terkejut… aku tidak akan pernah bosan untuk menatapnya….”desah Jung min, menatap tubuh Hye na. Hye na tersenyum. Jung min kembali menarik dagu Hye na mendekat dan mengecup bibirnya lagi dan perlahan mengusap lembut tubuh Hye na yang telah terbuka. Merasakan kelembutan setiap bagiannya, tanpa melewatkan satu inci pun. Hye na mendesah ketika merasakan jemari Jung min dengan lincah menelusuri tubuhnya.

“…dan…merasakannya…”kata Jung min kemudian, mendekatkan wajahnya dan menghembuskan napasnya, membelai tubuh Hye na dengannya, dan perlahan mulai menggunakan lidahnya, menyisiri setiap inci tubuh Hye na dengannya, membuat Hye na semakin menegang dan mendekap kepala Jung min di dadanya, mendesah keras

“akkhhh…Jung min-aa..”

Jung min mengangkat kepalanya menatap Hye na, ketika terdengar desah keras dari bibir Hye na, membuat Jung min kembali melumat bibir Hye na, menyesapnya dan kemudian menjulurkan lidahnya yang kasar, menelusuri garis bibir Hye na, memintanya untuk membuka, dan seiring dengan desahan Hye na, lidah Jung min menghambur masuk kedalam mulut Hye na, mengait, melumat dan menghisap lidah Hye na dan kemudian secara perlahan dan penuh kelembutan, Hye na membawa dirinya menjadi satu dengan Jung min. “akkhhh… Hye na-aa… aku…aku sudah menunggu ini… Hye na-aa…”ujar Jung min, yang mulai membalas perlakuan Hye na padanya membuat Hye na memekik, dan kemudian mendesah perlahan. Jung min membalikkan posisi tubuh Hye na hingga kini ia berada di bawah Jung min. Hye na diam, menatap Jung min sayu.

Jung min menghentikan perlakuannya dan perlahan mulai turun kebawah menelusuri bagian tubuh Hye na yang lain. Jung min menatap Hye na, mengangkat kedua kaki Hye na hingga bagian sensitif Hye na tepat berada didepan wajahnya. Hye na masih diam, tidak mampu melakukan apapun “sekarang giliranku sayang…”ujar Jung min yang tersenyum menatap Hye na dan dengan entakan keras, terdengar jeritan keras dari Hye na saat Jung min menekan dan menarik bagian paling sensitive dari tubuh Hye na.

Hye na terengah,  tersengal-sengal, mengatur napasnya. Mencoba menenangkan diri setelah perlakuan Jung mn yang membuatnya lemas selama beberapa saat tadi. Jung min menatap Hye na lembut, mengecup bibir Hye na tanpa melumatnya. Dan akhirnya tanpa terduga lagi-lagi Hye na dikejutkan oleh tekanan kuat Jung min dalam tubuhnya. Menjadikan dirinya satu dengan Hye na. Membuat Hye na memekik, dan kemudian mendesah perlahan. Jung min berdiam diri sesaat. Memeluk Hye na. Perlahan Hye na melingkarkan tangannya di leher Jung min dan mempererat lingkaran kakinya di pinggang Jung min, membuat Jung min semakin dalam masuk pada dirinya.

“..jung…jung…jung min-aa…”panggil Hye na diantara desahnya

“saranghae Hye na…saranghae…”bisik Jung min, kemudian  menurunkan wajahnya, mengecup, menghisap dan memelintir bagian sensitif didada Hye na dengan mulutnya, dengan masih bergerak maju mundur di bagian sensitif Hye na. Membuat erangan Hye na semakin keras

Hye na mulai membalas gerakan Jung min dengan mengusap punggung Jung min lembut. Jung min membawa dirinya semakin dekat dan menyatu dengan Hye na dengan gerakannya yang seirama, membuat Hye na mendesah nikmat membalas desahan Jung min diiringi dengan keringat dari kedua insan tersebut yang mulai mengalir deras, hingga akhirnya dengan napas yang masih memburu, Hye na mendekap Jung min dan menempelkan tubuh Jung min ketubuhnya dengan kuat. Mempererat lingkaran kakinya di pinggang Jung min, tidak ingin melepaskannya. Keduanya tidak ingin mengakhiri semua yang dilakukan mereka cepat-cepat.

Masih ingin menikmati apa yang telah di capainya. Hye na menatap Jung min, dengan peluh keringat yang masih mengucur didahi dan  kedua tubuh mereka. Dekapan kaki Hye na di pinggang Jung min semakin mengendur, hingga akhirnya Hye na terbaring lemas, dan Jung min jatuh tertidur disisi Hye na, mendekap Hye na di sofa yang sempit itu.


“ommoni!! Appa..!! apa yang kau lakukan…!!”seru seseorang tiba-tiba yang berdiri dibalik pintu ruang baca dengan menekan kuat ganggang pintu untuk membuka pintunya. Hye na terkejut ditempatnya, mengambil kemeja Jung min yang tersampir di punggung kursi untuk menutupi tubuhnya, sedangkan Jung min hanya tersenyum melihat itu “tenanglah… tak apa… sekarang tidurlah… berbaring…”ujar Jung min yang kemudian membawa Hye na kembali kedalam dekapannya.

“tapi…”

“tak apa…”

Hye na diam, dan menuruti perkataan Jung min.

*********

Matahari semakin meninggi. Memancarkan sinarnya dan hawa panasnya yang semakin membuat gerah manusia. Lee Seung gi terlihat diam ditempatnya, menatap kosong makanan di hadapannya.

“YYA!!! Seung gi!!”seru Jung min membuat Seung gi terkejut ditempatnya.

“MWO??? Apa?!?!?”seru Seung gi kesal

“kenapa… tidak biasanya kau seperti ini… apa telah terjadi sesuatu…?”

“…”Seung gi diam ditempatnya, yang semakin membuat kesal Jung min yang menatapnya. “auusshhh…!!! Kau benar-benar membuatku kesal!!!”

Hye na terlihat tersenyum menatap keduanya “…sebenarnya ada apa Seung gi-ssi…?”tanya Hye na yang kini mulai berhasil membawa Seung gi keluar dari dunianya.

“ah…ahni… gwenchana…” ujar Seung gi

“sudah…biarkan saja sayang… akhir-akhir ini dia memang sering bertingkah seperti ini…”

“mungkin ahjussi baru saja ditolah oleh seorang gadis…”ujar En kyu tiba-tiba, menyambung obrolan mereka dan berhasil membuat Jung min dan Seung gi tersedak makanannya.

“MWO!?!?” seru Jung min, menatap Seung gi “benarkah itu Seung gi…”ujar Jung min lagi, menatap Seung gi tidak percaya.

“benarkah itu Seung gi-ssi…”tanya Hye na kemudian

“ahh…ahni.. tidak seperti itu… aku tidak seperti itu… dan En kyu… makan saja makan siangmu… tidak usah memperdulikan ahjussi…”ujar Seung gi, mengalihkan pandangannya menatap En kyu kesal, yang hanya dibalas dengan tawa lirih darinya.

“auushhh… katakan saja… aku tidak akan memotong gajimu jika kau benar-benar jatuh cinta…”ujar Jung min

“YYA!! Sudah aku bilang tidak seperti itu!! Sudah…jangan urusi aku… makan saja makanan kalian…”ujar Seung gi yang kemudian bangkit berdiri, kesal.

Ketiganya terlihat diam ditempatnya, takjub menatap kepergian Seung gi.

“ahhh… ommani… apa benar Min Hyun ah-ssi akan pergi…”ujar En kyu tiba-tiba, yang ternyata berhasil membuat langkah Seung gi berhenti. En kyu terlihat melirik kearah Seung gi.

“apa benar Min Hyun ah-ssi akan pergi ke daerah bencana alam itu…”

“ne…dan sepertinya rencananya itu sudah bulat… sebenarnya omma tidak ingin mengirimnya… tapi Hyun ah sendiri yang memintanya…”

“MWO…??!? Hyun ah-ssi sendiri yang memintanya…?”seru Seung gi tiba-tiba

*******
End Of Chapter

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
akhirnya update juga ff kesukaanku ini  [lovestruck] maksih ya sist yuki

sebenarnya sangat penasaran kenapa sikap si kembar begitu berubah sama hyung nya  [what] kasian En kyu belain jemput malah di cuekin  [bored] apa mungkin ehm... si kembar marah karna En kyu tidak menepati sebuah janji ke mereka ya [chin]ehm... kaya nya cuma authornya deh yang tahu  [hmpfh]
satu lagi neh Jung min setiap kali jung min cemburu aku malah senang baca bagian itu  [hmff] apa lagi kalau dia cemburu sama seung gi, atau jung moon  , bisa di bayangkan mukanya jung min  [drool] itu menunjukan betapa cinta jun min sama hye na tidak pernah bekurang malah semakin menumpuk  [love eyes] [hmff] , sudah lama engga dapat momenn's Jung min dan hye na yang lagi mesra"an  [kiss] dan yang hoot seperti chap kali ini  [hmpfh]
baru pendekatan seung sudah mau di tinggal pergi  [bored] en kyu tahu kalau ajusshi seung gi sangat menyukai Hyun ah  [love eyes] tapi.. apa hye na juga tahu kalau seung gi punya perasaan sama Hyun ah  [chin]
di tunggu chap selanjutnya di acara resepsi pernikahan Ji hoon  akhirnya Ji hoon  menemukan kebahagiannya  [hug]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
WAW..........
malam hujan gini. paling asik baca yg Hot,,,, pANAAAS...... Ai_yuki paling bisa deh bikin deg2 seeeeeeeeer.....
ya ampun jungmin emang gak ada matinya ya.... udah punya 6 masih aja kaya' blum punya satupun,,,

scene sofa yang bikin keringatan.... lah itu siapa yg buka pintu ruang baca? bikin hyena malu aja..  [hmpfh] [hmpfh]
gumawo sista  [huglove] [huglove] buat updatean.a yg bikin panas. jadi makin panaaaaas  [jumpy] [jumpy]
[/b]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Makasih untuk updateannya kak,

Jung Min and Hye Na perefect couple, gue emg tergila2 sama mereka pas jaman2nya sol 1 chap ke-11, dan saat itu gue masih kelas 3 smp *ngenang. Sampe punya 6 anak lagi, ckkk. Salut bgt sama authornya, tahan banting dan mendarah daging bgt keknya si MinHye di kehidupan elu kak. But, ada apa sama Eun Kyu, Jae Min, dan Min Jae??? Apakah ada masalah sebelum Eun Kyu pergi ke New York? ditunggu ya updatean selanjutnya kak, jangan lama-lama dan banyakin sweet moment Hye Na and Jung Min

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
akhirnya update juga ff kesukaanku ini  [lovestruck] maksih ya sist yuki

sebenarnya sangat penasaran kenapa sikap si kembar begitu berubah sama hyung nya  [what] kasian En kyu belain jemput malah di cuekin  [bored] apa mungkin ehm... si kembar marah karna En kyu tidak menepati sebuah janji ke mereka ya [chin]ehm... kaya nya cuma authornya deh yang tahu  [hmpfh]
satu lagi neh Jung min setiap kali jung min cemburu aku malah senang baca bagian itu  [hmff] apa lagi kalau dia cemburu sama seung gi, atau jung moon  , bisa di bayangkan mukanya jung min  [drool] itu menunjukan betapa cinta jun min sama hye na tidak pernah bekurang malah semakin menumpuk  [love eyes] [hmff] , sudah lama engga dapat momenn's Jung min dan hye na yang lagi mesra"an  [kiss] dan yang hoot seperti chap kali ini  [hmpfh]
baru pendekatan seung sudah mau di tinggal pergi  [bored] en kyu tahu kalau ajusshi seung gi sangat menyukai Hyun ah  [love eyes] tapi.. apa hye na juga tahu kalau seung gi punya perasaan sama Hyun ah  [chin]
di tunggu chap selanjutnya di acara resepsi pernikahan Ji hoon  akhirnya Ji hoon  menemukan kebahagiannya  [hug]


he he he.. kan authornya yang bikin say... he he he he he...

yup... Jung min lagi pingin romantis...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
En kyu tahu kalau Seung gi suka ma Hyun ah... En kyu kan udah belajar dari ahjussinya... jadi tahu tanda-tanda orang jatuh cinta  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Hye na belum tahu tentang Seung gi suka ma Hyun ah... soalnya jarang nyari tahu tentang itu... tapi dia bakal segera tahu... [hmpfh] [hmpfh]

WAW..........
malam hujan gini. paling asik baca yg Hot,,,, pANAAAS...... Ai_yuki paling bisa deh bikin deg2 seeeeeeeeer.....
ya ampun jungmin emang gak ada matinya ya.... udah punya 6 masih aja kaya' blum punya satupun,,,

scene sofa yang bikin keringatan.... lah itu siapa yg buka pintu ruang baca? bikin hyena malu aja..  [hmpfh] [hmpfh]
gumawo sista  [huglove] [huglove] buat updatean.a yg bikin panas. jadi makin panaaaaas  [jumpy] [jumpy]
[/b]

tenang aja pintunya gak buka kok... kan udah dikasih pengamanan ma Jung min...  [hmff] [hmff] [hmff]


Makasih untuk updateannya kak,

Jung Min and Hye Na perefect couple, gue emg tergila2 sama mereka pas jaman2nya sol 1 chap ke-11, dan saat itu gue masih kelas 3 smp *ngenang. Sampe punya 6 anak lagi, ckkk. Salut bgt sama authornya, tahan banting dan mendarah daging bgt keknya si MinHye di kehidupan elu kak. But, ada apa sama Eun Kyu, Jae Min, dan Min Jae??? Apakah ada masalah sebelum Eun Kyu pergi ke New York? ditunggu ya updatean selanjutnya kak, jangan lama-lama dan banyakin sweet moment Hye Na and Jung Min

yup...ada masalah antara EN kyu, Jae min ma Min jae... ada salah paham dianatar mereka, tapi Hye na belum tahu apa... sebenernya Jae min ma Min jae sayang banget ma En kyu, EN kyu juga, tapi ada beberapa hal yang bikin saudara kembar itu marah...  [heh] [heh] [heh]


terima kasih banyak semua untuk komentnya  [flowers] [flowers] [flowers] [huglove] [huglove] [huglove]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
thank u dh update..kopel plg romantis makin tua makin jd,kykx jungmin terobsesi ma istrix..jgn2 si kembr cmburu eunkyu sgt disyang ommax y.btw scene fav.ku kok g ada lg?jungmin ma hana.hoho
[/size][/color][/b]

iiuuu

  • Guest
aiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..... makin cintrong ama ini copel... makin tua makin jadiii [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [bav] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
lanjut lanjut lagiilagiii

younee

  • Guest
Yang ini kapan mo diupdate ???????????????
ayo dong di update
update
update
update
update
update
update
update
update
update
update
update
update
update
update
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
sedang dalam masa pengerjaan sista semua...  [hug] [hug] [hug]

Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile
Ditunggu yach dongsaeng,,,,,,,,

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
yukiiiii updeteeeeee udah kangen nieeeeeeee [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [jumpy] [lovestruck]

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
sis aiii..yang ini kapan diupdate???  Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427

salam kenal mary disini..  [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228]