Author Topic: Full Of Love (Song of Life 2) Chapter 17, update  (Read 22203 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Hi salam kenal...
:)
Pasangan yg sempurna. Mreka brdua saling mlengkapi.
Di chaptr in Hye Na ksihan sgat, pingsan ny nambh2. Untung ad Jungmin yg slalu menguatkan Hye Na.
Chapt slnjut ny sperti ny akn ad mslah yg mghadang mereka, jdi agak was was ni baca ny...

halo.... [hug] [hug] [hug]
terima kasih untuk koment nya sist  [cheekkiss] [cheekkiss]

iya... tapi gak akan lama kok kesedihan Hye na... kalo masalah... di chapter selanjutnya belum ada sist... cuma masalah kecil... biasa... karena JUng min yang terlalu sayang ma istrinya itu...[hmff] [hmff] [hmff]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Chapter 10

Bulan masih tampak, bintang terlihat perlahan mulai menghilang dari langit. Angin dingin yang berhembus mampu menggetarkan jendela kaca yang tertutup.

Hye na terlihat melangkah pelan di sebuah lorong kecol yang sempit yang kemudian membawanya ke sebuah ruangan degan cahaya yang remang, namun dengan cahaya itu, Hye na masih dapat elihat 2 orang manusia, seorang pria dan wanita yang saling menatap diam. Sang wanita terlihat berlutut dengan air mata yang mengucur deras dan isakan yang tertahan dihadapan sang pria yang hanya diam, menatap wanita itu. Hye na melangkah mendekat perlahan. Pria dan wanita itu masih sama seperti sebelumnya, dan sama sekali tidak terusik oleh langkah Hye na yang mendekat, atau bahkan mungkin keduanya tidak dapat melihat ada seseorang yang lain yang berada dalam lingkaran keduanya.

“…aku mohon… jangan tinggalkan aku.. aku mohon…”ujar sang wanital berlutut dengan air mata yang terus mengalir menatap sang pria penuh harap, mengenggam lengannya kuat, memohon

“sudah tidak ada yang bisa dipertahankan lagi… pergilah…segalanya sudah berakhir…”

“tolong aku… aku mohon… ini tidak seperti yang kau lihat…”

“pergilah…”

“aku mohon…”

“pergi…aku sudah tidak membutuhkanmu lagi… dan tidak ada yang dapat di pertahankan lagi…”

Hye na terdiam ditempatnya dan hanya menatap punggung sang pria yang pergi meninggalkan sang wanita yang jatuh berlutut. Hye na menatap keduanya terdiam, tidak mampu melakukan apapun dan entah kenapa perlahan air matanya jatuh menatap semua itu, seakan merasakan apa yang dirasakan oleh wanita itu.  Hye na menangis ditempatnya dan tidak tahu harus melakukan apa, dan…


Tiba-tiba slide film yang berputar tak terkendali di kepalanya terhenti, seseorang memanggilnya, membawanya kembali “Hye na… Hye na…sayang…”

Perlahan Hye na mulai membuka matanya “kau mimpi buruk sayang…”tanya Jung min, menatap Hye na khawatir sambil menyeka keringat yang mengalir jatuh dari dahinya. Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min, kesedihan terlihat diwajahnya dan tanpa diduga Jung min, Hye na menghambur kedalam pelukannya dan terisak “…hei ada apa… kenapa menangis… semuanya baik bukan…?”tanya Jung min yang perlahan melepaskan pelukan Hye na dan menatapnya, kemudian perlahan menghapus air mata yang mulai jatuh di pipinya “…kenapa menangis… apa karena mimpimu… ada apa…”

Hye na diam, namun tak lama ia menggelengkan kepalanya. Jung min diam, menatap Hye na. Jung min menghela napas sesaat sebelum akhirnya memberikan segelas air mineral pada Hye na.

“minum dulu… dan tenangkan dirimu…”ujar Jung min. Hye na menerima gelas yang diberikan oleh Jung min dan mulai meneguknya, tak lama setelah Jung min meletakkan gelasnya kembali. Hye na mendekap Jung min kembali. Mendekapnya erat.”gwenchana… gwenchana… itu hanya mimpi… tidak usah khawatir…”ujar Jung min, mengusap lembut kepala Hye na, menenangkannya.

“Jung min… apa kau akan meninggalkanku jika kau marah padaku…”tanya Hye na lirih, tiba-tiba. Jung min terlihat terkejut ditenpatnya, melepaskan dekapanya, menjauhkan Hye na dari pelukannya dan menatapnya tajam “… bukankah sudah aku bilang jangan mengatakan itu lagi… aku mohon… aku tidak akan pernah marah padamu… aku tidak pernah bisa marah padamu… dan aku tidak akan bisa meninggalkanmu… aku tidak bisa hidup tanpa mu Han Hye na… jadi jangan katakan tentang itu lagi…”ujar Jung min, kesal.

“benarkah…”

“ne… jadi jangan mengatakan hal itu lagi… aku tidak ingin mendengarnya lagi…”ujar Jung min yang kemudian membawa Hye na dalam dekapannya. Hye na menghela napas panjang dan membalas dekapan Jung min dengan melingkarkan lengannya di tubuh Jung min. Keduanya terlihat tersenyum.

“lalu… sebenarnya apa yang ada dimimpimu…hingga…”

“tak ada… jangan bicarakan itu lagi…”

Jung min tersenyum menundukkan kepalanya menatap Hye na “…baiklah…kalau begitu sekarang tidur…”ujar Jung min kemudian. Hye na tersenyum. Dia tahu itu dan tak ada gunanya memikirkan mimpinya itu dan dia yakin tidak akan pernah mengalami itu. Mimpi itu hanya sebuah bunga tidur dan tidak berarti apa-apa untuknya. Senyum Hye na semakin lebar dalam dekapan Jung min.

**********

Matahari pagi mulai bersinar. Kehangatan dan sinarnya mulai terasa. Hye na tersenyum menatap semua masakan yang sudah ia siapkan di meja makan dan siap untuk disantap.

“omma…”panggil seseorang tiba-tiba, menatap Hye na terkejut, membuatnya menghentikan kegiatannya.

“ahhh… kalian sudah bangun…”ujar Hye na, menatap beberapa orang yang berdiri terdiam didepan pintu ruang makan mereka. Hye na tersenyum.

“omma… gwenchana…?”tanya Jae min, yang melangkah mendekat, menatap Hye na terkejut sekaligus bingung. Tidak biasanya ibunya itu menyiapkan sarapan pagi seperti ini setelah kematian harabojinya. Saat itu sang ibu hanya diam, melamun dengan pandangan kosong.
Awalnya Jae min, Min jae, Jung min dan semuanya merasa takut dengan perubahan Hye na karena meninggalnya sang ayah, tapi pagi ini, semuanya berubah. Seakan tidak pernah terjadi apapun sebelumnya. Hye na kembali seperti semula.

“gwenchana… semuanya baik… memang ada apa…?”tanya Hye na, bingung dengan sikap Jae min.

“…omma baik-baik saja… ayo kita makan… appa lapar… apa yang kau masak sayang…”sambung seseorang tiba-tiba yang kemudian melangkah mendekati Hye na dan kedua anaknya itu.

Hye na tersenyum, mengalihkan pandangannya menatap Jung min yang melangkah, melingkarkan lengannya di perut Hye na, mengecup pipinya lembut dan duduk di dekat Hye na berdiri. “semua makanan kesukaan kalian…”jawab Hye na sambil membuka penutup mangkuk makanannya.

“uwaaahhh… semua ini…”

Jung min tersenyum menatap Hye na “… ternyata kematian abonim tidak membawa pengaruh yang berkepanjangan untuk Hye na…” batin Jung min.

“ayo sayang… makan…”ujar Hye na, menatap suaminya tersenyum sambil kemudian mengambil mangkuk Jung min dan mengambilkan nasi untuknya.

Taklama, keluarga itu akhirnya mulai menghabiskan makanan mereka dan terlihat mulai kembali melakukan kegiatan mereka dipagi hari, yaitu bersiap.

“omma kami berangkat…”

“makan siang dirumah ya sayang…”jawab Hye na kemudian, menatap anak kembarnya yang pergi.

“…ahhh… indahnya pagi ini….”ujar Jung min, yang tiba-tiba melingkarkan lengannya di perut Hye na. Hye na tersenyum menatap suaminya itu, kemudian menyandarkan tubuhnya di dada bidangnya. “kau tidak kekantor sayang…”tanya Hye na menatap Jung min.

“….aku harus kekantor tapi… rasanya tidak ingin…”ujar Jung min, menatap Hye na, membalas senyum Hye na. Hye na masih tersenyum, mengusap wajah Jung min pelan, hingga…

“ahhhh… seosongheyo…”

“ne…”ujar Hye na yang segara melepaskan lingkaran lengan Jung min di perut Hye na dan memutar tubuh menatap ke asal suara.

“maaf agashi… nona muda Ha na sudah bangun…”ujar pelayan itu, menundukkan kepalanya tidak berani menatap Hye na.

“ahhh… ne… terima kasih…”jawab Hye na tersenyum pada pelayan tersebut, dan kemudian…“Jung min…”ujar Hye na, yang mengalihkan pandangannya pada Jung min, namun ternyata suaminya itu tidak lagi berada disisinya. Hye na terlihat mengedarkan pandangannya mencari, dan setelah tidak ia dapati keberadaan suaminya itu, Hye na tersenyum. Dia tahu dimana suaminya itu berada.

“ahhh… sayang… kau sudah bangun… mau appa mandikan…? Atau mau minum susu…? Kau lapar…?!?”ujar Jung min saat Hye na datang, dan berdiri diam di pintu kamar Ha na. Hye na tersenyum menatap itu. “sepertinya baik-baik saja…”gumam Hye na, masih menatap Jung min tersenyum.

“ok… bagaimana kalau mandi dulu, sebelum kau makan…”ujar Jung min tersenyum menatap Ha na yang mulai mengoceh “…pa pa pa…”oceh Ha na.

“auuuhhh… anak appa… ne… appa mandikan… kita tidak usah menunggu omma…”ujar Jung min, belum menyadari keberadaan Hye na di belakangnya yang tengah menatap dirinya.

**********

Malam kembali menjelma. Jung min terlihat diam di meja kerjanya. Disibukkan oleh beberapa pekerjaannya yang belum sempat ia selesaikan dikantornya pagi tadi. Seung gi selalu marah padanya karena membawa pekerjaannya pulang kerumah dan pasti keesokan paginya, Jung min akan datang terlambat kekantornya. Jung min tersenyum sesaat mengingat apa yang dialaminya dikantor. Seung gi benar-benar marah padanya.

Flashback

“kau sudah akan pulang Lee Jung min-nim…?”ujar Seung gi saat ia membawa berkas untuk dipelajari dan ditanda tangani oleh Jung min keruangannya

“ne…”

“tapi ini masih terlalu siang untuk pulang… bahkan waktu makan siangpun belum… untuk apa kau pulang…? Apa ada masalah dengan Hye na atau anak-anak…”

“ahni… karena ini belum waktunya makan siang jadi aku harus pulang… kenapa…? Kau juga ingin pulang…?” Jung min diam ditempatnya, menatap Seung gi yang berdiri diseberang mejanya menatap Jung min tak habis pikir.

“yaaa.. aku ingin… tapi…”

“kalau begitu pulanglah…”

“tapi… masih banyak pekerjaan… dan kau tidak bisa pulang begitu saja… lihat… sebanyak ini dan kau ingin pulang…??!??!”

“ne… aku ingin pulang… aku sudah terlalu rindu dengan Ha na…”

Seung gi diam, menyipitkan matanya, menatap Jung min “…tidak hanya Ha na… tapi Hye na juga bukan…?”tebak Seung gi, menatap Jung min

Jung min tersenyum lebar ditempatnya, menatap Seung gi. Tebakan Seung gi tepat



Jung min memasukkan berkas terakhirnya ke tas  besar yang sengaja ia bawa dan… “nah… sudah semuanya… kalau begitu aku pergi… hati-hati dikantor…”ujar Jung min yang kemudian menjinjing tasnya dan membawanya, melangkah keluar dari ruangannya, meninggalkan Seung gi.

“baik… kalau begitu… besok jangan terlambat… awas kalau besok kau terlambat…”

Jung min menghentikan langkahnya, menatap Seung gi “ne… ausshhh… kau belum merasakan kalau sudah memiliki sebuah keluarga… kau pasti akan bertingkah sama denganku…”ujar Jung min kesal, yang kemudian membalikkan tubuhnya kembali dan melangkah kearah pintu, namun tiba-tiba terhenti “yya… Seung gi… kau boleh ikut untuk makan siang…”ujar Jung min, menatap Seung gi tersenyum.

End Of Flashback

Jung min tersenyum ditempatnya mengingat kemarahan Seung gi padanya, namun segera terhenti saat ia mendengar suara gumaman lembut yang membuatnya bangkit dari tempatnya dan berjalan kearahnya.

“…kau tersenyum sekarang…”ujar Jung min menatap Hye na yang terlelap dan tersenyum. “apa yang kau impikan sekarang…”gumam Jung min lagi, menatap Hye na. Jung min menghembuskan napas panjang dan tersenyum. Perlahan ia melangkah kembali ke mejanya dan menutup berkas terakhir yang harus ia pelajari dan tanda tangani. Setelahnya, Jung min terlihat melangkah kearah ranjang dan kemudian merebahkan dirinya disisi Hye na.

“kau benar-benar sangat lelap sekarang…”ujar Jung min, membalikkan tubuhnya, menatap Hye na yang tidur lelap disisinya. Jung min tersenyum sesaat sebelum akhirnya, menarik tubuh Hye na dan membawanya tidur dalam dekapannya. Hye na tersenyum sesaat dan semakin merapatkan tubuhnya dalam pelukan Jung min sebelum akhirnya Jung min memeluk Hye na erat.

***********

Jung min tersenyum menatap Hye na yang masih memejamkan matanya. Matahari sudah menampakkan sinar dan kehangatannya.Jung min terlihat memringkan tubuhnya menatap istrinya yang masih memejamkan mata disisinya. Jung min tersenyum da perlahan, tidak ingin membangunkannya, Jung min mendekatkan wajahnya, menutupi sinar mentari yang mulai masuk melalui celah tirai jendela ke wajah Hye na.

Jung min tersenyum menatap senyum Hye na dan perlahan mengangkat wajahnya kemudian, mendaratkan sebuah kecupan masig-masing di kedua kelopak mata Hye na yang masih tertutup kemudian mejalar turun ke hidung, lalu… Hye na membuka matanya dan tepat saat itu, ia benar-benar terkejut karena suaminya menatap dirinya begitu dekat, begitu lekat tersenyum pada Hye na/

“oohhh… kau sudah bangun…?”tanya Hye na, menatap Jung min terkejut, tidak biasanya suaminya itu bangun sebelum dirinya.

“…ne… aku bahkan tidak tidur semalaman…”

“mwo..?!? ada apa… kenapa tidak tidur…?”tanya Hye na, menatap Jung min sesaat sebelum akhirnya ia bangkit dari ranjang dan dari pelukan Jung min, menatap Jung min khawatir “ada apa… apa pekerjaanmu sangat banyak, jadi…”

“ahni…”potong Jung min, menatap Hye na yang khawatir.

“lalu… kenapa kau tidak tidur…”
Jung min hanya diam dan tersenyum ditempatnya “… kau bisa sakit jika tidak dapat beristirahat cukup…”tambah Hye na lagi.

“…ne… hanya saja aku takut kau mendapat mimpi buruk lagi… jadi aku berjaga untukmu…”jawab Jung min tersenyum yang berhasil membuat sembuarat merah di pipi Hye na. Hye na tersipu malu, tersenyum menundukkan kepalanya. “terima kasih…”jawab Hye na, menatap Jung min. Jung min tersenyum membalas ucapan terima kasih dari Hye na, namun itu tak lama, karena kemudian…

“mau kemana…?”tanya Jung min menatap Hye na yang mulai bangkit berdiri

“aku harus membuat sarapan…”jawab Hye na tersenyum “…kau ingin sarapan apa sayang…”tanya Hye na, mengalihkan pandangannya menatap Jung min tersenyum.

“apa saja… yang kau buat akan aku makan…”jawab Jung min yang kemudian bangkit dari ranjang dan melangkah kearah Hye na dan kemudian dengan tiba-tiba ia mengecup bibir Hye na sesaat sebelum ia masuk kekamar mandi.

“aku sudah dapat…”ujar Jung min kemudian dari dalam kamar mandi.

“auusshhh… kau ini…”ujar Hye na kesal yang kemudian keluar dari kamarnya untuk mempersiapkan sarapannya. Sampai akhirnya. Segalanya telah siap. Hye na menghela napas senang.

“ahhh… akhirnya…” ujar Hye na lirih yang kemudianm menyadari kedatangan seseorang. Hye na mengangkat kepalanya “oooww… kalian sudah bangun…?”ujar Hye na ketika menatap anak kembarnya yang turun dari kamar mereka. Hye na tersenyum menyambut kedua anaknya itu.

“omma…”ujar Min jae lirih, dan tersenyum tipis menatap Hye na dengan tatapan kerinduan  namun masih dapat terdengar dan terlihat oleh Jae min yang tersenyum saat mengetahuinya.

“duduklah… kita makan…”

“appa..?!?”tanya Jae min, menatap Hye na bertanya.

“dia akan turun sebentar lagi… kalau kalian ingin makan dulu…makanlah..”

“ahni…”jawab Jae min

“tunggu appa saja…”tambah Min jae dingin. Hye na tersenyum menatap Min jae sesaat, dan tak lama ia mengalihkan pandangannya menatap seseorang yang datang. “dia datang…”ujar Hye na, tersenyum dan mengambil mangkuk dimeja Jung min kemudian mengambilkannya nasi.

“ayo makan…”ajak Jung min, menatap kedua anaknya dan mengalihkan pandangannya pada Hye na tersenyum.



*********

Pagi sudah hadir kini. Seung gi terlihat diam didalam mobilnya sambil menatap sebuah bangunan yang walaupun masih pagi sudah ramai dengan orang. Seung gi menghabiskan sarapannya tepat saat ponselnya berbunyi. Seung gi mengangkatnya dengan mulut penuh dengan roti isi.

“weee…?”ujar Seung gi ketus setelah mengetahui siapa yang meneleponnya.

“kau dimana…?!? Bukankah kita harus rapat pagi ini…”ujar seseorang dibalik ponselnya.

“ne… arasso… aku mengerti… aku sedang sarapan dan sebentar lagi akan sampai… ausshhh… kau ini biasanya datang terlambat…sekarang sudah sampai di kantor… apa ada masalah dengan Hye na…?”tanya Seung gi tersenyum dari balik ponselnya.

“auusshhh… kau dimana…?!?!?”

“aku di depn rumah sakit Han…”jawab Seung gi yang kemudian terlihat menutup mulutnya menyadari kesalahan yang ia ucapkan.

“mwo?!? Untuk apa kau berada di rumah sakit Han…”

“ahhh… ahniya… aku akan segera berangkat… tunggu aku…ok… aku tutup…”ujar Seung gi yang kemudian menutup ponselnya dan tidak member jawaban apapun pada Jung min.

Seung gi menatap rumah sakit Han sesaat. Orang yang ditunggunya benar-benar tidak muncul. Seung gi menghela napas panjang kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya dan membawanya melaju cepat.


Jung min diam, menatap kedatangan Seung gi kesal.

“wae?!”ujar Seung gi, mebalas tatapan Seung gi tidak kalah kesalnya. Jung min mendesis kesal, dan menyipitkan matanya menatap Seung gi.

“kau bilang padaku untuk tidak terlambat… tapi nyatanya…

“arassooo… mianhe… aku harus melihat sesuatu…”

“ada apa…? Kenapa kau berada di rumah sakit Han sepagi itu…?”

Seung gi diam, dan terlihat mulai salah tingkah dengan tatapan penuh selidik dari Jung min “ahni… tak ada… aku hanya perlu melihat sesuatu…”

Jung min diam, masih menatap Seung gi “…apa terjadi sesuatu…? Apa kau sakit…?”tanya Jung min, mendekatkan wajahnya menatap Seung gi, penasaran

“ahni… bukan karena itu… ahhhh… sudahlah… lebih baik kita pergi sekarang… atau kalau tidak kau tidak bisa pulang siang nanti… ada yang perlu kita lakukan pagi ini…”ujar Seung gi yang kemudian bangkit dari tempatnya dengan membawa beberapa berkas ditangannya. Jung min masih diam ditempatnya, menatap Seung gi yang terlihat mulai menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas itu.

“auusshhhh… ayo… atau kau tidak bisa pulang siang nanti…”ancam Seung gi yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Jung min.

*********

Hye na menurunkan buku yang tengah dibacanya, dan ditatapnya suami yang duduk dibalik meja kerjanya, tak jauh dari tempatnya berbaring. Matahari sudah tenggelam saat itu, dan makan malam sudah terlewati. Jung min tidak terlihat saat makan malam, dimalam itu. Setelah makan siangnya, dan bermain bersama Ha na, Min jae dan Jae min, dia terlihat berkutat dengan berkas-berkasnya kembali sampai saat ini.
Hye na mendesah pelan, menutup bukunya dan mengalihkan pandangannya ke ranjangnya dimana Ha na terlihat lelap tidur disana. Hye na tersenyum sesaat dan kemudian melangkah pelan ke arah Ha na, tidak ingin membangunkannya.

“kau sudah tidur… tapi appa mu masih terlihat asyik dengan berkas-berkasnya… kau harus kasihan pada omma…”ujar Hye na lirih, dan tersenyum. Hye na kemudian mengalihkan pandangannya menatap Jung min dan tersenyum ditempatnya.

“ada apa…?”tanya Jung min tiba-tiba, merasa diperhatikan oleh istri tercintanya.

“ahh!! Ahni… lanjutkan saja… kau tidak makan…?”tanya Hye na, yang kemudian bangkit dan melangkah pelan kearah Jung min.

“ne… aku belum lapar sayang, masih banyak yang harus aku kerjakan…”

Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min lekat “…apa kau tidak berhenti dulu dan makan…?”tanya Hye na.

“…”Jung min terlihat diam dan terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya.

“aku bawakan sesuatu ya…”

“….” Jung min masih belum menjawab ucapan Hye na. Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min, memicingkan matanya kesal. Hye na diam ditempatnya, menatap Jung min sebelum kemudian membalikkan tubuhnya untuk keluar dari kamarnya.

“mau kemana sayang…?”tanya Jung min kemudian, menatap Hye na

Hye na diam “…sayang…”panggil Jung min

“tidak usah memperdulikan aku… aku akan keluar jadi tidak mengganggumu…”jawab Hye na, tanpa ekspresi, menatap Jung min dingin. Hye na melangkah pelan “…aku titip Ha na… tapi kalau kau merasa dia akan mengganggu juga, aku akan membawanya pergi…”ujar Hye na lagi yang kemudian mengalihkan pandangannya, menatap pintu yang tak jauh di hadapannya sesaat. Jung min diam ditempatnya. meletakkan berkas ditangannya, dan menatap punggung Hye na yang masih terdiam, belum melangkah keluar.

Jung min tersenyum “…sayang…”panggil Jung min, menatap Hye na penuh dengan kelembutan dan hasrat. Hye na terlihat masih diam ditempatnya, tidak membalikkan tubuhnya dan menatap suaminya itu atau menjawab panggilan Jung min.

“sayang… kemarilah…”panggil Jung min lagi, tersenyum, namun ternyata Hye na masih diam ditempatnya, tidak membalikkan wajahnya menatap Jung min, hingga… “ayo kemarilah…”ujar Jung min lagi, yang kemudian berhasil membuat Hye na membalikkan tubuhnya, menatap Jung min. Jung min tersenyum. Hye na masih diam

“kau marah…?”

“…” Hye na hanya diam, dan mengalihkan pandangannya menyapu ruangannya.

“sepertinya kau benar-benar marah…”ujar Jung min dengan senyum semakin lebar. “kemarilah… sepertinya hari ini aku belum memelukmu…”ujar Jung min, menatap Hye na “…kemarilah…”ujar Jung min lagi yang kemudian disusul langkah pelan Hye na yang berjalan kearahnya. Hye na menghentikan langkahnya tepat disisi Jung min. Jung min diam, masih duduk ditempatnya, tak lama kemudian, Jung min mengulurkan tangannya dan memeluk pinggang Hye na, lebih mendekatkan Hye na padanya.

“aku lelah sekali sayang…”ujar Jung min lirih, membenamkan wajahnya di perut Hye na, bersandar. Hye na diam mendapat perlakuan Jung min namun tak lama, Hye na mengangkat tangannya dan mengusap lembut Jung min.

“kalau lelah, istirahat…”ujar Hye na.

“jika aku bisa…aku ingin…”jawab Jung min yang kemudian mulai mengusap-usap kepalanya di perut Hye na. Hye na terlihat menatap Jung min kasihan, tidak seprti biasanya suaminya itu mengalami hal yang membuatnya tidak bisa beristirahat dari kerjaannya. Tatapan Hye na kini berubah menjadi kekhawatiran dan rasa tidak enak yang sangat atas sikapnya pada suaminya itu.

“gwenchana…?”tanya Hye na, khawatir. Jung min menganggukkan kepalanya dengan masih membenamkan wajahnya di perut Hye na.

“benarkah…? Tapi kau terlihat sangat tidak baik…”ujar Hye na yang kemudian menjauhkan pelukan Jung min dan menatap wajah Jung min. Jung min diam ditempatnya. Rasa lelah terlihat terpancar di wajahnya. Hye na diam, menghela napas kemudian mengangkat kedua tangannya mengusap kedua pipi Jung min lembut.

“ahhhh…”Jung min menghela napas lega “…sekarang lebih baik…”ujar Jung min yang kemudian menarik Hye na, berdiri dihadapannya. Jung min dan Hye na saling tatap dalam diam “kemarilah, dan peluk aku…”ujar Jung min lagi, menatap Hye na. Hye na diam ditempatnya. Dan kemudian, perlahan Jung min membawa Hye na mendekat dan membuat Hye na duduk dipangkuannya. Hye na mendekap kepala Jung min ke dadanya, penuh kelembutan “..nyaman… sekarang jauh lebih baik…”ujar Jung min dalam pelukan Hye na. Hye na tersenyum, kemudian melepaskan pelukannya menatap Jung min “…kapan pun kau mau sayang…”ujar Hye na, tersenyum. Jung min menatap Hye na dan membawa Hye na kedalam pelukannya. Kini Hye na berbaring nyaman di dada bidang Jung min, saling memberikan dan menerima kehangatan.

*************

Hye na membuka matanya perlahan. Ditatapnya Jung min yang terlihat masih memejamkan matanya disisinya dan juga Ha na yang terlihat masih terlelap disisi lain Jung min. Hye na tersenyukm sesaat, sebelum akhirnya mengangkat kedua tangannya, mengusap wajah Jung min lembut, tidak ingin membangunkannya.

Hye na menyadari banyak hal telah terjadi pada suaminya itu. Banyak urusan yang harus diurus dan banyak masalah yang harus ia selesaikan. Hye na memang tidak memahami tentang pekerjaan suaminya itu, tapi dia sangat memahami suaminya itu, dan itu tidak dapat dipungkiri, hampir 13 tahun mereka hidup bersama, dan Hye na sudah cukup tahu tentang suaminya itu. Seperti pagi ini…

“kau sudah bangun…”tanya Hye na saat ia mengusap lembut wajah Jung min, dan ia menyadari ketika ia menatap bola mata Jung min yang terlihat bergerak di balik kelopak matanya.

“kau tahu…?”

Hye na tersenyum “…apa aku membangunkanmu…?”tanya Hye na

“ahni… memang sudah bangun… udara pagi, menyegarkan…”ujar Jung min, menatap Hye na tersenyum, kemudian perlahan bangkit, tidak ingin membangunkan Ha na yang masih terlelap disisinya. Jung min bangkit, mengangkat kedua tangannya, untuk melenturkan tubuhnya.

Hye na tersenyum “…aku buatkan sarapan…”ujar Hye na, yang kemudian berdiri dan beranjak pergi meninggakkan Jung min.

Hye na membuka pintu dihadapannya dan tepat saat ia membuka, ia melihat Seung gi akan mengetuk pintu kamarnya. “aaahhh… Seung gi-ssi…”ujar Hye na yang kemudian menutup pintu dibelakangnya. Saat itu Jung min masih dapat mendengar ucapan terakhir Hye na sebelum ia menutup pintu dibelakangnya, dan spontan, Jung min bangkit cepat, menuju kearah pintu, namun terhenti. Ia mendengar suara tangis yang keras dari belakangnya.

“ahhh… Ha na… mianhe… appa membangunkanmu ya…? Mianhe…”ujar Jung min yang kemudian melangkahkan kakinya mendekati Ha na dan membawanya ked lam pelukannya. “mianhe… tapi kita harus keluar…” Ujar Jung min yang menatap Ha na serius, dan yang ditatap ternyata diam, membalas tatapan Jung min “…appa mencium sesuatu yang salah dengan Seung gi dan omma… jadi kita turun ya…”lanjut Jung min yang kemudian membawa Ha na keluar dari kamarnya.

Jung min dan Ha na sampai di dapur dimana terlihat dua orang yang sedang saling menatap, mengobrol serius yang disela-sela itu terdengar salah satu diantara mendesah pelan.

“akan aku kabari nanti…”ujar Hye na, menatap Seung gi yang menatap Hye na penuh harap. Jung min diam, menatap tatapan Seung gi, kemdian melangkah mendekat dan berdeham.

“ada apa ini…”tanya Jung min yang kemudian duduk disisi Hye na, menatap Seung gi penuh selidik. Hye na tersenyum menatap Jung min dan Ha na “… ahhh… sayang… kau sudah bangun…”tanya Hye na yang kemudian mencium pipi gembul Ha na.

“kau belum menjawab pertanyaanku… sayang… Seung gi…”ujar Jung min yang menatap Hye na dan Seung gi bergantian.

“memang ada apa…?”tanya Hye na bingung yang kemudian mengangkat kedua tangannya untuk menggendong Ha na, tapi ernyata sang anak tidak mau, dan malah membalas menatap Hye na tajam. Hye na diam “…ada apa sayang…?”tanya Hye na, menatap Ha na bingung.

“Ha na mendukungku… apa yang kalian bisikkan dari tadi… aku dan Ha na juga harus tahu…”ujar Jung min menatap Ha na yang masih berada di gendongannya namun kemudian ia mendudukkan Ha na di kursi makannya dengan ukuran yang kecil yang dilengkapi dengan meja yang menempel dengan kursinya. Ha na masih menatap Hye na tajam.

Hye na tersenyum menatap Jung min dan Ha na bergantian, kemudian menatap Seung gi tidak mengerti. “… memang ada apa…?”tanya Hye na, menatap Seung gi.

“auuusshhh… hentikan tatapanmu itu pada Seung gi!!”seru Jung min kesal. Hye na semakin tersenyum lebar ditempatnya “arassooo… ahhh… masakanku…”ujar Hye na yang kemudian mulai mematikan kompornya karena ia hampir saja membuat masakannya tidak dapat dimakan.
Seung gi diam, kini ia sendiri dengan tatapan Jung min dan Ha na yang tertuju padanya “..apa…?”tanya Seung gi

“sshhh… sebenarnya ada apa denganmu dan istriku… ibu dari Min jae, Jae min, Ha na dan  En kyu dan anak-anakku yang lain…”ujar Jung min memberikan kesan, memperjelas status Hye na

Seung gi diam, menatap Jung min tidak mengerti “..apa maksudmu…aauuusssshhh… kau juga Ha na, kau seperti ayahmu…”ujar Seung gi yang kemudian beranjak bangkit, dan melangkah, namun kemudian ia menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya, menatap Hye na “… Hye na… aku tunggu kabar darimu…”ujar Seung gi, tersenyum dan kemudian sengaja mengedipkan matanya, membuat Jung min semakin marah padanya “..YYA!!! LEE SEUNG GI!!! APA MAKSUDMU DENGAN ITU!!!”seru Jung min kesal, menatap kepergian Seung gi “… kau akan berhadapan denganku di kantor!!!!”seru Jung min lagi, sebelum akhirnya Seung gi berbelok dan menghilang dari pintu.

Hye na terlihat tersenyum menatap Jung min yang terlihat benar-benar marah menatap kepergian Seung gi.



**********

Hari berganti, namun disaat yang sama. Matahari bersinar terang, memancarkan kehangatannya. Seperti hari sebelumnya, Seung gi terlihat terdiam ditempatnya, menatap sebuah bangunan tak jauh di hadapannya. Ia terdiam dan lama akhirnya pandangannya kosong, teringat kembali semua yang ia dengar dari Hye na.

Flashback

Hye na terlihat diam menatap Seung gi yang diam di hadapannya, menundukkan kepalanya. Hye na menunggu.

“ada apa…?”tanya Hye na, menatap Seung gi bingung. Seung gi terlihat masih diam ditempatnya. Hye na tersenyum “…jika ingin bertemu dengan Jung min, kau bisa masuk… dia sudah bangun…” ujar Hye na yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Seung gi, namun langkahnya terhenti saat tiba-tiba Seung gi melangkah cepat dan menghalangi jalannya. Hye na diam, menatap Seung gi menunggu sekaligus bingung “…ada apa Seung gi-ssi…?”tanya Hye na, menatap Seung gi.

“aku… hanya…” Seung gi terlihat ragu

“ada apa…? Katakan saja…”

“aku…”

Hye na tersenyum, dia mengerti, kemudian melangkah meninggalkan Seung gi “..tunggu…”

“kita bicarakan di dapur bagaimana Seung gi-ssi… aku harus menyiapkan sarapan…”ujar Hye na.

Hye na diam dan mulai menyiapkan masakannya untuk sarapan keluarganya. Sesekali Hye na terlihat menatap Seung gi yang masih diam ditempatnya dan Hye na tersenyum “…Seung gi-ssi…”ujar Hye na sambil membalik masakannya. Seung gi terlihat diam, namun mengangkat wajahnya menatap Hye na. Ia terlihat lemas. Hye na tersenyum “…jika kau ingin menanyakan tentang dokter Min Hyun ah…”Hye na menghentikan ucapannya.

Seung gi mengangkat wajahnya, menatap Hye na, ia terlihat terkejut. “bagaimana…”

“errrmmm… aku punya informan yang bagus… dan sepertinya benar-benar akurat…”ujar Hye na yang kemudian kembali berkutat dengan masakannya.

Seung gi menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merahnya dan senyum tipisnya.

Hye na berdeham dan mulai melanjutkan ucapannya “…dokter Min… dia berada di salah satu daerah sekarang… dan dia harus disana karena ia bertugas disana… ada banyak orang yang harus ia selamatkan…”

“dimana dia…?”

Hye na tersenyum, menatap Seung gi, mengambil masakannya yang kemudian ia letakkan di piring, dan menatap Seung gi. Seung gi diam membalas tatapan Hye na. Hye na tersenyum “…aku akan mengatakannya… tapi tidak sekarang Seung gi… jika kau tidak keberatan… dan… sepertinya seseorang akan marah padamu Seung gi-ssi…”ujar Hye na yang kemudian tersenyum sesaat menatap Seung gi dan mengalihkan pandangannya pada seseorang yang melangkah mendekati keduanya.

End Of Flashback

Seung gi diam ditempatnya, menatap bangunan dihadapannya sesaat sebelum akhirnya menundukkan kepalanya, membenamkan kepalanya distang supirnya.

“akkkhhhhh!!!”seru Seung gi

*********

“sebenarnya apa yang kau lakukan dengan Seung gi…?”tanya Jung min, menatap Hye na penuh selidik. Hye na terlihat menyibukkan dirinya dengan menyuapi Ha na makanan lembut, dan tidak memperdulikan Jung min, namun ia mendengarkan suaminya itu.

“sayang…”panggil Jung min lagi, menatap Hye na dan kini berhasil membuat Hye na mengalihkan perhatiannya menatap Jung min “ada apa sayang…”jawab Hye na, menatap Jung min menunggu.

“omma.. kami berangkat…”ujar Jae min tiba-tiba membuat keterdiaman diantara Jung min dan Hye na hancur, seta membuat senyum Hye na terlihat semakin lebar menatap Jae min dan Min jae bergantian “…baiklah…. Hati-hati sayang…”jawab Hye na, menatap kedua jagoan kembarnya melangkah pergi, berpamitan dengan ayahnya dan beranjak pergi.

Setelah kepergian kedua jagoan kembarnya itu, Hye na terlihat kembali berkutat dengan Ha na, yang terlihat menatap Hye na.

“ada apa sayang…”tanya Hye na, menatap Ha na. Ha na mengalihkan tatapannya menatap ayahnya yang diam menatap kesal Hye na.

“ahhh… mianhe sayang… apa yang kau katakan…”tanya Hye na, menatap Jung min serius, menunggu.

Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na diam, dia sudah terlanjur kesal dengan istrinya itu. Jung min terlihat menatap Hye na sesaat sebelum akhirnya bangkit dari tempatnya, meninggalkan Hye na dan Ha na.

“sayang…ada apa… kenapa kau marah… yya.. sayang…”panggil Hye na, menatap kepergian Jung min. “auuusshhhh… sepertinya appamu itu benar-benar marah sayang…”ujar Hye na, menatap Ha na tersenyum, dan yang ditatap terlihat membalas senyum Hye na keras. “kita susul dia sayang…?”tanya Hye na, yang kemudian bangkit dari tempatnya dengan menggendong Ha na di pelukannya.


Hye na mengetuk pintu yang tertutup dihadapannya. “Sayang…”panggil Hye na, namun masih tidak terdengar jawaban dari dalam. Hye na tersenyum dan kembali mengetuk pintu dihadapannya kembali.

“sayang…”panggil Hye na lagi, dan lagi-lagi, Jung min tidak menjawab panggilan Hye na. Hye na mendesah “…ahhh… appa benar-benar marah… kalau begitu… kita main kerumah Joon ahjussi bagaimana sayang…? Kau mau bertemu dengan Jae joon…?”ujar Hye na lebih keras dari sebelumnya. Ha na tertawa keras, kegirangan, mengerti dengan apa yang diucapkan Hye na. Hye na tersenyum kemudian beranjak pergi, melangkah kekamar Ha na dan ketika Hye na masuk kekamar Ha na yang berada di hadapan ruangan dimana Jung min berada, pintu ruangan Jung min terbuka.

“auuushhhh… kenapa dia tidak berusaha dengan keras… auusssshhh…” gumam Jung min kesal. “kenapa dia tidak berusaha untuk baik padaku…”ujar Jung min lagi, mengacak rambutnya keras dan kembali masuk keruangannya.

********

“aku berangkat sayang…”

“ne… hati-hati… Jae joon… ucapkan selamat jalan pada ayah…”

“hati-hati appa…”

“oppa…!!! Onnieeee!!!”panggil Hye na kemudian dengan Ha na yang terlihat senang di pelukan Hye na.

“ahhhh… keponakanku yang cantik…”ujar Park Joon yang kemudian mengambil Ha na dari pelukan Hye na “…aauuusshhh… kau hanya memperhatikan Ha na… kalau begitu aku pulang saja..”ujar Hye na merajuk.

“Auuushhh… adikku juga cantik… ayo masuk… apa Jung min bersamamu…?”ajak Park Joon, sambil mencari seseorang yang mungkin hadir melangkah di belakang Hye na

“ahni…aku kesini sendiri…”

“mwo.!!?? Kau mengendarai mobilmu sendiri…?”tanya Park Joon

“ahni…”

“lalu…”

“aku kesini dengan bus… dan Ha na senang sekali…”ujar Hye na “iya kan sayang…”tambah Hye na, menatap Ha na yang kini berada dalam dekapan Park joon dan terlihat tengah menggoda Jae joon.

“MWO?!?!?!”seru Park Joon lebih keras dari sebelumnya, sedangkan Hye na hanya tersenyum di tempatnya, mengiyakan. “tapi… kenapa Jung min membiarkanmu… itu…”

“sudah… lebih baik kita masuk…”ujar Eun jo tiba-tiba, menengahi keduanya. Tak lama keduanya sudah mengikuti langkah Eun jo masuk dan duduk di ruang tamu Han mansion.

“ahhhh… sudah lama tidak kemari… mana Jang halmoni…?”tanya Hye na

“ada apa agashi…”ujar seseorang tiba-tiba yang datang dengan membawa nampan berisi teh dan biscuit kesukaan Hye na “ahhh… Jang halmoni… aku merindukanmu…”ujar Hye na yang kemudian memeluk Jang halmoni. “…ne…. halmoni juga… ah… mana agashi kecil… aku juga sangat merindukannya…”

“dia dengan oppa…”jawab Hye na. Jang halmoni terlihat melangkah meninggalkan Eun jo dan Hye na sendiri. Ia menyusul Park Joon. “…ahhh… ini dia agashi kecil… bolehkah aku menggendongnya…”ujar Jang halmoni pada Park Joon

“ne… halmoni… tolong gendong dia… aku ada rapat pagi ini… ajak Jae joon masuk kedalam juga… dan pamitkan pada istriku dan Hye na… aku berangkat Halmoni…”



“baiklah… hati-hati…”

Park Joon tersenyum menatap Jang halmoni sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan Jae joon dan Ha na dalam pengawasan Jang halmoni.

*************

Hye na menatap bangunan yang berdiri tegak dihadapannya sesaat, kemudian senyum terlihat terkembang di wajahnya. Hye na melangkah masuk perlahan dan ia menemukan sesuatu yang membuat senyumnya menghilang. Dua buah foto terlihat terpampang jelas dihadapannya, saling bersisian dengan ukuran yang hampir memenuhi salah satu dinding di hall Han’s Hospital. Hye na terdiam.

“aboji… omma…”ujar Hye na lirih menatap kedua foto itu. Hye na diam sesaat, hingga air mata mulai jatuh membasahi pipinya.

“kau terlihat tampan disini…”ujar Hye na lagi, lirih yang kini terlihat tersenyum menatap foto sang ayah.

“ne… anda punya wajah yang sama cantiknya dengan ibu anda….”ujar seseorang tiba-tiba. Hye na mengalihkan pandangannya menatap orang itu, tak lama senyum terlihat diwajahnya.



“kopi…”ujar dokter Shin, memberikan sebuah gelas berisi kopi pada Hye na, namun… “tapi… tidak apa bukan…”

Hye na diam, mengerti “..aiiishhh… masa setiap hari aku hamil…”ujar Hye na sambil kemudian mengambil gelas kopi dari tangan dokter Shin. Keduanya terlihat terdiam, menatap foto 2 orang yang sangat mereka kenal di hadapannya.

“sepertinya baru kemarin tuan dan nyonya kemari untuk melihat bagaimana keadaan disini…”ujar dokter Shin, tersenyum sambil kemudian meneguk kopinya.

“ahhh… ne…”ujar Hye na, yang kemudian menundukkan kepalanya sesaat sebelum menatap dokter Shin dan kembali tersenyum. “aaahhh.. ada rapat pagi ini dokter Shin…”

“aku tidak ikut kali ini Dokter Han… ada jadwal operasi…”ujar Dokter Shin, yang kemudian bangkit dari tempatnya, kemudian disusul Hye na yang bangkit dari tempatnya. “kalau begitu sukses… dan terima kasih untuk kopinya…”ujar Hye na yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Dokter Shin. Hye na melangkah perlahan, menundukkan kepalanya di lorong rumah sakit yang kosong. Ia senagaj memilih jalan itu karena ia memang ingin sendiri walaupun ia harus berjalan memutar, namun rasa sakit dihatinya, ia tidak mampu menahannya lagi. Rasa sakit itu tidak dapat ia putar lebih lama lagi, rasa sakit itu sudah hampir meledak di hatinya.

Air mata Hye na perlahan mulai jatuh, dan akhirnya ia menghentikan langkahnya sebelum tiba-tiba ia jatuh terduduk di dinding rumah sakit yang dingin dan kosong itu. Hye na menangis.

“appa… omma…”panggil Hye na pelan, menangis pelan di tempatnya, hingga tak lama tiba-tiba seseorang menepuk bahunya pelan.

“gwenchana…?”tanya orang itu, menatap Hye na prihatin. Hye na diam ditempatnya menatap orang itu sesaat, kemudian perlahan bangkit dengan sedikit bantuan dari orang itu.

“maaf…”ujar Hye na yang kemudian menghapus air matanya “…ada yang bisa saya bantu…?”tanya Hye na, menatap orang itu tersenyum. Orang itu terlihat diam menatap Hye na yang tersenyum padanya.

“anda...”

“saya dokter disini… maafkan kejadian yang tadi… ada yang bisa saya bantu…?”ujar Hye na lagi. Laki-laki itu tersenyum menatap Hye na kemudian duduk disalah satu kursi tunggu yang kosong dihadapan Hye na “…dokter juga manusia nona… jangan terlalu bersikap tegar…”
Hye na diam, ia menatap orang itu tidak mengerti. “…maafkan saya… jika anda tidak membutuhkan apapun… saya harus pergi…”ujar Hye na. Orang itu diam, menatap Hye na, namun sesaat sebelum Hye na melangkah lebih jauh, orang itu menarik Hye na jatuh kedalam pangkuannya. Hye na mulai menatap orang itu kesal “…apa…apa yang anda…”

“ini lebih baik nona…”ujar orang itu sambil kemudian mengusap air mata yang masih tersisa di pipi dan kelopak mata Hye na. Hye na terdiam ditempatnya, terlihat terkejut dengan perlakuan orang itu ”Kau terlihat sangat cantik sekarang…”ujar orang itu lagi.

 “..siapa anda…?”tanya Hye na yang kemudian bangkit dari pangkuan orang itu.

“…aku…?!?! Kau tidak mengenalku…?!?!”

“tuan…” Hye na memejamkan matanya dan mrngrhla napas pelan untuk lebih menyabarkan hatinya, tidak ingin membuat kekacauan dengan orang dihadapannya ”… kita baru pertama kali bertemu… hari ini… dan seingat saya, saya tidak pernah bertemu dengan tuan sebelumnya…”ujar Hye na, memberikan penekanan di beberapa kalimatnya. Orang itu diam, mendesah pelan, tidak menyangka masih ada seorang wanita yang tidak mengenalnya.

“baiklah… mungkin albumku belum sempat kau dengar dan film ku belum sempat kau lihat… baiklah… namaku Kim Hyun woo… aku…” orang itu menghentikan kalimatnya dan tiba-tiba bangkit dan mulai melangkah yang langkahnya berubah menjadi lebih cepat setelah ia menyadari sesuatu. “…ok… kita akan bertemu lagi…”ujar orang itu yang kemudian mengecup pelan pipi Hye na. “hah!!! Auuuuussshhh… laki-laki menyebalkan…”ujar Hye na kesal yang ketika akan melemparkan sepatunya tiba-tiba banyak orang yang berlari melewati dirinya.

Hye na menatap kerumunan para wanita yang mulai berlari melewati dirinya, meninggalkan dirinya. “…auuuussshhhh… siapa sebenarnya orang itu…aneh… dan…” gerutu Hye na yang kemudian “…HEI!!! INI RUMAH SAKIT !!! Jangan berlari di rumah sakit!!!”seru Hye na yang sudah tidak mungkin terdengar oleh orang-orang itu. “…benar-benar…”gerutu Hye na lagi.

***********

Hye na terlihat tersenyum menatap beberapa berkas yang berisi laporan dari setiap dokter yang ia kirim untuk bertugas ke daerah-daerah. Banyak laporan yang memuaskan dirinya, dan yang paling membuatnya senang adalah laporan dari dokter Min. dokter Min terlihat sangat senang tinggal di daerah terpencil itu. Hye na juga merasa puas dan senang tentang itu.

Hye na masih tersenyum, hingga seseorang mengetuk pintu ruangannya. Hye na menatap pintu sesaat. Ia teringat. Ia memiliki janji dengan seseorang dan mumgkin seseorang itu sedang berada di luar ruangannya.

Bergegas Hye na memasukkan kembali surat itu kedalam amplopnya kemudian kedalam berkasnya.
Hye na bangkit dan membuka pintu ruangannya.

“…ahhh… maafkan aku Seung gi-ssi… aku terlalu sibuk dengan laporan-laporan itu…” Seung gi hanya tersenyum menjawab ucapan Hye na. Hye na diam, ia tahu apa yang ada dipikiran Seung gi. Hye na menundukkan kepalanya, menatap berkas ditangannya.

“ini…”ujar Hye na sambil menyerahkan berkas ditangannya.

“apa…”

“buka dan bacalah kau akan mengerti…”ujar Hye na lagi, tersenyum menatap Seung gi. Seung gi diam ditempatnya, menatap Hye na bingung. “bawalah… dan lakukan apa yang menurutmu benar… baca dengan hati dan tanyakan pada hatimu apa yang harus kau lakukan… tidak usah memikirkan ucapan orang lain… hanya lakukan saja apa yang hatimu anggap benar…”ujar Hye na.

Seung gi diam, ia menyadari sesuatu. Ia tersenyum menatap Hye na kemudian secara reflek ia membawa Hye na kedalam pelukannya.

“gomawo…”ujar Seung gi senang.

“ne… tak masalah… hanya tolong lepaskan aku… aku sesak…”

Seung gi seegra melepaskan pelukannya “oh… mianhe…” Seung gi menatap Hye na tersipu.

Hye na tersenyum “…apa kau mau makan siang bersama, Seung gi-ssi…”

“ ahhh… tak perlu…”

“di Han’s Mansion… aku meninggalkan Ha na disana…”

“Han’s Mansion…”

“ne… aku juga sudah sangat lelah… aku tidak membawa kendaraan… bisakah aku menumpang mobilmu…?”

Seung gi diam, belum menyadari ucapan Hye na. “Seung gi-ssi…”

“ahhh… ne tentu saja… ayo aku antar… aku tidak mungkin juga membiarkanmu jalan kaki… Jung min akan memecatku jika ia tahu…”



Hye na tersenyum. Keduanya melangkah bersamaan. Senyum Hye na semakin lebar saat ia menyadari Seung gi mendekap kuat berkas yang diberikan Hye na sebelumnya kedadanya. Menjaganya, seakan itu barang yang sangat berharga untuk hidupnya.

“gwenchana…? Tanya Hye na lagi, menatap Seung gi yang masih tersenyum di tempatnya

“ne…”

“…lalu… apa kita bisa pergi sekarang…?”tanya Hye na

“tentu saja… maafkan aku…”

Hye na tersenyum dan melangkah pelan bersama Seung gi bersisisan keluar dari Han hospital dan masuk kedalam mobil Seung gi, tanpa menyadari tatapan seseorang.

*********

Malam kembali menjelma. Udara dingin kembali berhembus. Dengan ditemani oleh sinar rembulan, Hye na terlihat tengah membaca bukunya serius dan sama sekali tidak menyadari tatapan suaminya yang menatapnya penuh kerinduan. Baru beberapa jam saja ia marah padanya dan tidak melihat istrinya itu, rasa rindu seakan 100 tahun ia tidak bertemu terasa membuncah dihatinya. Jung min diam, tersenyum menatap Hye na. Kekasih yang ia pikir pergi meninggalkan dirinya selamanya, ternyata tidak akan pernah meninggalkannya atau berpaling darinya. Tidak pernah.

Flashback

“dari mana saja kau…”ujar Jung min tiba-tiba, menatap kedatangan istrinya dan Seung gi tajam, penuh dengan kecurigaan.

Hye na terlihat diam, namun tak lama senyum terlihat terkembang di wajahnya. “…dan ada apa ini… kenapa kau bisa bersama dengan Seung gi… sebenarnya apa yang kalian berdua lakukan dan sembunyikan… kalian berdua…”

“cukup!!!”Seru seseorang tiba-tiba.

“oppa…!!”panggil Hye na tersenyum menatap Park Joon yang baru masuk melalui pintu dan kini berdiri di belakang Hye na.

“apa yang akan kau katakan tentang Hye na tidak ada yang benar Jung min-ssi… dan aku harap.. jangan katakan sesuatu yang tidak ada buktinya… lebih baik kau bicarakan secara baik-baik dengan Seung gi dan Hye na…”ujar Park Joon yang terlihat marah pada Jung min. Hye na diam, memahami kemarahan dari tatapan Park Joon.

“oppa!!! Jangan marahi suamiku…”bela Hye na pada Jung min. Hye na terlihat melangkah berdiri di depan Jung min dan seakan berusaha untuk melindunginya.

Park Joon diam sesaat menatap Hye na sebelum akhirnya melangkah pergi “… terserah… bicarakanlah dengan baik-baik… dan aku harap tidak ada keributan…”ujar park Joon pada Jung min dan Hye na sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan keduanya serta Seung gi yang terlihat diam menatap Jung min dan Hye na.

“kau masih marah sayang…”

Jung min mengalihkan pandangannya menatap Hye na, kemudian memalingkan wajahnya, mengiyakan pertanyaan Hye na. “mianhe…”ujar Hye na menundukkan kepalanya dan kemudian melangkabn pergi meninggalkan Jung min dengan wajah yang sedih. Hye na pergi. Jung min dan Seung gi terdiam, menatap kepergian Hye na.

Dan setelah Hye na menghilang, Seung gi menatap Jung min, memicingkan matanya, penuh tanda tanya dan kekesalan “kau marah pada istrimu itu…?”tanya Seung gi, menatap Jung min
Jung min mengalihkan pandanganya menatap Seung gi kesal “…lalu apa urusanmu…”

“kenapa kau marah… apa istrimu pantas mendapatkan amarahmu… kenapa kau marah pada Hye na… apa yang membuatmu marah padanya…”ujar Seung gi.

Jung min semakin menatap kesal Seung gi “…lalu apa alasanmu… kenapa kau terlihat bersembunyi-sembunyi dengan Hye na… apa yang kalian berdua lakukan…?”

“apa maksudmu…”

“kau…”

“kau pikir aku berselingkuh dengan Hye na…?!?!?!”ujar Seung gi, kesal. Jung min diam, menjawab pertanyaan Seung gi. Seung gi diam menatap Jung min, kemudian tawa terdengar keras dari mulut Seung gi

“..kau benar-benar aneh Lee Jung min-ssi… jika Hye na ingin berselingkuh denganku…. Seharusnya sudah dari dulu dia melakukan itu…”

“lalu…”

“ini… aku hanya meminta bantuannya untuk ini…”ujar Seung gi sambil kemudian menyerahkan berkas ditangannya pada Jung min.

“apa ini…?” Jung min menerima berkas yang diberikan Seung gi padanya dan mulai membukanya. “Min Hyun ah…?”

“ne…”

“kau…”

“benar… aku jatuh cinta pada dokter Min… tapi belum sempat aku mengatakannya, dia sudah pergi… aku harus mendapatkannya kali ini… aku tidak ingin kejadian yang dulu terulang kembali…”

Jung min diam sesaat, menatap Seung gi tidak percaya “…jadi…”

“ne…”

“kupikir…”

“kau pikir aku tidak bisa jatuh cinta, mencintai dan ingin dicintai orang lain… auuuushhh… aku juga manusia Jung min-ssi…”ujar Seung gi

“jadi kau…”

“ne… ne… ne… aku tidak akan mengambil istrimu itu… jadi untuk apa kau marah… lagipula Hye na gila jika ia berselingkuh denganku…”ujar Seung gi Jung min diam, kemudian senyum lebar terlihat diwajahnya dan tak lama tiba-tiba ia memeluk Seung gi erat “..terima kasih…”ujar Jung min

“auuusshhhh… minta maaf lah pada Hye na… kau sudah salah paham padanya… dia pasti sangat sedih…”

“ne…pasti…”

End Of Flashback

 Jung min tersenyum mengingat semuanya. Jung min menghela napas panjang dan kemudian menutup berkas dihadapannya dan bangkit dari tempatnya, melangkah mendekati Hye na yang terlihat sangat serius membaca bukunya.

“sayang…”panggil Jung min, melangkah mendekati Hye na.

“heeeemmm…”jawab Hye na masih sibuk dengan bukunya.

“apa buku itu lebih penting dari aku…”

“ada apa…?”

“ahni…”

“lalu…”

“apa kau masih marah padaku…”tanya Jung min kemudian

“ahni”jawab Hye na singkat yang masih belum mengalihkan pandangannya dari buku ditangannya. “kau marah…”ujar Jung min lagi.

“ahni…”jawab Hye na lagi, masih belum memperhatikan Jung min

“iya… kau masih marah…”ujar Jung min.

Hye na kesal, ia mendesah pelan dan meletakkan bukunya “… jika kau mengharapkan seperti itu… baiklah…”

“ahh.. ahni…. Ahni… jangan marah…”

“bukannya kau memaksa ingin aku marah… jadi aku akan marah…”

“ahni… jangan marah… mianhe…”ujar Jung min

“kenapa meminta maaf…”

“karena aku sudah membuatmu marah dan kesal…”

“aku tidak marah… jadi jangan katakan itu lagi… sudah… aku ngantuk…”ujar Hye na yang kemudian membalikkan tubuhnya, berbaring dengan membelakangi Jung min. Jung min diam, tersenyum “… kau marah…”ujar Jung min lirih. Jung min terdiam, kemudian mulai perlahan merebahkan tubuhnya di belakang Hye na dan mendekapnya dari belakang.

“YYA!!! Lepaskan…”ujar Hye na yang kemudian melepaskan lingkaran lengan Hye na di perut Jung min. Jung min diam sesaat ditempatnya menatap punggung Hye na.

“kau marah…?”

“ahni”jawab Hye na tegas

“lalu…?”

“sudah tidurlah…aku sangat lelah…”ujar Hye na yang kemudian kembali membalikkan tubuhnya, membelakangi Jung min dan memejamkan matanya. Jung min diam, dan perlahan melingkarkan tangannya kembali ke perut Hye na. Mendekapnya kuat dan tidak ingin melepaskannya. Hye na yang membelakanginya terlihat tersenyum, merasakan dekapan suminya itu.

End of Chapter

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
HWAAAAAAA udah updete baca dulu yaaaaaaaaaaaa

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
sistaaa...gomawo udah update..  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Dua kata yang menggambarkan keluarga ini HAPPY FAMILY..  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425

jung min dari zaman baheula sampe sekarang mah cemburunya makin akut,masa sahabatnya sendiri dicurigain selingkuh sama bidadarinya..ckckckck... [nono] [nono] [nono]

seung gi,lagi galau to the max mikirin dokter Min,kapan sis cinta mereka bersatu??

eh,itu sapa lagi sis kim hyun woo,berani bnget nyium Hye na,maen nyosor aje..  [chin] [chin] [chin]

wah itu sih bisa dibedil jung min.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
makasih my sist updatenya  [lovestruck] setiap update ffnya selalu mengidamkan nanti punya keluarga terutam suami kaya Jung min yang sangat mencintai istri dan anak"nya  [huglove] [huglove] , tapi..aku jadi takut sama mimpinya hye na  [bored] ,jangan bilang orang yang ada di mimpi hye na itu dia dan jung min  [what] andweee  [nono] engga rela , tadinya nyangka seugi yang bakal menimbulkan masalah besar anatar hye na dan jung min [heh] tapi..untungnya tidak  [on] ,sebenarnya suka juga kalau jung min cemburu soalnya itu menandakan kalau dia memang sangat mencintai hye na  [lovestruck] seperti yg jung min bilang dia tidak bisa hidup jauh dari hye na , mau marah juga engga bakalan tahan  [dry] toh iyu malah menyiksa dirinya sendiri  [hmpfh] , ha na tahu aja kalau appanya lagi kesal sma ommanya ikut"kan membela  [hmff] tatapan anak" jung min semuanya tajam persisi jung min  [heh] , itu siapa kim hyun woo  [chin] artis terkenal ya  [dry] hye na bukan pencinta artis jadilah dia engga kenal sama yang namanya KIM HYUN WOO  [hmpfh] , untung kesalah pahamn jung min ,terhadap seungi dan hye na sudah selesai  [biggrin], jadilah t=reput sendiri toh bujuk istrinya  [drool] ,nextnya di tunggu ya  [hug] semoga engga ada hal" yang mengejutkan 

younee

  • Guest
Yeeeyy keluarga bahagia muncul lagi…
Gomawo udah diupdate sista ^^
Awal2 chap smpat deg degan bacanya gara2 mimpi hye na.
Mudah2n itu memang cuma mimpi biasa sperti kata Jung min.
Jung min & Ha na lucu, anak & babe sama2 posesif ama hye na [hmpfh]
Penasaran ama klanjutan kisah cintanya Seung gi…
Lanjutkan…

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
" Kim Hyun woo "  [what] [what] siapa lagi itu? mungkinkah pria ini yang akan mengacaukan keharmonisan Rumah Tangga Hye Na -Jung Min?

dan apa yang di mimpikan Hye Na, ketika melihat sepasang wanita dan pria yang sedang bertengkar, mungkinkah Hye Na sedang memimpikan dirinya yang ditinggal pergi oleh Jung Min??? 

Jungmin, jungmin cintanya terhadap Hye Na sangat besar, bahkan terkadang menutup mata hatinya. masa cemburu sama sahabat sendiri [hmpfh] lagian juga Hye Na udah tau punya suami possesive sukanya maen rahasia2an ama suami sendiri.
berharap cinta Hye Na dan Jung Min bisa menghalau badai yang akan menghantam istana cinta mereka. dan juga Jung Min please kurangi sikap possesivenya yang berlebihan [hmpfh]

yuki, makasih sayang udah di up date [lovestruck] [lovestruck]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
jungmin mau marah lama2 bakal gak bisa, secara hyena juga malah makin menghindar,,, laki marah ditinggal pergi aja ama hyena, seperti kata jungmin “auuushhhh… kenapa dia tidak berusaha dengan keras… auusssshhh…” gumam Jung min kesal. “kenapa dia tidak berusaha untuk baik padaku…”ujar Jung min lagi, mengacak rambutnya keras dan kembali masuk keruangannya.

bujuk dong hyena.... nah jangan ngambek balik ya... kasian jungmin...

hei itu laki sok tenar siapa lagi?? pake nyosor aja, gak tahu apa lakinya hyena klo tahu istrinya disosor ama laki lain, bisa2 itu laki gak akan dibiarin hidup dengan tenang #alay  [laughing] [laughing]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
HWAAAAAAA udah updete baca dulu yaaaaaaaaaaaa

ok...siiiipppp  punk punk punk


Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
sistaaa...gomawo udah update..  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Dua kata yang menggambarkan keluarga ini HAPPY FAMILY..  Emoticons0425 Emoticons0425 Emoticons0425

jung min dari zaman baheula sampe sekarang mah cemburunya makin akut,masa sahabatnya sendiri dicurigain selingkuh sama bidadarinya..ckckckck... [nono] [nono] [nono]

seung gi,lagi galau to the max mikirin dokter Min,kapan sis cinta mereka bersatu??

eh,itu sapa lagi sis kim hyun woo,berani bnget nyium Hye na,maen nyosor aje..  [chin] [chin] [chin]

wah itu sih bisa dibedil jung min.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

terima kasih juga sist untuk komentnya  [hug] [hug] [hug] iya...setelah ini semuanya dimulai sist... Seung gi ma dokter Min, juga Jung min ma Hye na..  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]  bener-bener dibedil tuh, lha Seung gi aja yang sahabatnya, masih dicurigain... pa lagi orang lain... tapi untung Jung min gak tahu pas itu  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

makasih my sist updatenya  [lovestruck] setiap update ffnya selalu mengidamkan nanti punya keluarga terutam suami kaya Jung min yang sangat mencintai istri dan anak"nya  [huglove] [huglove] , tapi..aku jadi takut sama mimpinya hye na  [bored] ,jangan bilang orang yang ada di mimpi hye na itu dia dan jung min  [what] andweee  [nono] engga rela , tadinya nyangka seugi yang bakal menimbulkan masalah besar anatar hye na dan jung min [heh] tapi..untungnya tidak  [on] ,sebenarnya suka juga kalau jung min cemburu soalnya itu menandakan kalau dia memang sangat mencintai hye na  [lovestruck] seperti yg jung min bilang dia tidak bisa hidup jauh dari hye na , mau marah juga engga bakalan tahan  [dry] toh iyu malah menyiksa dirinya sendiri  [hmpfh] , ha na tahu aja kalau appanya lagi kesal sma ommanya ikut"kan membela  [hmff] tatapan anak" jung min semuanya tajam persisi jung min  [heh] , itu siapa kim hyun woo  [chin] artis terkenal ya  [dry] hye na bukan pencinta artis jadilah dia engga kenal sama yang namanya KIM HYUN WOO  [hmpfh] , untung kesalah pahamn jung min ,terhadap seungi dan hye na sudah selesai  [biggrin], jadilah t=reput sendiri toh bujuk istrinya  [drool] ,nextnya di tunggu ya  [hug] semoga engga ada hal" yang mengejutkan 

terima kasih juga untuk komentnya sist  [flowers] [flowers] [flowers] di chap 11 ai jawab siapa itu Kim Hyun woo... yup... artis dihati Hye na kan cuma JUng min... dia cuma kenal Jung min  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] yah... dari sini semuanya di mulai sist... semoga ai bisa bikin ceritanya menarik... ai cuma takut itu... gak bisa bikin ceritanya menarik  [heh] [heh] [heh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Yeeeyy keluarga bahagia muncul lagi…
Gomawo udah diupdate sista ^^
Awal2 chap smpat deg degan bacanya gara2 mimpi hye na.
Mudah2n itu memang cuma mimpi biasa sperti kata Jung min.
Jung min & Ha na lucu, anak & babe sama2 posesif ama hye na [hmpfh]
Penasaran ama klanjutan kisah cintanya Seung gi…
Lanjutkan…

terima kasih untuk komentnya sistaaaaaaaaa  [huglove] [huglove] [huglove] iya... kecil-kecil gitu Ha na udah tahu apa yang terjadi ma orang tuanya... waktu di chapter 4 ato 5 ai lupa *author gak jelas  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]* Ha na aja ampe sakit biar Hye na ma Jung min baikan...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] emang sakit beneran, mungkin karena psikologis Ha na yang kerasa, jadi kebawa sakit... ok...Siappp!!!! ai lanjutkan!!! [hug] [hug] [hug]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
" Kim Hyun woo "  [what] [what] siapa lagi itu? mungkinkah pria ini yang akan mengacaukan keharmonisan Rumah Tangga Hye Na -Jung Min?

dan apa yang di mimpikan Hye Na, ketika melihat sepasang wanita dan pria yang sedang bertengkar, mungkinkah Hye Na sedang memimpikan dirinya yang ditinggal pergi oleh Jung Min??? 

Jungmin, jungmin cintanya terhadap Hye Na sangat besar, bahkan terkadang menutup mata hatinya. masa cemburu sama sahabat sendiri [hmpfh] lagian juga Hye Na udah tau punya suami possesive sukanya maen rahasia2an ama suami sendiri.
berharap cinta Hye Na dan Jung Min bisa menghalau badai yang akan menghantam istana cinta mereka. dan juga Jung Min please kurangi sikap possesivenya yang berlebihan [hmpfh]

yuki, makasih sayang udah di up date [lovestruck] [lovestruck]

 terima kasih juga untuk komennya say... he he he he... biasa Hye na juga suka bikin Jung min kesel... masak Jung min aja yang selalu bikin Hye na kesel... Hye na belajar dari JUng min  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
jungmin mau marah lama2 bakal gak bisa, secara hyena juga malah makin menghindar,,, laki marah ditinggal pergi aja ama hyena, seperti kata jungmin “auuushhhh… kenapa dia tidak berusaha dengan keras… auusssshhh…” gumam Jung min kesal. “kenapa dia tidak berusaha untuk baik padaku…”ujar Jung min lagi, mengacak rambutnya keras dan kembali masuk keruangannya.

bujuk dong hyena.... nah jangan ngambek balik ya... kasian jungmin...

hei itu laki sok tenar siapa lagi?? pake nyosor aja, gak tahu apa lakinya hyena klo tahu istrinya disosor ama laki lain, bisa2 itu laki gak akan dibiarin hidup dengan tenang #alay  [laughing] [laughing]


setujuuuuu... Jung min gak bakal biarin laki-laki itu hidup dengan tenang... Seung gi aja kena... Hye na sedang main kucing-kucingan ma Jung min sist... Hye na tahu banget suaminya itu... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] JUng min udah gampang ketebak sekarang ma Hye na  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
Thanks udah update..
.sebenarnya siapa pria dan wanita yang ada di dalam mimpi buruk hye na.
.dan sebenarnya siapakah kim hyun woo itu kok dia kenal sama hye na sdngkan hye na sendiri merasa gk kenal sama dia,apakah hyena mengalami amnesia.
.dan apakah hyun woo ini yang nanti akan mengganggu rumah tangga hye na.tapi gak sampai membuat jung min meninggalkan hye na kan.next jangan lama lama ya eon updatenya.

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Thanks udah update..
.sebenarnya siapa pria dan wanita yang ada di dalam mimpi buruk hye na.
.dan sebenarnya siapakah kim hyun woo itu kok dia kenal sama hye na sdngkan hye na sendiri merasa gk kenal sama dia,apakah hyena mengalami amnesia.
.dan apakah hyun woo ini yang nanti akan mengganggu rumah tangga hye na.tapi gak sampai membuat jung min meninggalkan hye na kan.next jangan lama lama ya eon updatenya.

terima kasih banyak juga sista... [flowers] [flowers] [flowers]
.pria ma wanita yang ada di mimpi Hye na pasti nanti kejawab siapa mereka dan ada apa [biggrin] [biggrin] [biggrin]
. kim hyun woo...? tenang aja... ai kasih jawabannya di chapter 11
. tentang Hyun woo yang bakal bikin hancur hubungan Jung min ma Hye na, mungkin juga sist... di chapter 11 ai kasih jawabannya  [heh] [heh]

yup...diusahakan gak lama sist... ini chapter 11 sudah jalan kok... [biggrin] [biggrin] [biggrin]