Author Topic: Full Of Love (Song of Life 2) Chapter 17, update  (Read 22229 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
sis aiii..yang ini kapan diupdate???  Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427

salam kenal mary disini..  [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228]



halo mary...  [cheekkiss] [cheekkiss]

ok deh... ai update sekarang...


Chapter 8

“tuan… maaf.. kami tidak bisa membantu lagi… keadaannya…”

“antwe…!!”seru seseorang memotong ucapan laki-laki dihadapannya, diam, terkejut menatap pintu kamar dimana sebelumnya orang dihadapannya melangkah keluar.

“maafkan kami…”ujar laki-laki itu lagi yang kemudian melangkah pergi.

“haraboji…antwe…!! ANTWE!!!”seru orang itu yang kemudian beranjak pergi membuka pintu kamar dihadapannya dan membukanya keras. Langkahnya terhenti, ditatapnya seorang laki-laki yang tampak tertidur memejamkan matanya dengan peralatan medis yang tersambung dituguhnya yang terlihat renta.

“haraboji…”panggil orang itu, lirih sambil kemudian melangkah pelan, mendekat, dan terduduk disisi sang kakek. “haraboji…”panggil orang itu, menggenggam tangan kakeknya lembut, namun kuat, seakan tidak akan melepaskannya untuk pergi. “haraboji…”panggil orang itu lagi, mendekatkan tangannya ke wajah laki-laki renta dihadapannya “haraboji…”panggil orang itu lagi hingga akhirnya laki-laki renta dihadapannya, membuka matanya perlahan kemudian terlihat senyum merekah diwajahnya.

“ahhh…kau nak… In soo…”

“haraboji…”

“yya… kenapa kau menangis…bukankah haraboji sudah bilang… laki-laki tidak boleh menangis… auusshhh… dan sekarang… apa yang kau lakukan…”

In soo dian ditempatnya, menatap sang haraboji sedih dan kemudian perlahan mendekatkan tangan sang kakek ke wajahnya, mencoba merasakan kehangatannya.

“haraboji…”panggil In soo

“waeyo… ada apa denganmu… “tanya sang kakek yang terlihat tersenyum menatap cucu laki-lakinya. Dan seakan dapat membaca pikiran cucunya, ia tersenyum, mengusap lembut kepala In soo “gwenchana… dokter itu bodoh… dia tidak dapat membaca penyakit kakek jadi ia mengatakan hal itu padamu… tenanglah…”

“tapi…”

“tak apa…setelah istirahat kakek akan membaik… jadi lebih baik sekarang kau tidur… bukankah besok kau harus melakukan perjalanan… jadi istirahatlah…” ujar sang kakek, menepuk pelan bahu cucu kesayangannya.

“haraboji ingin tidur…”ujar sang kakek lagi, menatap tersenyum cucunya.

“baiklah… kakek istirahat dan besok kakek harus mengantarku ke bandara…arrachi…?”

“ne…arraso… sekarang tidurlah…”

End Of Flashback

Dan kenangan itu hanya berlangsung sesaat. Cha In soo terlihat meremas kuat kertas ditangannya setelah ia membacanya.

“haraboji…”ujarnya tertahan, kesal sambil terus meremas kertas ditangannya “haraboji…”ujarnya lagi lebih keras dari sebelumnya.

“haraboji… aku berjanji…aku akan membuatnya hancur hingga berkeping-keping, dan aku akan melemparkanya ke dalam jurang terdalam… ini janjiku… ini janjiku untukmu…”ujar In soo sambil meremas sebuah foto keluarga ditangannya, kesal, marah.

***********

Matahari menjelma. Hye na perlahan membuka matanya, menatap sang mentari yang mengintip dari celah jendela. Hye na memejamkan matanya cepat dan kemudian membukanya perlahan, tersenyum, mengangkat separuh tubuhnya perlahan, tidak ingin membangunkan laki-laki disisinya

“eemmmm…”terdengar gumaman lembut dari sisinya. Terlihat Jung min melingkarkan lengannya di perut Hye na dan menyembunyikan wajahnya di balik tubuh Hye na dari sinar mentari yang menyilaukan. Hye na tersenyum menatap itu dan perlahan bangkit, menutup celah jendela yang terbuka kemudian mengusap pelan kepala Jung min

“kau tidak bangun sayang…”ujar Hye na lembut, menatap Jung min yang terlihat masih memejamkan matanya.

“eemmm…” yang terdengar hanya gumaman lembut dari Jung min.

“yya…sayang… kau tidak kekantor…? Sekarang sudah pukul 7 pagi…”

“ahni… aku masih mengantuk sayang…”

Hye na mendesah pelan “…baiklah… aku harus menyiapkan sarapan… apa ada yang ingin kau makan pagi ini…?”

“ahni… apapun yang kau masak… aku akan memakannya…”ujar Jung min masih terdengar mengantuk. Hye na tersenyum, kemudian perlahan menyingkirkan lengan Jung min dan bangkit berdiri, namun tubuhnya tidak seimbang, seseorang menariknya terjatuh kembali ke ranjang, tepat disisi Jung min yang tersenyum senang, dengan mata terpejam.

“auuushhh… apa yang kau lakukan…”ujar Hye n kesal

“tak ada… beri aku ciuman selamat pagi dulu sayang…”

“antwe…”

“ayolah…”

“antwe… lebih baik kau bangun dan mandi…”ujar Hye na, sambil kemudian mengangkat lengan Jung min yang menahannya dan bangkit.

“ayolah sayang…”ujar Jung min, membuka matanya dan mengangkat sebagian tubuhnya, bersandar di kepala ranjangnya, menatap Hye na yang tengah mengambil sesuatu di lemari pakaiannya

“oh ya sayang…”ujar Hye na tidak memperdulikan ucapan Jung min. Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na. “aku ingin bertanya sesuatu… baju mana yang bagus aku pakai untuk pesta oppa Ji hoon dan onnie…”ujar Hye na, sambil mengambil 2 buah gaun yang berbeda, keduanya sama-sama berwarna putih, dan berbeda pada panjang dan bentuk gaunnya. Satu diantaranya berupa gaun panjang dengan potongan dada berbentuk V dan bagian punggung yang terbuka sedangkan gaun yang satunya adalah gaun pendek selutut dengan potongan dada berbentuk kemben.

“mana yang pantas aku pakai…”tanya Hye na, sambil menunjukkan kedua gaun itu bergantian di tubuhnya di hadapan sang suami.

Jung min terlihat diam menatap kedua gaun itu “…apa tidak ada gaun yang lain…”tanya Jung min, menatap Hye na kesal

Hye na terlihat diam, menatap kedua gaun itu sesaat, bergantian “antwe… hanya dua gaun ini yang ingin aku pakai…”ujar Hye na

Jung min diam, menatap Hye na semakin kesal “…ausshhh… menurutku tidak keduanya… pakai saja celana jeans dan kaos serta jumper yang biasa kau pakai saja…”

“mwo!?!? Bagaimana bisa…?”

“auusshhh…”

Hye na diam ditempatnya menatap Jung min, kemudian senyum terlihat diwajahnya “…kalau begitu aku pakai baju ini…”ujar Hye na sambil kemudian menunjukkan gaun pendek berwarna pink dengan bagian dada terbuka tanpa tali.

“auusshhh… terserah kau saja…”ujar Jung min kesal, menutup kepalanya dengan bantal.



Hye na tersenyum menatap itu dan kemudian pergi perlahan, meninggalkan Jung min yang masih kesal di tempatnya.

“baiklah sayang… aku harus menyiapkan sarapan…”

“AUUUSSSHH!!!!”seru Jung min semakin keras, semakin kesal pada Hye na.

***********

Matahari belum beranjak tinggi, namun Seung gi terlihat tengah terdiam, menatap seseorang yang sedari tadi terlihat disibukkan dengan pekerjaannya. Wajahnya terlihat pucat, namun ia terlihat memaksakan dirinya melakukan apapun yang ada dihadapannya, seperti sekarang.

Seung gi bangkit perlahan dari tempat ia mengamati orang itu dan perlahan melangkah mendekatinya, hingga orang itu membalikkan tubuhnya dan tepat menatap Seung gi dihadapannya.

“ahh… Seung gi-ssi…”ujar orang itu terkejut sesaat, sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya menatap seseorang yang berpakaian perawat dibelakangnya.

“apa segalanya sudah siap…”tanya orang itu

“tapi dokter Min… anda terlihat pucat… apa tidak lebih baik anda istirahat…”

Dokter Min Hyun ah terlihat tersenyum menatap perawat tersebut “ahni… gwenchana…”ujar dokter Min

“benarkah…?”sambung Seung gi, menatap Min Hyun ah

Dokter Min tersenyum menatap Seung gi “…ne… gwenchana… tapi…ada apa kau mencari ku sepagi ini…”

“ahni… hanya…”

“kita ngobrol saja diruanganku…”ujar dokter Min, yang kemudian melangkah pelan kearah ruangannya di ikuti Seung gi yang juga melangkah perlahan, tiba-tiba Seung gi menghentikan langkahnya, mengalihkan pandangannya pada 2 orang perawat yang melihat kepergian dokter Min dengan wajah yang sendu “…kasihan dokter Min… dia terlalu memforsir dirinya dengan bekerja.. sudah 2 hari ia tidak pulang… entah ia cukup istirahat atau tidak…”ujar perawat itu, menatap dokter Min kasihan. Seung gi diam, dan kemudian kembali mengikuti langkah dokter Min hingga tiba-tiba ia dikejutkan oleh sesuatu.

Tubuh dokter Min oleng, dokter Min bersandar di dinding rumah sakit Han, memegang kepalanya, dan tepat saat Seung gi melangkah mendekat, dokter Min jatuh pingsan dalam pelukan Seung gi. Seung gi berjongkok dengan kepala dokter Min dalam pangkuannya “dokter Min… bangun… apa kau tidak apa…”

Tapi tidak terdengar jawaban apapun dari dokter Min Hyun ah, hingga akhirnya Seung gi memutuskan untuk membawa dokter Min pergi. Seung gi mengangkat tubuh dokter Min dalam pelukannya dan membawanya keluar dari rumah sakit Han kemudian dengan perlahan membawa dokter Han dan mendudukkannya di kursi mobilnya.

Tak lama Seung gi menghentikan laju mobilnya di sebuah taman tak jauh dari rumah sakit Han. Seung gi terdiam dansesekali menatap dokter Min yang duduk di kursi disisinya. Tak lama, perlahan dokter Min membuka matanya, menatap sekelilingnya dan kemudian mengalihkan pandangannya menatap sisinya.

“gwenchana…?”tanya Seung gi, menatap dokter Min Hyun ah, cemas

Min Hyun ah terlihat diam sesaat “…ahh…de…gwenchanayo… tapi kenapa aku ada disini… bukankah aku seharusnya ada dirumah sakit…”

“ne… kau pingsan.. dan sekarang kau harus makan ini… ada apa denganmu…”ujar Seung gi sedikit marah pada Hyun ah “tidak seharusnya seorang dokter elupakan kesehatannya sendiri… nagaimana bisa memeriksa kesehatan orang lain jika seorang dokter tidak memperhatikan kesehatannya..”sambung Seung gi, menatap Hyun ah yang duduk dihadapannya kesal.

Min Hyun ah terlihat diam, menundukkan kepalanya. Seung gi membuka pintu mobilnya cepat, dan keluar kemudian melangkah pelan kesebuah kursi taman tak jauh ia memarkirkan mobilnya. Tak lama Min Hyun ah terlihat menyusul Seung gi dan duduk dihadapan Seung gi.

“makan… kau harus makan sarapanmu…”ujar Seung gi kesal, menatap Hyun ah.
 
“aku tidak berselera… mianhe… aku mohon… antar aku ke rumah sakit… ada yang harus aku lakukan di rumah sakit…”

“antwe.. setelah kau memakan sarapanmu…aku akan mengantarmu kembali ke rumah sakit…”

“tapi…”

“habiskan sarapanmu…”ujar Seung gi sambil kemudian mulai memakan sarapannya. Min Hyun ah terlihat diam menatap Seung gi yang tengah memakan sarapannya kemudian helaan napas terdengar. Min Hyun ah menyerah, perlahan ia mulai memakan sarapan yang diberikan oleh Seung gi padanya.
Seung gi menatap Min Hyun ah sesaat dan kemudian senyum terlihat diwajahnya “kau akan lebih baik jika sudah menghabiskan sarapanmu… dan…’ujar Seung gi yang terdiam sesaat ditempatnya, menatap Hyun ah yang kini terdiam membalas tatapan Seung gi, bertanya.

“apapun yang membuatmu bersedih, gelisah, marah maupun kesal… katakan padaku… katakan semua yang ingin kau katakan… anggap aku sebagai temanmu… dan jika kau butuh bantuanku… katakan saja dan aku akan berusaha untuk membantumu…”ujar Seung gi, menatap Hyun ah yakin.

Min Hyun ah terlihat diam ditempatnya, menatap keyakinan Seung gi, dan kemudian dengan penuh keyakinan, Hyun ah akhirnya memutuskan sesuatu “…errrrmmmm sekarang… bilehkah aku meminta bantuanmu…?”

Seung gi terlihat diam, menatap Min Hyun ah senang “…apa… katakan saja…”

***********

“kau sudah mandi sayang…”ujar Hye na menatap Jung min tersenyum yang tengah mengenakan pakaiannya. Jung min diam ditempatnya, tidak menjawab pernyataan Hye na. “apa kau marah…?”tanya Hye na
Jung min masih diam ditempatnya “…baiklah…”ujar Hye na kemudian sambil mengambil jas Jung min dan menyerahkan “…aku akan pergi jika aku hanya membuatmu marah…”ujar Hye na lagi sambil menyerahkan jas milik Jung min. Jung min terlihat diam, menatap Hye na yang melangkah kearah pintu.

“sayang…”panggil Jung min, menatap Hye na yang menghentikan langkahnya dan perlahan membalikkan tubuhnya menatap Jung min, tersenyum

“ada apa…”jawab Hye na

Jung min terlihat diam ditempatnya, menatap Hye na ragu, “ada apa….?”tanya Hye na yang kini sudah berada di hadapan Jung min dan akan membantu Jung min mengenakan jasnya.

“apa kau benar-benar akan mengenakan gaun-gaun itu…”tanya Jung min, menatap Hye na.
Hye na diam, menatap Jung min “…memang kenapa sayang…?”tanya Hye na, menggoda Jung min.

“auusshh… aku benar-benar serius… apa kau benar-benar akan mengenakan gaun-gaun itu…”tanya Jung min lagi, semakin kesal

“auuhhh… suamiku benar-benar tampan…”ujar Hye na, menatap Jung min kagum, sambil sesekali membenarkan pakaian Jung min.

Jung min diam, menatap Hye na, hatinya yang sebelumnya kesal, kini kekesalannya terlihat sangat jelas di wajahnya.


Dan Hye na menyadarinya. Hye na tersenyum “kau benar-benar marah sekarang…”ujar Hye na, menggoda Jung min. Jung min semakin kesal dibuatnya. “auusshhh…” ujar Jung min yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Hye na yang tersenyum, diam ditempatnya, menatap geli sang suami.
 
“ahhh.. tunggu sayang…”panggil Hye na, mengejar langkah Jung min sambil terkikik geli, dibelakangnya.
Jung min duduk di kursinya, menghadap makanan yang telah disediakan Hye na sebelumnya, tak lama Hye na duduk, menyusul disisi Jung min dengan Ha na dipangkuannya. Jung min diam, dialihkannya pandangannya menatap Ha na yang terlihat tengah memainkan mainan ditangannya, namun segera mengalihkan pandangannya setelah menyadari tatapan sang ayah. Ha na tersenyum lebar menatap ayahnya, dengan cepat membuang mainan ditangannya dan berusaha lepas dari pelukan Hye na agar dapat berada dipelukan sang ayah. Jung min tersenyum menatap Ha na, namun hanya sesaat, tiba-tiba…

“appa…? Gwenchana…?”tanya Jae min tiba-tiba, menatap sang ayah bingung

“ne… gwenchanayo… sekarang makanlah… atau kau akan terlambat nanti…”jawab Jung min serius.

Jae min diam sesaat ditempatnya, menatap Jung min yang diam dan mulai memakan sarapannya.

“omma..? ada apa dengan ayah…?”tanya En kyu tiba-tiba, mendekatkan dirinya pada sang ibu, berbisik.

“ahni… tak apa… gwenchana… tak usah khawatir… makanlah…”jawab Hye na tersenyum yang kemudian menatap Jung min di sisinya “apa segini cukup sayang…”ujar Hye na sambil mengambilkan nasi di piring Jung min.

Jung min diam, kemudian menganggukkan kepalanya, mengiyakan. Hye na tersenyum menatap itu. Tak lama keluarga kecil itu memulai sarapan mereka, hingga…

“aku berangkat sekarang…”ujar Jung min, sambil mengusap mulutnya dan bangkit dari tempatnya. Dialihkan pandangannya menatap Hye na kemudian pada Ha na yang berada dipangkuan Hye na “appa berangkat dulu sayang…”ujar Jung min yang kemudian mengecup kening Ha na dan tanpa Hye na duga, Jung min juga mengecup keningnya

Hye na tersenyum, tak lama sebelum Jung min sampai di pintu depan mansion Lee, tiba-tiba Hye na bangkit dari tempatnya sambil membawa Ha na serta dalam pelukannya. “sayang…”panggil Hye na, menghentikan langkah Jung min. Jung min membalikkan wajahnya menatap Hye na dan tidak disangkanya, tiba-tiba Hye na mengecup lama bibir Jung min. Jung min hanya terdiam ditempatnya.

“lebih baik…?”tanya Hye na, menatap Jung min tersenyum setelah ia melepaskan ciumannya. Jung min masih diam ditempatnya, ia benar-benar terkejut dengan perlakuan Hye na yang tiba-tiba padanya.

“ah ya… aku berangkat sore ini, setelah Jae min dan Min jae pulang… kau dan En kyu akan menyusul bukan…?”

Jung min diam ditempatnya, namun terlihat ia menganggukkan kepalanya dengan keterkejutan masih terlihat diwajahnya.

“kalau begitu aku tenang sekarang… jangan lupa ya… dan untuk gaun yang akan aku pakai, kau akan melihatnya di sana…”ujar Hye na tersenyum. Jung min terlihat masih diam ditempatnya, menatap Hye na “..ok… hati-hati sayang…”tambah Hye na lagi, yang kemudian mengecup pipi Jung min kemudian membalikkan tubuhnya perlahan, namun langkahnya terhenti, tepat sebelum ia membalikkan tubuhnya. Jung min menarik lengan Hye na dan membawanya dalam pelukannya, mengampit Ha na diantara keduanya. Jung min dengan cepat menempelkan bibirnya pada bibir Hye na, mengecup Hye na dan semakin lama semakin dalam, hingga akhirnya berhenti setelah Ha na menangis.

“ahhh… sayang… kau terjepit ya… mianhe… maafkan appa sayang…”ujar Jung min, mengambil Ha na dari pelukan Hye na dan menggendongnya. Hye na diam ditempatnya dan keterdiamannya hanya sesaat “sudah sayang… berangkatlah… atau kau akan terlambat…”

“ahni… Ha na menangis… aku harus menghiburnya hingga ia berhenti menangis sayang…”ujar Jung min sambil menggendongnya, menimangnya dan membawanya berjalan, namun Ha na masih menangis dan semakin bertambah keras. “auuuushhh… sayang… apa yang terjadi pada Ha na…”ujar Jung min khawatir menatap Hye na. Hye na tersenyum diam, menatap Jung min yang semakin berusaha keras untuk menenangkan Ha na.

“apa dia sakit sayang…/”tanya Jung min kemudian sambil memegang lebut dahi Ha na dan merasakan kalau-kalau Ha na demam, namun “ahni… apa yang terjadi padanya…”tanya Jung min lagi, semakin khawatir.

“bawa kemari… sudahlah… gwenchana… tak apa… biar aku yang mengurusnya… sekarang pergilah…atau kau akan terlambat…”

Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na dan Ha na yang masih menangis di pelukan Hye na “baiklah… aku pergi…”

“ne…”

“ahhh… sayang… jet pribadi keluarga Lee siap mengantar kalian… aku sudah mengatakan pada appa untuk meminjamnya… jadi pergilah dengan jet itu… itu akan membuatku lebih tenang… dan aku pasti akan menyusulmu…”ujar Jung min, tersenyum menatap Hye na, kemudian dengan cepat ia mengecup pipi Hye na sebelum akhirnya ia melangkah masuk kedalam mobilnya.

Hye na tersenyum ditempatnya, menatap kepergian Jung min. “baik Ha na… nanti akan menjadi perjalanan pertamamu sayang…”ujar Hye na, menatap Ha na yang perlahan mulai berhenti dari tangisnya, Hye na tersenyum menatapnya “…ahhh… anak pintar…”ujar Hye na sambil kemudian membawa Ha na masuk kedalam.

************

“kau benar-benar tidak ikut bersama omma sayang…?”tanya Hye na, menatap En kyu yang duduk dihadapannya, menatapnya tengah menyiapkan pakaian Ha na.

“ahni omma… sudah terlanjur janji dengan appa…”
Hye na diam ditempatnya, menatap EN kyu sesaat sebelum akhirnya tersenyum dan menatap En kyu kembali “…sebenarnya apa yang kau lakukan dengan ayahmu itu…”tanya Hye na menatap En kyu penuh tanda tanya.

En kyu diam ditempatnya, menatap Hye na “…ahni omma tak ada… hanya urusan perusahaan…dan tidak ada yag penting…”

“benarkah…?”

“ne… semuanya baik…dan ini hanya masalah kecil saja…” jawab En kyu, menatap sang ibu tersenyum yang sesaat dibalas sebuah senyum manis oleh Hye na “dan kau omma…? Sepertinya kau sangat antusias dengan acara ini…”

“ne… tentu saja… kita akan pergi ke Jeju…dank au tau Je ju adalah rumah kedua omma… disana juga banyak anak-anak omma yang lain… dan kali ini omma lebih bersemangat lagi karena adik-adikmu juga ingin ikut… mereka ingin melihat apa yang ommanya lakukan sebelumnya…”

En kyu diam, menundukkan kepalanya, tersenyum “…apa yang kau pikirkan sayang…”

“ahni… tak ada… apa kau masih ingat semuanya…?”tanya Hye na, menatap En kyu antusias.

En kyu diam ditempatnya, semakin menundukkan kepalanya, sedih. Ya, tidak mungkin ia melupakan tempat ia ditampung setelah bencana itu, tempat dimana ia tidak dapat berkumpul dengan keluarga aslinya, tempat dimana akhirnya ia mengetahui bahwa dirinya seorang diri.

Hye na diam, menatap EN kyu, membaca kesedihan dari wajahnya, dan hatinya terasa sakit “oohhh… nak.. maafkan omma… bukan maksud omma mengungkit segalanya… ohhh… anakku…”ujar Hye na sambil kemudian mengangkat kepala En kyu dan membawanya kedalam pelukannya “oohhh… mianhe… mianhe…”ujar Hye na, mengusap lembut kepala En kyu. Tak terlihat oleh Hye na, air mata En kyu jatuh dan dengan cepat En kyu segera menghapusnya.

“gwenchana omma…”

“jika kau tidak ingin datang… kau tidak usah…”

“gwenchana ommoni… ini untuk Ji hoon hyung…”ujar En kyu, mengangkat kepalanya, menatap Hye na tersenyum “…baiklah… jika itu keinginanmu..”ujar Hye na yang kemudian bangkit ketika terdengar suara tangis Ha na  “ahhh…sayang bisa kau bantu omma… tolong tenangkan Ha na…”

“ne…”

“terima kasih banyak sayang…”ujar Hye na sambil kemudian memasukkan pakaian terakhir Ha na yang akan dibawanya, dan ketika Hye na akan beranjak mengambil Ha na dari En kyu, tiba-tiba ponselnya berdering. Hye na menatap En kyu, tersenyum “mianhe…”ujar Hye na yang kemudian mulai berbicara melalui ponselnya, hingga tak lama kemudian…

“ahhh… sayang… omma harus pergi kerumah sakit… ada yang harus omma lakukan… apa kau akan baik-baik saja dengan Ha na…?”

“ahhh… ne omma… tentu saja…”

“terima kasih banyak…”ujar Hye na yang kemudian mengambil tasnya, mengecup Ha na kemudian memeluk En kyu sesaat, yang membuat En kyu tersenyum lebar “yya… omma…”ujar En kyu, tersenyum menggelengkan kepalanya menatap Hye na yang melangkah cepat keluar dari kamar Ha na.

***************

Hye na menatap diam wanita yang duduk terdiam tak jauh dihadapannya. Ditatapnya wanita itu dalam, hingga tiba-tiba Hye na segera beranjak mendekatinya saat Hye na mendengar isakan darinya.

“Hyun ah-aa… gwenchana…?”tanya Hye na, menatap Min Hyun ah khawatir. Dokter Min terlihat mengangkat wajahnya yang mulai terlihat garis air mata diwajahnya. Hye na menatapnya sedih dan perlahan kemudian Hye na menghapus air mata yang kini mulai deras jatuh.

“ne… gwenchana…semuanya baik….”

“…lalu… ini…”ujar Hye na sambil menghapus air mata Hyun ah yang perlahan jatuh.

“ahniyo… gwenchana…”

“tapi…”

Hyun ah mengalihkan pandangannya, menatap Hye na, memohon “…Hye na-aa… aku mohon… ijinkan aku… “

Hye na diam ditempatnya, ia mengetahui arah pembicaraan itu “… ahniya… kau tidak bisa…”ujar Hye na, bangkit dari tempatnya dan duduk dihadapan Hyun ah, melipat tangannya di dada, tegas.

“aku mohon… aku hancur jika ada disini… biarkan aku pergi dan menenangkan diriku…”

“tapi tidak dengan cara seperti ini… kau bisa mengambil cutimu…”

Hyun ah diam ditempatnya. dia tidak mungkin melakukan itu. “akan sama saja… jika aku pergi kesana, akan ada banyak yang aku kerjakan jika aku pergi… tapi beda jika aku hanya sekedar mengambil cuti… aku mohon… ijinkan aku…”

Hye na diam ditempatnya, menatap Hyun ah yang menatapnya memohon. Hye na diam, dan ia semakin merasa kasihan dengan Hyun ah. Hye na melangkah mendekat, mengambil sebuah kursi terdekat kemudian meletakkannya di hadapan Hyun ah untuk kemudian Hye na duduk dihadapan Hyun ah, menatapnya serius “…apa kau benar-benar harus seperti ini…?

“aku ingin pergi… bahkan harus pergi….”ujar Hyun ah menatap Hye na memohon

“tapi…”

“aku mohon…”pinta Hyun ah, menatap Hye na memohon.

“apa kau benar-benar yakin…?”

“de…”

“ini tidak hanya sekedar untuk 1 hari atau 6 bulan… ini untuk 2 tahun… 2 tahun kau akan berada ditempat itu…”

“ne… aku tahu itu… aku sangat paham dengan itu…”

Hye na menatap Hyun ah, dan menemukan keyakinan dimatanya. Hye na diam, memejamkan matanya lalu  menarik napas panjang. “…heeemmm.. baiklah jika itu keputusanmu… aku…”

“benarkah…? Kau menyetujuinya…? Kau akan mengirimku kesana…?”

Hye na tersenyum menatap Hyun ah yang tak lama kemudian tiba-tiba melangkah mendekat dan menghambur, memeluk Hye na.

End Of Flashback

“Seung gi ahjussi… gwenchana…?”ujar En kyu tiba-tiba, menatap Seung gi yang duduk dihadapannya khawatir.

“apa yang terjadi…”tanya Hye na, tiba-tiba, menatap En kyu dan Seung gi bergantian.

“ahni…”ujar Seung gi “tak ada Hye na-aa… semuanya baik En kyu…”

Hye na terlihat diam ditempatnya, menatap En kyu sesaat sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya menatap Seung gi yang masih duduk terdiam ditempatnya.

“aku…” Seung gi terdiam ditempatnya. En kyu dan Hye na terdiam, menatap Seung gi menunggu. “aku… harus pergi…”ujar Seung gi yang kemudian bangkit dari tempatnya dan pergi, meninggalkan En kyu dan Hye na.

************

“sekretaris Jung… apa kau diluar…”ujar seseorang sambil menatap awan yang berarak dari jendela kaca ruang kerjanya.

“ne… tuan Cha…”

“aku harus pergi…”

“mwo…? Apa tentang itu tuan…”

“ne… aku harus pergi dan menyelesaikannya segera… aku tidak ingin kematian haraboji meninggalkan jejak ketidak adilan…”

“tapi… apa tidak ada cara lain tuan…”

“ahni… tidak ada… aku ingin sesuatu yang setimpal… aku tidak akan berhenti sampai orang itu merasakan penyesalan yang sangat…”jawab laki-laki itu, masih menatap awan di luar jendela kacanya, namun kini ia terlihat telah bangkit dari kursinya, sambil sesekali menegak minuman dari gelas ditangannya.


*********


Seung gi diam ditempatnya, menatap kopi di gelas, dihadapannya, hingga tak lama seseorang datang, memecah lamunannya.

“selamat siang Lee Seung gi-ssi…”ujar seorang wanita, yang berhasil membuat Seung gi mengangkat kepalanya, menatap orang itu.

“ahhh… dokter Min…”ujar Seung gi yang terlihat segera bangkit dari tempatnya menatap Hyun ah dihadapannya.

“cukup Hyun ah saja… kita tidak sedang berada di rumah sakit.. cukup panggil Hyun ah saja…”
Seung gi diam sesaar, kemudian tersenyum, membalas senyuman Hyun ah “..silakan duduk…”ujar Seung gi kemudian.

Keduanya duduk berhadapan dan hening, tidak terdengar perkataan apapun, hanya desahan sesekali yang mengiringi keterdiaman keduanya.

“eheemm… apa ada yang bisa aku bantu…”ujar Seung gi akhirnya

Hyun ah diam ditempatnya, menatap Seung gi bingung “…apa..?”

“apapun… apa ada yang bisa aku bantu…”jawab Seung gi.

Hyun ah diam sesaat, memikirkan sesuatu, kemudian senyum terlihat terkembang diwajahnya. “apa kita bisa memesan makanan… aku lapar sekali…”ujar Hyun ah tiba-tiba, sambil mengambil buku menu disisinya.

Seung gi diam, menundukkan kepalanya. “ahhh… Seung gi-ssi… apa yang ingin kau pesan…”tanya Hyun ah, tidak menggubris pertanyaan Seung gi sebelumnya.

Seung gi mengangkat kepalanya, menatap Hyun ah sesaat sebelum akhirnya ia memesan makanan untuk makan siangnya.

***********

Malam menjelma. Bulan terlihat tersenyum, menatap dua orang laki-laki yang tengah terdiam, menatap sang bulan. Tidak terlihat senyum diwajah keduanya. Keduanya terlihat melamun, memikirkan sesuatu yang membuat keduanya mengalami hal yang sama namun dengan seseorang yang berbeda. Rindu…

“ahhh… aku sudah merindukannya…”ujar Jung min menatap langit malam, mendesah.

“aku juga…”

Keduanya terdiam, dan mendesah bersamaan.

“mwo..?!?”

“apa…?”

“si..siapa yang kau rindukan…aussshhh..”

Seung gi terlihat diam ditempatnya, menatap Jung min bingung “apa maksudmu…”

“ahni… kau tidak merindukan Hye na bukan…”

“yya!! Untuk apa aku merindukan Hye na…”ujar Seung gi sama kesalnya dengan Jung min

“auushhh… lalu…?”

“yya!! Aku merindukan orang lain…”

Jung min diam ditempatnya, menatap Seung gi bingung sekaligus penasaran “..siapa…?”

“apanya…”

“yang kau rindukan… siapa orang itu…”

“auushhh… bukan urusanmu… aku pergi sekarang…aku sudah lelah…”

“kemana…”

“pulang… tidur…”

“auuushhh… lalu bagaimana dengan aku…”ujar Jung min, menatap Seung gi, dan berhasil membuat Seung gi menghentikan langkahnya. Seung gi memutar tubuhnya, menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya senyum terlihat diwajahnya “terserah padamu…”ujar Seung gi yang kemudian melangkahkan kakinya kembali, pergi dari ruang kerja Jung min.

“auushhh… tidak bisakah kau menemani aku…”seru Jung min, menatap Seung gi, mengharapkan Seung gi, namun ternyata Seung gi tidak menggubris ucapan Jung min, dan pergi meninggalkan Jung min sendiri dengan kerinduannya.


“ahhh… ahjussi… kau akan pulang…”

“ne… tolong temani appamu itu… dia sudah menunjukkan tanda kegilaan karena rindu dengan ommamu…”ujar Seung gi tersenyum dan kemudian melangkah pergi meninggalkan En kyu yang menatap Seung gi tersenyum. En kyu membalas senyum Seung gi sebelum akhirnya Seung gi menghilang, berbelok. En kyu melangkah masuk kedalam ruang kerja Jung min.

“appa…? Gwenchana…?”tanya En kyu, menatap Jung min yang terlihat menundukkan kepalanya, sedih, merana “appa…’panggil En kyu lagi, emanatp Jung min, melangkah mendekat. Jung min mengangkat wajahnya menatap En kyu “…gwenchana…?”tanya En kyu lagi.

“ne… ada apa En kyu-aa…”tanya Jung min menatap En kyu kemudian duduk di sofa tepat dihadapan En kyu.

“ini…laporan terakhir yang aku dapat dari New York…”ujar En lyu sambil menyerahkan sebuah berkas ke hadapan Jung min.

Jung min mengambilnya dan mulai membacanya “…semua ini…benarkah…?”

“ne appa… kabar itu benar… dan baru beberapa hari yang lalu kejadiannya…”

Jung min diam, membaca semua laporan yang diberikan En kyu padanya “…kita ke New York besok En kyu-aa..”

“tapi acara di Jeju…?”

“yang lebih mendesak, kita harus ke New York… ada banyak hal yang perlu kita lakukan… untuk menanggapi laporanmu ini…”

“tapi…”

“ada apa lagi En kyu-aa…appa sangat sibuk sekarang…”ujar Jung min yang kini terlihat tengah membuka beberapa berkas yang lain di meja kerjanya.

“…omma…”ujar En kyu sambil menyerahkan ponselnya pada Jung min.

“apa…”tanya Jung min tidak mengerti

“ini…omma… beberapa saat yang lalu omma meneleponku… dan aku bilang untuk menunggu jika ingin bicara dengan appa… tapi…sepertinya appa sedang sangat sibuk… jadi ya sudah.. aku akan mengatakan pada omma…”ujar En kyu yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Jung min

“yya!! En kyu-aa…”panggil Jung min, menghentikan langkah En kyu. En kyu tersenyum sesaat sebelum ia membalikkan tubuhnya, menatap Jung min “berikan ponselmu… kenapa omma mu tidak menghubungi appa lewat ponsel appa…”keluh Jung min

“entahlah… tapi kata omma, ponsel appa tidak bisa dihubungi…”ujar En kyu tersenyum, melangkah dan duduk di kursi, dihadapan Jung min.

Jung min diam ditempatnya, menatap En kyu tidak percaya, kemudian mengambil ponselnya dan menatapnya “ahhh… habis… tentu saja tidak bisa dihubungi…”ujar Jung min, menatap ponselnya yang kehabisan baterei.

En kyu tersenyum, menatap Jung min, menatap sang appa yang terlihat lucu saat ia merindukan ommanya.
 
En kyu menatap Jung min yang tengah menunggu dan akhirnya tak lama kemudian, ponsel En kyu berdering. Jung min segera mengangkatnya setelah mengetahui nama yang tertulis di ponsel En kyu.

“omma…”ujar Jung min yang kemudian segera menekan tombol di ponsel En kyu dan segera saja sambungan terhubung. Jung min diam sesaat setelah mendengar sapaan dari Hye na.

“yobseyo… En kyu-aa….”panggil Hye na. En kyu tersenyum menatap sang ayah dan kemduian bangkit dari tempatnya, keluar dari ruangan sang appa.

“yobseyo…”jawab Jung min akhirnya. Hye na diam ditempatnya dengan ponsel melekat ditelinganya

“…sayang…”panggil Jung min lagi.

“Jung min-aa…”panggil Hye na

“aku rindu denganmu…”ujar Jung min, membuat Hye na tersenyum. “aku rindu dengan senyummu…aku rindu dengan semua yang berkaitan denganmu…kapan kau pulang…?”

“auusshh… bagaimana bisa kau bilang tentang pulang… baru siang tadi aku berangkat dan kau sudah bertanya tentang kepulangan… seharusnya aku yang bertanya, kapan kau akan kemari…”tanya Hye na

Jung min diam, menatap berkas diatas mejanya “…entahlah sayang… urusan disini belum selesai… masih banyak yang harus aku lakukan.. dan… mianhe sayang… sepertinya besok aku harus ke New York…”

“auuushhh… apa tidak bisa kau serahkan ke Seung gi…?”

“ahniyo… tidak bisa… aku harus menyelesaikannya sendiri”

“auuushhh… baiklah… terserah kamu saja…”

“yya… kau tidak marah bukan..?”

“ahni…”

“tapi kelihatannya marah…”

“ahni!!!”ujar Hye na, marah

“baik…baik… aku mengerti…”jawab Jung min, menagalah. Senyum terlihat diwajahnya “… sayang… apa kau sudah merindukanku…?”tanya Jung min kemudian

Hye na diam ditempatnya “errrmm… ahniyo… disini banyak orang… malah aku hampir saja lupa denganmu…”

“yya!! Jadi yang kau ingat hanya En kyu…”protes Jung min, kesal.

‘baiklah jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi…aku…”

“tunggu…”cegah Jung min sebelum Hye na mematikan ponselnya. “ada apa…?”tanya Hye na.

“ahni… apa Ha na sudah tidur…?”

“ne… dia baru saja tidur setelah aku susui… ada apa…?’

“ahni…aku rindu padanya… ooowwhhh… jika tidak ada hal mendadak di New York, aku akan langsung berangkat kesana… aku sudah merindukan anak-anak dan…kau sayang…”ujar Jung min, membuat Hye na terdiam ditempatnya, menatap Ha na yang berada dalam pelukannya, tengah tertidur lelap dengan senyum terkembang diwajahnya.

“baiklah… tak apa jika kau tidak bisa datang… kita bertemu di Seoul saja… aku juga sangat merindukanmu sayang…”ujar Hye na, tersenyum. Jung min terdiam ditempatnya, menatap kosong dinding dihadapannya.

“baiklah… aku harus melakukan beberapa hal disini untuk besok…”

“ne… ahhh… ingat jangan pakai pakaian yang kau tunjukkan kemarin… aku tidak menyukainya.. cari pakaian yang lain…”ujar Jung min

“errmmm… entahlah… kita lihat besok…”goda Hye na

“YYA!!! Ausshhh…”seru Jung min yang sempat terdengar Hye na, namun Hye na segera mematikan sambungannya. Hye na terlihat tersenyum, menatap ponselnya dan Ha na yang masih dalam pelukannya.

***********

Malam semakin larut. Bulan semakin meninggi dan awan semakin menyelimuti sang rembulan. Beberapa orang terlihat tengah memendam kerindua mereka pada orang yang mereka kasihi yang menempati hati mereka.

Sudah tak terhitung kali Jung min mednesah pelan, membuat En kyu yang duduk dihadapannya tersenyum menatapnya.

“gwenchana appa…?”tanya En kyu hanya sekedar basa-basi. Sebenarnya En kyu tahu yang sedang dialami ayahnya itu, namun hanya bermaksud untuk menggoda, maka EN kyu melontarkan pertanyaan itu pada ayahnya itu.

Jung min terlihat mengangkat kepalanya menatap EN kyu “…ne… appa baik-baik saja nak…”jawab Jung min setengah berbohong pada anaknya itu

“jika tidak baik.. katakan saja tidak baik… jika rindu katakan saja rindu…”ujar En kyu, menatap Jung min dan kemudian melemparkan senyum nakalnya.

“auushh… jangan menggoda appamu ini… kau anak nakal…”ujar Jung min kesal, yang kemudian berpindah tempat dari hadapan En kyu.

EN kyu tersenyum semakin lebar menatap itu. Tak lama tiba-tiba, ponsel EN kyu kembali berdering, membuat Jung min mengalihkan pandangannya menatap EN kyu, penasaran.

“apa omma mu…”tanya Jung min. En kyu menatap layar ponselnya dan disana tertulis, Park Joon ahjussi.

“Joon ahjussi… apa yang terjadi, tidak biasanya dia meneleponku selarut ini…”

“ada apa…?”tanya Jung min, menatap EN kyu sama penasarannya. “angkatlah…”tambah Jung min, menatap EN kyu menunggu.

“ne ahjussi… bukankah kau berada di New York dengan haraboji… ada apa…selarut ini menelepon Kyu…?”tanya En kyu.

“En kyu-aa… apa ommamu ada… aku tidak bisa menghubungi ponselnya… tolong berikan ponselmu padanya… ada yang sangat penting yang harus aku kabarkan padanya… pali…”

“tapi… omma…”

“ayolah EN kyu-aa… omma mu harus segera tahu…”

“tapi omma tidak di Seoul ahjussi… dia berada di Jeju…menghadiri pernikahan Ji hoon ahjussi..”

“MWO?!?! Auusshhh… bagaimana ini…”ujar Park Joon terdengar sangat cemas

“memang ada apa Joon ahjussi… apa terjadi sesuatu disana…?”

"ne… terjadi sesuatu En kyu-aa… dan ommamu harus kemari segera… apa Jung min ada bersamamu…?”

“ne… appa disini…”

“berikan ponselmu padanya..”

“tapi ada apa…?”

“berikan saja ponselmu padanya…”

En kyu terdiam, menatap khawatir appanya dan kemudian menyerahkan ponselnya pada Jung min “apa yang terjadi…”tanya Jung min, menatap En kyu.

“entahlah…”

Jung min menerima ponsel yang disodorkan EN kyu padanya dan mulai berbicara.

“ada apa Park Joon…?”



Park Joon mulai mengatakan semuanya pada Jung min dan betapa terkejutnya Jung min dengan apa yang didengarnya.

“ahhh… ne… aku akan membawa Hye na kesana… tunggu kami… aku akan pergi kesana…”ujar Jung min yang segera memutuskan sambungannya, menagmbil jaketnya dan beranjak pergi.

“En kyu-aa… kita ke Jeju sekarang… dan tolong bereskan semua berkas yang kita butuhkan…”

“ada apa sebenarnya appa…?”

Jung min terlihat diam, menatap En kyu sesaat “…harabojimu…”

“ada apa dengan haraboji…?”

Jung min diam ditempatnya, menatap En kyu dan kemudian dengan cepat mulai mengenakan jaketnya “appa!!”panggil EN kyu.

“tolong beres kan dulu berkas-berkas yang kita butuhkan dan kita akan berangkat kesana…”ujar Jung min yang kemudian melangkah pergi meninggalkan En kyu.

“pak… tolong siapkan pesawat sekarang… kita ke Je ju mala mini dan kemudian ke New York…. Ini penting sekali…”ujar Jung min melalui ponselnya.

**********

New York, pukul 10 malam

Jung min menatap Hye na yang tengah tertidur dihadapannya. setelah mendengar kabar itu, Hye na jatuh pingsan. Jung min tahu, Hye na tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi pada abojinya. Dia selalu berpikir abojinya sudah kembali normal, namun nyatanya…

Flashback

“ahhh… Jung min ada apa… kenapa dini hari kau kesini… apa kau tidak jadi berangkat ke New York…?”tanya Hye na, menatap Jung min yang kini berdiri dihadapannya. Jung min terlihat diam. Hye na tersenyum dan mengalihkan pandangannya menatap En kyu yang berdiri tak jauh dibelakang Jung min, menundukkan kepalanya “En kyu-aa… ada apa…?”

En kyu juga diam, tidak menjewab pertanyaan Hye na “ada apa ini… kenapa semuanya hanya diam…?”

“kita ke New York sekarang sayang…”

“waeyo…? Ada apa sebenarnya… kita sudah di Jeju…dan hari ini ada perayaan pernikahan Ji hoon oppa…”

“kita harus ke New York segera…”

“sebenarnya ada apa…”tanya Jae min tiba-tiba, disusul tatapan penuh tanya dari Min jae dan Jung moon.

“ne… ada apa Jung min-aa…”tanya Jung moon

“kita semua harus segera berangkat ke New York…”

“ayo Min jae… Jae min, bersiaplah…. Kita harus ke New York…”

“sebenarnya ada apa appa… apa yang terjadi di New York…”tanya Jae min lagi, menatap Jung min dan En kyu bergantian.

“sudah… kalian berdua…. Masuklah kedalam mobil… hyung akan memberitahukannya disana…”ujar EN kyu tiba-tiba

“antwe…!! Jae min ingin tahu sekarang, disini… ada apa dengan kalian berdua…”

“Jae min… Min jae… turuti apa kata hyung mu… masuklah kedalam mobil…”

Hye na masih diam ditempatnya, menatap Jung min, entah kenapa hatinya berdegup sangat kencang seakan akan keluar dari rongganya. Perlahan Hye na melangkah mendekat, menatap Jung min dalam “…ada apa sayang…?”tanya Hye na, kini perasaannya telah bercampur aduk, antara penasaran dan cemas. Hye na melangkah mendekat, menatap Jung min kemudian mengangkat tangannya menyentuh wajah Jung min, Jung min diam, memejamkan matanya, merasakan kelembutan Hye na. “…sayang…”ujar Jung min.

Hye na menatap Jung min, bertanya. Jung min membuka kedua kelopak matanya, menatap Hye na lembut

“aboji… Han aboji… beliau kritis…sekarang beliau ada di New York… dan kita harus kesana…”
Hye na terlihat diam ditempatnya, tanpa ekspresi, namun Jung min yakin Hye na terkejut, dan benar, tak lama kemudian tiba-tiba Hye na jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan Jung min.

“Hye na-aa… sayang…”seru Jung min, terkejut.

End Of Flashback

“Hye na-aa… sayang…”panggil Jung min lembut sambil mengusap pipi Hye na lembut. Perlahan Hye na membuka matanya, menatap Jung min “sayang… bagaimana keadaanmu…?’tanya Jung min, menatap Hye na khawatir.

“ahhh… sayang…. Apa yang terjadi…? Kenapa kau berada disini… bukankah seharusnya kau berada di New York…?”tanya Hye na. Jung min terlihat hanya diam ditempatnya.

“ahh… kau sudah bangun… gwenchana…?”tanya seseorang tiba-tiba yang menghambur masuk kedalam kamar Hye na dan Jung min dengan membawa Ha na dalam pelukannya.

“omma…?”ujar Hye na terkejut menatap Kang Hye Young di hadapannya.

“ohhh nak… maafkan omma… omma tidak memberikan kabar sebelumnya… tapi appamu..”

“omma!!” seru Jung min tiba-tiba, menghentikan ucapan sang omma. Kang Hye young menatap Jung min terkejut, dan mengerti “…ahh… aku akan membawa Ha na jalan-jalan…”ujar Kang Hye young yang kemudian melangkah pergi, meninggalkan Jung min dan Hye na sendiri.

Hye na mengalihkan pandangannya menatap Jung min, menunggu dengan tatapan wajah bertanya “ada apa…”tanya Hye na kemudian. Jung min diam, menatap Hye na dalam.

“apa yang terjadi pada abo..”belum selesai Hye na melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba Hye na bangkit dari ranjang dan menatap Jung min terkejut “…aboji…!! Jung min apakah benar aboji…”ujar Hye na, menatap Jung min.

“maafkan aku…”

“oohhh..tidak… aboji…”ujar Hye na

**********

End Of Chapter



maaf... membosankan... belum dapet masalah yang sebenernya  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
Salam kenal sist aii:D

jung min sm hye na makin romantis deh...
jung min gak suka bgt klo hye na pakek gaun yg terbuka,
Cemburu bgt tu soalnya takut laki" lain ngelirik hye na :P

si in soo mau ngancuri keluarga siapa?
Jung min kah ?
#asbak

next chap jgn lama" ya :D

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
akhirnya ff kesukaan update juga [biggrin] makasih sist yuki  [flowers]
yang pertama pertanyaanku ada apa dan siapa itu inso  [what] dan keluarga mana kah yang mau di hancurkannya  [what]  berharap bukan keluarga bahaginya Jung min dan hye na  whistling , engga rela keluarg idaman ku hancur gara' balas dendam semata  [dry], dan apa kemungkinan urusan yang di urus sama jung min dan en kyu itu ada sangkutannya sama In so  [what] sampai mereka sangat serius dan tidak bisa di tunda masalah itu  [chin], appanya hye na sakit parah lagi ya  [bored] aku kira bakaln engga ada masalah lagi sama kesihatannya tuan han  [goodgrief] berharap appanya baik" aja  [hug], aku paling suka kalau jung min lagi cemburu atau kesal sama sesuatu itu menunjukkan bangeeet kalau dia terlalu cinta sama hye na dan juga anak'nya  [hug] [huglove], di tunggu kelanjutannya ya sist yuki secepatnya  [biggrin] yang di shoort jangan di lupakan juga sist  [lovestruck]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Salam kenal sist aii:D

jung min sm hye na makin romantis deh...
jung min gak suka bgt klo hye na pakek gaun yg terbuka,
Cemburu bgt tu soalnya takut laki" lain ngelirik hye na :P

si in soo mau ngancuri keluarga siapa?
Jung min kah ?
#asbak

next chap jgn lama" ya :D

halo... [hug] [hug]
yup..Jung min cemburu banget kalau soal Hye na... suami posesif.. tapi Hye na sayang banget ma Jung min...  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
akhirnya ff kesukaan update juga [biggrin] makasih sist yuki  [flowers]
yang pertama pertanyaanku ada apa dan siapa itu inso  [what] dan keluarga mana kah yang mau di hancurkannya  [what]  berharap bukan keluarga bahaginya Jung min dan hye na  whistling , engga rela keluarg idaman ku hancur gara' balas dendam semata  [dry], dan apa kemungkinan urusan yang di urus sama jung min dan en kyu itu ada sangkutannya sama In so  [what] sampai mereka sangat serius dan tidak bisa di tunda masalah itu  [chin], appanya hye na sakit parah lagi ya  [bored] aku kira bakaln engga ada masalah lagi sama kesihatannya tuan han  [goodgrief] berharap appanya baik" aja  [hug], aku paling suka kalau jung min lagi cemburu atau kesal sama sesuatu itu menunjukkan bangeeet kalau dia terlalu cinta sama hye na dan juga anak'nya  [hug] [huglove], di tunggu kelanjutannya ya sist yuki secepatnya  [biggrin] yang di shoort jangan di lupakan juga sist  [lovestruck]


terima kasih banyak sist... maaf semuanya kelamaan updatenya... iya.. diusahakan untuk episode berikutnya gak selama ini  [heh] [heh] [heh]

iya... tentang Inso... nanti ada jawabannya... sebenarnya ai bingung juga, mau diapain Insonya... gak asyik kalau gak ada masalah... jadi lihat saja di chapter berikutnya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iya... Hye na juga taunya appa nya itu udah baikan dan gak akan pernah sakit lagi... tapi malah kritis... [goodgrief] [goodgrief]

awalnya bingung mau ceritain Hye na ma Jung min gimana... tapi terus dapet ide dari nikahan adik  [heh] [heh] [heh]

untuk yang short... ini mau ai post, sebentar lagi selesai  [heh] [heh] [heh]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
thanks sista buat update,annya,,,,
jungmin tetep jadi suami yg posesif,,, aku sukaaaaa,,,,,,,,,

aboji hyena meninggalkah?? wah kasihan hyena...


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
thanks sista buat update,annya,,,,
jungmin tetep jadi suami yg posesif,,, aku sukaaaaa,,,,,,,,,

aboji hyena meninggalkah?? wah kasihan hyena...


sama2 sist... aboji Hye na kritis  [goodgrief] [goodgrief] [goodgrief]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
akhirnya ff kesukaan update juga [biggrin] makasih sist yuki  [flowers]
yang pertama pertanyaanku ada apa dan siapa itu inso  [what] dan keluarga mana kah yang mau di hancurkannya  [what]  berharap bukan keluarga bahaginya Jung min dan hye na  whistling , engga rela keluarg idaman ku hancur gara' balas dendam semata  [dry], dan apa kemungkinan urusan yang di urus sama jung min dan en kyu itu ada sangkutannya sama In so  [what] sampai mereka sangat serius dan tidak bisa di tunda masalah itu  [chin], appanya hye na sakit parah lagi ya  [bored] aku kira bakaln engga ada masalah lagi sama kesihatannya tuan han  [goodgrief] berharap appanya baik" aja  [hug], aku paling suka kalau jung min lagi cemburu atau kesal sama sesuatu itu menunjukkan bangeeet kalau dia terlalu cinta sama hye na dan juga anak'nya  [hug] [huglove], di tunggu kelanjutannya ya sist yuki secepatnya  [biggrin] yang di shoort jangan di lupakan juga sist  [lovestruck]


terima kasih banyak sist... maaf semuanya kelamaan updatenya... iya.. diusahakan untuk episode berikutnya gak selama ini  [heh] [heh] [heh]

iya... tentang Inso... nanti ada jawabannya... sebenarnya ai bingung juga, mau diapain Insonya... gak asyik kalau gak ada masalah... jadi lihat saja di chapter berikutnya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iya... Hye na juga taunya appa nya itu udah baikan dan gak akan pernah sakit lagi... tapi malah kritis... [goodgrief] [goodgrief]

awalnya bingung mau ceritain Hye na ma Jung min gimana... tapi terus dapet ide dari nikahan adik  [heh] [heh] [heh]

untuk yang short... ini mau ai post, sebentar lagi selesai  [heh] [heh] [heh]

ok.. aku tunggu nextnya  [hug] , boleh aja di kasih sedikit masalah tapi.. jangan sampai misahin mereka kaya di SOL yg part 1  [hmpfh] *nawar.com [drool]* o.. Dr. Hyun Ah ada masalah apa seh sampai dia mau meningal korea  [what] kan kasian si sungi dia sudah menemukan tambatan hatinya tapi.. belum apa" sudah sedih  [bored] karna bakal di tinggal pergi , apa lagi kalau jadi pergi lumayan lama  [dry]

younee

  • Guest
in soo ??? siapa tuh? serem banget keknya ni org. kluarga siapa yg mo diancurin? [what] jangan kluarganya Jung min ye .. gomawo udah diupdate..

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
akhirnya ff kesukaan update juga [biggrin] makasih sist yuki  [flowers]
yang pertama pertanyaanku ada apa dan siapa itu inso  [what] dan keluarga mana kah yang mau di hancurkannya  [what]  berharap bukan keluarga bahaginya Jung min dan hye na  whistling , engga rela keluarg idaman ku hancur gara' balas dendam semata  [dry], dan apa kemungkinan urusan yang di urus sama jung min dan en kyu itu ada sangkutannya sama In so  [what] sampai mereka sangat serius dan tidak bisa di tunda masalah itu  [chin], appanya hye na sakit parah lagi ya  [bored] aku kira bakaln engga ada masalah lagi sama kesihatannya tuan han  [goodgrief] berharap appanya baik" aja  [hug], aku paling suka kalau jung min lagi cemburu atau kesal sama sesuatu itu menunjukkan bangeeet kalau dia terlalu cinta sama hye na dan juga anak'nya  [hug] [huglove], di tunggu kelanjutannya ya sist yuki secepatnya  [biggrin] yang di shoort jangan di lupakan juga sist  [lovestruck]


terima kasih banyak sist... maaf semuanya kelamaan updatenya... iya.. diusahakan untuk episode berikutnya gak selama ini  [heh] [heh] [heh]

iya... tentang Inso... nanti ada jawabannya... sebenarnya ai bingung juga, mau diapain Insonya... gak asyik kalau gak ada masalah... jadi lihat saja di chapter berikutnya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
iya... Hye na juga taunya appa nya itu udah baikan dan gak akan pernah sakit lagi... tapi malah kritis... [goodgrief] [goodgrief]

awalnya bingung mau ceritain Hye na ma Jung min gimana... tapi terus dapet ide dari nikahan adik  [heh] [heh] [heh]

untuk yang short... ini mau ai post, sebentar lagi selesai  [heh] [heh] [heh]

ok.. aku tunggu nextnya  [hug] , boleh aja di kasih sedikit masalah tapi.. jangan sampai misahin mereka kaya di SOL yg part 1  [hmpfh] *nawar.com [drool]* o.. Dr. Hyun Ah ada masalah apa seh sampai dia mau meningal korea  [what] kan kasian si sungi dia sudah menemukan tambatan hatinya tapi.. belum apa" sudah sedih  [bored] karna bakal di tinggal pergi , apa lagi kalau jadi pergi lumayan lama  [dry]

ya... kayaknya gak seru kalau cuma masalah biasa  punk punk punk (author di  [guns] [guns] [guns]) he he he he he

Dr Hyun ah ada masalah pribadi sist... tapi kalau jodoh kan gak bakal kemana  [jumpy] [jumpy]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
in soo ??? siapa tuh? serem banget keknya ni org. kluarga siapa yg mo diancurin? [what] jangan kluarganya Jung min ye .. gomawo udah diupdate..

ada... nanti dia yang bikin masalah sist...  [heh] [heh] [heh]

iiuuu

  • Guest
woaaaaaa, ane demen ini, tapi masalahnya kali kali ama seunggi doong lol makasii yaa udinan update aii.....

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
woaaaaaa, ane demen ini, tapi masalahnya kali kali ama seunggi doong lol makasii yaa udinan update aii.....

maksudnya masalah antara Jung min ma Seung gi sist...?  [heh] [heh] [heh] ai belum kepikiran kalau itu, tapi Seung gi ada masalah sendiri untuk mendapatkan cintanya  [heh] [heh] [heh]
sama2 sist... terima kasih untuk komentnya... [hug] [hug] [hug]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
thanks ya dah update [biggrin] [biggrin] tumben sist gak panjang chapnya [hmpfh]
tapi seneng deh ada dikit scene hana ma jungmin,favoritku. [clap] [clap]
jiahhh tuh si Jungmin pake ngelarang hyena make baju seksoy.
In soo cast baru ya?????????? wah perasaan gak enak nih
[/size][/color][/b]

younee

  • Guest
SISTTAAAAAA UPDATEE DOONNNGGG