Author Topic: Full Of Love (Song of Life 2) Chapter 17, update  (Read 22942 times)

Offline anggi pratama putri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • NewCouple
  • Location: PALEMBANG
    • View Profile
Kapan updatenya eon ?

diusahakan nanti malam say, atau besok...  [biggrin] [biggrin]

malam ini aja ya . . Please ~ ak lg galau ni. Paling enak baca ff T~T

JiSun Coupe

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
wkwkwkkk  [rofl] [rofl] jadi beneran berondong???
Penasaran cemburunya Jungmin ke anak kecil [chin] [chin] [chin] beda pasti sama cemburunya dia ke anak-anaknya. [hmpfh] [hmpfh]
mau diluncurin chap selanjutnya ya sist??? silahkan [biggrin] [biggrin]
[/size][/color][/b]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Kapan updatenya eon ?

diusahakan nanti malam say, atau besok...  [biggrin] [biggrin]

malam ini aja ya . . Please ~ ak lg galau ni. Paling enak baca ff T~T

ok...

wkwkwkkk  [rofl] [rofl] jadi beneran berondong???
Penasaran cemburunya Jungmin ke anak kecil [chin] [chin] [chin] beda pasti sama cemburunya dia ke anak-anaknya. [hmpfh] [hmpfh]
mau diluncurin chap selanjutnya ya sist??? silahkan [biggrin] [biggrin]

yup... di chap ini, rasa cemburu Jung min belum terlalu sist... di chap selanjutnya, baru... [hmpfh] [hmpfh] di chap ini Jung min sedang berusaha untuk dapetin He na lagi  [on] [on] [on]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mianhe sebelumnya kalau jelek  [heh] [heh] [heh]


Chapter 12

Lee En kyu menatap diam laki-laki dihadapannya, terkejut namun juga tidak. Ia sudah mengetahui kedatangan temannya itu, tapi dia sama sekali tidak menyadari akan berakhir seperti ini.

“omma…”panggil En kyu, menatap Hye na bingung, tidak mengerti dengan apa yang terjadi dihadapannya. Hye na yang hanya diam ditempatnya, segera menyadari tatapan anak laki-lakinya itu dan menarik keras tangannya yang dicengkram kuat oleh laki-laki yang membuat terkejut semua orang diruangan itu. Laki-laki yang dengan tiba-tiba masuk kedalam ruangan Jung min, memeluknya dan setelahnya mencengkeram tangan Hye na, tidak ingin melepaskannya.

Hye na menatap bergantian, En kyu, Jung min, Hyun woo dan dokter Choi yang masih berada ditempatnya masing-masing, dengan wajah terkejut dan tidak percaya.
“AAHHHHH!!! Aku benar-benar akan menjadi gila!!”seru Hye na tiba-tiba, menghela napas keras, menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

“yya… tunggu…”seru Jung min dan Kim hyun woo hampir bersamaan, namun seruan keduanya sama sekali tidak terdengar atau mungkin bahkan Hye na pura-pura tidak mendengarnya, dan pergi begitu saja meninggalkan semua kekacauan yang membuatnya gila hari itu. Hye na benar-benar ingin pergi jauh, jauh dan tidak ingin terjangkau oleh siapapun saat itu.
Dan, disinilah ia sekarang. Hye na diam, menatap awan yang berarak dengan burung yang terbang diatas kepalanya. Hye na memejamkan kedua matanya, merasakan angin yang berhembus.

“ahhh… kenapa harus seperti ini…”ujar Hye na, masih memejamkan matanya, merasakan angin yang berhembus bersama dengan kehangatan musim panas. Hye na membalikkan tubuhnya, bersandar di pembatas, menghela napas sesaat dan terdiam, ditatapnya tempat itu, dan teringat kembali sesuatu, sesuatu yang membuatnya mengetahui bahwa Jung min, suaminya selalu penuh dengan kejutan.

Tempat dimana ia berada, mengingatkannya saat ia mengetahui kehamilannya yang kedua, kehamilan yang memberikan anak kembarnya. Jung min menyembunyikan kabar itu hingga akhirnya Hye na mengetahuinya sendiri dan memutuskan untuk membalas apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
“membalas…”gumam Hye na pelan, menatap kosong dinding dihadapannya yang dulu pernah memperlihatkan sebuah rekaman dalam bentuk video tentang anak dalam kandungannya. Hye na diam, kemudian kembali menghela napas panjang.

************

Jung min diam, ditempatnya, menundukkan kepalanya, menaydari kesalahan yang telah dibuatnya yang semula ia pikir akan membuat Hye na, istrinya lebih dekat lagi dengannya tapi ternyata malah berakhir tidak sesuai dengan rencananya.

“En kyu… sebenarnya ada apa…?”tanya seseorang tiba-tiba, yang berhasil membuat Jung min mengangkat kepalanya menatap orang itu.

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu tuan… siapa kau dan ada apa antara kau dan istriku…?”tanya Jung min yang menekan kata terakhir di kalimatnya, untuk membuat laki-laki dihadapannya mengerti kedudukan dirinya dan kedudukan laki-laki itu pada Hye na.

Hyun woo terlihat diam, ditatapnya Jung min sesaat, sebelum kemudian senyum terlihat diwajahnya, bukan senyum yang tulus atau indah, namun sebuah senyum mengejek, atau menghina lebih tepatnya. Ditundukkan wajahnya sesaat sebelum kemudian mengangkatnya dan kini tatapannya berubah, tatapan penuh dengan rasa marah, kesal dan kemenangan terlihat di sana.



Kini pikirannya berubah. Apa yang dipikirkannya, berhasil membuatnya tersenyum penuh kemenangan.
“wuaahhhh….!!”seru Hyun woo tiba-tiba, berhasil membuat Jung min, En kyu dan dokter Choi menatapnya “terima kasih…”tambahnya, menatap Jung min, En kyu dan dokter Choi senang sekaligus menatap ketiga orang itu rendah. “kalian lebih memuluskan jalanku…”ujar Hyun woo yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Jung min, En kyu dan dokter Choi.

Dokter Choi terlihat diam, menatap kepergian Hyun woo sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya menatap Jung min “kau kalah, Jung min-ssi…”ujar dokter Choi, menatap Jung min iba. Jung min, menundukkan kepalanya, mengerti situasinya.

En kyu diam, menatap sang ayah sesaat, dan mengerti keadaanya, kemudian, “aku harus pergi appa…”ujar En kyu yang kemudian beranjak meninggalkan Jung min, berlari, seakan ia sudah mengingat apa yang tertinggal, yang menganggu pikirannya.

Jung min menghela napas panjang “…kau suaminya, seharusnya kau memahami hatinya melebihi siapapun…”

Jung min masih diam, dan perlahan ia mengangkat wajahnya, menatap dokter Choi dalam ia mengerti sekarang, ia mengerti. Keduanya terdiam, Jung min dan dokter Choi diam, menyelami pikuran masing-masing.

Matahari terlihat memancarkan semburat merahnya, menandakan waktunya untuk tenggelam. Jung min diam sesaat ditempatnya, merasa terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Dipikirkannya kembali semuanya, ya, seluruhnya… ditatapnya wajah sang kekasih yang saat itu menatapnya, menahan tangis dan juga kesal, marah. Ia tahu itu, tapi disamping itu ia juga menatap sesuatu yang lain dibalik mata indah bidadarinya itu, namun apa… “apa…?!?apa…?!?apa itu…? aku belum pernah melihat sorot mata itu…” pikiran Jung min mulai berrcampur aduk.

“aku harus pergi Jung min-ssi…”ujar dokter Choi kemudian setelah menatap jam ditangannya. Jung min diam, tidak menjawab ucapan dokter Choi dan membiarkan laki-laki itu berlalu pergi. Jung min diam, pikirannya melayang. Ia mengerti, ia menyadarinya sekarang. Ia menyadarinya “….Hye na…”panggil Jung min lirih

“Hye na…”panggil Jung min, lebih keras dari sebelumnya.

“HYE NA!!!”seru Jung min sambil melangkah cepat, mencari Hye na, kepayahan.

********

“Han Hye na-ssi!!”panggil Hyun woo, berlari, mencari orang yang dipanggilnya itu, namun hingga ia keluar dari Han hospital, ia sama sekali tidak mendengar jawaban. Hyun woo diam sesaat, ia hampir putus asa, hingga… “Hye na-ssi…”panggil Jung min, melangkah mendekati seseorang yang tengah terdiam, duduk menatap kosong bungan musim panas dihadapannya. “Hye na-ssi…”panggi Hyun woo lagi, menatap Hye na

“gwenchana…?”tanya Hyun woo, menatap Hye na dan duduk disisinya pelan.

Hye na mengangkat wajahnya, menatap Hyun woo yang diam, menatapnya. “gwenchana…?”tanya Hyun woo lagi, ketika pertanyaan sebelumnya tidak mendapat jawaban dari wanita dihadapannya. Hye na masih diam, kini ia terlihat menundukkan kepalanya lagi. Hyun woo diam, menatap kesal wanita dihadapannya itu, namun ketika ia menyadari getaran di bahu wanita itu, Hyun woo mengurungkan niatnya untuk marah pada wanita dihadapannya yang membuatnya hampir mati karena khawatir.

“yya… gwenchana…?”tanya Hyun woo, semakin khawatir pada Hye na, namun jawaban masih belum terdengar ditelinganya, dan sebagai jawaban, tiba-tiba ia mendengar seseorang yang berlari datang, kearah keduanya “Hye na!!”seru orang itu, menghampiri Hye na dan Hyun woo, dan tepat saat orang itu sampai di hadapan Hye na yang duduk, tubuh Hye na oleng dan terjatuh dalam pelukan Hyun woo.

Jung min menatap Hye na terkejut dan tepat sebelum Hyun woo mengambil tindakan setelah seruan khawatirnya, Jung min mengendong Hye na dalam pelukannya dan membawanya masuk kedalam Han hospital, meninggalkan Hyun woo yang diam ditempatnya menatap semua itu, namun belum sampai Jung min menginjakkan kakinya ke dalam Hans hospital, langkahnya terhenti.

Dengan nafas yang terdengar pendek, wajah yang pucat dan tubuh yang lemah, Hye na mengatakan sesuatu pada suaminya itu.

“ahni… bawa aku pulang… aku harus pulang…”

“tapi kau tidak baik sayang… kau harus…”

“aku ingin pulang… dan harus…pulang…”potong Hye na “ jika kau tidak mau membawaku… turunkan aku sekarang…”ujar Hye na, tegas, bersikeras. Jung min diam, menatap Hye na yang berusaha untuk turun dari gendongan Jung min. “arasso… apakah kau menggunakan cara ini untuk menghukumku…”ujar Jung min lirih, namun masih dapat didengar oleh Hye na. Hye na diam, ia memejamkan matanya, tubuhnya lemah dan Hye na tidak mampu melakukan apapun.

**********

Malam menjelma, bulan kembali hadir, ditemani bintang yang juga memancarkan sinarnya, menambah keceriaan malam itu, namun kali ini tidak membantu membawa sedikit keceriaan di hati siapapun. Malam itu merupakan malam yang sendu, sunyi, sepi sedih, untuk Jung min dan En kyu, membingungkan untuk Jae min dan Min jae, bagaimana tidak, seseorang yang kehadirannya bisa dikatakan tidak diundang dan tidak diinginkan untuk Jung min, tiba-tiba ada dihadapannya dan seseorang yang selalu menunjukkan senyum indahnya, tiba-tiba senyum dan keceriaanya sirna.

Jung min diam ditempatnya, menghela napas lirih dan menundukkan kepalanya. Ia merasa sangat bersalah pada bidadari yang duduk di dekatnya. Tak lama helaan napas terdengar kembali. Hye na mengetahuinya, namun rasa kesal masih menyelimutinya, membuatnya tidak peduli dengan laki-laki yang duduk tak jauh dari tempatnya, yang menatapnya, memohon.

Terpikir olehnya kembali apa yang telah ia lakukan pada bidadarinya itu, ia pikir ini akan sangat menyenangkan, tapi pikiran menyenangkan itu, membuatnya buta, ia sama sekali tidak mendengarkan perkataan En kyu atau siapapun untuk memikirkannya kembali, dan tidak membuat Hye na tersenyum bahagia, malah membuat bidadarinya itu semakin mejauh dari dirinya, ditambah lagi, kehadiran seseorang yang membuat dirinya menatap laki-laki itu kesal, sangat kesal.

Flashback

Jung min diam, menatap Hye na yang terbaring lemah diranjang kamar keduanya. Tatapannya khawatir sekaligus bersalah, ia sama sekali tidak memikirkan semuanya dengan baik. Sesaat ia lupa dan kini penyesalannya terasa sangat menjadi, dan ia yakin Hye na tidak akan pernah enerima permintaan maafnya.
“uhhhh…”gumam seseorang, membuat Jung min kembali dari alam pikirannya dan menatap keasal suara “sayang…”panggil Jung min

“aku…”

“kau sudah dirumah…”ujar Jung min, seakan mengerti kemana arah perkataan Hye na. Hye na diam, menghela napas panjang, pelan.

“gwenchana…?”tanya Jung min, menatap Hye na yang terlihat perlahan dengan kekuatan yang belum kembali secara sempurna, bangkit dan mencoba bangundari tempatnya “…kau sudah lebih baik…?”tanya Jung min yang kemudian membantu Hye na untuk bangkit karena menyadari ia tidak akan mampu menghalangi apapun yang ingin dilakukan oleh bidadarinya itu.

“kau harus istirahat…”ujar Jung min lagi, mencoba kembali usahanya, namun ternyata sama saja, keras kepala Hye na sedang meraja saat itu, Hye na tetap berkeras untuk bangkit dari tempatnya dan keluar dari ruangan itu bagaimanapun usaha Jung min untuk menghalanginya. Hye na melangkah kearah pintu, hingga tiba-tiba langkah Hye na terhenti “… tolong hubungi En kyu untuk mengundang temannya itu makan malam dirumah ini…”

“MWO?!?”

Hye na memutar tubuhnya, menatap Jung min ketika mendengar perkataan Jung min yang menyiratkan sebuah penolakan “…aku ingin…”ujar Hye na singkat, menatap Jung min dalam, berhasil membuat Jung min diam ditempatnya, menatap Hye na tidak dapat berkata-kata.

End Of Flashback

“omma…”panggil Jae min menatap sang ibu yang hanya terdiam ditempatnya menatap kedua anaknya menikmati makan malamnya dengan pandangan melamun.

“gwenchana…?”tanya seseorang tiba-tiba, menatap Hye na khawatir dan membuat Hye na, Jung min, Jae min dan Min jae serta En kyu mengangkat wajahnya menatap ke asal suara. Hye na tersenyum menatap orang itu “…gwenchana…”jawab Hye na yang berhasil membuat Jae min, Min jae, Jung min dan En kyu menatap orang itu kesal. Hye na menyadari tatapan itu yang akhirnya membuatnya bangkit dari tempatnya “…mau kemana…?”tanya Jung min tiba-tiba bersamaan dengan laki-laki yang hari itu sangat dibenci oleh Jung min.

Hye na diam sesaat ditempatnya, menatap Jung min dan Hyun woo bergantian “…aku harus memberi makan malam Ha na…”

“tapi kau belum memakan makan malammu…”tambah Hyun woo yang perhatiannya pada Hye na semakin membuat Jung min, Jae min, dan Min jae kesal namun kini membuat En kyu menundukkan kepalanya, tidak mengerti harus melakukan apa.

“ahni… aku tidak lapar… aku harus menemani Ha na…”jawab Hye na yang kemudian melangkah pergi meninggalkan semua orang.

Hyun woo, dan Jung min terlihat diam ditempatnya menatap kepergian Hye na dalam diam hingga ia menghilang dari pandangan keduanya.

Jae min menatap sang ayah bingung, ya, Jae min dan Min jae sama sekali belum mengetahui duduk perkara yang terjadi antara sang ayah, laki-laki yang tidak mereka kenal yang kini duduk di kursi meja makan keluarga mereka serta keterdiaman omma mereka yang membingungkan, namun ada yang lebih membuat keduanya bingung sekaligus curiga. Kini pandangan Jae min dan Min jae teralih pada laki-laki tak dikenal yang duduk di salah satu kursi meja makan mereka.

“siapa anda…?”tanya Min jae, kemudian, menatap Hyun woo yang kini terdiam di tempatnya, menatap Min jae

“mwo…?!?!? Kau tidak mengenalku…?”tanya Hyun woo bingung, ternyata masih banyak orang yang tidak mengenalnya, setelah ia keluar dari kota yang membesarkan namanya. Min jae menggelengkan kepalanya. Hyun woo diam, terkejut dengan jawaban Min jae.

Hyun woo menarik napas panjang, mencoba menjawab, namun… “…ak…”

“dia teman hyung dari New York, seorang artis terkenal disana namanya Kim Hyun woo….”

“ahhh… aku penah mendengar tentangmu…”sambung Jae min tiba-tiba, membuat Hyun woo tersenyum senang dengan yang dikatakan Jae min. “kau mengenalnya…?”bisik Min jae

“…ne…”jawab Jae min yakin “…kau yang sering dikatakan sebagai salah satu laki-laki keturunan Korea yang berhasil menjadi seorang aktor di luar negeri…karena ketampanan, dan aktingmu…”jawab Jae min, Hyun woo menganggukkan kepalanya mengiyakan dan membuat senyum diwajah Hyun woo semakin lebar mendengar ucapan Jae min. “dan… menurut gossip, kau juga seorang Casanova yang sering mempermainkan aktris-aktris lawan mainmu untuk mendongkrak popularitasmu…” tambah Jae min yang berhasil membuat En kyu dan Jung min terkejut kemudian disusul tawa dari keduanya.

“MWO!?!? AHNI…!!! Itu tidak benar… aku tidak pernah merayu mereka… mereka yang berusaha mendekatiku untuk menaikkan popularitas mereka…”bela Hyun woo

“auuushhh… sudahlah… bahkan semua orang sudah berpikir seperti itu sekarang… kau tidak bisa membantah, semua sudah terbukti… bukan begitu Jae min…?” Jung min merasa menang sekarang, berhasil memojokkan laki-laki yang menjadi saingannya sekarang.

“ne… memang semua sudah terbukti appa…”jawab Jae min membuat Jung min semakin tersenyum penuh kemenangan, namun… “… semua terbukti seperti apa yang dikatakan dia…”

“MWO??!!”
Jae min menganggukkan kepalanya, mengiyakan dan meyakinkan apa yang baru saja dikatakannya “…bahwa semua wanita itu mendekatinya hanya untuk menaikkan popularitas mereka…”jawab Jae min yang membuat En kyu diam tersenyum ditempatnya “…yya… bagaimana kau tahu tentang semua itu…?”tanya En kyu, menatap Jae min tersenyum. Jae min mengalihkan pandangannya menatap En kyu namun sebuah pandangan yang tidak bersahabat dan En kyu menyadarinya. Jae min tidak menjawab pertanyaan En kyu dan hanya diam, menatap En kyu, meyakinkan bahwa perang dingin masih terjadi antara mereka, dan Hyun woo menyadarinya, membuatnya mengerti harus melakukan apa.

**********


Malam semakin larut, sama larutnya dengan semua kesunyian, rasa sepi dan sedih yang dialami Jung min. Jung min menghela napas sesaat, menatap pintu yang berdiri tegak dihadapannya. sudah hampir 15 menit ia berdiri diam didepan pintu itu, tanpa berani untuk mengetuk, memanggil atau melakukan apapun memberikan tanda kehadirannya.

“appa… gwenchana…?”tanya Jae min tiba-tiba, membuat sang ayah terlonjak ditempatnya.

“auuushhh… kau mengagetkan appa… ada apa…?”

“ahni… hanya bingung…”

“apa kalian berdua bertengkar…?”tanya Min jae tiba-tiba, yang semakin membuat Jung min terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba. Jung min menatap Min jae dan Jae min yang menunggu jawabannya “ahhh… ahni…”jawab Jung min, gugup.

“sebenarnya ada apa… apa yang terjadi hingga seperti ini…?”tanya Jae min, menatap Jung min selidik. Ia sangat memahami orang tuanya itu. Dan ini bukanlah sebuha kebiasaan diantara keduanya. Saling diam, saling tidak menatap lembut, saling tidak tersenyum atau memberikan sebuah percikan cinta diantara keduanya.

“…semuanya salah appa…”aku Jung min.

Jae min dan Min jae diam ditempatnya menatap ayahnya itu “… appa sudah mempermainkan hati omma itu…”

“apa yang appa lakukan…”

“appa hanya ingin mengetahui seberapa besar cinta omma mu pada appa…”

“tapi tidak seperti itu… aku sangat benci orang-orang yang mempermainkan orang lain dengan berpura-pura sakit…”sambung seseorang tiba-tiba, membuat ketiganya terkejut dan mengalihkan pandangannya menatap orang itu.



“omma…”

“sepertinya Min jae mulai mengerti…”ujar Min jae menatap sang ayah diam “… maaf appa kami tidak bisa membantu jika seperti itu…”tambah Min jae lagi yang kemudian beranjak pergi meninggalkan sang ayah yang diam menatap Hye na dan kini keduanya saling menatap, namun dengan tatapan yang berbeda.

“ayo Jae min…”ajak Min jae, membuat Jae min tersadar dari keterdiamannya yang sepertinya ia belum mengerti duduk masalahnya.
Hye na menatap diam kedua anaknya yang melangkah pergi, kemudian menatap Jung min yang berdiri menundukkan kepalanya dihadapannya. Hye na menghela napas kemudian beranjak pergi dari tempatnya.

“sayang…”panggil Jung min menyadari kepergian Hye na yang membuatnya segera mengejar langkah Hye na.

Hye na menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu besar, kemudian kembali menghela napas panjang 
 “aku sedang tidak ingin berbicara atau mednengar apapun Jung min-ssi… tolong tinggalkan aku sendiri…” ujar Hye na, tanpa membalikkan tubuhnya untuk menatap Jung min. Hye na hanya berdiri, membuat Jung min menatap punggung Hye na sendu. Jung min menatap Hye na yang diam, “tapi…” Hye na sama sekali tidak memberikan Jung min waktu untuk mengatakan apapun dan ia hanya beranjak pergi masuk kedalam kamarnya, menutup pintunya, tanpa mengalihkan pandangannya menatap suaminya itu “mianhe…”ujar Jung min, menundukkan kepalanya, berdiri di hadapan pintu kamarnya dan Hye na.

“mianhe…”ujar Jung min lagi



“mianhe… mianhe… mianhe…”ujar Jung min yang kini terdengar lirih.
***********

Matahari mulai masuk perlahan. Menyinari bumi, membuat semua penghuni bumi bangun dari tidurnya. Perlahan sinarnya masuk ke dalam celah kamar dimana Jung min tidur. Jung min memejamkan matanya kembali dan lebih rapat saat cahaya menyilaukan sang mentari masuk dan menyiram dirinya. Jung min perlahan membukanya, untuk membiasakan penglihatannya.

Ia menyadari kekurangan yang dialami dirinya pagi itu. Di pagi biasanya, Hye na akan membangunkannya dan terkadang menghalangi sinar mentari yang masuk melalui celah tirai yang terbuka kamarnya. Jung min menghela napas sedih. Ia bangkit perlahan dari sofa tempatnya tidur. Tubuhnya terasa sangat sakit dan hatinya terasa sesak. Pertama kali ia tidur di sofa yang sempit dan tidak bersama Hye na.

“ahhh… dimana dia…”ujar Jung min lirih, saat menyadari kasur yang ditempati Hye na kosong dan terlihat rapi. Jung min segera beranjak dan keluar dari ruangan itu, mencari keberadaan Hye na “dapur…”pikir Jung min yang kemudian segera berlari kearah dapur, namun ia tidak mendapati sosok Hye na disana, hanya beberapa pelayan yang segera menghentikan pekerjaannya, menatap Jung min, menunggu jika ada perintah dari majikannya itu, namun hanya beberapa saat Jung min disana, ia bergegas berlari kembali kearah tangga dan menuju kesebuah kamar yang ia yakin Hye na berada di ruangan itu.

 “sayang…”panggil Jung min sambil membuka pintu ruangan itu, namun ia tidak mendapati siapapun disana “…Ha na…”panggil Jung min lagi, yang perlahan melangkah masuk kedalam kamar Ha na, tapi sama seperti Hye na, Jung min sama sekali tidak mendapati Ha na ataupun Hye na di ruangan itu.

Jung min merasa takut kini, ia bergegas keluar dari ruangan itu dan mencari disemua ruangan, namun ia tidak mendapati keberadaan Hye na, atauapun Ha na, hingga…

“terima kasih…”ujar seseorang yang berhasil membuat Jung min melangkah perlahan mendekat ke asal suara.

“ahni… gwenchana… aku senang dapat membantumu… dan aku juga semakin sayang pada Ha na…”ujar orang itu yang kemudian mengambil Ha na dari kereta dorong yang berada di antara Hye na dan orang itu. Hye na tersenyum lebar dan terlihat sangat cantik saat itu, bahkan terlihat lebih cantik lagi dimata Jung min

Semua interaksi itu membuat Jung min diam ditempatnya, menatap semua itu kesal, marah sekaligus sangat cemburu. Belum pernah ia merasakan api cemburu sebesar ini.



Jung min melangkah mendekat dan berdeham keras, membuat Hye na dan orang itu menyadari keberadaan dirinya. “…ahhh… kau…”

“kau sudah bangun Kim Hyun woo-ssi…”ujar Jung min dingin, menatap Hyun woo kesal dan duduk diantara ketiganya, tepat dihadapan kursi dorong Ha na.

“…ne… untuk bertemu dengan Hye na-ssi dan menatap senyumnya di pagi yang cerah ini, membuat udara dingin yang berhembus menjadi terasa hangat di kulit…”jawab Hyun woo, menatap Hye na lembut sekaligus menggoda yang berhasil membuat Jung min semakin terbakar cemburu.



Hye na tersenyum tipis mendengar ucapan Hyun woo kemudian terdiam setelah menatap reaksi Jung min. Jung min mengalihkan pandangannya menatap Hyun woo kesal, marah dan dengan pandangan ingin membunuh. Hye na menyadai kecanggungan diantara ketiganya.

“heem!! “Hye na berdeham untuk mengusir kecanggungan diantara ketiganya “…sudahlah… aku harus menyiapkan sarapan…”ujar Hye na yang kemudian bangkit dari tempatnya

“boleh aku bantu…”tawar Hyun woo, sambil menggendong Ha na dalam pelukannya. Hye na diam, menatap Hyun woo kemudian Jung min bergantian “…ahni… gwenchana… banyak pelayan yang membantuku… kau tunggu saja di meja makan… atau kau bisa membantuku membangunkan En kyu, Jae min dan Min jae…”ujar Hye na menatap Hyun woo dan Jung min, menandakan sebuah permintaan untuk keduanya, alih-alih ia ingin Jung min yang melakukan itu untuk dirinya.

“biar aku saja…”ujar Jung min yang dengan cepat mengambil Ha na dari gendongan Hyun woo dan melangkah cepat kearah kamar Jae min dan Min jae yang hampir berdekatan.

Hye na tersenyum lebar menatap tingkah suaminya itu, yang berusaha mendapatkan maaf darinya dengan cara yang hampir tidak pernah ia lakukan sebelumnya hanya untuk mendapatkan perhatian darinya. Hyun woo diam, menyadari senyum Hye na, membuatnya semakin menyadari posisinya.

“aku akan membangunkan En kyu…”ujar Hyun woo, kemudian.

“gomawo…”ujar Hye na yang kemudian segera beranjak ke dapur dan mulai menyiapkan sarapan untuk keluarganya.

********

“YYA!! Aku menunggumu!! Kenapa kau tidak datang…!! Banyak rapat yang…”
Seung gi menghentikan ucapannya tiba-tiba, menatap pada 2 orang yang terlihat tengah duduk saling berhadapan menekuni sesuatu di tangan masing-masing. Hye na terlihat meletakkan beberapa kertas ditangannya sesaat dan menatap Seung gi yang baru saja masuk ke ruang keluarga keduanya, begitu juga dengan Jung min yang mengalihkan pandangannya dari berkas ditangannya, menatap Seung gi bingung.

“ahhh… sepertinya aku datang di saat yang salah…”ujar Seung gi, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tersenyum “aahhh… kalian sudah baikan ya…?”tanya Seung gi, menatap Jung min dan Hye na bergantian menunggu jawaban keduanya.

“ahni…”

“ne…” jawab Hye na dan Jung min bersamaan yang ternyata membuat Hye na menatap Jung min tajam, mengancam untuk mengoreksi ucapan Jung min dan kini membuat Jung min menatap tajam, marah pada Seung gi. “auushhh…”ujar Jung min kesal, menatap Seung gi dan kemudian perlahan bangkit dari tempatnya, dan menarik Seung gi keluar dari ruangan itu.

“mianhe…”ujar Seung gi, menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Jung min yang masih menatap marah padanya.

“aku sedang berusaha…puas!! Jadi pergilah…”ujar Jung min, mengalihkan pandangannya dari Seung gi, sambil melipat tangannya di dada, menandakan jika ia benar-benar kesal.

“tapi…”

“lagipula… aku sudah menghubungi nona Song kalau hari ini aku tidak akan datang kekantor, dan aku memintanya untuk menghubungimu dan memintamu untuk mengcancel semua rapat hari ini…”jawab Jung min panjang lebar, membuat Seung gi menatapnya tidak percaya. Jung min kembali menatap Seung gi “…jadi pergi sekarang… jangan ganggu aku…”ujar Jung min, yang kemudian mendorong Seung gi keluar dari rumahnya.

“baiklah… aku pergi Hye na-ssi…”ujar Seung gi ketika ia melewati ruang keluar Lee mansion, membuat Hye na menatap keduanya aneh.

“ada apa dengan mereka…”tanya Hyun woo tiba-tiba, duduk disisi Hye na saat Jung min tengah mengantar kepergian Seung gi.

“ahh!!”seru Hye na terkejut dan bangkit berdiri menatap Hyun woo, tidak menyangka. “kau mengejutkanku Hyun woo-ssi…”ujar Hye na yang kemudian tersenyum, membalas senyum Hyun woo dan kembali duduk di tempat sebelumnya.

“ada apa…?”tanya Hye na yang kembali menatap dan membaca kertas ditangannya yang ternyata berhasil menarik perhatian Hyun woo “apa ini…?”tanya Hyun woo, menatap kertas di tangan Hye na, kemudian mengambilnya cepat.

“ahhh… itu hanya laporan…”ujar Hye na yang berusaha mengambil kembali kertas ditangan Hyun woo yang tiba-tiba ia bangkit berdiri, membawa kertas ditangannya lebih tinggi hingga Hye na tidak dapat menjangkaunya. “yya!! Hentikan.. aku harus menyelesaikannya dan memberikan jawabannya…berikan padaku…”ujar Hye na yang berjinjit hingga melompat ditempatnya, mencoba meraih kertas di tangan Hyun woo. Keduanya terlihat sangat dekat saat itu.

“ahni…”jawab Hyun woo, yang memang berusaha menggoda Hye na.

“yya!!! Kim Hyun woo-ssi…”seru Hye na, menatap Hyun woo kesal

“ahni… ambil sendiri jika…” ucapan Hyun woo terhenti ketika tiba-tiba ia menabrak seseorang yang sama tinggi dengannya, berdiri di belakangnya.

Hyun woo membalikkan tubuhnya, menatap laki-laki itu yang kemudian merebut kertas ditangan Hyun woo dan dengan cepat menarik Hye na meninggalkan ruangan itu, tanpa memberikan kesempatan siapapun untuk mengatakan apapun.

Jung min terus menarik Hye na, masuk kedalam kamar keduanya. Hye na dapat merasakan pandangan dan cengkraman Jung min yang penuh dengan kemarahan, dan dengan menahan rasa sakit di pergelangan tangan yang dicengkeram kuat oleh suaminya itu, Hye na melangkah mengikuti Jung min, kemana ia membawanya pergi

*********

"lepaskan!!"seru Hye na, berusaha melepaskan cengkraman tangan Jung min "...kau menyakitiku!!"seru Hye na lagi, yang berhasil membuat Jung min melepaskan cengkraman tangannya, kahawatir, namun ia berusaha tidak menunjukkan kekhawatirannya pada bidadarinya itu, ia sangat marah, dan akan menunjukkan kemarahannya itu pada bidadarinya, dan kemudian sebagai cara Jung min menunjukkan kemarahannya, Jung min mencengkeram pelan lengan Hye na dan memutar tubuh Hye na, membuat dirinya dan Hye na saling berhadapan.
“berhentilah melakukan hal-hal seperti itu padaku…”ujar Jung min, menatap Hye na marah



Hye na menatap Jung min tidak percaya. Ia juga merasa marah, kesal dan sedih, hingga ia tidak tahu harus melakukan apa. Hye na menatap Jung min tajam, marah “yang seharusnya marah itu aku…”ujar Hye na, menarik tangannya lepas dari cengkraman tangan Jung min.

Jung min diam, kemarahan dan rasa cemburu masih merajainya. Ditatapnya Hye na yang berdiri dihadapannya tajam. Hye na terlihat diam, membalas tatapan Jung min tidak kalah tajam, namun Hye na menyadari ia tidak akan dapat melakukan apapun jika karena kemarahan yang meraja di hati Jung min sekarang ini, Jung min mulai bertindak padanya. Dan tepat, beberapa detik berselang setelah keterdiaman keduanya, dengan cepat Jung min menarik tangan Hye na jatuh kepelukannya, mencengkeram leher Hye na, dan mulai menempelkan bibirnya di atas bibir Hye na kuat, penuh gairah.

Hye na diam, menatap Jung min tidak percaya dengan apa yang dilakukannya dan beberapa detik setelahnya ketika ia menyadari Jung min mulai melumat bibir Hye na, Hye na berusaha melepaskan cengkraman Jung min namun… tidak bisa karena setelahnya Jung min kembali melingkarkan lengannya di pinggang Hye na, membawanya lebih dekat dan mulai melumat Hye na, tanpa mengijinkan dirinya atau Hye na menarik napas sejenak.

Hye na diam, tidak melumat atau melakukan apapun, hingga akhirnya Jung min mulai membuka mulutnya lebih lebar, dan melumat, melilit lidah Hye na, membuat ciuman keduanya lebih dalam, Hye na sudah menebak hal itu, dan ia hanya dapat menggerang, mendesah, menikmati ciuman Jung min yang mulai memanas. Jung min menyadari reaksi itu dan semakin mempererat lingkaran lengannya di perut Hye na dan semakin mempererat cengkraman tangannya di leher Hye na, membawanya semakin dekat, menarik leher dan tubuh Hye na lebih dekat padanya, hingga Hye na harus berjinjit ditempatnya, berusaha menjajari tinggi tubuh Jung min.

Hye na juga melingkarkan lengannya di leher Jung min, berpegangan padanya.
Matahari semakin beranjak tinggi. Keduanya masih menghabiskan waktu keduanya seperti beberapa menit yang lalu. Saling melumat, mencengkeram dan memeluk, hingga akhirnya Hye na melepaskan ciuman keduanya memberikan kesempatan paru-parunya untuk menghirup udara segar. Dan kini keduanya terlihat terengah. Dan masih dalam pelukan Jung min, Hye na mengangkat wajahnya, menatap Jung min yang kini terlihat tersenyum menatapnya.

“YYA!!!”seru Hye na, yang kini menatap Jung min kesal. Jung min diam, menatap Hye na yang masih dalam lingkaran lengannya. “mw..mwo…mworagu….”jawab Jung min, menatap Hye na taku-takut

“kau gila… kita bisa mati kehabisan napas jika berciuman seperti itu”ujar Hye na kesal, yang berusaha melepaskan lingkaran lengan Jung min di pinggangnya. Jung min tersenyum menatap Hye na, ia mengerti, ia sudah tahu bidadarinya itu. Ia tidak akan mampu marah lebih lama lagi padanya, dan hasil dari pemikiran itu, Jung min lebih dekat membawa Hye na dalam pelukannya, mendekapnya erat “lepaskan…”

“ahni… aku tidak akan melepaskannya”ujar Jung min yang memang tidak melepaskan dekapannya. Ia tersenyum, begitu juga Hye na. Senyum yang mengisyaratkan sudah tidak masalah atau rasa salah paham lagi diantara keduanya.

********

Matahari sudah terbenam saat ini, meninggalkan semburat merah yang masih terlihat dinatara awan dan menghiasi langit petang itu, begitu juga semburat merah diwajah Hye na. Hye na tidak mampu melakukan apapun dan hanya terdiam, menundukkan kepalanya, tanpa berani menatap Jung min yang duduk tersenyum di hadapannya.

“YYA!!! jangan menatapku seperti itu!!!”seru Hye na, menatap Jung min yang duduk dihadapannya “…seakan kau akan menelanku bulat-bulat…”sambung Hye na yang kini mulai terlihat menundukkan kepalanya. Jung min tersenyum, menatap Hye na, meraih dagunya dan mengangkatnya untuk dapat menatap wajah Hye na “…baru satu hari aku tidak menatapmu seperti ini… aku benar-benar sangat merindukanmu… sangat…sangat… sangat…”ujar Jung min yang kini sudah menatap Hye na lekat dan perlahan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hye na dan perlahan mulai mengecup bibir Hye na lagi, namun kini benar-benar lembut, tidak seperti sebelumnya dan hanya berlangsung selama beberapa detik, setelah itu keduanya saling menatap lembut “…kita benar-benar seperti pasangan muda yang baru saja jatuh cinta…”ujar Hye na

“ya… kita akan seperti pasangan muda yang baru saja jatuh cinta itu… terutama aku… kau selalu baru dimataku sayang… kau selalu membuatku merasa jatuh cinta pertama kali saat menatapmu…”rayu Jung min yang kemudian bangkit dari tempatnya, berdiri disisi Hye na, meraih tangannya dan membantunya untuk bangkit dari tempatnya.

Hye na diam “…kau ingat…?”tanya Jung min

“apa…?”

Jung min tersenyum dan perlahan melepaskan tangan Hye na dan beranjak ke sebuah pemutar piringan hitam tak jauh dari tempatnya berdiri. Pemutar piringan hitam itu berada di meja di ujung kamar keduanya.

Hye na menatap diam suaminya itu yang mulai memilih sebuah piringan hitam dari beberapa piringan hitam ditangannya dan tak lama, ia mengambil sebuah piringan hitam dari tumpukan itu. Jung min menunjukkannya pada Hye na sesaat, dan tersenyum sebelum akhirnya meletakkan piringan hitam itu di pemutarnya dan menyalakannya. Tak lama sebuah lagu klasik yang sangat indah dan berharga di kenangan Hye na dan Jung min terdengar. Hye na tersenyum menatap Jung min yang juga tersenyum padanya.

“kau ingat…?”tanya Jung min sambil berjalan kembali ke arah Hye na dan menatap Hye na lembut penuh gairah. Hye na tersenyum menatap Jung min, semburat merah itu kembali hadir diwajahnya.

“aku tidak mungkin melupakannya…”ujar Hye na lembut yang kemudian, meletakkan tangannya di tangan Jung min yang terjulur, mengangkat kakinya dan meletakkannya diatas kaki Jung min, menginjak kaki Jung min, meletakkan tangannya di pundak Jung min dan keduanya mulai berdansa mengikuti alunan music yang terdengar.

Hye na tersenyum, menundukkan kepalanya, menikmati kebersamaan itu, seperti saat keduanya pertama kali menyatakan perasaan masing-masing, menyadari perasaan masing-masing dan mulai menikmati perasaan itu sebagai sebuah anugrah.

“ini yang aku inginkan….”ujar Jung min, membawa Hye na lebih dekat kedalam pelukannya. Hye na diam, mengangkat wajahnya, menatap Jung min, menunggu “…setelah aku melakukan kesalahan itu di hari ulang tahun pernikahan kita, aku ingin melakukan ini…”tambah Jung min

“ini…?”

“ne… berdansa denganmu…”ujar Jung min, menundukkan kepalanya, menatap Hye na, tersenyum lembut “…dan menghabiskan seluruh waktuku denganmu…”tambah Jung min lagi.

Hye na tersenyum menatap Jung min “…ternyaat tidak sesuai rencana…”ujar Jung min lagi

Hye na mengerucutkan bibirnya “….kau sendiri yang mengacaukannya… coba jika kau tidka melakukan itu padaku…aku…”ucapan Hye na terhenti karena tiba-tiba Jung min mendaratkan ciumannya di bibir Hye na, membungkam bibirnya.

“kita nikmati saja malam ini… yang lalu biarlah berlalu…”ujar Jung min, memberikan ciumannya kembali namun kini lebih dalam dari sebelumnya.

**********

Hye na membuka matanya, dan pandangannya mulai tertuju pada seorang laki-laki yang masih tertidur disisinya, memeluknya erat. Hye na diam, tersenyum, dan perlahan menyibakkan rambut halus yang jatuh kewajah laki-laki itu “…suamiku…”ujar Hye na lirih, tersenyum

“heeeemmm…”jawab Jung min yang terlihat masih memejamkan matanya, tiba-tiba, membuat Hye na terkejut ditempatnya, menatap suaminya itu “…kau sudah bangun…?”tanya Hye na, menatap Jung min

“…tentu saja…”jawab Jung min, masih memejamkan kedua matanya.

“sejak kapan…?”

“sejak kau menatapku…dan tersenyum…”jawab Jung min, yang kini telah membuka kedua matanya, menatap Hye na. Semburat merah kembali hadir diwajahnya. Keduanya saling menatap dalam, saling melemparkan rasa cinta masing-masing, hingga…

“OMMA!!! Kau sudah bangun?!?”seru seseorang tiba-tiba, mengetuk pintu kamar Hye na dan Jung min keras

“ahhh… En kyu-aa… ada apa…?”tanya Hye na, menatap pintu dihadapannya.

“Hana…”jawab En kyu

“MWO?!? Ada apa dengan Ha na…”tanya Hye na khawatir yang tiba-tiba menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tidak berbalut apapun dan bangkit mengambil pakaian yang terdekat, memakainya dan membuka pintu kamarnya.

“ada apa dengan Ha na…?”tanya Hye na saat ia membuka pintu dihadapannya dan menatap En kyu yang terlihat masih mengantuk “… dia menangis dari jam 4 pagi tadi… aku pikir omma sudah mengambilnya, hingga…” ujar En kyu yang tiba-tiba terhenti ketika ia membuka matanya, menatap Hye na, dan keterkejutan melandanya “…Omma?!?! Gwenchana…?”tanya En kyu yang saat itu memang penampilan Hye na sangat berantakan dan tidak seperti biasanya.

“omma mu baik-baik saja nak…”jawab Jung min tiba-tiba, menjawab pertanyaan En kyu. “appa..?!?!”

“ne..”

En kyu terdiam sesaat, menatap Jung min yang duduk di ranjangnya dan ommanya yang terdiam menundukkan kepalanya di hadapan anak laki-lakinya itu diam, tidak mampu melakukan apapun “…ahhhhh…”senyum lebar tiba-tiba menghiasi wajah En kyu setelah ia menyadari sesuatu.



Senyum En kyu berhasil membuat Hye na terlihat semakin menundukkan kepalanya “…kalian sudah baikan ya… dan… ha ha ha… aku tahu… apa aku menganggu kalian…? Apa aku datang disaat yang tidak tepat…”ujar En kyu yang terlihat berusaha menggoda ommanya itu.

“ahni… berikan Ha na pada omma… dan bangunkan adik-adikmu untuk sarapan…”ujar Hye na, menatap En kyu sesaat kemudian mengambil Ha na dari gendongan En kyu dan menutup pintu kamar diantara keduanya.

“tak apa omma… ini lebih baik daripada kalian bertengkar seperti hari kemarin… ini sebuah kabar gembira jika kalian sudah kembali seperti semula…”seru En kyu di balik pintu kamar Hye na dan Jung min, membuat Hye na menahan malu, dan menundukkan kepalanya.
Jung min tersenyum menatap bidadarinya yang menundukkan kepalanya, malu dengan Ha na dalam gendongannya, menatap pada ibunya itu.

“bawa Ha na kemari sayang…”ujar Jung min, menatap Hye na

“ahhh… ne… aku juga harus menyiapkan sarapan…”ujar Hye na yang melangkah cepat mednekati Jung min, memberikan Ha na padanya dan segera beranjak kekamar mandi.

********

“gwenchana…?”tanya seseorang tiba-tiba, membuat En kyu mengalihkan pandangannya, masih dengan senyum yang sama, menatap orang itu

“ne… semuanya sudah lebih baik sekarang…”ujar En kyu menatap orang itu penuh kemenangan.

“ada apa…?”tanya orang itu. En kyu menatap orang itu lagi, senyum diwajahnya masih sama seperti sebelumnya dan dengan cepat ia menjawab “…ahni… tidak ada apa-apa… semuanya sudah kembali seperti semula dan sewajarnya… dan tidak ada yang lebih baik dari itu…”jawab en kyu yang kemudian beranjak pergi meninggalkan orang itu yang terdiam ditempatnya menatap kepergian En kyu “YYA!! Lee En kyu!! Ada apa sebenarnya…? Apa ada sesuatu yang terjadi…?”tanya orang itu yang berhasil membuat En kyu menghentikan langkahnya, menatap orang itu tersenyum “…ne… sesuatu yang besar dan baik terjadi Kim Hyun woo-ssi… dan aku sangat senang karenanya…”jawab En kyu yang kemudian melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Hyun woo yang terdiam ditempatnya menatap kepergian En kyu.

“Ada apa sebenarnya…?”tanyanya lirih, menatap kepergian En kyu diam. Hyun woo masih terdiam ditempatnya, hingga tak lama, pintu di seberangnya terbuka dan seseorang keluar dari ruangan itu.

“Hye na-ssi…”ujar Hyun woo, terlihat terkejut menatap Hye na

“ahhh… selamat pagi Hyun woo-ssi… sudah ingin sarapan…?”

“ahhh…”

“mianhe… aku bangun sangat terlambat… aku kedapur dulu, aku harus menyiapkan sarapan sebelum si kembar bangun…”ujar Hye na yang kemudian pergi meninggalkan Hyun woo yang masih diam ditempatnya, namun kini ia sudah menyadari sesuatu. Sesuatu yang ia harapkan tidak berubah, kini berubah. Dan keyakinannya bertambah saat tak lama setelah kepergian Hye na, pintu di seberangnya kembali terbuka dan seseorang kembali keluar dari ruangan itu.

“oohhh… Hyun woo…”ujar Jung min sambil menggendong Ha na dalam pelukannya, ia tersenyum menatap Hyun woo yang terdiam terkejut menatapnya.

“Gwenchana…?”tanya Jung min kemudian, menatap Hyun woo

“ahhh… ne…”

“bagus… ayo kita sarapan…”ujar Jung min masih dengan senyum yang sama

“ne…”

“bagus… kalau begitu aku duluan…”ujar Jung min “..ayo sayang… kita bantu omma…”ujar Jung min menatap Ha na kemudian sesaat terlihat ia melirik Hyun woo yang masih diam, terkejut ditempatnya, tidak percaya dengan pemikiran dan apa yang terjadi saat itu.

Jung min tersenyum senang, penuh kemenangan dan pergi meninggalkan Hyun woo yang masih diam ditempatnya.

**********

“kau terlihat sangat senang pagi ini…”ujar Seung gi saat ia melangkah masuk kedalam ruangan Jung min “…sepertinya semuanya berjalan dengan baik…”sambungnya lagi
Jung min mengalihkan pandangannya dari berkas ditangannya dan tersenyum menatap Seung gi



Senyum Jung min sudah menunjukkan semuanya, dan tanpa membutuhkan jawaban dari Jung min, Seung gi mendesah dan duduk dihadapan Jung min “… baguslah kalau begitu… seperti ini lebih baik bukan…”ujar Seung gi yang kemudian mengambil sebuah berkas di meja Jung min, membacanya sekilas kemudian meletakkannya lagi dan menatap Jung min serius “…kalau begitu sekarang giliranku…”ujar Seung gi yang ternyata membuat senyum Jung min hilang dan menatap Seung gi tajam “..apa maksudmu dengan giliranmu…?”tanya Jung min marah
Seung gi diam, mengalihkan pandangannya menatap Jung min “…ahhh ahni… bukan itu… aku tidak akan mengganggumu dengan Hye na-ssi… aku…”

“apa…”

“tentang permintaanku…”ujar Seung gi yang sesekali terlihat melirik Jung min yang menatapnya bingung dan ternyata membuat Seung gi kembali berdecak marah “auuuusshhh… kau tidak melupakannya bukan…?”

“apa…?”tanya Jung min, menatap Seung gi bingung

“auuushhh…”

“baiklah… aku ingat… ada apa dengan permintaan cutimu itu…”

“aku ingin memintanya besok…”

“mwo…?!? Lalu bagaimana denganku jika kau cuti… aku…”

“ini…”ujar Seung gi yang kemudian memberikan sebuah agenda pada Jung min yang diterima Jung min dengan pandangan bertanya “…apa ini…”

“ini janji dan semua rapat yang harus kau tepati… termasuk rapat yang kemarin kau batalkan secara tiba-tiba…”

“yya!! aku tidak membatalkan secara tiba-tiba…. Hanya terlambat…”

“auushhhh…sama saja…”ujar Seung gi, menatap Jung min kesal “…yang penting sekarang, kau harus menepati janjimu itu…”tagih Seung gi, menatap Jung min marah

“baik… baik… aku mengerti… kau bisa mengambil cutimu besok…”

“bagus…”

“tapi…”

“heemmmmm…”

“sebenarnya kenapa kau tiba-tiba mengambil cutimu… selama… satu bulan penuh…?”tanya Jung min, menatap Seung gi bingung, karena tidak seperti biasanya Seung gi mengambil cuti selama itu.

Seung gi diam, menatap Jung min sesaat, kemudian senyum lebar terlihat diwajahnya “..tak ada… hanya ada sesuatu yang harus aku lakukan…dan aku ingin mengambil cuti yang belum pernah aku ambil sebelumnya…”

Jung min diam, menatap Seung gi tidak percaya dengan alasannya “…kau tidak pernah bisa berbohong didepanku… ada apa sebenarnya…?”

“tak ada… semuanya baik… aku hanya ingin melakukan satu hal…”

“apa itu…”

“rahasia… kau tidak perlu tahu… karena ini belum waktunya untuk kau tahu…”

“ada apa sebenarnya…?”

“tak ada… besok setelah waktunya tiba… aku akan memberitahukannya padamu…”

“tapi…”

“simpan agenda itu, jangan sampai lupa dengan semua janjimu dan rapat-rapat itu… aku sudah memberikan salinannya pada nona Song… jadi cobalah untuk tidak mempersulit nona Song saat ia mengingatkanmu…”ujar Seung gi panjang lebar

“YYA!! aku tidak pernah menyulitkan nona Song… kapan aku…”

“kau selalu melakukannya…”ujar Seung gi, memotong ucapan Jung min, melotot, menatap Jung min.

“auuusshhh…”akhirnya Jung min menyerah

**********

“semuanya baik…?”tanya Hyun woo tiba-tiba, menatap Hye na yang terlihat tengah asyik membuat sesuatu dengan tepung, gula dan telur. Hye na tersenyum mengangkat wajahnya menatap Hyun woo, yang duduk dihadapannya.

“ne… semuanya baik… ada apa…? Apa aku terlihat tidak baik…?”tanya Hye na, menatap Hyun woo tersenyum. Hyun woo diam ditempatnya, menundukkan kepalanya, menyadari sesuatu yang ia sayangkan bila terjadi, namun hal lain juga terasa dihatinya. Ada sebuah kebahagian dihatinya ketika menatap senyum yang terlihat diwajah wanita yang berdiri dihadapannya, namun…

“ada apa sayang…?”tanya Hye na tiba-tiba, menatap seseorang yang melangkah perlahan kearahnya dan duduk di sisi Hyun woo. Sesaat Hyun woo yang tidak menyadari ucapan yang dikatakan Hye na tidak untuknya, tersenyum dan mengangkat kepalanya, ia sangat senang saat Hye na memanggilnya seperti itu

“ahni…”

“hyung omma…”ujar Jae min dan Hyun woo bersamaan, namun ternyata yang berhasil menarik perhatian adalah ucapan Hyun woo. Jae min dan Hye na mengalihkan pandangannya menatap Hyun woo bingung begitu pula Hyun woo yang kemudian terdiam, menyadari kesalahannya.

“Ada apa dengan hyung…?”tanya Hye na, menatap Jae min bingung

“lihat saja sendiri… aku benar-benar benci padanya…”ujar Jae min yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Hye na dan Hyun woo yang diam ditempatnya, bingung, menatap kepergian Jae min dengan wajah yang merengut dan langkah diangkat tinggi, seakan menendang sesuatu yang tidak tampak dihadapannya, udara.

“Ada apa dengannya…?”tanya Hyun woo kemudian

“entahlah… lebih baik kita melihatnya saja…”ujar Hye na yang kemudian membersihkan tangannya sesaat dan melangkah pergi mendahului langkah Hyun woo yang taklama menyusulnya.

“ahhh… jangan seperti ini… Jae min… tolong lepaskan…”ujar seseorang tiba-tiba terdengar risih dengan sikap seseorang.

Hye na menatap En kyu yang tengah berkutat dari pelukan seorang wanita. Keduanya terlihat berdiri di depan pintu saling memaksa.

“ada apa sayang…”tanya Hye na, menatap En kyu dan melangkah mendekatinya.

“omma…”panggil En kyu yang setelahnya berhasil membuat wanita dihadapannya melepas pelukannya. “mencari siapa nak…?”tanya Hye na menatap wanita itu.

“ahhh… ahjuma…saya Hong Mi na…”ujar wanita itu “saya…”
“dilihat dari seragam yang kau kenakan sepertinya kau teman Jae min dan Min jae…?”tanya Hye na
“ahh… ne…”
“ahhh… masuklah…”ujar Hye na, mempersilahkan Mi na masuk dan duduk diruang tamu Lee mansion
“omma…”tegur En kyu tiba-tiba, namun ternyata tidak diperdulikan oleh Hye na “…pasti kau ingin bertemu Min jae dan Jae min… mereka ada… tenang saja… akan ahjumma panggilkan…”ujar Hye na, tersenyum menatap Mi na
“ahhh… tidak perlu ahjumma… aku…”
“dia ingin bertemu dengan En kyu hyung…”ujar seseorang tiba-tiba, membuat Hye na mengalihkan pandangannya menatap orang itu “Min jae…?”
“ne… ahjumma… aku ingin bertemu dengan En kyu oppa…”ujar Mi na
“MWO…?!?”
“dan itu yang membuat Jae min marah padamu… Lee En kyu..?!?”ujar Hye na, menatap En kyu kesal dan marah. “ne ommanim…”ujar En kyu menundukkan kepalanya.
“bagus sekali…”ujar Hye na dengan tekanan dikalimatnya itu, menahan rasa kesal di hatinya.
“ahhh… aku hanya ingin memberikan ini pada oppa…”ujar Mi na, terlihat malu-malu menyodorkan sesuatu pada Hye na, alih-alih menyerahkannya pada En kyu.
“ne… bagus sekali… terima kasih…”ujar Hye na
“En kyu… kau tahu bukan…?”
“ne ommanim…”jawab En kyu semakin menundukkan kepalanya.
“baiklah… aku pergi dulu… terima kasih banyak…”
“ne… hati-hati…”ujar Hye na, menatap kepergian Hong Mi na dan setelah ia berlalu, Hye na terlihat segera membalikkan tubuhnya menatap En kyu “…Lee En kyu… kau benar-benar…”
“ahni omma… tidak seperti itu… En kyu benar-benar tidak melakukan apapun… En kyu benar-benar tidak menyukai gadis itu… En kyu…”
“dia sudah memiliki wanita lain Hye na-ssi…”
“MWO?!?!?”seru Hye na dan Jae min hampir bersamaan, namun semua orang dalm ruangan itu terlihat mengalihkan pandangannya pada Jae min yang terlihat melangkah turun dari tangga.
“kenapa kau tidak mengatakannya pada omma sayang…”ujar Hye na, menatap En kyu.
En kyu menatap Hyun woo tajam sesaat sebelum kemudian ia menundukkan kepalanya, menyadari kesalahannya “…En kyu hanya belum sempat omma… banyak masalah terjadi dan…”
“anyong… maaf menganggu anda…”
“Yoo rae!!!”seru En kyu dan Hyun woo tiba-tiba, menatap seseorang yang datang dan berdiri diambang pintu yang terbuka, membuat semua orang mengalihkan pandangannya menatap Yoo rae.

********

Sementara itu…

“ahhh… akhirnya sampai… benar-benar perjalanan yang melelahkan..”ujar Seung gi sambil merentangkan kedua tangannya, menghirup udara segar pagi itu

Saat itu matahari baru saja menunjukkan sinarnya di belahan dunia yang lain, dan baru saja Seung gi menghabiskan waktunya bersama burung bermesin yang terbang melintasi bumi. Rasa lelah yang dirasakan Seung gi sama sekali tidak menghapus senyum diwajahnya, ditambah lagi saat ia mengetahui dimana dirinya berada. Segala sudah dekat sekarang, dan hanya dengan sebuah persiapan ia akan membawa orang itu kembali.

Seung gi tersenyum yakin dengan rencana dan dengan cepat mulai melangkahkan kakinya melintasi lintasan pesawat yang kecil itu, yang menujukkan dia sekarang berada di sebuah negara kecil hampir diujung dunia.

“aku datang Min Hyun ah-ssi…”ujar Seung gi sambil terus melangkahkan kakinya.

Seung gi melintasi jalanan yang berbatasan dengan sebuah pantai di sisi kanannya dan sebuah hutan dengan berbagai macam tumbuhan di sisi sebelah kirinya. Jalanan itu sangat sepi saat itu, dan ia mengerti kenapa, matahari baru saja menunjukkan sinarnya dan udara masih sangat mendukung untuk semua orang menelungkup dibawah selimutnya yang hangat. Seung gi tersenyum, atau bisa saja tempat ini memang benar-benar sepi dan terpencil, hingga jarang sekali orang melewati jalan itu, namun dia tidak peduli dengan semua itu, karena ada yang lebih mengalihkan perhatiannya.

Senyum Seung gi terlihat merekah lebar diwajahnya ketika ia menatap seseorang, namun hanya sesaat, tiba-tiba senyum Seung gi menghilang dari wajahnya, bukan hanya seseorang yang ingin dilihatnya, namun Seung gi menebak ada seseorang yang lain yang tidak ia inginkan kehadirannya di tempat itu, bersama dengan wanita yang selalu ditunggunya.

“siapa orang itu…?”tanya Seung gi lirih sambil perlahan melangkah mendekati kedua orang tersebut

*****
End Of Chapter




mianhe kalau tidak menarik... mianhe... [heh] [heh] [heh] [heh]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
makasih updatenya sist, engga nyangka secepatnya ini, jung min harus nerima balasan dari apa yang di lakukannya, secara engga kebetulan keberadaan hyun wo membuat hye na.bisa membalas lelucuan jung ming... , untung aja msih ada si kembar yg masih membantu jung min, tapi... aku penasaran hyun itu sudah kenal ya sama keluarga Lee ??? habisnya setiap di tanya hyun wo selalu bilang kamu tidak mengenal aku ??? dia memang artis tapi kenal secara pribadi mungkin, 
syukurnya permasalahan jung min dan hye na sudah membaik, harap jadi pembelajaran toh buat jung min, kalau mau kasih kejutan jangan yg aneh" hehe...
Eun hyuk ternyata sudah punya pacar !!! seungi mengambil cuti buat mendapatkan cintanya semoga berjalan lancar, next semoga cepat lagi

Offline Adinda lestari

  • Junior
  • **
  • Posts: 249
    • View Profile
.gumawo eon udah update..

.untung aja pertengkaran antara jung min dan hye na bisa cepat teratasi.

.hyun woo ithu pria yang nekat dan pantang menyerah,ya udah tahu hye na udah punya suami,masih aja dideketin.apakah setelah inh hyun woo akan menyerah.

.jadi hong mi na yang menyebabkan pertikaian antara sikembar dan eun kyu,dan eun kyu udah punya wanita lain apakah wanita lain itu si yoorae..

.trus siapa itu yang bersama min hyun ah,kekasihnya kah..

.ditunggu next chapnya eon..

Offline anggi pratama putri

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • NewCouple
  • Location: PALEMBANG
    • View Profile
mian baru comment  [sweat] makasih eonudah di update  [lovestruck] [lovestruck]  seneng deh liat jung min dan hye na udah baikan lg  [lovestruck] [lovestruck]. wahhyun wo kyaknya suka bgt sm hye na.. buktinya , meskipun udah tau hye na ada suami dan punya anak masih ngebet abis tu  [hmpfh] [laughing] . suka adegan dimana hye na pingsan  [hug] si jung min panik tuh  [sweat] [sweat]. oh ia aku masih bingung knp jae min dan min jae marah dengan en kyu  [what] [what] chap selanjtnya jgn lama-lama yaa eon  [head break] ph ia yg di short jg lupa di update yaa  [guns]  [laughing] [laughing]

JiSun Coupe

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
makasih updatenya sist, engga nyangka secepatnya ini, jung min harus nerima balasan dari apa yang di lakukannya, secara engga kebetulan keberadaan hyun wo membuat hye na.bisa membalas lelucuan jung ming... , untung aja msih ada si kembar yg masih membantu jung min, tapi... aku penasaran hyun itu sudah kenal ya sama keluarga Lee ??? habisnya setiap di tanya hyun wo selalu bilang kamu tidak mengenal aku ??? dia memang artis tapi kenal secara pribadi mungkin, 
syukurnya permasalahan jung min dan hye na sudah membaik, harap jadi pembelajaran toh buat jung min, kalau mau kasih kejutan jangan yg aneh" hehe...
Eun hyuk ternyata sudah punya pacar !!! seungi mengambil cuti buat mendapatkan cintanya semoga berjalan lancar, next semoga cepat lagi

sama-sama sista... terima kasih juga untuk komentnya  [hug] [hug]
jung min gak bisa marahan lama-lama ma Hye na, gak tahan...  [hmpfh] [hmpfh]  Hyun woo udah kenal ma keluarga Lee, tapi cuma ma kakek neneknya En kyu, sama Jung min atau Seung gi dia belum pernah ketemu..

en kyu udah punya pacar tapi pastinya harus ada yang halangin... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

.gumawo eon udah update..

.untung aja pertengkaran antara jung min dan hye na bisa cepat teratasi.

.hyun woo ithu pria yang nekat dan pantang menyerah,ya udah tahu hye na udah punya suami,masih aja dideketin.apakah setelah inh hyun woo akan menyerah.

.jadi hong mi na yang menyebabkan pertikaian antara sikembar dan eun kyu,dan eun kyu udah punya wanita lain apakah wanita lain itu si yoorae..

.trus siapa itu yang bersama min hyun ah,kekasihnya kah..

.ditunggu next chapnya eon..

sama-sama sista.... terima kasih juga untuk komentnya  [hug] [hug]

yup, gara-gara cewek itu, jadi rebutan... hampir sama kayak jamannya Jung min ma Jung moon... tapi gak akan berakhir kayak jung min atau Jung moon kok... kan ada Hye na.. [hmpfh] [hmpfh]

yang sama Min Hyun ah... terbuka di chap2 selanjutnya sist  [hmpfh] [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mian baru comment  [sweat] makasih eonudah di update  [lovestruck] [lovestruck]  seneng deh liat jung min dan hye na udah baikan lg  [lovestruck] [lovestruck]. wahhyun wo kyaknya suka bgt sm hye na.. buktinya , meskipun udah tau hye na ada suami dan punya anak masih ngebet abis tu  [hmpfh] [laughing] . suka adegan dimana hye na pingsan  [hug] si jung min panik tuh  [sweat] [sweat]. oh ia aku masih bingung knp jae min dan min jae marah dengan en kyu  [what] [what] chap selanjtnya jgn lama-lama yaa eon  [head break] ph ia yg di short jg lupa di update yaa  [guns]  [laughing] [laughing]

makasih untuk komentnya sist  [huglove] [huglove] [huglove]...
Hyun woo udah ngalamin yang namanya cinta buta sist... dia mang bukan cowok yang gampang nyerah  [hmpfh] [hmpfh], kalau dari chapter ini bisa ditebak, karena cewek say... di bagian-bagian akhir ai selipin  [hmpfh] [hmpfh]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
akhirnya hyena gk marah2 lama2 ama jungmin... en kyu lucu ye ngeliat eommanya dalam keadan berantakan.lol  [on] [on] [on]


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
akhirnya hyena gk marah2 lama2 ama jungmin... en kyu lucu ye ngeliat eommanya dalam keadan berantakan.lol  [on] [on] [on]

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] tapi gak banyak pengaruh kok sist... waktu dia kecil kan udah sering mergokin omma ma appanya dalam keadaan berantakan... bahkan kamar omma ma appanya berantakan dia juga udah sering lihat  [heh] [heh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [on] [on] [on] [on] [on]

younee

  • Guest
Gomawo updateannya sista ^^
Akhirnya Jung min - Hye na baikan.
Scene pas mereka dansa diiringi lagu klasik sweet bangetttt jd inget jundi.
Jd Eun kyu, Min jae & Jae min ga akur gara2 cwek ??
Pnasaran dg klanjutan kisah cintanya seung gi..
Lanjuuttt chap slanjutnya...

younee

  • Guest
Gomawo updateannya sista ^^
Akhirnya Jung min - Hye na baikan.
Scene pas mereka dansa diiringi lagu klasik sweet bangetttt jd inget jundi.
Jd Eun kyu, Min jae & Jae min ga akur gara2 cwek ??
Pnasaran dg klanjutan kisah cintanya seung gi..
Lanjuuttt chap slanjutnya...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Gomawo updateannya sista ^^
Akhirnya Jung min - Hye na baikan.
Scene pas mereka dansa diiringi lagu klasik sweet bangetttt jd inget jundi.
Jd Eun kyu, Min jae & Jae min ga akur gara2 cwek ??
Pnasaran dg klanjutan kisah cintanya seung gi..
Lanjuuttt chap slanjutnya...

terima kasih juga untuk komentnya sist  [cheekkiss] [cheekkiss]

sebenernya juga ada alasan yang lain... cuman mungkin si Min jae ma Jae min udah gak permasalhkan lagi, kecuali masalah cewek ini... Hye na juga bingung harus gimana... solanya udah masalah hati 2 orang  [chin] [chin]

seung gi... nasibnya terjawab di chapter berikutnya say  [hmpfh]

younee

  • Guest
Sist Aii yang baik update donggggg
#puppy eyes